Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
Rencana Agung Penginjilan
THE MASTER PLAN OF EVANGELISM
Sumber:
buku
Edisi Asli Bahasa Inggris
Judul: The Master Plan of
Evangelism
Penulis: Robert Emerson Coleman
Penerbit: Revell
Tahun...
daftar isi
Kata Pengantar
Pendahuluan: Tuhan Yesus dan Rencana-Nya
1. Pemilihan Selection
2. Persekutuan Association
3. Pe...
sinopsis
Buku merupakan suatu penyelidikan mengenai
prinsip pelayanan Tuhan Yesus yang mendasari
rencana agung-Nya bagi pe...
Profesor emeritus bidang penginjilan di Trinity
Evangelical Divinity School. Sebelumnya mengajar
penginjilan di Asbury The...
Telah menulis 21 buku. Buku-bukunya telah
diterjemahkan ke 96 bahasa. Buku-buku edisi bahasa
Inggrisnya telah didistribusi...
produk
Rencana Agung Penginjilan
THE MASTER PLAN OF EVANGELISM
Masalah dalam Metode
Penginjilan-Pemuridan
 Aktivitas (melaksanakan program)
tanpa Produktivitas (mencapai
sasaran)
 Tuj...
Masalah dalam Metode
Penginjilan-Pemuridan
Uji efektivitas:
 “Apakah memenuhi amanat
agung?”
 “Apakah menghasilkan murid...
Belajar dari Pelayanan Kristus,
Teladan Sempurna
 Tuhan Yesus menjadi Juruselamat, melalui
kematian dan kebangkitan-Nya. ...
Prinsip Pelayanan
Tuhan Yesus
1. Pemilihan Selection
2. Persekutuan Association
3. Penyerahan Diri Consecration
4. Pemberd...
Pemilihan: Pribadi-pribadi
adalah Metode dan Prioritas-Nya
 Pelayanan Tuhan Yesus dimulai dengan
memanggil beberapa orang...
Yesus Tidak Melalaikan
Orang Banyak
 Tuhan Yesus melakukan segala yang diperlukan
untuk menjangkau orang banyak:
 Mengid...
Penginjil Massa yang
Kurang Berhasil?
 Banyak yang menyambut pelayanan-Nya,
tidak banyak yang benar-benar
memahami Injil....
Strategi Tuhan Yesus
 Tujuan: Mengembangkan pemimpin yang
akan menjadi sebuah gerakan (Kerajaan
Allah) bukan menarik bany...
Th 1 100 2
Th 2 200 4
Th 3 300 8
Th 4 400 16
Th 5 500 32
Th 6 600 64
Th 7 700 128
Th 8 800 256
Th 9 900 512
Th 10 1.000 1....
Jadikan Semua Bangsa Murid-Ku!
1. Pemilihan Selection
2. Persekutuan Association
3. Penyerahan Diri Consecration
4. Pemberdayaan Impartation
5. Percontoh...
Persekutuan: Yesus Berada Dekat
dengan Murid-murid-Nya
 Setelah memanggil murid-muridnya, Tuhan
Yesus tinggal bersama mer...
1. Pemilihan Selection
2. Persekutuan Association
3. Penyerahan Diri Consecration
4. Pemberdayaan Impartation
5. Percontoh...
Penyerahan Diri: Yesus Menghendaki
Ketaatan Murid-murid-Nya
 Tuhan Yesus pertama mengundang
murid-murid-Nya untuk mengiku...
1. Pemilihan Selection
2. Persekutuan Association
3. Penyerahan Diri Consecration
4. Pemberdayaan Impartation
5. Percontoh...
Pemberdayaan: Mengalirkan
Hidup-Nya kepada Murid-murid-Nya
 Tuhan Yesus memberikan kepada murid-
murid-Nya apa yang telah...
Prinsip Pelayanan
Tuhan Yesus
1. Pemilihan Selection
2. Persekutuan Association
3. Penyerahan Diri Consecration
4. Pemberd...
Yesus Memberi Mereka
Teladan, Tugas, Pendampingan
 Yesus senantiasa melatih murid-
murid-Nya agar pada suatu ketika
merek...
