Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
Tekrrolosi
Sist sm Pen$sndrrlion
Tenugu Listrik
,Bsrbusis $CADA
a

..J

.T

F

.h
t*

-t.

i-_
,r

.h

.,1

,1.




PAT{DJ...
F*'jfl;rr(a'

/.//:'
,,

I

.r,

BUB)IBf

opulllEr{uard

uBllBlpued ruuog

YOYJS SISYflUflfl

XIUISIT YOYNIT
t{YrtvoNrEot{...
TEKNOLOGI SISTEM PENGENDALTAN TENAGA LISTRIK BERBASIS SCADA

Oleh:
Bonar Pandjaitan

Manajer Penerbitan:
Agus Widyantoro

...
IS

uatsls uolDpaDax aop uDDpD[apy I IT.t
lrYnIaS raarsrs 6't't
o{uurn'7 ralueJ lor}uoJ un8uap ,snllunwox g'rT

8f

ua$ls ...
vi

TerNolocr Srsrsn PgNcrNorr.raN TaNeca Ltsrnrx Bgneasrs

4
4.1

SISTEM SPESIFIKASI

53

Stsrtn PtntNcxer Lurvtx

s4

Sc...
!!1

Itr
stl
,TI
f€I
t€t
6ZI
8ZI

IZI
9ZI

tzt
7ZI

Strrtlc1tug

$atuo) tso! t'?'S

nftau1y amllDqnd Z'f'S
DaDr{DpaS.ta1nd...
TrrNor.ocr Srsrgv PeNcENoelraN TENeca LrstRtr BgneA,sls Scnon

vut

5.5 Dtrtuse
5.5.1
5.5.2
5.5.3
5.5.4

r37

Logical dan ...
xt

llY) -,11alqD) l'S'l

IZZ

4ydg totag un8ul"top g 1-9.7
,srrqlaslq un8uynp 6'S'l
o8nual watsls ,tvlryns g'S'l

8ZZ

tt...
TerNolocr

8

SrsreN,l PeNcsNoelr,qu

TENlca Lrsrnx BEnsnsrs Scao.q

PENGEMBANGANSISTEMPENGENDALIAN

257

8.1 KtruruneN Pu...
'un8uBqrp

nuLLr

3ue,( uerlepue8uod uelsrs l?ol ueqnlnqal uelu:rryadueur ledep ey1 uu'88ue1od rsesrluruolo
uunltedel Inlu...
I
i

xil

TrrNolocr Srs'rsv PeilcgNoalraN TeNaca, Lrsrnrr BsnsRsts sceoe

Konsep-konsep dasar seperti faktor-faktor standa...
srlnuod

6661 uenrqoc '.euB{el
'ecequred €led qclo
ue{}eeJueurp }edep uep ueuel.req rur nlnq eSotuos de.req.req srlnued 'u...
uuSSuEIod rud[ues

ltlSurqured uup 'euuqlepos lu]s^t-I e6eual uratsrs u?6ur.n?l

TIYCMIU NY-CNYCXJ

NYCNIUYf

.l'l

ilrqum...
TercNor-ocr Srsrev PrNcsNoer-reN TeNeca Lrsrnlrc Bensesrs SCADA

ukuran yang relatif kecil. Pemakaian dua jenis pembangkit...
'B^uurel-ulsI uup 'srruouo{o uep
lerurldo e]ecos lrlSupquod ederoqoq uelrselolu8ueul
lntun p.ttuo) uot1otaua? JuDwolnD'e6e...
Terruolocr Srsruv PENcuNonlrnN Teuaca, Lrsrnrr Bensesrs SCADA
Untuk berbagai keperluan di atas perlu dikembangkan suatu si...
uele ueqnlnlasol

B.lBJos

{lJlsll e8uuo} lllsnput uuBqesnrod

I

rsnorsrJe u,(u1e13uruo61 .qr1rd

Elereu ledup Suex lnpo:...
Tr-:rcnorocr SrsrEv PENcnNoar-ra.N TeNaca Llsrnrr Bsneasrs SCADA

memberi dorongan bagi industri-industri nasional dapat b...
l, ;

r

'r8.loue ue8uresred .resud ue
1ep u(uure1 uueqesn-red depeqrcl
ueequsn.lad ue1n33une1-ue1n33une>1 uep uu8unluneq-...
TErNoLocr Srsrr,v PeNceNoe,Lre.N Tnne,cn Lrsrrurc Br,nsRsrs SCADA

1.2.

I

Pustr PoNGtNo.tueN

TRANSMTST

Ukuran suatu si...
.

I

;

:- i1
, :1':.*,

'rel8r.ued ue{qepnuou
{nlun srlBruelsrs 8uB^ uBnpuBd-uenpuBd upleldrcueu uB8uep qepnut

w8uop ru...
I

l0

TrrNor-ocr SrsrEv PsrcsNoaLraN TFNAce LrsrnK BrReA,srs SCADA

)

Gambur 1.3. Jaringan Transmisi Tegangan Extra Ting...
'leutldo 8ue.{ rseredo uBl}Bdepuau

1n1un ueurlSunuol ule8es uelSuequllredueur

ue8uep lenqrp 8ue,( Suelued e18uel undneu ...
r

12

TercNor-ocr Srsrgu PeNcpNnalre,N TeNa,ce Lrsrnrr Beneasrs Scnoa

Sistem SCADA/EMS bertujuan untuk membantu perusaha...
qolo u?{[nduln{rp nl]ed 3uu,( u3eue1 oJel} n}ens r:ep du1-de1 rsrsod uelqeq nelu .rn1u-rodluel
Jqre e,(up 'uu8ueSol upJBSo...
l4

TErcNorocr Srstrna PeNcENoer-raN TENACA Lrsrnrr Bnnsasrs Sceoa

suatu pusat sistem pengendalian. Harga-harga ini biasa...
'ulsp-Blup
loqel rselodrelur uBp {uletll rsProdo-rserado u8{nleletu nduu!
rrouetu tuelep
uudrursJol 3ue,( nyel elep-elep u...
r
TsrNor-ocr Srsrsn,l PeNcgNoalteN TeNa.cn Llstntr Bensnsts Scaon

l6

Perhitungan-perhitungan numeris biasanya dilakukan ...
,nurl 3lrn( lsuldold
ltlrtr3r$rdrrd u?p?g

XIlIH
:lnlrroq rBBBqes nBtuBdrp lBdBp 8uB,( uuurlSunuol BdBroqoq ledEpleJ
'{Blo...
18
.
.
.

TercNolocr Srstpu PeNcpNoalr,rN Terunce, Lrsrnrr Br,nsA.srs Sc,qoe

Deteksi kecepatan perubahan trend.
Mengikuti...
'z'z regweD Epud 4rodos u?Irequ?8tp $dqp a.truar prluo) uelslsqns u?8uap
roteledo erelue ts{erolul 'rsulrldu tuolsrs ue8uo...
I
20

TErNor-oct Srsrrpr PENcpNper-taN TeNlce Ltsrnx Bensesrs Scnoe

StaffoPerasi

"::l,X';i''

Pemeliharaan unit-unitlain...
r
I

'elep-Blep usSunlrqlod
lrseq uup urBl roquns-reqr.uns
'e,(uulnloqes ue{delelrp 8ue,( elep-e1ep Eoyelu;
'e,(uurnleqes ...
1)

TErNolocl Srsrgv PENcpNnelreN TeNaca Lrsrnx Bsnsesrs Sc,qn,q

Anulisa Keadaun Sebelum Gangguan (Post Mortem Review)
Po...
erecos uernln8ued pseq sele uelreseploq lepue uep uolsrsuo{ 'de13ue1 ?uef, no1/ pool
uu8unlrq-red-ueSunlqred Inlun elep-Bl...
r
TErNorocr Slsrev PENceNoalraN TeNeca Lrsrntr Bensesrs Scaoe

24

redttnclant, injeksi harga-harga yang diperkirakan dan ...
I

'nluolJol

nile,r

epEd

snsnql rpnls-rpnls 11nlun roruruusa atDls uelusleluetu {nlun uelnlledrp 8ue,( snq deq ueqeq
ue...
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada

