Hubungan antara Kreativitas dengan hasil belajar fisika

2,383 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
2,383
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
81
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Hubungan antara Kreativitas dengan hasil belajar fisika

  1. 1. HUBUNGAN ANTARA KREATIVITAS BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 SINJAI UTARA Islamuddin Syam, Subaer, Aslim Jurusan Fisika Universitas Negeri Makassar ABSTRAK Penelitian ini merupakan penelitian ex-post facto dengan tujuan untuk mengetahui tingkat kreativitas dan hasil belajar fisika serta hubungan keduanya pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Sinjai Utara Kabupaten Sinjai Tahun Ajaran 2010-2011. Variabel yang diperhatikan dalam penelitian ini yaitu kreativitas belajar fisika dan hasil belajar fisika. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Sinjai Utara dengan jumlah siswa 182. Pengambilan sampel dilakukan dengan mengambil minimal 25 % dari tiap kelas sehingga jumlah sampel terpilih sebanyak 48 responden. Hipotesis penelitian adalah terdapat hubungan yang signifikan antara kreativitas dengan hasil belajar fisika siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Sinjai Utara tahun ajaran 2010-2011. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes kreativitas dalam fisika yang memenuhi kriteria valid dengan reabilitas soal 0,607 sebanyak 30 butir dan tes hasil belajar fisika dalam ranah kognitif yang memenuhi kriteria valid dengan reabilitas soal 0,850 sebanyak 25 butir. Hasil analisis deskriptif mengungkapkan bahwa kreativitas belajar fisika siswa secara umum berada pada kategori sedang dengan persentase 68,75% dan hasil belajar fisika siswa juga secara umum berada pada kategori sedang dengan persentase 72,92%. Hasil analisis inferensial menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kreativitas dengan hasil belajar fisika siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Sinjai Utara tahun ajaran 2010-2011 dimana kreativitas berpengaruh 45,68% terhadap hasil belajar fisika sedangkan 54,32% lainnya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak ikut diselidiki dalam penelitian ini. Kata kunci : Penelitian ex-post facto, Kreativitas Belajar Fisika, Hasil Belajar fisika. . I. PENDAHULUAN potensi-potensi yang dimilikinya harus ia kembangkan seperti pada potensi kreativitas. A. Latar Belakang Dalam memupuk kreativitas anak didik, dunia Pendidikan adalah usaha manusia (pendidik) untuk dengan penuh tanggung jawab membimbing anak didik ke kedewasaan, dengan tujuan pendidikan mengantarkan anak didiknya agar menjadi makhluk yang secara individu bertanggung jawab pada dirinya, keluarga, masyarakat, terutama tanggung jawab bagi dunia pendidikan dengan memiliki pengetahuan, kterampilan serta kemampuan untuk berkreatif sehingga menjadi manusia yang berkualitas. Berbicara masalah berkualitas dalam bidang pendidikan sangat erat kaitannya dengan pengembangan kreativitas anak didik yang pada dasarnya dimiliki setiap individu, dikarenakan anak didik adalah sebagai subyek yang akan menentukan kualitas pendidikan JSPF Vol. 31, Mei 2011 | 1 sehingga pendidikan perlu mempersiapkan dan melatih anak didiknya agar mampu berfikir kreatif dalam proses belajar serta memiliki kompetensi profesional dalam bidang keterampilan yang digelutinya. Misalnya pendidik dapat memberikan pengertian dalam arti dapat memahami pemikiran, perasaan dan perilaku anak didik, dapat menempatkan diri dalam situasi anak didik dan melihat dari sudut pandang anak didik, serta memberi kepercayaan padanya bahwa pada dasarnya ia mampu. Maka dalam suasana ini anak didik merasa aman dan luas untuk mengungkapkan kreativitasnya. Kreativitas sebagai salah satu aspek yang berperan dalam prestasi belajar anak disekolah perlu dikembangkan. Hal ini dimaksudkan guna
  2. 2. meningkatkan potensi anak secara utuh dan bagi mengembangkan daya kreatif mereka karena kemajuan tidak ilmu pengetahuan. Siswa yang pernah diberi arah kreativitasnya tinggi memiliki prestasi sekolah keterampilan yang tidak berbeda dengan kelompok siswa yang mengembangkan berbagai teknik. inteligensinya relatif lebih tinggi. didik, kreativitas alami ataupun cara Sampai saat ini, dunia pendidikan masih Mengingat pentingnya peran kreativitas bagi anak kreatif memanfaatkan diharapkan memandang sebelah mata terhadap kontribusi dapat kreativitas terhadap keberhasilan belajar anak berkembang secara maksimal artinya bahwa didiknya. Di dunia pendidikan kurikulum yang perkembangan kreativitas tidak hanya bergantung dikembangkan pada pembawaan yang khusus tetapi juga pada pengembangan kecerdasan saja. hanya difokuskan pada mekanisme mental anak didik. “Kreativitas dalam Kreativitas memungkinkan seseorang untuk hal ini merupakan proses berfikir dimana siswa mencapai prestasi dalam bidang tertentu, akan berusaha untuk menemukan hubungan-hubungan tetapi baru, mendapatkan jawaban, metode atau cara pengalaman, dalam memecahkan suatu masalah”. sedangkan kreativitas kaitannya dalam proses Namun dunia pendidikan saat ini dalam upaya menunjukkan keberhasilan belajar hanya memfokuskan pada cara berfikir anak didiknya terhadap mata pelajaran yang diperoleh atau diperlukan dan latihan, pengetahuan, dorongan atau motivasi, belajar mengajar di dalam kelas akan tampak pada perbedaan-perbedaan dari individu dalam belajar serta dalam diri anak didik. Dengan demikian kreativitas memainkan kecerdasan tinggi yang dimiliki oleh anak didiknya peran yang sedemikian penting dalam kehidupan dengan menjadikan yang terbaik tanpa adanya manusia terutama bagi diri individu sendiri. Maka kreativitas. Kondisi yang demikian tentunya akan dari uaraian di atas dapat disimpulkan bahwa meminimalkan kemampuan kreativitas. pengembangan Untuk kreativitas dalam realitasnya sangat dibutuhkan, sehingga siswa sangat mendorong keberhasilan belajar siswa. Dengan perlu mengacu pada pemikiran sekilas tersebut, dari dikembangkan melalui program-program dalam sinilah penulis tertarik untuk meneliti sekaligus bidang mengetahui ekstrakurikuler kreativitas kreativitas maupun kterampilan sejauh mana hubungan antara kepada mereka sehingga mempunyai aspek yang kreativitas dengan hasil belajar fisika siswa kelas bermanfaat terhadap keefektifan persekolahan VIII SMP Negeri 1 Sinjai Utara. formal. Ini semua akan menunjang proses belajar B. Rumusan Masalah secara efektif dan efisien. Seringkali upaya kreatif yang dilakukan dalam Berdasarkan latar belakang tersebut di atas, maka dunia pendidikan sering ditanggapai dengan kritik rumusan masalah yang diselidiki dalam penelitian dan umpan balik yang negatif, bukan dukungan ini adalah: dan dorongan. misalnya dalam proses belajar, 1. Bagaimanakah tingkat kreativitas belajar anak didik lebih sering menghafal dari pada fisika siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Sinjai mengekspresikan, bertanya atau bereksperimen. Utara tahun ajaran 2010-2011? Akhirnya banyak anak JSPF Vol. 31, Mei 2011 | 2 didik tidak
