Successfully reported this slideshow.
Your SlideShare is downloading. ×

Perencanaan Keuangan - Alokasi Aset.pptx

Ad
Ad
Ad
Ad
Ad
Ad
Ad
Ad
Ad
Ad
Ad
Loading in …3
×

Check these out next

1 of 25 Ad

More Related Content

Recently uploaded (20)

Advertisement

Perencanaan Keuangan - Alokasi Aset.pptx

  1. 1. Alokasi Aset & Diversifikasi • Jason Gabriel Pratama (201960059) • Danil (201960095) • Christsanty Livia (201960110)
  2. 2. ASSET ALLOCATION • Salah satu strategi investasi. • Membantu menyeimbangkan risk dan return pada asset tertentu. • Mengacu pada berinvestasi pada presentase tertentu dari surplus yang dapat diinvestasikan pada masing-masing kelas asset.
  3. 3. WHY? Mengoptimalkan keuntungan dan mengelola risiko What to consider?
  4. 4. Individual Investor Life Cycle The Preliminaries Investment Strategies Over an Investor’s Lifetime Life Cycle Investment Goals
  5. 5. The Preliminaries
  6. 6. Investment Strategies Over an Investor’s Lifetime
  7. 7. Life Cycle Investment Goals Near-Term, High Priority Goals Long-Term, High Priority Goals Lower Priority Goals
  8. 8. The Portfolio Management Process
  9. 9. The Need for a Policy Statement
  10. 10. Understanding and articulating Realistic investor goals • Menyusun pernyataan kebijakan adalah proses dimana investor mengartikulasikan kebutuhan dan tujuan realistis mereka dan memahami pasar keuangan dan risiko investasi Standards for Evaluating Portfolio Performance Others Benefits • Portfolio benchmark - mencerminkan preferensi risiko dan persyaratan pengembalian yang sesuai dari klien. • Build Comprehensive Policy Statement : ⚬ Klien memahami kebutuhannya sebelum mengkomunikasikan kepada manajer portfolio ⚬ manajer harus mengimplementasikan keinginan klien dengan mengikuti pedoman investasi. • menulis pernyataan kebijakan yang jelas membantu menghindari banyak masalah potensial seperti perilaku tidak etis atau investasi yang tidak sesuai dari manajer portfolio dan pergantian manajer.
  11. 11. Input to the Policy Statement • Investment Objectives • Investment Constraints
  12. 12. Investment Objectives • Tujuan investor adalah tujuan investasinya, yang dinyatakan dalam bentuk risiko dan pengembalian • A careful analysis of the client's risk tolerance should precede any discussion of return objectives. • Risk Tolerance juga dipengaruhi oleh faktor lain seperti tanggungan asuransi, cadangan uang tunai, situasi keluarga, usia, kekayaan bersih dan ekspektasi pendapatan. • Return Objectives : ⚬ Capital Preservation ⚬ Current Income ⚬ Capital Appreciation ⚬ Total Return
  13. 13. Investment Objective : 25-year old Investment Objective : 65-year old Investasikan dana dalam berbagai investasi berisiko sedang hingga tinggi. Risiko rata-rata dari portofolio ekuitas harus melebihi indeks pasar saham yang luas, seperti indeks saham NYSE. Eksposur ekuitas asing dan domestik harus berkisar antara 80 persen hingga 95 persen dari total portofolio. Sisa dana harus diinvestasikan dalam wesel dan obligasi jangka pendek dan menengah Berinvestasi dalam investasi saham dan obligasi untuk memenuhi kebutuhan pendapatan (dari pendapatan obligasi dan dividen saham) dan untuk menyediakan pertumbuhan riil (dari ekuitas). Sekuritas pendapatan tetap harus terdiri dari 55 hingga 65 persen dari total portofolio; dari jumlah ini, 5 hingga 10 persen harus diinvestasikan dalam sekuritas jangka pendek untuk likuiditas dan keamanan ekstra. Sisanya 35 hingga 45 persen dari portofolio harus diinvestasikan dalam saham berkualitas tinggi yang risikonya serupa dengan indeks S&P 500.
  14. 14. Investment Constraints • Liquidity Needs - Suatu aset likuid jika dapat dengan cepat dikonversi menjadi uang tunai dengan harga yang mendekati nilai pasar wajar • Time Horizon ⚬ Long Investment Horizon - Less liquidity and can tolerate greater portfolio risk ⚬ Short Investmen Horizon - Favor more liquid and less risky investments • Tax Concerns - Penghasilan kena pajak dari bunga, dividen, atau sewa dikenakan pajak pada tarif pajak marjinal investor. • A Note Regarding Taxes - Dampak pajak pada strategi investasi dan hasil akhir sangat signifikan. peraturan lebih didorong oleh politik daripada teori keuangan dan ekonomi dan peraturan akan terus berubah. • Legal and Regulatory Factors - Baik proses investasi maupun pasar keuangan sangat diatur dan tunduk pada banyak undang-undang. Terkadang, faktor hukum dan peraturan ini membatasi strategi investasi individu dan institusi. • Unique Needs and Preferences - Perhatian, kebutuhan, preferensi unik dari setiap investor.
