Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PROGRAM STUDI PENDIDI...
IV. LATAR BELAKANG MASALAH
Pendidikan sudah menjadi suatu bagian yang tidak terpisahkan dari
kehidupan. Pendidikan akan me...
memberi ruang khusus bagi para remaja untuk menyalurkan hobi dan
bakat mereka agar lebih mendidik remaja Indonesia. Penana...
iuran dari orang tua dengan jumlah yang tidak memberatkan. Namun,
Guru pamong Community Learning Center (CLC) SMP Terbuka ...
bibit wirausaha siswa di Community Learning Center (CLC) Nabawan,
Sabah, Malaysia.
Berdasarkan uraian diatas, maka Penulis...
3. Melakukan upaya untuk mengatasi kendala dalam peningkatan
karakter kewirausahaan siswa di Community Learning Center (CL...
DAFTAR PUSTAKA
Strauss, Anselm & Juliet, C. 2009. Dasar-dasar Penelitian Kualitatif. Yogyakarta :
Pustaka Pelajar
Arikunto...
PENGESAHAN
Mahasiswa
Ira Puspita
K7412096
Mengetahui,
Ketua Program Studi Pendidikan Akuntansi
Dr. Susilaningsih, Mbus
NIP...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Mini Proposal Skripsi tentang Kewirausahaan di CLC Sabah Malaysia

3,214 views

Published on

tentang format mini proposal di fkip uns 2015

Published in: Education
  • Writing good research paper is quite easy and very difficult simultaneously. It depends on the individual skill set also. You can get help from research paper writing. Check out, please ⇒ www.WritePaper.info ⇐
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • Dating direct: ❶❶❶ http://bit.ly/39sFWPG ❶❶❶
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • Dating for everyone is here: ❶❶❶ http://bit.ly/39sFWPG ❶❶❶
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • Be the first to like this

