Successfully reported this slideshow.
Your SlideShare is downloading. ×

Mg Biasa XVIII-B

Ad
Ad
Ad
Ad
Ad
Ad
Ad
Ad
Ad
Ad
Ad
Loading in …3
×

Check these out next

1 of 7 Ad
Advertisement

More Related Content

Advertisement

More from karangpanas (20)

Mg Biasa XVIII-B

  1. 1. “Meraih hidup abadi dengan berbagi” Homili Mg Biasa XXVIII– B, Karangpanas 13-14 Oktober 2012
  2. 2. • Pernah menangkap monyet? • Caranya? • Jebakan Monyet Jebakan
  3. 3.  Monyet mungkin dalam kekalutan berdoa: “Selamatkan aku Tuhan, tapi tolong jangan suruh lepas buah ini”  Pemuda dalam Injil berdoa pula “Beri aku hidup kekal, ya Tuhan, hanya saja jangan minta saya menyerahkan kekayaan saya”  Keduanya dalam bahaya maut
  4. 4. Ajaran Yesus • Walau terdengar keras, Yesus mengajar karena Kasih dan demi keselamatan manusia • “Pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin. Maka engkau akan beroleh harta di surga. Kemudian datanglah ke mari, dan ikutlah Aku.”
  5. 5. Hidup Kekal • Hidup Kekal dimulai dari sikap lepas bebas, terhadap hal duniawi. Dan berjalan mengikuti Kristus. • Hidup kekal adalah hidup dalam keabadian bersama Kristus. Apa yang dihidupi hari ini menjadi langkah awal untuk mengarah pada hidup abadi.
  6. 6. Lepas Bebas • Hal duniawi bisa mjd hambatan masuk dalam Kerajaan Surga. • Menjual / melepaskan hal duniawi tidak sama dengan tidak boleh memiliki. • Kita pasti memerlukan itu semua untuk hidup baik dan pantas di dunia ini. • Tapi waspadalah: jangan sampai itu semua mengikat, membelenggu, sehingga justru kita yang mjd miliknya. • Semuanya mjd sarana untuk bertemu dengan yang Ilahi, dalam diri mereka yang KLMTD
  7. 7. BUTIR SABDA • Kita dipanggil untuk tujuan hidup yang lebih jauh: hidup abadi, bersatu dengan Yesus. • Hidup bersatu dengan Yesus dimulai dengan sikap lepas bebas. • Kemakmuran bukan satu-satunya tanda diberkati Tuhan. Tanda sejati mereka yang diberkati Tuhan adalah mereka yang mau menjadi berkat bagi sesama. Hidup yang sejati adalah hidup yang siap dibagi • Mari kita hidup secara ugahari: seperlunya.

×