Konsep Akuntansi

45,756 views

Published on

KOnsep Dasar Akuntansi

Published in: Business, Technology

Konsep Akuntansi

  1. 1. 06/10/09 KONSEP UMUM AKUNTANSI Dwi Martani Staf Pengajar FEUI
  2. 2. Pengertian Akuntansi <ul><li>Kegiatan mengidentifikasi, mengukur dan melaporkan informasi ekonomi (siklus akuntansi). </li></ul><ul><li>Sistem informasi yang memberikan laporan kepada berbagai pemakai atau pengambil keputusan mengenai aktivitas bisnis suatu kesatuan ekonomi (decision usefulness). </li></ul>06/10/09
  3. 3. Bidang Akuntansi <ul><li>AKUNTANSI KEUANGAN : Penyusunan Laporan keuangan kepada pihak ekstern </li></ul><ul><li>AKUNTANSI MANAJEMEN : penyusunan laporan keuangan untuk kepentingan manajemen </li></ul><ul><li>AUDITING : pemeriksaan secara independen atas laporan keuangan yang dihasilkan oleh Akuntansi Keuangan </li></ul><ul><li>PERPAJAKAN : pembuatan laporan keuangan untuk keperluan pajak (SPT) </li></ul><ul><li>SISTEM INFORMASI : memfasilitasi berjalannya sistem akuntansi yang baik dalam suatu organisasi </li></ul><ul><li>AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK : pencatatan dan pelaporan transaksi yang terjadi di instansi pemerintahan </li></ul>06/10/09
  4. 4. Siklus Akuntansi <ul><li>Identifikasi transaksi </li></ul><ul><li>Pencatatan (akun, arah & nilai) </li></ul><ul><li>Penyusunan laporan keuangan </li></ul><ul><ul><li>Neraca </li></ul></ul><ul><ul><li>Laporan Laba Rugi </li></ul></ul><ul><ul><li>Laporan Perubahan Ekuitas </li></ul></ul><ul><ul><li>Laporan Arus Kas </li></ul></ul><ul><ul><li>Catatan atas Laporan Keuangan </li></ul></ul><ul><li>Analisis kinerja keuangan </li></ul>06/10/09
  5. 5. Laporan Keuangan <ul><li>Neraca merupakan daftar yang menunjukkan posisi keuangan ( aset, kewajiban dan ekuitas ) pada tanggal tertentu . </li></ul><ul><li>Laporan Laba Rugi merupakan ikhtisar dari pendapatan dan beban yang terjadi dalam satu periode tertentu. </li></ul><ul><li>Laporan Perubahan Ekuitas merupakan ikhtisar dari perubahan ekuitas yang terjadi dalam satu periode </li></ul>06/10/09
  6. 6. Laporan Keuangan <ul><li>Laporan Arus Kas merupakan ikhtisar dari penerimaan dan pengeluaran kas yang terjadi dalam satu periode tertentu . </li></ul><ul><li>Catatan Atas Laporan Keuangan adalah penjelasan yang berisikan informasi tambahan, rincian informasi dan penjelasan mengenai kebijakan akuntansi yang digunakan dalam laporan keuangan pokok </li></ul>06/10/09
  7. 7. Pengguna Laporan Keuangan <ul><li>Pemodal (investor) </li></ul><ul><li>Pemberi pinjaman (kreditur) </li></ul><ul><li>Manajemen </li></ul><ul><li>Badan pemerintah </li></ul><ul><li>Karyawan </li></ul><ul><li>Stakeholders lainnya (konsumen, pers, LSM, dll) </li></ul>06/10/09
  8. 8. Akuntansi dan Tata Buku <ul><li>Tata buku adalah proses rutin untuk mencatat transaksi yang terjadi (yang seringkali berulang) dan proses teknis menyusun dan menyajikan laporan keuangan (yang dapat bersifat manual). </li></ul><ul><li>Akuntansi menuntut kemampuan melakukan analisis atas transaksi yang kompleks, membaca laporan keuangan dan menilai kinerja keuangan serta merancang sistem informasi keuangan perusahaan. </li></ul>06/10/09
  9. 9. Akuntansi dan Audit <ul><li>Profesi akuntansi terdiri dari akuntan intern, akuntan ektern dan analis keuangan. </li></ul><ul><li>Akuntan intern (biasanya disingkat “akuntan”) bertanggung-jawab untuk menyusun laporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku. </li></ul><ul><li>Akuntan ekstern (biasanya disebut akuntan publik atau disingkat “auditor”) bertanggung-jawab untuk menilai kewajaran penyajian laporan keuangan berpedoman pada Standar Pemeriksaan Akuntan dan Kode Etik . </li></ul>06/10/09
