DIKLAT JABATAN FUNGSIONAL SURVEYOR PEMETAAN <br />BADAN PERTANAHAN NASIONAL (BPN)<br />Hotel Mirah, Bogor, 17-23 Juli 2011...
PETA NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA<br />
GEOSPASIAL = RUANG KEBUMIAN<br />Geospasialatauruangkebumianadalahaspekkeruangan yang menunjukkan lokasi, letak, dan posis...
JABFUNGSURTA<br />Surveyor PemetaanadalahPegawaiNegeriSipil yang diberitugas, wewenang, tanggungjawabdanhaksecarapenuholeh...
Citra Quickbird sebelum dan sesudah Tsunami di Kota Banda Aceh (Atlas Tsunami Aceh BAKOSURTANAL 2005).  Kapal pembangkit l...
Kerusakan di  Lhok Nga<br />10 Januari 2003<br />(Sebelum Tsunami)<br />29 Desember 2004<br />(Sesudah Tsunami)<br />
2004 Sumatra EarthquakeCoastal Change Inferred from SAR<br />Derivation of Coastal Changes using Two Radar Backscatter Int...
2005 Sumatra Earthquake (after shock)Coastal Change Inferred from SAR<br />Derivation of Coastal Changes using Two Radar B...
Uplift and subsidence due to 27 March 2005 earthquake revealed by the satellite radar images analyses<br />1) NW coast of ...
We Is.<br />NORWEGIAN<br />Map = 387 sheets<br />Area = 6.000 Km2<br />Topographic Mapping Coverage<br />Scale 1:10.000 ...
SEWON<br />
KONDISI SAAT INI<br />UU-IG No. 4  tentangInformasiGeospasial , diundangkan21 April 2011 <br />BAKOSURTANAL sebagai Pembin...
Kondisi saat ini<br />IG Nasionaldan Global tersediapadaskala/resolusitertentudenganvariasikualitas yang berbeda.<br />IG ...
Data Geospasialyang selanjutnyadisingkat DG adalah data tentanglokasigeografis, dimensiatauukuran, dan/ataukarakteristikob...
InformasiGeospasialDasar yang selanjutnyadisingkat IGD adalah IG yang berisitentangobjek yang dapatdilihatsecaralangsungat...
TitikKontrolGeodesiadalahposisidimukabumiyang ditandaidenganbentukfisiktertentu yang dijadikansebagaikerangkaacuanposisiun...
PetaRupabumi Indonesia adalahpetadasaryang memberikaninformasisecarakhususuntukwilayahdarat.<br />PetaLingkunganPantai Ind...
ASAS DAN TUJUANIG diselenggarakanberdasarkanasas:<br />a. kepastianhukum;<br />b. keterpaduan;<br />c. keterbukaan;<br />d...
UU-IG bertujuanuntuk:<br />a. menjaminketersediaandanaksesterhadap IG yang dapatdipertanggungjawabkan;<br />b. mewujudkanp...
JENIS INFORMASI GEOSPASIAL<br />JenisIG terdiriatas:<br />a. IGD; dan<br />b. IGT.<br />
InformasiGeospasialDasar<br />IGD  meliputi:<br />a. jaring kontrol geodesi; dan<br />b. petadasar.<br />Jaringkontrolgeod...
Petadasarberupa:<br />a. PetaRupabumi Indonesia;<br />b. Peta Lingkungan Pantai Indonesia; dan<br />c. Peta Lingkungan Lau...
Setiaporangwajibmenjagatandafisikjaringkontrolgeodesi.<br />
Petadasarterdiriatas:<br />a. garispantai;<br />b. hipsografi;<br />c. perairan;<br />d. namarupabumi;<br />e. bataswilaya...
(1) Garispantaimerupakangarispertemuanantaradaratandenganlautan yang dipengaruhiolehpasangsurutair laut.<br />(2) Garispan...
Pasal17 UU-IG No.4/2011:<br />(1) IGD diselenggarakan secara bertahap dan sistematis untuk seluruh wilayah Negara Kesatuan...
Pasal18 UU-IG No. 4/2011:<br />(1) Peta Rupabumi Indonesia sebagaimana dimaksud dalam<br />Pasal 7 huruf a diselenggarakan...
Kondisi saat ini<br />IG Nasionaldan Global tersediapadaskala/resolusitertentudenganvariasikualitas yang berbeda.<br />IG ...
InformasiGeospasialTematik<br />IGT wajibmengacupada IGD.<br />Dalammembuat IGT dilarang:<br />a. mengubahposisidantingkat...
Pasal21<br />(1) IGT yang menggambarkansuatubatas yang mempunyai<br />kekuatanhukumdibuatberdasarkandokumen<br />penetapan...
PENYELENGGARA INFORMASI GEOSPASIAL<br />Pasal22:<br />(1) IG yang berjenis IGD sebagaimanadimaksuddalamPasal 4 huruf a han...
Pasal 23<br />(1) IG yang berjenis IGT sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 huruf b dapatdiselenggarakanolehInstansiPemerint...
Pasal 24<br />(1) Badandapatmengintegrasikan:<br />a. lebihdarisatu IGT yang diselenggarakanolehInstansiPemerintahatauPeme...
PENYELENGGARAAN INFORMASI GEOSPASIAL<br />PenyelenggaraanIG dilakukanmelaluikegiatan:<br />a. pengumpulan DG;<br />b. peng...
PengumpulanData Geospasial<br />(1) Pengumpulan DG merupakanprosesataucarauntukmendapatkan DG yang dilakukandenganmengguna...
Pasal 29<br />(1) InstansiPemerintahatauPemerintahdaerahdalampengumpulanDG padasuatukawasanharusmemberitahukankepadapemili...
Pengolahan Data dan Informasi Geospasial<br />Pasal 30<br />Pengolahan DG dan IG sebagaimanadimaksuddalamPasal 25 huruf b ...
Pasal 32<br />(1) Pengolahan DG dan IG harusdilakukandidalamnegeri.<br />(2) Dalamhalsumberdayamanusiadan/atauperalatanyan...
Pasal 33<br />Pengolahan DG dan IG meliputipemrosesan DG danpenyajianIG.<br />Pasal 34<br />(1) Pemrosesan DG sebagaimanad...
Pasal 38<br />(1) Penyimpanandanpengamanansebagaimanadimaksud<br />dalamPasal 37 dilakukansesuaidenganstandar<br />prosedu...
Pasal 39<br />(1) InstansiPemerintahmenyerahkanduplikat IGT yang<br />diselenggarakannyakepadaInstansiPemerintah yang<br /...
