Kerajaan Tarumanegara

2,791 views

Published on

Kerajaan Tarumanegara

Published in: Education
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
2,791
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
40
Actions
Shares
0
Downloads
80
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Kerajaan Tarumanegara

  1. 1. Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Pelajaran Sejarah Oleh : Kesuma Anugerah Yanti Dina Indah F Ridayati Windah Zilarsih Kelas : XI IPA 5 Departemen Pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2 Banjarmasin
  2. 2. Kerajaan Tarumanegara BAB I PENDAHULUAN LATAR BELAKANG PEMBUATAN MAKALAH Makalah ini kami buat untuk memenuhi tugas kami kepada guru Sejarah. Dan karena begitu pentingnya materi ini dan untuk menambah pematerian, maka dengan ini kami memebuat makalah sejarah kerajaan Tarumanegara. TUJUAN PEMBUATAN MAKALAH Makalah ini di buat dengan tujuan untuk membantu mempermudah pembelajaran, serta melengkapi pematerian. SASARAN Dengan tersusunya makalah ini semoga kita semua akan lebih banyak tahu hal – hal yang berkaiatan dengan Tarumanegara. Dan semoga makalah ini bisa membawa manfaat seperti yang kami harapkan.
  3. 3. BAB II PEMBAHASAN Kerajaan Tarumanegara atau Taruma adalah sebuah kerajaan yang pernah berkuasa di wilayah pulau Jawa bagian barat pada abad ke-4 hingga abad ke-7 m, yang merupakan salah satu kerajaan tertua di nusantara yang diketahui. Dalam catatan, kerajaan Tarumanegara adalah kerajaan hindu beraliran wisnu. Kerajaan Tarumanegara didirikan oleh Rajadirajaguru Jayasingawarman pada tahun 358, yang kemudian digantikan oleh putranya, Dharmayawarman (382-395). Jayasingawarman dipusarakan di tepi kali gomati, sedangkan putranya di tepi kali Candrabaga. Maharaja Purnawarman adalah raja Kerajaan Tarumanegara yang ketiga (395-434 m). Ia membangun ibukota kerajaan baru pada tahun 397 yang terletak lebih dekat ke pantai. Kota itu diberi nama Sundapura pertama kalinya nama Sunda digunakan. Pada tahun 417 ia memerintahkan penggalian Sungai Gomati dan Candrabaga sepanjang 6112 tombak (sekitar 11 km). Selesai penggalian, sang prabu mengadakan selamatan dengan menyedekahkan 1.000 ekor sapi kepada kaum Brahmana. LETAK / WILAYAH KEKUASAAN Dari sumber – sumber di atas dapat di simpulkan bahwa Tarumanegara terletak di jawa Barat. Pusatnya belum dapat di pastikan, namun para ahli menduga kali Chandabagha adalah kali Bekasi, kira – kira anatar sungai Citarum dan sungai Cisadane. Adapun wilayah kekuasaan kerajaan Tarumanegara meliputi daerah Banten, Jakarta, sampai perbatasan Cirebon. BERDIRINYA TARUMANEGARA DAN PEMERINTAHANNYA Kerajaan Tarumanegara diperkirakan mulai berdiri sejak abad ke V hampir bersamaan dengan Kutai (Kalimantan Timur)
  4. 4. Kata Tarumanegara berasal dari kata Tarum yaitu sejenis tumbuhan yang daunya di sebut Nila (sejenis zat pewarna Biru). Tarumanegara terletak di Jawa barat. Di kerajaan ini pernah memerintah seorang raja yaitu PURNAWARMAN. Besar kemungkinan raja asli orang Indonesia. Tetapi memakai nama Sansekerta. Sama halnya Asmawarman / Mulawarman raja di Kalimantan Timur Kerajaan taruma banyak meninggalkan Prasasti, sayangnya tidak satupun yang memakai angka tahun. Dan untuk memastikan kapan Tarumanegara berdiri terpaksa para ahli berusaha mencari sumber lain. Dan usahanya tidak sia – sia. Setelahnya ke cina untuk mempelajari hubungan cina dengan Indonesia di masa lampau mereka menemukan naskah – naskah hubungan kerajaan Indonesia dengan kerajaan Cina menyebutnya Tolomo. Menurut catatan tersebut, kerajan Tolomo mengirimkan utusan ke cina pada tahun 528 M, 538 M, 665 M, 666M. sehingga dapat di simpulkan Tarumanegara berdiri sejak / sekitar abad ke V dan ke VI. KEADAAN MASYARAKAT Mata Pencaharian (Ekonomi) Mata pencaharian rakyat taruma di perkirakan 1. Perburuan di simpulkan dari adanya perdagangan cula badak dan gading gajah dengan cina 2. Pertambangan disimpulkan dari banyaknya perdagangan emas dan perak 3. Perikanan di simpulkan dari adanya perdagangan penyu, disamping menangkap penyu juga menangkap ikan 4. Pertanian disimpulkan dari penggalian kali untuk mengairi sawah – sawah 5. perdagangan di simpulakan dari adanya hubungan dagang dengan cina 6. Pelayaran disimpulakan dari pengiriman utusan ke cina 7. Peternakan di simpulakan dari hadiah 1.000 ekor sapi dari Purnawarman Lapisan Masyarakat (Sosial) Lapisan masyarakat Tarumanegara di duga terdiri dari: 1. Keluarga raja dan kaum bangsawan (pangeran) yang memerintah kerajaan 2. Kaum Brahmana yang memimpin upacara agama dan mengembangkan agama Hindu 3. Rakyat yang terdiri dari pemburu, pedagang, petani, pelayar, penambang, peternak 4. Budak – budak Kepercayaan (Agama) Agama yang dianut adalah: 1. Agama Hindu seperti yang di anut Purnawarman 2. Agama Budha meskipun hanya sedikit 3. penganut animisme dan dinamisme KEHIDUPAN DI KERAJAAN TARUMANEGARA 1. Kehidupan Politik Raja Purnawarman adalah raja besar yang telah berhasil meningkatkan kehidupan rakyatnya. Hal ini dibuktikan dari prasasti Tugu yang menyatakan raja Purnawarman telah memerintah untuk menggali sebuah kali. Penggalian sebuah kali ini sangat besar artinya, karena pembuatan kali ini merupakan pembuatan saluran irigasi untuk memperlancar pengairan
  5. 5. sawah-sawah pertanian rakyat. 2. Kehidupan Sosial Kehidupan sosial Kerajaan Tarumanegara sudah teratur rapi, hal ini terlihat dari upaya raja Purnawarman yang terus berusaha untuk meningkatkan kesejahteraan kehidupan rakyatnya. Raja Purnawarman juga sangat memperhatikan kedudukan kaum brahmana yang dianggap penting dalam melaksanakan setiap upacara korban yang dilaksanakan di kerajaan sebagai tanda penghormatan kepada para dewa. 3. Kehidupan Ekonomi Prasasti tugu menyatakan bahwavraja Purnawarman memerintahkan rakyatnya untuk membuat sebuah terusan sepanjang 6122 tombak. Pembangunan terusan ini mempunyai arti ekonomis yang besar nagi masyarakat, Karena dapat dipergunakan sebagai sarana untuk mencegah banjir serta sarana lalu-lintas pelayaran perdagangan antardaerah di Kerajaan Tarumanegara dengan dunia luar. Juga perdagangan dengan daera-daerah di sekitarnya. Akibatnya, kehidupan perekonomian masyarakat Kerajaan Tarumanegara sudah berjalan teratur. 4. Kehidupan Budaya Dilihat dari teknik dan cara penulisan huruf-huruf dari prasasti-prasasti yang ditemukan sebagai bukti kebesaran Kerajaan Tarumanegara, dapat diketahui bahwa tingkat kebudayaan masyarakat pada saat itu sudah tinggi. Selain sebagai peninggalan budaya, keberadaan prasasti-prasasti tersebut menunjukkan telah berkembangnya kebudayaan tulis menulis di kerajaan Tarumanegara. RAJA-RAJA DI KERAJAAN TARUMANEGARA Tarumanagara sendiri hanya mengalami masa pemerintahan 12 orang raja. Pada tahun 669 M, Linggawarman, raja Tarumanagara terakhir, digantikan menantunya, Tarusbawa. Linggawarman sendiri mempunyai dua orang puteri, yang sulung bernama Manasih menjadi istri Tarusbawa dari Sunda dan yang kedua bernama Sobakancana menjadi isteri Dapuntahyang Sri Jayanasa pendiri Kerajaan Sriwijaya. Secara otomatis, tahta kekuasaan Tarumanagara jatuh kepada menantunya dari putri sulungnya, yaitu Tarusbawa. Kekuasaan Tarumanagara berakhir dengan beralihnya tahta kepada Tarusbawa, karena Tarusbawa pribadi lebih menginginkan untuk kembali ke kerajaannya sendiri, yaitu Sunda yang sebelumnya berada dalam kekuasaan Tarumanagara. Atas pengalihan kekuasaan ke Sunda ini, hanya Galuh yang tidak sepakat dan memutuskan untuk berpisah dari Sunda yang mewarisi wilayah Tarumanagara.
