ISBD Pertemuan ke-9 Manusia, Nilai, Moral dan Hukum (bagian I) <ul><li>Wiyos Fira </li></ul>Jurusan Mata Kuliah Umum Fakul...
Outline <ul><li>Hakikat, Fungsi dan Perwujudan Nilai, Moral dan Hukum </li></ul><ul><li>Moralitas </li></ul><ul><li>Norma ...
Hakikat, Fungsi dan Perwujudan Nilai, Moral dan Hukum <ul><li>Hakikat  Nilai    Nilai masuk dalam kawasan Etika dan    Es...
Sesuatu dianggap bernilai karena:    Menyenangkan ( pleasant )    Berguna ( usefu l)    Memuaskan (Satisfying)    Meng...
Nilai    Sesuatu yang  diharapkan Realitas Abstrak Normatif/Idealis Motivator Keadilan, Keindahan, Keadilan, Kemanusiaan,...
Nilai   sesuatu yang obyektif atau subyektif? Pandangan Idealis Menyatakan nilai itu obyektif, melekat pada setiap sesuat...
Nilai ; Antara Kualitas Primer dan Kualitas Sekunder Segala sesuatu di alam semesta ini memiliki kualitas yang menentukan ...
Moralitas Mores     mos, moris, manner     Morals Akhlak, Kesusilaan, Tata Tertib Nurani/Batin, Ethos/ Etika Moral bagia...
Norma Sebagai Perwujudan Nilai Nilai bersifat  Abstrak Norma (Manifestasi Nilai agar berfungsi praktis) Nilai Kebersiahan ...
Norma dan Sanksi Norma    panduan. tolak ukur atau pedoman dalam    bertingkah laku pada masyarakat Sanksi     Keadaan y...
Hukum Sebagai norma <ul><li>Norma Hukum </li></ul><ul><li>Datang dari Luar Diri Individu (Heteronom) yaitu dari kekuasaan/...
Hukum menurut Sumbernya (Thomas Aquinas) 1. Hukum Abadi (Lex Ecterna)  Berakar dari JiwaTuhan 2. Hukum Alam    Ditafsir ...
Perkembangan Hukum Seiring Perkembangan Masyarakat Max Weber  Tradisional  Legal Rasional  E. durkheim Solidaritas Mekanik...
Fungsi dan Tujuan Hukum <ul><li>Fungsi dan Tujuan Hukum dalam Masyarakat </li></ul><ul><li>Sebagai alat pengatur tata tert...
Hukum Tidak Identik  dengan Keadilan <ul><li>Teori Etis    Tujuan Hukum semata mencari keadilan </li></ul><ul><li>Teori U...
Makna Keadilan <ul><li>Macam Keadilan (Plato) </li></ul><ul><li>  1. Keadilan Komutatif   Sama Banyak </li></ul><ul><li> ...
Faktor-faktor Masyarakat Mematuhi Hukum (Sosiologi Hukum) Suryono Sukanto 1. Kepentingan masyarakat terjaga oleh hukum 2. ...
TERIMA KASIH 04/03/11 ©  2010 Universitas Negeri Jakarta  |  www.unj.ac.id  |
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Pertemuan 9

1,582 views

Published on

Published in: Technology, Business
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,582
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
33
Actions
Shares
0
Downloads
90
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Pertemuan 9