Pasal 40<br />(1) Pengamanan DG dan IG jugadilakukanterhadaptanda<br />fisiksebagaimanadimaksuddalamPasal 8 ayat (2), Pasa...
Penyebarluasan Data dan Informasi Geospasial<br />Pasal41<br />Penyebarluasan DG dan IG sebagaimanadimaksuddalamPasal25 hu...
Pengembangan Teknologi IDS<br />Dari DG menjadi multi-layanan IG<br />
PenyelenggaraIG yang bersifatterbukamenyebarluaskan IG sebagaimanadimaksuddalamPasal 41 dengancarayang berdayaguna dan ber...
Pasal 45<br />(1) Pemerintahmembangunjaringan IG untukpenyebarluasanIG secaraelektronik.<br />(2) Jaringan IG sebagaimanad...
PenggunaanInformasiGeospasial<br />Pasal47<br />(1) Penggunaan IG sebagaimanadimaksuddalamPasal25 hurufe merupakankegiatan...
Pasal 49<br />(1) Pengguna IG berhakmengetahuikualitas IG yang diperolehnya.<br />(2) Penyelenggara IG wajibmemberitahukan...
Pasal 50<br />InstansiPemerintah, Pemerintahdaerah, dansetiaporang yang membuatprodukturunansuatu IG denganmaksuduntukdipe...
InfrastrukturPenyelenggaraanInformasiGeospasial<br />Pasal53<br />(1) Pemerintahwajibmemfasilitasipembangunaninfrastruktur...
BAB VIPELAKSANA INFORMASI GEOSPASIAL<br />Pasal54<br />Kegiatanpenyelenggaraan IG olehInstansiPemerintahatauPemerintahdaer...
Pasal 56<br />(1) Pelaksanaan IG yang dilakukan oleh badan usaha wajib memenuhi:<br />a. persyaratanadministratif; dan<br ...
PEMBINAAN<br />Pasal 57<br />(1) Badan melakukan pembinaan mengenai pemaknaan, pengarahan, perencanaan, danevaluasiterhada...
BAB VIIILARANGAN<br />Pasal58<br />Setiaporang yang tanpahakdanmelawanhukumdilarang<br />menghilangkan, merusak, mengambil...
Pasal 60<br />(1) Setiaporangdilarangmengubah IGT tanpaizindaripenyelenggaraIGT danmenyebarluaskanhasilnya.<br />(2) Setia...
BAB XKETENTUAN PIDANA<br />Pasal64<br />(1) Setiaporang yang memenuhiunsurPasal 58 dipidanadengan pidana penjara paling la...
Pasal 66<br />(1) Setiaporang yang memenuhiunsurPasal 60 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) bula...
Pasal 68<br />(1) Setiaporang yang memenuhiunsurPasal 62 dipidana<br />dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun ata...
KepMenPan No. 134/KEP/M.PAN/12/2002 tentangJabfunghsurtadanangkakreditnya<br />Menimbang<br />bahwa dalam rangka meningkat...
Instansi pembina jabatan fungsional Surveyor Pemetaan adalah instansi yang secara fungsional bertanggung jawab dalam kegia...
Pasal 3<br />Surveyor Pemetaanberkedudukansebagaipelaksanateknisfungsionaldibidangsurveidanpemetaanpadainstansipemerintah....
JenjangPangkatdangolonganruang: sampai Surveyor PemetaanMadya:<br />Pembina, golonganruang IV/a, <br />Pembina Tingkat 1, ...
KEPUTUSAN BERSAMA<br />KEPALA BADAN KOORDINASI <br />SURVEI DAN PEMETAAN NASIONAL<br />DAN<br />KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN N...
Mengingatdst<br />M E M U T U S K A N<br />Menetapkan<br />:<br />KEPUTUSAN BERSAMA KEPALA BADAN KOORDINASI SURVEI DAN PEM...
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIANOMOR 16 TAHUN 1994TENTANGJABATAN FUNGSIONAL PEGAWAI NEGERI SIPIL PRESIDEN REPUBLIK...
JENIS DAN KRITERIA JABATAN FUNGSIONAL<br /> <br />Jabatan-jabatanfungsionaldihimpundalamrumpunjabatanfungsional. <br />Jab...
Jabatanfungsionalkeahliandanjabatanfungsionalketrampilanditetapkandengankriteriasebagaiberikut :<br />Mempunyaimetodologi,...
PERATURAN KEPALA <br />BADAN KOORDINASI SURVEI DAN PEMETAAN NASIONAL<br />NOMOR : HK.01.04/54-KA/II/2006<br /> <br />TENTA...
KEGIATAN YANG DAPAT DINILAI DAN DIBERIKAN ANGKA KREDIT<br />A.<br />UNSUR UTAMA<br />1. Unsur Pendidikan<br />2. Unsur Keg...
UNSUR PENGEMBANGAN PROFESI<br />Pengembanganprofesiadalahsemuakegiatan yang berkaitandenganpeningkatanpengetahuandanwawasa...
