Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
KATA PENGANTAR

Rasa syukur kami panjatkan ke hadiran Tuhan Yang Maha Kuasa, karena berkat
kemurahan-Nya

naskahPendukung
...
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I

I
ii

PENDAHULUAN
1.

1

2.

Tujuan.............................................
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasion...
Sedangkan

Strategi

penilaian

disiapkan

untuk

memfasilitasi

guru

dalam

mengembangkan pendekatan, teknik dan instrum...
C.

Ruang Lingkup
Ruang lingkup naskah ini terdiri atas:
1. Penjelasan dan langkah-langkah pembelajaran saintifik
2. Langk...
BAB II
PEMBELAJARAN KOMPETENSI

Pembelajaran kurikulum 2013 adalah pembelajaran kompetensi dengan memperkuat
proses pembel...
yang

menekankan

jawaban

tunggal

menjadi pembelajaran dengan jawaban yang

kebenarannya multi dimensi; (7) pembelajaran...
pembelajaran saintifik menekankan pada keterampilan proses. Model pembelajaran
berbasis peningkatan keterampilan proses sa...
selalu

ingin

memperoleh

pengetahuan.

Pengetahuan

dapat

merupakan

pengetahuan ilmiah dan pengetahuan tidak ilmiah.
S...
ajar agar peserta didik “tahu mengapa.” Ranah keterampilan

menggamit

transformasi substansi atau materi ajar agar pesert...
1) Mengamati
Metode mengamati mengutamakan kebermaknaan proses pembelajaran
(meaningfull learning). Metode ini memiliki ke...
yang dibuat oleh peserta didik dan guru mengenai kelakuan-kelakuan luar
biasa yang ditampilkan oleh subjek atau objek yang...
Mendorong partisipasipeserta didik dalam berdiskusi, berargumen,
mengembangkan kemampuan berpikir, dan menarik simpulan.
M...
Tingkatan

Subtingkatan

Kata-kata kunci pertanyaan
 Siapkanlah...
 Klasifikasikanlah...

Kognitif yang lebih  Analisis...
3) Menalar
Istilah “menalar” dalam kerangka proses pembelajaran dengan pendekatan
ilmiah yang dianut dalam Kurikulum 2013 ...
Akuntan pemerintah adalah akuntan yang bekerja sebagai pemeriksa
atau auditor untuk pemerintah atau negara.
Akuntan pendid...
Hakekat Pergerakan Nasional bagi peserta didik adalah jiwa nasionalisme
dan ketekunan dalam belajar. Peserta didik adalah ...
Contoh:
Sehubungan adanya pembuatan jalan oleh Belanda yang melewati
makam leluhur Diponegoro, maka pecahlah perang Dipone...
Hubungan sebab–akibat 1 – akibat 2. Pada penalaran hubungan sebabakibat 1 –akibat 2, suatu

penyebab dapat menimbulkan ser...
pikiran

yang

terdahulu

dengan

pengalaman

belajarnya.

Mereka

menggambarkan pemahaman yang mendalam untuk memberikan ...
Dengan cara semacam ini akan tumbuh rasa aman, sehingga memungkin
peserta didik menghadapi aneka perubahan dan tuntutan be...
Peserta didik dalam suatu kelas dibagi menjadi beberapa kelompok
kecil. Anggota-anggota dalam setiap kelompok bertindak sa...
tutee benar, ia memperoleh poin atau skor yang telah ditetapkan
terlebih dulu. Dalam selang waktu yang juga telah ditetapk...
CIRC = Cooperative Integrated Reading and Composition.
Pada

metode

pembelajaran

ini

mirip

dengan

TAI.

Metode

pembe...
keterampilan, dan sikap yang sudah dimilikinya dalam bentuk tugas: membaca dan
meringkasnya, eksperimen, mengamati, survei...
Format pencatatan memudahkan dalam pemaknaan terhadap tampilan sikap
peserta didik
menuntun guru untuk mengidentifikasi ke...
•

Kriteria penilaian yang digunakan jelas, tidak berpotensi munculnya
penafsiran makna ganda/berbeda

•

Indikator menunj...
Tes lisan dapat digunakan jika sesuai dengan kompetensi pada taraf
pengetahuan yang hendak dinilai.
Pertanyaan tidak boleh...
Sesuai dengan taraf perkembangan peserta didik,
Sesuai dengan konten/cakupan kurikulum
Tugasbersifat adil (tidak bias gend...
daftar cek, skala penilaian, atau narasi. Laporan penilaian dapat dituangkan
dalam bentuk poster atau tertulis.
Produk akh...
Peserta didik, baik sendiri maupun kelompok, mandiri atau di bawah
bimbingan guru menyusun portofolio pembelajaran.
Guru m...
BAB III
ANALISIS KOMPETENSI

A. Prosedur Analisis
Kurikulum berbasis kompetensi menekankan pada pencapaian kompetensi yang...
Kompetensi

Pengetahuan

Keterampilan

Deskripsi Kompetensi
menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai
per...
Kompetensi Dasar (KI 3)

Kompetensi Dasar (KI 4)

Materi Pokok
(Dalam Silabus)

Dan seterusnya …
2. Mengembangkan kompeten...
klasifikasi, keterkaitan antara satu katagori dengan lainnya, hukum kausalita,
definisi, teori. Prosedur, , merupakan peng...
B. Hasil Analisis Kompetensi
1. Hasil Linierisasi Kompetensi Dasar
Kompetensi Dasar (KI 3)
3.1 Menganalisis keterkaitan
ko...
Kompetensi Dasar (KI 3)

Kompetensi Dasar (KI 4)

Materi Pokok

3.8 Menganalisis keterkaitan
perbedaan ciri-ciri dari
hist...
Kompetensi Dasar (KI 3)

Kompetensi Dasar (KI 4)

Materi Pokok
dan budaya
Peradaban awal Eropa
(Yunani, Romawi, Pulau
Kret...
Contoh Hasil Analisis Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar
Mata Pelajaran
: Sejarah
Kelas
:X
Program Peminatan : Ilmu Ilmu...
manusia di
masa lalu
untuk
kehidupan
masa kini

4.1 Menyajikan
hasil kajian
tentang
konsep
manusia
hidup dalam
ruang dan
w...
terhadap kehidupan
manusia di masa
kini, dari sumber
tertulis, dan
sumber-sumber
lainnya yang
mendukung.
Mengasosiasikan:
...
Kompetensi Dasar
3.4 Menganalisis
ilmu sejarah
4.4 Menyajikan
hasil telaah
tentang
peristiwa
sebagai
karya
sejarah,
mitos,...
Mengasosiasikan:
Menganalisis
informasi dan
data yang didapat
mengenai sejarah
sebagai ilmu.
Mengomunikasikan:
Membuat has...
- Membuat
tayangan
presentasi
-s

pengertian
kausalita
Menanya tantang
pengertian
interpretasi dan
kaidah
interpretsi
yang...
sinkronik,
kausalita,
interpretasi dan
menetapkan
periodesasi
sejarah melalui
kajian terhadap
beberapa
peristiwa sejarah
d...
4.6 Menyajikan
hasil analisis
jenis
sumber,
peran
sumber dan
keterkaitann
ya dengan
kejadian
sejarah,
dalam
berbagai
bentu...
mendukung.
Mengumpulkan foto
foto tentang sumber
sejarah sebuah
peristiwa
Mencari sumber
sejarah untuk
peristiwa yang
sede...
Kompetensi
Dasar

Materi Pokok

Materi
Pembelajaran

Alternatif
Pembelajaran

3.7 Menganalisis
keterkaitan dan
menerapkan
...
1.Mengklasifikasikan
data yang diperoleh
sehubungan dengan
topik penelitian
2.Menguji data-data
melalui kritik intern
dan ...
kolonial dan
modern dari
sumber yang
ditentukan guru,
dalam berbagai
bentuk
presentasi.

sejarah
2. Tradisi lisan
3.Data d...
baik buku maupun
referensi lain yang
tersedia
3. Melakukan
penelitian sejarah
secara singkat
dengan merujuk
salah satu cir...
berupa klasifikasi
jenis historiografi
berdasarkan ciri
pembeda antara
historiografi
tradisional,
kolonial, dan
modern

Ko...
pemahaman
tentang
keterkaitan
manusia purba
Indonesia dan
Dunia dengan
manusia modern
secara fisik dan
budaya
2. Diskusi k...
antropologi fisik
dan kelompok
budaya dan dalam
garis waktu
Mengomunikasikan
1. Menyajikan hasil
analisis berbentuk
tulisa...
kehidupan
praaksara
terhadap
kehidupan
masyarakat
masa kini,
dalam bentuk
tulisan

Sahuynh pada
masyarakat
awal di
Indones...
kehidupan manusia
Indonesia di zaman
praaksara dalam
bidang kepercayaan,
sosial, budaya,
ekonomi, teknologi
dan pengaruh d...
dari perkembangan
kebudayaan masa
pra aksara di
Indonesia
Mengomunikasikan
1 Menyajikan hasil
analisis dalam
bentuk tulisa...
Model Pembelajaran Saintifik Mapel sejarah
Model Pembelajaran Saintifik Mapel sejarah
Model Pembelajaran Saintifik Mapel sejarah
Model Pembelajaran Saintifik Mapel sejarah
Model Pembelajaran Saintifik Mapel sejarah
Model Pembelajaran Saintifik Mapel sejarah
Model Pembelajaran Saintifik Mapel sejarah
Model Pembelajaran Saintifik Mapel sejarah
Model Pembelajaran Saintifik Mapel sejarah
Model Pembelajaran Saintifik Mapel sejarah
Model Pembelajaran Saintifik Mapel sejarah
Model Pembelajaran Saintifik Mapel sejarah
Model Pembelajaran Saintifik Mapel sejarah
Model Pembelajaran Saintifik Mapel sejarah
Model Pembelajaran Saintifik Mapel sejarah
Model Pembelajaran Saintifik Mapel sejarah
Model Pembelajaran Saintifik Mapel sejarah
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Model Pembelajaran Saintifik Mapel sejarah

3,069 views

Published on

Published in: Education
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Model Pembelajaran Saintifik Mapel sejarah

