SlideShare a Scribd company logo
1 of 31
Download to read offline
َ‫و‬ ِ‫هللا‬ُ‫ة‬َ‫م‬ْ‫ح‬َ‫ر‬َ‫و‬ ْ‫م‬ُ‫ك‬ْ‫ي‬َ‫ل‬َ‫ع‬ ُ‫م‬َ‫ال‬َّ‫س‬َ‫ل‬‫ا‬
ُُُُ‫ت‬َ‫ك‬‫ا‬َ‫ر‬َ‫َب‬
( ASSALAMU’ALAIKUM WR .WB. )
PEDOMAN
PERAWATAN JENAZAH
Oleh:
KHUMAIDI, SHI
NIP. 197707232006041007
DISAMPAIKAN DALAM :
PELATIHAN PERAWATAN JENAZAH WANITA
DAN JENAZAH PENDERITA HIV-AIDS
DHARMA WANITA PERSATUAN KEMENAG KAB. MAGETAN
Rabu, 16 Juni 2010
DESKRIPSI SINGKAT :
 Kematian adalah suatu fase yang pasti akan dialami oleh setiap
mahluq hidup. Sebagaimana firman Allah SWT QS : Ali ‘Imran :
185;
KULLU NAFSIN DZAA IQATUL MAUT ………
 Artinya : Tiap-tiap diri pasti akan mati,
DESKRIPSI SINGKAT (2)
 Tidak ada kecuali; cepat atau lambat kematian pasti akan menjemput.
Kedatangannya tidak pernah diduga; apakah ia dekat ataukah lambat?
Dalam Al Qur’an surah Al A’raaf ayat 34, Allah berfirman :
WALIKULLI UMMATIN AJAL, FAIDZAA JAA’A AJALUHUM LAA
YASTA’KHIRUUNA SAA’ATAW WALAA YASTAQ DIMUN
 Artinya : Dan setiap umat mempunyai batas waktu (ajal), maka apabila
telah datang ajal mereka, mereka tidak akan dapat mengundurkannya
sesaatpun, dan mereka tidak dapat pila memajukannya.
DESKRIPSI SINGKAT (3)
 Kematian adalah pemutus amal, ketika kematian itu tiba, habis sudah
kesempatan makhluq untuk melakukan amal. Maka Allah
memerintahkan supaya kita meningkatkan ketaqwaan kita kepada-Nya
agar ketika ajal menjemput, kita dalam keadaan mu’min dan muslim,
seperti firman Al Qur’an QS : Ali Imran : 102 ;
YAA AYYUHALLADZIINA AAMANUTTAQULLAA-HA HAQQA TUQAATIHII
WALAA TAMUUTUNNA ILLAA WA ANTUM MUSLIMUUN
Artinya : Wahai orang-orang yang beriman, takutlah kamu kepada
Allah dengan sesungguhnya taqwa, dan janganlah kamu sekalian mati
kecuali dalam keadaan muslim.
ADAB MENJENGUK ORANG SAKIT
 Menghibur orang yang sakit dengan membesarkan hatinya agar selalu
dekat dengan Allah dan tidak menyesal atau putus asa dalam
menerima musibah dan harus ikhlas. QS. Al Baqarah :155-156 ;
…….WABASYSYIRISH SHABIRIIN (155) ALLADZIINA IDZAA ASHOOBAT-
HUM MUSHIBATUN, QAALUU INNAA LILLAHI WA INNA ILAIHI
RAAJI’UUN (156)
Artinya : Dan gembiralah orang-orang yang sabar, (155) yang
apabila mereka menerima musibah, mereka berkata “Sesungguhnya
kita semua kepunyaan Allah dan akan kembali kepada-Nya.”(156)
ADAB MENJENGUK ORANG SAKIT (2)
 Bagi yang menunggu / menjaga orang sakit harus berusaha
agar yang sakit tenang jiwanya dan tidak gelisah, juga harus
selalu berbaik sangka kepada Allah, sebab walaupun orang itu
banyak dosanya kalau ia memohon ampun, Allah akan
mengampuninya.
 Disamping itu juga dinasehati apabila dia disembuhkan dari
sakitnya ia lebih meningkatkan taqwanya dan dekat kepada
Allah dan jika ia dipanggil ia tenang dalam keadaan beriman.
MENGHADAPI ORANG YANG MENINGGAL :
 Apabila seseorang berada disamping orang yang sakit dan
telah mendekati akhir hayatnya (naza’) hendaknya ia
membimbing orang tersebut untuk mengucapkan kalimah
Thayyibah “Laa Ilaaha Illallah” yang diucapkan dengan
kalimat lembut dan jelas dan jangan terlalu sering atau
terlalu cepat dan jangan diganggu suara tangisan yang
dapat merubah perhatian yang sakit. Kalau tidak bisa
mengucapkan kalimat tersebut, cukup “Allah” saja.
MENGHADAPI ORANG YANG MENINGGAL :( 2)
 BERWASIAT :
Bila seseorang akan meninggal dan ia mempunyai harta kekayaan,
maka wajib bagi orang itu “berwasiat” diwaktu pikiran dan ingatannya
masih sehat, sesuai dengan firman Allah SWT QS : Al Baqarah : 180 ;
KUTIBA’ALAIKUM IDZAA CHADHORO ACHADAKUMUL MAUTU IN
TAROKA KHOIRO-NIL WASHIYYATU LIL WAALIDAINI WAL
AQROBIINA BIL MA’RUUFICHAQQON ‘ALAL MUTTAQIIN.
MENGHADAPI ORANG YANG MENINGGAL :( 2)
Artinya : Diwajibkan atas kamu sekalian, apabila
seseorang diantara kamu kedatangan mati, jika ia
meninggalkan harta supaya ia berwasiat kepada
kedua orang tua dan kerabat dekat dengan baik, dan
ini adalah kewajiban bagi orang-orang yang taqwa
(QS : Al Baqarah : 180)
TINDAKAN AWAL TERHADAP ORANG YANG
BARU MENINGGAL :
 Memejamkan matanya, apabila matanya masih terbuka
 Merapikan anggota badannya yang kurang sempurna agar
tidak menimbulkan pandangan yang kurang baik
 Mendo’akan dengan baik dan singkat, misalnya :
ِ‫ل‬ْ‫ر‬ِ‫ف‬ْ‫غ‬‫ا‬ َ‫م‬ُ‫ه‬َّ‫ل‬‫ل‬َ‫ا‬
.........
ِ‫د‬ْ‫ه‬َ‫م‬ْ‫ل‬‫ا‬ ‫ى‬ِ‫ف‬ ََُُُ‫ج‬َ‫َر‬‫د‬ ْ‫ع‬َ‫ف‬ْ‫ار‬َ‫و‬
ِ‫ه‬ ِ
‫ر‬ْ‫َب‬َ‫ق‬ ‫ى‬ِ‫ف‬ َُُ‫ل‬ ْ‫ح‬َ‫س‬ْ‫اف‬َ‫و‬ َ‫ن‬ِ‫ي‬ِِّ‫ي‬
ُِِ‫َب‬ِ‫ق‬َ‫ع‬ ‫ى‬ِ‫ف‬ ْ
‫ف‬َ‫ل‬ْ‫اخ‬َ‫و‬ ُِْ‫ي‬ِ‫ف‬ َُُ‫ل‬ْ‫ر‬ِِّ‫و‬َ‫ن‬َ‫و‬
TINDAKAN AWAL TERHADAP ORANG YANG
BARU MENINGGAL : (2)
 Menutup jenazah dengan selembar kain yg bersih dan tidak
terbuka auratnya;
 Menyelesaikan hutangnya. Apabila yang meninggal mempunyai
hutang, supaya dibayar hutangnya dari hartanya sendiri atau
harta keluarganya, sebagaimana hadits Rasulullah SAW yang
artinya ; “ Diri orang mukmin itu tergantung hutangnya, hingga
dibayar dulu hutangnya” (HR. Ahmad dan Turmudzi)
 Meletakkan kedua tangannya diantara pusar dan dada seperti
orang yang sedang shalat (Sedakep; Jawa)
MEMANDIKAN JENAZAH :
 Memandikan jenazah ialah membersihkan dari kotoran, najis, hadas kecil maupun besar
agar pada saat menghadap Allah ia dlm keadaan bersih & suci.
 Peralatan Yang disediankan :
1. Sediakan tempat mandi. 6. Sarung tangan - 3 atau 5.
2. Sabun mandi. 7. Kapas
3. Air daun bidara. 8. Air Kapur Barus
4. Air bersih. 9. Baldi serta gayung
5. Sugi - 7 batang.
