Pendalaman rpjmn dan mdg

1,739 views

Published on

Pendalaman materi mengenai RPJMN dan MDG.

1 Comment
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,739
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
459
Actions
Shares
0
Downloads
117
Comments
1
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide
  • Ketiga target initelahmemperhitungkan target MDG, karena RPJMN 2010-2014 merupakantahapterakhirmencapai MDG
  • Create enabling environment:National Policy in Community Based Water and Sanitation Development (AMPL – BM )Institutional and coordination: Pokja AMPLWater and sanitation strategic plan: City Sanitation Strategy,Water & Sanitation Strategic Plan,Local government action plan on water & sanitation
  • Yang sudah dilakukan pemerintahCreating enabling Environment, yaitu: Advokasi dan Sosialisasi ( salah satunya 11 kebijakan AMPL BM), Fasilitasi penyusunan dokumen perencanaan strategis (Renstra AMPL, SSK, dll), peningkatan investasi, perbaikan sistem monitoring dan evaluasi.Peningkatanakses Air MinumdanSanitasi, melalui program/proyek:SANIMAS ,CWSHP, PAMSIMAS, UWSSP,DSDP,MSMHP (Metropolitan Sanitaion Management and Health Project),Solid Waste, MamminasataSolidwaste Management, Emission Reduction in Cities-Solid Waste Management.
  • Advokasi media adalah saat kita menempatkan media sebagai kelompok sasaran yang penting yang harus diberikan pemahaman / feeding secara berkala sebagai pihak yang akan menyampaikan persepsi dan pengalamannya kepada publik. Kegiatan advokasi media dapat dibuat bermacam-macam, dari siaran pers, kunjungan lapangan, pameran foto, media gathering dan sebagainya.
  • Established a national services for supporting the advocacy, capacity building and data & information Initiated by central government, fill by local governments, use by all related stakeholders As a carrot to improve the monitoring and evaluation systems, for example: DAK allocation
  • Pendekatantradisionalpelayanan air minumsebelumnyasecaraumumpendekatanbersifatkuratifdanreaktif.MenjaminAkses Air Minum : adalahdenganmenjaminketerjangkauandalamlayanan air untuk mencapai tujuan sosekTujuanSosial- ekonomimeningkatnyakesejahteraanmasyarakatTujuanLingkungan : denganmeningkatkanperhatianpadamanajemenekologis yang berkelanjutandansumberdaya air, untuk menjamin kontinuitas dan kuantitas sumber air bakuTujuanKesehatanderajatkesehatanmasyarakat yang lebihbaik, dengan perbaikan kualitas air minum
  • Pendalaman rpjmn dan mdg

    1. 1. PENDALAMAN RPJMN & MDG Dipresentasikan oleh: Maraita Listyasari Pada Training Refreshment Pokja AMPL Solo, 26 September 2012
    2. 2. Tingkat kebocoran airCakupan / Non-Revenue Waterlayanan air yang masih tinggiminum masihrendah Kualitas air Cakupan air baku/air sudah minum yang meningkat buruk tapi belum sesuai targetTantangan Pembangunan Air Sudah banyak kesadaran Minum dan Sanitasi untuk BAB di MCK sehat , namun masih ada 70 juta yang BAB sembarang tempat Sudah ada sewerage system yang baik, tapi Sudah banyak jamban sehat masih banyak dibangun, namun masih praktek banyak saja jamban yang tak buang tinja di sesuai standar sungai
    3. 3. Target Nasional Pembangunan Air Minum dan Sanitasi (RPJMN 2010-2014) ACCESS TO SAFE WATER (70% HOUSEHOLD)
