materi BIOKIMIA ENZIM

24,927 views

Published on

2 Comments
10 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
24,927
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
1,094
Comments
2
Likes
10
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

materi BIOKIMIA ENZIM

  1. 2. Definisi <ul><li>Merupakan biokatalis yang dihasilkan oleh jaringan yang meningkatkan laju reaksi kimia atau mengaktifkan senyawa lain secara spesifik </li></ul>
  2. 3. <ul><li>Enzim hampir seluruhnya adalah protein dan hampir lebih separuh jumlah protein yang ada dalam sel adalah ENZIM </li></ul>
  3. 4. Characteristics of enzymes Protein A + B C enzyme Specificity pH Biological catalyst
  4. 5. <ul><li>Enzim hanya disintesis oleh dan didalam sel </li></ul><ul><li>Enzim akan disintesis jika sel mempunyai gen untuk enzim tersebut </li></ul><ul><li>Vitamin C atau asam ascorbat harus ada didalam makanan karena tubuh tidak mempunyai enzim yang membantu pembentukan Vit C </li></ul>
  5. 6. Peran dan fungsi enzim dalam tubuh <ul><li>Enzim berperan penting dalam proses pencernaan </li></ul><ul><li>Enzim berperan dalam metabolisme antara </li></ul><ul><li>Berperan dalam percepatan reaksi dan merombak molekul yang lebih besar menjadi molekul yang lebih kecil atau sebaliknya </li></ul><ul><li>Berperan sebagai alat diagnostik </li></ul><ul><li>Berperanan dalam pengobatan </li></ul>
  6. 7. Sifat-sifat Enzim <ul><li>Enzim merupakan senyawa yang jauh lebih kecil sehingga reaksi dapat berlangsung didalam sel </li></ul><ul><li>Dalam proses katalisis suatu reaksi, enzim bereaksi terlebih dahulu dengan substrat sehingga terbentuklah senyawa baru atau kompleks enzim substrat </li></ul><ul><li>E + S ES E + P </li></ul>
  7. 8. Kompleks enzim substart Enzim Substrate E nzim product product
  8. 9. <ul><li>Enzim dapat meningkatkan laju reaksi sekitar 10 7 -10 13 kali lebih cepat dari katalis non enzim </li></ul><ul><li>Enzim dapat menurunkan energi aktivasi suatu reaksi </li></ul><ul><li>Enzim mempunyai sifat spesifitas yang menyebabkan enzim sangat memilih substrat yang akan dikenali, diikat dan diolah lebih lanjut </li></ul>
  9. 11. Kerja dari Enzim Persamaan atau hipotesis Michaelis-Menten enzyme-substrate complex enzyme-product complex enzim product enzim substrate
  10. 12. mulut  Amilase maltase Maltosa 2 glukosa Pembuluh darah GLIKOLISIS Pati maltosa
  11. 14. <ul><li>Spesifitas stereoisomer , </li></ul><ul><li>Enzim –enzim pada umumnya bekerja pada senyawa organik, hanya sebagian kecil saja senyawa anorganik, </li></ul><ul><li>Senyawa organik seperti KH, enzim yang bekerja terutama pada konfigurasi D, pada asam amino bekerja pada konfigurasi L </li></ul><ul><li>Spesifitas ikatan kimia , </li></ul><ul><li>enzim yang berfungsi untuk pemecahan molekul dengan memutuskan ikatan kovalen </li></ul>
  12. 15. Spesifitas stereoisomer, enzim –enzim ini pada umumnya bekerja pada senyawa organik
  13. 16. <ul><li>Memecah ikatan kovalen Hidrolisis </li></ul><ul><li>Contohnya Hidrolase, glikosidase, amilase, esterase, fosfatase. </li></ul><ul><li>Spesifitas Gugus , </li></ul><ul><li>enzim hanya bekerja pada substrat yang mempunyai gugus tertentu, contoh, enzim pemecah protein akan memecahkan ikatan peptida </li></ul>
  14. 17. Tingkat spesifitas <ul><li>Spesifitas rendah, hanya memecah ikatan kimia saja, sperti enzim esterase, fosfatase </li></ul><ul><li>Spesifitas tinggi, enzim yang mengolah hanya satu saja substrat, </li></ul><ul><li>contoh : enzim-enzim metabolisme karbohidrat </li></ul>
  15. 18. Penggolongan dan Tata nama Enzim <ul><li>Berdasarkan Substrat , </li></ul><ul><ul><li>Laktase </li></ul></ul><ul><ul><li>Maltase </li></ul></ul><ul><ul><li>Protease </li></ul></ul><ul><ul><li>Oksigenase </li></ul></ul><ul><ul><li>Nukleotidase </li></ul></ul>
