Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Bab 3 mengelola msdm

5,823 views

Published on

Published in: Business, Sports
  • Be the first to like this

Bab 3 mengelola msdm

  1. 1. Menetapkan Kebijakan dan Prosedur yang Adil di Tempat Kerja
  2. 2. Mengelola karyawan dengan adil <ul><li>Pada prinsipnya adalah menyeimbangkan hak dan kewajiban manajemen serta karyawan . </li></ul><ul><li>Manajer, profesional SDM, dan semua karyawan memainkan peranan penting dalam memastikan bahwa sumber daya manusia dikelola dengan adil. </li></ul><ul><li>Secara bersama-sama mereka menetapkan kebijakan kerja, prosedur dan tindakan yang dilakukan sehingga keputusan penting masalah karyawan dibuat dengan seadil-adilnya, menghormati hak dan kewajiban karyawan dan pengusaha, serta dengan sebanyak mungkin informasi yang bisa di dapat. </li></ul>
  3. 3. Pandangan sosial mengenai keadilan <ul><li>Konsep keadilan memiliki banyak konotasi sehingga dalam pelaksanaannya banyak menghadapi tantangan yang cukup berat. </li></ul><ul><li>Selain itu, pandangan masyarakat mengenai keadilan secara konstan terus mengalami perubahan, sehingga perusahaan harus selalu berusaha menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut. </li></ul>
  4. 4. Karyawan Menghormati hak-hak karyawan lainnya. Bekerja sama dengan profesional SDM dalam menetapkan kebijakan, prosedur, dan praktek untuk menangani isu pekerjaan. Menerima tanggung jawab untuk berlaku adil dan etis terhadap perusahaan yang mempekerjakannya Profesional SDM Memastikan bahwa manajer lini menetapkan kebijakan yang sesuai dengan pertimbangan hukum. Mengembangkan kebijakan, prosedur, dan praktek yang mendukung serta konsisten dengan perilaku adil dan etis. Membantu memelihara hak-hak serta kewajiban karyawan dan pengusaha secara seimbang. Manajer Lini Menetapkan kebijakan mengenai karyawan untuk hal-hal yang berkaitan dengan masalah yang timbul di tempat kerja. Menunjukkan perhatian ter-hadap proses yang sedang berlangsung dan perlakuan yang adil. Bersikap proaktif dalam memahami pendapat kar-yawan mengenai keadilan. Kemitraan dalam Mengelola Karyawan dengan Adil
  5. 5. Keadilan Distributif <ul><li>Promosi lebih diinginkan dibandingkan dengan tidak dipromosikan dan ditransfer jauh lebih menguntungkan dibanding dengan diberhentikan. Dalam kasus lain, seorang yang bukan perokok akan memandang peraturan larangan merokok adalah peraturan yang adil dibanding seorang perokok. </li></ul><ul><li>Dalam keadilan distributif, sudut pandang kita mengenai keadilan didapat dari perbandingan antara hasil yang kita peroleh dengan hasil yang diperoleh orang lain . Situasi yang kita hadapai juga dibandingkan dengan situasi yang dihadapi orang lain </li></ul>
  6. 7. <ul><li>Gaji yang adil ( fair pay). bagaimana menilai apakah seorang karyawan digaji secara adil , berikut ini ada dua hal: pertama , dari tingkat gaji yang diterimanya dan, kedua berdasarkan perubahan gaji yang diterimanya (denga adanya kenaikan gaji). </li></ul><ul><li>Secara umum, karyawan menilai bahwa sistem penggajian itu adil bila mereka menerima gaji yang besarnya sama dengan nilai pekerjaan yang mereka lakukan. </li></ul><ul><li>Demikian juga bila kenaikan yang diterima berhubungan dengan tingkat prestasi mereka. Inilah yang diilustrasikan contoh diatas, yaitu kedilan distributif dilihat dalam konteks equity (persamaan), </li></ul>
  7. 8. Keadilan Prosedural <ul><li>Penelitian menunjukkan bahwa pada masyarakat yang sudah maju suatu prosedur dikatakan adil bila : </li></ul><ul><li>Informasi yang digunakan dalam pengambilan keputusan adalah informasi yang tepat dan akurat. </li></ul><ul><li>Dasar pengambilan keputusan dijelaskan sejelas-jelasnya. </li></ul><ul><li>Semua pihak yang terlibat secara hukum diberikan kesempatan untuk memberikan masukan dalam pengambilan keputusan. </li></ul><ul><li>Pihak yang lemah dijaga dari kemungkinan tindakan sewenang-wenang pihak yang lebih kuat. </li></ul><ul><li>Semua pihak yang terlibat memiliki akses terbuka dan kesempatan yang sama terhadap sistem tersebut. </li></ul><ul><li>Sistem yang digunakan relatif stabil dan konsisten. </li></ul><ul><li>Sistem tersebut haruslah cukup fleksibel dan responsif terhadap perubahan kondisi dan situasi tertentu. </li></ul>