    4. 4. Target and Indikator MDGsTarget 7C• Menurunkan hingga setengahnya proporsi rumah tangga tanpa akses berkelanjutan terhadap sumber air minum layak dan fasilitas sanitasi dasar layak hingga tahun 2015 7.8 Proporsi rumah tangga dengan akses berkelanjutan terhadap sumber air minum layak (perkotaan+perdesaan, perkotaan dan perdesaan) 7.9 Proporsi rumah tangga dengan akses berkelanjutan terhadap fasilitas sanitasi dasar layak (perkotaan+perdesaan, perkotaan dan perdesaan)
    5. 5. OUR TARGETs Akses terhadap sistem perpipaan Air Minum Akses terhadap sistem non-perpipaan terlindungi Communal system Akses terhadap sistem perpipaan (off-site system) Air Limbah City wide- system RPJMN 2010- Akses terhadap non- 2014 perpipaan (on-site system) Akses terhadap sistem Persampahan pengelolaan persampahan di perkotaanTARGET AIRMINUM DAN Penanganan drainase diSANITASI Drainase kawasan strategis perkotaan Perkotaan Akses terhadap sumber Perdesaan Air Minum air minum layak Perkotaan MDGs 2015 dan Perdesaan Perkotaan Air Limbah Akses terhadap fasilitas sanitasi layak Perdesaan Perkotaan dan Perdesaan
    6. 6. Core QuestionsWhat Is Measured? What’s access means:Questions: Ledeng meteranSumber air minum Ledeng eceranutama di rumah Layak Jarak ke Sumur bor/pompatangga tempat pembuaga Sumur terlindung n tinja ≥• Jenis sumber 10m Mata air terlindung• Jarak ke tempat Akses Air kemasan pembuangan Air isi ulang kotoran/tinja Tidak Sumur tak terlindung terdekat Layak Mata air tak terlindung Air sungai Air hujan Lainnya Jarak ke Sumur bor/pompa tempat pembuag Sumur terlindung an tinja < Mata air terlindung 10m
    7. 7. Core Questions What Is Measured?Questions: What’s access means:Jenis toilet yang Jenis Fasilitas Jenis Tempat Pembuangan Kepemilikan Fasilitas Tempat Buang Air Akhir Tinja (TPAT) Tempat Buang Airdipergunakan oleh Besar Besar Tangki Septikrumah tangga: Fasilitas Sendiri• Jenis Sanitasi Layak Leher Angsa dan SPAL dan kepemilikan Kolam/Sawah Bersama• Jenis kloset Plengsengan Sungai/Danau/Laut• Jenis tempat dan/ dan/ Umum Fasilitas pembuangan Sanitasi Tidak Cemplung/Cubluk atau Lobang Tanah atau Tidak Ada akhir tinja Layak Tidak Ada Pantai/Kebun Lainnya
    8. 8. What’s The Figure Talking AboutWHY DECREASING?• Meningkatnya penggunaan air kemasan dan/atau air isi ulang sebagai sumber air minum – Laju penyediaan perpipaan < laju pertumbuhan penduduk – Air yang didistribusikan belum memenuhi kualitas air siap minum• Pendataan yang belum dapat memotret kondisi RT yang memiliki > 1 sumber air minum – Pendataan memotret akses terhadap sumber air minum bukan akses terhadap sistem penyediaan air minum – Melalui perhitungan ulang yang dilakukan oleh Kementerian PU (memperhitungkan RT yang memiliki lebih dari 1 sumber air minum layak), proporsi rumah tangga dengan akses terhadap sumber air minum layak pada tahun 2011 adalah sebesar 55,04% dan pada tahun 2010 sebesar 53,26%. – Artinya: terjadi peningkatan akses terhadap sistem penyediaan air minum, namun masyarakat lebih memilih air kemasan/air isi ulang sebagai sumber air minum• Tingginya urbanisasi – Proporsi daerah perkotaan yang semakin meningkat (5% dalam 5 tahun) – Gap penyediaan air minum terbesar terjadi di daerah perkotaan