  10. 10. Akuntansi dan Audit <ul><li>Analis keuangan mewakili kepentingan pemilik modal atau pemberi pinjaman memberikan penilaian atas kondisi keuangan dan hasil usaha perusahaan dalam rangka keputusan investasi atau keputusan kredit. </li></ul>06/10/09
  11. 11. Persamaan Akuntansi <ul><li>Persamaan yang menunjukkan bahwa kekayaan “perusahaan” setiap saat harus sama besarnya dengan klaim pemodal (kreditur atau pemegang saham) atas kekayaan tersebut. </li></ul><ul><li>Persamaan ini tertuang dalam Neraca sebagai Aset = Kewajiban + Ekuitas . </li></ul><ul><li>Setiap transaksi atau kejadian dalam “kegiatan perusahaan” diukur pengaruhnya terhadap Persamaan Akuntansi tersebut. </li></ul>06/10/09
  12. 12. Aset, Kewajiban & Ekuitas <ul><ul><li>Aset = Kekayaan atau sumber daya ekonomi yang dimiliki perusahaan yang memberi manfaat di masa datang. </li></ul></ul><ul><ul><li>Kewajiban = Pengorbanan ekonomis yang harus dilakukan perusahaan di masa datang dalam bentuk penyerahan aset atau pemberian jasa yang disebabkan oleh tindakan/transaksi pada masa lalu. </li></ul></ul><ul><ul><li>Ekuitas = Klaim residu pemegang saham atas kekayaan perusahaan (selisih antara aset dan kewajiban perusahaan atau net assets). </li></ul></ul>06/10/09
  13. 13. Kegiatan Perusahaan <ul><li>Pemodal menyetor uang sebagai pinjaman atau modal. </li></ul><ul><li>Perusahaan menggunakan uang untuk investasi dan membiayai proses produksi (modal kerja). </li></ul><ul><li>Perusahaan menjual barang/jasa dan menerima uang sebagai pembayaran. </li></ul><ul><li>Perusahaan membagikan dividen atau membayar hutang/bunga kepada pemodal. </li></ul>06/10/09
  14. 14. Pencatatan Transaksi 06/10/09 <ul><li>Transaksi perusahaan dapat dinyatakan dalam bentuk perubahan terhadap tiga unsur dalam persamaan akuntansi. </li></ul><ul><li>Setiap transaksi bisnis yang terjadi dalam perusahaan akan dapat mempengaruhi unsur-unsur persamaan akuntansi tanpa mengganggu keseimbangan yang ada dari persamaan akuntansi tersebut. </li></ul><ul><li>Ekuitas atau modal akan bertambah jika terjadi kenaikan investasi dan pendapatan, dan berkurang jika ada pengambilan oleh pemiliki dan beban </li></ul>
  15. 15. Contoh Transaksi 06/10/09 Nona Mega menyetor modalnya sebsar 75.000.000 Aktiva = Ekuitas Kas = Ekuitas 75.000.000 = 75.000.000 Nona Mega membeli tanah untuk membangun ruko Kas + Tanah = Ekuitas 75.000.000 = 75.000.000 -50.000.000 + 50.000.000 25.000.000 + 50.000.000 = 75.000.000 Nona Mega membeli perlengkapan secara kredit 6.750.000 Kas + Plkp + Tanah = Utang Dagang + Ekuitas 25.000.000 + 50.000.000 = 75.000.000 6.750.000 = 6.750.000 25.000.000 + 6.750.000 + 50.000.000 = 6.750.000 + 75.000.000
  16. 16. Contoh Transaksi 06/10/09 Nona Mega memperoleh pendapatan sebesar 37.500.000 Kas + Plkp + Tanah = Utang Dagang + Ekuitas 25.000.000 + 6.750.000 + 50.000.000 = 6.750.000 + 75.000.000 37.500.000 = 37.500.000 62.500.000 + 6.750.000 + 50.000.000 = 6.750.000 + 112.500.000 Nona Mega membayar beban gaji 10.625.000, sewa kantor 4.000.000. Listrik dan telpon 2.250.000 dan beban lain 1.3750.000 Kas + Plkp + Tanah = Utang Dagang + Ekuitas 62.500.000 + 6.750.000 + 50.000.000 = 6.750.000 + 112.500.000 -18.250.000 = -10.625.000 -4.000.000 -2.250.000 -1.3750.000 44.750.000 + 6.750.000 + 50.000.000 = 6.750.000 + 94.250.000 Nona Mega membayar Utang dagang 4.750.000 Kas + Plkp + Tanah = Utang Dagang + Ekuitas 62.500.000 + 6.750.000 + 50.000.000 = 6.750.000 + 94.250.000 -4.750.00 = -4.750.000 39.500.000 + 6.750.000 + 50.000.000 = 2.000.000 + 94.250.000
