BMP MKDU4110

9,744 views

Published on

Update Link Google Drive Januari 2015
Download disini http://adf.ly/wjED9

Published in: Education
5 Comments
12 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
9,744
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
84
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
5
Likes
12
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

BMP MKDU4110

  1. 1. MDDUL 1 Hakikat Membaca Mohamad Yunus, S.S., M.A. PENDAHULUAN engawali Modul 1 ini, menarik untuk mengutip sebuab pepatab yang mengatakan, "Buku adalah gudang ilmu. Dan membaca adalab kuncinya". Pepatah itu mengingatkan kita bahwa ilmu pengetahuan begitu melimpab di sekitar kita, apalagi pada masa sekarang ini. Terekam dan tersebar dalam buku atau dokumen tertulis lainnya, babkan dalam media internet dan elektronik. Namun demikian, sehebat apa pun isi buku atau isi tulisan itu, taklah memberikan arti apa pun bagi kita. Kecuali, jika mau membaca dan mempelajarinya. Masalahnya, maukah kita membaca dan mempelajarinya? Jika, ya, apakab kita memabami benar mengapa dan untuk apa, serta bagaimana membaca? Lalu, apa yang kita lakukan terhadap basil baca? Apakab kita biarkan saja basil baca itu 'lenyap' kembali ketika kegiatan membaca selesai? Demikianlab sejumlab pertanyaan yang akan mendasari uraian pada Modul 1 ini. Begitu pentingkah masalah tersebut kita pelajari? Ya, sulit rasanya seseorang yang ingin berkembang dan berkeinginan mengimbangi perkembangan zaman, tidak suka membaca. Apalagi, kalau orang itu berstatus pelajar, mabasiswa, atau profesional. Karena itu pula, Modul 1 ini akan mengajak Anda untuk lebih memahami betul apa itu membaca, untuk apa membaca, dan bagaimana membaca dan merekam basil baca, dengan fokus pada membaca karya ilmiah. Jadi, usai mempelajari modul ini, Anda dibarapkan dapat: 1. menjabarkan konsep membaca; 2. mengaitkan manfaat membaca dengan proses belajar dan perikebidupan lainnya; 3. mengidentifikasi unsur-unsur yang mempengarubi kemampuan membaca;
  2. 2. 1.2 BAHASA INDONESIA e 4. menjelaskan proses membaca; 5. menerapkan strategi membaca karya ilmiah; serta 6. merekam hasil bacaan dengan berbagai teknik. Saudara, agar Anda dapat memperoleh manfaat optimal dari modul ini, kerjakanlah tugas, latihan, dan tes formatif yang terdapat dalam modul ini. Akan lebih baik lagi, apabila sewaktu mempelajari modul Anda mengaitkannya dengan pengetahuan dan pengalaman Anda, serta mendiskusikannya dengan ternan-ternan. Baik, selamat belajar. Semoga menjadi pembaca dan mahasiswa yang sukses!
  3. 3. e MKDU41 1 0/MODUL 1 1.3 KEGIATAN BELAL.JAR 1 Konsep Membaca engawali pembelajaran ini, silakan Anda baca wacana berikut ini. Anda ....... dapat menggunakan teknik baca apa pun, sesuai dengan kebiasaan dan pengalaman Anda. Mengatasi Stress dengan Teknik Freeze-Frame Sejak pertama kali diperkenalkan pada tahun 1994, Teknik Freeze- Frame telah menyebabkan perubahan besar dalam kehidupan manusia. Hanya dengan lima langkah yang mudah, hasilnya begitu mengesankan dan mengejutkan banyak orang. Teknik ini begitu mengagumkan banyak orang sehingga banyak perusahaan besar dunia yang mengajarkannya. Juga pada 35 pangkalan militer AS. Para dokter pun meresepkannya. Terbukti teknik ini berhasil menurunkan konflik dan meningkatkan performa anak-anak sekolah. Hanya saja mereka belum menganggap serius teknik Free-Frame ini. Teknik ini begitu mudah dan menyenangkan, dan menyerupai visualisasi yang menggunakan fokus dan pernapasan untuk mengontrol stress. Ada perbedaan yang cukup jelas antara proses Freeze-Frame dengan teknik terapi stres lainnya. Freeze-Frame menggunakan kekuatan dan kecerdasan hati untuk mengalihkan persepsi di kala stres, sehingga membawa sistem biologis kita, termasuk otak, ke arah keseimbangan yang harmoni. Riset biomedis intensif yang dilakukan para ilmuan di Institute of Heart-Math menunjukkan bahwa ketika orang mempraktikkan teknik ini, maka ritme jantung mengubah sistem syaraf menjadi lebih seimbang. Dan hasilnya, sejumlah perubahan yang menguntungkan terjadi dalam pola hormonal dan respon sistem kekebalan mereka. Perubahan- perubahan biologis ini memberi arti lebih pada peralihan signifikan tentang apa yang dipikir dan dirasakan. (Dimodifikasi dari Children, 1998: xv-xvi) Sudah selesai membacanya? Bagus! Selanjutnya, jawablah pertanyaan- pertanyaan berik:ut!
  4. 4. 1.4 BAHASA INDONESIA e A. Ukurlah kemampuan membaca Anda dengan cara menjawab pertanyaan berikut ini, tanpa membaca ulang wacana di atas! 1. Apakah yang dimaksud dengan teknik Freeze-Frame? 2. Apakah perbedaan teknik Freeze-Frame dengan teknik-teknik lainnya? 3. Sebutkan bukti yang menunjukkan besarnya pengaruh Freeze-Frame dalam mengatasi stres! 4. Apakah efek Freeze-Frame bagi kesehatan tubuh? B. Jawablah pertanyaan tentang pengalaman membaca Anda atas wacana tersebut dengan jujur! 1. Apakah Anda dapat menjawab dengan benar semua pertanyaan pada butir A hanya dengan sekali baca? 2. Apakah wacana tersebut mudah Anda pahami? 3. Berapa lama Anda membaca wacana tersebut? 4. Apa yang ingin Anda ketahui ketika akan membaca wacana tersebut? 5. Bagaimana Anda membaca wacana tersebut? (Misal, kata per kata, atau kalimat per kalimat, dan beberapa kali kembali pada bagian bacaan sebelumnya) 6. Kesulitan apa yang Anda rasakan ketika membaca wacana di atas? Sudah selesai? Baik, kita bahas dan manfaatkan jawaban Anda untuk menilai sendiri kebiasaan dan kemampuan membaca Anda. Anda perlu belajar dan berlatih lebih baik lagi dalam membaca, jika indikator jawabannya sebagai berikut. 1. Jika jawaban yang benar s 80%, artinya daya tangkap dan konsentrasi dalam membaca belum memuaskan. 2. Kadang kita terjebak dalam penilaian sendiri saat membaca. Rasanya mengerti apa yang dibaca, tapi ketika harus mengungkapkan kembali, ternyata banyak yang belum paham. 3. Wacana di atas tidaklah terlalu sukar. Karenanya, waktu tempuh baca Anda harusnya tidak terlalu lama. 4. Kalau Anda membaca tanpa tujuan, biasanya perhatian terhadap bacaan kurang terfokus. Keadaan ini membuat kita kesulitan menangkap ide-ide penting bacaan.
  5. 5. e MKDU41 1 0/MODUL 1 1.5 5. Kalau Anda membaca teks di atas huruf demi huruf, kata demi kata, atau kalimat demi kalimat; ditambah lagi, sewaktu membaca mulut bersuara, bibir bergerak-gerak, atau kepala bergerak ke kiri dan ke kanan; kemungkinan besar Anda akan menghabiskan cukup banyak waktu baca. Dan Anda dapat dikategorikan sebagai pembaca lambat. 6. Kesulitan itu dapat muncul dalam hal konsentrasi, membaca balik bagian-bagian yang sudah dibaca, sukar menangkap gagasan utama, susah mengingat bagian penting yang ldentifikasi kesulitan-kesulitan tersebut. jawabannya pada Modul 1 dan 2. dibaca, Coba dan sebagainya. Anda temukan Bagaimana, apakah Anda pembaca yang sangat baik atau yang masih perlu berlatih lebih banyak lagi? Baik, kini mari segarkan pemahaman kita tentang konsep membaca: Apakah yang dimaksud dengan membaca? PENGERTIAN DAN PROSES MEMBACA Apakah yang dimaksud membaca? Membaca adalah kegiatan berbahasa yang secara aktif menyerap informasi atau pesan yang disampaikan melalui media tulis, seperti buku, artikel, modul, surat kabar, atau media tulis lainnya. Disebut aktif karena membaca bukan hanya sekedar memahami lambang tulis, tapi juga membangun makna, memahami, menerima, menolak, membandingkan, dan meyakini isi tulisan. Saudara, pada awalnya membaca merupakan proses sensoris. Isyarat dan rangsangan aktivitas membaca masuk melalui indra penglihatan, atau tangan untuk orang tunanetra. Penglihatan adalah alat untuk menyerap informasi tulis dan meneruskannya ke otak. Kemudian otak mengolahnya. Oleh karena itu, betapa pun cerdas dan siapnya seseorang, tatkala ada gangguan pada kedua indranya itu, dia akan kesukaran untuk mengenali tulisan. Kemampuan sensoris ini merupakan prasyarat awal untuk dapat mendeteksi huruf atau rangkaian huruf, tanda baca, dan berbagai lambang tulis lainnya. Lambang tulis itu memberikan rangsangan kepada pembaca untuk menanggapinya dengan makna yang berada di balik simbol-simbol tulis tersebut. Namun demikian, pemaknaan itu tidak semata-mata diperoleh dari lambang itu. Pembaca memaknai lambang tulis itu ketika melakukan aktivitas baca berdasarkan pengetahuannya tentang bahasa tulis, latar
  6. 6. 1.6 BAHASA INDONESIA e belakang budaya, pengalaman, kematangan, dan kepribadiannya. Oleh karena itu, tak heran jika proses dan basil baca tulisan dapat berbeda satu sama lain. Smith (1988) menyebutkan adanya dua hal yang saling mempengaruhi dalam membaca, yaitu informasi visual dan informasi nonvisual. Informasi visual ialah mata dan lambang tulis, yang terbaca ketika ada cahaya penerang. Sedangkan informasi nonvisual ialah apa yang terdapat di dalam pikiran pembaca, di belakang matanya. Informasi ini meliputi pengetahuan tentang bahasa yang digunakan dalam bacaan, keterampilan dalam membaca, dan pengetahuan yang dimiliki sebelumnya mengenai isi atau materi bacaan (prior knowledge). Hubungan keduanya dapat digambarkan sebagai berikut. Informasi Visual (Melalui mata) -------· Informasi Nonvisual (Di belakang mata/otak) Membaca 1~------------- Hubungan kedua unsur itu bersifat resiprokal. Dalam batas tertentu, satu sama lain dapat saling menggantikan. Makin banyak pembaca memiliki informasi nonvisual, makin kurang keperluannya akan informasi visual. Misalnya, Anda seorang salesman atau orang yang terlibat dalam pemasaran, membaca sebuah artikel tentang "Menangkap Harapan Tersembunyi dari Konsumen". Sewaktu membaca, Anda mungkin cukup hanya dengan membaca judul, subjudul, atau hanya beberapa bagian tulisan yang belum Anda pahami dengan baik. Anda tidak merasa perlu membaca semua uraian yang ada dalam artikel itu. Mengapa demikian? Karena kata atau istilah serta materi yang berhubungan dengan bacaan itu Anda kenai dengan baik. Pengenalan itu, akan membantu Anda dalam memilih dan memahami bagian bacaan yang benar-benar diperlukan. Tidak semua uraian dalam bacaan tersebut perlu dibacakan. Sebaliknya, makin kurang informasi nonvisualnya, makin banyak informasi visual yang diperlukan. Makin lama pula waktu baca yang diperlukan. Contoh, ketika Anda membaca modul tentang statistik, dan Anda merasa belum banyak mengenal masalah tersebut maka Anda
  7. 7. e MKDU41 1 0/MODUL 1 1.7 kemungkinan besar akan membaca sebagian besar atau seluruh uraian tentang retorika tersebut. Saudara, mata memang penting untuk menangkap informasi visual sewaktu membaca. Orang tak akan dapat membaca dengan mata tertutup, dalam keadaan gelap, atau tulisan yang huruf-hurufnya sangat pudar. Namun demikian, informasi visual semata tidaklah cukup. Orang akan merasakan kesulitan atau bahkan kegagalan dalam membaca bukan karena kesalahan pada mata, melainkan karena kekurang memadaian informasi nonvisual yang dimilikinya. Apalagi jika motivasi membacanya juga rendah. Banyak orang mengira bahwa matalah yang bekerja untuk memproses segala hal yang dilihat. Anggapan itu tidaklah tepat. Tugas mata tak lebih dari menyerap informasi visual dalam bentuk berkas cahaya dan mengubahnya menjadi energi syaraf yang merambat melalui serabut syaraf optik, masuk ke dalam otak. Sebenarnya yang dilihat adalah interpretasi otak terhadap pesan, kesan, berita yang masuk ke dalam otak. Jadi, otaklah yang melihat. Sedangkan mata hanyalah "memandang" atas perintah otak. Dengan kata lain, persepsi visual (apa yang dilihat) meliputi keputusan-keputusan yang terjadi dalam otak. Begitu pentingnya peranan otak (informasi nonvisual), sehingga Thorndike mengatakan bahwa membaca adalah berpikir. Namun demikian, otak pun memiliki keterbatasan untuk dapat melihat segala hal yang ada dan terjadi di depan mata. Otak mudah kewalahan dengan informasi visual sehingga kemampuan untuk melihat menjadi sangat terbatas, bahkan berhenti sejenak. Oleh karena itu, dalam membaca kita harus menggunakan secara maksimal informasi nonvisual, dan mengurangi penggunaan informasi visual sebanyak-banyaknya. Jika upaya seperti itu tidak dapat dilakukan, maka Anda akan mengalami peristiwa penyempitan pandang atau tunnel vision (TV). Maksudnya, apabila sewaktu membaca hanya dapat memanfaatkan sedikit informasi nonvisual maka materi bacaan yang dapat Anda lihat pun sedikit. Mengapa? Karena Anda akan terpaku pada kegiatan membaca dan memaknai kata demi kata atau kalimat demi kalimat saja. Anda tidak dapat membaca secara cepat, misalnya, dengan membaca satu kalimat pokok saja dalam satu alinea, atau dengan hanya membaca bagian-bagian penting saja dalam satu subjudul. Namun demikian, TV tidak dapat dihindarkan dalam hal-hal seperti berikut.
