Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

PENGARUH BAURAN PEMASARAN TERHADAP KETPUTUSAN PEMBELIAN DI CHATIME CIHAMPELAS WALK BANDUNG

13,275 views

Published on

PENGARUH BAURAN PEMASARAN TERHADAP KETPUTUSAN PEMBELIAN DI CHATIME CIHAMPELAS WALK BANDUNG

Published in: Education

PENGARUH BAURAN PEMASARAN TERHADAP KETPUTUSAN PEMBELIAN DI CHATIME CIHAMPELAS WALK BANDUNG

  1. 1. 1 PENGARUH BAURAN PEMASARAN TERHADAP KETPUTUSAN PEMBELIAN DI CHATIME CIHAMPELAS WALK BANDUNG PROPOSAL PENELITIAN Diajukan sebagai Salah Satu Syarat untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Research Methodology Program Studi Manajemen Bisnis Tekomunikasi dan Informatika Disusun oleh: Indriyani Aminati 1201110248 Rosa Nurfitria 1201110262 FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS TELKOM BANDUNG 2014
  2. 2. 2 HALAMAN PERSETUJUAN PENGARUH BAURAN PEMASARAN TERHADAP KETPUTUSAN PEMBELIAN DI CHATIME CIHAMPELAS WALK BANDUNG (Studi Kasus Chatime Bandung Periode Februari 2014-Mei 2014) Diajukan sebagai Salah Satu Syarat untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Research Methodology Program Studi Manajemen Bisnis Tekomunikasi dan Informatika Disusun oleh: Indriyani Aminati 1201110248 Rosa Nurfitria 1201110262 Pembimbing, Yuhana Astuti.SSi. SE.,MT.M.Agr FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS TELKOM BANDUNG 2014
  3. 3. 3 HALAMAN PERNYATAAN Dengan ini kami menyatakan bahwa tugas ini dengan judul “Pengaruh bauran pemasaran terhadap pembelian di Chatime Cihampelas Walk Banudng Tahun 2014 (Studi Kasus di Chatime Cihampelas Walk BandungPeriode Februari 2014-Mei 2014) adalah benar-benar karya sendiri. Kami tidak melakukan penjiplakan kecuali melalui pengutipan sesuai dengan etika keilmuan yang berlaku. Kami bersedia menanggung risiko/sanksi yang dijatuhkan kepada kami apabila ditemukan pelanggaran terhadap etika keilmuan dalam tugas ini. Bandung, 6 Maret 2014 Yang membuat pernyataan, Penulis
  4. 4. 4 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh bauran pemasaran dari produk Chatime terhadap keputusan pembelian konsumen baik secara simultan atau parsial. Dengan 4 faktor bauran pemasaran yaitu Product, Price, Place Promotion dan faktor dari proses keputusan pembelian adalah pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi alternatif, keputusan pembelian, dan perilaku pasca pembelian. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis dengan menggunakan metode studi kausalitas. Penelitian ini dilakukan di gerai Chatime yang berada di Cihampelas Walk Bandung. Sampel penelitian ini sebanyak 90 orang. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah non probability sampling dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis yang digunakan adalah penulis mencari hubungan simultan dan parsial antara sub variabel bauran pemasaran jasa dan keputusan pembelian dengan menggunakan teknik analisis kuantitatif berupa pengujian data reliabilitas, validitas, dan menggunakan alat analisis regresi linier sederhana, uji signifikasi dan juga pengujian determinasi. Hasil pengolahan data secara simultan variabel bauran pemasaran berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian, namun secara parsial hanya sub variabel produk dan tempat yang berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian.
  5. 5. 5 KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT, karena atas berkat rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan tugas metodologi penelitian ini yang penulis beri judul “Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan Pembelian Chatime di Cihampelas Walk Bandung”, tidak lupa pula penulis sampaikan shalawat beriringan salam atas junjungan dan suri tauladan Nabi Muhammad SAW semoga kita mendapat safa’atnya. Penyusunan laporan ini dimaksudkan untuk memenuhi tugas metodologi penelitian. Selama penuis membuat laporan ini penuis banyak memperoleh pendidikan,bimbingan, dan bantuan baik secara moril dan materiil dari berbagai pihak. Oleh sebab itu, pada kesempatan ini dengan hati yang tulus penulis ingin mengucapkan terima kasih yang tidak terhingga kepada : 1. Kedua orang tua tercinta, terimakasih untuk semua kasih saying, pengorbanan, doa, motivasi dan dukungannya yang telah diberikan kepada penulis. 2. Kakak tercinta, terimakasih untuk kasih saying , motivasi, doa, dan dukungannya. 3. Ibu Yuhana Astuti.SSi. SE.,MT.M.Agr selaku dosen mata kuliah metodologi penelitian, terimakasih atas waktu, bimbingan serta sarannya kepada penulis dalam menyelesaikn laporan ini. 4. Sahabat-sahabat seperjuangan selama membuat laporan ini, Venesya Wanda, Vanessa Rachmi Putri, Shely Aldila Putri, Adiza Fatin Haikal. 5. Serta seluruh pihak yang tidak mengurangi rasa hormat yang telah banyak memberikan dukungan dan semangat kepada penulis selama pelaksanaan dan penyusunan laporan ini yang tidak dapat disebutkan satu per satu. Atas segala bantuan yang penulis terima, sekali lagi penulis mengucapkan terimakasih semoga Allah SWT memberikan rahmat-Nya yang melimpah kepada Bapak/Ibu dan Saudara/i. Aamiin. Akhir kata penulis menyadari bahwa laporan ini ini jauh dai sempurna dan masih banyak kekurangan dalam penyajiannya kerena kemampuan yang masih terbatas. Unutk itu penulis akan rendah hati akan menerima saran dan petunjukyang bersifat membangun yang ditujukan untuk lebih menyempurnakan laporan ini. Harapan penulis semoga laporan ini bermanfaat bagi penulis sendiri dan bagi yang memerlukan di kemudian hari untuk melakukan penelitian yang sama dan para pembaca pada umumnya. Bandung, Mei 2014 Penulis,
  6. 6. 6 DAFTAR ISI HALAMAN PERSETUJUAN......................................................................................................................i HALAMAN PERNYATAAN................................................................................................................ii ABSTRAK..............................................................................................................................................iii KATA PENGANTAR...........................................................................................................................iv DAFTAR ISI...........................................................................................................................................v DAFTAR TABEL..................................................................................................................................vi DAFTAR GAMBAR............................................................................................................................vii BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian...................................................................................................1 1.2 Latar Belakang Penelitian..................................................................................................................1 1.3 Perumusan Masalah............................................................................................................................4 1.4 Tujuan Penelitian................................................................................................................................4 1.5 Kegunaan Penelitian...........................................................................................................................4 1.6 Sistematika Penulisan.........................................................................................................................4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN PENELITIAN 2.1 Teori Pemasaran ................................................................................................................................6 2.1.1 Pengertian Bauran Pemasaran....................................................................................................6 2.1.2 Teori Perilaku Pembelian Konsumen.........................................................................................8 2.1.3 Proses Keputusan Pembelian......................................................................................................9 2.2 Penelitian Terdahulu.........................................................................................................................12 2.2.1 Skripsi.......................................................................................................................................12 2.2.2 Jurnal Nasional.........................................................................................................................14 2.2.3 Jurnal Internasional...................................................................................................................16
  7. 7. 7 2.3 Kerangka Pemikiran...................................................................................................................24 2.4 Hipotesa Penelitian......................................................................................................................26 2.5 Ruang Lingkup Penelitian...........................................................................................................27 BAB III UJI METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian.................................................................................................................................28 3.2 VariabelOperasional.........................................................................................................................28 3.2.1 Skala Pengukuran..........................................................................................................................29 3.3 Tahapan Penelitian............................................................................................................................31 3.4 Populasi dan Sampel.........................................................................................................................32 3.4.1 Populasi....................................................................................................................................32 3.4.2 Sampel......................................................................................................................................33 3.5 Pengumpulan Data............................................................................................................................33 3.5.1 Jenis Data..................................................................................................................................33 3.5.2 Teknik Pengumpulan Data.......................................................................................................33 3.6 Uji Validitas dan Uji Reliabilitas......................................................................................................34 3.6.1 Uji Validitas .............................................................................................................................35 3.6.2 Uji Reliabilitas..........................................................................................................................36 3.7 Teknik Analisi Data.........................................................................................................................37 3.7.1 Analisis Deskriptif...................................................................................................................37 3.7.2 Method of Succesive Interval (MSI) ......................................................................................38 3.7.3 Uji Asumsi Klasik...................................................................................................................39 3.7.4 Regresi Linear Berganda.........................................................................................................40 3.7.5 Pengujian Hipotesis.................................................................................................................40 3.7.6 Koefieisen Determinasi...........................................................................................................42 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Karakterisitik Responden..................................................................................................................43 4.1.1 Komposisi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin................................................................43
  8. 8. 8 4.1.2 Komposisi Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir.....................................................44 4.1.3 Komposisi Responden Berdasarkan Status Perkawinan.......................................................44 4.1.4 Komposisi Responden Berdasarkan Usia.............................................................................45 4.1.5 Komposisi Responden Berdasarkan Pendapatan Perbulan...................................................45 4.1.6 Komposisi Responden Berdasarkan Seberapa Sering Mendatangi Chatime.......................46 4.2 Hasil Penelitian.............................................................................................................................47 4.2.1 Analisis Deskriptif Hasil Penelitian Variabel Bauran Pemasaran........................................47 4.2.2 Analisis Kinerja Keputusan Pembelian................................................................................52 4.3 Pembahasan Hasil Penelitian........................................................................................................53 4.3.1 Analisis Regresi Linear Berganda.........................................................................................53 4.3.2 Koefisien Determinasi...........................................................................................................54 4.3.3 Pengujian Hipotesis...............................................................................................................55 4.3.4 Uji Normalitas.......................................................................................................................56 4.3.5 Uji Multikolinearitas.............................................................................................................57 4.3.6 Uji Hetersokedastisitas..........................................................................................................58 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan ......................................................................................................................................59 5.2 Saran.................................................................................................................................................60 5.2.1 Aspek Praktis.................................................................................................................................60 5.2.3 Saran Untuk Penelitian Selanjutnya..............................................................................................60 DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................................................61 LAMPIRAN I.........................................................................................................................................64 LAMPIRAN II........................................................................................................................................68 LAMPIRAN III.......................................................................................................................................74 LAMPIRAN IV......................................................................................................................................82
