Materi 6 sistematika

952 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
952
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
12
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Materi 6 sistematika

  1. 1. SISTEMATIKA METODOLOGI PENELITIAN a. Jenis Penelitian b. Lokasi Penelitian c. Waktu penelitian d. Sumber Data e. Metode Pengumpulan Data f. Populasi dan Penentuan Sampel g. Instrumen penelitian h. Metode Analisis Data B. LOKASI PENELITIAN Lokasi penelitian diisi dengan identifikasi karakteristik lokasi dan alasan memilih lokasi serta bagaimana peneliti memasuki lokasi tersebut. Lokasi hendaknya diuraikan dengan jelas, jika perlu disertakan peta lokasi, struktur organisasi, dan suasana kerja sehari-hari. Pemilihan lokasi harus didasarkan pada kemenarikan dan keunikannya C. WAKTU PENELITIAN Periode penelitian disebutkan dengan jelas, diawali dengan kapan dimulainya penelitian sampai dengan target selesainya penelitian yang akan dilakukan. D. SUMBER DATA Data yang dikumpulkan secara garis besar dapat dibagi menjadi : 1. Data Primer Yaitu data yang dikumpulkan, diolah, dan disajikan oleh peneliti dari sumber pertama 2. Data Sekunder Yaitu data yang dikumpulkan, diolah, dan disajikan oleh pihak lain yang biasanya dalam bentuk publikasi ilmiah atau jurnal. E. METODE PENGUMPULAN DATA Beberapa metode pngumpulan data : 1. Metode Observasi (Pengamatan) 2. Metode Kuisioner (Angket) 3. Metode Interviw (Wawancara) 4. Metode Dokumentasi Penjelasan 1. Metode Observasi (Pengamatan) a) Pengertian dan Ciri-ciri Pengamatan adalah alat pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengamati dan mencatat secara sistematik gejala-gejala yang diselidiki.
  2. 2. Ciri-ciri metode Observasi - Mempunyai arah yang khusus, sistematik, bersifat kuantitatif - Diikuti pencatatan segera (pada waktu observasi berlangsung), hasilnya dapat dicek dan dibuktikan b) Petunjuk untuk mengadakan pengamatan 1) Memiliki pengetahuan terhadap apa yang akan diobservasi dan berlaku sangat cermat dan kritis 2) Menyelidiki tujuan penelitian (baik umum maupun khusus) Kejelasan tujuan penelitian akan menuntun mempermudah apa yang harus diobservasi 2. Metode Kuisioner (Angket) a) Pengertian dan tujuan Metode kuisioner adalah suatu daftar yang berisikan rangkaian pertanyaan mengenai sesuatu maslaah atau bidang yang akan diteliti untuk memperoleh data, angket disebarkan kepada responden (orang-orang yang menjawab jadi yang diselidiki), terutama pada penelitian survei. Tujuan dilakukan angket atau kuisioner ialah 1) Memperoleh informasi yang relevan dengan tujuan penelitian 2) Memperoleh informasi mengenai suatu maslaah secara serentak b) Macam-macam angket 1) Menurut prosedurnya a) Angket lansung, yaitu angket yang dikirimkan kepada dan dijawab oleh responden b) Angket tidak langsung, yaitu angket yang dikirim kepada seseorang untuk mencari informasi (keterangan) tentang orang lain 2) Menurut jenis penyusun itemnya dapat dibedakan a). Angket tipe isian, dibagi menjadi 1). Angket terbuka, yaitu apabila responnya tentang masalah yang dipertanyakan Contoh: Bagaimana pendapat anda jika seseorang yang berkelainan (tuna) baik fisik maupun mental tidak dididik? Jawab: ….