  8. 8. 1.8 BAHASA INDONESIA e a. Membaca sesuatu yang tidak dipahami manfaat atau kegunaannya. Untuk mengatasi masalah ini, pembaca harus memotivasi dirinya untuk mengaitkan manfaat bacaan dengan karier atau profesi, pergaulan, dan sebagainya. b. Keengganan atau kemalasan menggunakan informasi nonvisual sewaktu membaca. Misalnya, ketika membaca modul, Anda tidak mengaitkan dengan pengetahuan dan pengalaman Anda. Jalan keluarnya, sewaktu membaca hendaknya Anda kaitkan dengan pengetahuan dan pengalaman yang Anda miliki. Bahkan mengimajinasikannya dengan sosok Anda dalam pengembangan karier ke depan. c. Kebiasaan membaca yang kurang baik, seperti membaca per kata atau per kalimat sehingga aktivitas membaca menjadi lambat, menghapal bacaan atau membaca semua hal sampai yang sekecil-kecilnya, menggunakan alat penunjuk untuk membaca kata demi kata atau kalimat demi kalimat, dan melakukan regresi atau membaca balik (ulang) kata, kalimat, atau bagian yang sedang dibacanya. Untuk mengatasinya, berlatihlah strategi membaca cepat ((Smith 1988, lihat pula Harjasujana, Mulyati, Titin, 1988: 3.11-3.16). Jadi, hubungan peran mata-otak seperti yang diuraikan di atas dalam membaca dapat disimpulkan sebagai berikut. 1. Otak tidak dapat melihat segala hal yang ada di depan mata. 2. Otak tidak dapat melihat apa saja yang ada di depan mata dengan segera atau secara serta-merta. 3. Otak tidak dapat menerima informasi dari mata secara terus-menerus. Lalu, apa implikasi penting ketiga hal tersebut dalam membaca atau untuk belajar membaca? Implikasinya ialah membaca mesti cepat, selektif, dan memanfaatkan sebanyak-banyaknya informasi nonvisual. Mari, kita kupas satu per satu! 1. Membaca Mesti Cepat Membaca cepat bukan berarti asal cepat, ngebut. Karena cepatnya, tak ada yang dapat ditangkap dan dipahami dari bacaan. Atau, kita tidak tabu apa yang sebenarnya dibaca. Saudara, pasti bukan itu makna membaca cepat. Membaca cepat dimaksudkan agar pembaca dapat menangkap isi bacaan dengan waktu baca yang minimal. Tetapi, mengapa harus membaca cepat?
  9. 9. e MKDU41 1 0/MODUL 1 1.9 Otak memiliki keterbatasan untuk memaknai informasi visual yang diserap oleh mata. Oleh karena itu, agar otak dapat bekerja secara optimal mengolah basil baca, maka kegiatan membaca mesti dilakukan dengan cepat agar tidak terpaku melihat semua hal sedetil-detilnya. Hindarilah membaca bagian bacaan yang tidak diperlukan, yaitu bagian bacaan yang sudah Anda ketahui atau tidak perlu diketahui sama sekali. Dengan demikian, waktu baca pun menjadi lebih pendek. Jadi, prinsip pertama membaca cepat ialah melaju terus. Jangan membaca balik apa yang sudah dibaca. Dan jangan terpaku pada hal-hal yang tidak penting. Prinsip kedua ialah gerakkan mata secepatnya dengan hanya menangkap bagian kunci, yaitu kata, frase, atau kalimat, bahkan alinea, yang jika dihilangkan atau dilompati tidak akan menimbulkan kesalahpahaman atau mengakibatkan bacaan tidak terpahami. Mari kita cermati kedua contoh berikut yang menggambarkan kecepatan mata dalam membaca. Contoh gerakan mata pembaca lambat Kenaikan tarif dasar listrik dan BBM menimbulkan multiplier effect atau dampak berganda. Tanpa dikomando pun, bahkan sebelum listrik dan BBM naik, hampir semua bahan kebutuhan pokok mengalami kenaikan. Begitu pula dengan transportasi, pakaian, dan barang lainnya. Lagi-lagi yang menjadi korban paling menderita ialah rakyat kecil. Contoh gerakan mata pembaca cepat Kenaikan tarif dasar listrik dan BBM menimbulkan multiplier effect atau dampak berganda. Tanpa dikomando pun, bahkan sebelum listrik dan BBM naik, hampir semua bahan kebutuhan pokok mengalami kenaikan. Begitu pula dengan transportasi, pakaian, dan barang lainnya. Lagi-lagi yang menjadi korban paling menderita ialah rakyat kecil. Saudara, dari kedua contoh gerak mata di atas, kebiasaan Anda membaca masuk dalam contoh gerak mata yang mana? Membaca cepat bertujuan untuk memahami intisari bacaan dengan waktu baca yang efisien. Bukan hal-hal kecil yang tidak perlu. Apalagi menghafal isi bacaan. Itu akan sangat membebani kerja dan kemampuan
  10. 10. 1.10 BAHASA INDONESIA e otak. Mengapa? Karena membaca pemahaman menuntut kecepatan baca; sedangkan membaca sambil menghafal akan memperlambat proses baca. Lalu, seberapa tingkat kecepatan membaca yang baik? Secara umum, Anda dapat disebut pembaca cepat jika dapat menangkap isi bacaan secara umum dalam rentang waktu 1000-2000 kata per menit. Meskipun demikian, sebenarnya tak ada aturan yang sangat khusus. Seseorang dapat melakukan membaca dengan kecepatan yang berbeda antara satu buku dengan buku lain. Mengapa? Karena kecepatan membaca pun ditentukan oleh tingkat kesulitan bacaan dan tujuan membaca. Semakin tinggi tingkat kesulitan bacaan, biasanya semakin rendah pula kecepatan bacanya. Sebaliknya, makin rendah kesulitan bacaan, biasanya makin cepat pula kecepatan bacanya. Sebagai contoh, jika Anda membaca modul yang materinya belum dikenal atau rumit, misalnya, pasti akan lebih lambat daripada modul yang materinya telah Anda kenai. Demikian pula, dengan tujuan membaca. Jika seseorang membaca dengan tujuan mendapatkan keindahan atau menghibur diri, misalnya, membaca buku cerita, maka dia akan membaca tanpa memperhatikan kecepatan. Dan itu boleh-boleh saja. Juga, jika membaca itu dimaksudkan hanya sekedar ingin tabu tentang informasi, atau membaca untuk memahami dan mengkritisi bacaan, atau membaca untuk keperluan penulisan karya ilmiah atau ujian (seperti membaca modul), maka aktivitas membaca akan dilakukan dengan kecepatan yang berbeda. 2. Membaca Mesti Selektif Otak tidak memiliki kesempatan untuk memperhatikan semua informasi yang tertera dalam tulisan. Pun daya ingat tak akan mampu merekam semua hal yang tercantum dalam bacaan. Jadi, rahasia membaca yang efisien bukan sekedar membaca seluruh teks tanpa pandang bulu, juga bukan asal selesai baca. Melainkan dengan hanya membaca bagian-bagian yang benar-benar penting dan perlu dipahami saja. Atau dengan kata lain menangkap sampel bacaan. Penggunaan otak mesti diperhemat dengan cara memaksimumkan penggunaan pengetahuan atau pengalaman yang kita miliki sewaktu membaca, dan menganalisis informasi visual yang diperlukan seminimal mungkin berdasarkan prediksi pembaca tentang isi bacaan. Prediksi bacaan dilakukan dengan pengajuan pertanyaan sebelum membaca, seperti bacaan ini tentang apa? Apa fokus bacaan ini?, dan menggunakan judul atau subjudul sebagai bahan untuk memperkirakan isi
  11. 11. e MKDU41 1 0/MODUL 1 1. 11 bacaan dan apa yang ingin kita peroleh dari sebuah bacaan. Masalah ini akan kita ulas lebih detail dalam Kegiatan Belajar 2 modul ini. Lalu, sukarkah memilih bagian penting bacaan yang diperlukan dan karena itu perlu dibaca? Tidak serta merta setiap orang dapat melakukannya. Anda pernah mengalami? Akan tetapi percayalah, dengan latihan dan pengalaman baca Saudara, keterampilan ini akan diperoleh juga. Proses seleksi dalam membaca akan terjadi secara otomatis. Hal yang harus diingat ialah keterampilan seleksi dalam membaca tidak dapat dilepaskan dengan kegiatan membaca secara cepat. 3. Membaca Tergantung pada Informasi Nonvisual Seperti yang diuraikan di muka, otak mengontrol mata dalam membaca. Sekali lagi, membaca cepat bukan berarti membaca serampangan. Membaca sampel bukan berarti gerak mata hanya sekedar berpindah-pindah dari satu bagian ke bagian lain secara acak dan tanpa maksud yang jelas. Pembaca harus mampu menggunakan informasi nonvisual (pengetahuan tentang bahasa, pengalaman, wawasan tentang materi bacaan) sewaktu membaca untuk memilih bagian penting, yang benar-benar diperlukan. Untuk apa, misalnya, kita memperhatikan tanda-tanda baca yang sudah dipahami, untuk apa kita baca kata per kata jika hanya dengan membaca inti kalimat atau inti alinea saja kita sudah paham. Dengan demikian, pembaca tidak terjebak untuk membaca detail atas bagian-bagian yang tidak diperlukan. Namun demikian, jika kita menemukan bagian bacaan yang sulit, kecepatan baca mesti diturunkan agar tidak kehilangan pemahaman. Keadaan ini biasanya memaksa kita untuk lebih cermat membaca informasi visual. Demikianlah Saudara, uraian singkat tentang konsep dan proses baca. Hal lain yang perlu ditekankan di sini ialah banyak faktor yang menentukan keberhasilan dalam membaca. Keterampilan membaca memang penting. Namun demikian, faktor lain yang tak kalah menentukannya ialah minat, motivasi, dan konsentrasi. Bagaimana, Anda dapat memahaminya? Jika belum, cobalah baca ulang bagian-bagian yang penting dan diskusikan dengan sejawat. Selanjutnya, untuk memantapkan pemahaman Saudara, cobalah terapkan dalam latihan membaca kedua wacana di bawah ini dengan memperhatikan instruksi berikut.
  12. 12. 1.12 BAHASA INDONESIA e 1. Bacalah kedua wacana itu berturut-turut. Kemudian, jawablah dengan jujur beberapa pertanyaan mengenai pengalaman Anda membaca kedua wacana tersebut. 2. Untuk mengetahui lama waktu baca dari setiap wacana, catatlah waktu memulai dan mengakhiri bacaan. 3. Hanya dengan melihat judul bacaan, buatlah beberapa pertanyaan tentang isi wacana sebelum kegiatan membaca dilakukan! 4. Selesai membaca kedua wacana, jawablah dengan jujur pertanyaan- pertanyaan tentang pengalaman baca Anda! Selamat berlatih! WACANAl KEMANDULAN PADA PRIA Banyak pasangan yang mengalami kesulitan memperoleh keturunan. Dan yang sering dijadikan kambing hitam ialah wanita. Padahal, penyebabnya juga dapat terjadi pada pria. Pria juga bisa mandul. Penyebab infertil pada pria dapat dikelompokkan atas bawaan, hormonal, dan infeksi. Menurut Ora. Eldafira, M.S., penyebab umum pria infertil ialah infeksi pada saluran reproduksi, yang secara langsung dapat mempengaruhi kualitas serta produksi spermatozoa. Tanda adanya infeksi ini dapat dilihat dari ada atau tidaknya leukosit (sel darah putih) dalam ejakulat (cairan semen). lnfeksi saluran reproduksi pria dapat terjadi pada kelenjar-kelenjar prostat (prostatitis) atau pada epididimis (epididimitis), atau keduanya, pada tesis orchitis, vesculitis dan juga infeksi pada saluran urogenital, uretra (uretris), serta uretropostatis. Semua infeksi ini dapat terjadi tanpa gejala klinis yang khas. lnfeksi saluran reproduksi pada pria infertil ini umumnya disebabkan oleh mikroorganisme patogen atau sekresi produk-produknya, antara lain chlamydia, mycoplasma, trichomonas, dan bakteri gram negatif lainnya. Mikroorganisme predominan merupakan manifestasi terjadinya infeksi pada saluran reproduksi pria infertil. Sementara itu, infeksi pada saluran urogenital juga merupakan manifestasi saluran reproduksi atau saluran semen. Oleh karena itu, infeksi dapat terjadi sepanjang saluran reproduksi dan urogenital pria. lnfeksi ini dapat berakibat tidak dihasilkannya sperma (azoospermia) sehingga menurunkan gerakan dan kecepatan untuk bisa membuahi sel telur. Selain berdampak pada kualitas spermatozoa, infeksi oleh mikroorganisme ini dapat menyebabkan inflamasi sekunder, yakni meningkatnya produk mikroorganisme atau leukosit aktif sebagai respon inflamasi (peradangan) dari sel tubuh. lni dapat meningkatkan limfokin
  13. 13. e MKDU41 1 0/MODUL 1 1.13 (substansi yang dihasilkan oleh limfosit) dan manokin (substansi yang dihasilkan oleh monosit). Selain itu juga meningkatkan reaksi oksigen spesies yang dapat merusak lapisan membran spermatozoa. (Diadaptasi dari Republika, 8-01-2001, hal. 7) WACANA2 BAHAYA SUPLEMEN MAKANAN BERSERAT Suplemen makanan berserat itu bagus. Tapi, jika dikonsumsi berlebihan, konsumen harus siap masuk rumah sakit. Konsumen sepatutnya memperhatikan instruksi penggunaan suplemen makanan pembantu diet (SMPD) atau dietary fibre suplement, jika tidak ingin menderita kekurangan elektrolit dan penyumbatan usus. Bila kekurangan elektrolit yang terjadi karena rangsangan usus sehingga cairan elektrolit ke luar pada saat buang air besar, maka konsumen harus siap diinfus. Sedangkan jika terjadi penyumbatan usus, maka harus siap dioperasi. Salah satu pengaruh SMPD adalah ileus, atau obstruksi usus. Hal ini dapat terjadi secara mekanis atau fungsional, menimbulkan mulas yang hebat dan muntah-muntah. Untuk menghindari dampak seperti itu, konsumen harus mengikuti instruksi penggunaan SMPD. Di antaranya ialah takaran dan frekuensi penggunaan, serta anjuran untuk minum air sebanyak-banyaknya sekitar 8-10 gelas per hari. Sayangnya, konsumen sering semaunya. Tak mau mengikuti petunjuk yang diberikan. SMPD memang bagus karena mengandung serat. Dan berfungsi memperlancar buang air besar dan mengabsorpsi lemak. Namun demikian, jangan mengkonsumsi SPMD terus-menerus dan berlebihan, hanya karena ingin cepat kurus atau langsing. Cukup hanya dikonsumsi satu atau dua kali saja. Lebih baik mengkonsumsi serat alami yang berasal dari sayur-mayur dan buah-buahan. Lagi pula tidak semua orang bisa mengkonsumsi SMPD. Ternyata, kegundahan karena gemuk dan keinginan untuk langsing di satu sisi, keawaman masyarakat tentang SPMD di sisi lain, dan ditambah lagi dengan tayangan iklan yang kurang informatif, dapat menimbulkan efek negatif yang membahayakan konsumen. (Diadaptasi dari Republika, 8-01-2001, hal. 11)
  14. 14. 1.14 ____...... BAHASA INDONESIA e LATIHAN Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas, kerjakanlah latihan berikut! 1) Berapa lama waktu baca untuk setiap wacana di atas? Mana yang lebih cepat atau lebih lama? Mengapa? 2) Di antara kedua wacana tersebut, wacana mana yang lebih mudah atau lebih sulit Anda pahami? Mengapa? Apakah pertanyaan-pertanyaan yang Anda buat sebelum membaca dapat terjawab dengan baik? 3) Apakah sewaktu membaca kedua wacana di atas Anda menerapkan tiga prinsip membaca (cepat, selektif, dan menggunakan secara maksimal informasi nonvisual)? Jika ya, jelaskan pengalaman Anda! Bandingkan pula dengan kebiasaan Anda membaca sebelumnya yang tidak menggunakan tiga prinsip membaca, apakah lebih efektif? RANGKUMAN------------------------------------ Membaca ialah kegiatan menyerap informasi yang diperoleh dari bahan visual atau tertulis. Aktivitas ini melibatkan informasi visual (mata, tulisan, cahaya) dan informasi nonvisual (pengetahuan tentang bahasa, pengalaman membaca, dan wawasan tentang materi bacaan. Informasi visual diserap melalui mata untuk diteruskan pada otak. Otaklah yang menafsirkan dan mengolah apa yang ditangkap oleh mata. Membaca bukanlah kegiatan serta merta atau spontan. Otak memiliki keterbatasan untuk mengolah semua informasi visual. Oleh karena itu, pembaca perlu menggunakan informasi nonvisualnya untuk mengurangi beban otak dengan menghindari membaca hal-hal yang tidak penting atau yang tidak diperlukan dalam membaca. Implikasi dari keterbatasan daya tampung dan daya olah otak dalam membaca ialah membaca hendaknya dilakukan secara cepat, selektif, dan menggunakan secara optimal informasi nonvisual yang dimiliki pembaca.
