Chemical Contaminants in Foods Laila Fitria, SKM, MKM Dept Kesehatan Lingkungan FKM UI Depok, 2009
Chemicals in foods scares!! <ul><li>Contoh2 jurnal chemical food contaminants </li></ul>
 
Scope of the Contaminants
Where do they come from? <ul><li>Nature </li></ul><ul><li>Mankind </li></ul>
Pencemar Kimia Alamiah 1.  Toksin Bahan Pangan Tumbuhan   Rempah-rempah dan jamu Berbagai karsinogen Kacang Red Kidney dan...
Pencemar Kimia Alamiah 2. Mikotoksin   Serelia, minyak, tepung Fusarium spp Zearalenon Apel, pear P. expansum Patulin Jagu...
Pencemar Kimia Alamiah   3. Toksin Bahan Biologis Lainnya Ikan, keju Bakteri pembusuk Histamin Serelia, madu Macam-macam t...
Pencemar Kimia Sintetik <ul><li>Cemaran Industri dan Lingkungan </li></ul><ul><li>Cemaran yang Dihasilkan Selama Pengolaha...
Pencemar Kimia Sintetik 1. Cemaran Industri dan Lingkungan Ikan, air minum Limbah medical, military, dll  Radionuklida Bij...
Pencemar Kimia Sintetik 2. Cemaran Selama Pengolahan <ul><li>Bahan pencemar beracun dapat dipoduksi selama pengolahan maka...
Pencemar Kimia Sintetik 3. Bahan Kimia Pertanian <ul><li>Bahan pencemar makanan juga dapat berasal dari bahan kimia pertan...
Pencemar Kimia Sintetik 4. Bahan Tambahan Kimia <ul><li>bahan tambahan kimiawi yang sudah diakui dapat pula berbahaya jika...
<ul><li>Bahan tambahan kimiawi yang lain dapat berbahaya jika ditambahkan terlalu sedikit dalam makanan. Misalnya nitrit d...
Pencemar Kimia Sintetik 4. Bahan Tambahan Kimia <ul><li>Bahan yang bersentuhan dengan bahan pangan  :Permukaan peralatan d...
<ul><li>Beberapa negara memiliki peraturan mendetil mengenai penggunaan bahan kimiawi (bahan tambahan pada makanan yang di...
Dampak Kesehatan <ul><li>Dioxin accumulates in the fatty tissues, where they may persist for months or years. People who h...
Dampak Kesehatan <ul><li>Cadmium </li></ul><ul><li>Itai-itai disease (Jepang, beras dari lahan pertanian yang terkontamina...
Dampak Kesehatan <ul><li>Radionuclide (radioactive contaminants) </li></ul><ul><li>Kanker </li></ul><ul><li>Toxic effect t...
Dampak Kesehatan <ul><li>Mercury poisoning may include the following symptoms: </li></ul><ul><li>muscle weakness  </li></u...
Dampak Kesehatan <ul><li>Results from the Agricultural Health Study, an ongoing study of pesticide exposures in farm famil...
Dampak Kesehatan <ul><li>The infestation of rye by ergot (the fungus  Claviceps purpurea ) causes ergotism, a disease char...
 
Agrochemicals Veterinary drugs Mycotoxins Env contaminants Disinfectants Metals Processing contaminants Additives Migration
 
European Legislation <ul><li>Pesticides ~ 600 substances </li></ul><ul><li>Veterinary drugs ~ 600 substances </li></ul><ul...
Detection of chemical contaminants <ul><li>No tool available to screen rapidly all the contaminants </li></ul><ul><li>Resu...
 
 
Possible contaminants in honey
Contaminants in Milk
The Growing Algal Problem: Paralytic toxins
 
Food Chemical Safety <ul><li>To ensure that Chemicals are NOT present in food at levels that lead to adverse health effect...
 