 Yang berhak memandikan jenazah laki-laki adalah orang laki-laki, kecuali istri dan
muhrimnya. Sebaliknya jika jenazah perempuan hendaklah dimandikan oleh perempuan
kecuali muhrim dan suaminya. Yang memandikan jenazah tidak diperbolehkan menceritakan
kejelekan atau aib mayat.
MEMANDIKAN JENAZAH :(2)
Cara Memandikan Jenazah :
 Diletakkan di tempat yang tertutup dan membersihkan segala
najis yang melekat dibadannya dengan perlahan-lahan.
 Terlebih dahulu qobul dan duburnya sambil mengurut perutnya
agar sisa kotoran dapat keluar, kemudian kita bersihkan mulut,
hidung dan telinga,
 Setelah itu wudlu-kan seperti membasuh dan menyiram bagian-
bagian anggota tubuh pada saat kita berwudlu saat akan
melaksanakan shalat.
MEMANDIKAN JENAZAH : (3)
 Siramkan air ke tubuh sebelah kanan lalu kiri sampai kebagian
belakang dan perut hingga keujung kaki sampai bersih dan
sunnah mengulanginya dalam bilangan ganjil.
 Mandikan jenazah dengan air sabun sambil menggosok sampai
bersih dan pada air yang terakhir berikan wangi-wangian (daun
bidara, air kapur barus dan sejenisnya), walaupun hanya sedikit.
 Bila jenazah tidak mempunyai penyakit menular dapat dipangku
oleh keluarganya. Selesai dimandikan kemudian keringkan tubuh
jenazah dengan kain atau handuk agar tidak membasahi kain
kafan dan kemudian dikafankan. Perlakukan jenazah dengan cara
yang baik dan lembut.
MENGKAFANI JENAZAH :
 Sebelum selesai memandikan, maka persiapkan terlebih dahulu
pembungkusnya (kain kafan / kain putih) sebagai penutup aurat.
 Bagi jenazah laki-laki disunatkan dikafani sampai tiga lapis, tiap
lapis diberi wewangian.
 Sedangkan bagi jenazah perempuan memakai lima lapis kain,
masing-masing berupa dua lapis yang menutupi tubuhnya dengan
baju, sarung / kain padasan dan kerudung.
MENGKAFANI JENAZAH : (2)
Cara Mengkafani :
 Hamparkan kain kafan berlapis dan pada tiap lapis diberi wewangian atau
cendana,
 Kemudian atur tangannya diatas dadanya, selimutkan kain kafan sebelah
kanan kemudian sebelah kiri sehingga menutupi bagian tubuhnya.
 Bagi mayat yang sedang ihram tidak boleh diberi wewangian dan tidak
memakai kerudung kepala.
MEN-SHOLATKAN JENAZAH :
 Shalat jenazah terdiri dari 4 (empat) takbir tanpa ruku’, sujud, duduk
ataupun tahiyyat.
 Shalat jenazah boleh dilakukan secara munfarid (sendiri), namun bila ada
temannya akan lebih baik bila dilakukan secara berjam’ah dan membuat
tiga baris.
 Bila jenazahnya laki-laki, imamnya berdiri di depan kepala jenazah,
sedangkan bila jenazahnya perempuan, imam berdiri ditengah-tengah
tubuh jenazah.
 Setelah berdiri rapat kemudian niat dengan ikhlas & khusyu’.
MEN-SHOLATKAN JENAZAH : (2)
 Niat shalat jenazah Laki-laki :
‫ى‬َ‫ل‬َ‫ع‬ ‫ى‬ِِّ‫ل‬َ‫ص‬ُ‫ا‬
ِ‫ت‬ِِّ‫ي‬َ‫م‬‫ل‬ْ‫ا‬‫ا‬َ‫ذ‬َ‫ه‬
‫ت‬ً‫م‬‫ت‬َ‫م‬ِ‫ا‬ ِ‫ة‬َ‫ي‬‫ت‬َ‫ف‬ِ‫ك‬‫ل‬ْ‫ا‬ َ
‫رض‬َ‫ف‬ٍ‫ة‬‫ا‬َ‫ر‬ِ‫َب‬ْ‫ك‬َُ َ‫ع‬َ‫َب‬ْ‫ر‬َ‫ا‬
(
‫ت‬ً‫م‬ ْ‫و‬ُ‫م‬ْ‫أ‬َ‫م‬
)
‫ى‬َ‫ل‬‫ت‬َ‫ع‬َُ ِ َّ ِ
‫ّلِل‬
USHOLLII ‘ALAA HAADZAL MAYYITI ARBA’A TAKBIROOTIN FARDHOL
KIFAAYATI IMAA-MAN )MA’MUUMAN( LILLAAHI TA’AALA........
 Niat sholat jenazah perempuan ;
‫ى‬َ‫ل‬َ‫ع‬ ‫ى‬ِِّ‫ل‬َ‫ص‬ُ‫ا‬
ِ‫ت‬َُِِّ‫ي‬َ‫م‬‫ل‬ْ‫ا‬ ِ‫ه‬ِ‫ذ‬َ‫ه‬
َ‫م‬ِ‫ا‬ ِ‫ة‬َ‫ي‬‫ت‬َ‫ف‬ِ‫ك‬‫ل‬ْ‫ا‬ َ
‫رض‬َ‫ف‬ٍ‫ة‬‫ا‬َ‫ر‬ِ‫َب‬ْ‫ك‬َُ َ‫ع‬َ‫َب‬ْ‫ر‬َ‫ا‬
‫ت‬ً‫م‬‫ت‬
(
‫ت‬ً‫م‬ ْ‫و‬ُ‫م‬ْ‫أ‬َ‫م‬
)
‫ى‬َ‫ل‬‫ت‬َ‫ع‬َُ ِ َّ ِ
‫ّلِل‬
USHOLLII’ALAA HAADZIHIL MAYYITATI ARBA’A TAKBIROOTIN
FARDHOL KIFAAYATI IMAAMAN (MA’MUUMAN) LILLAAHI TA’AALA........
Artinya : Saya niat shalat atas mayyit ini (laki-laki / perempuan)
dengan empat takbir, fardlu kifayah sebagai imam (sebagai
ma’mum) karena Allah ta’ala.
MEN-SHOLATKAN JENAZAH : (3)
 Kemudian takbir seperti shalat biasa dan membaca surah Al Fatihah,
 Kemudian takbir kedua sambil mengangkat tangan dan membaca
shalawat, bacaan shalawat ;
‫ى‬َ‫ل‬َ‫ع‬ َ‫و‬ ٍ‫د‬َّ‫م‬َ‫ح‬ُ‫م‬ ‫ت‬َ‫ن‬ ِ‫د‬ِِّ‫ي‬َ‫س‬ ‫ى‬َ‫ل‬َ‫ع‬ ‫ى‬ِِّ‫ل‬َ‫ص‬ َّ‫م‬ُ‫ه‬‫ل‬َّ‫ل‬َ‫ا‬
َ‫ح‬ُ‫م‬ ‫ت‬َ‫ن‬ ِ‫د‬ِِّ‫ي‬َ‫س‬ ِ‫ل‬َ‫ا‬
ٍ‫د‬َّ‫م‬
,
َ‫م‬ْ‫ي‬ِ‫ه‬‫ا‬َ‫ر‬ْ‫َب‬ِ‫إ‬‫ت‬َ‫ن‬ ِ‫د‬ِِّ‫ي‬َ‫س‬ ‫ى‬َ‫ل‬َ‫ع‬ َ‫ت‬َّ‫ل‬َ‫ص‬‫ت‬َ‫م‬َ‫ك‬
,
َ‫و‬
‫ى‬َ‫ل‬َ‫ع‬
ِ‫ل‬َ‫ا‬
َ‫م‬ْ‫ي‬ِ‫ه‬‫ا‬َ‫ر‬ْ‫َب‬ِ‫إ‬‫ت‬َ‫ن‬ ِ‫د‬ِِّ‫ي‬َ‫س‬
,
‫ى‬َ‫ل‬َ‫ع‬ َ‫و‬ ٍ‫د‬َّ‫م‬َ‫ح‬ُ‫م‬ ‫ت‬َ‫ن‬ ِ‫د‬ِِّ‫ي‬َ‫س‬ ‫ى‬َ‫ل‬َ‫ع‬ ْ‫ك‬ ِ
‫تر‬َ‫َب‬َ‫و‬
ِ‫ل‬َ‫ا‬
ٍ‫د‬َّ‫م‬َ‫ح‬ُ‫م‬ ‫ت‬َ‫ن‬ ِ‫د‬ِِّ‫ي‬َ‫س‬
,
ِ‫د‬ِِّ‫ي‬َ‫س‬ ‫ى‬َ‫ل‬َ‫ع‬ َ‫ت‬ْ‫ك‬َ‫تر‬َ‫َب‬‫ت‬َ‫م‬َ‫ك‬
‫ى‬َ‫ل‬َ‫ع‬ َ‫و‬ َ‫م‬ْ‫ي‬ِ‫ه‬‫ا‬َ‫ر‬ْ‫َب‬ِ‫إ‬‫ت‬َ‫ن‬
‫ى‬ِ‫ف‬ َ‫م‬ْ‫ي‬ِ‫ه‬‫ا‬َ‫ر‬ْ‫َب‬ِ‫إ‬‫ت‬َ‫ن‬ ِ‫د‬ِِّ‫ي‬َ‫س‬ ِ‫ل‬َ‫ا‬
ِ‫ا‬ َ‫ن‬ْ‫ي‬ِ‫م‬َ‫ل‬‫ت‬َ‫ع‬‫ل‬ْ‫ا‬
ٌ‫د‬ْ‫ي‬ ِ‫ج‬َ‫م‬ ٌ‫د‬ْ‫ي‬ِ‫م‬َ‫ح‬ َ‫ك‬َّ‫ن‬
.
ALLAAHUMMA SHOLLI ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIW WA’ALAA AALI
SAYYIDINAA MUHAMMAD, KAMAA SHOLLAITA ‘ALAA SAYYIDINAA IBRAHIIM,
WA ‘ALAA AALI AYYIDINAA IBRAHIIM, WA BAARIK ‘ALAA SAYYIDINAA
MUHAMMADIW WA’ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMAD, KAMAA BAAROKTA
‘ALAA SAYYIDINAA IBRAHIIM WA’ALAA AALI SAYYIDINAA IBRAHIIM, FIL
‘AALAMIINA INNAKA CHAMIIDUM MAJIID
MEN-SHOLATKAN JENAZAH : (4)
Artinya : Ya Allah berikanlah kesejahteraan kepada Sayyidina Muhammad
dan keluarganya, sebagaimana Engkau telah memberikan kesejahteraan
kepada Sayyidina Ibrahim dan keluarganya. Dan berkatilah Sayyidina
Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau telah memberkati
Sayyidina Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau maha Terpuji lagi
Maha Bijaksana.
 Takbir ketiga membacakan do’a untuk jenazah :