  1. 1. KATA PENGANTAR Rasa syukur kami panjatkan ke hadiran Tuhan Yang Maha Kuasa, karena berkat kemurahan-Nya naskahPendukung pembelajaran Kurikulum 2013 ini dapat diselesaikan.Naskah ini kami beri judul “Pembelajaran Berbasis Kompetensi Mata Pelajaran dengan Pendekatan Saintifik”. Hal ini disesuaikan dengan tuntutan Kurikulum 2013 yang menekankan pada pembelajaran dengan pendekatan ilmiah (saintifik) dan penilaian autentik. pembelajaran adalah suatu kegiatan yang mengandung terjadinya proses penguasaan pengetahuan, keterampilan dan sikap oleh subjek yang sedang belajar. Pelaksanaan pembelajaran akan berjalan efektif apabila didahului dengan penyiapan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang dikembangkan oleh guru baik secara individual maupun kelompok yang mengacu pada Silabus. Sehubungan hal tersebut, maka naskah ini disusun dalam rangka memenuhi kebutuhan guru yang terkait dengan pengembangan persiapan pembelajaran. Semoga naskah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, untuk memfasilitasi guru secara individual dan kelompok dalam mengembangkan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan melaksanakan pembelajaran dalam berbagai modus, strategi, dan model untuk muatan dan/atau mata pelajaran yang diampunya. Pada kesempatan ini kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat dalam penyusunan naskah ini, yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu. Semoga Tuhan Yang Maha Esa membalas semua kebaikan dan jerih payah saudara-saudara sekalian. Dalam penyusunan naskah ini, kami akui masih jauh dari sempurna. Untuk itu saran dan kritik yang membangun kearah penyempurnaan naskah Pendukung pembelajaran Kurikulum 2013 ini kami terima dengan tangan terbuka. Akhirnya, mudah-mudahan naskah ini dapat berguna dan membantu siapa saja yang membaca dan membutuhkan khususnya guru mata pelajaran dalam upaya peningkatan mutu pendidikan melalui kegiatan pembelajaran. i
  2. 2. DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I I ii PENDAHULUAN 1. 1 2. Tujuan.......................................................... 2 3. Ruang Lingkup............................................. 3 4. BAB II Latar Belakang ............................................ Landasan Hukum....... ................................. 3 PEMBELAJARAN KOMPETENSI 1. 5 2. BAB III Pendekatan Pembelajaran Saintifik............. Penilaian Autentik........................................ 22 ANALISIS KOMPETENSI 1. 30 2. BAB IV Prosedur Analisis.. ......................................... Hasil Analisis Kompetensi.............................. 33 PENUTUP 58 DAFTAR PUSTAKA 60 LAMPIRAN-LAMPIRAN ii
  3. 3. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan secara suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Selanjutnya dalam rangka mencapai tujuan tersebut disusun standar pendidikan nasional, terdiri atas: standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses, standar sarana prasarana, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian. Dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses disebutkan bahwa setiap pendidik pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan kemandirian psikologis sesuai ruang yang cukup dengan bakat, bagi minat, dan prakarsa, kreativitas, perkembangan fisik dan serta peserta didik. Untuk itu setiap satuan pendidikan perlu melakukan perencanaan pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran serta penilaian proses pembelajaran dengan strategi yang benar untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas ketercapaian kompetensi lulusan. Lampiran IV Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 81A Tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum Pedoman Umum Pembelajaran, menyebutkan bahwa Strategi pembelajaran sangat diperlukan dalam menunjang terwujudnya seluruh kompetensi yang dimuat dalam Kurikulum 2013. Kurikulum memuat apa yang seharusnya diajarkan kepada peserta didik, sedangkan pembelajaran merupakan cara bagaimana apa yang diajarkan bisa dikuasai oleh peserta didik. Pelaksanaan pembelajaran didahului dengan penyiapan RPP yang dikembangkan oleh guru baik secara individual maupun kelompok yang mengacu pada Silabus. 0
  4. 4. Sedangkan Strategi penilaian disiapkan untuk memfasilitasi guru dalam mengembangkan pendekatan, teknik dan instrumen penilaian hasil belajar dengan pendekatan autentik. Penilaian memungkinkan para pendidik mampu menerapkan program remedial bagi peserta didik yang tergolong pebelajar lambat dan program pengayaan bagi peserta didik yang termasuk kategori pebelajar cepat. Pemerintah telah menetapkan pelaksanaan kurikulum 2013 secara terbatas pada 1.270 SMA di 33 provinsi pada 295 kabupaten/kota mulai tahun pelajaran 2013/2014 untuk kelas X. Untuk mendukung implementasi pelaksanaan kurikulum tersebut pemerintah telah melatih instruktur nasional (master teacher), guru inti dan guru sasaran serta menyediakan silabus, buku guru, dan buku siswa untuk mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, dan Sejarah. Sedangkan untuk mata pelajaran lainnya diharapkan dapat memanfaatkan buku-buku yang ada (dari kurikulum 2006 dan buku sebelumnya),mulai menerapkan kurikulum 2013 mengacu pada silabus yang telah disediakan. Untuk menyiapkan kemampuan guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran saintifik serta melakukan penilaiain autentik dan menggunakan silabus sebagai acuan, perlu penjabaran operasional antara lain dalam mengembangkan materi pembelajaran, mengembangkan langkah pembelajaran serta merancang dan melaksanakan penilaian autentik. Oleh karena itu diperlukan rambu-rambu yang bisa memfasilitasi guru secara individual dan kelompok dalam mengembangkan dan melaksanakan pembelajaran dalam berbagai modus, strategi, dan model untuk muatan dan/atau mata pelajaran yang diampunya. B. Tujuan Secara umum tujuan penulisan naskah ini adalah membantu guru mata pelajaran dalam mengimplementasikan kurikulum 2013 dengan memafaatkan buku sumber yang ada. Secara khusus naskah ini bertujuan: Memberikan rambu-rambu bagi guru dalam menganalisis kompetensi inti dan kompetensi dasar 1. Mengembangkan materi pembelajaran berdasarkan materi pokok dari silabus mata pelajaran 2. Mengembangkan kegiatan pembelajaran dengan pendekatan saintifik 3. Mengembangkan indikator pencapaian dan penilaian 4. Merancang penilaian autentik 1
  5. 5. C. Ruang Lingkup Ruang lingkup naskah ini terdiri atas: 1. Penjelasan dan langkah-langkah pembelajaran saintifik 2. Langkah-langkah analisis kompetensi; 3. Penilaian autentik; dan 4. Hasil analisis kompetensi untuk membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) D. Landasan Hukum 1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional 2. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan 3. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 54 Tahun 2013 tentang Standar Kompetensi Lulusan 4. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 64 Tahun 2013 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah 5. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses 6. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 66 Tahun 2013 tentang Standar Penilaian 7. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 69 Tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum SMA-MA 8. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 81A tentang Implementasi Kurikulum 9. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor …. Tentang Silabus 2
  6. 6. BAB II PEMBELAJARAN KOMPETENSI Pembelajaran kurikulum 2013 adalah pembelajaran kompetensi dengan memperkuat proses pembelajaran dan penilaian autentik untuk mencapai kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan. Penguatan proses pembelajaran dilakukan melalui pendekatan saintifik, yaitu pembelajaran yang mendorong siswa lebih mampu dalam mengamati, menanya, mencoba/mengumpulkan data, mengasosiasi/menalar, dan mengomunikasikan. Karakteristik Standar pembelajaran pada Kompetensi memberikan Lulusan kerangka setiap dan konseptual satuan Standar pendidikan Isi. tentang Standar sasaran terkait erat Kompetensi pembelajaran pada Lulusan yang harus dicapai. Standar Isi memberikan kerangka konseptual tentang kegiatan belajar dan pembelajaran yang diturunkan dari tingkat kompetensi dan ruang lingkup materi. Sesuai dengan Standar Kompetensi Lulusan, sasaran pembelajaran mencakup pengembangan ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dielaborasi untuk setiap satuan pendidikan. Ketiga perolehan (proses psikologis) menerima,menjalankan, Pengetahuandiperoleh ranah yang kompetensi berbeda. menghargai, melalui Sikap tersebut memiliki lintasan diperoleh melalui aktivitas menghayati, aktivitas dan mengamalkan. mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. Keterampilan diperoleh melalui aktivitas mengamati, menanya, mencoba, menalar, menyaji, dan mencipta. Karaktersitik kompetensi karakteristik beserta standar perbedaan proses. lintasan perolehan turut Penguatan pendekatan serta mempengaruhi saintifik perlu diterapkan pembelajaran berbasis penyingkapan/penelitian (discovery/inquiry learning). Untuk mendorong kemampuan peserta didik menghasilkan karya kontekstual, baik individual maupun kelompok maka sangat disarankan menggunakan pendekatan pembelajaran yang menghasilkan karya berbasis pemecahan masalah (project based learning). Prinsip pembelajaran pada kurikulum 2013 menekankan perubahan paradigma: (1) pesertadidik diberi tahu menjadi pesertadidik mencari tahu; (2) guru sebagai satusatunya sumberbelajar menjadi belajar berbasis aneka sumber belajar; (3) pendekatan tekstual menjadi pendekatan ilmiah; (4) pembelajaran proses berbasis sebagai konten penguatan penggunaan pendekatan menjadi pembelajaran berbasis kompetensi; (5) pembelajaran parsial menjadi pembelajaran terpadu; (6) pembelajaran 3
  7. 7. yang menekankan jawaban tunggal menjadi pembelajaran dengan jawaban yang kebenarannya multi dimensi; (7) pembelajaran verbalisme menjadi keterampilan aplikatif; (8) peningkatan dan keseimbangan antara keterampilan fisikal (hardskills) dan keterampilan mental (softskills); (9) pembelajaran yang mengutamakan pembudayaan danpemberdayaan peserta didik sebagai pembelajar sepanjang hayat; (10) pembelajaran yang menerapkan nilai-nilai dengan memberi keteladanan(ing ngarso sung tulodo), membangun kemauan mengembangkan kreativitas peserta didik (ing madyo mangun karso), dan dalam proses pembelajaran (tut wuri handayani); (11) pembelajaranyang berlangsung di rumah, di sekolah, dan di masyarakat; (12) pembelajaran yang menerapkan prinsip bahwa siapa saja adalah guru, siapa saja adalah siswa, dan di mana saja adalah kelas; (13) pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran; dan (14) pengakuan atas perbedaan individualdan latar belakang budaya peserta didik. Penilaian autentik merupakan penilaian yang dilakukan secara komprehensif untuk menilai mulai dari masukan (input), proses, dan keluaran (output) pembelajaran, yang meliputi ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Penilaian autentik menilai kesiapan siswa, serta proses dan hasil belajar secara utuh. Keterpaduan penilaian ketiga komponen (input – proses – output) tersebut akan menggambarkan kapasitas, gaya, dan hasil belajar peserta didik, bahkan mampu menghasilkan dampak instruksional (instructional effect) dan dampak pengiring (nurturant effect) dari pembelajaran. A. Pendekatan Pembelajaran saintifik Pembelajaran saintifik merupakan pembelajaran yang mengadopsi langkah-langkah saintis dalam membangun pengetahuan melalui metode ilmiah.Model pembelajaran yang diperlukan adalah yang memungkinkan terbudayakannya kecakapan berpikir sains, terkembangkannya “sense of inquiry” dan kemampuan berpikir kreatif siswa (Alfred De Vito, 1989). Model pembelajaran yang dibutuhkan adalah yang mampu menghasilkan kemampuan untuk belajar (Joice & Weil: 1996), bukan saja diperolehnya sejumlah pengetahuan, keterampilan, dan sikap, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana pengetahuan, keterampilan, dan sikap itu diperoleh peserta didik (Zamroni, 2000; &Semiawan, 1998). Pembelajaran saintifik tidak hanya memandang hasil belajar sebagai muara akhir, namum proses pembelajaran dipandang sangat penting. Oleh karena itu 4
  8. 8. pembelajaran saintifik menekankan pada keterampilan proses. Model pembelajaran berbasis peningkatan keterampilan proses sains adalah model pembelajaran yang mengintegrasikan keterampilan proses sains ke dalam sistem penyajian materi secara terpadu (Beyer, 1991). Model ini menekankan pada proses pencarian pengetahuan dari pada transfer pengetahuan, peserta didik dipandang sebagai subjek belajar yang perlu dilibatkan secara aktif dalam proses pembelajaran, guru hanyalah seorang fasilitator yang membimbing dan mengkoordinasikan kegiatan belajar. Dalam model ini peserta didik diajak untuk melakukan proses pencarian pengetahuan berkenaan dengan materi pelajaran melalui berbagai aktivitas proses sains sebagaimana dilakukan oleh para ilmuwan (scientist) dalam melakukan penyelidikan ilmiah (Nur: 1998), dengan demikian peserta didik diarahkan untuk menemukan sendiri berbagai fakta, membangun konsep, dan nilai-nilai baru yang diperlukan untuk kehidupannya. Fokus proses pembelajaran diarahkan pada pengembangan keterampilan siswa dalam memproseskan pengetahuan, menemukan dan mengembangkan sendiri fakta, konsep, dan nilai-nilai yang diperlukan (Semiawan: 1992). Model ini juga tercakup penemuan makna (meanings), organisasi, dan struktur dari ide atau gagasan, sehingga secara bertahap siswa belajar bagaimana mengorganisasikan dan melakukan penelitian. Pembelajaran berbasis keterampilan proses sains menekankan pada kemampuan peserta didik dalam menemukan sendiri (discover) pengetahuan yang didasarkan atas pengalaman belajar, hukum-hukum, prinsip-prinsip dan generalisasi, sehingga lebih memberikan kesempatan bagi berkembangnya keterampilan berpikir tingkat tinggi (Houston, 1988). Dengan demikian peserta didik lebih diberdayakan sebagai subjek belajar yang harus berperan aktif dalam memburu informasi dari berbagai sumber belajar, dan guru lebih berperan sebagai organisator dan fasilitator pembelajaran. Model pembelajaran berbasis keterampilan proses sains berpotensi membangun kompetensi dasar hidup siswa melalui pengembangan keterampilan proses sains, sikap ilmiah, dan proses konstruksi pengetahuan secara bertahap. Keterampilan proses sains pada hakikatnya adalah kemampuan dasar untuk belajar (basic learning tools) yaitu kemampuan yang berfungsi untuk membentuk landasan pada setiap individu dalam mengembangkan diri (Chain and Evans: 1990). 1. Pendekatan Saintifik dalam Pembelajaran Ilmu-ilmu sosial (social science) Sebelum membicarakan mengenai pendekatan ilmiah (scientific), perlu dipahami terlebih dahulu mengenai metode ilmiah. Pada umumnya seseorang 5
