Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Pembukuan Ukm

93,500 views

Published on

Published in: Technology, Business
  • Follow the link, new dating source: ❶❶❶ http://bit.ly/2F90ZZC ❶❶❶
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • Sex in your area is here: ❶❶❶ http://bit.ly/2F90ZZC ❶❶❶
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • Dating for everyone is here: ♥♥♥ http://bit.ly/2Y8gKsI ♥♥♥
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • Dating direct: ❶❶❶ http://bit.ly/2Y8gKsI ❶❶❶
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • makasih yah. ijin share juga...
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here

Pembukuan Ukm

  1. 1. PEMBUKUAN SEDERHANA UKM
  2. 2. Mengapa Akuntansi <ul><li>Pernahkah anda mengalami hal seperti ini: </li></ul><ul><li>Saya membuka usaha 6 bulan lalu, kenapa sekarang seluruhnya modalnya habis tak tersisa? </li></ul><ul><li>Pelanggan makin banyak tapi saya tidak pernah tahu apakah bisnis saya menguntungkan atau tidak? </li></ul><ul><li>Sebagian besar usaha kecil dan menengah harus tutup bukan karena tidak adanya pembukuan. </li></ul>
  3. 3. Mengapa Akuntansi <ul><li>Jika anda membuka usaha mandiri maka anda harus dapat mencatat dan menganalisa hasil usaha anda </li></ul><ul><li>Untuk dapat mencatat dan menganalisa hasil usaha anda maka harus memahami akuntansi. </li></ul>You cannot manage what you cannot measure
  4. 4. Pentingnya Pengetahuan Akuntansi <ul><li>Dapat mengetahui apakah bisnis anda menguntungkan atau justru merugikan </li></ul><ul><li>Dapat membuat laporan keuangan yang diperlukan untuk memperoleh pendanaan dari pihak ketiga, misalnya dari Bank. </li></ul>
  5. 5. Laporan Keuangan <ul><li>Neraca </li></ul><ul><li>Laporan Laba Rugi </li></ul><ul><li>Laporan Arus Kas </li></ul>
  6. 6. Neraca, Laba Rugi, dan Laporan Arus Kas <ul><li>Neraca menjelaskan nilai Aset , Kewajiban dan Modal perusahaan pada suatu tanggal tertentu, mis 31 Desember 2008. </li></ul><ul><li>Laporan Laba Rugi memberikan informasi tentang aktivitas bisnis perusahaan, misalnya Penjualan , Beban , dan Laba atau Rugi Bersih . </li></ul><ul><li>Laporan Arus Kas menjelaskan tentang jumlah penerimaan dan pengeluaran kas perusahaan dalam satu periode beserta sumber-sumber nya. </li></ul>
  7. 7. Contoh Neraca
  8. 8. Contoh Laporan Laba Rugi
  9. 9. Basis Pencatatan Akuntansi <ul><li>Basis Kas: Pendapatan diakui (dicatat dalam pembukuan) ketika uang kas telah diterima dan beban diakui ketika sudah dibayar tanpa menunggu apakah kas sudah diterima atau belum. </li></ul><ul><li>Basis Akrual: Pendapatan diakui apabila telah terjadi tanpa memperhatikan apakah uang kas sudah diterima atau belum. Beban juga diakui setelah terjadi meski belum dibayarkan. </li></ul>
  10. 10. Keuangan Pribadi Vs Usaha <ul><li>Pencatatan keuangan usaha harus dipisahkan dengan keuangan pribadi. </li></ul><ul><li>Hal ini untuk mempermudah anda untuk menganalisa hasil usaha perusahaan. </li></ul><ul><li>Mencampur keuangan pribadi dan usaha membuat anda tidak bisa memastikan apakah kekayaan anda bertambah karena usaha anda memang menguntungkan atau dari sumber pendapatan lainnya </li></ul>
  11. 11. Konsep Objektivitas <ul><li>Pencatatan akuntansi harus didasari dengan bukti-bukti, misalnya: kwitansi dan tagihan dari pemasok . </li></ul><ul><li>Tanpa ada bukti, tidak ada pencatatan akuntansi. </li></ul>
  12. 12. Konsep Unit Pengukuran <ul><li>Kegiatan yang dicatat hanyalah kegiatan yang nilainya dapat diukur dengan uang . </li></ul><ul><li>Kegiatan yang tidak dapat diukur dengan uang tidak dicatat dalam pembukuan perusahaan. </li></ul>
  13. 13. Persamaan Akuntansi Aset = Kewajiban + Modal Pemilik Sumber daya yang dimiliki perusahaan Hutang Perusahaan berasal dari pihak ketiga
