MAKALAH KIMIA               MAKROMOLEKULDi Susun Oleh: SITI KHOTIMATUS SURYANI              KEMENTRIAN AGAMA  MADRASAH ALI...
DAFTAR ISI 1.Cover ........................................................... 2. Daftar isi ................................
KATA PENGANTARPuji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT atas limpahan rahmat danbimbingannya    sehingga    kami   dapat...
POLIMER
» Merupakan moleku besar yang terbentuk dari molekul-molekul kecil yang terangkai   secara berulang» Molekul-molekul kecil...
Yang termasuk ke dalam polimer kondensasi adalah bakelit, poliuretan,   poliamida, (melamin), poliester (nilon), teteron, ...
» Beberapa polimer disajikan dalam tabel berikut:  POLIMER           POLIMERISASI            MONOMER                KEGUNA...
Polimer Berdasarkan Jenis MonomernyaBerdasarkan jenis monomernya, polimer dibedakan atas homopolimer dan kopolimer.Homopol...
Jenis-jenis kopolimera) Kopolimer acak, yaitu kopolimer yang mempunyai sejumlah satuan berulang yangberbeda tersusun secar...
dengan monomer. Berikut analogi suatu polimer beserta monomer-monomerpenyusunnya.Contoh homopolimer adalah polietilena den...
Sifat-sifat polimer seperti yang dipaparkan di atas ditentukan oleh beberapa faktor, yaitusebagai berikut:1. Panjang ranta...
pewarnaan; dan penghambat nyala api yang digunakan untuk mengurangi sifat mudahterbakar dan materi.Klasifikasi polimerBerd...
Masing-masing dari polimer tersebut memiliki sifat degradasi dan ketahanan panas,cahaya, dan kimia.Asam amino adalah semba...
Asam amino biasanya diklasifikasikan berdasarkan sifat kimia rantai samping tersebutmenjadi empat kelompok. Rantai samping...
Reaksi kondensasi dua asam amino membentuk ikatan peptidaProtein merupakan polimer yang tersusun dari asam amino sebagai m...
amino sebagai struktur kristal putih yang bertitik lebur tinggi karena sifat dipolarnya.Kebanyakan asam amino bebas berada...
Glutamina (Gln, Q)] Asam amino basa         Lisina (Lys, K)         Arginina (Arg, R)         Histidina (His, H) (memiliki...
Asam amino diperlukan oleh makhluk hidup sebagai penyusun protein atau sebagaikerangka molekul-molekul penting. Ia disebut...
penghubugn lainnya- Bersama dengan Vitamin C membentuk L-Carnitine- Membantu dalam pembentukan kolagen maupun jaringan pen...
proteinogenik. Melalui mekanisme pascatranslasi, terbentuklah protein yang memilikifungsi penuh secara biologi.[2][3]Struk...
struktur sekunder protein adalah struktur tiga dimensi lokal dari berbagai        rangkaian asam amino pada protein yang d...
polipeptida yang berperan di dalamnya akan menimbulkan sebuah fungsi baru berbedadengan komponen penyusunnya. Bila struktu...
Sebagai alat pengangkut dan penyimpan. Protein yang terkandung dalam        hemoglobin dapat mengangkut oksigen dalam erit...
Tumbuhan berbji        Suku polong-polongan        KentangStudi dari Biokimiawan USA Thomas Osborne Lafayete Mendel, Profe...
4. Glutenin adalah protein yang bersifat tidak larut dalam pelarut netral tetapi           larut dalam larutan asam atau b...
adipokina, antara lain kemerin, interleukin-6, plasminogen activator inhibitor-1, retinolbinding protein 4 (RBP4), tumor n...
a. Pada suhu kamar, lemak hewan pada umumnya berupa zat padat, sedangkan lemak daritumbuhan berupa zat cair.b. Lemak yang ...
Contoh soal:b. HalogenasiAsam lemak tak jenuh, baik bebas maupun terikat sebagai ester dalam lemak atau minyakmengadisi ha...
c. HidrogenasiSejumlah besar industri telah dikembangkan untuk merubah minyak tumbuhan menjadilemak padat dengan cara hidr...
ikatan ester fosfat. Sementara gliserofosfolipid adalah komponen utama membranbiologis, komponen lipid non-gliserida lainn...
Triasilgliserol, tersimpan di dalam jaringan adiposa, adalah bentuk utama dari cadanganenergi di tubuh hewan. Adiposit, at...
glikosilasi ekstra-sitoplasmik, di dalam biosintesis polisakarida ekstraselular (misalnya,polimerisasi peptidoglikan di da...
o     Pada saat rasio glukosa dalam plasma darah turun, hormon glukagon dan                 adrenalin akan dikeluarkan unt...
o      Proses ini terjadi di dalam hati dan disebut lipolisis. Sejumlah hormon                   yang antagonis dengan ins...
Sintesis triasilgliserol terjadi di dalam retikulum endoplasma oleh lintasan metabolisme dimana gugus asil di dalam asil l...
kebutuhan asam lemak esensial tertentu, misalnya asam linoleat (asam lemak omega-6)dan asam alfa-linolenat (sejenis asam l...
Daftar pustaka Strong, A. Brent (2006). "Plastics: Materials and Processing". Pearson Prentice Hall ISBN 0-13-114558-4 Odi...
Makalah kimia
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Makalah kimia

2,638 views

Published on

0 Comments
3 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
2,638
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
93
Comments
0
Likes
3
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Makalah kimia

  1. 1. MAKALAH KIMIA MAKROMOLEKULDi Susun Oleh: SITI KHOTIMATUS SURYANI KEMENTRIAN AGAMA MADRASAH ALIYAH NEGERI PESANGGARAN
  2. 2. DAFTAR ISI 1.Cover ........................................................... 2. Daftar isi .................................................... 3.Pembahasan ............................................... 1. Berdasarkan jenis reaksi polimirase.2.Berdasarkan jenis monomer penyusun.
