Becoming A Contagious Christian

819 views

Published on

Published in: Spiritual
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
819
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
67
Actions
Shares
0
Downloads
76
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Becoming A Contagious Christian

  1. 1. Sumber: Bab 9. Menemukan Pendekatan yang Sesuai dengan Anda
  2. 2. Edisi Asli Bahasa Inggris Judul: Becoming A Contagious Christian Penulis: Bill Hybels & Mark Mittelberg Penerbit: Zondervan Tahun terbit: 1994 Edisi Terjemahan Bahasa Indonesia Judul: Becoming A Contagious Christian (Menjadi Orang Kristen yang Menular Penerbit: Literatur Perkantas Jatim Tahun terbit: 2012 buku
  3. 3. Bagian 1: Mengapa Menjadi ORANG KRISTEN YANG MENULAR? 1. Manusia Berharga bagi Allah 2. Upah bagi Kekristenan yang Menular 3. Sebuah Rumus untuk Memengaruhi Dunia Anda Bagian 2: Prasyarat POTENSI TINGGI 4. Daya Tarik Keotentikan 5. Daya Tarik Belas Kasih 6. Kekuatan Pengorbanan Bagian 3: Potensi KEDEKATAN HUBUNGAN 7. Kesempatan Strategis dalam sebuah Relasi 8. Memiliki Relasi dengan Orang-orang yang Belum Percaya 9. Menemukan Pendekatan yang Sesuai dg Anda daftar isi
  4. 4. Bagian 4: Kekuatan KEJELASAN KOMUNIKASI 10. Memulai Percakapan Rohani 11. Membuat Pesan Menjadi Jelas 12. Meruntuhkan Penghalang-penghalang untuk Menjadi Percaya Bagian 5: Hasil: PENGARUH MAKSIMAL 13. Mengambil Langkah Iman untuk Percaya 14. Orang Kristen yang Menular dan Gereja yang Menular 15. Menginvestasikan Hidup Anda dalam Hidup Orang Lain daftar isi
  5. 5. Anda tidak perlu lagi merasa dilumpuhkan ketika mendengar kata “penginjilan”. Menjadi Orang Kristen yang Menular akan memberi Anda harapan yang segar bahwa kehidupan teman-teman Anda dapat berubah—dan Anda mungkin menjadi alat yang mempengaruhi ketepatan mereka. Menjadi Orang Kristen yang Menular akan membantu: • Menemukan gaya Anda sendiri dalam menyampaikan iman Anda • Mengembangkan karakter orang Kristen yg menular • Membangun hubungan-hubungan yang strategis secara rohani • Belajar untuk memimpin percakapan-percakapan menuju masalah-masalah iman • Membagikan kebenaran-kebenaran Alkitabiah dalam bahasa sehari-hari sinopsis
  6. 6. Pendiri dan gembala senior dari Willow Creek Community Church di South Barrington, Illinois. Pelayanan Willow Creek yang inovatif membuatnya menjadi salah satu gereja yang paling banyak dihadiri dan paling berpengaruh di Amerika Utara. Pendiri dan pemimpin dewan direksi Willow Creek Association, suatu jaringan kerja sama lebih dari 11.000 gereja di dunia. Perancang dari Global Leadership Summit, yang melatih sekitar 100.000 pendeta setiap tahun. Penulis lebih dari 20 buku, antara lain Courageous Leadership, Fit to Be Tied, The Volunteer Revolution, Too Busy Not to Pray, Just Walk Across the Room, dll. Bersama istrinya, Lynne, tinggal di Barrington Hills, Illinois. Mereka memiliki dua anak (Shauna and Todd) dan satu cucu. Bill Hybels penulis
  7. 7. penulis Penulis utama dan pengajar bahan pelatihan Becoming a Contagious Christian, yang sudah diterjemahkan ke lebih dari 20 bahasa dan diajarkan pada jutaan orang di dunia. Penulis Becoming a Contagious Christian (bersama Bill Hybels), Building a Contagious Church dan Choosing Your Faith In a World of Spiritual Options, The Unexpected Adventure (dengan Lee Strobel). Contributing editor dari The Journey, Alkitab seekers. Pernah melayani sebagai pemimpin penginjilan dari Willow Creek Association. Bersama keluarga tinggal di Los Angeles,CA. Mark Mittelberg
  8. 8.  Beberapa profesi mempunyai konotasi negatif (meskipun belum tentu benar) yang susah dihilangkan. Sebutkan beberapa profesi dan konotasi negatifnya.  Apa yang terlintas dalam pikiran Anda tentang orang yang menginjili? Persepsi tentang Orang yang Menginjili
  9. 9. Negatif Positif • memojokkan • memaksa • sok tahu • tidak peka situasi • menjengkelkan • aneh • pandai bicara • berani • ramah • penuh perhatian • berkomitmen tinggi • Billy Graham Kita tidak harus jadi orang yang demikian untuk memberitakan Injil. Bahkan hal-hal ini akan menghalangi kita untuk menjadi orang Kristen yang menular! Persepsi tentang Orang yang Menginjili
  10. 10. Negatif Positif • memojokkan • memaksa • sok tahu • tidak peka situasi • menjengkelkan • aneh • pandai bicara • berani • ramah • penuh perhatian • berkomitmen tinggi • Billy Graham Persepsi tentang Orang yang Menginjili Kita juga tidak harus jadi orang yang pandai bicara, menjadi seperti Billy Graham, atau menjadi seperti orang lain untuk memberitakan Injil dengan efektif.