PENUTUP<br />PerlupeningkatanjumlahdanpengembanganProfesionalisme Surveyor Pemetaandalamupayamewujudkantersedianyainformas...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Geospacial jabfungsurta

1,051 views

Published on

Materi tentang geospacial jabatan fungsional survei dan pemetaan

Published in: Business, Technology
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Geospacial jabfungsurta

  1. 1. DIKLAT JABATAN FUNGSIONAL SURVEYOR PEMETAAN <br />BADAN PERTANAHAN NASIONAL (BPN)<br />Hotel Mirah, Bogor, 17-23 Juli 2011<br />GEOSPASIAL DAN JABFUNGSURTA<br />Prof. Dr. ArisPoniman<br />
  2. 2. PETA NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA<br />
  3. 3. GEOSPASIAL = RUANG KEBUMIAN<br />Geospasialatauruangkebumianadalahaspekkeruangan yang menunjukkan lokasi, letak, dan posisisuatuobjekataukejadian yang beradadibawah, pada, ataudiataspermukaanbumi yang dinyatakandalamsistemkoordinattertentu(UU No. 4 tentangInformasiGeospasialTahun 2011)<br />
  4. 4. JABFUNGSURTA<br />Surveyor PemetaanadalahPegawaiNegeriSipil yang diberitugas, wewenang, tanggungjawabdanhaksecarapenuholehPejabat yang berwenanguntukmelakukankegiatansurveidanpemetaan.<br />Meningkatkanmutuprofesionalismejabatanfungsional Surveyor Pemetaanmelaluipembinaankarierdanprestasikerja, sehingga PNS sebagaiAparatur Negara yang berdayagunadanberhasilgunadidalammelaksanakantugasumumpemerintahandanpembangunandapatterwujud.<br />
  5. 5. Citra Quickbird sebelum dan sesudah Tsunami di Kota Banda Aceh (Atlas Tsunami Aceh BAKOSURTANAL 2005). Kapal pembangkit listrik tenaga diesel terhempas sejauh 4 km dari pantai ke daratan.<br />
  6. 6. Kerusakan di Lhok Nga<br />10 Januari 2003<br />(Sebelum Tsunami)<br />29 Desember 2004<br />(Sesudah Tsunami)<br />
  7. 7. 2004 Sumatra EarthquakeCoastal Change Inferred from SAR<br />Derivation of Coastal Changes using Two Radar Backscatter Intensity Images <br />
  8. 8. 2005 Sumatra Earthquake (after shock)Coastal Change Inferred from SAR<br />Derivation of Coastal Changes using Two Radar Backscatter Intensity Images <br />http://cais.gsi.go.jp/Research/topics/topic041226/index_e.html<br />
  9. 9. Uplift and subsidence due to 27 March 2005 earthquake revealed by the satellite radar images analyses<br />1) NW coast of Nias island emerged about 1 km distance. More than 10 new islands were created, which length is100 m to 1.5 km.<br />2) Whole Bangkaru island uplifted.<br />3) Coast of Tuangku island submerged 100 m in distance at maximum.<br />4) Line of no vertical change separating the uplift and subsidence zones is shown in orange.<br />
  10. 10. We Is.<br />NORWEGIAN<br />Map = 387 sheets<br />Area = 6.000 Km2<br />Topographic Mapping Coverage<br />Scale 1:10.000 & 1:5.000 <br />Norwegian dan Australian (Grant)<br />NAD & Northern Sumatra Provinces<br />Bireun<br />Banda<br />Aceh<br />Lhokseumawe<br />NORWEGIAN <br />Aerial Photograhy by Digital Camera<br />Meulaboh<br /> NAD Prov.<br />AUSTRALIAN<br />Interferometric Synthetic Apperture Radar (IFSAR) Technology<br />Simeulue Is.<br />Bakosurtanal<br />GPS control point<br />Banyak Is.<br />AUSTRALIAN<br />Map = 896 sheets<br />Area = 13.537 Km2<br /> N. Sumatra Prov.<br />Nias Is.<br />
  11. 11. SEWON<br />
  12. 12. KONDISI SAAT INI<br />UU-IG No. 4 tentangInformasiGeospasial , diundangkan21 April 2011 <br />BAKOSURTANAL sebagai Pembina JabatanFungsional Surveyor Pemetaan(Kepmen PAN No : 134/KEP/M.PAN/12/2002) <br />Produk IG danmanfaatnyabagiPemerintah, Pemerintah Daerah (Provinsi, Kabupaten/Kota), Akademisi, Peneliti, masyarakat, pebisnis, LSM, danpemangkukepentinganlainnya.<br />
  13. 13. Kondisi saat ini<br />IG Nasionaldan Global tersediapadaskala/resolusitertentudenganvariasikualitas yang berbeda.<br />IG terdiridari IGD danberbagaimacam IGT yang mengacu IGD<br />Perluintegrasi IGT menjadi IGT baru<br />Perlu IGT multitemporal Spatial Dynamic<br />
  14. 14. Data Geospasialyang selanjutnyadisingkat DG adalah data tentanglokasigeografis, dimensiatauukuran, dan/ataukarakteristikobjekalamdan/ataubuatanmanusiayang beradadibawah, pada, ataudiataspermukaanbumi.<br />InformasiGeospasialyang selanjutnyadisingkatIG adalahDG yang sudahdiolahsehinggadapatdigunakansebagaialat bantu dalamperumusankebijakan, pengambilankeputusan, dan/ataupelaksanaankegiatan yang berhubungandenganruangkebumian.<br />
  15. 15. InformasiGeospasialDasar yang selanjutnyadisingkat IGD adalah IG yang berisitentangobjek yang dapatdilihatsecaralangsungataudiukurdarikenampakanfisikdimukabumidan yang tidakberubahdalamwaktu yang relatif lama.<br />InformasiGeospasialTematik yang selanjutnyadisingkat IGT adalah IG yang menggambarkansatuataulebihtematertentuyang dibuatmengacupada IGD.<br />
  16. 16. TitikKontrolGeodesiadalahposisidimukabumiyang ditandaidenganbentukfisiktertentu yang dijadikansebagaikerangkaacuanposisiuntuk IG.<br />JaringKontrol Horizontal Nasional yang selanjutnyadisingkatJKHN adalahsebarantitikkontrolgeodesi horizontal yang terhubungsatusama lain dalamsatukerangkareferensi.<br />JaringKontrolVertikalNasional yang selanjutnyadisingkatJKVN adalahsebarantitikkontrolgeodesivertikalyang terhubungsatusama lain dalamsatukerangkareferensi.<br />JaringKontrolGayaberatNasional yang selanjutnyadisingkatJKGN adalahsebarantitikkontrolgeodesigayaberatyang terhubungsatusama lain dalamsatukerangkareferensi.<br />