  9. 9. selalu ingin memperoleh pengetahuan. Pengetahuan dapat merupakan pengetahuan ilmiah dan pengetahuan tidak ilmiah. Suatu pengetahuan ilmiah hanya dapat diperoleh dari metode ilmiah. Metode ilmiah pada dasarnya memandang fenomena khusus (unik) dengan kajian spesifik dan detail untuk kemudian merumuskan pada simpulan. Dengan demikian diperlukan adanya penalaran dalam rangka pencarian (penemuan). Untuk dapat disebut ilmiah, metode pencarian (method of inquiry) harus berbasis pada bukti-bukti dari objek yang dapat diobservasi, empiris, dan terukur dengan prinsip-prinsip penalaran yang spesifik. Metode ilmiah umumnya memuat rangkaian kegiatan koleksi data atau fakta melalui observasi dan eksperimen, kemudian memformulasi dan menguji hipotesis. Sebenarnya apa yang kita bicarakan dengan metode ilmiah merujuk pada: (1) adanya fakta, (2) sifat bebas prasangka, (3) sifat objektif, dan (4) adanya analisa. Selanjutnya secara sederhana pendekatan ilmiah merupakan suatu cara atau mekanisme untuk mendapatkan pengetahuan dengan prosedur yang didasarkan pada suatu metode ilmiah. Ada juga yang mengartikan pendekatan ilmiah sebagai mekanisme untuk memperoleh pengetahuan yang didasarkan pada struktur logis. Pendekatan ilmiah ini memerlukan langkahlangkah pokok: a) Mengamati b) Menanya c) Menalar d) Mencoba e) Membentuk jejaring Langkah-langkah di atas boleh dikatakan sebagai pembelajaran terhadap pengetahuan ilmiah yang diatur oleh pertimbangan-pertimbangan logis dalam ilmu-ilmu sosial. Karena yang dikehendaki adalah jawaban mengenai faktafakta sosial, maka pendekatan dengan langkah-langkah tersebut dikatakan sangat erat dengan metode ilmiah. Prosespembelajaran pada Kurikulum 2013 dilaksanakan menggunakan pendekatan ilmiah. Proses pembelajaran menyentuh tiga ranah, yaitu sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Dalam proses pembelajaran berbasis pendekatan ilmiah, ranah sikap menggamit transformasi substansi atau materi 6
  10. 10. ajar agar peserta didik “tahu mengapa.” Ranah keterampilan menggamit transformasi substansi atau materi ajar agar peserta didik “tahu bagaimana”. Ranah pengetahuan menggamit transformasi substansi atau materi ajar agar peserta didik “tahu apa.” Hasil akhirnya adalah peningkatan dan keseimbangan antara kemampuan untuk menjadi manusia yang baik(soft skills) dan manusia yang memiliki kecakapan dan pengetahuan untuk hidup secara layak (hard skills)dari peserta didik yang meliputi aspek kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan. 7
  11. 11. 1) Mengamati Metode mengamati mengutamakan kebermaknaan proses pembelajaran (meaningfull learning). Metode ini memiliki keunggulan tertentu, seperti menyajikan media obyek secara nyata, peserta didik senang dan tertantang, dan mudah pelaksanaannya. Dalam pembelajaran ilmu-ilmu sosial, pengamatan dapat dilakukan terhadap hal- hal sebagai berikut, contoh: Proses terbentuknya negara interaksi sosial Situs sejarah Sedangkandalam pembelajaran di kelas, mengamati dapat dilakukan melalui berbagai media yang dapat diamati siswa, misalnya: video, gambar, grafik, bagan, dsb. Kegiatan mengamati dalam pembelajaran dilakukan dengan menempuh langkah-langkah seperti berikut ini. Menentukan objek apa yang akan diobservasi Membuat pedoman observasi sesuai dengan lingkup objek yang akan diobservasi Menentukan secara jelas data-data apa yang perlu diobservasi, baik primer maupun sekunder Menentukan di mana tempat objek yang akan diobservasi Menentukan secara jelas bagaimana observasi akan dilakukan untuk mengumpulkan data agar berjalan mudah dan lancar Menentukan cara dan melakukan pencatatan atas hasil observasi , seperti menggunakan buku catatan, kamera, tape recorder, video perekam, dan alat-alat tulis lainnya. Secara lebih luas, alat atau instrumen yang digunakan dalam melakukan observasi, dapat berupa daftar cek (checklist), skala rentang (rating scale), catatan anekdot (anecdotal record), catatan berkala, dan alat mekanikal (mechanical device). Daftar cek dapat berupa suatu daftar yang berisikan nama-nama subjek, objek, atau faktor- faktor yang akan diobservasi. Skala rentang , berupa alat untuk mencatat gejala atau fenomena menurut tingkatannya. Catatan anekdot dapat berupa catatan 8
  12. 12. yang dibuat oleh peserta didik dan guru mengenai kelakuan-kelakuan luar biasa yang ditampilkan oleh subjek atau objek yang diobservasi. Alat mekanik dapat berupa berupa alat mekanik yang dapat dipakai untuk memotret atau merekam peristiwa-peristiwa tertentu yang ditampilkan oleh subjek atau objek yang diobservasi. 2) Menanya Guru yang efektif mampu menginspirasi peserta didik untuk meningkatkan dan mengembangkan ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuannya. Pada saat guru bertanya, pada saat itu pula dia membimbing atau memandu peserta didiknya belajar dengan baik. Ketika guru menjawab pertanyaan peserta didiknya, ketika itu pula dia mendorong siswa untuk menjadi penyimak dan pembelajar yang baik. Artinya guru dapat menumbuhkan sikap ingin tahu siswa, yang diekspresikan dalam bentuk pertanyaan. Misalnya: Mengapa terjadi kasus pelanggaran HAM? Apakah seni bangun candi itu asli Indonesia atau ada pengaruh dari luar? Dalam hukum permintaan dinyatakan ketika harga naik maka jumlah barang yang diminta akan turun, namun kenyataannya setiap menjelang hari raya walaupun harga cenderung naik tetapi permintaan juga ikut naik. Mengapa demikian?, dsb. Diusahakan setelah ada pengamatan, yang bertanya bukan guru, tetapi yang bertanya peserta didik. Berikut manfaat / fungsi bertanya: Membangkitkan rasa ingin tahu, minat, dan perhatian peserta didik tentang suatu tema atau topik pembelajaran. Mendorong dan menginspirasi peserta didik untuk aktif belajar, serta mengembangkan pertanyaan dari dan untuk dirinya sendiri. Mendiagnosis kesulitan belajar peserta didik sekaligus menyampaikan ancangan untuk mencari solusinya. Menstrukturkan tugas-tugas dan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menunjukkan sikap, keterampilan, dan pemahamannya atas substansi pembelajaran yang diberikan. Membangkitkan mengajukan keterampilan pertanyaan, dan peserta memberi didik dalam jawaban berbicara, secara logis, sistematis, dan menggunakan bahasa yang baik dan benar. 9
  13. 13. Mendorong partisipasipeserta didik dalam berdiskusi, berargumen, mengembangkan kemampuan berpikir, dan menarik simpulan. Membangun sikap keterbukaan untuk saling memberi dan menerima pendapat atau gagasan, memperkaya kosa kata, serta mengembangkan toleransi sosial dalam hidup berkelompok. Membiasakan peserta didik berpikir spontan dan cepat, serta sigap dalam merespon persoalan yang tiba-tiba muncul. Melatih kesantunan dalam berbicara dan membangkitkan kemampuan berempati satu sama lain. Bobot pertanyaan yang menggambarkan tingkatan kognitif yang lebih rendah hingga yang lebih tinggi disajikan berikut ini. Tingkatan Subtingkatan Kognitif yang lebih  Pengetahuan rendah (knowledge) Kata-kata kunci pertanyaan  Apa...  Siapa...  Kapan...  Di mana...  Sebutkan...  Jodohkan atau pasangkan...  Persamaan kata...  Golongkan...  Berilah nama...  Dll.  Pemahaman (comprehension)  Terangkahlah...  Bedakanlah...  Terjemahkanlah...  Simpulkan...  Bandingkan...  Ubahlah...  Berikanlah interpretasi...  Penerapan (application  Gunakanlah...  Tunjukkanlah...  Buatlah...  Demonstrasikanlah...  Carilah hubungan...  Tulislah contoh... 10
  14. 14. Tingkatan Subtingkatan Kata-kata kunci pertanyaan  Siapkanlah...  Klasifikasikanlah... Kognitif yang lebih  Analisis (analysis) tinggi  Analisislah...  Kemukakan bukti-bukti…  Mengapa…  Identifikasikan…  Tunjukkanlah sebabnya…  Berilah alasan-alasan…  Sintesis (synthesis)  Ramalkanlah…  Bentuk…  Ciptakanlah…  Susunlah…  Rancanglah...  Tulislah…  Bagaimanakita dapat memecahkan…  Apa yang terjadi seaindainya…  Bagaimana kita dapat memperbaiki…  Kembangkan…  Evaluasi (evaluation)  Berilah pendapat…  Alternatif mana yang lebih baik…  Setujukah anda…  Kritiklah…  Berilah alasan…  Nilailah…  Bandingkan…  Bedakanlah… 11
  15. 15. 3) Menalar Istilah “menalar” dalam kerangka proses pembelajaran dengan pendekatan ilmiah yang dianut dalam Kurikulum 2013 untuk menggambarkan bahwa guru dan peserta didik merupakan pelaku aktif. Titik tekannya tentu dalam banyak hal dan situasi peserta didik harus lebih aktif daripada guru. Penalaran adalah proses berpikir yang logis dan sistematis atas fakta-fakta empiris yang dapat diobservasi untuk memperoleh simpulan berupa pengetahuan. Penalaran dimaksud merupakan penalaran ilmiah, meski penalaran nonilmiah tidak selalu tidak bermanfaat. 3.1 Cara menalar Seperti telah dijelaskan di muka, terdapat dua cara menalar, yaitu penalaran induktif dan penalaran deduktif. Penalaran induktif merupakan cara menalardengan menarik simpulan dari fenomena atau atribut-atribut khusus untuk hal-hal yang bersifat umum. Kegiatan menalar secara induktif lebih banyak berpijak pada observasi inderawi atau pengalaman empirik. Penalaran deduktif merupakan cara menalar dengan menarik simpulan dari pernyataan-pernyataan atau fenomena yang bersifat umum menuju pada hal yang bersifat khusus. Pola penalaran deduktif dikenal dengan pola silogisme. Cara kerja menalar secara deduktif adalah menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk kemudian dihubungkan ke dalam bagianbagiannya yang khusus. Ada tiga jenis silogisme, yaitu silogisme kategorial, silogisme hipotesis, silogisme alternatif. Pada penalaran deduktif tedapat premis, sebagai proposisi menarik simpulan. Penarikan simpulan dapat dilakukan melalui dua cara, yaitu langsung dan tidak langsung. Simpulan secara langsung ditarik dari satu premis, sedangkan simpulan tidak langsung ditarik dari dua premis. Contoh: Akuntan publik adalah akuntan yang kegiatannya memberikan jasa untuk kepentingan perusahaan dengan sejumlah pembayaran tertentu, atau disebut juga akuntan ekstern. 12
  16. 16. Akuntan pemerintah adalah akuntan yang bekerja sebagai pemeriksa atau auditor untuk pemerintah atau negara. Akuntan pendidik adalah akuntan yang bekerja sebagai pengajar atau dosen di perguruan tinggi. Akuntan Intern atau Akuntan Perusahaan adalah akuntan yang bekerja dalam perusahaan dan bertugas khusus di bidang akuntansi intern untuk membantu pengelola perusahaan. Simpulan Akuntan publik, Akuntan pemerintah, Akuntan pendidik, Akuntan Intern merupakan jabatan-jabatan dalam lapangan akuntansi pada berbagai lingkup kegiatan dan bidang garapannya. 3.2 Analogi dalam Pembelajaran Selama proses pembelajaran, guru dan peserta didik sering kali menemukan fenomena yang bersifat analog atau memiliki persamaan. Dengan demikian, guru dan peserta didik adakalanya menalar secara analogis. Analogi adalah suatu proses penalaran dalam pembelajaran dengan cara membandingkan sifat esensial yang mempunyai kesamaan atau persamaan. Berpikir analogis sangat penting dalam pembelajaran ilmu-ilmu sosial, karena hal itu akan mempertajam daya nalar peserta didik. Seperti halnya penalaran, analogi terdiri dari dua jenis, yaitu analogi induktif dan analogi deklaratif. Kedua analogi itu dijelaskan berikut ini. Analogi induktif disusun berdasarkan persamaan yang ada pada dua fenomena atau gejala. Atas dasar persamaan dua gejala atau fenomena itu ditarik simpulan bahwa apa yang ada pada fenomena atau gejala pertama terjadi juga pada fenomena atau gejala kedua. Analogi induktif merupakan suatu “metode menalar” yang sangat bermanfaat untuk membuat suatu simpulan yang dapat diterima berdasarkan pada persamaan yang terbukti terdapat pada dua fenomena atau gejala khusus yang diperbandingkan Contoh: 13
  17. 17. Hakekat Pergerakan Nasional bagi peserta didik adalah jiwa nasionalisme dan ketekunan dalam belajar. Peserta didik adalah generasi muda yang harus memiliki jiwa nasionalisme dan harus giat belajar. Analogi deklaratif merupakan suatu “metode menalar” untuk menjelaskan atau menegaskan sesuatu fenomena atau gejala yang belum dikenal atau masih samar, dengan sesuatu yang sudah dikenal. Analogi deklaratif ini sangat bermanfaat karena ide-ide baru, fenomena, atau gejala menjadi dikenal atau dapat diterima apabila dihubungkan dengan hal-hal yang sudah diketahui secara nyata dan dipercayai. Contoh: Proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia dapat dilaksanakan karena adanya sinergitas, saling menghargai, sikap pantang menyerah antara golongan muda dan golongan tua. Begitu pula tercapainya suatu prestasi disekolah tidak terlepas dari sinergitas, saling menghargai, sikap pantang menyerah dari dewan guru, peserta didik, dan seluruh stake holder sekolah. 3.3 Hubungan Antarfenomena Seperti halnya penalaran dan analogi, kemampuan menghubungkan antarfenomena atau gejala sangat penting dalam proses pembelajaran, karena hal itu akan mempertajam daya nalar peserta didik. Disinilah esensi bahwa guru dan peserta didik dituntut mampu memaknai hubungan antarfenomena atau gejala, khususnya hubungan sebab-akibat. Hubungan sebab-akibat diambil dengan menghubungkan satu atau beberapa fakta yang satu dengan satu atau beberapa fakta yang lain.Suatu simpulan yang menjadi sebab dari satu atau beberapa fakta itu atau dapat juga menjadi akibat dari satu atau beberapa fakta tersebut. Penalaran sebab-akibat ini masuk dalam ranah penalaran induktif, yang disebut dengan penalaran induktif sebab-akibat. Penalaran induktif sebab akibat terdiri dari tiga jenis. Hubungansebab–akibat. Pada penalaran hubungan sebab-akibat, hal-hal yang menjadi sebab dikemukakan terlebih dahulu, kemudian ditarik simpulan yang berupa akibat. 14