  3. 3. 2. Seberapa besarkah hasil belajar fisika siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Sinjai Utara tahun ajaran 2010-2011? 3. Apakah ada 1. Kreativitas Belajar Fisika Kreativitas merupakan sebuah konsep yang majemuk dan multi-dimensional, sehingga sulit hubungan yang signifikan antara kreativitas dengan hasil belajar fisika siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Sinjai Utara didefinisikan secara operasional. Secara etimologis, arti kreativitas adalah memunculkan sesuatu yang baru tanpa ada contoh sebelumnya. tahun ajaran 2010-2011? Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kreativitas berarti daya cipta atau kemampuan C. Tujuan Penelitian mencipta (W.J.S Poerwadarminta, 1994: 526). Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini Dalam hal ini kreativitas lebih diartikan pada adalah: kemampuan membuat gabungan atau kombinasi- 1. Untuk mengetahui tingkat kreativitas belajar fisika siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Sinjai kombinasi baru dari unsur-unsur yang telah ada sebelumnya, sekalipun dalam bentuk sederhana. Utara tahun ajaran 2010-2011? Harris (Dwi Saputro, 2006: 24) kreativitas 2. Untuk mengetahui hasil belajar fisika siswa adalah suatu kemampuan, yaitu kemampuan kelas VIII SMP Negeri 1 Sinjai Utara tahun untuk membayangkan atau menciptakan sesuatu ajaran 2010-2011? yang baru, kemampuan untuk membangun ide-ide 3. Untuk mengetahui hubungan yang signifikan baru dengan mengkombinasikan, merubah, antara kreativitas dengan hasil belajar fisika menerapkan ulang ide-ide yang sudah ada; suatu siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Sinjai Utara sikap, yaitu kemampuan menerima perubahan tahun ajaran 2010-2011? dan pembaruan, kemauan untuk bermain dengan ide D. Manfaat Penelitian 1. Sebagai bahan acuan ilmiah bagi guru fisika alternatif yang dapat meningkatkan kreativitas belajar fisika pada fleksibilitas suatu proses, yaitu orang kreatif bekerja keras dan terus menerus, sedikit demi sedikit membuat perubahan dan perbaikan terhadap pekerjaannya. Menurut Lumsdaine dalam Tim Dosen LPTK siswa. 2. Diharapkan dapat menjadi bahan bacaan kepustakaan dan referensi bagi penelitian selanjutnya untuk baik, ketika mencari cara untuk mengimprovisasi ide tersebut; sebagai berikut: memikirkan kemungkinan pandangan, kebiasaan menikmati sesuatu dengan Hasil penelitian ini diharapkan memberi manfaat untuk dan untuk jenis penelitian yang relevan. 3. Sebagai latihan bagi penulis dalam menyusun suatu karya ilmiah yang baik. (2008: 5) kreativitas adalah kemampuan individu untuk mempergunakan imaginasi dan berbagai kemungkinan yang diperoleh dari interaksi dengan idea tau gagasan, orang lain dan lingkungan untuk membuat koneksi dan hasil yang baru serta bermakna. Sedangkan David II. LANDASAN TEORI A. Tinjauan Pustaka JSPF Vol. 31, Mei 2011 | 3 Campbell dalam A.M. Mangunhardjana (1986: 11) menyatakan bahwa
  4. 4. kreativitas adalah kegiatan yang mendatangkan hasil yang sifatnya: 1. Baru manifestasi kreativitas belajar fisika merupakan (novel): sebelumnya, Seperti yang telah diuraikan di atas maka inovatif, segar, belum menarik, ada aneh, mengejutkan. kemampuan mempergunakan imajinasi dan berbagai kemungkinan untuk membuat gabungan atau kombinasi-kombinasi baru dari materi-materi 2. Berguna (useful): lebih enak , lebih praktis, fisika yang telah ada sebelumnya, agar lebih mempermudah, memperlancar, mendorong, menarik, praktis dan mudah dimengerti untuk mengembangkan, memdidik, memecahkan mengatasi kesulitan dalam memecahkan masalah masalah, mengurangi hambatan, mengatasi fisika. kesulitan, mendatangkan hasil lebih baik/ a. Ciri-ciri kreativitas banyak. 3. Dapat dimengerti (understandable): hasil Salah satu aspek kreativitas orang-orang kreatif. yang sama dapat dimengerti dan dapat kepribadian dibuat di lain waktu. Aspek ini penting dipahami sebagai dasar dalam Utami Munandar dalam Reni Akbar (2001: 4), dalam uraiannya memberikan (personality) adalah perlakuan yang sesuai kepada tentang pengertian kreativitas seseorang untuk mengembangkan kreativitasnya. menunjukkan ada tiga tekanan kemampuan, yaitu Upaya mengembangkan iklim yang kondusif bagi yang berkaitan dengan perkembangan kreativitas, hanya mungkin terjadi mengkombinasi, kemampuan untuk memecahkan/menjawab apabila dipahami lebih dahulu sifat-sifat masalah dan cerminan kemampuan operasional kemampuan kreatif dan iklim lingkungan yang anak kreatif. mengelilingi. Ketiga tekanan kemampuan tersebut adalah Piers dalam Mohammad Ali (2004: 52) sebagai berikut: mengemukakan bahwa karakteristik kreativitas 1. Kemampuan untuk membuat kombinasi baru adalah sebagai berikut: (1) memiliki dorongan bedasarkan data, informasi atau unsur-unsur (drive) yang tinggi, (2) memiliki keterlibatan yang yang ada. tinggi, (3) memiliki rasa ingin tahu yang besar, (4) 2. Kemampuan berdasarkan data atau informasi yang tersedia, kemungkinan masalah, jawaban dimana kuantitas, menemukan banyak penuh percaya diri, (6) memiliki ketekunan yang suatu tinggi, (7) memiliki kemandirian yang tinggi, (8) pada bebas dalam mengambil keputusan, (9) menerima keragaman diri sendiri, (10) senang humor, dan (11) memiliki terhadap penekanannya ketepatgunaan dan cenderung tidak puas terhadap kemampuan, (5) jawaban. intuisi yang tinggi. 3. Kemampuan yang secara mencerminkan kelancaran, operasional Guilford (Supriadi, 1997: 7) menyatakan keluwesan dan bahwa ciri-ciri kreativitas dapat dibedakan ke orisinalitas dalam berpikir, serta kemampuan dalam ciri kognitif dan ciri non kognitif, yaitu : untuk a. Ciri kemampuan berpikir kreatif ada lima, mengelaborasi (mengembangkan /memperkaya /memerinci) suatu gagasan. JSPF Vol. 31, Mei 2011 | 4 yaitu:
