Successfully reported this slideshow.

Materi pasar uang dan modal

7,425 views

Published on

  • Be the first to comment

Materi pasar uang dan modal

  1. 1. MATERI PASAR UANG DAN MODALLabel: PSR UANG DAN MODALPERTEMUAN IVMENGENAL OBLIGASIOBLIGASIObligasi merupakan surat utang jangka menengah-panjang yang dapat dipindahtangankanMENGENAL OBLIGASI yang berisi janji dari pihak yang menerbitkan untuk membayarimbalan berupa bunga pada periode tertentu dan melunasi pokok utang pada waktu yang telahditentukan kepada pihak pembeli obligasi tersebut.Jenis ObligasiObligasi memiliki beberapa jenis yang berbeda, yaitu :1) Dilihat dari sisi penerbit :a) Corporate Bonds : obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan, baik yang berbentuk badanusaha milik negara (BUMN), atau badan usaha swasta.b) Government Bonds : obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah pusat.c) Municipal Bond : obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah daerah untuk membiayai proyek-proyek yang berkaitan dengan kepentingan publik (public utility).2) Dilihat dari sistem pembayaran bunga :a) Zero Coupon Bonds : obligasi yang tidak melakukan pembayaran bunga secara periodik.Namun, bunga dan pokok dibayarkan sekaligus pada saat jatuh tempo.b) Coupon Bonds : obligasi dengan kupon yang dapat diuangkan secara periodik sesuai denganketentuan penerbitnya.c) Fixed Coupon Bonds : obligasi dengan tingkat kupon bunga yang telah ditetapkan sebelummasa penawaran di pasar perdana dan akan dibayarkan secara periodik.d) Floating Coupon Bonds : obligasi dengan tingkat kupon bunga yang ditentukan sebelumjangka waktu tersebut, berdasarkan suatu acuan (benchmark) tertentu seperti average timedeposit (ATD) yaitu rata-rata tertimbang tingkat suku bunga deposito dari bank pemerintah danswasta.3) Dilihat dari hak penukaran / opsi :a) Convertible Bonds : obligasi yang memberikan hak kepada pemegang obligasi untukmengkonversikan obligasi tersebut ke dalam sejumlah saham milik penerbitnya.b) Exchangeable Bonds : obligasi yang memberikan hak kepada pemegang obligasi untukmenukar saham perusahaan ke dalam sejumlah saham perusahaan afiliasi milik penerbitnya.c) Callable Bonds : obligasi yang memberikan hak kepada emiten untuk membeli kembaliobligasi pada harga tertentu sepanjang umur obligasi tersebut.d) Putable Bonds : obligasi yang memberikan hak kepada investor yang mengharuskan emiten
  2. 2. untuk membeli kembali obligasi pada harga tertentu sepanjang umur obligasi tersebut.4) Dilihat dari segi jaminan atau kolateralnyaa) Secured Bonds : obligasi yang dijamin dengan kekayaan tertentu dari penerbitnya atau denganjaminan lain dari pihak ketiga. Dalam kelompok ini, termasuk didalamnya adalah:- Guaranteed Bonds : Obligasi yang pelunasan bunga dan pokoknya dijamin denanpenangguangan dari pihak ketiga- Mortgage Bonds : obligasi yang pelunasan bunga dan pokoknya dijamin dengan agunan hipotikatas properti atau asset tetap.- Collateral Trust Bonds : obligasi yang dijamin dengan efek yang dimiliki penerbit dalamportofolionya, misalnya saham-saham anak perusahaan yang dimilikinya.b) Unsecured Bonds : obligasi yang tidak dijaminkan dengan kekayaan tertentu tetapi dijamindengan kekayaan penerbitnya secara umum.5) Dilihat dari segi nilai nominala. Konvensional Bonds : obligasi yang lazim diperjualbelikan dalam satu nominal, Rp 1 miliarper satu lot.b. Retail Bonds : obligasi yang diperjual belikan dalam satuan nilai nominal yang kecil, baikcorporate