 
 
 
 
 
 
 
Physical Contaminants in Foods
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Chemical food contaminants kmk

2,575 views

Published on

KMK ke 3

Published in: Education, Business, Technology
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
2,575
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
124
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Chemical food contaminants kmk

  1. 1. Chemical Contaminants in Foods Laila Fitria, SKM, MKM Dept Kesehatan Lingkungan FKM UI Depok, 2009
  2. 2. Chemicals in foods scares!! <ul><li>Contoh2 jurnal chemical food contaminants </li></ul>
  3. 4. Scope of the Contaminants
  4. 5. Where do they come from? <ul><li>Nature </li></ul><ul><li>Mankind </li></ul>
  5. 6. Pencemar Kimia Alamiah 1. Toksin Bahan Pangan Tumbuhan Rempah-rempah dan jamu Berbagai karsinogen Kacang Red Kidney dan kacang lainnya Fitohaemaglutinin Kacang, singkong Sinoglikosida Kentang hijau Glikoalkaloid Rhubarb, teh, kakau, bayam, bit Oksalat Bahan pangan Bahan kimiawi
  6. 7. Pencemar Kimia Alamiah 2. Mikotoksin Serelia, minyak, tepung Fusarium spp Zearalenon Apel, pear P. expansum Patulin Jagung Fusarium moniliforme Fumonisin Rye, barley, gandum Claviceps purpurea Ergot alkaloid Gandum, barley, jagung Penicillium verrucosum, A. ochraceus Ochratoksin A Serelia dan lainnya Utamanya Fusarium Trichothecenes Jagung, kacang-kacangan, susu Aspergillus flavus dan A. parasiticus Aflatoksin Bahan pangan Sumber Bahan kimiawi
  7. 8. Pencemar Kimia Alamiah 3. Toksin Bahan Biologis Lainnya Ikan, keju Bakteri pembusuk Histamin Serelia, madu Macam-macam tanaman beracun Pyrrolizidin alkaloid Kerang-kerangan Dinoflagelata Toksin Kerang-kerangan: paralitik, neurotoksik, diarrhoik, amnesik Ikan di daerah tropis Dinoflagelata Ciguatera Bahan Pangan Sumber Bahan Kimia
  8. 9. Pencemar Kimia Sintetik <ul><li>Cemaran Industri dan Lingkungan </li></ul><ul><li>Cemaran yang Dihasilkan Selama Pengolahan </li></ul><ul><li>Bahan Kimia Pertanian Yang Digunakan Secara Tidak Tepat </li></ul><ul><li>Bahan Tambahan Kimia Pada Makanan </li></ul>
  9. 10. Pencemar Kimia Sintetik 1. Cemaran Industri dan Lingkungan Ikan, air minum Limbah medical, military, dll Radionuklida Biji-bijian, sayuran, daging, kerang Baterai, plastik, solder, electroplating, nuklir Kadmium Sayur-sayuran, makanan kaleng, makanan asam Emisi kendaraan, peleburan, solder, cat, pelapis kaca, baterai Timbal Ikan Pertambangan, industri Merkuri/raksa Ikan, susu, lemak hewan Pemutih kertas, herbisida, proses pembakaran Dioxin Ikan, lemak hewan Industri elektronik Polichlorinated biphenyls Bahan pangan Sumber Bahan kimia
  10. 11. Pencemar Kimia Sintetik 2. Cemaran Selama Pengolahan <ul><li>Bahan pencemar beracun dapat dipoduksi selama pengolahan makanan. Karsinogenik potensial dapat terbentuk ketika penggilingan, pengasapan, dan pemanggangan daging dan ikan. Kandungan Benzo[a]pirena yang tinggi dalam makanan, diproduksi ketika penggilingan batubara; amina heterosiklik dan nitropirena dihasilkan pada saat daging dan ikan diproses pada suhu yang tinggi. Nitrosamin, yang dikenal sebagai senyawa karsinogenik, dihasilkan pada saat proses pengawetan, penggorengan, dan beberapa pada saat proses penggaraman dan pembuatan acar. Minyak goreng yang tengik juga mengandung lemak teroksidasi, seperti peroksida. Etil karbamat dapat dihasilkan selama fermentasi dan ditemukan pada bir dan minuman keras, terutama whiski Scotch, juga dalam roti, minyak zaitun, kecap dan yoghurt. Industri pangan secara bertahap berupaya menurunkan jumlah cemaran ini. Beberapa negara melarang proses pengasapan tradisional; banyak produsen menggunakan aroma asap cair (‘liquid smoke’) yang bebas dari hidrokarbon aromatik berinti banyak. </li></ul>
