SlideShare a Scribd company logo

BMP MKDU4109

Update Link Google Drive Januari 2015 Download disini http://adf.ly/wjE2u

BMP MKDU4109

1 of 398
MODUL 1
Pengantar ISBD:
ISBD dalam Perspektif Pendidikan
Umum, serta Latar Belakang dan Arah
Pengembangan MBB-ISBD
Dra. Hertati, M.Si.
PENDAHULUAN
ada tahun 2006, Bali Pos dalam suatu artikelnya melihat bahwa
terpuruknya bangsa dan negara Indonesia dewasa ini tidak hanya
disebabkan oleh krisis ekonomi melainkan juga oleh krisis akhlak. Oleh
karenanya, perekonomian bangsa menjadi ambruk, korupsi, kolusi,
nepotisme, dan perbuatan-perbuatan yang merugikan bangsa (perkelahian,
perusakan, perkosaan, minum minuman keras, dan bahkan pembunuhan)
merajalela. Keadaan seperti itu, terutama krisis akhlak, terjadi karena
kesalahan dunia pendidikan, atau kurang berhasilnya dunia pendidikan dalam
menyiapkan generasi muda bangsanya. Lebih lanjut dikatakan bahwa, dunia
pendidikan telah melupakan tujuan utama pendidikan yaitu mengembangkan
pengetahuan, sikap, dan keterampilan secara simultan dan seimbang. Dunia
pendidikan kita telah memberikan porsi yang sangat besar untuk
pengetahuan, tetapi melupakan pengembangan sikap/nilai dan perilaku dalam
pembelajarannya. Dunia pendidikan nampak sangat meremehkan mata
pelajaran yang berkaitan dengan pembentukan karakter bangsa.
Bahkan, untuk kasus di Amerika, McConnel (1960)1
melihat bahwa
general education muncul sebagai suatu reaksi terhadap 1) spesialisasi
keilmuan yang berlebihan, 2) kepincangan penguasaan minat-minat khusus
1 McConnel, Fifty-Fifty Year Book (1952) dalam Syahidin, ''Pengantar MBB-ISBD
Sebagai General Education dalam Kurikulum Perguruan Tinggi'', Makalah yang
disampaikan pada acara Pelatihan Nasional Dosen MBB-ISBD di Batam 17
November 2006.
1.2 ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR e
dengan perolehan peradaban yang lebih luas, 3) pengkotak-kotakan
kurikulum dan perpecahan pengalaman belajar siswa, serta 4) formalisme
dalam pendidikan liberal. Dengan kata lain, lahirnya program general
education di Amerika adalah sebagai suatu reaksi terhadap kecenderungan
masyarakat modem yang mendewakan produk teknologi, dan mengabaikan
nilai-nilai kemanusiaan. Kecenderungan masyarakat seperti ini adalah
dampak dari perkembangan sistem pendidikan sekuler.
2
Sistem pendidikan sekuler selanjutnya tidak hanya berkembang di
Amerika, akan tetapi juga di banyak negara lain di dunia. Sedangkan di sisi
lain, kehidupan sosial akan terus mengalami perubahan yang semakin cepat,
kompetitif, dan semakin kompleks. Dengan demikian, untuk mengantisipasi
dampak yang lebih buruk pada pembentukan diri manusia di masa yang akan
datang, dalam arus globalisasi yang semakin cepat, terbentuknya program
pendidikan umum (general education) di banyak negara di dunia, termasuk
Indonesia, menjadi suatu keharusan.
Implikasi dari berlangsungnya proses modernisasi dan lajunya arus
globalisasi terhadap perubahan kehidupan sosial budaya yang cepat,
kompetitif dan semakin kompleks tentunya menuntut manusia memiliki suatu
nilai-nilai dan keterampilan sosial (the social values and skills) yang dapat
dijadikan sebagai sarana beradaptasi dengan perubahan yang terjadi dalam
masyarakatnya. Urgensi nilai-nilai dan keterampilan sosial tersebut tidak
semata-mata terletak pada masa depan umat manusia dengan segala
ketidaktentuannya, melainkan sepanjang hidup manusia memang
memerlukan nilai-nilai dan keterampilan tersebut sebagai standar dan
instrumen utama membentuk masyarakat yang demokratis dan harmonis.
Kebutuhan akan pentingnya nilai-nilai dan keterampilan sosial sebagai
akibat dari perubahan situasi yang semakin mengglobal dan kompleks
membawa implikasi imperatif bagi pengembangan strategi upaya pendidikan,
utamanya pendidikan umum atau di perguruan tinggi yang dikenal dengan
Mata Kuliah Umum (MKU). MKU merupakan wadah pendidikan umum
(general education). Keberadaan MKU ditujukan agar mahasiswa tidak
berpikiran sempit seolah-olah keilmuan mereka itu segala-galanya demi
karier di masa mendatang. MKU memperluas wawasan dan mempersiapkan
bekal nilai untuk kehidupan mahasiswa di masa yang akan datang. Pada
dasarnya, secara filosofi, pendidikan itu tidak sekadar untuk mendapatkan
2 Idem, Syahidin.
e MKDU4109/MODUL 1 1.3
pekerjaan (careerism), tetapi untuk menegakkan humanisme demi
terbentuknya insan kamil atau manusia seutuhnya.
Tidak sedikit ditemui adanya dosen dan mahasiswa yang memiliki
kebanggaan luar biasa terhadap kekhususan ilmunya. Namun, kebanggaan
yang keterlaluan akan membuat mahasiswa seperti kuda yang ditutup
matanya, yakni individu-individu yang menjalani kariemya dengan egois,
merasa hebat sendiri, tidak peduli akan dunia sekitar, dan asosial. Memang
kendala utama bagi suksesnya pendidikan umum adalah fragmentasi dan
spesialisasi pengetahuan. Padahal, spesialisasi atau konsentrasi apa pun pada
akhirnya akan dipajangkan pada bingkai sosial yang luas.
Ketidakpedulian beberapa dosen dan mahasiswa tersebutlah yang sering
kali membawa dampak yang buruk bagi kehidupan bermasyarakat dan
berbangsa di negara kita. Di mana, dalam konteks kekinian Indonesia, kita
menyaksikan banyak ilmuwan yang berperilaku asosial dan tidak bermoral,
menjadi kriminal terdidik, bahkan ada yang masuk penjara. Banyak
pemimpin dan politisi yang sadar atau tidak sadar berkhianat kepada bangsa
dan negara demi ambisi pribadinya. Tidakkah ini semua, salah satunya adalah
sebagai akibat dari pengultusan kepada keahlian, kepakaran, dan
profesionalisme sempit dan menyepelekan nilai-nilai yang ditanamkan lewat
mata kuliah-mata kuliah MKU? Padahal MKU ditujukan untuk
mengembangkan aspek kepribadian mahasiswa sebagai individu dan warga
masyarakat.
Untuk itulah pengembangan nilai-nilai dan keterampilan sosial harus
menjadi salah satu tujuan dari mata kuliah MKU atau mata kuliah pendidikan
umum. Lalu apa yang dimaksud dengan pendidikan umum (general
education) itu sendiri? Lalu bagaimana hakikat Ilmu Sosial dan Budaya
Dasar, sebagai salah satu mata kuliah umum (MKU) dalam perspektif
pendidikan umum tersebut?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, sebagai awal dari keseluruhan
modul, maka Kegiatan Belajar 1 dan 2 dari Modul 1 ini ditujukan untuk
memberikan dasar pemahaman tentang apa hakikat dari pendidikan umum,
hakikat pendidikan nilai, bagaimana hakikat pendidikan nilai dalam
pendidikan umum, hakikat ISBD dan bagaimana hakikat ISBD dalam
pendidikan umum. Pemahaman pada Kegiatan Belajar 1 dan 2 ditujukan
untuk memberi pemahaman kepada mahasiswa agar mengetahui dengan jelas
latar belakang dari munculnya mata kuliah ISBD. Sedangkan Kegiatan
Belajar 3 lebih ditujukan untuk membahas pengertian dan pengembangan
1.4 ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR e
ISBD itu sendiri. Selain itu juga, bagian-bagian yang akan dijelaskan dalam
Modul 1 ini, secara keseluruhan, akan disajikan dalam bentuk kegiatan
belajar yang terdiri atas: penjelasan materi dan latihan.
Dengan demikian, Modul 1 ini terdiri atas 3 kegiatan belajar. Kegiatan
Belajar 1 berisi gambaran tentang hakikat pendidikan umum, hakikat
pendidikan nilai dan bagaimana hakikat pendidikan nilai dalam pendidikan
umum. Sedangkan, Kegiatan Belajar 2 berisi gambaran tentang MBB (Mata
kuliah Berkehidupan Bermasyarakat), hakikat ISBD, dan bagaimana hakikat
ISBD dalam pendidikan umum. Sedangkan Kegiatan Belajar 3 bersisi
gambaran tentang visi, misi dan tujuan ISBD dan metode pembelajaran yang
digunakan dalam ISBD sebagai MBB (MBB-ISBD).
Setelah mempelajari modul ini, secara umum mahasiswa diharapkan
untuk dapat menjelaskan dengan baik tentang latar belakang, pengertian dan
arah pengembangan ISBD. Di samping itu secara khusus mahasiswa juga
diharapkan memiliki kemampuan untuk menjelaskan:
1. latar belakang munculnya pendidikan umum;
2. hakikat pendidikan umum;
3. tujuan dari pendidikan umum;
4. hakikat pendidikan nilai;
5. bagaimana hakikat pendidikan nilai dalam pendidikan umum;
6. hakikat ISBD;
7. bagaimana hakikat ISBD dalam pendidikan umum;
8. visi, misi dan tujuan ISBD;
9. metode pembelajaran yang digunakan dalam MBB-ISBD.
Anda sangat diharapkan untuk memahami materi modul ini secara
mendalam sehingga tujuan yang telah disebut di atas dapat dicapai. Tingkat
kompetensi/pencapaian dari kedua kegiatan belajar pada Modul 1 ini adalah
sebagai landasan dan pemahaman mahasiswa tentang ISBD, baik pengertian,
latar belakang dan pengembangannya. Dengan memahami Modul 1, Anda
akan terbantu untuk dapat mengambil intisari dari semua penjelasan yang ada
dalam modul-modul berikutnya. Sehingga saya berharap, hal ini dapat
menjadi bagian yang utuh dari keberhasilan Anda untuk mencapai tingkat
kompetensi yang diharapkan dalam mata kuliah ISBD.
Selamat belajar, semoga Anda berhasil!
e MKDU4109/MODUL 1 1.5
KEGIATAN BELA.JAR 1
Hakikat Pendidikan
A. HAKIKAT PENDIDIKAN UMUM
Sebelum kita membahas tentang hakikat pendidikan umum, ada baiknya
bila kita mengetahui lebih dulu apa yang dimaksud dengan pendidikan.
Pendidikan, secara sederhana dapat didefinisikan sebagai suatu usaha yang
dilakukan secara sadar dan terencana untuk membentuk dan mengembangkan
potensi diri seseorang/sekelompok orang (peserta didik) untuk memiliki
kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan,
akhlak mulia dan keterampilan yang diperlukan oleh dirinya sendiri,
masyarakat, bangsa dan negaranya. Dengan demikian, pendidikan diarahkan
untuk mampu menghasilkan manusia yang unggul secara intelektual, anggun
secara moral, kompeten dan menguasai iptek serta memiliki komitmen tinggi
untuk berbagai peran sosial.
Bila kita membahas tentang pendidikan dalam lingkup sistem pendidikan
nasional, maka haruslah kita pahami bersama bahwa tujuan dari sistem
pendidikan nasional di Indonesia adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan
mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman
dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi luhur, memiliki
pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian
yang mantap dan mandiri, serta tanggung jawab kemasyarakatan dan
kebangsaan.
Sedangkan menurut Depdiknas RI, pendidikan nasional itu sendiri
adalah pendidikan yang berakar pada kebudayaan bangsa Indonesia dan
berdasarkan pada Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945. Selanjutnya,
menurut Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional No. 2 tahun 1989,
sistem pendidikan nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan
serta meningkatkan mutu kehidupan dan martabat manusia Indonesia dalam
rangka upaya mewujudkan tujuan nasional. Dalam undang-undang
pendidikan tersebut juga dinyatakan bahwa, sistem pendidikan nasional
menempatkan jenis-jenis pendidikan atas beberapa kategori, yaitu satuan
pendidikan, jalur pendidikan, jenis pendidikan, dan jenjang pendidikan.
1.6 ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR e
Satuan pendidikan melihat pada bagaimana kegiatan belajar mengajar
dilaksanakan. Dengan demikian satuan pendidikan terdiri atas:
1. pendidikan di dalam sekolah, yaitu pendidikan yang diselenggarakan di
sekolah melalui kegiatan belajar mengajar secara berjenjang dan
berkesinambungan;
2. pendidikan luar sekolah yaitu merupakan pendidikan yang
diselenggarakan di luar sekolah melalui kegiatan belajar-mengajar yang
tidak harus berjenjang dan berkesinambungan. Pendidikan keluarga
merupakan bagian dari jalur pendidikan luar sekolah yang
diselenggarakan dalam keluarga yang memberikan keyakinan agama,
nilai budaya, nilai moral dan keterampilan.
Sedangkan berdasarkan jenisnya, pendidikan nasional terdiri atas tujuh
jenis pendidikan, yaitu:
1. Pendidikan umum merupakan pendidikan yang mengutamakan perluasan
pengetahuan dan peningkatan keterampilan peserta didik dengan
pengkhususan yang diwujudkan pada tingkat-tingkat akhir masa
pendidikan.
Sumber: www.tempointeractive.com
Gambar 1.1.
SMU - Pendidikan Umum
Ad

Recommended

Penyimpangan keimanan umat islam berupa tradisi pemberian sesajen dan solusi ...
Penyimpangan keimanan umat islam berupa tradisi pemberian sesajen dan solusi ...Penyimpangan keimanan umat islam berupa tradisi pemberian sesajen dan solusi ...
Penyimpangan keimanan umat islam berupa tradisi pemberian sesajen dan solusi ...Linda Rosita
 
Kemajemukan Masyarakat Indonesia
Kemajemukan Masyarakat IndonesiaKemajemukan Masyarakat Indonesia
Kemajemukan Masyarakat IndonesiaLestari Moerdijat
 
Contoh Resume Buku Tugas 1 Tugas Pengantar Ilmu Ekonomi
Contoh Resume Buku Tugas 1  Tugas Pengantar Ilmu Ekonomi Contoh Resume Buku Tugas 1  Tugas Pengantar Ilmu Ekonomi
Contoh Resume Buku Tugas 1 Tugas Pengantar Ilmu Ekonomi Muhammad Yasir Abdad
 
Kumpulan pertanyaan & jawaban mata kuliah filsafat ilmu
Kumpulan pertanyaan & jawaban mata kuliah filsafat ilmuKumpulan pertanyaan & jawaban mata kuliah filsafat ilmu
Kumpulan pertanyaan & jawaban mata kuliah filsafat ilmuPutriAgilya
 
Masalah-masalah Pembangunan dan cara mengatasinya
Masalah-masalah Pembangunan dan cara mengatasinyaMasalah-masalah Pembangunan dan cara mengatasinya
Masalah-masalah Pembangunan dan cara mengatasinyaMagdalena Palma Renia
 

More Related Content

What's hot

Metoda pengabdian pada masyarakat pak gatot1
Metoda pengabdian pada masyarakat pak gatot1Metoda pengabdian pada masyarakat pak gatot1
Metoda pengabdian pada masyarakat pak gatot1Fitri Riyanto
 
PROPOSAL PENELITIAN UNDANA
PROPOSAL PENELITIAN UNDANAPROPOSAL PENELITIAN UNDANA
PROPOSAL PENELITIAN UNDANAetto kono
 
Struktur Teks dan Genre Mikro pada Artikel Penelitian
Struktur Teks dan Genre Mikro pada Artikel PenelitianStruktur Teks dan Genre Mikro pada Artikel Penelitian
Struktur Teks dan Genre Mikro pada Artikel PenelitianUwes Chaeruman
 
Makalah individu
Makalah individuMakalah individu
Makalah individutaufiq99
 
Ppt tugas 7 pembangunan ekonomi daerah
Ppt tugas 7 pembangunan ekonomi daerahPpt tugas 7 pembangunan ekonomi daerah
Ppt tugas 7 pembangunan ekonomi daerahmohamad amsanudin
 
Bab v harmoni kewajiban dan hak negara ddan warga negara
Bab v harmoni kewajiban dan hak negara ddan warga negaraBab v harmoni kewajiban dan hak negara ddan warga negara
Bab v harmoni kewajiban dan hak negara ddan warga negaraSyaiful Ahdan
 
Ringkasan Materi Kuliah PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK
Ringkasan Materi Kuliah PERKEMBANGAN  PESERTA DIDIKRingkasan Materi Kuliah PERKEMBANGAN  PESERTA DIDIK
Ringkasan Materi Kuliah PERKEMBANGAN PESERTA DIDIKsintaroyani
 
Sumber Historis, Sosiologis, Politis Pancasila sebagai Sistem Etika
Sumber Historis, Sosiologis, Politis Pancasila sebagai Sistem EtikaSumber Historis, Sosiologis, Politis Pancasila sebagai Sistem Etika
Sumber Historis, Sosiologis, Politis Pancasila sebagai Sistem Etikadayurikaperdana19
 
Teori Pembangunan Dunia Ketiga (Teori Modernisasi, Teori Ketergantungan, dan ...
Teori Pembangunan Dunia Ketiga (Teori Modernisasi, Teori Ketergantungan, dan ...Teori Pembangunan Dunia Ketiga (Teori Modernisasi, Teori Ketergantungan, dan ...
Teori Pembangunan Dunia Ketiga (Teori Modernisasi, Teori Ketergantungan, dan ...Muhammad Bahrudin
 
Sejarah singkat, kedudukan, dan fungsi bahasa
Sejarah singkat, kedudukan, dan fungsi bahasaSejarah singkat, kedudukan, dan fungsi bahasa
Sejarah singkat, kedudukan, dan fungsi bahasaDeni Irawan
 
Contoh makalah-latihan-word
Contoh makalah-latihan-wordContoh makalah-latihan-word
Contoh makalah-latihan-wordkurniawanbudi96
 
Implementasi pancasila dalam bidang IPOLEKSOSBUDHANKAM
Implementasi pancasila dalam bidang IPOLEKSOSBUDHANKAMImplementasi pancasila dalam bidang IPOLEKSOSBUDHANKAM
Implementasi pancasila dalam bidang IPOLEKSOSBUDHANKAMKartic Muna
 
5 permasalahan ekonomi di indonesia
5 permasalahan ekonomi di indonesia5 permasalahan ekonomi di indonesia
5 permasalahan ekonomi di indonesiaErlita Marcelia II
 
Makalah pendidik dan tenaga kependidikan
Makalah pendidik dan tenaga kependidikanMakalah pendidik dan tenaga kependidikan
Makalah pendidik dan tenaga kependidikanJunikaPurnama1
 
Makalah bahasa indonesia kalimat efektif
Makalah bahasa indonesia kalimat efektifMakalah bahasa indonesia kalimat efektif
Makalah bahasa indonesia kalimat efektifWarnet Raha
 
Eran mahasiswa dalam membela negara
Eran mahasiswa dalam membela negaraEran mahasiswa dalam membela negara
Eran mahasiswa dalam membela negaraBangun Setiadi
 
Contoh Soal Bahas Indonesia tentang Wacana
Contoh Soal Bahas Indonesia tentang WacanaContoh Soal Bahas Indonesia tentang Wacana
Contoh Soal Bahas Indonesia tentang WacanaAi Roudatul
 

What's hot (20)

Metoda pengabdian pada masyarakat pak gatot1
Metoda pengabdian pada masyarakat pak gatot1Metoda pengabdian pada masyarakat pak gatot1
Metoda pengabdian pada masyarakat pak gatot1
 
PROPOSAL PENELITIAN UNDANA
PROPOSAL PENELITIAN UNDANAPROPOSAL PENELITIAN UNDANA
PROPOSAL PENELITIAN UNDANA
 
Struktur Teks dan Genre Mikro pada Artikel Penelitian
Struktur Teks dan Genre Mikro pada Artikel PenelitianStruktur Teks dan Genre Mikro pada Artikel Penelitian
Struktur Teks dan Genre Mikro pada Artikel Penelitian
 
Makalah individu
Makalah individuMakalah individu
Makalah individu
 
Ppt tugas 7 pembangunan ekonomi daerah
Ppt tugas 7 pembangunan ekonomi daerahPpt tugas 7 pembangunan ekonomi daerah
Ppt tugas 7 pembangunan ekonomi daerah
 
Bab v harmoni kewajiban dan hak negara ddan warga negara
Bab v harmoni kewajiban dan hak negara ddan warga negaraBab v harmoni kewajiban dan hak negara ddan warga negara
Bab v harmoni kewajiban dan hak negara ddan warga negara
 
Ringkasan Materi Kuliah PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK
Ringkasan Materi Kuliah PERKEMBANGAN  PESERTA DIDIKRingkasan Materi Kuliah PERKEMBANGAN  PESERTA DIDIK
Ringkasan Materi Kuliah PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK
 
Sumber Historis, Sosiologis, Politis Pancasila sebagai Sistem Etika
Sumber Historis, Sosiologis, Politis Pancasila sebagai Sistem EtikaSumber Historis, Sosiologis, Politis Pancasila sebagai Sistem Etika
Sumber Historis, Sosiologis, Politis Pancasila sebagai Sistem Etika
 
Teori Pembangunan Dunia Ketiga (Teori Modernisasi, Teori Ketergantungan, dan ...
Teori Pembangunan Dunia Ketiga (Teori Modernisasi, Teori Ketergantungan, dan ...Teori Pembangunan Dunia Ketiga (Teori Modernisasi, Teori Ketergantungan, dan ...
Teori Pembangunan Dunia Ketiga (Teori Modernisasi, Teori Ketergantungan, dan ...
 