  17. 17. PetaRupabumi Indonesia adalahpetadasaryang memberikaninformasisecarakhususuntukwilayahdarat.<br />PetaLingkunganPantai Indonesia adalahpetadasaryang memberikaninformasisecarakhususuntukwilayahpesisir.<br />PetaLingkunganLautNasionaladalahpetadasaryang memberikaninformasisecarakhususuntukwilayahlaut.<br />
  18. 18. ASAS DAN TUJUANIG diselenggarakanberdasarkanasas:<br />a. kepastianhukum;<br />b. keterpaduan;<br />c. keterbukaan;<br />d. kemutakhiran;<br />e. keakuratan;<br />f. kemanfaatan; dan<br />g. demokratis.<br />
  19. 19. UU-IG bertujuanuntuk:<br />a. menjaminketersediaandanaksesterhadap IG yang dapatdipertanggungjawabkan;<br />b. mewujudkanpenyelenggaraan IG yang berdayagunadanberhasil guna melalui kerja sama, koordinasi, integrasi, dansinkronisasi; dan<br />c. mendorongpenggunaan IG dalampenyelenggaraanpemerintahandandalamberbagaiaspekkehidupanmasyarakat.<br />
  20. 20. JENIS INFORMASI GEOSPASIAL<br />JenisIG terdiriatas:<br />a. IGD; dan<br />b. IGT.<br />
  21. 21. InformasiGeospasialDasar<br />IGD meliputi:<br />a. jaring kontrol geodesi; dan<br />b. petadasar.<br />Jaringkontrolgeodesimeliputi:<br />a. JKHN;<br />b. JKVN; dan<br />c. JKGN.<br />
  22. 22. Petadasarberupa:<br />a. PetaRupabumi Indonesia;<br />b. Peta Lingkungan Pantai Indonesia; dan<br />c. Peta Lingkungan Laut Nasional.<br />
  23. 23. Setiaporangwajibmenjagatandafisikjaringkontrolgeodesi.<br />
  24. 24. Petadasarterdiriatas:<br />a. garispantai;<br />b. hipsografi;<br />c. perairan;<br />d. namarupabumi;<br />e. bataswilayah;<br />f. transportasidanutilitas;<br />g. bangunandanfasilitasumum; dan<br />h. penutuplahan.<br />
  25. 25. (1) Garispantaimerupakangarispertemuanantaradaratandenganlautan yang dipengaruhiolehpasangsurutair laut.<br />(2) Garispantaiterdiriatas:<br />a. garispantaisurutterendah;<br />b. garispantaipasangtertinggi; dan<br />c. garis pantai tinggi muka air laut rata-rata.<br />(3) PadaPetaRupabumi Indonesia, garispantaiditetapkanberdasarkan garis kedudukan muka air laut rata-rata.<br />(4) PadaPetaLingkunganPantai Indonesia danPetaLingkungan Laut Nasional, garis pantai ditetapkan berdasarkankedudukanmuka air lautsurutterendah.<br />(5) Garispantaiditentukandenganmengacupada JKVN.<br />
  26. 26. Pasal17 UU-IG No.4/2011:<br />(1) IGD diselenggarakan secara bertahap dan sistematis untuk seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia danwilayahyurisdiksinya.<br />(2) IGD dimutakhirkansecaraperiodikdalamjangkawaktutertentu.<br />(3) Dalamhalterjadibencanaalam, perang, pemekaranatauperubahanwilayahadministratif, ataukejadianlainnya yang berakibatberubahnyaunsur IGD sebagaimanadimaksuddalamPasal 5 sehinggamempengaruhipoladanstrukturkehidupanmasyarakat, pemutakhiranIGD harusdilakukantanpamenunggupemutakhiransecaraperiodiksebagaimanadimaksudpadaayat (2).<br />(4) Ketentuanlebihlanjutmengenainorma, standar, prosedur, dankriteriapemutakhiran IGD diaturdenganPeraturanKepalaBadan.<br />(5) Ketentuanlebihlanjutmengenaijangkawaktupemutakhiran IGD diatur dalam Peraturan Pemerintah.<br />
  27. 27. Pasal18 UU-IG No. 4/2011:<br />(1) Peta Rupabumi Indonesia sebagaimana dimaksud dalam<br />Pasal 7 huruf a diselenggarakanpadaskala 1:1.000.000,<br />1:500.000, 1:250.000, 1:100.000, 1:50.000, 1:25.000,<br />1:10.000, 1:5.000, 1:2.500, dan 1:1.000.<br />(2) Peta Lingkungan Pantai Indonesia sebagaimana<br />dimaksuddalamPasal 7 huruf b diselenggarakanpada<br />skala 1:250.000, 1:50.000, 1:25.000, dan 1:10.000.<br />(3) Peta Lingkungan Laut Nasional sebagaimana dimaksud<br />dalam Pasal 7 huruf c diselenggarakan pada skala<br />1:500.000, 1:250.000, dan 1:50.000.<br />
  28. 28. Kondisi saat ini<br />IG Nasionaldan Global tersediapadaskala/resolusitertentudenganvariasikualitas yang berbeda.<br />IG terdiridari IGD danberbagaimacam IGT yang mengacu IGD<br />Perluintegrasi IGT menjadi IGT baru<br />Perlu IGT multitemporal Spatial Dynamic<br />IG Pertanahan<br />
  29. 29. InformasiGeospasialTematik<br />IGT wajibmengacupada IGD.<br />Dalammembuat IGT dilarang:<br />a. mengubahposisidantingkatketelitiangeometrisbagian IGD; dan/atau<br />b. membuatskala IGT lebihbesardaripadaskala IGD yang diacunya.<br />
  30. 30. Pasal21<br />(1) IGT yang menggambarkansuatubatas yang mempunyai<br />kekuatanhukumdibuatberdasarkandokumen<br />penetapan batas secara pasti oleh Instansi Pemerintah<br />yang berwenang.<br />(2) Penetapan batas yang dibuatolehInstansiPemerintah<br />dan/atauPemerintahdaerah yang berwenangdilampiri<br />dengandokumen IGT yang akuratdandapat<br />dipertanggungjawabkan.<br />(3) Dalam hal terdapat batas yang belum ditetapkan secara<br />pastiolehInstansiPemerintah yang berwenang<br />sebagaimanadimaksudpadaayat (1), digunakanbatas<br />sementara yang penggambarannya dibedakan dengan<br />menggunakansimboldan/atauwarnakhusus.<br />
  31. 31. PENYELENGGARA INFORMASI GEOSPASIAL<br />Pasal22:<br />(1) IG yang berjenis IGD sebagaimanadimaksuddalamPasal 4 huruf a hanyadiselenggarakanolehPemerintah.<br />(2) Penyelenggaraan IGD sebagaimanadimaksud pada ayat(1) dilakukanolehBadan yang disebutBadanInformasiGeospasialsebagaipenggantiBadanKoordinasiSurveidanPemetaanNasionalsesuaidenganamanatUndang-Undangini.<br />(3) Badansebagaimanadimaksud pada ayat (2) berkedudukandibawahdanbertanggungjawabkepadaPresiden.<br />(4) Ketentuanlebihlanjutmengenaitugas, fungsi, susunanorganisasi, dantatakerjaBadandiaturdenganPeraturanPresiden.<br />