  3. 3. 2). Angket tertutup, yaitu angket yang diwajibkan oleh responden secara oleh faktor-faktor tertentu misalnya faktor subyektivitas seseorang Contoh : Siapa nama anda? Jawab … Apa hobi anda? Jawab … b). Angket tipe pilihan Yaitu angket yang harus dijawb oleh responden dengan cara tinggal memilih salah satu jawaban yang sudah tersedia. Jumlah alternatif jawaban minimal dua (2) dan maksimal sebaiknya lima (5), dengan maksud supaya responden tidak bosan. Contoh: Sudah berapa lama anda tinggal di kota ini? Jawab: ( …. ) 1 tahun atau kurang dari 2 tahun ( …. ) 2 tahun atau hampir 2 tahun ( …. ) 3 tahun atau hampir 3 tahun ( …. ) 4 tahun atau hampir 4 tahun c). Menyusun Petunjuk Dalam menyusun petunjuk-petunjuk untuk menjawab pertanyaanpertanyaan perlu diperhatikan petunjuk-petunjuk di bawah ini: 1. Petunjuk harus singkat, lengkap, jelas tapi tepat 2. Petunjuk harus jelas, hindarkan kata-kata asing, sulit bahkan kabur 3. Tiap-tiap jawaban yang berbeda dengan jawaban berikutnya, hendaklah diberi petunjuk baru lagi 4. Bila perlu menggunakan contoh, berilah satu dua contoh tentang bagaimana cara menjawabnya, asal jangan sampai menimbulkan semacam saran atau sugesti pada respon (orang yang diberi kuisioner) d). Menyusun items (pertanyaan-pertanyaan) a). mempergunakan kata-kata 1. tegas dan jelas, b iasa dipakai sehari-hari yang sudah dimengerti oleh responden 2. hindari kata-kata yang sentimentil sifatnya dan gantilah dengan katakata yang lebih sopan b) Urutan-urutan pertanyaan Pada umumnya daftar pertanyaan mengandung tiga unsur, yaitu: 1. Informasi yang akan dikumpulkan 2.Identitas responden seperti nama, umur, kelamin, dan lain sebagainya 3. Bagian yang memuat mengenai tenaga lapangan (field worker) c) Susunan pertanyaan
  4. 4. 1. 2. 3. 4. Sebaiknya dimulai dengan pertanyaan-pertanyaan yang menimbulkan perhatian dan minat serta gampang dijawab Pertanyaan yang kurang menarik perhatian, apalagi mengenai soal- soal pribadi sebaiknya dilatakkan di tengah-tengah Sebaiknya diajukan pertanyaan-pertanyaan untuk mengecek jawaban dari pertanyaan yang lain Pertanyaan-pertanyaan haruslah disusun secara sistematis d) Menganalisis Data Setelah semua jawaban telah diterima kembali dan dicek kelengkapan jawabannya, diteruskan dengan mentabulasikan hasil-hasil jawaban ke dalam daftar tabulasi, dan untuk sementara, bagi jawaban yang kurang lengkap, dipisahkan terlebih dahulu. Bila data yang masuk sudah cukup komplet dan persiapan analisis (tabulasi) telah cukup baik dan benar, maka analisis segera dilaksanakan dalam hal ini untuk lebih mendalam dan kongkret, maka digunakan analisis kuantitatif (statistik), ataupun bila dipandang permasalahannya cukup simpel, dicukupkan dengan kualitatif (pernyataan-pernyataan/statement saja). 3. Metode Interview (Wawancara) Wawancara adalah proses tanya-jawab dalam penelitian yang berlangsung secara lisan dalam mana dua orang atau lebih bertatap muka mendengarkan secara langsung informasi-informasi atau keterangan-keterangan. Tujuan wawancara ialah untuk mengumpulkan informasi dan bukannya untuk merubah ataupun mempengaruhi pendapat responden. 4. Metode Dokumentasi Yaitu yang berasal dari (1) sumber tertulis; buku, majalah ilmiah, arsip, dokumen pribadi dan resmi, (2) foto-foto, (3) data statistik sebagai data tambahan. (Moleong: 1998:112) F. POPULASI DAN SAMPEL Populasi seperti dikatakan Suharsimi (1993), adalah keseluruhan subyek penelitan. Apabila seseorang ingin meneliti semua elemen yang ada dalam wilayah penelitian, maka penelitiannya merupakan penelitian populasi. Sedangkan menurut Husein (2002), populasi diartikan sebagai wilayah generalisasi yang terdiri dari obyek atau subyek yang mempunyai karakteristik tertentu dan mempunyai kesempatan sama untuk dipilih menjadi anggota sampel. Sedangkan Singarimbun (1989), berpendapat populasi ialah jumlah keseluruhan dari unit analisa yang ciri-cirinya akan diduga. Suharsimi (1993), sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti. Sedangkan Husein (2002), berpendapat bahwa sampel adalah merupakan bagian kecil dari suatu populasi. Dalam Sekaran (2003), hampir seluruh populasi diambil sebagai sampel. Roscoe 1975 (dalam Sekaran, 2003) ukuran sampel lebih besar dari 30 dan kurang dari 500 adalah cocok untuk hampir semua jenis penelitian. Pada umumnya masalah sampling timbul apabila peneliti bermaksud untuk:
