Penerapan teknologi-bio-perforasi

3,877 views

Published on

Published in: Technology
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
3,877
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
76
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Penerapan teknologi-bio-perforasi

  1. 1. MENGENAL DAN MENERAPKAN TEKNOLOGI HAYATI BIO PERFORASI A. Mengenal Penemuan Teknologi Hayati Bioperforasi Teknologi Hayati Bio Perforasi (Bio P 2000 Z) adalah teknologi produktivitasorganic yang dilindungi International dan Nasional Patent dengan nomor: PCT/ID01/00003; paten nasional: ID 0 000 438 S, P20000367, P20000368, S2000073,S2000074 sebagai karya-karya besar dari seorang penemu muda (Ir. Ali Zum Mashar,M.A, M.S., ID) dalam membuat trobosan dalam mengatasi permasalahan “levelling off”produktivitas hasil pertanian pangan dan penurunan kesuburan lahan dengan cara hayatiyang terbukti spektakuler hasilnya. Berkat ketekunannya dalam menciptakan danmenerapkan karya penemuan yang sangat bermanfaat bagi pembangunan pertaniantersebut, dan atas keberhasilannya mengimplementasikan ke dalam industriBioteknologi modern seperti dalam menghasilkan pupuk hayati, Probiotik Agent,Biopestisida dan Bioregulator of Soil untuk pembangunan pertanian yang maju danberkelanjutan penemu mendapatkan anugerah yang diberikan dari Presiden R.I. yaituKALYANAKRETYA UTAMA sebagai suatu penghargaan kepada Ilmuwan nasionalyang terunggul dan berjasa besar bagi Negara di bidang teknologi pertanian dan agroindustri atas karyanya yang bermanfaat, terbukti dan terterapkan. Penemuan teknologi ini berhubungan dengan proses teknologi hayati dan finggerprinting mikroorganisme yang “di-mutan-kan” dan dikonsorsiumkan dari 18 strainmikroba unggul bermanfaat. Disain industri Bioteknologi yang diciptakan, teknik,proses dan komposisinya yang sedemikian rupa mampu “men-sinergi-kan”mikroorganisme unggul berguna dari alam ke dalam larutan inhibitor sehingga mikrobamati suri di dalam kemasan yang mudah diaktifkan kembali hanya denganmenambahkan gula dan urea untuk digunakan, sehingga sangat efektif dan cepat dalammengatasi pencemaran, netralisir dan peningkatan kesuburan tanah, kualitas air danlingkungan, memacu petumbuhan dan produksi tanaman pangan dan ternak. Produkramu dari penemuan ini telah di komersialisasi untuk tujuan pembangunan pertanian 1
  2. 2. berkelanjutan yang dikenal dengan merek pupuk hayati Bio P 2000 Z dan turunan-turunannya. Aplikasi pupuk hayati Bio P 2000 Z ini untuk pertanian telah terbukti efektifmeningkatkan pH air dan tanah secara alamiah tanpa penambahan kapur maupundolomit seperti pada tanah gambut dan sulfat masam dari pH 3,1 menjadi pH 5,5 sampaipH 6,5 dalam waktu 45 hari sampai 120 hari setelah aplikasi disaping mampu meredamracun tanah dan merubah tanah tersebut menjadi sesuai untuk pertanian produktif. Pupuk Bio P 2000 Z signifikan pula dalam meningkatkan kesuburan tanahmarginal dalam waktu yang relatif singkat seperti pada tanah gambut, pasir (kuarsa),PMK, sulfat masam dan tanah berbatu kapur di pegunungan kapur sehingga menjadigembur dan subur untuk usaha pertanian. Dengan mengaktifkan proses keseimbangan mikrobiologi, yang akan terjadi padatanah adalah mikroba dari pupuk ini membentuk bahan organik yang hidup, dinamisdan berkesetimbangan di