  15. 15. e MKDU41 1 0/MODUL 1 1.15 TES FORMATIF 1 Pilihlah satu jawaban yang paling tepat! 1) Yang dimaksud dengan membaca ialah kegiatan berbahasa yang bertujuan untuk .... A. menyampaikan pesan atau informasi secara tertulis B. menyampaikan pesan atau informasi secara lisan C. menyerap pesan atau informasi secara aktif dari bahan tertulis D. menyerap pesan atau informasi secara aktif dari bahan tak tertulis 2) Membaca disebut sebagai kegiatan berbahasa secara aktif karena dalam membaca terkandung aktivitas berikut .... A. mengartikan kata per kata atau kalimat per kalimat yang terdapat dalam bacaan B. membunyikan dan menghafal tulisan yang terdapat dalam bacaan C. mengolah informasi yang ada dengan memanfaatkan pengetahuan yang dimiliki D. menerima saja pesan atau informasi apa pun yang disampaikan penulis 3) "Menghadapi kenaikan tarif dasar listrik dan BBM, yang diikuti dengan kenaikan berbagai kebutuhan pokok, tidak bisa dihindari. Konsumen hanya dihadapkan pada dua pilihan: merencanakan budget atau tekor." Mengacu pada kutipan di atas, yang termasuk informasi visual ialah sebagai berikut, kecuali.... A. huruf, kata, dan kalimat B. ejaan dan tanda baca C. arti kata dan kalimat D. cahaya yang memungkinkan pembaca dapat melihat tulisan dengan jelas. 4) Inti bacaan pada nomor 3 di atas ialah sebagai berikut .... A. kenaikan harga barang dan jasa hanya dapat dihadapi dengan menata pengeluaran B. kenaikan barang dan jasa akibat naiknya listrik dan BBM tak bisa dihindari C. naiknya listrik dan BBM mengakibatkan kenaikan hampir semua barang dan jasa D. akibat kenaikan listrik dan BBM yang diikuti kenaikan barang dan jasa membuat konsumen tekor
  16. 16. 1.16 BAHASA INDONESIA e 5) Merujuk pada wacana nomor 3 di atas, yang termasuk informasi nonvisual ialah sebagai berikut, kecuali .... A. makna atau pesan yang terkandung dalam bacaan B. bahasa yang digunakan dalam bacaan C. lambang tulis yang digunakan dalam bacaan D. topik atau materi yang dibahas dalam bacaan 6) Budiman sedang membaca sebuah karya sastra "Aku Ingin Pulang". Dia membaca bagian demi bagian dengan teliti hingga selesai. Dia mencoba menikmati keindahan kata-kata dan asosiasi yang digunakan, serta menggali pesan-pesan luhur yang berada di balik bahasa penulis." Berdasarkan informasi di atas, komentar yang tepat tentang perilaku membaca Budiman ialah sebagai berikut .... A. teknik membaca Budiman tidak tepat karena dia membaca bagian demi bagian secara detil B. kemampuan membaca Budiman sangat lambat karena terlalu banyak menggunakan informasi visual C. Budiman membaca dengan tepat sesuai dengan jenis bacaan dan tujuan membaca karya sastra D. Budiman seharusnya menggunakan prinsip membaca: cepat, selektif, dan menggunakan informasi nonvisual 7) Membaca tulisan informatif seperti karya ilmiah atau pengetahuan populer hendaknya dilakukan dengan memilih bagian-bagian yang diperlukan saja sehingga proses baca dapat berjalan efektif. Untuk itu, kegiatan membaca hendaknya dilakukan secara .... A. selektif dengan memanfaatkan kecepatan gerak mata dan pengetahuan tentang isi bacaan B. cepat dengan mengingat-ingat bahkan menghafal bagian-bagian yang dianggap sangat penting dan diperlukan C. cermat dengan mengamati seluruh tanda dan lambang tulis yang digunakan D. efisien dengan menandai terlebih dahulu bagian-bagian yang akan dibaca 8) Prana sedang membaca sebuah artikel "Peranan Media dalarn Mendewasakan Masyarakat", yang sangat menarik perhatiannya. Kalimat bahkan alinea yang menurutnya tidak penting dilewati. Begitu cepat dia membaca sehingga artikel empat halaman itu selesai dibaca hanya dalam waktu lima menit. Namun demikian, begitu selesai membaca dia kesulitan untuk mengingat kembali hal-hal penting dari inti artikel itu."
  17. 17. e MKDU41 1 0/MODUL 1 1.17 Berdasarkan informasi tersebut, faktor-faktor yang menyebabkan kekurang perhasilan Prana dalam membaca ialah sebagai berikut, kecuali .... A. ketidakjelasan tujuan dan fokus membaca, "Informasi apa saja yang diperlukan Prana dari bacaan itu?" B. ide-ide penting bacaan tidak tertangkap karena Prana membaca terlalu cepat dan mungkin juga kurang konsentrasi C. prana sebenarnya tidak mampu membedakan mana bagian yang penting dan diperlukannya dan mana yang tidak D. bahasa yang digunakan penulis terlalu rumit sehingga sukar ditangkap intinya Cocokkanlahjawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar. Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 1. Jumlah Jawaban yang Benar Tingkat penguasaan = ----------x 100% Jumlah Soal Arti tingkat penguasaan: 90 - 100% = baik sekali 80 - 89% =baik 70 - 79% =cukup < 70% = kurang Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar 2. Bagus! Jika masih di bawah 80%, Anda harus mengulangi materi Kegiatan Belajar 1, terutama bagian yang belum dikuasai.
  18. 18. 1.18 BAHASA INDONESIA e KEGIATAN BELA.JAR 2 Strategi Membaca dan Merekam Hasil Baca audara, seperti telah dijelaskan di rnuka, strategi rnernbaca dipengaruhi oleh jenis bacaan dan tujuan membaca. Bagairnana Anda rnernbaca tergantung pada bacaan apa yang dibaca dan apa yang Anda perlukan dari sebuah bacaan tertentu. Strategi mernbaca karya sastra jelas berbeda dengan mernbaca karya ilrniah. Strategi mernbaca karya ilrniah jelas berbeda dengan rnembaca surat kabar. Mernbaca artikel dengan sekedar ingin tahu rnerniliki strategi yang berbeda dengan rnernbaca artikel untuk rnengurnpulkan bahan rnenulis esai atau skripsi. Narnun dernikian, sekali lagi uraian dalarn Kegiatan Belajar 2 ini kita batasi hanya yang berkaitan dengan rnernbaca karya ilrniah, seperti rnodul, buku, artikel, dan sebagainya. Jenis Bacaan 1. Sastra: cerita rekaan, puisi, dan drama. 2. Nonsastra: karya ilrniah (seperti artikel, laporan penelitian, rnodul, buku pengetahuan, jurnal), dan surat. Tujuan Membaca 1. Menghibur diri. 2. Mernperoleh inforrnasi: sekedar ingin tahu, untuk keperluan ilrniah (terrnasuk studi dan penulisan karya ilrniah), ujian, dan sebagainya. A. MITOS TENTANG MEMBACA Banyak orang beranggapan bahwa membaca adalah pekerjaan yang berat, rnenjernukan, dan rnenghabiskan waktu. Bagairnana tidak, mereka rnelakukan kegiatan rnernbaca dengan rnendeteksi kata derni kata, kalirnat demi kalirnat, alinea demi alinea, dan halarnan demi halarnan. Kadang mundur untuk rnernbaca ulang bagian yang dibacanya. "Agar lebih jelas dan lebih yakin", katanya. Bahkan, ketika membaca kadang sambil menghafal bagian yang dibacanya. Tak lupa pula rnenandai dengan tinta berwarna atau stabilo dan rnenggarisbawahi bagian-bagian yang dibacanya. Luar biasa,
  19. 19. e MKDU41 1 0/MODUL 1 1.19 kerja keras yang dilakukannya. Luar biasa energi yang dikeluarkannya. Begitu banyak waktu yang dihabiskan untuk menyelesaikan sebuah bacaan. Tapi apa lacur, begitu selesai membaca, sirna pula apa yang telah dibacanya. Tak ada yang menempel di otaknya. Tak ingat lagi apa inti bacaan itu. Tak heran ketika selesai membaca buku, sampai pada bagian akhir halaman, muncul pertanyaan, "Apa yang baru kubaca tadi? Apa, ya isinya?" Jawabnya, "Entahlah! Tidak ingat lagi!." Kalau begitu keadaannya, hanya dua kemungkinan: frustrasi dan enggan membaca kembali, atau membaca ulang apa yang sudah dibaca. Mungkin hingga beberapa kali baca ulang. Itu pun temyata masih belum memberikan pemahaman dan pengingatan yang memuaskan. Heem, bagaimana Anda pernah mengalaminya? Mengapa itu terjadi? Padahal sebagai mahasiswa UT misalnya, Anda harus menyediakan cukup waktu untuk membaca modul. Kalau begitu proses dan basil bacanya, bagaimana Anda dapat menghadapi ujian dengan baik. Atau, sebagai seorang profesional, begitu banyak buku atau tulisan yang perlu dibaca: agar bisa mengembangkan diri lebih baik, agar tidak tertinggal informasi, serta agar dapat mengikuti perbincangan dan pemikiran orang-orang terpelajar tanpa merasa rendah diri. Menurut De Porter dan Henacki (1999: 252). Persoalan membaca yang seperti itu tidak terlepas dari pengaruh keyakinan, kebiasaan atau pengalaman, dan pemahaman kita tentang membaca. Pengalaman belajar membaca dan kegiatan membaca di sekolah maupun keluarga, sangat berpengaruh dalam membentuk kebiasaan membaca. Sewaktu kita belajar membaca di sekolah dasar, kita memang memulai dengan mempelajari huruf demi huruf menjadi kata, dan kata demi kata menjadi kalimat, hingga kita dapat membaca keseluruhan kalimat tanpa mengeja hurufnya. Sayangnya, setelah tahap itu, kemampuan membaca kita cenderung tidak berkembang. Nah, ketika kita dihadapkan pada tuntutan untuk membaca buku atau tulisan yang lebih banyak dan lebih rumit, kita tabrak tembok. Maksudnya, tidak tahu apa yang harus dilakukan. Karena memang tidak pernah dilatih sewaktu di sekolah cara membaca berbagai buku atau tulisan yang banyak dan rumit, bahkan ketika di perguruan tinggi. B. MITOS YANG SALAH TENTANG MEMBACA 1. Membaca itu sulit dan huang waktu. 2. Membaca harus dilakukan terhadap seluruh bacaan.