ْ‫ر‬ِ‫ف‬ْ‫غ‬‫ا‬ َّ‫م‬ُ‫ه‬‫ل‬َّ‫ل‬َ‫ا‬
َُُ‫ل‬
(
‫ت‬َ‫ه‬َ‫ل‬
)
ْ‫م‬َ‫ح‬ْ‫ار‬َ‫و‬
ُُ
(
‫ت‬َ‫ه‬
)
ِ‫ف‬‫َت‬‫ع‬َ‫و‬
ُِ
(
‫ت‬َ‫ه‬
)
ُ‫ف‬ْ‫ع‬‫ا‬َ‫و‬
ْ‫ن‬َ‫ع‬
ُُ
(
‫ت‬َ‫ه‬
)
َ‫ل‬ُ‫ز‬ُ‫ن‬ ْ‫م‬ ِ
‫ر‬ْ‫ك‬َ‫أ‬َ‫و‬
ُُ
(
‫ت‬َ‫ه‬
)
َ‫ل‬َ‫خ‬ْ‫د‬َ‫م‬ ْ‫ع‬ِ‫س‬َ‫و‬َ‫و‬
ُُ
(
‫ت‬َ‫ه‬
)
“ALLAHUMMAGHFIR LAHUU (LAHAA) WARCHAMHUU (HAA) WA’AAFIHII
(HAA) WA’FU’ANHUU (HAA) WA AKRIM NUZULAHUU (HAA) WAWASSI’ MAD
KHOLAHUU (HAA)
MEN-SHOLATKAN JENAZAH : (5)
Artinya : Ya Allah, ampunilah dia dan berikanlah rahmat dan
maafkanlah kesalahannya dan muliyakanlah kedudukannya dan
luaskanlah tempat masuknya (masuknya dalam kubur)
 Kemudian Takbir yang ke-empat, dan membaca do’a:
َّ‫م‬ُ‫ه‬‫ل‬َّ‫ل‬َ‫ا‬
‫ا‬َ‫ر‬ْ‫ج‬َ‫أ‬‫ت‬َ‫ن‬ ْ‫م‬ ِ
‫ر‬ْ‫ح‬ََُ‫ال‬
ُ‫ه‬
(
‫ت‬َ‫ه‬
)
َ‫د‬ْ‫ع‬َ‫َب‬‫ت‬َّ‫ن‬ُِْ‫ف‬ََُ‫ال‬َ‫و‬
‫ا‬
ُ‫ه‬
(
‫ت‬َ‫ه‬
)
َ‫ل‬َ‫و‬ ‫ت‬َ‫ن‬َ‫ل‬ْ‫ر‬ِ‫ف‬ْ‫غ‬َ‫و‬
ُُ
(
‫ت‬َ‫ه‬
. )
“ALLAAHUMMA LAA TACHRIMNAA AJROHUU (HAA) WALAA TAFTINNAA
BA’DAHUU (HAA) WAGHFIRLANAA WALAHUU (HAA)
Artinya : Ya Allah, janganlah Engkau ragukan kami dari pada mendapat
ganjarannya, dan janganlah Engkau beri kami fitnah sepeninggalnya, dan
ampunilah kami dan dia.
MEN-SHOLATKAN JENAZAH : (6)
 Kemudian salam sebagaimana salam sholat biasa :
َُُُُ‫ك‬َ‫ر‬َ‫َب‬َ‫و‬ ِ َّ
‫َّللا‬ُ‫ة‬َ‫م‬ْ‫ح‬َ‫ر‬َ‫و‬ ْ‫م‬ُ‫ك‬ْ‫ي‬َ‫ل‬‫َـ‬‫ع‬ ُ‫م‬َ‫ال‬َّ‫س‬‫ل‬ َََ‫ا‬
”ASSALAMU’ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABAROKAATUH“
Artinya : Semoga keselamatan atas kalian dan rahmat serta barokah
Allah semoga tetap terlimpahkan atas sekalian
MEN-SHOLATKAN JENAZAH : (7)
 Do’a bagi Jenazah anak laki-laki (Perempuan) :
ْ‫ل‬َ‫ع‬ْ‫اج‬ َّ‫م‬ُ‫ه‬‫ل‬َّ‫ل‬َ‫ا‬
ُُ
(
‫ت‬َ‫ه‬
)
ْ‫ي‬َ‫و‬َ‫َب‬ ََ َِِ‫أل‬ ‫ت‬ً‫ط‬َ‫ر‬َ‫ف‬
ُِ
(
‫ت‬َ‫ه‬
)
ُ‫د‬َّ‫و‬ ‫ت‬ً‫ف‬َ‫ل‬َ‫س‬َ‫و‬
ِِّ‫ق‬َ‫ث‬َ‫و‬ ‫ت‬ً‫ع‬ِ‫ف‬َ‫ش‬َ‫و‬ ‫ا‬ً‫تر‬َ‫َب‬ُِْ‫ع‬‫ا‬َّ‫و‬ ً‫ة‬َ‫ظ‬ِ‫ع‬َ‫او‬ً‫ر‬ُ‫خ‬
ْ‫ل‬ َِ
ُِِ‫َب‬
(
‫ت‬َ‫ه‬
)
َ‫م‬ِ‫ه‬ِ‫َب‬ ْ‫و‬ُ‫ل‬ُ‫ق‬ ‫ى‬َ‫ل‬َ‫ع‬ َ‫ر‬ْ‫َب‬َّ‫ص‬‫ال‬ ِ‫غ‬ ِ
‫ر‬ْ‫ف‬َ‫و‬ ‫ت‬َ‫م‬ُ‫ه‬ َ‫ن‬ْ‫ي‬ ِ
‫از‬َ‫و‬َ‫م‬َ‫و‬
‫َا‬‫د‬ْ‫ع‬َ‫َب‬ ‫ت‬َ‫م‬ُ‫ه‬ْ‫ن‬ُِْ‫ف‬ََُ‫أل‬َ‫و‬ ‫أ‬
ُ‫ه‬
(
‫ت‬َ‫ه‬
)
َ‫و‬
‫ا‬َ‫ر‬ْ‫ج‬َ‫أ‬ ‫ت‬َ‫م‬ُ‫ه‬ْ‫م‬ ِ
‫ر‬ْ‫ح‬ََُ‫ال‬
ُ‫ه‬
(
‫ت‬َ‫ه‬
)
 ALLAHUMMAJ’ALHU (HAA) FAROTHOL LI ABAWAIHI (HAA) WA SALAFAW WA
DUKHROW WA ‘IDHOTAW WA’TIBAAROW WA SYAFII’AW WA TSAQQIL BIHI
(HAA) WA MAWAAZIINA HUMAA WAFRIGHISHSHOIRO ‘ALAA QULUU BIHIMAA
WALAA TAFTINHUMAA BA’DAHUU (HAA) WALAA TACHRIMHUMAA AJROHUU
(HAA)
 Artinya : Ya Allah, jadikanlah ia sebagai simpanan pendahulunya bagi ayah
bundanya dan sebagai titipan kebajikan yang didahulukan, dan menjadi pelajaran
/ nasihat, ibarat serta syafa’at bagi orang tuanya, dan beratkanlah timbangan ibu
bapaknya karenanya, serta berikanlah kesabaran dalam hati kedua ibu bapaknya,
dan janganlah menjadi fitnah bagi ibu bapaknya dan janganlah Engkau
menghalangi pahala kepada kedua orang tuanya.
MENGANTAR KE KUBUR :
 Setelah selesai menshalatkan, maka segeralah mengantarkan ke
kubur. Adapun waktu yang terlarang untuk mengubur dan men-
shalatkan jenazah adalah :
 Waktu matahari terbit
 Waktu matahari di tengah-tengah
 Waktu matahari mulai terbenam
Adabiyah (Sopan Santun) dalam Penyelenggaraan Jenazah
Suasana selama penyelenggaraan jenazah adalah suasana berkabung dan
hidmat, oleh karena itu selama dalam penyelenggaraan mulai dari
datang sampai mengantar ke kubur, hendaknya menjaga suasana
khidmat, sopan, santun dan jangan bersenda gurau.
HAL-HAL YANG BERKAITAN DENGAN JENAZAHYANG
MENGIDAP PENYAKIT MENULAR :
(Sumber : Team Medik RSUD DR. Soetomo Surabaya)
A. PERSIAPAN MERAWAT JENAZAH
 Petugas yang terlatih
 Petugas yang sehat dan tidak hamil
 Perlengkapan U.P :
a. Tutup kepala d. Clemek dan Jas Hujan
b. Kaca Mata e. Sarung Tangan
c. Tutup Mulut f. Sepatu Boot
 Persiapan air yang berkadar air Kalorine / kaporite 0,5 %
 Persiapan kantong plastik dan perlengkapan jenazah
HAL-HAL YANG BERKAITAN DENGAN JENAZAHYANG
MENGIDAP PENYAKIT MENULAR :
(Sumber : Team Medik RSUD DR. Soetomo Surabaya)
 ALAT-ALAT PELINDUNG TUBUH
 Tutup Kepala
 Kaca mata pelindung
 Masker
 Sarung tangan
 Jas dan Apron Plastik
 Sepatu
HAL-HAL YANG BERKAITAN DENGAN JENAZAHYANG
MENGIDAP PENYAKIT MENULAR :
(Sumber : Team Medik RSUD DR. Soetomo Surabaya)
 CARA MEMANDIKAN JENAZAH
 Ditidurkan posisi terlentang diatas meja jenazah
 Jenazah tidak boleh dipangku oleh keluarga
 Jenazah tidak boleh ditekan perutnya dan mengorek duburnya serta
membersihkan yang lainnya
 Jenazah disiram air berkadar Kalorine / Kaporite 0,5 % , air bersih air
Kalorine 0,5 %
 Jenazah dimasukkan ke kantong plastik → dikafani → dimasukkan
ke kantong plastik
 Petugas terlatih dengan memakai UP
HAL-HAL YANG BERKAITAN DENGAN JENAZAHYANG
MENGIDAP PENYAKIT MENULAR :
(Sumber : Team Medik RSUD DR. Soetomo Surabaya)
 PEMAKAMAN JENAZAH
 Jenazah langsung dimakamkan
 Dimakamkan umum biasa dengan aturan yang sama seperti
pemakaman jenazah yang lainnya
 Petugas makam memakai U.P
 Didalam makam kantong plastik I dirobeh dengan alat tajam
→ kafan dibuka → kantong plastik II dirobek dimasukkan
gumpalan tanah
HAL-HAL YANG BERKAITAN DENGAN JENAZAHYANG
MENGIDAP PENYAKIT MENULAR :
(Sumber : Team Medik RSUD DR. Soetomo Surabaya)
 KESIMPULAN
 Petugas yang sudah terlatih
 Petugas yang sehat / tidak hamil
 Petugas harus memakai perlengkapan U.P lengkap
 Perawatan jenazah semua harus dianggap menular
 Petugas harus meningkatkan kewaspadaan
fdokumen.com_pedoman-perawatan-jenazah.ppt