dalam tanah untuk memperkaya/meningkat bahan organikmikro yang komplek. Oleh jenis mikroba khusus yang lain menghasilkan sekresi bahanbio aktif dan mineral aktif seperti bio phosfat, kalium aktif dan mineral penting lain,melakukan penguraian kembali secara gradual bahan organik komplek seperti lignindan selulosa menjadi nutrisi dan energi bagi tanaman dan mikroba. Kecanggihan dalam formulasi konsorsium mikroba ini mampu membuatperimbangan di dalam setiap satu ml terdapat 2 - 5 x 10 10 sel mikroba, termasuk mutanmikroba unggul yang mampu melakukan fiksasi N secara simbiotik maupun bebas,berfotosintesis untuk menghasilkan energi bagi mikroba lainnya dan sinergi yang salingmenguntungkan bagi tanaman, tanah dan mikroba. Kesetaraan manfaat pupuk mikrobahayati ini jika telah diaktifkan di dalam tanah setiap satu liternya akan setara denganmanfaat fisik pemberian pupuk kimia 150 – 200 kg pupuk Urea, 40 – 50 kg pupukphosfat alam dan 30 – 40 pupuk Kalium disamping akan memperkaya tanah denganbahan organik dan unsur hara mikro lain yang juga disintesisnya. Perlunya penerapan teknologi ini secara luas adalah untuk mengatasi rendahnyapendapatan petani yang disebabkan oleh rendahnya produktivitas komoditi tanamanyang diusahakan. Telah dimengerti bahwa disamping faktor alam menjadi pembatas, 2
  3. 3. rendahnya produktivitas merupakan akibat dari penguasaan teknik budidaya yangterbatas, penerapan teknologi yang sepotong-sepotong, bahkan paket teknologi yangdiberikan kurang dapat dipahami oleh pengguna sehingga hasil yang optimal-maximalsulit dapat dicapai. Seperti di lahan bukaan baru (transmigrasi), kendala teknis alami dalampeningkatan produksi yang banyak dihadapi antara lain keragaman kesesuaian sifatmedia tanaman, Ketidakseimbangan penyerapan hara oleh efek keracunan tanaman,sulit tersedia dan miskinnya hara tertentu tanaman seperti “pada tanah bertipemasam”. Mengatasi masalah ini dengan upaya pencucian menggunakan air irigasimenuntut adanya biaya besar untuk membangun jaringan saluran dan memerlukanwaktu cukup banyak bahkan beresiko terjadinya erosi dan kehilangan unsur haraesensial akibat pencucian. Pada tanah bertipe pasir kuarsa secara konvensional mustahil dapat dijadikantanah pertanian. Pertama, karena tanah itu miskin hara, kedua sangat sarang (porous),ketiga tidak memiliki kemampuan menyerap (menahan) hara, dan keempat peka erosi.Rentetan upaya seperti dengan memasok bahan organik sebagai sumber bio-energi danmengelola dengan bijak, mengatur tata air tanah, mengembangkan kehidupan biologitanah, menyeimbangkan kesuburan kimia tanah, dan menjaga tanah dari bahaya erositerasa sangat mahal. Tanah kaya mineral pirit yang kalau penanganannya keliruberubah menjadi tanah sulfat masam yang mengandung berbagai unsur kimia yangmencapai tarap beracun seperti sulfida, sulfat, aluminium, mangan, besi dan berbagaisenyawa organik berbahaya bagi tumbuh kembang tanaman. Tanah sulfat masam dapatdijadikan produktif apabila sifat-sifat buruk itu dapat diredam. Namun, untukmenjadikan tanah sulfat masam menjadi produktif juga memerlukan biaya yang mahal. Disisi lain keterbatasan pengusahaan luasan lahan subur oleh petani khususnyadi Pulau Jawa (rata-rata 0,2 – 0,4 ha/KK) dan beralihnya fungsi lahan subur ke industri,pemukiman serta meluasnya lahan tidur menyebabkan terus merosotnya produksipangan nasional. Untuk dapat mencukupu kebutuhan keluarganya petani memacuproduksi yang cenderung memaksakan produktivitas tanah dengan cara memberi inputkimia yang melebihi daya dukung lingkungan, justru mempercepat kemerosotan 3