  20. 20. 1.20 BAHASA INDONESIA e 3. Membaca dilakukan kata per kata atau kalimat per kalimat. 4. Membaca harus ialah menghafal. 5. Membaca harus perlahan agar bacaan terpahami dengan baik. 6. Membaca dapat dilakukan dengan prinsip asal baca. Kini, saatnya bagi Anda untuk mengejar ketertinggalan kemampuan baca Anda. Langkah mendasar yang perlu dilakukan ialah melakukan introspeksi dan sekaligus perbaikan atas pemahaman yang keliru tentang membaca, menghancurkan mitos yang salah tentang membaca, serta berlatih menggunakan strategi baca yang sesuai. Mitos membaca seperti tertera di samping akan mempengaruhi kemampuan baca Anda. Apakah Anda memiliki satu atau beberapa mitos tersebut? Jika ya, jangankan semuanya, satu pun Anda harus segera membuangnya jauh-jauh. Sekarang juga! Jangan ditunda! Bagaimana caranya? Gantilah mitos tersebut dengan keyakinan dan optimisme yang lebih baik tentang membaca. Apakah itu? Simak uraian selanjutnya! 1. Membaca itu Mudah dan Menyenangkan Membaca merupakan proses yang kompleks. Namun demikian, tak ada yang khusus dengan membaca. Menurut Smith (1988), setiap orang dapat melakukannya. Tentu selama tak ada masalah fatal dengan organ otaknya, mata, buta huruf, dan kemauan untuk membaca. Tingkat IQ pun bukan merupakan jaminan tinggi-rendahnya kemampuan membaca. Kemampuan membaca lebih banyak berkaitan dengan minat baca dan waktu pengalaman dalam membaca (Harjasujana, Mulyati, dan Titin, 1988). Berbicara tentang minat baca, hal itu terkait dengan motivasi baca. Motivasi ialah motif, dorongan, keinginan, atau harapan yang memberikan rangsangan, kekuatan, atau energi pada diri kita untuk membaca. Apa yang ingin kita kejar dan peroleh dengan membaca? Dengan membaca, banyak informasi dan pengetahuan yang diperoleh. Jelas hal itu akan memberi nilai lebih bagi Anda, baik dalam menulis, berbicara, bekerja, dan bergaul. 2. Membaca hanya Menangkap Hal-hal Penting yang Diperlukan Pembaca yang efisien hanya membaca bagian bacaan yang memuat informasi yang dicari dan diperlukannya. Tak perlu membaca semua huruf
  21. 21. e MKDU41 1 0/MODUL 1 1.21 dan tanda baca, atau bagian bacaan yang sudah dipahami atau yang tidak diperlukan. Untuk apa? Dengan cara ini Anda akan lebih mudah menemukan apa yang Anda cari, memetakan hubungan dan inti materi penting bacaan, serta mengingat apa yang sudah dibaca. Benar? Karena itu membaca dilakukan secara selektif. 3. Membaca Tidak Perlu dilakukan Kata per Kata atau Kalimat per Kalimat Masih ingat uraian tentang informasi visual dan nonvisual pada Kegiatan Belajar 1 di muka? Ya, makna dibangun tidak oleh kata per kata atau kalimat per kalimat. Melainkan oleh keseluruhan tulisan. Oleh karena itu, tangkaplah hanya kata, kalimat, bahkan alinea kunci yang memuat gagasan penting dalam bacaan. 4. Membaca Memahami dan Menangkap Pesan atau Inti Bacaan Kalau Anda membaca sambil menghafal, berapa banyak waktu baca yang Anda perlukan. Kalau hanya satu modul atau satu buku misalnya, mungkin Anda tak terlalu kerepotan. Tetapi kalau banyak buku dan tebal- teballagi, dijamin Anda tak akan punya waktu untuk mengerjakan pekerjaan lainnya. Saudara, bukan tidak boleh menghafal apa yang dibaca. Tetapi jangan ketika sedang membaca. Otak tak akan mampu melakukannya. Selain akan memperlambat kegiatan baca, juga mengganggu pemahaman karena kita kesulitan menangkap inti bacaan. Kalaupun mau menghafal, lakukan setelah membaca. Itu pun tidak untuk seluruh bacaan. Hanya bagian-bagian penting yang diperlukan yang telah kita catat. 5. Membaca harus Dilakukan secara Cepat Karena ingin memahami seluruh bacaan Anda membaca dengan perlahan. Padahal, membaca perlahan dapat menjadi siksaan bagi otak manusia yang sangat berkembang pesat dan cepat bereaksi. Dan itu mengganggu pemahaman komprehensif atas bacaan. Kecuali, tentu saja jika Anda membaca bagian bacaan yang sukar atau membaca karya sastra. 6. Membaca yang Efektif Menggunakan Strategi Baca yang Sesuai Pembaca miskin ialah pembaca yang tidak memiliki strategi baca yang memadai. Banyaknya waktu yang dihabiskan tidak seimbang dengan basil
  22. 22. 1.22 BAHASA INDONESIA e baca yang diperolehnya. Tanpa memiliki strategi baca yang cukup, dipastikan Anda akan kesulitan membaca seluruh modul yang tebal-tebal. Pasti pula Anda pun tidak akan dapat menghadapi ujian dengan baik. Tanpa kiat baca yang tepat, dipastikan Anda akan kesulitan membaca berbagai tulisan (buku, artikel, jurnal) dan mengolahnya untuk penulisan makalah atau karya ilmiah lainnya. Untuk memiliki kemampuan membaca yang cukup Anda harus banyak membaca dan berlatih. Anda harus berlatih menangkap gagasan inti alinea, membaca cepat dengan teknik skimming dan scanning, menggunakan metode SQ3R, "menyimpan dan merekam" hasil baca, dan sebagainya. Saudara, demikianlah mitos-mitos membaca yang harus dihancurkan dan mengantinya dengan pemahaman dan keyakinan yang lebih baik dalam membaca. Apakah Anda kesulitan memahami uraian di atas? Mudah- mudahan tidak. Lalu, apakah uraian tersebut juga berguna bagi Anda? Bagus! Mari, kita lanjutkan mempelajari strategi membaca dalam sajian berikutnya. C. STRATEGI MEMBACA Saudara, banyak strategi membaca yang dapat digunakan. MeWhorter (1992) menunjukkan beberapa langkah penting dalam membaca atau belajar melalui teks. Langkah-langkah itu meliputi kegiatan prabaca dan prediksi, memfokuskan kegiatan membaca, serta membaca dan mengukur pemahaman atas bacaan. Mari kita kupas ketiga hal itu satu per satu. 1. Kegiatan Prabaca dan Prediksi Ketika akan menyeberang jalan raya, apakah Anda langsung menyeberang? Tidak, bukan! Anda pasti memperhatikan dulu situasinya: lampu lalu lintas dan situasi jalan raya. Begitulah, pembaca efisien akan mengecek dulu bahan bacaan (buku, artikel, modul, dan sebagainya.) sebelum membaca. Untuk apa? Kegiatan prabaca bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengenali topik atau gagasan yang sangat penting tentang isi bacaan dan pengorganisasian tulisan itu. Dengan demikian, pembaca dari awal sudah memiliki gambaran menyeluruh tentang isi bacaan. Dia pun dapat mengidentifikasi bagian mana yang penting dan perlu dipahami karena itu harus dibaca, dan mana yang tidak. Ini akan membantu Anda membaca lebih efisien karena tidak perlu membaca semua isi bacaan.
  23. 23. e MKDU41 1 0/MODUL 1 1.23 Setelah itu, baru membuat prediksi tentang isi bacaan, misalnya sukar atau menariknya bacaan itu, topik yang dibicarakan dan ruang lingkupnya, serta pendekatan yang digunakan penulis. Jadi, dengan prabaca dan prediksi pembaca akan lebih siap karena memiliki bekal atau gambaran umum tentang tulisan yang akan dibacanya. Lalu, bagaimana melakukan kegiatan prabaca? a. Cermati judul Judul memberikan gambaran tentang keseluruhan topik yang terdapat dalam bab (untuk buku), artikel, laporan dan tulisan ilmiah atau informatif lainnya. b. Bacalah daftar isi Pada tulisan tipis seperti artikel atau jurnal biasanya tak ada daftar isi. Tapi dalam buku atau tulisan sejenis biasanya terdapat daftar isi. Dengan membaca daftar isi, Anda akan mendapatkan gambaran yang relatif lengkap mengenai hal-hal yang akan dibahas dalam sebuah buku dan bagaimana isi buku itu disusun atau diorganisasikan. Melalui daftar isi Anda akan dapat mengidentifkasi topik-topik bacaan mana yang dianggap penting dan mana yang tidak. c. Bacalah bagian pendahuluan atau pengantar Berbeda dengan buku atau modul, artikel tidak selalu mencantumkan label pengantar atau pendahuluan. Anda akan menemukannya pada paragraf awal. Dengan membaca bagian pendahuluan, Anda akan mendapatkan informasi tentang ruang lingkup materi tulisan, bahkan kadang-kadang tersampaikan pula pendekatan dan keterbatasan tulisan tersebut. d. Bacalah judul dan anak judul bab atau heading yang terdapat dalam bacaan Judul, anak judul, atau heading merupakan label atau topik yang menggambarkan isi bab atau bagian demi bagian dalam bacaan.
  24. 24. 1.24 BAHASA INDONESIA e e. Bacalah alinea atau kalimat pertama di bawah judul, anak judul, atau heading Alinea atau kalimat pertama biasanya menginformasikan gagasan inti. Namun, ada pula yang hanya sekedar berperan sebagai transisi yang tidak perlu Anda baca. f Bacalah kesimpulan atau akhir paragraf Simpulan atau akhir paragraf biasanya berisi inti materi yang akan membantu kita mengidentifikasi gagasan-gagasan kunci bacaan. g. Bacalah dengan cepat akhir buku, artikel, atau tulisan ilmiah lainnya Bagian ini biasanya menginformasikan daftar pustaka, glosarium, indeks, dan riwayat penulis. Informasi ini akan membantu kita untuk memahami bacaan dan kualitas tulisan dengan lebih baik. Langkah prabaca di atas pada dasamya berlaku untuk bacaan-bacaan informatif. Dalam penerapannya perlu disesuaikan dengan keadaan bahan yang memiliki karakteristik format yang relatif berbeda, seperti buku, modul, artikel, dan sebagainya. Tidak sulit memahaminya, bukan? Selanjutnya, berdasarkan basil prabaca tersebut kita melangkah pada fase membuat prediksi tentang bacaan. Bagaimana caranya? Simaklah uraian selanjutnya. Saudara, riset menunjukkan bahwa pembaca mahir biasanya membuat prediksi dan melakukan antisipasi, baik mengenai isi maupun organisasi tulisan, sebelum dan sewaktu membaca. Dari judul buku, bab, atau heading, kita dapat memprediksi (menduga/memperkirakan) materi bacaan, bahkan pendekatan yang digunakan. Buku yang berjudul Aliran Pemikiran Manajemen: Seni atau Sain? menunjukkan materi tentang "berbagai aliran pemikiran dalam manajemen" dan juga mengisyaratkan bagaimana penulis mengklasifikasikan berbagai aliran itu sebagai seni atau sain. Ketepatan prediksi ditentukan oleh latar belakang pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki pembaca. Karena itu prediksi bisa saja salah. Dan itu wajar. Pembaca mahir melakukan konfirmasi, membatalkan, atau merevisi prediksi yang dibuat sebelumnya. Begitu pentingkah prediksi dan antisipasi tentang isi dan organisasi bacaan? Ya, karena alasan berikut.
  25. 25. e MKDU41 1 0/MODUL 1 1.25 a. Membantu pembaca untuk memusatkan perhatiannya pada bacaan. b. Proses konfirmasi, pembatalan, dan perbaikan prediksi bersifat aktif yang membantu konsentrasi dan pemahaman. c. Semakin pembaca tahu apa yang diharapkan dari sebuah bacaan, semakin mudah baginya dalam membaca. 2. Memfokuskan dan Memantau Aktivitas Membaca Saudara, sebelum bermain tim sepak bola membuat dulu rencana permainan. Dengan rencana ini mereka bermain dengan peran, tujuan, dan arah yang jelas. Ketika bermain rencana dijalankan sekaligus dievaluasi. Jika tidak cocok, rencana diperbaiki sesuai dengan kebutuhan. Demikian pula halnya dengan membaca. Membaca bukan asal baca. Bukan pula sesuatu yang rutin. Juga bukan sekedar aktivitas fisik yang ditunjukkan hanya dengan menggerak-gerakkan mata dari satu baris ke baris lain. Pembaca mahir lazimnya membuat "rencana baca" sebelum membaca dilakukan. Rencana baca itu ialah menetapkan tujuan membaca, memilih strategi yang cocok, memantau pemahaman hasil baca, serta memperbaiki keefektifan strategi baca yang dipilihnya. Mari kita bahas satu per satu! Untuk memfokuskan proses baca, kita perlu melakukan langkah-langkah berikut. Memfokuskan Proses Baca a. Tetapkan tujuan baca (untuk melakukan prabaca dan prediksi). b. Susun pertanyaan pemandu. c. Pilih strategi baca. a. Menetapkan tujuan membaca Saudara, Anda atau ternan Anda mungkin pernah mengalami begitu selesai membaca artikel, buku, atau modul, tidak ingat lagi apa yang dibaca. Jika itu terjadi, kemungkinan Anda memulai baca tanpa memiliki tujuan yang jelas: untuk apa dia membaca dan apa yang diinginkan dari bacaannya. Jadi, langkah awal sebelum membaca ialah Anda menetapkan tujuan membaca. Nah, berdasarkan tujuan membaca inilah kita melakukan prabaca dan prediksi. b. Mengembangkan pertanyaan pemandu Untuk menandai sebuah topik, buku, modul, atau tulisan lazimnya menggunakan judul, anak judul, atau heading, dengan huruf tebal atau
  26. 26. 1.26 BAHASA INDONESIA e miring. Cara paling mudah untuk membuat pertanyaan yang dapat memandu Anda membaca ialah mengubah label topik tersebut menjadi kalimat tanya, atau menurunkan darinya sejumlah pertanyaan. Ketika membaca, carilah jawaban atas pertanyaan tersebut. Misalnya, dari sebuah tulisan "Menciptakan para pemimpin di sekitar kita" dapat diturunkan pertanyaan pemandu: "Apa maksud pernyataan tersebut? Mengapa harus menciptakan pemimpin lain di sekitar kita? Bagaimana caranya? Ketika Anda membaca bagian ini, carilah jawabannya. Dengan pertanyaan-pertanyaan pemandu seperti itu, Anda dapat membaca secara selektif, lebih terfokus, dan lebih mudah menangkap hal yang penting dan diperlukan. Mengapa? Lagi-lagi karena Anda mempunyai tujuan membaca yang jelas. Anda tahu yang Anda inginkan dan Anda cari. Dalam membuat pertanyaan hindari kata tanya siapa, kapan, dan di mana. Mengapa? Karena kurang berguna untuk menangkap hal-hal penting dari bacaan. Jawaban pertanyaan itu cenderung ingatan. Sebaiknya gunakan kata tanya apa, mengapa, dan bagaimana. Kata-kata tanya tersebut menuntut jawaban yang lebih detil, dalam, dan analitis. c. Memilih strategi membaca yang tepat Dalam memilih strategi membaca, perhatikan tiga hal berikut ini. 1) Keadaan pembaca Dalam kaitannya dengan keadaan pembaca, dua hal di antaranya harus dipertimbangkan. Kedua hal itu ialah pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki yang terkait dengan isi bacaan, serta ketertarikan pembaca terhadap bacaan. Jika pengetahuan/pengalaman tentang isi bacaan sangat sedikit, maka kemungkinan bacaan lebih sulit dan Anda memerlukan waktu yang cukup untuk membacanya. Anda harus lebih hati-hati. Anda pun mungkin perlu strategi lain, misalnya memetakan atau mencatat hal- hal penting. Sementara itu, jika minat atau ketertarikan Anda terhadap bacaan rendah, sementara Anda harus membacanya seperti modul atau buku pelajaran, maka Anda harus membangkitkan sendiri minat itu. Berupayalah untuk mencari manfaat dan menghubungkannya dengan pengembangan karier atau profesi Anda. 2) Karakter bacaan Corak bacaan merupakan faktor penting untuk memutuskan pendekatan baca yang akan dilakukan. Jika bacaan itu bersifat teoretis atau
  27. 27. e MKDU41 1 0/MODUL 1 1.27 konseptual, maka strategi baca yang digunakan ialah menata urutan konsep-konsep penting baik yang saling berhubungan maupun tidak, atau membuat outline untuk memetakan isi bacaan. Jika bacaan itu bersifat terapan, maka Anda harus membayangkan situasi penerapan konsep atau prosedur yang Anda baca, mengaitkan ide-ide dalam bacaan dengan penerapannya, dan seterusnya. 3) Pemanfaatan basil baca Faktor ketiga yang harus dipertimbangkan dalam memilih strategi baca ialah bagaimana Anda menggunakan informasi yang diperoleh dari bacaan. Apakah sekedar untuk pengetahuan, keperluan menulis karya ilmiah, presentasi, atau ujian. Jika untuk menghadapi ujian, maka Anda harus mencatat hal-hal penting, meringkas, atau memetakan isi bacaan. Kalau tidak, maka Anda kemungkinan besar akan sulit mengingat hal- hal penting dari bacaan. Mengapa? Karena buku atau modul yang harus Anda baca cukup banyak. Demikianlah Saudara, uraian tentang faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam memilih strategi baca yang tepat. Tidak kesulitan bukan memahaminya? Bagus! Untuk mempermudah Anda, ketiga faktor tersebut akan disederhanakan dalam gambar berikut. a. Seberapa banyak saya memiliki pengetahuan atau pengalaman tentang isi bacaan? b. Apakah saya tertarik akan bacaan itu? Keadaan Pembaca Memilih Strategi Membaca Karakter Bacaan Penggunaan Hasil Baca c. Seberapa sulit bacaan itu? d. Akan dimanfaatkan untuk apa basil baca itu? e. Bagaimana corak tulisan itu?