52,992 views

Published on

Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada

Published in: Education

Teknologi sistem pengendalian tenaga listrik berbasis scada

  1. 1. Tekrrolosi Sist sm Pen$sndrrlion Tenugu Listrik ,Bsrbusis $CADA a ..J .T F .h t* -t. i-_ ,r .h .,1 ,1. PAT{DJ,L,ITi"?i trx:# l-r.- lt=-tt i:<2: ?L-- -".
  2. 2. F*'jfl;rr(a' /.//:' ,, I .r, BUB)IBf opulllEr{uard uBllBlpued ruuog YOYJS SISYflUflfl XIUISIT YOYNIT t{YrtvoNrEot{fld HIflISIS IOOIONIXflI t. NI
  3. 3. TEKNOLOGI SISTEM PENGENDALTAN TENAGA LISTRIK BERBASIS SCADA Oleh: Bonar Pandjaitan Manajer Penerbitan: Agus Widyantoro Hak Cipta O 1999 Bonar Pand.laitan fart of this booh nur.y be rcprodttccd ot hanstn/lted, in. un1 Jorrt. or b; a.tt,y or uLedta.n.ita.l incfudin.g lthotoco/ning, tecotdirtg or bl attl htlorm.al.iotr .slorage ruhinnl. system, uith,olrt lnnn,ission in utiti.n.g front the lrubl.i.sher or col4tight,s h.oldn: ,4ll figlt/s re.serued. No utean.s, e.lechon,ic Hak ciptir rlilinriungi undang-unciane. Dilarans ntemperbanyak zitatt rnetnindahkan seb:rgian atau seluluh isi brrku ini dillam benttrk al)alrtrn, secara elekttonis rrr:rrrlrttn rnekanis, terrnasuk nremfrrtokopi, rnerekam. atalr clengan teknik perekarnan lainnya, tanpa ijin teltulis dari 1-renerbit atarr pertegane hak cipta. rsBN 979-683-008-6 l0 9 8 7 6 -5 4 3 2 I I Thta Letak dan Grafik: Tim Tata Huruf Prenhallindo Desain Perwajahan: Lintang Creative Studio Dicetak di Indonesia oleh SMTG Desa Putera Perpusta.lmo. M tLtr la*a Nasionn l.: Ko.ta log Dakrrn Terbi I u n. ( KD?') aitan, Bonar Teknologi sistem pengendalian tenaga Iistrik berbasis SCADA ,/ Bonar Pandlaitan itor, Agus Wadyantoro. - Jakarta: Badan Petputtaka{fr Propinri n Timql Prenha-Llindo, 7999 . xi.v; 350 hIm.,' il-us; 25 ,' cm. lSNB 979-683-008-6 1. Telekomunikasi -- Alat dan perlengkapan. 1. Judul. II. Widyantoro, Agus 627 f1 I I H,li")':'i- .392
  4. 4. IS uatsls uolDpaDax aop uDDpD[apy I IT.t lrYnIaS raarsrs 6't't o{uurn'7 ralueJ lor}uoJ un8uap ,snllunwox g'rT 8f ua$ls 0J't'€ 0s 0s t, 9? 9? ft tt 0, 0f 6€ 8€ It LE t uDD.tDqpruad n1ndwoy lDuosfid uaSuap oruJroluI l'€'€ anlta1ul aulqxoh{ uoty g'€'t tot!8le ,lnpuJ np.tng uoSuap lst rllunruoy S'€'e $oryrunruoy f'€'t u1n7 yt1?uo.ta4-Ntl8uota4 uaSuaq asBqBlE(I uaua{nuntr4J wa$,g t't't I't't wa1stg Snuo.radg Z't't urrraol&onaad DSoqDg ssitNNitdo"ttttttxttg NVTd /svsruY(NYts €'€ NOrSNYdxg Z't aouYt-uoilIvl hIf,ISIS NYONYSIAIgCNISd UYSYA dUSNOX - dgSNOX I'S T uolleruolnvuounqlJls!O rs8unl-rs?ung t'I'Z s8unf-rsSung Z't'Z lslslnly otrrq VOV)S rs?unt-rs8ung I' t'Z IZ rua1s,t5 luaura8uuutr4i,{8raug Z7 ZI wilwn I'z II II XruISI'I YCYNSI NYITYCNf,CNSd hISISIS UYSYC ISCNNd-ISCNOd 7, [lrgqYgury tladsy t'Z'I lsnqyrslg un7uuoq lst slDutoto unp uol1opaa8uad psnd Z'Z'I 6 I I , t tsrutsuull uolqopua8ua4 1nsn4 I'Z'l t)oToNxlrlNYHYSnAZd Z'l NYN'INHY(Ngd I T !sng!4s!o taa$ls t'I'l lslusun.u raa$ls z'l'I 7n13anqua7 7nsn4 I'l'l htown t'l I I Z UVINYCNSd VIYX !x rsl uvr{vc I i$
  5. 5. vi TerNolocr Srsrsn PgNcrNorr.raN TaNeca Ltsrnrx Bgneasrs 4 4.1 SISTEM SPESIFIKASI 53 Stsrtn PtntNcxer Lurvtx s4 ScA,oa 4.1.1 4.1.2 Operuting System 4.1.3 Perangkat Lunak Pemelihoruon dan Pengembungan 4.1.4 Program Pemuntuuan Kinerja Sistem dan Diagnosis Umum 4.2 4.3 54 58 58 61 KoNrtcunast Stsreu PeneNcxtr Kents 62 Stsreru M,qNAtetutrN Darnslse 66 4.3.1 Urnunr 4.3.2 Sekuriti 4.3.3 User Interface 4.3.4 Reul Time Dstabese 4.3.5 Perahtatan Database 4.3.6 lntcgtrrsi database bunt 66 4.4 MtN M,tcnwr lNrnnrlcr 69 4.4.1 Umunt 69 4.4.2 Stundur-standar 4.4.3 Keseraguman User Interface 4.4.4 Kotrsol Operutor 4.4.5 Akses Pemukai 4.4.6 Tumpilun Grrls (Full Grphic Display) 4.4.7 Operator Dialog 4.4.8 Note Putl Operutor 4.4.9 Fusilitus Tumpilun Kurva Trending 4.1.10 Hard-copy artd Loggittg 4.4.1 I Ftrsilittrs Llntuk Laporun-Luporan 4.4.12 lnter Operability dengan Aplikasi Berbusis Personal Computer 4.4.13 Tuntpilar Editor 4.4.14 Tuntpilan SCADA 4.5 Sc,toa Svsr-etr ENrncv MaNace ueNr Svsrut 4.6.1 Umunt 4.6.2 Modo Operusi 68 68 69 69 70 70 70 7I 72 74 75 76 76 77 77 78 78 81 4.5.1 Akuisisi Data 4.5.2 Konversi Datu-duta 4.5.3 Dutu Processittg 4.5.4 Supervisi perintuh kendali (Supervisory Control) 4.5.5 Post Mortem Review 4.5.6 Tugging 4.5.7 Prosessing Alarm r/nn Event-event 4.6 67 81 82 83 84 87 88 88 9l 9I (Modes of Operation) 92
  6. 6. !!1 Itr stl ,TI f€I t€t 6ZI 8ZI IZI 9ZI tzt 7ZI Strrtlc1tug $atuo) tso! t'?'S nftau1y amllDqnd Z'f'S DaDr{DpaS.ta1nduoy tnplatlsrv I't'S svdax tYv,NYaird nsJsts ,'s ,lDan7 Tny8uota4 ,aa$!S utrDlDaad t't'S awll pay wa$ls Surluadg Z't'S lsosyDlnpon I'€'S ,lDun7 lnry8uota1 yYNoT tvv,NYusd Nxtsrs fT ohaqy uarsls D!.,ar!.tx Z'Z'S Dlntlty I'Z'S vtvltrxv-Ylazilax z's .ro1ondg rynun watsls opauly yra?rNrx wststs tvrrNshl vntNn Nnnn IZI IZI IN4JST,S TOVJNO) NJYNS NY'IY(NYSX NY(I YfUINIX un8uopn3 tolDrau?g 6tI 8II I'9 S ,aal$S g'6', otfng n7n2 ,aatsrs Z'6', OTI )Q rloA 92 ntng n7n3 S'6', 3y otoq ,rp) raqrans soqsndny f'6'f 2g anp 2y ntne ntDJ t'6', TII ZII uoynpuaBaatr 601 NVrTYONsr)Nlrd 60t uo8unny I'6'f tYsnd YNYVYS unwDpDtuad 801 nynruad 601 901 s0t s0I ,0t (1uaura8uur14 lqapo tqapo peol) unqaq uotn1o8ua1 6'f 9'8'? s'8', f'g'f 3a1c1t4 arall pay €'g't (8u;puag rolatr{ )lleuroyy) sgotuolg npry ttoricnqwad Z'8', uountn1a4 I'8', aDsnrnraad/aoSungwntua4 NVC)NVTSII rSVSUYt4tOtO ,uawncoo tf|alog t1.to714 f'l', 6toll pDoT t'l'f totDtartsg afiLs z'l', rt3o1odo1 I'l'f rustsis JNiil4ftIevNvtr4[ NouoctvtslQ l'? iloll pDoT 9'9', IOI (luerue8uuul,q IIEJ alqnorl) uonS8uog unnpoSua1 uaua[ouo741 S'l'? e0I 8'' ?OI 00r 00r 66 66 t6 slstllouy {cua8a1uo3 S'g'f .tototultsg afirs f'g'f 96 t6 t6 [SolodolrponvaN fg'f rsl uvrrvc
  7. 7. TrrNor.ocr Srsrgv PeNcENoelraN TENeca LrstRtr BgneA,sls Scnon vut 5.5 Dtrtuse 5.5.1 5.5.2 5.5.3 5.5.4 r37 Logical dan Struktur Physical Database Logicul Dutabase Access Multiple Computer Databose Multiple Database and Study Databqse 138 t4t 141 142 5.6 Rrutntrtrv 142 5.6.1 Model dan konsep dasar 5.6.2 Keteradaan 5.6.3 Kesalahan 5.6.4 Furtgsi Survivol 5.6.5 Nilai Kegagulan (Failure Rate) 5.6.6 Kurva Cerukan (Bathtub Curve) 5.6.7 MTTF (MTBF) 5.6.8 Penguruh Perbaikan 5.6.9 RingkasanAsumsi-ssumsi Model 143 5.7 PEnnrruNGeN Stsrem AvarI-rsmv 143 t43 144 t44 I4s 146 146 t47 147 5.7.1 PengurunganStrukturul 5.7.2 Struktur Pqralel 5.7.3 Struktur Seri t48 5.8 15t 149 149 Krtpoeteru PenArex,qr LuN,qx 5.8.1 Jenis Lrror Perungkat Lunuk I5l 5.8.2 Model untukError 152 5.9 Perangkat Lunak StMut,cst 5.9.1 Klssifikusi Model-model Simulusi 5.9.2 Konsep Pemodelan 5.9.3 Balrasa Sinrulasi 6 6.1 PERANGKAT. PERANGKAT SUBSTATION - RrMors TrnuN,sL UNrr 6.1.1 Arsitektur Dssar RTU 6.1.2 Organisasi lnternul RTU 6.1.3 Fungsi-fitngsi RTU 6.1.4 Konfigurasi RTU danfungsi -fungsinya 6.1.5 Dataway Bus antar module pada RTU 6. 1.6 Module-ntodule dan fungsi-fungsinyu Unit catu da1,t 6.1.7 6.1.8 Centrul Utril 6.1.9 Morlule konunikasi 6.1.10 Memori 6.1.1 I Pheripheral 6. I.l 2 Karakteristik Input/Output RTa 6.1.13 Spesilikusi RTU 152 rs2 153 1s4 155 155 156 156 t58 t60 t6t 161 162 t62 163 163 t64 t66 t70
  8. 8. xt llY) -,11alqD) l'S'l IZZ 4ydg totag un8ul"top g 1-9.7 ,srrqlaslq un8uynp 6'S'l o8nual watsls ,tvlryns g'S'l 8ZZ ttz gqg r3o1out1a1 Z'9'l unun I.g.l NY)NV)Nvaitd 9'l fsz tsz tsz IfZ IZZ 9ZZ ytuJSrT Y,YNSI r4tzIJStS vntNn lsvvlNtltltoy w!ilsls plJqlH lsmlriln,iloy wa$ls 9's'l Zunqruo1ag S'S'l o.o1rtr41 ,lu!'I olpDa ,'s'l lDlslDoN laqoy z's'l tol.ld l?qDy I's'l tsvvtNotltox YIolw s'l g'f'l IIZ t'S'l ,ZZ IZZ €ZZ ZZZ IZZ 9IZ SIZ fTZ €IZ ZIZ ZIZ IIZ OTZ t0z uodalal uu.trrlDS gZX unp )lAH prlDd up1; 3u;qo1;,tt5 tru8trltny y'p'1 JoluJluaf,uoJ arp.raxe1dt11n61 g'r'l +toilraN Datv ap!14 s't'l crgdg 1nlag uu?uap 11y7 ,'f 'l asuas nlr.n J t'f 'l sng Z'f'l @WS) ssatcy aldglnhl rt8o1odo1 ,FoiltaN t1.tou7a;1 3a1y I'f'l (69yfl xuo,ltirN vsvv 7no7 ,'l {'l (trUSil vaotilt?tN iINoHditTiU z)t,lazs )Iland Nnnn I'l I6t ppow loxoto"td tso t'e'l oloq un8ul,trrf lstrylanraoy lorlotold Z'Z'l D.t0lr.tv olt o lsDlarrruoy lotlolord I'z'l JNIO{ ttv JNIO{ YLYO ISYvtNnt4tOy Z'-l I6I 002 661 s6I lDuluDl onq 2g o[oq nD) nqwns snlrsndny I't'9 f8I Mnun ao1ntntsta4 uoe tlDlrtsl nduaqag Z't'g 981 Wf,ISIS T trirfiIn f'9 88t I6I €81 VIV(I ISDIINNIAIOX lDVla?ilNJ ynoNl notY,-noaY) YQV)S tvveNYaild Y Vo ntY) t'9 z)vtaslNIttTdtnO-tndNI 8tI Z'9 ISJ UV.I,JVCI
  9. 9. TerNolocr 8 SrsreN,l PeNcsNoelr,qu TENlca Lrsrnx BEnsnsrs Scao.q PENGEMBANGANSISTEMPENGENDALIAN 257 8.1 KtruruneN Pusar PtNGtNoeLuw 8.2 PeNcr*ts,tNc.tNBenrrts,tp 8.3 Ttnar-rtser PrNcr,mn.tNcerv 257 261 26s 8.3.1 Control Centre 8.3.2 Perungkat-perangkut RTU di Gardu Induk, Gardu Distribusi, dan Gurdu Hubung 8.3.-l Perangkat-perangkut Meter Pelunggan 8.3.4 Surana Penunjang 8.J.5 Penjuhoalan Pengembungun 8.4 PrnrtuvqNceN 265 266 Beserta Perungkat Interface ExoNouts 267 267 267 268 8.4.1 Keuntungan-keuntungan penerupan sistem SCADA/ EMS 8.4.2 Keuntungan-keuntungan Penerapan SCADA/ DMS/ UA 269 270 9 MANAJEMEN TRANSAKSI ENERGI DALAM ERA BISNIS 275 9.1 Utvult 275 277 9.1-l Bentuk pasar energijangka pendek 9.1.2 Bentuk Pasar Energi patlu Masa Mendutang 9.2 . TneNsmm Slsrr,u Tensuxt 278. 279 9.2.1 Penguluman-pengalamun Berbagui-bagai Negaru 9.2.2 Penelitiun-Penelitian Bentuk Trunsuksi dalant Perdagangun Listrik 280 9.3 9.4 291 Betsntpt MonoL Brsrvrs ENsncr Ltsrnrx SCADA otN ENrnct MtN,qcemtNr Svsrsnt MAs,q DeptN 9.4.1 Fuktor-faktor yang Perlu Diperhutikan 9.4.2 Independenl System Operutor PB RTA N YA AN - PE RTANYAA N 286 294 295 303 305 BIBLIOGRAFI 313 LAMPIRAN A 315 LAMPIRAN B 341