  4. 4. produksi. Pemakaian sarana produksi, diantaranya pupuk inorganik, pada usahapertanian sawah, lahan kering perkebunan dan hortikultura terus-menerus meningkat,namun tidak selalu diikuti dengan produksi membaik, tetapi justru terjadi Levelling ofyang dikuti dengan menurunnya produksi. Kejadian itu ditafsirkan sebagai akibatkenjenuhan unsur hara, ketimpangan unsur hara, keracunan satu atau lebih unsur hara,daya dukung biota tanah dan lingkungan yang tidak memadai, perembesan unsur harakeperairan bebas yang menimbulkan berlangsungnya eutrofikasi. Berbagai macamteknologi seperti pemupukan kimia dan hayati pada kenyataannya hanyamenyelesaikan permasalahan yang parsial pada tanaman maupun tanah. Bila salahkelola ini dibiarkan berlangsung terus, area pertanian produktif yang diusahakantanahnya menurun produktivitasnya akan makin luas. Revolusi hijau yang diterapkanini telah membawa dampak yang mengkhawatirkan kelangsungan hidup dankelestarian lingkungan di masa depan. Residu toxic kimia dalam pangan hasil budidayabanyak mengganggu kesehatan dan menimbulkan berbagai penyakit bagi hewanmaupun manusia yang mengkonsumsinya Menyikapi permasalahan pokok ini perlu ada loncatan teknologi pertanian yangmampu memberikan peningkatan produksi yang berlipat ganda secara berkelanjutan;tetap menjaga mutu dan keutuhan lingkungan agar selalu mampu mendukung tumbuhkembang tanaman secara ideal tanpa membahayakan lingkungan hidup dan mahluk laindi muka bumi. Solusi masalah ini adalah perlu loncatan teknologi yang mampumenciptakan keseimbangan alami secara ekologis dalam lingkungan usaha pertanianyang meningkatkan daya dukung lingkungan, mampu memenuhi kebutuhan tumbuhkembang tanaman agar dapat berproduksi maximal melalui pemberian input yangoptimal ke dalam lingkungan tumbuh tanaman. Teknologi semacam ini adalah teknologiyang bekerja secara holistik memperbaiki dan meningkatkan kualitas tanah dan tumbuhkembang optimal/maksimal tercapai dan berkelanjutan. Sebagai jawaban terhadaptantangan tersebut di atas dirancang sebuah teknologi di luar rekayasa genetik (nonkonstelasi genetik tanaman) yaitu Teknologi Bio Perforasi yang aplikasinya telahditemukan ramuan pupuk hayati Bio P 2000 Z. 4
  5. 5. B. Sekilas Tentang Teknologi Bio Perforasi (Bio P 2000 Z) Teknologi Bio Perforasi adalah penerapan teknologi holistic dalam budidayasecara komprehenship dengan membentuk dan mengkondisikan keseimbangan ekologisalamiah melalui sekumpulan jasa mikro-organisme unggul berguna yang dikondisikan,bersinergi dengan mikroba alami indogenus; dan dengan menggunakan prinsip “mem-bioPerforasi“ secara alami oleh zat inorganik, organik dan biotik pada mahluk hidup(seperti tanaman) sehingga memacu dan/atau mengendalikan pertumbuhan danproduksinya. Teknologi Bio Perforasi diterapkan dengan mengaplikasikan pupuk Pupuk hayatiBio P 2000 Z hasil ramu dari kumpulan mikro-organisme indegenus terseleksi bersifatunggul berguna yang dikondisikan agar dapat hidup harmonis bersama saling bersinergidengan kultur