  6. 6. Raja-raja Tarumanegara No Raja Masa pemerintahan 1 Jayasingawarman 358-382 2 Dharmayawarman 382-395 3 Purnawarman 395-434 4 Wisnuwarman 434-455 5 Indrawarman 455-515 6 Candrawarman 515-535 7 Suryawarman 535-561 8 Kertawarman 561-628 9 Sudhawarman 628-639 10 Hariwangsawarman 639-640 11 Nagajayawarman 640-666 12 Linggawarman 666-669 PRASASTI-PRASASTI KERAJAAN TARUMANEGARA 1. Prasasti Ciaruteun Prasasti Ciaruteun atau prasasti Ciampea ditemukan ditepi sungai Ciarunteun, dekat muara sungai Cisadane Bogor prasasti tersebut menggunakan huruf Pallawa dan bahasa Sansekerta yang terdiri dari 4 baris disusun ke dalam bentuk Sloka dengan metrum Anustubh. Di samping itu terdapat lukisan semacam laba-laba serta sepasang telapak kaki Raja Purnawarman. Gambar telapak kaki pada prasasti Ciarunteun mempunyai 2 arti yaitu: a. Cap telapak kaki melambangkan kekuasaan raja atas daerah tersebut (tempat ditemukannya prasasti tersebut).
  7. 7. b. Cap telapak kaki melambangkan kekuasaan dan eksistensi seseorang (biasanya penguasa) sekaligus penghormatan sebagai dewa. Hal ini berarti menegaskan kedudukan Purnawarman yang diibaratkan dewa Wisnu maka dianggap sebagai penguasa sekaligus pelindung rakyat. Di atas tulisan Prasasti itu ada lukisan laba – laba dan telapak kaki. Tulisannya sendiri berupa uisi/ sajak empat baris bunyinya: “ Ini bekas dua kaki, seperti kaki dewa Wisnu. Ialah kaki yang mulia purnawarma, raja di negeri Taruma. Raja yang gagah berani di dunia” Dari Prasasti tersebut kita bisa tahu bahwa di daerah tersebut berdiri kerajaan taruma. Rajanya Purnawarman, menganut Hindu / pemuja Dewa Wisnu. Dia juga gagah berani. 2. Prasasti Jambu Prasasti Jambu atau prasasti Pasir Koleangkak, ditemukan di bukit Koleangkak di perkebunan jambu, sekitar 30 km sebelah barat Bogor, prasasti ini juga menggunakan bahwa Sansekerta dan huruf Pallawa serta terdapat gambar telapak kaki yang isinya memuji pemerintahan raja Mulawarman. Prasasti ini di temukan di bukit pasir Kolengkak. Daerah tersebut termasuk perkebunan jambu terletak 30 Km di sebelah barat Bogor Tulisan dalam Prasasti ini sebagai berikut: “ Sri Purnawarman adalah seorang pemimpin yang tiada taranya. Baginda terkenal gagah berani, jujur dan setia menjalankan tugas. Baginda memerintah di Tarumanegara. Baginda memakai Warman, baju Zirah yang tak dapat di tembus senjata musuh. Ini adalah sepasang kaki. baginda selalu berhasil menggempur kota – kota musuh. Baginda hormat kepada para pangeran. Namun baginda sangat di takuti oleh musuh – musuh baginda”. Dari Prasasti diatas kita dapat keterangn bahwa Purnawarman suka memakai Warman (baju Zirah/Besi) yang tidak dapat di tembus senjata. Dari itu juga kita tahu dia sering berperang dan menggempur kota – kota musuhnya 3. Prasasti Kebon Kopi Prasasti Kebon Kopi ditemukan di kampung Muara Hilir kecamatan Cibungbulang Bogor . Yang menarik dari prasasti ini adalah adanya lukisan tapak kaki gajah, yang disamakan dengan tapak kaki gajah Airawata, yaitu gajah tunggangan dewa Wisnu. 4. Prasasti Muara Cianten