  18. 18. Contoh: Sehubungan adanya pembuatan jalan oleh Belanda yang melewati makam leluhur Diponegoro, maka pecahlah perang Diponegoro melawan Belanda 1825 – 1830 (mapel Sejarah). Nilaisuatubarangditentukanjumlahbiaya yangdikeluarkanuntukmenghasilkanbarangitukembali(biayareproduksi).O lehkarenauntukmenentukannilaisuatubarangtidakberasalpadabiayaproduk siyangpertamakali,tetapipadabiayaproduksiyangdikeluarkansekarang (mapel Ekonomi). Hubungan akibat–sebab. Pada penalaran hubungan akibat-sebab, hal-hal yang menjadi akibat dikemukakan terlebih dahulu, selanjutnya ditarik simpulan yang merupakan penyebabnya. Contoh (Mata pelajaran Sejarah): Perang Diponegoro 1825 – 1830 melawan Belanda, sampai-sampai Belanda mengalami kerugian besar, dan nyaris dikalahkan, disebabkan Belanda membuat jalan yang melewati makam leluhur Diponegoro. Perjuang bangsa Indonesia melalui Pergerakan Nasional, mengakibatkan diproklasikan kemerdekaan. Akibat proklamasi kemerdekaan datanglah Sekutu yaitu Inggris dan Belanda datang ke Indonesia . Kedatangan Sekutu yang berkeinginan menjaga status quo, tentu tidak diharapkan oleh pemuda Indonesia, terjadilah perang. Contoh (Mata pelajaranEkonomi) Nilai suatu barang ditentukan oleh jumlah biaya produksi yang dikeluarkan oleh produsen untuk membuat barang tersebut. Semakin tinggi nilai pakai suatu barang, nilai tukarnya akan semakin tinggi. Masyarakat yang tinggal di daerah terpencil, hidupnya terisolasi. Keterisolasian itu menyebabkan mereka kehilangan akses untuk melakukan aktivitas ekonomi, sehingga muncullah kemiskinan keluarga yang akut. Kemiskinan keluarga yang akut menyebabkan anak-anak mereka tidak berkesempatan menempuh pendidikan yang baik. Dampak lanjutannya, bukan tidak mungkin terjadi kemiskinan yang terus berlangsung secara siklikal. 15
  19. 19. Hubungan sebab–akibat 1 – akibat 2. Pada penalaran hubungan sebabakibat 1 –akibat 2, suatu penyebab dapat menimbulkan serangkaian akibat. Akibat yang pertama menjadi penyebab, sehingga menimbulkan akibat kedua. Akibat kedua menjadi penyebab sehingga menimbulkan akibat ketiga, dan seterusnya. 3.4 Mencoba/mengeksplorasi Eksplorasi adalah upaya awal membangun pengetahuan melalui peningkatan pemahaman atas suatu fenomena. Strategi yang digunakan adalah memperluas dan memperdalam pengetahuan yang menerapkan strategi belajar aktif. Pendekatan pembelajaran yang berkembang saat ini secara empirik telah melahirkan disiplin baru pada proses belajar. Tidak hanya berfokus pada apa yang dapat peserta didik temukan, namun sampai pada bagaimana cara mengeksplorasi ilmu pengetahuan. Istilah yang populer untuk menggambarkan kegiatan ini adalah “explorative learning”. Pendekatan belajar yang eksploratif tidak hanya berfokus pada bagaimana mentransfer ilmu pengetahuan, pemahaman, dan interpretasi, namun harus diimbangi dengan peningkatan mutu materi ajar. Informasi tidak hanya disusun oleh guru. Perlu ada keterlibatan peserta didik untuk memperluas, memperdalam, atau menyusun informasi atas inisiatifnya. Dalam hal ini peserta didik menyusun dan memvalidasi informasi sebagai input bagi kegiatan belajar. Peta Konsep yang dikembangkan menunjukan kompleksitas kegiatan eksplorasi dalam proses pembelajaran yang mengharuskan adanya proses dialog yang : (1) interaktif (2) adaptif, interaktif dan reflektif (3) menggambarkan tingkat-tingkat penguasaan pokok bahasan (4) menggambarkan level kegiatan yang berkaitan dengan meningkatkan keterampilan menyelesaikan tugas sehingga memperoleh pengalaman yang bermakna. Mengintegrasikan pendekatan ini dengan lima faktor yang menyebabkan kegiatan pembelajaran menjadi lebih bermakna, yaitu belajar aktif, belajar konstruktif, belajar intens, belajar autentik, dan kolaboratif yang menegaskan pernyataan bahwa pembelajaran eksploratif lebih menekankan pada pengalaman belajar dari pada pada materi pelajaran. Eksplorasi merupakan proses kerja dalam memfasilitasi proses belajar peserta didik dari tidak tahu menjadi tahu. Peserta didik menghubungkan 16
  20. 20. pikiran yang terdahulu dengan pengalaman belajarnya. Mereka menggambarkan pemahaman yang mendalam untuk memberikan respon yang mendalam juga. Bagaimana membedakan peran masing-masing dalam kegiatan belajar bersama. Mereka melakukan pembagian tugas seperti dalam tugas merekam, mencari informasi melalui internet serta memberikan respon kreatif dalam berdialog. Di samping itu peserta didik menindaklanjuti penelusuran informasi dengan membandingkan hasil telaah. Secara kolektif, mereka juga dapat mengembangkan hasil penelusuran informasi dalam bentuk grafik, tabel, diagram serta mempresentasikan gagasan yang dimiliki. Pelaksanaan kegiatan mencoba/eksplorasi pada mata pelajaran ilmu-ilmu sosial dapat dilakukan melalui kerja sama dalam kelompok kecil. Bersama teman sekelompoknya peserta didik dalam menelusuri informasi yang mereka butuhkan, merumuskan masalah dalam kehidupan nyata, berpikir kritis untuk menerapkan ilmu yang dimiliki dalam kehidupan yang nyata dan bermakna. Melalui kegiatan mencoba/eksplorasi peserta didik dapat mengembangkan pengalaman belajar, meningkatkan penguasaan ilmu-ilmu sosial, serta menerapkannya untuk menjawab fenomena yang ada. Peserta didik juga dapat mengeksploitasi informasi untuk memperoleh manfaat tertentu sebagai produk belajar. 3.5 Jejaring Pembelajaran atau Pembelajaran Kolaboratif Pembelajaran kolaboratif merupakan suatu filsafat personal, lebih dari sekadar teknik pembelajaran di kelas-kelas sekolah. Kolaborasi esensinya merupakan filsafat interaksi dan gaya hidup manusia yang menempatkan dan memaknai kerjasama sebagai struktur interaksi yang dirancang secara baik dan disengaja untuk memudahkan usaha kolektif dalam rangka mencapai tujuan bersama. Pada pembelajaran kolaboratif kewenangan guru lebih bersifat direktif atau manajer belajar, sebaliknya, peserta didiklah yang harus lebih aktif. Jika pembelajaran kolaboratif diposisikan sebagai satu falsafah peribadi, maka ia menyentuh tentang identitas peserta didik terutama jika mereka berhubungan atau berinteraksi dengan yang lain atau guru. Dalam situasi kolaboratif itu, peserta didik berinteraksi dengan empati, saling menghormati, dan menerima kekurangan atau kelebihan masing-masing. 17
  21. 21. Dengan cara semacam ini akan tumbuh rasa aman, sehingga memungkin peserta didik menghadapi aneka perubahan dan tuntutan belajar secara bersama-sama. Tantangan baru dinamika kehidupan yang makin kompleks menuntut aktivitas pembelajaran bukan sekedar mengulang fakta dan fenomena keseharian yang dapat diduga melainkan mampu menjangkau pada situasi baru yang tak terduga.Dengan dukungan kemajuan teknologi dan seni, pembelajaran diharapkan mendorong kemampuan berpikir siswa hingga situasi baru yang tak terduga. Agar pembelajaran terus menerus membangkitkan kreativitas dan keingintahuan siswa, kegiatan pembelajaran kompetensi dilakukan dengan langkah sebagai berikut: 1. Menyajikan atau mengajak siswa mengamati fakta atau fenomena baik secara langsung dan/ atau rekonstruksi sehingga siswa mencari informasi, membaca, melihat, mendengar, atau menyimak fakta/fenomena tersebut 2. Memfasilitasi diskusi dan Tanya jawab dalam menemukan konsep, prinsip, hukum,dan teori 3. Mendorong siswa aktif mencoba melalui kegiatan eksperimen 4. Memaksimalkan pemanfaatan tekonologi dalam mengolah data, mengembangkan penalaran dan memprediksi fenomena 5. Memberi kebebasan dan tantangan kreativitas dalam presentasi dengan aplikasi baru yang terduga sampai tak terduga Macam-macam Pembelajaran Kolaboratif Banyak metode yang dipakai dalam pembelajaran atau kelas kolaboratif. Beberapa di antaranya dijelaskan berikut ini: JP = Jigsaw Proscedure. Pembelajaran dilakukan dengan cara peserta didik sebagai anggota suatu kelompok diberi tugas yang berbeda-beda mengenai suatu pokok bahasan. Agar masing-masing peserta didik anggota dapat memahami keseluruhan pokok bahasan, tes diberikan dengan materi yang menyeluruh. Penilaian didasari pada rata-rata skor tes kelompok. STAD = Student Team Achievement Divisions. 18
  22. 22. Peserta didik dalam suatu kelas dibagi menjadi beberapa kelompok kecil. Anggota-anggota dalam setiap kelompok bertindak saling membelajarkan. Fokusnya adalah keberhasilan seorang akan berpengaruh terhadap keberhasilan kelompok dan demikian pula keberhasilan kelompok akan berpengaruh terhadap keberhasilan individu peserta didik lainnya. Penilaian didasari pada pencapaian hasil belajar individual maupun kelompok peserta didik CI = Complex Instruction Titik tekan metode ini berorientasi pada matematika, dan adalam pelaksanaan suatu proyek yang penemuan, ilmu menumbuhkembangkan khususnya pengetahuan ketertarikan dalam sosial. semua bidang Fokusnya peserta sains, adalah didiksebagai anggota kelompok terhadap pokok bahasan. Metode ini umumnya digunakan dalam pembelajaran yang bersifat bilingual (menggunakan dua bahasa) dan di antara para peserta didik yang sangat heterogen. Penilaian didasari pada proses dan hasil kerja kelompok. TAI = Team Accelerated Instruction. Metodeini merupakan kooperatif/kolaboratif kombinasi dengan antara pembelajaran pembelajaran individual. Secara bertahap, setiap peserta didik sebagai anggota kelompok diberi soalsoal yang harus mereka kerjakan sendiri terlebih dulu. Setelah itu dilaksanakan penilaian bersama-sama dalam kelompok. Jika soal tahap pertama telah diselesaikan dengan benar, setiap peserta didik mengerjakan soal-soal berikutnya. Namun jika seorang peserta didik belum dapat menyelesaikan soal tahap pertama dengan benar, ia harus menyelesaikan soal lain pada tahap yang sama. Setiap tahapan soal disusun berdasarkan tingkat kesukaran soal. Penilaian didasari pada hasil belajar individual maupun kelompok. CLS = Cooperative Learning Stuctures. Pada penerapan metode pembelajaran ini setiap kelompok dibentuk dengan anggota dua peserta didik (berpasangan). Seorang peserta didik bertindak sebagai tutor dan yang lain menjadi tutee. Tutor mengajukan pertanyaan yang harus dijawab oleh tutee. Bila jawaban 19
  23. 23. tutee benar, ia memperoleh poin atau skor yang telah ditetapkan terlebih dulu. Dalam selang waktu yang juga telah ditetapkan sebelumnya, kedua peserta didik yang saling berpasangan itu berganti peran. LT = Learning Together. Pada metode ini kelompok-kelompok sekelas beranggotakan peserta didik yang beragam kemampuannya. Tiap kelompok bekerjasama untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru. Satu kelompok hanya menerima dan mengerjakan satu set lembar tugas. Penilaian didasarkan pada hasil kerja kelompok. TGT = Teams-Games-Tournament. Pada metode ini, setelah belajar bersama kelompoknya sendiri, para anggota suatu kelompok akan berlomba dengan anggota kelompok lain sesuai dengan tingkat kemampuan masing-masing. Penilaian didasari pada jumlah nilai yang diperoleh kelompok peserta didik. GI = Group Investigation. Pada metode ini semua anggota kelompok dituntut untuk merencanakan suatu penelitian beserta perencanaan pemecahan masalah yang dihadapi. Kelompok menentukan apa saja yang akan dikerjakan dan siapa saja yang akan melaksanakannya berikut bagaimana perencanaan penyajiannya di depan forum kelas. Penilaian didasari pada proses dan hasil kerja kelompok. AC = Academic-Constructive Controversy. Pada metode ini setiap anggota kelompok dituntut kemampuannya untuk berada dalam situasi konflik intelektual yang dikembangkan berdasarkan hasil belajar masing-masing, baik bersama anggota sekelompok maupun dengan anggota kelompok lain. Kegiatan pembelajaran ini mengutamakan pencapaian dan pengembangan kualitas pemecahan masalah, pemikiran kritis, pertimbangan, hubungan antarpribadi, kesehatan psikis dan keselarasan. Penilaian didasarkan pada kemampuan setiap anggota maupun kelompok mempertahankan posisi yang dipilihnya. 20
  24. 24. CIRC = Cooperative Integrated Reading and Composition. Pada metode pembelajaran ini mirip dengan TAI. Metode pembelajaran ini menekankan pembelajaran membaca, menulis dan tata bahasa. Dalam pembelajaran ini, para peserta didik saling menilai kemampuan membaca, menulis dan tata bahasa, baik secara tertulis maupun lisan di dalam kelompoknya Siswa dapat membentuk jejaring yang lebih luas dengan menginformasikan/ berbagi tentang hasil penugasan, proyek atau makalah melalui berbagai media. B. Penilaian Autentik Penilaian autentik (authentic assessment) menurut beberapa sumber sebagaimana tertulis dalam Materi Pelatihan Guru Implementasi Kurikulum 2013 adalah sebagai berikut:(1) American Library Association mendefinisikan sebagai proses evaluasi untuk mengukur kinerja, prestasi, motivasi, dan sikap-sikap peserta didik pada aktivitas yang relevan dalam pembelajaran; (2) Newton Public School, mengartikan penilaian autentik sebagai penilaian atas produk dan kinerja yang berhubungan dengan pengalaman kehidupan nyata peserta didik; dan (3) Wiggins mendefinisikan penilaian autentik sebagai upaya pemberian tugas kepada peserta didik yang mencerminkan prioritas dan tantangan yang ditemukan dalam aktivitas- aktivitas pembelajaran, seperti meneliti, menulis, merevisi dan membahas artikel, memberikan analisis oral terhadap peristiwa, berkolaborasi dengan antar sesama melalui debat, dan sebagainya. Penilaian autentik memiliki relevansi kuat terhadap pendekatan ilmiah (scientific approach) dalam pembelajaran sesuai dengan tuntutan Kurikulum 2013.Karena penilaian semacam ini mampu menggambarkan peningkatan hasil belajar peserta didik, baik dalam rangka mengobservasi, menalar, mencoba, membangun jejaring, dan lain-lain.Penilaian autentik cenderung fokus pada tugas-tugas kompleks atau kontekstual, memungkinkan peserta didik untuk menunjukkan kompetensi mereka yang meliputi sikap, pengetahuan, dan keterampilan.Karenanya, penilaian autentik sangat relevan dengan pendekatan saintifik dalam pembelajaran di SMA. Penilaian autentik merupakan pendekatan dan instrumen asesmen yang memberikan kesempatan yang luas kepada peserta didik untuk menerapkan pengetahuan, 21