  32. 32. Pasal 23<br />(1) IG yang berjenis IGT sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 huruf b dapatdiselenggarakanolehInstansiPemerintah, Pemerintahdaerah, dan/atausetiaporang.<br />(2) InstansiPemerintahatauPemerintahdaerahdalammenyelenggarakanIGT berdasarkantugas, fungsi, dankewenangannyasesuaidenganketentuanperaturanperundang-undangan.<br />(3) InstansiPemerintahatauPemerintahdaerahsebagaimanadimaksudpadaayat (2) dalammenyelenggarakanIGT dapatbekerjasamadenganBadan.<br />(4) Setiaporangdapatmenyelenggarakan IGT hanyauntukkepentingansendiridanselain yang diselenggarakanolehInstansiPemerintahatauPemerintahdaerah.<br />
  33. 33. Pasal 24<br />(1) Badandapatmengintegrasikan:<br />a. lebihdarisatu IGT yang diselenggarakanolehInstansiPemerintahatauPemerintahdaerahmenjadisatuIGT baru; dan<br />b. IGT yang diselenggarakanolehlebihdarisatuInstansiPemerintahdan/atauPemerintahdaerahmenjadisatu IGT baru.<br />(2) Badandapatmenyelenggarakan IGT dalamhal IGT yang belum diselenggarakan oleh Instansi Pemerintah selain Badan atau yang belum diselenggarakan oleh Pemerintah daerah.<br />
  34. 34. PENYELENGGARAAN INFORMASI GEOSPASIAL<br />PenyelenggaraanIG dilakukanmelaluikegiatan:<br />a. pengumpulan DG;<br />b. pengolahan DG dan IG;<br />c. penyimpanan dan pengamanan DG dan IG;<br />d. penyebarluasan DG dan IG; dan<br />e. penggunaan IG.<br />
  35. 35. PengumpulanData Geospasial<br />(1) Pengumpulan DG merupakanprosesataucarauntukmendapatkan DG yang dilakukandenganmenggunakanmetodedaninstrumenpengumpulan DG.<br />(2) DG terdiriatas:<br />a. DG Dasar; dan<br />b. DG Tematik.<br />
  36. 36. Pasal 29<br />(1) InstansiPemerintahatauPemerintahdaerahdalampengumpulanDG padasuatukawasanharusmemberitahukankepadapemilik, penguasa, ataupenerimamanfaatdarikawasantersebut.<br />(2) Pemilik, penguasa, ataupenerimamanfaatdarikawasansebagaimanadimaksudpadaayat (1) dapatmenolakdan/atau menyarankan agar kegiatan pengumpulan data dilaksanakanpadawaktu lain hanyaapabiladikawasantersebut ada hal yang dapat membahayakan pengumpul data.<br />(3) Penolakandan/atau saran sebagaimanadimaksudpadaayat (2) harus disampaikan paling lambat 7 (tujuh) hari setelahpemberitahuandisampaikanolehpengumpul data.<br />(4) Pengumpul data dapatmelanjutkankegiatanpadakawasantersebutapabilapemilik, penguasa, ataupenerimamanfaatdarikawasantidakmemberijawabandalamjangkawaktu 7 (tujuh) harisebagaimanadimaksudpadaayat (3).<br />
  37. 37. Pengolahan Data dan Informasi Geospasial<br />Pasal 30<br />Pengolahan DG dan IG sebagaimanadimaksuddalamPasal 25 huruf b merupakanprosesataucaramengolah data daninformasigeospasial.<br />Pasal 31<br />(1) Pengolahan DG dan IG dilakukandenganmenggunakanperangkatlunak yang:<br />a. berlisensi; dan/atau<br />b. bersifat bebas dan terbuka.<br />(2) Pemerintahmemberikaninsentifbagisetiaporangyang dapatmembangun, mengembangkan, dan/ataumenggunakan perangkat lunak pengolah DG dan IG yang bersifatbebasdanterbuka.<br />(3) Ketentuanlebihlanjutmengenaibentukdantatacarapemberianinsentifsebagaimanadimaksudpadaayat (2) diaturdenganPeraturanPemerintah.<br />
  38. 38. Pasal 32<br />(1) Pengolahan DG dan IG harusdilakukandidalamnegeri.<br />(2) Dalamhalsumberdayamanusiadan/atauperalatanyang dibutuhkan belum tersedia di dalam negeri, pengolahanDG dan IG dapatdilakukandiluarnegeri.<br />(3) Pengolahan DG dan IG diluarnegerisebagaimanadimaksudpadaayat (2) dilakukansetelahmendapatizindariBadansesuaidenganketentuanperaturanperundang-undangan.<br />
  39. 39. Pasal 33<br />Pengolahan DG dan IG meliputipemrosesan DG danpenyajianIG.<br />Pasal 34<br />(1) Pemrosesan DG sebagaimanadimaksuddalamPasal33 harusdilakukansesuaidenganstandar yang meliputi:<br />a. sistemproyeksidansistemkoordinat yang denganjelasdanpastidapatditransformasikankedalamsistemkoordinatstandarnasional; dan<br />b. format, basisdata, dan metadata yang dapat dengan mudahdiintegrasikandengan IG lain.<br />(2) Standar sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan olehKepalaBadan.<br />Pasal 35<br />Penyajian IG sebagaimanadimaksuddalamPasal33 dilakukandalambentuk:<br />a. tabelinformasiberkoordinat;<br />b. peta cetak, baik dalam bentuk lembaran maupun buku atlas;<br />c. peta digital;<br />d. petainteraktif, termasuk yang dapatdiaksesmelaluiteknologiinformasidankomunikasi;<br />e. peta multimedia;<br />f. bola dunia; atau<br />g. model tigadimensi.<br />Pasal 36<br />Penyajian IG dalam bentuk sebagaimana dimaksud dalam Pasal35 huruf b sampaidenganhuruf g wajibmenggunakanskalayang ditentukanberdasarkantingkatketelitiansumberdata dan tujuan penggunaan IG.<br />
  40. 40. Pasal 38<br />(1) Penyimpanandanpengamanansebagaimanadimaksud<br />dalamPasal 37 dilakukansesuaidenganstandar<br />prosedur penyimpanan dan mekanisme penyimpanan<br />untuk pengarsipan DG dan IG.<br />(2) Penyimpanandanpengamanansebagaimanadimaksud<br />pada ayat (1) dilakukan dengan menggunakan media<br />penyimpananelektronikataucetak.<br />(3) Ketentuanlebihlanjutmengenaistandarprosedur<br />penyimpanan dan mekanisme penyimpanan untuk<br />pengarsipan DG dan IG sebagaimanadimaksudpada<br />ayat (1) diatur dengan Peraturan Kepala Badan.<br />
  41. 41. Pasal 39<br />(1) InstansiPemerintahmenyerahkanduplikat IGT yang<br />diselenggarakannyakepadaInstansiPemerintah yang<br />bertanggungjawabdibidangperpustakaannasionaldan<br />dibidangarsipnasionaldandapatmengaksesnya<br />kembali.<br />(2) Pemerintahdaerahmenyerahkanduplikat IGT yang<br />diselenggarakannyakepadainstansi yang bertanggung<br />jawabdibidangperpustakaandaerahdandibidangarsip<br />daerahdandapatmengaksesnyakembali.<br />(3) Ketentuanlebihlanjutmengenaitatacarapenyerahan<br />IGT sebagaimanadimaksudpadaayat (1) danayat (2)<br />diaturdenganPeraturanPemerintah.<br />
