Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Kerajaan mughal di india

1,765 views

Published on

kerajaan islam di India

Published in: Education
  • Be the first to comment

Kerajaan mughal di india

  1. 1. Kerajaan Mughal di India Oleh Intan Jannatul Ma’wa (3500007) MAN Insan Cendekia Serpong
  2. 2. Latar belakang Jatuhnya kota Baghdad pada tahun 1258 M ke tangan bangsa Mongol bukan saja mengakhiri khilafah Abbasiyah di sana, tetapi juga merupakan awal dari masa kemundurun politik dan peradaban Islam, karena Baghdad sebagai pusat kebudayaan dan peradaban Islam yang sangat kaya dengan khazanah ilmu pengetahuan itu ikut lenyap di bumi hanguskan oleh pasukan Mongol yang dipimpin oleh Hulagu Khan.
  3. 3. Hulagu, salah seorang keturunan dari penguasa Mongol dari Jenghiz Khan, Hulagu terkenal sebagai perusak dan penghancur Baghdad. Kekejaman dan petualangannya menghancurkan Islam dan kebudayaannya. Namun setelah sampai ke anak cucunya mereka telah berubah, bukan lagi sebagai perusak tetapi justru sebagai pembangun Islam. Kelak anak cucu dari bangsa Mongol inilah yang berhasil mendirikan Kerajaan Mughal di India.
  4. 4. Berdirinya • Kerajaan Islam di India. • Delhi -> ibukotanya. • berdiri antara tahun 1526-1858 M. • Pendirinya seorang penziarah dari Asia tengah bernama Zahiruddin Muhammad Babur (1482-1530 M), • Babur salah satu cucu dari Timur Lenk dari etnis Mongol, keturunan Jengis Khan yang telah masuk Islam dan pernah berkuasa di Asia Tengah pada abad ke 15.
  5. 5. • Kerajaan ini berdiri pada saat di Asia kecil berdiri tegak sebuah kerajaan Turki Usmani dan di Persia kerajaan Safawi. Ketiganya pada saat yang sama menjadi sebuah negara- negara adikuasa di Dunia. • Menguasai perekonomian, politik serta militer dan mengembangkan kebudayaan.
  6. 6. Zahiruddin Muhammad Babur(1526- 1520) • Ayahnya Umar Mirza (penguasa Farghana) • Ibunya keturunan Jengis Khan • Mewarisi wilayah Farghana saat berusia 11 tahun • Ingin menguasai Samarkand yang merupakan kota terpenting di Asia Tengah pada saat itu. Awalnya kalah • Mendapatkan bantuan dari raja Safawi sehingga ia berhasil menaklukan kota samarkand-1494 M • Menaklukan kabul, ibu kota Afganistan-1504 M
  7. 7. • Ke India, saat itu berada di bawah kekuasaan Ibrahim Lodi • Tapi, dinasti Lodi saat itu sedang mengalami krisis politik dan pertahanannya melemah sehingga Babur dengan mudah mengalahkannya • 1525 M, menguasai wilayah Punjab • Setelah menang pada pertempuran dii Panipat, Babur dan pasukannya berhasil memasuki kota Delhi
  8. 8. • Pada 1526, mengembangkan Islam di wilayah tersebut • Tidak disukai oleh penguasa Hindu, tetapi dapat di kalahkan • Muhammad Lodi menentang pemerintahan Babur • Mengalahkan Lodi pada pertempuran di dekat Gogra, tahun 1529 M. • Wafat pada tahun 1530 M
  9. 9. Humayun(1530-1540 dan 1556) • Pemerintahan dilanjutkan oleh anaknya, Naseeruddin Humayun • Banyak tantangan, pemberontakan dari Bahadur Syah(penguasa Gujarat) yang ingin memisahkan diri dari pemerintahan Delhi. • Pemberontakan dikalahkan oleh pasukan Humayun • 1540 M, Humayun kalah dalam peperangan yang dilancarkan olrh Sher Khan dari afganistan • Menyelamatkan diri ke Persia yang sedang di pimpin oleh penguasa Safawiyah yang bernama Tahmasp
