“Hari ini kami telah menyaksikan      hal-hal yang sangat mengherankan”                 (Luk. 5:26)            V. Indra Sa...
MENYAKSIKAN MUKJIZAT TUHANGagasan Pendukung & Pertemuan LingkunganLEMBAGA BIBLIKA INDONESIA© 2012
MUKJIZATTahun 1975-1976 boleh dikatakan merupakan tahun-tahun awal bagiapa yang sekarang disebut dengan Bulan Kitab Suci N...
tahun ini kita membahas mukjizat setelah tahun sebelumnya, kitamerenungkan kata-kata atau Firman Yesus, khususnya yang ber...
menjadi sembuh, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dankepada orang miskin diberitakan kabar baik” (Luk. 7:22 bd...
di antara para ibu yang mengikuti Yesus, ada seorang yang olehLukas disebut demikian, “Maria yang disebut Magdalena, yang ...
mendapatkan teks yang berbunyi, “Itu bukan perkataan orang yangkerasukan setan; dapatkah setan memelekkan mata orang-orang...
jaan Allah dan 2. bagaimana Yesus mau melaksanakan tugasperutusan-Nya ini?Kerajaan Allah?Di dalam karya publik-Nya berulan...
“Lihatlah, Allahmu akan datang dengan pembalasan dan dengan ganjaran     Allah. Ia sendiri datang menyelamatkan kamu! Pada...
Di sinagoga Kapernaum Yesus membaca kitab nabi Yesaya danmembaca persis bagian ini. Pada ay. 21 Yesus menegaskan bahwa“Pad...
sakit tampaknya merupakan sesuatu yang lazim terjadi – paling tidakmenurut pandangan orang pada zaman tersebut. Bahwa Yesu...
omong kosong belaka. Berulang kali orang-orang meminta tandakepada Yesus,, “Tanda apakah yang Engkau perbuat, supaya kamid...
but “mukjizat” (Mrk. 6:2.5; Luk. 10:13; 19:37; Mat. 13:54). Dalamteks aslinya tidak pernah ditemukan kata “mukjizat” (Lati...
Catatan yang terdapat dalam Alkitab menunjukkan bahwa paramurid Yesus yang pertama meyakini bahwa mereka mendapatkankuasa ...
Pengusiran setan menjadi bagian integral dari seluruh karya pelayan-an Yesus yang mau membebaskan bangsa Israel dari segal...
seorang yang tuli dan gagap (Mrk. 7:31-37); hamba Imam Besar      yang telinganya disembuhkan (Luk. 22:49-51).Kalau kita m...
kisah tentang orang sudah mati yang dihidupkan kembali. Demikianjuga beberapa kisah dalam tradisi Kristiani dan tradisi ra...
Dalam kisah ini, mereka yang tadinya sudah mati mendapatkankembali kehidupannya dengan segala sesuatunya. Tentang anakYair...
dalam Injil hampir selalu dikisahkan dengan lengkap, kita sama sekalitidak mempunyai narasi tentang kebangkitan Yesus.d. M...
3. Mukjizat Penyelamatan (Resque Miracle). Kisah ini menceritakanpenyelamatan entah dari angin badai yang mengamuk atau da...
gaman apa pun yang bisa mempersatukan. Kisah-kisah ini menceri-takan peristiwa-peristiwa yang satu sama lain berbeda sama ...
rupa– yang diinspirasikan oleh perumpamaan tersebut. Kita jugatahu bagaimana perumpamaan ini mengilhami banyak orang untuk...
tetap bisa pulih seperti sediakala, barangkali juga akan menyatakan,“Ini sungguh sebuah mukjizat!” Tetapi, apa itu sebuah ...
bahwa sebuah penyembuhan dikategorikan ‘secara medis tidak bisaditerangkan’ diberikan oleh panitia yang terdiri dari para ...
nyai dasar historis? Yang jelas, di dalam Injil kita menemukan tidakhanya satu tetapi cukup banyak kisah mukjizat. Dari ma...
sendiri yang biasa disebut M dan L. Dengan kata lain, Injil Matius itumerupakan gabungan dari Mrk, Q dan M; sementara Inji...
orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta sembuh,orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan” (Mat. 11:4-5)...
halnya. Kalau tidak, untuk apa menciptakan sebuah kisah yang hanyamemalukan Tuhan, yang menempatkan Dia dalam posisi sulit...
Suharyo dalam bukunya Pengantar Injil Sinoptik (hlm. 136-137) menu-lis demikian. Bagi Yesus dan orang-orang sezaman-Nya, m...
same time to believe in the New Testament world of ...miracles.”Benarkah pernyataan seperti itu? Apa kenyataannya? Paling ...
PENDALAMAN KITAB SUCI    (LECTIO DIVINA)Dalam Bulan Kitab Suci, sebagaimana biasa, dibuat empat pertemu-an mingguan. Empat...
sebetulnya bentuk pertemuan sebenarnya bisa dibuat lebih fleksibel.Pertemuan yang dikemas dalam rangka Ibadat Sabda, rasan...
Allah bersabda ketika kita membaca Alkitab (Lectio) dan kitamendengarkan lalu merenungkan untuk memahaminya (Meditatio).Se...
3. Apa peran pesan itu bagi saya: mengingatkan, menegur,      menguatkan, menghibur?Kemudian para peserta diminta untuk me...
5. ACTIOActio merupakan tindakan nyata untuk melaksanakan Sabda Allahyang telah didengarkan. Dengan demikian, kehendak All...
PERTEMUAN I                   MENYEMBUHKAN                   ORANG LUMPUH                             (Matius 9:1-8)Doa Pe...
mau membantunya. Rupanya orang lumpuh itu maupun para saha-batnya yakin bahwa Yesus bisa menyembuhkan dia dan merekamenden...
[3-7] Bagi beberapa ahli Taurat yang menyaksikan peristiwa itu,tindakan Yesus itu dapat disebut sebagai hujat-an. Hanya Al...
Rasa ‘takut’ di sini sebaiknya dipahami dalam arti positif: perasaantakut yang juga didasari atau diwarnai rasa kasih terh...
PERTEMUAN II            MENGUSIR ROH JAHAT                DI GERASA                        (Markus 5:1-20)Doa PembukaPeman...
dirantai, ia memutuskan rantai pengikat itu. Tidak ada yang sanggupmengendalikannya dan ia dibiarkan tinggal di pekuburan....
laut merupakan tempat hunian roh-roh jahat (bdk. Ayb. 7:12; 51:9-10; Dan. 7; Mat. 8:32). Kelompok roh jahat yang menyebut ...
Meditatio (Merenungkan)a. Pemandu mengajak peserta untuk masuk dalam suasana hening dengan mata   terpejam. Kemudian peman...
PERTEMUAN III               MEMBANGKITKAN              ANAK MUDA DI NAIN                         (Lukas 7:11-17)Doa Pembuk...
itu, jenazah seorang yang meninggal harus dikuburkan di luartembok kota, hanya beberapa jam setelah meninggal.Bisa dibayan...
Kalimat penghiburan ini bukanlah kata-kata kosong karena yangmengucapkannya adalah Tuhan yang berkuasa atas kehidupan dank...
Meditatio (Merenungkan)a. Pemandu mengajak peserta untuk masuk dalam suasana hening dengan mata   terpejam. Kemudian peman...
PERTEMUAN IV                   MENGUBAH AIR                  MENJADI ANGGUR                       (Yohanes 2:1-11)Doa Pemb...
kurang baik pun tidak ada lagi. Terjadi kepanikan besar di tengahpesta itu karena tidak ada lagi anggur yang dapat disajik...
dipakai untuk membasuh kaki para tamu dengan air. “Isilah tempa-yan-tempayan itu penuh dengan air.” Setiap tempayan itu da...
b. Pemandu mengajak peserta untuk merenungkan apa yang dapat dipelajari/   diteladan dari Tuhan Yesus (sikap/kepribadian d...
DAFTAR BACAAN PILIHANBOCKMUEHL, MARKUS (ed.), The Cambridge Companion to Jesus     (Cambridge University Press, New York 2...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

BKSN 2012: Gagasan Pendukung

4,167 views

Published on

Gagasan_Pendukung_Pertemuan_Lingkungan

  • Be the first to comment

BKSN 2012: Gagasan Pendukung

  1. 1. “Hari ini kami telah menyaksikan hal-hal yang sangat mengherankan” (Luk. 5:26) V. Indra Sanjaya, PrGagasan Pendukung & Pertemuan Lingkungan Bulan Kitab Suci Nasional 2012
  2. 2. MENYAKSIKAN MUKJIZAT TUHANGagasan Pendukung & Pertemuan LingkunganLEMBAGA BIBLIKA INDONESIA© 2012
  3. 3. MUKJIZATTahun 1975-1976 boleh dikatakan merupakan tahun-tahun awal bagiapa yang sekarang disebut dengan Bulan Kitab Suci Nasional.Selama kira-kira 35 tahun sejak saat itu, aneka macam tema sudahditawarkan dan dibahas bersama umat dalam rangka menggairahkanminat umat beriman kepada Kitab Suci. Pada bulan Kitab SuciTahun lalu, tahun 2011, umat beriman diajak mendengarkan danmerenungkan perumpamaan-perumpamaan Sang Guru, yaitu Yesus.Pada kesempatan yang sama untuk tahun ini, tahun 2012, umatberiman diajak mendengarkan dan merenungkan mukjizat-mukjizatyang dikerjakan-Nya.Dalam karya Yesus, keduanya (perumpamaan dan mukjizat) me-mang tidak bisa dipisahkan. Keduanya berkaitan amat erat dan salingmenentukan. Keduanya menjadi unsur pokok dari karya publikYesus. Silakan membaca injil dan kita akan menyadari bahwa yangdibuat Yesus dalam pelayanan publik-Nya, praktis hanya ada dua,yaitu apa yang Ia katakan dan apa yang Ia lakukan, atau denganpasangan kata yang lain, sabda dan karya. Dari sekian banyak peng-ajaran yang diberikan Yesus, beberapa di antaranya adalah perumpa-maan; sementara dari sekian banyak yang dibuat Yesus, beberapa diantaranya adalah tindakan yang kerap kali disebut mukjizat. Karenaitu, saya rasa memang merupakan suatu langkah yang pas kalau pada B u l a n K i t a b S u c i N a s i o n a l 2 0 1 2 |3
  4. 4. tahun ini kita membahas mukjizat setelah tahun sebelumnya, kitamerenungkan kata-kata atau Firman Yesus, khususnya yang berben-tuk perumpamaan. Untuk membantu jemaat beriman memasukiBulan Kitab Suci tahun ini, disusunlah Gagasan Pendukung ini.Lalu bagaimana Gagasan Pendukung ini mau dikemas? Mukjizat-mukji-zat Yesus bisa dipandang dari berbagai sudut pandang. Karena itu,kita mencoba membahas beberapa aspek penting dari mukjizat ituagar mempunyai gambaran yang kurang lebih lengkap tentangmukjizat-mukjizat Yesus. Selain beberapa ulasan tentang mukjizatsecara umum, akan disampaikan juga pembahasan empat kisahmukjizat yang akan kita jadikan bahan dalam pertemuan dalamrangka Bulan Kitab Suci Nasional. Yesus dan Mukjizat-mukjizat-NyaMukjizat! Tidak bisa dipungkiri bahwa kata itu bak magnet yangmengundang banyak orang untuk memperbincangkan dan memper-soalkannya. Tidak harus dipungkiri bahwa mukjizat bisa kita tero-pong dari berbagai macam sudut, baik dalam konteks religiusmaupun di luar konteks religius. Akan tetapi, karena pada hari-hariini kita mau membahas mukjizat dalam rangka Bulan Kitab Suci,maka rasa saya tepat kalau kita mengawali pembicaraan tentang muk-jizat ini dari Kitab Suci. Bahwa nanti kita juga akan menyinggungkisah mukjizat dari perspektif lain, itu lain perkara.Lukas memberi kesaksian bahwa pada suatu hari ketika YohanesPembaptis mendengar kabar dari murid-muridnya tentang apa yangdiperbuat oleh Yesus, ia mengutus dua di antara muridnya untukmenghadap Yesus dengan membawa pertanyaan ini, “Engkaukahyang akan datang itu atau haruskah kami menantikan seorang lain?”Dan kepada mereka, Yesus memberikan jawaban demikian, “Pergi-lah, dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu lihat dan kamudengar: Orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta4|Menyaksikan M u k j i za t T u h a n
  5. 5. menjadi sembuh, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dankepada orang miskin diberitakan kabar baik” (Luk. 7:22 bdk. Mat.11:4-5). “...apa yang kamu lihat dan kamu dengar...” Kata-kataTuhan ini biasanya menunjuk pada dua unsur pelayanan Yesus, yaitu‘yang dilihat’ atau karya atau tindakan Yesus dan ‘yang didengar’ ataupewartaan atau sabda Yesus.Pada kesempatan lain, tatkala menceritakan pengalaman dua muridyang sedang berjalan dari Yerusalem ke Emaus, Lukas mengisahkanpembicaraan antara dua murid itu dengan Yesus yang bangkit, tetapitidak mereka kenal. Tentang Yesus dari Nazaret, dua orang itumengatakan, “Dia adalah seorang nabi, yang berkuasa dalam peker-jaan dan perkataan di hadapan Allah dan seluruh bangsa kami” (Luk.24:9). Sekali lagi dipakai di sini rumusan ‘pekerjaan dan perkataan’.Kalau kita membolak-balik injil – khususnya injil pertama, kedua danketiga – kita akan bertemu dengan sekian banyak kisah-kisah mukji-zat. Terus terang tidak mudah menentukan secara persis berapamukjizat yang sebenarnya dikerjakan oleh Yesus. Bisa terjadi satuperistiwa diceritakan beberapa kali dengan detil yang sedikit agakberbeda. Meskipun demikian, secara umum, bisa dikatakan bahwakisah mukjizat Yesus terdapat dalam daftar di bawah ini. 11 mukjizat Matius Markus Lukas 4 mukjizat Matius Lukas 1 mukjizat Markus Lukas 2 mukjizat Matius Lukas 3 mukjizat Matius 2 mukjizat Markus 7 mukjizat LukasPersoalannya semakin merepotkan karena kadangkala kita juga ber-hadapan dengan teks yang hanya menyebutkan bahwa telah terjadimukjizat tanpa mengisahkan apa dan bagaimana terjadinya. Misalnya, B u l a n K i t a b S u c i N a s i o n a l 2 0 1 2 |5
