Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Ppt filsafat realisme

2,876 views

Published on

Published in: Education
  • Be the first to comment

Ppt filsafat realisme

  1. 1. By:Pamela Natasa/3B Realisme Kebenaran antara Agama dan Simbol
  2. 2. Definisi Realisme Real berarti yang aktual atau yang ada. Kata tersebut merujuk kepada benda-benda atau kejadian. Dalam arti yang sempit, realisme berarti anggapan bahwa objek indera kita adalah real. Benda ada itu terlepas dari kenyataan bahwa benda itu kita ketahui, atau kita persepsikan atau ada hubungannya dengan pikiran kita. Real bukan merujuk pada suatu khayalan namun lebih kepada sesuatu yang nyata. Inti realisme dapat dipahami sebagai praktik-praktik pemaknaan dari representasi.
  3. 3. Konsep filsafat menurut aliran realisme adalah:  Metafisika-realisme; Kenyataan yang sebenarnya hanyalah kenyataan fisik (materialisme); kenyataan material dan imaterial (dualisme), dan kenyataan yang terbentuk dari berbagai kenyataan (pluralisme);  Humanologi-realisme; Hakekat manusia terletak pada apa yang dapat dikerjakan. Jiwa merupakan sebuah organisme kompleks yang mempunyai kemampuan berpikir;  Epistemologi-realisme; Kenyataan hadir dengan sendirinya tidak tergantung pada pengetahuan dan gagasan manusia, dan kenyataan dapat diketahui oleh pikiran. Pengetahuan dapat diperoleh melalui penginderaan. Kebenaran pengetahuan dapat dibuktikan dengan memeriksa kesesuaiannya dengan fakta;  Aksiologi-realisme; Tingkah laku manusia diatur oleh hukum-hukum alam yang diperoleh melalui ilmu, dan pada taraf yang lebih rendah diatur oleh kebiasaan-kebiasaan atau adat-istiadat yang telah teruji dalam kehidupan.
  4. 4. Makna kebenaran Realisme erat kaitannya dengan sesuatu yang fakta atau yang ada buktinya, bukan kepada sesuatu yang hanya kita inginkan atau kita harapkan. Apa yang kita yakini ada, biasanya tergantung pada persepsi pertama yang kita yakini. Realisme menyatu dengan kebenaran. Apa itu benar? Mengapa sesuatu bisa dianggap benar? Yang benar sudah pasti bukan yang salah. Untuk membuktikan suatu kebenaran kita terbiasa menggunakan rasio dan juga menggunakan pengalaman. Kata kebenaran sendiri memiliki arti yang berbeda-beda di setiap individu. Sesuatu yang dianggap benar apabila mendapatkan persetujuan benar dari pihak mayoritas. Dan
  5. 5. Sudarminta (2008:127) mengatakan bahwa secara umum kebenaran biasanya dimengerti sebagai kesesuaian antara apa yang dipikirkan dan atau dinyatakan dengan kenyataan yang sesungguhnya. Ada pula yang menyatakan kebenaran adalah sebuah kenyataan apabila pernyataan itu benar berarti segala sesuatu itu benar dan adanya penambahan sebuah kenyataan dengan suatu keutamaan sehingga dapat disimpulkan bahwa kebenaran adalah suatu kenyataan yang mengandung nilai keutamaan dan yang sesungguh-sungguhnya.
  6. 6. Kebenaran menurut agama dan simbol Simbol sangat erat kaitannya dengan bidang Matematika. Matematika berasal dari bahasa latin manthanein atau mathema yang berarti belajar atau hal yang dipelajari. Matematika sering disebut sebagai ratunya ilmu atau ilmu pasti. Jika filsafat adalah pangkal dari segala ilmu pengetahuan, maka matematika adalah produk dari filsafat. Di dalam matematika banyak sekali hal-hal yang bisa kita kaji melalui filsafat. Matematika sangatlah memperhatikan semesta. Semua bidang pengetahuan science misalnya, sudah pasti akan menggunakan matematika di dalamnya.
  7. 7. Kebenaran menurut agama dan simbol Kebenaran menurut matematika, mungkin akan berbeda dengan kebenaran menurut islam. Hal ini dikarenakan matematika adalah ilmu pasti yang membutuhkan pembuktian dan kesepakatan sedangkan agama meyakini segala sesuatu yang datangnya dari Ttuhan adalah kebenaran. Misal di dala, agama islam, segala sesuatu yang disuruh, dianjurkan, dan dikatakan didalam Al-quran adalah kebenaran.