  15. 15. Constructing the policy statement General guideline Menyusun policy statement sendiri 1. Apa risiko nyata dari hasil kerugian finansial? terutama dalam jangka pendek? 2. Apa reaksi emosional yang mungkin terjadi jika saya mengalami kerugian finansial? 3. Seberapa besar pengetahuan saya tentang investasi dan pasar modal? 4. Apa sumber pendapatan lain yang saya punya? 5. Bagaimana fluktuasi yang tidak diantisipiasi pada nilai portfolio saya bisa mempengaruhi kebijakan investasi saya? Menyusun policy statement dibantu oleh advisor 1. Apakah kebijakan investasi investor tersebut memenuhi kebutuhan dan tujuan mereka? 2. Apakah kebijakan tersebut tertulis dengan jelas sehingga manajer portofolio dapat menggunakannya untuk mengelola portofolio yang sesuai dengan keperluan klien tersebut? jika ada pegantian manajer portofolio, apakah manajer yang baru dapat menggunakan policy statement itu untuk mengelola portofolio anda sesuai dengan keperluan anda? 3. Apakah klien dapat tetap berkomitmen dengan kebijakan tersebut ketika kondisi pasar modal sedang bervariasi? dan apakah klien mengerti betul risiko investasi dan pentingnya disiplin dalam proses berinvestasi? 4. Jika diterapkan, apakah kebijakan tersebut dapat mencapai tujuan dan kebutuhan klien?
  16. 16. Cara investor membagi dana mereka kedalam beberapa kelas aset yang berbeda Pentingnya Alokasi Aset Policy Statement Asset Allocation Menurut Fidelity Investment, ada tiga faktor yang mempengaruhi alokasi aset yaitu :  Tipe aset  Jangka waktu investasi  Profil risiko CONTOH : Policy Statement seorang investor tertera seperti berikut ini : • Saham biasa : 60% - 80% • Obligasi : 20% - 40% Jika investor tersebut optimis terhadap kinerja saham pada waktu tertentu maka alokasi untuk saham dapat diperbesar sampai max 80%, begitu juga sebaliknya.
  17. 17. Kelas aset apa yang harus dimasukkan kedalam portofolio investasi? 1 Berapa bobot yang harus ditetapkan pada setiap kelas aset? 2 Berapa range alokasi yang diperbolehkan? 3 Secara spesifik, saham/obligasi/etf apa yang harus dimasukkan ke portofolio? 4 Empat pertimbangan yang berkaitan dengan strategi investasi
  18. 18. “…trying to do market timing is likely not only not to add value… but to be counterproductive.” "Rule number one: Stop listening to professionals!“ Warren Buffett William Sharpe Peter Lynch John Bogle “A manager should avoid market timing altogether.” “ I never have the faintest idea what the stock market is going to do over the next six months, or the next year, or two. But… it is very easy to see what’s going to happen over the long term.”
  19. 19. Return Investasi setelah pajak dan inflasi Return yang kita dapatkan dari berinvestasi bukan return yang sebenarnya Ada pajak dan inflasi yang dapat mengurangi return investasi seorang investor Inflasi memberikan dampak yang lebih besar daripada pajak dalam mengurangi return
  20. 20. Contoh Ryan berinvestasi $10.000 di stock funds atau ETF S&P500 (contohnya VOO, SPY, IVV) selama 10 tahun dan dimulai pada Desember 2009. Rata-rata inflasi adalah 5%. Pada akhir tahun 2019, nilai investasi Ryan menjadi $35.260 (13,43% per tahun). Return dan nilai investasi Ryan setelah inflasi adalah sebesar…. Cara 1 : Menggunakan rumus Return After Inflation : Cara 2 : Menghitung nilai akhir investasi Ryan dengan future value : Menghitung present value dari nilai akhir investasi Ryan : Nilai investasi Ryan pada tahun 2017 setelah inflasi adalah sebesar $21.646 atau 8,03% per tahun
  21. 21. Return dan risiko pada kelas aset yang berbeda Return investasi yang besar bisa didapatkan dengan menanggung risiko yang besar contoh : berinvestasi di saham small caps yang cenderung kurang likuid dan memiliki kinerja kurang stabil Bagaimana seorang investor dapat berinvestasi dengan optimal di pasar modal? • Memiliki fondasi keuangan yang baik dan cash flow yang stabil • Memiliki policy statement dan perencanaan investasi yang baik • Memiliki pengetahuan tentang pasar modal yang baik serta risk dan return-nya • Memiliki kedisiplinan dalam berinvestasi Akibat dari kurangnya kedisplinan dan pengetahuan dalam berinvestasi saham
  22. 22. Return dan risiko pada kelas aset yang berbeda • Secara umum, saham memiliki return yang lebih besar dari pada obligasi namun juga risiko yang lebih besar (dilihat dari standar deviasi-nya) • Pada saat-saat tertentu return dari 30 days T-Bills dapat mengungguli return saham contoh : Pada saat saham mengalami koreksi • Memilih saham untuk investasi jangka pendek bukan pilihan yang tepat
  23. 23. CAGR 17,35%
  24. 24. 1. Asuransi 2. Dana darurat 1. Tujuan investasi 2. Jangka waktu investasi 3. Profil Risiko 4. Alokasi aset & diversifikasi Summary Membuat Policy Statement 1. Pemilihan aset 2. Menentukan bobot 3. Menentukan range bobot yang diperbolehkan 4. Sekuritas spesifik yang harus dibeli Alokasi aset & diversifikasi Strategi Investasi Mulai Berinvestasi Fondasi Keuangan
  25. 25. Thank You

Editor's Notes

  • Proses memutuskan bagaimana mendistribusikan kekayaan investor di antara berbagai negara dan kelas asset untuk tujuan investasi.
    Bergantung pada pernyataan kebijakan investor yang mencakup target investor, kendala, dan pedoman investasi.
  • Rencana keuangan dan kebutuhan investasi setiap individu berbeda dan berubah sepanjang siklus hidup. Hal ini berdasarkan usia, status keuangan, rencana masa depan, risk aversion, dan kebutuhan.
  • Pada dasarnya dikelompokkan berdasarkan net worth dan risk tolerance.

×