  6. 6. di antara para ibu yang mengikuti Yesus, ada seorang yang olehLukas disebut demikian, “Maria yang disebut Magdalena, yang telahdibebaskan dari tujuh roh jahat” (Luk. 8:2 bdk. Mrk. 16:9). Tampak-nya atas diri Maria Magdalena pernah terjadi mukjizat pengusiransetan. Tetapi, di dalam injil tidak ada kisah mendetil tentang hal ini.Belum lagi kalau kita berhadapan dengan informasi seperti ini: “Yesus pun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Surga serta menyembuhkan orang- orang di antara bangsa itu dari segala penyakit dan kelemahan mereka. Lalu tersebarlah berita tentang Dia di seluruh Siria dan dibawalah kepada-Nya semua orang yang buruk keadaannya, yang menderita berbagai penyakit dan sengsara, yang kerasukan setan, yang sakit ayan dan yang lumpuh, lalu Yesus menyembuhkan mereka” (Mat. 4,22-23).Dari teks seperti ini, yang lazim disebut sebagai Summarium, kitahanya tahu bahwa mukjizat terjadi. Tetapi, sekali lagi, kita sama seka-li tidak tahu berapa kali mukjizat Yesus terjadi, mukjizat apa yangterjadi, atau bagaimana mukjizat itu terjadi.Di dalam tradisi injil Yohanes, kita hanya mendapatkan tujuh mukji-zat dalam bagian pertama injil, yang biasa disebut Kitab Tanda-tanda(Yoh. 1-12) dan satu lagi pada bagian appendiks (Yoh. 21). Dalaminjil Yohanes, dipergunakan istilah ‘tanda’ (semeion) untuk menyebutmukjizat (lihat misalnya, Yoh. 2:11; 4:54). Mukjizat-mukjizat itu bisadiperinci sebagai berikut: tiga mukjizat penyembuhan (Yoh. 4:43-54;5:1-47; 9:1-41), satu mukjizat menghidupkan orang mati (Yoh. 11:1-44), dan empat mukjizat alam (Yoh. 2:1-12; 6:1-13; 6:16-21; 21:6-11).Dari antara empat mukjizat alam ini ada dua yang mempunyai pa-danan dalam injil sinoptik, yaitu pemberian makan kepada lima ribuorang (Yoh. 6:1-13 bdk. Mrk. 6:30-44) dan Yesus berjalan di atas air(Yoh. 6:16-21 bdk. Mrk. 6:45-52).Yang juga menarik dalam Injil Yohanes adalah bahwa injil ini tidakmempunyai kisah mukjizat pengusiran setan. Di dalam injil Yohanesmemang tidak sekali pun disebutkan mengenai roh bisu atau rohjahat. Apakah hal ini mencerminkan suatu pemahaman yang lebihmaju tentang setan dan pengusiran setan? Dalam Yoh. 10:21 kita6|Menyaksikan M u k j i za t T u h a n
  7. 7. mendapatkan teks yang berbunyi, “Itu bukan perkataan orang yangkerasukan setan; dapatkah setan memelekkan mata orang-orangbuta?” Menurut keterangan ini, setan atau roh jahat tampaknya tidakmempunyai kekuatan sebagaimana dikisahkan dalam injil sinoptik,seperti misalnya, mengguncangkan orang yang dirasukinya (Mrk.1:26) atau berteriak-teriak (Mrk. 3:11) atau menyeret orang yangdimasukinya (Luk. 8:29).Memperhatikan begitu banyaknya mukjizat yang diperbuat olehYesus, tampaknya kita perlu menyimpulkan bahwa karya mukjizatbukanlah pekerjaan sampingan saja. Mukjizat Yesus merupakanbagian integral dari seluruh karya pelayanan publik-Nya. Jikademikian, kita bisa bertanya: apa sebenarnya tugas utama yang mestidilaksanakan oleh Yesus? Yesus dan Kerajaan AllahDalam Injil Markus kata-kata pertama yang keluar dari mulut Yesusterdapat dalam Mrk. 1:15, “Saatnya telah genap; Kerajaan Allahsudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!” Biasanya,kata-kata yang pertama kali diucapkan seorang tokoh menunjukkanarah penting untuk memahami sang tokoh. Kalau demikian, menu-rut Markus, kehadiran Yesus ada kaitannya dengan Kerajaan Allah.Suatu kali di tempat lain, ketika Yesus menyingkir ke tempat yangsunyi, orang banyak datang mencari Dia dan berusaha menahan Diaagar tidak meninggalkan mereka. Menanggapi permintaan merekaitu, Yesus menjawab, “Di kota-kota lain juga Aku harus memberita-kan Injil Kerajaan Allah, sebab untuk itulah Aku diutus” (Luk. 4:42-43). Memperhatikan rumusan ini, kelihatan bahwa Yesus datanguntuk mewartakan Kerajaan Allah (atau Kerajaan Surga kalau kitamengikuti tradisi Matius bdk. Mat. 4:17). Ada dua pertanyaan yangmesti kita renungkan bersama: 1. apa yang dimaksud dengan Kera- B u l a n K i t a b S u c i N a s i o n a l 2 0 1 2 |7
  8. 8. jaan Allah dan 2. bagaimana Yesus mau melaksanakan tugasperutusan-Nya ini?Kerajaan Allah?Di dalam karya publik-Nya berulangkali Ia bicara tentang KerajaanAllah, yang merupakan inti pewartaan-Nya. Tidak jarang kita mene-mukan rumusan, misalnya, “Kerajaan Surga itu seumpama...” Tetapi,satu kali pun Yesus tidak pernah menjelaskan apa itu Kerajaan Surgaatau Kerajaan Allah.Istilah persis, “Kerajaan Allah” memang tidak terdapat dalam Per-janjian Lama. Akan tetapi, di banyak tempat kita menemukan rumus-an yang lebih antropomorfisme, yaitu “Allah meraja” dengan anekamacam variasinya. Tampaknya dalam periode tertentu dalam sejarahbangsa Israel, terjadi perubahan dalam cara menyebut Allah yangberkarya. Penyebutan langsung nama Allah dihindarkan. Karena itu,“Allah meraja” (Kel. 15:18; Yes. 24:23; 52:7; Yeh. 20:33) digantimenjadi Kerajaan Allah, yang artinya sebenarnya sama saja. Bagi paranabi, Kerajaan Allah ini mendapat arti eskatologis: Kerajaan Allahadalah tindakan Allah penuh yang definitif dan terakhir (lihatmisalnya, Mi. 2:12 dst; 4:1-7; Yes. 24:21-23; 33:22; Zef. 3:14-20).Seorang raja yang ideal diharapkan bisa memenuhi dua kewajibanutama. Pertama, mampu menjamin kemerdekaan rakyatnya darihadapan ancaman dari bangsa-bangsa sekitar. Karena itu, diharapkanbahwa ia mempunyai kekuatan militer yang cukup untuk menja-lankan fungsinya. Kedua, mampu menjamin terwujudnya keadilan diantara rakyatnya, terutama kepada mereka yang kecil, lemah, miskindan tersingkir. Kedua hal tersebut juga diharapkan dari Allah sebagairaja. Tidak mengherankan jika pada zaman Yesus terbersit juga sebu-ah harapan yang berkembang di beberapa kelompok Yahudi bahwaKerajaan Allah yang datang berarti pembebasan Israel dari penja-jahan Romawi (lihat Luk. 24:21; bdk. Kis 1:6). Yesaya memaklumkanbahwa Allah yang datang dan meraja adalah Allah yang berpihakpada orang miskin.8|Menyaksikan M u k j i za t T u h a n
  9. 9. “Lihatlah, Allahmu akan datang dengan pembalasan dan dengan ganjaran Allah. Ia sendiri datang menyelamatkan kamu! Pada waktu itu mata orang- orang buta akan dicelikkan, dan telinga orang-orang tuli akan dibuka. Pada waktu itu orang lumpuh akan melompat seperti rusa, dan mulut orang bisu akan bersorak-sorai; sebab mata air memancar di padang gurun, dan sungai di padang belantara” (Yes. 35:4-6)Nubuat Yesaya ini persis diulang kembali oleh Yesus saat Ia menja-wab pertanyaan murid-murid Yohanes Pembaptis yang menanyakanidentitasnya (Luk. 7:22 bdk. Mat. 11:4-5).Di tempat lain, Yesaya menubuatkan bahwa Roh Tuhan akan turunpada seseorang (nabi). Dialah yang akan diurapi Tuhan untukmewartakan kabar baik kepada orang miskin. “Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang- orang sengsara (= miskin), dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara” (Yes 61:1)Di dalam Alkitab, frase ‘kepada orang miskin diberitakan kabar baik’dalam bahasa Yunani (ptōchois euanggelizomai) hanya muncul empatkali, sekali dalam PL yaitu Yes 61:1 (LXX) dan tiga kali dalam PB,yaitu Mat. 11:5; Luk. 7:22 dan 4:18. Perlu dicatat di sini bahwa teksPL versi Indonesia yang kita miliki yang berbunyi “menyampaikankabar baik kepada orang-orang sengsara” sebenarnya lebih tepat diterje-mahkan dengan “kepada orang-orang miskin.” Dengan demikian, faktaini meneguhkan apa yang sudah dikatakan di atas bahwa Luk. 7:22(dan Mat. 11:5) merupakan kutipan dari dua nubuat nabi Yesaya.Teks ketiga yang memuat Yes. 61:1 adalah Luk. 4:18-19 yang ber-bunyi. Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis: “Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang- orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.” B u l a n K i t a b S u c i N a s i o n a l 2 0 1 2 |9
  10. 10. Di sinagoga Kapernaum Yesus membaca kitab nabi Yesaya danmembaca persis bagian ini. Pada ay. 21 Yesus menegaskan bahwa“Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.”Dengan demikian, Yesus menyatakan bahwa Dia adalah Sang Utus-an yang dinubuatkan oleh Yesaya, yang akan diurapi oleh RohTuhan. Itu berarti bahwa Dia juga yang akan memainkan perannyasebagai yang mewartakan kabar baik kepada orang miskin, danmacam-macam hal seperti tertulis dalam Luk. 4:18 itu.Pengamatan teks yang kita lakukan di atas membawa kita pada satukesimpulan. Yesus adalah tokoh yang datang untuk menjalankanperannya atas nama Allah untuk membebaskan yang kecil, miskin,lemah dan tersingkir. Dialah yang mewartakan Kabar Gembirakepada orang kecil, miskin, lemah dan tersingkir. Dialah yang datanguntuk mewartakan Kerajaan Allah atau Allah yang meraja.Bagaimana Yesus mewartakan Kerajaan Allah?Pertanyaan yang muncul berikutnya adalah: bagaimana Yesusmewartakan kedatangan Kerajaan Allah itu? Untuk pertanyaan ini,saya kira jawabannya jelas: karya publik Yesus harus diletakkandalam kerangka pewartaan Kerajaan Allah. Secara konkret ini berartibahwa Yesus mewartakan Kerajaan Allah melalui perkataan dantindakan-Nya. “Ya...pasti begitulah! Mau bagaimana lagi?” demikianorang bisa berkomentar. “Tetapi, apakah bisa dijelaskan secara lebihpersis hubungan antara perkataan dan tindakan Yesus?” Sepertisudah dikatakan, di beberapa teks, kedua hal ini, perkataan dantindakan selalu muncul bersama-sama dan dengan demikian menun-jukkan hubungan yang amat erat antara keduanya. Bagaimana?Pada suatu hari, ketika Yesus baru selesai menyembuhkan seorangbuta dan bisu yang baru saja dikuasai setan, orang Farisi berko-mentar, “Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, pemimpinsetan” (Luk. 11:15 bdk. 11:28; Mat. 12:24; Mrk. 3:22). Ada dua halyang mungkin menarik untuk diperhatikan dari teks seperti ini.Pertama, tindakan mengusir setan dan/atau menyembuhkan orang10 | M e n y a k s i k a n M u k j i z a t T u h a n
  11. 11. sakit tampaknya merupakan sesuatu yang lazim terjadi – paling tidakmenurut pandangan orang pada zaman tersebut. Bahwa Yesus bisamenyembuhkan orang sakit atau kerasukan setan sama sekali tidakdipersoalkan oleh orang Farisi. Tampaknya kekuatan ini merupakansesuatu yang bisa juga diberikan kepada orang lain. Dalam Mat. 10:1(bdk. Mrk. 3:15; Luk. 9:1) dikatakan bahwa para murid diberi kuasa(eksousia) “untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk menyembuhkanorang-orang dari segala penyakit dan kelemahan.” Kedua, yang diper-soalkan dari diri Yesus bukan kemampuannya untuk mengusir setan,tetapi asal muasal kekuatan tersebut. Beberapa kali Yesus ditanyamengenai hal ini. Dalam Mrk. 11:28 (bdk. Mat. 21:23), tampaknyasetelah Yesus mengutuk pohon ara, Yesus ditanya oleh para tokohagama, “Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu?Siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu, sehingga Engkaumelakukan hal-hal itu?” Orang-orang sekampung Yesus juga pernahmempersoalkan kehebatan-Nya ini. “Maka takjublah mereka danberkata, “Dari mana diperoleh-Nya hikmat itu dan kuasa untukmengadakan mukjizat-mukjizat itu?” (Mat. 13:54). Kali ini, orangFarisi menuduh Yesus membuat penyembuhan dengan kekuatanBeelzebul yang disebut dengan Pemimpin Setan. Justru karena padazaman itu mukjizat merupakan sesuatu yang tidak jarang terjadi,yang dipersoalkan adalah kekuatan mana yang mendasari tindakanYesus itu.Untuk menanggapi tuduhan orang Farisi itu, Yesus kemudianberkata, “Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa (harafiah:dengan jari) Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datangkepadamu” (Luk. 11:20 bdk. Mat. 12:28). Dengan kata-kata ini duahal ditegaskan oleh Yesus. Pertama, kuasa yang bekerja dalam diriYesus yang membuat-Nya mampu mengusir setan bukanlah kuasaBeelzebul, melainkan kuasa Allah sendiri. Di sini tampak relasiantara perkataan dan tindakan Yesus. Tanpa keterangan yang disam-paikan-Nya, tindakan Yesus yang mengherankan itu menimbulkanpertanyaan dan tuduhan banyak orang. Yang sebaliknya juga rasanyabenar, tanpa tindakan-Nya kata-kata Yesus bisa saja hanya dianggap B u l a n K i t a b S u c i N a s i o n a l 2 0 1 2 | 11