  1. 1. ISBD Pertemuan ke-9 Manusia, Nilai, Moral dan Hukum (bagian I) <ul><li>Wiyos Fira </li></ul>Jurusan Mata Kuliah Umum Fakultas Ilmu Sosial
  2. 2. Outline <ul><li>Hakikat, Fungsi dan Perwujudan Nilai, Moral dan Hukum </li></ul><ul><li>Moralitas </li></ul><ul><li>Norma dan Sanksi </li></ul><ul><li>Hukum Sebagai norma </li></ul><ul><li>Fungsi dan Tujuan Hukum </li></ul><ul><li>Makna Keadilan </li></ul>04/03/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  3. 3. Hakikat, Fungsi dan Perwujudan Nilai, Moral dan Hukum <ul><li>Hakikat Nilai  Nilai masuk dalam kawasan Etika dan Estetika </li></ul><ul><li>Ada 3 jenis makna Etika (K. Bertens) </li></ul><ul><li>1. Etika  Nilai atau norma yang menjadi pegangan individu/masyarakat dalam mengatur tingkahlaku/sikap </li></ul><ul><li>2. Etika  Kumpulan Azas, Nilai moral (Kode Etik) </li></ul><ul><li>3. Etika  Ilmu tentang baik dan buruk (Filsafat Moral) </li></ul><ul><li>Nilai (KUBI)  Harga, angka/skor, kadar, mutu, kualitas, sifat yang penting, keadaan yang bermanfaat </li></ul>04/03/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  4. 4. Sesuatu dianggap bernilai karena:  Menyenangkan ( pleasant )  Berguna ( usefu l)  Memuaskan (Satisfying)  Menguntungkan (Profitable)  Menarik (interseting)  Keyakinan (Belief) 04/03/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  5. 5. Nilai  Sesuatu yang diharapkan Realitas Abstrak Normatif/Idealis Motivator Keadilan, Keindahan, Keadilan, Kemanusiaan, Kesejahteraan, Keselamatan, Keanggunan, Kebersihan, Kerapian, Kearifan, Kerapian, Kebijakan Ada 3 macam nilai (Notonegoro) Nilai Materiil Nilai Vital Nilai Kerohanian Kebenaran  rasional,Akal budi Estetika  Rasa Moral  Nurani Nilai Religius  Keyakinan 04/03/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  6. 6. Nilai  sesuatu yang obyektif atau subyektif? Pandangan Idealis Menyatakan nilai itu obyektif, melekat pada setiap sesuatu Apakah obyek bernilai karena kita menginginkannya atau sebaliknya kita menginginkannya karena obyek bernilai? Apakah nilai menarik perhatian subyek atau subyek memberikan nilai pada obyek? Pandangan Subyektif Menyatakan nilai sesuatu tergantung pada subyek yang menilainya Apakah keinginan menentukan nilai suatu obyek atau obyek diinginkan karena secara otonom bernilai? Apakah manusia pemilik nilai (subyektif) atau hanya pengguna nilai (obyektif) 04/03/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  7. 7. Nilai ; Antara Kualitas Primer dan Kualitas Sekunder Segala sesuatu di alam semesta ini memiliki kualitas yang menentukan eksistensinya. Kualitas primer  Bagian dari eksistensi obyek, sifat dan ciri dasar obyek. Obyek tidak ada tanpa kulitas primer ini Kualitas sekunder  Bagian dari eksistensi obyek tapi dipengaruhi oleh interpretasi subyek dan relatif Nilai adalah milik semua obyek dan tidak memilki eksistensi yang riil karena nilai merupakan sifat dan kualitas, sebelum termanifestasikan nilai hanyalah kemungkinan belaka. 04/03/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  8. 8. Moralitas Mores  mos, moris, manner  Morals Akhlak, Kesusilaan, Tata Tertib Nurani/Batin, Ethos/ Etika Moral bagian dari Nilai Nilai Moral adalah Perilaku Baik dan Buruk 3 jenis nilai dalam filsafat nilai Nilai Logika  Benar-Salah Nilai Etika  Baik-Buruk Nilai Estetika  Indah-Jelek 04/03/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  9. 9. Norma Sebagai Perwujudan Nilai Nilai bersifat Abstrak Norma (Manifestasi Nilai agar berfungsi praktis) Nilai Kebersiahan Wujud Riil Norma Buanglah Sampah pada Tempatnya! 04/03/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  10. 