Sejarah singkat, kedudukan, dan fungsi bahasa
Sejarah singkat, kedudukan, dan fungsi bahasaSejarah singkat, kedudukan, dan fungsi bahasa
Sejarah singkat, kedudukan, dan fungsi bahasa
 
Contoh makalah-latihan-word
Contoh makalah-latihan-wordContoh makalah-latihan-word
Contoh makalah-latihan-word
 
Implementasi pancasila dalam bidang IPOLEKSOSBUDHANKAM
Implementasi pancasila dalam bidang IPOLEKSOSBUDHANKAMImplementasi pancasila dalam bidang IPOLEKSOSBUDHANKAM
Implementasi pancasila dalam bidang IPOLEKSOSBUDHANKAM
 
Review Materi Kuliah Perkim
Review Materi Kuliah PerkimReview Materi Kuliah Perkim
Review Materi Kuliah Perkim
 
5 permasalahan ekonomi di indonesia
5 permasalahan ekonomi di indonesia5 permasalahan ekonomi di indonesia
5 permasalahan ekonomi di indonesia
 
Integrasi nasional
Integrasi nasional Integrasi nasional
Integrasi nasional
 
Makalah pendidik dan tenaga kependidikan
Makalah pendidik dan tenaga kependidikanMakalah pendidik dan tenaga kependidikan
Makalah pendidik dan tenaga kependidikan
 
Makalah filsafat pendidikan
Makalah filsafat pendidikanMakalah filsafat pendidikan
Makalah filsafat pendidikan
 
Makalah bahasa indonesia kalimat efektif
Makalah bahasa indonesia kalimat efektifMakalah bahasa indonesia kalimat efektif
Makalah bahasa indonesia kalimat efektif
 
Eran mahasiswa dalam membela negara
Eran mahasiswa dalam membela negaraEran mahasiswa dalam membela negara
Eran mahasiswa dalam membela negara
 
Contoh Soal Bahas Indonesia tentang Wacana
Contoh Soal Bahas Indonesia tentang WacanaContoh Soal Bahas Indonesia tentang Wacana
Contoh Soal Bahas Indonesia tentang Wacana
 

Viewers also liked

BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan ProdukBMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan ProdukMang Engkus
 
BMP EKMA4569 Perencanaan Pemasaran
BMP EKMA4569 Perencanaan PemasaranBMP EKMA4569 Perencanaan Pemasaran
BMP EKMA4569 Perencanaan PemasaranMang Engkus
 
BMP EKMA4565 Manajemen Perubahan
BMP EKMA4565 Manajemen PerubahanBMP EKMA4565 Manajemen Perubahan
BMP EKMA4565 Manajemen PerubahanMang Engkus
 
BMP EKMA4478 Analisis Kasus Bisnis
BMP EKMA4478 Analisis Kasus BisnisBMP EKMA4478 Analisis Kasus Bisnis
BMP EKMA4478 Analisis Kasus BisnisMang Engkus
 
BMP EKMA4314 Akuntansi Manajemen
BMP EKMA4314 Akuntansi ManajemenBMP EKMA4314 Akuntansi Manajemen
BMP EKMA4314 Akuntansi ManajemenMang Engkus
 
BMP EKMA4434 Sistem Informasi Manajemen
BMP EKMA4434 Sistem Informasi ManajemenBMP EKMA4434 Sistem Informasi Manajemen
BMP EKMA4434 Sistem Informasi ManajemenMang Engkus
 
BMP EKMA4568 Pemasaran Jasa
BMP EKMA4568 Pemasaran JasaBMP EKMA4568 Pemasaran Jasa
BMP EKMA4568 Pemasaran JasaMang Engkus
 

Viewers also liked (20)

BMP ESPA4229
BMP ESPA4229BMP ESPA4229
BMP ESPA4229
 
BMP MKDU4110
BMP MKDU4110BMP MKDU4110
BMP MKDU4110
 
BMP ESPA4228
BMP ESPA4228BMP ESPA4228
BMP ESPA4228
 
BMP ESPA4221
BMP ESPA4221BMP ESPA4221
BMP ESPA4221
 
BMP MKDU4111
BMP MKDU4111BMP MKDU4111
BMP MKDU4111
 
BMP ESPA4226
BMP ESPA4226BMP ESPA4226
BMP ESPA4226
 
BMP ESPA4224
BMP ESPA4224BMP ESPA4224
BMP ESPA4224
 
BMP MKDU4112
BMP MKDU4112BMP MKDU4112
BMP MKDU4112
 
BMP ESPA4222
BMP ESPA4222BMP ESPA4222
BMP ESPA4222
 
BMP ESPA4220
BMP ESPA4220BMP ESPA4220
BMP ESPA4220
 
BMP ESPA4219
BMP ESPA4219BMP ESPA4219
BMP ESPA4219
 
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan ProdukBMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
 
BMP EKMA4569 Perencanaan Pemasaran
BMP EKMA4569 Perencanaan PemasaranBMP EKMA4569 Perencanaan Pemasaran
BMP EKMA4569 Perencanaan Pemasaran
 
BMP EKMA4565 Manajemen Perubahan
BMP EKMA4565 Manajemen PerubahanBMP EKMA4565 Manajemen Perubahan
BMP EKMA4565 Manajemen Perubahan
 
BMP MKDU4221
BMP MKDU4221BMP MKDU4221
BMP MKDU4221
 
BMP EKMA4570
BMP EKMA4570BMP EKMA4570
BMP EKMA4570
 
BMP EKMA4478 Analisis Kasus Bisnis
BMP EKMA4478 Analisis Kasus BisnisBMP EKMA4478 Analisis Kasus Bisnis
BMP EKMA4478 Analisis Kasus Bisnis
 
BMP EKMA4314 Akuntansi Manajemen
BMP EKMA4314 Akuntansi ManajemenBMP EKMA4314 Akuntansi Manajemen
BMP EKMA4314 Akuntansi Manajemen
 
BMP EKMA4434 Sistem Informasi Manajemen
BMP EKMA4434 Sistem Informasi ManajemenBMP EKMA4434 Sistem Informasi Manajemen
BMP EKMA4434 Sistem Informasi Manajemen
 
BMP EKMA4568 Pemasaran Jasa
BMP EKMA4568 Pemasaran JasaBMP EKMA4568 Pemasaran Jasa
BMP EKMA4568 Pemasaran Jasa
 

Similar to BMP MKDU4109

Pendidikan dalam Membentuk Masyarakat Madani (makalah BIK)
Pendidikan dalam Membentuk Masyarakat Madani (makalah BIK)Pendidikan dalam Membentuk Masyarakat Madani (makalah BIK)
Pendidikan dalam Membentuk Masyarakat Madani (makalah BIK)Muh Nafis Edi Yahyana
 
Revisi pendidikan-dan-masyarakat-penting
Revisi pendidikan-dan-masyarakat-pentingRevisi pendidikan-dan-masyarakat-penting
Revisi pendidikan-dan-masyarakat-pentingNailal Annisa
 
Kebijakan pendidikan
Kebijakan pendidikan Kebijakan pendidikan
Kebijakan pendidikan Erik Kuswanto
 
Bab_1_PENDIDIKAN_KEWARGANEGARAAN_SEBAGAI_MATA_KULIAH_PENGEMBANGAN_KEPRIBADIAN...
Bab_1_PENDIDIKAN_KEWARGANEGARAAN_SEBAGAI_MATA_KULIAH_PENGEMBANGAN_KEPRIBADIAN...Bab_1_PENDIDIKAN_KEWARGANEGARAAN_SEBAGAI_MATA_KULIAH_PENGEMBANGAN_KEPRIBADIAN...
Bab_1_PENDIDIKAN_KEWARGANEGARAAN_SEBAGAI_MATA_KULIAH_PENGEMBANGAN_KEPRIBADIAN...elen52117
 
pengembangan pembelajaran ips di sdmi berbasis integrasi interkoneksi
pengembangan pembelajaran ips  di sdmi berbasis integrasi interkoneksipengembangan pembelajaran ips  di sdmi berbasis integrasi interkoneksi
pengembangan pembelajaran ips di sdmi berbasis integrasi interkoneksitaqiudinzarkasi
 
Makalah pendidikan
Makalah pendidikanMakalah pendidikan
Makalah pendidikanWarnet Raha
 
141621285 makalah-manajemen-pendidikan
141621285 makalah-manajemen-pendidikan141621285 makalah-manajemen-pendidikan
141621285 makalah-manajemen-pendidikanMar Tunis
 
PENDIDIKAN DAN PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA
PENDIDIKAN DAN PERUBAHAN SOSIAL BUDAYAPENDIDIKAN DAN PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA
PENDIDIKAN DAN PERUBAHAN SOSIAL BUDAYAimam shofwan
 
Pemuda dan sosialisasi
Pemuda dan sosialisasiPemuda dan sosialisasi
Pemuda dan sosialisasipriskyra
 
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
Kurikulum Tingkat Satuan PendidikanKurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
Kurikulum Tingkat Satuan PendidikanChi'onk Pemimpin
 
Makalah pendidikan luar sekolah
Makalah pendidikan luar sekolahMakalah pendidikan luar sekolah
Makalah pendidikan luar sekolahWarnet Raha
 

Similar to BMP MKDU4109 (20)

Pendidikan dalam Membentuk Masyarakat Madani (makalah BIK)
Pendidikan dalam Membentuk Masyarakat Madani (makalah BIK)Pendidikan dalam Membentuk Masyarakat Madani (makalah BIK)
Pendidikan dalam Membentuk Masyarakat Madani (makalah BIK)
 
Revisi pendidikan-dan-masyarakat-penting
Revisi pendidikan-dan-masyarakat-pentingRevisi pendidikan-dan-masyarakat-penting
Revisi pendidikan-dan-masyarakat-penting
 
Landasan sosiologis n ekonomi
Landasan sosiologis n ekonomi Landasan sosiologis n ekonomi
Landasan sosiologis n ekonomi
 
Kebijakan pendidikan
Kebijakan pendidikan Kebijakan pendidikan
Kebijakan pendidikan
 
Ktsp farmasi
Ktsp farmasiKtsp farmasi
Ktsp farmasi
 
Kajian ips 1_fix
Kajian ips 1_fixKajian ips 1_fix
Kajian ips 1_fix
 
Bab_1_PENDIDIKAN_KEWARGANEGARAAN_SEBAGAI_MATA_KULIAH_PENGEMBANGAN_KEPRIBADIAN...
Bab_1_PENDIDIKAN_KEWARGANEGARAAN_SEBAGAI_MATA_KULIAH_PENGEMBANGAN_KEPRIBADIAN...Bab_1_PENDIDIKAN_KEWARGANEGARAAN_SEBAGAI_MATA_KULIAH_PENGEMBANGAN_KEPRIBADIAN...
Bab_1_PENDIDIKAN_KEWARGANEGARAAN_SEBAGAI_MATA_KULIAH_PENGEMBANGAN_KEPRIBADIAN...
 
pengembangan pembelajaran ips di sdmi berbasis integrasi interkoneksi
pengembangan pembelajaran ips  di sdmi berbasis integrasi interkoneksipengembangan pembelajaran ips  di sdmi berbasis integrasi interkoneksi
pengembangan pembelajaran ips di sdmi berbasis integrasi interkoneksi
 
Makalah pendidikan
Makalah pendidikanMakalah pendidikan
Makalah pendidikan
 
Makalah pendidikan
Makalah pendidikanMakalah pendidikan
Makalah pendidikan
 
Makalah pendidikan
Makalah pendidikanMakalah pendidikan
Makalah pendidikan
 
141621285 makalah-manajemen-pendidikan
141621285 makalah-manajemen-pendidikan141621285 makalah-manajemen-pendidikan
141621285 makalah-manajemen-pendidikan
 
PENDIDIKAN DAN PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA
PENDIDIKAN DAN PERUBAHAN SOSIAL BUDAYAPENDIDIKAN DAN PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA
PENDIDIKAN DAN PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA
 
Pemuda dan sosialisasi
Pemuda dan sosialisasiPemuda dan sosialisasi
Pemuda dan sosialisasi
 
makalh pengantar pendidikan
makalh pengantar pendidikanmakalh pengantar pendidikan
makalh pengantar pendidikan
 
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
Kurikulum Tingkat Satuan PendidikanKurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
 
Isd pert 4
Isd pert 4Isd pert 4
Isd pert 4
 
Makalah pendidikan luar sekolah
Makalah pendidikan luar sekolahMakalah pendidikan luar sekolah
Makalah pendidikan luar sekolah
 
Makalah pendidikan luar sekolah
Makalah pendidikan luar sekolahMakalah pendidikan luar sekolah
Makalah pendidikan luar sekolah
 
Peran pendidikan dalam kesetaraan
Peran pendidikan dalam kesetaraanPeran pendidikan dalam kesetaraan
Peran pendidikan dalam kesetaraan
 

More from Mang Engkus

BMP EKMA4567 Perilaku Konsumen
BMP EKMA4567 Perilaku KonsumenBMP EKMA4567 Perilaku Konsumen
BMP EKMA4567 Perilaku KonsumenMang Engkus
 
BMP EKMA4476 Audit SDM
BMP EKMA4476 Audit SDMBMP EKMA4476 Audit SDM
BMP EKMA4476 Audit SDMMang Engkus
 
BMP EKMA4475 Pemasaran Strategik
BMP EKMA4475 Pemasaran StrategikBMP EKMA4475 Pemasaran Strategik
BMP EKMA4475 Pemasaran StrategikMang Engkus
 
BMP EKMA4414 Manajemen Strategik
BMP EKMA4414 Manajemen StrategikBMP EKMA4414 Manajemen Strategik
BMP EKMA4414 Manajemen StrategikMang Engkus
 
BMP EKMA4413 Riset Operasi
BMP EKMA4413 Riset OperasiBMP EKMA4413 Riset Operasi
BMP EKMA4413 Riset OperasiMang Engkus
 
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi MoneterBMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi MoneterMang Engkus
 
BMP ESPA4122 Matematika Ekonomi
BMP ESPA4122 Matematika EkonomiBMP ESPA4122 Matematika Ekonomi
BMP ESPA4122 Matematika EkonomiMang Engkus
 
BMP EKMA4369 Manajemen Operasi Jasa
BMP EKMA4369 Manajemen Operasi JasaBMP EKMA4369 Manajemen Operasi Jasa
BMP EKMA4369 Manajemen Operasi JasaMang Engkus
 
BMP EKMA4367 Hubungan Industrial
BMP EKMA4367 Hubungan IndustrialBMP EKMA4367 Hubungan Industrial
BMP EKMA4367 Hubungan IndustrialMang Engkus
 
BMP EKMA4366 Pengembangan SDM
BMP EKMA4366 Pengembangan SDMBMP EKMA4366 Pengembangan SDM
BMP EKMA4366 Pengembangan SDMMang Engkus
 
BMP EKMA4316 Hukum Bisnis
BMP EKMA4316 Hukum BisnisBMP EKMA4316 Hukum Bisnis
BMP EKMA4316 Hukum BisnisMang Engkus
 

More from Mang Engkus (11)

BMP EKMA4567 Perilaku Konsumen
BMP EKMA4567 Perilaku KonsumenBMP EKMA4567 Perilaku Konsumen
BMP EKMA4567 Perilaku Konsumen
 
BMP EKMA4476 Audit SDM
BMP EKMA4476 Audit SDMBMP EKMA4476 Audit SDM
BMP EKMA4476 Audit SDM
 
BMP EKMA4475 Pemasaran Strategik
BMP EKMA4475 Pemasaran StrategikBMP EKMA4475 Pemasaran Strategik
BMP EKMA4475 Pemasaran Strategik
 
BMP EKMA4414 Manajemen Strategik
BMP EKMA4414 Manajemen StrategikBMP EKMA4414 Manajemen Strategik
BMP EKMA4414 Manajemen Strategik
 
BMP EKMA4413 Riset Operasi
BMP EKMA4413 Riset OperasiBMP EKMA4413 Riset Operasi
BMP EKMA4413 Riset Operasi
 
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi MoneterBMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
 
BMP ESPA4122 Matematika Ekonomi
BMP ESPA4122 Matematika EkonomiBMP ESPA4122 Matematika Ekonomi
BMP ESPA4122 Matematika Ekonomi
 
BMP EKMA4369 Manajemen Operasi Jasa
BMP EKMA4369 Manajemen Operasi JasaBMP EKMA4369 Manajemen Operasi Jasa
BMP EKMA4369 Manajemen Operasi Jasa
 
BMP EKMA4367 Hubungan Industrial
BMP EKMA4367 Hubungan IndustrialBMP EKMA4367 Hubungan Industrial
BMP EKMA4367 Hubungan Industrial
 
BMP EKMA4366 Pengembangan SDM
BMP EKMA4366 Pengembangan SDMBMP EKMA4366 Pengembangan SDM
BMP EKMA4366 Pengembangan SDM
 
BMP EKMA4316 Hukum Bisnis
BMP EKMA4316 Hukum BisnisBMP EKMA4316 Hukum Bisnis
BMP EKMA4316 Hukum Bisnis
 

Recently uploaded

Teks Terjemahan Website Desa Wisata Melung.pdf
Teks Terjemahan Website Desa Wisata Melung.pdfTeks Terjemahan Website Desa Wisata Melung.pdf
Teks Terjemahan Website Desa Wisata Melung.pdfKangMargino
 
SERTIFIKAT KOMUNITAS BELAJAR FIX UPLOAD.pdf
SERTIFIKAT KOMUNITAS BELAJAR FIX UPLOAD.pdfSERTIFIKAT KOMUNITAS BELAJAR FIX UPLOAD.pdf
SERTIFIKAT KOMUNITAS BELAJAR FIX UPLOAD.pdfDOWENSAPETUASIMARMAT
 
Teks Terjemahan Website Desa Wisata Melung.pdf
Teks Terjemahan Website Desa Wisata Melung.pdfTeks Terjemahan Website Desa Wisata Melung.pdf
Teks Terjemahan Website Desa Wisata Melung.pdfKangMargino
 
Contoh Sertifikat Komunitas Belajar SMPN
Contoh Sertifikat Komunitas Belajar SMPNContoh Sertifikat Komunitas Belajar SMPN
Contoh Sertifikat Komunitas Belajar SMPNwatihirma7
 
Modul Ajar Matematika Kelas 11 Fase F - [modulguruku.com]
Modul Ajar Matematika Kelas 11 Fase F - [modulguruku.com]Modul Ajar Matematika Kelas 11 Fase F - [modulguruku.com]
Modul Ajar Matematika Kelas 11 Fase F - [modulguruku.com]Modul Guruku
 
Tugas Demonstrasi Kontekstual Modul 3.1.pptx
Tugas Demonstrasi Kontekstual Modul 3.1.pptxTugas Demonstrasi Kontekstual Modul 3.1.pptx
Tugas Demonstrasi Kontekstual Modul 3.1.pptxlaodesupriono1
 
RUBRIK OBSERVASI KINERJA GURU. dalam proses kegiatan belajar mengajarpdf
RUBRIK OBSERVASI KINERJA GURU. dalam proses kegiatan belajar mengajarpdfRUBRIK OBSERVASI KINERJA GURU. dalam proses kegiatan belajar mengajarpdf
RUBRIK OBSERVASI KINERJA GURU. dalam proses kegiatan belajar mengajarpdfimamasyari24
 