  3. 3. KATA PENGANTARPuji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT atas limpahan rahmat danbimbingannya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah tentangMAKROMOLEKUL ini .Dalam rangka memenuhi tugas akhir sekolah khususnya bidang study kimia kamimengharapkan makalah ini dapat bermanfaat.Sekalipun demikian penulismenyadari proses penyusunan makalah ini merupakan pekerjaan yang tidak ringansehingga memungkinkan adanya kekurangan maupun kesalahan baik dalam halpenulisan ,tata bahasa maupun isinya .Oleh karena itu demi penyempurnaan kritiksaran maupun masukan penulis harapkan.Akhirnya rasa terimakasih kami sampaikan kepada Bpk Susanto yang telahmembimbing penulis. Semoga Allah SWT melindungi dan mencatat amalkebaikannya. Amiiin... Siliragung, 21 Februari 2012 Penulis
  4. 4. POLIMER
  5. 5. » Merupakan moleku besar yang terbentuk dari molekul-molekul kecil yang terangkai secara berulang» Molekul-molekul kecil penyusun polimer disebut monomer» Reaksi pembentukan polimer disebut1. reaksi polimerisasi» Dua jenis polimerisasi: » Polimerisasi adisi: polimer yang terbentuk melalui reaksi adisi dari berbagai monomer Contoh polimer adisi: n CH2 = CH + n CH2 = CH – CH2 – CH – CH2 – CH – Cl Cl Cl Cl Vinil klorida Polivinil klorida (PVC) (suatu monomer) Yang termasuk ke dalam polimer adisi adalah polistirena (karet ban), polietena (plastik), poliisoprena (karet alam), politetraflouroetena (teflon), PVC, dan poliprepilena (plastik). » Polimerisasi kondensasi: polimer yang terbentuk karena monomer-monomer saling berikatan dengan melepaskan molekul kecil. Contoh: pembentukan plastik stirofoam tersusun dari dua monomer berbeda yaitu urea dan metanal. Dua molekul metanal bergabung dengan satu molekul urea menjadi suatu molekul disebut dimer. Dimer-dimer ini selanjutnya berpolimerisasi. O O H O H N–C–N + 2H–C–H – C – N – C – N – C – + H2O H H H H H H Urea Formaldehid Urea formaldehid
  6. 6. Yang termasuk ke dalam polimer kondensasi adalah bakelit, poliuretan, poliamida, (melamin), poliester (nilon), teteron, dan protein.» Perbedaan antara polimerisasi adisi dan kondensasi adalah bahwa pada polimerisasi kondensasi terjadi pelepasan molekul kecil seperti H2O dan NH3, sedangkan pada polimerisasi adisi tidak terjadi pelepasan molekul.2Penggolongan polimer:» Berdasarkan asal polimer: » Polimer alam: polimer yang tersedia secara alami di alam. Contoh: karet alam (dari monomer-monomer 2-metil-1,3-butadiena/isoprena), selulosa (dari monomer-monomer glukosa), protein (dari monomer-monomer asam amino), amilum » Polimer sintetik: polimer buatan hasil sintetis indukstri/pabrikan. Contoh: nilon (dari asam adipat dengan heksametilena), PVC (dari vinil klorida), polietilena, poliester (dari diasil klorida dengan alkanadiol)» Berdasarkan jenis monomer: » Homopolimer: terbentuk dari monomer-monomer sejenis. Contoh: polisterina, polipropilena, selulosa, PVC, teflon. » Kopolimer: terbentuk dari monomer-monomer yang tak sejenis. Contoh: nilon 66, tetoron, dakron, protein (dari berbagai macam asam amino), DNA (dari pentosa, basa nitrogen, dan asam fosfat), bakelit (dari fenol dan formaldehida), melamin (dari urea dan formaldehida)» Berdasarkan penggunaan polimer: » Serat: polimer yang dimanfaatkan sebagai serat. Misalnya: untuk kain dan benang. Contoh: poliester, nilon, dan dakron. » Plastik: polimer yang dimanfaatkan untuk plastik. Contoh: bakelit, polietilena, PVC, polisterina, dan polipropilena.» Berdasarkan sifatnya terhadap panas: » Polimer termoplas/termoplastis: polimer yang melunak ketika dipanaskan dan dapat kembali ke bentuk semula. Contoh: PVC, polietilena, polipropilena » Polimer termosetting: polimer yang tidak melunak ketika dipanaskan dan tidak dapat kembali ke bentuk semula. Contoh: melamin, selulosa
  7. 7. » Beberapa polimer disajikan dalam tabel berikut: POLIMER POLIMERISASI MONOMER KEGUNAANPolivinil clorida H2C = CH - Cl Pipa plastik, Adisi (PVC) Vinilklorida selang plastik CF2 = CF2 Panci anti Teflon Adisi Politetraflouroetilena lengket CH2 = CH2 Bungkus plastik, Polietilena Adisi Etena botol plastik CH2 = CH – CH3 Tali plastik, Polipropilena Adisi Propena karung plastik CH3 Poliisoprena Adisi CH2 = C – CH2 – CH3 Ban mobil (karet alam) Isoprena Serat kayu, Selulosa Kondensasi Glukosa dinding sel tumbuhan Tepung, bahan Pati/amilum Kondensasi Glukosa makanan Zat pembangun, Protein Kondensasi Glukosa bahan makanan.
  8. 8. Polimer Berdasarkan Jenis MonomernyaBerdasarkan jenis monomernya, polimer dibedakan atas homopolimer dan kopolimer.Homopolimer terbentuk dari sejenis monomer, sedangkan kopolimer terbentuk lebih darisejenis monomer. Uraian berikut menjelaskan perbedaan dua golongan polimer tersebut.HomopolimerHomopolimer merupakan polimer yang terdiri dari satu macam monomer, denganstruktur polimer. . . – A – A – A – A – A – A -. . . Salah satu contoh pembentukanhomopolimer dari polivinil klorida adalah sebagai berikut.KopolimerKopolimer merupakan polimer yang tersusun dari dua macam atau lebih monomer.Contoh: polimer SBS (polimer stirena-butadiena-stirena)
  9. 9. Jenis-jenis kopolimera) Kopolimer acak, yaitu kopolimer yang mempunyai sejumlah satuan berulang yangberbeda tersusun secara acak dalam rantai polimer. Strukturnya: . . . – A – B – A – A – B– B – A – A -. . . .b) Kopolimer bergantian, yaitu kopolimer yang mempunyai beberapa kesatuan ulangyang berbeda berselang-seling adanya dalam rantai polimer. Strukturnya:. . . – A – B – A–B–A–B–A–B–...c) Kopolimer balok (blok), yaitu kopolimer yang mempunyai suatu kesatuanberulang berselang-seling dengan kesatuan berulang lainnya dalam rantai polimer.Strukturnya: . . . – A – A – A – A – B – B – B – B – A – A – A – A -. . .d) Kopolimer tempel/grafit, yaitu kopolimer yang mempunyai satu macam kesatuanberulang menempel pada polimer tulang punggung lurus yang mengandung hanya satumacam kesatuan berulang dari satu jenis monomer. StrukturnyaFAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SIFAT-SIFAT POLIMERJejaring Kimia - Sebagian makromolekuL (termasuk diantaranya karbohidrat, protein,dan lemak) mempunyai struktur yang lebih teratur, yakni tersusun dari unit-unit terkecildengan struktur yang karakteristik berulang, mulai dari 50 sampai ribuan unit.Makromolekul yang dimekian disebut dengan polimer dan unit-unit terkecilnya disebut