Mini Proposal Skripsi tentang Kewirausahaan di CLC Sabah Malaysia

  1. 1. KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI Jl. Ir. Sutami 36A. Kotak Pos 56 Surakarta 57126 Telp/Fax (0271) 648939, 669124 MINI PROPOSAL I. IDENTITAS PENULIS Nama : Ira Puspita NIM : K7412096 Tahun : 2015 Pembimbing Akademik : Jaryanto, S.Pd, M.Si II. JUDUL PENELITIAN UPAYA PENINGKATAN KARAKTER KEWIRAUSAHAAN SISWA COMMUNITY LEARNING CENTER (CLC) DI PEMUKIMAN TENAGA KERJA INDONESIA (TKI) KOTA KINABALU, SABAH, MALAYSIA III. BIDANG ILMU Skripsi ini termasuk dalam bidang ilmu pendidikan.
  2. 2. IV. LATAR BELAKANG MASALAH Pendidikan sudah menjadi suatu bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan. Pendidikan akan mendorong manusia untuk terus berubah kearah yang lebih baik dan terus meningkatkan kompetensi diri, baik secara intelektual, emosional dan spiritual. Hal ini sesuai dengan UU No. 20 Tahun 2003 tentang SISDIKNAS yakni : “Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar siswa secara aktif mengembangkan diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.” Dewasa ini sekolah sebagai lembaga pendidikan formal hanya berfokus pada pengembangan kemampuan intelektual dan mengesampingkan pengembangan kompetensi emosional dan spiritual. Hal ini memicu peningkatan angka kenakalan remaja di Indonesia. Kenakalan remaja saat ini semakin menjalar dan sering terjadi di lingkungan masyarakat sekitar. Perilaku kenakalan seperti seks bebas, tawuran, penggunaan obat terlarang nampaknya sudah cukup melekat bagi remaja zaman sekarang. Sosiolog Robertus Robert menilai bahwa penangangan kenakalan remaja harus mendapatkan perhatian dari pemerintah Sebab, peran orangtua saja tidak bisa untuk membuka simpul masalah kenakalan remaja, (Metrotvnews, 13/12/14). Pendidikan karakter sebagai solusi dari kenakalan remaja telah menjadi isu hangat yang diperbincangkan masyarakat. Karakter tidak bisa diwariskan, karakter tidak bisa dibeli dan karakter tidak bisa ditukar. Karakter harus DIBANGUN dan DIKEMBANGKAN secara sadar hari demi hari dengan melalui suatu PROSES yang tidak instan. Karakter bukanlah sesuatu bawaan sejak lahir yang tidak dapat diubah lagi seperti sidik jari (www.pendidikankarakter.com). Oleh karena itu, tidak ada kata terlambat untuk menanamkan karakter yang baik kepada anak melalui pendidikan sekolah formal. Selain itu, peran pemerintah dibutuhkan dalam bentuk
  3. 3. memberi ruang khusus bagi para remaja untuk menyalurkan hobi dan bakat mereka agar lebih mendidik remaja Indonesia. Penanaman hal yang positif, dan lebih berguna bagi keluarga dan bangsa (Metrotvnews, 13/12/14). Karakter adalah ciri khas yang dimiliki oleh suatu benda atau individu. Ciri khas tersebut adalah asli dan mengakar pada kepribadian benda atau individu tersebut, serta merupakan “mesin” yang mendorong bagaimana seorang bertindak, bersikap, berucap, dan merespon sesuatu (Kertajaya, 2010). Pendidikan karakter dilakukan dengan menanamkan karakter tertentu pada anak didik. Pemukiman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia merupakan sebuah pemukiman yang terletak di tengah perkebunan kelapa sawit. Banyaknya Tenaga Kerja Indonesia yang mengajak anggota keluarga secara ilegal, menyebabkan pertumbuhan populasi Warga Negara Indonesia semakin meningkat. Saat ini ada lebih dari 50.000 anak-anak TKI usia sekolah dan belum semuanya memperoleh akses pendidikan. Sebelumya anak-anak Indonesia ini bersekolah di Sekolah Kebangsaan Malaysia, namun sejak 2002, kerajaan melarang anak-anak negara asing bersekolah di Sekolah Kebangsaan. Akibatnya banyak anak-anak Indonesia yang putus sekolah. Sebagai gantinya, pemerintah Malaysia menyerahkan urusan pendidikan anak-anak dari negara asing tersebut pada suatu lembaga yang bernama Humana Child Aid Society. Selanjutnya pada 2006 melalui MOU antara Indonesia dan Malaysia, Malaysia setuju atas upaya yang dilakukan pemerintah RI untuk membuka pusat-pusat bimbingan belajar khusus untuk anak-anak Indonesia. Sejak saat itu anak-anak Indonesia ada yang bersekolah di Humana dan ada pula yang bersekolah di pusat-pusat belajar yang didirikan pemerintah Indonesia (www.journal424.wordpress.com). Community Learning Center (CLC) merupakan sekolah Indonesia di Sabah Malaysia yang setara dengan SMP Terbuka. Biaya sekolah di CLC ditanggung oleh pemerintah Indonesia, perusahaan kelapa sawit dan