More Related Content

Similar to fdokumen.com_pedoman-perawatan-jenazah.ppt

Fikih Pengurusan Jenazah.pptx
Fikih Pengurusan Jenazah.pptxFikih Pengurusan Jenazah.pptx
Fikih Pengurusan Jenazah.pptxadetia5
 
Kaifiah memandikan jenazah
Kaifiah memandikan jenazahKaifiah memandikan jenazah
Kaifiah memandikan jenazahraudatulhusna82
 
Presentasi materi merawat jenazah
Presentasi materi merawat jenazahPresentasi materi merawat jenazah
Presentasi materi merawat jenazahIswi Haniffah
 
JENIS-JENIS SIHIR (Cara Mengatasinya).pdf
JENIS-JENIS SIHIR (Cara Mengatasinya).pdfJENIS-JENIS SIHIR (Cara Mengatasinya).pdf
JENIS-JENIS SIHIR (Cara Mengatasinya).pdfSyafiq Jamaludin
 
80 ensiklopedi-fiqih-islam 4-kitab-jenazah-sumpah-nadzar
80 ensiklopedi-fiqih-islam 4-kitab-jenazah-sumpah-nadzar80 ensiklopedi-fiqih-islam 4-kitab-jenazah-sumpah-nadzar
80 ensiklopedi-fiqih-islam 4-kitab-jenazah-sumpah-nadzarjams jamaludin
 
11.perawatan jenazah
11.perawatan jenazah11.perawatan jenazah
11.perawatan jenazahinspekturade
 
Pelatihan jenazah
Pelatihan jenazahPelatihan jenazah
Pelatihan jenazahabu zubair
 
Sesi 1 mati satu kepastian
Sesi 1   mati satu kepastianSesi 1   mati satu kepastian
Sesi 1 mati satu kepastianaswato
 
Pengurusan Jenazah, memandikan mengkafani, menguburkan
Pengurusan Jenazah,  memandikan mengkafani, menguburkanPengurusan Jenazah,  memandikan mengkafani, menguburkan
Pengurusan Jenazah, memandikan mengkafani, menguburkanrahmaaeni667
 
Materi dauroh janaaiz / Memandika Jeazah
Materi dauroh janaaiz / Memandika JeazahMateri dauroh janaaiz / Memandika Jeazah
Materi dauroh janaaiz / Memandika JeazahRatna KP
 
Pe ngurusan jenasah
Pe ngurusan jenasahPe ngurusan jenasah
Pe ngurusan jenasahamighosts
 
10 surah amalan
10 surah amalan10 surah amalan
10 surah amalannorhizal
 
11 perawatan-jenazah
11 perawatan-jenazah11 perawatan-jenazah
11 perawatan-jenazahkuka roboter
 

Similar to fdokumen.com_pedoman-perawatan-jenazah.ppt (20)