  42. 42. Pasal 40<br />(1) Pengamanan DG dan IG jugadilakukanterhadaptanda<br />fisiksebagaimanadimaksuddalamPasal 8 ayat (2), Pasal<br />9 ayat (2), dan Pasal 10 ayat (2).<br />(2) Pengamanan DG dan IG sebagaimanadimaksudpada<br />ayat (1) dilakukanuntukmenjamin agar IG:<br />a. tetaptersediadanterjagakeutuhannya; dan<br />b. terjagakerahasiaannyauntuk IG yang bersifattertutup.<br />
  43. 43. Penyebarluasan Data dan Informasi Geospasial<br />Pasal41<br />Penyebarluasan DG dan IG sebagaimanadimaksuddalamPasal25 huruf d merupakankegiatanpemberianakses, pendistribusian, danpertukaran DG dan IG yang dapatdilakukandenganmenggunakan media elektronikdanmedia cetak.<br />Pasal 42<br />IGD sebagaimanadimaksuddalamPasal 4 huruf a bersifatterbuka.<br />Pasal 43<br />(1) IGT yang dibuat oleh Instansi Pemerintah dan/atau Pemerintahdaerahbersifatterbuka.<br />(2) IGT tertentu yang dibuatolehInstansiPemerintahdan/atauPemerintahdaerahdapatbersifattertutupsesuaidenganketentuanperaturanperundangundangan.<br />
  44. 44. Pengembangan Teknologi IDS<br />Dari DG menjadi multi-layanan IG<br />
  45. 45. PenyelenggaraIG yang bersifatterbukamenyebarluaskan IG sebagaimanadimaksuddalamPasal 41 dengancarayang berdayaguna dan berhasilguna.<br />(2) Penyelenggara IG sebagaimanadimaksudpadaayat (1) membuatdanmengumumkanstandarpelayanan minimal untukpenyebarluasan IG yang iselenggarakan.<br />(3) Pemerintahdapatmemberikanpenghargaanbagisetiaporangyang membantumenyebarluaskan IG yang bersifatterbuka.<br />
  46. 46. Pasal 45<br />(1) Pemerintahmembangunjaringan IG untukpenyebarluasanIG secaraelektronik.<br />(2) Jaringan IG sebagaimanadimaksudpadaayat (1) dibangunsecarabertingkatdanterintegrasipadajaringan IG pusat dan jaringan IG daerah.<br />(3) Jaringan IG pusat dilaksanakan oleh Badan.<br />(4) Jaringan IG daerahdilaksanakanolehPemerintahdaerahdan diintegrasikan dengan jaringan IG pusat oleh Badan.<br />(5) Ketentuan mengenai jaringan IG dilaksanakan sesuai denganketentuanperaturanperundang-undangan.<br />Pasal46<br />Dalamhal IG memilikikekuatanhukum, IG tersebutwajibdisahkanolehpejabat yang berwenangsebelumdiumumkandandisebarluaskan.<br />
  47. 47. PenggunaanInformasiGeospasial<br />Pasal47<br />(1) Penggunaan IG sebagaimanadimaksuddalamPasal25 hurufe merupakankegiatanuntukmemperolehmanfaat, baik langsung maupun tidak langsung.<br />(2) Ketentuanlebihlanjutmengenaitatacaramemperolehmanfaat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur oleh penyelenggaraIG.<br />Pasal48<br />Untukmemperolehdanmenggunakan IG yang diselenggarakan oleh Instansi Pemerintah dan Pemerintah daerahdapatdikenakanbiayatertentu yang besarnyasesuaidenganketentuanperaturanperundang-undangan.<br />
  48. 48. Pasal 49<br />(1) Pengguna IG berhakmengetahuikualitas IG yang diperolehnya.<br />(2) Penyelenggara IG wajibmemberitahukankualitassetiapIG yang diselenggarakannya dalam bentuk metadata dan/atauriwayat data.<br />(3) Pengguna IG berhakmenolakhasil IG yang tidakberkualitas.<br />(4) Metadata dan/atauriwayat data sebagaimanadimaksudpadaayat (2) dibuatdalam format tertentuyang ditetapkanolehKepalaBadan.<br />
  49. 49. Pasal 50<br />InstansiPemerintah, Pemerintahdaerah, dansetiaporang yang membuatprodukturunansuatu IG denganmaksuduntukdiperjualbelikanwajibmendapatizindaripemilik IG.<br />Pasal 51<br />InstansiPemerintahdanPemerintahdaerahharusmenggunakanIG yang akuratdalampengambilankeputusandan/ataupenentuankebijakan yang berhubungandenganruangkebumian.<br />Pasal 52<br />Untukkeperluanpenanggulanganbencana, setiaporangharus memberikan IGT yang dimilikinya apabila diminta oleh Instansi Pemerintah atau Pemerintah daerah yang diberi tugas dalamurusanpenanggulanganbencana.<br />
  50. 50. InfrastrukturPenyelenggaraanInformasiGeospasial<br />Pasal53<br />(1) PemerintahwajibmemfasilitasipembangunaninfrastrukturIG untukmemperlancarpenyelenggaraan IG.<br />(2) Infrastruktur IG sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiriataskebijakan, kelembagaan, teknologi, standar, dansumberdayamanusia.<br />(3) Ketentuanlebihlanjutmengenaikebijakan, kelembagaan, teknologi, standar, dansumberdayamanusiasebagaimanadimaksudpadaayat (2) diaturdenganPeraturanPemerintah.<br />
  51. 51. BAB VIPELAKSANA INFORMASI GEOSPASIAL<br />Pasal54<br />Kegiatanpenyelenggaraan IG olehInstansiPemerintahatauPemerintahdaerahdapatdilaksanakanolehsetiaporang.<br />Pasal 55<br />(1) Pelaksanaan IG sebagaimanadimaksuddalamPasal54 yang dilakukanolehorangperseoranganwajibmemenuhikualifikasikompetensiyang dikeluarkanolehlembaga yang berwenangsesuaidenganketentuanperaturanperundang-undangan.<br />(2) Pelaksanaan IG yang dilakukan oleh kelompok orang wajibmemenuhikualifikasisebagaikelompokyang bergerakdibidang IG sesuaidenganketentuanperaturanperundang-undangan.<br />