  5. 5. 1. Keterampilan berpikir lancar (fluency), yaitu mencetuskan jawaban, banyak penyelesaian 1. Rasa ingin tahu, meliputi suatu dorongan gagasan, masalah untuk mengetahui lebih banyak, dan mengajukan benyak pertanyaan, selalu pertanyaan, memberikan banyak cara memperhatikan orang lain, obyek dan atau saran untuk melakukan berbagai hal situasi serta peka dalam pengamatan dan serta selalu memikirkan lebih dari satu ingin mengetahui dan meneliti. jawaban. 2. Bersifat imaginatif, meliputi kemampuan 2. Keterampilan berpikir luwes (flexibility), untuk memperagakan atau yaitu menghasilkan gagasan, jawaban membayangkan hal-hal yang tidak atau atau pertanyaan yang bervariasi, dapat belum pernah terjadi, dan menggunakn melihat khayalan tetapi mengetahui perbedaan suatu masalah dari sudut pandang yang berbeda-beda, mencari antara khayalan dan kenyataan. banyak alternatif atau arah yang berbedabeda, serta mampu mengubah 3. Merasa tergantung oleh kemajemukan, cara meliputi dorongan untuk mengatasi yang pendekatan atau cara pemikiran. sulit, merasa tertantang oleh situasi- 3. Keterampilan berpikir orisinal (originality), situasi yang rumit serta lebih tertarik pada yaitu mampu melahirkan ungkapan yang tugas-tugas yang sulit. baru dan unik, memikirkan cara yang 4. Sikap berani mengambil resiko, meliputi tidak lazim untuk mengungkapkan diri keberanian memberikan jawaban belum serta kombinasi- tentu benar, tidak takut gagal, atau kombinasi yang tidak lazim dari bagian- mendapat kritik serta tidak menjadi ragu- bagian atau unsur-unsur. ragu karena ketidak jelasan hal-hal yang mampu membuat 4. Keterampilan merinci atau penguraian tidak konvensional, atau yang kurang (elaboration), yaitu mampu memperkaya terstruktur. dan mengembangkan suatu gagasan atau 5. Sikap menghargai, meliputi tindakan produk, dan menambahkan atau merinci dapat menghargai bimbingan dan makna secra detail dari suatu obyek, gagasan dalam atau situasi sehingga lebih menarik. kemampuan dan bakat-bakat sendiri yang 5. Keterampilan perumusan kembali hidup, serta menghargai sedang berkembang. (redefinition), yaitu menentukan apakah Kedua ciri tersebut sama-sama penting, suatu pertanyaan benar, suatu rencana karena ditunjang oleh kepribadian yang sesuai, sehat, atau suatu tindakan bijaksana, kreativitas seseorang tidak dapat berkembang mampu mengambil keputusan terhadap secara wajar. Misalnya, siswa yang memiliki situasi yang terbuka, serta tidak hanya kemampuan berpikir asli, luwes dan lancar, tetapi mencetuskan ia gagasan tetapi juga melakukan. b. Ciri-ciri menyangkut sikap dan perasaan seseorang atau afektif, antara lain adalah: JSPF Vol. 31, Mei 2011 | 5 pemalas dan mudah menyerah, maka kemampuan tersebut tidak akan berkembang. Orang kreatif memiliki kepekaan terhadap lingkungan, sehingga menjadikan dirinya kaya
  6. 6. akan inisiatif dan Nampak seperti tidak kehabisan 6. Tidak menghargai terhadap fantasi dan akal dalam memecahakan suatu masalah. Karena khayalan. (Mohammad Ali, 2004: 55). itu orang kreatif lebih berorientasi ke masa kini Menurut Buchari Alma (2008: 73) untuk dan masa depan. mendorong kretivitas seseorang, maka harus dibiasakan: b. Faktor-faktor yang mempengaruhi 1. Selalu bertanya, apakah ada cara lain kreativitas yang lebih baik. Faktor yang mempengaruhi kreativitas dibagi 2. Pertanyaan dan kaji lebih jauh kebiasaan yang ada, sifat rutin,dan tradisi. kedalam dua kelompok, yaitu kelompok yang mendukung dan yang menghambat kreativitas. 3. Harus berfikir reflektif, merenung, berfikir lebih dalam Clark dalam Mohammad Ali (2004: 54) mengemukakan beberapa faktor yang dapat 4. Mencoba melihat sesuatu dari perspektif lain mendukung perkembangan kreativitas, yaitu: 1. Situasi yang menghadirkan 5. Berfikir barangkali ada lebih dari satu jawaban yang benar. ketidaklengkapan serta keterbukaan. 2. Situasi yang memungkinkan dan 6. Lebih relaks guna mencari pemecahan masalah yang inovatif mendorong timbulnya banyak pertanyaan. 3. Situasi yang dapat mendorong dalam rangka menghasilkan sesuatu. Istilah hasil belajar berasal dari dua kata yaitu 4. Situasi yang mendorong tanggung jawab dan kemandirian. stimulasi dari lingkungan sekolah dan hasil diri. dan kreativitas akibat belajar. Dalam dari usaha. mempunyai banyak menurut Sedangkan faktor-faktor yang menghambat berkembangnya hasil kamus bahasa Indonesia kata hasil berarti sesuatu yang menjadi 5. Perhatian dari orang tua terhadap minat anaknya, 2. Hasil Belajar Fisika adalah sebagai berikut: Slameto Sedangkan kata pengertian, dalam belajar diantaranya Haling (2007:1) menyatakan bahwa belajar ialah suatu proses yang dilakukan oleh seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang Adanya kebutuhan akan keberhasilan, baru secara keseluruhan, sebagai hasil ketidakberanian dalam menanggung resiko, atau pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan upaya mengejar sesuatu yang belum diketahui. lingkungannya. Jadi dapat disimpulkan bahwa 1. Konformitas terhadap terhadap temanteman kelompoknya dan tekanan sosial. 2. Kurang berani dalam melakukan hasil belajar adalah suatu akibat yang diperoleh dari suatu usaha yang telah dilakukan/dialami oleh seseorang (peserta didik) yang dituangkan eksplorasi, menggunakan imajinasi dan dalam penyelidikan. keterampilan dan tingkah laku. 3. Stereotip peran seks dan jenis kelamin. bentuk kecakapan, Suatu proses belajar kecerdasan, harus bersifat praktis 4. Diferensiasi antara bkerja dan bermain. dan langsung. Artinya, bila seseorang ingin 5. Otoritarianisme mempelajari sesuatu, maka dia sendirilah yang JSPF Vol. 31, Mei 2011 | 6