  10. 10. • Setelah 15 tahun menyusun kekuatannya • Menegakkan kembali kekuasaan Mughal di Delhi pada 1555 M • Mengalahkan kekuatan Khan Syah • Wafat pada 1556 M
  11. 11. Akbar(1556-1603 M) • Putra Humayun • Menerima tahta kerajaan saat 14 tahun • Urusan pemerintahan dipercayakan kepada Bairam Khan, seseorang penganut syi’ah • Musuh Akbar yang paling besar adalah kekuatan Hemu yang telah menguasai Agra dan Gwalior, pasukan ini berusaha memasuki Delhi • Bairam menyambut pemberontakan ini • Pertempuran dikenal sebagai pertempuran Panipat II, 1556 M
  12. 12. • Bairam menang, Agra dan Gwalior dikuasai penuh • 1561 M, Bairam mengadakan pemberontakanyang segera dapat dipadamkan Akbar dalam pertempuran di Jullandur • Seluruh wilayah di India disatukan kembali dalam suatu pemerintahan militeristik • Dua gerbang India, yakni kota Kabul sebagai gerbang ke arah Tukistan dan kota Kandahar sebagai gerbang ke arah Persia, dikuasai oleh pemerintshsn Mughal • Keberhasilan ini mengawali kemajuan kerajaan Islam di India
  13. 13. • menerapakan politik “Sulh-e-Kul” atau toleransi universal, yang memandang semua rakyat sama derajatnya, mereka tidak dibedakan sama sekali oleh ketentuan agama atau lapisan sosial Di antara reformasi itu adalah : a. Menghapuskan jizyah bagi non-muslim. b. Memberikan pelayanan pendidikan dan pengajaran yang sama bagi setiap masyarakat, yakni dengan mendirikan madrasah-madrasah dan memberi tanah-tanah wakaf bagi lembaga- lembaga sufi berupa iqtha atau madad ma’asy.
  14. 14. c. Membentuk undang-undang perkawinan baru, di antaranya melarang orangorang nikah muda, berpoligami, bahkan ia menggalakkan kawin campur antaragama. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan, stabilitas dan integrasi masyarakat muslim dan non-muslim. d. Menghapuskan pajak-pajak pertanian terutama bagi petani-petani miskin sekalipun non-muslim. e. Menghapuskan tradisi perbudakan yang dihasilkan dari tawanan perang dan mengatur khitanan anak- anak.
  15. 15. • Dalam bidang agama, secara formal ia mengumumkan agama barunya yang bernama Din-i-Ilahi. • Din-i-Ilahi yaitu menjadikan semua agama yang ada di India menjadi satu. • Tujuannya adalah kepentingan stabilitas politik. Dengan adanya penyatuan agama ini diharapkan tidak terjadi permusuhan antar pemeluk agama. • Pada tahun 1605 M, raja Mughal yang sangat mashur ini wafat.
  16. 16. • Penerus Akbar, yaitu anaknya Jehangir. • Masa pemerintahan Jehangir kurang lebih selama 23 tahun • Penganut ahl al-sunnah wa al jama’ah, sehingga Din-i-Ilahi yang dibentuk ayahnya menjadi hilang pengaruhnya • Diwarnai dengan pemberontakan di Ambar yang tidak mampu dipadamkan JEHANGIR (1605-1627 M)