    9. 9. Persentase Rumah Tangga Yang Menggunakan Sumber Air Minum Layak dan Air Kemasan/Isi Ulang, 1993-2010 Air minum layak Air minum kemasan dan isi ulang Tahun Perkotaan+ Perkotaan+ Perkotaan Perdesaan Perkotaan Perdesaan Perdesaan Perdesaan (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1993 50,58 31,62 37,73 - - - 1994 51,45 30,79 37,74 - - - 1995 r 51,66 30,77 38,03 - - - 1996 r 53,37 34,36 41,18 - - - 1997 r 54,42 35,86 42,76 - - - 1998 52,70 35,55 41,95 1,57 0,28 0,76 1999 52,97 35,19 42,18 1,84 0,26 0,88 2000 1) 46,02 31,31 37,51 1,56 0,17 0,75 2001 2) 59,51 40,39 48,68 2,94 0,27 1,43 2002 3) 58,22 40,29 48,33 2,88 0,25 1,43 2003 57,26 40,98 47,73 4,02 0,29 1,83 2004 56,77 42,93 48,81 4,94 0,60 2,45 2005 4) 55,62 41,50 47,62 7,78 1,21 4,06 2006 54,57 42,68 47,79 8,95 1,02 4,43 2007 54,07 43,93 48,31 14,45 1,65 7,18 2008 50,15 42,95 46,45 20,16 2,85 11,26 2009 49,82 45,72 47,71 22,73 3,94 13,05 2010 42,51 45,85 44,19 33,11 5,81 19,37Catatan: 1) Pada tahun 2000, pencacahan Susenas tidak dilaksanakan di Provinsi NAD dan Maluku 2) Pada tahun 2001, pencacahan Susenas tidak dilaksanakan di Provinsi NAD 3) Pada tahun 2002, pencacahan Susenas di Provinsi NAD, Maluku, Maluku Utara, dan Papua hanya dilaksanakan di Ibu Kota Provinsi 4) Pada tahun 2005, pencacahan Susenas tidak dilaksanakan di Provinsi NAD
    10. 10. Perbandingan JMP and MDG Urban + Indonesia Urban (2010) Rural (2010) Rural (2010) Drinking JMP 92,00% 74,00% 81,97% Water MDGs 42,51% 45,85% 44,19% JMP 73,00% 38,99% 54,06%Sanitation MDGs 72,78% 38,50% 55,54%The Differences because:• Different definition• Different methodology• Different baseline data• Data availability• Different reporting year with year of available data
    11. 11. Persentase Rumah Tangga yang Menggunakan Air Minum Layak menurut Provinsi Tahun 2010-201175.0070.0065.0060.00 201055.00 201150.0045.00 Target 201540.0035.0030.0025.0020.0015.0010.00 5.00 0.00
    12. 12. Persentase Rumah Tangga yang Menggunakan Sanitasi Layak menurut Provinsi Tahun 2010-201195.0090.0085.0080.0075.00 201070.0065.00 201160.00 Target 201555.0050.0045.0040.0035.0030.0025.0020.0015.0010.00 5.00 0.00
    13. 13. 80.00 Kesenjangan Akses Air minum antara Rumah tangga di Wilayah70.00 Perkotaan dan Perdesaan Tahun 201060.0050.0040.0030.0020.0010.00 0.00*Jakarta tidak memiliki kawasan perdesaan Total Perkotaan PerdesaanUntuk sektor air minum, tingkat kesenjangan antararumah tangga di perkotaan dan perdesaan per provinsi Sumber data: Susenas 2010(BPS)berbeda-beda, sesuai dengan karakteristik setiap provinsi
    14. 14. 100.00 Kesenjangan Akses Sanitasi antara Rumah tangga di Wilayah 90.00 Perkotaan dan Perdesaan Tahun 2010 80.00 70.00 60.00 50.00 40.00 30.00 20.00 10.00 0.00 Total Perkotaan Perdesaan Untuk sektor sanitasi, terdapat*Jakarta tidak memiliki kawasanperdesaan ketimpangan antara rumah tangga di perkotaan danSumber data: Susenas 2010( BPS) perdesaan
    15. 15. Kebijakan Pembangunan Air Minum dan Sanitasi dalam RPJMN 2010-2014 Perbaikan Promosi manajemen PHBS lembaga pengelola Penyediaan Air Peningkatan Baku Air Minum pelayanan PeningkatanKerangka akses penduduk Kerangka terhadap airRegulasi minum dan pendanaan sanitasi
    16. 16. Selain itu…
    17. 17. 1. Meningkatkan koordinasi antar stakeholders Public Donor Work Professi Agency Agency onal Social Planning Health assoiati Agency Agency Agency on Water & Water & Sanitation PDAM Consult Watsan Environ ant Sanitation Project ment Working (Water Networking Agency Group Supply Agency) Pokja Home NGO Educatio AMPL Affair n Agency Universi Agency ty Non - government sector Government sector More Participants + More Supporters = Rapid Transformation