  7. 7. harus melakukannya, tanpa melalui perantara kondisi status kompetensi dengan mengunakan orang lain. Jadi pada dasarnya peristiwa belajar, alat ukur kelas seperti tes tertulis atau penilaian serta hasil yang diperoleh banyak ditentukan oleh tertentu (Haling, 2007). individu yang bersangkutan. Meskipun demikian kerena individu pernah lepas dapat mengetahui sejauh mana telah berhasil lingkungannya, faktor mengikuti pelajaran yang diberikan oleh guru lingkungan seperti tempat belajar, teman belajar atau seberapa besar pemahaman siswa terhadap dan suasana sekitar dapat berpengaruh terhadap suatu materi pelajaran tersebut. Hasil penilaian proses dan hasil belajar. Menurut Ali, dkk(1990: yang diperoleh oleh guru akan dapat mengetahuin 12), ada tiga unsur utama dalam belajar , yaitu siswa 1) Hasil untuk belajar, 2)Tujuan yang hendak melanjutkan pelajaran keerena sudah menguasai dicapai, 3) Situasi yang mempengaruhi. materi, maupun mengetahui siswa –siswa mana hubungannya itu tidak Dengan diadakannya penilaian, maka siswa dengan – siswa mana yang sudah berhak Bukti bahwa seseorang telah belajar adalah yang belum berhasil menguasai materi. Hal ini terjadinya perubahan tingkah laku pada orang tentu saja dapat diketahui dengan melihat hasil tersebut Tingkah laku manusia menurut Oemar belajar siswa. Hasil belajar siswa tersebut dapat Hamalik (2004:30) terdiri dari beberapa aspek. diketahui dengan memberikan tes yang dibuat Hasil belajar akan tampak pada setiap perubahan khusus oleh peneliti setelah proses pembelajaran pada aspek-aspek tersebut. Aspek itu adalah: (1) berlangsung. pengetahuan, (2) pengertian, (3) kebiasaan, (4) Dengan hasil belajar yang diperoleh guru keterampilan, (5) apresiasi, (6) emosional, (7) akan mengetahui apakah metode atau strategi hubungan social, (8) jasmani, (9) etis atau budi yang digunakan sudah tepat atau belum. Jika pekerti, dan (10) sikap. sebagian besar siswa memperoleh angka jelek Menurut Gagne dalam Ratna Wilis Dahar pada penilaian yang diadakan, mungkin hal ini (1988:135) membagi lima kategori hasil belajar, disebabkan oleh metode atau strategi yang yakni (1) keterampilan intelektual, (2) strategi kurang tepat. Apabila demikian halnya, maka guru kognitif, (3) informasi verbal, (4) sikap-sikap, dan harus mawas diri dan mencoba mencari metode (5) keterampilan motorik. atau Setiap kegiatan yang berlangsung strategi lain dalam mengajar atau pada membelajarkan, mengevaluasi hasil belajar yang akhirnya kita ingin mengetahui hasil akhirnya , berupa dampak pengajaran. Peran siswa adalah demikian pula dengan pembelajaran , untuk bertindak belajar, yaitu mengalami proses belajar, mengetahui hasil kegiatan pembelajaran harus dan menggunakan hasil belajar yang digolongkan dilakukan pengukuran dan penilaian. Pengukuran sebagai dampak pengiring. adalah suatu usaha untuk mengetahui sesuatu seperti apa adanya, sedangkan penilaian adalah usaha yang keberhasilan bertujuan untuk menegetahui belajar dalam penugasan kompetensi. Dengan demikian pengukuran hasil belajar adalah suatu ussaha untuk mengetahui JSPF Vol. 31, Mei 2011 | 7 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar Hasil belajar yang dicapai seorang individu merupakan hasil interaksi antara berbagai faktor yang mempengaruhinya baik dari dalam diri
  8. 8. (faktor internal) maupun dari luar diri (faktor eksternal) individu. Pengenalan terhadap faktorfaktor yang mempengaruhi hasil belajar penting sekali artinya dalam rangka membantu murid dalam mencapai hasil belajar yang sebaikbaiknya. B. Kerangka Pikir Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar fisika dapat berasal dari luar maupun dari dalam diri siswa, faktor dari luar (eksternal) diri siswa meliputi faktor pengaturan belajar disekolah, faktor Menurut W. S. Winkel dalam (http://belajarpsikologi.com) faktor yang yang berasal dari individu anak itu sendiri (fisiologis) : (a) antara Faktor lain Jasmaniah penglihatan, pendengaran, struktur tubuh dan sebagainya (b) Faktor Psikologis yaitu intelektul (taraf intelegensi, kemampuan belajar, dan cara belajar), non intelektual (motifasi belajar,kreativitas belajar, sikap, perasaan, minat, kondisi psikis, dan kondisi akibat keadaan sosiokultur) dan faktor kondisi fisik. 2. Faktor-faktor Eksternal, yang termasuk faktor eksternal antara lain, (a) faktor pengaturan belajar disekolah sekolah, guru, ( kurikulum, fasilitas disiplin belajar, dan pengelompokan siswa ), (b) faktor sosial disekolah ( sistem sosial, status sosial siswa, dan interaksi guru dan siswa ), (c) faktor situasional ( keadaan politi ekonomi, keadaan waktu dan tempat atau iklim). pada mempengaruhi dasarnya hasil faktor-faktor belajar situasional, meliputi faktor jasmaniah dan faktor psikologis. siswa yang dapat dibedakan menjadi dua golongan, yaitu faktor yang berasal dari dalam diri individu dan faktor yang berasal dari luar diri individu. Kedua faktor ini akan saling mendukung dan saling berinteraksi sehingga membuahkan sebuah hasil belajar. bersifat non-intelektual, mempunyai peranan penting dan unik sebagai jiwa perkembangan atau perubahan dan kemajuan belajar fisika siswa. Dalam suasana belajar yang kompetitif tanpa kreativitas maka seorang siswa akan tertinggal dari siswa-siswa lain yang mampu mengembangkan kreativitasnya. Kegiatan belajar pembelajaran di sekolah berorientasi kepada pencapaian hasil belajar akademik yang tinggi oleh semua siswa. Kelompok siswa yang kreativitanya tinggi memiliki prestasi yang relatif tinggi pula. Kreativitas yang mencerminkan kelancaran, keluwesan dan originalitas dalam berfikir serta kemampuan untuk mengelaborasi suatu gagasan dapat membantu siswa dalam proses belajar fisika. Kelancaran berhubungan dengan kemampuan siswa dalam menghasilkan banyak gagasan Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa faktor Kreativitas merupakan faktor psikologis yang 1. Faktor-faktor Internal adalah faktor-faktor meliputi disekolah, sedangkan faktor dari dalam diri (internal) siswa mempengaruhi hasil belajar yaitu: yang sosial pemecahan singkat. Keluwesan masalah dalam berhubungan waktu dengan kemampuan melihat masalah dari berbagai sudut tinjauan. Originalitas berhubungan dengan usulan atau cara yang unik yang dihasilkan sehingga menjadi lebih menarik. Elaborasi berhubungan dengan kemampuan mengembangkan suatu gagasan secara rinci. Apabila aspek ini dapat dikembangkan oleh siswa maka otomatis akan membantu siswa dalam mengaktualisasikan diri JSPF Vol. 31, Mei 2011 | 8
