Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Analisis perilaku biaya

40,470 views

Published on

Published in: Education

Analisis perilaku biaya

  1. 1. BAB II<br />PEMBAHASAN<br /><ul><li>2.1. Pemacu Biaya</li></ul>Pemacu biaya didefenisikan sebagai faktor yang digunakan untuk mengukur bagaimana biaya terjadi atau dapat juga dikatakan sebagai cara untuk membebankan biaya pada aktivitas atau produk. Secara praktis, pemacu biaya menunjukkan dimana biaya harus dibebankan dan seberapa besar biayanya. <br />Pemacu biaya adalah penyebab terjadi biaya, sedangkan aktivitas adalah merupakan dampak yang ditimbulkannya, Dalam sistem biaya activity-Based Costing (ABC) digunakan beberapa macam pemacu biaya sedangkan pada sistem biaya tradisional hanya menggunakan satu macam pemacu biaya tertentu yang digunakan sebagai basis, misalnya jam tenaga kerja/jam kerja orang, rupiah tenaga kerja, atau jam mesin. <br />Beberapa pemacu biaya yang sering digunakan dalam sistem biaya Activity Based Costing (ABC) adalah :<br /> Kelompok Tenaga Kerja (Labour Group) <br />Kelompok ini dipakai pada aktivitas yang elemen biaya utamanya adalah tenaga kerja atau pada aktivitas yang biaya aktivitasnya berubah secara paralel dengan perubahan tenaga kerja. Pemacu biayanya yaitu : jam kerja, upah tenaga kerja. Jam kerja juga dapat memacu konsumsi utilitas. <br />Kelompok Waktu Operasi (Operating Time Group) <br />Dipakai sebagai pemacu biaya pada suatu grup operasi pengerjaan yang merupakan operasi dari suatu peralatan tunggal atau beberapa peralatan. Pemacu biaya yang digunakan adalah jam mesin (machine hour). <br />Kelompok Pemilikan (Occupancy Group) <br />Merupakan pemacu biaya yang tepat untuk mendistribusikan biaya tetap (fixed cost) berdasarkan lokasi aktivitas atau asset. Sebagai contoh, depresiasi bangunan, pajak bangunan yang didistribusikan berdasarkan luas areal peraktivitas.Depresiasi peralatan atau biaya sewa gedung didistribusikan pada aktivitas yang terjadi dilokasi asset tersebut. Kelompok pemacu ini jarang digunakan sebagai dasar untuk penentuan besar biaya yang terjadi, tetapi lebih sering dipakai untuk menentukan dimana biaya harus didistribusikan. Pemacu biaya yang biasa dipakai adalah seperti ukuran pabrik, lokasi peralatan dan nilai peralatan. <br />Kelompok Permintaan (Demand Group) <br />Dipakai sebagai pemacu biaya bila distribusi biaya pada aktivitas lain atau pada tujuan biaya didasarkan pada permintaan akan aktivitas tersebut. Contohnya adalah biaya perawatan, dapat dilihat bahwa biaya perawatan akan didistribusikan pada aktivitas atau tujuan biaya yang memerlukan pelayanan perawatan saja. Distribusi biaya yang akurat akan didapatkan berdasarkan estimasi atau permintaan aktual perawatan. Sama seperti kelompok pemilikan (occupancy group), kelompok permintaan ini juga jarang dipakai untuk menentukan besar biaya yang terjadi,tetapi lebih sering dipakai untuk menentukan biaya yang harus didistribusikan. Pemacu biaya yang dipakai untuk kelompok ini adalah biaya perawatan dan pemeliharaan mesin (repair and maintenance mechine). <br />Kelompok Thoroughput (Thoroughput Group) <br />Dipakai sebagai pemacu biaya bila biaya utama dari suatu aktivitas ditentukan oleh jumlah unit thoroughputnya. Sebagai contoh bahan kimia tertentu yang dihasilkan oleh suatu perusahaan kimia dipacking dalam satuan tankerloads, drum 55 galon, dan karton satu galon. Proses packing ini dapat dipisahkan sebagai tiga aktivitas dengan unit thoroughput (tankerloads, drum 55 galon, dan kaftan satu galon) dan masing-masing menjadi pemacu biaya yang dipakai. <br />Surrogate Cost Driver <br />Surrogate cost driver merupakan data atau ukuran yang telah tersedia di lapangan dan praktis dipakai untuk mendistribusikan suatu biaya ke aktivitas lain atau kedepartemen lain, apabila pemacu biaya secara teoritis sulit diukur datanya. Ada beberapa aktivitas yang pemacu biayanya sulit dan tidak praktis untuk diukur atau ditentukan dengan tepat. Misalnya, production control, accounting, general management dan marketing. Contoh pemacu biaya untuk kelompok ini adalah biaya material (material cost), dan biaya konversi (convertion cost), kedua pemacu biaya ini sering dipakai oleh perusahaan kecil dan menengah. <br /><ul><li>2.2. Jenis-Jenis Perilaku Biaya
  2. 2. Biaya Tetap
  3. 3. Biaya tetap adalah biaya yang memiliki karakteristik sebagai berikut :
  4. 4. Biaya tetap jumlah totalnya tetap konstan dalam rentang tertentu, tidak dipengaruhi oleh perubahan volume kegiatan atau aktivitas dengan tingkatan tertentu.