  11. 12. Pencemar Kimia Sintetik 3. Bahan Kimia Pertanian <ul><li>Bahan pencemar makanan juga dapat berasal dari bahan kimia pertanian yang pemakaiannya tidak tepat. Meliputi golongan pestisida dan obat hewan. Termasuk dalam golongan pestisida adalah insektisida organoklorin, organofosfor, karbamat, dan pestisida lain. Sedangkan obat hewan meliputi antimikroba, perangsang pertumbuhan, obat cacing, dan obat yang digunakan untuk terapi. Jenis bahan kimia pertanian lainnya yang juga sering digunakan secara tidak tepat antara lain antihama, antikapang, pupuk, anticacing, pengatur pertumbuhan, herbisida, antimoluska, dan racun tikus </li></ul>
  12. 13. Pencemar Kimia Sintetik 4. Bahan Tambahan Kimia <ul><li>bahan tambahan kimiawi yang sudah diakui dapat pula berbahaya jika digunakan secara berlebihan </li></ul><ul><li>Antigumpal </li></ul><ul><li>Antioksidan </li></ul><ul><li>Antimikroba </li></ul><ul><li>Ragi </li></ul><ul><li>Enzim </li></ul><ul><li>Pengemulsi </li></ul><ul><li>Aroma </li></ul><ul><li>Pengeras </li></ul><ul><li>Pewarna </li></ul><ul><li>Sekuestran/pengikat </li></ul><ul><li>Pemanis tidak bernutrisi </li></ul><ul><li>Pembentuk tekstur </li></ul><ul><li>Penguat aroma </li></ul><ul><li>Pengontrol pH </li></ul><ul><li>Pelembab </li></ul><ul><li>Bahan penstabil dan pengental </li></ul><ul><li>Bahan untuk mengoksidasi dan mereduksi </li></ul><ul><li>Bahan pengawet (untuk mengeringkan, mengasinkan, mengasamkan) </li></ul><ul><li>Pelarut </li></ul><ul><li>Pengikat permukaan </li></ul><ul><li>Pemanis bernutrisi </li></ul>
  13. 14. <ul><li>Bahan tambahan kimiawi yang lain dapat berbahaya jika ditambahkan terlalu sedikit dalam makanan. Misalnya nitrit digunakan untuk mencegah pertumbuhan spora C. botulinum pada daging yang ‘diawetkan </li></ul>
  14. 15. Pencemar Kimia Sintetik 4. Bahan Tambahan Kimia <ul><li>Bahan yang bersentuhan dengan bahan pangan :Permukaan peralatan dan perlengkapanBahan pengemas :Logam, plastik, kertas, kayu, dllBahan pembersih :Deterjen, bahan pembersih lain </li></ul>
  15. 16. <ul><li>Beberapa negara memiliki peraturan mendetil mengenai penggunaan bahan kimiawi (bahan tambahan pada makanan yang digunakan secara tidak langsung) yang dapat meninggalkan residu pada makanan, dan digunakan secara insidental, seperti alat bantu pengolahan dan bahan pembersih. Pada kasus-kasus lain, bahan kimiawi tersebut terserap dari bahan ke makanan; misalnya, makanan yang bersentuhan dengan bahan pengemas dapat tercemar bahan pengemas dalam jumlah yang sangat kecil. Pencemar dapat pula dipindahkan dari peralatan masak atau wadah. Memasak makanan bersifat asam dalam panci yang berlapis tembaga dapat menyebabkan tembaga mencemari makanan. Timah dapat mencemari makanan melalui keramik tertentu, dan makanan dalam kaleng yang disolder dengan timah mengandung timah dalam jumlah yang lebih tinggi dibandingkan dengan makanan yang dikemas dalam kaleng yang tidak disolder dengan timah. Beberapa jenis plastik tertentu mengandung monomer tidak aktif yang dapat mencemari makanan. Di beberapa negara, spesifikasi untuk plastik pembungkus makanan mencantumkan pula batas bahan-bahan yang dapat terserap ke dalam makanan. </li></ul><ul><li>Penggunaan bahan campuran sebagai bahan tambahan yang digunakan untuk mengelabui konsumen terhadap mutu atau nilai produk, sering digunakan di beberapa daerah dan seringkali hal ini mengandung bahaya. Misalnya, boraks dan asam borat sering sekali digunakan sebagai bahan pengawet yang murah dan efektif, tetapi sekarang dilarang karena terlalu berbahaya untuk digunakan dalam makanan. Namun, di negara-negara yang sedang berkembang, bahan tambahan kimiawi tersebut masih digunakan secara ilegal. Demikian pula dengan formaldehida sering digunakan untuk mengawetkan ikan dan produk laut lainnya, terutama di tempat-tempat yang tidak memiliki lemari pendingin. Selain itu, penggunaan pewarna tekstil untuk mewarnai makanan merupakan masalah yang serius karena bahan tambahan kimiawi tersebut bersifat karsinogenik. Para penjual makanan kaki lima sering menggunakannya karena harganya yang murah dan mudah diperoleh. Banyak konsumen tidak menyadari bahwa pewarna tekstil ini berbahaya. </li></ul>