  10. 10. dengan monomer. Berikut analogi suatu polimer beserta monomer-monomerpenyusunnya.Contoh homopolimer adalah polietilena dengan 1 jenis monomer yaitu etena, sedangkancontoh kopolimer adalah SBR dengan monomer stirena dan butadiene.A. SIFAT-SIFAT POLIMERSebelum membahas tentang faktor yang mempengaruhi sifat-sifat polimer, berikut akandijelaskan terlebih dahulu tiga sifat polimer yang harus kita ketahui.1. TermoplasTermoplas bersifat lunak jika dipanaskan dan dapat dicetak kembali menjadi bentuk lain.Hal ini dikarenakan termoplas memiliki banyak rantai panjang yang terikat oleh gayaantar molekul yang lemah. Contoh polimer yang memiliki sifat termoplas adalah PVC,polietena, nilon 6,6 dan polistirena2. TermosetTermoset mempunyai bentuk permanen dan tidak menjadi lunak jika dipanaskan.Penyebabnya adalah termoset memiliki banyak ikatan kovalen yang sangat kuat diantararantai-rantainya. Ikatan kovalen akan terputus serta terbakar jika dilakukan pemanasanyang tinggi. Polimer yang memiliki sifat termoset adalah bakelit3. ElastomerElastomer merupakan polimer yang elastic atau dapat mulur jika ditarik, tetapi kembali keawal jika gaya tarik ditiadakan. Penyebabnya adalah tumpang tindih antara polimer yangmemungkinkan rantai-rantai ditarik, dan ikatan silang yang akan menarik kembali rantai-rantai tersebut ke susunan tumpang tindihnya. Contoh elastomer adalah karet sintetisSBR.B. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SIFAT POLIMER
  11. 11. Sifat-sifat polimer seperti yang dipaparkan di atas ditentukan oleh beberapa faktor, yaitusebagai berikut:1. Panjang rantai/jumlah monomerKekuatan polimer akan bertambah dengan semakin panjangnya rantai/jumlah monomerkarena terdapat semakin banyak gaya antar molekul antara rantai-rantai penyusunnya.2. Susunan rantai satu terhadap lainnyaSusunan rantai satu terhadap lainnya dapat bersifat teratur membentuk daerah kristalindan acak membentuk daerah amorf. Polimer yang membentuk daerah kristalin akan lebihkuat karena rantai-rantainya tersusun rapat, meski kurang fleksibel. Sedangkan polimeryang membentuk daerah amorf akan bersifat lemah dan lunak.3. Tingkat percabangan pada rantaiKetidakteraturan rantai-rantai polimer disebabkan oleh banyak cabang sehingga akanmengurangi kerapatan dan kekerasan polimer itu sendiri, namun akan menaikkanfleksibilitasnya. Terdapat dua contoh polimer yang dibedakan berdasarkanfleksibilitasnya yaitu LDPE (low density polyethene) dan HDPE (high densitypolyethene). Sesuai dengan namanya LDPE lebih fleksibel tapi kurang tahan panasdengan titik didih 105oC, sendangkan HDPE lebih kaku, tetapi kuat dan tahan panas padakisaran suhu 135oC.4. Gugus fungsi pada monomerAdanya gugus fungsi polar seperti hidroksida - OH dan amina - NH2 pada monomerdalam polimer akan mengakibatkan terbentuknya ikatan hydrogen. Akibatnya, kekuatangaya antar molekul polimer meningkat dan akan menaikkan kekerasan polimer.5. Ikatan silang (cross linking) antar rantai polimerTermoplas tidak memiliki cross linking, hanya gaya antar molekul yang lemah sehinggabersifat lunak. Sebaliknya termoset memiliki cross linking yang kuat berupa ikatankovalen sehingga bersifat keras dan sulit meleleh. Sementara itu sifat elestomerdipengaruhi selain oleh tumpang tindih rantai, juga cross linking yang lebih sedikitdisbanding termoset.6. Penambahan zat aditifSangat sedikit polimer yang digunakan dalam bentuk murninya, kebanyakan ditambah zataditif untuk memperbaiki atau memperoleh sifat yang diinginkan. Zat plastis (plasticizer)yang digunakan untuk melunakkan polimer pada jenis polimer termoset; zatpengisi/penguat untuk menaikkan kekuatan polimer; stabilitator untuk menaikkanketahanan terhadap dekomposisi oleh panas, sinar UV, dan oksidator; pigmen untuk
  12. 12. pewarnaan; dan penghambat nyala api yang digunakan untuk mengurangi sifat mudahterbakar dan materi.Klasifikasi polimerBerdasarkan sumbernya 1. Polimer alami : kayu, kulit binatang, kapas, karet alam, rambut 2. Polimer sintetis 1. Tidak terdapat secara alami: nylon, poliester, polipropilen, polistiren 2. Terdapat di alam tetapi dibuat oleh proses buatan: karet sintetis 3. Polimer alami yang dimodifikasi: seluloid, cellophane (bahan dasarnya dari selulosa tetapi telah mengalami modifikasi secara radikal sehingga kehilangan sifat-sifat kimia dan fisika asalnya)Berdasarkan jumlah rantai karbonnya 1. 1 ~ 4 Gas (LPG, LNG) 2. 5 ~ 11 Cair (bensin) 3. 9 ~ 16 Cairan dengan viskositas rendah 4. 16 ~ 25 Cairan dengan viskositas tinggi (oli, gemuk) 5. 25 ~ 30 Padat (parafin, lilin) 6. 1000 ~ 3000 Plastik (polistiren, polietilen, dll)IndustriSekarang ini utamanya ada enam komoditas polimer yang banyak digunakan, merekaadalah polyethylene, polypropylene, polyvinyl chloride, polyethylene terephthalate,polystyrene, dan polycarbonate. Mereka membentuk 98% dari seluruh polimer danplastik yang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.
  13. 13. Masing-masing dari polimer tersebut memiliki sifat degradasi dan ketahanan panas,cahaya, dan kimia.Asam amino adalah sembarang senyawa organik yang memiliki gugus fungsionalkarboksil (-COOH) dan amina (biasanya -NH2). Dalam biokimia seringkali pengertiannyadipersempit: keduanya terikat pada satu atom karbon (C) yang sama (disebut atom C"alfa" atau α). Gugus karboksil memberikan sifat asam dan gugus amina memberikansifat basa. Dalam bentuk larutan, asam amino bersifat amfoterik: cenderung menjadi asampada larutan basa dan menjadi basa pada larutan asam. Perilaku ini terjadi karena asamamino mampu menjadi zwitter-ion. Asam amino termasuk golongan senyawa yang palingbanyak dipelajari karena salah satu fungsinya sangat penting dalam organisme, yaitusebagai penyusun protein.Struktur asam aminoStruktur asam α-amino, dengan gugus amina di sebelah kiri dan gugus karboksil disebelah kanan.Struktur asam amino secara umum adalah satu atom C yang mengikat empat gugus:gugus amina (NH2), gugus karboksil (COOH), atom hidrogen (H), dan satu gugus sisa (R,dari residue) atau disebut juga gugus atau rantai samping yang membedakan satu asamamino dengan asam amino lainnya.Atom C pusat tersebut dinamai atom Cα ("C-alfa") sesuai dengan penamaan senyawabergugus karboksil, yaitu atom C yang berikatan langsung dengan gugus karboksil. Olehkarena gugus amina juga terikat pada atom Cα ini, senyawa tersebut merupakan asam α-amino.
  14. 14. Asam amino biasanya diklasifikasikan berdasarkan sifat kimia rantai samping tersebutmenjadi empat kelompok. Rantai samping dapat membuat asam amino bersifat asamlemah, basa lemah, hidrofilik jika polar, dan hidrofobik jika nonpolar.Isomerisme pada asam aminoDua model molekul isomer optis asam amino alaninaKarena atom C pusat mengikat empat gugus yang berbeda, maka asam amino—kecualiglisina—memiliki isomer optik: L dan D. Cara sederhana untuk mengidentifikasi isomeriini dari gambaran dua dimensi adalah dengan "mendorong" atom H ke belakang pembaca(menjauhi pembaca). Jika searah putaran jarum jam (putaran ke kanan) terjadi urutankarboksil-residu-amina maka ini adalah tipe D. Jika urutan ini terjadi dengan arah putaranberlawanan jarum jam, maka itu adalah tipe L. (Aturan ini dikenal dalam bahasa Inggrisdengan nama CLRN, dari singkatan COOH - R - NH2).Pada umumnya, asam amino alami yang dihasilkan eukariota merupakan tipe L meskipunbeberapa siput laut menghasilkan tipe D. Dinding sel bakteri banyak mengandung asamamino tipe D.Polimerisasi asam aminoLihat juga artikel tentang ekspresi genetik.