  8. 8. Prasasti Muara Cianten, ditemukan di Bogor, tertulis dalam aksara ikal yang belum dapat dibaca. Di samping tulisan terdapat lukisan telapak kaki. 5. Prasasti Pasir Awi Prasasti Pasir Awi ditemukan di daerah Leuwiliang, juga tertulis dalam aksara ikal yang belum dapat dibaca. 6. Prasasti Cidanghiyang Prasasti Cidanghiyang atau prasasti Lebak, ditemukan di kampung lebak di tepi sungai Cidanghiang, kecamatan Munjul kabupaten Pandeglang Banten. Prasasti ini baru ditemukan tahun 1947 dan berisi 2 baris kalimat berbentuk puisi dengan huruf Pallawa dan bahasa Sansekerta. Isi prasasti tersebut mengagungkan keberanian raja Purnawarman. 7. Prasasti Tugu Prasasti Tugu di temukan di daerah Tugu, kecamatan Cilincing Jakarta Utara. Prasasti ini dipahatkan pada sebuah batu bulat panjang melingkar dan isinya paling panjang dibanding dengan prasasti Tarumanegara yang lain, sehingga ada beberapa hal yang dapat diketahui dari prasasti tersebut. Hal-hal yang dapat diketahui dari prasasti Tugu adalah: a. Prasasti Tugu menyebutkan nama dua buah sungai yang terkenal di Punjab yaitu sungai Chandrabaga dan Gomati. Dengan adanya keterangan dua buah sungai tersebut menimbulkan tafsiran dari para sarjana salah satunya menurut Poerbatjaraka. Sehingga secara Etimologi (ilmu yang mempelajari tentang istilah) sungai Chandrabaga diartikan sebagai kali Bekasi. b. Prasasti Tugu juga menyebutkan anasir penanggalan walaupun tidak lengkap dengan angka tahunnya yang disebutkan adalah bulan phalguna dan caitra yang diduga sama dengan bulan Februari dan April. c. Prasasti Tugu yang menyebutkan dilaksanakannya upacara selamatan oleh Brahmana disertai dengan seribu ekor sapi yang dihadiahkan raja. Sekarang Prasasti itu ada di museum Nasional Prasasti itu banyak memuat keterangan kira – kira sebagai berikut: “ Dulu kali Candrabagha di gali Purnawarman, Maharaja yang mulia yang mempunyai lengan kencang dan kuat. Setelah sampai ke istana, kali di alirkan ke laut. Istana kerajaan baginda termashur. Kemudian baginda menitahkan lagi menggali sebuah kali. Kali ini sangat indah dan jernih. Kali ini di sebut kali gomati. Kali ini mengalir melalui kediaman nenekanda Purnawarman. Kali Gomati, (galian itu ) 6.122 tumbak panjangnya pekerjaan ini di mulai pada hari baik, tanggal 8 paro petang bulan phalguna dan di sudahi pada hari tanggal ke 13 paro terang bulan Caitra, jadi hanya 21
  9. 9. saja untuk itu diadakan selamatan yang di laksanakan oleh para Brahmana. Untuk selamatan itu Purnawarman menghadiahkan 1.000 ekor sapi”. Dari keterangan tersebut dapat di simpulkan Purnawarman pernah memerintah penggalian kali Candrabagha lalu kali Gomati. Panjang galian itu 6.122 tumbak (12 Km) pekerjaan itu di mulai pada hari baik tanggal 8 paro petang bulan Phalguna dan di sudahi pada hari tanggal 13 paro petang Bulan Carita, jadi hanya 21 saja selametan baginda di lakukan brahmana di sertai 1.000 sapi yang di hadiahkan. Pembuatan galian tersebut yang jelas untuk pengairan sawah dan pengantisipasi banjir. Dari sini kita lihat Purnawarman raja yang memperhatikan kesejahteraan rakyat. Penggalian ini juga memeperhatikan kesejahteraan rakyat. Penggalian ini juga memperlihatkan bahwa pengetahuan bertani Tarumanegara sudah cukup maju. Menurut para ahli sejarah, kemungkinan besar sungai yang di gali adalah terusan untuk membantu pengaliran sungai Bekasi. Sebab di sebutkan sungai Candrabagha. Menurut Prof. Purbacaraka Chandrabagha dapat di artikan menjadi bekasi = Bhagasasi = Baghacandra = Chandabagha (Sasi = Candra = Bulan) . Selain itu Prasasti tugu ini. Mempunyai unsur penanggalan tetapi tidak memakau angka tahun. Dalam Prasasti tugu terdapat kata Phalaguna dan Carita. Yaitu bulan yang bertepatan dengan pebruari – april dalam tarikh Masehi. SUMBER-SUMBER SEJARAH Bukti keberadaan Kerajaan Taruma diketahui melalui sumber-sumber yang berasal dari dalam maupun luar negeri. Sumber dari dalam negeri