bonds maupun government bonds.6) Dilihat dari segi perhitungan imbal hasil :a. Konvensional Bonds : obligasi yang diperhitungan dengan menggunakan sistem kupon bunga.b. Syariah Bonds : obligasi yang perhitungan imbal hasil dengan menggunakan perhitungan bagihasil. Dalam perhitungan ini dikenal dua macam obligasi syariah, yaitu:- Obligasi Syariah Mudharabah merupakan obligasi syariah yang menggunakan akad bagi hasilsedemikian sehingga pendapatan yang diperoleh investor atas obligasi tersebut diperoleh setelahmengetahui pendapatan emiten.- Obligasi Syariah Ijarah merupakan obligasi syariah yang menggunakan akad sewa sedemikiansehingga kupon (fee ijarah) bersifat tetap, dan bisa diketahui/diperhitungkan sejak awal obligasiditerbitkanKarakteristik Obligasi : Nilai Nominal (Face Value) adalah nilai pokok dari suatu obligasi yang akan diterima olehpemegang obligasi pada saat obligasi tersebut jatuh tempo. Kupon (the Interest Rate) adalah nilai bunga yang diterima pemegang obligasi secara berkala(kelaziman pembayaran kupon obligasi adalah setiap 3 atau 6 bulanan) Kupon obligasidinyatakan dalam annual prosentase. Jatuh Tempo (Maturity) adalah tanggal dimana pemegang obligasi akan mendapatkanpembayaran kembali pokok atau Nilai Nominal obligasi yang dimilikinya. Periode jatuh tempoobligasi bervariasi mulai dari 365 hari sampai dengan diatas 5 tahun. Obligasi yang akan jatuhtempo dalam waktu 1 tahun akan lebih mudah untuk di prediksi, sehingga memilki resiko yanglebih kecil dibandingkan dengan obligasi yang memiliki periode jatuh tempo dalam waktu 5tahun. Secara umum, semakin panjang jatuh tempo suatu obligasi, semakin tinggi Kupon / bunga
  3. 3. nya. Penerbit / Emiten (Issuer) Mengetahui dan mengenal penerbit obligasi merupakan faktorsangat penting dalam melakukan investasi Obligasi Ritel. Mengukur resiko / kemungkinan daripenerbit obigasi tidak dapat melakukan pembayaran kupon dan atau pokok obligasi tepat waktu(disebut default risk) dapat dilihat dari peringkat (rating) obligasi yang dikeluarkan oleh lembagapemeringkat seperti PEFINDO atau Kasnic Indonesia.Harga Obligasi :Berbeda dengan harga saham yang dinyatakan dalam bentuk mata uang, harga obligasidinyatakan dalam persentase (%), yaitu persentase dari nilai nominal.Ada 3 (tiga) kemungkinan harga pasar dari obligasi yang ditawarkan, yaitu: Par (nilai Pari) : Harga Obligasi sama dengan nilai nominal Misal: Obligasi dengan nilainominal Rp 50 juta dijual pada harga 100%, maka nilai obligasi tersebut adalah 100% x Rp 50juta = Rp 50 juta. at premium (dengan Premi) : Harga Obligasi lebih besar dari nilai nominal Misal: Obligasidengan nilai nominal RP 50 juta dijual dengan harga 102%, maka nilai obligasi adalah 102% xRp 50 juta = Rp 51 juta at discount (dengan Discount) : Harga Obligasi lebih kecil dari nilai nominal Misal: Obligasidengan nilai nominal Rp 50 juta dijual dengan harga 98%, maka nilai dari obligasi adalah 98% xRp 50 juta = Rp 49 juta.Yield Obligasi :Pendapatan atau imbal hasil atau return yang akan diperoleh dari investasi obligasi dinyatakansebagai yield, yaitu hasil yang akan diperoleh investor apabila menempatkan dananya untukdibelikan obligasi. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi obligasi, investor harusmempertimbangkan besarnya yield obligasi, sebagai faktor pengukur tingkat pengembaliantahunan yang akan diterima.Ada 2 (dua) istilah dalam penentuan yield yaitu current yield dan yield to maturity. Currrent yield adalah yield yang dihitung berdasrkan jumlah kupon yang diterima selama satutahun terhadap harga obligasi tersebut.Current yield = bunga tahunanharga obligasiContoh:Jika obligasi PT XYZ memberikan kupon kepada pemegangnya sebesar 17% per tahunsedangkan harga obligasi tersebut adalah 98% untuk nilai nominal Rp 1.000.000.000, maka:Current Yield = Rp 170.000.000 atau 17%Rp 980.000.000 98%