  9. 9. 9 DAFTAR TABEL Tabel 1.1 Jumlah Member Chatime Cihampelas Walk Bandung bulan Februari- April......................2 Tabel 1.2 Perbandingan perusahaan waralaba Chatime dan Sharetea..................................................3 Tabel 2.1 Empat Tipe Perilaku Pembelian.......................................................................................9 Tabel 2.2 Persamaan dan Perbedaan Penelitian dengan Skripsi Terdahulu...................................19 Tabel 2.3 Persamaan dan Perbedaan Penelitian dengan Jurnal Terdahulu ....................................21 Tabel 3.1 Variabel Operasional.......................................................................................................29 Tabel 3.2 Instrumen Skala Likert....................................................................................................30 Tabel 3.3 Instrumen Skala Likert dalam Penelitian........................................................................30 Tabel 3.4 Hasil Uji Validitas..........................................................................................................35 Tabel 3.5 Hasil Uji Validitas..........................................................................................................35 Tabel 3.6 Hasil Uji Reliabilitas........................................................................................................37 Tabel 3.7 Kategori Interpretasi Skor...............................................................................................38 Tabel 4.1 Rata-rata Nilai Total Bauran Pemasaran..........................................................................47 Tabel 4.2 Tanggapan Responden Terhadap Produk Chatime............................................................48
  10. 10. 10 Tabel 4.3 Tanggapan Responden Terhadap Harga Chatime............................................................49 Tabel 4.4 Tanggapan Responden Terhadap Tempat Chatime...........................................................50 Tabel 4.5 Tanggapan Responden Terhadap Promosi Chatime.........................................................51 Tabel 4.6 Tanggapan reponden terhadap keputusan pembelian Chatime......................................52 Tabel 4.7 Analisis Regresi Linier Berganda....................................................................................53 Tabel 4.8 Koefisiensi Determinasi...................................................................................................55 Tabel 4.9 Pengujian Secara Simultan (Uji F) ..................................................................................55 Tabel 4.10 Uji Normalitas dengan Kolomogorov-smirnov (K- S)......................................................57 Tabel 4.11 Uji Multikolinearitas dengan nilai tolerance dan VIF..................................................57 Tabel 4.12 Uji Heteroskedastistas menggunakan uji Gletjer.........................................................58 DAFTAR GAMBAR Gambar 1.1 Logo Chatime.......................................................................................................................1 Gambar 2.1 Lima Tingakatan Produk......................................................................................................6 Gambar 2.2 Proses Keputusan Pembelian..............................................................................................10 Gambar 2.3 Kerangka Pemikiran...........................................................................................................26
  11. 11. 11 Gambar 3.1 Tahapan Penelitian..............................................................................................................32 Gambar 3.2 Kriteria Interpretasi Nilai....................................................................................................38 Gambar 4.2 Kompisisi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin (%).....................................................43 Gambar 4.3 Komposisi Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir (%)..........................................44 Gambar 4.3 Komposisi Responden Berdasarkan Status Perkawinan (%)..............................................44 Gambar 4.4 Komposisi Responden Berdasarkan Usia (%)....................................................................45 Gambar 4.5 Komposisi Responden Berdasarkan Pendapatan Perbulan (%)..........................................46 Gambar 4.6 Komposisi Responden Berdasarkan Seberapa Sering Mendatangai Chatime (%).............46 Gambar 4.7 Posisi Sub Variabel Produk Chatime Terhadap Garis Kontinum.......................................48 Gambar 4.8 Posisi Sub Variabel Harga Chatime Terhadap Garis Kontinum........................................49 Gambar 4.9 Posisi Sub Variabel Tempat Chatime Terhadap Garis Kontinum......................................50 Gambar 4.10 Posisi Sub Variabel Promosi Chatime Terhadap Garis Kontinum.....................................51 Gambar 4.11 Posisi Variabel Keputusan Pembelian Chatime Chatime Terhadap Garis Kontinum........52
  12. 12. 12 BAB I PENDAHULUAN 1.1 GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN Chatime adalah perusahaan waralaba dari Taiwan didirikan pada tahun 2005 dengan lebih dari 800 outlet ritel di seluruh negara-negara seperti Taiwan, Malaysia, China, India, Macau, Vietnam, Singapura, Hong Kong, Thailand, Korea, Filipina, Indonesia, Australia, Dubai, Vietnam, Kanada, Inggris dan Amerika Serikat. Dalam rangka untuk melayani minuman yang disukai oleh semua orang, Chatime menggunakan mesin teh dan kopi canggih untuk memproduksi minuman berkualitas tertinggi. Jenis minuman yang disajikan antara lain mellow milk tea, fresh tea, fresh coffe, chatime special mix, oriental pop tea, QQ jelly, refreshing juice, smoothie series.(dalamwww.chatime.com,diakses pada tanggal 28 Februari 2014). Gambar 1.1 Logo Chatime
  13. 13. 13 Misi dari chatime itu sendiri adalah Our goal is to revolutionize the tea industry with our very own brand of high-lifestyle, designer tea outlets. In line with this objective, we aim to open at least 100 flagship chain-stores in major shopping malls in the two years to come that will appeal to younger, stylish health-conscious customers. (dalam www.facebook.com/chatimemalaysia/ diakses pada tanggal 7 Mei 2014). 1.2 LATAR BELAKANG PENELITIAN Pada era global dewasa ini, sebagian besar negara di dunia mencoba untuk membangun perekonomiannya dan melakukan ekspansi kegiatan ekonomi ke berbagai negara, khususnya ke negara berkembang. Dengan melakukan ekspansi bisnis maka negara tersebut dapat terus eksis dalam kegiatan perkenomian dan perdagangan internasional. Munculnya kecenderungan globalisasi di bidang ekonomi ataupun perdagangan pada saat ini tidak dapat dihindarkan lagi. Terjadinya globalisasi ditandai dengan semakin transparannya dunia. Seolah-olah negara berdaulat menjadi tanpa batas dengan negara berdaulat yang lain di dunia ini, telah mengubah wajah kehidupan perekonomian di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Globalisasi ekonomi dengan pasar bebasnya mau tidak mau akan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari dalam waktu dekat. Begitu pula dengan keberadaan bisnis franchise (waralaba) yang sudah menyebar ke berbagai negara. Banyaknya gerai waralaba yang dibuka baik oleh pengusaha kecil ataupun besar merupakan suatu bukti bahwa bisnis waralaba asing telah merambah masuk ke Indonesia. Ditambah lagi masyarakat Indonesia yang sangat welcome terhadap berbagai produk asing. Dengan kondisi semacam itu, franchisor (pewaralaba) asing tidak begitu mengalami kesulitan untuk menawarkan produk dan/atau jasa mereka kepada masyarakat Indonesia secara luas.(Nindyo, dalam camelia 2007:1) Chatime merupakan salah satu perusahaan waralaba asal taiwan yang merambah ke indonseia. Beberapa bulan terkahir ini, Chatime semakin ramai dikunjungi konsumen terutama pada hari selasa. Mungkin di antara merchant lain yang bergabung dalam aktivasi Plus Friend KakaoTalk Indonesia, Chatime lah yang mendapat perhatin paling besar konsumen. Pasalnya, sejak diluncurkan pada 3 Desember lalu, promosi “Beli 1 Gratis 1” yang di-share melalui akun Plus Friend Chatime dari KakaoTalk ini berhasil menjaring 100 ribu pengikut dalam waktu 7 hari. Selama 7 hari berikutnya, pengikut akun Chatime pun bertambah dua kali lipat menjadi 200 ribu. Sekitar 91% pesan yang dikirimkan Plus Friend Chatime ke chat room telah dibaca oleh pengguna. Pihak KakaoTalk mengungkapkan, hal tersebut merupakan sebuah pencapaian yang luar biasa dan jarang terjadi di industri pemasaran mobile di Indonesia. Tak hanya itu, 26% dari kupon yang dikirimkan setiap Selasa pagi itu ditukarkan oleh pengguna. Hal ini berarti satu dari setiap empat orang pengikut Plus Friend Chatime yang menerima kupon telah mengunjungi outlet Chatime dan menikmati promosi ini. Penukaran kupon Chatime juga
  14. 14. 14 meningkat 590% dalam satu minggu dan telah membuat antrian panjang di beberapa outlet Chatime serta menciptakan viral marketing di media sosial. Menurut laporan berita, antusiasme tersebut menunjukkan bagaimana KakaoTalk Plus Friend tak hanya menjadi tren baru bagi setiap orang untuk mencari dan menikmati penawaran terbaik dengan cara yang seru, melainkan turut membuktikan fitur Plus Friend sebagai alat pemasaran mobile yang efektif bagi merek apa saja.Promosi “Beli 1 Gratis 1” dari Plus Friend Chatime akan berakhir pada 28 Februari 2014. (dalam www.the-marketeers.com diakses pada tanggal 28 Februari 2014). Selain dari keberhasilan promosi tersebut, member Chatime yang ada di Cihampelas Walk Bandung terjadi kenaikan bisa dilihat dari tabel di bawah ini. Tabel 1.1 Jumlah Member Chatime Cihampelas Walk Bandung bulan Februari-April Bulan Jumlah Member Februari 310 Maret 330 April 350 Sumber: Leader Chatime Cihampelas Walk Bandung Sedangkan pesaing dari Chatime adalah Share Tea. Share Tea adalah bubble tea franchise dari Taipei, Taiwan. Didirikan pada tahun 1992. Sampai hari ini Share Tea telah berkembang lebih dari 180 toko di seluruh dunia. Share Tea telah diperluas, China, Hong Kong, Macau , Filipina, Singapura, Malaysia, Indonesia, Australia, Amerika Serikat, Dubai UEA, dan masih berkembang pesat karena Share Tea "Share the world, Share Happiness!" Share Tea Dibuka di Indonesia , dikelola oleh Prime Restaurant Indonesia sebagai pemegang waralaba induk. Outlet pertama dibuka di Plaza Semanggi pada Selasa, 4 September, 2012 . Jenis minuman yang disajikan oleh share tea antara lain milk tea, rock salt cheese series, fresh milk, fruit tea, yakult, smoothies, brewed tea, ice cream. (dalam www.sharetea-indonesia.com/, diakses pada tanggal 28 februari 2014). Perbandingan perusahaan waralaba chatime dan Sharetea dijelaskan dalam tabel di bawah ini Tabel 1.2 Perbandingan Perusahaan Waralaba Chatime dan Sharetea Variabel Chatime Sharetea Produk Milk Tea, Health Tea, Coffee, Chocolatea, Smootea, Tropical, Iced Fruitea, Refreshing Juices Milk Tea, Rock Salt Cheese, Fresh Milk, Fruit Tea, Yakult, Smoothies, Brewed Tea, Ice Cream Harga Rp 18.000-25.000 Rp 18.000-25.000
  15. 15. 15 Tempat Jalan Cihampelas 160 Bandung Jalan Cihampelas 160 Bandung Promosi KakaoTalk Plus Friend Tidak Ada Sumber : Chatime.com dan Sharetea-indonesia.com Dengan melihat perbandingan yang ada kita dapat melihat dari jenis produk dan harga Chatime dan Sharetea mempunyai kemiripan dan berada di lokasi yang sama yaiut di Cihampelas Walk Bandung. Hanya dari segi promosinya saja yang berbeda Chatime lebih unggul dari Sharetea karena melakukan promosi dengan KakaoTalk dimana Chatime lebih banyak peminatnya daripada pesaingnya yaitu Sharetea. Dari sini penulis ingin mengetahui bagaimanapengaruh yang ditimbulkan dari strategi bauran pemasaran yang dilakukan oleh perusahaan dalam menciptakan minat dan proses keputusan pembelian produk Chatime. Maka dari itu, judul penelitian ini adalah: “Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan Pembelian di Chatime Cihampelas Walk Bandung”. 1.3 PERUMUSAN MASALAH Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan sebelumnya, maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1. Bagaimana bauran pemasaran di Chatime Cihampelas Walk 2. Bagaimana keputusan pembelian konsumen Chatime di Cihampelas Walk Bandung? 3. Bagaimana pengaruh bauran pemasaran terhadap keputusan pembelian konsumen Chatime di Cihampelas Walk Bandung? 1.4 TUJUAN PENELITIAN Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah: 1. Untuk mengetahui bauran pemasaran di Chatime Cihampelas Walk 2. Untuk mengetahui keputusan pembelian konsumen Chatime di Cihampelas Walk Bandung. 3. Untuk mengetahui pengaruh bauran pemasaran terhadap keputusan pembelian konsumen Chatime di Cihampelas Walk Bandung. 1.5 KEGUNAAN PENELITIAN Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan dua kegunaan yaitu kegunaan akademis dan kegunaan praktis. 1. Bagi Perusahaan
  16. 16. 16 Penelitian ini dapat digunakan sebagai masukan untuk mengembangkan perusahaan Chatime terutama di Cihampelas WalkBandung agar dapat mengembangkan bisnisnya. 2. Bagi Penulis Menambah wawasan, pengetahuan, dan meningkatkan pemahaman mengenai bauran pemasaran dan menghubungkannya dengan kenyataan sebenarnya. 1.6 SISTEMATIKA PENULISAN Adapun sistematika penulisan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : BAB I : PENDAHULUAN Bab ini berisi tentang gambaran umum objek penelitian, latar belakang penelitian, perumusan masalah, tujuan penelitian, kegunaan penelitian serta sistematika penulisan. BAB II : TINJAUAN PUSTAKA DAN LINGKUP PENELITIAN Bab ini mengemukakan dengan jelas, ringkas dan padat tentang hasil kajian kepustakaan yang terkait dengan topik dan variabel penelitian untuk dijadikan dasar bagi penyusunan kerangka pemikiran dan perumusan hipotesis. BAB III : METODE PENELITIAN Bab ini berisi tentang jenis penelitian yang digunakan, operasionalisasi variabel dan skala pengukuran, tahapan penelitian, populasi dan sampel, pengumpulan data, uji validitas dan reliabilitas, dan teknik analisis data. BAB IV : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab ini berisi tentang hasil penelitian secara sistemastis kemudian di analisis dengan metode analisis data yang ditetapkan dan selanjutnya dilakukan pembahasan tentang analisis tersebut. BAB V : KESIMPULAN DAN SARAN Bab ini berisi tentang kesimpulan dari penelitian serta saran yang dapat diberikan pada pihak – pihak yang berkepentingan dalam hal ini.