  8. 9. Reaksi terhadap perlakuan adil dan tidak adil <ul><li>Bila karyawan merasa bahwa ia telah diperlakukan dengan tidak adil, maka mereka bereaksi dengan berbagai macam cara: </li></ul><ul><li>Mengundurkan diri dari perusahaan dan melupakan kejadian yang dialami. </li></ul><ul><li>Tetap bergabung dengan perusahaan dan menerima keadaan tersebut dengan pasrah. </li></ul><ul><li>Tetap bergabung dengan perusahaan namun melakukan tindakan yang negatif untuk memprotes perlakuan perusahaan (datang terlambat atau pulang lebih cepat, tidak menghadiri pertemuan yang berhubungan dengan pekerjaan secara langsung atau perilaku lainnya). </li></ul><ul><li>Mengadukan kejadian yang menimpa Anda kepada seseorang diperusahaan tersebut (dengan rekan kerja, supervisor, atau ke bagian hubungan karyawan). </li></ul><ul><li>Mengadukan keluhan Anda pada pihak-pihak yang berkepentingan, seperti; (Depnaker, P4D, P4P, pengadilan, menulis di koran, dan sebagainya). </li></ul>
  9. 10. Mengundurkan diri dari perusahaan <ul><li>Untuk mereka yang berprestasi baik dikantornya, berhenti dan mencari pekerjaan di perusahaan lain mungkin merupakan alternatif terbaik. </li></ul><ul><li>Namun dari sudut pandang organisasi alternatif ini berdampak kurang baik. Dari sudut pandang masyarakat, tindakan ini cenderung menurunkan produktivitas. </li></ul>
  10. 11. Tetap bergabung dengan perusahaan dan menerima situasi yang terjadi. <ul><li>Alternatif ini mungkin baik bagi perusahaan namun jarang terjadi karena tidak ada karyawan yang mau menerima perlakuan tidak adil dari perusahaan. </li></ul><ul><li>Karyawan pada umumnya ingin memiliki hubungan yang seimbang dengan perusahaannya. Bila yang terjadi adalah kasus yang dapat diajukan kemeja sidang, maka karyawan dapat saja menuntutnya. Namun, perasaan tidak diperlakukan denga adil juga dapat terjadi pada keputusan manajemen yang bersifat legal (tidak melanggar hukum). </li></ul>
  11. 12. Mengelola untuk menjamin keadilan <ul><li>Manajer menggunakan berbagai prosedur, kebijakan, dan tindakan untuk menegakkan keadilan. </li></ul><ul><li>Hubungan antar pribadi karyawan dan manajemen perusahaan juga akan mempengaruhi pengelolaan keadilan. Kadang-kadang tidak dapat dihindari bahwa suatu keputusan atau prosedur dirasa karyawan tidak adil. </li></ul><ul><li>Supervisor dan manajer yang sensitif terhadap situasi ini menyatakan bahwa hal ini dapat mengurangi pengaruh buruk bagi perilaku karyawan di tempat kerja. </li></ul>
  12. 13. Prosedur pengaduan <ul><li>Prosedur pengaduan formal merupakan salah satu cara untuk merangsang karyawan mengadukan permasalahannya dan mencari penyelesaianya dengan konstruktif. </li></ul><ul><li>Dalam perusahaan yang memililki serikat pekerja, kehadiran prosedur ini telah diterima luas semenjak tahun 1950. Hampir semua karyawan yang tergabung dalam serikat pekerja, baik sipil maupun swasta, dilindungi oleh peraturan atau kesepakatan kerja bersama. </li></ul>
  13. 14. Kewajiban manajer untuk menjamin keadilan di tempat kerja <ul><li>Kewajiban untuk memelihara keadilan di tempat kerja adalah tanggung jawab yang kompleks. </li></ul><ul><li>Agar berhasil, manajer bersikap konsisten mengenai hak dan tanggung jawab karyawan dan perusahaan . </li></ul><ul><li>Gagal dalam melakukan ini berarti perusahaan mengalami kerugian besar. </li></ul>
  14. 15. Keadilan dan Etika <ul><li>Apabila kita menekankan bahwa perusahaan harus berbuat adil terhadap karyawan, maka dari pihak karyawan juga dituntut untuk hal yang sama terhadap perusahaan. Kondisi yang kedua inilah yang kita sebut etika. </li></ul><ul><li>Keadilan dan etika tergantung dari saling menghormati dan saling peduli antara karyawan dan perusahaan. </li></ul>
  15. 16. kewajiban karyawan dijelaskan dalam kebijakan berikut: <ul><li>“ Kebijakan kadang berbenturan dengan kepentingan yang dilaksanakan oleh perusahaan untuk menjamin perilaku bisnis yang beretika dan standard integritas yang tinggi. </li></ul><ul><li>Umumnya, kebijakan seperti ini menjelaskan bahwa kepentingan perusahaan adalah karyawannya, dalam hal ini perusahaan menaruh perhatian penuh pada semua transaksi bisnis yang dilakukannya”. </li></ul>
  16. 17. <ul><li>Jadi, apa yang adil tidak ditentukan oleh lingkungan luar, namun oleh organisasi yang bersangkutan . </li></ul><ul><li>Manajer mengetahui tentang kebijakan perusahaan tersebut dan harus memutuskan apakah mereka dapat mematuhi kebijakan yang ada. </li></ul><ul><li>Manajer perlu selalu peka terhadap tuntutan karyawan mengenai tentang perlakuan adil di tempat kerja. </li></ul>

×