  11. 11. Negatif Positif • memojokkan • memaksa • sok tahu • tidak peka situasi • menjengkelkan • aneh • pandai bicara • berani • ramah • penuh perhatian • berkomitmen tinggi • Billy Graham Persepsi tentang Orang yang Menginjili
  12. 12. TAKUT: Menjadi orang lain Menjadi orang aneh Kehilangan hubungan Kehilangan muka Evangephobia
  13. 13. Jika penginjilan yang efektif bukan dengan menjadi seseorang yang aneh yang kita tidak inginkan atau bukan dengan menjadi seseorang yang hebat yang bukan diri kita, … lalu bagaimana? Menjadi Diri Sendiri
  14. 14. Kita dapat menjadi diri sendiri dan membiarkan Tuhan bekerja melalui gaya kepribadian unik yang telah dirancangkan-Nya bagi kita masing-masing. Menjadi Diri Sendiri
  15. 15. 6 Gaya Penginjilan BILL HYBELS & MARK MITTELBERG, Becoming A Contagious Christian
  16. 16. Kuesioner Gaya Penginjilan PETUNJUK PENGISIAN Bacalah setiap pernyataan dengan cermat. Berilah jawaban Saudara pada lembar jawaban dengan angka: 3 jika sangat sering 2 jika kadang-kadang 1 jika sangat jarang 0 jika tidak sama sekali Tidak ada jawaban yang benar atau salah. Berilah jawaban yang paling menggambarkan diri Saudara sendiri yang sebenarnya, bukan bagaimana seharusnya atau sebaiknya. Jawablah semua pernyataan yang ada dalam kuesioner ini, jangan sampai ada yang terlewati.
  17. 17. Lembar Jawab
  18. 18. 1. Dalam percakapan saya lebih suka membahas suatu topik secara langsung, tanpa basa-basi dan berbelit-belit. 2. Saya merasa berat bila keluar dari toko buku atau perpustakaan tanpa membawa sejumlah buku yang dapat membantu saya lebih memahami permasalahan-permasalahan yang sedang hangat dibicarakan. 3. Saya menceritakan pengalaman pribadi untuk menggambarkan hal-hal yang ingin saya sampaikan. Gaya Penginjilan
  19. 19. 4. Saya adalah seorang yang suka bergaul atau bermasyarakat dan sangat menghargai persahabatan. 5. Saya suka melibatkan atau membawa orang-orang baru dalam aktivitas yang saya lakukan. 6. Saya melihat kebutuhan-kebutuhan dalam kehidupan seseorang yang seringkali tidak terpikir oleh orang lain. Gaya Penginjilan
  20. 20. 7. Saya tidak ragu-ragu untuk menantang seseorang untuk melakukan sesuatu pada saat itu juga jika memang diperlukan. 8. Saya cenderung suka menganalisis. 9. Saya menempatkan diri dalam keadaan orang lain dengan menggunakan kata- kata seperti: “Saya dulu berpikir seperti itu juga,” atau “saya pernah merasakan seperti yang kamu rasakan.” Gaya Penginjilan
  21. 21. 10. Orang lain memuji kemampuan saya untuk membangun hubungan dengan teman baru. 11. Sejujurnya, bahkan jika saya tahu jawabannya, saya merasa lebih nyaman bila seseorang yang lebih mampu menjelaskan tentang kekristenan pada teman saya. 12. Saya memperoleh kepuasan dalam menolong orang lain, walaupun tanpa diketahui orang lain. Gaya Penginjilan
  22. 22. 13. Saya tidak merasa kesulitan untuk memperhadapkan teman-teman saya dengan kebenaran meskipun hal tersebut dapat beresiko merusak persahabatan. 14. Dalam percakapan, saya secara alamiah memusatkan perhatian pada pertanyaan dan keragu-raguan yang menghambat kemajuan rohani. 15. Ketika saya bercerita tentang pengalaman pertobatan saya mendapati bahwa orang- orang tertarik untuk mendengarkannya. Gaya Penginjilan
  23. 23. 16. Saya cenderung mempelajari permasalahan-permasalahan kehidupan seseorang daripada pemikiran-pemikiran teologis yang abstrak. 17. Jika saya mengetahui ada acara penginjilan yang bermutu yang dapat dinikmati teman saya, saya akan berusaha keras agar teman saya dapat datang mengikuti acara tersebut. 18. Saya lebih suka menunjukkan kasih melalui tindakan-tindakan saya daripada kata-kata saya. Gaya Penginjilan