mikro-organisme local sinergistinya yang mampu menghasilkan nutrisidan unsur hara mikro dan makro yang berguna bagi mikroba simbionnya dan komoditasbudidaya. Kemampuan mikro organisime dalam mengatasi hambatan tumbuh kembangtanaman dalam proses Bio kimia dalam lapisan paedosfer mulai disadari. Namundemikian, tidak semua mikro-oragnisme yang dijumpai dalam tanah tergolong ungguldan berguna. Unsur hara yang tertambat dalam bentuk organik dapat diurai menjadi bentuktersedia bagi tanaman berkat jasa mikro-organisme yang terlibat dalam dekomposisi.Selain itu mikro-organisme mampu menyediakan berbagai bahan senyawa organik,seperti asam amino, asam organik, alkohol rantai pendek, antibiotika, fito hormon,enzim, dan senyawa organik yang merupakan senyawa intermediate/sekunder(precursor) senyawa yang menjadikan tanaman memiliki ketahanan hama dan penyakit.Sekumpulan mikro-organisme khusus yang unggul berguna mampu mengubah unsurhara esensial yang semula berbentuk gas menjadi bentuk yang dapat diserap tanaman.Ketidakhadiran mereka menjadikan tanah itu tidak mampu secara optimal mendukungtumbuh kembang tanamnan secara ideal. Selain pemahaman kaidah-kaidah penunjang tumbuh kembang tanaman yangberasal dari tanah, bahan organik, unsur hara esensial, dan mikro-organisme unggul 5
  6. 6. berguna, kemampuan tumbuh kembang tanaman dan ketahanannya terhadap hama sertapenyakit dipacu melalui rekayasa genetik, varietas atau klon baru bermunculan dengansifat unggul dalam berproduksi dan tahan terhadap hama dan penyakit. Namundemikian, semua itu belum mampu memenuhi kebutuhan beras, jagung, kedelai dankacang tanah secara nasional.1. Mekanisme Kerja Teknologi Bio Perforasi Cara Kerja Mikro organisma dengan teknologi Bio Perforasi, di dalam tanah,mikro-organisme itu menambah penyediaan unsur hara yang dapat diserap tanaman darisumber yang tidak tersedia melalui penyerapan kesetimbangan energi di lingkungan,produksi ikatan organik aktif, mineralisasi bentuk unsur terikat secara kompleks dalambahan organik, pelarutan senyawa inorganik, dan fixasi nitrogen udara sehinggamenjalankan fungsi kompos hamparan dan Bio Fabrication (pabrik hara hidup) secaraalamiah. Mikro-organisme unggul berguna yang disemprotkan pada permukaan daundan ranting hidup dari cairan gutasi dan bekal nutrisi dan unsur hara yang sebelumnyatelah ditambahkan di daun. Mikro-organisme selanjutnya memproduksi berbagaisenyawa organik sederhana yang dapat dimanfaatkan oleh tanaman dan mikro-biotatanah. Bio-Aktif ini selanjutnya menghasilkan senyawa ionik dan energi siap serap,membantu masuknya hara, menggiatkan mitosis-miosis-diferensiasi sel, memperlancartransfer energi kinetik, dan meningkatkan (mengaktifkan jalur hill) fotosintesis. Hasildari aktivitas mikro-organisme itu menjadikan lingkungan pertumbuhan akar (tanah)menjadi sangat kondusif bagi tanaman dan merangsang tumbuh kembang serta dayaproduksi tanaman meningkat. Teknologi ini lebih dari sekedar penyubur atau pupuktanaman biasa.2. Cara Aplikasi dan Manfaat Penggunaan pupuk Bio P 2000 Z Aplikasi pupuk hayati Bio-P 2000 Z berupa larutan yang disemprotkandan/atau disiramkan ke tanah dan permukaan daun dan jaringan tumbuh serta rantingtanaman dan/atau kombinasinya dengan memanfaatkan efek sinergi hasil interaksipupuk hayati (kultur-campuran mikro-organisme unggul berguna dengan stimultannya). 6