  17. 17. Contoh Transaksi 06/10/09 Pada akhir bulan jumlah perlengkapan yang tersisa seebsar 2.750.000 Kas + Plpk + Tanah = Utang Dagang + Ekuitas 39.500.000 + 6.750.000 + 50.000.000 = 2.000.000 + 94.250.000 -4.000.000 = -4.000.000 39.500.000 + 2.750.000 + 50.000.000 = 2.000.000 + 90.250.000 Pada akhir bulan Nona mega mengambil uang 10.000.000 utuk biaya sekolah anaknya Kas + Plpk + Tanah = Utang Dagang + Ekuitas 39.500.000 + 2.750.000 + 50.000.000 = 2.000.000 + 90.250.000 -10.000.000 -10.000.000 29.500.000 + 2.750.000 + 50.000.000 = 2.000.000 + 80.250.000
  18. 18. Rangkuman Transaksi 06/10/09 Kas + Plpk + Tanah = Utang Dagang + Ekuitas 75.000.000 75.000.000 -50.000.000 + 50.000.000 25.000.000 + 50.000.000 = 75.000.000 6.750.000 = 6.750.000 25.000.000 + 6.750.000 + 50.000.000 = 6.750.000 + 75.000.000 37.500.000 = 37.500.000 62.500.000 + 6.750.000 + 50.000.000 = 6.750.000 + 112.500.000 -18.250.000 = -10.625.000 -4.000.000 -2.250.000 -1.3750.000 44.250.000 + 6.750.000 + 50.000.000 = 6.750.000 + 94.250.000 -4.750.00 = -4.750.000 39.500.000 + 6.750.000 + 50.000.000 = 2.000.000 + 94.250.000 -4.000.000 = -4.000.000 39.500.000 + 2.750.000 + 50.000.000 = 2.000.000 + 90.250.000 -10.000.000 -10.000.000 29.500.000 + 2.750.000 + 50.000.000 = 2.000.000 + 80.250.000
  19. 19. Laporan Laba Rugi 06/10/09 Salon Mega Laporan Laba Rugi Untuk bulan yang berakhir 31 Januari 2000 Pendapatan jasa Rp 37.500.000 Beban operasi Beban gaji Rp 10.625.000 Beban sewa 4.000.000 Beban perlengkapan 4.000.000 Beban listrik & telp 2.250.000 Beban rupa-rupa 1.375.000 Total beban operasi 22.250.000 Laba bersih Rp 15.250.000
  20. 20. Laporan Perubahan Ekuitas 06/10/09 Salon Mega Laporan Perubahan Ekuitas Untuk bulan yang berakhir 31 Januari 2000 Modal Nn Mega 1/1/2000 0 Investasi pada 1/1/2000 Rp 75.000.000 Laba bersih bulan Januari 15.250.000 90.250.000 Dikurangi pengambilan prive 10.000.000 Modal Nn Mega 31/1/2000 80.250.000
  21. 21. Laporan Neraca 06/10/09 Salon Mega Laporan Neraca 31 Januari 2000 Kas Rp 29.500.000 Utang Dagang Rp 2.000.000 Perlengkapan Rp 2.750.000 Tanah Rp 50.000.000 Ekuitas Modal Nn Mega Rp 80.250.000 ------------------ ------------------ Total aktiva Rp 92.500.000 Total Kew & ModalRp 92.500.000
  22. 22. Laporan Arus Kas 06/10/09 Salon Mega Laporan Arus Kas Untuk bulan yang berakhir 31 Januari 2000 Arus kas dari aktivitas operasi Penerimaan kas dari pelanggan Rp 37.500.000 Pembayaran utk kreditor & kywn. (23.000.000) Arus kas bersih dari aktivitas operasi Rp 14.500.000 Arus kas dari aktivitas investasi Pembelian tanah Rp (50.000.000) Arus kas dari aktivitas pendanaan Investasi pemilik Rp 75.000.000 Pengambilan pemilik (10.000.000) Arus kas dari aktivitas pendanaan 65.000.000 Kenaikan bersih kas Rp 29.500.000 Saldo kas 1/1/2000 0 Saldo kas 31/12/2000 Rp 29.500.000
  23. 23. Pencatatan dengan Akun <ul><li>Tata buku berpasangan merupakan teknik pencatatan akuntansi yang menggunakan akun sebagai wadah pencatatan. </li></ul><ul><li>Akun pada dasarnya adalah pos-pos laporan keuangan yang rinci yang secara umum dikelompokkan menjadi Aset, Kewajiban, Ekuitas, Pendapatan dan Beban. </li></ul><ul><li>Akun diwujudkan dalam bentuk Buku Besar (General Ledger) </li></ul><ul><ul><li>Sisi Debit </li></ul></ul><ul><ul><li>Sisi Kredit </li></ul></ul><ul><li>Kumpulan akun dikenal dengan Chart of Accounts . </li></ul>06/10/09