  15. 15. Reaksi kondensasi dua asam amino membentuk ikatan peptidaProtein merupakan polimer yang tersusun dari asam amino sebagai monomernya.Monomer-monomer ini tersambung dengan ikatan peptida, yang mengikat guguskarboksil milik satu monomer dengan gugus amina milik monomer di sebelahnya. Reaksipenyambungan ini (disebut translasi) secara alami terjadi di sitoplasma dengan bantuanribosom dan tRNA.Pada polimerisasi asam amino, gugus -OH yang merupakan bagian gugus karboksil satuasam amino dan gugus -H yang merupakan bagian gugus amina asam amino lainnya akanterlepas dan membentuk air. Oleh sebab itu, reaksi ini termasuk dalam reaksi dehidrasi.Molekul asam amino yang telah melepaskan molekul air dikatakan disebut dalam bentukresidu asam amino.Zwitter-ionAsam amino dalam bentuk tidak terion (kiri) dan dalam bentuk zwitter-ion.Karena asam amino memiliki gugus aktif amina dan karboksil sekaligus, zat ini dapatdianggap sebagai sekaligus asam dan basa (walaupun pH alaminya biasanya dipengaruhioleh gugus-R yang dimiliki). Pada pH tertentu yang disebut titik isolistrik, gugus aminapada asam amino menjadi bermuatan positif (terprotonasi, –NH3+), sedangkan guguskarboksilnya menjadi bermuatan negatif (terdeprotonasi, –COO-). Titik isolistrik inispesifik bergantung pada jenis asam aminonya. Dalam keadaan demikian, asam aminotersebut dikatakan berbentuk zwitter-ion. Zwitter-ion dapat diekstrak dari larutan asam
  16. 16. amino sebagai struktur kristal putih yang bertitik lebur tinggi karena sifat dipolarnya.Kebanyakan asam amino bebas berada dalam bentuk zwitter-ion pada pH netral maupunpH fisiologis yang dekat netral.Asam amino dasar (standar)Protein tersusun dari berbagai asam amino yang masing-masing dihubungkan denganikatan peptida. Meskipun demikian, pada awal pembentukannya protein hanya tersusundari 20 asam amino yang dikenal sebagai asam amino dasar atau asam amino bakuatau asam amino penyusun protein (proteinogenik). Asam-asam amino inilah yangdisandi oleh DNA/RNA sebagai kode genetik.Berikut adalah ke-20 asam amino penyusun protein (singkatan dalam kurungmenunjukkan singkatan tiga huruf dan satu huruf yang sering digunakan dalam kajianprotein), dikelompokkan menurut sifat atau struktur kimiawinya:Asam amino alifatik sederhana Glisina (Gly, G) Alanina (Ala, A) Valina (Val, V) Leusina (Leu, L) Isoleusina (Ile, I)Asam amino hidroksi-alifatik Serina (Ser, S) Treonina (Thr, T)Asam amino dikarboksilat (asam) Asam aspartat (Asp, D) Asam glutamat (Glu, E)Amida Asparagina (Asn, N)
  17. 17. Glutamina (Gln, Q)] Asam amino basa Lisina (Lys, K) Arginina (Arg, R) Histidina (His, H) (memiliki gugus siklik)Asam amino dengan sulfur Sisteina (Cys, C) Metionina (Met, M)Prolin Prolina (Pro, P) (memiliki gugus siklik)Asam amino aromatik Fenilalanina (Phe, F) Tirosina (Tyr, Y) Triptofan (Trp, W)Kelompok ini memiliki cincin benzena dan menjadi bahan baku metabolit sekunderaromatik.Fungsi biologi asam amino 1. Penyusun protein, termasuk enzim. 2. Kerangka dasar sejumlah senyawa penting dalam metabolisme (terutama vitamin, hormon dan asam nukleat). 3. Pengikat ion logam penting yang diperlukan dalam dalam reaksi enzimatik (kofaktor).Asam amino esensial
  18. 18. Asam amino diperlukan oleh makhluk hidup sebagai penyusun protein atau sebagaikerangka molekul-molekul penting. Ia disebut esensial bagi suatu spesies organismeapabila spesies tersebut memerlukannya tetapi tidak mampu memproduksi sendiri atauselalu kekurangan asam amino yang bersangkutan. Untuk memenuhi kebutuhan ini,spesies itu harus memasoknya dari luar (lewat makanan). Istilah "asam amino esensial"berlaku hanya bagi organisme heterotrof.Bagi manusia, ada delapan (ada yang menyebut sembilan) asam amino esensial yangharus dipenuhi dari diet sehari-hari, yaitu isoleusina, leusina, lisina, metionina,fenilalanina, treonina, triptofan, dan valina. Histidina dan arginina disebut sebagai"setengah esensial" karena tubuh manusia dewasa sehat mampu memenuhikebutuhannya. Asam amino karnitina juga bersifat "setengah esensial" dan seringdiberikan untuk kepentingan pengobatan.Jenis2 asam amino essensial :1. Leucine (BCAA = Branched-Chain Amino Acids = Asam amino dengan rantaibercabang)- Membantu mencegah penyusutan otot- Membantu pemulihan pada kulit dan tulang2. Isoleucine (BCAA = Branched-Chain Amino Acids = Asam amino dengan rantaibercabang)- Membantu mencegah penyusutan otot- Membantu dalam pembentukan sel darah merah3. Valine (BCAA = Branched-Chain Amino Acids = Asam amino dengan rantaibercabang)- Tidak diproses di organ hati, dan lebih langsung diserap oleh otot- Membantu dalam mengirimkan asam amino lain (tryptophan, phenylalanine, tyrosine)ke otak4. Lycine- Kekurangan lycine akan mempengaruhi pembuatan protein pada otot dan jaringan
  19. 19. penghubugn lainnya- Bersama dengan Vitamin C membentuk L-Carnitine- Membantu dalam pembentukan kolagen maupun jaringan penghubung tubuh lainnya(cartilage dan persendian)5. Tyyptophan- Pemicu serotonin (hormon yang memiliki efek relaksasi)- Merangsang pelepasan hormon pertumbuhan6. MethionineProtein (asal kata protos dari bahasa Yunani yang berarti "yang paling utama") adalahsenyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi yang merupakan polimer darimonomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida.Molekul protein mengandung karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen dan kadang kala sulfurserta fosfor. Protein berperan penting dalam struktur dan fungsi semua sel makhluk hidupdan virus.Kebanyakan protein merupakan enzim atau subunit enzim. Jenis protein lain berperandalam fungsi struktural atau mekanis, seperti misalnya protein yang membentuk batangdan sendi sitoskeleton. Protein terlibat dalam sistem kekebalan (imun) sebagai antibodi,sistem kendali dalam bentuk hormon, sebagai komponen penyimpanan (dalam biji) danjuga dalam transportasi hara. Sebagai salah satu sumber gizi, protein berperan sebagaisumber asam amino bagi organisme yang tidak mampu membentuk asam amino tersebut(heterotrof).Protein merupakan salah satu dari biomolekul raksasa, selain polisakarida, lipid, danpolinukleotida, yang merupakan penyusun utama makhluk hidup. Selain itu, proteinmerupakan salah satu molekul yang paling banyak diteliti dalam biokimia. Proteinditemukan oleh Jöns Jakob Berzelius pada tahun 1838.Biosintesis protein alami sama dengan ekspresi genetik. Kode genetik yang dibawa DNAditranskripsi menjadi RNA, yang berperan sebagai cetakan bagi translasi yang dilakukanribosom.[1] Sampai tahap ini, protein masih "mentah", hanya tersusun dari asam amino
  20. 20. proteinogenik. Melalui mekanisme pascatranslasi, terbentuklah protein yang memilikifungsi penuh secara biologi.[2][3]StrukturStruktur tersier protein. Protein ini memiliki banyak struktur sekunder beta-sheet danalpha-helix yang sangat pendek. Model dibuat dengan menggunakan koordinat dari BankData Protein (nomor 1EDH).Struktur protein dapat dilihat sebagai hirarki, yaitu berupa struktur primer (tingkat satu),sekunder (tingkat dua), tersier (tingkat tiga), dan kuartener (tingkat empat): [4][5] struktur primer protein merupakan urutan asam amino penyusun protein yang dihubungkan melalui ikatan peptida (amida). Frederick Sanger merupakan ilmuwan yang berjasa dengan temuan metode penentuan deret asam amino pada protein, dengan penggunaan beberapa enzim protease yang mengiris ikatan antara asam amino tertentu, menjadi fragmen peptida yang lebih pendek untuk dipisahkan lebih lanjut dengan bantuan kertas kromatografik. Urutan asam amino menentukan fungsi protein, pada tahun 1957, Vernon Ingram menemukan bahwa translokasi asam amino akan mengubah fungsi protein, dan lebih lanjut memicu mutasi genetik.