  7. 7. Efek sinergi tersebut diwujudkan dalam bentuk : (1) diredamnya faktor penghambattumbuh kembang tanaman yang dijumpai dalam tanah, (2) adanya produksi senyawabio-aktif seperti enzim, hormon, senyawa organik, dan energi kinetik yang memacumetabolisme tumbuh kembang akar dan bagian atas tanaman, (3) fotosintesis makinefisien karena jalur reaksi Hill teraktifkan, (4) fixasi nitrogen non-simbiotik dansimbiotik meningkat, (5) pasok dan penyerapan hara oleh akar makin efesien, lancar,dan berimbang, (6) ketahanan internal terhadap hama dan penyakit meningkat, dan (7)produksi dan mutu hasil meningkat. Efek lain yang bersahabat dari teknologi Bio Perforasi ialah terhadap lingkungantanah dan tanaman. Bersama dengan mikro-biota indegenus, pupuk hayati Bio P 2000 Zyang diintroduksikan ke dalam tanah, permukaan daun dan ranting membentukkeseimbangan ekologi baru dengan meredam aktivitas mikro-organisme patogen yangtidak diinginkan, tetapi memicu performa mikro-organisme bersahabat. Keseimbanganekologi baru ini sangat kondusif bagi tumbuh kembang tanaman, tetapi aman bagikehidupan lain. Populasi mikroba dalam larutan Bio P 2000 Z mampu mencapaikepadatan 5 x 1010 sel/ml dalam bentuk dorman dan injury yang akan mempermudahpengemasan dan memperbanyaknya sehingga pada pengenceran 200 – 300 kualitasterjaga. C. Penerapan Teknologi Bio P 2000 Z dan Cara Aplikasinya Untuk Penyuburan Lahan Marginal dan Peningkatan Produktivitas Pertanian Pupuk hayati Bio P 2000 Z adalah miniatur pabrik pupuk di alam (Bio Fabrikasipupuk) yang terkendali dan bukan sekedar penyubur ataupun pupuk daun. Larutan BioP 2000 Z merupakan kultur biang mikroba unggul berguna bagi tanah dan kehidupandi dalamnya (tanaman, hewan dan jasad renik) yang bekerja melalui prinsip dan kaidahBio Perforasi, menggerakkan kesetimbangan bio-mikro ekologi, nutrisi, dan energi yangberguna bagi tumbuh kembang yang positif kehidupan produktif. 7
  8. 8. 1. Cara menggunakan Bio P 2000 Z Untuk Tanaman Konsentrat biang Bio P 2000 Z dapat diencerkan 200 kali secara garis besarsebagai berikut :a. Larutkan 1 kg urea dan 1 kg gula tebu (gula tebu, tetes, gula pasir) dalam 200 liter air baru kemudian masukkan 1 liter Biang Bio P2000Z dengan diaduk rata; selanjutnya difermentasikan selama 48 jam (2 hari) didalam jerigen/drum yang ditutup rapat, Hasil fermentasi kemudian siap digunakan untuk penyemprotan maupun penyiraman tanaman. Cara lain adalah cara fermentasi padat, yaitu: Dalam jerigen yang berisi 20 liter air bersih ditambahkan gula 1 kg dan urea 1 kg lalu diaduk rata, baru kemudian masukkan biang Bio P 2000 Z 1 liter dan dicampur rata, lalu jerigen ditutup rapat selama 48 jam. Hasil fermentasi setiap 1–2 liter ditambahkan 10-15 liter air bersih dalam handsprayer dan siap digunakan untuk menyemprot/menyiram tanaman.b. Semprotkan merata ke seluruh bagian tanaman (trutama jaringan muda). Jika hasil penyemprotan sebelumnya terlalu subur untuk pertumbuhan, maka dosis urea selanjutnya dikurangic. Saat penyemprotan dapat tambahkan ke dalam sprayer pestrisida non fungisida/bakterisida maupun pupuk organik cair sesuai dosis aturan pakainya.d. Waktu yang tepat untuk penyemprotan adalah saat sinar matahari tidak kuat (pagi/sore/petang hari), daun