  9. 9. dan mewujudkan potensinya dalam belajar fisika setelah melalui proses belajar dalam jangka waktu sehingga memungkinkan siswa untuk menperoleh tertentu. hasil belajar yang baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kreativitas berhubungan positif dengan prestasi belajar fisika. D. Populasi dan Sampel Penelitian a. Populasi Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Kecamatan Sinjai Utara tahun III. METODE PENELITIAN ajaran 2010-2011 yang terdiri dari 6 kelas dengan jumlah siswa 182 orang yang dijelaskan melalui A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian ex-post facto yang bersifat korelasional, untuk menemukan suatu hebungan antara kreativitas belajar fisika dengan hasil belajar fisika dengan desain sebagai berikut: X Y (Sugiyono, 2007:154) B. Variabel Penelitian tabel berikut ini: Tabel 3.1. Daftar Jumlah Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Kecamatan Sinjai Utara Tahun Ajaran 2010-2011 yang Merupakan Populasi Penelitian No Kelas Jumlah 1. VIII A 30 2. VIII B 31 3. VIII C 30 4. VIII D 30 5. VIII E 31 6. VIII F 30 Jumlah Total 182 Variabel yang diperhatikan dalam penelitian ini b. Sampel ada dua yaitu: Sampel penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP 1. Kreativitas belajar fisika yang disimbolkan dengan (X). Negeri 1 Sinjai Utara dengan mengambil minimal 25% dari tiap kelas, sehingga jumlah sampel pada 2. Hasil belajar fisika yang disimbolkan dengan penelitian ini sebanyak 48 orang. (Y). E. Instrumen dan Teknik Pengumpulan Data C. Definisi Operasional Variabel Untuk memperoleh data penelitian digunakan dua a. Kreativitas Belajar Fisika instrumen yaitu: Kreativitas siswa dalam belajar fisika adalah skor 1. Tes Kreativitas Belajar Fisika yang dicapai siswa melalui tes kreativitas yang Data tentang kreativitas siswa dalam belajar fisika meliputi aspek : kemampuan berpikir lancar, diperoleh melalui lembar tes kreativitas siswa keterampilan berpikir luwes, keterampilan merinci, yang disusun oleh Rahmini Hustin. Jenis tes yang keterampilan menilai, memiliki rasa ingin tahu, diberikan adalah pilihan ganda dengan empat bersikap imajinatif, dan bersifat menghargai. alternatif pilihan jawaban, dimana salah satu dari b. Hasil belajar fisika keempat Hasil belajar fisika yang dimaksud pilihan tersebut merupakan kunci dalam jawaban, sedangkan pilihan jawaban yang lain penelitian ini adalah hasil berupa skor yang merupakan jawaban yang salah atau pengecoh diperoleh siswa pada ranah kognitif yang di yang terdiri dari 30 item soal. Cara penilaian peroleh melalui tes hasil belajar yg diberikan JSPF Vol. 31, Mei 2011 | 9
  10. 10. adalah siswa yang menjawab benar skor 1 dan siswa yang menjawab salah skor 0. Tes ini telah diujicobakan dan digunakan kembali oleh Asyiriani Ishak di SMP Negeri Mappakasunggu Kabupaten Takalar n • = Jumlah Sampel Rumus standar deviasi: 2 dengan reliabilitas 0,607. 2. Hasil belajar fisika Untuk mendapatkan data mengenai hasil belajar (Arif Tiro, 2008:171) fisika dalam penelitian ini digunakan instrumen berbentuk tes objektif (pilihan ganda) dengan 4 Keterangan: alternatif jawaban untuk masing-masing item tes, satu diantaranya adalah jawaban yang benar dan yang lainnya pengecoh. Instrumen ini diujicoba sebelum digunakan dalam penelitian untuk mengetahui validitas dan reliabilitas tes tersebut. • F. Teknik Analisis Data R Untuk mengolah data hasil penelitian dilakukan dengan menggunakan dua macam analisis statistik yaitu analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Rumus Rentang • = skor terbesar – skor terkecil Kategori Untuk menentukan kategori kreativitas belajar fisika dengan hasil belajar fisika dilakukan dengan mengambil acuan dari skor rata-rata dan standar deviasi, sehingga dapat ditentukan klasifikasi kategori: 1. Analisis Statistik Deskriptif Analisis statistik desktiptif digunakan untuk memberikan diperoleh. gambaran Analisis umum statistik data yang deskriptif yang digunakan meliputi rata-rata, rentang, standar deviasi dan kategori dengan rumus sebagai berikut: • 1. Kategori tinggi = di atas (rata-rata + 1 standar deviasi) 2. Kategori sedang = antara (rata-rata + 1 standar deviasi) dengan (Rata-rata – 1 standar deviasi) 3. Kategori rendah = dibawah (rata-rata – 1 standar deviasi) Rumus Rata-rata: (Arikunto, 2003: 264) 2. Analisis Statistik Inferensial (Arif Tiro, 2008:120) Keterangan: Sebelum pengujian hipotesis penelitian, terlebih dahulu dilakukan uji prasyarat analisis. 1. Uji Prasyarat Analisis Uji prasyarat analisis meliputi uji normalitas dan uji linieritas. JSPF Vol. 31, Mei 2011 | 10
  11. 11. a) Uji Normalitas Uji b) Uji Linieritas dan Signifikansi frekuensi Untuk mengetahui kelinieran dari dua data dilakukan untuk mengetahui normal atau yang dikolerasikan, diperlukan uji linieritas melalui tidaknya distribusi data yang menjadi syarat langkah-langkah sebagai berikut: untuk menentukan jenis statistik apa yang Menentukan nilai a dan b dari persamaan: dipakai normalitas dalam distribusi analisis lebih lanjut. Uji Ŷ = a + bX normalitas data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara uji chi-kuadrat dengan rumus: (Riduwan, 2007: 124) Jika terlebih dahulu dihitung koefisien b, maka koefisien a dapat pula ditentukan dengan rumus: Keterangan: = frekuensi yang diharapkan (Sudjana, 2005:315) = frekuensi dari hasil penelitian Untuk menguji Keterangan: normalitas, membandingkan kita dengan a = Konstanta untuk dan derajat kebebasan (dk) = n- b = Koefisien arah regresi linier 1, dengan kriteria pengujian sebagai berikut: Jika artinya distribusi data tidak normal, Jika artinya data berdistribusi normal Tabel 3.3. Daftar Ringkasan analisis variansi variabel X dan Y untuk uji linieritas persamaan Ŷ = a + bX derajat Rata-rata Jumlah Jumlah Kuadrat Sumber variansi kebebasan Kuadrat Fhitung (JK) (dk) (RJK) Total n Regresi (a) Regresi (b/a) Residu 1 1 n-2 Tuna Cocok k-2 R Kekeliruan n-k JSPF Vol. 31, Mei 2011 | 11
  12. 12. Persamaan-persamaan yang dalam daftar di atas diperoleh melalui rumusrumus berikut: yang akan dipakai menguji tuna cocok tercantum regresi linier. Dalam hal ini hipotesis model regresi linier jika Fh < F (1-α)(k-2,n-k). Untuk uji signifikansi digunakan rumus: • Dimana kriteria pengujian: • Terima hipotesis signifikansi jika Fh F (1-α)(1,n-2). (Riduwan, 2007:128) • • 2. Uji Hipotesis Penelitian • Untuk mengetahui ada atau tidaknya korelasi antara kedua macam variabel digunakan analisis • koefisien korelasi product moment sebagai berikut: r= • n.∑ XY − ( ∑ X )( ∑Y ) {n.∑ X 2 − (∑ X ) 2 }{n.∑Y 2 − ( ∑Y ) Keterangan : • r = Koefisien korelasi X = Kreativitas belajar fisika • Y = Hasil belajar fisika n = Jumlah sampel Hipotesis statistik: Ho : β1 = 0 (tidak ada hubungan) • H1 : β1 ≠ 0 (ada hubungan) Kriteria pengujian: • = Tolak Ho jika rhitung Terima Ho jika rhitung JSPF Vol. 31, Mei 2011 | 12 rtabel dan rtabel 2 }
