Substansi Materi Pembelajaran   Bahasa Indonesia di SD.   Substansi berasal dari bahasa Inggris“substance” dan bersumber d...
Menurut KUBI, 1989:862 : Substansi berarti isi, pokok, inti, watak yang sebenarnya dari sesuatu.Mengkaji substansi materi ...
Substansi materi ini diperlukan:Adanya pengetahuan pendukung:a. Pengetahuan tentang kebahasaanb. Kemampuan berbahasac. Kes...
Kemampuan berbahasa : tatanan pemahaman (menyimak & membaca) atau penggunaan (berbicara & menulis).Keterampilan menyimak d...
Pembelajaran bahasa diarahkan untuk:1. Meningkatkan kemampuan   berkomunikasi Bahasa Indonesia   secara lisan tulis pesert...
Pembelajaran Bahasa Indonesia di SD selain dapat menunjang keberhasilan peserta didik dalam mempelajari semua bidang studi...
Melalui aspek mendengarkan diharapkan mampu memahami wacana lisan berbentuk perintah, penjelasan, petunjuk, pesan, pengumu...
Melalui aspek berbicara diharapkan:1. Dapat menggunakan wacana lisan untuk   mengungkapkan pikiran, perasaan, dan   inform...
Melalui aspek membaca diharapkan:1. Dapat menggunakan berbagai jenis   membaca.2. Memahami wacana berupa petunjuk,   teks ...
Melalui aspek menulis diharapkan dapat melakukan berbagai jenis kegiatan menulis untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, da...
Strategi Pengembangan Kemampuan     Berbahasa Indonesia SDStrategi → Siasat PerangStrategi pembelajaran diartikan sebagai ...
I. Pendekatan → cara umum memandang  sesuatu yang bersifat asiomatik artinya  kebenarannya tidak perlu  diperdebatkan. Pen...
Teori tersebut:1. Behaviorisme → Teori yang   beranggapan bahwa kunci pelaku   belajar adalah peniruan model / teori   pem...
2. Kognitivisme → Teori pembelajaran yang  beranggapan bahwa setiap anak  mempunyai peranan aktif dalam belajar.  Artinya ...
3. Kontruktivisme → Teori pembelajaran  yang beranggapan bahwa pengetahuan  adalah hasil kontruksi / bentukan  manusia. Ba...
II. Metode  Metode bersifat prosedural artinya metode  merupakan penerapan teori-teori  pembelajaran yang penyajiannya dit...
III. Teknik  Antony (1965) menyatakan bahwa teknik  bersifat implementasional artinya  sesuatu yang benar-benar terjadi di...
Rancangan Pembelajaran     Bahasa Indonesia SDRancangan pembelajaran disusun untuk diimplementasikan dalam proses pembelaj...
Menurut Permen nomer 27 th 2006 tentangstandar isi pelaksanaannya menggunakanprinsip-prinsip:1. Peserta didik harus mendap...
Rancangan           dengan    Metode Whole LanguagePendekatan Whole Language didasari  oleh faham konstruktivisme.Peserta ...
Karakteristik Whole LanguageWhole Language → pendekatan pembelajaran  bahasa yang penyajiannya secara utuh  (Weaver,1992)....
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Pertemuan 1