  24. 24. Tata Buku Berpasangan <ul><li>Karena transaksi adalah pertukaran ( exchange ) dalam nilai yang “seimbang” ( arm’s length ), maka minimal akan berpengaruh terhadap 2 akun . </li></ul><ul><li>Bagaimana dampak transaksi terhadap laporan keuangan tertuang dalam jurnal . </li></ul><ul><li>Jurnal dibuat akuntan di Buku Jurnal (General Journal): </li></ul><ul><ul><li>Tanggal </li></ul></ul><ul><ul><li>Keterangan </li></ul></ul><ul><ul><li>Kolom Nilai (Debit & Kredit) </li></ul></ul><ul><li>Untuk dapat membuat jurnal di dalam buku jurnal, akuntan harus memahami aturan debit kredit. </li></ul>06/10/09
  25. 25. Perkiraan dan Akun 06/10/09 <ul><li>Perkiraan dibuat untuk mempermudah dalam mencatat transaksi </li></ul><ul><li>Perkiraan dapat dibuat dalam bentuk sederhana atau bentuk T , bentuk dua kolom dan bentuk empat kolom. </li></ul><ul><li>Kumpulan dari perkiraan disebut buku besar (ledger) </li></ul><ul><li>Daftar perkiraan yang dimiliki suatu perusahaan yang disertai dengan kode dari masing-masing perkiraan disebut chart of account / kode akun. </li></ul><ul><li>Dari sebuah perkiraan dapat dibuat perkiraan pembantu / subdiary ledger yang berisikan rincian dari apa yang ada dalam perkiraan. </li></ul>
  26. 26. KLASIFIKASI PERKIRAAN / AKUN 06/10/09 <ul><li>Perkiraan dapat diklasifikasikan berdasarkan perkiraan neraca dan laba rugi. </li></ul><ul><li>Perkiraan neraca adalah perkiraan yang sesuai dengan unsur dalam persamaan akuntansi terdiri dari aktiva, kewajiban dan modal. </li></ul><ul><li>Perkiraan laba rugi adalah perkiraan yang mempengaruhi modal yang berasal dari kegiatan operasi, yang terdiri dari pendapatan dan beban. </li></ul><ul><li>Setiap perkiraan memiliki saldo normal yaitu saldo debit atau kredit yang biasanya akan terdapat dalam perkiraan tertentu </li></ul><ul><li>Aktiva debit (bertambah debit) </li></ul><ul><li>Kewajiban kredit (bertambah kredit) </li></ul><ul><li>Modal kredit (bertambah kredit) </li></ul><ul><li>Pendapatan kredit (bertambah kredit) </li></ul><ul><li>Beban debit (bertambah debit) </li></ul>
  27. 27. Proses Akuntansi <ul><li>Jurnal </li></ul><ul><li>Posting </li></ul><ul><li>Tahap pengikhtisaran </li></ul><ul><ul><li>Neraca Saldo </li></ul></ul><ul><ul><li>Jurnal penyesuaian </li></ul></ul><ul><ul><li>Pembuatan kertas kerja (tidak harus) </li></ul></ul><ul><ul><li>Penyusunan Laporan Keuangan </li></ul></ul><ul><ul><li>Jurnal Penutup </li></ul></ul>06/10/09
  28. 28. SIKLUS AKUNTANSI 06/10/09 Pembuatan Jurnal Balik (Reversing Entries) Pembuatan dan Penerimaan bukti transaksi Pencatatan dalan jurnal (Journalizing) - Jurnal Umum - Jurnal Khusus Penyusunan Neraca saldo (trial balance) Pemindahbukuan (posting) Buku besar (Ledger) Pembuatan jurnal penutup ( closing entries) Pembuatan neraca saldo setelah penutupan ( closing trial balance ) Penyesuaian (adjustment) - akrual - pembayaran di muka - unsur-unsur estimasi Pembuatan Neraca Lajur <ul><li>Penyusunan Laporan keuangan : </li></ul><ul><li>Laporan laba rugi </li></ul><ul><li>Laporan perubahan ekuitas </li></ul><ul><li>Laporan Neraca </li></ul>
  29. 29. TRANSAKSI 06/10/09 Transaksi adalah kegiatan yang mempengaruhi posisi keuangan perusahaan Contoh : ( pilih yang merupakan transaksi ) Pembelian peralatan kantor secara kredit Pembelian bahan baku secara kredit Penjualan barang secara tunai Pengangkatan direksi Pembayaran hutang kepada bank Pengambilan uang oleh pemilik Penerimaan karyawan baru Peningkatan pangsa pasar perusahaan Pemogokan karyawan PLN padam sehingga mesinnya tidak dapat digunakan.