  24. 24. 19. Saya percaya bahwa kasih yang sejati seringkali berarti menyatakan kebenaran pada seseorang, meskipun hal tersebut menyakitkan. 20. Saya senang berdiskusi dan berdebat mengenai masalah-masalah yang rumit. 21. Saya dengan sengaja mengungkapkan kesalahan-kesalahan saya pada orang lain, jika hal itu membantu mereka memahami pemecahan masalah yang telah saya temukan. Gaya Penginjilan
  25. 25. 22. Saya lebih suka terlibat diskusi mengenai kehidupan seseorang sebelum masuk ke hal-hal yang lebih jauh mengenai keyakinan-keyakinannya. 23. Saya mencari dan menantikan acara-acara kerohanian yang strategis untuk dapat mengajak orang lain menghadirinya, misalnya: konser kristiani, acara-acara penjangkauan, pelayanan rohani, dll. 24. Ketika berhubungan dengan orang yang menutup diri terhadap hal-hal rohani, saya menemukan bahwa kasih kristiani yang saya tunjukkan secara diam-diam, kadang-kadang membuat mereka lebih terbuka untuk menerima. Gaya Penginjilan
  26. 26. 25. Suatu semboyan yang cocok dengan saya: ”Entah akhirnya berhasil atau berantakan, yang penting sudah melakukan sesuatu.” 26. Saya seringkali frustasi dengan orang yang memberikan penjelasan yang lemah atau penalaran yang rendah. 27. Orang kelihatannya tertarik mendengar tentang pengalaman-pengalaman hidup saya Gaya Penginjilan
  27. 27. 28. Saya menikmati perbincangan panjang dengan teman-teman. 29. Saya senang mencari kecocokkan antara kebutuhan dan minat teman-teman saya dengan bermaca-macam acara, buku-buku, dll agar mereka dapat menikmati atau memperoleh sesuatu darinya. 30. Saya merasa lebih nyaman untuk hadir mendampingi seseorang dalam nama Kristus daripada terlibat dalam diskusi keagamaan. Gaya Penginjilan
  28. 28. 31. Saya mengalami masalah karena kurang ramah dan kurang peka ketika berhubungan dengan orang lain. 32. Saya tertarik untuk mengetahui alasan yang mendasari pendapat seseorang. 33. Saya senantiasa kagum dengan cara Tuhan menyelamatkan seseorang dan saya tergerak untuk menceritakannya pada orang lain. Gaya Penginjilan
  29. 29. 34. Orang-orang umumnya mengenal saya sebagai pribadi yang mudah bergaul, memiliki kepekaan dan kepedulian. 35. Peristiwa yang memuaskan hati saya adalah ketika mengajak seseorang ke suatu acara gereja yang tepat. 36. Saya cenderung lebih praktis dan berorientasi pada tindakan daripada pada filsafat dan ide-ide. Gaya Penginjilan
  30. 30. 6 Gaya Penginjilan
  31. 31. Teladan Alkitab Petrus (Kis 2) Gaya Tantangan
  32. 32. Teladan Alkitab Ayat Emas Petrus (Kis 2) Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegurlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran. (2Tim 4:2) Gaya Tantangan
  33. 33. Ciri-ciri • Terus terang • Langsung • Berani • Percaya diri • Memiliki pandangan dan keyakinan kuat Gaya Tantangan
  34. 34. Hati-hati • Mintalah hikmat Tuhan agar peka situasi dan bijaksana. • Mintalah Roh Kudus mengendalikan keinginan untuk menantang dengan kuat dalam semua situasi. • Hindarilah menuduh atau membuat rasa bersalah pada orang yang memiliki gaya penginjilan berbeda. Gaya Tantangan
  35. 35. Saran • Mintalah umpan balik dari teman- teman apakah Anda memberitakan “kebenaran” dengan “kasih” secara seimbangan. • Dengarkanlah lebih dahulu sebelum memberi tahu apa yang mereka perlu dengarkan. • Bekerjasamalah dengan rekan yang memiliki gaya penginjilan yang mungkin lebih sesuai dengan kepribadian orang yang ingin Anda jangkau. Gaya Tantangan