  17. 17. 17 BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LINGKUP PENELITIAN 2.1 TEORI PEMASARAN Menurut Kotler & Armstrong (2008:6) “pemasaran adalah proses sosial dan manajerial di mana pribadi atau organisasi memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan melalui penicptaan dan pertukaran nilai yang lain”. 2.1.1 PENGERTIAN BAURAN PEMASARAN Setelah memutuskan seluruh strategi pemasaraanya, perusahaan siap untuk mulai merencanakan rincian bauran pemasaran, salah satu konsep utama dalam pemasaran modern. Bauran pemasaran (marketing mix) adalah kumpulan alat pemasaran taktis tekendali yang dipadukan perusahaan untuk menghasilkan respon yang diinginkannya di pasar sasaran. Bauran pemasaran terdiri dari semua hal yang dapat dilakukan perusahaan untuk mempengaruhi permintaan produknya. Berbagai kemungkinan ini dapat dikelompokkan menjadi empat kelompok variabel yang disebut “empat P” Product (produk), Price (Harga), Place (Tempat), dan Promotion (Promosi). (Kotler & Armstrong, 2008:62). A. PRODUK
  18. 18. 18 Produk berarti kobinasi barang dan jasa yang ditawarkan perusahaan kepada pasar sasaran. (Kotler & Armstrong 2008:63). Merencanakan penawaran pasarnya, pemasar harus melihat lima tingkatan produk (Kotler & Keller, 2009:4). Kelima tingkatan tersebut dapat disajikan dalam gambar berikut ini: Gambar 2.1 Lima Tingkatan Produk Gambar 2.1 menunjukkan tingkat paling dasar adalah manfaat inti dari suatu produk yang ditawarkan kepada konsumen. Pada tingkat kedua yaitu produk dasar (basic product) pemasar harus dapat mengubah manfaat inti suatu produk menjadi bentuk dasar dari suatu produk yang dapat dirasakan oleh panca indra. Tingkatan ketiga ialah produk yang diharapkan (expected product), dimana pada tingkatan ini pemasar harus menyiapkan beberapa atribut dan kondisi yang biasanya diharapkan pembeli ketika mereka membeli suatu produk. Kemudian tingkatan keempat yaitu produk tambahan (augmented product), pada tingkatan ini negara-negara yang sudah berkembang mengalami persaingan sehingga para pemasar menyiapkan produk tambahan yang meliputi tambahan jasa dan manfaat yang akan membedakannya dengan pesaing lainnya. Pada tingkat kelima yaitu produk potensial (potential product), yang meliputi segala kemungkinan peningkatan dan perubahan yang mungkin akan dialami produk atau tawaran tersebut pada masa mendatang. Pada tahap kelima inilah perusahaan-perusahaan akan mencari berbagai cara baru untuk memuaskan pelanggan dan membedakan tawarannya. B. HARGA Harga adalah jumlah uang yang harus dibayarkan pelanggan untuk memperoleh produk. (Kotler & Armstrong 2008:63). Menurut Kotler & Keller (2009:24) terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi penetapan harga diantaranya adalah harga terdaftar, diskon, potongan harga khusus, periode pembayaran, dan syarat kredit.
  19. 19. 19 C. TEMPAT Tempat meliputi kegiatan perusahaan yang membuat produk tersedia bagi pelanggan sasaran. (Kotler & Armstrong 2008:63). faktor yang mempengaruhi tempat diantaranya adalah saluran pemasaran, cakupan pasar, pilihan lokasi, persediaan, dan transportasi. Saluran distribusi menghubungkan produsen dengan pengguna akhir produk atau jasa. Saluran distribusi yang efektif dan efisien memberikan keunggulan strategi yang penting bagi para anggota organisasi atas saluran-saluran pesaingnya. (Kotler & Keller 2009:24) D. PROMOSI Promosi berarti aktifitas yang menyampaikan manfaat produk dan membujuk pelanggan membelinya. (Kotler & Armstrong, 2008:63). Menurut Kotler & Keller (2009:24) terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi promosi diantaranya adalah promosi penjualan, periklanan, tenaga penjualan, hubungan masyarakat, dan pemasaran langsung. Promosi merupakan salah satu bauran pemasaran yang digunakan oleh perusahaan untuk mengadakan komunikasi dengan pasarnya. Promosi juga sering dikatakan sebagai proses berlanjut, karena dapat menimbulkan rangkaian kegiatan selanjutnya bagi perusahaan. 2.1.2 TEORI PERILAKU PEMBELIAN KONSUMEN Menurut Kotler & Armstrong (2008:177) adapun jenis – jenis Perilku Keputusan Pembelian adalah sebagai berikut : A. PERILAKU PEMBELIAN KOMPLEKS Komsumen melakukan perilaku pembelian kompleks (complex buying behavior) ketika mereka sangat terlibat dalam pembelian dan merasa ada perbedaan yang signifikan antarmerek.Konsumen mungkin sangat terlibat ketika produk itu mahal, beresiko, jarang dibeli dan sngat memperlihatkan ekspresi diri.Umumnya, konsumen harus mempelajari banyak hal tentang kategori produk. B. PERILAKU PEMBELIAN PENGURANGAN DISONANSI Perilaku pembelian pengurangan disonansi (dissonance-reducing buying behavior) terjadi jika konsumen sangat terlibat dalam pembelian yang mahal, jarang dilakukan atau berisiko, tetapi hanya melihat sedikit perbedaan antarmerek.Jika anggapan perbedaan merek tidak besar, pembeli mungkin berkeliling untuk mempelajari merek yang tersedia, tetapi membeli dalam waktu relatif singkat. Mereka akan memberika respons terutama terhadap harga yang bagus atau kenyamanan membeli.
  20. 20. 20 Setelah pembelian, konsumen mungkin mengalami disonansi pascapembelian (ketidaknyamanan pascapenjualan) ketika mereka mengetahui kerugian tertentu dari merek karpet yang dibeli atau mendorong hal-hal menyenangkan tentang merek yang tidak dibeli.Untuk menghadapi disonansi semacam itu, komunikasi pascapenjualan yang dilakukan pemasar harus memberikan bukti dan dukungan untuk membantu konsumen merasa nyaman dengan pilihan merek mereka. C. PERILAKU PEMBELIAN KEBIASAAN Perilaku pembelian konsumen dalam situasi yang mempunyai karakter keterlibatan konsumen rendah dan anggapan perbedaan merek sedikit. D. PERILAKU PEMBELIAN YANG MENCARI KERAGAMAAN Perilaku pembelian konsumen yang mempunyai karakter keterlbatan konsumen yang rendah dengan anggapan perbedaan merek yang signifikan. Tabel 2.1 Empat Tipe Perilaku Pembelian Keterlibatan tinggi Keterlibatan rendah Banyak perbedaan antar merek Perilaku pembelian Kompleks Perilaku pembelian yang mencari keragaman Sedikit perbedaan antar merek Perilaku pembelian pengurangan disonansi Perilaku pembelian Kebiasaan Sumber : Kottler dan Armstrong (2008:177) 2.1.3 PROSES KEPUTUSAN PEMBELIAN Menurut Kotler & Armstrong (2008:179) proses keputusan pembelian sebagai berikut : A. PENGENALAN KEBUTUHAN
  21. 21. 21 Proses pembelian dimulai dengan pengenalan kebutuhan (need recognition) -pembeli menyadari suatu masalah atau kebutuhan. Kebutuhan dapat dipicu oleh rangsangan internal ketika salah satu kebutuhan normal seseorang timbul pada tingkat yang cukup tinggi sehingga menjadi dorongan.Kebutuhan juga dapat dipicu oleh rangsangan eksternal. Pada tahap ini, pemasar harus meneliti konsumen untuk menemukan jenis kebutuhan atau masalah apa yangtimbul, apa yang menyebabkannya, dan bagaimana masalah itu bisa mengarahkan konsumen pada produk tertentu. Gambar 2.2 Proses Keputusan Pembelian
  22. 22. 22 Sumber : Kotler & Armstrong (2008:179) B. PENCARIAN INFORMASI Konsumen yang tertarik mungkin mencari lebih banyak informasi atau mungkin tidak. Jika dorongan konsumen itu kuat dan produk yang memuaskan ada di dekat konsumen itu, konsumen mungkin akan membelinya kemudian. Jika tidak, konsumen bisa menyimpan kebutuhan itu dalam ingatannya atau melakukan pencarian informasi (information search) yang berhubungan dengan kebutuhan. Konsumen dapat memperoleh informasi dari beberapa sumber.Sumber-sumber ini meliputi sumber pribadi (keluarga, teman, tetangga, rekan), sumber komersial (iklan, wiraniaga, situs web, penyalur, kemasan, tampilan), sumber publik (media masaa, organisasi pemeringkat konsumen, pencarian internet), dan sumber pengalaman (penanganan, pemeriksaan, pemakaian produk).Pengaruh ralatif sumber-sumber informasi ini bervariasi sesuai produk dan pembelinya.Pada umumnya konsumen menerima sebagian besar informasi tentang sebuah produk dari sumber komersial –sumber yang kendalikan oleh pemasar. Ketika semakin banyak informasi yang diperoleh, kesadaran konsumen dan pengetahuan akan merek dan fitur yang tersedia meningkat. Sebuah perusahaan harus mendesain bauran pemasarannya untuk membuat konsumen menyadari dan mengetahui merek tersebut.Perusahaan harus mengidentifikasi sumber informasi konsumen dan arti penting masing-masing sumber tersebut secara seksama. C. EVALUASI ALTERNATIF Kita telah melihat cara konsumen menggunakan informasi untuk sampai pada sejumlah pilihan untuk akhir. Pemasar harus tahu tentang evaluasi alternatif (alternative evaluation) –
  23. 23. 23 yaitu bagaimana konsumen memproses informasi untuk sampai pada pilihan merek. Sayangnya konsumen tidak menggunakan proses evaluasi yang sederhana dan tunggal dalam semua situasi pembelian. Sebagai gantinya, beberapa proses evaluasi dilaksanakan. Konsumen sampai pada sikap terhasdap mereka yang berbeda melalui beberapa prosedur evaluasi.Bagaimana konsumen mengrevaluasi alternatif tergantung pada konsumen pribadi dan situasi pembelian tertenu.Dalam beberapa kasus, konsumen menggunakan kalkulasi yang cermat dan pemikiran logis. Pada waktu yang lain, konsumen yang sama hanya sedikit melakukan evaluasi atau bahkan tidak mengevaluasi, sebagai gantinya mereka akan membeli berdasarkan dorongan dan bergantung pada intuisi. Kadang-kadang mereka meminta nasihat pembelian dari teman, pemandu konsumen atau wiraniaga. Pemasar harus mempelajari pembeli untuk menemukan bagaimana cara merekasebenarnya dalam mengevaluasi pilihan merek. Jika mereka tahu proses evaluasi apa yang berlangsung, pemasar dapat mengambil langkah untuk mempengaruhi keputusan pembeli. D. KEPUTUSAN PEMBELIAN Dalam tahap evaluasi, konsumen menentukan peringkat merek dan membentuk niat pembelian.Pada umumnya, keputusan pembelian (purchase decision) konsumen adalah membeli merek yang paling disukai, tetapi dua faktor bisa berada antara niat pembelian dankeputusan pembelian. Faktor pertama adalah sikap orang lain. Faktor kedua adalah faktor situasional yang tidak diharapkan.Konsumen mungkin membentuk niat pembelian berdasarkan faktor-faktor seperti pendapatan, harga, dan manfaat produk yang diharapkan.Namun, kejadian tek terduga bisa mengubah niat pembeli.Oleh karena itu, preferensi dan niat pembelian tidak selalu menghasilkan pilihan pembelian yang akurat. E. PERILAKU PASCA PEMBELIAN Pekerjaan pemasar tidak berakhir ketika produk telah dibeli. Setelah membeli produk, konsumen akan merasa puas atau tidak puas dan terlihat dalam perilaku pascapembelian (postpurchase behavior) yang harus diperhatikan oleh pemasar. Yang menentukan kepuasan atau ketidakpuasa pembeli terhadap suatu pembelian adalah terletak pada hubungan antara ekspektasi konsumen dan kinerja anggapan produk.Jika produk memenuhi ekspektasi, konsumen puas; jika produk melebihi ekspektasi, konsumen sangat puas. Semakin besar kesenjangan antara ekspektasi dan kinerja, semakin besar pula ketidakpuasan konsumen. Hal ini menunjukan bahwa penjual hanya boleh menjanjikan apa yang dapat diberikanmereknya sehingga pembeli terpuaskan. 2.2 PENELITIAN TERDAHULU 2.2.1 SKRIPSI