  52. 52. Pasal 56<br />(1) Pelaksanaan IG yang dilakukan oleh badan usaha wajib memenuhi:<br />a. persyaratanadministratif; dan<br />b. persyaratanteknis.<br />(2) Persyaratanadministratifsebagaimanadimaksudpadaayat(1) huruf a paling sedikitmeliputi:<br />a. akte pendirian badan hukum Indonesia; dan<br />b. izinusahasesuaidenganketentuanperaturanperundang-undangan.<br />(3) Persyaratanteknissebagaimanadimaksudpadaayat (1) hurufb meliputi:<br />a. memiliki sertifikat yang memenuhi klasifikasi dan kualifikasisebagaipenyediajasadibidang IG; dan<br />b. memiliki tenaga profesional yang tersertifikasi di bidangIG.<br />(4) Sertifikasisebagaimanadimaksudpadaayat (3) hurufa dilakukanolehlembagaindependen yang telahmendapatakreditasidariBadan.<br />(5) Sertifikattenagaprofesionalsebagaimanadimaksudpadaayat(3) huruf b diterbitkanolehlembaga yang berwenangsesuaidenganketentuanPeraturanKepalaBadan.<br />(6) Ketentuanlebihlanjutmengenaitatacarasertifikasisebagaimanadimaksudpadaayat (4) diaturdenganPeraturanKepalaBadan.<br />
  53. 53. PEMBINAAN<br />Pasal 57<br />(1) Badan melakukan pembinaan mengenai pemaknaan, pengarahan, perencanaan, danevaluasiterhadappenyelenggaraanIGT.<br />(2) Pembinaanpenyelenggaraan IGT sebagaimanadimaksudpada ayat (1) dilakukan kepada:<br />a. penyelenggara IGT; dan<br />b. pengguna IG.<br />(3) Pembinaankepadapenyelenggara IGT sebagaimanadimaksudpadaayat (2) huruf a dilakukanmelalui:<br />a. pengaturan dalam bentuk penerbitan peraturan perundang-undangan, pedoman, standar, danspesifikasiteknissertasosialisasinya;<br />b. pemberianbimbingan, supervisi, pendidikan, danpelatihan;<br />c. perencanaan, penelitian, pengembangan, pemantauan, danevaluasi; dan/atau<br />d. penyelenggaraanjabatanfungsional secara nasionaluntuk sumber daya manusia di Instansi Pemerintah danPemerintahdaerah.<br />(4) Pembinaankepadapengguna IG sebagaimanadimaksudpadaayat (2) huruf b dilakukanmelalui:<br />a. sosialisasi keberadaan IG beserta kemungkinan pemanfaatannya; dan/atau<br />b. pendidikandanpelatihanteknispenggunaan IG.<br />(5) Ketentuanlebihlanjutmengenaipembinaansebagaimanadimaksudpadaayat (1) sampaidenganayat(4) diatur dengan Peraturan Pemerintah.<br />
  54. 54. BAB VIIILARANGAN<br />Pasal58<br />Setiaporang yang tanpahakdanmelawanhukumdilarang<br />menghilangkan, merusak, mengambil, memindahkan, atau<br />mengubahtandafisik yang merupakanbagiandari JKHN,<br />JKVN, dan JKGN sertainstrumensurvei yang sedang<br />digunakan.<br />Pasal 59<br />(1) Setiaporangdilarangmengubah IGD tanpaizindari<br />Badandanmenyebarluaskanhasilnya.<br />(2) Setiaporangdilarangmenyebarluaskan IGD yang<br />diubah-tanpaizinsebagaimanadimaksudpadaayat (1).<br />
  55. 55. Pasal 60<br />(1) Setiaporangdilarangmengubah IGT tanpaizindaripenyelenggaraIGT danmenyebarluaskanhasilnya.<br />(2) Setiaporangdilarangmenyebarluaskan IGT yang diubahtanpaizinsebagaimanadimaksudpadaayat (1).<br />Pasal61<br />Setiaporangdilarangmembuat IG yang penyajiannyatidak<br />sesuaidengantingkatketelitiansumber data yang<br />mengakibatkantimbulnyakerugianorangdan/ataubarang.<br />Pasal62<br />Setiaporangdilarangmenyebarluaskan IG yang belum<br />disahkansebagaimanadimaksuddalamPasal 46.<br />
  56. 56. BAB XKETENTUAN PIDANA<br />Pasal64<br />(1) Setiaporang yang memenuhiunsurPasal 58 dipidanadengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau dendapaling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratusjuta rupiah).<br />(2) Jikaperbuatansebagaimanadimaksudpadaayat (1) mengakibatkantimbulnyabahayaataukerugianbagiorang atau barang, pelaku dipidana dengan pidana penjarapaling lama 5 (lima) tahunataudendapaling banyakRp1.250.000.000,00 (satumiliarduaratuslima puluhjuta rupiah). Pasal65 . . .<br />Pasal65<br />(1) Setiaporang yang memenuhiunsurPasal 59 ayat (1) dipidanadenganpidanapenjara paling lama 1 (satu) tahunataudenda paling banyak Rp250.000.000,00 (duaratus lima puluh juta rupiah).<br />(2) Setiaporang yang memenuhiunsurPasal 59 ayat (2) dipidanadenganpidanapenjara paling lama 1 (satu) tahunataudenda paling banyak Rp250.000.000,00 (duaratus lima puluh juta rupiah).<br />(3) Jikaperbuatansebagaimanadimaksudpadaayat (1) mengakibatkantimbulnyabahayaataukerugianbagiorang atau barang, pelaku dipidana dengan pidana penjarapaling lama 3 (tiga) tahunataudendapaling banyakRp750.000.000,00 (tujuhratus lima puluhjuta rupiah).<br />
  57. 57. Pasal 66<br />(1) Setiaporang yang memenuhiunsurPasal 60 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) bulanataudenda paling banyak Rp125.000.000,00<br />(seratus dua puluh lima juta rupiah).<br />(2) Setiaporang yang memenuhiunsurPasal 60 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) bulanataudenda paling banyakRp125.000.000,00 (seratus dua puluh lima juta rupiah).<br />(3) Jikaperbuatansebagaimanadimaksudpadaayat (1) mengakibatkantimbulnyabahayaataukerugianbagiorang atau barang, pelaku dipidana dengan pidana penjarapaling lama 3 (tiga) tahunataudendapaling banyakRp750.000.000,00 (tujuhratus lima puluhjuta rupiah).<br />Pasal 67<br />Setiaporang yang memenuhiunsurPasal 61 dipidanadenganpidanapenjara paling lama 3 (tiga) tahunataudendapaling banyakRp750.000.000,00 (tujuhratus lima puluhjuta rupiah).<br />
  58. 58. Pasal 68<br />(1) Setiaporang yang memenuhiunsurPasal 62 dipidana<br />dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau<br />denda paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratusjuta<br />rupiah).<br />(2) Jikaperbuatansebagaimanadimaksudpadaayat (1)<br />mengakibatkantimbulnyabahayaataukerugianbagi<br />orang atau barang, pelaku dipidana dengan pidana<br />penjara paling lama 3 (tiga) tahunataudenda paling<br />banyak Rp750.000.000,00 (tujuhratus lima puluhjuta<br />rupiah).<br />
  59. 59.