  30. 30. PENCATATAN TRANSAKSI DALAM JURNAL 06/10/09 <ul><li>Transaksi akan dicatat dalam jurnal </li></ul><ul><li>Jurnal dapat berupa jurnal umum dan jurnal khusus </li></ul><ul><li>Jurnal umum adalah bentuk jurnal yang terdiri dari dua kolom, yaitu untuk debit dan kredit. </li></ul><ul><li>Jurnal khusus adalah bentuk jurnal yang telah menyebutkan nama perkiraan di dalam kolom-kolomnya. </li></ul>Tgl Keterangan Ref Debit Kredit Tgl Keterangan Ref Penjualan / PD Jurnal khusus penjualan
  31. 31. CONTOH JURNAL TRANSAKSI 06/10/09 <ul><li>Penyetoran modal oleh pemilik </li></ul><ul><ul><li>Kas 75.000.000 </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>Modal 75.000.000 </li></ul></ul></ul><ul><li>Pembayaran beban listrik </li></ul><ul><ul><li>Beban listrik 5.000.000 </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>Kas 5.000.000 </li></ul></ul></ul><ul><li>Urutan dalam membuat jurnal </li></ul><ul><li>Tentukan pengaruh transaksi terhadap penambahan atau pengurangan persamaan akuntansi </li></ul><ul><li>Tentukan perkiraan yang dipengaruhi </li></ul><ul><li>Tentukan apakah sebagai akibat transaksi tersebut harus didebit atau dikredit </li></ul><ul><li>Jumlah debit dan kredit, serta nama perkiraan dicatat dalam buku jurnal. </li></ul>
  32. 32. TRANSAKSI PENYETORAN MODAL <ul><li>Tuan Andi mendirikan klinik dengan menyetor 100 juta uang kas dan bangunan senilai 200 juta </li></ul>06/10/09 Jumlah kas yang disetor Total Modal Nilai Bangunan
  33. 33. Pemindahbukuan / Posting <ul><li>Adalah proses pemindahan data yang terdapat dalam jurnal ke dalam perkiraan di buku besar. </li></ul><ul><li>Proses pemindahan : </li></ul><ul><ul><li>Pemindahan tanggal transaksi </li></ul></ul><ul><ul><li>Pemindahan jumlah yang di debit atau kredit sesuai dengan perkiraannya </li></ul></ul><ul><ul><li>Mencatat kode perkiraan dalam kolom ref di jurnal </li></ul></ul><ul><ul><li>Pemindahan kolom keterangan dalam buku besar </li></ul></ul><ul><ul><li>Penulisan hal jurnal dalam kolom ref </li></ul></ul>06/10/09 Dipindahkan di kolom ref di perkiraan Berisi nomor perkiraan diisi jika telah diposting
  34. 34. Pemindahbukuan / Posting 06/10/09
  35. 35. JURNAL UMUM 06/10/09 1 Juni 199A Erik memindahkan uang sebesar Rp 9.000 dari rekening pribadinya di bank ke rekening perusahaan . Pemindahan ini dimasukkan sebagai setoran modal. (Bukti 1) 6 Juni 199A Membeli peralatan secara kredit Rp 800 ( Bukti No.2 ) 7 Juni 199A Membeli truk seharga Rp 13.800. Membayar Rp 6.000 secara tunai dan sisanya dibayar dengan angsuran selama satu tahun . (Bukti No.3 ) 10 Juni 199A Membeli perlengkapan dengan tunai sebesar Rp 210 . (Bukti No.4 ) 11 Juni 199A Membayar sewa untuk bulan Juni sebesar Rp 125. (Bukti No.5 ) 16 Juni 199A Membayar kreditur untuk peralatan yang dibeli pada tanggal 6 Juni Rp 200. (Bukti No. 6 ) 25 Juni 199A Membayar gaji pegawai Rp 500. ( Bukti No.7 ) 28 Juni 199A Menerima pembayaran untuk pekerjaan yang telah diselesaikan Rp 1571. (Bukti no. 8 ) 29 Juni 199A Membayar faktur – faktur tagihan untuk biaya truk sebesar Rp 150. (Bkti 9) 29 Juni 199A Membayar biaya–biaya untuk listrik , telepon dan air Rp 100. (Bukti No.10 ) 29 Juni 199A Membayar biaya serba – serbi Rp 310. ( Bukti No.11 ) 30 Juni 199A Mengambil kas untuk keperluan pribadi Rp 200. ( Bukti No.12 )
  36. 36. JURNAL UMUM 06/10/09
  37. 37. JURNAL UMUM 06/10/09
  38. 38. DAFTAR AKUN 06/10/09
  39. 39. BUKU BESAR 06/10/09
  40. 40. BUKU BESAR 06/10/09
  41. 41. BUKU BESAR 06/10/09
  42. 42. BUKU BESAR 06/10/09