Modul Ajar Kelas 11 Bahasa Inggris Tingkat Lanjut Fase F
Modul Ajar Kelas 11 Bahasa Inggris Tingkat Lanjut Fase FModul Ajar Kelas 11 Bahasa Inggris Tingkat Lanjut Fase F
Modul Ajar Kelas 11 Bahasa Inggris Tingkat Lanjut Fase FModul Guruku
 
pengertian nasi dan mie serta hidangan dari nasi dan mie
pengertian nasi dan mie serta hidangan dari nasi dan miepengertian nasi dan mie serta hidangan dari nasi dan mie
pengertian nasi dan mie serta hidangan dari nasi dan mieRidaEsniwatyShejabat
 
PPT - Ruang Kolaborasi 3.2 Angkatan 9 - Sesi 1.pdf
PPT - Ruang Kolaborasi 3.2 Angkatan 9 - Sesi 1.pdfPPT - Ruang Kolaborasi 3.2 Angkatan 9 - Sesi 1.pdf
PPT - Ruang Kolaborasi 3.2 Angkatan 9 - Sesi 1.pdfAGUSWACHID4
 
"Web Development - Inovasi Digital 2024"
"Web Development - Inovasi Digital 2024""Web Development - Inovasi Digital 2024"
"Web Development - Inovasi Digital 2024"Herry Prasetyo
 
bab 5 konektivitas antar ruang dan waktu-1.pptx
bab 5 konektivitas antar ruang dan waktu-1.pptxbab 5 konektivitas antar ruang dan waktu-1.pptx
bab 5 konektivitas antar ruang dan waktu-1.pptxNurulyDybala1
 
FORMULIR A KETERATURAN SUASANA KELAS.docx
FORMULIR A KETERATURAN SUASANA KELAS.docxFORMULIR A KETERATURAN SUASANA KELAS.docx
FORMULIR A KETERATURAN SUASANA KELAS.docxSMK NEGERI 1 BANGKINANG
 
PPT PERSIAPAN OBSERVASI (MODUL AJAR).pptx
PPT PERSIAPAN OBSERVASI (MODUL AJAR).pptxPPT PERSIAPAN OBSERVASI (MODUL AJAR).pptx
PPT PERSIAPAN OBSERVASI (MODUL AJAR).pptximamasyari24
 
Kelompok 1 ekonomi.pdf
Kelompok 1 ekonomi.pdfKelompok 1 ekonomi.pdf
Kelompok 1 ekonomi.pdfAhsanGunadi
 
Pentaksiran Praktikal (Project) Cg Afifah (1) KUMPULAN.pptx
Pentaksiran Praktikal (Project) Cg Afifah (1) KUMPULAN.pptxPentaksiran Praktikal (Project) Cg Afifah (1) KUMPULAN.pptx
Pentaksiran Praktikal (Project) Cg Afifah (1) KUMPULAN.pptxNursyahirsyahmiSyahi
 
koneksi antar materi pendidikan profesi guru
koneksi antar materi pendidikan profesi gurukoneksi antar materi pendidikan profesi guru
koneksi antar materi pendidikan profesi guruAlfianaNurulWijayant
 
Media Infografis IPAS Mari Berkenalan Dengan Bumi Kita
Media Infografis IPAS Mari Berkenalan Dengan Bumi KitaMedia Infografis IPAS Mari Berkenalan Dengan Bumi Kita
Media Infografis IPAS Mari Berkenalan Dengan Bumi KitaHYwg
 
SERTIFIKAT PELATIHAN GURU DDGWE JATENG.pdf
SERTIFIKAT PELATIHAN GURU DDGWE JATENG.pdfSERTIFIKAT PELATIHAN GURU DDGWE JATENG.pdf
SERTIFIKAT PELATIHAN GURU DDGWE JATENG.pdfSITIWASIATUNNIKMAH
 
T3-5-a Demonstrasi Kontekstual - Kontekstualisasi Manusia Indonesia
T3-5-a Demonstrasi Kontekstual - Kontekstualisasi Manusia IndonesiaT3-5-a Demonstrasi Kontekstual - Kontekstualisasi Manusia Indonesia
T3-5-a Demonstrasi Kontekstual - Kontekstualisasi Manusia IndonesiaMegaPawitra
 

Recently uploaded (20)

Teks Terjemahan Website Desa Wisata Melung.pdf
Teks Terjemahan Website Desa Wisata Melung.pdfTeks Terjemahan Website Desa Wisata Melung.pdf
Teks Terjemahan Website Desa Wisata Melung.pdf
 
SERTIFIKAT KOMUNITAS BELAJAR FIX UPLOAD.pdf
SERTIFIKAT KOMUNITAS BELAJAR FIX UPLOAD.pdfSERTIFIKAT KOMUNITAS BELAJAR FIX UPLOAD.pdf
SERTIFIKAT KOMUNITAS BELAJAR FIX UPLOAD.pdf
 
Teks Terjemahan Website Desa Wisata Melung.pdf
Teks Terjemahan Website Desa Wisata Melung.pdfTeks Terjemahan Website Desa Wisata Melung.pdf
Teks Terjemahan Website Desa Wisata Melung.pdf
 
Contoh Sertifikat Komunitas Belajar SMPN
Contoh Sertifikat Komunitas Belajar SMPNContoh Sertifikat Komunitas Belajar SMPN
Contoh Sertifikat Komunitas Belajar SMPN
 
Modul Ajar Matematika Kelas 11 Fase F - [modulguruku.com]
Modul Ajar Matematika Kelas 11 Fase F - [modulguruku.com]Modul Ajar Matematika Kelas 11 Fase F - [modulguruku.com]
Modul Ajar Matematika Kelas 11 Fase F - [modulguruku.com]
 
Tugas Demonstrasi Kontekstual Modul 3.1.pptx
Tugas Demonstrasi Kontekstual Modul 3.1.pptxTugas Demonstrasi Kontekstual Modul 3.1.pptx
Tugas Demonstrasi Kontekstual Modul 3.1.pptx
 
RUBRIK OBSERVASI KINERJA GURU. dalam proses kegiatan belajar mengajarpdf
RUBRIK OBSERVASI KINERJA GURU. dalam proses kegiatan belajar mengajarpdfRUBRIK OBSERVASI KINERJA GURU. dalam proses kegiatan belajar mengajarpdf
RUBRIK OBSERVASI KINERJA GURU. dalam proses kegiatan belajar mengajarpdf
 
Modul Ajar Kelas 11 Bahasa Inggris Tingkat Lanjut Fase F
Modul Ajar Kelas 11 Bahasa Inggris Tingkat Lanjut Fase FModul Ajar Kelas 11 Bahasa Inggris Tingkat Lanjut Fase F
Modul Ajar Kelas 11 Bahasa Inggris Tingkat Lanjut Fase F
 
pengertian nasi dan mie serta hidangan dari nasi dan mie
pengertian nasi dan mie serta hidangan dari nasi dan miepengertian nasi dan mie serta hidangan dari nasi dan mie
pengertian nasi dan mie serta hidangan dari nasi dan mie
 
PPT - Ruang Kolaborasi 3.2 Angkatan 9 - Sesi 1.pdf
PPT - Ruang Kolaborasi 3.2 Angkatan 9 - Sesi 1.pdfPPT - Ruang Kolaborasi 3.2 Angkatan 9 - Sesi 1.pdf
PPT - Ruang Kolaborasi 3.2 Angkatan 9 - Sesi 1.pdf
 
"Web Development - Inovasi Digital 2024"
"Web Development - Inovasi Digital 2024""Web Development - Inovasi Digital 2024"
"Web Development - Inovasi Digital 2024"
 
bab 5 konektivitas antar ruang dan waktu-1.pptx
bab 5 konektivitas antar ruang dan waktu-1.pptxbab 5 konektivitas antar ruang dan waktu-1.pptx
bab 5 konektivitas antar ruang dan waktu-1.pptx
 
FORMULIR A KETERATURAN SUASANA KELAS.docx
FORMULIR A KETERATURAN SUASANA KELAS.docxFORMULIR A KETERATURAN SUASANA KELAS.docx
FORMULIR A KETERATURAN SUASANA KELAS.docx
 
PPT PERSIAPAN OBSERVASI (MODUL AJAR).pptx
PPT PERSIAPAN OBSERVASI (MODUL AJAR).pptxPPT PERSIAPAN OBSERVASI (MODUL AJAR).pptx
PPT PERSIAPAN OBSERVASI (MODUL AJAR).pptx
 
Kelompok 1 ekonomi.pdf
Kelompok 1 ekonomi.pdfKelompok 1 ekonomi.pdf
Kelompok 1 ekonomi.pdf
 
Pentaksiran Praktikal (Project) Cg Afifah (1) KUMPULAN.pptx
Pentaksiran Praktikal (Project) Cg Afifah (1) KUMPULAN.pptxPentaksiran Praktikal (Project) Cg Afifah (1) KUMPULAN.pptx
Pentaksiran Praktikal (Project) Cg Afifah (1) KUMPULAN.pptx
 
koneksi antar materi pendidikan profesi guru
koneksi antar materi pendidikan profesi gurukoneksi antar materi pendidikan profesi guru
koneksi antar materi pendidikan profesi guru
 
Media Infografis IPAS Mari Berkenalan Dengan Bumi Kita
Media Infografis IPAS Mari Berkenalan Dengan Bumi KitaMedia Infografis IPAS Mari Berkenalan Dengan Bumi Kita
Media Infografis IPAS Mari Berkenalan Dengan Bumi Kita
 
SERTIFIKAT PELATIHAN GURU DDGWE JATENG.pdf
SERTIFIKAT PELATIHAN GURU DDGWE JATENG.pdfSERTIFIKAT PELATIHAN GURU DDGWE JATENG.pdf
SERTIFIKAT PELATIHAN GURU DDGWE JATENG.pdf
 
T3-5-a Demonstrasi Kontekstual - Kontekstualisasi Manusia Indonesia
T3-5-a Demonstrasi Kontekstual - Kontekstualisasi Manusia IndonesiaT3-5-a Demonstrasi Kontekstual - Kontekstualisasi Manusia Indonesia
T3-5-a Demonstrasi Kontekstual - Kontekstualisasi Manusia Indonesia
 