  12. 12. omong kosong belaka. Berulang kali orang-orang meminta tandakepada Yesus,, “Tanda apakah yang Engkau perbuat, supaya kamidapat melihatnya dan percaya kepada-Mu? Apakah yang Engkaukerjakan?” (Yoh. 6:30). Dengan kata lain, keduanya saling meleng-kapi: tindakan meneguhkan perkataan Yesus, kata-kata Yesus mene-rangkan tindakan-Nya.Hal kedua yang juga ditegaskan oleh kata-kata Yesus dalam Luk.11:20 adalah bahwa tindakan pengusiran setan ini merupakan tandahadirnya Kerajaan Allah. Dengan kehadiran Kerajaan Allah, kejahat-an dikalahkan. Dosa, penderitaan fisik maupun mental, malapetakaalam dan kematian adalah bentuk-bentuk kuasa kejahatan dalamhidup manusia. Sekarang, Yesus tampil membawa kuasa kerajaandan menyatakan bahwa lawan kuasa kejahatan sekarang bekerja diantara manusia untuk mengalahkan kejahatan. Yesus tidak hanyadatang untuk mewartakan Kerajaan Allah, tetapi juga menghadirkanKerajaan Allah melalui tindakan-Nya.Bagian ini bisa ditutup dengan sebuah rangkuman pendek. Tindak-an-tindakan Yesus yang seringkali mengherankan, yang dalam hal inikita sebut mukjizat, ternyata memainkan peranan integral dalamseluruh karya pelayanan Yesus. Mukjizat itu meneguhkan firmanYesus yang disampaikan kepada banyak orang. Mukjizat itu jugasekaligus menjadi tanda datangnya Kerajaan Allah yang mengalahkankuasa kejahatan yang menyengsarakan manusia. Mukjizat dan RagamnyaDi dalam injil diceritakan sekian banyak mukjizat mengagumkanyang dibuat Yesus. Flavius Josephus, sejarawan Yahudi abadpertama, juga memberi kesaksian tentang Yesus yang digambarkan-nya sebagai “pembuat karya-karya yang mengagumkan” (= paradoxonergon poietes) (Ant 18.3.3  63-64). Di dalam Alkitab bahasa Indo-nesia, beberapa peristiwa luar biasa yang diperbuat oleh Yesus dise-12 | M e n y a k s i k a n M u k j i z a t T u h a n
  13. 13. but “mukjizat” (Mrk. 6:2.5; Luk. 10:13; 19:37; Mat. 13:54). Dalamteks aslinya tidak pernah ditemukan kata “mukjizat” (Latin:miraculum).Injil-injil sinoptik menggunakan kata dynameis yang sebenarnya ber-arti “karya kuasa.” Injil Yohanes menggunakan kata erga “karya,pekerjaan” (Yoh. 5:36; 10:25.32) atau semeia yang berarti “tanda”(Yoh. 2:11; 4:54; 9:16). Dua istilah yang dipakai Yohanes menga-lihkan perhatian kita dari memandang karya-karya istimewa yangmengatasi hukum alam menjadi karya-karya yang mempunyai maknadan arti religius. Mukjizat yang dibuat Yesus tidak berhenti di situ,tetapi membawa kepada sesuatu yang ada di baliknya. Sementaraistilah pertama, dynameis, lebih menunjuk kepada pribadi Yesus dankerajaan yang Ia wartakan. Dengan demikian semua mempunyai cirikristologis.Dari injil kita juga tahu bahwa ada beberapa macam mukjizat yangdikerjakan Yesus. Karena kisahnya terlalu bervariasi, tidak mudahuntuk menentukan jenis mukjizat macam apa yang secara konkretdiperbuat oleh Yesus.1 Secara umum mukjizat Yesus dapat dimasuk-kan dalam 4 (empat) golongan: a) Penyembuhan, b) Pengusiransetan, c) Menghidupkan orang mati, dan d) Mukjizat alam.a. Pengusiran SetanGagasan bahwa roh jahat bisa mengganggu manusia baik dari luarmaupun dari dalam (kerasukan setan) sebenarnya merupakan gagasa-n yang berkembang luas di mana-mana. Bahkan sampai saat ini, digenerasi iPad ini kita masih mendengar kisah-kisah seperti itu. Kisahorang kerasukan setan serta eksorsisme terus saja menjadi kisah yangmenyita perhatian khalayak.1Kendati para ahli tidak selalu sepakat, rasanya kita bisa mengikuti pengelompokkanmukjizat Yesus yang diusulkan oleh Joseph A. Fitzmyer, SJ (A Christological Catechism,34). B u l a n K i t a b S u c i N a s i o n a l 2 0 1 2 | 13
  14. 14. Catatan yang terdapat dalam Alkitab menunjukkan bahwa paramurid Yesus yang pertama meyakini bahwa mereka mendapatkankuasa mengusir setan/roh jahat dari Yesus sendiri sebagai bagiandari pengutusan mereka (Mrk. 6:7; Mat. 10:1.8; Luk. 9:1). Tidakhanya itu, satu kali Injil Markus bahkan mencatat bahwa seorangyang bukan pengikut Yesus juga mengusir setan atas nama-Nya (Mrk.9:38-40). Kisah Para Rasul menceritakan bahwa Paulus mampumengusir roh jahat yang merasuki seseorang (Kis. 16:16-18; bdk.juga 19:12). Sementara itu beberapa dukun Yahudi berusaha meniruPaulus mengusir roh jahat dalam nama Yesus, tetapi ternyata tidakberhasil (19:13-17).Seperti disinggung di atas, kecuali injil Yohanes, Injil Sinoptik bebe-rapa kali menceritakan bagaimana Yesus mengusir setan/roh jahat.Misalnya:  pengusiran roh jahat di rumah ibadat Kapernaum (Mrk. 1:21- 28; Luk. 4:33-37)  pengusiran roh jahat dari orang Gerasa (Mrk. 5:1-20 par)  pengusiran roh dari seorang anak yang bisu (Mrk. 9:14-29 par)  penyembuhan orang bisu yang kerasukan setan (Mat. 9:32-34)  orang buta dan bisu yang kerasukan setan (Mat. 12:22-23; Luk. 11:14)  pembebasan Maria Magdalena dari tujuh roh jahat ( Luk. 8:2)  perempuan Siro-Fenisia yang anaknya kerasukan setan (Mrk. 7:24-30; Mat. 15:21-28)Dalam mengusir roh jahat atau setan, Yesus tidak menggunakanteknik-teknik tertentu yang mungkin lazim dipergunakan waktu itu.Dia tidak berdoa, tidak melakukan gerak-gerik tertentu, tidak meng-ucapkan mantera tertentu, dan tidak menggunakan benda-benda ter-tentu. Yesus juga tidak mengusir setan atas nama seseorang sepertiyang dilakukan orang (lihat misalnya Kis. 16:18; 19:13). Yang dibuatYesus hanyalah membentak, menegor dengan keras, dan mengusirsetan atau roh jahat yang merasuki seseorang.14 | M e n y a k s i k a n M u k j i z a t T u h a n
  15. 15. Pengusiran setan menjadi bagian integral dari seluruh karya pelayan-an Yesus yang mau membebaskan bangsa Israel dari segala penyakitdan kekuatan jahat yang mengakibatkan penderitaan dalam dirimereka. “Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah,maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu” (Mat.19:28).b. PenyembuhanMukjizat penyembuhan termasuk karya Yesus yang mempunyairagam bervariasi. Akan tetapi, dengan hanya membaca kisah-kisahtersebut, kita tidak tahu persis penyakit apa saja yang sebenarnyadisembuhkan oleh Yesus. Gambaran yang disampaikan oleh parapenulis injil ditentukan oleh situasi orang zaman itu yang belummempunyai pengetahuan yang memadai untuk menentukan suatupenyakit. Di dalam Injil tidak ada medical record dari orang-orang yangmenderita sakit dan disembuhkan Yesus. Meskipun demikian, kitabisa menggolongkan mukjizat penyembuhan itu sebagai berikut: 1) Terdapat empat atau lima kisah mukjizat penyembuhan orang yang lumpuh (Mrk. 2:1-12; Yoh. 5:1-9; Mat. 8:5-13), orang yang tangannya mati sebelah (Mrk. 3:1-6); perempuan yang bungkuk punggungnya (Luk. 13:10-17). Di sini mungkin masih ditam- bahkan apa yang dirumuskan secara umum dalam Mat. 11:5 yang mengatakan, “orang lumpuh berjalan.” Semua kisah itu berasal dari tradisi yang berbeda-beda. 2) Ada tiga kisah berbeda yang bersangkut-paut dengan penyem- buhan orang buta (Mrk. 10:46-52; Mrk. 8:22-26; Yoh. 9:1-47). Mungkin juga bisa ditambahkan rumusan umum, “orang buta melihat” (Mat. 11:5). 3) Dua kasus orang kusta (Mrk. 1:40-45 par; Luk. 17:11-19). 4) Kasus-kasus yang hanya terjadi sekali: penyembuhan ibu mertua Petrus (Mrk. 1:29-31 par); perempuan yang sakit pendarahan (Mrk. 5:24-34 par); seorang yang sakit busung air (Luk. 14:1-6); B u l a n K i t a b S u c i N a s i o n a l 2 0 1 2 | 15
  16. 16. seorang yang tuli dan gagap (Mrk. 7:31-37); hamba Imam Besar yang telinganya disembuhkan (Luk. 22:49-51).Kalau kita memperhatikan banyaknya mukjizat penyembuhan yangdibuat Yesus dan mempertimbangkan bahwa kisah-kisah itu sebe-narnya berasal dari tradisi yang berbeda-beda, tidak bisa dikesam-pingkan kemungkinan bahwa semasa hidup-Nya, Yesus memangpernah melakukan tindakan penyembuhan orang yang menderitasakit.c. Menghidupkan orang matiMenyembuhkan orang sakit saja sudah membuat heboh banyakorang, apalagi menghidupkan kembali orang yang sudah mati. Bolehdikatakan bahwa mukjizat jenis ini yang paling merepotkan manusiamodern. Beberapa ahli pernah berpendapat bahwa mukjizat jenis inisebenarnya merupakan ciptaan Gereja Perdana untuk mengungkap-kan keyakinan Gereja bahwa Kristus yang bangkit telah mengalah-kan kuasa kematian.Tetapi, kita juga bisa mempersoalkan bahwa gagasan seperti itu sebe-narnya bertitik tolak dari sebuah penalaran tertentu. Karena mukjizatitu tidak bisa terjadi, -demikian titik tolak berpikir banyak orang-kisah-kisah injil tentang mukjizat pasti tidak sungguh-sungguhterjadi. Kalau sekarang hal itu dianggap tidak bisa terjadi, dulu punpasti tidak pernah terjadi. Atau kemungkinan orang memberi penje-lasan bahwa orang mati yang dibangkitkan sebenarnya bukanlahorang yang benar-benar sudah mati. Apa yang mereka anggap ‘mati’mungkin saja sebenarnya belum mati. Apalagi pada zaman itu, pema-haman medis tentu masih amat primitif dibandingkan zaman kita ini.Tetapi, apakah hanya demikian? Dalam Perjanjian Lama terdapatbeberapa cerita tentang seorang tokoh yang membangkitkan orangmati. Misalnya, Elia dan Elisa (1Raj. 17:17-24; 2Raj. 4:18-37; bdk.2Raj. 13,-20-21). Dalam Kisah Para Rasul dikisahkan bahwa Petrusmembangkitkan seorang perempuan bernama Tabita atau Dorkas(Kis. 9:36-43). Beberapa tulisan Greko-Romawi memuat juga kisah-16 | M e n y a k s i k a n M u k j i z a t T u h a n
  17. 17. kisah tentang orang sudah mati yang dihidupkan kembali. Demikianjuga beberapa kisah dalam tradisi Kristiani dan tradisi rabinik.Dengan demikian, mesti dikatakan bahwa meskipun jumlahnya sedi-kit, jauh lebih sedikit dibandingkan dengan kisah penyembuhan danpengusiran setan, kisah pembangkitan orang mati ternyata juga adadan beredar. Karena itu, tradisi Kristiani awal yang mendengar ataumengisahkan kisah Yesus membuat mukjizat membangkitkan orangmati sebenarnya tidak mendengar sesuatu yang sama sekali belumpernah didengar sebelumnya.Di dalam Injil, sebenarnya hanya ada tiga kisah yang menceritakanYesus membangkitkan orang mati: 1. membangkitkan anak Yairus (Mrk. 5:21-43 par) yang berasal dari tradisi Markus; 2. membangkitkan anak muda di Nain (Luk. 7:11-17) yang hanya terdapat dalam Injil Lukas dan berasal dari tradisi Lukas; 3. membangkitkan Lazarus (Yoh. 11:1-46) yang berasal dari tradisi Yohanes.Di sini kita bisa menambahkan kata-kata Yesus yang biasanya dikata-kan berasal dari tradisi Q (terdapat hanya dalam Mat. dan Luk), yaitu“... orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta sembuh,orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orangmiskin diberitakan kabar baik” (Mat. 11:5; Luk. 7:22).Data-data di atas menunjukkan bahwa ternyata setiap tradisi yangberada di belakang keempat injil, ternyata menyimpan kisah Yesusyang membangkitkan orang mati. Dari sini kita hanya dapat menga-takan bahwa kisah mukjizat Yesus yang membangkitkan orang matikemungkinan besar mempunyai dasar pada hidup dan pelayananYesus sendiri.Di dalam Injil sebenarnya kita bertemu dengan dua model kisahpembangkitan orang mati atau kisah kebangkitan. Kedua model ituberbeda satu sama lain secara mencolok. Yang pertama adalah kisahkebangkitan orang mati yang terjadi semasa karya publik Yesus. B u l a n K i t a b S u c i N a s i o n a l 2 0 1 2 | 17