  24. 24. 24 1. Suhaily (2013), dengan judul “Pengaruh Bauran Pemesaran terhadap Keputusan Pembelian Handphone Samsung Berbasis Android (Studi Kasus Pada Mahasiswa Administrasi Bisnis Institut Manajemen Telkom Tahun 2009-2012)”. Adapun variabel independen X dalam penelitian ini adalah bauran pemasaran yang terdiri dari empat sub variabel yaitu Produk (X1), Harga (X2), Tempat (X3), Promosi (X4) dan variabel dependen (Y) dalam penelitian ini adalah keputusan pembelian. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Administrasi Bisnis Institut Manajemen Telkom sebanyak 54 mahasiswa dengan menggunakan sampel jenuh yang seluruhnya dijadikan sebagai responden penelitian. Jenis penelitian dalam penelitian ini menggunakan metode studi deskriptif dan explanatory. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan alat pengumpulan data kuesioner yang dibagikan kepada responden. Berdasarkan hasil uji hipotesis secara simultan (Uji F), bauran pemasaran berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian pada handphone Samsung berbasis Android, hal ini dibuktikan dengan tingkat signifikansi 0,00 (taraf signifikansi yang diterima ? = 5%). Berdasarkan hasil uji hipotesis secara parsial (Uji t), hanya variabel harga yang berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Sedangkan variabel lain seperti produk, tempat, dan promosi tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Berdasarkan koefisien determinasi didapat bahwa variabel bauran pemasaran mampu menjelaskan keputusan pembelian sebesar 0.345 atau 34.5% dan sisanya sebesar 65.5% dipengaruhi oleh faktor lain diantaranya faktor dari karakteristik dan psikologi konsumen (budaya, sosial, pribadi, dan psikologi) dan faktor pesaing yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini. 2. Siti Lazza Faizah (2013) dengan judul “PENGARUH BAURAN PEMASARAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN AIR MINUM DALAM KEMASAN MEREK AQUA (Studi Kasus Di Wilayah Kuningan Barat Jakarta Selatan Periode Oktober 2012 – Maret 2013)”. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori bauran pemasaran dan teori keputusan pembelian untuk melihat bagaimana kinerja bauran pemasaran yang dilakukan Aqua Group dan bagaimana pengaruhnya terhadap keputusan pembelian konsumen di wilayah Kuningan Barat Jakarta Selatan. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen AMDK merek Aqua yang berada di wilayah Kuningan Barat Jakarta Selatan. Jumlah sampel yang ditetapkan sebanyak 100 responden dengan menggunakan metode non probability sampling dengan teknik accidental sampling. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil pengujian analisis regresi linier berganda menunjukkan sub variabel produk, harga, promosi, dan tempat memiliki pengaruh yang positif atau berbanding lurus terhadap keputusan pembelian dengan persamaan Y = 0,331 + 0,279X? + 0,014X? + 0,053X? + 0,568X?. Pengujian hipotesis secara simultan melalui uji f menunjukkan
  25. 25. 25 bahwa variabel bauran pemasaran mempunyai pengaruh secara simultan atau bersama-sama terhadap keputusan pembelian,hal ini ditunjukkan dengan Fhitung lebih besar dari nilai Ftabel (61,524 > 2,47) dan nilai signifikansi hitung (Sig.)=0,000 lebih kecil dari nilai ?=0,05. Pengujian hipotesis secara parsial melalui uji t menunjukkan sub variabel produk dan tempat memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian. Sedangkan sub variabel harga dan promosi tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian. Berdasarkan kosefisien determinasi diperoleh angka Adjusted R Square 0,71 menunjukkan bahwa 71% variasi keputusan pembelian dapat dijelaskan oleh variabel bauranpemasaran yang terdiri dari produk, harga, promosi, dan tempat. 3. Eko Wahyu Pratama (2013) dengan judul “Pengaruh Bauran Pemasaran Jasa terhadap Keputusan Pembelian Smartphone dengan Sistem Operasi Android pada Masyarakat Kota Depok Tahun 2012” Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi besarnya pengaruh bauran pemasaran jasa yaitu produk, harga, tempat, promosi, kinerja, manusia, program dan proses terhadap keputusan pembelian dengan menggunakan metode studi kausalitas. Penelitian ini dilakukan di Kota Depok tahun 2012. Sampel penelitian ini sebanyak 100 orang. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah non probability sampling dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis yang digunakan adalah penulis mencari hubungan simultan dan parsial antara sub variabel bauran pemasaran jasa dan keputusan pembelian dengan menggunakan teknik analisis jalur. Hasil pengolahan data secara simultan variabel bauran pemasaran jasa berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian, namun secara parsial hanya sub variabel promosi dan kinerja yang berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. 4. Aldiva Indra Pratama (2013) dengan judul “Pengaruh Bauran Pemasaran Jasa Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Pada Toserba Griya Buah Batu”. Metode penelitian yang dilakukan dengan cara pengamatan langsung oleh peneliti di Toserba griya Buah Batu - Bandung di Jalan Buah Batu No. 183 – 185 Bandung, wawancara dengan para karyawan Toserba Griya Buah Batu, hingga dilakukan penyebaran kuesioner terhadap 100 responden. Menggunakan analisis kuantitatif berupa pengujian data reliabilitas, validitas, dan menggunakan alat analisis regresi linier sederhana, uji signifikasi dan juga pengujian determinasi. Dari penelitian yang telah dilakukan didapat hasil: bauran pemasaran jasa yang dilakukan oleh Toserba Griya Buah Batu, pernyataan dari kuesioner dinyatakan reliabel dan valid, nilai uji signifikasi yang menerima hipotesa H1 yaitu adanya pengaruh bauran pemasaran jasa terhadap keputusan pembelian dengan tingkat kesalahan sebesar 5%, dan pengujian
  26. 26. 26 determinasi yang menghasilkan 21,6% sebagai nilai variasi perubahan bauran pemasaran jasa terhadap variasi perubahan keputusan pembelian. Kata kunci: bauran pemasaran jasa dan keputusan pembelian. 5. Intanny Marantina (2012) demgan judul “PENGARUH BAURAN PEMASARAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK MINYAK GORENG FILMA PADA SUPERMAKET YOGYA GRIYA DI KOTA BANDUNG TAHUN 2012”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh bauran pemasaran dari produk Minyak Goreng Filma terhadap keputusan pembelian konsumen baik secara simultan atau parsial. Dengan 4 faktor bauran pemasaran yaitu Product, Price, Place Promotion dan faktor dari proses keputusan pembelian adalah pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi alternatif, keputusan pembelian, dan perilaku pasca pembelian. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis jalur (Path Analysis). Analisis jalur tujuannya untuk menguji besarnya kontribusi pengaruh yang ditunjukan oleh koefisien jalur pada setiap diagram jalur dari hubungan kausal antar variabel. Sampel dalam penelitian ini adalah para pengguna Minyak Goreng Filma. Teknik Sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah non probability sampling dengan metode convenience sampling. Data sekunder dalam penelitian ini diambil dari literatur serta dokumen yang relevan dengan judul dan tema penelitian. Sementara data primer diambil melalui wawancara non-formal kepada pihak Sinar Mas dan juga penyebaran kuisioner kepada 100 responden yang merupakan pengguna atau pernah menggunakan minyak goreg Filma di Kota Bandung. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa bauran pemasaran secara simultan mmberikan pengaruh sebesar 25,8% terhadap keputusan pembelian produk Minyak Goreng Filma pada Supermaket Yogya Griya di Kota Bandung tahun 2012. Sedangkan secara parsial variabel yang memberikan pengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian adalah Promotion. 2.2.2 JURNAL NASIONAL 1. Cahya Nurlia, Asiah Hamzah, Indar Jurnal AKK, Vol 1 No 1, hal 1-55 (September 2012) dengan judul “HUBUNGAN BAURAN PEMASARAN DENGAN KEPUTUSAN PASIEN RAWAT INAP MEMILIH LAYANAN KESEHATAN DI RUMAH SAKIT ISLAM FAISAL MAKASSAR TAHUN 2011”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan bauran pemasaran dengan keputusan dalam memilih pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Islam Faisal. Jenis penelitian yang digunakan kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah pasien rawat inap di instalasi sebanyak 205 responden yang ditentukan secara simple random sampling. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan kuesioner. Hasil penelitian
  27. 27. 27 menunjukkan bahwa ada campuran hubungan pemasaran produk (p = 0,001), harga (p = 0,001), dimana (p = 0,046), promosi (p = 0,005), profesional kesehatan/ pria (p = 0,002), proses (p = 0,003), dan penampilan fisik (p = 0,039) dengan keputusan untuk memilih pelayanan kesehatan rawat inap dari Faisal Islamic Hospital Makassar. Melalui penelitian ini, pihak-pihak rumah sakit Islam Faisal harus meningkatkan pelayanan rumah sakit dengan memberikan pelayanan yang terbaik sehingga pasien yang merasa puas dan akan memilih kembali pelayanan kesehatan yang ada di Rumah Sakit Islam Faisal Makassar. 2. M. Syahirman Yusi, Jurnal ekonomika Universitas Almuslim Bireuen – Aceh Vol.IV No.7 (Maret 2013), dengan judul “BAURAN PEMASARAN: IMPLIKASINYA TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN (Studi Empiris pada Pembaca Surat Kabar Sumatera Ekspres di Kota Palembang)”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh kepuasan pelanggan yang dipengaruhi oleh bauran pemasaran yaitu produk, harga, distribusi atau tempat, dan promosi. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pengumpulan data primer melalui kuesioner. Berdasarkan analisis data dengan analisis korelasi dan analisis regresi menunjukkan bahwa ada korelasi positif antara kepuasan konsumen dengan poduk (0,83), harga (0,64), distribusi (0,71) dan promosi (0, 68). Namun, korelasi tertinggi adalah antara kepuasan pelanggan dengan produk (0,83). Selanjutnya, dengan menggunakan analisis regresi dapat diketahui bahwa kepuasan pelanggan lebih banyak dipengaruhi oleh produk dengan koefisien 0, 64. 3. Christian A.D Selang, Jurnal EMBA 71 Vol.1 Hal. 71-80No.3 (Juni 2013), dengan judul “BAURAN PEMASARAN (MARKETING MIX) PENGARUHNYA TERHADAPLOYALITAS KONSUMEN PADA FRESH MART BAHU MALL MANADO Penelitian ini menjelaskan tentang pengaruh bauran pemasaran terhadap loyalitas konsumen pada Fresh Mart Bahu Mall Manado. Metode pengambilan sampel yang digunakan berdasarkan teknik non probability yaitu purposive Sampling, dimana sampel dipilih secara sengajadan metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkanbahwa secara parsial produk dan harga berpengaruh signifikan terhadap loyalitas konsumen dan promosi, tempattidak berpengaruh signifikan terhadap loyalitas konsumen. Secara Simultan produk, harga, promosi dan tempatberpengaruh signifikan terhadap Loyalitas Konsumen. Mengingat promosi dan tempat memiliki pengaruh yanglemah terhadap loyalitas konsumen, maka sebaiknya manajemen memperhatikan dan meningkatkan peran daripromosi dan pemilihan tempat dalam perencanaan pemasaran perusahan.