  25. 25. keterampilan, dan sikap yang sudah dimilikinya dalam bentuk tugas: membaca dan meringkasnya, eksperimen, mengamati, survei, projek, makalah, membuat multi media, membuat karangan, dan diskusi kelas. Penilaian autentik adalah penilaian kinerja, termasuk di dalamnya penilaian portofolio dan penilaian projek. Penilaian autentik disebut juga penilaian responsif, suatu metode untuk menilai proses dan hasil belajar peserta didik yang memiliki ciri-ciri khusus, mulai dari mereka yang mengalami kelainan tertentu, memiliki bakat dan minat khusus, hingga yang jenius. Penilaian autentik dapat diterapkan dalam berbagai bidang ilmu seperti seni atau ilmu pengetahuan pada umumnya, dengan orientasi utamanya pada proses dan hasil pembelajaran. Hasil penilaian autentik dapat digunakan oleh pendidik untuk merencanakan program perbaikan (remedial), pengayaan (enrichment), atau pelayanan konseling. Selain itu, hasil penilaian autentik dapat digunakan sebagai bahan untuk memperbaiki proses pembelajaran yang memenuhi Standar Penilaian Pendidikan. Penilaian autentik merupakan penilaian yang dilakukan secara komprehensif untuk menilai mulai dari masukan (input), proses, dan keluaran (output) pembelajaran mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Penilaian sikap dilakukan melalui observasi/pengamatan menggunakan jurnal, penilaian diri, dan/atau penilaian antar teman. Penilaian pengetahuan melalui tes tertulis, tes lisan, dan/atau penugasan. Penilaian keterampilan melalui tes praktik, penilaian proyek, dan penilaian portofolio. 1. Pengamatan Sikap Penilaian sikap melalui pengamatan dapat menggunakan jurnal, penilaian diri, dan penilaian antar teman. Jurnal adalah catatan pendidik yang sistematis di dalam dan di luar kelas yang berisi informasi hasil pengamatan tentang kekuatan dan kelemahan peserta didik berkaitan dengan sikap dan perilaku. Jurnal dapat memuat penilaian siswa terhadap aspek tertentu secara kronologis. Kriteria penilaian jurnal adalah sbb: Mengukur capaian kompetensi sikap yang penting. Sesuai dengan kompetensi dasar dan indikator. Menggunakan format yang sederhana dan mudah diisi/digunakan. Dapat dibuat rekapitulasi tampilan sikap peserta didik secara kronologis. Memungkinkan untuk dilakukannya pencatatan yang sistematis, jelas dan komunikatif. 22
  26. 26. Format pencatatan memudahkan dalam pemaknaan terhadap tampilan sikap peserta didik menuntun guru untuk mengidentifikasi kelemahan dan kekuatan peserta didik. Penilaian-diri (self assessment) termasuk dalam rumpun penilaian kinerja. Penilaian diri merupakan suatu teknik penilaian di mana peserta didik diminta untuk menilai dirinya sendiri berkaitan dengan status, proses dan tingkat pencapaian kompetensi yang dipelajarinya dalam mata pelajaran tertentu. Teknik penilaian diri dapat digunakan untuk mengukur kompetensi kognitif, afektif dan psikomotor. Penilaian ranah sikap Misalnya, peserta didik diminta mengungkapkan curahan perasaannya terhadap suatu objek tertentu berdasarkan kriteria atau acuan yang telah disiapkan; Penilaian ranah keterampilan Misalnya, peserta didik diminta untuk menilai kecakapan atau keterampilan yang telah dikuasainya oleh dirinya berdasarkan kriteria atau acuan yang telah disiapkan; Penilaian ranah pengetahuan Misalnya, peserta didik diminta untuk menilai penguasaan pengetahuan dan keterampilan berpikir sebagai hasil belajar dari suatu mata pelajaran tertentu berdasarkan atas kriteria atau acuan yang telah disiapkan. Teknik penilaian-diri bermanfaat memiliki beberapa manfaat positif. Pertama, menumbuhkan rasa percaya diri peserta didik. Kedua, peserta didik menyadari kekuatan dan kelemahan dirinya. Ketiga, mendorong, membiasakan, dan melatih peserta didik berperilaku jujur. Keempat, menumbuhkan semangat untuk maju secara personal. Penilaian antar teman adalah penilaian yang dilakukan terhadap sikap seorang peserta didik oleh seorang (atau lebih) peserta didik lainnya dalam suatu kelas atau rombongan belajar. Penilaian ini merupakan bentuk penilaian untuk melatih peserta didik penilai menjadi pembelajar yang baik.Instrumen sesuai dengan kompetensi dan indikator yang akan diukur. Kriteria penilaian antar teman adalah sbb: • Indikator dapat dilakukan melalui pengamatan oleh peserta didik • Kriteria penilaian dirumuskan secara simpel atau sederhana • Menggunakan bahasa lugas dan dapat dipahami peserta didik • Menggunakan format penilaian sederhana dan mudah digunakan oleh peserta didik 23
  27. 27. • Kriteria penilaian yang digunakan jelas, tidak berpotensi munculnya penafsiran makna ganda/berbeda • Indikator menunjukkan sikap peserta didik dalam situasi yang nyata atau sebenarnya • Instrumen dapat mengukur target kemampuan yang akan diukur (valid) • memuat indikator kunci atau esensial yang menunjukkan penguasaan satu kompetensi peserta didik • Indikator menunjukkan sikap yang dapat diukur • Mampu memetakan sikap peserta didik dari kemampuan pada level terendah sampai kemampuan tertinggi. 2. Tes tertulis. Penilaian tertulis atas hasil pembelajaran tetap lazim dilakukan. Tes tertulis terdiri dari memilih atau mensuplai jawaban dan uraian. Memilih jawaban terdiri dari pilihan ganda, pilihan benar-salah, ya-tidak, menjodohkan, dan sebab- akibat. Mensuplai jawaban terdiri dari isian atau melengkapi, jawaban singkat atau pendek, dan uraian. Tes tertulis berbentuk uraian atau esai menuntut peserta didik mampu mengingat, memahami, mengorganisasikan, menerapkan, menganalisis, mensintesis, mengevaluasi, dan sebagainya atasmateri yang sudah dipelajari. Tes tertulis berbentuk uraian sebisa mungkin bersifat komprehentif, sehingga mampu menggambarkan ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuan peserta didik. Pada tes tertulis berbentuk esai, peserta didik berkesempatan memberikan jawabannya sendiri yang berbeda dengan teman-temannya, namun tetap terbuka memperoleh nilai yang sama. Tes tersulis berbentuk esai biasanya menuntut dua jenis pola jawaban, yaitu jawaban terbuka (extended-response) atau jawaban terbatas (restricted-response). Hal ini sangat tergantung pada bobot soal yang diberikan oleh guru. Tes semacam ini memberi kesempatan pada guru untuk dapat mengukur hasil belajar peserta didik pada tingkatan yang lebih tinggi atau kompleks. 3. Tes Lisan. Tes lisan adalah tes yang menuntut siswa memberikan jawaban secara lisan. Pelaksanaan Tes lisan dilakukan dengan mengadakan tanya jawab secara langsung antara pendidik dan peserta didik. Kriteria Tes lisan adalah sbb: 24
  28. 28. Tes lisan dapat digunakan jika sesuai dengan kompetensi pada taraf pengetahuan yang hendak dinilai. Pertanyaan tidak boleh keluar dari bahan ajar yang ada. Pertanyaan diharapkan dapat mendorong siswa dalam mengkontruksi jawabannya sendiri. disusun dari pertanyaan yang sederhana ke pertanyaan yang komplek. 4. Penilaian Melalui Penugasan. Instrumen penugasan dapat berupa pekerjaan rumah dan/atau projek yang harus dikerjakan oleh peserta didik, baik secara individu atau kelompok, sesuai dengan karakteristik tugas. Kriteria penugasan adalah sbb: Tugas mengarah pada pencapaian indikator hasil belajar. Tugas dapat dikerjakan oleh peserta didik. Tugas dapat dikerjakan selama proses pembelajaran atau merupakan bagian dari pembelajaran mandiri. Pemberian tugas disesuaikan dengan taraf perkembangan peserta didik. Materi penugasan harus sesuai dengan cakupan kurikulum. Penugasan ditujukan untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menunjukkan kompetensi individualnya meskipun tugas diberikan secara kelompok. Untuk tugas kelompok, perlu dijelaskan rincian tugas setiap anggota. Tugasharusbersifat adil (tidak bias gender atau latar belakang sosial ekonomi). Tampilan kualitas hasil tugas yang diharapkan disampaikan secara jelas. Penugasan harus mencantumkan rentang waktu pengerjaan tugas. 5. Tes Praktik. Tes praktik dilakukan dengan mengamati kegiatan peserta didik dalam melakukan sesuatu. Penilaian digunakan untuk menilai ketercapaian kompetensi yang menuntut peserta didik melakukan tugas tertentu seperti: praktik di laboratorium, praktik salat, praktik olahraga, bermain peran, memainkan alat musik, bernyanyi, membaca puisi/deklamasi, dan sebagainya. (Juknis PHB PPMP Kemdikbud, 2013). Kriteria Tes Praktik adalah sbb: Tugas mengarahkan peserta didik untuk menunjukkan capaian hasil belajar. Tugas dapat dikerjakan oleh peserta didik. Mencantumkan waktu/kurun waktu pengerjaan tugas. 25
  29. 29. Sesuai dengan taraf perkembangan peserta didik, Sesuai dengan konten/cakupan kurikulum Tugasbersifat adil (tidak bias gender dan latar belakang sosial ekonomi) Task untuk Tes Praktik, diperlukan penyusunan rubrik penilaian, rubrik tersebut harus memenuhi syarat sbb: Rubrik dapat mengukur target kemampuan yang akan diukur (valid). Rubrik sesuai dengan tujuan pembelajaran. Indikator menunjukkan kemampuan yang dapat diamati (observasi). Indikator menunjukkan kemampuan yang dapat diukur. Rubrik dapat memetakan kemampuan peserta didik. Rubrik menilai aspek-aspek penting pada proyek peserta didik. 6. Penilaian Proyek Penilaian proyek (project assessment) merupakan kegiatan penilaian terhadap tugas yang harus diselesaikan oleh peserta didik menurut periode/waktu tertentu. Penyelesaian tugas dimaksud berupa investigasi yang dilakukan oleh peserta didik, mulai dari perencanaan, pengumpulan data, pengorganisasian, pengolahan, analisis, dan penyajian data. Dengan demikian, penilaian proyek bersentuhan dengan aspek pemahaman, mengaplikasikan, penyelidikan, dan lain-lain. Selama mengerjakan sebuah proyek pembelajaran, peserta didik memperoleh kesempatan untuk mengaplikasikan sikap, keterampilan, dan pengetahuannya. Karena itu, pada setiap penilaian proyek, setidaknya ada tiga hal yang memerlukan perhatian khusus dari guru. Keterampilan peserta didik dalam memilih topik, mencari dan mengumpulkan data, mengolah dan menganalisis, memberi makna atas informasi yang diperoleh, dan menulis laporan. Kesesuaian atau relevansi materi pembelajaran dengan pengembangan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang dibutuhkan oleh peserta didik. Orisinalitas atas keaslian sebuah proyek pembelajaran yang dikerjakan atau dihasilkan oleh peserta didik. Penilaian proyek berfokus pada perencanaan, pengerjaan, danproduk proyek. Dalam kaitan ini serial kegiatan yang harus dilakukan oleh guru meliputi penyusunan rancangan dan instrumen penilaian, pengumpulan data, analisis data, dan penyiapkan laporan. Penilaian proyek dapat menggunakan instrumen 26
  30. 30. daftar cek, skala penilaian, atau narasi. Laporan penilaian dapat dituangkan dalam bentuk poster atau tertulis. Produk akhir dari sebuah proyek sangat mungkin memerlukan penilaian khusus. Penilaian produk dari sebuah proyek dimaksudkan untuk menilai kualitas dan bentuk hasil akhir secara holistik dan analitik. Penilaian produk dimaksud meliputi penilaian atas kemampuan peserta didik menghasilkan produk. Penilaian secara analitik merujuk pada semua kriteria yang harus dipenuhi untuk menghasilkan produk tertentu. Penilaian secara holistik merujuk pada apresiasi atau kesan secara keseluruhan atas produk yang dihasilkan. 7. Penilaian Portofolio Penilaian portofolio merupakan penilaian atas kumpulan artefak yang menunjukkan kemajuan dan dihargai sebagai hasil kerja dari dunia nyata. Penilaian portofolio bisa berangkat dari hasil kerja peserta didik secara perorangan atau diproduksi secara berkelompok, memerlukan refleksi peserta didik, dan dievaluasi berdasarkan beberapa dimensi. Penilaian portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan informasi yang menunjukkan perkembangan kemampuan peserta didik dalam satu periode tertentu. Informasi tersebut dapat berupa karya peserta didik dari proses pembelajaran yang dianggap terbaik, hasil tes (bukan nilai), atau informasi lain yang releban dengan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang dituntut oleh topik atau mata pelajaran tertentu.Fokus penilaian portofolio adalahkumpulan karya peserta didik secara individu atau kelompok pada satu periode pembelajaran tertentu. Penilaian terutama dilakukan oleh guru, meski dapat juga oleh peserta didik sendiri. Memalui penilaian portofolio guru akan mengetahui perkembangan atau kemajuan belajar peserta didik. Misalnya, hasil karya mereka dalam menyusun atau membuat karangan, puisi, surat, komposisi musik, gambar, foto, lukisan, resensi buku/ literatur, laporan penelitian, sinopsis, dan lain-lain. Atas dasar penilaian itu, guru dan/atau peserta didik dapat melakukan perbaikan sesuai dengan tuntutan pembelajaran. Penilaian portofolio dilakukan dengan menggunakan langkah-langkah seperti berikut ini. Guru menjelaskan secara ringkas esensi penilaian portofolio. Guru atau guru bersama peserta didik menentukan jenis portofolio yang akan dibuat. 27