  60. 60. KepMenPan No. 134/KEP/M.PAN/12/2002 tentangJabfunghsurtadanangkakreditnya<br />Menimbang<br />bahwa dalam rangka meningkatkan daya guna dan hasil guna survei dan pemetaan, diperlukan adanya Pegawai Negeri Sipil yang ditugaskan secara penuh untuk melaksanakan tugas survei dan pemetaan secara profesional;<br />bahwa untuk menjamin pembinaan karier kepangkatan, jabatan dan peningkatan profesionalisme surveyor pemetaan, dipandang perlu menetapkan Jabatan Fungsional Surveyor Pemetaan dan Angka Kreditnya.<br />
  61. 61. Instansi pembina jabatan fungsional Surveyor Pemetaan adalah instansi yang secara fungsional bertanggung jawab dalam kegiatan survei dan pemetaan, dalam hal ini Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (BAKOSURTANAL)<br />
  62. 62. Pasal 3<br />Surveyor Pemetaanberkedudukansebagaipelaksanateknisfungsionaldibidangsurveidanpemetaanpadainstansipemerintah.<br />JabatanFungsional Surveyor Pemetaanadalahjabatankarier yang hanyadapatdidudukiolehseorang yang telahberstatussebagaiPegawaiNegeriSipil.<br /> <br />Pasal 4<br />Tugaspokok Surveyor Pemetaanadalahmelakukankegiatanperencanaan, pelaksanaan, pembinaan, pengembangansertapemasyarakatansurveidanpemetaan. <br />
  63. 63. JenjangPangkatdangolonganruang: sampai Surveyor PemetaanMadya:<br />Pembina, golonganruang IV/a, <br />Pembina Tingkat 1, golonganruangVb, <br />Pembina UtamaMuda, golonganruangIVc<br />
  64. 64. KEPUTUSAN BERSAMA<br />KEPALA BADAN KOORDINASI <br />SURVEI DAN PEMETAAN NASIONAL<br />DAN<br />KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA<br /> NOMOR : 0T.02/60-KA/VII/2003<br /> NOMOR : 26 Tahun 2003<br /> <br />TENTANG<br />PETUNJUK PELAKSANAAN JABATAN FUNGSIONAL SURVEYOR PEMETAANDAN ANGKA KREDITNYA<br /> <br />
  65. 65. Mengingatdst<br />M E M U T U S K A N<br />Menetapkan<br />:<br />KEPUTUSAN BERSAMA KEPALA BADAN KOORDINASI SURVEI DAN PEMETAAN NASIONAL DAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN JABATAN FUNGSIONAL SURVEYOR PEMETAAN DAN ANGKA KREDITNYA.<br />
  66. 66. PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIANOMOR 16 TAHUN 1994TENTANGJABATAN FUNGSIONAL PEGAWAI NEGERI SIPIL PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,<br />
  67. 67. JENIS DAN KRITERIA JABATAN FUNGSIONAL<br /> <br />Jabatan-jabatanfungsionaldihimpundalamrumpunjabatanfungsional. <br />Jabatanfungsionalterdiridari :<br /> a. jabatanfungsionalkeahlian;<br /> b. jabatanfungsionalketrampilan. <br />
  68. 68. Jabatanfungsionalkeahliandanjabatanfungsionalketrampilanditetapkandengankriteriasebagaiberikut :<br />Mempunyaimetodologi, teknikanalisis, teknikdanprosedurkerja yang didasarkanatasdisiplinilmupengetahuandan/ataupelatihanteknistertentudengansertifikasi;<br />Memilikietikaprofesi yang ditetapkanolehorganisasiprofesi;<br />Dapatdisusundalamsuatujenjangjabatanberdasarkan :<br />Tingkat keahlianbagijabatanfungsionalkeahlian;<br />Tingkat ketrampilanbagijabatanfungsionalketrampilan;<br />Pelaksanaantugasbersifatmandiri; <br />Jabatanfungsionaltersebutdiperlukandalampelaksanaantugaspokokdanfungsiorganisasi.<br />
  69. 69. PERATURAN KEPALA <br />BADAN KOORDINASI SURVEI DAN PEMETAAN NASIONAL<br />NOMOR : HK.01.04/54-KA/II/2006<br /> <br />TENTANG<br />PETUNJUK TEKNIS PENILAIAN ANGKA KREDIT SURVEYOR PEMETAAN<br />
  70. 70. KEGIATAN YANG DAPAT DINILAI DAN DIBERIKAN ANGKA KREDIT<br />A.<br />UNSUR UTAMA<br />1. Unsur Pendidikan<br />2. Unsur Kegiatan Survei<br />3. Unsur Kegiatan Pemetaan<br />4. Unsur Pengembangan Profesi<br />B.<br />UNSUR PENUNJANG<br /> Unsur Penunjang Tugas Survei Pemetaan<br />
  71. 71. UNSUR PENGEMBANGAN PROFESI<br />Pengembanganprofesiadalahsemuakegiatan yang berkaitandenganpeningkatanpengetahuandanwawasanataupenyampaianpendapatataugagasan yang disampaikanoleh Surveyor Pemetaan yang dituangkandalambentukkaryatulisdibidangsurveipemetaan.<br />
  72. 72. PENUTUP<br />PerlupeningkatanjumlahdanpengembanganProfesionalisme Surveyor Pemetaandalamupayamewujudkantersedianyainformasigeospasial yang berkualitasdanmudahdiakses. <br />

×