Perawatan jenazah
Perawatan jenazah Perawatan jenazah
Perawatan jenazah
 
Fiqih Janaiz.pdf
Fiqih Janaiz.pdfFiqih Janaiz.pdf
Fiqih Janaiz.pdf
 
P jenazah
P jenazahP jenazah
P jenazah
 
Fikih Pengurusan Jenazah.pptx
Fikih Pengurusan Jenazah.pptxFikih Pengurusan Jenazah.pptx
Fikih Pengurusan Jenazah.pptx
 
Kaifiah memandikan jenazah
Kaifiah memandikan jenazahKaifiah memandikan jenazah
Kaifiah memandikan jenazah
 
Kaifiah memandikan jenazah
Kaifiah memandikan jenazahKaifiah memandikan jenazah
Kaifiah memandikan jenazah
 
Presentasi materi merawat jenazah
Presentasi materi merawat jenazahPresentasi materi merawat jenazah
Presentasi materi merawat jenazah
 
Merawat jenazah
Merawat jenazahMerawat jenazah
Merawat jenazah
 
JENIS-JENIS SIHIR (Cara Mengatasinya).pdf
JENIS-JENIS SIHIR (Cara Mengatasinya).pdfJENIS-JENIS SIHIR (Cara Mengatasinya).pdf
JENIS-JENIS SIHIR (Cara Mengatasinya).pdf
 
80 ensiklopedi-fiqih-islam 4-kitab-jenazah-sumpah-nadzar
80 ensiklopedi-fiqih-islam 4-kitab-jenazah-sumpah-nadzar80 ensiklopedi-fiqih-islam 4-kitab-jenazah-sumpah-nadzar
80 ensiklopedi-fiqih-islam 4-kitab-jenazah-sumpah-nadzar
 
11.perawatan jenazah
11.perawatan jenazah11.perawatan jenazah
11.perawatan jenazah
 
Pelatihan jenazah
Pelatihan jenazahPelatihan jenazah
Pelatihan jenazah
 
Sesi 1 mati satu kepastian
Sesi 1   mati satu kepastianSesi 1   mati satu kepastian
Sesi 1 mati satu kepastian
 
Pengurusan Jenazah, memandikan mengkafani, menguburkan
Pengurusan Jenazah,  memandikan mengkafani, menguburkanPengurusan Jenazah,  memandikan mengkafani, menguburkan
Pengurusan Jenazah, memandikan mengkafani, menguburkan
 
Materi dauroh janaaiz / Memandika Jeazah
Materi dauroh janaaiz / Memandika JeazahMateri dauroh janaaiz / Memandika Jeazah
Materi dauroh janaaiz / Memandika Jeazah
 
Islamic birth
Islamic birthIslamic birth
Islamic birth
 
Pe ngurusan jenasah
Pe ngurusan jenasahPe ngurusan jenasah
Pe ngurusan jenasah
 
Presentasi jenazah
Presentasi jenazahPresentasi jenazah
Presentasi jenazah
 
10 surah amalan
10 surah amalan10 surah amalan
10 surah amalan
 
11 perawatan-jenazah
11 perawatan-jenazah11 perawatan-jenazah
11 perawatan-jenazah
 