Yesus Menghendaki Murid-
murid-Nya Melipatgandakan Diri
 Yesus menghendaki para murid menjadi
serupa dengan Dia, dan menj...
Amanat Agung
 Amanat agung Kristus kepada gereja-Nya:
“jadikanlah semua bangsa murid-Ku” (Mat
28:19). Artinya: murid-muri...
Prinsip Pelayanan
Tuhan Yesus
1. Pemilihan Selection
2. Persekutuan Association
3. Penyerahan Diri Consecration
4. Pemberd...
Menjadi & Menjadikan
Murid Kristus
Menghasilkan buah-buah rohani berarti
menghasilkan kehidupan Kristus di dalam
pribadi m...
Pengikut & Pekerja
Ukuran keberhasilan jemaat bukanlah
terletak pada jumlah nama-nama baru
yang ditambahkan dalam daftar
k...
Penjangkauan & Pembinaan
Perhatikanlah: Tidaklah cukup hanya
menyelamatkan mereka yang sedang
menuju kebinasaan, walaupun ...
Pelayanan Tindak Lanjut
Keselamatan diberikan cuma-
cuma, tetapi kemuridan menuntut
semua hal yang kita miliki.
Keputusan ...
Pelayanan Pribadi
Bukan berapa banyak orang,
tetapi orang macam apa.
Dawson Trotman
Apakah Anda akan menghabiskan waktu
ya...
Penerapan Prinsip-Nya
pada Masa Kini
Pemuridan atau pembimbingan pribadi berarti
bahwa setiap petobat baru diberi seorang ...
Waktu untuk Bertindak
Ubah fokus:
 Orang banyak
 Orang yang akan diikuti orang
banyak
 Hasil cepat sesaat
 Hasil berke...
Aku menanam, Apolos
menyiram, tetapi Allah yang
memberi pertumbuhan.
Karena itu yang penting
bukanlah yang menanam
atau ya...
Mengambil Keputusan
Setiap orang harus mengambil
keputusan di manakah dia
menginginkan pelayanannya berhasil:
di dalam pen...
Rencana Agung Penginjilan
THE MASTER PLAN OF EVANGELISM
Rencana Agung Penginjilan
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Rencana Agung Penginjilan

  • Login to see the comments

Rencana Agung Penginjilan

  1. 1. Rencana Agung Penginjilan THE MASTER PLAN OF EVANGELISM
  2. 2. Sumber:
  3. 3. buku Edisi Asli Bahasa Inggris Judul: The Master Plan of Evangelism Penulis: Robert Emerson Coleman Penerbit: Revell Tahun terbit: 1963 Edisi Terjemahan Bahasa Indonesia Judul: Rencana Agung Penginjilan Penerbit: Kalam Hidup Tahun terbit: 1984
  4. 4. daftar isi Kata Pengantar Pendahuluan: Tuhan Yesus dan Rencana-Nya 1. Pemilihan Selection 2. Persekutuan Association 3. Penyerahan Diri Consecration 4. Pemberdayaan Impartation 5. Percontohan Demonstration 6. Penugasan Delegation 7. Pengawasan Supervision 8. Pelipatgandaan Reproduction Kesimpulan: Tuhan Yesus dan Rencana Anda Catatan
  5. 5. sinopsis Buku merupakan suatu penyelidikan mengenai prinsip pelayanan Tuhan Yesus yang mendasari rencana agung-Nya bagi penginjilan dunia. Prinsip- prinsip ini perlu diketahui dan diterapkan dalam seluruh pelayanan setiap murid Tuhan untuk melaksanakan Amanat Agung Tuhan Yesus. Billy Graham memberi komentar atas buku ini: “Hanya sedikit buku yang memiliki pengaruh sebesar The Master Plan of Evangelism karya Robert Coleman terhadap penginjilan dunia di dalam generasi kita.” Selama lebih dari 40 tahun buku klasik ini telah menggerakkan dan mengajar lebih dari 3 juta pembacanya. Bergabunglah dalam kegerakan ini bagi kemuliaan-Nya di seluruh dunia.