  5. 5. Biaya tetap per satuan (unit cost) berubah berbanding terbalik dengan perubahan volume kegiatan, semakin tinggi volume kegiatan semakin rendah biaya satuan, semakin rendah volume kegiatan semakin tinggi biaya satuan.</li></ul>Contoh dari biaya tetap antara lain: biaya overhead pabrik tetap, biaya administrasi dan umum tetap. Biaya tersebut elemennya dapat digolongkan ke dalam: biaya depresiasi aktiva tetap, biaya asuransi, gaji pejabat kunci, dan biaya tetap lainnya.<br /><ul><li>Jenis-jenis biaya tetap:
  6. 6. Biaya tetap biasanya disebut biaya kapasitas (capacity cost) sebab biaya tersebut terjadi karena adanya gedung, peralatan, karyawan profesional yang terlatih dan item lainnya yang dibutuhkan untuk menyediakan kapasitas pokok untuk mempertahankan aktivitasnya. Untuk tujuan perencanaan, biaya tetap dipilah menjadi biaya yang telah ditentukan (committed fixed cost) dan biaya yang dikeluarkan berdasarkan kebijakan manajemen (discreatioary fixed cost).
  7. 7. Biaya tetap yang telah ditentukan
  8. 8. Berkaitan dengan investasi fasilitas, peralatan dan struktur organisasi pokok dalam suatu perusahaan. Biaya seperti ini termasuk penyusutan gedung dan peralatan, pajak bangunan, asuransi, gaji manajemen puncak dan karyawan operasional.
  9. 9. Faktor utama dari Committed Fixed cost adalah bahwa ia tidak dapat ditekan menjadi nol meskipun pada jangka pendek tanpa mengganggu tingkat profitabilitas atau tujuan jangka panjang organisasi. Serta biaya-biaya tersebut bersifat jangka panjang.
  10. 10. Biaya tetap kebijakan
  11. 11. Biaya ini disebabkan oleh keputusan tahunan yang dibuat oleh manajemen untuk membelanjakan biaya tetap tertentu. Contoh biaya tetap kebijakan adalah iklan, riset, hubungan masyarakat, program pengembangan manajemen, dan magang untuk mahasiswa.
  12. 12. Biaya Variabel
  13. 13. Biaya variabel adalah biaya yang memiliki karakteristik sebagai berikut:
  14. 14. Biaya yang jumlah totalnya berubah secara sebanding dengan perubahan volume kegiatan, semakin besar volume kegiatan semakin besar pula jumlah total biaya variabel, semakin rendah volume kegiatan semakin rendah pula jumlah total biaya variabel.
  15. 15. Biaya variabel per satuan tidak dipengaruhi oleh perubahan volume kegiatan, jadi biaya satuan konstan.
  16. 16. Contoh: biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, biaya overhead pabrik variabel, biaya pemasaran variabel, dan biaya administrasi variabel.
  17. 17. Pola perilaku biaya variabel
  18. 18. Biaya variabel sejati
  19. 19. Bahan langsung dianggap sebagai biaya variabel sejati atau biaya variabel proporsional karena jumlah yang digunakan selama satu periode akan memiliki proporsi langsung dengan tingkat aktivitas produksi. Lebih jauh lagi, bahan langsung yang dibeli ttap tidak digunakan dapat disimpan di gudang dan digunakan lagi pada periode mendatang.