  31. 31. Peserta didik, baik sendiri maupun kelompok, mandiri atau di bawah bimbingan guru menyusun portofolio pembelajaran. Guru menghimpun dan menyimpan portofolio peserta didik pada tempat yang sesuai, disertai catatan tanggal pengumpulannya. Guru menilai portofolio peserta didik dengan kriteria tertentu. Jika memungkinkan, guru bersama peserta didik membahas bersama dokumen portofolio yang dihasilkan. Guru memberi umpan balik kepada peserta didik atas hasil penilaian portofolio. 28
  32. 32. BAB III ANALISIS KOMPETENSI A. Prosedur Analisis Kurikulum berbasis kompetensi menekankan pada pencapaian kompetensi yang dirumuskan dalam standar kompetensi lulusan, komptensi inti dan kompetensi dasar. Oleh karena itu fokus pertama dan utama bagi guru dalam menyiapkan pembelajaran adalah melakukan analisis pada ketiga kompetensi itu. Dari analisis itulah akan diperoleh penjabaran materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan penilaian yang diperlukan. Standar kompetensi lulusan adalah muara utama pencapaian yang dituju semua mata pelajaran pada jenjang tertentu. Sedangkan kompetensi inti adalah pijakan pertama pencapaian yang dituju semua mata pelajaran pada tingkat kompetensi tertentu. Penjabaran kompetensi inti untuk tiap mata pelajaran tersaji dalam rumusan kompetensi dasar. Rumusan standar kompetensi lulusan seperti yang tercantum pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 54 tahun 2013 untuk tingkat SMA adalah sebagai berikut. Dimensi Sikap Pengetahuan Keterampilan Kualifikasi Kemampuan Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap orang beriman, berakhlak mulia, berilmu, percaya diri, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia Memiliki pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab serta dampak fenomena dan kejadian. Memiliki kemampuan pikir dan tindak yang efektif dan kreatif dalam ranah abstrak dan konkret sebagai pengembangan dari yang dipelajari di sekolah secara mandiri. Kompetensi inti tingkat SMA terdiri atas dua tingkatan, yaitu tingkat kompetensi ke lima yang mencakup kelas X dan kelas XI, dan tingkat kompetensi ke enam untuk kelas XII. Rumusan kompetensi yang relelevan bagi kelas X sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 64 Tahun 2013 tentang Standar Isi adalah sebagai berikut. Kompetensi Sikap Spiritual Sikap Sosial Deskripsi Kompetensi 1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya 2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan 29
  33. 33. Kompetensi Pengetahuan Keterampilan Deskripsi Kompetensi menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia 3. Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah 4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai dengan kaidah keilmuan Hubungan empat kompetensi inti dalam lingkup standar kompetensi lulusan adalah sebagai berikut. Prosedur analisis kompetensi inti (KI) dilakukan dengan langkah sebagai berikut 1. Melakukan linierisasi komptensi dasar dari KI 3 dan KI 4 sesuai materi pokok seperti tabel berikut ini. Materi Pokok Kompetensi Dasar (KI 3) Kompetensi Dasar (KI 4) (Dalam Silabus) 3,1 4.1 3.2 4.2 30
  34. 34. Kompetensi Dasar (KI 3) Kompetensi Dasar (KI 4) Materi Pokok (Dalam Silabus) Dan seterusnya … 2. Mengembangkan kompetensi dasar dari KI 3 dan materi pokok (silabus) menjadi materi pembelajaarn yang terdiri atas: fakta, konsep, , prosedur, dan metakognitif 3. Mengembangkan kompetensi dasar dari KI 4 menjadi indikator keterampilan yang terkait dengan fakta, konsep, prinsip, dan prosedur. Tahapan penyusunan indikator dari tingkat yang terendah sampai tertinggi, yaitu mengamati, menanya, mencoba, menalar, menyaji, dan mencipta. 4. Mengembangkan alternatif pembelajaran mulai dari mengamati, menanya, mencoba, mengasosiasi, dan mengomunikasikan yang diperlukan untuk mengembangkan sikap sosial dan sikap religius. 5. Menyusun indikator sikap dari KI 2 dan KI 1 yang relevan 6. Merancang penilaian yang diperlukan Prosedur analisis dapat diilustrasikan dengan diagram berikut ini. Materi Pokok (Silabus) Materi Pembelajaran Fakta, Konsep, , Prosedur, dan metakognitif Penillaian (Silabus) Alternatif Kegiatan Pembelajaran: Mengamati, Menanya, Mencoba, Mengasosiasi, dan Mengomunikasi kan Indikator Sikap, Pengethuan, dan Keterampilan untuk Penilaian Lulusan yang : Cerdas, Kreatif, Produktif, dan Bertanggung jawab Pembelajaran (Silabus) 1. Mengembangkan Materi pembelajaran Pengembangan materi pembelajaran merujuk pada materi pokok dalam silabus dan kompetensi dasar yang termuat dalam kompetensi inti ke tiga (pengetahuan). Dalam penjabaran materi pembelajaran tetap diperlukan untuk melihat linierisasi dengan kompetensi inti ke empat (keterampilan). Hasil pengembangan materi pembelajaran sejarah, dikelompokan dalam empat kategori, yaitu: (1) Fakta, yaitu pengetahuan tentang nama orang, nama benda, angka tahun, istilah , nama kejadian atau peristiwa sejarahKonsep, merupakan Pengetahuan tentang cara berpikir, keterampilan sejarah, katagori, 31
  35. 35. klasifikasi, keterkaitan antara satu katagori dengan lainnya, hukum kausalita, definisi, teori. Prosedur, , merupakan pengetahuan tentang proses melakukan penelitian sejarah, penulisan sejarah, memelihara peninggalan sejarah, melakukan penilaian cerita sejarah.. (2) Metakognitif, merupakan pengetahuan tentang bagaimana mencari pengetahuan, mengelola pengetahuan dan memanfaatkan pengetahuan factual, konseptual, dan procedural dalam sejarah. 2. Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dikembangkan dengan pendekatan saintifik yaitu mengamati, menanya, mencoba, mengasosiasi, dan mengomunikasikan a) Mengamati adalah kegiatan yang dilakukan dengan memaksimalkan pancaindra dengan cara melihat, mendengar, membaca, menyentuh, atau menyimak. Yang diamati adalah materi yang berbentuk fakta, yaitu fenomena atau beristiwa dalam bentuk gambar, video, rekaman suara, atau fakta langsung yang bisa disentuh, dilihat, dan sebagainya b) Menanya adalah proses mengkonstruksi pengetahuan berupa konsep, prinsip dan prosedur melalui diskusi kelompok atau diskusi kelas c) Mencoba d) Mengasosiasi e) Mengomunikasikan 3. Alternatif penilaian (Penilaian Autentik) a) Aspek pengetahuan melalui tes dan non tes b) Aspek keterampilan melalui observasi kinerja dan portofolio produk c) Aspek sikap melalui pengamatan 32
  36. 36. B. Hasil Analisis Kompetensi 1. Hasil Linierisasi Kompetensi Dasar Kompetensi Dasar (KI 3) 3.1 Menganalisis keterkaitan konsep manusia hidup dalam ruang dan waktu Kompetensi Dasar (KI 4) Materi Pokok 4.1 Menyajikan hasil kajian tentang konsep manusia hidup dalam ruang dan waktu, dalam berbagai bentuk komunikasi. 3.2 Menganalisis konsep manusia hidup dalam perubahan dan keberlanjutan 4.2 Menyajikan hasil telaah tentang konsep bahwa manusia hidup dalam perubahan dan keberlanjutan, dalam berbagai bentuk komunikasi. 3.3 Menganalisis keterkaitan peristiwa sejarah tentang manusia di masa lalu untuk kehidupan masa kini 4.3 Membuat tulisan tentang hasil kajian mengenai keterkaitan kehidupan masa lalu untuk kehidupan masa kini 3.4 Menganalisis ilmu sejarah 4.4 Menyajikan hasil telaah tentang peristiwa sebagai karya sejarah, mitos, dan fiksi dalam bentuk tulisan. Manusia dan Sejarah Manusia hidup dan berkreativitas dalam ruang dan waktu Manusia hidup dalam perubahan dan keberlanjutan Kehidupan manusia masa kini merupakan akibat dari perubahan di masa lalu Sejarah sebagai Ilmu 3.5 Menganalisis cara berpikir sejarah dalam mempelajari peristiwa-peristiwa sejarah. 4.5 Menerapkan cara berfikir sejarah dalam mengkaji peristiwa-peristiwa yang dipelajarinya, dalam berbagai bentuk presentasi. Berpikir Sejarah Diakronik Sinkronik Kausalita Interpretasi Periodesasi 3.6 Menganalisis berbagai bentuk/jenis sumber Sejarah 4.6 Menyajikan hasil analisis jenis sumber, peran sumber dan keterkaitannya dengan kejadian sejarah, dalam berbagai bentuk presentasi. Sumber Sejarah Pengertian, sifat, jenis, dan kedudukan sumber dalam ilmu sejarah 3.7 Menganalisis keterkaitan dan menerapkan langkah-langkah penelitian Sejarah terhadap berbagai peristiwa Sejarah 4.7 Melakukan penelitian sejarah secara sederhana dan menyajikanya dalam bentuk laporan penelitian. Penelitian dan Penulisan Sejarah langkah penelitian sejarah (bertanya, menentukan dan mencari sumber, kritik sumber, validasi informasi, interpretasi, rekonstruksi dan penulisan) 33
  37. 37. Kompetensi Dasar (KI 3) Kompetensi Dasar (KI 4) Materi Pokok 3.8 Menganalisis keterkaitan perbedaan ciri-ciri dari historiografi tradisional, kolonial dan modern 4.8 Menyajikan hasil mengklasifikasi ciri-ciri historiografi tradisional, kolonial dan modern dari sumber yang ditentukan guru, dalam berbagai bentuk presentasi. Historiografi Historiografi tradisional Historiografi kolonial Historiografi modern 3.9 Menganalisis keterkaitan antara manusia purba Indonesia dan Dunia dengan manusia modern dalam fisik dan budaya 4.9 Menyajikan hasil analisis mengenai keterkaitan antara Manusia Purba Indonesia dan Dunia dengan manusia modern secara fisik dan budaya, dalam berbagai bentuk presentasi. Manusia Purba Indonesia dan Dunia Manusia purba Indonesia Manusia purba Asia Manusia purba Afrika Manusia purba Eropa 3.10 Menganalisis keterkaitan kehidupan awal manusia Indonesia di bidang kepercayaan, sosial, budaya, ekonomi, dan teknologi serta pengaruhnya dalam kehidupan masa kini 4.10 Menarik berbagai kesimpulan dari hasil evaluasi terhadap perkembangan teknologi pada zaman kehidupan praaksara terhadap kehidupan masyarakat masa kini, dalam bentuk tulisan Kehidupan Manusia Praaksara Indonesia Kehidupan awal manusia Indonesia di bidang kepercayaan, sosial, budaya, ekonomi, dan teknologi serta pengaruhnya dalam kehidupan masa kini Hubungan kebudayaan Hoabin, Bacson, Dongson dan Sahuynh pada masyarakat awal di Indonesia. 3.11 Menganalisis keterkaitan peradaban awal dunia dan Indonesia serta keterkaitannya dengan manusia masa kini dalam cara berhubungan dengan lingkungan, hukum, kepercayaan, pemerintahan dan sosial 4.11 Menyajikan hasil analisis peradaban awal dunia dan Indonesia serta keterkaitannya dengan manusia masa kini dalam cara berhubungan dengan lingkungan, hukum, kepercayaan, pemerintahan, dan sosial, dalam berbagai bentuk presentasi. Peradaban Awal Indonesia dan Dunia Kehidupan Awal Indonesia dalam pencapaian ilmu, teknologi, kepercayaan, pemerintahan primus inter pares, pertanian dan ukuran Peradaban awal Asia (Cina, Indus, Mesopotamia) dalam pencapaian ilmu, teknologi, kepercayaan, pemerintahan, pertanian, dan budaya Peradaban awal Afrika (Mesir) dalam pencapaian ilmu, teknologi, kepercayaan, pemerintahan, pertanian, 34
  38. 38. Kompetensi Dasar (KI 3) Kompetensi Dasar (KI 4) Materi Pokok dan budaya Peradaban awal Eropa (Yunani, Romawi, Pulau Kreta) dalam pencapaian ilmu, teknologi, kepercayaan, pemerintahan, dan budaya Peradaban awal Amerika (Inca, Maya, Aztec) dalam pencapaian ilmu, teknologi, kepercayaan, pemerintahan, pertanian, dan budaya 35
  39. 39. Contoh Hasil Analisis Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran : Sejarah Kelas :X Program Peminatan : Ilmu Ilmu Sosial Kompetensi Inti 1. Menghayati dan mengamalkanajaran agama yang dianutnya 1. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif, dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. 2. Memahami, menerapkan, dan menganalisispengetahuan faktual, konseptual, proseduralberdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah. 3. Mengolah, menalar, dan menyajidalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan. Kompetensi Dasar 3.1 Menganalisis keterkaitan konsep manusia hidup dalam ruang dan waktu 3.2 Menganalisis konsep manusia hidup dalam perubahan dan keberlanjutan 3.3 Menganalisis keterkaitan peristiwa sejarah tentang Materi Pokok Manusia dan Sejarah Manusia hidup dan berkreativi tas dalam ruang dan waktu Manusia hidup dalam perubahan dan keberlanjut an Kehidupan manusia masa kini merupakan Materi Pembelajaran Fakta - kejadian masa lalu - alam semesta - manusia - tempat terjadinya peristiwa Konsep -Teori Chalenge and response -Teori kausalitas - Ruslan Abdul Gani tetang pandangan tiga Alternatif Pembelajaran Mengamati 1. Membaca buku teks tentang aktivitas manusia yang terbatas dalam ruang dan waktu, selalu dalam perubahan, dan pengaruhnya terhadap kehidupan manusia di masa kini 2. Melihat video/film Yang berhubungan dengan fenomena alam tentang sebab dan akibat terjadinya suatu peristiwa Sikap Aspek 1. sikap positif (individu dan sosial) dalam diskusi kelompok 2 sikap ilmiah pada saat berdiskusi 3. perilaku dan sikap menghargai, dan peduli kejujuran, ketelitian, disiplin dan tanggung jawab Penilaian Observasi Keg.1 Diskusi aspek yang dinilai: sikap Ilmiah : 1.Objektif 2.Kritis Keg.2 Presentasi hasil diskusi aspek yang dinilai sikap individu : - Santun - peduli - kerjasama - menghargai Pengetahuan Indikator 1.Menjelaskan unsur sejarah ruang dan waktu Penilaian 2.Menjelaskan peran manusia dalam sejarah UTS PG 3.Menjelaskan tentang teori tantangan dan jawaban dan teorikausalitas 4. Menjelaskan tentang konsep perubahan dan berkesinambung an Tes : UH uraian. Keterampilan Indikator 1. Membuat tulisan tentang peristiwa sejarah yang memiliki alur sebab dan akibat 2.Mempresentasi kan hasil tulisannya tentang peristiwa sejarah yang Penilaian Portofolio Hasil tulisan: - sistematika penulisan - pemahaman - bahasa (instrument : rubrik/ Performance : Presentasi hasil tulisan : - cara ber berkomunikas - sistematika penyampaian - tampilan presentasi 36
