Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Desain interior kantor futuristik, modern & trendi

14 views

Published on

Desain interior kantor futuristik, modern & trendi dilakukan melalui pemilihan furnitur serta aksesoris yang sesuai.

Di era modern yang begitu dinamis saat ini, banyak sekali kantor yang tertarik mengaplikasikan interior kantor dengan konsep futuristik dan minimalis. Pilihan ini karena desain futuristik tidak hanya dapat menciptakan atmosfer kantor yang modern tetapi juga membuat klien maupun karyawan merasa trendi.

Published in: Design
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Desain interior kantor futuristik, modern & trendi

  1. 1. Desain Interior Kantor Futuristik, Modern & Trendi Desain interior kantor futuristik, modern & trendi dapat diaplikasikan melalui pilihan warna baik untuk lantai, dinding, plafon, furniture maupun aksesoris ruang. Era modern dengan dinamika perubahan yang begitu cepat seperti saat ini memungkinkan desain kantor dengan sentuhan futuristik dan minimalis kasual patut dicoba. Desain interior kantor yang demikian tidak hanya mengikuti trendi tetapi menyuguhkan sesuatu di masa depan dengan tampilan yang seolah meninggalkan pakem lama termasuk pakem modernisme yang cenderung kaku. Selain memberi suguhan masa depan, model desain seperti ini ingin menciptakan atmosfer interior kantor yang mampu membuat pengunjung terkesima seperti halnya interior salah satu kantor biro konsultan yang berlokasi di Frankfrut-Jerman di bawah ini. Interior kantor yang didesain oleh tim arsitek Ippolito Fleitz Group ini tampil dengan pilihan warna trendi dan kasual pada bidang lantai, dinding, plafon maupun furniture. Pilihan warna ini mampu meciptakan suasana nyaman dan betah baik bagi karyawan maupun klien.
  2. 2. Interior Kantor Futuristik, Modern & Trendi Keinginan menciptakan lingkungan kerja yang nyaman bagi karyawan serta mampu membuat klien betah bertandang sejalan dengan tantangan perkembangan dunia bisnis kekinian yang ditandai dengan digitalisasi progresif dalam segala hal. Digitalisasi progresif teramati melalui proses kerja dan peningkatan mobilisasi staf, lokasi dan elemen emosi (estetika) serta identitas perusahaan menjadi ciri khas lingkungan kerja modern kekinian. Singkatnya, desain berbasis aktivitas menjadi masalah perancangan yang perlu dipecahkan oleh arsitek sehingga mampu menyediakan lingkungan kerja bagi karyawan yang menawarkan dukungan suasana yang sesuai untuk tugas yang sedang dihadapi.
  3. 3. Pada sisi yang lain, kualitas layanan kepada klien dengan didukung oleh interior ruang yang estetik juga menjadi masalah perancangan yang mesti harus dipecahkan sehingga mampu membentuk image kepercayaan klien terhadap perusahaan. Tantangan yang menuntut pemecahan masalah desain ini dapat dimulai dengan meciptakan keseimbangan antara prestise (image perusahaan) yang terpadu dengan ruang informal. Upaya menciptakan keseimbangan ini dengan cara membuat pilihan berbagai tipologi tempat kerja melalui sejumlah kemungkinan dengan memanfaatkan lantai yang tersedia dengan sempurna dan efektif. Salah satu solusi dari tuntutan pemecahan masalah desain yang muncul adalah dengan mengintensifkan permainan harmonik warna dengan bidang warna poligonal dalam nuansa ungu, biru dan coklat. Skema warna kuat dan elemen grafis yang hadir secara mengejutkan menekankan dinamika dan energi ruang komunikasi informal. Skema nude (warna natural), teal (ungu), dan warna biru yang khas memperkuat identitas ruang tertentu tertentu yang diaplikasikan pada warna natural pada penutup lantai, warna tenang pada dinding, kain gorden sebagai partisi dan furniture. Monokrom Vinyl Motif Kayu dan Warna Elegan Karpet Pada Lantai Salah satu ciri desain futuristik adalah penggunaan warna monokrom dengan pilihan dua warna yang berbeda intensitas. Perpaduan dua warna dengan intesitas yang berbeda akan menciptakan satu kesatuan warna yang harmonis dan utuh. Lantai merupakan salah satu elemen penting pada desain interior. Selain sebagai bidang pembatas bagian bawah ruang, desain lantai juga mampu menyuguhkan sisi estetika dalam mendukung suasana dan karekter ruang baik formal maupun informal. Ruang dengan karakteristik formal cendrung memilih warna gelap sementara pilihan warna terang cendrung pada ruang dengan karakteristik informal. Walaupun demkimian, dua karakteristik warna ini dapat dipadukan dengan pilihan warna monokrom seperti pada interior seperti nampak pada gambar berikut.