BMP MKDU4109

  • 1. MODUL 1 Pengantar ISBD: ISBD dalam Perspektif Pendidikan Umum, serta Latar Belakang dan Arah Pengembangan MBB-ISBD Dra. Hertati, M.Si. PENDAHULUAN ada tahun 2006, Bali Pos dalam suatu artikelnya melihat bahwa terpuruknya bangsa dan negara Indonesia dewasa ini tidak hanya disebabkan oleh krisis ekonomi melainkan juga oleh krisis akhlak. Oleh karenanya, perekonomian bangsa menjadi ambruk, korupsi, kolusi, nepotisme, dan perbuatan-perbuatan yang merugikan bangsa (perkelahian, perusakan, perkosaan, minum minuman keras, dan bahkan pembunuhan) merajalela. Keadaan seperti itu, terutama krisis akhlak, terjadi karena kesalahan dunia pendidikan, atau kurang berhasilnya dunia pendidikan dalam menyiapkan generasi muda bangsanya. Lebih lanjut dikatakan bahwa, dunia pendidikan telah melupakan tujuan utama pendidikan yaitu mengembangkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan secara simultan dan seimbang. Dunia pendidikan kita telah memberikan porsi yang sangat besar untuk pengetahuan, tetapi melupakan pengembangan sikap/nilai dan perilaku dalam pembelajarannya. Dunia pendidikan nampak sangat meremehkan mata pelajaran yang berkaitan dengan pembentukan karakter bangsa. Bahkan, untuk kasus di Amerika, McConnel (1960)1 melihat bahwa general education muncul sebagai suatu reaksi terhadap 1) spesialisasi keilmuan yang berlebihan, 2) kepincangan penguasaan minat-minat khusus 1 McConnel, Fifty-Fifty Year Book (1952) dalam Syahidin, ''Pengantar MBB-ISBD Sebagai General Education dalam Kurikulum Perguruan Tinggi'', Makalah yang disampaikan pada acara Pelatihan Nasional Dosen MBB-ISBD di Batam 17 November 2006.
  • 2. 1.2 ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR e dengan perolehan peradaban yang lebih luas, 3) pengkotak-kotakan kurikulum dan perpecahan pengalaman belajar siswa, serta 4) formalisme dalam pendidikan liberal. Dengan kata lain, lahirnya program general education di Amerika adalah sebagai suatu reaksi terhadap kecenderungan masyarakat modem yang mendewakan produk teknologi, dan mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan. Kecenderungan masyarakat seperti ini adalah dampak dari perkembangan sistem pendidikan sekuler. 2 Sistem pendidikan sekuler selanjutnya tidak hanya berkembang di Amerika, akan tetapi juga di banyak negara lain di dunia. Sedangkan di sisi lain, kehidupan sosial akan terus mengalami perubahan yang semakin cepat, kompetitif, dan semakin kompleks. Dengan demikian, untuk mengantisipasi dampak yang lebih buruk pada pembentukan diri manusia di masa yang akan datang, dalam arus globalisasi yang semakin cepat, terbentuknya program pendidikan umum (general education) di banyak negara di dunia, termasuk Indonesia, menjadi suatu keharusan. Implikasi dari berlangsungnya proses modernisasi dan lajunya arus globalisasi terhadap perubahan kehidupan sosial budaya yang cepat, kompetitif dan semakin kompleks tentunya menuntut manusia memiliki suatu nilai-nilai dan keterampilan sosial (the social values and skills) yang dapat dijadikan sebagai sarana beradaptasi dengan perubahan yang terjadi dalam masyarakatnya. Urgensi nilai-nilai dan keterampilan sosial tersebut tidak semata-mata terletak pada masa depan umat manusia dengan segala ketidaktentuannya, melainkan sepanjang hidup manusia memang memerlukan nilai-nilai dan keterampilan tersebut sebagai standar dan instrumen utama membentuk masyarakat yang demokratis dan harmonis. Kebutuhan akan pentingnya nilai-nilai dan keterampilan sosial sebagai akibat dari perubahan situasi yang semakin mengglobal dan kompleks membawa implikasi imperatif bagi pengembangan strategi upaya pendidikan, utamanya pendidikan umum atau di perguruan tinggi yang dikenal dengan Mata Kuliah Umum (MKU). MKU merupakan wadah pendidikan umum (general education). Keberadaan MKU ditujukan agar mahasiswa tidak berpikiran sempit seolah-olah keilmuan mereka itu segala-galanya demi karier di masa mendatang. MKU memperluas wawasan dan mempersiapkan bekal nilai untuk kehidupan mahasiswa di masa yang akan datang. Pada dasarnya, secara filosofi, pendidikan itu tidak sekadar untuk mendapatkan 2 Idem, Syahidin.
  • 3. e MKDU4109/MODUL 1 1.3 pekerjaan (careerism), tetapi untuk menegakkan humanisme demi terbentuknya insan kamil atau manusia seutuhnya. Tidak sedikit ditemui adanya dosen dan mahasiswa yang memiliki kebanggaan luar biasa terhadap kekhususan ilmunya. Namun, kebanggaan yang keterlaluan akan membuat mahasiswa seperti kuda yang ditutup matanya, yakni individu-individu yang menjalani kariemya dengan egois, merasa hebat sendiri, tidak peduli akan dunia sekitar, dan asosial. Memang kendala utama bagi suksesnya pendidikan umum adalah fragmentasi dan spesialisasi pengetahuan. Padahal, spesialisasi atau konsentrasi apa pun pada akhirnya akan dipajangkan pada bingkai sosial yang luas. Ketidakpedulian beberapa dosen dan mahasiswa tersebutlah yang sering kali membawa dampak yang buruk bagi kehidupan bermasyarakat dan berbangsa di negara kita. Di mana, dalam konteks kekinian Indonesia, kita menyaksikan banyak ilmuwan yang berperilaku asosial dan tidak bermoral, menjadi kriminal terdidik, bahkan ada yang masuk penjara. Banyak pemimpin dan politisi yang sadar atau tidak sadar berkhianat kepada bangsa dan negara demi ambisi pribadinya. Tidakkah ini semua, salah satunya adalah sebagai akibat dari pengultusan kepada keahlian, kepakaran, dan profesionalisme sempit dan menyepelekan nilai-nilai yang ditanamkan lewat mata kuliah-mata kuliah MKU? Padahal MKU ditujukan untuk mengembangkan aspek kepribadian mahasiswa sebagai individu dan warga masyarakat. Untuk itulah pengembangan nilai-nilai dan keterampilan sosial harus menjadi salah satu tujuan dari mata kuliah MKU atau mata kuliah pendidikan umum. Lalu apa yang dimaksud dengan pendidikan umum (general education) itu sendiri? Lalu bagaimana hakikat Ilmu Sosial dan Budaya Dasar, sebagai salah satu mata kuliah umum (MKU) dalam perspektif pendidikan umum tersebut? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, sebagai awal dari keseluruhan modul, maka Kegiatan Belajar 1 dan 2 dari Modul 1 ini ditujukan untuk memberikan dasar pemahaman tentang apa hakikat dari pendidikan umum, hakikat pendidikan nilai, bagaimana hakikat pendidikan nilai dalam pendidikan umum, hakikat ISBD dan bagaimana hakikat ISBD dalam pendidikan umum. Pemahaman pada Kegiatan Belajar 1 dan 2 ditujukan untuk memberi pemahaman kepada mahasiswa agar mengetahui dengan jelas latar belakang dari munculnya mata kuliah ISBD. Sedangkan Kegiatan Belajar 3 lebih ditujukan untuk membahas pengertian dan pengembangan
  • 4. 1.4 ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR e ISBD itu sendiri. Selain itu juga, bagian-bagian yang akan dijelaskan dalam Modul 1 ini, secara keseluruhan, akan disajikan dalam bentuk kegiatan belajar yang terdiri atas: penjelasan materi dan latihan. Dengan demikian, Modul 1 ini terdiri atas 3 kegiatan belajar. Kegiatan Belajar 1 berisi gambaran tentang hakikat pendidikan umum, hakikat pendidikan nilai dan bagaimana hakikat pendidikan nilai dalam pendidikan umum. Sedangkan, Kegiatan Belajar 2 berisi gambaran tentang MBB (Mata kuliah Berkehidupan Bermasyarakat), hakikat ISBD, dan bagaimana hakikat ISBD dalam pendidikan umum. Sedangkan Kegiatan Belajar 3 bersisi gambaran tentang visi, misi dan tujuan ISBD dan metode pembelajaran yang digunakan dalam ISBD sebagai MBB (MBB-ISBD). Setelah mempelajari modul ini, secara umum mahasiswa diharapkan untuk dapat menjelaskan dengan baik tentang latar belakang, pengertian dan arah pengembangan ISBD. Di samping itu secara khusus mahasiswa juga diharapkan memiliki kemampuan untuk menjelaskan: 1. latar belakang munculnya pendidikan umum; 2. hakikat pendidikan umum; 3. tujuan dari pendidikan umum; 4. hakikat pendidikan nilai; 5. bagaimana hakikat pendidikan nilai dalam pendidikan umum; 6. hakikat ISBD; 7. bagaimana hakikat ISBD dalam pendidikan umum; 8. visi, misi dan tujuan ISBD; 9. metode pembelajaran yang digunakan dalam MBB-ISBD. Anda sangat diharapkan untuk memahami materi modul ini secara mendalam sehingga tujuan yang telah disebut di atas dapat dicapai. Tingkat kompetensi/pencapaian dari kedua kegiatan belajar pada Modul 1 ini adalah sebagai landasan dan pemahaman mahasiswa tentang ISBD, baik pengertian, latar belakang dan pengembangannya. Dengan memahami Modul 1, Anda akan terbantu untuk dapat mengambil intisari dari semua penjelasan yang ada dalam modul-modul berikutnya. Sehingga saya berharap, hal ini dapat menjadi bagian yang utuh dari keberhasilan Anda untuk mencapai tingkat kompetensi yang diharapkan dalam mata kuliah ISBD. Selamat belajar, semoga Anda berhasil!
  • 5. e MKDU4109/MODUL 1 1.5 KEGIATAN BELA.JAR 1 Hakikat Pendidikan A. HAKIKAT PENDIDIKAN UMUM Sebelum kita membahas tentang hakikat pendidikan umum, ada baiknya bila kita mengetahui lebih dulu apa yang dimaksud dengan pendidikan. Pendidikan, secara sederhana dapat didefinisikan sebagai suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan terencana untuk membentuk dan mengembangkan potensi diri seseorang/sekelompok orang (peserta didik) untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia dan keterampilan yang diperlukan oleh dirinya sendiri, masyarakat, bangsa dan negaranya. Dengan demikian, pendidikan diarahkan untuk mampu menghasilkan manusia yang unggul secara intelektual, anggun secara moral, kompeten dan menguasai iptek serta memiliki komitmen tinggi untuk berbagai peran sosial. Bila kita membahas tentang pendidikan dalam lingkup sistem pendidikan nasional, maka haruslah kita pahami bersama bahwa tujuan dari sistem pendidikan nasional di Indonesia adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri, serta tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Sedangkan menurut Depdiknas RI, pendidikan nasional itu sendiri adalah pendidikan yang berakar pada kebudayaan bangsa Indonesia dan berdasarkan pada Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945. Selanjutnya, menurut Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional No. 2 tahun 1989, sistem pendidikan nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan serta meningkatkan mutu kehidupan dan martabat manusia Indonesia dalam rangka upaya mewujudkan tujuan nasional. Dalam undang-undang pendidikan tersebut juga dinyatakan bahwa, sistem pendidikan nasional menempatkan jenis-jenis pendidikan atas beberapa kategori, yaitu satuan pendidikan, jalur pendidikan, jenis pendidikan, dan jenjang pendidikan.
  • 6. 1.6 ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR e Satuan pendidikan melihat pada bagaimana kegiatan belajar mengajar dilaksanakan. Dengan demikian satuan pendidikan terdiri atas: 1. pendidikan di dalam sekolah, yaitu pendidikan yang diselenggarakan di sekolah melalui kegiatan belajar mengajar secara berjenjang dan berkesinambungan; 2. pendidikan luar sekolah yaitu merupakan pendidikan yang diselenggarakan di luar sekolah melalui kegiatan belajar-mengajar yang tidak harus berjenjang dan berkesinambungan. Pendidikan keluarga merupakan bagian dari jalur pendidikan luar sekolah yang diselenggarakan dalam keluarga yang memberikan keyakinan agama, nilai budaya, nilai moral dan keterampilan. Sedangkan berdasarkan jenisnya, pendidikan nasional terdiri atas tujuh jenis pendidikan, yaitu: 1. Pendidikan umum merupakan pendidikan yang mengutamakan perluasan pengetahuan dan peningkatan keterampilan peserta didik dengan pengkhususan yang diwujudkan pada tingkat-tingkat akhir masa pendidikan. Sumber: www.tempointeractive.com Gambar 1.1. SMU - Pendidikan Umum
  • 7. e MKDU4109/MODUL 1 1.7 2. Pendidikan kejitruan merupakan pendidikan yang mempersiapkan peserta didik untuk dapat bekerja dalam bidang tertentu. I_ -- Sumber: studyinaustralia.gov.au Gambar 1.2. Pendidikan Kejuruan 3. Pendidikan luar biasa merupakan pendidikan yang khusus diselenggarakan untuk peserta didik yang menyandang kelainan fisik dan/atau mental. Sumber: www.pemkot.-malang.go.id Gambar 1.3. Pendidikan luar biasa 4. Pendidikan kedinasan merupakan pendidikan yang berusaha meningkatkan kemampuan dalam pelaksanaan tugas kedinasan untuk pegawai atau calon pegawai suatu Departemen atau Lembaga Pemerintah Nondepartemen.
  • 8. 1.8 ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR e - Sumber: www.pertamedika.co.id Gambar 1.4. Akademi Perawat - Pendidikan kedinasan 5. Pendidikan keagamaan merupakan pendidikan yang mempersiapkan peserta didik untuk dapat menjalankan peranan yang menuntut penguasaan pengetahuan kh11sus tentang ajaran agama yang bersangkutan. - Sumber: www. acicis.murdoch.edu.au Gambar 1.5. Pesantren - Pendidikan keagamaan 6. Pendidikan akademik merupakan pendidikan yang diarahkan terutama pada penguasaan ilmu pengetahuan. Sumber: Earief.wordpress.com Gambar 1.6. Wisuda Sarjana - Pendidikan Umum
  • 9. e MKDU4109/MODUL 1 1.9 7. Pendidikan profesional merupakan pendidikan yang diarahkan terutama pada kesiapan penerapan keahlian tertentu. Sumber: www.polisriwijaya.ac.id Gambar 1.7. Pendidikan Profesional Selanjutnya, berdasarkan jenjang pendidikannya, pendidikan nasional terdiri atas: 1. Pendidikan prasekolah. 2. Pendidikan Dasar 3. Pendidikan Menengah 4. Pendidikan Tinggi. Sedangkan jenjang pendidikan untuk jalur pendidikan luar sekolah terkait dengan jenjang pendidikan yang diselenggarakan di luar sekolah baik di lembaga pemerintah, nonpemerintah, maupun sektor swasta dan masyarakat. Dengan demikian, bila kita merujuk pada definisi Depdiknas RI tentang pendidikan umum, maka pendidikan umum adalah pendidikan yang mengutamakan perluasan pengetahuan dan peningkatan keterampilan peserta didik dengan pengkhususan yang diwujudkan pada tingkat-tingkat akhir masa pendidikan. Dalam dunia pendidikan di perguruan tinggi, definisi pendidikan umum sangat beragam dan terus berkembang. Secara sederhana, para pakar memaknai pendidikan umum sebagai pendidikan nilai (value education), sebagian lain menunjuk pendidikan umum sebagai pendidikan kepribadian (personality education), pendidikan karakter (character building), pendidikan kewarganegaraan, dan sebagainya.
  • 10. 1.10 ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR e Karena adanya unsur pendidikan nilai, pendidikan kepribadian, pendidikan karakter dan pendidikan kewarganegaraan maka pendidikan umum selanjutnya diletakkan sebagai pondasi bagi mahasiswa agar menjadi makhluk sosial dan budaya yang berilmu (memiliki ilmu pengetahuan) dan berwatak, berperilaku serta memiliki tanggung jawab sosial dan budaya yang baik di sepanjang hidupnya. Untuk itulah, sistem pendidikan nasional menetapkan kewajiban yang harus dijalankan oleh semua perguruan tinggi di Indonesia, yang dikenal dengan sebutan Tridarma Perguruan Tinggi. Adapun isi dari Tridarma Perguruan Tinggi itu adalah bahwa setiap perguruan tinggi harus menjalankan misi pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Untuk misi pendidikan, perguruan tinggi harus menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan personal, kemampuan akademis dan kemampuan profesional. Kemampuan personal dimaksudkan agar lulusan suatu perguruan tinggi harus: 1. memiliki komitmen yang tinggi pada nilai-nilai ketuhanan, kemasyarakatan, dan kebangsaan, 2. memiliki sikap, tingkah laku dan tindakan yang mencerminkan pribadi yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, 3. memiliki pengetahuan, wawasan dan pandangan yang jauh ke depan, 4. memiliki kepekaan dan tanggap terhadap masalah-masalah yang ada dalam kehidupan masyarakat. Kemudian kemampuan akademis dimaksudkan agar lulusan suatu perguruan tinggi harus memiliki: 1. kemampuan berkomunikasi secara ilmiah, baik lisan maupun tulisan, 2. penguasaan terhadap peralatan analisis maupun berpikir logis, kritis, sistematis dan analitis, 3. kemampuan konsepsional untuk mengidentifikasi dan merumuskan masalah yang dihadapi, 4. kemampuan menawarkan berbagai altematif pemecahan masalah yang dihadapi dalam kehidupan masyarakat. Sedangkan kemampuan profesional lebih mengharapkan agar mahasiswa lulusan perguruan tinggi mampu memiliki pengetahuan yang mendalam sebagai ahli dalam bidang profesinya dan memiliki keterampilan yang tinggi dalam bidang profesinya.
  • 11. e MKDU4109/MODUL 1 1.11 Dengan mengacu pada misi pendidikan pertama dan kedua, yaitu kemampuan personal dan akademik bagi mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi, maka di semua perguruan tinggi wajib memberikan bekal pendidikan umum kepada mahasiswanya. Hal ini karena konsep pendidikan umum diletakkan sebagai pondasi bagi mahasiswa agar dapat menjalani kehidupannya sebagai makhluk sosial dan budaya yang berilmu (memiliki ilmu pengetahuan) dan berwatak sosial yang lebih baik di sepanjang hidupnya. Terkait dengan urgensi pendidikan umum, simaklah tulisan di bawah ini. ''General collegiate attitudes, education,3 • experience, and values the foundation of the undergraduate encompasses the knowledge, skills, that are obtained from studies in communication, mathematics, social and natural sciences, and humanities. General education is unbounded by academic disciplines and honors the relationships among bodies of knowledge. General education develops the cognitive process of reasoning essential for effective functioning and self-directed learning. General education provides opportunities for the student: 1. to think logically, critically, and creatively; 2. to communicate effectively both orally and in writing; 3. to read extensively and perceptively; 4. to explore moral and aesthetic values, social relationships, and critical thinking through the humanities; 5. to understand the importance of key social institutions, ethics and values, and how individuals influence events and function with others in these institutions throughout the world; 6. to appreciate creative and aesthetic expressions along with their impact on individuals and cultures; 7. to express, define, and logically explore questions about the world through mathematics; 8. to use computer technology to communicate and to solve problems; 3 http://www.tntech.edu/ugcat/html/general ed definition.asp
  • 12. 1.12 ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR e 9. to use acquired facts, concepts, and principles of the physical and natural sciences in applying the scientific process to natural phenomena; 10. to perceive the importance of wellness and values in human life; 11. to manifest a commitment to life long learning.'' Pemahaman atas Pendidikan di atas, secara sederhana dapat diartikan bahwa, pendidikan umum adalah pondasi dari segala sesuatu yang berkenaan dengan pendidikan dasar dan pengalaman di perguruan tinggi, meliputi: pengetahuan, keterampilan, perilaku, dan nilai-nilai yang didapatkan dari pelajaran komunikasi, matematika, ilmu pengetahuan sosial dan alam dan humanisme. Pendidikan umum tidak dibatasi oleh disiplin ilmu dan ia (pendidikan umum) menghormati pertalian antar ilmu pengetahuan. Pendidikan umum mengembangkan proses kognitif dalam cara berpikir (pengalasan) yang sangat diperlukan dalam proses belajar efektif dan mandiri. Pendidikan umum menyediakan kesempatan bagi mahasiswa untuk: 1. dapat berpikir logis, kritis, dan kreatif; 2. dapat berkomunikasi secara efektif baik oral maupun menulis; 3. dapat membaca secara ekstensif dan berprespektif; 4. dapat menelusuri nilai moral dan estetik, relasi sosial, dan berpikir kritis dalam hal kemanusiaan; 5. dapat mengerti pentingnya institusi sosial, etika, dan norma/nilai, dan bagaimana individu-individu mempengaruhi kejadian dan fungsi dalam institusi-institusi tersebut di dunia; 6. dapat menghargai ekspresi kreatif dan estetik dan • JUga pengaruhnya/implikasi pada individual dan budaya; 7. dapat mengekspresikan, mendefinisikan, dan menelusuri secara logis pertanyaan-pertanyaan tentang segala sesuatu dalam/melalui matematika; 8. dapat menggunakan teknologi komputer untuk berkomunikasi dan menyelesaikan masalah; 9. dapat mendapatkan fakta, konsep, dan prinsip-prinsip ilmu pengetahuan alam dan sosial, dalam menerapkan proses ilmiah dalam fenomena alam; 10. untuk dapat mengartikan pentingnya kesehatan dan nilai-nilai kehidupan • manus1a;