  28. 28. 28 4. Nunuk Supraptini, Jurnal Ilmiah Inkoma, Volume 24, Nomor 1 (Februari 2013) BAURAN PEMASARAN: STRATEGI PEMASARAN PARIWISATA DI KABUPATEN SEMARANG. Tujuan kajian ini adalah memberikan wacana untuk mengembangkan pariwisata Kabupaten Semarang. Untuk itu perlu strategi yang tepat untuk mengelola sumberdaya yang dimiliki. Tujuan kegiatan promosi pariwisata adalah meningkatkan jumlah kunjungan wisata pada daerah tujuan wisata, meningkatkan citra wisata daerah, menginformasikan produk- produk pendukung sebagai salah satu daya tarik daerah, dan sebagai sarana komunikasi. Strategi pengembangan pariwisata diarahkan pada penerapan bauran pemasaran untuk pemenuhan kebutuhan dan keinginan calon wisatawan dengan mempertimbangkan kesiapan dan potensi yang dimiliki. Dengan menerapkan strategi pemasaran yang tepat, potensi wisata Kabupaten Semarang dapat tergarap secara profesional. Objek wisata yang dapat ditawarkan meliputi wisata alam, wisata sejarah, wisata budaya, dan wisata kuliner. Dalam pelaksanaanya perlu melibatkan masyarakat setempat untuk mengembangkannya. Penerapan strategi ini diharapkan mampu memasarkan objek wisata yang dimiliki dan dapat memberikan kontribusi dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi dengan menggunakan bauran pemasaran sebagai strategi pengembangannya. 2.2.3 JURNAL INTERNASIONAL 1. Mehrdad Alipour, Firozeh Hajaliakbari, Negar Javanbakht, Vol. 2 No. 6 (April 2011), dengan judul “The Impact of Web-Marketing Mix (4s) on Development of Tourism Industry in Iran”. Dalam artikel ini, pentingnya industri pariwisata dan perkembangannya adalah sebagai variabel dependen dan berbagai elemen model pemasaran elektronik 4s terpadu dibahas sebagai variabel independen. Selain itu, uji Friedman diterapkan untuk menentukan peringkat efek faktor ini. Penilaian ini dilakukan melalui penerapan kuesioner yang dirancang untuk mengumpulkan pandangan manajer tentang pariwisata teknis kantor dan pusat-pusat akademik dan organisasi. Metode statistik untuk analisis data adalah 1-korelasi. Temuan menunjukkan bahwa semua elemen model adalah efektif dalam pengembangan industri pariwisata. 2. Owusu Alfred, European Journal of Business and Management,Vol.5, No.1 (2013), dengan judul “Influences of Price And Quality On Consumer Purchase Of MobilePhone In The Kumasi Metropolis In Ghana A Comparative Study”. Penelitian ini difokuskan pada konsumen ponsel yang dipilih di Kumasi Metropolis di Ghana. Penggunaan studi yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari kuesionerdan wawancara pribadi, sedangkan data sekunder diperoleh dari daftar harga ponsel. Metode pembelajaran yang digunakan adalah sampel nonprobabilitas. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang mencoba menggambarkan bagaimana
  29. 29. 29 konsumen dipengaruhi oleh harga dan kualitas saat membeli ponsel. Wawancara dan kuesioner merupakan instrumen utama yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa harga dan kualitas memiliki pengaruh pada keputusan pembelian konsumen dan konsumen mempertimbangkan harga dan kualitas dalam situasi pembelian mereka. 3. Ghulam Shabbir Khan Niazi and Javaria Siddiqui and Burhan Ali Shah and Ahmed Imran Hunjra, Information Management and Business ReviewVol. 4, No. 3, (Maret 2012). Dengan judul “Effective advertising and its influence on consumer buying behavior”. Penelitian ini membahas hubungan antara respon lingkungan dan respon emosional dimana respon lingkungan dan respon emosional adalah variabel independen dengan variabel dependenyaitu perilaku pembelian konsumen. Penelitian ini meneliti hubungan antara variabel yang terlibat, dalam penelitian ini penulis mengambil 200 tanggapan di kota-kota kembar dari Pakistan. Temuan dari penelitian ini menunjukkan hubungan yang moderatantara variabel independen dan variabel dependen. Hal ini menunjukkan bahwa konsumen membeli merek-merek berdasarkan emosional mereka. Penelitian ini melaporkan hasil yang baru dalam bidang perilaku pembelian konsumen. 4. Bundit Pungnirund, World Academy of Science, Engineering and Technology International Journal of Social, Human Science and Engineering Vol:7 No:8, (2013). Dengan judul “The Influences of Marketing Mix on Customer Purchasing Behavior at Chatuchak Plaza Market”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh bauran pemasaran pada perilaku pembelian pelanggan. Sebanyak 397 responden dikumpulkan dari pelanggan yang merupakan pelanggan tetap pasar Chatuchak Plaza . Kuesioner digunakan sebagai alat untuk mengumpulkan data. Statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah frekuensi disertakan , persentase , rata-rata , standar deviasi, dan analisis regresi berganda . Data dianalisis dengan menggunakan Statistical Package for the Social Science. Temuan menunjukkan bahwa mayoritas responden adalah laki-laki dengan usia antara 25-34 tahun, memegang gelar sarjana , menikah dan tinggal bersama-sama. Pendapatan rata-rata responden adalah antara 10,001-20,000 baht, mayoritas bekerja di perusahaan swasta. Analisis penelitian mengungkapkan bahwa ada tiga variabel bauran pemasaran yang meliputi produk ( X1 ) harga ( X2 ) , tempat ( X3 ) , dan yang memiliki pengaruh pada frekuensi pembelian konsumen. Ketiga variabel dapat memprediksi pembelian sekitar 30% dari waktu dengan menggunakan persamaan ; Y1 = 6,851 + 0,921 ( X2 ) + 0,949 ( X3 ) + 0,591 ( X1 ) . Hal ini juga menemukan bahwa dalam hal bauran pemasaran, ada dua variabel yang memiliki pengaruh pada jumlah pembelian konsumen yaitu karakteristik fisik ( X6 ) , dan proses
  30. 30. 30 ( X7 ) . Kedua variabel prediktif 17 persen pembelian sebuah dengan menggunakan persamaan : Y2 = 2276,88 + 2980,97 ( X6 ) + 2.188,09 ( X7 ).
  31. 31. 31 Tabel 2.2 Persamaan dan Perbedaan Penelitian dengan Skripsi Terdahulu No. Nama dan Judul Variabel penelitian Persamaan penelitian Perbedaan Penelitian 1 Suhaily (2013) ; “Pengaruh Bauran Pemesaran terhadap Keputusan Pembelian Handphone Samsung Berbasis Android (Studi Kasus Pada Mahasiswa Administrasi Bisnis Institut Manajemen Telkom Tahun 2009-2012)”. Variabel bebas (variabel X) adalah bauran pemasaran dan variabel terikat (variabel Y) keputusan pembelian Handphone samsung berbasis android Variabel terikat penelitian sebelumnya dengan penelitian saat ini sama yaitu keputusan pembelian dan juga variabel bebas yang sama yaitu bauran pemasaran Perbedaan objek terdahulu, dimana pada penelitian terdahulu adalah produk handphone Samsung berbasis Android sedangkan penelitan saat ini adalah produk Chatime. Subjek penelitian terdahulu adalah mahasiswa Administrasi Bisnis Institut Manajemen Telkom, sedangkan penelitian saat ini adalah konsumen chatime Ciwalk Bandung 2 Siti Lazza Faizah (2013) ; “PENGARUH BAURAN PEMASARAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN AIR MINUM DALAM KEMASAN MEREK AQUA (Studi Kasus Di Wilayah Kuningan Barat Jakarta Selatan Periode Oktober 2012 – Maret 2013)”. Variabel bebas (variabel X) adalah bauran pemasaran dan variabel terikat (variabel Y) keputusan pembelian air minum dalam kemasan merek aqua Variabel terikat penelitian sebelumnya dengan penelitian saat ini sama yaitu keputusan pembelian dan juga variabel bebas yang sama yaitu bauran pemasaran Perbedaan objek terdahulu, dimana pada penelitian terdahulu adalah produk air minum dalam kemasan sedangkan penelitan saat ini adalah produk Chatime. Subjek penelitian terdahulu adalah konsumen air minum kemasan di Kuningan Barat Jakarta, sedangkan penelitian saat ini adalah konsumen Chatime Ciwalk Bandung. 3 Eko Wahyu Pratama (2012); “PENGARUH BAURAN Variabel bebas (variabel X) adalah bauran pemasaran dan Variabel terikat penelitian sebelumnya dengan penelitian saat ini sama yaitu Perbedaan objek terdahulu, dimana pada penelitian terdahulu adalah produk smartphone
  32. 32. 32 PEMASARAN JASA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN SMARTPHONE DENGAN SISTEM OPERASI ANDROID PADA MASYARAKAT KOTA DEPOK TAHUIN 2012” variabel terikat (variabel Y) keputusan pembelian Smartphone dengan sistem operasi Android keputusan pembelian dan juga variabel bebas yang sama yaitu bauran pemasaran Android sedangkan penelitan saat ini adalah produk Chatime. Subjek penelitian terdahulu adalah masyarakat kota Depok, sedangkan penelitian saat ini adalah konsumen Chatime Cihampelas Walk Bandung 4 ALDIVA INDRA PRATAMA (2013); “Pengaruh Bauran Pemasaran Jasa Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Pada Toserba Griya Buah Batu” Variabel bebas (variabel X) adalah bauran pemasaran dan variabel terikat (variabel Y) keputusan pembelian konsumen pada Toserba Griya Buah Batu Variabel terikat penelitian sebelumnya dengan penelitian saat ini sama yaitu keputusan pembelian dan juga variabel bebas yang sama yaitu bauran pemasaran Perbedaan objek terdahulu, dimana pada penelitian terdahulu adalah produk di Toserba sedangkan penelitan saat ini adalah produk Chatime. Subjek penelitian terdahulu adalah konsumen toserba Griya Buah Batu, sedangkan penelitian saat ini adalah konsumen Chatime Cihampelas Walk Bandung. 5 Intanny Marantina (2012) ; “PENGARUH BAURAN PEMASARAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK MINYAK GORENG FILMA PADA SUPERMAKET YOGYA GRIYA DI KOTA BANDUNG TAHUN 2012” Variabel bebas (variabel X) adalah bauran pemasaran dan variabel terikat (variabel Y) keputusan pembelian produk minyak goreng Filma pada supermarket Yogya Griya di kota Bandung Variabel terikat penelitian sebelumnya dengan penelitian saat ini sama yaitu keputusan pembelian dan juga variabel bebas yang sama yaitu bauran pemasaran Perbedaan objek terdahulu, dimana pada penelitian terdahulu adalah produk minyak goreng Filma sedangkan penelitan saat ini adalah produk Chatime. Subjek penelitian terdahulu adalah konsumen toserba Griya Buah Batu, sedangkan penelitian saat ini adalah konsumen supermarket Yogya Griya di kota Bandung
  33. 33. 33 Tabel 2.3 Persamaan dan Perbedaan Penelitian dengan Jurnal Terdahulu No. Nama dan Judul Variabel penelitian Persamaan penelitian Perbedaan Penelitian 1 Cahya Nurlia et al (2012); “HUBUNGAN BAURAN PEMASARAN DENGAN KEPUTUSAN PASIEN RAWAT INAP MEMILIH LAYANAN KESEHATAN DI RUMAH SAKIT ISLAM FAISAL MAKASSAR TAHUN 2011” Variabel bebas (variabel X) adalah bauran pemasaran dan variabel terikat (variabel Y) keputusan memilih layanan kesehatan Variabel bebas penelitian sebelumnya dengan penelitian saat ini sama yaitu bauran pemasaran, selain itu Variabel terikat penelitian sebelumnya dengan penelitian saat ini sama yaitu keputusan pembelian Perbedaan objek terdahulu, dimana pada penelitian terdahulu adalah layanan kesehatan di rumah sakit Islam Faisal Makassar sedangkan penelitan saat ini adalah produk Chatime. Subjek penelitian terdahulu adalah pasien rawat inap di rumah sakit Islam Faisal Makassar sedangkan penelitian saat ini adalah konsumen Chatime Ciwalk Bandung 2 M. Syahirman Yusi (2013); “BAURAN PEMASARAN: IMPLIKASINYA TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN (Studi Empiris pada Pembaca Surat Kabar Sumatera Ekspres di Kota Palembang)”. Variabel bebas (variabel X) adalah bauran pemasaran dan variabel terikat (variabel Y) kepuasan empiris Variabel bebas penelitian sebelumnya dengan penelitian saat ini sama yaitu bauran pemasaran Perbedaan objek terdahulu, dimana pada penelitian terdahulu adalah kepuasan konsumen sedangkan penelitan saat ini adalah produk Chatime. Subjek penelitian terdahulu adalah Pembaca Surat Kabar Sumatera Ekspres di Kota Palembang sedangkan penelitian saat ini adalah konsumen Chatime Ciwalk Bandung 3 Christian A.D Selang (2013); “BAURAN PEMASARAN (MARKETING MIX) PENGARUHNYA TERHADAP LOYALITAS Variabel bebas (variabel X) adalah bauran pemasaran dan Variabel bebas penelitian sebelumnya dengan penelitian saat ini sama Perbedaan objek terdahulu, dimana pada penelitian terdahulu adalah loyalitas konsumen pada Fresh Mart Bahu Mall
  34. 34. 34 KONSUMEN PADA FRESH MART BAHU MALL MANADO” variabel terikat (variabel Y) loyalitas konsumen yaitu bauran pemasaran Manado sedangkan penelitan saat ini adalah produk Chatime. Subjek penelitian terdahulu adalah konsumen Fresh Mart Bahu Mall Manado pada sedangkan penelitian saat ini adalah konsumen Chatime Ciwalk Bandung 4 Nunuk Supraptini (2013); “BAURAN PEMASARAN: STRATEGI PEMASARAN PARIWISATA DI KABUPATEN SEMARANG” Variabel bebas (variabel X) adalah bauran pemasaran dan variabel terikat (variabel Y) strategi pemasaran pariwisata Variabel bebas penelitian sebelumnya dengan penelitian saat ini sama yaitu bauran pemasaran Perbedaan objek terdahulu, dimana pada penelitian terdahulu adalah strategi pemasaran pariwisata sedangkan penelitan saat ini adalah produk Chatime. Subjek penelitian terdahulu pariwisata di kabupaten Semarang 5 Mehrdad Alipour et al(2011); “The Impact of Web- Marketing Mix (4s) on Development of Tourism Industry in Iran” Variabel bebas (variabel X) adalah bauran pemasaran dan variabel terikat (variabel Y) pengembangan pariwisata industry Variabel bebas penelitian sebelumnya dengan penelitian saat ini sama yaitu bauran pemasaran Perbedaan objek terdahulu, dimana pada penelitian terdahulu adalah pengembangan pariwisata industri sedangkan penelitan saat ini adalah produk Chatime. Subjek penelitian terdahulu manajer kantor pariwisata sedangkan penelitian saat ini adalah konsumen Chatime Ciwalk Bandung 6 Owusu Alfredet al (2013);“Influences of Price And Quality On Consumer Purchase Of MobilePhone In The Kumasi Metropolis In Ghana A Comparative Study” Variabel bebas (variabel X) adalah bauran pemasarandan variabel terikat (variabel Y) pembelian konsumen Variabel bebas penelitian sebelumnya dengan penelitian saat ini sama yaitu bauran pemasaran Perbedaan objek terdahulu, dimana pada penelitian terdahulu adalah mobile phone sedangkan penelitan saat ini adalah produk Chatime. Subjek penelitian terdahulu adalah konsumen pembeli mobile phone di Kumasi Metropolis Ghana sedangkan penelitian
  35. 35. 35 saat ini adalah konsumen Chatime Ciwalk Bandung 7 Niazi et al ( 2012); “Effective advertising and its influence on consumer buying behavior” Variabel bebas (Variabel X) adalah efektifias dan variabel terikat (Variabel Y) perilaku pembelian konsumen Variabel terikat penelitian sebelumnya dengan penelitian saat ini sama yaitu keputusan pembelian Perbedaan objek terdahulu, dimana pada penelitian terdahulu adalah perilaku pembelian konsumen sedangkan penelitan saat ini adalah produk Chatime. Subjek penelitian terdahulu adalah konsumen konsumen sedangkan penelitian saat ini adalah konsumen Chatime Ciwalk Bandung 8 Bundit Pungnirund (2013); “The Influences of Marketing Mix on Customer Purchasing Behavior at Chatuchak Plaza Market”. Variabel bebas (Variabel X) adalah efektifias dan variabel terikat (Variabel Y) perilaku pembelian konsumen Variabel bebas penelitian sebelumnya dengan penelitian saat ini sama yaitu bauran pemasaran Perbedaan objek terdahulu, dimana pada penelitian terdahulu adalah perilaku pembelian konsumen sedangkan penelitan saat ini adalah keputusan pembelian produk Chatime. Subjek penelitian terdahulu adalah konsumen pasar Chatuchak Plaza sedangkan penelitian saat ini adalah konsumen Chatime Ciwalk Bandung.