  4. 4. Tampak bidang lantai ruang ini mengaplikasikan dua material yaitu bahan dari parquet dan karpet dengan intensitas warna yang berbeda meciptakan ruang ini tidak hanya terkesan elegan tetapi juga santai dan ceria. Parquet warna coklat motif kayu dengan karakteristik hangat dan natural kemudian dipadukan dengan karpet warna abu dengan motif bintik-bintik warna coklat tua. Aplikasi warna ini tidak hanya menambah estetika ruang tetapi secara fungsional membedakan area sirkulasi dan fungsi ruang. Tampak di atas karpet diletakan furniture berupa sebuah meja berwarna pastel hitam dilengkapi dengan dua buah kursi arm chair berwarna biru langit. Sementara vinyl motif kayu diaplikasikan pada area sirkulasi. Ruang yang dikonsep santai dan elegan ini semakin diperkuat dengan visual gradasi warna biru pada dinding dan bentuk lengkung pada tangga yang dilengkapi dengan material kaca. Sementara bidang plafon pada ruang ini berwarna putih seperti sedang coba menetralkan apliaksi beberapa warna baik pada lantai, dinding dan furniture. Baca juga mengenai “Prosedur penataan interior kantor” di https://interiorkantor.com/prosedur-penataan- interior-kantor/ Warna Analogous Pada Dinding Tidak hanya warna monokrom tetapi juga warna analogous sering ditemui pada arsitektur futuristik. Sementara analogous itu sendiri merupakan tingkatan warna yang diaplikasikan dari warna gelap ke warna terang dengan urutan beberapa warna. Perpaduan warna seperti ini juga mampu menciptakan satu kesatuan gradasi warna yang harmonis dan utuh pada interior ruang.
  5. 5. Seperti pada ruangan dibawah ini, warna biru diaplikasikan secara analogous dari warna biru itu sendiri ke warna yang lebih terang yakni warna ungu kemerahan. Tampak pada ruangan ini, warna biru sebagai latar pada bidang dinding ruang bersebelahan kemudian diaplikasikan secara analogous. Kesan ruang ini menjadi lebih ceriah dan santai sebagaimana tuntutan ruang yang semula memiliki sifat informal menjadi lebih formal sebagaimana tuntutan bagaimana menciptakan kesan interior ruang kantor agar lebih ramah baik bagi karyawan maupun klien. Hal demikian sejalan dengan prinsip desain futuristik yakni prinsip analogi yang mencoba mengadopsi bentuk alami ke dalam ruang agar ruang terasa lebih hidup dan karena itu tidak kaku. Gradasi warna biru hingga ungu kemerahan pada ruang ini kemudan seolah dipecah dengan warna netral putih pada furniture berupa sebuah meja yang disiapkan untuk meletakan suguhan baik makanan maupun minuman ringan sebagaimana tampak pada gambar. Putih sebagai warna netral kembali diaplikasikan pada lis dinding bagian bawah seolah sebagai warna perantara ke warna abu dengan motif marmer pada bidang lantai. Warna putih juga kembali
  6. 6. diaplikasikan pada pilihan warna plafon yang hanya dipadukan dengan permainan garis atau lis hitam membentuk kotak atau bidang persegi. Plafon Dengan Tampilan Warna Netral Putih Sebagaimana lantai dan dinding, plafon merupakan salah satu elemen utama pada interior ruang. Plafon tidak hanya sebagai pembatas bagian atas ruang tetapi juga menunjukan ketinggian ruang. Sementara ketinggian ruang akan menentukan kesan sempit atau luasnya sebuah ruang. Demikian halnya dengan aplikasi warna pada plafon. Pilihan warna pada plafon akan sangat menentukan kualitas ruang seperti misalnya pilihan warna putih untuk menciptakan suasana terkesan lebih bersih, terang dan kelihatan luas. Sebagaimana interior ruang dibawah ini, perpaduan warna biru, warna alami kayu dan hitam dinetralisir dengan tampilan warna putih pada plafon. Aplikasi warna putih ini mampu membuat ruang tidak hanya terasa lebih luas tetapi bersih. Warna putih yang diaplikasikan pada ruangan inin tidak hanya memiliki karakteristik luas dan bersih tetapi juga menampilkan kesan kesederhanaan sebagai salah satu ciri arsitektur futuristik. Tampak warna putih diaplikasikan pada warna plafon dipadukan dengan permainan garis membentuk bidang persegi menjadikan bidang plafon terlihat lebih hidup.