  • 13. e MKDU4109/MODUL 1 11. dapat memanifestasikan komitmen untuk belajar di kehidupannya. 1.13 • sepanJang Dengan kata lain, dengan mempelajari pendidikan umum, mahasiswa diajak untuk dapat berpikir lebih luas dan mampu mengkaji setiap permasalahan di dalam kehidupannya dengan lebih bijaksana tanpa harus dibatasi dari satu sudut pandang keilmuan saja. Sehingga Anda perlu untuk mengerti sedikit banyak tentang berbagai aspek keilmuan, baik sosial, budaya, teknologi, ilmu alam, dan lain sebagainya. Dengan begitu, Anda akan mampu untuk membawa pemahaman kritis dan kreatif Anda dengan lebih bijak terutama dalam melihat, memahami, menggali informasi/data, menganalisis dan membuat suatu usulan perbaikan untuk mengatasi masalah yang ada dengan tidak mengabaikan dampak atau akibatnya bagi kehidupan masyarakat dan lingkungan. Prinsipnya, jangan memperbaiki yang A, tetapi merusak yang B. Sejalan dengan urgensi pendidikan umum, Kama Abdul Hakam dalam tulisan yang disampaikan dalam penataran dosen ISBD se Indonesia, Batam 17-19 November 2006 mengatakan bahwa ''pendidikan umum'' merupakan pendidikan yang harus diberikan pada setiap orang untuk setiap level pembelajaran dengan memberikan makna-makna esensial agar nilai, sikap dan pemahaman serta keterampilan seseorang sebagai pribadi dan anggota masyarakat yang bertanggung jawab serta sebagai warga negara yang demokratis dapat berkembang. 4 Makna-makna esensial yang diberikan dalam pendidikan umum adalah: (Phenix, 1964) 5 1. makna symbolic, meliputi kemampuan memaknai simbol-simbol bahasa dan matematika, termasuk juga simbol-simbol dalam bahasa isyarat, makna simbol dalam upacara-upacara, tanda-tanda kebesaran dan lainnya; 2. makna empirics, artinya kemampuan untuk memaknai benda-benda (alam, hayati dan manusia) dengan mengembangkan kemampuan 4 Kama Abdul Hakam, ''ISBD dalam Perspektif Pendidikan Umum'', paper yang disajikan pada Pelatihan Nasional Dosen MBB-ISBD di Perguruan Tinggi, Batam, 17-19 November 2006. 5 Philip H.Phenix, ''Realems of Meanings. A Philosophy of the Curriculum for General Education '', New York: Mc.Graw-Hill Book Company 1964.
  • 14. 1.14 ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR e teoretik, konseptual, analitik, generalisasi berdasarkan fakta-fakta dan kenyataan yang dapat diamati; 3. makna esthetics, meliputi kemampuan memaknai seni termasuk keindahan dan kehalusan serta keunikannya. Kemampuan memaknai ini juga termasuk kemampuan memilih mana seni (baik karya seni, kesenian maupun kesusasteraan) yang indah, yang halus dan yang unik. 4. makna ethics, artinya kemampuan membedakan dan memaknai yang baik dan buruk. Dengan kata lain, kemampuan mengembangkan aspek moral, akhlak, perilaku yang luhur, tanggung jawab dan lainnya. 5. makna synoptic, artinya kemampuan berpikir untuk membedakan mana yang benar dan yang salah, juga kemampuan untuk berempati, simpati dan lainnya. 6. makna synoptic, artinya kemampuan untuk memaknai agama, filsafat hidup dan hal-hal yang bernuansa spiritual, serta kemampuan memaknai sejarah. Dengan terinternalisasinya keenam makna esensial tersebut di atas dalam diri tiap-tiap mahasiswa, maka perguruan tinggi dapat menghasilkan para lulusan yang tidak saja terpelajar dan profesional tetapi juga lulusan yang memiliki kepekaan yang tinggi dan kemampuan sosial budaya yang baik untuk dapat memberikan yang terbaik untuk masyarakat dan bangsanya. Sebagai suatu materi pendidikan, pendidikan umum tentunya dirancang dengan tujuan tertentu. Adapun tujuan pendidikan umum yang disampaikan oleh Higher Education Cooperation (dalam Chaster W. Harris, 1960) adalah:6 1. Mengembangkan pola tingkah laku seseorang untuk mengatur kehidupan pribadi dan bermasyarakat berdasarkan prinsip-prinsip etika yang sejalan dengan ide demokrasi. 2. Berpartisipasi secara aktif selaku warga negara yang terdidik dan bertanggung jawab dalam memecahkan masalah sosial ekonomi dan politik yang terjadi dalam masyarakat, negara dan bangsa. 3. Menyadari untuk saling ketergantungan sebagai bagian dari masyarakat dunia dan bertanggung jawab sebagai pribadi untuk menggalang pengertian dan perdamaian antarbangsa. 6 Idem, Kama Abdul Hakam
  • 15. e MKDU4109/MODUL 1 1.15 4. Memahami fenomena lingkungan alam di mana seseorang membiasakan berpikir ilmiah, baik dalam menghadapi masalah pribadi maupun masyarakat serta menghargai implikasi hasil penemuan ilmiah untuk kesejahteraan manusia. 5. Memahami ide-ide orang lain dan menyampaikan ide-ide sendiri secara efektif. 6. Menjaga emosi secara serasi dan memuaskan untuk keseimbangan dalam masyarakat. 7. Memelihara dan meningkatkan kesehatan sendiri dan bekerja sama secara aktif dan cerdas dalam memecahkan masalah-masalah kesehatan masyarakat. 8. Memahami dan menikmati kesusasteraan, seni lukis, musik dan hasil- hasil kebudayaan lainnya sebagai ekspresi pengalaman pribadi maupun masyarakat dan berperan serta dalam batas-batas tertentu dalam kegiatan kreatif. 9. Mencari dan mengenali ilmu pengetahuan serta sikap sebagai dasar kehidupan keluarga yang lebih berbahagia dan memuaskan. 10. Memilih pekerjaan yang lebih berguna secara sosial dan lebih memuaskan secara pribadi yang memungkinkan menyalurkannya dengan penuh minat sesuai dengan kemampuan. 11. Mencari dan menggunakan keterampilan serta terbiasa menggunakan pikiran yang kritis dan konstruktif. Selain itu, berbagai ahli seperti Raven (1977:156), Bell (1966: 112); dan Conant (1950: 74) telah menyebutkan bahwa salah satu tujuan pendidikan umum adalah untuk mengembangkan nilai-nilai dan keterampilan sosial. Nilai-nilai sosial sangat penting bagi Anda, karena berfungsi sebagai acuan bertingkah laku terhadap sesama, sehingga Anda dapat diterima di masyarakat (Raven, 1977: 162). Demikian pula keterampilan sosial mempunyai fungsi sebagai sarana untuk memperoleh hubungan yang baik dalam berinteraksi dengan orang lain (Cartledge and Milburn, 1992: 3). Selain hal itu, pengembangan nilai-nilai dan keterampilan sosial tersebut merupakan hal yang harus dicapai pendidikan umum, sebab anak didik merupakan makhluk sosial yang akan hidup di masyarakat (Bell, 1966: 54). Nilai-nilai sosial mempunyai manfaat yang strategis bagi pembangunan bangsa. Misalnya Newmann (1975:67) memberikan ilustrasi bahwa nilai-
  • 16. 1.16 ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR e nilai sosial memberikan pedoman bagi warga masyarakat untuk hidup berkasih sayang dengan sesama manusia, hidup harmonis, hidup disiplin, hidup berdemokrasi, dan hidup bertanggung jawab. Demikian pula, menurut Raven (1977: 227) bahwa tanpa nilai-nilai sosial suatu masyarakat dan negara tidak akan memperoleh kehidupan yang harmonis dan demokratis. Dengan demikian, nilai-nilai sosial tersebut mempunyai kedudukan yang sangat penting bagi masyarakat, bangsa dan negara. Kedudukan nilai-nilai sosial tercermin dalam sub nilai. Raven (1977: 221-227) memetakan nilai-nilai sosial terdiri atas beberapa sub nilai, yaitu: (1) loves (kasih sayang) yang terdiri atas pengabdian, tolong-menolong, kekeluargaan, kesetiaan, dan kepedulian; (2) responsibility (tanggung jawab) yang terdiri atas nilai rasa memiliki, disiplin, dan empati; dan (3) life harmony (keserasian hidup) yang terdiri atas nilai keadilan, toleransi, kerja sama, dan demokrasi. Dengan melihat sub nilai ini nampak jelas bahwa nilai- nilai sosial sangat penting. Menyinggung tentang pengembangan nilai-nilai dan keterampilan sosial, berikut akan kita lihat bagaimana pendidikan nilai memiliki peranan dalam pendidikan umum, dengan kata lain, bagaimana hakikat pendidikan nilai di dalam pendidikan umum. Jelaskan apa yang melatarbelakangi munculnya pendidikan umum dan mengapa pendidikan umum dianggap penting untuk diberikan kepada mahasiswa (peserta didik)! B. HAKIKAT PENDIDIKAN NILAI Seperti yang telah dipaparkan di atas, bahwa salah satu tujuan dari pendidikan umum adalah untuk mengembangkan nilai-nilai dan keterampilan sosial peserta didik untuk dapat hidup bersama dalam suatu masyarakat. Sehingga nilai-nilai yang mendukung keterampilan sosial individu harus ditanamkan sedemikian rupa di dalam pendidikan umum itu sendiri. Lalu bagaimana nilai-nilai itu harus ditanamkan dalam tiap diri individu peserta didik? Sepanjang hidupnya, seorang anggota masyarakat akan terus mengalami proses penanaman nilai-nilai. Mulai dari bayi, anak-anak, remaja, dewasa, maupun pada saat seseorang berada pada usia lanjut hingga akhir masa
  • 17. e MKDU4109/MODUL 1 1.17 hidupnya. Proses penanaman nilai-nilai yang terjadi pada diri seseorang itu disebut sosialisasi. Sosialisasi didefinisikan sebagai suatu proses penanaman nilai-nilai pada seorang individu agar ia dapat siap dan mampu untuk berperan dalam masyarakatnya dengan baik. Nilai-nilai yang ditanamkan tadi meliputi nilai-nilai bersikap, bertindak, berperilaku dan berperasaan yang sesuai dengan apa yang diharapkan masyarakat di mana ia hidup. Dengan demikian, ia diharapkan juga mampu untuk memiliki nilai-nilai sosial dan budaya yang dapat menjaga keserasian, kebersamaan dan keberlanjutan kehidupan sosial dan budayanya. Sosialisasi dijalankan oleh apa yang disebut agen sosialisasi, seperti keluarga, sekolah, kelompok pertemanan, media masa, dan lain-lain. Sosialisasi yang dijalankan di dalam institusi sekolah secara akademik dituangkan dalam bentuk pendidikan nilai. Pendidikan nilai mencakup kawasan budi pekerti, nilai, norma, dan moral. Budi pekerti adalah buah dari budi nurani. Budi nurani bersumber pada moral. Moral bersumber pada kesadaran hidup yang berpusat pada alam pikiran (BP-7,1993:25). Sesuai dengan kodratnya sebagai makhluk Tuhan yang bebas merdeka, di dalam diri manusia terdapat kemerdekaan untuk memilih nilai dan norma yang dijadikan pedoman berbuat, bertingkah laku dalam hidup bersama dengan manusia lain. Nilai adalah gagasan atau konsep yang dipandang penting dalam hidup (ada pada dunia ide), dan dipandang sebagai pedoman hidup (ada dalam dunia psycho-spiritual). Nilai juga berhubungan erat dengan kegiatan manusia dalam memberikan makna terhadap sesuatu dalam kehidupannya, seperti pemaknaan atas segala sesuatu yang dianggap baik atau tidak baik, berguna atau tidak berguna, penting atau tidak penting, dan benar atau tidak benar. Seperti juga yang dikemukakan oleh Frondizi (hal. 12; 2001) bahwa nilai memiliki polaritas dan hierarki. Polaritas berarti menampilkan diri dalam 2 aspek, yaitu positif dan negatif. Di lain pihak, hierarki tersusun secara bergradasi atau bertingkat dari nilai yang tertinggi (yaitu nilai yang paling diutamakan) sampai nilai yang terendah (yaitu nilai yang tidak diutamakan) dalam hidup seseorang atau sekelompok orang/masyarakat. Oleh karena itu, dengan ''pendidikan nilai'' seseorang diajak untuk menemukan nilai tertinggi yang menjadi pegangan dirinya.
  • 18. 1.18 ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR e Berikut ini adalah beberapa contoh peng-hirarki-an nilai. 7 1. Menurut Max Scheller: a. Nilai kenikmatan. b. Nilai kehidupan. c. Nilai kejiwaan. d. Nilai kerohanian. 2. Menurut Notonagoro: a. Nilai material. b. Nilai vital. c. Nilai kerohanian. Saya sendiri melihat nilai terhadap sesuatu dapat dihierarkikan atas nilai material yang memaknai sesuatu karena tingkat kenikmatan material, nilai kehidupan yang memaknai sesuatu karena pertimbangan pentingnya sesuatu dalam memenuhi standar kehidupan seseorang, dan nilai spiritual yang memaknai sesuatu atas keindahan, kebaikan dan kebenaran yang dinyawai oleh pandangan tentang moral dan religiusitas. Kemampuan seseorang dalam menentukan nilai mana yang paling penting dalam dirinya sangat berpengaruh pada pembentukan karakter dan keterampilan sosialnya untuk dapat berperan dalam kehidupan bersama di dalam masyarakat dan negara dimana ia berada. Seperti yang telah dikemukan bahwa pendidikan nilai harus dapat mengajak seorang peserta didik untuk dapat menemukan nilai tertinggi yang menjadi pegangan hidupnya. Manusia menganggap sesuatu bernilai, karena ia merasa memerlukannya atau menghargainya. Dengan akal dan budinya manusia menilai dunia dan alam sekitarnya untuk memperoleh kepuasan diri baik dalam arti memperoleh apa yang diperlukannya, apa yang menguntungkannya, atau apa yang menimbulkan kepuasan batinnya. Manusia sebagai subjek budaya, maka dengan cipta, rasa, karsa, iman, dan karyanya, menghasilkan di dalam masyarakat bentuk-bentuk budaya yang membuktikan keberadaan manusia dalam kebersamaan di mana semua bentuk budaya itu mengandung nilai. 7 dalam Karna Abdul Hakarn, ''ISBD dalarn Perspektif Pendidikan Urnurn'', paper yang disajikan pada Pelatihan Nasional Dosen MBB-ISBD di Perguruan Tinggi, Batarn, 17-19 November 2006.
  • 19. e MKDU4109/MODUL 1 1.19 Nilai yang menjadi pegangan hidup seseorang terdiri atas unsur etika, estetika dan moral. Etika adalah suatu nilai yang mengatur seseorang atau sekelompok orang dalam bertingkah-laku dan bertindak sosial. Secara etimologis, etika adalah ajaran tentang baik-buruk, yang diterima umum tentang sikap, perbuatan, kewajiban, dan sebagainya. Estetika adalah nilai yang menggambarkan keindahan. Kedua unsur itulah yang membawa seorang individu, sebagai makhluk sosial dan makhluk budaya, dapat hidup bersama dalam hubungan sosial yang berkualitas, bertanggung jawab dan memiliki kesadaran yang tinggi untuk dapat menghargai satu sama lain. Jelaskan apa yang dimaksud dengan pendidikan nilai! C. HAKIKAT PENDIDIKAN NILAI DALAM PENDIDIKAN UMUM Dengan mengacu pada penjelasan tentang pendidikan nilai di atas, saya berharap Anda sebagai mahasiswa tentunya dapat mengambil satu garis hubungan antara pendidikan nilai dengan pendidikan umum. Untuk lebih jelasnya, mari kita lihat kembali pemahaman tentang pendidikan umum dan pendidikan nilai di atas. Pada bagian terdahulu sudah dijelaskan bahwa Raven (1977:156), Bell (1966: 112); dan Conant (1950: 74) telah menyebutkan bahwa salah satu tujuan pendidikan umum adalah untuk mengembangkan nilai-nilai dan keterampilan sosial. Nilai-nilai sosial sangat penting bagi Anda, karena berfungsi sebagai acuan bertingkah laku terhadap sesama, sehingga Anda dapat diterima di masyarakat (Raven, 1977: 162). Bahkan banyak pakar pendidikan memaknai pendidikan umum sebagai pendidikan nilai (value education), sebagian lain menunjuk pendidikan umum sebagai pendidikan kepribadian (personality education), pendidikan karakter (character building), pendidikan kewarganegaraan, dan sebagainya. Pendidikan nilai itu sendiri mencakup kawasan budi pekerti, nilai, norma, dan moral. Dalam hal ini, nilai adalah gagasan atau konsep yang dipandang penting dalam hidup (ada pada dunia ide) dan dipandang sebagai pedoman hidup (ada dalam dunia psycho-spiritual). Nilai juga berhubungan erat dengan kegiatan manusia dalam memberikan makna terhadap sesuatu dalam kehidupannya, seperti pemaknaan atas segala sesuatu yang dianggap
  • 20. 1.20 ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR e baik atau tidak baik, berguna atau tidak berguna, penting atau tidak penting, dan benar atau tidak benar. Sehubungan dengan hal ini, kita dapat menarik kesimpulan bahwa pendidikan nilai merupakan isi dari pendidikan umum. Dengan memberikan pendidikan tentang nilai-nilai maka keberhasilan tingkat penyampaiannya berpengaruh terhadap tingkat pencapaian tujuan pendidikan umum. Dapat juga dikatakan bahwa pendidikan nilai merupakan bagian dari tujuan pendidikan umum. Sebutkan hakikat dari pendidikan umum dan pendidikan nilai, kemudian jelaskan juga bagaimana hakikat pendidikan nilai dalam pendidikan umum! -... +.~ . • Q " ---- ~ LATIHAN Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas, kerjakanlah latihan berikut! Carilah kasus tindakan kejahatan yang dilakukan oleh seseorang yang terpelajar (misalnya mahasiswa, dosen, guru, dokter, dan lain-lain) dari berbagai media massa cetak. Selanjutnya Anda diminta mencermati fenomena tersebut dengan menggunakan pemahaman Anda tentang pendidikan umum dan pendidikan nilai. Buatlah suatu esai singkat dari hasil diskusi kelompok Anda. Petunjuk Jawaban latihan Untuk mengerjakan latihan ini, Anda sebaiknya melakukan diskusi dengan beberapa teman setelah Anda dan teman Anda menemukan dan menyepakati 1 kasus yang diminta. Setelah itu berdasarkan tingkat pemahaman masing-masing, maka lakukanlah analisis terhadap kasus yang diperoleh. Kemudian hasil analisis masing-masing tersebut didiskusikan dalam kelompok dan kemudian buatlah kesimpulan dari hasil diskusi tersebut. Pada saat melakukan diskusi cobalah Anda dan teman-teman Anda mengembangkan rasa saling menghargai pendapat orang lain dan belajar untuk mengakomodir pendapat beberapa teman untuk kemudian hasil sintesisnya dituangkan dalam bentuk essay.
  • 21. e MKDU4109/MODUL 1 1.21 - . RANG KUMAN Pendidikan umum adalah pondasi dari segala sesuatu yang berkenaan dengan pendidikan dasar dan pengalaman di perguruan tinggi, yang meliputi pengetahuan, keterampilan, perilaku, dan nilai-nilai yang didapatkan dari pelajaran komunikasi, matematika, ilmu pengetahuan sosial dan alam serta humanisme. Pendidikan umum tidak dibatasi oleh disiplin ilmu dan ia (pendidikan umum) menghormati pertalian antar ilmu pengetahuan. Pendidikan umum mengembangkan proses kognitif dalam cara berpikir yang sangat diperlukan dalam proses belajar efektif dan mandiri. Pendidikan umum menyediakan kesempatan bagi mahasiswa untuk dapat 1) berpikir logis, kritis, dan kreatif; 2) berkomunikasi secara efektif baik oral maupun menulis; 3) dapat membaca secara ekstensif dan berprespekif; 4) menelusuri nilai moral dan estetik, relasi sosial, dan berpikir kritis dalam hal kemanusiaan; 4) mengerti pentingnya institusi sosial, etika, dan norma atau nilai, dan bagaimana individu2 mempengaruhi kejadian dan fungsi dalam institusi2 tersebut di dunia; 5) menghargai ekspresi kreatif dan estetik dan juga pengaruhnya atau implikasinya pada individual dan budaya; 6) mengekspresikan, mendefinisikan, dan menelusuri secara logis pertanyaan-pertanyaan tentang segala sesuatu dalam atau melalui matematika; 7) menggunakan teknologi komputer untuk berkomunikasi dan menyelesaikan masalah; 8) mendapatkan fakta, konsep, dan prinsip- prinsip ilmu pengetahuan alam dan sosial, dalam menerapkan proses ilmiah dalam fenomena alam; 9) mengartikan pentingnya kesehatan dan nilai-nilai kehidupan manusia; 10) memanifestasikan komitmen untuk belajar di sepanjang kehidupannya. Secara sederhana, para pakar memaknai pendidikan umum sebagai pendidikan nilai (value education), sebagian lain menunjuk pendidikan umum sebagai pendidikan kepribadian (personality education), pendidikan karakter (character building), pendidikan kewarganegaraan, dan sebagainya. Salah satu tujuan dari pendidikan umum adalah untuk mengembangkan nilai-nilai dan keterampilan sosial peserta didik agar dapat hidup bersama dalam suatu masyarakat. Dengan demikian nilai- nilai yang mendukung keterampilan sosial individu harus ditanamkan sedemikian rupa di dalam pendidikan umum itu sendiri melalui pendidikan nilai.
  • 22. 1.22 ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR e Pendidikan nilai mencakup kawasan budi pekerti, nilai, norma, dan moral. Budi pekerti adalah buah dari budi nurani. Budi nurani bersumber pada moral. Moral bersumber pada kesadaran hidup yang berpusat pada alam pikiran (BP-7,1993:25). Sesuai dengan kodratnya sebagai makhluk Tuhan yang bebas merdeka, di dalam diri manusia terdapat kemerdekaan untuk memilih nilai dan norma yang dijadikan pedoman berbuat, bertingkah laku dalam hidup bersama dengan manusia lain. Dengan demikian, pendidikan nilai merupakan bagian dari pendidikan umum. Hal ini dapat dilihat dari tujuan pendidikan nilai yang merupakan bagian dari tujuan pendidikan umum. TES FDRMATIF 1- - - - - - - - - - - - - - - - Pilihlah satu jawaban yang paling tepat! 1) Berikut ini adalah pengertian tentang pendidikan umum menurut Depdiknas RI, yaitu .... A. pendidikan yang mengutamakan perluasan pengetahuan dan peningkatan keterampilan peserta didik dengan pengkhususan yang diwujudkan pada tingkat-tingkat akhir masa pendidikan B. pendidikan yang mempersiapkan peserta didik untuk dapat bekerja dalam bidang tertentu C. pendidikan yang diarahkan terutama pada penguasaan ilmu pengetahuan D. pendidikan yang diarahkan terutama pada kesiapan penerapan keahlian yang lebih umum 2) Peng-hierarki-an nilai atas nilai material, nilai vital dan nilai kerohanian dikemukan oleh .... A. Notonagoro B. Max Scheller C. Hertati D. Frondizi 3) Berikut ini adalah unsur yang ada dalam suatu nilai menurut Frondizi, yaitu .... A. adanya polaritas dan hierarki B. adanya dualisme dan tingkatan C. adanya struktur dan jenis nilai D. adanya etika dan estetika