  6. 6. Profesor emeritus bidang penginjilan di Trinity Evangelical Divinity School. Sebelumnya mengajar penginjilan di Asbury Theological Seminary selama 27 tahun. Bidang keahliannya meliputi teologi penginjilan, pemuridan, penginjilan gereja kontemporer, teologi dan sejarah kebangunan rohani, khotbah penginjilan, dll. Pembicara seminar, kuliah, dan kampanye penginjilan di berbagai belahan dunia. Pimpinan Billy Graham Institute of Evangelism, dekan the International Schools of Evangelism, anggota dewan penggagas Lausanne Committee for World Evangelization, presiden the Christian Outreach Foundation, dewan pengurus AD 2000, OMS International, the Barnabas Foundation, dan the Francis Asbury Society. Anggota the Evangelical Theological Society, the Evangelical Missiological Society, dan the Academy for Evangelism in Theological Education. penulis Dr. Robert E. Coleman
  7. 7. Telah menulis 21 buku. Buku-bukunya telah diterjemahkan ke 96 bahasa. Buku-buku edisi bahasa Inggrisnya telah didistribusikan hingga lebih dari lima juta eks. Beberapa di antaranya: The Master Plan of Evangelism (lebih dari 3 juta eks.), The Master's Way of Personal Evangelism, The Heartbeat of Evangelism, Songs of Heaven, The New Covenant, The Mind of the Master, The Master Plan of Discipleship, The Great Commission Lifestyle, Nothing To Do but Save Souls: John Wesley's Charge to His Preachers, The Coming World Revival, dll. Menggembalakan gereja-gereja United Methodist di Indiana, New Jersey, dan Iowa selama 6 tahun. Bersama istrinya, Marietta, tinggal di Deerfield, Illinois. Memiliki 3 anak dan 7 cucu. Dalam waktu luangnya menikmati oil painting, hiking, dan racquetball. penulis Dr. Robert E. Coleman
  8. 8. produk
  9. 9. Rencana Agung Penginjilan THE MASTER PLAN OF EVANGELISM
  10. 10. Masalah dalam Metode Penginjilan-Pemuridan  Aktivitas (melaksanakan program) tanpa Produktivitas (mencapai sasaran)  Tujuan (terarah) tanpa Relevansi (terpadu)  Efisiensi (melakukan dengan benar) tanpa Efektivitas (melakukan hal yang benar)
  11. 11. Masalah dalam Metode Penginjilan-Pemuridan Uji efektivitas:  “Apakah memenuhi amanat agung?”  “Apakah menghasilkan murid-murid Kristus yang siap menghasilkan murid-murid Kristus yang lain?”  “Apakah menghasilkan pekerja- pekerja yang siap diutus melayani dunia yang membutuhkan?”
  12. 12. Belajar dari Pelayanan Kristus, Teladan Sempurna  Tuhan Yesus menjadi Juruselamat, melalui kematian dan kebangkitan-Nya. Tuhan Yesus memulai gerakan yang akan membawa kesalamatan tersebut ke seluruh dunia, melalui kehidupan dan mandat-Nya. (Band. Luk 24:44-47)  Dia menjalankan pelayanan-Nya secara terarah dan terpadu: “Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya” (Yoh 17:4).  Dia memberi mandat untuk melanjutkan dan menggenapi karya yang dimulai-Nya: “Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu” (Yoh 20:21).
  13. 13. Prinsip Pelayanan Tuhan Yesus 1. Pemilihan Selection 2. Persekutuan Association 3. Penyerahan Diri Consecration 4. Pemberdayaan Impartation 5. Percontohan Demonstration 6. Penugasan Delegation 7. Pendampingan Supervision 8. Pelipatgandaan Reproduction!