  10. 10. 'un8uBqrp nuLLr 3ue,( uerlepue8uod uelsrs l?ol ueqnlnqal uelu:rryadueur ledep ey1 uu'88ue1od rsesrluruolo uunltedel Inlun uep ws,k luawaSounw uotulqt&srp'tua|s[s gawaSouDru iStaua uenHedel Inlun ?pE SueX 1uun1 1e18uured rs8un3-rs8un3 re8uq.req leue8uetu ue8ueq 'ue88ue;ed rs€srlutrrolo undneru wa${s luauaSouotu uotfiqu$tp'uag{s luauaSouoru {8.oua uulpun8 -8ueru ue8uap rsrursuerl u€8uuul uerlepue8ued {nlun ll?q uelnl.redrp 8uu{ uerlupua8uad lesnd eped ledeprel 8ue,( 1eun1 1e18uu.rad ls8un;-rsSunJ ruue8uau 1u13urs uerern-u?leJn uep uerlepue8ued uolsrs nl?ns e,(un1:ed 3ue1e1eq Jelul ruuoSuour runrun uere;n re8eq-ru8eq-req up{uoquou ue8uep uerlupue8ued tuolsrs nluns u?Sueguo8uod urelup uulqeq;edrp nped uullu.rnrp Z qEB eppd 8ue( uerlupue8ued uelsrs {n}un JESBp rs8ung-rs8un; ede:eqeq 'seqaq uu8ue8up-red uelsrs Luelppol qelu8ucur relnlu qepns {rJlsll BSuuo} slusrq EuBrurp BUB}Epuou.l Es?u.ilp uEqnlnqel-uBqnlnqal uBp uu38uu1ed rsesrleruolo8ueru e^unped uep r€lntu {ulsrl BEBual uelsrs uetlole8usd urelep nreq uegnlnqel-ueqnlnqo{ e,(u8uequel.roq urluuros ue8uap nleX 'rur rqlu-rqle r3o1ou1a1 ueSuuq -tue>ped ue8uep renses npudrsl lr.qsrl u8euel uelsrs uerlupueSued uelsrs desuol uep lr.rtsrl u8eual ruelsrs ueuoduo>1-uauodurol tuueBueur selutdes eipcos uu{ru-rnrp I qeg rleleq 'uu88uuled rsusrluruolo uenpedel 1nlun rselrldz 1eun1 le13uered-1e>18uursd uedereuad epud reduus qupns rdq ua$As JuautaSountu uoqnqu$tp uep tuals[s ltrautaSouotu {S.oua rsu>p1de 1eun1 }e13uured epud se1uq.re1 u,(ur:q lupq Suequalroq snrel 1eun1 telSuered rse4lde uolsls '1eun1 te>13ue-red r3o1ou4e1 u-relep qrSSuec urlutuos 3ue.{ uenletuel e88utq elruorqelo 'rselrunuolelol le1nduo1 r3o1ou1et ue8uugue4red ue8uap Suures Suuquel;eq urletuos VCVJS uedereuod nluut qrqel qepns uelsrs uerlepue8ued urelup 8ue,{ urul e;u8su re8rqreq rc'086 I unqe} le^B 1ulcs 4r1st1 e8uuel ue>pselueuroldrurrp relnr.u usp leuo)rp rlulol 'vCVf,S uelsrs r3o1ou>101 rnqele8uatu VOVJS 'N'ld lp e,(usnsnql Ersouopul lC Sueprq urelep e,{usnsnql lrr}srl e8uuol uerlepue8ued {nlun leururoq 8ue,( eceqtuad erud rueqedrp r€8e unun uep srllurd e:eces ue4lesrp uerern-uure.rn op iilfi b o i p jfi n lo4 t t qepnur 'VCV]S ue8uep [euolrp untun 8ue,( -o 1 u51 ruua8ueru de>13uo1 SueX uurern-uere:n uu8uep rur nlnq ue>1tle,(usru Bqooueur unsn,{uad lnqosrel uue13ue1a4 rsr8uatu Inlun 'Brseuopul Bsur{eq uelup B{usnsnql 'rrdurnf r11 Suu.rel' rpser.u lrrlsll e8uuel Suuprq uelep uetlupue8ued t3o1ou1e1 reue8ueu de43ue1 8ue,( s1e1 nlnq nlens uesrlnued uer>purep undne1e16 '1esnd.re1 uutlepue8ued tuelsrs uu{nlrotuoru SuBf {u}srl ue8uuul 4u,(uug ur)Bruos uu4u e,(uueluqrle>1 uudepel ue8un:epuece{ uelqug 'rur rq{urol unqel qnlnd znp 1e[es Buetnrol 4r1sr1 e8euel uo]srs uurlepuo8uod uup uelserodo8r.red ruepp uulduralrp 1e,(ueq relnw uep leue)rp Ltepns VCVJS srseqraq uerlepuo8ued urolsrs lesnd uvrNVrNEd Yrrx I.
  11. 11. I i xil TrrNolocr Srs'rsv PeilcgNoalraN TeNaca, Lrsrnrr BsnsRsts sceoe Konsep-konsep dasar seperti faktor-faktor standardisasi dan pengertian sistem yang fleksibel dan open s.'tsten yang perlu drperhatikan dalam pengembangan suatu sitem pengendalian diuraikan pada Bab 3. Pada Bab 4 diuraikan sistem spesifikasi suatu sistem pengendalian sebagai salah satu pendekatan praktis untuk mengetahui karaktersitik perangkat-perangkat lunak maupun pel.ang- kat-perangkat keras yang diperlukan pada pusat pengendalian sistem tenaga listrik. perlu dikemukakan bahwa meskipun spesifikasi yang diuraikan pada bab ini sudah menggunakan teknologi mutakhir sesuai dengan literatur-literatur terbaru, namun mengingat perkembangan dan kemajuan teknologi yang sangat cepat, spesifikasi tersebut sangat mungkin akan berkernban-e dan berubah rnengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan-kebutuhal baru. Sebagai pelerrgkap diruraikan sepintas mengenai sarana yang perlu diperhatikan pada pusat pcngendalian seperti beberapa hal tentang la1, eul dan sistem catu daya yang perlu kita penimbanglan dalarn pembangunan pusat sistem pengendalian khususnya p.ng.nJuiiun tenaga listrik. Dengan demikian pembahasan spesifikasi-spesifikasi tersebut <iimaksudkan untuk seke- dar,rengetahui faktor-faktor yang umum yang perlu kita ketahui dalam mengembangkan suatu pusat sistem pengendalian tenaga listrik. Pada Bab 5 diuraikan mengenai kriteria-kriteria yang digunakan untuk menilai kinerja dan keandalan suatu kontrol sistem serta faktor_faktor lain ynag perlu diperhatikan sebagai latar belakang dalam sistem perancangan. Perangkat-perangkat rentote terminal unit yang berfungsi scbagai mata, alat pendengar dan sebagai tangan dari control center bersanla-sama dengan perangkat-perangkat interface yang diperlukan untuk rnenghubungkan remote terminal unit dengan rangkaian-rangkaian proses dan komponen-kon.lponen gardu induk diuraikan pada Bab 6. Secara khusus sistem konrunikasi data diuraikan pada Bab 7 mengingat perlunya mengetahui hal tersebut untuk memberikan pengertian-pengertian dasar mengenai teknologi komunikasi data yang banyak digunakan khususnya dalam sistem pengendalian tenaga list.k baik yang diperlukan urrtuk pengerrclalian jaringan transimisi, jaringan drstribusi maupun untuk kepcrluan otomatisasi pelanggan. Beberapa alternatif yang umum digunakan sebagai sarana jaringan komunikasi data dalam sistem pcngendalian sistem tenaga listrik diuraikan secara sepintas untuk memberikan gambaran tentang jaringan telekomunikasi antara kontrol center dengan gardu-gardu induk. Pada Bab 8 beberapa cara pengembangan pusat sistem pengendalian tenaga listrik dicoba diuraikan dcngan terlebih tlahulu rnenguraikan kebutuhan akan suatu sistem pengendalian khususnya dalanr bidang tenaga listrik seturut clengan berbagai kernudahan yang dapat diperoleh apabila sistem tenaga listrik dikelola dengan memanfaatkan sistem pengendalian berbasis SCADA/EMS/DMS/DA. Pengembangan sistem pengendalian secara bertahap diurai- kan rnengingat biaya yang harus diinvestasikan dalam pembangunan sistem pengendalian relatif cukup besar sehingga sering merupakan hal yang sulit untuk dijawab untuk menentukan kapan suatu sistenr tena-ea lishik sudah saahrya membutuhkan pengendalian secara terpusat untuk keperluan pengelolaan jaringan transmisi, jaringan distribusi ataupun untuk keperluan otornatisasi pelanggan. Pada akhir dari bab ini drbahas tentang beberapa keuntungan-keuntungan yang dapat diukur secara ekonomis (tangible) rnaupun keuntungan-keuntungan tidak terukur (intangible) yang dapat diperoleh dari penerapan sistern pengendalian berbasis SCADA yang dapat digunakan sebagai bahan-bahan pertimbangan dalarn pengembangan sistem.
  12. 12. srlnuod 6661 uenrqoc '.euB{el 'ecequred €led qclo ue{}eeJueurp }edep uep ueuel.req rur nlnq eSotuos de.req.req srlnued 'u,(ulnlueles uelreqred -uelreqrod ueqeq uup uelnsuur ue>1edn;eu uule 8uu,( ecequsd e,red uep {r}r.r{ uep rreJes ucl -de;eqrp le8ues np 1nlun'uurnduros uep qnelqrseur rur uusr[n] emqeq uupe,(uou srlnuod 'rur n{ng srlnuetu nrulup uelqnlnqrp 3ue,{ deqel enues eped uelueqrp 3ue,( uenlueq uep uu8uo.rop ele8es 'rl 'UC epedel qrsu{ r{Bruuel uu1:nluqSuetu ednl 1el srlnued etu{ rnllv sul€ elnsrurs I'N 'e,{uupu eueune8uqes lur nlng e,(uunsnsrel ledep u38urq ruquruS-;uquruS uelenqrucd rrup uelrl -e8ued tuel€p nluegtuaur 8ue,( qeusnH lneusv'r.rp5 epedel qrseluturret ue>ldecn8uer-u e8nl unsnXue6 'rur n{nq uesrlnued uelrusele.(ueul tuelep rsnlsrpreq ueuel re8uqes uges 'ue8uo.rop >1e,{ueq uelrreqtuelu qe1e1 3ue,( uep e,(ueues-eLol sele WI 'BrpueqJ urtue 'rl uep 'oel fuoqtuy rl 'ouorrd rreH 'rl 'tulpeunl llpv 'rl 'uodutnH sntluod ',r1 isrlnued ehel uule-r-ue1el uelducnrp eSnl eures 3ue,( qrseleulroJ 'lul nlnq uesrlnued euules u8:uq-reg 8ue,,( epede>1 rseruroJur re8eqreq -rel uoquou urprqv 'rl u?p 'iurprso1 'drun1 eleqes r[ '6rurIuH usp rsnlsrp nUe^{-nUB,4 uelprpo^uotu >1u,(ueq qu1e1 8ue,{ Suned llLuy'll 'eprlos 'r1 'e3o.{ug useH 'rl ''cs141 'uenlol 'l 'll ueu{nJ ''csl 'r1 upede>1 qrse{eturre} ue>ldecn8ueur e8nl unsn,{ue6 'rur nlnq uesrlnued rue[Ep nlueque 'rl u?p 'upuenlq ',r; u le8uus 8uu,( ueres-ue]es uup uurluqled ele8es sele oluesns oJpueH 'olreqeg srzv 'rl upudel qrsel erurrol uudecn ednl 1e1 ulnd uerqrtueg 'ue{resolosrp ledep rur nlnq eSSurqes eSreq,req le8uus 8uu,{ ueres-uelus uelrJeqtueut qelol eues qpIseu eceqLuour 1n1un e,(un1>1e,r,r uelSuunleu erpesioq qe1el SueX cSN 'gS 'n1ndnydr51 uopA 'JI uep petuqIv rpue^S Suepy '.r1 ':6 epude>1 qrsel Bruuol ueldecn8uour unsn{ued 'rul n{ng e,{uteseles ue8ueq u.,(u;eseq-reseqes 8ue,( 'Suelepuetu Bserlrp renses SueX uerlppuo8uod uelsrs uenuluruod ruelep ueleunirp ledep uep nped le8ues 8ue,( ue8uequrged-ue8ueqrutped ueqeq te8uqes 6 qug eped uelre-rnrp lnqoslol leq-leH 'snueurp uup sure{ ul{srlos 8ue,{ uu8ures.rod uelntun} rln43uelu uprenso^uod -uer€nso,{ued upln{elotu lntunyp 'rur Bruelos ll?rDpu e{ereu qu1el 3ue,{ rlodouotu urelsrs ue8uep ue8unqnqes upq€pntuo{-uequpnurel uetulruoru eruel qepns 8ue,( leuorsrper] Irrlsrl ueeqesnred ny Surduesrq 'eturl l?o-r rse:edo lser.uJoJur-rseuro3ur rnqele8uotu Inlun BIcJcru Ieq Inselurel ueredsuerl eJeces uelulsrlol ruetrsrs reue8uetu rseuloJur-rssuuoJur entuos ue{qn}nqtuotu 8ue,{ ue>yrlsrlo{ tuelsrs ruulep {rr}srl e8euel uuerpe,(ued uelep leqrpel 8ue,{ n.req Suelepued-Suelepued e,(u1e,(uuq leSur8ueru ]nqosre] leH 'Iutrstl e8uuel uerlepue8ued urelsrs ueSuequreSued uelSuequllredueu uelep uule[rqe4-uu1ehqe1 rqn.re8uedtuer,u uule Suns8uel Brecos uepqesn8ued uelsrs orusruu{eu u€quqnred 'JESBd LunInq rlnlr8ueur seqeq ?lecos uelrleq lenlredrp ludup 3ue,( e,(uure1 llrporuol ue8ue8ep Suereg re8eges uuln>1e1.redrp 'e,(uurul BreSou edureqegrp uep ll1{J 'urpe,trg 'su33u1 4r.4sr1 e8euel ue8ue8epred rursrq 'e{rreruv rp ueequsnred edereqegrp rpedes ure8eu edu:eqeq rp uulde.relp 1u,{uuq uep uel -leueryedrp relntu qepns seqoq ue8ulesred uelsrs ue8uep ry4sr1 e8euel ue8ue8ep;ed rur lrlle -lq>1e'uersr;e El€cos epu 3ue,( e,(ep Jequns-Jequns sntuos uule,fuprequeu e>13urr ueleq !l!x vJY) uvJNVDNsd
  13. 13. uuSSuEIod rud[ues ltlSurqured uup 'euuqlepos lu]s^t-I e6eual uratsrs u?6ur.n?l TIYCMIU NY-CNYCXJ NYCNIUYf .l'l ilrqumD NVEYTINf,I.I NT'OONY'ITd NYf,YNN{Xd C9Nt'ITil ISOAIUJSI(I ncf,Yc KNSIUI$O ISnSIUISIO notYS NY'CNY'Ifd r')Mr [ltDl$5tr - - - - - - - - - - -.- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -.- - - - ISN{SNY'UI NVCNIAYf NY( XNONI NOU - VC xxrsii ye-rx-x,r.-ilxo-)it's-i{i; ii-sni - - - - - - - - - - - eped 1ne1 {Bquro uep urBuB qolo uellBle8rp 8ue^ Irrtsrl eapuel trlSuequed tesnd-lesnd eBBurq dJ'ld lLunq seuud e8uuel uullSuegued lesnd'y116 .rru u8uuel uegrlSueqr-ued lesnd .11114 clen e8euel ryr1sr1 uulrlSuuquad lesnd 'q116 leserp u8eue1 >p1sr1 uellSuequed lesnd rpedes sruef re8uqreq rpulueu ue{Epeqlp ledep lrlSuequed'reurrd r8roue uulnseu uuqpq uu{resupro8 'lnqeslel uelsrs-Luolsls uurserodoSued Sun4npuar,u {nlun uelqnlnqrp 3ue,{ Jnl{nJlsErJul euules uup e,(uueqnlnqel uep 8un1uu8rel lrlSuuqtued llun nles rrBp qlqel urprel u,(uurnrun lrlSuequed unts€ls '1trlsr1 e8euel uelsrs ueSurrul rsleuol:e1ut tuelsrs ueuu,(e1ed qureep uped sen[ ]eqosrel e,{uurnrun 8uu,( lrlSuuqued lrun-1un qupunles sele urprol uellSuequrod tue}srs Jrx'NYstltird tvsnd I' I'I tsnqulsrC uelsts lstrusue{ ue}sls l!>18uuque4 uolsrs -o>1p tudep e,(uresep :trnltroq re8uqos erueln ueuodtuol u8q sule ue>11odLuo1 uped 1'l lequeD epud luqrllp ledep ryedes >14sr1 u8euel uolsts nluns WNWN I'I NYN-INHVCNEd l.