  18. 18. Dalam kisah ini, mereka yang tadinya sudah mati mendapatkankembali kehidupannya dengan segala sesuatunya. Tentang anakYairus yang dibangkitkan dikatakan bahwa ia “berdiri dan berjalan”(Mrk. 5:42); sementara Yesus sendiri menyuruh mereka memberianak itu makan (Mrk. 5:43). Anak seorang janda dari Nain, setelahdibangkitkan, “duduk dan mulai berkata-kata, dan Yesus menyerah-kannya kepada ibunya” (Luk. 7:15). Demikian juga Lazarus keluardari kubur, “kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kafan danmukanya tertutup dengan kain peluh” (Yoh. 11:44). Berbeda denganyang terjadi pada Yesus. Ketika Ia bangkit dikatakan bahwa “kainkafan terletak di tanah, sedangkan kain peluh yang tadinya ada dikepala Yesus tidak terletak dekat kain kafan itu, tetapi terlipattersendiri di tempat yang lain” (Yoh. 20:6-7).Jika diperhatikan, ketiga kisah mukjizat membangkitkan orang matimempunyai unsur-unsur yang sama: 1. Yesus bertemu dengan orang yang sedang mengalami kesedihan karena kehilangan (kecuali Luk. 7:11-17) 2. Yesus berkata atau bertindak yang membangkitkan orang yang sudah mati itu 3. Reaksi dari orang yang mengamati.Kalau kita mengamati struktur kisah ini, kita melihat bahwa sebenar-nya kisah ini lebih mirip dengan mukjizat penyembuhan orang sakit.Dengan demikian, bisa dikatakan bahwa mukjizat pembangkitanorang mati lebih berkaitan dengan kehidupan fisik di dunia ini.Orang yang sudah mati, ‘disembuhkan’ dari ‘penyakit’ terakhir, yaitukematian dan kemudian dikembalikan ke kehidupan sebelumnya.Kisah kedua adalah kisah tentang kebangkitan Yesus sendiri. Kisahini sama sekali berbeda dengan kisah-kisah mukjizat yang diceritakandi atas. Yesus dibangkitkan tidak berarti bahwa Ia kembali ke kehi-dupan sebelumnya. Kebangkitan Yesus tidak berarti Ia kembali kekehidupan yang lama, melainkan berpindah melintasi kematian me-nuju kepenuhan kehidupan abadi dalam persekutuan dengan Allahsendiri. Berbeda dengan mukjizat pembangkitan orang mati yang di18 | M e n y a k s i k a n M u k j i z a t T u h a n
  19. 19. dalam Injil hampir selalu dikisahkan dengan lengkap, kita sama sekalitidak mempunyai narasi tentang kebangkitan Yesus.d. Mukjizat AlamKelompok keempat biasanya disebut dengan ‘mukjizat alam’ (NatureMiracle). Sebutan ‘mukjizat alam’ rasanya terlalu umum dan tidak bisamenunjukkan ciri-ciri khusus dari masing-masing mukjizat ini.Kisah-kisah ini tidak mempunyai struktur yang jelas seperti misalnyayang terdapat dalam kisah-kisah penyembuhan (lihat di atas sehu-bungan dengan kisah pembangkitan orang mati). Entah karenaalasan apa, tiba-tiba saja Yesus berjalan di atas air (lihat Mrk. 6:45-52bdk. Yoh. 6:16-21). Demikian juga kisah Yesus yang mengutukpohon ara (Mrk. 11:12-14.20-21). Rasanya tidak ada alasan yangamat mendesak yang memaksa Yesus untuk berbuat demikian. Kitajuga bisa bertanya, sebenarnya tindakan apa yang mengakibatkansebuah mukjizat alam terjadi? Dalam ketiga mukjizat lainnya, hal inicukup kentara, misalnya Yesus menghardik roh jahat, atau memerin-tahkan si lumpuh untuk bangkit, atau yang lain. Tetapi, di dalamkisah mukjizat alam? Apa yang menyebabkan terjadinya mukjizatpergandaan roti? Apakah pada saat Yesus ‘menengadah ke langit danmengucap berkat” (misalnya Mrk. 6:41 passim)?Kita tidak perlu memasuki diskusi semacam ini, kita langsung sajamelihat secara lebih mendetil mukjizat apa yang biasanyadigolongkan dengan ‘mukjizat alam’ ini.1. Mukjizat Pemberian (Gift Miracle). Termasuk dalam kategori iniadalah kisah di mana benda atau hal-hal tertentu tersedia dengancara yang amat mengherankan. Misalnya, kisah pergandaan roti(Mrk. 6:30-44 dsb.) dan kisah perkawinan di Kana ketika Yesusmengubah air menjadi anggur (Yoh. 2:1-11).2. Mukjizat Penampakan Tuhan (Epiphany Miracle). Dalam mukji-zat ini keilahian seorang pribadi tampak dengan jelas. Satu-satunyamukjizat yang masuk dalam kategori ini adalah kisah Yesus yangberjalan di atas air (Mrk. 6:45-52 bdk. Yoh. 6:16-21). B u l a n K i t a b S u c i N a s i o n a l 2 0 1 2 | 19
  20. 20. 3. Mukjizat Penyelamatan (Resque Miracle). Kisah ini menceritakanpenyelamatan entah dari angin badai yang mengamuk atau dari pen-jara. Sepanjang berkaitan dengan kisah Yesus, satu-satunya contohuntuk mukjizat jenis ini adalah kisah Yesus yang menenangkan anginribut (Mrk. 4:35-41; Mat. 8:23-27; Luk. 8:22-25). Kisah lain di luarinjil bisa ditemukan misalnya dalam Kis. 5:17-25 yang menceritakanbagaimana para rasul dibebaskan dari penjara.4. Mukjizat Kutukan (Curse Miracle). Dengan kata-katanya, sangpembuat mukjizat menyebabkan terjadinya sesuatu yang merugikanatau kerusakan. Satu-satunya contoh dari pengalaman Yesus adalahketika Ia mengutuk pohon ara yang tidak berbuah (Mrk. 11:12-14.20-21; Mat. 21:18-22).Kalau kita mengamati kisah-kisah yang tersaji di atas, tampak bahwasetiap kisah hanya muncul sekali di dalam Injil. Hanya dua kisah sajayang diceritakan dua kali dalam tradisi yang berbeda, yaitu kisahYesus yang berjalan di atas air (Yoh. 6:16-21; Mrk. 6:4-52) dan kisahpenggandaan roti (Mrk. 6:30-44 dsb; Yoh. 6:1-15). Berkaitan denganmukjizat Yesus, persis dua mukjizat ini yang menghubungkan tradisisinoptik dengan tradisi Yohanes. ***Demikianlah, mukjizat-mukjizat Yesus sebagaimana diceritakandalam Injil bisa dikategorikan ke dalam empat golongan besar. Duacatatan penting kiranya bisa disampaikan di sini.Pertama, antara tiga kategori pertama dengan kategori terakhir adadua perbedaan besar. Ketiga kategori pertama, yang terdiri darimukjizat pengusiran roh jahat, penyembuhan dan pembangkitanorang mati, sebenarnya mempunyai kesamaan fundamental. Ketigamukjizat itu sebenarnya bisa dikategorikan mukjizat penyembuhanatau penyelamatan. Bagaimanapun, kisah-kisah itu menunjukkanbahwa orang diselamatkan atau disembuhkan entah dari setan atauroh jahat, dari penyakit, atau dari kematian. Sementara mukjizat yangkita masukkan dalam kategori keempat tidak mempunyai kesera-20 | M e n y a k s i k a n M u k j i z a t T u h a n
  21. 21. gaman apa pun yang bisa mempersatukan. Kisah-kisah ini menceri-takan peristiwa-peristiwa yang satu sama lain berbeda sama sekali.Kedua, dalam Injil kita menemukan banyak kisah mukjizat yangtermasuk dalam tiga kategori pertama (pengusiran roh jahat,penyembuhan dan pembangkitan orang mati). Kisah-kisah sepertiitu bisa ditemukan di setiap tradisi yang melatarbelakangi Injil(misalnya, tradisi Markus, tradisi L, tradisi M, tradisi Q, dan tradisiYohanes). Sementara ‘mukjizat alam’ hanya ditemukan masing-masing sekali saja. Hal ini tentu saja menyulitkan bagi mereka yangmau menyelidiki historisitasnya.Sebagaimana sudah tersirat di sana sini, kisah-kisah mukjizat menim-bulkan pertanyaan dalam diri banyak orang, khususnya manusiamodern yang merasa diri sudah mempunyai jawaban atas segalapersoalan hidup. Karena itu, sebelum kita melanjutkan perbincangantentang mukjizat dalam kerangka Bulan Kitab Suci Nasional, sedikitkita singgung soal bagaimana pada zaman ini mukjizat bisa dipahami.Sebagian besar uraian tentang mukjizat di bawah ini diolah terutamadari John P. Meier, Marginal Jew II, 509-1038. Mukjizat?Kita sudah melihat bahwa pada dasarnya karya publik Yesus diwar-nai dengan dua unsur yang saling berkaitan, yaitu perkataan danperbuatan, atau sabda dan karya. Mengomentari pasangan kata ini,sabda dan karya Yesus, banyak orang menyebutnya sebagai pasanganyang tidak serasi. Mengapa demikian? Kedua bentuk karya Yesus inisudah amat dikenal di dunia ini karena alasan yang berlainan. Tahunlalu di beberapa tempat saya pernah mengatakan bahwa beberapaperumpamaan Yesus mempunyai gema yang amat kuat dan ber-pengaruh. Lihat saja, perumpamaan tentang Orang Samaria yangMurah Hati. Bagaimana kekuatannya ketika dipakai untuk mengajar.Tidak hanya itu, kita juga melihat berapa karya seni –khususnya seni B u l a n K i t a b S u c i N a s i o n a l 2 0 1 2 | 21
  22. 22. rupa– yang diinspirasikan oleh perumpamaan tersebut. Kita jugatahu bagaimana perumpamaan ini mengilhami banyak orang untukmendirikan lembaga-lembaga sosial, rumah sakit, atau rumah pon-dokan, bahkan juga dengan nama The Good Samaritan, untuk meno-long orang yang berkekurangan. Demikian juga halnya denganperumpamaan tentang Anak yang Hilang, yang membuat Rembrandtvan Rijn lebih dari sekali menuangkannya ke atas kanvas. Pendekkata, perumpamaan yang berisi pengajaran Yesus dengan mudahditerima oleh banyak orang tanpa kesulitan. Lalu bagaimana denganpasangannya, yaitu tindakan atau karya atau, kalau mau lebih persis,mukjizat Yesus?Bertolak belakang dengan perumpamaan Yesus, tindakan atau karyaYesus, khususnya mukjizat yang dibuat Yesus, menimbulkan per-soalan besar bagi orang modern. Bertubi-tubi aneka pertanyaanditujukan kepada mukjizat-mukjizat Yesus. Apakah mukjizat bisaterjadi? Apakah mukjizat itu memang terjadi? Apa yang sesungguh-nya terjadi dengan peristiwa yang biasa dianggap sebagai kisahmukjizat? Dapatkah atau apakah Allah turut campur dalam sejarahmanusia dengan cara yang begitu istimewa? Apakah orang moderndengan semua informasi dan ilmu pengetahuan yang ia miliki masihdapat percaya kepada mukjizat? Bagaimana kita orang sekarang bisamemahami mukjizat itu? Itulah pertanyaan-pertanyaan yang sering-kali kita dengar.Apakah Mukjizat itu Mungkin?Dalam kehidupan sehari-hari sebenarnya kata ini secara tidak disa-dari sering kita pakai. Seorang mahasiswa yang mengetahui bahwa ialulus ujian meskipun sebelumnya sama sekali tidak belajar, bisa sajamengatakan, “Ini sungguh sebuah mukjizat!” Seorang yang terlibatdalam sebuah kecelakaan yang mengerikan tetapi ternyata ia tidakmengalami cedera, mungkin juga akan berkomentar, “Ini sungguhsebuah mukjizat!” Seorang yang berulang kali terkena stroke tetapi22 | M e n y a k s i k a n M u k j i z a t T u h a n
  23. 23. tetap bisa pulih seperti sediakala, barangkali juga akan menyatakan,“Ini sungguh sebuah mukjizat!” Tetapi, apa itu sebuah mukjizat?Daripada bergulat dengan definisi abstrak, kita bisa mulai dengancontoh kasus. Kita ambil sebagai contoh kasus penyembuhan yangdikatakan terjadi di Lourdes, Perancis. Di tempat Bunda Mariamenampakkan diri kepada seorang gadis kecil Bernadette Soubirouspada tahun 1858, banyak orang mengatakan bahwa dirinya disem-buhkan. Pengakuan orang yang merasa disembuhkan ini kemudianditeliti oleh sebuah panitia di Lourdes yang disebut Lourdes MedicalBureau yang terdiri dari para dokter dari berbagai spesialisasi, baikorang beriman maupun bukan orang beriman. Panitia ini bertugasmeneliti kasus-kasus yang diajukan dan kemudian menentukanapakah kesembuhan yang terjadi memang tidak bisa dijelaskan secaramedis.Jika memang panitia menentukan demikian, kasus ini diserahkankepada sebuah komisi yang disebut International Lourdes MedicalCommittee yang berkedudukan di Paris, yang terdiri dari para ahlimedis yang berpengalaman dari berbagai keyakinan. Mereka harusmembuat penelitian lebih lanjut tentang kasus yang diajukan. Setelahpenelitian yang kira-kira berlangsung 5-10 tahun, barulah komisi inibisa menyatakan bahwa penyembuhan ini secara medis tidak bisaditerangkan. Setelah itu, barulah kasus tersebut dibawa kepada otori-tas gerejawi di mana orang yang disembuhkan tinggal. Selanjutnya,Uskup membentuk sebuah komisi diosesan yang terdiri dari padaimam, para kanonis dan para teolog untuk menyelidiki peristiwa ini.Dialah yang akhirnya, setelah berkonsultasi dengan Tahta Suci,menyatakan bahwa penyembuhan itu memang sebuah mukjizat,“sebuah tanda dari Allah sendiri.” Sejak tahun 1858 sampai sekarangini, ada sekitar 7000 kasus yang masuk kategori ‘secara medis tidakdapat diterangkan’ tetapi hanya sekitar 67 kasus yang oleh GerejaKatolik diakui sebagai mukjizat.Dari contoh di atas tampak bahwa ada dua istilah yang digunakan,yaitu ‘secara medis tidak bisa diterangkan’ dan ‘mukjizat.’ Penilaian B u l a n K i t a b S u c i N a s i o n a l 2 0 1 2 | 23