  14. 14. Pemilihan: Pribadi-pribadi adalah Metode dan Prioritas-Nya  Pelayanan Tuhan Yesus dimulai dengan memanggil beberapa orang untuk mengikuti Dia.  Perhatiannya bukan pada program untuk menjangkau orang banyak, melainkan pada pribadi yang akan diikuti orang banyak.  Yesus mencurahkan sebagian besar waktu- Nya untuk menolong murid-murid yang telah dipilih-Nya. Selain memilih Ia juga membatasi jumlah anggota kelompok agar dapat melayani mereka dengan efektif.
  15. 15. Yesus Tidak Melalaikan Orang Banyak  Tuhan Yesus melakukan segala yang diperlukan untuk menjangkau orang banyak:  Mengidentifikasikan diri dengan gerakan kebangunan rohani massa Yohanes; Terus berkhotbah, mengajar, dan melayani orang banyak, kadang sampai “makan pun Ia tidak sempat” (Mar 6:31); Memberi makan, menyembuhkan, mengusir setan; Memberkati anak-anak mereka; dsb.  Menunjukkan perhatian yang sejati kepada orang banyak:  Mengasihi, Menangisi, Hidup dan Mati bagi keselamatan mereka  Sesunguhnya kecakapan Tuhan Yesus untuk menarik perhatian orang banyak telah menimbulkan masalah yang serius dalam pelayanan-Nya
  16. 16. Penginjil Massa yang Kurang Berhasil?  Banyak yang menyambut pelayanan-Nya, tidak banyak yang benar-benar memahami Injil.  Mungkin pengikut yang setia sampai akhir pelayanan-Nya hanya 500 (1Kor 15:6); yang tetap tinggal di Yerusalem 120 orang (Kis 1:15).  Mengapa Yesus sengaja memusatkan hidup-Nya pada beberapa orang saja? Bukankah Dia datang untuk menyelamatkan seluruh dunia?
  17. 17. Strategi Tuhan Yesus  Tujuan: Mengembangkan pemimpin yang akan menjadi sebuah gerakan (Kerajaan Allah) bukan menarik banyak pengikut yang akan menjadi khalayak ramai (mudah beralih)  Realistis: Orang banyak siap mengikuti Dia, tetapi untuk dapat bertumbuh dewasa mereka harus dibimbing secara pribadi. Seorang diri Yesus tidak mungkin sepenuhnya mendampingi mereka semua.  Strategi: Memusatkan perhatian untuk menghasilkan kualitas, yang kemudian akan menghasilkan kuantitas yang berkualitas.
  18. 18. Th 1 100 2 Th 2 200 4 Th 3 300 8 Th 4 400 16 Th 5 500 32 Th 6 600 64 Th 7 700 128 Th 8 800 256 Th 9 900 512 Th 10 1.000 1.024 Th 11 1.100 2.048 . . . . Th 25 2.500 33.554.432 Penambahan vs Pelipatgandaan
  19. 19. Jadikan Semua Bangsa Murid-Ku!
  20. 20. 1. Pemilihan Selection 2. Persekutuan Association 3. Penyerahan Diri Consecration 4. Pemberdayaan Impartation 5. Percontohan Demonstration 6. Penugasan Delegation 7. Pendampingan Supervision 8. Pelipatgandaan Reproduction! Prinsip Pelayanan Tuhan Yesus
  21. 21. Persekutuan: Yesus Berada Dekat dengan Murid-murid-Nya  Setelah memanggil murid-muridnya, Tuhan Yesus tinggal bersama mereka. Inti pemuridan Tuhan Yesus: mendekatkan para murid kepada Diri-Nya agar memberi kesempatan pada mereka untuk meneladani cara hidup dan pengajaran-Nya.  Prinsip tindak lanjut melalui persekutuan pribadi ini sangat penting, sangat sederhana, sangat sering diabaikan. Cara ini memakan waktu, menuntut perhatian, rentan terhadap ‘gangguan’.
