KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Segala puji
dan syukur bagi Allah SWT y...
DAFTAR ISI

A.
B.
C.
D.
E.
A.
B.
C.
D.
A.
B.

JUDUL
KATA PENGANTAR...........................................................
BAB 1
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Alam semesta ini kaya akan kadungan unsur-unsur kimia. Hingga saat ini, unsurunsur kim...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Pendahuluan sistem Periodik ke -3

704 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
704
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
5
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Pendahuluan sistem Periodik ke -3

  1. 1. KATA PENGANTAR Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Segala puji dan syukur bagi Allah SWT yang dengan ridho-Nya kita dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik dan lancar. Sholawat dan salam tetap kami haturkan kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW dan untuk para keluarga, sahabat dan pengikut-pengikutnya yang setia mendampingi beliau. Terima kasih kepada keluarga, ibu guru, dan teman-teman yang terlibat dalam pembuatan makalah ini yang dengan do'a dan bimbingannya makalah ini dapat terselesaikan dengan baik dan lancar. Dalam makalah ini, kami membahas tentang ”Sistem periodik unsur periode ke-3” yang kami buat berdasarkan refrensi yang kami ambil dari berbagai sumber, diantaranya buku dan internet. Makalah ini diharapkan bisa menambah wawasan dan pengetahuan yang selama ini kita cari, serta bisa dimafaatkan semaksimal dan sebaik mugkin. Tidak ada gading yang tak retak, demikian pula makalah ini, oleh karena itu saran dan kritik yang membangun tetap kami nantikan dan kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini. Tangerang, 09 November 2012 Penyusun,
  2. 2. DAFTAR ISI A. B. C. D. E. A. B. C. D. A. B. JUDUL KATA PENGANTAR............................................................................................................... i DAFTAR ISI............................................................................................................................. ii BAB I PENDAHULUAN LATAR BELAKANG................................................................................................... 1 TUJUAN........................................................................................................................ 2 RUMUSAN MASALAH.............................................................................................. 2 MANFAAT PAULISAN.............................................................................................. 2 METODE PENULISAN............................................................................................... 2 BAB II ISI KEBERADAAN UNSUR DI ALAM.......................................................................... 3 PENGELOMPOKAN DAN SIFAT-SIFAT UNSUR KIMIA.................................... 8 KEGUNAAN DAN BAHAYA UNSUR-UNSUR KIMIA........................................ 22 PEMISAHAN DAN PEMBUATAN UNSUR-UNSUR KIMIA................................ 29 BAB III PENUTUP KESIMPULAN............................................................................................................. 35 SARAN.......................................................................................................................... 35 DAFTAR PUSTAKA................................................................................................................
  3. 3. BAB 1 PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Alam semesta ini kaya akan kadungan unsur-unsur kimia. Hingga saat ini, unsurunsur kimia berjumlah sekitar 114 unsur. Unsur-unsur tersebut dikelompokkan berdasarkan kesamaan sifatnya ke dalam beberapa golongan, yaitu golongan A (golongan utama) dan golongan B (golongan transisi). Selain itu, unsur-unsur kimia dapat dikelompokkan menjadi unsur logam, nonlogam, semilogam, dan gas mulia. Unsur kimia, atau hanya disebut unsur, adalah zat kimia yang tidak dapat dibagi lagi menjadi zat yang lebih kecil, atau tidak dapat diubah menjadi zat kimia lain dengan menggunakan metode kimia biasa.

×