  21. 21. struktur sekunder protein adalah struktur tiga dimensi lokal dari berbagai rangkaian asam amino pada protein yang distabilkan oleh ikatan hidrogen. Berbagai bentuk struktur sekunder misalnya ialah sebagai berikut: o alpha helix (α-helix, "puntiran-alfa"), berupa pilinan rantai asam-asam amino berbentuk seperti spiral; o beta-sheet (β-sheet, "lempeng-beta"), berupa lembaran-lembaran lebar yang tersusun dari sejumlah rantai asam amino yang saling terikat melalui ikatan hidrogen atau ikatan tiol (S-H); o beta-turn, (β-turn, "lekukan-beta"); dan o gamma-turn, (γ-turn, "lekukan-gamma").[4] struktur tersier yang merupakan gabungan dari aneka ragam dari struktur sekunder. Struktur tersier biasanya berupa gumpalan. Beberapa molekul protein dapat berinteraksi secara fisik tanpa ikatan kovalen membentuk oligomer yang stabil (misalnya dimer, trimer, atau kuartomer) dan membentuk struktur kuartener. contoh struktur kuartener yang terkenal adalah enzim Rubisco dan insulin.Struktur primer protein bisa ditentukan dengan beberapa metode: (1) hidrolisis proteindengan asam kuat (misalnya, 6N HCl) dan kemudian komposisi asam amino ditentukandengan instrumen amino acid analyzer, (2) analisis sekuens dari ujung-N denganmenggunakan degradasi Edman, (3) kombinasi dari digesti dengan tripsin danspektrometri massa, dan (4) penentuan massa molekular dengan spektrometri massa.Struktur sekunder bisa ditentukan dengan menggunakan spektroskopi circular dichroism(CD) dan Fourier Transform Infra Red (FTIR).[6] Spektrum CD dari puntiran-alfamenunjukkan dua absorbans negatif pada 208 dan 220 nm dan lempeng-betamenunjukkan satu puncak negatif sekitar 210-216 nm. Estimasi dari komposisi struktursekunder dari protein bisa dikalkulasi dari spektrum CD. Pada spektrum FTIR, pitaamida-I dari puntiran-alfa berbeda dibandingkan dengan pita amida-I dari lempeng-beta.Jadi, komposisi struktur sekunder dari protein juga bisa diestimasi dari spektruminframerah.Struktur protein lainnya yang juga dikenal adalah domain. Struktur ini terdiri dari 40-350asam amino. Protein sederhana umumnya hanya memiliki satu domain. Pada protein yanglebih kompleks, ada beberapa domain yang terlibat di dalamnya. Hubungan rantai
  22. 22. polipeptida yang berperan di dalamnya akan menimbulkan sebuah fungsi baru berbedadengan komponen penyusunnya. Bila struktur domain pada struktur kompleks iniberpisah, maka fungsi biologis masing-masing komponen domain penyusunnya tidakhilang. Inilah yang membedakan struktur domain dengan struktur kuartener. Pada strukturkuartener, setelah struktur kompleksnya berpisah, protein tersebut tidak fungsional.Kekurangan ProteinProtein sendiri mempunyai banyak sekali fungsi di tubuh kita. Pada dasarnya proteinmenunjang keberadaan setiap sel tubuh, proses kekebalan tubuh. Setiap orang dewasaharus sedikitnya mengonsumsi 1 g protein per kg berat tubuhnya. Kebutuhan akan proteinbertambah pada perempuan yang mengandung dan atlet-atlet.Kekurangan Protein bisa berakibat fatal: Kerontokan rambut (Rambut terdiri dari 97-100% dari Protein -Keratin) Yang paling buruk ada yang disebut dengan Kwasiorkor, penyakit kekurangan protein.[7] Biasanya pada anak-anak kecil yang menderitanya, dapat dilihat dari yang namanya busung lapar, yang disebabkan oleh filtrasi air di dalam pembuluh darah sehingga menimbulkan odem.Simptom yang lain dapat dikenali adalah: o hipotonus o gangguan pertumbuhan o hati lemak Kekurangan yang terus menerus menyebabkan marasmus dan berkibat kematian.Manfaat ProteinManfaat protein bagi tubuh kita sangatlah banyak. Protein sangat mempengaruhi prosespertumbuhan tubuh kita. Diantara manfaat protein tersebut adalah sebagai berikut: Sebagai enzim. Protein memiliki peranan yang besar untuk mempercepat reaksi biologis.
  23. 23. Sebagai alat pengangkut dan penyimpan. Protein yang terkandung dalam hemoglobin dapat mengangkut oksigen dalam eritrosit. Protein yang terkandung dalam mioglobin dapat mengangkut oksigen dalam otot. Untuk Penunjang mekanis. Salah satu protein berbentuk serabut yang disebut kolagen memiliki fungsi untuk menjaga kekuatan dan daya tahan tulang dan kulit. Sebagau Pertahanan tubuh atau imunisasi Pertahanan tubuh. Protein ini biasa digunakan dalam bentuk antibodi. Sebagai Media perambatan impuls syaraf. Sebagai Pengendalian pertumbuhan.Sintese protein Artikel utama: ProteinbiosyntheseDari makanan kita memperoleh Protein. Di sistem pencernaan protein akan diuraikanmenjadi peptid peptid yang strukturnya lebih sederhana terdiri dari asam amino. Hal inidilakukan dengan bantuan enzim. Tubuh manusia memerlukan 9 asam amino. Artinyakesembilan asam amino ini tidak dapat disintesa sendiri oleh tubuh esensiil, sedangkansebagian asam amino dapat disintesa sendiri atau tidak esensiil oleh tubuh. Keseluruhanberjumlah 21 asam amino. Setelah penyerapan di usus maka akan diberikan ke darah.Darah membawa asam amino itu ke setiap sel tubuh. Kode untuk asam amino tidakesensiil dapat disintesa oleh DNA. Ini disebut dengan DNAtranskripsi. Kemudian karenahasil transkripsi di proses lebih lanjut di ribosom atau retikulum endoplasma, disebutsebagai translasi.Sumber Protein Daging Ikan Telur Susu, dan produk sejenis Quark
  24. 24. Tumbuhan berbji Suku polong-polongan KentangStudi dari Biokimiawan USA Thomas Osborne Lafayete Mendel, Profesor untukbiokimia di Yale, 1914, mengujicobakan protein konsumsi dari daging dan tumbuhankepada kelinci. Satu grup kelinci-kelinci tersebut diberikan makanan protein hewani,sedangkan grup yang lain diberikan protein nabati. Dari eksperimennya didapati bahwakelinci yang memperoleh protein hewani lebih cepat bertambah beratnya dari kelinciyang memperoleh protein nabati. Kemudian studi selanjutnya, oleh McCay dariUniversitas Berkeley menunjukkan how to get a six pack in a week bahwa kelinci yangmemperoleh protein nabati, lebih sehat dan hidup dua kali lebih lama.Keuntungan Protein Sumber energi Pembetukan dan perbaikan sel dan jaringan Sebagai sintesis hormon,enzim, dan antibodi Pengatur keseimbangan kadar asam basa dalam selJenis-jenis protein bahan pangan Berdasarkan kelarutannya, protein dapat dibedakan atas beberapa jenis, yaitu: 1. Albumin adalah protein yang larut dalam media air dan larutan garam yang cukup pekat. Albumin terdapat dalam serum darah, putih telur, dan susu. Albumin mempunyai sifat mudah terkoagulasi oleh panas. 2. Globulin adalah protein yang tidak larut dalam air tetapi larut dalam larutan elektrolit encer. Globulin juga mudah terkoagulasi oleh panas. 3. Prolamin adalah protein yang mempunyai kandungan prolin yang tinggi. Protein ini tidak larut dalam air maupun alkohol absolut tetapi larut dalam ethanol 70-80%. Prolaminnya didapat dari biji-bijian seperti gandum dan jagung.