  36. 36. 36 1.3 KERANGKA PEMIKIRAN Menurut Kotler &Armstrong (2008:6) pemasaran adalah proses sosial dan manajerial di mana pribadi atau organisasi memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan melalui penicptaan dan pertukaran nilai yang lain. Setelah memutuskan seluruh strategi pemasaraanya, perusahaan siap untuk mulai merencanakan rincian bauran pemasaran, salah satu konsep utama dalam pemasaran modern. Bauran pemasaran (marketing mix) adalah kumpulan alat pemasaran taktis tekendali yang dipadukan perusahaan untuk menghasilkan respon yang diinginkannya di pasar sasaran. Bauran pemasaran terdiri dari semua hal yang dapat dilakukan perusahaan untuk mempengaruhi permintaan produknya. Berbagai kemungkinan ini dapat dikelompokkan menjadi empat kelompok variabel yang disebut “empat P” Product (produk), Price (Harga), Place (Tempat), dan Promotion (Promosi). (Kotler& Armstrong, 2008:62). Produk berarti kobinasi barang dan jasa yang ditawarkan perusahaan kepada pasar sasaran. (Kotler & Armstrong, 2008:63). Merencanakan penawaran pasarnya, pemasar harus melihat lima tingkatan produk. (Kotler & Keller, 2009:4). Kelima tingkatan tersebut adalah manfaat inti, produk dasar, produk yang diharapkan, produk tambahan, produk potensial. Harga adalah jumlah uang yang harus dibayarkan pelanggan untuk memperoleh produk. (Kotler & Armstrong, 2008:63). Menurut Kotler & Keller (2009:24) terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi penetapan harga diantaranya adalah harga terdaftar, diskon, potongan harga khusus, periode pembayaran, dan syarat kredit. Tempat meliputi kegiatan perusahaan yang membuat produk tersedia bagi pelanggan sasaran. (Kotler & Armstrong, 2008:63). faktor yang mempengaruhi tempat diantaranya adalah saluran pemasaran, cakupan pasar, pilihan lokasi, persediaan, dan transportasi. Saluran distribusi menghubungkan produsen dengan pengguna akhir produk atau jasa. Saluran distribusi yang efektif dan efisien memberikan keunggulan strategi yang penting bagi para anggota organisasi atas saluran- saluran pesaingnya. (Kotler & Keller, 2009:24) Promosi berarti aktifitas yang menyampaikan manfaat produk dan membujuk pelanggan membelinya. (Kotler & Armstrong, 2008:63). Menurut Kotler & Keller (2009:24) terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi promosi diantaranya adalah promosi penjualan, periklanan, tenaga penjualan, hubungan masyarakat, dan pemasaran langsung. Promosi merupakan salah satu bauran pemasaran yang digunakan oleh perusahaan untuk mengadakan komunikasi dengan pasarnya. Promosi juga sering dikatakan sebagai proses berlanjut, karena dapat menimbulkan rangkaian kegiatan selanjutnya bagi perusahaan Proses keputusan pembelian terdiri dari lima tahap yaitu pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi alternatif, keputusan pembelian dan perilaku pascapembelian. Proses pembelian dimulai jauh sebelum pembelian sesungguhnya dan berlanjut dalam waktu yang lama setelah pembelian. Pemasar harus memusatkan perhatian pada keseluruhan proses pembelian dan bukan hanya keputusan pembelian.
  37. 37. 37 Konsumen melewati seluruh tahap untuk semua pembelian yang dilakukannya.Tetapi dalam pembelian yang lebih rutin, konsumen sering menghilangkan atau membalik urutan beberapa tahap ini. Pengenalan Kebutuhan yaitu tahap pertama proses keputusan pembeli, di mana konsumen menyadari suatu masalah atau kebutuhan. Proses pembelian dimulai dengan pengenalan kebutuhan (need recognition) -pembeli menyadari suatu masalah atau kebutuhan. Kebutuhan dapat dipicu oleh rangsangan internal ketika salah satu kebutuhan normal seseorang timbul pada tingkat yang cukup tinggi sehingga menjadi dorongan.Kebutuhan juga dapat dipicu oleh rangsangan eksternal. Pada tahap ini, pemasar harus meneliti konsumen untuk menemukan jenis kebutuhan atau masalah apa yangtimbul, apa yang menyebabkannya, dan bagaimana masalah itu bisa mengarahkan konsumen pada produk tertentu. (Kotler & Armstrong, 2008:179). Pencarian Informasi yaitu tahap proses keputusan pembeli di mana konsumen ingin mencari informasi lebih banyak, konsumen mungkin hanya memperbesar perhatian atau melakukan pencarian informasi secara aktif. Konsumen yang tertarik mungkin mencari lebih banyak informasi atau mungkin tidak. Jika dorongan konsumen itu kuat dan produk yang memuaskan ada di dekat konsumen itu, konsumen mungkin akan membelinya kemudian. Jika tidak, konsumen bisa menyimpan kebutuhan itu dalam ingatannya atau melakukan pencarian informasi (information search) yang berhubungan dengan kebutuhan.(Kotler & Armstrong, 2008:180). Evaluasi Alternatif yaitu tahap proses keputusan pembeli di mana konsmen menggunakan informasi untuk mengevaluasi merek alternatif dalam sekelompok pilihan. Kita telah melihat cara konsumen menggunakan informasi untuk sampai pada sejumlah pilihan untuk akhir. Pemasar harus tahu tentang evaluasi alternatif (alternative evaluation) –yaitu bagaimana konsumen memproses informasi untuk sampai pada pilihan merek. Sayangnya konsumen tidak menggunakan proses evaluasi yang sederhana dan tunggal dalam semua situasi pembelian. Sebagai gantinya, beberapa proses evaluasi dilaksanakan. (Kotler & Armstrong, 2008:180). Keputusan Pembelian yaitu keputusan pembelian tentang merek mana yang dibeli. Dalam tahap evaluasi, konsumen menentukan peringkat merek dan membentuk niat pembelian.Pada umumnya, keputusan pembelian (purchase decision) konsumen adalah membeli merek yang paling disukai, tetapi dua faktor bisa berada antara niat pembelian dann keputusan pembelian. Faktor pertama adalah sikap orang lain. Faktor kedua adalah faktor situasional yang tidak diharapkan.Konsumen mungkin membentuk niat pembelian berdasarkan faktor-faktor seperti pendapatan, harga, dan manfaat produk yang diharapkan.Namun, kejadian tek terduga bisa mengubah niaat pembeli.Oleh karena itu, proferensi dan niat pembelian tidak selalu menghasilkan pilihan pembelian yang akurat. (Kotler & Armstrong, 2008:181). Perilaku Pasca Pembelian yaitu tahap proses keputusan pembeli di mana konsmen mengambil tindakan selanjutnya setelah pembelian, berdasarkan kepuasan atau ketidakpuasan mereka. Pekerjaan pemasar tidak berakhir ketika produk telah dibeli. Setelah membeli produk, konsumen akan merasa
  38. 38. 38 puas atau tidak puas dan terlihat dalam perilaku pascapembelian (postpurchase behavior) yang harus diperhatikan oleh pemasar. Yang menentukan kepuasan atau ketidakpuasa pembeli terhadap suatu pembelian adalah terletak pada hubungan antara ekspektasi konsumen dan kinerja anggapan produk.Jika produk memenuhi ekspektasi, konsumen puas; jika produk melebihi ekspektasi, konsumen snagat puas.Semakin besar kesenjangan antara ekspektasi dan kinerja, semakin besar pula ketidakpuasan konsumen. Hal ini menunjukan bahwa penjual hanya boleh menjanjikan apa yang dapat diberikanmereknya sehingga pembeli terpuaskan. (Kotler & Armstrong, 2008:181). Gambar 2.3 Kerangka Pemikiran 1.4 HIPOTESA PENELITIAN Hipotesis bisa didefinisaikan sebagai hubungan yang diperkirakan secara logis di antara dua atau lebih variabel yang diungkapkan dalam bentuk pernyataan yang dapat diuji.Hubungan tersebut diperkirakan berdasarkan jaringan asosiasi yang diterapkan dalam kerangka teoritis yang dirumuskan untuk studi penelitian.Dengan menguji hipotesis dan menegaskan perkiraan hubungan, diharapkan bahwa solusi dapat ditemukan untuk mengatasi masalah yang dihadapi. (Sekaran, 2011:135). Ho : Bauran pemasaran yang terdiri dari produk, harga, promosi dan tempat tidak memiliki pengaruh terhadap keputusan pembelian di Chatime Cihampelas Walk Bandung. Ha : Bauran pemasaran yang terdiri dari produk, harga, promosi dan tempat memiliki pengaruh terhadap keputusan pembelian di Chatime Cihampelas Walk Bandung. Bauran Pemasaran Produk Harga Tempat Promosi Keputusan Pembelian
  39. 39. 39 1.5 RUANG LINGKUP PENELITIAN Penelitian ini akan membahas mengenai bauran pemasaran yaitu harga, tempat, promosi dan produk terhadap keputusan pembelian dengan objek studi Chatime yang berlokasi di Cihampelas Walk.
  40. 40. 40 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 JENIS PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan berdasarkan tujuan penelitian adalah desain penelitian kausal. Desain penelitian kausalitas adalah desain penelitian yang disusun untuk meneliti kemungkinan adanya hubungan sebab-akibat antar variabel. (Sanusi, 2011:14).Sedangkan menurut Zikmund (2009:57) “causal research seeks to identify causeand-effect relationships. When something causes an effect, it means it brings it about or makesit happen.”. Dalam hal ini peneliti ingin mengidentifikasi hubungan sebab akibat antara variabel independen yaitu bauran pemsaran dengan variabel dependen yaitu keputusan pembelian.Pendekatan yuang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif.Metode kuantitatif dapat diartikan metode sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positifme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan indtrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik, dengan tujuan untuk mernguji hipotesis yang telah ditetapkan. (Sugiyono, 2013:8). 3.2 VARIABEL OPERASIONAL Suatu peristiwa atau kejadian yang ditangkap oleh indra manusia dan dapat dijelaskan secara ilmiah disebut fenomena. Selanjutnya fenomena itu diabstraksikan menjadi konsep atau konstruk yang jika diberi nilai akan menjadi variabel. (Sanusi, 2011:50). Sedangkan menurut Sekaran (2011:115) variabel adalah apapun yang dapat membedakan atau membawa variasi pada nilai. Nilai bisa berbeda pada berbagai waktu untuk objek atau orang yang sama, atau pada waktu yang sama untuk objek atau orang yang berbeda. Terdapat dua variabel yang digunakan dalam penelitian ini , yaitu: A. VARIABEL BEBAS ATAU VARIABEL INDEPENDEN (X) Variabel yang memengaruhi variabel terikat entah secara positif atau negatf. Yaitu, jika terdapat variable bebas, variabel terikat juga hadir, dan dengan setiap unit kenaikan dalam variabel bebas, terdapat pula kenaikan atau penurunan dalam variabel terikat. Dengan kata lain, varian variabel terikat ditentukan oleh variabel bebas. (Sekaran, 2011:116). Variabel bebas yang dimaksud dalam penelitian ini adalah bauran pemasaran yang terdiri dari produk (X₁), harga (X₂),promosi (X₃), dan tempat (X₄). B. VARIABEL TERIKAT ATAU VARIABEL DEPENDEN (Y) Variabel terikat merupkan variabel yang menjadi perhatian utama peneliti. Tujuan peneliti adalah memahami dan membuat variabel terikat, menjelaskan variabilitasnya, atau memprediksinya. Dengan kata lain, variabel terikat meruapakan variabel utama yang menjadi faktor yang berlaku dalam investigasi melalui analisi variabel terkat (yaitu, menemukan variabel
  41. 41. 41 yang memengaruhinya), adalah mungkin untuk menemukan jawaban atau solusi atas masalah. Untuk tujuan tersebut, peneliti akan tertarik untuk menguantifikasi dan mengukur variabel terikat sama seperti variabel lain yang memengaruhi variabel tersebut. ( Sekaran, 2011:117). Variabel terikat yang dimaksud dalam penelitian ini adalah keputusan pembelian konsumen. Tabel 3.1 Variabel Operasional Variabel Sub Variabel Indikator Nomor Item Skala Bauran Pemasaran Produk Mutu (Kualitas) 1 Ordinal Kemasan 2 Ordinal Keunikan Produk 3 Ordinal Harga Harga yang Ditawarkan 4 Ordinal Kesesuaian Harga dengan Kualitas 5 Ordinal Tempat Kenyamanan Tempat 6 Ordinal Kebersihan Tempat 7 Ordinal Promosi Promosi Penjualan 8,9 Ordinal Keputusan Pembelian Sikap Orang Lain 10,11 Ordinal Faktor Situasional yang Tak Terduga 12,13 Ordinal 3.2.1 SKALA PENGUKURAN Menurut Sugiyono (2013:92), skala pengukuran merupakan kesepakatan yang digunakan sebagai acuan untuk menentukan panjang pendeknya interval yang ada dalam alat ukur, sehingga alat ukur tersebut bila digunakan dalam pengukuran akan menghasilkan data kuantitatif.