  20. 20. Biaya variabel bertahap
  21. 21. Upah tenaga kerja pemeliharaan juga termasuk biaya variabel, akan tetapi biaya tenaga kerja ini tidak memiliki perilaku yang sama dengan biaya bahan langsung. Tidak seperti biaya bahan langsung, waktu kerja bagi tenaga pemeliharaan biasanya ditentukan dalam bentuk borongan. Selain itu, jam kerja pemeliharaan yang tidak dimanfaatkan tidak dapat disimpan dan digunakan pada periode mendatang. Jika waktu yang disediakan tidak digunakan secara efektif, maka akan hilang begitu saja.
  22. 22. Biaya Semi Variabel
  23. 23. Biaya semi variabel adalah biaya yang terdiri atas elemen biaya tetap dan biaya variabel. Juga dikenal sebagai biaya campuran.
  24. 24. Biaya semi variabel memiliki karakteristik sebagai berikut:
  25. 25. Biaya semi variabel jumlah totalnya berubah sesuai dengan perubahan volume kegiatan, akan tetapi sifat-sifat perubahannya tidak sebanding. Semakin tinggi volume kegiatan semakin besar jumlah total biaya, semangkin rendah volume kegiatan semakin rendah pula jumlah total biaya, tetapi perubahannya tidak sebanding (not proportional).
  26. 26. Biaya semi variabel per satuan berubah terbalik dihubungkan dengan perubahan volume kegiatan tetapi sifatnya tidak sebanding. Sampai dengan tingkat kegiatan tertentu, semakin tinggi volume kegiatan semakin rendah biaya satuan, semakin rendah volume kegiatan semakin tinggi biaya satuan.
  27. 27. Contoh biaya semi variabel misalnya: biaya reparasi dan pemeliharaan aktiva tetap, biaya kendaraan, biaya listrik, biaya telpon.
  28. 28. 2.3. Pemisahan Biaya Semi Variabel
  29. 29. Untuk kepentingan perencanaan, pengendalian dan pengambilan keputusan akuntansi, biaya harus diusahakan bisa dikelompokan ke dalam biaya tetap dan biaya variable.
  30. 30. Biaya yang bersifat campuran (mix cost) atau biaya semi variable harus dipisahkan ke dalam kelompok yang jelas yaitu bagian yang termasuk biaya tetap dan bagian yang masuk biaya variable, walaupun seringkali tidak sepenuhnya tepat, namun pemisahan biaya ke dalam kedua kelompok tersebut akan sangat membantu manajemen untuk mengendalikan.
  31. 31. Adapun beberapa metode pemisahan biaya yang bisa diterapkan oleh manajemen, di antaranya:
  32. 32. Metode titik tertinggi dan terendah (high and low point method)
  33. 33. Metode diagram menyebar (scatter diagram graph method)
  34. 34. Metode kuadrat terkecil (least square method)
  35. 35. Metode engineer (engineering method)
  36. 36. Metode titik tertinggi dan terendah (high and low point method)
  37. 37. Metode ini sering digunakan karena perhitungannya sederhana dan mudah penggunaannya. Walaupun mempunyai beberapa kelemahan, seperti pengambilan sample yang tidak menyeluruh, tidak memperhatikan unsure penentu biaya secara menyeluruh dan mengabaikan fluktuasi musiman.
  38. 38. Perhitungan pemisahan biaya dengan ini dilakukan dengan prosedur sebagai berikut:
  39. 39. Mengelompokan dan operasi dan biaya selama jangka waktu tertentu.
  40. 40. Menentukan tingkat operasi tertinggi dan terendah beserta biaya pada jenjang tersebut.
  41. 41. Menghitung selisih tingkat operasi dan biayanya pada jenjang tertinggi dan terendah.
  42. 42. Mencari biaya variable per unit dengan membagi jumlah selisih biaya no 3 di atas dengan selisih kapasitas atau operasi.
  43. 43. Menentukan biaya tetap total per periode dengan memasukan unsure biaya variable per unit dari perhitungan no 4 ke dalam kelompok biaya yang terendah atau tertinggi.