  5. 5. 1. Mereduksi obyek penyelidikannya dengan mengambil sebagian saja obyek gejala atau kejadian yang dimaksudkan 2. Ingin mengadakan generalisasi dari hasil penyelidikannya. Mengadakan generalisasi berarti mengesahkan kesimpulan-kesimpulan kepada obyek-obyek gejala-gejala atau kejadian-kejadian yang lebih luas daripada obyek-obyek gejala-gejala atau kejadiankejadian yang diselidiki. Petunjuk-petunjuk untuk mengambil sampel 1) Daerah generalisasi Yang terpenting di sini adalah menentukan terlebih dahulu luas populasinya sebagai daerah generalisasi. Selenjutnya setelah itu barulah menentukan sampelnya sebagai daerah penelitiannya disamping itu yang penting adalah: “Kalau yang diselidiki hanya satu kelas saja, jangan diperluas sampai ke kelas-kelas, apalagi sampai menyimpulkan untuk sekolah-sekolah lain.” 2) Penegasan sifat-sifat populasi dan ketegasan batas-batasnya Bila luas daerah generalisasinya telah ditetapkan, haruslah segera diikuti penegasan tentang sifat-sifat populasinya. Penegasan ini adalah sangat penting bila menginginkan adanya validitas dan reliabilitas bagi penelitiannya. 3) Sumber-sumber informasi tentang populasi Untuk mengetahui ciri-ciri populasi secara terperinci dapat diperoleh melalui bermacam-macam sumber informasi tetnang populasi tersebut misalnya sensus penduduk, dokumen yang disusun oleh instansi dan organisasi. 4) Menetapkan besar kecilnya sampel Mengenai berapa besar kecilnya sampel yang harus diambil untuk sebuah penelitian, memang tidak ada ketentuan yang pasti. Winarno Surachmad dalam “Dasar dan teknik Research Pengantar Metodologi ilmiah” m Teknik-teknik Sampling a. Tenik random sampling (probability sampling)/pengambilan sampling secara acak b. Teknik non random sampling (non probability sampling) Penjelasan a. Teknik random sampling (probability sampling) adalah teknik pengambilan sampel dimana semua individu dalam populasi baik secara sendiri-sendiri atau bersamasama diberi kesempatan yang sama untuk dipilih menjadi anggota sampel, terbagi menjadi 1) Cara undian 2) Cara ordinal
  6. 6. Cara ini dilakukan dengan memilih nomor-nomor genap atau gasal atau kelipatan tertentu melalui pembuatan daftar yang berisi semua subyek, obyek peristiwa atau kelompok yang akan diselidiki lengkap dengan nomor urutnya. 3) Cara randomisasi dari Tabel Bilangan Random Cara ini menuntun para peneliti untuk memilih anggota sampel dengan langkah menjatuhkan pensil secar sembarang pada petak-petak tabel yang berisi nomornomor sampai diperoleh sebanyak anggota sampai yang dibutuhkan. b. Teknik non random sampling (non probability sampling) adalah cara pengambilan sampel yang tidak semua anggota populasi diberi kesempatan untuk dipilih menjadi sampel. Penelitian-penelitian pendidikan, psikologi, adakalanya menggunakan teknik ini, karena mempertimbangkan faktor-faktor tertentu misalnya: umur, tingkat kedewasaan, tingkat kecerdasan dan lain-lain. Cara Menentukan Jumlah Sampel Untuk menentukan besarnya sampel dari populasi yang ada menggunakan rumus Slovin yang dikutip oleh Husein Umar,SE,MM (2002:146) sebagai berikut: Dimana: n = ukuran sampel N = ukuran populasi e = presen kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan sampel yang masih dapat ditolerir atau diinginkan. Contoh : Jika jumlah populasinya ada 245 berapa jumlah populasi minimal yang harus diambil dengan taraf sign 10 % ? Jawab Jika populasinya 245 maka sampel minimal adalah sebagai berikut: Sedangkan menurut pendapat Naresh K. Malhotra (1993) untuk menentukan ukuran sampel dari populasi ditetapkan sesuai dengan variabel atau butir pertanyaan yang digunakan dalam penelitian ini. Menurutnya jumlah sampel (responden) paling sedikit 4 atau 5 kali jumlah variabel yang digunakan dalam penelitian.Misalnya dalam sebuah penelitian menggunakan 15 variabel maka besar sampel minimal adalah 60 orang (15x4). Dengan demikian, jumlah sampel sebanyak 60 responden dianggap sudah memenuhi syarat. Cara menghitung sampel yang paling mudah adalah dengan menggunakan formulasinya Sekaran (2003). Dalam tabel simulasinya Sekaran telah menentukan jumlah sampel minimal yang harus diambil jika seseorang mengadakan penelitian. Berikut ini tabel simulasi Sekaran :
  7. 7. Tabel : 3 Table for Ditermining Sample Size from a Given Population N s 10 10 15 14 20 19 25 24 30 28 40 32 45 36 50 40 55 44 60 48 65 52 70 56 75 59 80 63 85 66 90 70 95 73 100 76 105 80 110 86 120 92 130 97 140 103 150 108 160 113 170 118 180 123 190 127 200 132 210 136 N : is population sizes. s : is sample size. Sumber Data : Sekaran (2003) N 220 230 240 250 260 270 280 290 300 320 340 360 380 400 420 440 460 480 500 550 600 650 700 750 800 850 900 950 1000 1100 s 140 144 148 152 155 159 162 165 169 175 181 186 191 196 201 205 210 214 217 226 234 242 248 254 260 265 269 274 278 285 N 1200 1300 1400 1500 1600 1700 1800 1900 2000 2200 2400 2600 2800 3000 3500 4000 4500 5000 6000 7000 8000 9000 10000 15000 20000 30000 40000 50000 75000 100000 s 291 297 302 306 310 313 317 320 322 327 331 335 338 341 346 351 354 357 361 364 367 368 370 375 377 379 380 381 382 384

×