  42. 42. 42 Pengukuran setiap variabel dalam penelitian ini menggunakan skala ordinal. Skala ordinal adalah skala pengukuran yang menyatakan sesuatu lebih dari (hal) lain. Nilai ordinal memberikan nilai peringkat terhadap dimensi konstruk atau variabel yang diukur sehingga menunjukan suatu ukuran penliaian atau suatu tingkat preferensi.(Sanusi, 2011:55). Skala instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala Likert.Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial.Dalam penelitian, fenomena sosial ini telah diterapkan secara spesifik oleh peneliti, yang selanjutnya disebut sebagai variabel penelitian. Dengan skala Likert, maka variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator variabel. Kemudian indikator tersebut dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun item-item instrumen yang dapat berupa pernyataan atau pertanyaan. Jawaban setiap item instrumen yang menggunakan skala Likert mempunyai gradasi dari sangat positif sampai sangat negatif, yang dapat berupa kata-kata antara lain: Untuk keperluan analisis kuantitatif, maka jawaban itu dapat diberi skor, misalnya: Tabel 3.2 Instrumen Skala Likert Jawaban item instrument Skor Setuju/selalu/sangat positif 5 Setuju/sering/positif 4 Ragu-ragu/kadang-kadang/netral 3 Tidak setuju/hampir tidak pernah/negative 2 Sangat tidak setuju/tidak pernah 1 Sumber : Sugiyono (2013:94) Untuk mengurangi adanya erorr central tendency, yaitu respondencenderung memilih jawaban yang netral atau ditengah sehingga sulitdianalisis, maka alternatif jawaban dibuat sebagai berikut: Tabel 3.3 Instrumen Skala Likert dalam Penelitian Jawaban item instrument Skor Setuju/selalu/sangat positif 4 Setuju/sering/positif 3 Tidak setuju/hampir tidak pernah/negative 2 Sangat tidak setuju/tidak pernah 1
  43. 43. 43 3.3 TAHAPAN PENELITIAN Tahapan penelitian ini dimulai dari menentukan topik penelitian yaitu mengukur pengaruh bauran pemasaran terhadap keputusan pembelian di Chatime Cihampelas Walk Bandung, Tahapan kedua adalah merumuskan masalah yaitu Bagaimana pengaruh bauran pemasaran terhadap keputusan pembelian konsumen chatime di Cihampelas Walk dan Bagaimana keputusan pembelian konsumen chatime di CihampelasWalk Bandung. Tahapan ketiga adalah merumuskan Bauran pemasaran yang terdiri dari produk, harga, promosi dan tempat tidak memiliki pengaruh terhadap keputusan pembelian di Chatime Cihampelas Walk Bandung. Atau memiliki pengaruh terhadap keputusan pembelian di Chatime Cihampelas Walk. Tahapan keempat adalah menentukan variabel penelitian yaitu bauran pemasaran sebagai variabel bebas yang terdiri dari produk, harga, promosi, dan tempat. Variabel terikat yang akan diteliti yaitu keputusan pembelian. Tahapan kelima adalah pengumpulan data melalui data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari penyebaran kuesioner kepada sampel penelitian sedangkan data sekunder diperoleh dari buku, internet, hasil riset, dan sumber informasi lainnya yang relevan dengan topik penelitian. Pada tahapan berikutnya, data yang telah terkumpul dilakukan pengolahan secara komputerisasi karena lebih cepat, tepat, dan detail. Data yang telah diolah selanjutnya dianalisis untuk memperoleh gambaran hasil penelitian sehingga dapat menjawab masalah penelitian sesuai hipotesis. Hasil penelitian yang diperoleh diberikan kesimpulan dan saran. Pada tahap terakhir yaitu penyajian laporan penelitian yang telah dilakukan. Berdasarkan uraian di atas dapat digambarkan tahapan penelitian sebagai berikut :
  44. 44. 44 Gambar 3.1 Tahapan Penelitian 3.4 POPULASI DAN SAMPEL 3.4.1 POPULASI Menurut Sanusi (2011:87), populasi adalah kumpulan seluruh elemen yang menunjukan ciri- ciri tertentu yang dapat digunakan untuk membuat kesimpulan. Sedangkan menurut Sugiyono (2013:80), populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah konsumen Chatime yang ada di Bandung dimana jumlahnya tidak diketahui.
  45. 45. 45 3.4.2 SAMPEL Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Bila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga dan waktu maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu. Apa yang dipelajari dari sampel itu, kesimpulannya akan dapat diberlakukan untuk populasi. Untuk itu sampel yang diambil dari populasi harus betul-betul representatif (mewakili). (Sugiyono, 2013:81). Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah Nonprobability sampling dengan teknik purposive sampling. Pengambilan sampel dalam hal ini terbatas pada jenis orang tertentu yang dapat memberikan informasi yang diinginkan, entah karena mereka adalah satu-satunya yang memilikinya, atau memenuhi beberapa kriteria yang ditentukan peneliti. (Sekaran, 2011:136). 3.5 PENGUMPULAN DATA 3.5.1 JENIS DATA Adapun sumber data cenderung pada pengertian dari mana (sumbernya) data itu berasal.Berdasarkan hal itu, data tergolong menjadi dua bagian, yaoitu data primer dan data sekunder. A. DATA PRIMER Data primer adalah data yang pertama kali dicatat dan dikumpulkan oleh peneliti. (Sanusi, 2011:104). Sumber primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data. (Sugiyono, 2013:137) B. DATA SEKUNDER Data sekunder adalah data yang sudah tersedia dan dukumpulkan oleh pihak lain. (Sanusi, 2011:104). Sumber sekunder merupakan sumber yang tidak langsung memberikan data ke pengumpul data, misalnya lewat orang orang lain atau dokumen. (Sugiyono 2013:137) 3.5.2 TEKNIK PENGUMPULAN DATA A. KUESIONER Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang efisien bila peneliti tahu dengan pasti variabel yang akan diukur dan tahu apa yang bisa diharapkan dari responden. (Sugiyono, 2013:142).Dalam hal ini penulis menyebarkan kuesioner kepada konsumen untuk mengetahui bagaimana pengaruh bauran pemasaran dapat mempengaruhi keputusan pembelian atas produk minuman Chatime di Cihampelas Walk Bandung.
  46. 46. 46 Sebelum kuesioner penelitian disebarkan maka dilakukan riset pendahuluan berupa survey terbatas terhadap 30 responden. b. STUDI PUSTAKA Dalam penelitian ini dilakukan juga pencarian dan mempelajari literatur-literatur yang berhubungan dengan masalah yang diteliti khususnya mengenai masalah pengaruh dari bauran pemasaran terhadap keputusan pembelian konsumen. Dalam penelitian ini, data kepustakaan didapatkan dari berbagai sumber diantaranya buku, internet, hasil riset dan informasi lainnya yang dianggap relevan dengan topik penelitian. 3.6 UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS 3.6.1 UJI VALIDITAS Menurut Sanusi (2011:76), suatu instrumen dikatakan valid jika instrumen tersebut mengukur apa yang seharusnya diukur. Validitas instrumen ditentukan dengan mengkorelasikan antara skor yang diperoleh setiap butir pertanyaan atau pernyataan dengan skor total. Skor total adalah jumlah dari semua skor pertanyaan atau pernyataan. Jika skor tiap butir pertanyaan berkorelasi secara signifikan dengan skor total pada tingkat alfa tertentu (misalnya 1%) maka dapat dikatakan bahwa alat pengukur itu valid. Sebaliknya, jika korelasinya tidak signifikan, alat pengukur itu tidak valid dan alat pengukur itu tidak perlu dipakai untuk mengukur atau mengambil data. Rumus yang digunakan untuk mencari nilai korelasi adalah korelas pearson product moment. 𝑟 𝑥𝑦= 𝑛 ∑ 𝑋𝑌−∑ 𝑋 ∑ 𝑌 √[𝑛 ∑ 𝑋2−(∑ 𝑋)2][𝑛 ∑ 𝑋2 – (∑ 𝑌) 2 ] Keterangan : r = Koefisien validitas butir pernyataan yang dicari n = Banyaknya koresponden X = Skor yang diperoleh subyek dari seluruh item Y = Skor total yang diperoleh dari seluruh item Selanjutnya, nilai r dibandingkan dengan nilai r tabel dengan derajat bebas (n-2).Jika nilai r perhitungan lebih besar daripada nilai r dalam tabel dalam alfa tertentu maka berarti signifikan sehingga disimpulkan bahwa butir pertanyaan atau pernyataan itu valid. Hasil uji validitas masing-masing variabel diperlihatkan oleh tabel dibawah ini, yang diperoleh dari pengolahan data menggunakan SPSS versi 20.0 for windows
  47. 47. 47 Tabel 3.4 Hasil Uji Validitas No Item Rtabel Rhitung Keterangan 1 0,361 0,183 Tidak Valid 2 0,361 0,398 Valid 3 0,361 0,537 Valid 4 0,361 0,469 Valid 5 0,361 0,572 Valid 6 0,361 0,491 Valid 7 0,361 0,546 Valid 8 0,361 0,572 Valid 9 0,361 0,458 Valid 10 0,361 0,514 Valid 11 0,361 0,160 Tidak Valid 12 0,361 0,442 Valid 13 0,361 0,053 Tidak Valid Sumber: Data diolah dengan SPSS versi 20.0 for windows Dari tabel diatas diperlihatkakn bahwa nomor item 1, 11, dan 13 tidak valid, maka item tersebut harus dihapus. Berikut hasil dari validitas yang semua itemnya sudah valid. Tabel 3.5 Hasil UJji Validitas No Item Rtabel Rhitung Keterangan 2 0,361 0,398 Valid 3 0,361 0,537 Valid 4 0,361 0,469 Valid 5 0,361 0,572 Valid 6 0,361 0,491 Valid 7 0,361 0,546 Valid 8 0,361 0,572 Valid
  48. 48. 48 9 0,361 0,458 Valid 10 0,361 0,514 Valid 12 0,361 0,442 Valid Sumber: Data diolah dengan SPSS versi 20.0 for windows Dari gtabel diatas memperlihatkan bahwa semua variabel sudah valid. Jadi, kuesioner dapat digunakan untuk penelitian selanjutnya. 3.6.2 UJI RELIABILITAS “Reliability is en indicator of a measure’s internal consistency. (Zikmund, 2010:334). Menurut Sanusi (2011:80), reliabilitas menunjukan konsistensi hasil pengukuran sekiranya alat pengukur itu digunakan oleh orang yang sama dalamwaktu yang berlainanatau digunakan oleh orang yang berlainan dalam waktu yang bersamaan atau waktu yang berlianan.secara implisit, reliabilitas ini mengandung objektivitas karena hasil pengukuran tidak berpengaruh oleh siapa pengukurnya. Perhitungan reliabilitas dilakukan terhadap butir pertanyaan atau pernyataan yang sudah valid. Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk menghitung reliabititas instrumen yang sering digunakan, antara lain dengan cara pengukuran ulang. Cara belah dua dilakukan dengan membelah butir-butir pertanyaan atau pernyataan menjadi dua bagian. Cara pembelahannya bisa dengan mengacak atau mengumpulkan butir ganjil dengan butir ganjil dan butir genap dengan butir genap. Selanjutnya, skor setiap butir pada belahan itu dijumlahkan hingga menjadi skor total untuk belahan ganjil dan skor total untuk belahan genap. (Sanusi, 2011:82). rab = 2 rpm 1 + rpm Keterangan: rab = nilai reliabilitas instrumen rpm = nilai korelasi product moment Hasil uji reliabilitas seluruh variabel disajikan dalam fable dibawah ini, yang diperoleh dari pengolahan data menggunakan SPSS versi 20.0 for windows.
