Kerusakan Alam INDONESIA

12,998 views

Published on

Arti lingkungan hidup, contoh kegiatan mengeksploitasi lingkungan, hubungan manusia dengan lingkungan hidup, pengertian ekosistem dan fungsinya, perbedaan ekosistem alami dan ekosistem buatan, komponen ekosistem, kerusakan alam, faktor yang mempengaruhi kerusakan alam, kerusakan alam terparah di INDONESIA, contoh kasus, dampak kerusakan alam terhadap lingkungan hidup

Published in: Education
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Kerusakan Alam INDONESIA

  1. 1. G E O G R A F I KERUSAKAN ALAM Arum-Dio-Jesica-Marvin-Ayu
  2. 2. 1. Arti lingkungan hidup Segala sesuatu benda dan kondisi yang ada di sekitar kita yang mempengaruhi kehidupan makhluk hidup.
  3. 3. 2. UU No 23 Thn 1997 Kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup termasuk manusia serta perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan peri kehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.
  4. 4. 3. Contoh kegiatan mengeksploitasi lingkungan 1. Menebang hutan secara liar 2. Ladang berpindah 3. Perburuan hewan secara liar 4. Mengeksploitasi tambang secara berlebihan 5. Menangkap ikan dengan bom 6. Membangun rumah tanpa memperhatikan ekosistem sekitarnya
  5. 5. 4. Hubungan MANUSIA dengan LINGKUNGAN HIDUP Lingkungan hidup dan manusia saling mempengaruhi dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Lalu memiliki hubungan timbal balik yang saling menguntungkan.
  6. 6. 5. Pengertian EKOSISTEM dan fungsinya Ekosistem adalah hubungan timbal balik antara manusia dan lingkungannya yang membentuk suatu ekologi. Fungsi ekosistem : Tempat berinteraksi antara makhluk hidup dan mengubah kondisi dalam komunitas.
  7. 7. 6. Perbedaan Ekosistem Alami dan Ekosistem Buatan EKOSISTEM ALAMI EKOSISTEM BUATAN Terbentuk secara alami Terbentuk dari manusia Bertahan lebih lama Bertahan lebih sebentar daripada ekosistem alami Bertujuan utk menyeimbangkan ekosistem Bertujuan utk memenuhi kebutuhan manusia Tumbuhan yang ada tidak terbatas Tumbuhan yang ada terbatas Ex:Danau, Laut, dan Gunung Ex:Waduk, Bendungan, dan Cagar Alam
  8. 8. 7. Komponen Ekosistem 1. Komponen Abiotik : faktor- faktor yang bersifat tidak hidup Ex : tanah, air, dan udara 2. Komponen Biotik : faktor- faktor yang bersifat hidup Ex : hewan, tumbuhan, dan manusia
  9. 9. Apa itu kerusakan alam ? Kerusakan alam adalah deteriorasi lingkungan dengan hilangnya sumber daya air, udara, dan tanah; kerusakan ekosistem dan punahnya fauna liar.
  10. 10. Faktor-faktor yang mempengaruhi • FAKTOR ALAMI 1. Banjir Bandang adalah banjir pada daerah di permukaan rendah yang terjadi akibat hujan yang turun terus - menerus dan muncul tiba-tiba. 2. Tanah longsor terjadi pada lahan dengan tingkat kemiringan lereng yang curam. 3. Gunung meletus adalah gunung yang mengeluarkan letusan lahar panas ,awan panas,debu panas dan material panas lainnya di sekitar wilayah itu.
  11. 11. • FAKTOR MANUSIA 1. Perburuan hewan yang membabi-buta sehingga terputusnya rantai makanan 2. Kebakaran hutan akibat dua faktor selain alam dikarenakan oleh kemarau panjang yang memicu kebakaran alam. 3. Penggundulan hutan ini adalah akibat manusia yang melakukan aktivitas penebangan hutan secara liar tanpa izin atau illegal dengan tanpa melakukan reboisasi kembali pada hutan tersebut. 4. Penambangan adalah aktivitas manusia dalam menggali material alam yang berharga. 5. Limbah industri adalah hasil pengolahan pabrik yang tidak berguna. 6. Radiasi Nuklir adalah peristiwa pencemaran alam akibat meledak dan pecahnya partikel- partikel dari nuklir dari penyimpannya.
  12. 12. 3 KERUSAKAN ALAM TERPARAH DI INDONESIA
  13. 13. 1. Penambangan Emas Oleh Newmon* di Nusa Tenggara Barat Kerusakan Akibat Penambangan Oleh PT. Newmon* Di Nusa Tenggara Setelah dimulainya penambangan Emas oleh PT. Newmon* selama kurang lebih 20 tahun menyebabkan begitu banyak kerusakan alam yang dapat dilihat langsung dan juga menyebabkan kerusakan di laut dikarenakan pembuangan limbah ke laut dan lingkungan sekitar dimana limbah-limbah tersebut masih mengandung merkuri dan arsenik.
  14. 14. 2. Penambangan Oleh PT. Freepor* di Papua Selama ini, kegiatan bisnis dan ekonomi Freepor* di Papua, telah mencetak keuntungan finansial yang sangat besar bagi perusahaan asing tersebut, namun belum memberikan manfaat optimal bagi negara, Papua, dan masyarakat lokal di sekitar wilayah pertambangan Freepor* telah membuang tailing dengan kategori limbah B3 (Bahan Beracun Berbahaya) melalui Sungai Ajkwa. Limbah ini telah mencapai pesisir laut Arafura..
