Manajemen Penanggulangan Bencana

21,094 views

Published on

Published in: Education, Technology
0 Comments
7 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
21,094
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
6
Actions
Shares
0
Downloads
898
Comments
0
Likes
7
Embeds 0
No embeds

No notes for slide
  • Apabila Bahaya bertemudengan Kerentanan,/kapasitas maka Risiko bencana akan muncul Misal : Ada bahaya awan panas gunungapi, ada masyarakat yang tinggal di daerah KRB III dalam keadaan hamil dan lemah tidak dapat lari menghindar dengan cepat, maka warga masyarakat tersebut rentan dan berisiko dapat terkena awan panas. Ada rumah yang belum memanfaatkan teknologi tahan gempa berada pada daerah bahaya berisiko tinggi terjadi gempa maka dikatakan rumah tersebut rentan, apabila bencana gempa terjadi maka rumah tersebut dapat berisiko terkena bencana
  • Secara teoritis dalam pengurangan risiko bencana, hal yang perlu dilakukan :Kurangi ancaman/bahayaKurangi kerentananTingkatkan kapasitasPisahkan bahaya dari kerentanan dan kapasitasKerentanandan bahaya denganpanahkedalamdiartikanbahwakerentanandapatdikurangi, sehinggadampakbahayadapatdihindariDemikian pula dengankapasitasdenganpanahkeluardiartikanbahwakapasitasdapatditingkatkan, untukmeminimalkandampakbahaya
  • Manajemen Penanggulangan Bencana