fdokumen.com_pedoman-perawatan-jenazah.ppt

  • 1. َ‫و‬ ِ‫هللا‬ُ‫ة‬َ‫م‬ْ‫ح‬َ‫ر‬َ‫و‬ ْ‫م‬ُ‫ك‬ْ‫ي‬َ‫ل‬َ‫ع‬ ُ‫م‬َ‫ال‬َّ‫س‬َ‫ل‬‫ا‬ ُُُُ‫ت‬َ‫ك‬‫ا‬َ‫ر‬َ‫َب‬ ( ASSALAMU’ALAIKUM WR .WB. )
  • 2. PEDOMAN PERAWATAN JENAZAH Oleh: KHUMAIDI, SHI NIP. 197707232006041007 DISAMPAIKAN DALAM : PELATIHAN PERAWATAN JENAZAH WANITA DAN JENAZAH PENDERITA HIV-AIDS DHARMA WANITA PERSATUAN KEMENAG KAB. MAGETAN Rabu, 16 Juni 2010
  • 3. DESKRIPSI SINGKAT :  Kematian adalah suatu fase yang pasti akan dialami oleh setiap mahluq hidup. Sebagaimana firman Allah SWT QS : Ali ‘Imran : 185; KULLU NAFSIN DZAA IQATUL MAUT ………  Artinya : Tiap-tiap diri pasti akan mati,
  • 4. DESKRIPSI SINGKAT (2)  Tidak ada kecuali; cepat atau lambat kematian pasti akan menjemput. Kedatangannya tidak pernah diduga; apakah ia dekat ataukah lambat? Dalam Al Qur’an surah Al A’raaf ayat 34, Allah berfirman : WALIKULLI UMMATIN AJAL, FAIDZAA JAA’A AJALUHUM LAA YASTA’KHIRUUNA SAA’ATAW WALAA YASTAQ DIMUN  Artinya : Dan setiap umat mempunyai batas waktu (ajal), maka apabila telah datang ajal mereka, mereka tidak akan dapat mengundurkannya sesaatpun, dan mereka tidak dapat pila memajukannya.
  • 5. DESKRIPSI SINGKAT (3)  Kematian adalah pemutus amal, ketika kematian itu tiba, habis sudah kesempatan makhluq untuk melakukan amal. Maka Allah memerintahkan supaya kita meningkatkan ketaqwaan kita kepada-Nya agar ketika ajal menjemput, kita dalam keadaan mu’min dan muslim, seperti firman Al Qur’an QS : Ali Imran : 102 ; YAA AYYUHALLADZIINA AAMANUTTAQULLAA-HA HAQQA TUQAATIHII WALAA TAMUUTUNNA ILLAA WA ANTUM MUSLIMUUN Artinya : Wahai orang-orang yang beriman, takutlah kamu kepada Allah dengan sesungguhnya taqwa, dan janganlah kamu sekalian mati kecuali dalam keadaan muslim.
  • 6. ADAB MENJENGUK ORANG SAKIT  Menghibur orang yang sakit dengan membesarkan hatinya agar selalu dekat dengan Allah dan tidak menyesal atau putus asa dalam menerima musibah dan harus ikhlas. QS. Al Baqarah :155-156 ; …….WABASYSYIRISH SHABIRIIN (155) ALLADZIINA IDZAA ASHOOBAT- HUM MUSHIBATUN, QAALUU INNAA LILLAHI WA INNA ILAIHI RAAJI’UUN (156) Artinya : Dan gembiralah orang-orang yang sabar, (155) yang apabila mereka menerima musibah, mereka berkata “Sesungguhnya kita semua kepunyaan Allah dan akan kembali kepada-Nya.”(156)
  • 7. ADAB MENJENGUK ORANG SAKIT (2)  Bagi yang menunggu / menjaga orang sakit harus berusaha agar yang sakit tenang jiwanya dan tidak gelisah, juga harus selalu berbaik sangka kepada Allah, sebab walaupun orang itu banyak dosanya kalau ia memohon ampun, Allah akan mengampuninya.  Disamping itu juga dinasehati apabila dia disembuhkan dari sakitnya ia lebih meningkatkan taqwanya dan dekat kepada Allah dan jika ia dipanggil ia tenang dalam keadaan beriman.
  • 8. MENGHADAPI ORANG YANG MENINGGAL :  Apabila seseorang berada disamping orang yang sakit dan telah mendekati akhir hayatnya (naza’) hendaknya ia membimbing orang tersebut untuk mengucapkan kalimah Thayyibah “Laa Ilaaha Illallah” yang diucapkan dengan kalimat lembut dan jelas dan jangan terlalu sering atau terlalu cepat dan jangan diganggu suara tangisan yang dapat merubah perhatian yang sakit. Kalau tidak bisa mengucapkan kalimat tersebut, cukup “Allah” saja.
  • 9. MENGHADAPI ORANG YANG MENINGGAL :( 2)  BERWASIAT : Bila seseorang akan meninggal dan ia mempunyai harta kekayaan, maka wajib bagi orang itu “berwasiat” diwaktu pikiran dan ingatannya masih sehat, sesuai dengan firman Allah SWT QS : Al Baqarah : 180 ; KUTIBA’ALAIKUM IDZAA CHADHORO ACHADAKUMUL MAUTU IN TAROKA KHOIRO-NIL WASHIYYATU LIL WAALIDAINI WAL AQROBIINA BIL MA’RUUFICHAQQON ‘ALAL MUTTAQIIN.
  • 10. MENGHADAPI ORANG YANG MENINGGAL :( 2) Artinya : Diwajibkan atas kamu sekalian, apabila seseorang diantara kamu kedatangan mati, jika ia meninggalkan harta supaya ia berwasiat kepada kedua orang tua dan kerabat dekat dengan baik, dan ini adalah kewajiban bagi orang-orang yang taqwa (QS : Al Baqarah : 180)
  • 11. TINDAKAN AWAL TERHADAP ORANG YANG BARU MENINGGAL :  Memejamkan matanya, apabila matanya masih terbuka  Merapikan anggota badannya yang kurang sempurna agar tidak menimbulkan pandangan yang kurang baik  Mendo’akan dengan baik dan singkat, misalnya : ِ‫ل‬ْ‫ر‬ِ‫ف‬ْ‫غ‬‫ا‬ َ‫م‬ُ‫ه‬َّ‫ل‬‫ل‬َ‫ا‬ ......... ِ‫د‬ْ‫ه‬َ‫م‬ْ‫ل‬‫ا‬ ‫ى‬ِ‫ف‬ ََُُُ‫ج‬َ‫َر‬‫د‬ ْ‫ع‬َ‫ف‬ْ‫ار‬َ‫و‬ ِ‫ه‬ ِ ‫ر‬ْ‫َب‬َ‫ق‬ ‫ى‬ِ‫ف‬ َُُ‫ل‬ ْ‫ح‬َ‫س‬ْ‫اف‬َ‫و‬ َ‫ن‬ِ‫ي‬ِِّ‫ي‬ ُِِ‫َب‬ِ‫ق‬َ‫ع‬ ‫ى‬ِ‫ف‬ ْ ‫ف‬َ‫ل‬ْ‫اخ‬َ‫و‬ ُِْ‫ي‬ِ‫ف‬ َُُ‫ل‬ْ‫ر‬ِِّ‫و‬َ‫ن‬َ‫و‬
  • 12. TINDAKAN AWAL TERHADAP ORANG YANG BARU MENINGGAL : (2)  Menutup jenazah dengan selembar kain yg bersih dan tidak terbuka auratnya;  Menyelesaikan hutangnya. Apabila yang meninggal mempunyai hutang, supaya dibayar hutangnya dari hartanya sendiri atau harta keluarganya, sebagaimana hadits Rasulullah SAW yang artinya ; “ Diri orang mukmin itu tergantung hutangnya, hingga dibayar dulu hutangnya” (HR. Ahmad dan Turmudzi)  Meletakkan kedua tangannya diantara pusar dan dada seperti orang yang sedang shalat (Sedakep; Jawa)
  • 13. MEMANDIKAN JENAZAH :  Memandikan jenazah ialah membersihkan dari kotoran, najis, hadas kecil maupun besar agar pada saat menghadap Allah ia dlm keadaan bersih & suci.  Peralatan Yang disediankan : 1. Sediakan tempat mandi. 6. Sarung tangan - 3 atau 5. 2. Sabun mandi. 7. Kapas 3. Air daun bidara. 8. Air Kapur Barus 4. Air bersih. 9. Baldi serta gayung 5. Sugi - 7 batang.  Yang berhak memandikan jenazah laki-laki adalah orang laki-laki, kecuali istri dan muhrimnya. Sebaliknya jika jenazah perempuan hendaklah dimandikan oleh perempuan kecuali muhrim dan suaminya. Yang memandikan jenazah tidak diperbolehkan menceritakan kejelekan atau aib mayat.