  44. 44. Menyajikan persamaan biaya sebagai berikut:
  45. 45. Y = a + bx
  46. 46. Dimana:
  47. 47. Y= Jumlah biaya semi variable
  48. 48. a= Biaya tetap per periode dari perhitungan no 5
  49. 49. b= Biaya variable per unit dari perhitungan no 4
  50. 50. x= Kapasitas yang diharapkan akan dijalankan
  51. 51. Contoh :
  52. 52. Data Operasi dan Biaya Selama Satu Semester
  53. 53. BulanJenis mesinJumlah biaya pemeliharaanJanuari550Rp 149.000,-Februari700Rp 170.000,-Maret500Rp 140.000,-April800Rp 200.000,-Mei750Rp 192.000,-Juni650Rp 164.000,-
  54. 54. - Tentukan biaya tertinggi dan terendah
  55. 55. Tertinggi :April800 jamRp 200.000,-</li></ul>Terendah :Maret500 jamRp 140.000,-<br />Hitung selisihnya<br /><ul><li> Tertinggi :800 jamRp 200.000,-</li></ul> Terendah :500 jamRp 140.000,-<br /> Selisih300 jamRp 60.000,-<br />Biaya variable per jam/unit = Selisih biaya / Selisih unit per jam<br />= Rp 60.000,- / 300<br />= Rp 200,- per jam<br />-Kelompok biaya tertinggiRp 200.000,-<br />Biaya variable per unitRp 200,-<br />Jam tertinggi800 jam x<br />Biaya variable pada operasi tertinggi (Rp 160.000,-)<br />Total komponen biaya tetapRp 40.000,-<br /><ul><li>- Y = a + bx</li></ul>a= Rp 40.000,-<br />b= Rp 200,-<br />x= 500 jam (untuk bulan maret)<br /><ul><li> Y = Rp 40.000,- + Rp 200,- x 500 = Rp 140.000,-
  56. 56. Metode ini mempunyai kelemahan, yaitu tidak memperhitungkan seluruh unsur biaya dan operasi.
  57. 57. Ambil contoh bulan Mei dimana kegiatan pemeliharaan adalah 750 jam dengan biaya pemeliharaan total adalah Rp 192.000,-
  58. 58. Dengan menggunakan persamaan Y = 40.000 + 200 X adalah
  59. 59. Y = Rp 40.000,- + Rp 200,- x 750 = Rp 190.000,-
  60. 60. Jadi jumlah biaya pemeliharaan seharusnya Rp 190.000,- dan bukan Rp 192.000,-
  61. 61. Selisih sebesar Rp 2.000,- tersebut akibat tidak mengikuti seluruh data biaya dalam perhitungan.
  62. 62. Metode diagram menyebar (scatter diagram graph method)
  63. 63. Metode diagram menyebar adalah suatu metode pemisahan biaya campuran dengan cara menentukan hubungan tiap kelompok kegiatan dan biaya pada tingkat-tingkat kegiatan. Hubungan tersebut digambarkan dalam bentuk titik-titik yang tersebar pada bidang tertentu. Dari titik-titik tersebut ditarik suatu garis lurus dan garis lurus itu dianggap sebagai garis biaya yang memisahkan antara biaya variable dengan biaya tetap.
  64. 64. Dari tabel data operasi dan biaya selama satu semester bisa ditarik kesimpulan bahwa biaya tetap berkisar Rp 40.000,- dan biaya variable bisa dihitung (ambil contoh bulan maret dimana kegiatan pemeliharaan adalah 500 jam dan biaya pemeliharaan adalah sebesar Rp 140.000,-) maka biaya variabelnya adalah:
  65. 65. Y = a + bx
  66. 66. Rp 140.000,- = Rp 40.000,- + b x 500
  67. 67. b=Rp 140.000,- – Rp 40.000,-
  68. 68. 500
  69. 69. b=Rp 200,-
  70. 70. Jadi, Biaya tetap total per bulan adalah Rp 40.000,- dan Biaya variable per jam adalah Rp 200,-
  71. 71. Metode kuadrat terkecil (least square method)
  72. 72. Metode kuadrat terkecil adalah metode pemisahan biaya campuran (mix cost) ke dalam biaya tetap dan variable yang teoritis paling sempurna. Hal ini disebabkan:
  73. 73. Metode ini memperhitungkan seluruh factor.
  74. 74. Meniadakan unsure subyektivitas.