  14. 14. TercNor-ocr Srsrev PrNcsNoer-reN TeNeca Lrsrnlrc Bensesrs SCADA ukuran yang relatif kecil. Pemakaian dua jenis pembangkit terakhir masih sangat terbatas dan belum pernah dicobakan sebagai bagian dari suatu sistem yang saling terinterkoneksi. Jenis bahan bakar untuk PLTD pada umumnya adalah solar sedang jenis bahan bakar untuk PLTU dapat berupa residu, minyak, batu bara, gas atau nuklir. Dalam rangka menaikkan efisiensi pembangkitan beberapa tahun terakhir ini banyak dijumpai pembangkitan campuran seperti pusat listrik tenaga gas dan uap atau PLTGU. Pembangkit utamanya terdiri atas beberapa unit PLTG dirnana gas buangnya dimanfaatkan kembali untuk memanaskan uap guna menggerakkan turbin PLTU. Keuntungan PLTGU diantaranya adalah proses pembangkitan listrik dapat dilaksanakan secara bertahap di mana pada tahap awal PLTGU bekerja dengan sistem open cycle dan waktu pelaksanaanya relatip lebih cepat, sehingga cocok untuk memenuhi kebutuhan mendesak. Maksud pembahasan sistem pembangkitan adalah sekedar memberi gambaran tentang berbagai unit pembangkit yang diperlukan sebagai bahan pertimbangan dalam perancangan suatu sistem pengendalian tenaga listrik, untuk mengetahui lebih mendalam mengenai sistem pembangkitan dianjurkan untuk merujuk pada buku-buku yang khusus tentang pembangkit-pembangkit. Contoh perlunya mengetahui jenis-jenis pembangkit di atas misalnya dapat dilihat dari adanya.korelasi antara permukaan danau, debit masukan aliran air ke danau, curah hujan dan lain sebagainya yang sangat diperlukan dalam rangka koordinasi antara pembangkit-pembangkit listrik tenaga air dengan pembangkit-pembangkit listrik tenaga panas yang perlu dilakukan dalam interkoneksi sistem-sistem jaringan tenaga listrik. Tegangan keluaran generator-generator biasanya berkisar diantara 6,6 hingga 24 kY tcrgantung dari pihak pabrik pembuat, tidak ada standar umum yang dibuat untuk mengatur tegangan keluaran generator. 1.1.2 Slsrcu Tn,sNsutst Sebelum energi listrik pembangkit ditransmisikan maka hal pertama yang dilakukan adalah dahulupadanilai tegangan yang lebih tinggi yang sesuai dengan tegangan sistern jaringan transmisi yang direncanakan. Di Indonesia level tegangan jaringan listrik adalah 70 kV 150 kV dan 500 kV Dibeberapa daerah masih terdapat level tegangan transmisi yang lebih rendah yaitu 30 kV atau bahkan dengan teganganjaringan 20 k! namun di pulau Jawa pada umumnya tegangan sistem transmrsi demikian sudah ditinggalkan. nrer.raikkan tegangan generdtor terlebih Disamping saluran udara tegangan tinggi terdapat pula saluran tegangan tinggi bawah tanah namun.ini umumnya sangat terbatas pada daerah-daerah yang sudah padat dimana tidak dimungkinkan lagi didapatkan lahan yang diperlukan untuk membangun saluran udara tegangan tinggi. Sering pula interkoneksi diantara dua sistem pada pulau-pulau yang berbeda dilakukan dengan rrrenggunakan kabel di bawah laut yang sering disebut sebagai submttrine cable. Cardu induk merupakan bagian dan suatu sistem transmisi dimana dilakLrkan penurunan tegangan ke tingkat yang lebih rendah yang cocok dalam sistenr distribusi tenaga listrik. Disamping sebagai stasiun untuk menurunkan level tegangan, gardu induk digunakan pula sebagai tempat transit daya listrik dari satu sistem penyulang ke sistem penyulang lain sehingga dapat juga disebut sebagai gardu atau tempat interkoneksi. Terdapat berbagai macam jenis gardu yang bisa dikategorikan menurut level tegangannya, fungsinya dan sistem konfigurasinya. Pada umumnya suatu gardu induk biasanya dibangun di atas tanah terbuka (Outdoors) dan di dafam gedung seperti gardu-gardu gas insulated substation, namun nrengingat peruntukan tanah diperkotaan terutama kota-kota besar banyak digunakan untuk gedung-gedung bertingkat tinggi maka akhir-akhir ini pembangunan gardu dibawah tanah sudah mulai banyak dilakukan. Pertimbangan tersebut terutama untuk kebutuhan perkotaan yang padat dimana untuk mendapatkan tanah sudah semakin sulit disamping harganya yang sudah sangat mahal, t
  15. 15. 'B^uurel-ulsI uup 'srruouo{o uep lerurldo e]ecos lrlSupquod ederoqoq uelrselolu8ueul lntun p.ttuo) uot1otaua? JuDwolnD'e6eus1 selrl€nl e8ulueu l4.nlun loltuoo ,tcuanba.( pool uereluued u8nIuerlruraq 'ue8ueSol r8nr-r8nr rlreqreduotu Inlun uulrseredorp 1u,(ueq qepns nlnsuadwoc Jtwts vv1.eunSSueru ue8uep eSuusl ruelsrs uerlepue8ued B{eur 'n1 uenlnl 1n1uT1 'e,(uqrpuar-qepuelos 8ue^ rsnqulsrp uep lsrrusueJ] 'uull8upqued r8n.r-r8nr uuSuep 1r.qsr1 e8eual uolsrs ueelolo8uad e,(unpad qelepe tuouole r8er- t,tup Surlued lodse nles^ qu1e5 'a.tlua) lo.ttun rolerodo qelo u,(utlnuedss qrlu Jrq[uelp loluredo rs8un3 rpureq fiuu,{ 'r8u1 roleredo uuln[Jerueu IBpu ruo]srs-qns uueturp rsu.rialurral e-ruoes uurnte8ued tuetsrs qulepu lqlulel 3ue,( uep 'qnel lerel uep lesndrel e:ecos tse,rerp uep nul ,) I rl -uudrp tedep lnqosrel leuorsue^uo{ ruelsrs rp8e .relnduror; slsuqraq ue:n1u8ued uelsrs uu8uep usrpntuel lnsnsrp ';o1e:ado uB{nlrouoru (4npur npreS tlredas) uo}sls-qns derl-der1 uunur rp luuolsue^uo4 uernleSued ruelsrs r-lep relnu Sueqtuel.req tnqesrol uplnl?8ued urolsls 'uorsrJe 3ue,{ e(erq urz8uap rde1e1 '>1rr:q 3ue,{ nlntu ueSusp 'ueuru 8uu,{ ure}srs^ uur?lole8ued qelorcdutaut 1n1un uu1nln11p e,(uuueln 8ue,( 'uu88ue1od uuue,(e1ed e33urq rs^nqrJlsrp 'rsrrusuell 'uelr13uequcd i,rep rulnur >p1sr1 e8eucl tuatsrs uuelol -o8ued Sueprq tuel?p qulupe u,(ueleluetp nles qules '1escd dnlnc 'lur -uLluIro] opulcp urplep uurelnJol 'e{ruol}{c[e uup ut)irJ]srlo1 Sueprq iuelep uenfeuol uup uu8uequepcd 'uBIBr.rBs^ -1e1rp 1e,(ueq urI€ures qepns u€Iulsrlred uolsrs ruelep jslndruol rsc>p1dc uep Iselrunruo{e lal 'e{ruo-r}Islo 'uplu}slle{ Sueprq tuplep nreq ue8uequoSuod uep uerlrleucd uleur 'ue8un13ur1 uurysleqol uup ueuelselcl depeqral uelv elurcad e,(usr1t.r1 urlerues ur8uep elnd r8uareqrp 'srdrueu urluruos 8ue,( urele e,(ep raqutn"^ u,(uerpes:e1 urul leqrdrp ue>18uepos t33ut1 urletues 1rr1sr1 e8euel depuqrel ueSunlue8lele{ BuetD rp 'r3o1ou1e1 ue8uequeryed uu8uep uelelag 'lerpei r.r.rclsrs ur8ucp rseredorcq u,(udtsuud rped 8uc,( urD[-r.rrel uup alpurr{s 'doo7 uelsrs rlredes urel ure}uu ur;luun8rp ledep 8ue,( tsnqr-tlsrp ue8uuel tuclsrs eclu.r -eqeq tedrp;el 'lnqesro) e1o1 Sursuul-Surseturp 4-r1sr1 ue88ue1ed ered nqu uesntur ruc^cleLU 3ue,{ rsnqrrlsrp npre8 uenqrr uelrl€q ne}e uusnler lsdeplel e,{uure1 elo{-elol uep e,(eqerng 'Sunpueg 'Blrel?f 1p rlredes r?seq elo{-e}o1 epu4 'ludec qrqel 3ue,{ ueun8uequred ueuuesleled uep qppuor 8uu,{ r8nr-r8nr 'qupuor ue8ue8el uu8uuel rselu}sul rselso^ur e,(unped {eprl qelepu urel elelue rur ueue,{e1cd uelep Iulsrl uerqesnrcd ueSunlunay lnqosle} ue88ue1ed )ll1rur uelednreu uule 8ue,{ snsnql npre8 un8uequcu slurturp e,{ueserq eleJelu rur [pr{ tue[pC n1 97 ue8uu8ct uu8uuul uu8ucp undnulu AI 0E I lruq t33u1l ue8uu8el ue8uuel uuleunS -3uetu ue8uep snsnq{ ueces rue(cyp u8nl tedup resaq ueSSLreled edv.raqcg 'r.rlsnpur lesnd -1esnd undneu lerslotuo{ 'ueturlnuecl lesnd-1es^nd Sueluedes qululoluau qupuor ue8ueSal np.ru8-npru8 leqeI-loquI Irreueu uu8uep ruu,(epp >1r.rlsr1 ue38ue1ed ered r"rurpnuol tur IreC 11 OyIOZZ rpulueu nI 0Z lrep n1ru,{ qepua.r qrqel SuriX ue3ue3e1 le^el oI r-ru)un.ur}rp rsnqrrlsrp ue8ueSel euerurp rsnqlrlsrp np"re8-npru8 un8ueqlp nluotrel rseqol eped rsnqr-rlsrp ue8ur:ef uoruole derleg 'ueqeq psnd-]zsnd c1 u88urq lnpur npre8 relnu r.rep qeuu] qe^eq rp .relueq8ued undneu e;upn relueq8ued lteq rsnqrJlsrp lu^el-lu,ttel Iueueur up8uop uelnIuIrp >1r.r1s11 e3eual rsnqlrlsrC 'uu38ue1ed roloru-lelou e88urq A08g0ZZ qepuor uu8ue8e] ue8uuul n1 97 qu8ueuau ue8uu8sl uu8uuef enues rlndtletu 1tr1sr1 e8rusl lsnqulsrp uelsrS untuos uep $nsta6ro ntstsrs t'['I '4risr1 u8rual u"rolsrs nlcns Inlueqruetu urIB uuqnlnlesel uleJes 3uu,{ ts>1ouorya1ur ludursl npruS-nprc8 rBABqes lnpur np.re8-npre8 uup ue{Ireurp rolereue8 ueSue8el eueuup lrlSueqrued npre8 rnleleu lslouo{Je}urJe1 3ur1es e,{urunurn uuueXeled qereep nl?ns tuelep lrrlsrl e8eucl 1>1 -Suequred-1r13uequad lusnd enueg 'uuryluqredrp 1n1un nped ur1?uros uup snr€q 8ur,( lersos ueleosred ruSeqreq uep ue8unlSurl rol{e.I-roUe; uelSuequrpedueu ue8uep r8el tunleq NYnrnHVCN',Cd :l 8v8 l.n'.
  16. 16. Terruolocr Srsruv PENcuNonlrnN Teuaca, Lrsrnrr Bensesrs SCADA Untuk berbagai keperluan di atas perlu dikembangkan suatu sistem pengaturan yang lebih modern dan handal yang terintegrasi dengan suatujaringan komputer, dengan tujuan agar dapat membantu para operator untuk dapat mempertahankan keadaan steady state sistem selama mungkin, serta memberikan panduan untuk melakukan intervensi dalam memulihkan keadaan dalam hal terjadinya gangguan. Dalam suatu proses industri, intervensi juga dibutuhkan untuk melakukan manuver terhadap kinerja sub-sistem yang di awasi sesuai dengan kebutuhan proses yang dinamis. Pada sistem yang lebih terintegrasi, intervensi operator bahkan dirancang sedemikian rupa seminimal mungkin, sehingga pengendalian sistem hampir sepenuhnya dilakukan oleh sistem secara otomatis berdasarkan kriteria proses yang telah di tentukan sebelumnya. 1.2 PERUBAHAN TEKNOLOGI Bila ditinjau secara terpisah antara sistem tenaga dan sistem pengaturan, maka akan terlihat bahwa sesungguhnya sistem pengaturan berkembang lebih cepat dibandingkan dengan sistem tenaga listrik itu sendiri. Hal tersebut terutama didorong oleh perkembangan yang sangat pesat dalam bidang teknologi komputer dan elektronika. Dahulu sistem tenaga listrik mulai dari pembangkit, gardu induk, transmisi, komunikasi dan distribusi hingga pelanggan, pada umumnya dilengkapi dengan sistem pengamanan (prctective relalting), pengaturan lokal dan fasilitas remote control. Dalam keadaan ini masih mungkin rnembuat jarak antara perangkat pengaman, perangkat local control, dan perangkat conilol centre untuk kebutuhan renxote control. Ketiga komponen tersebut boleh dikatakan terpisah satu sama lain dan hanya terkait secara terbatas. Pada dasarnya masing-masing memiliki informasi sendiri tentang rangkaian proses untuk keperluan pengendalian sistem. Rangkaian pengaman dan local control setidaknya masih berhubungan dengan keadaan dinamis suatu sistem, sedangkan keberadaan control centre terhadap keadaan yang dinamis dapat dikatakan hampir tidak berpengaruh. Akhir-akhir ini perkembangan sistem pengaturan meningkat pada penggunaan konsep sistem terpadu, dimana ketiga komponen tersebut di atas sudah tidak lagi dipisahkan satu sama lainnya. Pengendalian sistem tenaga listrik tegangan tinggi dimungkinkan dengan berkembangnya teknologi optronik. Tel<nslegi-ini meng&ly9t$glr. siUygl.--si'y-d_liqt€m -tenaga lig$ ,lel-tegalsan !1ggi langsurrgke.dalem-,bq!!uk*h!lelge,! digi.grl tanpa memerlukan perangkat-perangkat pengukuran konvensional. Sinyal-sinyal tersebut dapat dengan mudah dikirim ke ruang pengaturan melalui kabel optik yang dapat dipresentasikan dalam bentuk conttnon bus data, untuk kemudian dapat diakses dengan menggunakan micro contputer. Komputer mikro tersebut kemudian mengolah data yang diterirna sesuai dengan kebutuhan. Dari hasil pengolahan data ini dapat dibuat fungsi-fungsi perangkat khusus seperti untuk relay arus lebih, relav jarak, serta untuk kebutuhan manajemen sistem tenaga, yang dikirim melalui control centre yang terpisah jauh secara fisik dari sistem tersebut. Untuk menjamin ketersediaan suatu sistem pengendalian, maka dibuat prosesor dengan konfigurasi ganda secara paralel (tedundant conJiguration), yang masing-masing mempunyai kemampuan untuk melakukan diagnosa baik terhadap perangkat utamanya, perangkat-perangkat pet'ipherctl-rrya, maupun perangkat pengaman yang dapat diprogram, bahkan setting relay pun dapat dilakukan dari control centrc tanpa perlu mendatangi lokasi dimana sub-sistem berada. Komponen peralatan sistem pengaturan seperti ini cenderung akan semakin.banyak ditemukan dimasa mendatang. Untuk sistem tenaga tegangan tinggi, keuntungan lain dari sistem semacam ini adalah penempatan perangkat-perangkatnya padajaringan instalasi, sehingga secara fisik akan lebih dekat dengan jaringan-jaringan tegangan tingginya. Dengan demikian tentunya akan membe-