  • 14. MEMANDIKAN JENAZAH :(2) Cara Memandikan Jenazah :  Diletakkan di tempat yang tertutup dan membersihkan segala najis yang melekat dibadannya dengan perlahan-lahan.  Terlebih dahulu qobul dan duburnya sambil mengurut perutnya agar sisa kotoran dapat keluar, kemudian kita bersihkan mulut, hidung dan telinga,  Setelah itu wudlu-kan seperti membasuh dan menyiram bagian- bagian anggota tubuh pada saat kita berwudlu saat akan melaksanakan shalat.
  • 15. MEMANDIKAN JENAZAH : (3)  Siramkan air ke tubuh sebelah kanan lalu kiri sampai kebagian belakang dan perut hingga keujung kaki sampai bersih dan sunnah mengulanginya dalam bilangan ganjil.  Mandikan jenazah dengan air sabun sambil menggosok sampai bersih dan pada air yang terakhir berikan wangi-wangian (daun bidara, air kapur barus dan sejenisnya), walaupun hanya sedikit.  Bila jenazah tidak mempunyai penyakit menular dapat dipangku oleh keluarganya. Selesai dimandikan kemudian keringkan tubuh jenazah dengan kain atau handuk agar tidak membasahi kain kafan dan kemudian dikafankan. Perlakukan jenazah dengan cara yang baik dan lembut.
  • 16. MENGKAFANI JENAZAH :  Sebelum selesai memandikan, maka persiapkan terlebih dahulu pembungkusnya (kain kafan / kain putih) sebagai penutup aurat.  Bagi jenazah laki-laki disunatkan dikafani sampai tiga lapis, tiap lapis diberi wewangian.  Sedangkan bagi jenazah perempuan memakai lima lapis kain, masing-masing berupa dua lapis yang menutupi tubuhnya dengan baju, sarung / kain padasan dan kerudung.
  • 17. MENGKAFANI JENAZAH : (2) Cara Mengkafani :  Hamparkan kain kafan berlapis dan pada tiap lapis diberi wewangian atau cendana,  Kemudian atur tangannya diatas dadanya, selimutkan kain kafan sebelah kanan kemudian sebelah kiri sehingga menutupi bagian tubuhnya.  Bagi mayat yang sedang ihram tidak boleh diberi wewangian dan tidak memakai kerudung kepala.
  • 18. MEN-SHOLATKAN JENAZAH :  Shalat jenazah terdiri dari 4 (empat) takbir tanpa ruku’, sujud, duduk ataupun tahiyyat.  Shalat jenazah boleh dilakukan secara munfarid (sendiri), namun bila ada temannya akan lebih baik bila dilakukan secara berjam’ah dan membuat tiga baris.  Bila jenazahnya laki-laki, imamnya berdiri di depan kepala jenazah, sedangkan bila jenazahnya perempuan, imam berdiri ditengah-tengah tubuh jenazah.  Setelah berdiri rapat kemudian niat dengan ikhlas & khusyu’.
  • 19. MEN-SHOLATKAN JENAZAH : (2)  Niat shalat jenazah Laki-laki : ‫ى‬َ‫ل‬َ‫ع‬ ‫ى‬ِِّ‫ل‬َ‫ص‬ُ‫ا‬ ِ‫ت‬ِِّ‫ي‬َ‫م‬‫ل‬ْ‫ا‬‫ا‬َ‫ذ‬َ‫ه‬ ‫ت‬ً‫م‬‫ت‬َ‫م‬ِ‫ا‬ ِ‫ة‬َ‫ي‬‫ت‬َ‫ف‬ِ‫ك‬‫ل‬ْ‫ا‬ َ ‫رض‬َ‫ف‬ٍ‫ة‬‫ا‬َ‫ر‬ِ‫َب‬ْ‫ك‬َُ َ‫ع‬َ‫َب‬ْ‫ر‬َ‫ا‬ ( ‫ت‬ً‫م‬ ْ‫و‬ُ‫م‬ْ‫أ‬َ‫م‬ ) ‫ى‬َ‫ل‬‫ت‬َ‫ع‬َُ ِ َّ ِ ‫ّلِل‬ USHOLLII ‘ALAA HAADZAL MAYYITI ARBA’A TAKBIROOTIN FARDHOL KIFAAYATI IMAA-MAN )MA’MUUMAN( LILLAAHI TA’AALA........  Niat sholat jenazah perempuan ; ‫ى‬َ‫ل‬َ‫ع‬ ‫ى‬ِِّ‫ل‬َ‫ص‬ُ‫ا‬ ِ‫ت‬َُِِّ‫ي‬َ‫م‬‫ل‬ْ‫ا‬ ِ‫ه‬ِ‫ذ‬َ‫ه‬ َ‫م‬ِ‫ا‬ ِ‫ة‬َ‫ي‬‫ت‬َ‫ف‬ِ‫ك‬‫ل‬ْ‫ا‬ َ ‫رض‬َ‫ف‬ٍ‫ة‬‫ا‬َ‫ر‬ِ‫َب‬ْ‫ك‬َُ َ‫ع‬َ‫َب‬ْ‫ر‬َ‫ا‬ ‫ت‬ً‫م‬‫ت‬ ( ‫ت‬ً‫م‬ ْ‫و‬ُ‫م‬ْ‫أ‬َ‫م‬ ) ‫ى‬َ‫ل‬‫ت‬َ‫ع‬َُ ِ َّ ِ ‫ّلِل‬ USHOLLII’ALAA HAADZIHIL MAYYITATI ARBA’A TAKBIROOTIN FARDHOL KIFAAYATI IMAAMAN (MA’MUUMAN) LILLAAHI TA’AALA........ Artinya : Saya niat shalat atas mayyit ini (laki-laki / perempuan) dengan empat takbir, fardlu kifayah sebagai imam (sebagai ma’mum) karena Allah ta’ala.
  • 20. MEN-SHOLATKAN JENAZAH : (3)  Kemudian takbir seperti shalat biasa dan membaca surah Al Fatihah,  Kemudian takbir kedua sambil mengangkat tangan dan membaca shalawat, bacaan shalawat ; ‫ى‬َ‫ل‬َ‫ع‬ َ‫و‬ ٍ‫د‬َّ‫م‬َ‫ح‬ُ‫م‬ ‫ت‬َ‫ن‬ ِ‫د‬ِِّ‫ي‬َ‫س‬ ‫ى‬َ‫ل‬َ‫ع‬ ‫ى‬ِِّ‫ل‬َ‫ص‬ َّ‫م‬ُ‫ه‬‫ل‬َّ‫ل‬َ‫ا‬ َ‫ح‬ُ‫م‬ ‫ت‬َ‫ن‬ ِ‫د‬ِِّ‫ي‬َ‫س‬ ِ‫ل‬َ‫ا‬ ٍ‫د‬َّ‫م‬ , َ‫م‬ْ‫ي‬ِ‫ه‬‫ا‬َ‫ر‬ْ‫َب‬ِ‫إ‬‫ت‬َ‫ن‬ ِ‫د‬ِِّ‫ي‬َ‫س‬ ‫ى‬َ‫ل‬َ‫ع‬ َ‫ت‬َّ‫ل‬َ‫ص‬‫ت‬َ‫م‬َ‫ك‬ , َ‫و‬ ‫ى‬َ‫ل‬َ‫ع‬ ِ‫ل‬َ‫ا‬ َ‫م‬ْ‫ي‬ِ‫ه‬‫ا‬َ‫ر‬ْ‫َب‬ِ‫إ‬‫ت‬َ‫ن‬ ِ‫د‬ِِّ‫ي‬َ‫س‬ , ‫ى‬َ‫ل‬َ‫ع‬ َ‫و‬ ٍ‫د‬َّ‫م‬َ‫ح‬ُ‫م‬ ‫ت‬َ‫ن‬ ِ‫د‬ِِّ‫ي‬َ‫س‬ ‫ى‬َ‫ل‬َ‫ع‬ ْ‫ك‬ ِ ‫تر‬َ‫َب‬َ‫و‬ ِ‫ل‬َ‫ا‬ ٍ‫د‬َّ‫م‬َ‫ح‬ُ‫م‬ ‫ت‬َ‫ن‬ ِ‫د‬ِِّ‫ي‬َ‫س‬ , ِ‫د‬ِِّ‫ي‬َ‫س‬ ‫ى‬َ‫ل‬َ‫ع‬ َ‫ت‬ْ‫ك‬َ‫تر‬َ‫َب‬‫ت‬َ‫م‬َ‫ك‬ ‫ى‬َ‫ل‬َ‫ع‬ َ‫و‬ َ‫م‬ْ‫ي‬ِ‫ه‬‫ا‬َ‫ر‬ْ‫َب‬ِ‫إ‬‫ت‬َ‫ن‬ ‫ى‬ِ‫ف‬ َ‫م‬ْ‫ي‬ِ‫ه‬‫ا‬َ‫ر‬ْ‫َب‬ِ‫إ‬‫ت‬َ‫ن‬ ِ‫د‬ِِّ‫ي‬َ‫س‬ ِ‫ل‬َ‫ا‬ ِ‫ا‬ َ‫ن‬ْ‫ي‬ِ‫م‬َ‫ل‬‫ت‬َ‫ع‬‫ل‬ْ‫ا‬ ٌ‫د‬ْ‫ي‬ ِ‫ج‬َ‫م‬ ٌ‫د‬ْ‫ي‬ِ‫م‬َ‫ح‬ َ‫ك‬َّ‫ن‬ . ALLAAHUMMA SHOLLI ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIW WA’ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMAD, KAMAA SHOLLAITA ‘ALAA SAYYIDINAA IBRAHIIM, WA ‘ALAA AALI AYYIDINAA IBRAHIIM, WA BAARIK ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIW WA’ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMAD, KAMAA BAAROKTA ‘ALAA SAYYIDINAA IBRAHIIM WA’ALAA AALI SAYYIDINAA IBRAHIIM, FIL ‘AALAMIINA INNAKA CHAMIIDUM MAJIID
  • 21. MEN-SHOLATKAN JENAZAH : (4) Artinya : Ya Allah berikanlah kesejahteraan kepada Sayyidina Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau telah memberikan kesejahteraan kepada Sayyidina Ibrahim dan keluarganya. Dan berkatilah Sayyidina Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau telah memberkati Sayyidina Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau maha Terpuji lagi Maha Bijaksana.  Takbir ketiga membacakan do’a untuk jenazah : ْ‫ر‬ِ‫ف‬ْ‫غ‬‫ا‬ َّ‫م‬ُ‫ه‬‫ل‬َّ‫ل‬َ‫ا‬ َُُ‫ل‬ ( ‫ت‬َ‫ه‬َ‫ل‬ ) ْ‫م‬َ‫ح‬ْ‫ار‬َ‫و‬ ُُ ( ‫ت‬َ‫ه‬ ) ِ‫ف‬‫َت‬‫ع‬َ‫و‬ ُِ ( ‫ت‬َ‫ه‬ ) ُ‫ف‬ْ‫ع‬‫ا‬َ‫و‬ ْ‫ن‬َ‫ع‬ ُُ ( ‫ت‬َ‫ه‬ ) َ‫ل‬ُ‫ز‬ُ‫ن‬ ْ‫م‬ ِ ‫ر‬ْ‫ك‬َ‫أ‬َ‫و‬ ُُ ( ‫ت‬َ‫ه‬ ) َ‫ل‬َ‫خ‬ْ‫د‬َ‫م‬ ْ‫ع‬ِ‫س‬َ‫و‬َ‫و‬ ُُ ( ‫ت‬َ‫ه‬ ) “ALLAHUMMAGHFIR LAHUU (LAHAA) WARCHAMHUU (HAA) WA’AAFIHII (HAA) WA’FU’ANHUU (HAA) WA AKRIM NUZULAHUU (HAA) WAWASSI’ MAD KHOLAHUU (HAA)