  16. 19. <ul><li>Tata nama berdasarkan ikatan kimia </li></ul><ul><ul><li>Ikatan peptida peptidase (aminopeptidase, karbopeptidase) </li></ul></ul><ul><ul><li>Ikatan ester Esterase </li></ul></ul><ul><ul><li>Ikatan nukleotida Nukleotidase </li></ul></ul>
  17. 20. <ul><li>Tata Nama berdasarkan Jenis reaksi , </li></ul><ul><li>glukosa oksidase </li></ul><ul><li>glukosa dehidrogenase </li></ul><ul><li>aminotransferase </li></ul>
  18. 21. Klasifikasi berdasarkan IUB ( Penggolongan ini berdasarkan reaksi kimia yang utama) <ul><li>Kelas oksidoreduktase Terbagi atas katalisis reaksi oksidasi dan reduksi atau dehidrogenase dan oksidase </li></ul><ul><li>S red + A oks S oks +A red </li></ul><ul><li>Contohnya : </li></ul><ul><li>dehidrogenase, oksidase, peroksidase, reduktase </li></ul>
  19. 22. Dehidrogenase <ul><li>Bekerja pada reaksi pengambilan atom hidrogen </li></ul><ul><li>bekerja pada pemberian hidrogen yang dilepas ke senyawa lain </li></ul><ul><li>Reaksi pembentukan alkohol menjadi aldehid dengan menggunakan Enzim alkohol dehidrogenase </li></ul><ul><li>Alkohol +NAD Aldehid + NADH + H </li></ul><ul><li>Glutamat dehidrogenase </li></ul>
  20. 23. Oksigenase <ul><li>Dalam reaksi ini yang berfungsi menjadi akseptor hidrogen adalah oksigen </li></ul><ul><li>Contoh pada reaksi oksidasi glukosa menjadi asam glukonat </li></ul><ul><li>Glukosa +O 2 Asam glukonat + H2O2 </li></ul><ul><li>Xantin Oksidase, asam amino oksidase, dan glisin oksidase </li></ul>
  21. 24. <ul><li>Kelas transferase </li></ul><ul><li>katalisis pemindahan atau transfer suatu gugus dari sqtu senyawa ke senyawa lain seperti amino, karboksil dengan suatu senyawa penerima gugus </li></ul><ul><li>SG + A S + AG </li></ul><ul><li>contoh : </li></ul><ul><li>- Metil transferase </li></ul><ul><li>- Asil- transferase </li></ul><ul><li>- Aminotransferase </li></ul><ul><li>- Karnitil asil transaminase </li></ul><ul><li>- Transkarboksilase </li></ul>
  22. 25. <ul><li>Kelas Hidrolase , </li></ul><ul><li>Katalisis reaksi-reaksi hidrolisis dengan </li></ul><ul><li>melakukan pemisahan ikatan kovalen dengan memecah 1 molekul air </li></ul><ul><li>A-B A-H + B-OH </li></ul><ul><li>HOH </li></ul>
  23. 26. Kelas Hidrolase <ul><li>Terbagi atas tiga jenis, </li></ul><ul><li>Memecah ikatan ester </li></ul><ul><li>Memecah glikosida </li></ul><ul><li>Memecah ikatan peptida </li></ul><ul><li>Contohnya : </li></ul><ul><li>esterase, peptidase, amilase,fosfatase, lipase, </li></ul>
  24. 27. <ul><li>Esterase </li></ul><ul><li>Memecah ikatan ester dengan cara hidrolisis </li></ul><ul><li>Memecah ester yang berada dalam hati seperti etil butirat menjadi etanol dan asam butirat </li></ul><ul><li>Lipase </li></ul><ul><li>Memecah ikatan ester pada lemak menjadi asam lemak dan gliserol </li></ul>
  25. 28. <ul><li>Fosfatase </li></ul><ul><li>Memecah ikatan fosfat suatu senyawa seperti glukosa 6 fosfat dipecah menjadi glukosa dan asam fosfat </li></ul><ul><li>Amilase </li></ul><ul><li>Memecah ikatan-ikatan pada amilum menjadi maltosa </li></ul>
  26. 29. <ul><li>Kelas Liase , </li></ul><ul><li>katalisis reaksi yang mengeluarkan suatu gugus dari substrat bukan dengan cara hidrolisis atau sebaliknya </li></ul><ul><li>A B </li></ul><ul><li>C – C C=C + A – B </li></ul><ul><li>Contohnya , aldolase, dekarboksilase </li></ul>
  27. 30. <ul><li>Kelas Isomerase , </li></ul><ul><li>Katalis reaksi pembentukan isomer ( optik, geometri dan posisi yang bekerja dengan mengadakan perubahan intramolekuler. </li></ul><ul><li>Perubahan glukosa menjadi fruktosa, Senyawa dengan optik L menjadi D </li></ul><ul><li>contohnya ribulosa fosfat epimerase, rasemase, mutase </li></ul>