  17. 17. uele ueqnlnlasol B.lBJos {lJlsll e8uuo} lllsnput uuBqesnrod I rsnorsrJe u,(u1e13uruo61 .qr1rd Elereu ledup Suex lnpo:d-1npo.rd ue>1;e,truucur uu8uep uure>1euod ulod ueupeqlecl ru;eq -re8eqreq uelSuuqurlredr,uour ue8uep uelenlucd rserurldo8ueru r1;u-req u,(urlueu uereco .rssrzd ruelEC 'usJesoq-lesoq: e,(up ueSueSuprcd 1uq urulup u,(usnsnql r]?q-rluq eleces uuSuequrl -,rod 1e,{ueq rnleleu losse relru uull?r!rsleueur nlled urereq uIur.u .lypoLuol Bue.rug-Bue.req Suo.roqueu Suo.roq uolsls luq tueluc 'uuroco leq tuelup undnuu ue8uo.roq ureces lruq e,(rp uulosed tuelsrs dupuqrel npedtel uetuelsueu r8elergs upud 1e1e1;e1 ueIB serel urlerues Bue,{ uu8uresrod rsrpuor uelup sosrns uelludupueu rnlun rcun{ 'r1uuu exulnlueq undedy 'ue8uu8epred upp lurouo{e qel -eseu-qplssPIU urulup uatueluueu uendtuetuel ru,{undueru In}un tnlunlrp EIoJetil nuru Iuprl nuu Suelepuor.Lr lu?s eleui 'srusrq 3uequr1e1 uplrulalol Sueprq uelep rsuluol,roreq u,{uuq 3uu,{ uuetlesnred ireledn:eur eXu;esep eped u>1e-rour nlnqBp nelu;1 'rdepuq elcieur uulu Euu,{ t) srusrq )nlcg-In1os rnqeleSr.rotu Inlun sulol qtqol uLrel sn,ruq slotel '3urcfi-up.r ,,rp nu,,q,,rpr. 3uu,{ ufte>1 uto}sls n}ens tru>lledepuour In}un uelupuou eipcos rlulrp nl.recl eLre>1 rsesrue6ro -rs?s^tueSJo llDloJo uep uorsuo 'srueurp ulluues ef.releq ledup 1n1un luqrd enuos Jnlunrro[r nBLU Ieplt n8ru seqoq rusud tuelup Bleui lBuolstpu.rl uueqesnSued elod rlrecles 1upr1 'rdepuqrp r.1eu-red u-rnleq e{utrnleqos 8ue,( .resed eliel ouslue{oui rdepuq8ueu u€lpp rsestueSro uerunse,(ued-uerense,(uod ue1n1e1eu e,(un;.rerl )nsstulel sellJUIe Sueprq enures rtdueq rlndtletu uule rde1el uolsls uprsulodo8ued lsg)-ruefi.lo urelep e,{uuq >1epr1 'rse1n8e:ep-rse1n8e,rop 1u,(ueq ue)nltettrour uele ssqeq ueSures;ed uuSuep 8uns8ue1-req 8ue,{ 4.4s11 e8uuel lesed rdepeq8ueur uel?p lrrlsll u8euel ueequsn8uecl u1o6 'e,(rrurel e:e8cu ede.reqoq uep erpo,$S 'rpq3 'sr.r83u1 'Ellror.uv 1p rpedes e;u8eu ede.rcqeq rzpecl uElsqoclp qe1e1 SueX 1t.t1st1 t8reue Sueprq ulelup seqeq ue8ue8ep,red uelsrs e,{uuelpueljecLp ug8uap qelepe uerleqred ueltudupueu 1u,(ueq rur rq{e-lnlre 8uu,( urel uu8uequrel.re6 'e,(ure8uqes urel uep eu€qropos 8ue,( ue.re,(uqued urelsrs .olol-olouoq rypu SueX ue8unque,(ued rnpesord '1edec SueX ueue,(e1ed uelsrs '>peq 8ue,( ueurupuurecl rs?ruloJut tuelsrs 'r33ur1 8ue,( uelepueol 'iloqtqeu SueX e8-ruq 'qernru 3ue,( eSreq u,(ulesru rtledes 'uu33ue1od ered r8eq Surlusd le8uus SueX .ro11e; rpeluoru Buu,,( ede ,uu88ueled rlgq lnq -eleul {nlun Suresroq euuutte8uq'ue83uu1ed ueesundal ueSuep pnsletutp 8uu,( ecle uep Euuut -ru8eg '1u1e1 Sutusreq 8uu,( e8ret1 lBISuU eped u>1e.reu upud u,(u,ru"^eq-lesoqcs 8ue,( ueesendel uuluoqtuoul ue8uap ue33uu1ed ered 1n18ue.reu eueurre8uq eped redtues u33urq Struqurel.rcq qepns qu,r,rel e{olou sn.req 3ue,( ueeXuelred-ueu,(ue1.re6 '1rr1sr1 e8eucl ue:eseuecl uelnlplcur uelep ue8uresred uecetu re8eqrcq e,{ulncuntu uuSuap n1r rgodes sru)e} qelesetu-qeles^prg eped u,(ueq seleqrol 3uu,{ equsnreq elod qeqn.rou snruq elo;ou rur ur8uuleleq ldul 'lepuBq uEp u?tuB 'sttuouo>1e 3ue,( erec ue8uep lees durtres erpesiel >p.r1s11 e8euel tuolsrs nlgns ruelurpe,{ueur ledep 1n1un eueureSeq qelepe u,(u1e1o1eq epud 3ue,( 1r,r1sr1 e3eue1 uelsrs^ rsrsrur -suel] uBp ueillSuequed 3uu}tre1 ue{Iltueu uxueq )ll.r1sr1 ueurlesnred ntens e^qBq rsrpB-u uulednrau qupng 3r11e,(qo erecos ueeqesn-red r.rep 1o1od uelnl uelulredueru ue8uep pce>1 qlqel uep Sutduel SuuX tsustue8ro ue8uep uelsrlc urlutuos uheleq ledup e(edns euerureguq Iocoo uep sud 8ue,( len1e1 uulef tJecueu snJuq B)eJo] 'rsesruu8ro uelnrcued uulnlglc1u ur{er.uos 3ue,( ue8urested leqr1u ru-louolc uguelel ueuqusnred-ueeqesnred lut rr{{3lol unqel ede.reqeq epu6 Inlun e{oJeu uelsnreq8ueu 3ue,( serel -ueue{ot rdepuqSueut qelol lrrsrl 'slll.reurp usepeol ruelep undnrur ay4s [poas uBepBeI luelep Ireq 'ualsrs uerlepue8uad 1n1un uuue8ued tuelsrs uu8uep uenl -€sol nlgns uuledn;eu u8nIuelurelaur,alnls [poap ueepeol ruulep uerserado8ued uenl:ede1 1n1un rs8unS:oq ulpu-eletues r3e1 IBpq uBllupuo8ued uelsrs nlens .Buelepuer.u Bsetu-esou rp nlr ouorul rl0lo 'uelsts sil.uuurp uBepscl depeqrel Ilsq qlqol qnel 8ue,( awodsat ue1t.r NVn-rnHVCNsd :l BVg
  18. 18. Tr-:rcnorocr SrsrEv PENcnNoar-ra.N TeNaca Llsrnrr Bsneasrs SCADA memberi dorongan bagi industri-industri nasional dapat bersaing secara lebih efektif dalam pasar energi global. Namurr perlu diingatkan, secara fisik infra struktur dari jaringan sistem tenaga listrik dan metoda pengoperasiannya tenturrya tidak akan banyak mengalami perubahan, dan tujuan mendasar dari deregulasi dalam era perdagangan bebas tidak terlepas dari tujuan pokok yaitu tetap dapat menyediakan listrik dalam jumlah yang cukup setiap saat dengan mutu yang baik dan harga yang terjangkau sesuai dengan permintaan. Hal ini berarti bahwa implikasr dari pengaruh perdagangan bebas terhadap pengoperasian sistem tenaga listrik harus tetap mendapat perhatian yang mendalam. Perlu memikirkan beberapa langkah-langkah yang harus ditempuh dalam melakukan penyesuaian-penyesuaian terhadap pola-pola baru yang diperlukan dalam pengopersian sistem tenaga listrik. Pemakaian data-data real time yang dulu hanya diperlukan oleh para dispatcher akan semakin meluas oleh pihak-pihak lainnya yang akan terlibat dalam sistem-sistem nwnagement perdagangan bebas. Beberapa implikasi yang perlu dikaji kembali dalam menentukan standar-standar baru untuk SCADA energy management s.ystem pada masa mendatang antara lain adalah sebagai diuraikan dalam Bab 9. Perkembangan di atas menggambarkan bahwa dalam pengendalian suatu sistem tenaga listrik para insinyur dan teknisi yang akan berkecimpung dalam bidang sistem, dituntut untuk memiliki pengetahuan dan keahlian dalam bidang control slstem yang semakin hari semakin rumit dan kompleks. Aspek lain sebagai akibat dari sistem pengendalian terpadu di atas adalah, perubahan ;"' organisasi pengelolaan sistem pada masa mendatang dengan tidak diperlukannya lagi organisasi perusahaan yang besar dan kompleks seperti pada sistem konvensional. Suatu sistem pengendalian terpadu akan terdiri dari banyak komponen-komponen jaringan yang tersusun secara bertingkat dalam suatu struktur dan terdistribusi sesuai fungsinya. Pada stasiun pembangkitan misalnya, sistem otomatisasi terpusat akan mengambil peranan yang semakin besar, seperti selftuning, dimana dengan penerapan sistem pengaturan optimum menggunakan mikro komputer akan dihasilkan produksi listrik yang lebih efisien dengan mutu yang lebih baik dari masing-masing unit pembangkit yang terdapat pada stasiun pembangkit tersebut. Perkembangan-perkembangan di atas lambat laun akan segera menjadi kenyataan di Indonesia sesuai dengan tuntutan sistem perekonomian yang semakin terbuka termasuk dalam industri tenaga listrik. Terutama dengan melihat kenyataan sumber-sumber alant kita yang terbatas dan ketergantungan industri-industri kita akan tenaga listrik yang semakin ttnggi jalan keluar yang harus dilaksanakan adalah dengan bekerja keras, hernat dan berdaya guna tinggi. Sebagai salah satu contoh. saat ini telah banyak dilakukan usaha-usaha untuk mengembangkan dan memperkenalkan jaringan sistem terpadu seperti dapat dilihat pada Gambar 1 .2. Jaringan sistem pengendalian terpadu ini bertanggungjawab dalam hal pengoperasian sistem tenaga listrik mulai dari sistem pembangkitan sampai jaringan pelanggan beserta semua sis- tem inlormasi terkait. Untuk membantu para perusahaan listrik maka Electric Pov,er Research Institut-EPRI yaitu suatu badan penelitian yang berkecimpung dalam sistem tenaga listrik yang berkedudukan di Amerika, telah melakukan banyak penelitian-penelitian untuk dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas.2 Mereka melakukan penelitian-penelitian yang intensive dibidang utili6, contnrunicatiotx system. yang telah menghasilkan beberapa standar-standar seperti umpanlanya standar-standar protokol yang dapat digunakan membukajalan bagi para pabrik komputer merancang produk-produk mereka dapat saling berkomunikasi dengan produkproduk lairrnya. 3
  19. 19. l, ; r 'r8.loue ue8uresred .resud ue 1ep u(uure1 uueqesn-red depeqrcl ueequsn.lad ue1n33une1-ue1n33une>1 uep uu8unluneq-ue8unlunel uu11e13urue61 'rst?mloJut [ua]srs ueleueqrepe,{ue61 'selg qlnpo,rd uu>1le>13u rue 61 I ue33ue1ed ueuu,(e1ed nlnu"r uu11u13urue61 'qeqnreq sn:e1 8ue,( r3o1ou1e1 uuquqnred depeq-re1 tJtp uelrense,{ue u ledup esur}ueuos {n)un lBsep }unqulolAJ 'lelel ur)eLues 8ue,{ ue8ures.ted ue8uep e)nqrol ur)e{.ilos 3ue,{ srusrq ele trrelep eluelnrol '8ue1ep 8ue,{ usuurrp uequqn.red ueqnlnqe) ue8ueluu1 qemelueur 1nlun Suenled Llequlel '€Io.taur lnpo,rd-1npo.rd tuelrse;8e1ur3uetu ppeqroq SueX :opue,t-ropuo^ r8uq rsur8elur derles uulqepnuol ' rselrunuolelal edurq rBuernBua4 :lnluaq reSeqes^ qelepu ulel ereluu IddA qolo uelSuequolrp qulel 3uu,( rlredes npedrol ,re1nduo1 ueuu,(u1ed ue8ur.rel nlens ue)BunSSuoru ue8uep u€IJeA{B1p ludup 8ue,( ue8unlune{-ue8unluney 'rsrur-roJur relnilog 8ur1us ledup epoq-epoqrcq SueX ueuqesn.red r8eq settpseJ-seltlrsp.J uelr.rJquioul 1n1un 'e,(uure1 ueSuap nlrs rseryunuol.req 8ur1es ledep urrqusnred nles urelup epu 8ue,( relndurol ueSurrel urelsrs-nrolsrs ue>1ur13unrueur 8ue,( y31 uuSuep 1e1fiurs^rp 8ue,( a"tnpaltLp.ty LtotlD)tunlutuo) A)lir,t4 lnqesrp ffue,{ .repuuls llluns upllunloBueu qe1e1 7y7g , Suucuerrp leprl nelu erposrol >1epr1 'ulul uruus nles rselrunluo)reQ ledep 1n1un u{ur.unleqes 8ue,( Buerus^ ue8uop rnluoqJe] unueu 'erues 3uu,( elup -e1ep uu{qn}nqutar-u 3ut1es e,(ureueqes }nqasrol .ralnduro>1-:a1ndruo1 e.rcluerp 1e,(utrg 'urue:^ 8ue,( ueeqesnrcd 3111e.{qo uup uBrBSes ue8uep renses ehe>1eq e{erou e.(uueelefuel ruelep rp leq epud 'r.rrpuos-r.upuos r.upJaq uetSeg-uer8eq ueludnreru q?[o-rploes u(ur-uv1 Eu]us ru?s qesrd.rel 1eq ue1e,{ueqe{ Luelup unuuu :o1nduro1 uu8uuel se}rlrseJ reSeq.roq rlrlrtueu {r-qsrl uruqrsnred nwns s,(uurnun eped e,rquq le8ur8uaur lrsepuau le8uus uelese"up lul tBH nprxl.rel trrclsrg :alndtuoy uuSur:u; rsu:n8r3uo; 'Z'l rngrung . I T-Tt iltt-+ N J,LA xsJndNox ttY9Nluvr wsrsls ':I:"' t-r --*"- ': nH nn ^:,,tae tt, '. Ex Bl,sffwl5d rJl{LDleI^l mp lcr.Jf,.lul miur&f NYnlnHVCNsd:I gY8 [.
