Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Radiasi surya dan pertumbuhan tanaman

6,563 views

Published on

Dari KUliah Agrometeorology, menhenai hubungan antara radiasi surya dan pertumbuhan tanaman..

Published in: Education, Business, Technology
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Radiasi surya dan pertumbuhan tanaman

  1. 1. Radiasi Surya dan Pertumbuhan Tanaman Kuliah Agrometeorologi Departemen Geofisika dan Meteorologi FMIPA IPB
  2. 2. Klasifikasi spektrum radiasi matahari (nm) Nama Wavelength (nm) DIN-5031-Teil 7 (1984) Hoffmann (2001) Cathey & Campblell (1980) Ultra violet (UV) 100-380 100-380 100-380 UV-C 100-280 100-280 VUV (Vacuum UV) 100-200 FUV (far UV) 200-280 UV-B 280-315 300-315 280-320 UV-A 315-380 315-380 320-380 Cahaya tampak (VIS) 380-780 380-780 380-780 PAR 400-700 Biru 400-500 Merah 600-700 Merah jauh 700-800 Infra red (IR) 780-1 000 000 780- 1 000 000 780-2 500 Infrared-A (near IR) 780-1400 800-3 000 Infrared-B (mid IR) 1400-3000 Infrared-C (far IR) 3000-1 000 000 Thermal >2 500
  3. 3. Sumber : The Dutch Committee on Plant Irradiation (1953) dalam Chang (1968). Pengaruh spektum cahaya terhadap pertumbuhan tanaman Band  (micron) Pengaruh terhadap tanaman 1 > 1,0 Tidak ada pengaruh spesifik yang diketahui. Radiasi diserap dan diubah menjadi panas tanpa mempengaruhi proses biokimia. 2 1,0 – 0,72 Pengaruh khas terhadap aktivitas pemanjangan organ tanaman. Wilayah far red penting bagi fotoperodisme, perkecambahan biji, kontrol pembungaan, dan warna buah. 3 0,72 – 0,61 Diserap oleh klorofil. Menghasilkan proses aktivitas fotosintesis yang kuat. Terkadang menunjukkan adanya aktivitas fotoperiodik yang kuat. 4 0,61 – 0,51 Wilayah spektum hijau dengan efektifitas fotosintesis rendah dan aktivitas formatif lemah. 5 0,51 – 0,40 Wilayah serapan terkuat oleh klorofil dan pigmen kuning. Merupakan wilayah aktifitas fotosintesis yang kuat pada cahaya biru-violet. Mempunyai pengaruh formatif yang kuat. 6 0,40 – 0,315 Menghasilkan pengaruh formatif. Tanaman menjadi lebih pendek dan daun lebih tebal. 7 0,315 – 0,28 Umumnya merugikan tanaman. 8 < 0,28 Secara cepat mematikan tanaman. Mempunyai aksi germisidal.
  4. 4. Distribusi Radiasi pada Tajuk tanaman <ul><li>Ii = Io (1 – exp(-k LAI)) </li></ul><ul><li>I i = radiasi yang diinterepsi oleh tajuk </li></ul><ul><li>k = koefisien pemadaman radiasi baur </li></ul><ul><li>(k = 0.7) </li></ul><ul><li>LAI = indeks luas daun </li></ul>
  5. 5. Efisiensi Pemanfaatan Radiasi Matahari ( Solar Radiation Use Efficiency ) <ul><li>ε r ( dalam g MJ -1 ) = Δw /  I i </li></ul><ul><li>Δw = penambahan biomassa pada selag </li></ul><ul><li>ε r (g MJ -1 global) x 2.2 = ε r (g MJ -1 PAR) </li></ul>
  6. 6. Efisiensi fotosintesis beberapa tanaman untuk jangka pendek (Hall 1980, dari beberapa sumber) Tanaman Efisiensi fotosintesis (% total radiasi) Temperate Bit gula Jagung Gandum Subtropik Kentang Padi Tebu Jagung Tropik Singkong Padi Kelapa sawit Jagung Tebu 4.3 2.7 – 3.4 1.7 2.3 1.4 2.5 2.9 2.0 1.7 – 2.9 1.4 2.7 3.8
  7. 7. Praktikum <ul><li>Data </li></ul><ul><li>Data destruktif tanaman </li></ul><ul><li>Data cuaca harian </li></ul><ul><li>Tugas </li></ul><ul><li>Tentukan ε r (g MJ -1 PAR) </li></ul><ul><li>[email_address] </li></ul><ul><li>[email_address] </li></ul>

×