  • 23. e MKDU4109/ MODUL 1 1.23 4) Nilai yang menjadi pegangan hidup seseorang terdiri atas unsur etika dan estetika. Berikut ini adalah pengertian dari etika, yaitu .... A. etika adalah suatu nilai yang mengatur seseorang tentang kebenaran dan keindahan B. etika adalah nilai yang memberikan pedoman pada seseorang tentang kebenaran C. etika adalah nilai yang memberikan pedoman pada seseorang tentang keindahan D. etika adalah suatu nilai yang mengatur seseorang atau sekelompok orang dalam bertingkah-laku dan bertindak sosial 5) Pernyataan berikut ini adalah pernyataan yang paling tepat tentang pendidikan nilai, yaitu .... A. pendidikan nilai adalah sama dengan pendidikan umum B. pendidikan nilai tidak diberikan di perguruan tinggi C. pendidikan nilai adalah isi dan bagian dari pendidikan umum D. pendidikan nilai terdiri atas pendidikan karakter dan pendidikan kepribadian Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar. Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 1. Jumlah Jawaban yang Benar Tingkat penguasaan = - - - - - - - - - - - x 100% Jumlah Soal Arti tingkat penguasaan: 90 - 100% = baik sekali 80 - 89% = baik 70 - 79% = cukup < 70% = kurang Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar 2. Bagus! Jika masih di bawah 80%, Anda harus mengulangi materi Kegiatan Belajar 1, terutama bagian yang belum dikuasai.
  • 24. 1.24 ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR e KEGIATAN BELAJAR 2 Hakikat Pendidikan ISBD A. HAKIKAT ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR Sebelum kita masuk pada pembahasan tentang hakikat ISBD, ada baiknya bila Anda memahami terlebih dahulu tentang apa yang disebut ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan berbeda dengan pengetahuan. Ilmu pengetahuan (science) berarti suatu proses untuk menemukan kebenaran pengetahuan. Karena itu, ilmu pengetahuan harus mempunyai sifat ilmiah. Menurut Poedjawijatna, sifat ilmiah ilmu pengetahuan adalah objektif, sedapat mungkin universal, bermetodis dan bersistem. Ilmu pengetahuan dapat dikatakan objektif jika ada kesesuaian antara pengetahuan dan objeknya. Sedangkan pengetahuan (knowledge) adalah suatu wacana yang berhubungan dengan konsep tahu, yaitu pemahaman terhadap sesuatu yang bersifat urnum dan spontan tanpa perlu penyelidikan.8 Secara umum para ahli membagi ilmu pengetahuan atas ilmu pengetahuan alam, ilmu pengetahuan sosial dan ilmu pengetahuan budaya. Pengelompokan inilah yang mendasari pengembangan mata kuliah Ilmu Alamiah Dasar, Ilmu Sosial Dasar dan Ilmu Budaya Dasar. Latar belakang munculnya mata kuliah Ilmu Sosial Dasar dan Ilmu Budaya Dasar sekitar tahun 1970-an adalah karena adanya pemikiran untuk mendekatkan berbagai disiplin ilmu, sehingga dapat mendorong mahasiswa untuk melihat permasalahan dalam masyarakat secara interdisipliner. Kedua mata kuliah ini memiliki tingkat kompetensi yang sama, yaitu membentuk mahasiswa yang peka terhadap kondisi sosial dan budayanya, dan memiliki kearifan sosial dan kearifan budaya dalam menerapkan ilmunya di masyarakat. Akan tetapi, sayangnya kedua mata kuliah ini dihapuskan. Di sisi lain, kondisi di Indonesia semakin menunjukkan kekhawatiran banyak pihak, dimana banyak ilmuwan yang berperilaku asosial menjadi kriminal terdidik, bahkan banyak yang masuk penjara. Banyak pemimpin dan politisi yang 8 Effendi Wahyono, Modul 1: llmu Pengetahuan dan Manfaatnya dalam Modul Ilmu Sosial Dasar, Penerbit Universitas Terbuka Jakarta, ....... Hal. 5.
  • 25. e MKDU4109/MODUL 1 1.25 sadar atau tidak sadar berhianat kepada bangsa dan negara demi ambisi pribadinya. Sementara mata kuliah yang seharusnya diberikan untuk membangun nilai-nilai kearifan sosial dan budaya, sikap demokratis, kebersamaan serta kepekaan terhadap kondisi sosial budaya masyarakat seperti ISD dan IBD justru dihapuskan. Untuk itu, dengan semangat untuk memperbaiki kondisi dan membangun Indonesia yang lebih baik di tangan generasi penerus, seperti halnya mahasiswa, maka dikembangkanlah mata kuliah llmu Sosial dan Budaya Dasar. llmu Sosial dan Budaya Dasar ini dibangun dengan visi, misi dan tujuan dengan tingkatan kompetensi yang sama dengan mata kuliah ISD dan IBD, yaitu mendorong mahasiswa untuk memiliki kepekaan dan kearifan dalam memandang dan mengatasi permasalahan sosial dan budaya yang terjadi di masyarakat. llmu Sosial Budaya Dasar, yang lebih kita kenal dengan singkatan ISBD, adalah suatu ilmu yang memiliki kompetensi penguasaan pengetahuan tentang keragaman, kesederajatan, dan kemartabatan manusia sebagai individu dan makhluk sosial dalam kehidupan bermasyarakat, serta memahami dan menghormati estetika, etika dan nilai-nilai budaya yang menjadi pedoman bagi keteraturan dan kesejahteraan hidup dalam menata hidup kebersamaan dalam masyarakat. ISBD memiliki peranan yang penting dalam sistem pendidikan di Indonesia. Keberadaan mata kuliah ini di tingkat perguruan tinggi menjadi suatu ilmu dasar yang wajib dimiliki setiap mahasiswa karena keilmuannya yang diharapkan dapat menjadikan mahasiswa sebagai makhluk sosial dan budaya yang baik dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Untuk melihat kedudukan ISBD dalam tataran keilmuan yang ada, penting bagi kita untuk memahami visi, misi dan tujuan dari ISBD itu sendiri. Paparan tentang visi, misi dan tujuan mata kuliah ISBD baru akan kita bahas lebih kegiatan belajar 3 dari modul 1 ini. Akan tetapi, tidak ada salahnya jika sekarang kita menyinggung sedikit tentang visi, misi dan tujuan ISBD. Visi ISBD adalah membentuk mahasiswa sebagai manusia terpelajar yang kritis, peka dan arif dalam memahami keragaman dan kesederajatan manusia yang dilandasi nilai-nilai estetika, etika dan moral dalam kehidupan bermasyarakat. Sedangkan misi ISBD adalah memberikan landasan wawasan yang luas, serta menumbuhkan sikap kritis, peka dan arif pada mahasiswa
  • 26. 1.26 ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR e untuk memahami keragaman dan kesederajatan manusia dalam kehidupan bermasyarakat selaku individu dan makhluk sosial yang beradab serta bertanggung jawab terhadap sumber daya dan lingkungannya. Selanjutnya, Tujuan ISBD secara umum adalah: 1. mengembangkan kesadaran mahasiswa dalam menguasai pengetahuan tentang keanekaragaman dan kesederajatan manusia sebagai individu dan makhluk sosial dalam kehidupan bermasyarakat, 2. menumbuhkan sikap kritis, peka dan arif dalam memahami keragaman dan kesederajatan manusia dengan landasan nilai estetika, etika dan moral dalam kehidupan bermasyarakat, 3. memberikan landasan pengetahuan dan wawasan yang luas serta keyakinan kepada mahasiswa sebagai bekal bagi hidup bermasyarakat, selaku individu dan makhluk sosial yang beradab dalam mempraktikkan pengetahuan akademik dan keahliannya. Apakah ilmu pengetahuan dan pengetahuan berbeda? Bila iya, bagaimana letak perbedaannya, jelaskan! B. HAKIKAT ISBD DALAM PENDIDIKAN UMUM DI PERGURUAN TINGGI Setelah kita mengetahui apa visi, misi dan tujuan ISBD, kita dapat menarik kesimpulan bahwa ISBD sebagai suatu mata kuliah di perguruan tinggi yang mengupayakan pembentukan manusia yang memiliki sikap kritis, peka dan arif dalam melihat, memahami dan mengatasi berbagai masalah sosial budaya yang terjadi di dalam masyarakat. Sedangkan pendidikan umum adalah bagian dari program pendidikan yang diperlukan oleh semua siswa pada tingkat dasar untuk mengembangkan nilai-nilai, perilaku, pengertian, dan keterampilan umum bagi semua warga negara, sehingga mampu menjadi individu dan makhluk sosial yang memiliki estetika, etika dan tanggung jawab moral dalam keilmuan yang dimilikinya. Dengan kata lain ISBD memberikan sumbangan atas tercapainya tujuan pendidikan umum di perguruan tinggi. ISBD menjadi bagian dari pendidikan umum. Selain ISBD tentu saja terdapat mata kuliah-mata kuliah lain yang berperan dalam pencapaian tujuan pendidikan umum di perguruan tinggi,
  • 27. e MKDU4109/MODUL 1 1.27 misalnya mata kuliah agama, bahasa Indonesia, Pancasila dan kewarganegaraan, pendidikan lingkungan sosial, budaya, dan teknologi; olah raga, dan kuliah kerja nyata. Dengan berbagai mata kuliah yang berisikan pendidikan nilai seperti juga ISBD, maka institusi perguruan tinggi diharapkan mampu untuk menghasilkan manusia-manusia terdidik yang memiliki sikap kritis, peka dan arif dalam memandang, menghadapi dan mengatasi berbagai masalah sosial budaya yang terjadi dalam kehidupan masyarakat dan negaranya. Dengan demikian perguruan tinggi tidak saja menghasilkan manusia yang ahli, protesional dan pintar secara akademik, tetapi juga memiliki nilai-nilai, kepribadian dan karakter yang menjunjung tinggi keragaman, kesederajatan dan kemartabatan manusia sebagai individu dan makhluk sosial dalam kehidupan bermasyarakat serta memahami dan menghormati etika, estetika dan nilai-nilai budaya yang menjadi pedoman bagi keteraturan dan kesejahteraan hidup dalam menata hidup kebersamaan dalam masyarakat. Dengan tingkat kompetensi tersebut, maka ISBD menjadi penting dalam proses pendidikan di perguruan tinggi. Karena pada hakikatnya ISBD tidak hanya memberikan pengetahuan akan tetapi juga memberikan tekanan yang lebih besar pada pemahaman dan melatih kepekaan serta menumbuhkan kearifan dan keterampilan sosial budaya pada mahasiswa. Jelaskan apa yang dimaksud dengan ISBD! ~.. :::::: LATIHAN I > - _,;;;,,,,,. - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - ' -~ - ' ----~ Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas, kerjakanlah latihan berikut! 1. Anda dan kelompok Anda diminta untuk membuat diagram yang dapat menggambarkan bagaimana hakikat ISBD dalam pendidikan umum di perguruan tinggi. Jelaskan pemahaman yang ada dalam diagram yang telah Anda hasilkan dari hasil diskusi kelompok Anda! 2. Diskusikan bersama teman-teman Anda untuk melengkapi diagram yang Anda buat pada soal nomor 1 dengan memasukkan hakikat pendidikan nilai. Setelah itu, jelaskan bagaimana hakikat pendidikan nilai dan ISBD dalam pendidikan umum di perguruan tinggi!
  • 28. 1.28 ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR e Petitnjuk Jawaban latihan Untuk menjawab latihan nomor 1, Anda harus memahami dengan baik bagaimana hakikat ISBD dalam pendidikan umum di perguruan tinggi. Kemudi.an untuk menjawab latihan nomor 2, Anda harus melihat kembali pada Kegiatan Belajar 1 tentang hakikat pendidikan nilai. Setelah itu pahami dengan baik bagaimana hubungan antara pendidikan nilai dengan ISBD, serta bagaimana hubungan tersebut (antara pendidikan nilai dan ISBD) ada dalam kerangka pendidikan umum di perguruan tinggi. - RANG KUMAN Ilmu dengan kata lain, ilmu pengetahuan, berbeda dengan pengetahuan. Ilmu pengetahuan (science) berarti suatu proses untuk menemukan kebenaran pengetahuan. Karena itu, ilmu pengetahuan harus mempunyai sifat ilmiah. Menurut Poedjawijatna, sifat ilmiah ilmu pengetahuan adalah objektif, sedapat mungkin universal, bermetodis dan bersistem. Ilmu pengetahuan dapat dikatakan objektif jika ada kesesuaian antara pengetahuan dan objeknya. Sedangkan pengetahuan (knowledge) adalah suatu wacana yang berhubungan dengan konsep tahu, yaitu pemahaman terhadap sesuatu yang bersifat umum dan spontan tanpa perlu penyelidikan. 9 Secara umum para ahli membagi ilmu pengetahuan atas ilmu pengetahuan alam, ilmu pengetahuan sosial dan ilmu pengetahuan budaya. Pengelompokan inilah yang mendasari pengembangan mata kuliah Ilmu Alamiah Dasar, Ilmu Sosial Dasar dan Ilmu Budaya Dasar. Setelah mata kuliah Ilmu Sosial Dasar dan Ilmu Budaya Dasar dihapus dari daftar mata kuliah di perguruan tinggi, banyak pihak yang mengusahakan agar kedua mata kuliah tersebut diberlakukan kembali. Hal ini karena pentingnya keberadaan mata kuliah ISD dan IBD dalam menanamkan nilai-nilai kepekaan dan kearifan sosial budaya kepada mahasiswa. Untuk itu Dikti kembali memberlakukan mata kuliah ISBD sebagai gabungan dari mata kuliah ISD dan IBD dengan tingkat kompetensi yang lebih baik, yaitu kemampuan dalam menguasai tentang keragaman, kesederajatan dan kemartabatan manusia sebagai individu 9 Effendi Wahyono, Modul 1: llmu Pengetahuan dan Manfaatnya dalam Modul Ilmu Sosial Dasar, Penerbit Universitas Terbuka Jakarta, ....... Hal. 5.
  • 29. e MKDU4109/MODUL 1 1.29 dan makhluk sosial dalam kehidupan bermasyarakat; serta memahami dan menghormati etika, estetika dan nilai-nilai budaya yang menjadi pedoman bagi keteraturan dan kesejahteraan hidup dalam menata hidup kebersamaan dalam masyarakat. Dengan tingkat kompetensi tersebut, ISBD memiliki tujuan untuk mengembangkan kesadaran mahasiswa dalam menguasai pengetahuan tentang keanekaragaman dan kesederajatan manusia sebagai individu dan makhluk sosial dalam kehidupan bermasyarakat; menumbuhkan sikap kritis, peka dan arif dalam memahami keragaman dan kesederajatan manusia dengan landasan nilai estetika, etika dan moral dalam kehidupan bermasyarakat, dan memberikan landasan pengetahuan dan wawasan yang luas serta keyakinan kepada mahasiswa sebagai bekal bagi hidup bermasyarakat, selaku individu dan makhluk sosial yang beradab dalam mempraktikkan pengetahuan akademik dan keahliannya. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa pada hakikatnya ISBD merupakan bagian dari pendidikan umum di perguruan tinggi. Oleh karena tujuan ISBD yang berusaha untuk memberikan dan menanamkan nilai-nilai kepada mahasiswa sebagai bekal hidup bermasyarakat, selaku individu dan makhluk sosial yang beradab dalam mempraktikkan pengetahuan akademik dan keahliannya, maka pendidikan nilai juga merupakan bagian dari isi ISBD. TES FDRMATIF 2 Pilihlah satu jawaban yang paling tepat! 1) Pengetahuan dan ilmu pengetahuan berbeda, dimana bila ilmu pengetahuan adalah suatu proses untuk menemukan kebenaran maka pengetahuan adalah .... A. suatu wacana yang berhubungan dengan konsep tahu, yaitu pemahaman terhadap sesuatu yang bersifat umum dan spontan tanpa perlu penyelidikan B. suatu wacana yang berhubungan dengan konsep ketidaktahuan C. bersifat objektif, sedapat mungkin universal, bermetodis dan bersistem D. bersifat objektif tanpa perlu bermetodis dan bersistem
  • 30. 1.30 ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR e 2) Ilmu Sosial Dasar dan Ilmu Budaya Dasar memiliki tingkat kompetensi yang relatif sama dalam pendidikan di perguruan tinggi, yaitu .... A. membentuk mahasiswa yang peka terhadap kondisi sosial dan budayanya serta mampu memiliki kearifan sosial dan kearifan budaya dalam menerapkan ilmunya di masyarakat B. membentuk mahasiswa yang mampu menghadapi permasalahan sosial dan budaya di dalam masyarakatnya C. membentuk mahasiswa yang berwatak sosial dan mengetahui budayanya D. membentuk mahasiswa yang memahami konsep-konsep sosial dan budaya dasar 3) ISBD menjadi penting dalam proses pendidikan di perguruan tinggi dikarenakan .... A. ISBD memberikan pengetahuan tentang konsep-konsep sosial dan budaya B. ISBD diberikan di semua perguruan tinggi C. ISBD diberikan oleh dosen-dosen yang ahli di dalam keilmuan sosial dan budaya. D. salah satu tujuan ISBD adalah berusaha membentuk individu dan makhluk sosial yang beradab dalam mempraktikkan pengetahuan akademik dan keahliannya 4) Pada dasamya pendidikan nilai merupakan bagian dari isi ISBD, hal ini dapat dilihat dari .... A. ISBD sejajar dengan mata kuliah kewarganegaraan B. ISBD menanamkan sikap kritis C. ISBD menanamkan pemahaman tentang keragaman dan kesederajatan manusia dengan landasan nilai estetika, etika dan moral dalam kehidupan bermasyarakat D. ISBD melatih mahasiswa untuk memiliki kepekaan terhadap masalah sosial dan budaya dalam masyarakatnya
  • 31. e MKDU4109/MODUL 1 1.31 5) Diagram berikut ini yang dapat menunjukkan hubungan antara pendidikan nilai, ISBD dan pendidikan umum di perguruan tinggi (ket: A: pendidikan umum, B: pendidikan nilai, dan C: ISBD) adalah .... A. A B c ·' B. A c. ·' C. c D. B . c Cocokkanlahjawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yang terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar. Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 2. Jumlah Jawaban yang Benar Tingkat penguasaan = x 100% Jumlah Soal Arti tingkat penguasaan: 90 - 100% = baik sekali 80 - 89% = baik 70 - 79% = cukup < 70% = kurang
  • 32. 1.32 ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR e Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar 3. Bagus! Jika masih di bawah 80o/o, Anda harus mengulangi materi Kegiatan Belajar 2, terutama bagian yang belum dikuasai.
  • 33. e MKDU4109/MODUL 1 1.33 KEGIATAN BELA.JAR 3 Pengertian dan Arah Pengembangan MBB-ISBD A. PENGERTIAN MBB-ISBD Berikut ini, Anda akan diajak untuk memahami pengertian tentang mata kuliah Berkehidupan Bermasyarakat-llmu Sosial Budaya Dasar (MBB- ISBD). Kita telah membahas sekilas tentang hakikat Ilmu Sosial Budaya Dasar dalam Pendidikan Umum. Pemahaman Anda tentang Ilmu Sosial Budaya Dasar tentunya menjadi dasar yang baik untuk dapat selanjutnya memahami bagaimana pemahaman tentang Ilmu Sosial Budaya Dasar dalam mata kuliah Berkehidupan Bermasyarakat. Mari kita lihat kembali apa yang telah kita bahas dalam Kegiatan Belajar 2. Secara singkat dalam Kegiatan Belajar 2, dikatakan bahwa, sebagai suatu mata kuliah, ISBD memiliki tingkat kompetensinya sendiri. Tingkat kompetensi suatu mata kuliah adalah suatu tingkatan pembelajaran yang harus dicapai oleh mata kuliah tersebut. Adapun untuk mata kuliah ISBD, tingkat kompetensi yang diharapkan adalah sebagai berikut: 1. Menguasai pengetahuan tentang keanekaragaman, kesederajatan dan kebermartabatan manusia sebagai individu dan makhluk sosial dalam berkehidupan bermasyarakat. 2. Memahami dan menghormati estetika, etika dan nilai-nilai budaya yang menjadi pedoman bagi keteraturan dan kesejahteraan hidup dalam menata hidup kebersamaan dalam masyarakat. Dengan tingkat kompetensi tadi, maka materi pembelajaran mata kuliah ISBD sebagian besar merupakan materi yang berisikan tentang pengetahuan, pemahaman dan latihan-latihan tentang nilai-nilai berkehidupan bermasyarakat. Sebagai makhluk sosial, tentunya mahasiswa akan dihadapkan pada berbagai permasalahan yang muncul sebagai implikasi dari interaksinya dengan orang lain, dengan institusi dan masyarakat berkebudayaan yang lain. Akan tetapi ketidakmampuan manusia untuk hidup sendiri menuntut manusia untuk mampu hidup secara bersama-sama dalam
  • 34. 1.34 ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR e suatu kelompok (masyarakat). Di sisi lain, sebagai makhluk budaya, manusia harus mampu mengembangkan budaya bersama yang diakui, dapat diterima, dan mampu mengatur tiap-tiap unsur anggota masyarakat dalam ikatan kebersamaan. Untuk itu, agar dapat hidup dalam suatu masyarakat, manusia (sebagai makhluk sosial dan makhluk budaya) tentunya harus mampu mengembangkan nilai-nilai yang diharapkan oleh anggota masyarakat yang lain. Dalam masyarakat yang heterogen, seperti Indonesia, tentunya sikap individualistis dan diskriminatif bukanlah nilai-nilai berkehidupan yang diharapkan. Untuk itu, perlu dikembangkan nilai-nilai yang mampu mendukung sikap, perilaku dan pandangan hidup yang dapat menyelaraskan kehidupan masyarakat dengan segala keragamannya, seperti keanekaragaman, kesederajatan dan kemartabatan setiap manusia sebagai individu dan makhluk sosial. Dengan demikian, individu-individu manusia yang hidup bersama dalam suatu ikatan kemasyarakatan dapat hidup bersama dengan saling menghargai dan menghormati segala perbedaan yang ada. Nilai-nilai berkehidupan bersama seperti ini adalah nilai-nilai yang juga menjadi bagian dari isi mata kuliah ISBD. Untuk itulah maka ISBD sering juga disebut sebagai MBB-ISBD, yaitu Mata kuliah Berkehidupan Bermasyarakat-Ilmu Sosial Budaya Dasar. Dengan Mata kuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) ini mahasiswa diharapkan dapat mengembangkan potensinya sebagai manusia Indonesia yang: 1. peka, berwawasan, berdaya nalar tentang lingkungan sosial dan alamnya; 2. sadar dan memahami hakikat hidup bersama sebagai anggota masyarakat yang bertanggung jawab terhadap lingkungan (lingkungan sosial maupun lingkungan alamnya); 3. berkemampuan adaptasi secara aktif, membina hubungan dengan lingkungan, baik sosial maupun alam, secara berkelanjutan. Hal tersebut sesuai dengan visi dan misi MBB, seperti yang tercantum dalam Keputusan Dirjen Dikti Depdiknas RI No. 38 Tahun 2002 Pasal 1. Mata kuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) memiliki visi untuk ''membentuk mahasiswa yang memiliki landasan pengetahuan, wawasan, dan keyakinan sebagai bekal hidup bermasyarakat selaku individu dan makhluk sosial yang beradab serta bertanggung jawab terhadap sumber daya alam dan lingkungannya''.