  22. 22. 1. Pemilihan Selection 2. Persekutuan Association 3. Penyerahan Diri Consecration 4. Pemberdayaan Impartation 5. Percontohan Demonstration 6. Penugasan Delegation 7. Pendampingan Supervision 8. Pelipatgandaan Reproduction! Prinsip Pelayanan Tuhan Yesus
  23. 23. Penyerahan Diri: Yesus Menghendaki Ketaatan Murid-murid-Nya  Tuhan Yesus pertama mengundang murid-murid-Nya untuk mengikut Dia, kemudian meminta mereka untuk menaati Dia dalam penyerahan diri yang mutlak berdasarkan kepercayaan mereka pada-Nya.  Tuhan Yesus menghendaki murid-murid yang taat dan setia. Tuhan Yesus tidak memaksa murid- murid-Nya untuk tetap tinggal bersama Dia. Mereka yang tidak berani memenuhi tuntutan-Nya akan mengundurkan diri.
  24. 24. 1. Pemilihan Selection 2. Persekutuan Association 3. Penyerahan Diri Consecration 4. Pemberdayaan Impartation 5. Percontohan Demonstration 6. Penugasan Delegation 7. Pendampingan Supervision 8. Pelipatgandaan Reproduction! Prinsip Pelayanan Tuhan Yesus
  25. 25. Pemberdayaan: Mengalirkan Hidup-Nya kepada Murid-murid-Nya  Tuhan Yesus memberikan kepada murid- murid-Nya apa yang telah diberikan Bapa kepada-Nya (Yoh 15:15;17:4,8,14)— kasih, kuasa, kekudusan, hati bagi dunia, dll.—, dan kemudian para murid kepada orang-orang lain yang mereka muridkan.  Tuhan Yesus mengajar dan menghubungkan murid-murid-Nya dengan Roh Kudus. Pertobatan, pertumbuhan, dan pelayanan adalah semata-mata pekerjaan Roh Kudus. Kewajiban murid-murid adalah menyerahkan diri untuk dikuasai sepenuhnya oleh Roh Kudus.
  26. 26. Prinsip Pelayanan Tuhan Yesus 1. Pemilihan Selection 2. Persekutuan Association 3. Penyerahan Diri Consecration 4. Pemberdayaan Impartation 5. Percontohan Demonstration 6. Penugasan Delegation 7. Pendampingan Supervision 8. Pelipatgandaan Reproduction
  27. 27. Yesus Memberi Mereka Teladan, Tugas, Pendampingan  Yesus senantiasa melatih murid- murid-Nya agar pada suatu ketika mereka dapat mengambil alih pekerjaan-Nya, yaitu untuk memberitakan keselamatan dan menjadikan semua bangsa murid-Nya.  Yesus senantiasa mendorong murid- murid-Nya ke tujuan yang Ia tetapkan. Rencana pengajaran Yesus: memberi teladan, memberi tugas, dan mendampingi murid-murid-Nya.
  28. 28. Yesus Menghendaki Murid- murid-Nya Melipatgandakan Diri  Yesus menghendaki para murid menjadi serupa dengan Dia, dan menjadikan orang lain serupa dengan Dia. Pelipatgandaan ini terus mengembang kepada semakin banyak orang.  Kerajaan Allah seperti biji sesawi: dimulai dengan yang tampaknya kecil tetapi akan berkembang menjadi sangat besar.  Seluruh strategi penginjilan-Nya, bahkan penggenapan maksud kedatangan-Nya didasarkan pada ketaatan para murid yg telah dipilih-Nya untuk memuridkan.
  29. 29. Amanat Agung  Amanat agung Kristus kepada gereja-Nya: “jadikanlah semua bangsa murid-Ku” (Mat 28:19). Artinya: murid-murid harus pergi ke seluruh dunia dan membawa orang-orang menjadi murid-murid Kristus, seperti mereka.  Untuk mencapai sasaran “menjadikan semua bangsa murid Kristus” diperlukan strategi: ”baptislah” (penginjilan), “ajarlah” (pembinaan), dan “pergilah” (pengutusan).  Untuk dapat “menuai ladang” diperlukan “pekerja” (Mat 9:37-38) yang memenangkan jiwa, membimbing mereka yang percaya, memperlengkapi dan mengutus mereka untuk menghasilkan buah.