  14. 14. Definisi Transaksi <ul><li>Transaksi adalah kegiatan atau kondisi yang merubah (menambah atau mengurangi) aset, kewajiban, modal pemilik, pendapatan, dan biaya perusahaan. </li></ul><ul><li>Contoh transaksi: </li></ul><ul><li>Menjual barang dagang senilai Rp 15.000. </li></ul><ul><li>Kegiatan menjual barang adalah transaksi karena akan menambah aset (dalam bentuk uang) dan penjualan perusahaan. </li></ul>
  15. 15. Akun <ul><li>Komponen-komponen dalam laporan keuangan, disebut dengan akun, dan seluruh akun yang ada akan membentuk buku besar (ledger). </li></ul><ul><li>Transaksi dicatat di dalam pembukuan dengan menggunakan akun. </li></ul><ul><li>Daftar seluruh akun yang ada di perusahaan disebut dengan kode akun . </li></ul>
  16. 16. Contoh Akun Nama Akun Kas No Akun: 11 Saldo Debit Kredit Tgl Debit Kredit Item Post. Ref. 2 400 00 2 400 00 2 Dec. 1 2005
  17. 17. Klasifikasi Akun Perusahaan <ul><li>Aset adalah sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan </li></ul><ul><li>Kewajiban adalah hutang kepada pihak di luar perusahaan </li></ul>Kas Perlengkapan Gedung Piutang Usaha Hutang dagang Hutang pajak
  18. 18. Klasifikasi Akun Perusahaan <ul><li>Modal Pemilik adalah hak pemilik atas aset perusahaan </li></ul>Pendapatan adalah kenaikan modal pemilik yang berasal dari penjualan barang dan jasa perusahaan Beban adalah penggunaan aset perusahaan untuk menghasilkan pendapatan
  19. 19. Akun T Sisi Kiri debit Sisi Kanan kredit
  20. 20. Peraturan Debit dan Kredit Modal Pemilik Aset Kewajiban Debit + Debit – Kredit – Debit – Kredit + Kredit + = +
  21. 21. Peraturan Debit dan Kredit Biaya Debit + Kredit – Pendapatan Debit - Kredit +
  22. 22. Sistem Pencatatan Double Entry Sisi debit Sisi Kredit Setiap transaksi yang dicatat setidaknya memiliki : Jumlah sisi debit harus selalu sama dengan sisi kredit.
  23. 23. Alur Pencatatan Transaksi 1 Transaksi diotorisasi 2 Transaksi terjadi 3 Dokumen disiapkan
  24. 24. Alur Pencatatan Transaksi 4 Dicatat di Jurnal 5 Dipindahkan ke Buku Besar
  25. 25. Jurnal Umum <ul><li>Jurnal umum adalah sebuah daftar untuk mencatat transaksi perusahaan pertama kali. </li></ul><ul><li>Jurnal umum dicatat secara kronologis, dimana transaksi yang pertama terjadi harus dicatat pula yang pertama </li></ul>
  26. 26. Contoh Jurnal Umum
  27. 27. Analisa Transaksi <ul><li>Tentukan apakah aset, kewajiban, modal pemilik, pendapatan, atau beban yang dipengaruhi oleh transaksi. </li></ul><ul><li>Untuk setiap akun yang dipengaruhi oleh transaksi, tentukan apakah akun itu bertambah atau berkurang dengan adanya transaksi </li></ul><ul><li>Gunakan aturan mendebit dan mengkredit untuk membuat jurnal </li></ul>
  28. 28. Contoh Pembuatan Ayat Jurnal <ul><li>TRANSAKSI 1 </li></ul><ul><li>1 Mei 2005 Bp. Anton memulai usaha jasa angkutan bis AKAP dengan menyetorkan modal berupa uang tunai sebesar Rp 1.000.000.000 </li></ul>
  29. 29. Analisa Transaksi 1
  30. 30. Jurnal Transaksi 1
  31. 31. Mengapa Perlu Jurnal Khusus <ul><li>Transaksi-transaksi perusahaan secara umum dapat dibagi menjadi: </li></ul><ul><li>- transaksi penjualan </li></ul><ul><li>- transaksi pembelian </li></ul><ul><li>- transaksi penerimaan dan pengeluaran kas </li></ul><ul><li>- transaksi lainnya </li></ul><ul><li>Penggunaan jurnal khusus akan mempercepat proses pencatatan transaksi. </li></ul>
  32. 32. Tipe Jurnal Khusus
  33. 33. Format Buku Kas
  34. 34. Buku Penjualan Kredit
  35. 35. Kartu Piutang
  36. 36. Jurnal Pembelian
  37. 37. Latihan Pencatatan Akuntansi
  38. 38. Thank You <ul><li>Materi presentasi by: </li></ul><ul><li>Catur Sasongko SE, MBA </li></ul><ul><li>Mail : catur_sasongko76@yahoo.com </li></ul>Presented by: Dwi Martani Departemen Akuntasi FEUI Mail : [email_address] ; [email_address] , http://dwimartani71.blogspot.com or http://staff.ui.ac.id/martani

×