  8. 8. Kebenaran menurut agama dan simbol Ilmuan yang mendalami matematika cenderung berpikir sesuatu secara ilmiah logis, dan realistis, berbeda dengan orang-orang yang mendalami spritual yang cenderung mempercayai bahwa segala sesuatu didunia ini tidak lepas dari pengaruh ghaib, mistis, dan bahkan susah dinalar manusia awam. Seperti adanya tuhan, sebagian umat beragama pasti meyakini adanya tuhan dan meyakini kebenarannya walaupun mereka belum pernah melihat tuhan secara langsung. Hal inilah yang tidak bisa ditafsirkan secara ilmiah tetapi harus secara rohaniah. Namun, ada juga minoritas masyarakat yang tidak mempercayai adanya tuhan karena mereka menafsirkan adanya tuhan dengan logika yang sebenarnya logika tidak dapat dikaitkan dengan tuhan. Kenyataan ini yang mewarnai kehidupan sosial masyarakat kita. Itu sudah menjadi hak mereka
  9. 9. Kebenaran menurut agama dan simbol Pengertian kebenaran dalam bidang agama sangat bertolak belakang dengan pengertian kebenaran melalui matematika dimana sesuatu yang dianggap benar adalah sesuatu yang yang sejalan dengan hipotesa-hipotesa atau teori-teori yang membentuknya. (Rand:1982) menyatakan bahwa ada dua teori tentang kebenaran dalam matematika, yaitu teori korespodensi dan teori koherensi. Kebenaran adalah pengakuan realitas. Teori kebenaran korespodensi adalah teori yang berpandangan bahwa pernyataan-pernyataan adalah benar jika berkorespodensi terhadap fakta atau pernyataan yang ada dia alam atau objek yang dituju pernyataan tersebut. Sedangkan teori koherensi berpandangan bahwa suatu pernyataan dikatakan benar apabila terdapat kesesuaian antara pernyataan satu dengan pernyataan yang lainnya dalam satu sistem pengetahuan yang dianggap benar. Untuk membuktikan suatu kebenaran didalam matematika, harusalah ada hipotesa tentang suatu masalah yang akan dibuktikan kebenarannya, setelah itu munculah aksioma dan postulat dalam lagkah pembuktiannya dan baru menghasilkan suatu theorema. Terlihat disini bahwa pembuktian kebenaran
  10. 10. Kebenaran menurut agama dan simbol Dari pernyataan diatas, bisa terlihat perbedaan mencolok antara pengertian kebenaran dalam matematika dan agama. Namun, dalam sejarahnya ilmu matematika dan agama adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan karena banyak hal mengenai angka, perhitungan dan lainnya yang terdapat didalam Al-quran. Peranan matematika dalam kehidupan pernah dilontarkan para ahli matematika seperti phitagoras, 10 abad sebelum kelahiran nabi SAW, phitagoras mengatakan angka-angka telah mengatur segalanya. Galileo juga mengatakan bahwa matematika adalah bahasa tuhan dalam menulis alam semesta. Sebagai contoh dalam matematika ada bahasan tentang Relasi yang menyatakan hubungan antara simbol x dan y dimana x sebagai daerah asal dan y sebagai daerah hasil. Bila x={1,2,3} dan y={a.b,c} maka x bisa dihubungkan ke a atau b atau c. Hal ini sama dengan bahasan didalam Al-Quran dimana dikatakan Allah menciptakan manusia secara berpasangan agar saling mengenal satu sama lain.
  11. 11. Kebenaran menurut agama dan simbol Kebenaran pada matematika perlu dibuktikan melalui eksperimen, pembuktian, dan berdasarkan pengalaman yang membutuhkan persetujuan dan berlaku bagi siapa saja. Namun, kebenaran dalam agama adalah hal pasti yang perlu adanya persiapan untuk memahaminya. Dengan mempelajari matematika, secara tidak langsung kita juga sudah belajar ilmu agama karena didalam Al-quran banyak kajian mengenai matematika, science, dan semua komponen didalam semsesta. Walaupun matematika dan agama mempunyai sudut pandang yang berbeda dalam menafsirkan kebenaran, tetapi keduanya adalah benar adanya karena mereka mempunyai bahasa mereka sendiri untuk penjelasannya. Sebagai kode kehidupan, agama adalah “kombinasi kompleks” yang mencakup semua ilmu. Manusia tak akan bisa menguak hakikat agama, tetapi manusia bisa menganalisa secara terbatas terhadap agama melalui pendekatan-

×