  75. 75. Dengan metode kuadrat terkecil perusahaan akan mencari kedua unsure biaya dengan persamaan sebagai berikut:
  76. 76. Y = a + bx
  77. 77. Unsur-unsur biaya dicari dengan persamaan
  78. 78. ∑XY = a∑X + b∑X2
  79. 79. ∑Y = n.a + b∑ X
  80. 80. Dimana:
  81. 81. Y=Biaya periodik
  82. 82. X=Kegiatan periodik
  83. 83. n=Jumlah sampel
  84. 84. a=Biaya tetap
  85. 85. b=Biaya variable
  86. 86. Contoh Soal:
  87. 87. BulanXY (Rp 000)X2 (000)XY (000)Januari550149302,5 81.950Februari700170490,0119.000Maret500140250,0 70.000April800200640,0160.000Mei750192562,5144.000Juni650164422,5106.6003.9501.0152.667,5681.550
  88. 88. ∑XY = a∑X + b∑X2
  89. 89. 681.550=3.950 a + 2667,5 b
  90. 90. ∑Y = n.a + b∑ X
  91. 91. 1.015=6 a + 3.950 b
  92. 92. Mencari biaya variable per jam :
  93. 93. 681.550=3.950 a + 2667,5 b ( x 6)
  94. 94. 1.015= 6 a + 3.950 b ( x 39,50)
  95. 95. 4.089.300=23.700 a + 16.005 b (dalam ribuan)
  96. 96. 4.089.250=23.700 a + 15.602 b (-)
  97. 97. 80.050 = 402,5 b
  98. 98. b= 80.050/402,5
  99. 99. b= 199 per jam
  100. 100. Untuk mencari biaya tetap (a) dengan interpolasi salah satu sampel, sebut saja bulan
  101. 101. April :
  102. 102. Y = a + b X
  103. 103. Rp. 200.000,00 = a + Rp 199,00 x 800 jam
  104. 104. a = Rp 200.000,00 – Rp 159.200,00
  105. 105. a = Rp 40.800,00
  106. 106. Dengan perhitungan tersebut, maka bias diketahui bahwa :
  107. 107. Biaya variable per jam = Rp 199,00
  108. 108. Biaya tetap perbulan = Rp 40.800,00
  109. 109. 2.4. Alternatif Penerapan Metode Kuadrat Terkecil
  110. 110. Metode Kuadrat Terkecil merupakan metode yang sudah diterapkan diatas, serta masih mengandung sedikit kelemahan yaitu apabila ada fluktuasi yang besar antara kegiatan bulan tertentu dengan bulan yang lain, maka akan didapat jumlah biaya per elemen yang kurang tepat, untuk itu ada perhitungan dengan metode yang sama (metode kuadrat terkecil) tetapi dengan membuat rata-rata biaya bulanan. Prosedur untuk perhitungan dilakukan sebagai berikut:
  111. 111. Menentukan rata-rata biaya periodic dan kegiatan periodic
  112. 112. BulanJam mesin (X)Biaya pemeliharaan (Y)JanuariPebruariMaretAprilMeiJuni55070050080075065014917014020019216439501.015Rata-rata658,33169,17(=3.950 : 6) (X) (1.015 : 6) (Y)
  113. 113. Menentukan selisih kegiatan dan biaya periodic dengan rata-rata.
  114. 114. BulanSelisih jam (X’)Selisih Biaya (Y’)JanuariPebruariMaretAprilMeiJuni550 – 658,33 = 700 – 658,33 =500 – 658,33 =800 – 658,33 =750 – 658,33 =650 – 658,33 =(108,33)41,67.(158,33)141,6791,67(8,33)0149 – 169,17 =170 - 169,17 =140 - 169,17 =200 - 169,17 =192 - 169,17 =164 - 169,17 =(20,17)0,83(29,17)30,8322,83(5,17)0
  115. 115. Menentukan Jumlah perkalian antara selisih jam dengan selisih biaya (X’. Y’) dan selisih kegiatan kuadrat (X’)2
  116. 116. Bulan(X’. Y’)(X’)2JanuariPebruariMaretAprilMeiJuni2.185,0134,594.618,494,367,692.092,8343,0711.735,391.736,3925.068,3920.070,398.403,3969,3913.341,6867.083,34
  117. 117. Menentukan biaya variable per unit per jam dengan persamaan sebagai berikut :
  118. 118. biaya variable= ∑ X’ Y’= Rp xy per jam
  119. 119. ∑(X’)2
  120. 120. = 13.341,68 (dalam ribuan)
  121. 121. = Rp 198,88 per jam
  122. 122. Menentukan biaya tetap per periode dengan persamaan :
  123. 123. Y = a + b X
  124. 124. Rp 169.170,00= a + 198,88 x 658,33
  125. 125. a = Rp 169.170,00 – Rp 130. 928,67
  126. 126. = Rp 38,241
  127. 127. Persamaan:Y = Rp 38,241 + 198,88 X </li></ul>2.5. Metode engineer (engineering method)<br />Metode engineer adalah suatu metode pemisahan biaya campuran dimana analisis biaya tidak mempunyai pengalaman dimasa lalu. Metode ini diterapkan untuk pemisahan biaya pertama kali, misalnya untuk perusahaan baru atau untuk jenis biaya baru. Sebetulnya metode ini bias dikelompokan menjadi dua :<br /><ul><li>Metode gerak waktu (time and motion study)
  128. 128. merupakan metode yang bias digunakan ahli tehnik dimana analisis biaya dibedakan beberapa percobaan setiap unsure kegiatan dan dilakukan dalam beberapa waktu tertentu. Untuk menerapkan metode ini harus dilakukan study serentak dan kelemahan yang nyata selain tiap waktu biaya berubah juga study semacam ini memerlukan biaya besar. Ada kemungkinan hasil dan biayanya tidak sebanding.