  24. 24. bahwa sebuah penyembuhan dikategorikan ‘secara medis tidak bisaditerangkan’ diberikan oleh panitia yang terdiri dari para ahli yangberasal dari berbagai latar belakang. Ilmu pengetahuan dan keahlianpara ilmuwan yang meneliti kasus-kasus itu hanya bisa sampai padakesimpulan seperti itu, ‘secara medis tidak bisa diterangkan.’ Iniadalah batas mereka sebagai ilmuwan. Seorang dokter katolik bisasaja mengatakan, “Penyembuhan ini adalah sebuah mukjizat. Allahsungguh bekerja dalam peristiwa ini!” Tetapi, pernyataan ini tidakdikatakannya sebagai dokter, tetapi sebagai seorang beriman yangmempunyai pandangan tentang dunia yang khas. Di hadapanperistiwa yang sama, seorang dokter atheis bisa saja mengatakan,“Entah bagaimana penyembuhan ini nantinya mau dijelaskan, Allahtidak bekerja dalam kasus ini. Tidak ada mukjizat karena Allah yangmenyebabkannya tidak ada.” Pernyataan ini tidak dikatakan sebagaiseorang dokter, tetapi sebagai seorang yang mempunyai keyakinantertentu. Dengan kata lain, penilaian bahwa suatu mukjizat terjadiatau tidak bukanlah sebuah penilaian yang didasarkan pada ilmupengetahuan yang dimiliki seseorang. Mukjizat adalah sebuah istilahteologis.Mukjizat: Sekarang dan DuluKasus-kasus penyembuhan di Lourdes sebenarnya menyadarkan kitabahwa penyembuhan yang ‘secara medis tidak bisa diterangkan’ternyata bisa saja terjadi di mana pun dan kapan pun. Dari sini kitabisa membuat analogi, kalau sebuah situasi tertentu bisa menghasil-kan fenomena tertentu sekarang ini, tidak bisa ditolak secara a prioribahwa fenomena tersebut tidak bisa terjadi di masa lalu jika situasiyang sama terjadi. Atau secara sederhana bisa dikatakan bahwapenyembuhan di Lourdes yang terjadi pada zaman kita menunjukanbahwa hal yang sama bisa saja terjadi di masa lalu.Kalau sesuatu yang ‘secara medis tidak bisa diterangkan’ memangbisa saja terjadi, kita bisa bertanya apakah kisah-kisah mukjizat yangdikerjakan Yesus sebagaimana tercantum dalam Injil bisa mempu-24 | M e n y a k s i k a n M u k j i z a t T u h a n
  25. 25. nyai dasar historis? Yang jelas, di dalam Injil kita menemukan tidakhanya satu tetapi cukup banyak kisah mukjizat. Dari manakah asalkisah-kisah tersebut? Memang harus diakui bahwa ada prosespanjang sebelum sebuah kisah (mukjizat) sampai kepada bentukseperti yang sekarang ini kita temukan dalam Injil. Dalam proses ini,seorang redaktur bisa saja menambah, mengurangi, atau mengubahsebuah kisah sesuai dengan minat teologisnya. Meskipun demikian,kita bisa bertanya: apakah ada alasan untuk berpikir bahwa sekurang-kurangnya inti dari cerita-cerita mukjizat itu berasal dari zaman dankehidupan Yesus sendiri? Dengan kata lain, apakah Yesus semasahidupnya melakukan tindakan tertentu yang oleh diri-Nya atau orangsezaman-Nya dianggap sebuah mukjizat? Atau kisah-kisah seperti itulebih baik dipahami saja sebagai ciptaan Gereja Purba untuk menun-jukkan kehebatan Yesus yang mereka akui Tuhan demi kepentinganaktivitas misionaris mereka?Mungkin kita tidak bisa sampai pada kepastian seratus persen, tetapiada beberapa kriteria yang bisa dan biasa digunakan untuk mendugahistorisitas sebuah kisah atau sebuah pernyataan dari Yesus. Seku-rang-kurangnya ada 4 kriteria yang bisa diajukan di sini:1. Berapa banyak kisah-kisah itu muncul? Kita berusaha menelitikisah-kisah mukjizat yang ada dari sudut asal-usul atau sumber sertabentuk kisah tersebut. Jika kita menemukan bahwa sebuah kisahmukjizat berasal dari sumber-sumber yang berbeda dan dalam bentukyang berbeda-beda pula, bisa disimpulkan bahwa historisitas kisahitu cukup kuat. Di dalam Injil kita menemukan bahwa kisah-kisahmukjizat itu berasal dari berbagai tradisi yang berbeda.Nah...di sini mungkin perlu ada keterangan sedikit. Sebagaimana kitaketahui kita mempunyai empat injil: yang tiga biasanya disebut InjilSinoptik karena isinya sekaligus mirip dan berbeda; sementara yangsatu lagi adalah Injil Yohanes. Orang mengatakan bahwa Injil Matiusdan Injil Lukas itu merupakan hasil olahan dari Injil Markus dan satusumber lain lagi yang disebut Q (= Quelle) yang artinya sumber. Mat.dan Luk. juga menggunakan sumber-sumber yang khas mereka B u l a n K i t a b S u c i N a s i o n a l 2 0 1 2 | 25
  26. 26. sendiri yang biasa disebut M dan L. Dengan kata lain, Injil Matius itumerupakan gabungan dari Mrk, Q dan M; sementara Injil Lukasmerupakan ramuan dari Mrk, Q dan L. Begitu kira-kira prosesterjadinya injil-injil Sinoptik.Dengan demikian, tradisi-tradisi yang berada di balik keempat injiladalah tradisi Mrk, tradisi Q, tradisi M, tradisi L, serta tradisi Yoha-nes. Dalam hal ini, kisah-kisah mukjizat Yesus ternyata bisa ditemu-kan di semua tradisi itu.Tidak hanya itu, rujukan kepada mukjizat yang dibuat Yesus tidakhanya berupa kisah, tetapi juga berupa pernyataan seperti misalnyaketika Yesus menjawab utusan Yohanes yang datang kepada-Nya.“Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengardan kamu lihat: orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orangkusta sembuh, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan”(Mat. 11:4-5). Di sini tidak ada kisah, yang ada hanya pernyataan(bdk. juga misalnya Mat. 12:27).Pendek kata, dengan kriteria pertama ini bisa dikatakan bahwa adabanyak kesaksian yang mendukung bahwa selama hidup-Nya Yesusmemang pernah melakukan sesuatu yang oleh diri-Nya sendiri danjuga orang lain dianggap sebagai mukjizat.2. Apakah kisah-kisah itu koheren? Kita mempunyai banyakkisah tentang mukjizat Yesus, tetapi kita bisa bertanya apakah kisah-kisah itu memang mendukung satu sama lain? Kita bisa mulaidengan kisah pengusiran setan. Berhadapan dengan mukjizat ini,orang bisa bertanya: apa artinya ini dalam keseluruhan karya pela-yanan Yesus? Jawabannya bisa ditemukan misalnya dalam Luk.11:20, “Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, makasesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.” Demikianjuga mukjizat penyembuhan yang dilaksanakan oleh Yesus menda-patkan penjelasannya, misalnya, dalam jawaban Yesus yang disam-paikan kepada Yohanes yang sudah dikutip di atas. “Pergilah dankatakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat:26 | M e n y a k s i k a n M u k j i z a t T u h a n
  27. 27. orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta sembuh,orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan” (Mat. 11:4-5).Dengan itu mau dikatakan bahwa penyembuhan yang terjadi meru-pakan tanda pemenuhan dari nubuat Yesaya tentang kedatangankeselamatan definitif bagi Israel. Ada koherensi atau kesesuaian anta-ra pernyataan dan tindakan yang dibuat Yesus sebagaimana dikisah-kan oleh tradisi-tradisi injil yang ada.3. Apakah kisah-kisah itu sama dengan kisah mukjizat lain-nya? Dipertanyakan di sini apakah kisah-kisah mukjizat dalam Injilsama atau mirip dengan kisah-kisah mukjizat lain, kisah mukjizatyang berasal dari tradisi lain, entah itu dari dunia Greko-Romawiatau tradisi Yahudi, yang beredar pada waktu itu? Jawabannya: tidak.Kisah mukjizat Yesus tergolong kisah yang jauh lebih tua daripadakisah-kisah senada yang lain, sehingga tidak mungkin bahwa kisahmukjizat Yesus itu merupakan imitasi atau plagiat dari kisah-kisahlainnya. Lagi pula, kisah mukjizat Yesus berbeda dengan kisah-kisahlain yang ada. Misalnya, kisah yang terdapat dalam tradisi rabinikbiasanya mempunyai pola tertentu. Seorang kudus mohon kepadaAllah berkat tertentu, misalnya mohon kesembuhan atau mohonhujan. Lalu diceritakan bahwa doanya didengarkan oleh Allah. Kisahseperti ini tentu berbeda dengan kisah-kisah mukjizat yang terdapatdalam Injil. Apa yang dibuat oleh Yesus adalah sesuatu yang unik,yang tidak ada bandingannya dengan tokoh lain.4. Apakah ada yang memalukan dalam kisah mukjizat Yesus?Judulnya agak aneh, tapi maksudnya begini. Kita ambil saja kisahYesus yang mengusir setan sebagaimana yang terdapat dalam Mat.12:22-30. Setelah Yesus menyembuhkan orang yang kerasukan setan,banyak orang takjub dan berkomentar, “Ia ini agaknya Anak Daud.”Tetapi, orang Farisi yang mendengarnya berkata, “Demi Beelzebul,penghulu setan, Ia mengusir setan” (ay. 24). Kisah penyembuhanyang dibuat Yesus ternyata membuat Dia dituduh bersekutu dengansetan. Ini tentu sebuah tuduhan yang memalukan. Karena itu, bisadisimpulkan bahwa kisah itu memang historis; memang demikian B u l a n K i t a b S u c i N a s i o n a l 2 0 1 2 | 27
  28. 28. halnya. Kalau tidak, untuk apa menciptakan sebuah kisah yang hanyamemalukan Tuhan, yang menempatkan Dia dalam posisi sulit?Demikianlah, empat kriteria sudah dicoba disampaikan untuk meni-lai kisah-kisah mukjizat yang banyak terdapat dalam Injil. Berdasar-kan kriteria tersebut, kita bisa mengatakan dengan cukup amanbahwa peristiwa yang digambarkan dalam kisah-kisah mukjizat terse-but tampaknya memang mempunyai asal usul pada masa hidup dankarya Yesus sendiri. Dengan kata lain, selama hidupnya Yesus tam-paknya memang pernah membuat sesuatu yang dianggap sebuahmukjizat oleh diri-Nya sendiri dan orang-orang yang di sekitarnya.Bahkan, harus dikatakan bahwa dibandingkan dengan bahan-bahanyang lain yang terdapat dalam Injil, seperti misalnya, sabda-sabdaYesus tertentu, historisitas kisah-kisah mukjizat ini justru mendapat-kan dukungan paling kuat.Mukjizat: Loncatan Iman?Jangan lupa, bagian ini adalah permenungan kedua dari yang sudahdisampaikan di atas: mukjizat itu berkaitan dengan iman. Di atassudah ditegaskan bahwa sebagai dokter, para dokter yang menelitikasus penyembuhan di Lourdes, hanya bisa mengatakan bahwapenyembuhan ini secara medis tidak bisa diterangkan. Itu saja. Itubatas kompetensinya sebagai ilmuwan. Pada saat yang sama, seorangdokter katolik bisa mengatakan, “Ini mukjizat! Allah campur tangandi sini.” Pernyataan ini bukan kesimpulan yang datang dari peneli-tiannya sebagai seorang dokter, melainkan dari seorang beriman.Dengan kata lain, mukjizat tampaknya memang berkaitan denganiman.Lalu, bagi seorang beriman, apa artinya? Untuk kita yang hidup diabad internet ini mukjizat selalu menjadi fenomen yang menimbul-kan pertanyaan yang bersifat historis, seperti misalnya, “Apa yangsebenarnya terjadi? Apakah itu semua sungguh terjadi?” Kita bisabertanya, apakah orang-orang yang sezaman dengan Yesus jugamemahaminya demikian? Rasanya tidak. Pada bagian ini Mgr. I.28 | M e n y a k s i k a n M u k j i z a t T u h a n
  29. 29. Suharyo dalam bukunya Pengantar Injil Sinoptik (hlm. 136-137) menu-lis demikian. Bagi Yesus dan orang-orang sezaman-Nya, mukjizatadalah tanda: mukjizat itu berbicara mengenai sesuatu dan mengenaiseseorang. Maka, sangat pentinglah mengubah pertanyaan mengenaimukjizat. Mungkin baik kalau diberikan contoh untuk membanding-kan. Seorang guru ilmu hayat memberikan bunga kepada seorangmurid. Pertanyaan yang muncul tentulah, “Apa ini?” Seorang pemu-da memberikan bunga kepada seorang pemudi. Kalau demikian per-tanyaannya menjadi lain, “Apa maksudnya?” Dalam kasus pertama,yang diperhatikan ialah bunga sebagai suatu benda, kasus kedualebih berhubungan dengan bunga sebagai pembawa pesan, sedangkebendaannya menjadi sangat sekunder.Kalau mukjizat itu adalah tanda, pertanyaannya: apakah yang mauditandakan? Pernyataan ini hanya bisa dijawab secara umum. Untukmenjawab pertanyaan itu, sekali lagi kita kembali kepada rumusanyang pernah dipakai oleh Yesus untuk menjelaskan mukjizat pengu-siran setan yang baru saja dilakukannya, “Tetapi jika Aku mengusirsetan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudahdatang kepadamu” (Luk. 11:20). Apa artinya kalau dikatakan ‘Kera-jaan Allah sudah datang’? Secara sederhana bisa dikatakan bahwaAllah yang meraja berarti kekalahan secara definitif kejahatan yangsenantiasa mengganggu ketenangan hidup manusia.Kalau mukjizat adalah sebuah tanda, peristiwanya sendiri bukanmerupakan sesuatu yang paling penting. Kalau peristiwa yang padazaman penulis injil dianggap mukjizat ternyata terbukti bukanmukjizat, hal ini pun tidak perlu terlalu mencemaskan kita. Yangpenting adalah bahwa bagi orang beriman, pesan yang mau disam-paikan lewat peristiwa-peristiwa mukjizat, tetap berlaku.Sebuah catatan kecil mungkin baik disampaikan di sini. Seringkalidikatakan bahwa orang modern tidak bisa percaya kepada mukjizat.Rudolf Bultmann pada zamannya pernah secara tajam mengatakan,“It is impossible to use electric light and the wireless and to availourselves of modern medical and surgical discoveries, and at the B u l a n K i t a b S u c i N a s i o n a l 2 0 1 2 | 29