  25. 25. 4. Glutenin adalah protein yang bersifat tidak larut dalam pelarut netral tetapi larut dalam larutan asam atau basa encer. Contohnya adalah glutenin dalam gandum dan orizenin dalam beras. 5. Histon adalah protein yang larut dalam air dan asam encer, tetapi tidak larut dalam larutan NH4OH encer. Protein ini banyak mengandung arginin dan karenanya bersifat basa. Histon umumnya berasosiasi dengan asam-asam nukleat dan bersifat terkoagulasi karena pemanasan. Histon yang terkoagulasi dapat larut kembali atau ter flokulasi dalam larutan asam encer. 6. Protamin adalah protein paling sederhana dibandingkan protein lain. Larutan protamin encer dapat mengendapkan protein lain, bersifat basa kuat dengan asam kuat membentuk garam kuat. Contohnya salonin dalam ikan salmon. klupein pada ikan hering, scombrin pada ikan macarel, dan cyprimin pada ikan karper.Methode Pembuktian Protein Tes UV-Absorbsi Reaksi Xanthoprotein Reaksi Millon Reaksi Ninhydrin Reaksi Biuret Reaksi Bradford Tes Protein berdasar Lowry Tes BCA-Lemak secara khusus menjadi sebutan bagi minyak hewani pada suhu ruang, lepas dariwujudnya yang padat maupun cair, yang terdapat pada jaringan tubuh yang disebutadiposa.Pada jaringan adiposa, sel lemak mengeluarkan hormon leptin dan resistin yang berperandalam sistem kekebalan, hormon sitokina yang berperan dalam komunikasi antar sel.Hormon sitokina yang dihasilkan oleh jaringan adiposa secara khusus disebut hormon
  26. 26. adipokina, antara lain kemerin, interleukin-6, plasminogen activator inhibitor-1, retinolbinding protein 4 (RBP4), tumor necrosis factor-alpha (TNFα), visfatin, dan hormonmetabolik seperti adiponektin dan hormon adipokinetik (Akh).Sifat dan Ciri ciriKarena struktur molekulnya yang kaya akan rantai unsur karbon(-CH2-CH2-CH2-)makalemak mempunyai sifat hydrophob. Ini menjadi alasan yang menjelaskan sulitnya lemakuntuk larut di dalam air. Lemak dapat larut hanya di larutan yang apolar atau organikseperti: eter, Chloroform, atau benzol.FungsiSecara umum dapat dikatakan bahwa lemak memenuhi fungsi dasar bagi manusia, yaitu:[1] 1. Menjadi cadangan energi dalam bentuk sel lemak. 1 gram lemak menghasilkan 39.06 kjoule atau 9,3 kcal. 2. Lemak mempunyai fungsi selular dan komponen struktural pada membran sel yang berkaitan dengan karbohidrat dan protein demi menjalankan aliran air, ion dan molekul lain, keluar dan masuk ke dalam sel. 3. Menopang fungsi senyawa organik sebagai penghantar sinyal, seperti pada prostaglandin dan steroid hormon dan kelenjar empedu. 4. Menjadi suspensi bagi vitamin A, D, E dan K yang berguna untuk proses biologis 5. Berfungsi sebagai penahan goncangan demi melindungi organ vital dan melindungi tubuh dari suhu luar yang kurang bersahabat.Lemak juga merupakan sarana sirkulasi energi di dalam tubuh dan komponen utama yangmembentuk membran semua jenis sel.Sifat-Sifat Lemak1.Sifat Fisis Lemak
  27. 27. a. Pada suhu kamar, lemak hewan pada umumnya berupa zat padat, sedangkan lemak daritumbuhan berupa zat cair.b. Lemak yang mempunyai titik lebur tinggi mengandung asam lemak jenuh, sedangkanlemak yang mempunyai titik lebur rendah mengandung asam lemak tak jenuh. Contoh:Tristearin (ester gliserol dengan tiga molekul asam stearat) mempunyai titik lebur 71 °C,sedangkan triolein (ester gliserol dengan tiga molekul asam oleat) mempunyai titik lebur–17 °C.c. Lemak yang mengandung asam lemak rantai pendek larut dalam air, sedangkan lemakyang mengandung asam lemak rantai panjang tidak larut dalam air. (Mengapa?)d. Semua lemak larut dalam kloroform dan benzena. Alkohol panas merupakan pelarutlemak yang baik.2. Sifat Kimia Lemaka. Reaksi Penyabunan atau Saponifikasi (Latin, sapo = sabun)Pada pembahasan terdahulu telah diketahui bahwa lemak dapat mengalami hidrolisis.Hidrolisis yang paling umum adalah dengan alkali atau enzim lipase. Hidrolisis denganalkali disebut penyabunan karena salah satu hasilnya adalah garam asam lemak yangdisebut sabunReaksi umum:Reaksi hidrolisis berguna untuk menentukan bilangan penyabunan. Bilanganpenyabunan adalah bilangan yang menyatakan jumlah miligram KOH yang dibutuhkanuntuk menyabun satu gram lemak atau minyak. Besar kecilnya bilangan penyabunantergantung pada panjang pendeknya rantai karbon asam lemak atau dapat juga dikatakanbahwa besarnya bilangan penyabunan tergantung pada massa molekul lemak tersebut.
  28. 28. Contoh soal:b. HalogenasiAsam lemak tak jenuh, baik bebas maupun terikat sebagai ester dalam lemak atau minyakmengadisi halogen (I2 tau Br2) pada ikatan rangkapnyaGambar:Karena derajat absorpsi lemak atau minyak sebanding dengan banyaknya ikatan rangkappada asam lemaknya, maka jumlah halogen yang dapat bereaksi dengan lemakdipergunakan untuk menentukan derajat ketidakjenuhan. Untuk menentukan derajatketidakjenuhan asam lemak yang terkandung dalam lemak, diukur dengan bilanganyodium. Bilangan yodium adalah bilangan yang menyatakan banyaknya gram yodiumyang dapat bereaksi dengan 100 gram lemak. Yodium dapat bereaksi dengan ikatanrangkap dalam asam lemak. Tiap molekul yodium mengadakan reaksi adisi pada suatuikatan rangkap. Oleh karena itu makin banyak ikatan rangkap, maka makin besar pulabilangan yodium.Contoh soal:
  29. 29. c. HidrogenasiSejumlah besar industri telah dikembangkan untuk merubah minyak tumbuhan menjadilemak padat dengan cara hidrogenasi katalitik (suatu reaksi reduksi). Proses konversiminyak menjadi lemak dengan jalan hidrogenasi kadang-kadang lebih dikenal denganproses pengerasan. Salah satu cara adalah dengan mengalirkan gas hidrogen dengantekanan ke dalam tangki minyak panas (200 °C) yang mengandung katalis nikel yangterdispersi.MembranSel eukariotik disekat-sekat menjadi organel ikatan-membran yang melaksanakan fungsibiologis yang berbeda-beda. Gliserofosfolipid adalah komponen struktural utama darimembran biologis, misalnya membran plasma selular dan membran organel intraselular;di dalam sel-sel hewani membran plasma secara fisik memisahkan komponen intraselulardari lingkungan ekstraselular. Gliserofosfolipid adalah molekul amfipatik (mengandungwilayah hidrofobik dan hidrofilik) yang mengandung inti gliserol yang terkait dengan dua"ekor" turunan asam lemak oleh ikatan-ikatan ester dan ke satu gugus "kepala" oleh suatu
  30. 30. ikatan ester fosfat. Sementara gliserofosfolipid adalah komponen utama membranbiologis, komponen lipid non-gliserida lainnya seperti sfingomielin dan sterol (terutamakolesterol di dalam membran sel hewani) juga ditemukan di dalam membran biologis.[2]Di dalam tumbuhan dan alga, galaktosildiasilgliserol,[3] dan sulfokinovosildiasilgliserol,[4]yang kekurangan gugus fosfat, adalah komponen penting dari membran kloroplas danorganel yang berhubungan dan merupakan lipid yang paling melimpah di dalam jaringanfotosintesis, termasuk tumbuhan tinggi, alga, dan bakteri tertentu.Dwilapis telah ditemukan untuk memamerkan tingkat-tingkat tinggi dari keterbiasanganda yang dapat digunakan untuk memeriksa derajat keterurutan (atau kekacauan) didalam dwilapis menggunakan teknik seperti interferometri polarisasi ganda.Organisasi-mandiri fosfolipid: liposom bulat, misel, dan dwilapis lipid.Cadangan energi