  43. 43. PROSES PENCATATAN TRANSAKSI 06/10/09 <ul><li>Dalam sebuah perusahaan setiap transaksi akan dicatat dalam buku jurnal (dapat jurnal umum atau jurnal khusus) </li></ul><ul><li>Setelah itu secara periodik akan dilakukan posting yaitu pemindahan data dari jurnal ke perkiraan-perkiraan yang bersangkutan di buku besar. </li></ul><ul><li>Proses posting ini dapat dilakukan secara on line artinya setiap transaksi langsung posting, atau dapat juga dilakukan dengan sistem batch. </li></ul><ul><li>Jika perusahaan akan membuat laporan keuangan maka akan dibuat neraca saldo yaitu daftar saldo perkiraan yang ada dalam buku besar perusahaan pada suatu saat tertentu. </li></ul><ul><li>Angka di dalam neraca saldo tersebut kemudian disesuaikan jika ada hal-hal yang tidak menunjukkan keadaan yang sebenarnya. </li></ul><ul><li>Untuk membantu proses penyusunan laporan keuangan sering dibuat neraca lajur. </li></ul><ul><li>Dari Neraca lajur inilah kemudian dibuat laporan keuangan perusahaan. </li></ul><ul><li>Setelah laporan keuangan dibuat maka semua perkiraan laba rugi akan ditutup dengan jurnal penutup. </li></ul><ul><li>Setelah perkiraan laba rugi ditutup perusahaan dapat memulai pencatatan untuk periode berikutnya. </li></ul>
  44. 44. Kegiatan Penyelesaian Akuntansi <ul><li>Posting jurnal penyesuaian kedalam akun buku besarnya. </li></ul><ul><li>Penyusunan Laporan Keuangan </li></ul><ul><li>Pembuatan jurnal penutupan : </li></ul><ul><ul><li>Untuk menihilkan saldo akun laba rugi. </li></ul></ul><ul><ul><li>Untuk memindahkan laba ke dalam akun ekuitas (laba ditahan). </li></ul></ul><ul><ul><li>Untuk menyiapkan akun untuk periode berikutnya. </li></ul></ul><ul><li>Pembuatan jurnal balik . </li></ul>06/10/09
  45. 45. PROSES PENGIKHTISARAN 06/10/09 Pembuatan neraca saldo Pembuatan jurnal penyesuaian Pembuatan neraca lajur (optional) Penyusunan Laporan keuangan Pembuatan jurnal penutup Pembuatan jurnal balik
  46. 46. NERACA SALDO 06/10/09 Adalah daftar saldo perkiraan-perkiraan yang ada dalam buku besar pada saat tertentu Angka dalam neraca saldo ada yang tidak mencerminkan nilai sebenarnya sehingga perlu disesuaikan Neraca saldo merupakan titik awal dalam penyusunan laporan keuangan
  47. 47. NERACA SALDO 06/10/09
  48. 48. JURNAL PENYESUAIAN 06/10/09 <ul><li>Adalah jurnal yang digunakan untuk menyesuaikan angka-angka dalam neraca saldo sehingga menunjukkan jumlah yang sebenarnya. </li></ul><ul><li>Jurnal penyesuaian ini juga harus diposting ke dalam buku besar </li></ul><ul><li>Hal yang menyebabkan perlu jurnal penyesuaian : </li></ul><ul><ul><li>Transaksi telah terjadi tetapi belum dicatat </li></ul></ul><ul><ul><li>Transaksinya telah dicatat tetapi saldonya perlu dikoreksi </li></ul></ul>
  49. 49. Akuntansi Berbasis Akrual <ul><li>Seluruh transaksi di atas melibatkan penerimaan atau pengeluaran kas (dan biasanya dikumpulkan dalam bukti penerimaan/bukti pengeluaran kas sebagai bukti transaksi). </li></ul><ul><li>Untuk menerapkan akuntansi yang berbasis akrual, pada akhir periode akuntansi harus dibuat jurnal penyesuaian agar dapat dilakukan pengukuran laba. </li></ul><ul><li>Laporan Laba Rugi adalah produk dari sistem akuntansi yang berbasis akrual yang tidak ditemui dalam sistem berbasis kas. </li></ul><ul><li>Pendapatan bukan Penerimaan, Beban bukan Pengeluaran, Laba bukan Cashflow. </li></ul>06/10/09
  50. 50. Dua Dasar Dalam Akuntansi 06/10/09 Dasar Akrual: Transaksi dicatat ketika pendapatan diterima atau beban terjadi Dasar Kas: Transaksi dicatat ketika kas diterima atau kas dibayarkan
  51. 51. Contoh <ul><li>Pada Januari 2002, Asuransi Prensa menjual asuransi kesehatan 3 tahun </li></ul><ul><li>Dalam kontrak disebutkan bahwa klien akan membayar Rp 150.000 di muka </li></ul><ul><li>Biaya yang terjadi setiap tahun sebesar Rp 20.000 </li></ul><ul><li>Berapa laba/rugi perusahaan tiap tahunnya </li></ul>06/10/09
  52. 52. Contoh Dasar kas dan Dasar Akrual 06/10/09 Dasar Akrual 2002 2003 2004 (dalam 000) Pendapatan 50 50 50 Beban 20 20 20 Laba 30 30 30
  53. 53. Contoh Dasar kas dan Dasar Akrual 06/10/09 Dasar Kas 2002 2003 2004 (dalam 000) Kas masuk 150 0 0 Kas keluar 20 20 20 Laba / (rugi) 130 (20) (20)
  54. 54. JURNAL PENYESUAIAN 06/10/09 <ul><li>Hal-hal yang perlu jurnal penyesuaian </li></ul><ul><ul><li>Beban yang masih harus dibayar </li></ul></ul><ul><ul><li>Beban dibayar dimuka </li></ul></ul><ul><ul><li>Pendapatan masih harus diterima </li></ul></ul><ul><ul><li>Pendapatan diterima dimuka </li></ul></ul><ul><ul><li>Penyesuaian untuk alokasi beban / pemakaian terkait dengan aktiva tetap, aktiva tidak berwujud. </li></ul></ul>