546 views

Published on

  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Pertemuan 1

  1. 1. Substansi Materi Pembelajaran Bahasa Indonesia di SD. Substansi berasal dari bahasa Inggris“substance” dan bersumber dan bahasa latin“substantia” yang berarti bahan hakekat, inti atau isi (Bagus, 2002:LOSI)
  2. 2. Menurut KUBI, 1989:862 : Substansi berarti isi, pokok, inti, watak yang sebenarnya dari sesuatu.Mengkaji substansi materi ajar Bahasa Indonesia di SD berarti menyelidiki dengan pikiran apa yang menjadi isi pokok atau inti dari materi ajar tersebut.
  3. 3. Substansi materi ini diperlukan:Adanya pengetahuan pendukung:a. Pengetahuan tentang kebahasaanb. Kemampuan berbahasac. KesastraanKebahasaan: lafal, ejaan, tanda baca, kosa kata, struktur, paragraf atau wacana.
  4. 4. Kemampuan berbahasa : tatanan pemahaman (menyimak & membaca) atau penggunaan (berbicara & menulis).Keterampilan menyimak dan membaca merupakan keterampilan yang bersifat reseptif.Keterampilan menulis dan berbicara merupakan keterampilan yang bersifat produktif.Kesastraan : tatanan puisi, prosa atau drama
  5. 5. Pembelajaran bahasa diarahkan untuk:1. Meningkatkan kemampuan berkomunikasi Bahasa Indonesia secara lisan tulis peserta didik.2. Menimbulkan apresiasi terhadap karya sastra Indonesia dan karya intelektual bangsa sendiri.
  6. 6. Pembelajaran Bahasa Indonesia di SD selain dapat menunjang keberhasilan peserta didik dalam mempelajari semua bidang studi yang diajarkan di sekolahnya, juga memiliki peran sentral dalam perkembangan intelektual, sosial, dan emosional peserta didik.
  7. 7. Melalui aspek mendengarkan diharapkan mampu memahami wacana lisan berbentuk perintah, penjelasan, petunjuk, pesan, pengumuman, berita, deskripsi berbagai peristiwa dan benda di sekitar, serta karya sastra yang berbentuk dongeng, puisi, cerita, drama, pantun dan cerita rakyat.
  8. 8. Melalui aspek berbicara diharapkan:1. Dapat menggunakan wacana lisan untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi dalam kegiatan perkenalan, tegur sapa, percakapan sederhana, wawancara, percakapan telepon, diskusi, deskripsi, peristiwa dan benda sekitar.2. Memberi petunjuk, deklamasi, cerita, pelaporan hasil pengamatan.3. Memahami isi buku, dan berbagai karya sastra untuk anak yang berbentuk dongeng, pantun, drama dan puisi.
  9. 9. Melalui aspek membaca diharapkan:1. Dapat menggunakan berbagai jenis membaca.2. Memahami wacana berupa petunjuk, teks panjang dan berbagai karya sastra untuk anak berbentuk dongeng, pantun, drama dan puisi.
  10. 10. Melalui aspek menulis diharapkan dapat melakukan berbagai jenis kegiatan menulis untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi dalam bentuk karangan sederhana, petunjuk, surat, pengumuman, dialog, formulir, teks pidato, laporan, ringkasan, serta berbagai karya sastra untuk anak berbentuk cerita, puisi dan pantun.
  11. 11. Strategi Pengembangan Kemampuan Berbahasa Indonesia SDStrategi → Siasat PerangStrategi pembelajaran diartikan sebagai rencana yang cermat mengenai suatu kegiatan untuk mencapai tujuan (KUBI,1989:859). Strategi pembelajaran erat skali hubungannya dengan pendekatan, metode dan teknik.
  12. 12. I. Pendekatan → cara umum memandang sesuatu yang bersifat asiomatik artinya kebenarannya tidak perlu diperdebatkan. Pendekatan menunjukkan suatu pandangan atau filsafat yang diyakini walaupun tidak selalu dapat dibuktikan kebenarannya. Pendekatan dipengaruhi oleh perkembangan teori dalam ilmu psikologi.
  13. 13. Teori tersebut:1. Behaviorisme → Teori yang beranggapan bahwa kunci pelaku belajar adalah peniruan model / teori pemodelan. Teori ini mengajarkan adanya : 1. stimulus / rangsangan 2. respon / pemahaman 3. reinsfacenent / tanggapan
  14. 14. 2. Kognitivisme → Teori pembelajaran yang beranggapan bahwa setiap anak mempunyai peranan aktif dalam belajar. Artinya peserta didik akan belajar dengan baik jika pengatur kemajuan belajar dipresentasikan dengan baik dan tepat.Proses belajar akan berjalan dengan baik dan kreatif jika peserta didik diberi kesempatan untuk menemukan suatu aturan.
  15. 15. 3. Kontruktivisme → Teori pembelajaran yang beranggapan bahwa pengetahuan adalah hasil kontruksi / bentukan manusia. Bagi teori kontruktivisme aktifitas keingintahuan peserta didik harus dimotivasi dan dipupuk karena sangat berperan dalam perkembangan pengetahuannya.
  16. 16. II. Metode Metode bersifat prosedural artinya metode merupakan penerapan teori-teori pembelajaran yang penyajiannya ditentukan oleh berbagai faktor seperti usia peserta didik, tujuan pembelajaran, pengalaman kebahasaan peserta didik sebelumnya, bahasa ibu. Hamid (1987) menyatakan bahwa tidak ada satupun metode terbaik untuk segala situasi. Oleh sebab itu para guru tidak usah terlalu fanatik terhadap metode yang dianutnya. Campuran beberapa metode dapat saja menjadi sajian yang lebih sedap dan menarik.
  17. 17. III. Teknik Antony (1965) menyatakan bahwa teknik bersifat implementasional artinya sesuatu yang benar-benar terjadi di kelas. Teknik → tingkat penguraian prosedur tersendiri dan terperinci tentang cara pembelajaran bahasa dalam kelas.Teknik pembelajaran harus konsisten dengan metode, dan selaras dengan pendekatan.
  18. 18. Rancangan Pembelajaran Bahasa Indonesia SDRancangan pembelajaran disusun untuk diimplementasikan dalam proses pembelajaran.Strateginya dilandasi oleh teori-teori yang dalam pembelajaran lazim disebut pendekatan, metode dan teknik.
  19. 19. Menurut Permen nomer 27 th 2006 tentangstandar isi pelaksanaannya menggunakanprinsip-prinsip:1. Peserta didik harus mendapatkan pelayanan pendidikan yang bermutu, serta memperoleh kesempatan untuk mengekspresikan dirinya secara bebas, dinamis dan menyenangkan.2. Peserta didik harus mendapatkan pelayanan yang bersifat perbaikan, pengayaan dan percepatan sesuai dengan potensi didik dengan tetap memperhatikan keterpaduan pengembangan pribadi peserta didik.
  20. 20. Rancangan dengan Metode Whole LanguagePendekatan Whole Language didasari oleh faham konstruktivisme.Peserta didik harus mengkonstruksi pengetahuannya sendiri sehingga dalam proses pembelajaran, aktivitas keingintahuan anak harus dimotivasi dan dipupuk karena sangat berperan dalam perkembangan pengetahuannya.
  21. 21. Karakteristik Whole LanguageWhole Language → pendekatan pembelajaran bahasa yang penyajiannya secara utuh (Weaver,1992). Artinya substansi materi yang berada pada tatanan kebahasaan(lafal, ejaan, tanda baca, kosa kata, struktur, paragraf, wacana)Bahasa merupakan kesastraan yang tidak dapat dipisahkan dalam penyajiannya.Penentuan bahan ajar dalam Whole Language diarahkan oleh konsepsi tentang kebahasaan dan nilai fungsionalnya bagi peserta didik dalam kehidupan sosial masyarakat.

×