  129. 129. Metode penghentian kegiatan (stand by method)
  130. 130. yaitu metode pemisahan biaya dengan menghentikan kegiatan operasi secara total dan penghentian ini dilakukan dalam jangka waktu tertentu.
  131. 131. Dengan metode penghentian kegiatan, maka seluruh kegiatan operasi pada departemen yang akan dinilai dihentikan selama jangka tertentu, sebut satu bulan, dan pada saat operasi dihentikan akan bias diketahui berapa biaya masih harus dikeluarkan walaupun kegiatan tidak ada biaya semacam ini dikelompokan sebagai biaya tetap. Dengan menggunakan pada jumlah biaya ketika operasi dimulai lagi akan diketehui biaya variable.
  132. 132. Contoh : pada bulan Januari departemen XYZ dihentikan kegiatannya dan dalam departemen tersebut masih harus dibayar biaya sejumlah Rp. 200.000,00, bulan februari operasi dimulai lagi dengan kegiatan sebesar 400 jam mesin dan dikeluarkan biaya sebesar Rp. 600.000,00. Maka biaya variable tersebut akan bias diketahui sejumlah :
  133. 133. Rp. 600.000,00 – Rp. 200.000,00 = Rp 1.000,00 per mesin
  134. 134. 400
  135. 135. Dan biaya tetap per bulan Rp.200.000,00.</li></ul>2.6. Pengertian statistika<br />penggunaan istilah statistika berakar dari istilah istilah dalam bahasa latin modern statisticumcollegium ("dewannegara")danbahasaItalia statista ("negarawan" atau "politikus").<br />Gottfried Achenwall (1749) menggunakan Statistik dalam bahasaJerman untuk pertama kalinya sebagai nama bagi kegiatan analisis data kenegaraan, dengan mengartikannya sebagai "ilmu tentang negara (state)". Pada awal abad ke-19 telah terjadi pergeseran arti menjadi "ilmu mengenai pengumpulan dan klasifikasi data". Sir John Sinclair memperkenalkan nama (Statistics) dan pengertian ini ke dalam bahasa Inggris. Jadi, statistika secara prinsip mula-mula hanya mengurus data yang dipakai lembaga-lembaga administratif dan pemerintahan. Pengumpulan data terus berlanjut, khususnya melalui sensus yang dilakukan secara teratur untuk memberi informasi kependudukan yang berubah setiap saat.<br />Pada abad ke-19 dan awal abad ke-20 statistika mulai banyak menggunakan bidang-bidang dalam matematika, terutama peluang. Cabang statistika yang pada saat ini sangat luas digunakan untuk mendukung metode ilmiah, statistika inferensi, dikembangkan pada paruh kedua abad ke-19 dan awal abad ke-20 oleh Ronald Fisher (peletak dasar statistika inferensi),Karl Pearson (metode regresi linear), dan William Sealey Gosset (meneliti problem sampel berukuran kecil).<br />Penggunaan statistika pada masa sekarang dapat dikatakantelahmenyentuh semua bidang ilmu pengetahuan, mulai dari astronomi hingga linguistika. Bidang-bidang ekonomi, biologi dan cabang-cabang terapannya, serta psikologi banyak dipengaruhi oleh statistika dalam metodologinya. Akibatnya lahirlah ilmu-ilmu gabungan seperti ekonometrika, biometrika (atau biostatistika), dan psikometrika.<br />Meskipun ada pihak yang menganggap statistika sebagai cabang dari matematika, tetapi sebagian pihak lainnya menganggap statistika sebagai bidang yang banyak terkait dengan matematika melihat dari sejarah dan aplikasinya. Di Indonesia, kajian statistika sebagian besar masuk dalam fakultas matematika dan ilmu pengetahuan alam, baik di dalam departemen tersendiri maupun tergabung dengan matematika.