  40. 40. manusia di masa lalu untuk kehidupan masa kini 4.1 Menyajikan hasil kajian tentang konsep manusia hidup dalam ruang dan waktu, dalam berbagai bentuk komunikasi. 4.2 Menyajikan hasil telaah tentang konsep bahwa manusia hidup dalam perubahan dan keberlanjuta n, dalam berbagai bentuk komunikasi. 4.3 Membuat tulisan tentang hasil kajian mengenai keterkaitan kehidupan masa lalu untuk kehidupan masa kini. akibat dari perubahan di masa lalu dimensi terhadap peristiwa sejarah Prinsip: “ change and continuity” Prosedur - Menanya: 1. Melalui kegiatan diskusi untuk mendapatkan klarifikasi dan pendalaman pemahaman tentang unsur sejarah yaitu manusia, ruang dan waktu 5. Menjelaskan tentang teori causalitas dan challenge and repon memiliki alur sebab dan akibat 6. Menguraikan pandangan tiga dimensi sejarah menurut Ruslan Abdul Gani 2. Melalui kegiatan dialog interaktif membahas tentang teori causalitas, challenge and respon, dan padangan tiga dimensi sejarah menurut Ruslan Abdul Gani Mengeksplorasikan: 1. Melakukan kajian pustaka tentang teori teori causalitas, challenge and respon, dan padangan tiga dimensi sejarah menurut (Ruslan abdul Gani )dari sumber tertulis, dan sumber-sumber lainnya yang mendukung. 2. Mengumpulkan data atau contoh contoh peristiwa sejarah yang berkesinambungan pengaruhnya 37
  41. 41. terhadap kehidupan manusia di masa kini, dari sumber tertulis, dan sumber-sumber lainnya yang mendukung. Mengasosiasikan: Menganalisis informasi yang didapat dari berbagai sumber mengenai keterkaitan antara aktivitas manusia yang terbatas dalam ruang dan waktu dalam kesinambungan dan perubahan, serta pengaruhnya terhadap kehidupan manusia di masa kini berdasar teori teori yang telah dipelajari Mengomunikasika Membuat hasil kajian dalam bentuk tulisan mengenai keterkaitan antara aktivitas manusia yang terbatas dalam ruang dan waktu yang ber kesinambungan dan terus berubah, serta pengaruhnya terhadap kehidupan manusia di masa kini berdasar teori teori yang telah diplajari 38
  42. 42. Kompetensi Dasar 3.4 Menganalisis ilmu sejarah 4.4 Menyajikan hasil telaah tentang peristiwa sebagai karya sejarah, mitos, dan fiksi dalam bentuk tulisan. Materi Pokok Sejarah sebagai Ilmu Materi Pembelajaran Fakta -Peristiwa Sejarah -pelaku sejaran - bukti sejarah Konsep -Sejarah sebagai peritiwa -Sejarah sebagai Ilmu - Sejarah sebagai seni Prinsip - Objektivitas dalam sejarah - Occuracy dalam penulisan sejarah Prosedur - Syarat sejarah Sebagai ilmu - Ciri sejarah sebagai seni - Ciri sejarah Sebagai peristiwa Alternatif Pembelajaran Mengamati Membaca buku tentang sejarah sebagai ilmu. Menanya: Menanya melalui kegiatan diskusi tentang karakterstik sejaran Menanya melalui kegiatan diskusi tentang karakteristik ilmu Menanya melalui kegiatan diskusi tentang perbedaan sejarah sebagai peristiwa, ilmu dan seni Menanya melalui kegiatan diskusi tentang perbedaan sejarah dengan mitos dan fiksi Mengeksplorasikan: Mengumpulkan informasi dan data terkait dengan pertanyaan mengenai sejarah sebagai ilmu, dari sumber tertulis dan atau internet, serta sumber lainnya. Sikap Aspek 1. sikap positif (individu dan sosial) dalam diskusi kelompok 2. sikap ilmiah pada saat diskusi dan mengerjakan tugas 3. perilaku dan sikap menghargai, jujur,teliti, disiplin dan tanggung jawab Penilaian Observasi Keg.1 Diskusi aspek yang dinilai: sikap Ilmiah : 1.Objektif 2.Kritis Keg.2 Presentasi hasil diskusi aspek yang dinilai sikap individu : - Santun - peduli - kerjasama - menghargai Pengetahuan Indikator 1.Menjelaskan tentang karakteristik sejarah Penilaian 2. Membedakan antara antara sejarah dengan mitos, legenda Tes UH uraian. 3.Menjelaskan tentang karakteristik ilmu 4. Menjelaskan sejarah sebagai peristiwa 5. Menjelaskan sejarah sebagai seni UTS : PG Keterampilan Indikator 1. Membuat tulisan tentang perbedaan antara antara sejarah, mitos dan fiksi disertai contoh peritiwa/cerit a sejarah 2.Mempresentasi kan hasil tulisan tentang sejarah, mitos dan fiksi disertai contoh peritiwa Penilaian Portofolio Hasil tulisan: - sistematika penulisan - pemahaman - bahasa (instrument : rubrik/ Performance : Presentasi hasil tulisan : - cara ber berkomunikas - sistematika penyampaian - tampilan presentasi 6. Menjelaskan sejarah sebagai ilmu 7. Membedakan antara sejarah sebagai peristiwa, ilmu dan seni 39
  43. 43. Mengasosiasikan: Menganalisis informasi dan data yang didapat mengenai sejarah sebagai ilmu. Mengomunikasikan: Membuat hasil penelaahan dalam bentuk tulisan mengenai sejarah sebagai ilmu. Kompetensi Dasar Materi Pokok 3.5 Menganalisis cara berpikir sejarah dalam mempelajari peristiwaperistiwa sejarah. Berpikir Sejarah Diakronik Sinkronik Kausalita Interpretasi Periodesasi 4.5 Menerapkan cara berfikir sejarah dalam mengkaji peristiwaperistiwa yang dipelajarinya , dalam berbagai bentuk presentasi. Materi Pembelajaran Fakta -Peristiwa Sejarah -pelaku sejaran - bukti sejarah Konsep : - Diakronik - Sinkrobik - Kausalita - Interpratasi - periodesasi - kronologi Prinsip : - kaidah interpratasi secara benar Prosedur : - Menganalisis Peristiwa Sejarah Alternatif Pembelajaran Mengamati: Membaca buku teks tentang paham paham sejarah Membaca buku tentang cara menganalisa peristiwa sejarah Membaca tentang teknik presentasi dan komunikasi Menanya: Menanya melalui kegiatan diskusi tentang pengertian cara berpikir diakronik dan diakronik sinkronik, Menanya melalui kegiatan diskusi tentang Sikap Aspek 1. sikap positif (individu dan sosial) dalam diskusi kelompok 2. sikap ilmiah pada saat berdiskusi dan mengerjakan tugas 3 perilaku dan sikap menghargai, kejujuran, teliti , disiplin dan tanggung jawab Penilaian Observasi Keg.1 Diskusi Aspek yang dinilai: sikap Ilmiah : 1.Objektif 2.Kritis Keg.2 Presentasi hasil diskusi Aspek yang dinilai sikap individu : - Santun - peduli - kerjasama - menghargai -teliti Keg .3 Mengerjakan tugas kelompok. Aspek yang dinilai Pengetahuan Indikator 1.Menjelaskan pengertian sinkronik dan diakronik 2.Membedakan cara berpikir sinkronik dan diakronik 3. Menjelaskan tentang pengertian kausalita dan contoh penerapannya 4. Menjelaskan tentang pengertian interpretasi dan syarat melakukan interpretasi Penilaian Tes UH uraian. UTS PG Keterampilan Indikator 1. 1.Mengklasifikasi tulisan sejarah yang ditulis oleh tokoh tokot sejarah dengan berdasar cara pikir sejarah (masing masing kelompok 10 peristiwa) disertai alasan Penilaian Portofolio Presetasi hasil kajian - cara ber berkomunikas - sistematika penyampaian - tampilan presentasi - pemahaman terhadap materi yang dipresentasikan 2.Membuat dan mempresenta sikan hasil kajian terhadap peristiwa sejarah dengan cara piker sejarah 40
  44. 44. - Membuat tayangan presentasi -s pengertian kausalita Menanya tantang pengertian interpretasi dan kaidah interpretsi yangbenar Menanya tentang pengertian periodesasi dan kronologi dalamsejarah Menanya tentang contoh-contoh penerapan konsep konsep dalam tulisan tulisan sejarah : - kerjasama - peduli - teliti yang benar 5. Membedakan kronologi dan periodesasi dan penerapannya dalam penulisan sejarah 6. Memberi contoh karya karya sejarah yang ditulis dengan prinsip sinkronik, diakronik, causalita, interpratsi, periodesasi dan kronologi Mengeksplorasikan: Mengumpulkan data mengenai pengertian berpikir sejarah diakronik, sinkronik, kausalita, interpretasi dan periodesasi sejarah serta contoh-contoh penerapannya dalam tulisan, buku teks atau sumber lainnya dari sumber tertulis dan atau internet, serta sumber lainnya. Mengasosiasikan: Melatih cara berpikir diakronik, 41
  45. 45. sinkronik, kausalita, interpretasi dan menetapkan periodesasi sejarah melalui kajian terhadap beberapa peristiwa sejarah dari sumber seperti buku, jurnal atau sumber lainnya. Mengomunikasikan: Membuat hasil kajian dalam berbagai bentuk presentasi, mengenai penerapan kemampuan cara berpikir diakronik, sinkronik, kausalita, interpretasi dan membuat periodsasi sejarah, menyajikanya dalam berbagai bentuk presentasi. Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajaran Alternatif Pembelajaran 3.6 Menganalisis berbagai bentuk/jenis sumber Sejarah Sumber Sejarah Pengertia n, sifat, Fakta -candi -kitab kuno -naskah kuno - tokoh sejarah Mengamati Mengamati: • Membaca buku teks dan sumber lain mengenai Sikap Aspek 1. sikap positif (individu dan sosial) dalam diskusi Penilaian Observasi Keg.1 Diskusi Aspek yang dinilai Sikap Ilmiah 1.Objektif Pengetahuan Indikator 1.Menjelaskan pengertian sumber sejarah 2.Membedakan Penilaian Test UH uraian. Keterampilan Indikator 1. Mengklasifikasi sumber sejarah berdasar jenis dan sifatnmya Penilaian Portofolio Presetasi hasil kajian - cara ber 42
  46. 46. 4.6 Menyajikan hasil analisis jenis sumber, peran sumber dan keterkaitann ya dengan kejadian sejarah, dalam berbagai bentuk presentasi. jenis, dan keduduka n sumber dalam ilmu sejarah - kaset rekaman dll Konsep 1. sumber sejarah 2. Fakta Sejarah 3. Artifak 4. Sosiofact 4. Mentifact Prinsip 1. validitas 2. reliabilitas 3. Kredibilitas Prosedur : Menentukan sumber sejarah yang akan dipakai pengertian, sifat, jenis, dan kedudukan sumber dalam ilmu sejarah Membaca buku atau literatur tentang penelitian penelitian sejarah untuk mendapatkan pemahaman tentang bukti sejarah Menanya: • Menanya melalui kegiatan diskusi pengertian, sifat, jenis, sumber sejarah Menanya dalam kegiatan diskusi tentang kedudukan sumber dalam ilmu sejarah Menanya dalam diskusi apa kriteria yang dipakai untuk menentukan sebuah benda dapat dipakai sebagai sumber sejarah 2. sikap ilmiah pada saat diskusi dan mengerjakan tugas 3. perilaku dan sikap disiplin, tanggung jawab dan teliti dalam menjalankan tugas 2.Kritis Keg.2 mengerjakan tugas . Aspek yang dinilai 1 1.Kejujuran 2.Tanggung jawab 3. disiplin sumber primer, sumber sekunder dan sumber tersier 3.Menjelaskan validitas, reliabilitasdan kredibilitas sumber sejarah 4. menganalisis kedudukan sumber sejarah 5.Menganalisis alasan keterpakaian sebuah suber sejarah hasil penelitian US PG 2.Mem buat dan mempresenta sikan hasil kajian terhadap peristiwa sejarah yang dilengkapi oleh sumber sejarah berkomunikas - sistematika penyampaian - tampilan presentasi - pemahaman terhadap materi yang dipresentasikan Mengeksplorasikan: • Mengumpulkan data berdasarkan bacaan atau referensi yang tersedia terkait tentang pengertian, sifat, jenis, dan kedudukan sumber dalam ilmu sejarah, melalui bacaan dan sumber lain yang 43
  47. 47. mendukung. Mengumpulkan foto foto tentang sumber sejarah sebuah peristiwa Mencari sumber sejarah untuk peristiwa yang sederhana yang dikatahui peserta didik Mengasosiasikan: • Menganalisis untuk menentukan keterkaitan antara pengertian, sifat, jenis, dan kedudukan sumber dalam ilmu sejarah Menghubungkan beberbagi alasan mengapa sebuah benda bisa menjadi sumber sejarah Mengomunikasikan: • Membuat sebuah tulisan tentang sebuah peristiwa sejarah yang diketahui dengan sumber sejarahnya dan alasan mengapa benda tersebut dapat dipakai sebagai sumber sejarah 44
  48. 48. Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajaran Alternatif Pembelajaran 3.7 Menganalisis keterkaitan dan menerapkan langkah-langkah penelitian Sejarah terhadap berbagai peristiwa Sejarah Penelitian dan Penulisan Sejarah langkah penelitian sejarah (bertanya, menentukan dan mencari sumber, kritik sumber, validasi informasi, interpretasi, rekonstruksi dan penulisan) Fakta 1.Pelaku 2.Saksi 3.Arsip 4. Sumber sejarah Konsep 1. Heuristik 2. Verifikasi 3. Interpretasi 4. Historiografi Prinsip 1. Objektifitas penulisan sejarah 2. Topik Penelitian 3.Data dan fakta sejarah 4. Validitas, reliabilitas dan kredibilitas Mengamati 1. Membaca buku tentang langkahlangkah/prosedur penelitian. 2. Melihat video bertema penelitian 3. Menyimak contoh laporan singkat hasil penelitian sejarah 4.7Melakukan penelitian sejarah secara sederhana dan menyajikanya dalam bentuk laporan penelitian Prosedur 1. Tahapantahapan Penelitian Sejarah 2. Pengolahan data 3. Penyajian Hasil Penelitian Menanya 1. Menanya melalui kegiatan diskusi untuk mendapatkan pemahaman lebih mendalam tentang langkah-langkah penelitian Sejarah 2. Diskusi kelas menentukan topik penelitian 3. Diskusi kelas cara menentukan sumber sejarah yang benar Mencoba/Mengeksplor asi 1. Mengumpulkan data terkait dengan topik penelitian sejarah melalui bacaan dan referensi lain yang tersedia 2. Melakukan wawancara terhadap sumber sejarah Sikap Aspek 1. sikap positif (individu dan sosial) dalam diskusi kelompok 2. sikap ilmiah pada saat melaksanakan penelitian 3. perilaku dan sikap menerima,me nghargai, dan melaksanakan kejujuran, ketelitian, disiplin dan tanggung jawab Penilaian Observasi Keg.1 Diskusi menentukan tahapan,topik dan sumber sejarah penelitian, aspek: Sikap Ilmiah 1.Objektif 2.Kritis 3.Menghargai 4.Toleransi 5. Kerjasama Keg.2 Presentasi hasil penelitian aspek: Sikap Individu 1. Kejujuran 2.Tanggung jawab 3. Santun Pengetahuan Indikator 1.Menjelaskan Langkah-langkah penelitian sejarah 2.Membedakan sumber primer, sumber sekunder dan sumber tersier 3.Menjelaskan validitas, realibilitas dan kesahihan data sejarah 4. Menafsirkan data yang telah teruji kebenarannya 5.Membuat laporan hasil penelitian 6.Mempresentasika n hasil penelitian Penilaian Tes UH uraian. UTS PG Keterampilan Indikator 1.Menyaji dan mengolah data penelitian 2. Membuat laporan tertulis tentang hasil penelitian 3.Mempresentasi kan hasil peneli tian Penilaian 1.penyajian dan pengolahan data : - ketepatan Data - interpretasi Data (instrument rubric) 2.laporan hasil penelitian : - sistematika Pendahuluan, isi, penutup Presentasi hasil penelitian : - cara ber berkomunikas - sistematika penyampaian - wawasan Mengasosiasi 45