segar (tidak layu) atau daun lembab/kebasah-basahan oleh embun/gutasi.2. Cara Penggunaan pupuk Bio P 2000 Z Untuk Tanah Pupuk hayati Bio P 2000 Z disemprotkan/disiramkan pada tanah bersamaan dengan waktupengolahan tanah yaitu 3-5 hari sebelum sayuran dan tanaman pangan musiman di tanam, untukmeningkatkan kesuburan dan stabilitas tanah (penetral pH dan racun tanah). Bio P 2000 Z yangdisemprotkan adalah larutan fermentasi selama 1-5 hari (terbaik/optimal 48 –72 jam) hasilpengenceran 100 - 200 kali Bio P 2000 Z (yaitu hasil larutan 100-200 liter Air : 1 liter Bio P 2000Z : 1 kg Gula : 1-1.5 kg urea). Jika tanaman sudah tertanam, maka penyemprotan tanah dilakukan5 – 6 Hst (atau bersamaan waktu penyulaman). Penyemprotan dilakukan saat sinar mataharitidak kuat/terik. Kondisi tanah yang baik dalam keadaan lembab/basah atau setelah diairi/hujankecil namun tidak becek/banjir dan gembur. Penyiraman yang dilakukan bersama aplikasi pupukdasar atau pupuk kandang atau N:P:K, pada tanaman perkebunan/ hortikultura memberikan hasilpertumbuhan yang lebih baik. 8
  9. 9. Tahapan/Cara pembuatan fermentasi dan ciri hasil fermentasi yang benar1. Persiapkan bahan-bahan (Bio P 2000 Z, Urea, dan gula tebu dan bahan organik cair).2. Sediakan alat (sendok/takaran, kayu pengaduk, tempat air, dan jrigen, drum/plastik roll, dll).3. Urea dan gula sesuai ukuran komposisi dilarutkan dahulu dalam air bersih, selanjutnya masukkan ke dalam jumlah air yang akan difermentasi, kemudian biang Bio P 2000 Z. (Pelarutan gunakan pengaduk kayu yang dicuci bersih jangan pakai tangan, dan gunakan drum fermentasi yang dicuci bersih dan kering atau plastik). Paling ideal gunakan gentong tanah liat.4. Tutup rapat agar tidak ada lagi udara masuk-keluar selama fermentasi di tempat teduh atau dalam tanah, jika pembuatan di lahan langsung dapat dalam bentuk sumur dilapisi kantong plastik (di bawah pohon).5. Fermentasi yang berhasil setelah 48 jam dicirikan: bau harum kemasaman, timbul gas dan berkeringat, ada lapisan permukaan air, didinding menempel lapisan putih dan bergelembung halus jika di aduk, warna berubah keruh (agak putih).6. Setelah fermentasi berhasil, saat akan disemprotkan dapat diperkaya nutrisi pupuk organik cair; dan jika ada serangan hama dapat dicampur pula dengan pestisida (dilarang aplikasi bersama bakterisida/fungisida dan pestisida bahan logam alkali kuat).7. Penyemprotan yang terbaik adalah sore petang hari atau malam hari.Pembuatan pupuk Organik dari kotoran ternak (ayam).1. Buat perbandingan 1:1 (kotoran ayam/pupuk kandang dengan air dan diaduk); tambahkan 15 %-nya air perasan bekatul, dan 0,6 % Mineral N,P,K + 0,6 % gula tebu dan 0,5 % Bio P2000Z dari jml perb. di atas.2. Fermentasikan selama 7 – 18 hari hingga bau asli kotoran hilang, selanjutnya gunakan air saringannya untuk campuran penyemprotan/penyiraman tanaman dengan pengenceran air 10 – 20 kali, diaplikasikan bersama dengan hasil fermentasi Bio P 2000 Z untuk meyuburkan tanaman. Sisa kotoran/Ampas, sangat baik untuk pupuk tanaman agar tanaman cepat berbuah dan menyuburkan tanah.3. Manfaat Penggunaan dan Aplikasi Pupuk Hayati BIO P 2000 Z a. Untuk Tanaman : 1. Meningkatkan dan melipat gandakan hasil panen 2. Memicu produksi maksimal sesuai sifat unggul tanaman 3. Meningkatkan kesehatan