    1. 1. MANAJEMEN PBDisampaikan Pada Acara Bimbingan Organisasi RAPI Wilayah Kabupaten Sleman. Sleman, Sabtu 31 Maret 2012 Prasetyo Budi Laksono YZ 12 XPB
    2. 2. BELAJAR DARI PENGALAMANPra Bencana : Kurang diperhatikan. Kesiapsiagaan kurang, bencana terjadi waktu kita tidak siap.Pada Saat Kondisi Darurat : panik berkepanjangan tidak tahu apa yang harus diperbuat Koordinasi kacau , kewenangan tidak jelas Stress ( diri,family/keluarga, tetangga menjadi korban ) Distribusi bantuan kacau Ketidak percayaan pada pemerintah Tekanan media Isu yang menyesatkan dari pihak tidak bertanggungjawab Semua ingin membantu tapi tidak banyak yang bisa diperbuat keamanan terganggu.Kondisi Pasca Bencana : pemulihan fisik,sosial,ekonomi dan lingkungan berjalan lambat, tidak menyeluruh bantuan hanya sebatas pada masa tanggap darurat bantuan tidak merata psikososial tidak secara tuntas, menyisakan depresi yang mendalam
    3. 3. KEBIJAKAN Uu 24/2007 tentang penanggulangan bencana  Urusan bersama, hak dan kewajiban seluruh stakeholder diatur.  Pemerintah sbg penanggungjawab PB dengan peran serta aktif masyarakat dan lembaga usaha platform nasional.  Merubah paradigma respon menjadi pengurangan risiko bencana.  Perlindungan masyarakat terhadap bencana dimulai sejak pra bencana, pada saat dan pasca bencana, secara terencana, terpadu dan terkoordinasi.  Membangun masyarakat yang tangguh/tahan dalam menghadapi bencana.  Membangun sistem penanggulangan bencana yang handal melalui kelembagaan yang kuat, pendanaan yang memadai.  Integrasi PB dalam rencana pembangunan ( RKP/D, RPJM/D, RPJP/D )
    4. 4. ARAHAN PRESIDEN RI Tentang Penanggulangan Bencana1 Pemda kabupaten / kota menjadi penanggung jawab utama penyelenggaraan penanggulangan bencana di wilayahnya.2 Pemda provinsi segera merapat ke daerah bencana untuk memberikan dukungan dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang ada di tingkat provinsi jika diperlukan.3 Pemerintah memberi bantuan sumberdaya yang secara ekstrim tidak tertangani daerah.4 Libatkan Tni dan Polri.5 Laksanakan penanganan secara dini.
    5. 5. LEGISLASINasional :  UU Nomor 24 Tahun 2007 tentang PENANGGULANGAN BENCANA  UU Nomor 26 Tahun 2008 tentang TATA RUANG  Peraturan Pemerintah  Peraturan Presiden  Peraturan Menteri  Peraturan Kepala BNPB  DsbDaerah :  Peraturan Daerah  Peraturan Gubernur  Peraturan Walikota  Peraturan Bupati  Qanun  Dsb.
    6. 6.  Kelembagaan : BNPBFormal :BNPB Unsur Pengarah Unsur PelaksanaBPBD Provinsi :- 33 BPBD sudah terbentuk. BPBD ProvinsiBPBD Kabupaten / Kota : Unsur Pengarah Unsur Pelaksana- 357 BPBD sudah terbentuk. BPBD Kab. / Kota Unsur Pengarah Unsur Pelaksana
    7. 7. KELEMBAGAAN NON FORMALNATIONAL PLATFORM ( PLANAS PRB ) - FORUM MASYARAKAT SIPIL - FORUM LEMBAGA USAHA - FORUM PERGURUAN TINGGI - FORUM MEDIA - FORUM LEMBAGA INTERNASIONALLOCAL PLATFORM - FORUM PRB NTT - FORUM PRB JOGJAKARTAPLATFORM TEMATIC - FORUM MERAPI - FORUM SLAMET - PERLU TERUS DIKEMBANGKAN
    8. 8. PERENCANAAN• Perencanaan Penanggulangan Bencana Rencana Penanggulangan Bencana ( Disaster Management Plan ) - Tingkat Nasional - RENCANA NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA 2010 – 2014 - Tingkat Provinsi/Kab/Kota – RENCANA PENANGGULANGAN BENCANA Rencana Tiap Jenis Bencana - Rencana Mitigasi ( Mitigation Plan ) - Rencana Kontijensi ( Contigency Plan ) - Rencana Operasi ( Operation Plan ) - Rencana Pemulihan ( Recovery Plan )• Pemaduan PB Dalam Perencanaan Pembangunan ( Nasional/ Daerah ) - Penanggulangan Bencana Dalam RPJP (N/D), RPJM (N/D) Dan RKP (N/D)
    9. 9. PENGEMBANGAN KAPASITASKapasitas adalah kemampuan sumberdaya dalam menghadapi ancaman atau bahaya.1. Kapasitas Kelembagaan ( ada tidaknya BPBD, platform daerah PRB, dan forum lainnya )2. Kapasita Sumber Daya - Sumberdaya manusia ( pelatihan personil, relawan dan masyarakat ) - Prasarana ( kantor, pusdalops, alat transportasi dan komunikasi )3. Kapasitas IPTEK ( penguasaan iptek, pendidikan tinggi, iptek terapan )4. Kapasitas Manajemen (prosedure koordinasi, komando dan pelaksanaan penanggulangan bencana )
    10. 10. PerencanaanPENYELENGGARAAN PencegahanPENANGGULANGAN Pengurangan Risiko PendidikanBENCANA Situasi Tidak Pelatihan Ada Bencana Penelitian Penaatan Tata Ruang Prabencana Situasi Terdapat Mitigasi Potensi Bencana Peringatan Dini KesiapsiagaanPENYELENGGA - Kajian CepatRAAN Saat Tanggap Status Keadaan DaruratPENANGGULA - Darurat Penyelamatan & EvakuasiNGAN BENCANA Pemenuhan Kebutuhan Dasar Perlindungan Pemulihan Rehabilitasi Prasarana dan Sarana Pascabencana Sosial Rekonstruksi Ekonomi Kesehatan Kamtib Lingkungan
    11. 11. RISIKO BENCANA Uu No 24/2007 Tentang Penanggulangan Bencana● Risiko bencana adalah potensi kerugian yang ditimbulkan akibat bencana pada suati wilayah dan kurun waktu tertentu yang dapat berupa kematian, luka, sakit , jiwa terancam, hilangnya rasa aman, mengungsi, kerusakan atau kehilangan harta, dan gangguan kegiatan masyarakat.● Probabilitas timbulnya kerusakan atau kerugian ( jiwa, harta, kehidupan dan lingkungan ) yang diakibatkan oleh interaksi antara ancaman bahaya ( yang disebabkan oleh alam atau manusia ) dengan kondisi yang rentan dan kapasitas yang rendah.
    12. 12. BAHAYA ( HAZARD )◊ Suatu kondisi, secara alamiah maupun karena ulah manusia, yang berpotensi menimbulkan kerusakan atau kerugian dan kehilangan jiwa manusia. ◊ Bahaya berpotensi menimbulkan bencana, tetapi tidak semua bahaya selalu menjadi bencana.
    13. 13. KERENTANAN ( VULNERABILITY )Sekumpulan kondisi dan atau suatu akibat keadaan ( faktor fisik, sosial, ekonomi dan lingkungan ) yang berpengaruh buruk terhadap upaya upaya pencegahan dan penanggulangan bencana.
    14. 14. KAPASITAS ( CAPACITY )Suatu kondisi kemampuan sumberdayadalam menghadapi ancaman atau bahaya,Dimana makin tinggi suatu kapasitas akan menurunkan tingkat resiko bencana.
    15. 15. KONSEP DASAR BENCANA Pemicu/Trigger Bahaya/ Hazards Risiko/ BENCANA disaster RiskVulnerability/Kerentanan & Kapasitas/ Capacity
    16. 16. Kerangka Kerja Pengurangan Resiko Bencana ( PRB ) UN – ISDR 2004 Merupakan kerangka konseptual dari berbagai elemen yang dianggap dapat mengurangi kerentanan dan resiko bencana dalam suatu komunitas, untuk mencegah ( preventif ) dan mengurangi ( mitigasi ) dampak yang tidakdiinginkan dari ancaman, dalam konteks yang luas dari pembangungan berkelanjutan.
    17. 17. BAHAYA, KERENTANAN DAN KAPASITAS Kerentanan & Bahaya Kapasitas
    18. 18. Risiko = Hazard (bahaya) x Vulnerability (kerentanan)/Capacity (kemampuan) Kerentanan Bahaya Risiko & Kapasitas
    19. 19. PENGURANGAN RISIKO BENCANA Bahaya & KapasitasKerentanan
    20. 20. PELIBATAN SELURUH STAKEHOLDER Pemerintah Pusat Pemerintah Daerah Media Massa BUMN Peneliti dan Pakar Perusahaan Transportasi LSM Perusahaan Kontruksi Masyarakat ( Private Sector ) Bantuan Internasional

    ×