  • 35. e MKDU4109/MODUL 1 1.35 Selanjutnya dalam Pasal 2 dikatakan bahwa misi mata kuliah MBB adalah ''Memberikan dasar-dasar nilai estetika, etika dan moral pada mahasiswa serta memberikan panduan bagi penyelenggaraan pendidikan dalam mengantar mahasiswa untuk mengembangkan pemahaman serta penguasaannya tentang keanekaragaman, kesetaraan dan martabat manusia sebagai individu dan makhluk sosial di dalam kehidupan bermasyarakat dengan berpedoman pada nilai budaya melalui pranata pendidikan, serta tanggung jawab manusia terhadap sumber daya alam dan lingkungannya dalam kehidupan bermasyarakat baik nasional maupun global yang mengarah pada tindak kekaryaan seseorang sesuai dengan kompetensi keahliannya''. Dengan demikian jelas bahwa MBB-ISBD merupakan mata kuliah dasar yang menjadi landasan penting bagi mahasiswa di perguruan tinggi untuk kehidupannya kelak sebagai manusia Indonesia yang terdidik, profesional dan memiliki keahlian serta bertanggung jawab dan memiliki nilai-nilai dan moral yang luhur. Jelaskan apa yang menjadi tujuan dari Mata kuliah Berkehidupan Bermasyarakat, serta bagaimana keterkaitan Mata kuliah Berkehidupan Bermasyarakat dengan ISBD sehingga menjadi Mata kuliah MBB-ISBD! B. VISI, MISI, DAN TUJUAN ISBD Setelah Anda memahami pengertian tentang MBB-ISBD, maka sejalan dengan pemahaman tentang Mata kuliah Berkehidupan Bermasyarakat-Ilmu Sosial Budaya Dasar (MBB-ISBD) tersebut, ISBD sendiri memiliki visi dan misinya yang selaras dengan misi dan visi MBB. Berikut akan dijelaskan visi dan misi ISBD 1. Visi dan Misi ISBD Visi mata kuliah ISBD adalah: ''Membentuk mahasiswa selaku individu dan makhluk sosial yang beradab, memiliki landasan pengetahuan, wawasan, serta keyakinan untuk bersikap kritis, peka, dan arif dalam menghadapi persoalan sosial dan budaya yang berkembang di masyarakat''.
  • 36. 1.36 ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR e Sedangkan misi mata kuliah ISBD adalah: a. memberikan pengetahuan dan wawasan tentang keragaman, kesetaraan dan martabat manusia sebagai individu dan makhluk sosial dalam kehidupan masyarakat; b. memberikan dasar-dasar nilai estetika, etika, moral, hukum dan budaya sebagai landasan untuk menghormati dan menghargai antara sesama manusia sehingga akan terwujud masyarakat yang tertib, teratur dan sejahtera; c. memberikan dasar-dasar untuk memahami masalah sosial dan budaya serta mampu bersikap kritis, analitis dan responsif untuk memecahkan masalah tersebut secara arif di masyarakat. 2. Tujuan ISBD Berdasarkan visi misinya tersebut, maka mata kuliah ISBD, secara umum memiliki tujuan untuk: a. mengembangkan kesadaran mahasiswa dalam menguasai pengetahuan tentang keanekaragaman dan kesederajatan manusia sebagai individu dan makhluk sosial dalam kehidupan bermasyarakat; b. menumbuhkan sikap kritis, peka dan arif pada mahasiswa dalam memahami dan memecahkan masalah sosial-budaya dengan landasan nilai estetika, etika, moral dan hukum dalam kehidupan bermasyarakat; c. memberikan landasan pengetahuan dan wawasan yang luas serta keyakinan kepada mahasiswa sebagai bekal hidup bermasyarakat, selaku individu dan makhluk sosial yang beradab dalam mempraktikkan pengetahuan akademis dan keahliannya. Sementara, dari sumber yang berbeda, menurut Prof. Abdulkadir Muhammad, SH, secara umum tujuan ISBD adalah mengembangkan kepribadian manusia sebagai makhluk sosial (zoo politicon) dan sebagai makhluk budaya (homo humanus), sehingga mampu menanggapi secara kritis dan berwawasan luas masalah sosial budaya dan masalah lingkungan sosial budaya, serta mampu menyelesaikan secara halus, arif dan manusiawi masalah-masalah tersebut. 10 10 Prof. Abdulkadir Muhammad, S.H., Ilmu Sosial Budaya Dasar, Bandung: Citra Aditya Bakti, 2005 ., hal. 4.
  • 37. e MKDU4109/MODUL 1 1.37 Secara rinci dijelaskan pula bahwa di dalam tujuan umum ISBD tersebut di atas terkandung 3 (tiga) rumusan utama, yaitu: a. pengembangan kepribadian manusia sebagai makhluk sosial dan makhluk budaya; b. kemampuan menanggapi secara kritis dan berwawasan luas masalah sosial budaya dan masalah lingkungan sosial budaya; c. kemampuan menyelesaikan secara halus, arif dan manusiawi masalah- masalah tersebut. Konsep-konsep dasar yang terdapat pada ketiga rumusan utama dari tujuan utama ISBD antara lain adalah: 11 a. manusia sebagai makhluk sosial; b. manusia sebagai makhluk budaya; c. tanggapan kritis; d. wawasan luas; e. masalah sosial budaya; f. masalah lingkungan sosial budaya. Pengertian atas konsep manusia sebagai makhluk sosial diartikan bahwa manusia sebagai individu tidak mampu hidup sendiri dan tidak juga dapat berkembang sempuma tanpa hidup bersama dengan manusia lainnya. Sedangkan manusia sebagai makhluk budaya diartikan sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempuma, karena sejak lahir sudah dibekali dengan unsur akal, rasa, dan karsa yang membedakannya dengan hewan. Dengan ketiga unsur lahiriah itu (akal, rasa dan karsa) manusia akan dapat membentuk budaya yang menjadi pedoman dan nilai-nilai hidupnya sebagai basil dari interaksinya dengan manusia lain dengan mempertimbangkan mana yang benar dan mana yang salah, rnana yang baik dan rnana yang buruk, mana yang berguna dan rnana yang merugikan. Dengan akal, rasa dan karsanya, manusia dituntut pula untuk dapat berpikir secara kritis dan mernberi tanggapan atas pemikirannya tersebut. Tanggapan kritis sebagai hasil dari pemikiran yang kritis adalah reaksi akal atau daya tangkap berdasarkan nalar yang tinggi terhadap sesuatu yang dilihat atau didengar dari suatu kejadian tertentu. Dalam konteksnya dengan 11 Prof. Abdulkadir Muhammad, SH., idem.
  • 38. 1.38 ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR e sosial budaya, tanggapan kritis merupakan kemampuan memahami suatu masalah secara objektif, tepat sasaran dan mampu melihat suatu fakta yang tertutupi dengan fakta lain yang terjadi dalam masyarakat, sehingga tidak terjadi kesalahan dalam pengambilan langkah-langkah penanganan dan mampu menghindari konflik serta dapat mengatasi permasalahan dengan arif dan manusiawi. Untuk dapat memberikan tanggapan yang kritis atas suatu permasalahan, seorang individu tentunya harus didukung dengan wawasannya yang luas. Wawasan luas adalah kemampuan memandang jauh ke depan berdasarkan pemikiran yang dalam dan mendasar serta mempertimbangkan keterkaitan dan dampaknya secara lebih luas. Apa yang harus ditanggapi dengan kritis dan berwawasan luas? Dalam konteks ISBD, yang perlu ditanggapi dengan kritis dan berwawasan luas adalah masalah sosial budaya dan masalah lingkungan sosial budaya. Apa itu masalah sosial budaya? Lalu apa pula yang dimaksud masalah lingkungan sosial budaya? Masalah sosial budaya adalah peristiwa yang timbul akibat interaksi sosial dalam kelompok masyarakat dalam usaha memenuhi suatu kepentingan hidup, yang dianggap merugikan salah satu pihak atau masyarakat secara keseluruhan. Masalah tersebut bersumber pada ''perbedaan sosial budaya'' yang dianggap merugikan kepentingan pihak lain, sehingga dapat memicu terjadinya konflik. Contoh masalah sosial budaya adalah konflik antara pengusaha dengan buruh, konflik antar suku bangsa dan lain- lain. Sedangkan masalah lingkungan sosial budaya adalah peristiwa atau kejadian yang timbul akibat perbuatan tidak manusiawi yang merugikan warga lingkungan sosial budaya. Lingkungan sosial budaya adalah kelompok sosial budaya yang hidup dalam batas-batas tertentu dan ditata berdasarkan norma sosial budaya, seperti keluarga, desa, marga, kota, lembaga swadaya masyarakat, dan kelompok profesi. Contoh masalah lingkungan sosial budaya dapat dipahami melalui konflik warga lingkungan sosial budaya berupa pembunuhan dukun santet pada era pasca Orde Baru.12 12 Untuk lebih jelasnya, baca juga : Prof. Abdulkadir Muhammad, S.H., Ilmu Sosial Budaya Dasar, Bandung: PT.Citra Aditya Bakti, 2005, hal. 5-6.
  • 39. e MKDU4109/MODUL 1 1.39 Jelaskan bagaimana keterkaitan antara tujuan ISBD dengan visi dan misi ISBD! C. RUANG LINGKUP PEMBAHASAN ISBD Ruang lingkup pembahasan ISBD terdiri dari beberapa pokok bahasan. Dalam ketentuan yang ditetapkan oleh Dikti, setidaknya ISBD terdiri atas pokok bahasan sebagai berikut. 1. Pendahuluan (Pengantar ISBD). 2. Manusia sebagai Makhluk Budaya. 3. Manusia dan Peradaban. 4. Manusia sebagai Individu dan Makhluk Sosial. 5. Multikultural dan Kesederajatan. 6. Manusia, Moralitas dan Hukum. 7. Manusia, Sains dan Teknologi. 8. Manusia dan Lingkungan. Akan tetapi dalam Modul ISBD ini, Anda juga akan diberikan 1 pokok bahasan tambahan yang menjadi penutup dari keseluruhan isi modul yang juga akan membawa Anda pada suatu pandangan yang lebih jauh ke depan untuk memahami pentingnya Anda mempelajari, memahami dan menginternalisasikan nilai-nilai dalam mata kuliah ISBD ini dalam kehidupan Anda kelak, baik sebagai warga negara maupun warga dunia. Paparan atas pokok-pokok bahasan ISBD di atas, akan dijelaskan lebih detail dan jelas di dalam Modul 2, 3 dan seterusnya. Pada Modul 1 ini Anda telah dengan baik memahami Pengantar ISBD, di mana Anda telah mampu memahami bagaimana latar belakang keberadaan ISBD sebagai satu mata kuliah di perguruan tinggi, dan bagaimana pengertian atas hakikat ISBD dalam kaitannya dengan pendidikan umum, pendidikan nilai dan mata kuliah MBB (Mata kuliah Berkehidupan Bersama). Selain itu juga, Anda telah dijelaskan tentang bagaimana pengembangan ISBD. Pengembangan ISBD, dalam hal, mencakup pembahasan tentang metode pembelajaran dan sistem evaluasi yang diterapkan dalam ISBD. Maka pada Modul 2 dan seterusnya, Anda akan mulai masuk pada pokok bahasan ISBD yang merupakan bagian dari ruang lingkup ISBD. Pada Modul
  • 40. 1.40 ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR e 2 Anda akan diajak untuk dapat memahami bahwa Anda, sebagai manusia, adalah juga merupakan makhluk budaya. Paparan tentang manusia sebagai makhluk budaya akan memberikan suatu gambaran tentang bagaimana manusia dalam keberadaan budaya itu sendiri. Sehingga Anda sebagai makhluk budaya akan memiliki nilai-nilai dan sikap kritis, serta memiliki kepekaan dan kearifan dalam menangani permasalahan budaya di dalam kehidupan Anda. Modul 3 akan secara detail menjelaskan bagaimana keterkaitan antara manusia dan beradaban. Apa pengertian peradaban dan bagaimana kaitannya dengan manusia sebagai makhluk budaya yang beradab akan dijelaskan dengan baik pada Modul 3. Karena pembahasan yang ada dalam Modul 3 akan berkaitan erat dengan Modul 2, maka sebaiknya Anda memahami dengan baik paparan yang ada dalam Modul 2. Bila pada Modul 2 Anda diberikan gambaran yang jelas tentang manusia sebagai makhluk budaya, maka pada Modul 4 Anda akan diajak untuk memahami tentang manusia sebagai makhluk sosial. Sebagai makhluk sosial manusia dihadapkan pada realita kehidupan sosial, sehingga Anda akan memiliki kemampuan untuk memahami bagaimana hakikat masyarakat dan makna manusia sebagai makhluk sosial. Selanjutnya, pada Modul 5 Anda akan memperoleh pemahaman tentang multikultural dan kesederajatan. Bagaimana masyarakat terdiri atas berbagai macam suku bangsa, ras, agama dan keyakinan, ideologi dan kelas sosial serta unsur keragaman lainnya. Bagaimana keragaman tersebut mempengaruhi kondisi dan permasalahan multikultural dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara, serta bagaimana masyarakat membangun kesederajatan dalam kondisi masyarakat yang multikultural. Pada Modul 6, Anda akan dijelaskan tentang moralitas dan hukum. Bagaimana pengertian tentang nilai moral, apa yang membentuknya, bagaimana proses terbentuknya nilai moral tersebut, dan bagaimana kebudayaan dan peradaban menjadi nilai dalam masyarakat. Bagaimana kaitan nilai moral dengan hukum, bagaimana dialektika dan pelaksanaan keduanya dalam kehidupan masyarakat dan negara. Bagaimana manusia sebagai makhluk sosial dan budaya mampu menjalankan dirinya sebagai masyarakat bermoral dan menaati hukum sehingga terwujud keadilan, ketertiban dan kesejahteraan bersama.
  • 41. e MKDU4109/MODUL 1 1.41 Modul 7 akan dengan jelas memperlihatkan bagaimana manusia dalam kaitannya dengan keberadaan dan perkembangan sains dan teknologi. Bagaimana manusia berperan dalam penciptaan, pengembangan dan pemanfaatan iptek dalam kehidupan dan kesejahteraan manusia. Bagaimana dampak positif dan negatif yang dapat ditimbulkan dari penciptaan, pengembangan dan pemanfaatan iptek tersebut bagi keberlangsungan peradaban manusia. Selanjutnya, dalam Modul 8 akan dibahas lebih detail tentang manusia dan lingkungan, baik lingkungan alam maupun lingkungan sosial budaya. Bagaimana manusia mempengaruhi secara timbal balik, baik positif maupun negatif, dengan lingkungannya. Di samping itu juga akan dijelaskan bagaimana dampaknya bagi kelangsungan dan kesejahteraan hidup manusia. Di akhir modul ISBD ini, yaitu pada Modul 9 akan digambarkan pada Anda secara utuh bagaimana manusia sebagai makhluk sosial dan budaya akan dihadapkan pada perubahan yang besar akibat globalisasi yang terjadi di segala segi kehidupan manusia. Bagaimana ISBD dihadapkan pada satu tantangan utama, yaitu menjadi suatu sarana bagi pendidikan tinggi untuk membentuk manusia-manusia berpendidikan yang memiliki keahlian dan kearifan dalam menghadapi kondisi di masa yang akan datang dengan segala permasalahannya. Sehingga Modul 9 ini akan menjadi penutup dari keseluruhan pokok bahasan ISBD yang menjadi lingkup pembahasan ISBD. Sebutkan pokok-pokok bahasan yang termasuk dalam ruang lingkup ISBD! D. METODE PEMBELAJARAN ISBD Berdasarkan penjelasan pada Kegiatan Belajar 1 dan Kegiatan Belajar 2, maka dapat disimpulkan bahwa Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat- Ilmu Sosial Budaya Dasar (MBB-ISBD) pada dasarnya adalah sebuah studi tentang fenomena sosial dan budaya yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat. Dengan demikian, perlu Anda ingat kembali, bahwa mata kuliah ini bukan merupakan ilmu yang membahas tentang teori-teori sosial dan budaya. Oleh karena ISBD lebih bersifat pembahasan tentang fenomena sosial budaya, maka metode pembelajarannya ditujukan untuk melatih
  • 42. 1.42 ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR e kemampuan akan kepekaan, kritis dan kearifan dalam menangani dan menanggapi segala fenomena sosial budaya yang terjadi di dalam masyarakat. Metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk tujuan tersebut adalah dengan menerapkan pendekatan student centre learning dengan metode problem based learning. Teknik pembelajaran dengan metode problem based learning dapat dilakukan dengan teknik yang paling sederhana sampai pada teknik yang agak kompleks. Teknik yang sederhana, misalnya, Anda akan diberikan suatu kasus (problem) sosial budaya yang terjadi dalam masyarakat. Selanjutnya Anda diharapkan untuk dapat berdiskusi untuk membahas permasalahan sosial budaya tadi sesuai dengan teori-teori yang telah Anda kuasai. Mulai dengan menemukan akar permasalahannya, bagaimana permasalahan itu terjadi (proses berlangsungnya), hingga sampai pada solusi apa yang dapat Anda ditawarkan untuk menyelesaikan masalah tersebut. Anda, sebagai mahasiswa, juga diminta untuk berdiskusi dengan teman-teman Anda, baik dari disiplin ilmu yang sama maupun berbeda, untuk dapat mendekati masalah tersebut secara lebih arif dan tidak subjektif Di lain sisi, teknik yang agak kompleks, misalnya adalah riset sosial. Pengajar akan meminta Anda, selaku mahasiswa, untuk melakukan riset sosial. Dengan teknik ini, mahasiswa dilatih untuk memiliki keterampilan sosial dengan membangun kepekaan terhadap permasalahan sosial budaya yang terjadi di dalam masyarakat. Sikap kritis Anda akan terlatih pada proses merencanakan langkah-langkah penelitian, pertanyaan-pertanyaan yang mahasiswa ajukan dalam proses pengumpulan data, dan cara Anda melakukan observasi. Selanjutnya kemampuan kritis Anda dapat dilihat dari bagaimana Anda melakukan analisis atas semua data otentik yang Anda peroleh. Dalam setiap teknik yang diterapkan kepada mahasiswa ISBD, Anda, sebagai mahasiswa, diharuskan untuk menghasilkan suatu detail rekomendasi dan solusi yang dapat diterapkan untuk menghadapi dan menangani masalah sosial budaya yang menjadi problem based-nya. Anda dituntut untuk memiliki kearifan dalam melihat permasalahan dan rumusan detail rekomendasi dan solusi yang Anda ajukan.. Anda juga dituntut untuk dapat menghasilkan suatu detail rekomendasi atau solusi yang memperhatikan harkat hidup orang banyak, dengan mempertimbangkan aspek keragaman
  • 43. e MKDU4109/MODUL 1 1.43 dan kesederajatan, nilai moral dan hukum, dan mempertimbangkan aspek teknologi (iptek) yang memungkinkan, serta dampaknya bagi kelestarian lingkungan (baik alam maupun sosial budaya) untuk keberlangsungan hidup masyarakat dan negara. Semakin tinggi kemampuan Anda, sebagai mahasiswa ISBD, untuk mempertimbangkan kesemua aspek tersebut di atas, maka makin tinggi pula kemampuan Anda untuk menggali sikap kearifan Anda, sebagai makhluk sosial dan budaya, dalam menjalani kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Pada dasarnya berbagai teknik pembelajaran dapat dilakukan dalam ISBD. Akan tetapi teknik pembelajaran tersebut harus berpegang pada metode pembelajaran ISBD yang menuntut untuk: 13 1. menempatkan mahasiswa sebagai subjek-didik, mitra dalam proses pembelajaran, anggota masyarakat dan warga negara, 2. mengupayakan peningkatan kemampuan pemahaman (verstehen) kepada mahasiswa yaitu para mahasiswa diajak untuk memahami berbagai gejala yang terjadi dalam kehidupan manusia dalam perspektif masyarakat, kebudayaan dan lingkungan alam, 3. meningkatkan intensitas komunikasi interaktif, dialog kreatif bersifat partisipatoris, efek deministratif, diskusi, responsi, telaah kasus, penugasan mandiri, ketimbang ceramah monolog atau komunikasi satu arah yang bersifat paparan semata. Jelaskan mengapa metode problem based learning dianggap dapat menjadi metode pembelajaran dalam ISBD! E. SISTEM EVALUASI PEMBELAJARAN ISBD Sistem yang digunakan dalam mengevaluasi hasil pembelajaran ISBD disesuaikan dengan metode dan teknik pembelajaran yang diterapkan. Dengan metode dan teknik pembelajaran ISBD yang telah dipaparkan di atas, maka sistem evaluasi yang digunakan dapat mencakup penilaian atas: 13. Kama Abdul Ha.karn, "/SBD dalam Perspektif Pendidikan Umum'' , Makalah 2006
  • 44. 1.44 ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR e 1. Knowledge, untuk mengukur tingkat pengetahuan, wawasan dan kemampuan mahasiswa menjelaskan kembali materi yang telah disampaikan. 2. Comprehension, untuk mengukur wawasan, kepekaan dan tingkat kritis mahasiswa dalam mengamati dan menelaah fenomena sosial budaya secara komprehensif. 3. Application, untuk mengukur kemampuan mahasiswa dalam mengaplikasikan materi dari pokok-pokok bahasan yang diberikan dalam mengamati dan menganalisis fenomena sosial budaya, serta tingkat kemampuan mahasiswa dalam mengaplikasikan nilai-nilai Berkehidupan Bermasyarakat (seperti: nilai-nilai toleransi, kebersamaan, keadilan, kesetaraan dan kearifan) dalam menghadapi dan mengatasi fenomena sosial budaya. 4. Analysis, untuk mengukur kemampuan kritis mahasiswa dalam melakukan analisis fenomena sosial budaya dengan berpegang pada data yang otentik. 5. Synthesis, untuk mengukur kemampuan kritis mahasiswa dalam mengambil suatu keputusan atas analisis yang dilakukannya. 6. Evaluation, untuk mengukur tingkat kemampuan mahasiswa dalam mengevaluasi dirinya sendiri selaku makhluk sosial dan makhluk budaya dalam melihat dan menghadapi fenomena sosial budaya di dalam masyarakatnya. Bagaimana tingkat kepekaannya, bagaimana kemampuan kritisnya, dan apakah ia, selaku makhluk sosial dan budaya, telah memiliki nilai-nilai Berkehidupan Bermasyarakat seperti: nilai- nilai toleransi, kebersamaan, keadilan, kesetaraan, dan kearifan. Dari hasil evaluasi kemampuan mahasiswa (terutama dalam hal mengukur kemampuan untuk mengevaluasi diri) diharapkan nantinya mahasiswa mampu secara terus-menerus melakukan perbaikan diri untuk menjadi anggota masyarakat dan warga negara yang berwawasan luas, peka, kritis, arif dan memiliki nilai-nilai kebersamaan, kesetaraan dan keadilan untuk kesejahteraan dan keberlangsungan hidup bersama. Dengan demikian, Anda sebagai mahasiswa yang telah mengikuti mata kuliah ISBD ini berhasil mencapai tingkat kompetensi yang ditetapkan untuk mata kuliah ISBD.