  28. 28. 1.28 BAHASA INDONESIA e 3. Membaca dan Menilai Pemahaman Saudara, kita telah melakukan prabaca dan prediksi. Kita pun telah menetapkan tujuan baca dan memilih strategi membaca yang sesuai. Berdasarkan bekal itu semua, kini Anda siap membaca. Membacalah dan nikmatilah hasil persiapan baca Anda. Manfaatkan pengetahuan Anda tentang membaca: a. hancurkan mitos membaca dan menggantinya dengan yang lebih baik; b. terapkan tiga prinsip baca: cepat, selektif, dan gunakan informasi nonvisual; c. berdasarkan hasil prabaca, prediksi, dan tujuan membaca, jelajahi dan pilihlah bagaian-bagaian bacaan yang Anda perlukan; d. gunakan strategi baca yang sesuai. Terapkan pula berbagai teknik baca yang akan Anda pelajari pada Modul2. Sambil membaca, Anda cek dan pantaulah hasil baca Anda, "Bagaimana tingkat pemahaman Anda atas bacaan? Apakah ada bagian penting yang tidak terpahami? Adakah gagasan kunci yang terlewat?" Lho, bagaimana memantau dan mengecek pemahaman hasil baca? Silakan baca uraian selanjutnya. Uraian berikut akan membahas pengenalan tanda-tanda keterpahaman, teknik untuk mengecek hasil baca, dan memperkuat pemahaman. a. Mengenal tanda-tanda keterpahaman Saudara, apa yang terjadi ketika Anda membaca bacaan yang mudah dipahami dan bacaan yang sulit dipahami? Banyak hal yang mempengaruhi mudah sukarnya bacaan. Selain minat dan konsentrasi, juga ada faktor lain seperti bahasa, pengetahuan tentang yang dibaca, dan kebiasaan membaca. Untuk mengenal pemahaman Anda, Anda dapat gunakan tanda-tanda keterpahaman berikut. Tanda-tanda Positif Keterpahaman • • Semuanya bisa dimengerti dan ide-ide penulis mengalir dengan runtut Saya memahami apa yang penting dan yang tidak penting. • Saya dapat menghubungkan berbagai Tanda-tanda Negatif Keterpahaman • • Beberapa bagian tidak terpahami Tak tahu mana yang penting dan tidak penting. Semua tampak penting atau tak penting.
  29. 29. e MKDU41 1 0/MODUL 1 1.29 Tanda-tanda Positif Keterpahaman Tanda-tanda Negatif Keterpahaman ide • Tak dapat memahami hubungan dan organisasi ide • Saya dapat membaca dengan lancar • Sering melambatkan bacaan atau berbalik membaca ulang bagian yang sudah dibaca• Saya dapat mengungkapkan kembali • ide-ide utama dan ide penting dengan • Mesti membaca ulang dan kata-kata sendiri Saya mengenal dan memahami kata- kata yang digunakan dan dapat • memaknainya dalam konteks tulisan menjelaskan ide-ide utama/penting dengan bahasa penulis Banyak kata yang tidak dipahami b. Teknik mengecek/memantau pemahaman Sebagai mahasiswa, kita kerap berpikir bahwa kita memahami modul yang dibaca hingga dugaan itu terbuktikan ketika menjawab ujian. Pada saat itu barulah kita tahu betul apakah kita memahami modul yang dibaca atau tidak. Ternyata, misalnya, kita masih bingung atau ada bagian penting yang tak terpahami. Pula kadang-kadang merasa telah memahami apa yang tertulis dalam modul. Tetapi sebenarnya tidak memahami hubungan yang lebih rumit antaride, makna yang tersirat, atau tidak menangkap implikasi dan aplikasinya. Nah, untuk mengecek pemahaman atas hasil, tak perlu menunggu ujian atau ketika menulis makalah. Untuk mengecek pemahaman bacaan, Anda dapat memilih dan menggunakan salah satu dari beberapa teknik berikut. 1) Menggunakan pertanyaan pemandu Ketika memulai membaca, salah satu persiapan yang dilakukan ialah menyusun pertanyaan pemandu, yang juga mungkin berkembang ketika membaca. Masih ingat? Ya, gunakan pertanyaan ini untuk mengecek pemahaman Anda. Jika Anda dapat menjawab dengan baik Anda berarti memahami apa yang Anda baca. 2) Mengajukan pertanyaan penghubung Untuk memastikan bahwa pemahaman Anda bukan hanya materi bacaan yang bersifat ingatan saja, ajukan pertanyaan yang menghubungkan satu gagasan dengan gagasan yang lain yang berada dalam topik atau bagian yang berbeda. Jika Anda mampu menjawabnya, berarti tingkat pemahaman Anda sangat baik. Waktu terbaik untuk mengajukan
  30. 30. 1.30 BAHASA INDONESIA e pertanyaan penghubung ini ialah sebelum dan sesudah selesai membaca satu topik atau bab. 3) Melakukan dialog internal Dialog atau tanya jawab yang dilakukan oleh diri sendiri akan melibatkan mental secara aktif untuk memantau pemahaman Anda. Ide- ide penting yang berhasil Anda tangkap sewaktu membaca akan ke luar dan terumuskan dengan lebih baik. Anda tanya sendiri, dan Anda jawab sendiri dengan bahasa sendiri. Kalau Anda tidak mampu melakukannya, kemungkinan besar Anda belum menangkap dengan baik apa yang dibaca. c. Memperkuat pemahaman Saudara, Anda telah mempelajari bagaimana mengenali tanda-tanda yang mengisyaratkan kuat atau lemahnya pemahaman Anda atas basil baca. Kini, ada kiat yang dapat dilakukan untuk memperkuat pemahaman baca. 1) ungkapkanlah setiap ide penting dengan kata-kata Anda sendiri; 2) baca dengan keras kalimat atau bagian-bagian penting yang sukar; 3) jangan tergoda untuk membaca ulang bagian yang baru saja dibaca, sekalipun sulit atau rumit; 4) pertahankan kecepatan membaca jika kegiatan membaca cepat Anda tidak menangkap apa pun dari bacaan; 5) tulislah pertanyaan pemandu untuk memudahkan memberi tanda (dengan garis bawah atau stabilo) pada bagian bacaan yang diperlukan; 6) tulislah secara singkat garis besar materi bacaan; 7) garis bawahi atau tandai (dengan stabilo atau lainnya) ide-ide kunci. Ingat, hanya bagian-bagian penting. Mungkin kata, frasa, atau klausa. Tidak perlu kalimat atau alinea secara lengkap. Tanda-tanda ini akan memudah Anda menemukan kembali ide-ide penting yang sudah Anda baca. Saudara, itulah uraian tentang bagaimana memantau dan mengukur pemahaman atas hasil baca. Ada kesulitan untuk memahaminya? Mudah- mudahan tidak! Dengan demikian, berakhir sudahlah kupasan tentang strategi membaca. Kini, kita lanjutkan pada bahasan tentang merekam dan mengorganisasikan hasil baca.
  31. 31. e MKDU41 1 0/MODUL 1 1.31 D. MEREKAM DAN MENGORGANISASIKAN HASIL BACA Saudara, ketika Anda membaca sebuah buku yang sangat baik, pernahkah muncul pertanyaan pada diri Anda bagaimana penulis dapat menyusun tulisan begitu baik dengan sumber pustaka yang begitu banyak? Lihat daftar pustakanya, buku dan acuan yang dia baca sangat banyak. Bagaimana caranya dia membaca, mengingat, menyusun, dan menuangkan kembali hasil baca dalam rangkaian kalimat yang begitu runtut dan mengalir? Pun ketika Anda membaca begitu banyak modul, bagaimana caranya agar apa yang sudah dibaca mudah diingat, dipahami, dan dipelajari ulang? Ada rahasianya! Ingin tahu? Baik! Kunci belajar dari berbagai buku atau sumber tertulis yang begitu banyak ialah mencarikan dan mengorganisasikan isinya. Pasti tidak mudah karena menuntut kita untuk menata dan menyusun ulang materi penting yang dibaca sehingga menjadi satu kesatuan yang mudah dipelajari ulang. Oleh karena itu, langkah pertama merekam (menuliskan) dan mengorganisasikan ialah memilih dan mengidentifikasi informasi penting dan diperlukan, yang diperoleh dari membaca. Untuk keperluan itu dapat Anda gunakan garis bawah atau tanda-tanda yang anda berikan sewaktu baca, juga catatan sewaktu baca, termasuk pertanyaan pemandu dan jawabannya. Untuk maksud tersebut Anda dapat menggunakan teknik kerangka bacaan (outlining), pemetaan (mapping), dan ringkasan (summarizing). Namun, pada kesempatan ini hanya satu teknik yang akan dibahas, yaitu ringkasan. Apakah itu? Bagaimana caranya? Silakan ikuti uraian di bawah . .'llli. Ringkasan ialah pernyataan singkat atau daftar ide-ide penting yang menunjukkan konsep-konsep inti yang terdapat dalam suatu bacaan. Pertanyaan yang dapat membuahkan bahan ringkasan misalnya, Apakah butir-butir utama penulis? Bagaimana penulis membuktikan atau menjelaskan ide-idenya? Lalu, kapan kita gunakan teknik ringkasan ini? 1. Mempersiapkan Ujian Teknik ini sangat berguna, terutama untuk ujian esai. Mengapa? Karena ujian esai biasanya menuntut kita untuk membahas, mengaitkan, atau menghubungkan berbagai informasi tentang topik tertentu secara ringkas.
  32. 32. 1.32 BAHASA INDONESIA e Dengan adanya ringkasan bacaan dari berbagai modul misalnya, ketika menghadapi ujian Anda tidak harus membuka kembali seluruh modul. Anda tinggal mempelajari kembali ringkasan kapan saja dan di mana saja. Karena kemasan ringkasan lebih praktis dibandingkan dengan buku-buku pelajaran atau bacaan lainnya. Jika Anda tidak memiliki ringkasan, jangan-jangan Anda akan sangat pasrah atau frustrasi karena terlalu banyak modul yang harus dibaca dan diingat. Akhirnya, "Sudahlah ujian bagaimana nanti saja." Pemah mengalami? 2. Mempersiapkan Karya Tulis Dalam membuat karya tulis seperti makalah atau paper, proposal atau laporan penelitian, skripsi, tesis, kritik, dan sebagainya, kita dituntut untuk dapat mengutip atau menginspirasi, mengaitkan, menggabungkan (sintesis), bahkan mengkritik sesuatu dari berbagai sumber bacaan. Pasti lebih dari satu sumber, bukan? Dengan adanya ringkasan bacaan, kita akan sangat mudah ketika harus mempelajari, mengecek ulang, atau mengingat kembali sebuah ide atau beberapa ide yang sama atau bertentangan. Tak harus kita kembali mencari-cari dan membaca ulang tumpukan bacaan sumber. Praktis bukan? Kemudian, bagaimana caranya membuat ringkasan bacaan? Yang jelas, tuliskan ide-ide penting bacaan. Contoh, fakta, atau ide pendukung yang tidak diperlukan tak perlu dicantumkan. Nah, di sini Anda dituntut untuk dapat membedakan mana ide atau informasi penting yang perlu Anda catat dan ringkas, mana yang tidak. Inilah rambu-rambu penulisan ringkasan yang perlu Anda perhatikan. a. Gunakan tujuan baca, pertanyaan pemandu, tanda-tanda bacaan seperti garis bawah, dan catatan sewaktu baca, sebagai acuan untuk menentukan jenis informasi atau isi bacaan dan tingkat kerincian informasi yang diperlukan untuk diringkas. b. Mulailah dengan mengidentifikasi topik utama penulis. Tulis pernyataan yang mengungkapkan topik utama tersebut. c. Temukan berbagai ide atau informasi penting yang penulis gunakan untuk mendukung atau menjelaskan topik utama. Lalu, tulis ke dalam ringkasan Anda. d. Masukkan berbagai definisi yang merupakan kunci penting peristilahan, prinsip, teori, atau prosedur. e. Beberapa contoh dapat dicantumkan secara singkat, jika materi bacaan terlalu rumit atau sukar dipahami.