  49. 49. 49 Tabel 3.6 Hasil Uji Reliabilitas Cronbach Alpha Cronbach Alpha Variabel Keterangan 0,6 0,814 Reliabel Sumber: Data diolah dengan SPSS versi 20.0 for windows Hasil uji reliabilitas pada tabel 3.6 diatas menunjukan bahwa variabel penelitian dapat dikatakan reiabel (nilai koefisien reliabilitas lebih besar dari 0,60) dengan demikian dapat digunakan sebagai instrument dealam mengukur variabel yang ditetapkan dalam penelitian ini. 3.7 TEKNIK ANALISIS DATA Dalam penelitian kuantitatif, analisis data merupakan kegiatan setelah data dari seluruh responden atau sumber data lain terkumpul. Kegiatan dalam analisis data adalah : mengelompokan data berdasarkan variabel dan jenis responden, mentabulasi data berdasarkan variabel dari seluruh respondehn, menyajikan data dan variabel yang diteliti, melakukan perhitungan untuk menjawab rumusan masalah, dan melakukan perhitungan untuk menguji hipotesis yang telah diajukan. (Sugiyono, 2013:147). 3.7.1 ANALISIS DESKRIPTIF Dalam penelitian ini menggunakan analisis data deskriptif, yaitu metode analisis dengan cara mengumpulkan, mengolah, menyajikan dan menganalisis data sehingga diperolah gambaran yang jelas mengenai masalah yang diteliti. Menurut Sugiyono (2011:6), statistik deskriptif adalah statistik yang berfungsi untuk mendeskripsikan atau memberikan gambaran terhadap objek yang akan diteliti melalui data sampel atau populasi sebagaimana adanya, tanpa memlakukan analisis dan membuat kesimpulan tyang berlaku untuk umum. Analisis deskripti digunakan untuk mengetahuo bagaimana pengaruh baran pemasaran terhadap keputusan pembelian Chatime di Cihampelas Walk Bandung, maka penelitian melakukan pengukuran menggunakan angket atau kuesiooner. Dari jawaban tersebut, kemudian disusun criteria penilaian untuk setiap item pertanyaan berdasarkan presentase dengan langkah-langkah sebagai berikut (Arikunto,1995:353): a. Nilai kumulatif adalah jumlah nilai dari setiap pernyataan yang merupakan jawaban dari setiap responden. b. Presentase adalah nilai kumulatif item dibagi dengan nilai frekuensinya dikalikan 100%
  50. 50. 50 Jumlah responden adalah 90 orang, dan nilai skala pengukuran terbesar adalah 4, sedangkan skala pengukuran terkecil adalah 1. Sehingga, diperoleh jumlah kumulatif terbesar = 90 x 4 = 360, dan jumlah kumulatif terkecil = 90 x 1 = 90. Adapun nilai presentase terkecil adalah (90 : 360) x 100% = 25% nilai rentang = 100% - 25% =75% jika dibagi 4 skala pengukuran maka di dapat nilai interval persentase sebesar 18,75% sehingga diperoleh klasifikasi sebagai berikut Tabel 3.7 Kategori interpretasi skor Persentase Kategori Persenatse 25,00% - 43,75% Sangat Tidak Baik 43,76% - 62,50% Tidak Baik 62,51% - 81,25% Baik 81,26% - 100% Sangat Baik Untuk melihat hasil dari kriteria interpretasi nilai setiap variable dapat dilihat pada garis kontimun berikut: Gambar 3.2 Kriteria Interpretasi Nilai Sangat Buruk Buruk Baik Sangat Baik 25% 43,75% 62,5% 81,25% 100% Perhitungan skor total untuk masing-masing indikator variable adalah sebagai berikut : Skor total = (jumlah responden sangat setuju x 4) + (jumlah responden setuju x 3) + jumlah responden tidak setuju x 2) + (jumlah responden sangat tidak setuju x 1) Skor ideal = diumpamakan seluruh responden menjawab sangat setuju x jumlah responden atau skor total. 3.7.2 Method of Succesive Interval (MSI) Dalam analisis statistic parametric disyaratkan bahwa data yang diolah minimal berskala interval. Sedangkan data yang diperoleh dalam penelitian ini mempunyai skala ordinal. Oleh karena itu, data ordinal hasil kuesioner akan di transformasikan menjadi data interval yang menjadi data
  51. 51. 51 interval yang merupakan persyaratan minimal dalam statistik parametrik. Transformasi data ordinal menajdi data interval dilakukan dengan menggunakan Method of Succesive Interval (MSI). Method of Succesive digunakan untk mentransformasi data ordinal menajdi data interval gunanya untuk meemnuhi sebagian dari syarat analisis parametrik yang dimana data setidak- tidaknya berskala interval. Langkah-langkah mentransformasi data ordinal ke data interval. (Riduwan & Kuncoro, 2011:30). a. Pertama perhatikan setiap butir jawaban responden dari angket yang disebarkan. b. Pada tiap butir ditentukan berapa orang yang mendapatkan skor 1,2,3,dan 4 yang disebut sebagai frekuensi. c. Setiap frekuensi dibagi dengan banyaknya responden danhasilnya disebut proporsi. d. Tentukan nilai proporsi kumulatif dengan jalan menjumlahkan proporsi secara berurutan perkolom skor. e. Gunakan tabel distribusi normal, hitung nilai Z untuk setiap proporsi kumulatif diperoleh. f. Tentukan nilai tinggi densitas untuk setiap nilai Z yang diperoleh (dengan menggunakan tabel tinggi densitas) g. Tentukan nilai skala dengan menggunakan rumus : SN = h. Tentukan nilai transformasi dengan rumus : Y = NS + [1+|NSmin |] 3.7.3 UJI ASUMSI KLASIK A. UJI NORMALITAS Uji normalitas bertujuan untuk mnguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal. Sepert diketahui bahwa nilai residual mengikuti distribusi normal. Kalau asumsi ini dilanggar maka uji stattistik menjadi tidak valid untuk jumlah sampel kecil. Ada dua cara untuk mendeteksi apakah residual berdistribusi normal atau tidak yaitu dengan analisis grafik dan uji statistik. (Ghozali, 2011:160). B. UJI MULTIKOLONIERITAS Uji multikolonieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditentukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi di antara variabel independen. Jika variabel independen saling berkorelasi, maka variabel-variabel ini tidak orthogonal. Variabel orthogonal adalah variabel (Density at lower limit – Density at Upper Limit) (Area Below Upper Limit– Area Bellow Lower Limit)
  52. 52. 52 independen yang nilai korelasi antar sesame variabel independen sama dengan nol. (Ghozali, 2011:105). C. UJI HETEROSKEDASTISITAS Uji heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residula satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain tetap, maka disebut heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah yang heteroskedastisitas atau tidak terjadi heteroskedastisitas. (Ghozali, 2011:139). 3.7.4 REGRESI LINEAR BERGANDA Menurut Simamora, (2004:339) regresi linier berganda digunakan apabila variabel independen berjumlah dua atau lebih. Dengan metode ini dapat diprediksi besarnya variabel dependen. Persamaan regresi dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui besar pengaruh variabel independen atau bebas yaitu produk (X1), harga (X2), tempat (X3) dan promosi (X4) terhadap variabel dependen yaitu keputusan pembelian Chatime Cihampelas Walk Bandung. Formula regresi berganda dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Keterangan: Y = Keputusan Pembelian X1 = Produk X2 = Harga X3 = Tempat X4 = Promosi b₁...b4 = Koefisien regresi e = Pengganggu (eror) 3.7.5 PENGUJIAN HIPOTESIS Untuk menguji signifikansi dari hipotesis dalam penelitian ini maka perludilakukan beberpa uji sebagai berikut : A. PENGUJIAN SIMULTAN (Ftest) Y = a + b₁ X₁ + b₂ X₂ + b₃ X₃ + b₄ X₄ + e
  53. 53. 53 Ghozali (2011:98) menyatakan uji statistik F pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel independen atau bebas yang dimasukkan dalam model yang mempunyai pengaruh secara bersamasama terhadap variabel dependen/terikat. Hipotesis nol (H0) yang hendak diuji adalah apakah semua parameter dalam model yang sama dengan nol, atau: H0 : b1= b2 = …… = bk = 0 Artinya, apakah semua variabel independen bukan merupakan penjelas yang signifikan terhadap variabel dependen. Hipotesis alternatifnya (Ha) tidak semua parameter simultan sama dengan nol, atau: Ha : b1≠ b2 ≠ …… = bk ≠ 0 Artinya, semua variabel independen secara simultan merupakan penjelas yang signifikan terhadap variabel dependen. Untuk menguji hipotesis ini, digunakan statistic F dengan kriteria pengambilan keputusan sebagai berikut: • Quick Look: bila nilai F lebih besar dari pada 4 maka H0 dapat ditolak pada derajat kepercayaan 5%. Dengan kata lain, kita menerima Ha, yang menyatakan bahwa semua variabel independen secara serentak dan signifikan mempengaruhi variabel dependen. • Membandingkan nilai F hasil perhitungan dengan nilai F menurut tabel. Bila nilai F hitung lebih besar dari pada nilai F tabel, maka H0 ditolak dan menerima Ha. B. PENGUJIAN PARSIAL(Ttest) Ghozali (2011:98) menyatakan uji statistik t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel penjelas/independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen. Ho yang hendak diuji adalah apakah suatu parameter (bi) sama dengan nol, atau: H0 : bi = 0 Artinya, apakah suatu variabel independen bukan merupakan penjelas yang signifikan terhadap variabel dependen. Hipotesis alternatifnya (Ha) tidak sama dengan nol, atau: Ha : bi ≠ 0 Artinya, variabel tersebut merupakan penjelas yang signifikan terhadap variabel dependen. Cara melakukan uji t adalah sebagai berikut: • Quick Look: bila jumlah degree of freedom (df) adalah 20 atau lebih, dan derajat kepercayaan 5%, maka Ho yang menyatakan bi = 0 dapat ditolak bila nilai t lebih besar dari 2 (dalam nilai absolut). Dengan kata lain, kita menerima Ha, yang menyatakan bahwa suatu variabel independen secara individual mempengaruhi variabel dependen. • Membandingkan nilai statistik t dengan titik kritis menurut tabel. Apabila nilai statistic t hasil perhitungan lebih tinggi dibandingkan nilai t tabel, kita menerima Ha yang
  54. 54. 54 menyatakan bahwa suatu variabel independen secara individual mempengaruhi variabel dependen. 3.7.6 KOEFISIEN DETERMINASI Suharyadi & Purwanto (2009:162) menyatakan bahwa koefisien determinasi merupakan ukuran untuk mengetahui kesesuaian atau ketepatan antara nilai dugaan atau garis regresi dengandata sampel. Koefisien determinasi (R2 ) dimaksudkan untuk mengetahui tingkat ketepatan yang paling baik dalam analisis regresi, hal ini ditunjukkan oleh besarnya koefisien determinasi (R2 ) antara 0 (nol) sampai dengan 1 (satu). Jika koefisien determinasi nol berarti variabel independen sama sekali tidak berpengaruh terhadap variabel dependen. Apabila koefisien determinasi semakin mendekati satu, maka dapat dikatakan bahwa variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen.
  55. 55. 55 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 KARAKTERISITIK RESPONDEN Pada penelitian ini diperoleh responden sebanyak 90 orang yang merupakan sample dari pengunjung Chatime Cihampelas Bandung. Untuk memberikan gambaran responden yang menjadi sumber data penelitian ini, berikut akan diberikan deskriotif hasil data responden yanf digambarkan berdasarkan 4 karakteristik responden yang akan diteliti yaitu : a. Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin b. Karakteristik responden berdasarkan pendidikan terakhir c. Karakteristik responden berdasarkan status perkawinan d. Karakteristik responden berdasarkan usia e. Karakteristik responden berdasarkan pendapatan per bulan f. Karakteristik responden berdasarkan seberapa sering sendatangi chatime 4.1.1 KOMPOSISI RESPONDEN BERDASARKAN JENIS KELAMIN Berikut adalah komposisi responden berdasarkan Jenis Kelamin : Sumber : Hasil pengolahan data Berdasarkan Gambar 4.1 dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden adalah perempuan yaitu dengan perbandingan 61% berjenis kelamin perempuan dan 39% berjenis kelamin laki- laki. 39% 61% Gambar 4.1 Komposisi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin (%) Laki- laki Perempuan

×