  17. 17. • Pemberontakan juga muncul dari dalam istana yang dipimpin oleh Kurram, putranya sendiri Dengan bantuan panglima Muhabbat Khar, Kurram menangkap dan menyekap Jehangir. Berkat usaha permaisuri, permusuhan ayah dan anak ini dapat dipadamkan • Berhasil menundukkan Bengala, Mewar, dan Kangra. Usaha-usaha pengamanan wilayah serta penaklukan yang ia lakukan mempertegas kenegarawan yang diwarisi oleh ayahnya, Akbar
  18. 18. SYAH JEHAN (1627-1658 M) • Seorang yang terpelajar, ia memiliki bakat kepemimpinan dan memiliki jiwa intelektual dan seni • Terjadi dua kali pemberontakan. Tahun pertama masa pemerintahannya, Raja Jujhar Singh Bundela berupaya memberontak dan mengacau keamanan, namun berhasil dipadamkan. Raja Jujhar Singh Bundela kemudian diusir • Pemberontakan yang paling hebat datang dari Afghan Pir Lodi atau Khan Jahan, seorang gubernur dari provinsi bagian selatan. 1631 M,
  19. 19. • Pemberontakan ini dipatahkan dan Khan Jahan dihukum mati • Pada masa ini pemukim portugis di Hughli Bengala mulai berulah. Di samping mengganggu keamanan dan toleransi hidup beragama, mereka menculik anak-anak untuk dibaptis masuk agama Kristen. Tahun 1632 M, Syah Jehan berhasil mengusir para pemukiman Portugis dan merebut hak-hak istimewa mereka. • Di bidang kebudayaan menunjukkan suatu atmosfer yang sangat gemilang, sebagai puncak masa kemakmuran antara perpaduan Turki, Mongol, Persia dan India yang terlihat pada bangunan-bangunan Taj Mahal, masjid-masjid dan lain sebagainya
  20. 20. • Di akhir akhir kekuasaannya, ada dua kebijakan secara keseluruhan yang dimainkan oleh kedua putranya, Darsyikuh dan Aurangzeb. • Darsyikuh lebih berpikiran universal, yakni lebih banyak menggunakan hukum-hukum Hindu bila dalam Al-Qur’an tidak ditemukan, dibandingkan hasil-hasil ijtihad para ulama saat itu. • Aurangzeb lebih menekankan tradisi keislaman (nilai-nilai syari’ah, tradisional) • Dan pada akhirnya Darsyikuh dibunuh oleh Aurangzeb. • Syah Jehan meninggal dunia pada 1658 M, setelah menderita sakit keras
  21. 21. AURANGZEB / ALAMGHIR I (1658-1707 M) • Bergelar Alamghir Pashah Ghazi. • Sistem yang dijalankan Aurangzeb banyak berbeda dari pendahulunya. • Kebijakan-kebijakan yang telah dirintis oleh sultan-sultan sebelumnya banyak diubah, khususnya yang menyangkut hubungan dengan orang-orang Hindu. • 1659 M, melarang minuman keras, perjudian, prostitusi, dan pengguanaan narkotika.
  22. 22. • 1664 M ia juga mengeluarkan dekrit yang isinya tidak boleh memaksa wanita untuk satidaho, yaitu pembakaran diri seorang janda yang ditinggal mati suaminya, tanpa kemauan yang bersangkutan. • 1668 M, Aurangzeb juga melarang pertunjukan musik di istana, membebani non-muslim dengan poll-tax yaitu pajak untuk mendapatkan hak memilih, menyuruh perusakan kuil-kuil Hindu yang disalahgunakan untuk kegiatan-kegiatan politik dan mensponsori pengkodifikasian hukum Islam yang dikenal dengan Fatawa-I, Alamgiri. • Tidak pernah mengalami kekalahan. Pemberontakan dapat dipadamkan , tapi tidak sepenuhnya tuntas sehingga.. • Ketika Aurangzeb meninggal pada 1707 M, banyak provinsi-provinsi yang letaknya jauh dari pusat kerajaan memisahkan diri.