  33. 33. e MKDU41 1 0/MODUL 1 1.33 f. Usahakan agar ringkasan itu objektif. Jangan masukkan pendapat atau komentar Anda dalam ringkasan. g. Catatlah halaman tempat materi ringkasan itu ditemukan. Untuk apa? Agar ketika Anda merasa perlu mengecek ulang sumber asal bacaan, Anda dapat menemukannya dengan mudah. Pun ketika Anda harus mengutip pendapat penulis sewaktu membuat karya ilmiah, Anda juga dengan mudah mencantumkan sumber kutipan dalam tulisan Anda. h. Agar mudah dibawa dan dipelajari mana saja dan kapan saja, buatlah ringkasan dalam kemasan dokumen yang praktis. Misalnya, satu lembar kertas HVS kuarto dibagi empat. Pada potongan lembar kertas itu Anda membuat ringkasan. Lalu, jilidlah dan beri cover yang berisikan identitas sumber ringkasan seperti judul, penulis, tahun terbit, dan penerbit. Saudara, merekam hasil baca seperti meringkas dapat dilakukan dalam dua cara. 1. Meringkas secara utuh sebuah bacaan. Setiap selesai baca sebuah bacaan, kita buat ringkasannya. Misalnya, Buku Materi Pokok Pengantar Ekonomi Makro dibuat ringkasannya; Dasar-dasar Organisasi dibuat ringkasannya, dan seterusnya. Format ringkasan seperti ini sangat sesuai untuk keperluan belajar atau ujian. 2. Meringkas definisi, konsep, prinsip, teori, pendapat, atau temuan yang sama atau hampir sama dari berbagai buku atau sumber dalam satu ringkasan. Format seperti ini sangat berguna jika Anda akan menulis atau membuat karya ilmiah. Untuk memudahkan pelacakan dan pengutipan, cantumkan identitas sumber kutipan seperti judul bacaan, penulis, tahun terbit, penerbit, dan halaman. Demikianlah uraian tentang merekam dan mengorganisasikan hasil baca. Uraian ini juga mengakhiri bahasan materi Kegiatan Belajar 2 modul ini. Namun demikian, agar Anda dapat memetik manfaat optimal dalam modul ini, praktikanlah uraian tentang strategi membaca dan merekam hasil baca ketika Anda membaca modul Kini, untuk mempermantap pemahaman Anda atas materi Kegiatan Belajar 2, kerjakanlah dengan sungguh-sungguh latihan di bawah ini. lkuti instruksinya dengan baik. Jangan membaca wacana di bawah ini sebelum ada instruksi.
  34. 34. 1.34 ____...... BAHASA INDONESIA e LATIHAN Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas, kerjakanlah latihan berikut! 1) Di bawah ini terdapat bacaan yang berjudul "Antibiotika". Anggaplah Anda tertarik untuk mengetahui bacaan itu. Dengan hanya membaca judul "Antibiotika", kerjakanlah tugas berikut. a. Lakukan kegiatan prabaca dan prediksi! b. Rumuskan tujuan Anda membaca wacana tersebut! c. Buatlah pertanyaan pemandu untuk menuntun Anda menemukan informasi yang diperlukan dalam bacaan! 2) Bacalah wacana berikut dengan menggunakan strategi baca yang sesuai! Anda pun dapat menandai kata atau frasa, atau bagian kunci bacaan tersebut dengan garis bawah, stabilo, atau tanda lainnya. 3) Setelah Anda membaca wacana, jawablah pertanyaan ini dengan jujur! a. Apakah Anda kesulitan untuk memahami wacana tersebut? b. Menurut Anda, apakah strategi membaca yang telah diuraikan pada Kegiatan Belajar 1 dapat membantu mempermudah Anda dalam membaca dan memahami bacaan? Berikan alasan Anda! c. Buatlah ringkasan untuk wacana tersebut! Antibiotika Antibiotika adalah zat kimia yang dihasHkan oleh suatu mikroorganisme tertentu (terutama jamur) yang memHiki kemampuan menghambat pertumbuhan atau membunuh organisme-organisme lain. Antibiotika lazim digunakan untuk mengobati penyakit yang disebabkan oleh kuman, amuba, jamur, dan sebagainya, baik pada manusia, hewan, maupun tumbuhan. Sebenarnya antibiotika sudah dikenal 2500 tahun yang lalu. Ketika itu, manusia telah mengobati infeksi kullt tertentu dengan jamur, yang ternyata menghasilkan antibiotika. Namun, catatan ilmiah tentang zat penting ini baru dibuka pada tahun 1977 yang ditandai dengan temuan bakteri sebagai penyebab penyakit oleh Louis Pasteur. Tahun1928, dunia kesehatan dikejutkan dengan temuan pakar bakteri dari lnggris, Alexander Fleming. Ia menemukan jamur penicillium yang mengeluarkan zat yang bisa mematikan kuman di sekitarnya. Ia menamakan zat ini penisilin.
  35. 35. e MKDU41 1 0/MODUL 1 1.35 Hingga saat ini perkembangan antibiotika ini maju pesat. Dikenal dua macam antibiotika. Pertama, antibiotika semisintetik, yaitu antibotika alamiah yang dapat diubah secara kimiawi sehingga lebih manjur, lebih awet, dan lebih aman. Kedua, antibiotika sintetik, yaitu antibiotika yang berasal dari zat kimiawi yang terbuat di laboratorium. Antibiotika dibuat dalam beberapa tahap. Pada awalnya, mikroorganisme yang menghasilkan antibiotika ini dikembangbiakkan. Lalu, difermentasikan. Di sini mikroorganisme dipacu dengan lingkungan yang cocok agar bergerak dengan cepat. Dari pembiakan ini antibiotika diekstrak dan dimurnikan. Antibiotika membunuh bakteri dengan cara mencegah pembentukan dinding sel kuman atau merusak dinding sel, sehingga bakteri pecah dan antibiotika juga dapat merusak fungsi membran sel bakteri sehingga semua bahan kimia penting ke luar dari sel bakteri. Bisa juga obat ini mengganggu metabolisme atau reaksi kimia dalam sel bakteri sehingga semua reaksi di dalam sel bakteri menjadi kacau. Akibatnya, pembentukan bakteri terganggu sehingga tidak bisa berkembang biak lagi. (Republika, 15-01 -2002, hal. 7) Jika Anda menemukan kesulitan mengerjakan latihan tersebut, gunakanlah rambu-rambu pengerjaan latihan berikut! 1) a. Dalam prabaca, kenali identitas (judul) bacaan. Bacalah alinea pertama dan terakhir bacaan. Lalu, buatlah prediksi: jenis bacaan apa wacana tersebut dan kira-kira akan membicarakan apa? b. Terserah Anda: sekedar ingin tabu, atau untuk keperluan lain barangkali? c. Ingat, gunakan kata tanya: apa, mengapa, dan bagaimana, atau yang • • seJenis. 2) Ingat prinsip-prinsip membaca: cepat, selektif, dan gunakan informasi nonvisual (Kegiatan Belajar l),dan tiga hal penentuan strategi: keadaan pembaca, karakteristik bacaan, dan pemanfaatan hasil baca. 3) a. Gunakan teknik dan tanda-tanda untuk mengecek pemahaman. Mudah-mudahan tidak sulit karena wacana pendek dan bersifat ilmiah populer. b. Terserah Anda. Mudah-mudahan membantu. Tetapi, pasti memerlukan penyesuaian. c. Silakan kembangkan sendiri, sesuai dengan tujuan Anda membaca. Tapi intinya: pengertian, kegunaan, sejarah, dan cara kerja antibiotika.
  36. 36. 1.36 BAHASA INDONESIA e RANGKUMAN Mitos atau kepercayaan yang salab tentang membaca, strategi membaca, serta kemampuan merekam dan mengorganisasikan basil baca, adalab faktor-faktor yang menentukan keberbasilan membaca. Mitos membaca seperti membaca itu mengbafal, sulit dan buang waktu, barus dilakukan terbadap seluruh bacaan secara perlahan dan kata per kata, dan dapat dilakukan asal-asalan, barus dibuang dan diganti dengan pengetahuan dan keyakinan tentang membaca yang lebih baik. Sementara itu, pengetabuan dan keterampilan membaca pun perlu terus dilatib agar dapat menjadi pembaca efisien. Dalam membaca, pembaca mahir melakukan kegiatan prabaca dan prediksi, memiliki fokus yang jelas sebingga dapat memantau keteraraban aktivitas membacanya. Babkan lebib dari itu, ia pun dapat mengecek dan menilai sendiri tingkat pemabaman basil bacanya. Akan sangat baik, jika keterampilan strategi membaca itu juga ditopang dengan kemampuannya merekam dan mengorganisasikan basil baca. Untuk keperluan tersebut dapat digunakan teknik kerangka bacaan, pemetaan, dan ringkasan basil baca. TES FORMATIF 2 Pilihlab satu jawaban yang paling tepat! 1) Yang termasuk mitos dalam membaca ialab .... A. membaca dilakukan perlaban dan kata per kata B. membaca mesti dilakukan secara selektif C. membaca akan efektifjika menggunakan strategi baca yang sesuai D. yang penting dalam membaca menangkap ide-ide penting bacaan 2) "Sebelum membaca buku, Bu Ratna mencoba mengenali bacaan itu dengan cara memperbatikan judul, melibat daftar isi, pendabuluan, dan kesimpulan." Dalam proses membaca aktivitas kegiatan yang dilakukan Bu Ratna berada dalam fase .... A. prediksi B. prabaca C. penetapan tujuan D. penyusunan pertanyaan pemandu
  37. 37. e MKDU41 1 0/MODUL 1 1.37 3) Prediksi dan antisipasi isi dan organisasi bacaan dapat membantu pembaca dalam hal sebagai berikut, kecuali .... A. memusatkan perhatian pada bacaan B. mempermudah kegiatan membaca C. memutuskan melanjutkan membaca atau tidak D. menolong pembaca sehingga lebih mudah memahami 4) Sarana yang dapat digunakan untuk memfokuskan kegiatan baca ialah .... A. judul bacaan B. tujuan membaca C. ukuran huruf D. riwayat penulis 5) "Pak Dirman sedang rnembaca rnodul mata kuliah Metode Penelitian Sosial. Dia tidak rnemiliki pengetahuan yang cukup tentang rnodul itu sehingga dia harus bekerja keras untuk rnernahami rnodul itu." Berdasarkan inforrnasi tersebut, salah satu kernungkinan proses baca Pak Dirrnan ialah sebagai berikut .... A. kegiatan rnernbaca akan dilakukan kata per kata, kalirnat derni kalirnat B. kecepatan membaca Pak Dirrnan cenderung lebih lambat C. konsentrasi membaca Pak Dirman rendah D. tingkat pemahaman atas basil baca rendah 6) Cermatilah petikan wacana berikut! 'Kayo' Ortho Evra, Pilihan Baru dalam Ber-KB Pada dasarnya kandungan ortho evra sama dengan pil KB. Alat yang berbentuk kayo ini mengandung progestin dan ethynil estradiol atau estrogen. Kedua harmon itu dikenal bisa mencegah ovulasi. Artinya, ovarium tidak melepaskan sel telur untuk fertilisasi. Bentuknya seperti kayo, tipis, dan sewarna dengan kulit sehingga menyamarkannya ketika dipakai. Pemakaiannya pun praktis karena hanya perlu diganti seminggu sekali. Siklus pemakainnya per empat pekan. Jadi pada pekan keempat pemakaian kayo harus dihentikan. Baru dilanjutkan pada tiga pekan berikutnya, pada minggu pertama menstruasi. Sebagaimana pil KB, kayo ini mempunyai efek samping. Seperti pil, kayo ini dapat membuat nyeri payudara, infeksi saluran pernafasan atas, sakit perut, gangguan menstruasi, mual, dan iritasi kulit. Menurut FDA, kayo ini sebaiknya tidak dipakai oleh wanita perokok. Juga oleh
  38. 38. 1.38 BAHASA INDONESIA e wanita yang mender1ta kela1nan darah, kanker, serangan jantung, stroke, dan sedang hamH. Bertolak dari judul wacana tersebut, pertanyaan pemandu yang tepat ialah .... A. Siapakah yang pertama kali menemukan koyo Ortho Evra B. Kapankah koyo itu mulai diujicobakan untuk ber-KB C. Apakah keunggulan dan kelemahan koyo Ortho Evra untuk ber-KB D. Apakah pemerintah Indonesia sudah mensosialisasikan penggunaan koyo tersebut 7) Kata-kata atau istilah sulit yang mungkin dihadapi oleh orang yang tidak memiliki latar belakang pengetahuan mengenai materi bacaan di atas ialah sebagai berikut, kecuali .... 1) ortho evra 2) progestin 3) ovulasi 4) fertilisasi 8) Ringkasan yang tepat untuk alinea pertama bacaan di atas ialah sebagai berikut .... A. Ortho evra dapat mencegah ovulasi sehingga mencegah sel telur untuk fertilisasi. B. seperti halnya pil KB, ortho evra mengandung hormon progestin dan estrogen yang dapat mencegah ovulasi. C. Ortho evra ialah alat kontrasepsi berbentuk koyo yang mengandung progestin dan estrogen yang dapat mencegah ovulasi. D. Koyo ortho evra ialah pil KB yang mengandung progestin dan estrogen yang tidak dapat melepaskan ovarium untuk fertilisasi. Cocokkanlahjawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yang terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar. Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 2. Jumlah Jawaban yang Benar Tingkat penguasaan = - - - - - - - - - - - x 100% Jumlah Soal
  39. 39. e MKDU41 1 0/MODUL 1 Arti tingkat penguasaan: 90 - 100% = baik sekali 80 - 89% = baik 70 - 79% = cukup < 70% =kurang 1.39 Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat meneruskan dengan modul selanjutnya. Bagus! Jika masih di bawah 80%, Anda harus mengulangi materi Kegiatan Belajar 2, terutama bagian yang belum dikuasai.
  40. 40. 1.40 BAHASA INDONESIA e Kunci Jawaban Tes Formatif Tes Formatif 1 1) C. Kalau dari bahan tak tertulis/lisan disebut menyimak. 2) c 3) C. Arti atau makna kata dan kalimat termasuk informasi nonvisual. 4) A. Lebih umum dan lebih luas cakupan artinya. 5) C. Lambang tulis merupakan informasi visual. 6) C. Cepat dan tidaknya membaca (selama disadari) tergantung dari tujuan membaca dan jenis bacaannya. Tujuan membaca karya sastra yang dilakukan Budiman tarnpaknya untuk menikmati atau menghibur. 7) A. Memilih bagian-bagian penting atau selektif. 8) B. Kemungkinan A, C, dan D, paling logis. Baca ulang kasusnya. Tes Formatif 2 1) A. Pemyataan B, C, D, benar memang begitu seharusnya membaca. 2) B. Kegiatan ini dilakukan melalui survei bacaan untuk mendapat gambaran umum isi bacaan. 3) C. Memutuskan untuk membaca atau tidak dilakukan saat prabaca. 4) B. Jawaban A, C, dan D bukan untuk menambah konsentrasi membaca. 5) B. Periksa redaksi A, C, D. 6) C. Dalam membuat pertanyaan pemandu hindari penggunaan kata siapa, kapan, dan di mana (kecuali untuk kajian historis; sedangkan pertanyaan D tidak penting untuk dijadikan pemandu membaca. 7) A. lstilah tersebut dapat dipahami siapa pun melalui konteks bacaan. 8) C. Perhatikan redaksinya lebih mencerminkan inti alinea dibandingkan dengan B.