  30. 30. Prinsip Pelayanan Tuhan Yesus 1. Pemilihan Selection 2. Persekutuan Association 3. Penyerahan Diri Consecration 4. Pemberdayaan Impartation 5. Percontohan Demonstration 6. Penugasan Delegation 7. Pendampingan Supervision 8. Pelipatgandaan Reproduction
  31. 31. Menjadi & Menjadikan Murid Kristus Menghasilkan buah-buah rohani berarti menghasilkan kehidupan Kristus di dalam pribadi manusia: Pertama-tama di dalam diri kita sendiri (menjadi murid Kristus), kemudian di dalam diri orang-orang lain (menjadikan murid Kristus). Sesungguhnya segala sesuatu yang dikatakan dan dilakukan Tuhan Yesus menunjukkan prinsip ini.
  32. 32. Pengikut & Pekerja Ukuran keberhasilan jemaat bukanlah terletak pada jumlah nama-nama baru yang ditambahkan dalam daftar keanggotaannya ... tetapi pada jumlah orang-orang Kristen yang dengan aktif memenangkan orang-orang bagi Kristus serta meneguhkan jiwa-jiwa itu, yang selanjutnya akan memenangkan orang banyak.
  33. 33. Penjangkauan & Pembinaan Perhatikanlah: Tidaklah cukup hanya menyelamatkan mereka yang sedang menuju kebinasaan, walaupun memang hal ini adalah kewajiban kita. Tidaklah cukup hanya dengan menambahkan bayi-bayi (petobat-petobat) yang baru lahir dalam iman kepada Kristus, walaupun hal ini juga perlu ... Yang benar-benar penting dalam pekerjaan kita ialah ketaatan petobat- petobat itu, yang kelak keluar untuk menjadikan petobat-petobat dan pemimpin-pemimpin baru.
  34. 34. Pelayanan Tindak Lanjut Keselamatan diberikan cuma- cuma, tetapi kemuridan menuntut semua hal yang kita miliki. Keputusan adalah 5%. Tindak lanjut dari keputusan adalah 95%.
  35. 35. Pelayanan Pribadi Bukan berapa banyak orang, tetapi orang macam apa. Dawson Trotman Apakah Anda akan menghabiskan waktu yang sama dalam persiapan untuk melayani kebutuhan-kebutuhan satu orang, sebanyak waktu untuk mempersiapkan khotbah bagi lima ribu orang? Berapa banyak Anda percaya pada potensi dari seorang pribadi? K. Bruce Miller
  36. 36. Penerapan Prinsip-Nya pada Masa Kini Pemuridan atau pembimbingan pribadi berarti bahwa setiap petobat baru diberi seorang teman kristiani untuk membimbing dia sampai pada tahap di mana ia juga dapat membimbing orang lain. Si pembimbing harus bersekutu dengannya secara teratur dalam jangka waktu yang lama, memelajari Alkitab dan berdoa bersama, menjawab pertanyaan-pertanyaan, menjelaskan kebenaran- kebenaran, dan bersama-sama menolong orang lain. Jika gereja tidak mempunyai pembimbing- pembimbing demikian, maka gereja harus menunjuk pemimpin-pemimpin untuk mendidik beberapa orang dalam tanggung jawab itu.
  37. 37. Waktu untuk Bertindak Ubah fokus:  Orang banyak  Orang yang akan diikuti orang banyak  Hasil cepat sesaat  Hasil berkelanjutan  Hidup untuk generasi sekarang  Hidup untuk generasi mendatang
  38. 38. Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan. Karena itu yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang memberi pertumbuhan. 1 Korintus 3:6-7
  39. 39. Mengambil Keputusan Setiap orang harus mengambil keputusan di manakah dia menginginkan pelayanannya berhasil: di dalam penerimaan orang banyak yang penuh sorak-sorai tetapi bersifat sementara atau di dalam buah-buah kehidupannya yang tampak dalam beberapa orang pilihan yang akan meneruskan pekerjaannya setelah ia meninggal dunia.
  40. 40. Rencana Agung Penginjilan THE MASTER PLAN OF EVANGELISM

×