  23. 23. Pemerintahan Pasca-Aurangzeb • kesultanan Mughal diperintah oleh generasi-generasi yang lemah. • penerus Aurangzeb yaitu : Bahadur Syah (1707-1712 M), Azimusyah (1712-1713 M), Farukh Siyar (1713-1719 M), Muhammad Syah (1719-1748 M), Ahmad Syah (1748-1754 M), Alamghir II (1754-1759 M), Syah Alam (1761-1806 M), Akbar II (1806-1837 M), dan Bahadur Syah II (1837-1858 M). • 1858 M, sultan-sultan Mughal tidak mampu lagi mengendalikan wilayah yang cukup luas dan kekuatan lokal Hindu yang cukup dinamis, di samping karena konflik di antara mereka sendiri yang berebut kekuasaan. • Di tahun ini pula Inggris dengan bantuan raja-raja Hindu dapat mematahkan perlawanan yang mereka lakukan terhadap Inggris.
  24. 24. Kemunduran dan kehancuran Faktor penyebab • Terjadi stagnasi dalam pembinaan kekuatan militer sehingga operasi militer Inggris di wilayah-wilayah pantai tidak dapat segera dipantau oleh kekuatan maritim Mughal. Begitu juga kekuatan pasukan darat. Bahkan mereka kurang terampil dalam mengoperasikan persenjataan buatan Mughal sendiri. • Kemorosotan moral dan hidup mewah dikalangan elite politik, yang mengabaikan pemborosan dalam penggunaan uang negara • Pendekatan Aurangzeb yang terlampau”kasar” dalam melaksanakan ide-ide puritan dan kecenderungan asketisnya, sehingga konflik antaragama sangat sukar diatasi oleh sultan-sultan sesudahnya
  25. 25. • Masuknya unsur asing seperti bangsa inggris yang menguasai sektor ekonomi dengan mendirikan IEC(the East India Company) • Semua pewaris tahta kerajaan pada paruh terakhir adalah orang-orang lemah dalam bidang kepemimpinan
  26. 26. Mughal • Pada 1556-1603-Raja Akbar- Mughal sedang mengalami kemajuan . • kemajuan dalam segala bidang yang meliputi ekonomi, politik, militer, pendidikan, keagamaan, sosial, seni, dan budaya. Turki Usmani • Setelah Sultan Sulaiman al- Qanuni wafat (1566 M), kerajaan Turki Usmani mulai memasuki fase kemundurannya. Akan tetapi, sebagai sebuah kerajaan yang sangat besar dan kuat, kemunduran itu tidak langsung terlihat. • Lebih banyak memfokuskan kegiatan mereka dalam bidang kemiliteran, sementara dalam bidang ilmu pengetahuan, mereka kelihatan tidak begitu menonjol.
  27. 27. Kesimpulan dan hikmah • Mughal, kerajaan islam di India • Didirikan oleh Zahiruddin Muhammad Babur pada 1526 M • Masa kejayaan Mughal pada masa jabatan Akbar • Sistem yang dijalankan Aurangzeb lebih berbeda dari masa sebelumnya • Setelah masa Aurangzeb, Mughal mulai mengalami kemunduran hingga akhirnya hancur pada 1858 M • … • Pemimpin harus mempunyai sifat kepemimpinan agar apa yang dipimpin dapat mengalami kemajuan bukan kemunduran • Adanya peradaban islam di tempat tersebut yang menjadi bukti bahwa daerah tersebut pernah dikuasai oleh islam
  28. 28. Sumber http://digilib.uinsby.ac.id/366/9/Bab%202.pdf http://file.upi.edu/Direktori/FPIPS/JUR._PEND._SEJ ARAH/197601052005011- ENCEP_SUPRIATNA/Sejak_mundur_dan_berakhir nya_era_Abbasiyah.pdf http://web.iaincirebon.ac.id/simak/student/riset/B AB214113141323.pdf Buku Ski kelas XII Toha Putra Sejarah peradaban islam Dirasah Islamiah karya Dr. badri Yatim

×