  41. 41. e MKDU41 1 0/MODUL 1 1.41 Daftar Pustaka Adler, Mortimer J. dan van Doren, Charles. (1972). How to Read a Book: The Classic Guide to Intelligent Reading. New York: Simon & Schuster. Deporter, Bobbi dan Hernacki, Mike. (1999). Quantum Learning: Unleashing the Genius in You. Pen. Alwiyah Abdurrahman. Bandung: Kaifa. Dryden, Gordon dan Vos, Jeannette. (2000). The Learning Revolution: To Change the Way the World Learns. Pen. World Translation Service. Bandung: Kaifa. Goodman, Yetta M., Burke, Carolyn dan Sherman, Barry. (1980). Reading Strategies: Focus on Comprehension. New York: Holt, Rinehart, and Winston. Harjasujana, Ahmad S., Mulyati, Yetty, Titin. (1998). PINA 4432 Materi Pokok Membaca. Jakarta: Universitas Terbuka. McWorther, Kathleen T. (1992). College Reading and Study Skills. Edisi V. New York: Harper Collins. Smith, Frank. (1988). Understanding Reading. New Jersey: Lawrence Elbaum Associates. Taylor, Barbara, dkk. (1995). Reading Difficulties: Instruction and Assessment. New York: McGraw-Hill. Tompkins, Gail E. dan Hoskisson, Kenneth. (1995). Language Arts: Content and Teaching Strategies. Edisi III. New Jersey: Prentice-Hall. Zorn, Robert L. (1991). Speed Reading. Edisi Revisi. New York: Harper Perennial.
  42. 42. MDDUL 2 Strategi Membaca Efektif PENDAHULUAN Dra. Tri Wahyuni Drs. Zainuddin egiatan berbahasa meliputi empat keterampilan, yaitu keterampilan menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Membaca merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang sudah seharusnya Anda kuasai dengan baik. Terlebih Anda sebagai mahasiswa atau kaum terpelajar, sudah selayaknya hila Anda mampu menunjukkan kemampuan dan kebiasaan membaca yang baik. Banyak kita jumpai slogan yang berbunyi seperti: "Tiada hari tanpa membaca", "Budayakan membaca di lingkungan Anda", "Membaca adalah jendela informasi", dan sebagainya. Apabila slogan tersebut Anda terapkan, tentunya Anda memerlukan strategi agar Anda dapat membaca secara efektif. Modul yang berjudul Strategi Membaca Efektif ini akan mengajak Anda untuk mempelajari metode SQ3R pada kegiatan belajar pertama dan Membaca Cepat pada kegiatan belajar kedua. Untuk memudahkan Anda dalam menerapkan strategi membaca efektif, modul ini dilengkapi dengan kit audio berupa kaset dan lembar kerja. Setelah mempelajari modul ini Anda diharapkan dapat menerapkan strategi membaca efektif dengan baik. Secara lebih khusus, Anda diharapkan dapat: 1. menjelaskan hakikat metode SQ3R dengan tepat; 2. menggunakan metode SQ3R dalam membaca; 3. menjelaskan hakikat membaca cepat; 4. menerapkan teknik-teknik membaca cepat; 5. mengukur kecepatan membaca.
  43. 43. 2.2 BAHASA INDONESIA e Untuk memperoleh hasil yang maksimal dalam mempelajari modul ini, mulailah Anda dengan mengkaji konsep, definisi, dan uraian serta mengerjakan latihan yang diminta. Di samping, Anda mencoba mempelajari dan menghayati kegiatan membaca itu sendiri. Jika Anda menemukan kesulitan dengan istilah/kata-kata sukar, cobalah buka bagian glosarium. Setelah itu kerjakan latihan dan tes formatif dengan sungguh-sungguh. Usahakan jangan melihat rambu-rambu latihan dan kunci tes sebelum selesai mengerjakannya. Saudara, selamat belajar, semoga sukses!
  44. 44. e MKDU41 1 0/MODUL 2 2.3 KEGIATAN BELA&JAR 1 Metode SQ3R A. PENGERTIAN METODE SQ3R Bagaimana pengalaman membaca Anda selama ini? Apakah selalu lancar, mulus, tanpa hambatan? Ataukah sebaliknya, sering mengalami hambatan atau kesulitan dalam memahami buku maupun bahan bacaan lainnya yang Anda baca? Bila Anda berada pada kasus yang kedua, sudah bisa dipastikan bahwa Anda memerlukan waktu lebih lama, misalnya dengan membacanya lebih dari satu kali, atau mungkin dengan memperlambat kecepatannya. Gambar 2.1. Saudara, memang tidak sedikit, orang yang membaca buku atau bacaan lainnya dengan cara yang kurang efektif, misalnya sekaligus membaca secara keseluruhan sampai selesai. Mereka beranggapan akan lebih mudah memahaminya, dan yang jelas terasa lebih cepat selesai. Ternyata anggapan seperti itu keliru, karena dengan berakhirnya membaca, berakhir pula basil yang dibacanya. Hanya sedikit presentasenya, atau bahkan nol persen pemahaman yang tersisa. Anda jangan berkecil hati, karena ada kiat yang menanggulangi kasus semacam itu. Kita bisa menerapkan metode membaca yang sudah lama dikembangkan oleh Prof. Francis P. Robinson, seorang guru besar psikologi dari The Ohio State University sejak tahun 1941. Metode tersebut adalah metode SQ3R. Nurhadi (1989) memberi istilah surtabaku (survei, tanya, baca, katakan, ulang). SQ3R merupakan metode yang sangat baik untuk membaca secara intensif dan rasional. Metode ini lebih tepat digunakan untuk keperluan studi. Karena itu metode ini dirancang
  45. 45. 2.4 BAHASA INDONESIA e menurut jenjang yang memungkinkan siswa untuk belajar sistematis, dan efisien. Metode SQ3R adalah metode membaca yang mencakup lima langkah kegiatan, yaitu: Survey (penelaahan pendahuluan), Question (bertanya), Read (membaca), Recite (mengutarakan kembali), dan Review (mengulang kembali). Langkah membaca tersebut, jika digambarkan sebagai berikut. . ' ' ·iew "' Recite/ Survey --Questlon • Gambar 2.2. ,.., • Saudara, dalam menggunakan SQ3R langkah pertama yang kita lakukan sebelum membaca adalah menyurvei bahan bacaan tersebut. Dengan survei, kita akan memperoleh gambaran umum bacaan tersebut. Komponen yang disurvei adalah judul, nama pengarang, penerbit, tahun terbit, daftar isi, kata pengantar, rangkuman, dan daftar pustaka. Setelah itu, kita mulai merumuskan beberapa pertanyaan untuk diri kita sendiri. Sebagai penuntun menemukan jawabannya dari bacaan. Melalui rumusan pertanyaan tersebut, baru kita memulai membacanya. Untuk mengetahui pengetahuan/pemahaman kita setelah membaca, kita bisa menceritakan/mengutarakan isi bacaan tersebut. Dan untuk mempertajam daya ingat, kita bisa membuat catatan- catatan kecil. Saudara, itulah uraian tentang metode SQ3R. Perlu Anda ketahui, bahwa dalam melaksanakan kegiatan ini Anda sebaiknya menyiapkan alat tulis dan buku catatan. B. MANFAAT
  46. 46. e MKDU41 1 0/MODUL 2 2.5 Secara umum, metode SQ3R bermanfaat untuk membantu Anda dalam menentukan apakah buku/bacaan yang akan dibaca sesuai dengan keperluan Anda atau tidak. Metode ini juga dapat membuat Anda lebih fleksibel dalam membaca. Maksudnya, Anda dapat mengatur kecepatan membaca, karena setiap bagian bacaan, kecepatan membaca yang diperlukan tidak sama. Untuk bagian yang mengandung hal hal yang baru dan penting, Anda dapat memperlambat kecepatan membacanya. Sebaliknya, bila sampai pada bagian yang kurang relevan dengan kebutuhan Anda, Anda dapat meningkatkan kecepatan membacanya. Manfaat lain yang dapat Anda peroleh adalah sistem belajar yang sistematis. Dengan metode yang sistematis ini, Anda dapat mencapai basil belajar dengan lebih efektif dan efisien. Karena metode yang Anda gunakan tepat, maka basil yang Anda peroleh tidak hanya sampai pada jenjang berpikir kognitif, melainkan pada jenjang pemahaman. Dengan demikian basil yang kita peroleh atau lebih lama tersimpan dalam memori kita. C. LANGKAH-LANGKAH SQ3R 1. Langkah Pertama: Survey (Penelaahan Pendahuluan) Saudara, seperti telah disinggung di atas, bahwa sebelum membaca sebuah buku kita harus menyisihkan waktu beberapa menit untuk mengenal anatomi buku tersebut. Untuk melakukannya, Anda tidak perlu membacanya secara rinci. Anda cukup membuka-buka buku tersebut dan membacanya sekilas dan cepat. Sebagai contoh apabila Anda perhatikan daftar pustaka pada sebuah buku, rata-rata jumlahnya begitu banyak. Tentunya Anda bertanya tanya bagaimana cara membaca buku rujukan yang begitu banyak, dan berapa lama waktu yang dibutuhkan? Saudara, penulis tersebut tidak membacanya halaman per halaman seperti yang Anda bayangkan, melainkan membaca dengan sekilas, seperti yang Anda pelajari ini. Lalu, bagian mana saja yang harus Anda baca dengan sekilas? Bagian tersebut meliputi hal-hal berikut ini. a. Bagian pendahuluan Bagian ini terdiri atas: sampulluar dan dalam, kata pengantar, tinjauan buku (kalau ada), daftar isi, dan simbol-simbol/singkatan.
  47. 47. 2.6 f,.KQ.....'Ol0 t'Rt)O'f.JJ'<-sr ----- BAHASA INDONESIA e Gambar 2.3. Yang pertama Anda perhatikan pada sampul luar tentunya judul buku, nama pengarang, dan penerbit. Pada sampul dalam, biasanya dengan sampul luamya. Coba Anda perhatikan, siapa penerbitnya, tahun berapa buku itu diterbitkan pertama kali, dan cetakan keberapa buku tersebut? Apabila Anda pemah membaca buku lain dari pengarang yang sama, tentunya Anda sudah mempunyai gambaran bagaimana gaya tulisan pengarang tersebut. Setelah itu, Anda dapat membaca kata pengantarnya. Mengapa? karena biasanya seorang pengarang akan mengemukakan tujuan buku tersebut, gambaran umum isi buku, sasaran pemakainya, sistematika penulisan, dan petunjuk petunjuk umum yang perlu Anda ketahui. Apabila tidak ada kata pengantar, bacalah dua paragraf pertama dengan kecepatan tinggi. Dari kata pengantar Anda dapat melihat daftar isi. Periksalah judul-judul bab dan subbab yang ada dalam daftar isi tersebut. Berilah tanda pada bagian yang relevan atau sesuai dengan kebutuhan membaca Anda. Kemudian kalau ada daftar gambar, tabel, grafik, peta, statistik atau ilustrasi-ilustrasi lainnya, periksalah bagian tersebut dengan sekilas saja. Kemungkinan itu bisa mengarahkan pada tujuan membaca Anda. Anda tentunya bertanya tanya, bagaimana kalau yang dibaca bukan berupa buku, tapi berupa artikel, atau bahkan hanya sebuah bab? Nah, untuk hal ini Anda bisa membaca sekilas judul dan subjudulnya. Anda dapat membaca pada paragraf awal atau paragraf akhir, karena biasanya penulis/pengarang menuangkan maksud tulisannya pada bagian tersebut.