  55. 55. JURNAL PENYESUAIAN 06/10/09 Perlengkapan yang tersisa sebesar Rp 50 Biaya gaji yangmasih terhutang sebesar Rp 100 Jurnalnya Biaya perlengkapan 160 Perlengkapan 160 Biaya gaji 100 Utang 100 Jurnal ini diposting ke dalam buku besar dan dimasukkan dalam neraca lajur
  56. 56. JURNAL PENYESUAIAN 06/10/09 Saldo perelengkapan dalam neraca saldo 1.700.000, berdasarkan hasil perhitungan jumlahnya tinggak 500.000 Peralatan dibeli dengan harga 50 juta, masa manfaatnya 5 tahun, metode penyusutan garis lurus Biaya sewa didibayar dimuka sebesar 15 juta untuk sewa mesin selama 3 tahun mulai 1 Januari 2000 Biaya iklan saldo 4.000.000 untuk 10 kali iklan di surat kabar. Sampai tanggal pelaporan baru diiklankan 8 kali Gaji dokter sebesar 5 juta baru dibayar pada awal bulan Januari Pasien telah membayar uang muka 10 juta untuk perawatan 20 hari, sampai tanggal pelaporan baru menginap 15 hari Pasien telah menginap 10 hari dan menghabiskan biaya 5 juta, tetapi belum membayar karena belum pulang. Rumah sakit memiliki deposito tertanggal 16 Desember 2000, sebesar 50 juta, bunga 12%
  57. 57. KERTAS KERJA / WORKSHEET 06/10/09 <ul><li>Terdiri dari sepuluh kolom (lima pasang debit kredit) </li></ul><ul><ul><li>Neraca saldo </li></ul></ul><ul><ul><li>Penyesuaian </li></ul></ul><ul><ul><li>Neraca saldo setelah disesuaikan </li></ul></ul><ul><ul><li>Laba rugi </li></ul></ul><ul><ul><li>Neraca </li></ul></ul><ul><li>Worksheet ini digunakan untuk membantu dalam menyusun laporan keuangan. </li></ul><ul><li>Saldo debit pada laba rugi dan saldo kredit pada neraca mengindikasikan bahwa perusahaan laba </li></ul><ul><li>Jumlah total debit dan total kredit pada tiap-tiap pasang kolom harus sama, karena berasal dari hal yang sama (neraca saldo) dan ditambah dengan hal yang sama (jurnal penyesuaian) </li></ul>
  58. 58. KERTAS KERJA / WORKSHEET 06/10/09
  59. 59. KERTAS KERJA / WORKSHEET 06/10/09
  60. 60. LAPORAN KEUANGAN 06/10/09 <ul><li>Laporan keuangan disusun berdasarkan angka-angka yang ada dalam kertas kerja (tinggal memindahkan dari kolom laba rugi dan neraca) </li></ul><ul><li>Khusus untuk prive/pengambilan akan dipindahkan dalam laporan perubahan modal/ekuitas </li></ul><ul><li>Laporan keuangan yang dibuat : </li></ul><ul><ul><li>Laba rugi </li></ul></ul><ul><ul><li>Perubahan modal </li></ul></ul><ul><ul><li>Neraca </li></ul></ul><ul><ul><li>Arus kas </li></ul></ul><ul><ul><li>Catatan atas laporan keuangan </li></ul></ul>
  61. 61. Laporan Laba Rugi 06/10/09 Bengkel Erik Laporan Laba Rugi Untuk bulan yang berakhir 30 Juni 199A Pendapatan jasa Rp 1.571 Beban operasi Beban gaji Rp 600 Beban sewa 125 Beban perlengkapan 160 Beban listrik & telp 100 Biaya truk 150 Biaya rupa-rupa 310 Total beban operasi 1.445 Laba bersih Rp 126
  62. 62. Laporan Perubahan Ekuitas 06/10/09 Bengkel Erik Laporan Perubahan Ekuitas Untuk bulan yang berakhir 30 Juni 199A Modal Nn Mega 1/6/199A 0 Investasi pada 1/6/199A Rp 9.000 Laba bersih bulan Juni 126 9.126 Dikurangi pengambilan prive 200 Modal Nn Mega 30/6/199A 8.926
  63. 63. Laporan Neraca 06/10/09 Bengkel Erik Laporan Neraca 30 Juni 199A Kas Rp 2.776 Utang Rp 8.500 Perlengkapan Rp 50 Peralatan Rp 800 EkuitasTruk Rp 13.800 Modal Tn Erik Rp 8.926 ------------------ ------------------ Total kewajiban Total aktiva Rp 17.426 & Modal Rp 17.426
  64. 64. JURNAL PENUTUP 06/10/09 <ul><li>Jurnal yang digunakan untuk menutup semua perkiraan nominal (laba rugi) </li></ul><ul><li>Jurnal ini dibuat setelah laporan keuangan dibuat </li></ul><ul><li>Setelah jurnal ini dibuat maka saldo pendapatan, beban dan prive menjadi nol </li></ul><ul><li>Setelah jurnal ini dapat dibuat neraca saldo penutup yang hanya berisi perkiraan riil saja </li></ul><ul><li>Jurnal penutup : </li></ul><ul><ul><li>Menutup pendapatan : debit pendapatan kredit ikhtisar laba rugi </li></ul></ul><ul><ul><li>Menutup beban : debit ikhtisar laba rugi kredit beban </li></ul></ul><ul><ul><li>Menutup ikhtisar laba rugi : debit ikhtisar laba rugi (laba) kredit modal / laba ditahan </li></ul></ul><ul><ul><li>Menutup prive : debit modal kredit prive </li></ul></ul>