<br /><ul><li>Beberapa kontributor statistika</li></ul>Carl Gauss<br />Blaise Pascal<br />Sir Francis Galton<br />William Sealey Gosset (dikenal dengan sebutan "Student")<br />Karl Pearson<br />Sir Ronald Fisher<br />Gertrude Cox<br />Charles Spearman<br />Pafnuty Chebyshev<br />Aleksandr Lyapunov<br />Isaac Newton<br />Abraham De Moivre<br />Adolph Quetelet<br />Florence Nightingale<br />John Tukey<br />George Dantzig<br />Thomas Bayes<br /><ul><li>Konsep dasar</li></ul>Dalam mengaplikasikan statistika terhadap permasalahan sains, industri, atau sosial, pertama-tama dimulai dari mempelajari populasi. Makna populasi dalam statistika dapat berarti populasi benda hidup, benda mati, ataupun benda abstrak. Populasi juga dapat berupa pengukuran sebuah proses dalam waktu yang berbeda-beda, yakni dikenal dengan istilah deret waktu.<br />Melakukan pendataan(pengumpulandata)seluruhpopulasidinamakan sensus. Sebuah sensus tentu memerlukan waktu dan biaya yang tinggi. Untuk itu, dalam statistika seringkali dilakukan pengambilan sampel (sampling), yakni sebagian kecil dari populasi, yang dapat mewakili seluruh populasi. Analisis data dari sampel nantinya digunakan untuk menggeneralisasi seluruh populasi.<br />Jikasampelyangdiambilcukuprepresentatif,inferensial (pengambilankeputusa) dan simpulan yang dibuat dari sampel dapat digunakan untuk menggambarkan populasi secara keseluruhan. Metode statistika tentang bagaimana cara mengambil sampel yang tepat dinamakan teknik sampling.<br />Analisis statistik banyak menggunakan probabilitas sebagai konsepdasarnya hal terlihat banyak digunakannya uji statistika yang mengambil dasar pada sebaran peluang. Sedangkan matematika statistika merupakan cabang dari matematika terapan yang menggunakan teori probabilitas dan analisis matematika untuk mendapatkan dasar-dasar teori statistika.<br />Ada dua macam statistika, yaitu statistika deskriptif dan statistika inferensial. Statistika deskriptif berkenaan dengan deskripsi data, misalnya dari menghitung rata-rata dan varians dari data mentah; mendeksripsikan menggunakan tabel-tabel atau grafik sehingga data mentah lebih mudah “dibaca” dan lebih bermakna. Sedangkan statistika inferensial lebih dari itu, misalnya melakukan pengujian hipotesis, melakukan prediksi observasi masa depan, atau membuat model regresi.<br />Statistika deskriptif berkenaan dengan bagaimana data dapat digambarkan dideskripsikan) atau disimpulkan, baik secara numerik (misalnya menghitung rata-rata dan deviasi standar) atau secara grafis (dalam bentuk tabel atau grafik), untuk mendapatkan gambaran sekilas mengenai data tersebut, sehingga lebih mudah dibaca dan bermakna.<br />Statistika inferensial berkenaan dengan permodelan data dan melakukanpengambilankeputusanberdasarkananalisisdata,misalnyamelakukan pengujianhipotesis, melakukanestimasipengamatanmasamendatang(estimasi atau prediksi), membuat permodelan hubungan(korelasi, regresi, ANOVA, deret waktu), dan sebagainya.<br />2.7. Metode Statistika Dua jenis penelitian: eksperimen dan survai<br />Tujuan umum bagi suatu penelitian berbasis statistika adalah menyelidiki hubungan sebab-akibat, dan lebih khusus menarik suatu simpulan akan perubahan yang timbul pada peubah (atau variabel) respon (peubah dependen) akibat berubahnya peubah penjelas (explanatory variables) (peubah independen).<br />Terdapat dua jenis utama penelitian: eksperimen dan survei. Keduanya sama-sama mendalami pengaruh perubahan pada peubah penjelas dan perilaku peubah respon akibat perubahan itu. Beda keduanya terletak pada bagaimana kajiannya dilakukan.<br />Suatu eksperimen melibatkan pengukuran terhadap sistem yang dikaji, memberi perlakuan terhadap sistem, dan kemudian melakukan pengukuran (lagi) dengan cara yang sama terhadap sistem yang telah diperlakukan untuk mengetahui apakah perlakuan mengubah nilai pengukuran. Bisa juga perlakuan diberikan secara simultan dan pengaruhnya diukur dalam waktu yang bersamaan pula. Metode statistika yang berkaitan dengan pelaksanaan suatu eksperimen dipelajari dalam rancangan percobaan (desain eksperimen).