berupa tujuh buah prasasti batu yang ditemukan empat di Bogor, satu di Jakarta dan satu di Lebak Banten. Dari prasasti-prasasti ini diketahui bahwa kerajaan dipimpin oleh Rajadirajaguru Jayasingawarman pada tahun 358 M dan beliau memerintah sampai tahun 382 M. Makam Rajadirajaguru Jayasingawarman ada di sekitar sungai Gomati (wilayah Bekasi). Kerajaan Tarumanegara ialah kelanjutan dari Kerajaan Salakanagara. Sedangkan sumber-sumber dari luar negeri yang berasal dari berita Tiongkok antara lain: 1. Berita Fa-Hsien, tahun 414 M dalam bukunya yang berjudul Fa-Kao-Chi menceritakan bahwa di Ye-po-ti hanya sedikit dijumpai orang-orang yang beragama Buddha, yang banyak adalah orang-orang yang beragama Hindu dan sebagian masih animisme. 2. Berita Dinasti Sui, menceritakan bahwa tahun 528 dan 535 telah datang utusan dari To- lo-mo yang terletak di sebelah selatan. 3. Berita Dinasti Tang, juga menceritakan bahwa tahun 666 dan 669 telah datang utusaan dari To-lo-mo. Berdasarkan tiga berita di atas para ahli menyimpulkan bahwa istilah To-lo-mo secara fonetis penyesuaian kata-katanya sama dengan Tarumanegara. Maka berdasarkan sumber-sumber yang telah dijelaskan sebelumnya maka dapat diketahui beberapa aspek kehidupan tentang kerajaan Tarumanegara. Kerajaan Tarumanegara diperkirakan berkembang antara tahun 400600 M. Berdasarkan prasast-prasati tersebut diketahui raja yang memerintah pada waktu itu
  10. 10. adalah Purnawarman. Wilayah kekuasaan Purnawarman menurut prasasti Tugu, meliputi hampir seluruh Jawa Barat yang membentang dari Banten, Jakarta, Bogor dan Cirebon. Arca Rajarsi, Wisnu Cibuaya I dan II 1. Arca Rajarsi Arca ini termasuk arca yang tua, tapi sayang tidak di ketahui pasti tempat temuanya yang asli berdasarkan berita yang sampai, diperkirakan berasal dari daerah Jakarta. Arca ini menggambarkan Rajarsi sebagaimana di sebutkan dalam Prasasti tugu dan meperlihatkan sifat Wisnu – Surya. Sedang Purnawarman sendiri penganut Mazhab itu. 2. Arca Wisnu Cibuaya I Meski berasal dari abad VII M tapi dapat di anggap bisa melengkapi Prasasti Purnawarman. Ini membuktikan adanya aliran seni Jawa Barat. Arca ini memperlihatkan persamaan dengan arca yang di temukan di semenanjung Melayu, Siam dapatlah di duga arca ini mempunyai persamaan dengan langgam seni Palawa di India atau barangkali dengan Caluknya. 3. Arca Wisnu Cibuaya II Arca ini juga di temukan di Cibuaya tapi tidak dapat di ketahui pastinya. Di pastikan arca ini agak tua, sesuai dengan pendapat bahwa Jawa Barat masih menjadi pusat seni dan agama. Dan sesuai pula dengan berita Cina yang mengatakan bahwa pada abad VII m masih ada sebuah kerajaan bernama Tolomo (Taruma). KepurbakalaanMasaTarumanagara No. Nama Situs Artepak Keterangan 1 Kampung Muara Menhir (3) Batu dakon (2) Arca batu tidak berkepala Struktur Batu kali Kuburan (tua) 2 Ciampea Arca gajah (batu) Rusak berat 3 Gunung Cibodas Arca Terbuat dari batu kapur 3 arca duduk arca raksasa arca (?) Fragmen Arca dewa Arca dwarapala Arca brahma Duduk diatas angsa (Wahana Hamsa) dilengkapi padmasana Arca (berdiri) Fragmen kaki dan lapik (Kartikeya?) Arca singa (perunggu) Mus.Nas.no.771 4 Tanjung Barat Arca siwa (duduk) perunggu Mus.Nas.no.514a 5 Tanjungpriok Arca Durga-Kali Batu granit Mus.Nas. no.296a 6 Tidak diketahui Arca Rajaresi Mus.Nas.no.6363 7 Cilincing sejumlah besar pecahan settlement pattern 8 Buni perhiasan emas dalam periuk settlement pattern Tempayan Beliung Logam perunggu Logam besi Gelang kaca