  65. 65. JURNAL PENUTUP 06/10/09 Pendapatan jasa 1.571 Iktisar Laba Rugi 1.571 Iktisar Laba Rugi 1.445 Beban gaji 600 Beban sewa 125 Beban truk 150 Beban air, lis & tlp 100 Beban perlengkapan 160 Beban serba-serbi 310 Iktisar Laba Rugi 126 Modal Erik 126 Modal Erik 200 Prive Erik 200
  66. 66. JURNAL BALIK 06/10/09 <ul><li>Jurnal yang dibuat pada awal periode akuntansi </li></ul><ul><li>Dibuat dengan membalik jurnal penyesuaian yang terkait </li></ul><ul><li>Tujuannya untuk: </li></ul><ul><ul><li>Mempermudah pencatatan pada periode berikutnya </li></ul></ul><ul><ul><li>Menjaga konsistensi pencatatan </li></ul></ul><ul><li>Jurnal penyesuaian yang perlu dibuat jurnal balik : </li></ul><ul><ul><li>Penyesuaian yang terdapat konsekuensi pembayaran di masa depan (beban yang belum dibayar) </li></ul></ul><ul><ul><li>Penyesuaian yang terdapat konsekuensi penerimaan kas di mada depan (pendapatan yang masih harus diterima) </li></ul></ul><ul><ul><li>Pendapatan diterima dimuka yang pertama kali dicatat sebagai pendapatan </li></ul></ul><ul><ul><li>Beban diterima dimuka yang pertama kali dicatat sebagai beban </li></ul></ul>
  67. 67. JURNAL BALIK 06/10/09 Utang 100 Beban gaji 100 pada saat pembayaran gaji Beban gaji 500 Kas 500 Jika tidak dibuat jurnal balik Beban gaji 400 Utang 100 Kas 500
  68. 68. PERUSAHAAN DAGANG 06/10/09 Proses akuntansi untuk jenis perusahaan yang berbeda tetap mengacu pada proses yang sama. Perbedaan yang ada adalah untuk perusahaan dagang, maka perusahaan memiliki persediaan barang yang dijual, dan memiliki aktivitas pembelian dan penjualan. Untuk memudahkan pencatatan transaksi di perusahaan dagang sering dibuat jurnal khusus yaitu jurnal khusus penjualan, pembelian, penerimaan kas dan pengeluaran kas. Dalam perusahaan dagang akan dihitung harga pokok penjualan yang dirumuskan sebagai persediaan awal + pembelian - persediaan akhir.
  69. 69. PERUSAHAAN MANUFAKTUR 06/10/09 Proses akuntansi untuk jenis perusahaan yang berbeda tetap mengacu pada proses yang sama. Perbedaan yang ada adalah untuk perusahaan manufaktur terdapat proses produksi untuk mengolah dari barang baku menjadi barang jadi, sehingga harus dihitung terlebih dahulu harga pokok barang yang telah diproduksi (COGM). Secara khusus untuk mengetahui lebih detail mengenai metode pencatatan dan perhitungan biaya produksi dapat mempelajari Akuntansi Biaya. Dalam perusahaan jenis ini biaya-biaya dapat diklasifikasikan ke dalam biaya produksi dan non produksi. Biaya produksi akan diakumulasikan untuk mendapatkan harga pokok barang yang diproduksi kemudian dari hasil ini akan dihitung harga pokok penjualannya.
  70. 70. Prinsip Pengembangan Sistem Akuntansi Keuangan Daerah <ul><li>Pemisahan fungsi otorisasi, penyimpanan uang dan pencatatan. </li></ul><ul><li>Standar akuntansi keuangan daerah yang diterima umum (generally accepted). </li></ul><ul><li>Prosedur pencatatan/akuntansi yang dikuatkan dengan peraturan yang mengikat. </li></ul><ul><li>Pemilihan konsultan dengan penguasaan teknikal sistem akuntansi yang teruji. </li></ul><ul><li>Pengembangan pendidikan/pelatihan akuntansi yang berorientasi profesi dan berkesinambungan. </li></ul>06/10/09
  71. 71. KASUS 06/10/09 <ul><ul><ul><li>Biaya iklan yang menjadi beban bulan September Rp 750 </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Biaya sewa film yang menjadi beban Rp 3.370 </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Pajak tontonan yang menjadi beban adalah Rp 1.150 </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Biaya penyusutan peralatan Rp 120 sedang penyusutan gedung adalah Rp 70 </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Bunga yang masih harus dibayar untuk wesel bayar adalah Rp 20 </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Gaji yang masih harus dibayar adalah Rp 300 </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Iklan yang oleh pemasangan belum dibayar berjumlah Rp 1.500 </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Perlengkapan yang masih tersisa adalah Rp 400 </li></ul></ul></ul>

×