  36. 36. Teladan Alkitab Paulus (Kis 17) Gaya Diskusi
  37. 37. Teladan Alkitab Ayat Emas Paulus (Kis 17) Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus. (2Kor 10:5) Gaya Diskusi
  38. 38. Ciri-ciri • Analitis • Logis • Ingin tahu • Suka berdiskusi, berdebat • Lebih memperhatikan apa yang dipikirkan orang daripada apa yang dirasakan mereka Gaya Diskusi
  39. 39. Hati-hati • Hindarkanlah berkutat pada diskusi hal-hal akademis, argumentasi, dan pembuktian. • Ingatlah bahwa sikap sama pentingnya dengan informasi. • Hindarilah debat kusir. Gaya Diskusi
  40. 40. Saran • Luangkanlah waktu untuk studi dan persiapan. • Uji cobakanlah argumentasi yang sudah disiapkan pada seseorang, bukan dibayangkan saja. • Kembangkanlah sisi relasional Anda. Bangunlah percakapan tentang kehidupan Anda dan orang lain. • Bekerjasamalah dengan rekan yang memiliki gaya penginjilan yang mungkin lebih sesuai dengan kepribadian orang yang ingin Anda jangkau. Gaya Diskusi
  41. 41. Teladan Alkitab Orang buta (Yoh 9) Gaya Kesaksian
  42. 42. Teladan Alkitab Ayat Emas Orang buta (Yoh 9) Apa yang telah kami lihat dan telah kami dengar itu, kami beritakan kepada kamu juga, supaya kamu pun beroleh persekutuan dengan kami. (1Yoh 1:3a) Gaya Kesaksian
  43. 43. Ciri-ciri • Membuka diri apa adanya • Komunikator yang jelas • Pendengar yang baik • Takjub pada cara Tuhan dalam menjangkaunya • Melihat keterkaitan kisah hidup Anda dengan kisah hidup orang lain Gaya Kesaksian
  44. 44. Hati-hati • Hubungkanlah pengalaman Anda dengan kehidupan pendengar Anda. Anda perlu lebih dahulu mendengar mereka. • Janganlah berhenti dengan hanya menceritakan kisah Anda. Tantanglah mereka untuk mempertimbangkan penerapannya dalam hidup mereka. • Hindarilah meremehkan nilai cerita Anda karena tampaknya biasa-biasa saja. Cerita yang kelihatan biasa seringkali adalah yang paling berhubungan dengan kehidupan banyak orang. Gaya Kesaksian
  45. 45. Saran • Berlatih agar dapat menceritakan kisah Anda tanpa ragu. • Tempatkanlah Kristus dan berita Injil pada pusat dari kisah Anda. • Buatlah kisah Anda tetap segar dengan membagikan hal-hal terkini tentang perjalanan rohani Anda dengan Tuhan. • Bekerjasamalah dengan rekan yang memiliki gaya penginjilan yang mungkin lebih sesuai dengan kepribadian orang yang ingin Anda jangkau. Gaya Kesaksian
  46. 46. Teladan Alkitab Matius (Luk 5:29) Gaya Hubungan
  47. 47. Teladan Alkitab Ayat Emas Matius (Luk 5:29) Bagi semua orang aku telah menjadi segala-galanya, supaya aku sedapat mungkin menyelamatkan beberapa orang dari antara mereka. (1Kor 9:22) Gaya Hubungan
  48. 48. Ciri-ciri • Berkepribadian hangat • Suka ngobrol • Bersahabat • Peka terhadap kebutuhan orang • Berfokus pada orang dan hubungan Gaya Hubungan
  49. 49. Hati-hati • Hindarkanlah menghargai persahabatan lebih dari menyatakan kebenaran yang memerdekakan. • Janganlah terlalu berkutat dengan proses membangun hubungan sehingga tidak kesampaian memperkenalkan Kristus. • Janganlah terlalu kewalahan dengan besarnya kebutuhan teman Anda. Lakukanlah apa yang Anda bisa, serahkanlah semua pada Tuhan. Gaya Hubungan
  50. 50. Saran • Bersabarlah. Gaya ini yang paling berjalan setahap demi setahap. Cari dan doakan kesempatan untuk membawa percakapan ke arah hal rohani. • Ciptakan dan rencanakan kesempatan untuk berinteraksi dengan orang-orang baru (acara pertemuan, olah raga, internet, dll.). Dalam situasi ini gaya Anda paling berkembang. • Berlatihlah membagikan berita Injil sehingga Anda siap ketika kesempatan datang. • Bekerjasamalah dengan rekan yang memiliki gaya penginjilan yang mungkin lebih sesuai dengan kepribadian orang yang ingin Anda jangkau. Gaya Hubungan