  4. 4. = 17.34% Sementara itu yiled to maturity (YTM) adalah tingkat pengembalian atau pendapatan yangakan diperoleh investor apabila memiliki obligasi sampai jatuh tempo. Formula YTM yangseringkali digunakan oleh para pelaku adalah YTM approximation atau pendekatan nilai YTM,sebagai berikut:YTM approximation = C + R – Pn x 100%R+P2Keterangan:C = kuponn = periode waktu yang tersisa (tahun)R = redemption valueP = harga pemeblian (purchase value)Contoh:Obligasi XYZ dibeli pada 5 September 2003 dengan harga 94.25% memiliki kupon sebesar 16%dibayar setiap 3 bulan sekali dan jatuh tempo pada 12 juli 2007. Berapakah besar YTMapproximationnya ?C = 16%n = 3 tahun 10 bulan 7 hari = 3.853 tahunR = 94.25%P = 100%YTM approximation = 16 + 100 – 94.253.853= 100 + 94.252= 18.01 %PERTEMUAN IIIMENGENAL SAHAMSaham (stock) merupakan salah satu instrumen pasar keuangan yang paling popular.Menerbitkan saham merupakan salah satu pilihan perusahaan ketika memutuskan untukpendanaan perusahaan. Pada sisi yang lain, saham merupakan instrument investasi yang banyak
  5. 5. dipilih para investor karena saham mampu memberikan tingkat keuntungan yang menarik.Saham dapat didefinisikan sebagai tanda penyertaan modal seseorang atau pihak (badan usaha)dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Dengan menyertakan modal tersebut, makapihak tersebut memiliki klaim atas pendapatan perusahaan, klaim atas asset perusahaan, danberhak hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).Pada dasarnya, ada dua keuntungan yang diperoleh investor dengan membeli atau memilikisaham:1. DividenDividen merupakan pembagian keuntungan yang diberikan perusahaan dan berasal darikeuntungan yang dihasilkan perusahaan. Dividen diberikan setelah mendapat persetujuan daripemegang saham dalam RUPS. Jika seorang pemodal ingin mendapatkan dividen, makapemodal tersebut harus memegang saham tersebut dalam kurun waktu yang relatif lama yaituhingga kepemilikan saham tersebut berada dalam periode dimana diakui sebagai pemegangsaham yang berhak mendapatkan dividen.Dividen yang dibagikan perusahaan dapat berupa dividen tunai – artinya kepada setiappemegang saham diberikan dividen berupa uang tunai dalam jumlah rupiah tertentu untuk setiapsaham - atau dapat pula berupa dividen saham yang berarti kepada setiap pemegang sahamdiberikan dividen sejumlah saham sehingga jumlah saham yang dimiliki seorang pemodal akanbertambah dengan adanya pembagian dividen saham tersebut.2. Capital GainCapital Gain merupakan selisih antara harga beli dan harga jual. Capital gain terbentuk denganadanya aktivitas perdagangan saham di pasar sekunder. Misalnya Investor membeli saham ABCdengan harga per saham Rp 3.000 kemudian menjualnya dengan harga Rp 3.500 per saham yangberarti pemodal tersebut mendapatkan capital gain sebesar Rp 500 untuk setiap saham yangdijualnya.Sebagai instrument investasi, saham memiliki risiko, antara lain:1. Capital LossMerupakan kebalikan dari Capital Gain, yaitu suatu kondisi dimana investor menjual sahamlebih rendah dari harga beli. Misalnya saham PT. XYZ yang di beli dengan harga Rp 2.000,- persaham, kemudian harga saham tersebut terus mengalami penurunan hingga mencapai Rp 1.400,-per saham.Karena takut harga saham tersebut akan terus turun, investor menjual pada harga Rp 1.400,-tersebut sehingga mengalami kerugian sebesar Rp 600,- per saham.2. Risiko LikuidasiPerusahaan yang sahamnya dimiliki, dinyatakan bangkrut oleh Pengadilan, atau perusahaantersebut dibubarkan. Dalam hal ini hak klaim dari pemegang saham mendapat prioritas terakhir