  28. 31. <ul><li>Kelas ligase atau Sintetase </li></ul><ul><li>Katalis yang menyebabkan hasil produk substrat lebih besar dari substrat awal </li></ul>
  29. 32. Pusat Aktif Enzim <ul><li>Enzim Mitokondria , menghasilkan energi </li></ul><ul><li>Enzim Ribosom, sintesis protein </li></ul><ul><li>Enzim mikrosom, biosintesis protein </li></ul><ul><li>Enzim Lisosom, pemecahan berbagai bahan yang tidak diperlukan oleh tubuh </li></ul>
  30. 33. <ul><li>Enzim mempunyai situs katalitik aktif yang merupakan residu asam amino </li></ul><ul><li>Asam amino ini akan berinteraksi satu sama lain dalam suatu cara sehingga peristiwa katalisis dapat berlangsung (aktif site) </li></ul>
  31. 34. Faktor-faktor yang mempengaruhi kerja Enzim <ul><li>Konsentrasi Enzim </li></ul><ul><li>Konsentrasi substrat </li></ul><ul><li>Pengaruh Suhu </li></ul><ul><li>Pengaruh pH </li></ul><ul><li>Pengaruh inhibitor </li></ul>
  32. 35. Pengaruh PH <ul><li>Perubahan pH lingkungan akan berpengaruh pada efektivitas bagian aktif enzim (active site) </li></ul><ul><li>Peubahan pH yang cukup drastis dapat menyebabkan denaturasi sehingga menurunkan efektivitas enzim </li></ul>
  33. 36. Efek ph terhadap enzim 2 4 6 8 10 Pepsin Tripsin
  34. 37. Mekanisme Kerja Enzim <ul><li>Induced-fit-model : The enzyme has a flexible active site that changes shape to accommodate the substrate and facilitate the reaction. </li></ul>
  35. 38. Penghambatan enzim kompetitif <ul><li>Apa yang dipersaingkan </li></ul><ul><li>Ruang dan waktu yang sama </li></ul><ul><li>Persamaan dengan kompetitor lain </li></ul><ul><li>Pebedaan dengan kompetitor lain </li></ul><ul><li>Kekerapan yang dipersaingkan </li></ul>
  36. 39. Pengaruh Hambatan <ul><li>Hambatan terbentuknya kompleks substrat enzim merupakan hasil yang tidak diinginkan dalam reaksi yang dikatalisis oleh enzim </li></ul><ul><li>Hambatan tidak reversibel </li></ul><ul><li>Hambatan reversibel </li></ul><ul><ul><li>Hambatan bersaing </li></ul></ul><ul><ul><li>Hambatan tidak bersaing </li></ul></ul>
  37. 40. Hambatan tidak reversibel <ul><li>Inhibitor tidak bereaksi reversibel dengan bagian tertentu dari enzim sehingga enzim berubah </li></ul><ul><li>Substart tidak dapat memasuki bagian aktif dari enzim </li></ul><ul><li>Enzim tidak dapat berfungsi sebagai katalitik </li></ul>
  38. 41. Hambatan bersaing <ul><li>Dikarenakan adanya molekul yang mirip dengan substrat sehingga membentuk kompleks enzim substart yang inhibitor </li></ul><ul><li>Asam malonat,oksalat, dan oksaloasetat </li></ul>
  39. 42. Hambatan tidak bersaing <ul><li>Inhibitor memenpati bagian dari enzim diluar dari bagian aktif </li></ul><ul><li>Inhibitor membentuk kompleks enzim inhibitor maupun kompeks enzim substart inhibitor </li></ul><ul><li>Cu, Ag. Hg </li></ul>
  40. 43. Enzim dan pengobatan <ul><li>Pada awalnya digunakan pada penyakit-penyakit gangguan pencernaan, seperti enzim, pepesin,tripsin, amilase atau lipase </li></ul><ul><li>Pengobatan akibat kurangnya enzim disebabkan oleh gannguan pada gen, Hemofilia </li></ul>
  41. 44. Diagnosa penyakit <ul><li>Amino transferase (MCI ) </li></ul><ul><li>Aspartat Aminotransferase (MCI ) </li></ul><ul><li>SGOT (MCI) </li></ul><ul><li>Alanin Aminotransferase ,ALT,SGPT (hepatitis virus) </li></ul><ul><li>Amilase (pancreatitis Acut) </li></ul><ul><li>Seruloplasmin (Degenerasi hepatolentikularis) </li></ul><ul><li>Kreatin Kinase (Kelainan Otot MCI) </li></ul><ul><li>Laktat Dehidrogenase ,Isozim (MCI) </li></ul><ul><li>Fosfatase asam (ca Prostat metastase) </li></ul><ul><li>Fosfatase,alkali (isozim)  Kelainan Tulang penyakit obstruksi hepar. </li></ul>
  42. 45. TERIMA KASIH ATAS PERHATIANNYA

×