  16. 17. Dampak Kesehatan <ul><li>Dioxin accumulates in the fatty tissues, where they may persist for months or years. People who have been exposed to high levels of dioxin have developed chloracne, a skin disease marked by severe acne-like pimples. Studies have also shown that chemical workers who are exposed to high levels of dioxins have an increased risk of cancer. Other studies of highly exposed populations show that dioxins can cause reproductive and developmental problems, and an increased risk of heart disease and diabetes </li></ul>
  17. 18. Dampak Kesehatan <ul><li>Cadmium </li></ul><ul><li>Itai-itai disease (Jepang, beras dari lahan pertanian yang terkontaminasi limbah pertambangan cadmium) </li></ul><ul><li>renal abnormalities </li></ul><ul><li>karsinogen </li></ul>
  18. 19. Dampak Kesehatan <ul><li>Radionuclide (radioactive contaminants) </li></ul><ul><li>Kanker </li></ul><ul><li>Toxic effect to kidney </li></ul>
  19. 20. Dampak Kesehatan <ul><li>Mercury poisoning may include the following symptoms: </li></ul><ul><li>muscle weakness </li></ul><ul><li>skin rashes </li></ul><ul><li>mental disturbances such as mood swings and memory loss </li></ul><ul><li>impairment of speech, hearing and peripheral vision </li></ul><ul><li>impairment of coordinated movements such as walking or writing </li></ul><ul><li>numbness and &quot;pins and needles&quot; feeling in the hands, feet and sometimes around the mouth </li></ul>
  20. 21. Dampak Kesehatan <ul><li>Results from the Agricultural Health Study, an ongoing study of pesticide exposures in farm families, show that farmers who used agricultural insecticides experienced an increase in headaches, fatigue, insomnia, dizziness, hand tremors, and other neurological symptoms. Evidence suggests that children are particularly susceptible to adverse effects from exposure to pesticides, including neurodevelopmental effects </li></ul>
  21. 22. Dampak Kesehatan <ul><li>The infestation of rye by ergot (the fungus Claviceps purpurea ) causes ergotism, a disease characterized by severe mental disorder and hallucination. Other fungal products, such as aflatoxins produced by the mold Aspergillus that grows on peanuts, corn, rice, and sorghum, are known carcinogens. An example of a carcinogenic steroid hormone is diethylstilbestrol, which is added to animal feed </li></ul>
  22. 24. Agrochemicals Veterinary drugs Mycotoxins Env contaminants Disinfectants Metals Processing contaminants Additives Migration
  23. 26. European Legislation <ul><li>Pesticides ~ 600 substances </li></ul><ul><li>Veterinary drugs ~ 600 substances </li></ul><ul><li>MRLs from mg/kg (ppm) to < μg/kg (ppb) </li></ul>
  24. 27. Detection of chemical contaminants <ul><li>No tool available to screen rapidly all the contaminants </li></ul><ul><li>Results must be available before the raw material is used or the food is consumed </li></ul>
  25. 30. Possible contaminants in honey
  26. 31. Contaminants in Milk
  27. 32. The Growing Algal Problem: Paralytic toxins
  28. 34. Food Chemical Safety <ul><li>To ensure that Chemicals are NOT present in food at levels that lead to adverse health effects </li></ul>
  29. 43. Physical Contaminants in Foods

×