  20. 20. TErNoLocr Srsrr,v PeNceNoe,Lre.N Tnne,cn Lrsrrurc Br,nsRsrs SCADA 1.2. I Pustr PoNGtNo.tueN TRANSMTST Ukuran suatu sistem tenaga listrik pada dasarnya bertumbuh secara alamiah mulai dari sistem yang sangat kecil dan sederhana hingga sistern yang sangat besar dan kornpleks rnengikuti pertumbuhan kenaikan beban. Dr negara-negara yang sudah maju dengan skala ekonomi besar dan mapan, pertumbuhan pemakaian listrik relatif tidak begitu besar dibandingkan dengan negara sedang berkembang seperti Indonesia. Jadi pembangunan dan pengembangan suatu sistem tena- ga listrik pada suatu negara yang sudah maju pada hakekatnya akan terbatas lebih pada pembaruan-penrbaruan sistem yang sudah ada. Disamping pernbaruan-pembaruan tersebut terdapat pula perubahan-perubahan dalam sistem pengelolaan dan pengoperasian sistem tenaga listrik. Penelitian-penelitian untuk mencari metoda pengoperasian sistem tenaga listrik yang lebih efisien terus dilakukan terutama karena semakin langkanya sumber-sumber daya primer dan dorongan yang timbul sesuai dengan tuntutan jaman di mana akhir-akhir ini sudah semakin banyak diperkenalkan sistem pasar bebas dalam transaksi jual-beli energi listrik. Dalam era bisnis dimana perdagangan energi dilakukan secara bersaing memaksa perusahaan listrik harus manrpu melakukan terobosan-terobosan dan perubahan-perubahan baru dalam organisasi pengoperasian mereka untuk dapat bekerja semakin efisien. V Rancangan pusat pengaturan saat ini juga sedang berkembang, yang ditujukan untuk rnemberi suasana yang lebih baik bagi para operator, terutama dalam rancan gan man ntachine interfhce, dimana layar tampilan dengan VDU dengan ukuran terbatas dirasakan sudah tidak efektiflagi. Kecenderungan di masa mendatang rnenunjukkan akan digunakannya layar-layar besar berbasis Liqttid Cristal Display yang mempunyai tingkat resolusi yang lebih tinggi. Fasilitas zooru dan kemudahan bernavigasi dari satu sistem ke sistem lain secara bebas akan menjadi rnudah dilakukan sehingga situasi kerja para operator akan menjadi Iebih baik. / Dengan dikembangkannya konsep jaringan cerdas, dimana suatu sistem inteligent diirfiegrasikan kedalarn peralatan jaringan, pada masa ini perbaikarr kinerja suatu proses sistcm akuisisi data, khususnya dalam hal gangguan, juga ikut berkernbang. Dengan sistem seperti ini, hanya informasi relevan yang dibutuhkan operator saja yang akan dikirinrkanke confiol centre. Dengan kata lain pengiriman informasi/data menjadi lebih selektii tanpa mengurangi fleksibilitas sistem untuk memperoleh data lain pada keadaan tertentu. Dalam rangka menyiapkan para operator untuk siap siaga menghadapi keadaan darurat, ? t sudah banyak pula dikembangkan simulator-simulator yang dapat digunakan oleh para operator sebagai sarana pelatihan. Simulator seperti ini dibuat sedemikian rupa sehingga memberikan gambaran terhadap jaringan yang sesungguhnya. Dalam melakukan simulasi atau percobaan-percobaan operasiorral, simulator akan berfungsi dan memberikan respon yang sama sebagaimana layaknyayang diberikan oleh jaringan sesungguhnya, namun percobaanpercobaan atau simulasi ini tidak membawa efek apa-apa terhadap sistem yang sebenarnya. Data-data keluaran estiruator pada data-data real lime hasil akuisisi data antara control centre dengan.jaringan digunakan sebagai base case untuk berbagai keperluan simulasi, dimana berbagai kemungkinan dapat dicobakan. 1,2.2 Puser PeNcENo,qLttN DAN OroMATrsASr JARINGAN DISTRIBUST Kornputerisasi gardu distribusi akan membawa banyak keuntungan dalam pengelolaan suatu jaringan distribusi, antara lain adalah supervisi yang lebih baik, dimana gambaran yang lebih jelas tentang indikasi jaringan akan mudah diperoleh. Demikian juga situasi pembebanan dan ingga dapat dipulihkan lebih cepat. indikasi lokasi gangguan MILIK PcrPmralmo Propirlsi l''wa Timur -- Bdan L-:::-----
  21. 21. . I ; :- i1 , :1':.*, 'rel8r.ued ue{qepnuou {nlun srlBruelsrs 8uB^ uBnpuBd-uenpuBd upleldrcueu uB8uep qepnut w8uop rue8uBlp led€p sn.req uelsrs ue1uun8rp uulu 3uu,( r3o1ou>1e1 e,(ursuue,ueq undeuuur -re8eg 'eueqropos uup r{Bpnu 8ue,( 1eun1 1e18uered undneu surel 1e13uured-1e18uerad depeq -rol uueruqrletued selrlrsej ue8uep rdelSuopp snreq ruelsrs eSSurqes ednr uurlrruepos uuereq -rleruad ledse-1edsu reueBueru ueBuequ4.rod-ueBueqturl.rod uuBuep Suecuerrp qulsnl€q uurlr?p -ue8ued uelsrs lesnd nlens ui!qeq qelupe e,{u8urlued 8uern1 1epr1 3ue,( n1 Surduresrq 'uelnpedrp 3ue,( n.ruq rs8unj -tsSunJ uep sulrsede>1 uu8uep runsos ueqnqunilod rln{r8uoru uulSuequellp }edep usurlueuos uelsrs B38un{os s€nl 3ue,( uerua8ued uu8uep Blnqlol tunqtp uolsrs rnqnlls BuBLurp 'urals,t.s uado desuo>1uu{derouor.u ue8uep qnduel e1r1 ledep e,(ulestut lu} I€H 'uerye^u1p ledup 8ue,( e,(uuuqupnurel suyps-uJ-se1[rssJ uup t3o1ou1a1 >1sdse ele8es uulrleqrodueu ue8uep I]BLI-rlurl ue8uep Suecuulp snleq lrJtsrl e8euel tuelsrs uerlupuo8ued lesnd nluns 'n1 uuerul qe16 'unqq qnlnd red tuel rpulueu rde1el uele unqel red r-uel uernln uulep r8el uulnq urlSunu 'srlul ur{eues luv11e arruac prtuo) nlens Bxur.uuped sulu rsuulolol Suelepueu Bseu-esutu rp unueu 'ef,uunqeped uul udereqoq e88urq uerlepue8ued ruolsrs ueruupuuad ruelolueu ledep qrsutu uerlepue8ued lesnd-lesnd tut lees undrlseyl 'l.uolsrs nlens ueepeBuod uup ueSuecuered uelup urueln leru(s nles qBIBs uulednreu uelu npudrel uerlepue8ued ue1 -srs lesnd-lesnd uep uulupuuo{ uup ueelposrele{ >1edse e,lrqeq uu>lle.reXsr8ueu rut leH 'Irrsrl e8eual uueqesn8ued uulep npudrel 8ue,( leqrd enures r8eq e8n[ unueu "raqcytdslp eled eped e,(uuq suluqre] {upll 1u1sr1 e8euel uerlepue8ued urelsts lesnd-1esnd eped Sunlue8rel le8ues rpeluaur uelu e8euel urolsrs uersurodo8ued Ei(qeq leqll uy1 ludep s?le lp uerurn-uurern r-ruc tJtTcYlrv,tv ysdsy €'z' I 'uu83ue1ed sule{ Bnues eped ue>1dere}lp {Epuoq ellq 'luqetu 'lnqesrel Jrluler r4rsuu 3ue,( releu e8ruq eped {elelrol Epu tltsstu ur>18untu 3ue,{ ulepue;1 ue8uuef eped upereq unduuerurp ue83ue1ed releru ue8uep ue8unqnqreq ledep qnlun a.4trac lolluo) epudel Suunled rroqtuotu Suef tatt,toc autl uotltlcltrtsrp uuleun8redueu ue8uep urel erelue uelurlSunurp rur IBH 'rselurp estg tlupns rss{lunuo{ elepuo{ Euututp 'userq SuuX 1eq rpulueur qepns rur lues {rrlstl ue33ue1ed rolau"t uu8uep auuac prtuoc erB}ue rsellunuo) 're33uo1 8ue.( ueruleured epud rselso^ul eun8 u,&p rSSuruadruou sn8tlules epunlp ledup urlSunu uelsrs uendurzuel ueryelSulueu Inlun uelnpedrp 8ue{ n;eq lse}solut eSSurqss runrurldo erecos uBltlepue{lp tedup lucund uuqeq u1u,(ure1 !.to1 r4nw uedercued uelep euesroq uulu4edesel tudecuaru 1n1un tpedos uuuqusnred uep ue38ue1od urelue lteq 8uu,{ rserso8au rnlulohtr'r{ulntu qrqel rpuluau uuyq8uuqrued so13uo uelouotu ledup uSSurqes tepuel urletrros 8ue,( ueqaq u^rn{ nluns ue1e,{ednry ledup 'ryeq ?uvf, ruawaSouDw pDol ue8ueq 'rsrunsuo{rp 3uu,( u,(up uuqnlnqo{ uu8uep uelylSuuqrp 8uu,( u,(ep e,(ueseq urelue uu8uuq -uroso{ redecuotu ledep 1n1un ue{pnslBtutp ruawa&ouoru pool se4rlde'tSloue tse^losuol e13uur tueleg 'rrufeledtp 1n1un {uBuotu uep lisopueu ut{etuos uep Suequelleq ul{Bues u8n[ ue33ue1ed rsestleuolo uep (tuawa&ouow pool) uuqoq ueelolo8ued 't8u1 qnut qtqel 'e,(uru8uqes uep {IJlsrl ueuncuod euoJe{ r8nr rs4elep '8r.trlt"rt pool 'yawacold toltcndzc wnw4do rlredes 'urepotu tsnqll]stp ssol "+toy[ ue8uuel uuelolo8ued uulup uelderattp BSlq 8ue,( urul rs8unl 1u,{uuq qtseu nlt Surduresrq N',tlrtl 'uoltlstrurutw NYN-INHVCNSd :T t BVg
  22. 22. I l0 TrrNor-ocr SrsrEv PsrcsNoaLraN TFNAce LrsrnK BrReA,srs SCADA ) Gambur 1.3. Jaringan Transmisi Tegangan Extra Tinggi, di latar belakang tcrlihat Pusat Pembangkit Listrik Tenaga Uap. Gunrbar 1.4. Gardu lnduk Tegangan
  23. 23. 'leutldo 8ue.{ rseredo uBl}Bdepuau 1n1un ueurlSunuol ule8es uelSuequllredueur ue8uep lenqrp 8ue,( Suelued e18uel undneu lepued e18uel uueuecuered tuelsrs uep uu{nsutu-uelnsetu selu us{Bues)ellp uelsrs u?rseJedo8ued 'rsesrueS;o r8es rrep nelulll6 'urqSunru ledeces uep >peq ue8uep eueslelrol ledep ueqrlnrued eSSurqes renses 3ue,{ uelepul}.lrqrue8ueur nduretu snrcq taqcytdstp 1e,re3 ueepeel l-u8l?p Suepes rlBqrual letutou rpelueu tuelsts uelqrlnureu-r .url8unur 1n1un ledec {epuriloq esrq snluq roleredo 'rsue8urluol ueepual rpeLrel epg Bluelos Ieulou u?speol uuluuqupedruou {nlun q€lBpe r.uolsrs uurseredo8ued erueln uenfnl rsz:edg ueep€e) deqel ledrug 'l'Z ntquDg FwWl ffir ffi;,- lerlrpel rpedes 1r-r1sr1 :]nlrreq l'U rpgr.ueC ue8uep u8euel uelsrs uels?lodo8uod uuepeel ludr.ue ludep:e1 e,(u,resup epe4 'sB]? rp Buelu)-erJelrr{ Brpluerp ruordtuol pseq trep unrurldo uetserodoBued rsrpuol uelledepueu.r Inlun rJrpr.(os-r.lrpues ueSuequrlred ie,{und -uoLu {rrlsrl uuequsnred Surseur-Eurseyl'[41nnb uep rtuouole '^]trtDas n1e( [gg er]e]u) qslepr {ulsrl e8euel uelsrs rseredo eLreurl t€puoru ruel?p ue{?un8rp tunun 8uu,( euey:y 'ueqoq Irlsrr0l -1ere4 re8eq;eq e88urq 'e,(utsnqulstp-Isnqlrlsrp '8,(ursnusuerl-rstrusueJl 'e,(uuellSuuqrued -uellSuequsd uernln undnsur sruellnpns uep {req urel 8ue,( uelsrs ue8uep nles 8ue,( uelss etuelnrel tut u€€pee) 1u1sr1 u3eue1 erulr-ru ueepegrad re8eq-re8eqreq e,(uleduprel ue{geqeslp tuelsrs uurselodoSued tuelzp rlntun n{Blloq 8uu,( nleq uolsts nlens epe runlaq lur ]ees u33urg TAIOIAJN I'Z XIUISI'I V)YNEI NVI'IYCNA9NEd hIAISIS UVSVC IS9NNC-IS'NNd ry L I t_
  24. 24. r 12 TercNor-ocr Srsrgu PeNcpNnalre,N TeNa,ce Lrsrnrr Beneasrs Scnoa Sistem SCADA/EMS bertujuan untuk membantu perusahaan listrik mendapatkan sistem pengoperasian optimum sesuai dengan berbagai kenyataan kekurangan-kekurangan maupun segala kelebihan yang terdapat pada sistem tenaga listrik tersebut. Dalam mengelola sistem jaringan distribusr lamanya waktu pemulihan gangguan sering merupakan kriteria penting yang digunakan untuk menilai kinerja sistem pengoperasian jaringan dan pelayanan pelanggan. Akhir-akhir ini sistem otomatisasi pelanggan sudah mendapat perhatian yang serius dan seimbang dengan tujuan untuk meningkatkan efisiensi kerja dan kepuasan para pelanggan listrik. Dalam rangka untuk mencapai sistem pengendalian sesuai dengan kriteria-kriteria di atas maka suatu sistem pengendalian tenaga dilengkapi dengan perangkat-perangkat SCADA. Perangkat ini digunakan sebagai sarana untuk dapat memantau dan mengendalikan sistemsistem tenaga secara terpusat dari pusat pengendalian. Dalam hal untuk mendapatkan sistem pengoperasian yang optimum, maka di atas perangkat-perangkat SCADA diimplementasikan fungsi-fungsi perangkat lunak baik untuk keperluan energi management sistem untuk sistem transmisi, distribution management sistem untuk sistem distribusi dan perangkat-perangkat otomatisasi para pelanggan. Adapun fungsi-fungsi dasar tersebut dapat diuraikan secara sepintas pada uraian-uraian berikut ini. 2.1.1 FuNespFuNcsr SCADA D,nt Axursrsr Duta acEtisition adalah proses untuk mengumpulkan semua informasi sistem tenaga listrik dari RTU's ke control centre, merubah data-data yang diterima menjadi data-data rekayasa serta menyimpannya sebagai real time database. Elemen-elemen informasi yang terkumpul di atas digunakan untuk menggambarkan keadaan suatujaringan sistem tenaga seperti status dan keadaan gardu-gardu induk maupun status pusat-pusat pembangkit. Rangkaian data-data akuisisi modern pada umumnya terdiri atas perangkat-perangkat remote terminal unit, front end communication (CFE), telemetery front end processor (TFE) dan SCADA host computer Tergantung dari ukuran dan kompleksnya sistem yang dihadapi, kadang-kadang ketiga perangkat terakhir yaitu CFE, TFE, dan Host server dapat ditempatkan dalam satu komputer. Narnun mengingat kriteria-kriteria kinerja yang diperlukan untuk sistem pengendalian real time yang besar dan kompleks dengan berbagai implementasi perangkat-perangkat aplikasi lainnya, maka suatu sistem pengendalian dirancang dengan sistem terdistribusi. Hal ini dapat dilakukan dengan merancang sislem front end communication, telemetery front end processor dan.host SCADA computer yang terpisah satu sama lain. Disini /rosr computer akan berfungsi sebagi perangkat pemrosesan data-data dan perangkat-perangkat interface dengan man machine interface. Sedang telemetery front end QFE) akan berfungsi untuk mendistribusikan pekerjaan-pekerjaan penanganan protokol komunikasi dengan RTU sehingga tidak akan merepotkan host computer. Kadang-kadang TFE dapatjuga digunakan untuk melakukan tugas komunikasi dengan RTU diluar perintah host. il