  13. 13. Untuk mengetahui signifikansi korelasi digunakan a. Variabel Kreativitas Belajar fisika uji t dengan rumus: Dari hasil analisis deskriptif sebagaimana ( n − 2) tercantum pada lampiran D (halaman 78), maka t= r (1 − r ) rangkuman statistik skor kreativitas belajar fisika 2 siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Sinjai Utara Tahun Keterangan : Ajaran 2010-2011 dapat disajikan pada Tabel 4.1 t = Nilai t hitung berikut: n = Jumlah sampel Tabel 4.1. Statistik Kreativitas Belajar Fisika Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Sinjai Utara Tahun Ajaran 2010-2011 r = Koefisien korelasi Kriteria pengujian: Terima Ho jika - ttabel < thitung < ttabel Dengan dk = n – 2, dalam hal lainnya Ho ditolak (Sudjana, 2005:380) Koefisien determinasi merupakan angka yang menunjukan berapa persen variansi nilai variabel terikat (Y) dapat dijelaskan oleh varibel bebas (X). Koefisien determinasi dinyatakan dengan r 2 yang dinyatakan dalam persen (r2 x 100%). (Riduwan, 2007:139) IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Analisis statistik deskriptif digunakan untuk No. 1 2 3 4 5 6 7 Skor Statistik Jumlah sampel Rata-rata Skor minimum Skor maksimum Rentang Varians Standar deviasi rata-rata Skor 48 15,79 10 22 12 12,81 3,58 kreativitas belajar fisika responden penelitian adalah 15,79 dari skor ideal yang mungkin dicapai 30 dengan standar deviasi 3,58. Ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Sinjai Utara Tahun Ajaran 2010-2011 yang dijadikan sampel mendeskripsikan karakteristik distribusi skor dari penelitian memiliki kreativitas sebesar 52,64% masing-masing variabel yang diperlukan dan dari kreativitas tertinggi yang mungkin dimiliki. jawaban dari penelitian. Selanjutnya kategori kreativitas belajar fisika Statistik tersebut terdiri atas jumlah sampel, rata- dibedakan atas kategori rendah, sedang, tinggi rata, skor minimum, skor maksimum, rentang, diuraikan dalam Tabel 4.2, maka hasilnya dapat standar deviasi dan kategori. dipaparkan sebagai berikut: Pengujian rumusan hipotesis masalah penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik statistik inferensial, yakni analisis regresi sederhana dan korelasi product moment. Seluruh perhitungan analisis data tersebut perangkat dilakukan komputer dengan dengan bantuan menggunakan program excel. Print out hasil analisis data tersebut dilampirkan pada lampiran D. A. Hasil Penelitian 1. Analisis Statistik Deskriptif JSPF Vol. 31, Mei 2011 | 13 Tabel 4.2. Frekuensi dan Persentase Kreativitas Belajar Fisika Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Sinjai Utara Tahun Ajaran 2010-2011 N Persenta Kategor Skor Frekuensi o se (%) i 1 < 12 7 14,58 Rendah 2 12 - 19 33 68,75 Sedang 3 > 19 8 16,67 Tinggi Jumlah 48 100 Berdasarkan Tabel 4.2 di atas dapat dikemukakan kategori tingkat kreativitas belajar fisika siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Sinjai Utara
  14. 14. Tahun Ajaran 2010-2011 yang dijadikan sampel Ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan siswa penelitian yang terdiri dari 48 responden terdapat kelas VIII SMP Negeri 1 Sinjai Utara Tahun Ajaran 7 orang (14,58%) memiliki kreativitas kategori 2010-2011 yang dijadikan sampel penelitian rendah, 33 orang (68,75%) memiliki kreativitas memiliki hasil belajar sebesar 62,25% dari hasil dalam kategori sedang, dan 8 orang (16,67%) belajar tertinggi yang mungkin dimiliki. orang memiliki kreativitas kategori tinggi. Dengan Selanjutnya kategori hasil belajar fisika demikian rata-rata skor kreativitas belajar fisika dibedakan atas kategori rendah, sedang, tinggi responden berada pada kategori sedang. diuraikan dalam Tabel 4.4, maka hasilnya dapat Grafik 4.1 Frekuensi Kreativitas Belajar Fisika Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Sinjai Utara Tahun Ajaran 2010-2011 dipaparkan sebagai berikut: Tabel 4.4. Frekuensi dan Persentase Belajar Fisika Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Sinjai Utara Tahun Ajaran 2010-2011 N Skor Frekuensi Persenta Kategori o se (%) 1 < 12 9 18,75 Rendah 2 12 - 20 35 72,92 Sedang 3 > 20 4 8,33 Tinggi Jumlah 48 100 Berdasarkan Tabel 4.4 di atas dapat dikemukakan kategori hasil belajar fisika siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Sinjai Utara Tahun Ajaran 2010-2011 yang dijadikan sampel penelitian yang terdiri dari 48 responden terdapat 7 orang b. Variabel Hasil Belajar Fisika (18,75%) memiliki hasil belajar kategori rendah, Dari hasil analisis deskriptif sebagaimana 33 orang (72,92%) memiliki hasil belajar dalam tercantum pada lampiran D (halaman 78), maka kategori sedang, dan 8 orang (8,33%) orang rangkuman statistik hasil belajar fisika siswa kelas memiliki hasil belajar kategori tinggi. Dengan VIII SMP Negeri 1 Sinjai Utara Tahun Ajaran demikian 2010-2011 dapat disajikan pada Tabel 4.4 berikut: responden berada pada kategori sedang. rata-rata skor hasil belajar fisika Tabel 4.3.Statistik Hasil Belajar Fisika Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Sinjai Utara Tahun Ajaran 2010-2011 No. Statistik Skor 1 Jumlah sampel 48 2 Rata-rata 15,56 3 Skor minimum 7 4 Skor maksimum 23 5 Rentang 16 6 Varians 15,78 7 Standar deviasi 3,97 Grafik 4.2 Frekuensi Hasil Belajar Fisika Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Sinjai Utara Tahun Ajaran 2010-2011 Skor rata-rata hasil belajar fisika responden yaitu kelompok data (X) untuk variabel kreativitas penelitian adalah 15,56 dari skor ideal yang belajar fisika dan kelompok data (Y) untuk mungkin dicapai 25 dengan standar deviasi 3,97. variabel hasil belajar fisika siswa. Penghitungan JSPF Vol. 31, Mei 2011 | 14 2. Analisis Statistik Inferensial a. Pengujian Persyaratan Analisis 1) Uji Normalitas Data yang perlu diuji normalitas distribusi frekuensi dalam penelitian ini ada dua kelompok,