  30. 30. same time to believe in the New Testament world of ...miracles.”Benarkah pernyataan seperti itu? Apa kenyataannya? Paling tidakbisa secara singkat disampaikan hasil satu survey yang berkaitan eratdengan mukjizat. Menurut hasil jajak pendapat yang di Amerika yangdibuat oleh George Gallup atau yang lain, pada tahun 1989 82%orang Amerika percaya akan adanya mukjizat. Bagi mereka, bahkansampai sekarang, masih diyakini bahwa mukjizat itu terjadi olehkuasa Allah sendiri yang mengatasi kemampuan manusiawi. Menurutcatatan, majalah Newsweek edisi 1 Mei 2000 menyampaikan hasilsebuah jajak pendapat yang menyatakan bahwa 84% orang Amerikadewasa percaya bahwa Allah mengadakan mukjizat, 48% dari antara-nya mengaku pernah menyaksikan mukjizat itu.Kalau demikian, rasanya memang masih benar apa yang dilantunkanbanyak orang... Tak terbatas kuasa-Mu Tuhan, semua dapat Kau lakukan apa yang kelihatan mustahil bagiku itu sangat mungkin bagimu ....mukjizat itu nyata30 | M e n y a k s i k a n M u k j i z a t T u h a n
  31. 31. PENDALAMAN KITAB SUCI (LECTIO DIVINA)Dalam Bulan Kitab Suci, sebagaimana biasa, dibuat empat pertemu-an mingguan. Empat bahan yang ditawarkan ini selain diambil dariempat Injil yang kita miliki, juga diambil berdasarkan jenis kisahmukjizat yang sudah kita bicarakan di atas. Minggu I Matius Penyembuhan Mat. 9:1-8 Minggu II Markus pengusiran roh jahat Mrk. 5:1-20 Minggu III Lukas menghidupkan orang mati Luk. 7:11-17 Minggu IV Yohanes mukjizat alam Yoh. 2:1-11Karena pada dasarnya, kisah mukjizat berbentuk naratif, saya akanmembacanya sebagai kisah juga. Sebuah narasi bergerak dari sebuahproblem menuju pemecahannya (problem-solusi). Kisah akan kita bacadengan teliti, dan kita cari apa masalahnya dan kemudian kita lihatbagaimana dalam narasi tersebut, masalah tersebut akhirnya dipecah-kan. Dalam hal ini, pembacaan yang teliti (close reading) menjadi syaratutama.Karena maksud utama diadakannya Bulan Kitab Suci bisa dipandangsebagai pendukung ajakan Konsili Vatikan II untuk mengakrabkanAlkitab dengan umat dan mengakrabkan umat dengan Alkitab, B u l a n K i t a b S u c i N a s i o n a l 2 0 1 2 | 31
  32. 32. sebetulnya bentuk pertemuan sebenarnya bisa dibuat lebih fleksibel.Pertemuan yang dikemas dalam rangka Ibadat Sabda, rasanyabukanlah satu-satunya bentuk yang niscaya harus dipakai dalamsetiap pertemuan Bulan Kitab Suci di setiap tempat dan di setiapwaktu.Selama Bulan Kitab Suci 2012 ini kita akan mendalami Kitab Sucidengan mempergunakan metode Lectio Divina. Untuk memahamiapa itu Lectio Divina, baiklah kita lebih dulu mengingat kembali apaitu doa. Ketika orang berdoa, ia berkomunikasi dengan Allah. Ko-munikasi yang dimaksudkan bukanlah komunikasi satu arah, dalamarti hanya satu pihak yang berbicara, melainkan komunikasi dua arah(dialog). Doa merupakan dialog antara Allah dengan kita. KetikaAllah bersabda, kita mendengarkan lalu kita menyampaikan tanggap-an terhadap Sabda Allah itu. Sabda yang telah didengarkan itulahyang dibawa dalam kehidupan untuk dilaksanakan.Doa sebagai dialog ini dapat dilaksanakan dalam Lectio Divina, yaitupembacaan Kitab Suci yang direnungkan dengan tujuan:  Berdoa dari Kitab Suci  Hidup dari Sabda Allah32 | M e n y a k s i k a n M u k j i z a t T u h a n
  33. 33. Allah bersabda ketika kita membaca Alkitab (Lectio) dan kitamendengarkan lalu merenungkan untuk memahaminya (Meditatio).Selanjutnya kita menyampaikan tanggapan dalam doa (Oratio).Sabda Allah yang kita dengarkan itu selalu kita ingat setiap saat dalamkehidupan kita (Contemplatio) dan kita jalankan dalam kehidupannyata (Actio).1. LECTIOPada tahap Lectio kita membaca teks untuk memahami apa yangdikatakan oleh teks. Dalam Kelompok Kitab Suci hal tahap ini dapatdilakukan demikian: pemandu membacakan dan memberi penjelasanatau berdiskusi untuk memahami isi teks2. MEDITATIOPada tahap Meditatio, kita berusaha menemukan arti teks dan mene-rapkannya pada diri sendiri. Dalam Kelompok Kitab Suci para pe-serta diajak masuk dalam suasana hening dengan mata terpejamuntuk: 1. Membayangkan peristiwa yang diceritakan atau mengingat kembali isi teks 2. Mencari: “Pesan apa yang saya pelajari dari Sabda yang baru direnungkan?” B u l a n K i t a b S u c i N a s i o n a l 2 0 1 2 | 33
  34. 34. 3. Apa peran pesan itu bagi saya: mengingatkan, menegur, menguatkan, menghibur?Kemudian para peserta diminta untuk membuka mata lalu menulis-kan pesan yang baru direnungkan dan membagikan kepada pesertalain pesan yang direnungkannya, dengan membacakan apa yangsudah dituliskannya.Contoh (Orang Samaria yang baik hati):  Dari perumpamaan ini saya melihat orang Samaria sebagai teladan dalam menolong: ia mau menolong mulai dari melihat, tergerak hati, dan melakukan pertolongan.  Melalui perumpamaan ini Tuhan Yesus mengingatkan saya karena selama ini hanya melihat dan tergerak oleh belas kasih- an, tetapi jarang mau memberikan pertolongan.3. ORATIOPada tahap ini kita menyampaikan doa yang digerakkan dan diilhamioleh Sabda. Doa ini merupakan tanggapan kita atas Sabda yang barukita dengarkan, bisa berupa pujian, syukur, permohonan, dsb.Dalam Kelompok Kitab Suci, peserta diajak untuk mempersiapkandoa secara tertulis.Contoh (bacaan tentang Orang Samaria yang baik hati):  Allah Bapa Mahakasih, anugerahkan belas kasih dalam diri kami agar mampu memberikan pertolongan yang nyata kepa- da sesama yang mengalami kesulitan.Kemudian satu demi satu peserta diminta untuk membacakan doayang telah dituliskan. Rangkaian doa ditutup dengan “Bapa Kami”4. CONTEMPLATIOContemplatio merupakan sikap hidup di hadirat Allah. Kita menja-lani kehidupan sambil memandang Allah dan selalu menyadaribahwa Allah selalu bersama saya. Sabda yang sudah direnungkan dandidoakan itu selalu kita ingat dalam kehidupan kita.34 | M e n y a k s i k a n M u k j i z a t T u h a n
  35. 35. 5. ACTIOActio merupakan tindakan nyata untuk melaksanakan Sabda Allahyang telah didengarkan. Dengan demikian, kehendak Allah yang di-nyatakan dalam Kitab Suci terlaksana dalam kehidupan kita.Catatan:Karena yang penting adalah bersama-sama membaca dan merenung-kan teks-teks suci, jumlah peserta yang ideal adalah yang memung-kinkan semua peserta ikut terlibat (membaca, merenung, bertanya,atau berpendapat), yakni antara 5-10 orang. B u l a n K i t a b S u c i N a s i o n a l 2 0 1 2 | 35
  36. 36. PERTEMUAN I MENYEMBUHKAN ORANG LUMPUH (Matius 9:1-8)Doa PembukaPemandu mengajak seluruh peserta berdoa memohon bimbingan Roh Kudus agar dapatmemahami firman Allah yang hendak dibaca dan direnungkan.Lectio (Membaca)Pemandu membacakan dan menjelaskan isi perikop. Bahan yang tersedia di bawah ini dapatmembantu pemandu untuk memberikan penjelasan.Kisah penyembuhan ini mempunyai dua teks paralel yaitu Mrk. 2:1-12 dan Luk. 5:17-26. Ketiganya sangat mirip, sekalipun memiliki ber-bagai perbedaan. Matius tidak menyebut orang-orang yang membu-ka atap untuk menurunkan si sakit (bdk. Mrk. 2:3-4; Luk. 5:18-19).Menurut Markus dan Lukas penyembuhan itu terjadi dalam sebuahrumah dan orang banyak memenuhi rumah itu; Matius tidak menye-butkan di mana tepatnya peristiwa itu terjadi, hanya mengatakanbahwa penyembuhan itu terjadi setelah Yesus sampai “ke kota-Nyasendiri” (ay. 1), yaitu Kapernaum (Mat. 4:13). Kalau memang Yesustidak berada di dalam rumah yang penuh sesak, tidak ada alasan silumpuh harus diturunkan lewat atap rumah.[1-2] Yesus meninggalkan Gadara, tempat Ia mengusir dua orangyang kerasukan setan, lalu menyeberang danau dengan perahu dansampai ke kota-Nya sendiri. Beberapa orang datang membawaseorang lumpuh di atas tempat tidurnya ke hadapan Yesus (ay. 2).Mungkin mereka adalah para sahabat si lumpuh yang dengan tulus36 | M e n y a k s i k a n M u k j i z a t T u h a n
  37. 37. mau membantunya. Rupanya orang lumpuh itu maupun para saha-batnya yakin bahwa Yesus bisa menyembuhkan dia dan merekamendengar bahwa Yesus sedang berada di kota mereka.Memang tidak ada pernyataan eksplisit bahwa mereka memintaYesus menyembuhkan orang lumpuh itu. Tetapi, untuk apa orangsakit itu dibawa kepada Yesus kalau tidak untuk dimohon-kankesembuhan. Masak hanya mau dipertontonkan kepada Yesus? Ke-hadiran mereka ke hadapan Yesus dengan menggotong seoranglumpuh di atas tempat tidur merupakan permohonan tak terucapagar Yesus menyembuhkannya.Yesus pun mengetahui keinginan dan iman mereka, yaitu iman silumpuh dan iman orang-orang yang menggotongnya. Yang diperhi-tungkan oleh Yesus ternyata bukan hanya iman si penderita, tetapijuga iman orang-orang yang membantunya. Mereka mempunyaikeyakinan yang sama, yaitu bahwa entah bagaimana caranya, Yesusakan membantu mereka. Keyakinan itu lalu diwujudkan denganmembantu menggotong sahabatnya yang terbaring di tempat tidursampai ke hadapan Yesus. Pengalaman seperti itu menunjukkanbahwa iman seseorang ternyata bisa membantu menyelamatkanorang lain.Yesus mengetahui bahwa mereka sungguh-sungguh mengharapkankesembuhan daripada-Nya. Tetapi, Yesus tidak menyuruh orang itubangun, mengangkat tilamnya dan berjalan. Yesus malah menyata-kan kepada orang itu bahwa dosanya telah di-ampuni. Minta kesem-buhan kok diberi ‘absolusi’? Apakah memang ada hubungan antarakelumpuhan dengan dosa? Dalam alam pikiran saat itu tampaknyamemang ada kaitan antara penderitaan dan dosa. Secara sederhanaorang berpikir demikian: kemakmuran itu tanda hidup yang diber-kati; sementara penderitaan itu tanda hidup yang dicela Tuhan.Dengan kata lain, penderitaan merupakan akibat atau hukuman daridosa. Oleh karena itu, kalau dalam kisah kita, Yesus memberikan‘absolusi’, itu berarti Yesus langsung menyembuhkan pada akarpersoalan yang menyebabkan penderitaan, yaitu dosa itu sendiri. B u l a n K i t a b S u c i N a s i o n a l 2 0 1 2 | 37
  38. 38. [3-7] Bagi beberapa ahli Taurat yang menyaksikan peristiwa itu,tindakan Yesus itu dapat disebut sebagai hujat-an. Hanya Allah yangdapat mengampuni dosa manusia. Menurut hukum Taurat dosadapat diampuni oleh Allah dengan mempersembahkan lembu jantanmuda pada Hari Raya Pendamaian (Im. 16:1-22). Dalam pandanganpara ahli Taurat itu, Yesus telah menyamakan diri-Nya dengan Allahkarena telah mengampuni dosa. Menurut Hukum Taurat, merekayang menghujat Allah harus dihukum mati dengan dirajam (Im.24:16-17).Sekalipun mereka hanya berkata di dalam hati, Yesus mengetahuipikiran mereka dan langsung memberikan tanggapan. Ia menegurAhli Taurat, “Mengapa kamu memikirkan hal-hal yang jahat didalam hatimu?” Tetapi, Yesus juga menantang mereka: Mana yanglebih mudah: 1). mengatakan “Dosa-dosamu sudah diampuni” atau2). Mengatakan “Bangunlah dan berjalanlah”? Di satu pihak, meng-ucapkan kata-kata ‘absolusi’ merupakan sesuatu yang mustahil kare-na hal ini memang berkaitan dengan Allah sendiri; tetapi di lainpihak mengucapkan ‘absolusi’ ini juga sangat mudah dari karenahasilnya memang tidak harus kelihatan. Dari sisi lain, mengucapkankata-kata penyembuhan jauh lebih sulit, karena buktinya harus segerakelihatan. Yesus memilih untuk mengatakan yang pertama, “Dosa-dosamu sudah diampuni.” Ia berkata demikian untuk menunjukkanbahwa Dia adalah Anak Manusia yang menjalankan kuasa Al-lahuntuk mengampuni dosa manusia.Kalaupun harus mengatakan hal yang kedua (Bangunlah dan berja-lanlah), itu bukan masalah bagi Yesus. Karena itu, Ia pun berkatakepada orang lumpuh itu, “Bangunlah, angkat tempat tidurmu danpulanglah ke rumahmu!” (ay. 6). “Orang itu pun bangun lalu pulang”(ay. 7). Dengan demikian hasilnya jelas: penyembuhan terjadi. Orangyang tadinya lumpuh dan “terbaring di tempat tidurnya” sekarang“bangun lalu pulang.”[8] Orang yang melihat hal itu “takut lalu memuliakan Allah yangtelah memberikan kuasa sedemikian itu kepada manusia” (ay. 8).38 | M e n y a k s i k a n M u k j i z a t T u h a n