  • 45. e MKDU4109/MODUL 1 1.45 Sebutkan 6 indikator yang digunakan dalam sistem evaluasi pembelajaran ISBD! ----~ - . LATIHAN Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas, kerjakanlah latihan berikut! 1. Dengan mengacu pada visi, misi dan tujuan ISBD, coba Anda diskusikan dengan teman-teman Anda, mengapa teknik pembelajaran dengan menerapkan riset sosial dianggap sesuai untuk teknik pembelajaran ISBD! 2. Mengapa knowledge, Comprehension, Application, Analysis, Synthe.si.f) dan Evaluation menjadi indikator dalam sistem evaluasi pembelajaran ISBD? Petunjuk Jawaban latihan Untuk menjawab latihan diskusi kelompok 1, Anda harus memahami dengan baik apa visi, misi dan tujuan ISBD. Selain itu juga, Anda harus mengetahui apa yang dihasilkan dari suatu riset sosial. Dengan demikian Anda dan kelompok dapat mengambil garis penghubung antara visi, misi dan tujuan ISBD dengan tujuan dilakukannya riset sosial. Pada latihan diskusi 2, Anda dan kelompok dapat mengaitkan apa yang diharapkan dari digunakannya 6 indikator (knowledge, comprehension, application, analysis, synthesis dan evaluation) dalam sistem evaluasi pembelajaran ISBD dengan tujuan ISBD. Kemampuan Anda dan kelompok untuk mencari kaitan antara keduanya, menunjukkan kemampuan Anda atas pemahaman tentang alasan mengapa knowledge, comprehension, application, analysis, synthesis dan evaluation menjadi indikator dalam sistem evaluasi pembelajaran ISBD.
  • 46. 1.46 ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR e RANG KUMAN Untuk mengetahui apa itu MBB-ISBD (Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat-Ilmu Sosial Budaya Dasar), dapat kita awali dengan melihat keterkaitan antara ISBD dengan MBB. ISBD sebagai mata kuliah memiliki tingkat kompetensi, sebagai berikut: 1) menguasai pengetahuan tentang keanekaragaman, kesederajatan dan kebermartabatan manusia sebagai individu dan makhluk sosial dalam berkehidupan bermasyarakat, 2) memahami dan menghormati estetika, etika dan nilai-nilai budaya yang menjadi pedoman bagi keteraturan dan keseja.hteraan hidup dala.rn menata hidup kebersamaan dalam masyarakat. Dengan tingkat kompetensi tadi, maka materi pembelajaran mata kuliah ISBD sebagian besar merupakan materi yang berisikan tentang pengetahuan, pemahaman dan latihan-latihan tentang nilai-nilai berkehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu ISBD masuk dalam Mata kuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB). Sehingga kita mengenalnya dengan nama MBB-ISBD. Yang diharapkan dari Mata kuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) adalah 1) peka, berwawasan, berdaya nalar tentang lingkungan sosial dan alamnya, 2) sadar dan memahami hakikat hidup bersama sebagai anggota masyarakat yang bertanggung jawab terhadap lingkungan (lingkungan sosial maupun lingkungan alamnya), dan 3) berkemampuan adaptasi secara aktif, membina hubungan dengan lingkungan, baik sosial maupun alam, secara berkelanjutan. Hal tersebut tentunya selaras dengan visi, misi dan tujuan ISBD seperti yang tertuang dalam Keputusan Dikti No. 38 tahun 2002, pasal 1 dan 2. Visi mata kuliah ISBD adalah: ''Membentuk mahasiswa selaku individu dan makhluk sosial yang beradab memiliki landasan pengetahuan, wawasan, serta keyakinan untuk bersikap kritis, peka, dan arif dalam menghadapi persoalan sosial dan budaya yang berkembang di masyarakat''. Sedangkan misi mata kuliah ISBD adalah 1) memberikan pengetahuan dan wawasan tentang keragaman, kesetaraan dan martabat manusia sebagai individu dan makhluk sosial dalam kehidupan masyarakat, 2) memberikan dasar-dasar nilai estetika, etika, moral, hukum dan budaya sebagai landasan untuk menghormati dan menghargai antara sesama manusia sehingga akan terwujud masyarakat yang tertib, teratur dan sejahtera, dan 3) memberikan dasar-dasar untuk memahami masalah sosial dan budaya serta mampu bersikap kritis,
  • 47. e MKDU4109/MODUL 1 1.47 analitis dan responsif untuk memecahkan masalah tersebut secara arif di masyarakat. Sementara itu tujuan ISBD adalah 1) mengembangkan kesadaran mahasiswa dalam menguasai pengetahuan tentang keanekaragaman dan kesederajatan manusia sebagai individu dan makhluk sosial dalam kehidupan bermasyarakat, 2) menumbuhkan sikap kritis, peka dan arif pada mahasiswa dalam memahami dan memecahkan masalah sosial- budaya dengan landasan nilai estetika, etika, moral dan hukum dalam kehidupan bermasyarakat, 3) memberikan landasan pengetahuan dan wawasan yang luas serta keyakinan kepada mahasiswa sebagai bekal hidup bermasyarakat, selaku individu dan makhluk sosial yang beradab dalam mempraktikkan pengetahuan akademis dan keahliannya. Ruang lingkup pembahasan ISBD akan terdiri atas beberapa pokok bahasan. Dalam ketentuan yang ditetapkan oleh Dikti, setidaknya ISBD terdiri atas pokok bahasan sebagai berikut: Pendahuluan (Pengantar ISBD), Manusia sebagai Makhluk Budaya, Manusia dan Peradaban, Manusia sebagai Individu dan Makhluk Sosial, Multikultural dan Kesederajatan, Manusia, Moralitas dan Hukum, Manusia, Sains dan Teknologi, Manusia dan Lingkungan, serta ISBD dalam Tantangan Globalisasi (sebagai tambahan pokok bahasan pada modul ini). Karena ISBD lebih bersifat pembahasan tentang fenomena sosial budaya, maka metode pembelajarannya ditujukan untuk melatih kemampuan akan kepekaan, kritis dan kearifan dalam menangani dan menanggapi segala fenomena sosial budaya yang terjadi di dalam masyarakat. Metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk tujuan tersebut adalah dengan menerapkan pendekatan student centre learning dengan metode problem based learning. Teknik pembelajaran dengan metode problem based learning dapat dilakukan dengan teknik yang paling sederhana sampai pada teknik yang agak kompleks, seperti halnya riset sosial. Dengan metode dan teknik pembelajaran ISBD tersebut, maka sistem evaluasi yang digunakan dapat mencakup penilaian atas knowledge, comprehension, application, analysis, synthesis, dan evaluation.
  • 48. 1.48 ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR e TES FDRMATIF 3 Pilihlah satu jawaban yang paling tepat! 1) Kepanjangan dari MBB .... A. Mata kuliah Berkehidupan Bersama B. Mata kuliah Berkehidupan Bermasyarakat C. Mata kuliah Bermasyarakat Bersama D. Mata kuliah Bersama Bermasyarakat 2) Misi dari mata kuliah ISBD tercantum dalam Keputusan Dikti No .... A. 38 Tahun 2002, Pasal 2 B. 28 Tahun 2002, Pasal 2 C. 38 Tahun 2002, Pasal 1 D. 28 Tahun 2002, Pasal 1 3) Menempatkan mahasiswa sebagai subjek-didik, serta mitra dalam proses pembelajaran juga anggota masyarakat dan warga negara, merupakan prinsip dalam proses pembelajaran .... A. IBD B. ISD C. MBB D. ISBD 4) Berikut ini adalah beberapa penilaian yang masuk dalam sistem evaluasi pembelajaran ISBD, yaitu .... A. knowledge, comprehension, utilization, analysis, synthesis, dan evaluation B. knowledge, cooperation, application, analysis, synthesis, dan evaluation C. knowledge, comprehension, application, analysis, syntliesis, dan evaluation D. knowledge, cooperation, application, analysis, description, dan evaluation 5) Pokok bahasan dalam ISBD yang akan membahas tentang bagaimana manusia berperan dalam penciptaan, pengembangan dan pemanfaatan iptek dalam kehidupan dan kesejahteraan manusia, adalah .... A. manusia dan lingkungan B. manusia dan iptek
  • 49. e MKDU4109/MODUL 1 1.49 C. manusia sebagai makhluk budaya D. manusia, sains, dan teknologi Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 3 yang terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar. Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 3. Jumlah Jawaban yang Benar Tingkat penguasaan = - - - - - - - - - - x 1OOo/o Jumlah Soal Arti tingkat penguasaan: 90 - 100% = baik sekali 80 - 89% = baik 70 - 79% = cukup < 70% = kurang Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat meneruskan dengan modul selanjutnya. Bagus! Jika masih di bawah 80%, Anda harus mengulangi materi Kegiatan Belajar 3, terutama bagian yang belum dikuasai.
  • 50. 1.50 ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR e Kunci Jawaban Tes Formatif Tes Formatif1 1) A Pendidikan yang mengutamakan perluasan pengetahuan dan peningkatan keterampilan peserta didik dengan pengkhususan yang diwujudkan pada tingkat-tingkat akhir masa pendidikan. 2) A Notonagoro. 3) A Adanya polaritas dan hierarki. 4) D Etika adalah suatu nilai yang mengatur seseorang atau sekelompok orang dalam bertingkah-laku dan bertindak sosial. 5) C Pendidikan nilai adalah isi dan bagian dari pendidikan umum. Tes Formatif2 1) A Suatu wacana yang berhubungan dengan konsep tahu, yaitu pemahaman terhadap sesuatu yang bersifat umum dan spontan tanpa perlu penyelidikan. 2) A Membentuk mahasiswa yang peka terhadap kondisi sosial dan 3) D 4) c 5) A budayanya, dan mampu memiliki kearifan sosial dan kearifan budaya dalam menerapkan ilmunya di masyarakat. Karena ISBD salah satu tujuan ISBD yang berusaha membentuk individu dan makhluk sosial yang beradab dalam mempraktikkan pengetahuan akademik dan keahliannya. ISBD menanamkan pemahaman tentang keragaman dan kesederajatan manusia dengan landasan nilai estetika, etika dan moral dalam kehidupan bermasyarakat. A B
  • 51. e MKDU4109/MODUL 1 1.51 Tes Formatif3 1) B Mata kuliah Berkehidupan Bermasyarakat. 2) A 38 tahun 2002, Pasal 2. 3) D ISBD. 4) C Knowledge, Comprehension, Application, Analysis, Synthesis, dan Evaluation. 5) D Manusia, Sains, dan Teknologi.
  • 52. 1.52 ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR e Daftar Pustaka Bell, D. (1966). The Reforming of General Education. London: Dobleday Press. Conant, J.B. (1950). General Education in a Free Society. Cambridge, Massachusetts: Harvard University Press. Hakam, Kama Abdul. (2006). ''ISBD dalam Perspektif Pendidikan Umum'', paper yang disajikan pada Pelatihan Nasional Dosen MBB-ISBD di Perguruan Tinggi, Batam, 17-19 November 2006. Moerdjito. (1998). ''Perguruan Tinggi dan Pengangguran Sarjana''. Jurnal llmiah Kajian Pendidikan dan Kebudayaan. IV (14), 75-95. Muhammad, Abdulkadir, S.H., Prof. (2005). Ilmu Sosial Budaya Dasar. Bandung: Cipta Aditya Bakti. Newmann, F.M. (1975). Education for Citien Action. Berkeley, California: McCutrhan Publishing Corporation. Phenix. Philip. (1964). Realems of Meanings. A Philosophy of the Curriculum for General Education. New York: Mc. Graw-Hill Book Company. Raven, J. (1977). Education, Values, and Society: The Objectives of Education and the Nature and Development of Competence. London: HK Lewis & Co. Ltd. Sasongko, Rambat. Pengembangan Nilai-Nilai dan Keterampilan Sosial Melalui Model Pembelajaran Aksi Sosial (Studi Eksperimental pada Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Bengkulu). Setiadi, Elly. M. Msi., Dra., et al. (2006). Ilmu Sosial Budaya Dasar. Jakarta: Kencana.
  • 53. e MKDU4109/MODUL 1 1.53 Syahidin. (2006). ''Pengantar MBB-ISBD Sebagai General Education dalam Kurikulum Perguruan Tinggi'', Makalah yang disampaikan pada acara Pelatihan Nasional Dosen MBB-ISBD di Batam 17 November 2006. Syarief, H. (1999). Paradigma Baru Pendidikan: Membangun Masyarakat Madani. Republika (19 Oktober 1999). Wahyono, Effendi. (2002). Modul 1: Ilmu Pengetahuan dan Manfaatnya dalam Modul Ilmu Sosial Dasar. Jakarta: Penerbit Universitas Terbuka Jakarta.
  • 54. MODUL 2 Manusia Sebagai Makhluk Budaya Putu Chandra Dewi Kardha, S.Sos., M.Si. PENDAHULUAN anusia dan kebudayaan adalah dua kajian yang pada dasarnya tidak dapat dipisahkan. Mengapa? Karena ketika kita mempelajari manusia dari berbagai aspek maka kita akan berhadapan dengan masalah kebudayaan.1 Contoh, pada saat kita mempelajari kondisi lingkungan alam dari manusia maka kita akan berhadapan dengan teknologi yang dikembangkan serta kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan manusia tersebut. Manusia yang tinggal di wilayah dengan dua musim (panas dan hujan) memiliki teknologi serta kebiasaan-kebiasaan yang berbeda dengan manusia yang tinggal di wilayah dengan empat musim (panas, semi, gugur, dingin). Manusia yang tinggal di wilayah dengan empat musim di antaranya mengembangkan teknologi penghangat ruangan dan memiliki kebiasaan libur pada musim dingin, sedangkan teknologi dan kebiasaan tersebut tidak ada pada manusia yang tinggal di wilayah dengan dua musim. Contoh lain, ketika kita mempelajari masalah hubungan sosial yang dikembangkan antarmanusia maka kita akan berhadapan dengan gagasan-gagasan atau ide-ide yang melatarbelakangi terbentuknya hubungan sosial tersebut. Teknologi, kebiasaan hidup, dan gagasan-gagasan yang mendasari terbentuknya hubungan sosial itulah yang disebut kebudayaan. Manusia merupakan pencipta kebudayaan. Kebudayaan tidak akan ada tanpa manusia, sebaliknya manusia tidak akan menjadi manusia apabila belum dibudayakan. Jadi dapat dikatakan bahwa antara manusia dan kebudayaan seperti dua keping mata uang yang tidak dapat dipisahkan.2 l Drs. Yulia Budiwati, M.Si., Dewi Mutiara, S.H., M.T., ''Manusia dan kebudayaan," Ilmu Budaya Dasar, Dra. Yulia Budiwati, M.Si., dkk. (tim penyusun) (Jakarta: Pusat Penerbitan Universitas Terbuka, 2002), hal. 2.1. 2 Ibid. Drs. Yulia Budiwati, M.Si., Dewi Mutiara, S.H., M.T. Hal 2.1.
  • 55. 2.2 ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR e Pada modul tiga ini Anda akan mempelajari tentang kebudayaan serta manusia sebagai makhluk budaya. Dengan demikian, setelah Anda selesai mempelajari modul tiga ini maka secara umum Anda diharapkan akan mampu menjelaskan konsep kebudayaan serta manusia sebagai makhluk budaya dalam suatu gejala sosial. Sementara itu secara khusus Anda juga diharapkan mampu menjelaskan: 1. pengertian kebudayaan; 2. wujud kebudayaan; 3. unsur manusia; 4. proses dialektika; 5. penyebab perubahan kebudayaan; 6. fungsi akal dan budi; 7. cinta; 8. keindahan; 9. kegelisahan; 10. penderitaan; 11. keadilan; 12. pandangan hidup; 13. tanggung jawab; 14. pengabdian; 15. internalisasi; 16. sosialisasi; 17. enkulturasi; 18. akulturasi. Selamat belajar, semoga Anda berhasil!
  • 56. e MKDU4109/MODUL 2 2.3 KEGIATAN BELA.JAR 1 Kebudayaan A. PENGERTIAN KEBUDAYAAN Kita telah sering mendengar kata kebudayaan baik dalam pengertian yang sempit maupun dalam pengertian yang luas, baik dalam pengertian orang awam maupun dalam pengertian keilmuan. Dalam pengertian sempit kebudayaan sering kali diartikan sebagai adat tradisi atau kebiasaan sehingga sering kali dicontohkan dengan upacara adat. Untuk pengertian yang lebih luas maka kebudayaan sering kali dipahami sebagai cara manusia mengelola kehidupannya, contohnya adalah adaptasi masyarakat terhadap lingkungan alam. Kebudayaan juga sering kali dipahami secara awam, di mana orang awam menyebutkan kesenian, rumah adat, upacara adat atau bangunan kuno sebagai kebudayaan. Namun bagi para ahli kebudayaan, mereka selalu berusaha memberikan rumusan dalam rangka menyajikan pengertian kebudayaan secara lebih menyeluruh.3 Kebudayaan berasal dari kata buddhayah (bahasa sangsekerta) yaitu bentuk jamak dari buddhi yang berarti budi atau akal. Dengan demikian kebudayaan dapat diartikan sebagai hal-hal yang bersangkutan dengan budi dan akal.4 Kata kebudayaan ini memiliki padanan kata dari beberapa bahasa lain yaitu culture (bahasa Inggris), cultuur (bahasa Belanda), tsaqafah (bahasa arab), dan colere (bahasa Latin) yang berarti mengolah, mengerjakan, menyuburkan dan mengembangkan.5 Konsep kebudayaan pertama kali dikembangkan menjelang akhir abad kesembilan belas, namun E. B. Taylor merupakan tokoh pertama yang memberikan definisi yang jelas dan menyeluruh pada tahun 1871. Sejak jaman itu banyak sekali muncul definisi tentang kebudayaan. Inventarisasi Kroeber dan Kluckhohn pada tahun 1950-an menunjukkan terdapat lebih dari 3 Ibid. Drs. Yulia Budiwati, M.Si., Dewi Mutiara, S.H., M.T. Hal 2.15. 4 Koentjaraningrat, Kebudayaan, Mentalitas dan Pembangunan, (Jakarta:PT Gramedia Pustaka Utama, 1992), hal 9. 5 Koentjaraningrat, Pengantar Ilmu Antropologi, (Jakarta:Aksara Baru, 1985), hal 182. Lihat juga Ibid. Koentjaraningrat, Kebudayaan, Mentalitas dan Pembangunan.
  • 57. 2.4 ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR e seratus definisi kebudayaan6 . Supartono mencatat pada tahun 1992 terdapat 170 buah definisi kebudayaan7 dan catatan terakhir dari Manan8 menyebutkan terdapat 300 buah definisi. Beberapa definisi tersebut di antaranya: Edward B. Taylor9 Kebudayaan adalah kompleks keseluruhan yang meliputi pengetahuan, kepercayaan, kesenian, hukum, moral, kebiasaan, serta lain-lain kecakapan dan kebiasaan yang diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat. Kluckhohn dan W.H. Kelly10 Kebudayaan adalah pola untuk hidup yang tercipta dalam sejarah, yang eksplisit, implisit, rasional, irrasional yang terdapat pada setiap waktu sebagai pedoman-pedoman yang potensial bagi tingkah laku manusia. Clifford Geertz11 Kebudayaan adalah sistem makna dan simbol yang diatur dalam rangka interaksi sosial. Ralp. Linton12 Kebudayaan adalah sejumlah total pengetahuan, sikap dan pola-pola tingkah laku yang dibiasakan, yang dibagikan, dan ditransmisikan oleh anggota dari masyarakat tertentu. 6 Haviland, William A terjemahan R.G. Soekadijo, Antropologi Jilid 1, Edisi keempat, (Jakarta: Penerbit Erlangga, 1995), hal 332-333. 7 Supartono dalam Jusdy Achmad, Manusia Sebagai Makhluk Budaya, makalah disampaikan pada Pelatihan Nasional Dasen Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat Ilmu Sosial dan Budaya Dasar di Perguruan Tinggi, Batarn 17-19 November 2006. hal 3. 8 Ibid. Maran, Rafael Raga dalam Jusdy Achmad. Hal 3. 9 Op.Cit. Haviland, William A terjemahan R.G. Soekadijo, Antropologi Jilid 1. hal 332. 10 Op.Cit. Prasetyo dalam Drs. Yulia Budiwati, M.Si., Dewi Mutiara, S.H., M.T. hal. 2.15. 11 Ibid. Keesing dan Keesing dalam Drs. Yulia Budiwati, M.Si., Dewi Mutiara, S.H., M.T. hal 2.16. 12 Ibid. Keesing dan Keesing dalam Drs. Yulia Budiwati, M.Si., Dewi Mutiara, S.H., M.T. hal 2.16.
  • 58. e MKDU4109/MODUL 2 2.5 Kroeber13 Kebudayaan adalah reaksi motorik, kebiasaan, teknik, gagasan dan nilai yang dipelajari dan ditransmisikan secara massal serta tingkah laku yang dipengaruhinya. Googenough14 Kebudayaan mengacu pada sistem pengetahuan dan kebudayaan yang diorganisasikan di mana orang-orang menstrukturkan pengalaman dan persepsi mereka, menformulasikan aktivitas-aktivitasnya, serta memilih di antara berbagai alternatif. Keesing dan Keesing15 : Kebudayaan adalah fenomena yang dapat diamati, yaitu pola-pola kehidupan di dalam komunitas yang berulang secara reguler serta pengaturan material dan sosial Eugene A. Nida16 Kebudayaan adalah perilaku manusia yang diajarkan terus-menerus dari satu generasi ke generasi berikutnya. J. Verkuyl17 Kebudayaan sebagai sesuatu yang diajarkan manusia dan segala sesuatu yang dibuat oleh manusia Ki Hajar Dewantoro18 Kebudayaan berarti buah budi manusia yaitu basil perjuangan manusia terhadap pengaruh kuat dari alam dan zaman (kodrat dan masyarakat), yang 13 Ibid. Keesing dan Keesing dalam Drs. Yulia Budiwati, M.Si., Dewi Mutiara, S.H., M.T. hal 2.16. 14 Ibid. Keesing dan Keesing dalam Drs. Yulia Budiwati, M.Si., Dewi Mutiara, S.H., M.T. hal 2.16. 15 Ibid. Keesing dan Keesing dalam Drs. Yulia Budiwati, M.Si., Dewi Mutiara, S.H., M.T. hal 2.16. 16 Ibid. Sastrosupono dalam Drs. Yulia Budiwati, M.Si., Dewi Mutiara, S.H., M.T. hal2.16. 17 Ibid. Sastrosupono dalam Drs. Yulia Budiwati, M.Si., Dewi Mutiara, S.H., M.T. hal2.16. 18 Op.Cit. Supartono dalam Jusdy Achmad. Hal 3.