  25. 25. qolo u?{[nduln{rp nl]ed 3uu,( u3eue1 oJel} n}ens r:ep du1-de1 rsrsod uelqeq nelu .rn1u-rodluel Jqre e,(up 'uu8ueSol upJBSoq rpedes 'ue:eseq srue I edereqeq sele rrrp.rel ledep e3eue1 luolsts nlens eped uu:n>p3ued ue;eseq-ueluseq rnqelellp qetel eueruruSegc5 iJJt>lee: e,(ep 1r"r1sr1 'uun;;uu3-uenaauea n11e,tt r:pecl e,(ueuredun rlrsdes ueqeq 3uu1lq 8uu,( utep epe 1uprl uerlrruep uuSueq 'pl?p uBpqtue8usd sn11rs epud rpeLrel Bup,( snluis -rrrrr:;';::::"'::; uuqeqnrod nles lrep qrqal uudur,(ueut ndrueu eSSurqes elup e88ue,,(ued re,{undureu Suucrnl.rrp lndur derles 1n1uq '1edec le8uus Suns8uel-req 3ue,{ ueqeqn.rad-ueqeqn.recl rslolopueu In}rrn u,(uuunduuuror qelepu uu{qn}nqrp ?ue[, ttun lDuttura arcurar uundweuel nies Lleles 'sn8rlules uelnlnJeq ulecos elup-ulep teJsrre.quour 1n1un uencl -ueluo{ te(unduou snluq lnqeslol uurlepue8ued uelsrs sluiu lur [ut{ tue[eC 'e8euel urolsrs ue8urrel uped ueqeqnred epu >1upq undr>1ssur uelelered snlels-srllels depeq:e1 srpoued e:ecas ueeslt:eued ueln{Blotu ledep >1n1un Suecue;tp uurlepue8ued uelsrs uu1e,(ueqol rut }ups epud 'uen88ue8 r'utule8ueu Lll?lolos tleqLue{ relndruol ue>1ue1elueu nUB,4A uep uerse.tedo8uecl 1e,ne n11eA eped'u,(ueruedun eXurlupueq8ueur uerlepue8uod lesnd ellg snsnql ursros nBle uuq?q -nred rpelre1 epq uetlepue8ued lesnd oI uelturrr{rp nruq lnqosJo} rsur.uJoJur u.{ueserg .pt[B^ur nqoslp Suues nulu elngjol uep dnlnpel ereluBrp eperoq 'u,(usuuclwn lnqosrel 1e43uered .rseuloJut rsrsod uueurp uulnSuteu uBupEa{ rs{elepuoru ln1un ell{ uelurlSunuetu lur IuH llq nles ue8uep ueltselueserdelp nped Surseru-8ursur"u 8ue,( elnqrol nelu dnlngol lJuepeel q.ledes rsrsod snlels enp ru,(unduau ledep 3ue,( urel 1u18uured-lul8uured nelu qesluecl 'e8euo1 snlnusd 1u18uerod rsrsod uelrlseuou rnlun ueluun8rp e,{urserq upuu8 1e,{urg 'BSpuol tuolsrs ueluleJed nlens rse{lput snlels uelnluoueu In]un uulqntnqrp 3uu,{ rselrpur (alqnop) enp ne}E lse{rpur (a13u1s) ntes sBle rrrp.rel ludep u,(ueserg '|tutl lDutwral aQwil 971 1e18uured1e18ue.rod upud ue>lnseur tserrrroJut ueludn;eur 8uu,( nluuqu.rad oloJ-olor nluBq {BluoI-Istuol ueSuep uu4rseluaserderrp exueserq e,(uure1 p:u8rs -luu8rs ugp rurelp '(96) qesruad 1u13uured '(g3) e,{ep snlnued 1e13uered-1e13uured rsrso6 ,srrlpul srrt rts -u1ep '8o1euu 'lotluor 4ouil rsSun;-rs8uny ueln{Bloru Inlun uep rolelnunle aslnd elup uurnln8ued ulep-ulup 'sesold uerelSuer sn1e1s 3ue1ue1 Elep-elep uellndtunfigour 1o1od se8nl ue8uap uurlepue8ued uelsrs ru8uopuod 1e1e uep uteru .ue8uel re8uqos se8nlreq 3ue{ sesord uurulSuur ue8uep Sunqnq8ued 1e18uerad qelepe Uun putrural apway e,(uuq yqy3 s tsoq or slep-elsp roJsu,rr *r,rTffig#I'T::'f]:,:;r'ri:17il[:, hq run puMtJ alolua.r uz8uep tselrunuo{ ueuteluuetu uu{n{e[o] drsurrd sulu uuryesep 'yCV3S tuelsrs uunduuue>1 e,{u1reu uped erenuteq SueX 7sor7 relnduorl selrJrl{? rSuern8ueu le8uus uule lul leH tossacotd pua yo"rt ,.ta1awa1a1 nlnueu rsu{runuo{elel rnleln1es rpeluour uu]nles ru8eqreq uup rse{runuol ro}Br}uosuol ru8eqeg 'Bpeq-Bpeqrog ?ue[, 1tun lDutrurat 931 apwar 1o>1o1ord-1o>1o1ord ue8uep rse{tunuo{rog ledep n4ndtuoc 1so7 undnur.u 1o1o1ord uulquurolraue61 eSSurqes repuels 1o1o1ord rpuluoru . ue8uep nJU tseltunuo4 :uteI urelue se8npeq lutl lDutwlat apwar le18uerad-lel8uered 1e13uured erelue Sunqnq8uod erpaur re8eqes pua ryol'uottDcrunluluoJ 3g1 €l )rursrl VDYNSJ Nvr-lvcN:rDNad wslsts uvsvc rsDNnJ-rsDNnc :z BVB
  26. 26. l4 TErcNorocr Srstrna PeNcENoer-raN TENACA Lrsrnrr Bnnsasrs Sceoa suatu pusat sistem pengendalian. Harga-harga ini biasanya menggambarkan titik-titik pengukuran pada nilai sesaat dari jaringan yang diukur. Pada prakteknya besaran-besaran tersebut dapat terdiri atas besaran analog yaitu besaran yang perlu dirubah menjadi bilangan digital sebelum dikirimkan ke pusat pengendalian atau besaran-besaran yang sudah merupakan bilangan-bilangan digital yang dapat langsung dikirimkan oleh remote terminal unit setelah mendapat proses pengkodean tertentu. Besaran-besaran tersebut biasanya dipandang sebagai besaran pengukuran, oleh karena itu perlu dinormalisasikan sebelum data-data tersebut disimpan kedalam database. Lebih lanjut besaran-besaran tersebut juga perlu drberi skala menjadi data-data rekayasa sebelum ditampilkan pada layar peraga. Tergantung dari jenisnya maka skala pengukuran dapat linier namun terdapat juga besaran-besaran yang membutuhkan skala tidak linier. Pada umumnya hal tersebut dapat diimplementasikan sebagai fungsi dari sistem databuse, dalam arti proses penskalaan hanya dilakukan bila data diambil dari database sedang pada waktu menyimpan ke database proses tersebut tidak perlu dilakukan, hal ini mengingat karena menyimpan data kedalam database lebrh sering daripada penampilan-penampilan data-data tersebut. Pada beberapa rancangan sistem pengendalian proses penskalaan ini dilakukan pada komputer khusus yang sering disebut.front end computer, dengan demikian semua harga-harga yang telah diskalakan dapat langsung disimpan kedalam database- Scanning besaran-besaran pengukuran dapat dilakukan secara periodis dimana jumlah siklus scar dan kelonrpok-kelompoknya ditetapkan terlebih dahulu atau berdasarkan atas perubahan nilai dimana masing-masing pengukuran ditentukan batas-batas lebar bidang perubahan atau yang sering dikenal sebagai d,aerah dead band dalamarti scanning hanya dilakukan apabila terjadi perubahan besaran diluar harga maksimum dan minimum yang ditentukan, cara yarrg lain kadang juga dilakukan derrgan metode digilal Jilterin& metoda-metoda ini sering dilakukan bila tidak ada fasilitas komunikasi yang cepat dan hanya mampu mentransmisikan data-data pada kecepatan yang rendah. Parameter-parameter dead band dan pembatasan (iltering) dapat disimpan secara sentral dan ditransfer ke perangkat-perangkat rcmote terminal pada waktu komputer start atau bila operator melakukan perubahan. Perubahan parameter biasanya dapat dilakukan dengan prosedur yang mudah melalui layar-layar tampilan. B esaru n-besarc,n E nergi Besaran-besaran energi biasanya diperoleh dari hasil pembacaan akumulator-akumulator dalam bentuk pulsa-pulsa yang terdiri atas dua register, yang satu bekerja terus menerus (continuotrs counter) sedang yang satu bekerja berdasarkan interval waktu tertentu. Umumnya interval waktu adalah satu jam. Bila interval waktu satu jam telah berlalu maka transfer data akan dimulai dari pencacah ke register waktu, kemudian pencacah akan terus bekerja pada jam berikutnya dan isi register akan dikumpulkan oleh pusat pengendalian pada waktu scar besaran-besaran lain. Pada keadaan khusus dapat pula terjadi permrntaan pembacaan akumulator dengan segera misalnya untuk setiap sepuluh kali pembacaan setiap jamnya. Kalkulasi Data-data Kalkulasi data-data atau data calculation adalah perhitungan harga-harga arus, tegangan dan daya ataupun status indikasi perangkat-perangkat sistem tenaga yang diperoleh dari hasil akuisisi data sehingga dapat ditampilkan dalam bentuk grafik, laporan ataupun untuk historikal data. Untuk dapat melakukan perhitungan-perhitungan tersebut, suatu sistem pengen-
  27. 27. 'ulsp-Blup loqel rselodrelur uBp {uletll rsProdo-rserado u8{nleletu nduu! rrouetu tuelep uudrursJol 3ue,( nyel elep-elep undnele awu f)il asoqDwp ue8uep tsz{lunuolroq }edsq ewp-elep repu ueloce8ued uep e>13o1 uuyesepreq uelece8usd ue>1n1e1eu {nlun ndueyl e{r}orulrre rs8un;-rs8un3 ueln>p1eru ledeg :ln{ueg re8eqes lllrpes 8ur1ud uendueuel ue8uep erposrol 3ue,( uuuurSorued useqeq uz>1uun88ustu ue8uep eXueuedurn uuryselueureldurtp ledep sule lp ue8un1rqred-ue8unyq;e6 1npu,m eped JIB uelle etunlon u€p selep ue8unlqred-ue8unlqre6 rslnpord so13uo uep ueqegtu€1 ylSueqruod-113ueqrued ueepzrolol ue8unlq-re6 r8reue uep e,(ep ue8uequrase>1 ue8unuqre6 uerodel uunl.redo>1 Inlun elep-etep ue8unlrqre6 :qelppe yCVIS tuolsls nluns eped sueunu ue8unlqred qoluoJ /i ' s!firanN uo7un1ltlnd-uo8un11qta4 rselerd:a1ur-rselerdrelur ueryesepJeq uu{Buus1epp nluo}re} ue8unlqred-ue8unlq,red uep e1u,(u ueeuesluled-uu?u€s1elod 'ue8unl -rqred-uu8unlrqred ue4n1e1eu {nlun >peq 3ue,( rseluoun{op uelednretu uuIB tuo}sls uSSutqes ue1e1e,(urp B{rlerulrJe rseredo-rse:edo vep asDqDwp tsueJeJeJ-rsuoJoJoJ enlucs uueu ue8uep elndr8el 'gqn re,&1-re,{e1 rnleletu J}Uerelut erucos uelnletlp tedep Suues uetstutJepued 'lnqosJol ue8unlqred-ue8unlqred Luulep Inserure] 8ue,( elep uetrsls uep uu8unlqred Luulep ueqepnuol-uuqepntuol ltegtueu lnqasrel 1eun1 1e13uure4 'nped epq uelSueqrue4p -ueSunlrqred Inlun {req tstulJep-Isluuop ue{n{Bleu 8uu( se1r1rse3-seypseJ ue>1ur13unueu nele ue>lqeque]rp uep us{tseluetuoldurrrp qepnru ue8uep ledup uu8unlqred-ue8unilqred uer>1 -rr-uep uu8uep 'atur1 ytat ralnduol uuuru;Sorued-uuurerSorued rrep pelep nele tcutJ uenqel -e8usd uulnlletuotu 1eprl e,(ureueqes ruleued tueleq tut IBH 'ue{Bueqrepesrp 8ue,( ue8un1 -rqred ru8eqreq ue8uep tuntun n{Blreq uep ?uBS 8ue,( 1eun1 1u18uured-1e18uered ueluunSrp Suues relndruol uetseurtldoSued uep ueurlSunr,ue>1-ueut13untue1 senpedruour >1n1u61 ' awu par r.uerSord-ure.rSord tJep lrplep-lrelep uBIe uenqulo8ued uelnlrotuetu le8uus reuuerSord-rerutuurSordTrole.redo -:oleredo untueu renses dnlnc tul BIec undrlseyl 'r33uq 1z13url eseqeq-eseqeq ue1eun83uer,u ue8uep ruerSord-urerSord srlnueru ue8uep uB{n{BIIp luuolslpur} ueSunlqred-uu8unlqre; rDqsnq ue8uep rsttusuell prelue sellJtt{euo) aBuoqc.taryt r8reue tsenle,rg . ue8uepec eXup uuSunlrqred-uu8un1q.re4 . r8reue 3urlun1y re:ode ru8eqraq uelenqrued-uelunqued 1 :rut qeleqtp uunpedel -uenpede>1 1nlun rl,rsdos e>13o1 ue8unlrqred-ue8unlqred ueryesepreq undneu suotunu ue8un] ,, -rqred-ue8unyq:sd reseg qelunles {nserurel e,(udrsuud epud yqy35 tuolsls nlens Ipel '3ue1n-8ue1nrp Surres nped 8ue.( efireq-e3req ruseq qelunfes sule IIIplel untueu s1o1dtuo1 3ue,( rlre tuulsp slletueletu nlellol ue8un1rqred-ue8unilq,rs6 1epr1 e,(uuntun epud ygy3g tuolsts IIep uer8eq ue{ednreru 8ue,( 'ueqeq ueleuerod lsSunJ-ISBunJ uep qc1odsrp )tuouoca ue8unlrqred-ue8unlqred 'uo71[ prtol '.tolouusa awts :qtedes ue8unlqJed eru1uo31u-uurlroS1e qelurnles selu trtprel e,(uunun uetlup st )rursr'I vDVNirJ NVIIVCNSCN3d I^I3JSIS UVSVC ISDNnJ-lSDNnl :Z SVg