  15. 15. 3. Kerusakan Terumbu Karang di Perairan Indonesia Terumbu karang yang hancur lebur mencapai hampir 50 persen, sedangkan yang masih sangat baik tinggal 6,2 persen. Kerusakan itu terutama disebabkan praktik pengeboman ikan dan pengambilan karang untuk bahan bangunan dan reklamasi pantai. Kondisi rusaknya terumbu karang itu akan terasa makin memprihatinkan bila mendengar keterangan dari pakar terumbu karang, yang mengatakan bahwa pemulihan terumbu karang memakan waktu cukup lama, berpuluh hingga beratus tahun. Itu pun bila kondisi lingkungan di sekitarnya mendukung.
  16. 16. Contoh kasus http://regional.kompas.com/read/2011/07/04/21465726/Kerusakan.Terumbu.Karang.Luar.Biasa PESISIR SELATAN, KOMPAS.com — Kerusakan terumbu karang parah di kawasan pesisir pantai Pulau Pagang yang terletak di Nagari Sungai Pinang, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Hal itu terpantau pada penyelaman yang dilakukan oleh tim survei lapangan identifikasi potensi dan pemetaan pulau-pulau kecil di Kabupaten Pesisir Selatan dan Pasaman Barat, Senin (4/7/2011). Kondisi terumbu karang di kawasan itu dalam keadaan jelek. Hal itu kemungkinan disebabkan sedimentasi tidak sampai terjadi karena keburu diempas arus.
  17. 17. Faktor penyebab kerusakan terumbu karang 1.Wisatawan merusak/membawa terumbu karang. 2. Membuang sampah ke laut dan pantai yang dapat mencemari air laut. 3. Penggunaan pupuk dan pestisida buatan pada lahan pertanian 4. Boros menggunakan air, karena semakin banyak air yang digunakan semakin banyak pula limbah air yang dihasilkan 5. Membuang jangkar pada pesisir pantai secara tidak sengaja akan merusak terumbu karang yang berada di bawahnya. 6. Penambangan pasir atau bebatuan di laut dan pembangunan pemukiman di pesisir turut 7. Menangkap ikan di laut dengan menggunakan bom dan racun sianida. 8. Siput drupella salah satu predator bagi terumbu karang.
  18. 18. Orangutan di Sumatera Tinggal 200 Ekor Posted on May 7, 2012 Aktivis lingkungan hidup dari Yayasan Ekosistem Lestari (YEL) menyebutkan populasi orangutan (pongo pygmaenus abelii) di Sumatera hingga tahun 2012 tinggal 200 ekor, akibat rusaknya habitat binatang dilindungi itu. Pada tahun 2000-an populasi orangutan di wilayah Sumatera di atas 1.000 ekor, namun pada tahun 2012 ini sudah di bawah 200 ekor, karena sebagian besar sudah punah akibat lingkungan mereka dirusak. Dikatakan, akibat alih fungsi lahan dari hutan gambut Rawa Tripa menjadi perkebunan sawit mulai dari Aceh Singkil hingg Kabupaten Nagan Raya, populasi Orangutan terus menyusut, karena habitat mereka sudah dirusak orang tidak bertangung jawab. Katanya, selain bermanfaat untuk keberlangsungan hidup manusia secara global, di dalam hutan gambut rawa tripa ini adalah sebagai habitat Orangutan, harimau sumatera, beruang madu dan sebagainya. Selain itu, dengan keberadaan ketebalan rawa gambut setebal 3-5 meter itu akan mampu menyerap air dan melindunggi masyarakat sekitar dari bencana alam banjir seperti yang sering terjadi selama ini. Karena alih fungsi lahan pada Maret 2012 itu, warga disini mengalami gangguan pernafasan karena sudah banyak kanal-kanal perusahaan.
  19. 19. Faktor-faktor penyebab kerusakan hutan 1. Illegal logging (Penebangan liar) 2. Kebakaran hutan 3. Perambahan hutan 4. Program pembangunan 5. Serangan hama dan penyakit 6. Kebijakan pemerintah yang tidak memihak kepada lingkungan 7. Perencanaan pembangunan yang kurang memperhatikan kelestarian hutan
  20. 20. DAMPAK KERUSAKAN ALAM TERHADAP LINGKUNGAN HIDUP 1. Hutan Perkiraan tidak resmi dari bank dunia menyatakan bahwa setiap tahunnya Indonesia kehilangan 1,5 juta Ha hutan selama 12 tahun terakhir dan apabila ini dibiarkan maka akan terjadi ketidakstabilan/ketidakseimbangan lingkungan yang akan berdampak buruk bagi kehidupan manusia. 2. Pencemaran Pencemaran sekarang menjadi marak di Indonesia, dimana limbah- limbah pabrik dibuang begitu saja tanpa memperhatikan dampak yang terjadi pada lingkungan. 3. Kemiskinan Hal ini akan memicu kerusakan lingkungan semakin besar karena setiap orang akan berbuat apa saja demi sesuap nasi walaupun yang dilakukan ini adalah merusak lingkungan.
  21. 21. BANJIR Banjir yang terjadi akibat kerusakan hutan. Bila hutan masih terjaga dengan baik memiliki pohon-pohon yang rimbun, hutan dapat menyerap air kemudian melepaskannya secara perlahan melalui daerah aliran sungai. Kerusakan hutanmerupakan kerusakan akibat ulah manusia yang menebang pohon pada daerah hulu sungai / pembukaan hutan yang dikonversi. Jadi, deforestasi dan hilangnya satwa liar bukanlah akibat yang tak terelakkan dari peningkatan populasi. Hal itu sering diakibatkan oleh pengelolaan yang salah, perdagangan yang tamak, kejahatan, dan pemerintah yang korup.
  22. 22. video • ..GEO-kerusakan alam movieExtreme Weather Events and Earth Changes DECEMBER 2012.mp4 • ..GEO-kerusakan alam moviekerusakan hutan.flv.mp4
  23. 23. Save our planet ! Thanks :D

×