  31. 31. Triasilgliserol, tersimpan di dalam jaringan adiposa, adalah bentuk utama dari cadanganenergi di tubuh hewan. Adiposit, atau sel lemak, dirancang untuk sintesis dan pemecahansinambung dari triasilgliserol, dengan pemecahan terutama dikendalikan oleh aktivasienzim yang peka-hormon, lipase.[5] Oksidasi lengkap asam lemak memberikan materiyang tinggi kalori, kira-kira 9 kkal/g, dibandingkan dengan 4 kkal/g untuk pemecahankarbohidrat dan protein. Burung pehijrah yang harus terbang pada jarak jauh tanpa makanmenggunakan cadangan energi triasilgliserol untuk membahanbakari perjalananmereka.[6]PensinyalanDi beberapa tahun terakhir, bukti telah mengemuka menunjukkan bahwa pensinyalanlipid adalah bagian penting dari pensinyalan sel.[7] Pensinyalan lipid dapat munculmelalui aktivasi reseptor protein G berpasangan atau reseptor nuklir, dan anggota-anggotabeberapa kategori lipid yang berbeda telah dikenali sebagai molekul-molekul pensinyalandan sistem kurir kedua.[8] Semua ini meliputi sfingosina-1-fosfat, sfingolipid yangditurunkan dari seramida yaitu molekul kurir potensial yang terlibat di dalam pengaturanpergerakan kalsium,[9] pertumbuhan sel, dan apoptosis;[10] diasilgliserol (DAG) danfosfatidilinositol fosfat (PIPs), yang terlibat di dalam aktivasi protein kinase C yangdimediasi kalsium;[11] prostaglandin, yang merupakan satu jenis asam lemak yangditurunkan dari eikosanoid yang terlibat di dalam radang and kekebalan;[12] hormonsteroid seperti estrogen, testosteron, dan kortisol, yang memodulasi fungsi reproduksi,metabolisme, dan tekanan darah; dan oksisterol seperti 25-hidroksi-kolesterol yakniagonis reseptor X hati.[13]Fungsi lainnyaVitamin-vitamin yang "larut di dalam lemak" (A, D, E, dan K1) – yang merupakan lipidberbasis isoprena – gizi esensial yang tersimpan di dalam jaringan lemak dan hati, denganrentang fungsi yang berbeda-beda. Asil-karnitina terlibat di dalam pengangkutan danmetabolisme asam lemak di dalam dan di luar mitokondria, di mana mereka mengalamioksidasi beta.[14] Poliprenol dan turunan terfosforilasi juga memainkan peranpengangkutan yang penting, di dalam kasus ini pengangkutan oligosakarida melaluimembran. Fungsi gula fosfat poliprenol dan gula difosfat poliprenol di dalam reaksi
  32. 32. glikosilasi ekstra-sitoplasmik, di dalam biosintesis polisakarida ekstraselular (misalnya,polimerisasi peptidoglikan di dalam bakteri), dan di dalam protein eukariotik N-glikosilasi.[15][16] Kardiolipin adalah sub-kelas gliserofosfolipid yang mengandung empatrantai asil dan tiga gugus gliserol yang tersedia melimpah khususnya pada membranmitokondria bagian dalam.[17] Mereka diyakini mengaktivasi enzim-enzim yang terlibatdengan fosforilasi oksidatif.[18]MetabolismeLemak yang menjadi makanan bagi manusia dan hewan lain adalah trigliserida, sterol,dan fosfolipid membran yang ada pada hewan dan tumbuhan. Proses metabolisme lipidmenyintesis dan mengurangi cadangan lipid dan menghasilkan karakteristik lipidfungsional dan struktural pada jaringan individu.BiosintesisKarena irama laju asupan karbohidrat yang cukup tinggi bagi makhluk hidup, makaasupan tersebut harus segera diolah oleh tubuh, menjadi energi maupun disimpan sebagaiglikogen. Asupan yang baik terjadi pada saat energi yang terkandung dalam karbohidratsetara dengan energi yang diperlukan oleh tubuh, dan sangat sulit untuk menggapaikeseimbangan ini. Ketika asupan karbohidrat menjadi berlebih, maka kelebihan itu akandiubah menjadi lemak. Metabolisme yang terjadi dimulai dari: Asupan karbohidrat, antara lain berupa sakarida, fruktosa, galaktosa pada saluran pencernaan diserap masuk ke dalam sirkulasi darah menjadi glukosa/gula darah. Konsentrasi glukosa pada plasma darah diatur oleh tiga hormon, yaitu glukagon, insulin dan adrenalin. Insulin akan menaikkan laju sirkulasi glukosa ke seluruh jaringan tubuh. Pada jaringan adiposa, adiposit akan mengubah glukosa menjadi glukosa 6-fosfat dan gliserol fosfat, masing-masing dengan bantuan satu molekul ATP. o Jaringan adiposit ini yang sering dikonsumsi kita sebagai lemak. Glukosa 6-fosfat kemudian dikonversi oleh hati dan jaringan otot menjadi glikogen. Proses ini dikenal sebagai glikogenesis, dalam kewenangan insulin.
  33. 33. o Pada saat rasio glukosa dalam plasma darah turun, hormon glukagon dan adrenalin akan dikeluarkan untuk memulai proses glikogenolisis yang mengubah kembali glikogen menjadi glukosa. Ketika tubuh memerlukan energi, glukosa akan dikonversi melalui proses glikolisis untuk menjadi asam piruvat dan adenosin trifosfat. Asam piruvat kemudian dikonversi menjadi asetil-KoA, kemudian menjadi asam sitrat dan masuk ke dalam siklus asam sitrat. o Pada saat otot berkontraksi, asam piruvat tidak dikonversi menjadi asetil- KoA, melainkan menjadi asam laktat. Setelah otot beristirahat, proses glukoneogenesis akan berlangsung guna mengkonversi asam laktat kembali menjadi asam piruvat.Sementara itu: lemak yang terkandung di dalam bahan makanan juga dicerna dengan asam empedu menjadi misel. Misel akan diproses oleh enzim lipase yang disekresi pankreas menjadi asam lemak, gliserol, kemudian masuk melewati celah membran intestin. Setelah melewati dinding usus, asam lemak dan gliserol ditangkap oleh kilomikron dan disimpan di dalam vesikel. Pada vesikel ini terjadi reaksi esterifikasi dan konversi menjadi lipoprotein. Kelebihan lemak darah, akan disimpan di dalam jaringan adiposa, sementara yang lain akan terkonversi menjadi trigliserida, HDL dan LDL. Lemak darah adalah sebuah istilah ambiguitas yang merujuk pada trigliserida sebagai lemak hasil proses pencernaan, sama seperti penggunaan istilah gula darah walaupun: o trigliserida terjadi karena proses ester di dalam vesikel kilomikron o lemak yang dihasilkan oleh proses pencernaan adalah berbagai macam asam lemak dan gliserol. Ketika tubuh memerlukan energi, baik trigliserida, HDL dan LDL akan diurai dalam sitoplasma melalui proses dehidrogenasi kembali menjadi gliserol dan asam lemak. Reaksi yang terjadi mirip seperti reaksi redoks atau reaksi Brønsted– Lowry; asam + basa --> garam + air; dan kebalikannya garam + air --> asam + basa