  15. 15. 2) Uji Linieritas dan Signifikansi Uji linieritas ditentukan dengan menentukan nilai a dan b pada persamaan regresi: Ŷ = a + b X, dari perhitungan persamaan regresi seperti yang diuraikan pada lampiran G (halaman 91) diperoleh persamaan: Ŷ = 3,712+ uji normalitas distribusi ini menggunakan rumus Chi-kuadrat selengkapnya diuraikan pada X Nilai konstanta 3,712 menunjukkan besarnya nilai variabel hasil belajar jika variabel kreativitas lampiran F. adalah 0. Sedangkan nilai 0,750 a) Pengujian normalitas data Kreativitas belajar besarnya perubahan variabel hasil belajar jika fisika siswa. Hasil menunjukkan variabel kreativitas berubah sebesar satu satuan. pengujian normalitas dengan Dari hasil perhitungan data pada lampiran G menggunakan rumus Chi-kuadrat diperoleh nilai diperoleh nilai = 6,1328 dan = dengan k = 7 pada taraf signifikan α =0,05. Terlihat bahwa untuk hubungan antara kreativitas dengan hasil belajar fisika siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Sinjai Utara sebesar 1,996; sedangkan Ftabel untuk α = 0,05 dengan dk pembilang 11 dan dk penyebut 35 diperoleh F tabel < menunjukkan data kreativitas sebesar 2,07. Berdasarkan hasil tersebut maka belajar fisika siswa berasal dari populasi yang nilai Fhitung lebih kecil dari nilai Ftabel sehingga data berdistribusi normal. (Pengujian selengkapnya kreativitas terhadap hasil belajar fisika siswa kelas dapat dilihat pada lampiran F1 halaman 85). VIII SMP Negeri 1 Sinjai Utara mempunyai model b) Pengujian normalitas data hasil belajar fisika linier. Dari hasil perhitungan uji signifikansi pada siswa. Hasil pengujian normalitas dengan menggunakan rumus Chi-kuadrat diperoleh nilai lampiran G diperoleh nilai Fhitung sebesar sedangkan Ftabel untuk α = 0,05 untuk dk = 46 yaitu = 5,288 dan = 4,05. Dari hasil tersebut memberikan dengan konsekuensi bahwa terdapat hubungan yang k = 6 pada taraf signifikan α =0,05. Terlihat bahwa signifikan antara kreativitas dengan hasil belajar fisika siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Sinjai Utara < menunjukkan data kreativitas belajar fisika siswa berasal dari populasi yang berdistribusi normal. (Pengujian selengkapnya dapat dilihat pada lampiran F2 halaman 88 ). JSPF Vol. 31, Mei 2011 | 15 . 3) Pengujian Hipotesis Setelah dilakukan uji normalitas dan uji linieritas serta uji keberartian regresi, maka dapat diketahui bahwa semua data berdistribusi normal dan
  16. 16. hubungan antar variabel Selanjutnya digunakan uji bersifat koefisien linier. Secara umum tingkat kreativitas responden product berada dalam kategori sedang dengan persentase moment untuk menguji hipotesis. 52,64% dari kreativitas tertinggi yang mungkin Dari hasil uji koefisien korelasi product dimiliki. Hal ini merupakan suatu hal yang cukup moment pada lampiran H (halaman 97) di peroleh baik mengingat kreativitas merupakan sebagai nilai r yaitu 0,676 selanjutnya nilai rhitung ini salah satu aspek dari fungsi kognitif yang dibandingkan dengan nilai rtabel, dengan n = 48 berperan dalam prestasi siswa di sekolah, seperti dan α = 0,05 maka diperoleh nilai r tabel sebesar yang diungkapkan oleh J.P. Guilford dalam 0,284. Jadi nilai rhitung lebih besar dari nilai r tabel Desmita (2005:176) yang dalam hal ini dapat sehingga untuk dilihat dari hasil belajar siswa yang dicapai. menolak Ho (tidak ada hubungan) dan menerima Dengan tingkat kreativitas ini berarti secara umum H1 (ada hubungan). Nilai r ini juga menunjukan siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Sinjai Utara adanya korelasi yang kuat antara kreativitas mampu menegembangkan dan memanfaatkan dengan potensi yang dimilikinya secara kompleks untuk memberikan hasil konsekuensi belajar fisika, dengan derajat hubungan 67,6%. menyelesaikan Dari hasil uji signifikansi korelasi dengan menggunakan uji t diperoleh nilai thitung sebesar berbagai permasalahan dan tantangan yang dihadapi dalam belajar fisika atau dengan kata lain secara umum siswa sudah mempunyai kemampuan berfikir kreatif. sedangkan ttabel untuk dk = 46 diperoleh sebesar (hasil interpolasi). Dengan demikian nilai thitung tidak terletak pada interval < thitung < memberikan hubungan . Dari hasil tersebut konsekuensi yang bahwa signifikan antara terdapat kreativitas Sebagai produk dari berfikir kreatif, kreativitas menurut Lumsdaine dalam Tim Dosen LPTK (2008:5) adalah mempergunakan imaginasi dan berbagai kemungkinan yang diperoleh dari interaksi dengan ide atau gagasan, orang lain dan lingkungan untuk membuat koneksi dan hasil yang baru serta mengembangkan bermakna. pemikiran Artinya alternatif atau dengan hasil belajar fisika siswa kelas VIII SMP kemungkinan dengan berbagai cara sehingga Negeri 1 Sinjai Utara Tahun Ajaran 2010-2011. mampu melihat sesuatu dari berbagai sudut Adapun koefisien determinasi untuk mengetahui besar kecilnya sumbangan kreativitas terhadap hasil belajar fisika siswa sebesar pandang. Menurut Robert J Sternberg (http://akhmadsudrajat.wordpress.com), dalam seorang 45,68%. siswa dikatakan memiliki kreativitas di kelas B. Pembahasan Hasil Penelitian manakala mereka senatiasa menunjukkan: (1) Berdasarkan hasil pengujian yang telah merasa penasaran dan memiliki rasa ingin tahu, diuraikan di atas, maka terbukti bahwa kreativitas mempertanyakan dan menantang serta tidak dalam belajar fisika mempunyai hubungan yang terpaku signifikan terhadap hasil belajar fisika siswa. memiliki kemampuan berfikir lateral dan mampu Uraian selengkapnya adalah sebagai berikut. membuat hubungan-hubungan diluar hubungan JSPF Vol. 31, Mei 2011 | 16 pada kaidah-kaidah yang ada; (2)
  17. 17. yang lazim; (3) memimpikan tentang sesuatu, yaitu: (1) menciptakan rasa aman kepada anak; dapat (2) mengakui dan menghargai gagasan-gagasan membayangkan, melihat berbagai kemungkinan, bertanya “ apa jika seandanya” anak; (what if?), dan melihat sesuatu dari sudut divergensinya dalam berfikir dan bersikap, dan pandang yang bukan berbagai pemikiran berbeda; dan (4) mengeksplorasi pilihan, memainkan (3) membantu malah anak memahami menghukumnya; (4) menjadi pendorong bagi anak untuk mengomunikasikan ideanya, mencobakan alternatif-alternatif dengan dan melalui pendekatan yang segar, memelihara menciptakan rasa aman dan nyaman didalam pemikiran kelas tampa ada tekanan dan ketegangan. yang pemikirannya terbuka untuk dan memodifikasi memperoleh hasil mewujudkan gagasan-gagasannya; (5) yang Apabila falsafah diatas dikembangkan dengan kreatif; dan (5) merefleksi secara kritis atas setiap baik oleh guru niscaya kreativitas siswa akan gagasan, tindakan dan hasil-hasil, meninjau ulang berkembang dengan baik. kemajuan yang telah dicapai, mengundang dan Hasil belajar fisika siswa kelas VIII SMP memanfaatkan umpan balik, mengkritik secara Negeri 1 Sinjai Utara yang dijadikan sampel konstruktif dan dapat melakukan pengamatan dalam penelitian ini secara umum juga berada secara cerdik. dalam kategori sedang dengan persentase Kreativitas mengekspresikan kualitas solusi 62,252% dari hasil belajar tertinggi yang