  4. 4. iuran dari orang tua dengan jumlah yang tidak memberatkan. Namun, Guru pamong Community Learning Center (CLC) SMP Terbuka Ladang Litang, Hakim mengaku sulit meminta anak-anak memilih bersekolah ketimbang bekerja di Ladang selama orang tua mengizinkan. Kesadaran untuk mengirim anak ke sekolah harus terus ditingkatkan, terutama melalui pembinaan-pembinaan terhadap pihak orang tua. Untuk anak-anak yang sudah lulus dari CLC pun juga banyak yang akhirnya kembali menjadi buruh diladang seperti orang tuanya. Pemberian bekal berupa softskill perlu diberikan kepada anak didik guna kehidupannya selepas dari sekolah di CLC. Untuk itu, sesuai dengan perkembangan pendidikan saat ini yang menuntut pendidikan karakter, maka karakter yang cocok untuk anak-anak TKI adalah karakter kewirausahaan, supaya tercipta anak yang mandiri dan pekerja keras. Hal ini sesuai dengan arti kata wirausaha dalam bukunya Riyanti, 2003, kata wirausaha dalam bahasa Indonesia merupakan gabungan dari kata “wira” yang artinya gagah berani, perkasa dan kata “usaha”, sehingga secara harfiah wirausahawan diartikan sebagai orang yang gagah berani atau perkasa dalam berusaha. Prof. Dr. H. Buchari Alma (2010) dan Kasmir, S.E., M.M. (2006) menyebutkan, ada beberapa karakter wirausaha, antara lain : percaya diri, memiliki visi dan tujuan yang jelas, kepemimpinan, keorisinilan, inisiatif dan selalu proaktif, berorientasi pada prestasi, berani mengambil resiko, kerja keras, bertanggung jawab, komitmen, dan korelasi yang baik. Karakter kewirausahaan tersebut sangat cocok jika ditanamkan pada diri siswa di Community Learning Center (CLC) di pemukiman TKI Nabawan, Sabah, Malaysia, yang notabene masih bermainset untuk menjadi buruh di perkebunan sawit. Fenomena yang terjadi saat ini, banyak siswa yang setelah lulus CLC, maka mereka kembali ke ladang sawit untuk menjadi buruh dengan gaji dibawah rata-rata. Oleh karena itu, dengan adanya penanaman jiwa kewirausahaan diharapkan dapat menumbuhkan bibit-
  5. 5. bibit wirausaha siswa di Community Learning Center (CLC) Nabawan, Sabah, Malaysia. Berdasarkan uraian diatas, maka Penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “UPAYA PENINGKATAN KARAKTER KEWIRAUSAHAAN SISWA COMMUNITY LEARNING CENTER (CLC) DI PEMUKIMAN TENAGA KERJA INDONESIA (TKI) NABAWAN, SABAH, MALAYSIA” V. RUMUSAN MASALAH Berdasarkan latar belakang yang sudah dijabarkan diatas, rumusan masalah yang diambil adalah sebagai berikut : 1. Bagaimana upaya Community Learning Center (CLC) di Nabawan, Sabah, Malaysia dalam mengembangkan karakter kewirausahaan pada siswa? 2. Apa saja kendala yang mengahambat upaya peningkatan karakter kewirausahaan siswa Community Learning Center (CLC) di Nabawan, Sabah, Malaysia? 3. Bagaimana upaya untuk mengatasi kendala dalam peningkatan karakter kewirausahaan siswa di Community Learning Center (CLC) Nabawan, Sabah, Malaysia? VI. TUJUAN PENELITIAN Tujuan penelitian yang ingin dicapai adalah : 1. Mengetahui upaya Community Learning Center (CLC) di Nabawan, Sabah, Malaysia dalam mengembangkan karakter kewirausahaan pada siswa. 2. Mengetahui kendala yang mengahambat upaya peningkatan karakter kewirausahaan siswa Community Learning Center (CLC) di Nabawan, Sabah, Malaysia.
  6. 6. 3. Melakukan upaya untuk mengatasi kendala dalam peningkatan karakter kewirausahaan siswa di Community Learning Center (CLC) Nabawan, Sabah, Malaysia. VII. MANFAAT PENELITIAN Manfaat penelitian ini diantaranya adalah : 1. Manfaat Teoritis Untuk menambah wawasan dan pengetahuan bagi mahasiswa tingkat program studi, jurusan, dan fakultas serta dapat menjadi bahan kajian bagi penelitian selanjutnya. 2. Manfaat Praktis Untuk memberikan masukan terhadap Community Learning Center (CLC) dalam melakukan penanaman karakter kewirausahaan melalui kegiatan ekstrakulikuler VIII. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif . pendekatan ini diarahkan pada latar belakang dan individu tersebut secara holistik (utuh). Jadi dalam hal ini tidak boleh mengisolasikan individu atau organisasi ke dalam variabel atau hipotesis, tetapi perlu memandangnya sebagai bagian dari suatu keputusan (Moleong, 2010:6)
  7. 7. DAFTAR PUSTAKA Strauss, Anselm & Juliet, C. 2009. Dasar-dasar Penelitian Kualitatif. Yogyakarta : Pustaka Pelajar Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta : PT. Rineka Cipta Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (SISDIKNAS) Miftahudin, Husen. 2014. Sosiolog : Kenakalan Remaja Perlu Perhatian Pemerintah. www.metrotvnews.com. Diakses tanggal 26 Mei 2015 Wibowo, Timoty. 2012. Peran Pendidikan Karakter dalam Melengkapi Kepribadian. www.pendidikankarakter.com. Diakses tanggal 26 Mei 2015 Paksi, Hendrik Pandu. 2013. Kedatangan Dubes RI untuk Malaysia di Ladang Sawit disambut dengan Ondel-ondel. www.journal424.wordpress.com. Diakses tanggal 26 Mei 2015 Alma, Prof. Dr. H. Buchari. 2008. Pengantar Bisnis : Edisi Revisi. Alfabeta : Bandung
  8. 8. PENGESAHAN Mahasiswa Ira Puspita K7412096 Mengetahui, Ketua Program Studi Pendidikan Akuntansi Dr. Susilaningsih, Mbus NIP. 195905301986032001 Pembimbing Akademik Jaryanto, S.Pd, M.Si NIP. 197609092005011001 Pembimbing l: ........................................................................... (..............................................) Pembimbing ll:........................................................................... (..............................................)

×