dan toleransi ketahanan tanaman 4. Memicu fotosintesis jalur hill hijau daun secara efisien 5. Meningkatkan efisiensi dan efektifitas pemupukan 6. Memacu Pertumbuhan Vegetatif dan Generatif Tanaman, seperti: a. Mempercepat dan memperbanyak terbentuknya bunga yang membentuk buah produktif b. Memperbanyak tunas dan cabang produktif c. Daun lebih subur-hijau, lebat dan lebih lebar kekar d. Pertumbuhan cepat, ruas tanaman lebih banyak e. Mempercepat pemulihan luka dan kekebalan dari serangan hama f. Memperbanyak dan menumbuhkan akar lebih panjang dan kuat g. Memperbanyak dan mempercepat pertumbuhan bunga dan buah buah. 9
  10. 10. b. Untuk Tanah : a. Menstabilkan tanah, meningkatkan pH secara alami (mikrobiologis) meningkatkan kesuburan fisik, kimia dan biologi yang berimbang dan berkelanjutan b. “Bio Fabrikasi hara” secara mikrobiologis yang memperkaya ketersediaan unsur hara/nutrisi lengkap dan berimbang dalam tanah, bermanfaat bagi tanah marginal/kritis. c. Mempercepat terurainya residu pupuk kimia penghambat menjadi bermanfaat dan tersedia bagi tanaman . d. Meredam/menetralkan anasir penghambat dalam tanah baik dari logam beracun, alkali, lagam/gas tereduksi beracun yang menggangu pertumbuhan tanaman e. Mendukung kehidupan ekologis bersinergi dengan mikroba berguna indogenus penyubur tanah, Sangat baik untuk persiapan perkebunan dan reclamasi.CARA APLIKASI :  BIO P 2000 Z disemprotkan pada seluruh bagian tanaman secara merata terutama pada jaringan yang aktif/muda.  BIO P 2000 Z dapat di aplikasikan bersama dengan Pestisida sesuai petunjuk; tetapi tidak dapat diaplikasikan bersama pestisida alkali dan PH sangat masam, fungisida dan bakterisida.  BIO P 2000 Z dapat diaplikasikan dengan pupuk organic cair seperti Seprint atau Super Flora, floran dll, yaitu dicampurkan saat akan menyemprot di tanaman.SYARAT FERMENTASI:  Alat seperti pengaduk dan wadah (drum, plastik gentong dll) harus bersih. Sebaiknya dihindari pemakaian bahan dari logam.  Bahan baku seperti air sebaiknya air yang bersih (syarat minimal air pertanian)  Tempat fermentasi ditempat yang teduh atau di dalam tanah atau terlindung dari cahaya/sinar matahari langsung di dalam wadah yang tertutup rapat.  Pencampuran bahan seperti gula, urea dilarutkan dahulu dalam air yang akan diberi biang Bio P 2000 Z baru dilarutkan biang ke dalamnya dan diaduk rata dengan alat pengaduk yang bersih.CIRI FISIK FERMENTASI BERHASIL/NORMAL:  Timbul gas dan wadah menggelembung dan menjadi berkeringat; Timbul bau harum (aromatis) kemasaman; warna larutan keruh; jika digoncang/diaduk/dituang timbul gelembung gas kecil-kecil dari larutan; rasa larutan agak sepet masam; terdapat lapisan kepputihan baik di permukaan larutan maupun di dinding wadah fermentasi.CIRI FISIK FERMENTASI YANG GAGAL :  Warna larutan tidak berubah (tetap jernih); Aroma tidak berubah.  Jika bau menjadi busuk, berarti banyak mikroba yang mati karena: kelamaan fermentasi (> 6 hari); dicampur langsung dengan bahan pupuk beracun atau dengan fungisida atau bakterisida atau pestisida lain; atau air yang digunakan beracun tinggi; atau wadah fermentasi tercemar bahan-bahan anti fermentasi seperti oli tinggi, zat kimia anti bakteri atau jamur.• Informasi Pemasaran Bio P 2000 Z silakan hubungi 021 9282 0330 / 0852 2228 1977 10

×