  39. 39. Rasa ‘takut’ di sini sebaiknya dipahami dalam arti positif: perasaantakut yang juga didasari atau diwarnai rasa kasih terhadap Allah(tremendum et fascinosum). Allahlah yang patut dipuji karena Dialahyang mempunyai inisiatif atas segala karya keselamatan ini.Meditatio (Merenungkan)a. Pemandu mengajak peserta untuk masuk dalam suasana hening dengan mata terpejam. Kemudian pemandu meminta peserta diminta untuk membayangkan peristiwa yang dikisahkan dalam perikop ini.b. Pemandu mengajak peserta untuk merenungkan apa yang dapat dipelajari/ diteladan dari Yesus (sikap/kepribadian dan kehendak-Nya) dan dari orang lumpuh serta para sahabatnya bagi dirinya sendiri (bukan untuk mengajar orang lain).c. Pemandu meminta peserta untuk menuliskan hasil renungannya.d. Pemandu meminta peserta, satu demi satu, membacakan hasil renungan dalam meditasinya.Contoh hasil renungan:Yesus memperhatikan iman orang yang datang kepada-Nya. Dalamperikop ini Yesus mengingatkan saya agar benar-benar percayakepada-Nya.Oratio (Berdoa)a. Pemandu mengajak peserta untuk menuliskan doa sebagai tanggapan atas pesan yang telah terima dalam perikop tersebut.b. Pemandu meminta peserta, satu demi satu, membacakan doa-doa yang telah ditulisnya. Rangkaian doa ditutup dengan “Bapa Kami”Contoh doa:Tuhan Yesus, Engkau memperhatikan iman orang-orang yangdatang kepada-Mu. Bantulah kami agar memiliki iman yang besarsehingga selalu percaya kepada-Mu dalam menjalani kehidupan kami.Doa PenutupPemandu mengajak seluruh peserta untuk berdoa memohon kekuatan dan kasih Allah agarsanggup melaksanakan kehendak-Nya yang telah didengarkan dalam pertemuan. B u l a n K i t a b S u c i N a s i o n a l 2 0 1 2 | 39
  40. 40. PERTEMUAN II MENGUSIR ROH JAHAT DI GERASA (Markus 5:1-20)Doa PembukaPemandu mengajak seluruh peserta berdoa memohon bimbingan Roh Kudus agardapat memahami firman Allah yang hendak dibaca dan direnungkan.Lectio (Membaca)Pemandu membacakan dan menjelaskan isi perikop. Bahan yang tersedia di bawahini dapat membantu pemandu untuk memberikan penjelasan.[1-10] Yesus dan para murid-Nya sampai di seberang danau danmendarat di daerah orang Gerasa. Adanya sejumlah besar babi men-jadi petunjuk bahwa peristiwa yang dikisahkan dalam perikop initerjadi di daerah orang non-Yahudi. Babi tidak mungkin berada dilingkup orang Yahudi karena merupakan binatang najis (lihat Bil.11:7-8; Ul. 14:8). Memasuki daerah non-Yahudi berarti memasukidaerah najis. Mukjizat pengusiran roh jahat ini merupakan satu-satunya mukjizat yang terjadi di luar batas wilayah Israel.Kedatangan Yesus dan para murid-Nya di tempat ini disambut olehseorang yang kerasukan roh jahat. Hebatnya kekuatan orang yangkerasukan itu sudah diakui dan dirasakan oleh masyarakat Gerasa.Orang itu mendapatkan kekuatan yang luar biasa dari roh-roh yangmerasukinya. Tidak ada yang cukup kuat untuk menjinakkannya,bahkan orang takut padanya. Ia berbahaya untuk orang-orang yangberada di dekatnya. Karena itu, berulangkali orang berusaha untukmembelenggu dan mengikatnya dengan rantai. Tetapi, setiap kali40 | M e n y a k s i k a n M u k j i z a t T u h a n
  41. 41. dirantai, ia memutuskan rantai pengikat itu. Tidak ada yang sanggupmengendalikannya dan ia dibiarkan tinggal di pekuburan.*)Ketika melihat Yesus, orang itu berlari mendekati-Nya. Bukankeinginan orang itu, melainkan roh jahat yang merasukinyalah yangtelah membawa dia mendekati Yesus. Tetapi, Yesus menghardiknya,“Hai engkau roh jahat! Keluar dari orang ini!” (ay. 8). Roh itu justrumenyembah Dia dan berkata, “Apa urusanmu dengan aku, haiYesus, Anak Allah yang Mahatinggi?” (ay. 7). Ternyata tidak hanyasatu roh yang merasuki orang itu, tetapi banyak; karena itulahmereka menyebut diri “Legion.” Kata Legion sebenarnya menunjukpada satuan terbesar tentara Romawi yang selama berabad-abadmenjadi andalan Kekaisaran Romawi. Secara teoretis satu legion ter-diri dari kira-kira 6000 serdadu, yang terdiri dari 5000 infanteri dansekitar 120 kavaleri. Karena jumlah yang banyak itu, kata legion bisadipakai sebagai kiasan untuk menyebut ‘banyak’. Ia mengetahuijatidiri Yesus dan mengakui bahwa Yesus sanggup memerangi rohjahat dan bahwa kekuatan-Nya jauh melebihi kekuatan mereka.Maka, roh itu meminta Yesus tidak menyiksanya dan tidak meng-usirnya dari tempat itu.[11-13] Di lereng bukit, dekat tempat Yesus bertemu dengan orangyang kerasukan itu, ada banyak babi sedang mencari makan. Roh-rohnajis itu meminta kepada Yesus agar diperbolehkan pindah daridalam tubuh orang itu ke dalam kawanan babi yang ada di situ.Mereka mengakui kuasa Yesus yang sanggup mengirim mereka kemana pun Ia menghendaki. Yesus mengabulkan permintaan itu,maka mereka dan merasuki babi-babi itu. Akibatnya, kawanan babiyang berjumlah sekitar 2000 ekor itu terjun dari tebing curam kedalam danau. Dari jumlah ini tampak betapa besarnya kekuatan rohjahat yang dikalahkan oleh Yesus. Semua babi itu mati lemas didanau itu. Menurut keyakinan orang Yahudi zaman itu danau atau Gua-gua yang terdapat di lereng-lereng bukit digunakan sebagai kuburan. Bagi orang*)Yahudi kuburan itu najis dan menajiskan (bdk. Mat. 23:27). B u l a n K i t a b S u c i N a s i o n a l 2 0 1 2 | 41
  42. 42. laut merupakan tempat hunian roh-roh jahat (bdk. Ayb. 7:12; 51:9-10; Dan. 7; Mat. 8:32). Kelompok roh jahat yang menyebut diriLegion itu telah meninggalkan orang itu sehingga kini ia telah waras.[14-17] Penduduk Gerasa mendengar dari para penjaga babi segalayang terjadi pada orang yang kerasukan dan pada kawanan babi itu.Kemudian mereka mendesak Yesus supaya meninggalkan tempat itu.Mengapa orang-orang itu justru tidak berterima kasih kepada Yesus?Yesus pernah dituduh mengusir setan dengan kuasa penghulu setan(Mrk. 3:22). Bisa jadi orang Gerasa berpikir demikian: Ia mengusirroh-roh jahat itu dengan menggunakan kekuatan roh jahat yanglebih besar kekuatannya dan lebih tinggi kedudukannya dalam kera-jaan setan. Karena keberadaan Yesus di tempat itu mereka rasamenakutkan, penduduk Gerasa memutuskan untuk menyuruh Yesuspergi dari wilayah mereka.[18-20] Yesus segera bersiap-siap untuk pergi meninggalkan tempatitu. Saat Ia naik ke perahu, orang yang tadinya kerasukan setan ituminta agar diperbolehkan menyertai-Nya. Yesus memang tidakmengizinkannya, tetapi memberinya tugas untuk mewartakan padaorang-orang kampungnya “segala sesuatu yang telah diperbuat olehTuhan atasmu dan bagaimana Ia telah mengasihani engkau!” (ay. 19).Bukan setan atau penghulu setan yang telah membebaskannya dariroh jahat melainkan Tuhan. Hal ini merupakan wujud kasih Allahpadanya. Allah hadir di tempat itu dan menyingkirkan kekuasaansetan di tempat itu. Orang itu secara nyata mengalami datangnyaKerajaan Allah. Allah mengasihaninya dan membebaskannya darikuasa setan. Melalui tugas itu Yesus mengajak dia untuk mengambilbagian dalam tugas-Nya sendiri, yakni mewartakan datangnya Kera-jaan Allah. Yesus mengutus orang itu sebagaimana nanti Ia mengu-tus para murid-Nya. Orang itu pun memberitakan segala yang dila-kukan Yesus di daerah Dekapolis dan orang-orang yang mendengar-kannya heran akan perkataannya.42 | M e n y a k s i k a n M u k j i z a t T u h a n
  43. 43. Meditatio (Merenungkan)a. Pemandu mengajak peserta untuk masuk dalam suasana hening dengan mata terpejam. Kemudian pemandu meminta peserta diminta untuk membayangkan peristiwa yang dikisahkan dalam perikop ini.b. Pemandu mengajak peserta untuk merenungkan apa yang dapat dipelajari/ diteladan dari Yesus (sikap/kepribadian dan kehendak-Nya), dari orang yang kerasukan, dan dari orang-orang Gerasa bagi dirinya sendiri (bukan untuk mengajar orang lain).c. Pemandu meminta peserta untuk menuliskan hasil renungannya.d. Pemandu meminta peserta, satu demi satu, membacakan hasil renungan dalam meditasinya.Contoh hasil renungan:Setelah disembuhkan oleh Yesus, orang yang tadinya kerasukanLegion itu diperintahkan oleh Tuhan Yesus untuk memberitakankasih Allah kepadanya. Orang itu pun melaksanakan perintah Yesusitu. Dari orang Gerasa itu saya diingatkan untuk memperhatikankasih Allah yang saya alami selama ini.Oratio (Berdoa)a. Pemandu mengajak peserta untuk menuliskan doa sebagai tanggapan atas pesan yang telah terima dalam perikop tersebut.b. Pemandu meminta peserta, satu demi satu, membacakan doa-doa yang telah ditulisnya. Rangkaian doa ditutup dengan “Bapa Kami”Contoh doa:Ya Tuhan Yesus, Engkau senantiasa menunjukkan kasih-Mu kepadakami, namun kami kurang memperhatikannya. Bukalah mata hatikami agar kami dapat melihat karya kasih-Mu bagi kami.Doa PenutupPemandu mengajak seluruh peserta untuk berdoa memohon kekuatan dan kasihAllah agar sanggup melaksanakan kehendak-Nya yang telah didengarkan dalampertemuan ini. B u l a n K i t a b S u c i N a s i o n a l 2 0 1 2 | 43
  44. 44. PERTEMUAN III MEMBANGKITKAN ANAK MUDA DI NAIN (Lukas 7:11-17)Doa PembukaPemandu mengajak seluruh peserta berdoa memohon bimbingan Roh Kudus agardapat memahami firman Allah yang hendak dibaca dan direnungkan.Lectio (Membaca)Pemandu membacakan dan menjelaskan isi perikop. Bahan yang tersedia di bawahini dapat membantu pemandu untuk memberikan penjelasan.[11-12] Yesus pergi ke sebuah kota bernama Nain, yang terletaksekitar 12 km dari Nazaret. Murid-murid-Nya dan orang banyak ber-bondong-bondong menyertai-Nya. Dalam perjalanan-Nya Yesusseringkali diikuti oleh orang banyak (lihat misalnya 4:42; 5:1; 5:15;6:19; 7:9; 8:4). Mereka “berbondong-bondong kepada-Nya untukmendengar Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mere-ka”(bdk. Luk. 5:15)Ketika sampai di dekat pintu gerbang kota, rombongan ini berpa-pasan dengan rombongan lain yang keluar dari pintu gerbang kota.Rombongan ini sedang menuju ke pemakaman untuk memakamkanseorang mati, yaitu seorang pemuda, anak tunggal seorang janda.Banyak orang menyertai janda itu; mereka adalah para pelayat yangmengantarkan jenazah anak itu ke pemakaman. Jenazah adalah salahsatu hal yang menurut hukum Yahudi membuat orang najis. Karena44 | M e n y a k s i k a n M u k j i z a t T u h a n
  45. 45. itu, jenazah seorang yang meninggal harus dikuburkan di luartembok kota, hanya beberapa jam setelah meninggal.Bisa dibayangkan situasi yang tengah dihadapi oleh janda itu. Sebagaijanda, ia berada dalam posisi lemah di dalam masyarakat; dia terma-suk kelompok kecil, lemah, miskin, dan tersingkir. Sebenarnya posisidan kehidupannya masih agak lumayan kalau anaknya masih hidup.Ia masih bisa menggantungkan diri sepenuhnya kepadanya. Anaknyaakan bertanggungjawab atas hidup ibunya. Ketika anak tunggalnyameninggal, segala-galanya habislah sudah![13-15] Ketika Tuhan*) melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya olehbelas kasihan. Dalam Injil Lukas ungkapan “tergeraklah hati-Nyaoleh belas kasihan” muncul dalam dua kisah khas Lukas, yaitu dalamkisah Orang Samaria yang Murah Hati (Luk. 10:33 “Lalu datangseorang Samaria, … ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya olehbelas kasihan.”) dan kisah Anak yang Hilang (Luk. 15:20 “Ketika iamasih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belaskasihan”). Yesus adalah bukanlah Tuhan yang hanya diam menyak-sikan manusia dan segala persoalannya; Dia adalah Tuhan yang amattersentuh oleh persoalan manusiawi dan terlibat di dalamnya.Karena hati-Nya tergerak oleh belas kasihan, Yesus menyampaikankata penghiburan kepada janda itu, “Jangan menangis!” Perempuanitu tidak mengenal siapa Yesus, Dia hanyalah orang yang begitu sajaketemu di jalan. Kalimat yang diucapkan oleh Yesus ini terdengaraneh: bagaimana mungkin tidak menangis; janda itu ditinggal matioleh anak tunggalnya dan kenyataan ini membuat hidupnya hancur.*) Di sini untuk pertama kalinya penginjil menerapkan gelar ‘Tuhan’ pada Yesus.Memang dalam Luk. 5:8 gelar ini dipakai oleh Petrus untuk menyapa Yesus. Sejauh kata‘Tuhan’ ini, yang dalam bahasa Yunani adalah kurios, digunakan untuk menyapa Yesus,sebenarnya kita tidak tahu persis apakah kata tersebut mesti diterjemahkan Tuhan atauTuan. Jika dipakai oleh penginjil untuk menyebut Yesus seperti yang dalam ay. 13, katatersebut besar kemungkinan dipakai dalam arti Tuhan dan bukan Tuan. Dalam perikopini kita berhadapan dengan Tuhan yang amat manusiawi. B u l a n K i t a b S u c i N a s i o n a l 2 0 1 2 | 45