    18. 18. 2. Meningkatkan kapasitas masyarakat dan Pemda STBM WASH in School, Sanitation PAMSIMAS PPSP Total Marketing, Denpasar Water Supply and SANIMAS Community Sewerage Sanitation basedSanitation Community Development Acceleration Sanitation Based Program Water Supply and Projet, Program Program, Sanitation Metropolitan CommunityCollaboration funding Community Based Sanitation Ensuring sanitation triggering from local Program Management & strategic plan to be approach. governments, Focusing in urban- Health Project, slum areas. developed and used 7.325 villages Sanitasi Mamminasata communities, and are intervened in every districts. Sekolah, Solidwaste donor agencies. by STBM approach. Hibah Air etc Management, Pamsimas Sanimas PPSP STBM Other Pamsimas Sanimas PPSP STBM Minum & projects.. Sanitasi, dll
    19. 19. Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman Jumlah Kota Sasaran 2009 2010 2011 2012 2013 2014 • Kampanye, edukasi, Target di 2014 advokasi dan 41 49 62 72 82 (100) 330 pendampingan Capaian di 2012 Tahap 1 & 2 225 • Pengembangan Kelembagaan dan 41 49 62 72 82 (100) •Penyusunan Rencana Peraturan Strategis (SSK) 24 41 57 80 100 51 Tahap 3 Tahap 4• Penyusunan 3 21 35 45 56 65 Memorandum Program • Implementasi 3 24 59 104 160 Tahap 5 Target Hijau Tahap 6 Target di 2014•Pemantauan, 27 65 114 176 248 330 160 Pembimbingan, 2 Evaluasi, dan Proyeksi Capaian di 1 Pembinaan 2014 : 225
    20. 20. Advokasi Kebijakan AMPLAdvokasi Pengambil Kebijakan di Tingkat Pusat HCTPS 2011 KSAN 2011Advokasi Pengambil Kebijakan di Tingkat DaerahCity Sanitation Summit
    21. 21. Advokasi Media Kunjungan lapangan dan Pameran fotografi untuk jurnalis foto AMPL
    22. 22. Peningkatan Kualitas Sistem Monitoring NAWASIS PemPus Kesepakatan Pemda Data & pelaku Information menggunakan satu kerangka data Capacity Building Consolidation and implementation of advocacy program Swasta NGO
    23. 23. 3. Sinergitas antar sektor Rencana Pengamanan Air Minum• Hanya 12.43% yang menggunakan air perpipaan Health Goals  memerlukan upaya mengurangi risiko konsumsi Kualitas air tercemar Kuantitas• RPA adalah rencana Environment Indonesia’s Fulfillment pengamanan pelayanan air of Basic Water Safety & Natural Resources Plan Needs minum pendekatan bersifat Development Goals Keterjangkauan preventif dan proaktif. Kontinuitas Socio- economy Goals
    24. 24. Penjaminan terpenuhinya Manfaat 1 pasokan air baku yang berkualitas RPA bagi dan memenuhi standar Daerah Tersedianya air minum yang Peningkatan2 kesadaran 5 memenuhi aspek K-4; masyarakat Kualitas, untuk Kuantitas, mencegah Kontinuitas dan terjadinya re- Keterjangkauan kontaminasi air minum Perlindungan sumber air 3 baku dari pencemaran Peningkatan badan air oleh manajemen 4 kegiatan dan teknis domestik dan para industri penyelenggara penyedia air minum
    25. 25. School Sanitation,A Government Strategy “Improving the quality of students physical and mental health through improved hygiene behaviors as well as providing access to adequate sanitation facilities in schools; in order to supporting Indonesia national education goals”
    26. 26. Why invest on School Sanitation?A better sanitation behavior andsafe drinking water reduce 94%diarrhea cases = school absencereduced up to 8 days / year= productive days raise up to 17%= opportunity to increase revenueInvesting on ±26 millionsstudents = contribute significantlyto improve watsan conditionof10% Indonesia total population.Students as agent of change toimprove hygiene behavior withinthe family and community
    27. 27. MATUR NUWUN ,,,

    ×