10. Norma dan Sanksi Norma  panduan. tolak ukur atau pedoman dalam bertingkah laku pada masyarakat Sanksi  Keadaan yang dikenakan pada pelanggar norma baik fisik maupun pshikis <ul><li>Macam Norma di Masyarakat: </li></ul><ul><li>Norma Agama </li></ul><ul><li>Norma Moral/Kesusilaan </li></ul><ul><li>Norma Kesopanan </li></ul><ul><li>Norma Hukum </li></ul>Individu/Pribadi Antar Pribadi 04/03/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  11. 11. Hukum Sebagai norma <ul><li>Norma Hukum </li></ul><ul><li>Datang dari Luar Diri Individu (Heteronom) yaitu dari kekuasaan/lembaga yang berwenang </li></ul><ul><li>Dilekati Sanksi yang Memaksa seperti sanksi pidana </li></ul><ul><li>Dilaksanakan oleh Negara dengan Aparaturnya </li></ul>04/03/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  12. 12. Hukum menurut Sumbernya (Thomas Aquinas) 1. Hukum Abadi (Lex Ecterna)  Berakar dari JiwaTuhan 2. Hukum Alam  Ditafsir secara subyektif oleh manusia dari alam (Hukum-hukum Fisika, Matematika dan Ilmu Alam lainnya berdasar keteraturan Alam 4. Hukum Tuhan  Bersumber dari wahyu/kitab suci 3. Hukum Positif  Pelaksanaan atas tafsir hukum alam oleh manusia, mengatur soal duniawi dalam negara Subyek Hukum, Obyek Hukum,Badan Hukum, Hukum Meteriil, Hukum Formal (UU, Yurisprudensi, Traktat) 04/03/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  13. 13. Perkembangan Hukum Seiring Perkembangan Masyarakat Max Weber Tradisional Legal Rasional E. durkheim Solidaritas Mekanik Solidaritas Organik Hukum bersifat Represif(Pidana) Hukum bersifat Restitutif(Perdata) 04/03/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  14. 14. Fungsi dan Tujuan Hukum <ul><li>Fungsi dan Tujuan Hukum dalam Masyarakat </li></ul><ul><li>Sebagai alat pengatur tata tertib hubungan bermasyarakat </li></ul><ul><li>Sebagai sarana mewujudkan keadilan sosial </li></ul><ul><li>Sebagai penggerak pembangunan </li></ul><ul><li>Fungsi kritis hukum </li></ul>Aristoteles  Mewujudkan Keadilan Van Apeldorm  Mengatur tata tertib secara adil untukmembangun masyarakat. 04/03/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  15. 15. Hukum Tidak Identik dengan Keadilan <ul><li>Teori Etis  Tujuan Hukum semata mencari keadilan </li></ul><ul><li>Teori Utilities  Tujuan Hukum untuk memberi manfaat bagi sebanyak-banyaknya orang dalam masyarakat </li></ul>Karena Peraturan Peraturan Hukum Tidak Selalu untuk mewujudkan Keadilan Kaidah Dasar Hukum (Gustav Radbuch) 1.Azas Keadilan 2.Azas Kemanfaatan 3.Azas Kepastian 04/03/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  16. 16. Makna Keadilan <ul><li>Macam Keadilan (Plato) </li></ul><ul><li> 1. Keadilan Komutatif  Sama Banyak </li></ul><ul><li> 2.Keadilan Distributif  Pembagian Menurut hak masing- masing, Berdasar rasio, perbadingan </li></ul><ul><li> 3. Keadilan Legal  Hak sesuai dengan kemampuan </li></ul>Frans Magnis Suseno  Suatu keadaan dimana semua orang dalam situasi yang sama diperlakukan secara sama 04/03/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  17. 17. Faktor-faktor Masyarakat Mematuhi Hukum (Sosiologi Hukum) Suryono Sukanto 1. Kepentingan masyarakat terjaga oleh hukum 2. Pemenuhan Keinginan ( Complience )  Ada Harapan akan suatu imbalan terhindar dari sanksi 3. Identifikasi, Seseorang mematuhi hukum karena identifikasi  Menjaga Hubungan dalam masyarakat 4. Internalisasi,Nilai Hukum tertanam dalam hati  Karena kaidah hukum yang ada sesuai dengan nilai-nilai yang dianut masyarakat jadi dari penjiwaan dan kesadaran dalam diri masing-masing 04/03/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  18. 18. TERIMA KASIH 04/03/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |

×