  46. 46. Kalimat penghiburan ini bukanlah kata-kata kosong karena yangmengucapkannya adalah Tuhan yang berkuasa atas kehidupan dankematian. Yesus mendekati usungan itu lalu menyentuhnya. Ketikapara pengusung berhenti, Yesus membangkitkan orang itu, sepertimembangunkan seseorang yang sedang tidur, ‘Hai anak muda, Akuberkata kepadamu, bangkitlah!’ (ay. 14). Dengan tindakan Yesus ini,persoalan yang sedang dihadapi si Janda praktis sudah teratasi.Situasi gelap dan putus asa yang melingkupi janda dari Nain ini sirnadengan kembali hidupnya putra satu-satunya.[16-17] Melihat peristiwa hebat ini, “Semua orang itu ketakutan danmereka memuliakan Allah, sambil berkata, ‘Seorang nabi besar telahmuncul di tengah-tengah kita,’ dan ‘Allah telah datang untuk menye-lamatkan umat-Nya.’” Rasa ‘takut’ (phobos) ini merupakan perasaanrangkap dua, antara takut-segan dan terpesona. Ini tentu suatu sikapyang wajar disampaikan kepada Allah sendiri, karena Dia datanguntuk menyelamatkan umat-Nya. Dalam peristiwa, Allah bertindaklewat seorang utusan-Nya, yang disebut sebagai seorang ‘nabi besar.’Dalam Luk. 4:16-21 Yesus menyatakan bahwa apa yang dinubuatkandalam Yes. 61:1-2 yaitu kedatangan seorang nabi yang diurapi RohTuhan, kini sudah tergenapi dalam Diri-Nya (Luk. 4:21). Hal yangsama terungkap juga dalam Luk. 7:22: Ketika utusan Yohanes Pem-baptis datang untuk menanyakan identitas-Nya, Yesus menjawab“Pergilah, dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu lihat dankamu dengar: Orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orangkusta menjadi sembuh, orang tuli mendengar, orang mati dibangkit-kan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik.” Kata-kataYesus ini merupakan kutipan dari Yes. 61:1. Yesus adalah nabi besaryang dinubuatkan oleh nabi-nabi terdahulu.Ayat terakhir menggambarkan bagaimana kabar tentang Yesus akhir-nya tersebar, tidak hanya di Yudea tetapi ke seluruh daerah sekitar-nya. Sekali lagi ini menggemakan nubuat nabi Yesaya, “seluruh umatmanusia akan melihatnya bersama-sama” (Yes. 40:5), yang dikutipoleh Yohanes Pembaptis pada awal karya pewartaannya (Luk. 3:6).46 | M e n y a k s i k a n M u k j i z a t T u h a n
  47. 47. Meditatio (Merenungkan)a. Pemandu mengajak peserta untuk masuk dalam suasana hening dengan mata terpejam. Kemudian pemandu meminta peserta diminta untuk membayangkan peristiwa yang dikisahkan dalam perikop ini.b. Pemandu mengajak peserta untuk merenungkan apa yang dapat dipelajari/ diteladan dari Yesus (sikap/kepribadian dan kehendak-Nya), dari janda Nain, dari orang banyak itu, bagi dirinya sendiri (bukan untuk mengajar orang lain).c. Pemandu meminta peserta untuk menuliskan hasil renungannya.d. Pemandu meminta peserta, satu demi satu, membacakan hasil renungan dalam meditasinya.Contoh hasil renungan:Yesus tergerak hatinya oleh belas kasihan melihat orang yang menga-lami kesedihan lalu mengambil tindakan. Tindakan Yesus ini mengi-ngatkan saya untuk berani memberikan penghiburan kepada orangyang sedang mengalami kesedihan. Nya. Dalam perikop ini Yesusmengingatkan saya agar sungguh-sungguh percaya kepada-Nya.Oratio (Berdoa)a. Pemandu mengajak peserta untuk menuliskan doa sebagai tanggapan atas pesan yang telah terima dalam perikop tersebut.b. Pemandu meminta peserta, satu demi satu, membacakan doa-doa yang telah ditulisnya. Rangkaian doa ditutup dengan “Bapa Kami”Contoh doa:Ya Tuhan Yesus, kobarkanlah hati kami dengan kasih-Mu dananugerahilah kami keberanian untuk mengulurkan tangan menolongsesama yang sedang mengalami kesulitan.Doa PenutupPemandu mengajak seluruh peserta untuk berdoa memohon kekuatan dan kasihAllah agar sanggup melaksanakan kehendak-Nya yang telah didengarkan dalampertemuan ini. B u l a n K i t a b S u c i N a s i o n a l 2 0 1 2 | 47
  48. 48. PERTEMUAN IV MENGUBAH AIR MENJADI ANGGUR (Yohanes 2:1-11)Doa PembukaPemandu mengajak seluruh peserta berdoa memohon bimbingan Roh Kudus agardapat memahami firman Allah yang hendak dibaca dan direnungkan.Lectio (Membaca)Pemandu membacakan dan menjelaskan isi perikop. Bahan yang tersedia di bawahini dapat membantu pemandu untuk memberi-kan penjelasan.[1-2] Pada hari ketiga ada perkawinan di Kana yang di Galilea, danibu Yesus hadir dalam pesta itu. Dalam Injil Yohanes, Bunda Yesusmemang tidak pernah disebut dengan namanya. Ia selalu disebutdengan ‘Ibu Yesus’ (Yoh. 2:1.3.5.12; 19:25). Cara penyebutan inimerupakan sebuah kebiasaan di kalangan orang Timur Tengah yangmenjadi gelar penghormatan untuk memuji seorang ibu yang memi-liki anak. Mengingat bahwa Ibu Yesus ada di sana, sementara Yesusjuga diundang ke pesta itu, tampaknya yang empunya pesta mempu-nyai hubungan erat dengan keluarga Yesus. Begitu eratnya sehinggaYesus, yang waktu itu tidak berada di rumah, merasa perlu untukdatang ke perkawinan tersebut.Pesta itu berlangsung sangat meriah dan para tamu yang hadir lebihbanyak daripada yang diharapkan sehingga tuan rumah kehabisananggur. Dalam pesta seperti itu tuan rumah pertama-tama menyaji-kan anggur yang baik. Kalau anggur yang baik sudah habis, barudisajikan anggur yang kurang baik. Jangankan anggur yang baik, yang48 | M e n y a k s i k a n M u k j i z a t T u h a n
  49. 49. kurang baik pun tidak ada lagi. Terjadi kepanikan besar di tengahpesta itu karena tidak ada lagi anggur yang dapat disajikan sementaramasih banyak tamu yang hadir. Apalagi, waktu sudah malam sehing-ga orang tidak dapat lagi membeli anggur. Tuan rumah dan penye-lenggara pesta bisa dilanda rasa malu karena dapat dituduh mengun-dang orang untuk datang ke pesta, tetapi tidak menjamunya.Bisa dibayangkan, kekurangan anggur yang terjadi dalam pesta ada-lah sesuatu yang amat memalukan bagi sang empunya pesta. Menu-rut tradisi Yahudi perkawinan seorang gadis diadakan pada hariRabu – sementara jika yang menikah seorang janda, perkawinannyadiadakan pada hari Kamis. Pesta perkawinan berlangsung selamatujuh hari (Kej. 29:27; Hak 14:12). Jika yang menikah adalah seorangjanda maka pesta berlangsung selama 3 hari; jika pernikahan antarajanda dan duda berlangsung hanya sehari. Kalau memang padazaman itu pesta perkawinan berlangsung selama beberapa hari, kitatidak tahu persis kapan kehabisan anggur itu terjadi. Yang jelas,anggur sebagai hidangan utama habis.[3-5] Maria sadar akan situasi ini; ia pun mendatangi Yesus danmemberitahukan, “Mereka kehabisan anggur.” Yesus memangbelum pernah melakukan mukjizat sebelumnya, namun Mariasungguh mengenal Yesus. Ia mengetahui bahwa Yesus dapat mela-kukan sesuatu untuk menolong mereka walaupun barangkali ia tidakmengetahui bagaimana Ia akan melakukannya. Tetapi, Yesus menja-wab, “Mau apa engkau daripada-Ku Ibu? Saatku belum tiba!”Jawaban Yesus pada Maria itu tampak kasar untuk diucapkan olehseorang anak pada ibunya. Wajar kalau seorang ibu kaget mendengaranaknya menjawab ibunya dengan cara seperti itu. Namun, Mariaseperti tak menghiraukan keberatan Yesus. Ia langsung menemuipara pelayan dan meminta para pelayan melakukan apa yang diperin-tahkan oleh Yesus. “Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!”[6-8] Walaupun tampaknya keberatan, Yesus memenuhi permintaanibu-Nya. Ia menyuruh para pelayan mengisi tempayan yang biasa B u l a n K i t a b S u c i N a s i o n a l 2 0 1 2 | 49
  50. 50. dipakai untuk membasuh kaki para tamu dengan air. “Isilah tempa-yan-tempayan itu penuh dengan air.” Setiap tempayan itu dapat diisidengan 80-120 liter air. Kemudian Yesus meminta pelayan mence-dok air itu dan memberikannya kepada pemimpin pesta. Air yangbiasa digunakan untuk membasuh kaki itu telah berubah menjadianggur yang terbaik. Tempayan yang tadinya merupakan tempat airyang menjadi sarana penyucian menurut adat Yahudi, kini diubahmenjadi tempat untuk anggur.[9-10] Ketika pemimpin pesta itu mencicipi air yang telah menjadianggur, ia bingung bagaimana mungkin tiba-tiba ada anggur terbaik.Ia pun memanggil mempelai laki-laki lalu berkata kepadanya, “Se-tiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudahorang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkaumenyimpan anggur yang baik sampai sekarang.” Mempelai laki-lakiitu adalah orang yang paling merasa khawatir ketika mendengarbahwa anggur telah habis. Tiba-tiba saja pemimpin pesta menuduhdia menyimpan anggur yang terbaik. Ia bingung karena memang iatidak menyimpan anggur, apalagi yang terbaik. Bisa dibayangkanbagaimana reaksi mempelai laki-laki itu mendengar tuduhanpemimpin pesta. Bagaimanapun, sekarang tuan rumah dapat menja-mu para tamu yang masih berdatangan dan mereka pun, terutamamempelai itu, terhindar dari rasa malu.[11] Kisah ditutup dengan ay. 11 yang berbunyi “Hal itu dilakukanYesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, danmurid-murid-Nya percaya kepada-Nya.” Dalam kisah itu, para pela-yan, para murid Yesus dan kita sebagai pembaca menjadi saksi muk-jizat yang dibuat Yesus.Meditatio (Merenungkan)a. Pemandu mengajak peserta untuk masuk dalam suasana hening dengan mata terpejam. Kemudian pemandu meminta peserta diminta untuk membayangkan peristiwa yang dikisahkan dalam perikop ini.50 | M e n y a k s i k a n M u k j i z a t T u h a n
  51. 51. b. Pemandu mengajak peserta untuk merenungkan apa yang dapat dipelajari/ diteladan dari Tuhan Yesus (sikap/kepribadian dan kehendak-Nya) dan Bunda Maria bagi dirinya sendiri (bukan untuk mengajar orang lain).c. Pemandu meminta peserta untuk menuliskan hasil renungannya.d. Pemandu meminta peserta, satu demi satu, membacakan hasil renungan dalam meditasinya.Contoh hasil renungan:Bunda Maria merasa prihatin dengan keadaan tuan pesta yangkehabisan anggur. Lalu ia memohon agar Yesus melakukan sesuatuuntuk menolongnya. Dari Bunda Maria saya mendapatkan teladanuntuk menaruh perhatian pada keadaan sesama di sekitar saya.Oratio (Berdoa)a. Pemandu mengajak peserta untuk menuliskan doa sebagai tanggapan atas pesan yang telah terima dalam perikop tersebut.b. Pemandu meminta peserta, satu demi satu, membacakan doa-doa yang telah ditulisnya. Rangkaian doa ditutup dengan “Bapa Kami”Contoh doa:Ya Allah, Bunda Maria telah menjadi teladan kami untuk menaruhperhatian pada sesama lalu memohonkan bantuan pada Yesus,Putra-Mu. Bantulah kami agar dengan rela hati mau mendoakanorang-orang di sekitar kami.Doa PenutupPemandu mengajak seluruh peserta untuk berdoa memohon kekuatan dan kasihAllah agar sanggup melaksanakan kehendak-Nya yang telah didengarkan dalampertemuan. B u l a n K i t a b S u c i N a s i o n a l 2 0 1 2 | 51
  52. 52. DAFTAR BACAAN PILIHANBOCKMUEHL, MARKUS (ed.), The Cambridge Companion to Jesus (Cambridge University Press, New York 2001)BURKETT, DELBERT R., The Blackwell Companion to Jesus (Wiley- Blackwell, Chichester 2011)FITZMYER, JOSEPH A., A Christological Catechism. New Testament Answers (Paulist Press, New York 1981)HARRINGTON, DANIEL J., Historical Dictionary of Jesus (The Scarecrow Press Inc., Plymouth 2010)JACOBS, TOM, Siapa Yesus Kristus menurut Perjanjian Baru (Kanisius, Jogjakarta 1982)MEIER, JOHN P., A Marginal Jew. Vol II: Mentor, Message, and Miracle (Doubleday, New York 1994)SUHARYO, I., Pengantar Injil Sinoptik (Kanisius, Jogjakarta 1989)TWELFTREE, GRAHAM H. (ed.), The Cambridge Companion to Miracles (Cambridge University Press, New York 2011)WEDDLE, DAVID L., Miracles. Wonder and Meaning in World Religions (New York University Press, New York 2010)Internethttp://www.foxnews.com/story/0,2933,99945,00.htmlhttp://www.miraclehunter.com/marian_apparitions/approved_apparitions/lourdes/miracles1.htmlhttp://www.unexplainedstuff.com/Religious-Phenomena/Miracles.htmlhttp://www.zenit.org/article-9369?l=englishwww.lourdes-france.com52 | M e n y a k s i k a n M u k j i z a t T u h a n

×