Manik-manik batu dan kaca Tulang belulang manusia Sejumlah besar gerabah bentuk wadah 9 Batujaya (Karawang) Unur (hunyur) sruktur bata Percandian Segaran I Segaran II Segaran III Segaran IV Segaran V Segaran VI Talagajaya I Talagajaya II Talagajaya III Talagajaya IV Talagajaya V Talagajaya VI Talagajaya VII 10 Cibuaya Arca Wisnu I Arca Wisnu II Arca Wisnu III Lmah Duwur Wadon Candi I Lmah Duwur Lanang Candi II Pipisan batu NaskahWangsakerta PenjelasantentangTarumanagaracukupjelas di NaskahWangsakerta.Sayangnya, naskahinimengundangpolemikdanbanyakpakarsejarah yang meragukannaskahnaskahinibisadijadikanrujukansejarah. PadaNaskahWangsakertadariCirebonitu, TarumanegaradidirikanolehRajadirajaguruJayasingawarmanpadatahun358, yang kemudiandigantikanolehputranya, Dharmayawarman (382-
  11. 11. 395).Jayasingawarmandipusarakan di tepi kali Gomati, sedangkanputranya di tepi kali Candrabaga. Maharaja Purnawarmanadalah raja Tarumanagara yang ketiga (395-434 M).Iamembangunibukotakerajaanbarupadatahun397 yang terletaklebihdekatkepantai. DinamainyakotaituSundapura--pertamakalinyanama "Sunda" digunakan. PrasastiPasirMuara yang menyebutkanperistiwapengembalianpemerintahankepada Raja Sundaitudibuattahun 536 M. Dalamtahuntersebut yang menjadipenguasaTarumanagaraadalahSuryawarman (535 - 561 M) Raja Tarumanagara ke7.PustakaJawadwipa, parwa I, sarga 1 (halaman 80 dan 81) memberikanketeranganbahwadalammasapemerintahanCandrawarman (515-535 M), ayah Suryawarman, banyakpenguasadaerah yang menerimakembalikekuasaanpemerintahanatasdaerahnyasebagaihadiahataskesetiaannyaterhad apTarumanagara. Ditinjaudarisegiini, makaSuryawarmanmelakukanhal yang samasebagailanjutanpolitikayahnya. RakeyanJuruPengambat yang tersuratdalamprasastiPasirMuaramungkinsekaliseorangpejabattinggiTarumanagara yang sebelumnyamenjadiwakil raja sebagaipimpinanpemerintahan di daerahtersebut. Yang belumjelasadalahmengapaprasastimengenaipengembalianpemerintahankepada Raja Sundaituterdapat di sana? ApakahdaerahitumerupakanpusatKerajaanSundaatauhanyasebuahtempatpenting yang termasukkawasanKerajaanSunda? Baiksumber-sumberprasastimaupunsumber-sumber Cirebon memberikanketeranganbahwaPurnawarmanberhasilmenundukkanmusuhmusuhnya.PrasastiMunjul di Pandeglangmenunjukkanbahwawilayahkekuasaannyamencakup pula pantaiSelatSunda.Pustaka Nusantara, parwa II sarga 3 (halaman 159 - 162) menyebutkanbahwa di bawahkekuasaanPurnawarmanterdapat 48 raja daerah yang membentangdariSalakanagaraatauRajatapura (di daerahTelukLadaPandeglang) sampaikePurwalingga (sekarangPurbolinggo) di Jawa Tengah. SecaratradisionalCipamali (Kali Brebes) memangdianggapbataskekuasaan raja-raja penguasaJawa Barat padamasasilam. KehadiranPrasastiPurnawarman di PasirMuara, yang memberitakan Raja Sundadalamtahun 536 M, merupakangejalabahwaIbukotaSundapuratelahberubah status menjadisebuahkerajaandaerah. Hal iniberarti, pusatpemerintahanTarumanagaratelahbergeserketempat lain. ContohserupadapatdilihatdarikedudukaanRajatapuraatauSalakanagara (kota Perak), yang disebutArgyreolehPtolemeusdalamtahun 150 M. Kota inisampaitahun 362 menjadipusatpemerintahan Raja-raja Dewawarman (dariDewawarman I - VIII). KetikapusatpemerintahanberalihdariRajatapurakeTarumangara, makaSalakanagaraberubah status menjadikerajaandaerah.JayasingawarmanpendiriTarumanagaraadalahmenantu Raja Dewawarman VIII.IasendiriseorangMaharesidariSalankayana di India yang mengungsike Nusantara karenadaerahnyadiserangdanditaklukkan Maharaja SamudraguptadariKerajaanMagada.