  7. 7. Tidak hanya sebatas itu, cahaya putih yang keluar dari lampu TL maupun dinding transparan yang memungkinkan cahaya alami dari luar masuk secara maksimal seolah menjadi warna background ruangan. Dengan warna putih seolah sebagai background, visual baik warna biru pada tirai dan meja saji maupun warna hitam pada arm kursi dan meja tampil lebih tegas dan tajam. Hal demikianpun nampak pada visual warna lantai. Furniture Tampil Kasual Dengan Pilihan Warna Pastel Desain interior kantor futuristik, modern & trendi bisa diaplikasikan dengan pilihan warna pada furniture sebagai pelengkap interior ruang. Sudah barang tentu, pilihan warna pada furniture akan sangat mempengaruhi kualitas ruang yang diinginkan. Memilih warna pastel untuk diterapkan pada interior ruang akan membuat suasaan ruang menjadi lebih nyaman, lembut dan juga tentram. Ketika diaplikasikan pada interior kantor, warna ini cocok diterapkan pada ruang informal seperti ruang duduk interior kantor dibawah ini.
  8. 8. Suasana kantor akan terasa lebih santai hingga membuat para staf dapat memanfaatkan ruang ini sekedar melepaskan kepenatan barang sebentar atau dipilih sebagai ruang pertemuan singkat antara staf dank lien. Kesan santai ruang ini makin terasa dengan pilihan bentuk furniture yang unik. Warna Biru Pastel Yang Menenangkan Pada Partisi Dari Kain Salah satu ciri desain futuristik adalah minim elemen dekoratif. Elemen dekoratif dimaksimalkan pada model dan finishing permukaan bidang dari material yang cendrung mengkilap dan tampil alami atau natural. Hal demikian sejalan dengan idealism desain futuristik itu sendiri yaitu mencoba untuk melepaskan diri dari unsur tradisional yang penuh ornament juga unsur modern yang cendrung kaku. Sebagaimana tampak pada gambar berikut, elemen dekoratif dimaksimalkan dengan aplikasi material berupa kain tekstil sebagai bidang pembatas partisi ruang. lipatan-lipatan kain yang memungkinkan adanya permainan gradasi gelap-terang.
  9. 9. Semakin arstistik partisi dari tektil kain berwarna biru pastel keunguan seolah membiarkan dirinya memantulkan cahaya langit biru yang masuk melalui dinding kaca. Aplikasi warna yang mencoba untuk mengadopsi warna alami alam menjadi ciri dan karakter desain futuristik menjadikan suasana ruang terasa lebih luas dan nyaman didukung dengan pilihan finishing material yang mengkilap. Tampak pilihan material dengan finishing mengkilap pada bidang lantai menambah kesan ruang semakin artistic didikung warna natural putih pada plafon. Sementara itu, pilihan finishing hitam pastel pada furniture menjadikan ruang ini tidak hanya bernuansa santai dan ceria tetapi juga elegan. Aplikasi warna sesuai tema desain interior kantor futuristik, modern & trendi pada elemen dekoratif dengan memanfaatkan derajat visual warna material dan bias cahaya alami yang masuk melalui dinding kaca. Cahaya alami yang masuk kemudian dengan sengaja dibiarkan memantul pada bidang lantai untuk menambah kesan artistik.
  10. 10. Selain memanfaatkan derajat visual warna material seperti juga pada lantai, kesan interior kantor futuristik, modern & trendi dapat pula dengan pilihan warna analogous pada dinding dan warna pastel pada furniture dan partisi dari kain tekstil. Anda dapat membaca ulasan berbeda dari judul ini di situs ini: https://interiorkantor.id/desain-interior-kantor-futuristik.html

×