  6. 6. setelah seluruh kewajiban perusahaan dapat dilunasi (dari hasil penjualan kekayaan perusahaan).Jika masih terdapat sisa dari hasil penjualan kekayaan perusahaan tersebut, maka sisa tersebutdibagi secara proporsional kepada seluruh pemegang saham.Namun jika tidak terdapat sisa kekayaan perusahaan, maka pemegang saham tidak akanmemperoleh hasil dari likuidasi tersebut. Kondisi ini merupakan risiko yang terberat daripemegang saham. Untuk itu seorang pemegang saham dituntut untuk secara terus menerusmengikuti perkembangan perusahaan.Di pasar sekunder atau dalam aktivitas perdagangan saham sehari-hari, harga-harga sahammengalami fluktuasi baik berupa kenaikan maupun penurunan. Pembentukan harga saham terjadikarena adanya permintaan dan penawaran atas saham tersebut. Dengan kata lain harga sahamterbentuk oleh supply dan demand atas saham tersebut. Supply dan demand tersebut terjadikarena adanya banyak faktor, baik yang sifatnya spesifik atas saham tersebut (kinerja perusahaandan industri dimana perusahaan tersebut bergerak) maupun faktor yang sifatnya makro sepertitingkat suku bunga, inflasi, nilai tukar dan faktor-faktor non ekonomi seperti kondisi sosial danpolitik, dan faktor lainnya.Pertemuan I & IIMENGENAL PASAR MODALPasar modal (capital market) merupakan pasar untuk berbagai instrumen keuangan jangkapanjang yang bisa diperjualbelikan, baik surat utang (obligasi), ekuiti (saham), reksa dana,instrumen derivatif maupun instrumen lainnya. Pasar modal merupakan sarana pendanaan bagiperusahaan maupun institusi lain (misalnya pemerintah), dan sebagai sarana bagi kegiatanberinvestasi. Dengan demikian, pasar modal memfasilitasi berbagai sarana dan prasaranakegiatan jual beli dan kegiatan terkait lainnya.Instrumen keuangan yang diperdagangkan di pasar modal merupakan instrumen jangka panjang(jangka waktu lebih dari 1 tahun) seperti saham, obligasi, waran, right, reksa dana, dan berbagaiinstrumen derivatif seperti option, futures, dan lain-lain.Undang-Undang Pasar Modal No. 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal mendefinisikan pasarmodal sebagai “kegiatan yang bersangkutan dengan Penawaran Umum dan perdagangan Efek,Perusahaan Publik yang berkaitan dengan Efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesiyang berkaitan dengan Efek”.Pasar Modal memiliki peran penting bagi perekonomian suatu negara karena pasar modalmenjalankan dua fungsi, yaitu pertama sebagai sarana bagi pendanaan usaha atau sebagai saranabagi perusahaan untuk mendapatkan dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yangdiperoleh dari pasar modal dapat digunakan untuk pengembangan usaha, ekspansi, penambahanmodal kerja dan lain-lain, kedua pasar modal menjadi sarana bagi masyarakat untuk berinvestasipada instrument keuangan seperti saham, obligasi, reksa dana, dan lain-lain. Dengan demikian,masyarakat dapat menempatkan dana yang dimilikinya sesuai dengan karakteristik keuntungan
  7. 7. dan risiko masing-masing instrumentSumber : www.idx.co.id

×