  12. 12. Suryawarmantidakhanyamelanjutkankebijakanpolitikayahnya yang memberikankepercayaanlebihbanyakkepada raja daerahuntukmenguruspemerintahansendiri, melainkanjugamengalihkanperhatiannyakedaerahbagiantimur.Dalamtahun 526 M, misalnya, Manikmaya, menantuSuryawarman, mendirikankerajaanbaru di Kendan, daerahNagregantara Bandung danLimbangan, Garut.PuteratokohManikmayainitinggalbersamakakeknya di ibukotaTarumangaradankemudianmenjadiPanglimaAngkatanPerangTarumanagara.Perkemba ngandaerahtimurmenjadilebihberkembangketikacicitManikmayamendirikanKerajaanGaluhda lamtahun 612 M. Tarumanagarasendirihanyamengalamimasapemerintahan 12 orang raja.Padatahun 669, Linggawarman, raja Tarumanagaraterakhir, digantikanmenantunya, Tarusbawa.Linggawarmansendirimempunyaidua orang puteri, yang sulungbernamaManasihmenjadiistriTarusbawadariSundadan yang keduabernamaSobakancanamenjadiisteriDapuntahyang Sri JayanasapendiriKerajaanSriwijaya.Secaraotomatis, tahtakekuasaanTarumanagarajatuhkepadamenantunyadariputrisulungnya, yaituTarusbawa. Kekuasaan Tarumanagara berakhir dengan beralihnya tahta kepada Tarusbawa, karena Tarusbawa pribadi lebih menginginkan untuk kembali ke kerajaannya sendiri, yaitu Sunda yang sebelumnya berada dalam kekuasaan Tarumanagara. Atas pengalihan kekuasaan ke Sunda ini, hanya Galuh yang tidak sepakat dan memutuskan untuk berpisah dari Sunda yang mewarisi wilayah Tarumanagara.
  13. 13. BAB III PENUTUP KESIMPULAN Dari apa yang telah kami sampikan tadi, dapat di simpulkan pengaruh kebudayaan India di Indonesia tidak hanya menunjuk pada perkembangan ajaran Hindu – Budha, tetapi juga pada aspek lain missal aspek politik, ekonomi, sosial budaya dan lain sebaginya Dalam proses akulturasi, Indonesia sangat berperan aktif. Hal ini terlihat dari peninggalan – peninggalan yang tidak sepenuhnya merupakan hasil jiplakan kebudayaan India Meskipun corak dan sifat kebudayaan di pengaruhi India. Namun dalam perkembangannya Indonesia mampu menghasilkan kebudayaan kepribadian sendiri SARAN Dari keberadaanya kerajaan Taruma di wilayah kita pada masa yang lalu. Maka kita wajib mensyukurinya. Rasa syukur tersebut dapat di wujudkan dalam sikap dan perilaku dengan hati yang tulus serta di dorong rasa tanggung jawab yang tinggi untuk melestarikan dan memelihara budaya nenek moyang kita. Jika kita ikut berpartisipasi dalam menjamin kelestariannya berarti kita ikut mengangkat derajat dan jati diri bangsa. Oleh karena itu marilah kita bersama – sama menjaga dan memelihara peninggalan budaya bangsa yang menjadi kebanggaan kita semua

×