<br />Dalam survey, di sisi lain, tidak dilakukan manipulasi terhadap sistem yang dikaji. Data dikumpulkan dan hubungan (korelasi) antara berbagai peubah diselidiki untuk memberi gambaran terhadap objek penelitian. Teknik-teknik survai dipelajari dalam metode survei.<br />Penelitian tipe eksperimen banyak dilakukan pada ilmu-ilmu rekayasa, misalnya teknik, ilmu pangan, agronomi, farmasi, pemasaran (marketing), dan psikologi eksperimen.<br />Penelitian tipe observasi paling sering dilakukan di bidang ilmu-ilmu sosial atau berkaitan dengan perilaku sehari-hari, misalnya ekonomi, psikologi dan pedagogi, kedokteran masyarakat, dan industri.<br />A.Tipe pengukuran<br />Ada empat tipe pengukuran atau skala pengukuran yang digunakan di dalam statistika, yakni: nominal, ordinal, interval, dan rasio. Keempat skala pengukuran tersebut memiliki tingkat penggunaan yang berbeda dalam riset statistik.<br />Skala nominal hanya bisa membedakan sesuatu yang bersifat kualitatif (misalnya: jenis kelamin, agama, warna kulit).<br />Skala ordinal selain membedakan juga menunjukkan tingkatan (misalnya: pendidikan, tingkat kepuasan).<br />Skala interval berupa angka kuantitatif namun tidak memiliki nilai nol mutlak (misalnya: tahun, suhu dalam Celcius).<br />Skala rasio berupa angka kuantitatif yang memiliki nilai nol mutlak.<br />B.Teknik-teknik statistika<br />Beberapa pengujian dan prosedur yang banyak digunakan dalam penelitian antara lain:<br />Analisis regresi dan korelasi<br />Analisis varians (ANOVA)<br />khi-kuadrat<br />Uji t-Student<br />C.Statistika Terapan<br />Bebebarapa ilmu pengetahuan menggunakan statistika terapan sehingga mereka memiliki terminologi yang khusus. Disiplin ilmu tersebut antara lain:<br />Aktuaria (penerapan statistika dalam bidang asuransi)<br />Biostatistika atau biometrika (penerapan statistika dalam ilmu biologi)<br />Statistika bisnis<br />Ekonometrika<br />Psikometrika<br />Statistika sosial<br />Statistika teknik atau teknometrika<br />Fisika statistik<br />Demografi<br />Eksplorasi data (pengenalan pola)<br />Literasi statistik<br />Analisis proses dan kemometrika (untuk analisis data kimia analis dan teknik kimia)<br />Statistika memberikan alat analisis data bagi berbagai bidang ilmu. Kegunaannya bermacam-macam: mempelajari keragaman akibat pengukuran, mengendalikan proses, merumuskan informasi dari data, dan membantu pengambilan keputusan berdasarkan data. Statistika, karena sifatnya yang objektif, sering kali merupakan satu-satunya alat yang bisa diandalkan untuk keperluan-keperluan di atas.<br />BAB III<br />PENUTUP<br />3.1. Kesimpulan<br />Pemacu biaya adalah faktor yang digunakan untuk mengukur bagaimana biaya terjadi atau dapat juga dikatakan sebagai cara untuk membebankan biaya pada aktivitas atau produk. sedangkan pada sistem biaya tradisional hanya menggunakan satu macam pemacu biaya tertentu yang digunakan sebagai basis, misalnya jam tenaga kerja/jam kerja orang, rupiah tenaga kerja, atau jam mesin. <br />Metode Statistika adalah langkah-langkah pengumpulan data-data dengan menggunakan beberapa teori dengan cara melakukan pengujian terhadapasuatu masalah untuk dijadikan sebagai teori yang telah diuji kebenarannya yang bersifat ilmiah.<br />3.2. Saran<br />Kami meyarankan agar para penguji atau peneliti, untuk suatu proses menganalisa diperlukan kehati-hatian dalam melakukan pengujian suatu masalah agar mampu mendapatkan hasil yang akurat dan benar untuk dijadikan karya ilmiah yang berguna untuk semua orang.<br />

×