  51. 51. Teladan Alkitab Perempuan Samaria (Yoh 4) Gaya Undangan
  52. 52. Teladan Alkitab Ayat Emas Perempuan Samaria (Yoh 4) Lalu tuan itu berkata, “Pergilah ke jalan-jalan raya dan lorong-lorong di luar kota, dan desaklah orang-orang datang, supaya rumah saya penuh.” (Luk 14:23 BIS) Gaya Undangan
  53. 53. Ciri-ciri • Ramah • Persuasif • Senang berjumpa dengan orang baru • Berkomitmen (meyakini hal-hal yang di dalamnya ia terlibat) • Memandang acara-acara penjangkauan sebagai kesempatan yang unik Gaya Undangan
  54. 54. Hati-hati • Janganlah selalu menggantungkan diri pada orang lain untuk menjelaskan Injil. Anda perlu selalu siap sedia (1Pet 3:15). • Pertimbangkanlah dengan doa dan kehati-hatian mengenai acara yang akan Anda undang orang untuk hadir. • Janganlah tawar hati ketika orang menolak undangan Anda. Mungkin lain waktu mereka bersedia. Gaya Undangan
  55. 55. Saran • Ketika mengundang, usahakanlah memberikan susunan acara tertulis pada orang tsb (cetak maupun tulis tangan). Jika tepat, tawarkan untuk menjemput dan melakukan sesuatu bersama sebelum dan sesudah acara. • Pada saat acara, tempatkanlah diri Anda pada situasi orang yang Anda ajak. Jika Anda menjadi mereka, apakah acara tsb berkenaan dengan hal yang menjadi perhatian dan pemikiran Anda? • Berikanlah gagasan, saran, dan umpan balik yang membangun kepada penyelenggara agar acara tsb dapat lebih menarik dan sesuai dengan orang yang Anda undang. • Bekerjasamalah dengan rekan yang memiliki gaya penginjilan yang mungkin lebih sesuai dengan kepribadian orang yang ingin Anda jangkau. Gaya Undangan
  56. 56. Teladan Alkitab Dorkas (Kis 9) Gaya Pelayanan
  57. 57. Teladan Alkitab Ayat Emas Dorkas (Kis 9) Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga. (Mat 5:16) Gaya Pelayanan
  58. 58. Ciri-ciri • Mendahulukan orang lain • Menunjukkan kasih melalui tindakan nyata • Melihat kebutuhan, senang memenuhinya • Rendah hati • Memaknai tugas yang remeh-temeh Gaya Pelayanan
  59. 59. Hati-hati • Sebagaimana “perkataan tidak dapat menggantikan perbuatan” demikian juga “perbuatan tidak dapat menggantikan perkataan” (Rm 10:14). • Janganlah memandang remeh nilai pelayanan Anda. Gaya inilah yang dapat menjangkau orang yang paling negatif dan keras hati terhadap Tuhan. Tindakan kasih sulit ditolak dan tidak dapat didebat. • Bijaksanalah menentukan berapa banyak Anda dapat melayani secara realistis tanpa mengabaikan diri/keluarga Anda. Gaya Pelayanan
  60. 60. Saran • Carilah cara yang kreatif untuk menyatakan motivasi rohani di balik pelayanan jasmani yang Anda lakukan. Bisa melalui perkataan, kartu, undangan mengikuti persekutuan di mana Anda berada. • Mintalah Tuhan membuka kesempatan untuk melayani orang lain setiap hari. Bersiaplah mengikuti pimpinannya. • Janganlah memaksakan pelayanan Anda kepada orang lain. Berdoalah minta hikmat untuk mengetahui di mana perlu menginvestasikan usaha Anda secara strategis bagi Kerajaan Allah. • Bekerjasamalah dengan rekan yang memiliki gaya penginjilan yang mungkin lebih sesuai dengan kepribadian orang yang ingin Anda jangkau. Gaya Pelayanan
  61. 61. 6 Gaya Penginjilan
  62. 62. • Gaya penginjilan Anda, dan mengapa Anda merasa bahwa itulah gaya Anda. • Satu gagasan untuk mengembangkan gaya penginjilan Anda. Beberapa saran dapat dilihat pada buku peserta 6 Gaya Penginjilan Bagikan dalam kelompok kecil (bertiga):

×