  34. 34. o Proses ini terjadi di dalam hati dan disebut lipolisis. Sejumlah hormon yang antagonis dengan insulin disekresi pada proses ini menuju ke dalam hati, antara lain:  Glukagon, sekresi dari kelenjar pankreas  ACTH, GH, sekresi dari kelenjar hipofisis  Adrenalin, sekresi dari kelenjar adrenal  TH, sekresi dari kelenjar tiroid o Lemak di dalam darah yang berlebih akan disimpan di dalam jaringan adiposa. Lebih lanjut gliserol dikonversi menjadi dihidroksiaketon, kemudian menjadi dihidroksiaketon fosfat dan masuk ke dalam proses glikolisis. Sedangkan asam lemak akan dikonversi di dalam mitokondria dengan proses oksidasi, dengan bantuan asetil-KoA menjadi adenosin trifosfat, karbondioksida dan air.Kejadian ini melibatkan sintesis asam lemak dari asetil-KoA dan esterifikasi asam lemakpada saat pembuatan triasilgliserol, suatu proses yang disebut lipogenesis atau sintesisasam lemak.[19] Asam lemak dibuat oleh sintasa asam lemak yang mempolimerisasi dankemudian mereduksi satuan-satuan asetil-KoA. Rantai asil pada asam lemak diperluasoleh suatu daur reaksi yang menambahkan gugus asetil, mereduksinya menjadi alkohol,mendehidrasinya menjadi gugus alkena dan kemudian mereduksinya kembali menjadigugus alkana. Enzim-enzim biosintesis asam lemak dibagi ke dalam dua gugus, di dalamhewan dan fungi, semua reaksi sintasa asam lemak ini ditangani oleh protein tunggalmultifungsi,[20] sedangkan di dalam tumbuhan, plastid dan bakteri memisahkan kinerjaenzim tiap-tiap langkah di dalam lintasannya.[21][22] Asam lemak dapat diubah menjaditriasilgliserol yang terbungkus di dalam lipoprotein dan disekresi dari hati.Sintesis asam lemak tak jenuh melibatkan reaksi desaturasa, di mana ikatan gandadiintroduksi ke dalam rantai asil lemak. Misalnya, pada manusia, desaturasi asam stearatoleh stearoil-KoA desaturasa-1 menghasilkan asam oleat. Asam lemak tak jenuh ganda-dua (asam linoleat) juga asam lemak tak jenuh ganda-tiga (asam linolenat) tidak dapatdisintesis di dalam jaringan mamalia, dan oleh karena itu asam lemak esensial dan harusdiperoleh dari makanan.[23]
  35. 35. Sintesis triasilgliserol terjadi di dalam retikulum endoplasma oleh lintasan metabolisme dimana gugus asil di dalam asil lemak-KoA dipindahkan ke gugus hidroksil dari gliserol-3-fosfat dan diasilgliserol.[24]Terpena dan terpenoid, termasuk karotenoid, dibuat oleh perakitan dan modifikasi satuan-satuan isoprena yang disumbangkan dari prekursor reaktif isopentenil pirofosfat dandimetilalil pirofosfat.[25] Prekursor ini dapat dibuat dengan cara yang berbeda-beda. Padahewan dan archaea, lintasan mevalonat menghasilkan senyawa ini dari asetil-KoA,[26]sedangkan pada tumbuhan dan bakteri lintasan non-mevalonat menggunakan piruvat dangliseraldehida 3-fosfat sebagai substratnya.[25][27] Satu reaksi penting yang menggunakandonor isoprena aktif ini adalah biosintesis steroid. Di sini, satuan-satuan isoprenadigabungkan untuk membuat skualena dan kemudian dilipat dan dibentuk menjadisehimpunan cincin untuk membuat lanosterol.[28] Lanosterol kemudian dapat diubahmenjadi steroid, seperti kolesterol dan ergosterol.[28][29]DegradasiOksidasi beta adalah proses metabolisme di mana asam lemak dipecah di dalammitokondria dan/atau di dalam peroksisoma untuk menghasilkan asetil-KoA. Sebagianbesar, asam lemak dioksidasi oleh suatu mekanisme yang sama, tetapi tidak serupadengan, kebalikan proses sintesis asam lemak. Yaitu, pecahan berkarbon dua dihilangkanberturut-turut dari ujung karboksil dari asam itu setelah langkah-langkah dehidrogenasi,hidrasi, dan oksidasi untuk membentuk asam keto-beta, yang dipecah dengan tiolisis.Asetil-KoA kemudian diubah menjadi Adenosina trifosfat, CO2, dan H2O menggunakandaur asam sitrat dan rantai pengangkutan elektron. Energi yang diperoleh dari oksidasisempurna asam lemak palmitat adalah 106 ATP.[30] Asam lemak rantai-ganjil dan takjenuh memerlukan langkah enzimatik tambahan untuk degradasi.Gizi dan kesehatanSebagian besar lipid yang ditemukan di dalam makanan adalah berbentuk triasilgliserol,kolesterol dan fosfolipid. Kadar rendah lemak makanan adalah penting untukmemfasilitasi penyerapan vitamin-vitamin yang larut di dalam lemak (A, D, E, dan K)dan karotenoid.[31] Manusia dan mamalia lainnya memerlukan makanan untuk memenuhi
  36. 36. kebutuhan asam lemak esensial tertentu, misalnya asam linoleat (asam lemak omega-6)dan asam alfa-linolenat (sejenis asam lemak omega-3) karena mereka tidak dapatdisintesis dari prekursor sederhana di dalam makanan.[32] Kedua-dua asam lemak inimemiliki 18 karbon per molekulnya, lemak majemuk tak jenuh berbeda di dalam jumlahdan kedudukan ikatan gandanya. Sebagian besar minyak nabati adalah kaya akan asamlinoleat (safflower, bunga matahari, dan jagung). Asam alfa-linolenat ditemukan di dalamdaun hijau tumbuhan, dan di beberapa biji-bijian, kacang-kacangan, dan leguma(khususnya flax, brassica napus, walnut, dan kedelai).[33] Minyak ikan kaya akan asamlemak omega-3 berantai panjang asam eikosapentaenoat dan asam dokosaheksaenoat.[34]Banyak pengkajian telah menunjukkan manfaat kesehatan yang baik yang berhubungandengan asupan asam lemak omega-3 pada perkembangan bayi, kanker, penyakitkardiovaskular (gangguan jantung), dan berbagai penyakit kejiwaan, seperti depresi,kelainan hiperaktif/kurang memperhatikan, dan demensia.[35][36] Sebaliknya, kinidinyatakan bahwa asupan lemak trans, yaitu yang ada pada minyak nabati yangdihidrogenasi sebagian, adalah faktor risiko bagi penyakit jantung.[37][38][39]Beberapa pengkajian menunjukkan bahwa total asupan lemak yang dikonsumsiberhubungan dengan menaiknya risiko kegemukan[40][41] and diabetes.[42][43] Tetapi,pengkajian lain yang cukup banyak, termasuk Womens Health Initiative DietaryModification Trial (Percobaan Modifikasi Makanan Inisiatif Kesehatan Perempuan),sebuah pengkajian selama delapan tahun terhadap 49.000 perempuan, Nurses HealthStudy (Pengkajian Kesehatan Perawat dan Health Professionals Follow-up Study(Pengkajian Tindak-lanjut Profesional Kesehatan), mengungkapkan ketiadaan hubunganitu.[44][45][46] Kedua-dua pengkajian ini tidak menunjukkan adanya hubungan antarapersentase kalori dari lemak dan risiko kanker, penyakit jantung, atau kelebihan bobotbadan. Nutrition Source, sebuah situs web yang dipelihara oleh Departemen Gizi diSekolah Kesehatan Masyarakat Harvard, mengikhtisarkan bukti-bukti terkini padadampak lemak makanan: "Sebagian besar rincian penelitian yang dilakukan di Harvardini menunjukkan bahwa jumlah keseluruhan lemak di dalam makanan tidak berhubungandengan bobot badan atau penyakit tertentu."[47]
  37. 37. Daftar pustaka Strong, A. Brent (2006). "Plastics: Materials and Processing". Pearson Prentice Hall ISBN 0-13-114558-4 Odian, George (2004). "Priciples of Polymerization" John Wiley & Sons, Inc.Artikel bertopik kimia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipediadengan mengembangkannya

×