mungkin penyelesaian masalah. Kunci kreativitas adalah dimiliki. Hasil belajar ini merupakan realisasi dari kemampuan menilai permasalahan dari berbagai kecakapan-kecakapan potensial atau kapasitas sudut pandang sehingga menjadi solusi yang atau pengetahuan yang dimiliki siswa setelah lebih baik. proses belajar berlangsung. Tingkat kreativitas siswa yang berada dalam Penguasaan hasil belajar fisika siswa dapat kategori sedang juga tidak lepas dari peran guru dilihat dari penguasaan siswa terhadap materi sebagai pengajar yang bias membantu atau pelajaran yang telah ditempuh atau dipelajarinya. mendorong munculnya kreativitas siswa. Sesuai Dan diukur dengan tes hasil belajar dalam ranah dengan hasil pengamatan, ada beberapa kegiatan kognitif. Tingkat penguasaan materi atau hasil yang dilakukan guru yang dapat mendorong belajar ini dilambangkan dengan angka-angka. munculnya kreativitas siswa seperti: guru tidak Kategori sedang ini menunjukan bahwa terlalu mudah menyalahkan siswa ketika mereka secara umum siswa kelas VIII SMP Negeri 1 membuat Sinjai Utara sudah memiliki keterampilan dalam kesalahan, memberikan komentar- komentar positif berupa penghargaan dan pujian ranah bagi pemahaman dan penerapan. siwanya berprestasi yang serta bertindak menciptakan benar situasi dan yang bersahabat. kognitif pada tingkat pengetahuan, Kreativitas merupakan faktor psikologis yang bersifat non-intelektual, mempunyai peranan Hal ini sesuai dengan apa yang dikemukakan penting dalam kemajuan belajar siswa. Dalam oleh Supriadi dalam Ali (2004:58) bahwa sejumlah suasana belajar yang kompetitif tanpa kreativitas bantuan untuk maka seorang siswa akan tertinggal dari siswa anak, siswa yang membimbing dapat digunakan perkembangan JSPF Vol. 31, Mei 2011 | 17 kreativitas lain yang mampu mengembangkan
  18. 18. kreativitasnya. Hasil penelitian dari dua pakar psikolog dari universitas Chicago, Getzelz dan V. PENUTUP A. Simpulan Jackson, mengemukakan bahwa kelompok siswa yang kreativitasnya tinggi memiliki prestasi 1. Kreativitas belajar fisika siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Sinjai Utara Tahun Ajaran 2010-2011 sekolah yang tidak berbeda dengan kelompok secara umum berada pada kategori sedang. siswa yang intelegensinya relatif lebih tinggi. Penelitian Utami Munandar terhadap siswa SD 2. Hasil belajar fisika siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Sinjai Utara Tahun Ajaran 2010-2011 dan SMP, juga menunjukan bahwa kreativitas sama absahnya seperti inteligensi prediktor dari prestasi sekolah. Jika efek dari intelegensi dieliminasi, hubungan secara umum berada pada kategori sedang. sebagai 3. Kreativitas belajar fisika memiliki hubungan positif yang signifikan terhadap hasil belajar antara fisika siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Sinjai kreativitas dan prestasi sekolah tetap substansial Utara (Desmita, 2005: 177). semua siswa. Kreativitas siswa 2010-2011 dimana hasil belajar fisika. berorientasi kepada pencapaian hasil belajar yang oleh Ajaran kreativitas berpengaruh 45,68 % terhadap Kegiatan belajar pembelajaran di sekolah tinggi Tahun B. Saran memperoleh peluang untuk berkembang di dalam iklim belajar pembelajaran yang kondusif maka 1. Disarankan kepada guru mata pelajaran fisika khususnya guru kelas VIII SMP Negeri 1 tentu saja hasil belajar yang tinggi dapat dicapai. Sinjai Karena kreativitas mendorong aktualisasi potensi hasil belajar metode yang belajar fisika. Berdasarkan analisis data diperoleh kofisien 2. Disarankan kepada peneliti lain untuk melanjutkan penelitian ini dan memperluas korelasi sebesar 0,676, hal menunjukan bahwa hubungan dapat mengajar yang dapat mendorong kreativitas mempunyai hubungan yang positif. terdapat mengajar tepat atau menerapkan beberapa falsafah belajar siswa dengan demikian jelas bahwa antara dengan dalam menerapkan strategi maupun yang dimiliki siswa. Kreativitas menentukan hasil kreativitas Utara yang signifikan fokus kajian penelitian. antara kreativitas belajar dengan hasil belajar fisika siswa DAFTAR PUSTAKA kelas VIII SMP Negeri 1 Sinjai Utara Tahun ajaran 2010-2011 dengan derajad hubungan sebesar 67,6 %. Dimana kreativitas berpengaruh 45,68% terhadap hasil belajar fisika sedangkan 54,32% lainnya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak ikut diselidiki dalam penelitian ini seperti: penguasaan materi, tingkat intelegensi, motivasi siswa, target kurikulum maupun sarana dan prasarana yang ada di sekolah. JSPF Vol. 31, Mei 2011 | 18 Akbar, Reni, dkk. 2001. Kreativitas. Jakarta: PT. GRASINDO (Gramedia Widiasarana Indonesia) Ali, Mohammad. Mohammad Asrori. 2004. Psikologi Remaja Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: PT. Bumi Aksara. Ali, dkk. 1990. Bimbingan Belajar.Bandung: Sinar Baru Alma, Buchari. 2008. Kewirausahaan. Bandung: Alfabeta.
  19. 19. Anonim. 2010. Pengertian Faktor-faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar. (online). (http://belajarpsikologi.com. Diakses tanggal: 10 Oktober 2010) Arikunto Suharsimi. 2003. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Rineka Cipta: Jakarta Dahar, Ratna Wilis. 1988. Teori-Teori Belajar. Bandung: PT. Erlangga. Desmita. 2005. Psikologi Perkembangan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya Haling. 2007. Belajar Makassar: Badan Negeri Makassar. dan Pembelajaran. Penerbit Universitas Hamalik, Oemar. 2004. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: PT.Bumi Aksara. Mangunhardjana A. M. 1986. Membangun Kreativitas. Jakarta : PT. Rineka Cipta Poerwadarminta W.J.S. 1994. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta : PN Balai Pustaka. Riduwan. 2007. Belajar Alfabeta: Bandung Mudah Penelitian. Saputro, Dwi. 2006. Meningkatkan Kreativitas dan Hasil Belajar Siswa Melalui Penerapan Pembelajaran Kooperatif Student Teams Achievement Divisions (STAD), Skripsi. FMIPA Universitas Negeri Semarang. Sudjana. 2005. Jakarta Metode Statistika. Erlangga: Sudrajat, Akhmad. 2008. Kreativitas di Sekolah (online). (http://akhmadsudrajat.wordpress.com. Diakses tanggal: 07 Maret 2011) Supriadi, Dedi. 1997.Kreativitas, Kebudayaan, dan Pengembangan Iptek. Bandung : Depdikbud – PT Alfabeta. Tim Dosen LPTK. 2008. Kreativitas. Jakarta: Direktorat Tenaga Kependidikan Tiro, Muhammad Arif. 2008. Dasar-dasar Statistika. Makassar: Andira Publisher JSPF Vol. 31, Mei 2011 | 19

×