  49. 49. 1.Mengklasifikasikan data yang diperoleh sehubungan dengan topik penelitian 2.Menguji data-data melalui kritik intern dan kritik ekstern 3. Manafsirkan hasil penelitian sementara Mengomunikasikan 1.Membuat laporan hasil penelitian 2. Menyajikan laporan hasil penelitian sejarah secara sederhana dalam bentuk tulisan mengenai salah satu peristiwa sejarah baik nasional maupun lokal Kompetensi Dasar 3.8. Menganalisis keterkaitan perbedaan ciriciri dari historiografi tradisional, kolonial dan modern 4.8 Menyajikan hasil mengklasifikasi ciri-ciri historiografi tradisional, Materi Pokok Historiografi Historiografi tradisional Historiografi kolonial Historiografi modern Materi Pembelajaran Fakta 1.Istana 2.Belanda 3.Arsip 4. Sumber Sejarah Konsep 1. Historiografi 2. Istana sentries 3. epigrafi 4. numismatik 5. filologiPrinsip 1. Objektifitas penulisan Alternatif Pembelajaran Mengamati 1. Membaca buku teks tentang pengertian historiografi dan persamaan serta perbedaan antara historiografi tradisional, kolonial, dan modern 2.Melihat tayangan dari power point tentang materi historiografi 3.Menyimak contoh tulisan yang Sikap Pengetahuan Aspek Penilaian Indikator 1. sikap positif (individu dan sosial) dalam diskusi kelompok 2. sikap ilmiah pada saat melaksanakan penelitian 3. perilaku dan sikap menerima,me nghargai, dan melaksanakan kejujuran, ketelitian, Observasi Keg.1 Diskusi menentukan perbedaan antara historiografi tradisional, kolonial dan modern aspek: Sikap Ilmiah 1.Objektif 2.Kritis 3.Menghargai 4.Toleransi 5. Kerjasama 1.Menjelaskan perkembangan historiografi di Indonesia 2.Membedakan historiografi tradisional, kolonial dan modern 3.Menjelaskan ciriciri historiografi tradisional, kolonial dan modern 4.Membuat laporan hasil penulisan Penilaian Tes UH uraian. UTS PG Keterampilan Indikator Penilaian 1.Menyaji dan mengolah data penelitian 2. Membuat laporan tertulis tentang hasil penelitian 3.Mempresentasi kan hasil penelitian penyajian dan pengolahan data : - ketepatan Data - Kesesuaian data 2.laporan hasil penelitian : - sistematika Pendahuluan, isi, penutup Presentasi hasil 46
  50. 50. kolonial dan modern dari sumber yang ditentukan guru, dalam berbagai bentuk presentasi. sejarah 2. Tradisi lisan 3.Data dan fakta sejarah Prosedur 1. Historigrafi Tradisional 2. Historiografi Kolonial 3. Historiografi Modern merupakan bentuk historiografi tradisional Menanya 1. Menanya melalui kegiatan diskusi untuk mendapatkan klarifikasi dan pendalaman pemahaman tentang pengertian historiografi dan ciri pembeda antara historiografi tradisional, kolonial, dan modern 2. Diskusi kelas ciri dan tujuan dari berbagai perkembangan historiografi di Indonesia disiplin dan tanggung jawab Keg.2 Presentasi hasil penulisan aspek: Sikap Individu 1. Kejujuran 2.Tanggung jawab 3. Santun tentang historiografi tradisional, kolonial dan modern 5.Mempresentasikan hasil penulisan sejarah yang termasuk historiografi tradisional, kolonila atau modern penelitian : - cara ber berkomunikas - sistematika penyampaian - wawasan Mencoba/Mengeksplor asi 1. Mengumpulkan data terkait dengan pertanyaan mengenai pengertian historiografi, ciri pembeda antara historiografi tradisional, kolonial, dan modern, melalui bacaan dan sumber-sumber lain yang mendukung. 2. Mengumpulkan beberapa tulisan sejarah dari berbagai sumber 47
  51. 51. baik buku maupun referensi lain yang tersedia 3. Melakukan penelitian sejarah secara singkat dengan merujuk salah satu ciri dari perkembangan historiografi di Indonesia Mengasosiasi 1. Menganalisis informasi yang didapat melalui bacaan dan sumbersumber lainnya dengan melakukan pengelompokan jenis historiografi berdasarkan ciri pembeda antara historiografi tradisional, kolonial, dan modern 2. Mengklasifikasikan tulisan sejarah yang diperoleh berkaitan dengan ciri historiografi 3 .Menguji tulisantulisan sejarah sesuai klasifikasi ciri historiografi Mengomunikasikan 1.Membuat laporan hasil penelitian perkembangan historiografi di Indonesia 2. Menyajikan hasil penelitian dalam bentuk tulisan 48
  52. 52. berupa klasifikasi jenis historiografi berdasarkan ciri pembeda antara historiografi tradisional, kolonial, dan modern Kompetensi Dasar 3.9.M enganalisis keterkaitan antara manusia purba Indonesia dan Dunia dengan manusia modern dalam fisik dan budaya 4.9 Menyajikan hasil analisis mengenai keterkaitan antara Manusia Purba Indonesia dan Dunia dengan manusia modern secara fisik dan budaya, dalam berbagai bentuk presentasi Materi Pokok Manusia Purba Indonesia dan Dunia Manusia purba Indonesia Manusia purba Asia Manusia purba Afrika Manusia purba Eropa Materi Pembelajaran Alternatif Pembelajaran Fakta 1.Situs 2.Sangiran 3.Pleistosen 4. Fosil 5. Trinil Konsep 1. Megantropus 2. Pithecantropus 3. Homo Prinsip 1. Ekskavasi 2. Evolusi 3.Data dan fakta sejarah 4. Mengamati 1. Membaca buku teks tentang keterkaitan antara manusia purba Indonesia dan Dunia dengan manusia modern secara fisik dan budaya Prosedur 1. Ekskavasi 2. Indentifikasi 3. Rekontruksi 4. Ilustrasi 2. Melihat video bertema kehidupan manusia purba 3. Menyimak penayangan power point tentang perkembangan kehidupan manusia purba di Indonesia Menanya 1. Menanya melalui kegiatan diskusi untuk mendapatkan klarifikasi dan pendalaman Sikap Aspek 1. sikap positif (individu dan sosial) dalam diskusi kelompok 2. sikap ilmiah pada saat melaksanakan penelitian 3. perilaku dan sikap menerima,me nghargai, dan melaksanakan kejujuran, ketelitian, disiplin dan tanggung jawab Penilaian Observasi Keg.1 Diskusi untuk mendapatkan klarifikasi dan pendalaman pemahaman tentang keterkaitan manusia purba Indonesia dan Dunia dengan manusia modern secara fisik dan budaya Sikap Ilmiah 1.Objektif 2.Kritis 3.Menghargai 4.Toleransi 5. Kerjasama Keg.2 Presentasi hasil analisi aspek: Sikap Individu 1. Kejujuran 2.Tanggung jawab 3. Santun Pengetahuan Indikator 1.Menjelaskan jenisjenis manusia purba yang ditemukan di Indonesia 2.Menjelaskan jenisjenis manusia purba yang ditemukan di Asia, Afrika dan Eropa 3.Membandingkan jenis manusia purba yang di temukan di Indonesia dengan Asia, Afrika dan Eropa 4.Membuat laporan hasil analisis tentang manusia purba di Indonesia, Asia, Afrika dan Eropa 6.Mempresentasikan hasil analisis tentang manusia purba di Indonesia, Asia, Afrika dan Eropa Penilaian Tes UH uraian. UTS PG Keterampilan Indikator 1.Menyajikan dan mengolah data hasil analiasis dari jenis manusia purba dari Indonesia , asia, Afrika dan Eropa 2. Membuat laporan tertulis tentang hasil analisis dari jenis manusia purba dari Indonesia , Asia, Afrika dan Eropa 3.Mempresentasi kan hasil analisis dari jenis manusia purba dari Indonesia , Asia, Afrika dan Eropa Penilaian penyajian dan pengolahan data : - ketepatan Data - kesesuaian data 2.laporan hasil analisis : - sistematika Pendahuluan, isi, penutup Presentasi hasil analisis : - cara ber berkomunikas - sistematika penyampaian - wawasan 49
  53. 53. pemahaman tentang keterkaitan manusia purba Indonesia dan Dunia dengan manusia modern secara fisik dan budaya 2. Diskusi kelas membandingkan manusia purba Indonesia dengan manusia purba dari Negara lain Mencoba/Mengeksplo rasi 1. Mengumpulkan data terkait dengan pertanyaan mengenai keterkaitan manusia purba Indonesia dan Dunia dengan manusia modern secara fisik dan budaya, melalui bacaan, gambargambar dan fosilfosil yang ada di museum terdekat. Mengasosiasi 1. Menganalisis informasi-informasi yang didapat untuk melakukan pengelompokan jenis-jenis manusia purba Indonesia dan Dunia ke dalam kelompok 50
  54. 54. antropologi fisik dan kelompok budaya dan dalam garis waktu Mengomunikasikan 1. Menyajikan hasil analisis berbentuk tulisan tentang manusia purba Indonesia dan Dunia dalam garis waktu dan hubungannya dengan manusia modern Asia, Afrika, dan Eropa Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajaran Alternatif Pembelajaran 3.10. Menganalisis keterkaitan kehidupan awal manusia Indonesia di bidang kepercayaan, sosial, budaya, ekonomi, dan teknologi serta pengaruhnya dalam kehidupan masa kini Kehidupan Manusia Praaksara Indonesia Kehidupan awal manusia Indonesia di bidang kepercayaan, sosial, budaya, ekonomi, dan teknologi serta pengaruhnya dalam kehidupan masa kini Hubungan kebudayaan Hoa-bin, Bacson, Dongson dan Fakta 1.Manusia purba 2.Artefak 3.Fosil 4.Bacson 5. Dongson 6 Hoabihn 7. Sahuynh Konsep 1.Kepercayaan 2.Sosial 3.Ekonomi 4. Kebudayaan 5. Teknologi Prinsip 1. Animisme dan Dinamisme 2. Tradisi lisan 3.Pemerintahan kepala suku 4. Barter 5. A cire verdue dan Bivalve Mengamati 1. Membaca buku teks atau menyaksikan video dan/atau mengamati situssitus peninggalan zaman praaksara terdekat mengenai keunggulan kehidupan manusia Indonesia dalam bidang kepercayaan, sosial, budaya, ekonomi, teknologi dan pengaruh dari kebudayaan di Asia serta unsur-unsur yang diwariskannya dalam kehidupan manusia masa kini 2.Melihat video kehidupan masa berburu dan meramu 4.10. Menarik berbagai kesimpulan dari hasil evaluasi terhadap perkembangan teknologi pada zaman Sikap Aspek 1. sikap positif (individu dan sosial) dalam diskusi kelompok 2. sikap ilmiah pada saat melaksanakan penelitian 3. perilaku dan sikap menerima,me nghargai, dan melaksanakan kejujuran, ketelitian, disiplin dan tanggung jawab Penilaian Observasi Keg.1 Diskusi menentukan tahapan perkembangan kebudayaan masa pra aksara di Indonesia. Sikap Ilmiah 1.Objektif 2.Kritis 3.Menghargai 4.Toleransi 5. Kerjasama Keg.2 Presentasi hasil penelitian aspek: Sikap Individu 1. Kejujuran 2.Tanggung jawab 3. Santun Pengetahuan Indikator 1.Menjelaskan tahapan perkembangan kebudayaan masa pra aksara di Indonesia 2. Membedakan kehidupan awal manusia dibidang kepercayaan, sosial, budaya dan teknologi 3. Menjelaskan Animisme, dinamisme dan totemisme 4. Menjelaskan Nomaden dan sedenter 5.Menjelaskan food gathering dan food producing Penilaian Tes UH uraian. UTS PG Keterampilan Indikator 1.Menyaji dan mengolah data penelitian/an alisis tentang tahapan perkembangan kebudayaan manusia pra aksara di Indonesia dalam bidang kepercayaan, ekonomi, sosial, dan budaya 2. Membuat laporan tertulis tentang hasil penelitian/ Penilaian penyajian dan pengolahan data : - ketepatan Data - kesesuaian data 2.laporan hasil analisis : - sistematika Pendahuluan, isi, penutup Presentasi hasil analisis : - cara ber berkomunikas - sistematika penyampaian - wawasan 51
  55. 55. kehidupan praaksara terhadap kehidupan masyarakat masa kini, dalam bentuk tulisan Sahuynh pada masyarakat awal di Indonesia. Prosedur 1. Masa berburu dan meramu makanan 2. Masa berburu dan meramu makanan tingkat lanjut 3. Masa bercocok tanam 4. Masa bercocok tanam tingkat lanjut/ masa perundagian makanan 3.Menyimak gambargambar hasil peninggalan dari masa berburu samapai masa bercocok tanam tingkat lanjut Menanya 1. Menanya melalui kegiatan diskusi untuk mendapatkan klarifikasi dan pendalaman mengenai keunggulan kehidupan manusia Indonesia di zaman praaksara dalam bidang kepercayaan, sosial, budaya, ekonomi, teknologi dan pengaruh dari kebudayaan lain di Asia, serta unsurunsur yang diwariskannya dalam kehidupan manusia masa kini 2. Diskusi kelas cara menentukan tahapan perkembangan kebudayaan pra aksara di Indonesia analisis tentang tahapan perkembangan kebudayaan manusia pra aksara di Indonesia dalam bidang kepercayaan, ekonomi, sosial, dan budaya 3.Mempresentasi kan hasil penelitian/an alisis tentang tahapan perkembangan kebudayaan manusia pra aksara di Indonesia dalam bidang kepercayaan, ekonomi, sosial, dan budaya Mencoba/Mengeksplor asi 1. Mengumpulkan data terkait dengan pertanyaan mengenai keunggulan 52
  56. 56. kehidupan manusia Indonesia di zaman praaksara dalam bidang kepercayaan, sosial, budaya, ekonomi, teknologi dan pengaruh dari kebudayaan lain di Asia, serta unsurunsur yang diwariskannya dalam kehidupan manusia masa kini, melalui bacaan dan sumbersumber terkait. 2. Mengumpulkan data terkait perkembangan kebudayaan masa pra aksara di Indonesia Mengasosiasi 1. Menganalisis informasi dan datadata yang didapat baik dari bacaan maupun dari sumber-sumber terkait mengenai keunggulan kehidupan manusia Indonesia di zaman praaksara dalam bidang kepercayaan, sosial, budaya, ekonomi, teknologi dan pengaruh dari kebudayaan lain di Asia, serta unsurunsur yang diwariskannya dalam kehidupan manusia masa kini. 2. Mengklasifikasikan data yang diperoleh 53
  57. 57. dari perkembangan kebudayaan masa pra aksara di Indonesia Mengomunikasikan 1 Menyajikan hasil analisis dalam bentuk tulisan berupa kesimpulan mengenai keunggulan kehidupan manusia Indonesia di zaman praaksara dalam bidang sosial, ekonomi, ilmu, teknologi dan pengaruh dari kebudayaan lain di Asia, serta unsurunsur yang diwariskannya dalam kehidupan manusia masa kini Kompetensi Dasar 4.11. Menganalisis keterkaitan peradaban awal dunia dan Indonesia serta keterkaitannya dengan manusia masa kini dalam cara berhubungan dengan lingkungan, hukum, kepercayaan, pemerintahan dan sosial Materi Pokok Peradaban Awal Indonesia dan Dunia Kehidupan Awal Indonesia dalam pencapaian ilmu, teknologi, kepercayaan, pemerintahan primus inter pares, pertanian dan ukuran Materi Pembelajaran Alternatif Pembelajaran Fakta 1.Indonesia 2.Cina 3.Indus 4. Mesopotamia 5. Mesir 6. Yunani 7. Romawi 8. Pulau Kreta 9. Amerika Konsep 1. Ilmu 2. Teknologi 3. Kepercayaan 4. Pemerintahan 5. Pertanian Mengamati 1 Membaca buku teks mengenai peradaban awal Indonesia dan dunia (Asia, Afrika, Eropa, dan Amerika) dalam pencapaian ilmu, teknologi, kepercayaan, pemerintahan, pertanian, dan budaya Sikap Aspek 1. sikap positif (individu dan sosial) dalam diskusi kelompok 2. sikap ilmiah pada saat melaksanakan penelitian 3. perilaku dan sikap menerima,me nghargai, dan melaksanakan kejujuran, ketelitian, Penilaian Observasi Keg.1 Diskusi mengklasifikasi dari perkembangan peradaban awal Indonesia dan dunia (Asia, Afrika, Eropa, dan Amerika) dalam pencapaian ilmu, teknologi, kepercayaan, pemerintahan, pertanian, dan budaya Pengetahuan Indikator 1.Menjelaskan peradaban awal masyarakat Indonesia dalam pencapaian ilmu, teknologi, kepercayaan, pemerintahan, pertanian, dan budaya 2. Menjelaskan peradaban awal di Asia (Cina, Mesopotamia Penilaian Tes UH uraian. UTS PG Keterampilan Indikator 1.Menyaji dan mengolah data penelitian/an alisis 2. Membuat laporan tertulis tentang hasil penelitian/an alisis 3.Mempresentasi kan hasil penelitian/an Penilaian penyajian dan pengolahan data : - ketepatan Data - kesesuaian data 2.laporan hasil analisis : - sistematika Pendahuluan, isi, penutup Presentasi hasil 54

×