  48. 48. e MKDU41 1 0/MODUL 2 2.7 Bacalah kata pengantar di bawah ini, kemudian jawablah pertanyaan- pertanyaan yang berkaitan dengan bacaan. Kata Pengantar Buku yang sekarang ada di tangan Anda adalah buku keempat kumpulan tulisan saya dalam rubrik "Inilah Bahasa Indonesia yang Benar" yang terbit tiap bulan. Kumpulan tulisan yang pertama diterbitkan oleh PT Gramedia pada tahun 1983 dan pada tahun 1991 sudah mengalami cetak ulang yang ke-9. Buku kedua diterbitkan pada tahun 1986, dan buku ketiga pada tahun 1989. Selama tulisan saya masih terus mengisi rubrik bahasa dalam majalah Intisari, selama itu pula masih akan bertambah buku seri ini. Selain keempat buku ini, PT. Gramedia sudah juga menerbitkan dua buku kumpulan ceramah dan makalah saya yang diberi judul Cakrawala Bahasa Indonesia jilid I dan II. Melihat kenyataan bahwa buku-buku saya ini terus mengalami cetak ulang, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa buku-buku seperti ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat sebagai buku yang memberikan petunjuk bagaimana seharusnya bahasa Indonesia yang baik dan benar digunakan. Bahasa Indonesia, bahasa nasional kita ini, masih terus tumbuh. Karena bermacam-macam pengaruh yang masuk, bermacam hal dan unsur pula yang bertambah atau berubah. Orang yang tidak rnengikuti perkembangan bahasa Indonesia pastilah akan ketinggalan. Bermacam- macam masalah kebebasan yang muncul dalam pemakaiannya baik itu menyangkut kata, frasa, maupun kalimat. Kata-kata dan istilah-istilah baru muncul untuk memperkaya perbendaharaan bahasa kita, kata serapan dan bahasa asing bahkan dan bahasa daerah membawa banyak persoalan karena kesalahan penggunaannya atau ejaannya. Penggunaan bahasa yang tidak didasari oleh pengetahuan yang baik tentang bahasa itu akan menimbulkan banyak kesalahan dan hila kesalahan-kesalahan itu tersebar karena yang seorang meniru orang lain, terjadilah apa yang kita sebut salah kaprah yaitu salah yang sudah menjadi umum. Orang terus menggunakannya karena tidak tahu bahwa apa yang digunakannya itu salah. Tulisan-tulisan saya menuju ke arah itu. Menjelaskan kepada para pemakai bahasa kesalahan yang umum
  49. 49. 2.8 BAHASA INDONESIA e yang muncul dalam pemakaian bahasa sehingga pemakai bahasa tabu dan mengerti mengapa bentuk itu salah dan yang bagaimana yang benar dan yang seharusnya digunakan. Bahasa yang banyak salah kaprahnya bukanlah bahasa yang baik. Itu membuktikan bahwa bahasa itu bukanlah bahasa yang mantap dan kesalahan-kesalahan itu memunculkan banyak bentuk kecuali karena menyalahi kaidah. Makin banyak pengecualian dalam suatu bahasa, makin sukarlah bahasa itu dipelajari terutama oleh orang asing. Bahasa adalah sebuah sistem karena itu dapat dipelajari dengan mudah. Bila sistem suatu bahasa tidak mantap karena selalu ada penyimpangan dari kaidah, bahasa itu menjadi bahasa yang sukar dipelajari. Setiap orang tentu ingin agar dapat menggunakan bahasa dengan baik, baik dalam penggunaan secara lisan maupun tulisan. Lebih lebih menggunakan bahasa tulis tidaklah demikian mudah karena bahasa tulis harus tersusun dengan baik dan harus menggunakan kata tepat makna. Dalam bahasa Inggris, tidak ada intonasi, gerak-gerik, atau mimik (pembicara) yang dapat membantu pemahaman dari bahasa yang digunakan sekiranya bentuk atau susunan kata katanya kurang teratur. Oleh karena itu, bahasa tulisan harus lebih baik dari bahasa lisan. Di samping itu, bahasa tulis harus juga memperhatikan ejaan dan penggunaan tanda-tanda baca. Kesalahan penggunaan tanda baca dapat mengaburkan makna kalimat atau mengubah maknanya sehingga menjadi lain dari yang dimaksud oleh si penulis. Agar dapat menguasai bahasa dengan baik perlulah perhatian terus- menerus terhadap bahasa itu. Sebagai orang Indonesia, Anda dapat merasa bangga hila Anda dapat menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar karena bahasa ini adalah milik nasional Anda. Kepada PT Gramedia yang telah sudi menerbitkan buku seri keempat ini, saya ucapkan banyak terima kasih. Kalau isi buku ini berguna bagi Anda, makajasa itu sebagian adalah bagian PT Gramedia. Akhirnya, semua tegur dan sapa yang disampaikan kepada saya bagi perbaikan buku ini akan saya terirm dengan tangan terbuka. Tak ada gading yang tak retak", maka buku ini pun tak luput dari kekurangannya. Bandung, Desember 1994 J.S. Badudu 1) Buku yang dimaksud penulis adalah buku yang ke .... A. kedua B. ketiga C. keempat
  50. 50. e MKDU41 1 0/MODUL 2 2.9 D. kelima 2) Buku yang pertama diterbitkan pada tahun .... A. 1984 B. 1986 C. 1989 D. 1995 3) Anda dapat memutuskan untuk meneruskan membaca buku tersebut karena Anda memerlukan informasi tentang .... A. penggunaan bahasa daerah dalam bahasa Indonesia B. penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar C. pengaruh bahasa asing D. bahasa yang salah kaprah 4) Audien atau sasaran pembaca yang dimaksud penulis tercermin dalam paragraf .... A. pertama B. kedua C. ketiga D. keempat 5) Penilaian Anda terhadap penulis buku tersebut adalah .... A. seorang penulis yang pasif B. seorang penulis; yang produktif C. penulis yang menulis tidak sesuai dengan keahliannya D. penulis yang akan mengakhiri kariernya b. Bagian isi Bagian isi memuat inti atau batang tubuh karangan bacaan. Yang perlu Anda perhatikan pada bagian ini yaitu judul dan subjudul atau topik bahasan, yang kerap ditulis tebal. Pada umumnya subjudul menunjukkan fokus yang khusus serta aspek-aspek yang mengacu pada keseluruhan topik. Secara umum, bagian isi buku akan menggambarkan urutan dan tata sajian isi buku. Bagian ini perlu Anda ketahui untuk memperjelas gambaran Anda terhadap buku yang akan Anda baca. c. Bagian akhir buku
  51. 51. 2.10 BAHASA INDONESIA e Bagian akhir buku memuat kesimpulan, saran, atau rekomendasi, daftar pustaka, dan indeks (tidak semua buku menyajikan indeks). Bacalah kesimpulan dan saran serta rekomendasi sekilas saja, karena di situ Anda juga bisa menggali gambaran isi buku, kemudian telusuri daftar pustakanya. Dari daftar pustaka, Anda mendapatkan inforrnasi dari surnber lain bila Anda akan memperdalam pengetahuan Anda tentang isi buku tersebut. Kemudian dengan memperhatikan indeks, Anda dapat mengetahui hal hal penting/istilah yang ada dalam buku tersebut. Saudara, itulah uraian tentang survei buku yang sangat bermanfaat bagi Anda, karena dengan mensurvei buku Anda akan memperoleh, bahkan mengenal organisasi tulisan dan kesan umum buku tersebut. Dengan demikian proses pemahaman Anda terhadap buku tersebut akan lebih lancar. Setelah Anda melakukan langkah pertama tersebut, Anda dapat menilainya atau mempertimbangkan apakah buku tersebut ada relevansinya dengan tujuan membaca dengan kebutuhan Anda? Bila tidak ada, Anda dapat rnenggantinya dengan buku yang lain, begitu seterusnya sampai Anda benar- benar menemukan. buku yang Anda butuhkan. Bila Anda sudah rnenemukannya, Anda dapat langsung melangkah ke langkah kedua, yaitu rnerumuskan pertanyaan. 2. Langkah Kedua: Question (Merumuskan Pertanyaan) Anda tentu rnasih ingat, apa yang telah Anda lakukan pada langkah pertarna di atas, yaitu rnernberi tanda pada bagian-bagian yang penting. Urutkan bagian-bagian tersebut berdasarkan tingkat kepentingannya. Pelajari sebentar bagian-bagian itu, lalu cobalah susun rumusan pertanyaan- pertanyaannya. Rumusan pertanyaan yang Anda buat sebaiknya ada yang bersifat umurn, dan ada yang bersifat khusus. Untuk rumusan pertanyaan yang bersifat umum, Anda dapat menggalinya dari halaman judul. Kata pengantar, daftar isi, dan sebagainya. Sedangkan pertanyaan yang bersifat khusus dapat Anda peroleh dari bab, atau bagian tertentu dari buku tersebut. Untuk rnembantu Anda dalam rnerumuskan pertanyaan, Anda dapat rnenggunakan kata kata tanya seperti: apa, siapa, rnengapa, bagaimana perbandingannya, apa sebab dan akibatnya. Rumusan yang pertanyaan yang akan Anda susun akan lebih lengkap dan rnemadai bila menggunakan
  52. 52. e MKDU41 1 0/MODUL 2 2.11 berbagai jenjang pemahaman. Misalnya, dari ingatan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis, dan evaluasi. Sebagai ilustrasi, perhatikan dan pelajari contoh rumusan pertanyaan berikut: judul bah yang akan Anda baca, Daya Tahan Tubuh. Rumusan pertanyaan : a. Apa yang dimaksud dengan daya tahan tubuh? b. Bagaimana cara meningkatkan daya tahan tubuh? c. Mengapa daya tahan tubuh perlu ditingkatkan? d. Apa manfaat daya tahan tubuh bagi kesehatan? e. Dan seterusnya, Anda dapat melanjutkan sendiri Rumusan pertanyaan itu sangat bermanfaat. Mengapa? Pertama, Anda termotivasi untuk segera membaca dan memperoleh informasi dari bacaan. Kedua, Anda dapat membaca secara cepat dengan perolehan informasi yang cukup. Secara cepat, karena Anda telah memiliki fokus dan target informasi yang diperlukan sehingga tidak perlu membaca semua hal yang tertulis kecuali yang berkaitan dengan kebutuhan Anda. Setelah rumusan pertanyaan selesai Anda susun, Anda dapat melanjutkan ke langkah ketiga, yaitu membaca. 3. Langkah Ketiga: Read (membaca) Pada langkah ini, Anda mulai melakukan kegiatan membaca. Selama Anda membaca, pusatkan pikiran untuk mencari jawaban dari rumusan pertanyaan yang telah Anda susun. Dalam kegiatan membaca ini bukan berarti Anda harus membaca keseluruhannya. Anda bisa bersifat luwes. Anda bisa memilih bagian-bagian yang harus Anda baca seluruhnya, atau perlu sebagian saja, dan bahkan ada bagian yang Anda tinggalkan sama sekali. Seandainya Anda menemukan bagian yang Anda anggap penting, Anda dapat mengurangi kecepatan membacanya. Begitu sebaliknya, hila menemukan bagian yang dianggap tidak perlu, Anda bisa mempercepat kecepatannya, atau bahkan melompatinya. Apabila sampai pada bagian grafik, tabel, atau peta, sebaiknya Anda pahami dengan baik. Dalam membaca grafik, tabel, atau peta, cobalah Anda simak petunjuk berikut untuk memahami bahasa peta.
  53. 53. 2.12 BAHASA INDONESIA e a. Bacalah petunjuknya, karena sangat bermanfaat untuk pemahaman selanjutnya. b. Perhatikan skala yang digunakan dalam pembuatan peta tersebut. c. Bacalah informasi tentang panjang dan luas peta tersebut. d. Pahami simbol-simbol yang digunakan dalam peta tersebut, misalnya simbol gunung, sungai kota, jalan, dan sebagainya. Kegiatan membaca ini dapat Anda lakukan dengan cepat, karena Anda telah dipandu dengan kegiatan pada langkah mensurvei dan menyusun rumusan pertanyaan. Setelah selesai langkah membaca, tutuplah buku Anda, langkah berikutnya adalah menceritakan kembali. 4. Langkah Keempat: Recite (Menceritakan Kembali) Langkah keempat ini Anda awali dengan membaca kembali rumusan pertanyaan yang telah Anda susun pada langkah kedua. Kemudian ceritakan kembali jawaban yang Anda peroleh dari hasillangkah ketiga, dengan bahasa Anda sendiri. Untuk memudahkan pengecekan kesesuaian antara pertanyaan dan jawaban, tuliskan jawaban tersebut dalam bentuk catatan di bawah rumusan pertanyaan, ''Sesuaikah jawaban yang Anda temukan?'' Bila belum sesuai, buka kembali bacaannya, dan ulangi kegiatan langkah ketiga. Begitu seterusnya. Catatan yang merupakan jawaban dari rumusan pertanyaan sangat membantu ingatan Anda dalam memahami isi bacaan. Dengan demikian akan memperlancar dalam menceritakan kembali. Bila jawaban yang Anda temukan sudah sesuai dengan rumusan pertanyaan, Anda dapat mengikuti langkah yang kelima atau yang terakhir, yaitu mengulangi kembali. 5. Langkah Kelima: Review (Meninjau Kembali) Pada langkah yang kelima ini, Anda buka kembali buku yang Anda baca. Anda tidak perlu membaca ulang secara keseluruhan, tapi cukup melihat lihat bagian tertentu saja, yang Anda anggap penting, seperti judul bab, subjudul, gambar, grafik, dan lain lain. Hal itu perlu Anda lakukan untuk meyakinkan apakah ada bagian yang terlewat atau tidak, sebagai pengetesan penguasaan Anda. Karena Anda diharapkan akan memperoleh penguasaan secara bulat
  54. 54. e MKDU41 1 0/MODUL 2 2.13 dan menyeluruh, maka setelah merasa yakin bahwa Anda sudah menguasai isi bacaan tersebut, berarti selesailah metode SQ3R yang Anda gunakan. Dengan selesainya kelima langkah tersebut, bagaimana perasaan Anda? mudah-mudahan Anda merasa lebih lancar dalam menguasai/memahami bacaan yang Anda baca, sehingga hal itu akan memperlancar studi Anda. Untuk kegiatan membaca berikutnya, pastikan Anda menggunakan metode SQ3R. Selamat mencoba semoga berhasil. _ - ,' .. -~ L AT I H A N•t • .. -~ - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - ' ""- Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas, kerjakanlah latihan berikut! 1) Jelaskan dengan singkat apa yang harus Anda lakukan dalam langkah pertama metode SQ3R! 2) Diskusikan dengan ternan Anda, rumusan pertanyaan apa saja yang harus Anda susun hila tujuan membaca Anda untuk mengetahui sejarah perkembangan politik di Indonesia! 3) Mengapa pada langkah kelima Anda tidak perlu membaca secara keseluruhan? Jelaskan dengan singkat! Petunjuk Jawaban Latihan Setelah selesai mengerjakan soal soal latihan, cocokkanlah jawaban Anda dengan rambu rambujawaban latihan berikut! 1) Untuk melaksanakan langkah pertama metode SQ3R, atau mensurvei, Anda harus memahami anatomi buku. Dengan demikian, Anda dapat menentukan bagian-bagian buku yang harus dibaca dengan skimming. 2) Anda dapat menggunakan kata-kata tanya seperti apa, mengapa, untuk apa, dan bagaimana. 3) Tujuan Review untuk mengecek pemahaman hasil baca! RANGKUMAN- - - - - - - - - - - - - - - - - -
  55. 55. 2.14 BAHASA INDONESIA e Metode SQ3R yang dikembangkan oleh Prof. Francis P. Robinson ini sangat baik digunakan untuk keperluan studi. Metode SQ3R ini terdiri dari lima langkah, yaitu: Survey (penelaahan pendahuluan), Question (bertanya), Read (membaca), Recite (mengutarakan kembali), dan Review (mengulang kembali). Kelima langkah tersebut masing- masing mempunyai manfaat yang saling mendukung. Manfaat secara umum metode ini adalah membantu Anda untuk mengambil sikap, bahwa buku yang akan Anda baca tersebut sesuai keperluan/kebutuhan atau tidak. Metode ini bertujuan untuk membekali Anda dengan suatu pendekatan sistematis terhadap jenis-jenis membaca. Tujuan tersebut mencerminkan bekal untuk keperluan peningkatan cara belajar sistematis, efektif, dan efisien. TES FORMATIF 1- - - - - - - - - - - - - - - - Pilihlah satu jawaban yang paling tepat! 1) Metode SQ3R lebih tepat digunakan untuk .... A. membaca novel B. keperluan studi C. membaca kamus D. keperluan membeli buku 2) Bagian yang harus Anda baca secara sekilas adalah .... A. bagian pendahuluan buku B. bagian isi buku C. bagian isi buku dan akhir buku D. bagian pendahuluan, isi, dan akhir buku 3) Bagian pendahuluan buku terdiri atas .... A. sampulluar B. sampulluar dan kata pengantar C. daftar isi dan kata pengantar D. sampulluar, sampul dalam, kata pengantar, tinjauan buku, daftar isi
  56. 56. e MKDU41 1 0/MODUL 2 2.15 4) Indeks buku terdapat dalam bagian .... A. pendahuluan B. daftar isi C. bagian akhir buku D. bagian isi buku 5) Mengutarakan kembali • • lSI bacaan yang telah Anda baca merupakan langkah .... A. read • B. question C. • recite D. • revtew 6) Gambaran umum isi buku dapat Anda peroleh dalam langkah .... A. survey B. read C. recite D. question 7) Langkah langkah SQ3R yang paling tepat adalah .... A. survey, question, read, review, recite B. survey, question, read, recite, review C. survey, question, recite, read, review D. survey, question, recite, review, read 8) Kegiatan membaca pada langkah ketiga metode SQ3R sebaiknya membaca .... A. sekilas B. cepat C. kritis D. santai 9) Bila buku yang Anda baca memuat tabel atau grafik, Anda harus memahaminya dengan baik. Pernyataan di atas dapat Anda laksanakan pada langkah .... A. kedua B. ketiga C. keempat D. kelima

×