  • 22. MEN-SHOLATKAN JENAZAH : (5) Artinya : Ya Allah, ampunilah dia dan berikanlah rahmat dan maafkanlah kesalahannya dan muliyakanlah kedudukannya dan luaskanlah tempat masuknya (masuknya dalam kubur)  Kemudian Takbir yang ke-empat, dan membaca do’a: َّ‫م‬ُ‫ه‬‫ل‬َّ‫ل‬َ‫ا‬ ‫ا‬َ‫ر‬ْ‫ج‬َ‫أ‬‫ت‬َ‫ن‬ ْ‫م‬ ِ ‫ر‬ْ‫ح‬ََُ‫ال‬ ُ‫ه‬ ( ‫ت‬َ‫ه‬ ) َ‫د‬ْ‫ع‬َ‫َب‬‫ت‬َّ‫ن‬ُِْ‫ف‬ََُ‫ال‬َ‫و‬ ‫ا‬ ُ‫ه‬ ( ‫ت‬َ‫ه‬ ) َ‫ل‬َ‫و‬ ‫ت‬َ‫ن‬َ‫ل‬ْ‫ر‬ِ‫ف‬ْ‫غ‬َ‫و‬ ُُ ( ‫ت‬َ‫ه‬ . ) “ALLAAHUMMA LAA TACHRIMNAA AJROHUU (HAA) WALAA TAFTINNAA BA’DAHUU (HAA) WAGHFIRLANAA WALAHUU (HAA) Artinya : Ya Allah, janganlah Engkau ragukan kami dari pada mendapat ganjarannya, dan janganlah Engkau beri kami fitnah sepeninggalnya, dan ampunilah kami dan dia.
  • 23. MEN-SHOLATKAN JENAZAH : (6)  Kemudian salam sebagaimana salam sholat biasa : َُُُُ‫ك‬َ‫ر‬َ‫َب‬َ‫و‬ ِ َّ ‫َّللا‬ُ‫ة‬َ‫م‬ْ‫ح‬َ‫ر‬َ‫و‬ ْ‫م‬ُ‫ك‬ْ‫ي‬َ‫ل‬‫َـ‬‫ع‬ ُ‫م‬َ‫ال‬َّ‫س‬‫ل‬ َََ‫ا‬ ”ASSALAMU’ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABAROKAATUH“ Artinya : Semoga keselamatan atas kalian dan rahmat serta barokah Allah semoga tetap terlimpahkan atas sekalian
  • 24. MEN-SHOLATKAN JENAZAH : (7)  Do’a bagi Jenazah anak laki-laki (Perempuan) : ْ‫ل‬َ‫ع‬ْ‫اج‬ َّ‫م‬ُ‫ه‬‫ل‬َّ‫ل‬َ‫ا‬ ُُ ( ‫ت‬َ‫ه‬ ) ْ‫ي‬َ‫و‬َ‫َب‬ ََ َِِ‫أل‬ ‫ت‬ً‫ط‬َ‫ر‬َ‫ف‬ ُِ ( ‫ت‬َ‫ه‬ ) ُ‫د‬َّ‫و‬ ‫ت‬ً‫ف‬َ‫ل‬َ‫س‬َ‫و‬ ِِّ‫ق‬َ‫ث‬َ‫و‬ ‫ت‬ً‫ع‬ِ‫ف‬َ‫ش‬َ‫و‬ ‫ا‬ً‫تر‬َ‫َب‬ُِْ‫ع‬‫ا‬َّ‫و‬ ً‫ة‬َ‫ظ‬ِ‫ع‬َ‫او‬ً‫ر‬ُ‫خ‬ ْ‫ل‬ َِ ُِِ‫َب‬ ( ‫ت‬َ‫ه‬ ) َ‫م‬ِ‫ه‬ِ‫َب‬ ْ‫و‬ُ‫ل‬ُ‫ق‬ ‫ى‬َ‫ل‬َ‫ع‬ َ‫ر‬ْ‫َب‬َّ‫ص‬‫ال‬ ِ‫غ‬ ِ ‫ر‬ْ‫ف‬َ‫و‬ ‫ت‬َ‫م‬ُ‫ه‬ َ‫ن‬ْ‫ي‬ ِ ‫از‬َ‫و‬َ‫م‬َ‫و‬ ‫َا‬‫د‬ْ‫ع‬َ‫َب‬ ‫ت‬َ‫م‬ُ‫ه‬ْ‫ن‬ُِْ‫ف‬ََُ‫أل‬َ‫و‬ ‫أ‬ ُ‫ه‬ ( ‫ت‬َ‫ه‬ ) َ‫و‬ ‫ا‬َ‫ر‬ْ‫ج‬َ‫أ‬ ‫ت‬َ‫م‬ُ‫ه‬ْ‫م‬ ِ ‫ر‬ْ‫ح‬ََُ‫ال‬ ُ‫ه‬ ( ‫ت‬َ‫ه‬ )  ALLAHUMMAJ’ALHU (HAA) FAROTHOL LI ABAWAIHI (HAA) WA SALAFAW WA DUKHROW WA ‘IDHOTAW WA’TIBAAROW WA SYAFII’AW WA TSAQQIL BIHI (HAA) WA MAWAAZIINA HUMAA WAFRIGHISHSHOIRO ‘ALAA QULUU BIHIMAA WALAA TAFTINHUMAA BA’DAHUU (HAA) WALAA TACHRIMHUMAA AJROHUU (HAA)  Artinya : Ya Allah, jadikanlah ia sebagai simpanan pendahulunya bagi ayah bundanya dan sebagai titipan kebajikan yang didahulukan, dan menjadi pelajaran / nasihat, ibarat serta syafa’at bagi orang tuanya, dan beratkanlah timbangan ibu bapaknya karenanya, serta berikanlah kesabaran dalam hati kedua ibu bapaknya, dan janganlah menjadi fitnah bagi ibu bapaknya dan janganlah Engkau menghalangi pahala kepada kedua orang tuanya.
  • 25. MENGANTAR KE KUBUR :  Setelah selesai menshalatkan, maka segeralah mengantarkan ke kubur. Adapun waktu yang terlarang untuk mengubur dan men- shalatkan jenazah adalah :  Waktu matahari terbit  Waktu matahari di tengah-tengah  Waktu matahari mulai terbenam Adabiyah (Sopan Santun) dalam Penyelenggaraan Jenazah Suasana selama penyelenggaraan jenazah adalah suasana berkabung dan hidmat, oleh karena itu selama dalam penyelenggaraan mulai dari datang sampai mengantar ke kubur, hendaknya menjaga suasana khidmat, sopan, santun dan jangan bersenda gurau.
  • 26. HAL-HAL YANG BERKAITAN DENGAN JENAZAHYANG MENGIDAP PENYAKIT MENULAR : (Sumber : Team Medik RSUD DR. Soetomo Surabaya) A. PERSIAPAN MERAWAT JENAZAH  Petugas yang terlatih  Petugas yang sehat dan tidak hamil  Perlengkapan U.P : a. Tutup kepala d. Clemek dan Jas Hujan b. Kaca Mata e. Sarung Tangan c. Tutup Mulut f. Sepatu Boot  Persiapan air yang berkadar air Kalorine / kaporite 0,5 %  Persiapan kantong plastik dan perlengkapan jenazah
  • 27. HAL-HAL YANG BERKAITAN DENGAN JENAZAHYANG MENGIDAP PENYAKIT MENULAR : (Sumber : Team Medik RSUD DR. Soetomo Surabaya)  ALAT-ALAT PELINDUNG TUBUH  Tutup Kepala  Kaca mata pelindung  Masker  Sarung tangan  Jas dan Apron Plastik  Sepatu
  • 28. HAL-HAL YANG BERKAITAN DENGAN JENAZAHYANG MENGIDAP PENYAKIT MENULAR : (Sumber : Team Medik RSUD DR. Soetomo Surabaya)  CARA MEMANDIKAN JENAZAH  Ditidurkan posisi terlentang diatas meja jenazah  Jenazah tidak boleh dipangku oleh keluarga  Jenazah tidak boleh ditekan perutnya dan mengorek duburnya serta membersihkan yang lainnya  Jenazah disiram air berkadar Kalorine / Kaporite 0,5 % , air bersih air Kalorine 0,5 %  Jenazah dimasukkan ke kantong plastik → dikafani → dimasukkan ke kantong plastik  Petugas terlatih dengan memakai UP
  • 29. HAL-HAL YANG BERKAITAN DENGAN JENAZAHYANG MENGIDAP PENYAKIT MENULAR : (Sumber : Team Medik RSUD DR. Soetomo Surabaya)  PEMAKAMAN JENAZAH  Jenazah langsung dimakamkan  Dimakamkan umum biasa dengan aturan yang sama seperti pemakaman jenazah yang lainnya  Petugas makam memakai U.P  Didalam makam kantong plastik I dirobeh dengan alat tajam → kafan dibuka → kantong plastik II dirobek dimasukkan gumpalan tanah
  • 30. HAL-HAL YANG BERKAITAN DENGAN JENAZAHYANG MENGIDAP PENYAKIT MENULAR : (Sumber : Team Medik RSUD DR. Soetomo Surabaya)  KESIMPULAN  Petugas yang sudah terlatih  Petugas yang sehat / tidak hamil  Petugas harus memakai perlengkapan U.P lengkap  Perawatan jenazah semua harus dianggap menular  Petugas harus meningkatkan kewaspadaan

Editor's Notes

  1. 2
  2. 31