  28. 28. r TsrNor-ocr Srsrsn,l PeNcgNoalteN TeNa.cn Llstntr Bensnsts Scaon l6 Perhitungan-perhitungan numeris biasanya dilakukan secara periodis atas permintaan operator atau kadang-kadang sesuai dengan kebutuhan presentasi-presentasi. Pe r hitungu n-p er hit u n ga n Stat us Perlritungan-perhitungan status adalah sebuah kombinasi logika dari keadaan status indikasiindikasi. Kelompok-kelompok status atau ringkasan-ringkasan status kelompok-kelompok perangkat sistem dapat digunakan sebagai gambaran atau presentasi sistem pada papan-papan peraga (mimic board) atau layarJayar tampilan VDU, umpamanya untuk menentukan warna garis atau lnsbar dan untuk memberikan indikasi hubungan garis (transmisi) dengan busbar. Hasil-hasil perhitungan ini sering juga disimpan sebagai dokumen mengenai status indikasi yang berguna kelak dikemudian hari. Definisi dari perhitungan status biasanya dibuat dengan bahasa tertentu yang harus dikembangkan untuk keperluan tersebut. Agar dapat melakukan perhitungan-perhitungan tersebut pada umumnya sistem membutuhkan kemampuan-kemampuan berikut: o Pengecekan dan penggabungan status indikasi . Melaksanakan operasi-operasi logika pada status indikasi o Berkomunikasi dengan database untuk pengambilan maupun penyimpan data-data. Logika-logika yang sama sering pula digunakan untuk menghitung status dari banyak kelompok-kelompok perangkat yang berbeda-beda. Oleh karena itu akan sangat penting untuk membuat suatu cara perhitungan yang tipikal yang berlaku umum bagi semua elemen-elemen sistem tenaga yang terdapat pada sistem. Elemen-elemen yang sebenarnya dapat dinyatakan dalam kelompok-kelompok titik. Perhitungan status ini biasanya hanya dilakukan apabila terdapat perubahan pada sistem yang mempengaruhi keadaanjaringan yang sebenarnya, namun kadang-karlang dapatjuga dilakukan secara periodis atau atas permintaan operator. Pe m u ntu utut daz Threshold Overshoot pemantauan dan monitot.ing berfungsi untuk memeriksa besaran-besaran tertentu seperti daya aktif, reaktif dap tegangan-tegangan dari hasil-hasil akuisisi data ataupun perhitunganperlritungan apakah ada yang melebihi atau kurang dari batas-batas harga yang telah di set sebclunrnya. Kea{aan over shoot dapat dideteksi dengan mernberikan alarm' Data-data akuisisi dalam suatu sistem pengendalian tenaga listrik bisa secara otomatis muncul patla layar tampilan apabila besaran hasil pengukuran atau perhitungan berada pada batas-batas yang diijinkan. Perubahan status akan terpantau sesuai dengan perubahan status indikasi bersama-sama dengan urutan dan waktu terjadinya perubahan tersebut. Sedang besaran pengukuran akan terpantau sesuai dengan kecepatan perubahan nilai dan untuk keperluan pemaltauan pencatatan perubahan terus menerus dari suatu besaran yang diamati. Hal ini.juga dilaksanakan untuk keperluan analisis setelah gangguan-gangguan fungsi pemantauan dari data-data yang clikumpulkan dapat berbeda-beda dan masing-masing data juga harus dipandang secara berbeda pula. Artinya bila dalam pemantauan diperoleh harga-harga yang mclebihi batas yang diijinkan bersama-sama dengan perubahan status indikasi maka sistem perlu rnernroses kejadian tersebut. Hasil proses ini akan menghasilkan status tertentu sesuai kelasnya yang telah ditetapkan dalam databa.re yang harus dilaporkan kepada operator pemantauan status melalui subsistem man machine interface. perberlaap yang ada clari hasil membandingkan status informasi terakhir dengan nilai yang tersinrpan dalam database akan membangkitkan evenl processing. Kejadian yang '
  29. 29. ,nurl 3lrn( lsuldold ltlrtr3r$rdrrd u?p?g XIlIH :lnlrroq rBBBqes nBtuBdrp lBdBp 8uB,( uuurlSunuol BdBroqoq ledEpleJ '{BloSloq uB{e e8rer{ nlens euBru rlBJBeI UEnABJ-nBeleI BdEroqoq ludeprol elrq 'B^uBtuedtun nluouol IrJlsods ueresoq-uulesoq uen?luetuod uu1n1u1eu n11ern epud eun8req lur ueneluutued *rr,-rl*ir":;::; ' u,)Uepurrlrp Bursles nped 1epr1 SueX urele-turule uSSurqes 'rse4pur snlels uer1uqnred uenelueued uped ue>1derolp uuerure8eqes ueleqr.uelo{ ueln{Bloru ue8uep uelnrypp e8nl Sur.res nil Surdtuusrg 'puD(l pDap l?llu nluns uelueqrp seleq repu derles 1n1un u{Bru t}turoq 8uern1 8ue.( uuqeqnred -ueqeqn.red durles eped rua^a nele uurpele>1 uusoso.lued uu;r11e8ued rrupurq8uau 1n1un 'yun f)utwra apwil 1e18uerod-1u18uered aI lsu{runuo1e1e1 ue8ur.rel rnlelsu roJSuelllp nreg s?]eq u8:uq-e8req e{Bru le{ol eJucos uB{n{BIIp u€ne}uerued seleq u8req epg 'uepduul .re,{e1 rnleleu .roleredo qolo rse{Urporutp qBpnu ue8uep ledep uup ue.rnln8ued IIlt dul}as Sursuru-Surseu uelnluetlp seleq eSreq-e3.reg 'ryporred ue8uop uEInIBllp Sur.res SueX >1n1un asDqDwp urelep u8req-e8req uu.rrqlelnued ue8uep uEuBIJoq uelnleltp u,{uesetq suleq e8req uenelueued leJluos uelsrs 1n1un Suepes suleq u8req uenulueued tualsts uu8uep rde>13uepp qepns e,(ueserq uJoporu BueK Touruual arcMar 1e>13uured-1e>13ue:e6 'lelol BlBcos nBlB lB,Ilues eruces nlre,( seleq e8req ueneluuued ueTselueueldurSueru Inlun BlBc udejeqoq ledepral '1ou re8eqes deSSuerp lnqoslel 1ou u8.ruq Jellos upeJoq 3uu,( ue.rnln8ued teltu-repu rue tuel€p lou tupu reples puDq pDap qunqos uu{n}ueuou )n}un ueleun8rp 8ue,( teltu nlens nye,( 1ou e3.req seleg 'lnqesrel selzq u8req-e8ruq rqrqeleu tunloqos uuqe8ecued uelepultr uBInIEltp estq re8e e8efuol rolu.ledo lenqtuetu Inlun ueluun8rp 8ue,( qepuorol ttup selu seleq uele8urre6 'lnqosro) uerpelel sule rolersdo uelle8ut8ueu uele 8ue,( utrele lnqutl uele rur seleg e8ruq-u3luq epq e,(ueserg 'nuluedrp 8uu,( p4Suured-1o18ue.red uep rseredo seleq-sel€q ue11nfunueu {nlun ue{Bun8rp 3ue,( qepuorel tultu uep se]B sB}Bg eleu rneduelrp 'e,{uun lsqos uelSunlq.redrp ludep lupu SueX urelurul uep asDgDtDp wapp llq-llq qetrunl 'rsulunuol 1o1olord -1o>1o1ord ,auauuoo tot!8!p e1 8o1eue uutelSuur-uete18uu.r eped e,(ulesru 'uerlepueSued uelsrs uu8uecuur tuulep ruaraqm BJEcos eiteqre1 ledep rur uerpe[e>1 3uepe1-8uepq1 'uerlepue8ued urelsts uete4Suel tuelup seroq leptl 3ue,( nlens epe duSSuutp u{Btu lls/treltp e,(ulesru lnqssrol repu pq ruule(l 'uulurgryedlp SueX rupu ue8uep tunses 8ue,( uBr?seq nlens uu>llnfunueu )nlun ueluun8rp ludup 3ue,( letuJou qepuere] Isltu uep s3]3 st]Bg ruelsls nluns eped :ln{rJog r8eqes uernln8ued uu.reseq uenelueued ueul>18unue1 edereqeq }edep-re1 lnquq urlSunu 3uu{ uuseleqrelel 'lnqosrol uern>1n8ued Iplt ep?d leulou e8req deSSuerp nluouel uelusoq-u?reseq eu?tulp uetuul -e8ued ueryeseproq nele neluedrp 3uu,( uelelered >ysr3 uendueuel ue8uep lenses ]as !p ledep ]nqosrot u8req-e8reg 'nelued {lllt-Ipl} eped 1es p qelol 8ue,( sepq e8req ue8uep neluedrp 3ue,( ueresoq ue>lSurpueqtueur ue8uep uslnl?pp Suues ue:n>ln8ued ue:esaq uenelueued erec nluns so1og n&tny uorlDlunrilad 'rurulE ueIIeroSSueru Suef 1e13uered-1e13uured r.lup sruelotu ueleqr.uelal ue8uep tensos nl{e^ ue{qnlnquou n1eles 8ue,( ulul u€Bpeo{ eI ueepeol nles rJBp turele uuqtlered ueupual rueparou 1n1un eun8reg lu8ues lul teH '1t1ep ude;eqeq ruulpp uel€qtuelel w{uoqueru ue8uep tuu8ueyp Sutres sn1uls ueqeqn.red qolo uu{qeqeslp )rulSI'I Ll VCVNSJ NVI'jVCN:lDNsd NaJSIS UYSVC ISDNn:l-lSDNnC :Z €Vg
  30. 30. 18 . . . TercNolocr Srstpu PeNcpNoalr,rN Terunce, Lrsrnrr Br,nsA.srs Sc,qoe Deteksi kecepatan perubahan trend. Mengikuti perubahan harga dengan recorder yang ditempatkan pada tempat tertentu dalam ruangan pengendalian yang mudah dilihat. Memperagakan perubahan-perubahan harga dalam tampilan kurva yang sering ) dikonrbinasikan dengan algoritma khusus untuk keperluan ekstrapolasi. Atribut-atribut Kuulitas Data Fungsi data-data yang terkumpul dalam sistem pemantauan biasanya dinyatakan sesuai dengan status flag dari setiap data. Flag ini merupakan atribut kualitas data yang selalu menjadi satu satu kesatuan dengan data tertentu. Atribut ini bisa digunakan umpamanya untuk menentukan jenis warna tampilan. Secara umum atribut-atribut dapat digunakan antara lain seperti untuk menentukan keadaan normal-tidak normal, besaran-besaian yang diluar batasbatas yang dirjinkan, keadaan alarm, data-dala remote control dan lain sebagainya. P rosesing Kej adian-Kej adian (Event Processing) Event Ptocessing adalah proses yang sangat penting pada suatu control centre dimana hasil proses ini akan memberitahukan sernua kejadian yang terjadi pada sistem tenaga, sistenr 1ele control, sistem telekomunikasi, data pt'ocessing dan lain-lain sehingga dapat dimonitor. Dalam fungsi monitoring atau pemantauan semua event yang timbul terlebih dahulu diproses sebelurn disimpan kedalam database. Pemrosesan ini dilakukan dengan pengelompokarr dan pengklasifikasian event-event pada layar tampilan, keyboard maupun pada laporanlaporan sehingga dapat dipresentasikan kepada operator dalam bentuk alarm yang sesuai. Dengan memperhatikan kriteria kinerja yang diperlukan, maka dalam sistem perancangan perlu ditetapkan suatu sistem yang mempunyai kinerja yang baik sehingga pemrosesan eve,x/event tersebut dapat dilakukan dengan cepat terutama dalam hal terjadinya gangguangan-qguan pada sistem tenaga listrik. Pemrosesan event-event tersebut dengan demikian adalah suatu hal yang sangat penting pada perancangan sistem pengendalian real tinte, artinya dalam perancangan penanganan event-event tersebut perlu dibuat kriteria-kriteria tertentu yang sesuai dengan kebutuhan sistem pengendalian. Suatu sistem pengendalian terdiri atas beberapa subsistem dan terminal-terminal remote yang masing-rnasing biasanya diberikan identifikasi. Event-event disimpan dalam sistem dalabase secara berurutan sesuai dengan waktu terjadinya sehingga event-event yang timbul paling baru akan muncul n.renggantikan event-event terdahulu. Prosesor event-event menganalisa ev-ent-eveilt dan membuat satu atau lebih atribut untuk setiap event. Atribut-atribut tersebut merupakan tanda bagi operator untuk nrengenal event tersebut. Klasifikasi event-event tersebut digunakan untuk mengelompokkan event-event tertentu pada layar-layar tampilan event yang berbeda-beda dan mernberikan klas event-event dengan urutan prioritas sesuai karakteristiknya. Pararneter-pararreter berikut ini sering dapat dilihat pada berbagai sistem pengendalian. r Alarrn-alarm yang belum di-acinowledge dinyatakan dengan tanda berkedip-kedip sedang alarm yang tetap dinyatakan dengan warna tertentu. Alarm-alarm yang belum di acknowledge akan terus berkedip sampai operator melakukan acknowledge sedang alarm o yang tetap akan terus dipertahankan sampai sumber alarm tersebut hilang. Terdapat beberapa kelompok prioritas dari event-evenl sesuai dengan tingkat keperluannya. Biasanya mereka mengelompokkannya dari hasil kombinasi antara jenis perangkat'yang mengalami gangguan dan alasan timbulnya event tersebut. ; i ; I rr i il d,,
  31. 31. 'z'z regweD Epud 4rodos u?Irequ?8tp $dqp a.truar prluo) uelslsqns u?8uap roteledo erelue ts{erolul 'rsulrldu tuolsrs ue8uop Solerpraq roluredo uelurlsunrueru {n}un Surluod 1u8ues 3uu( uurlupue8uod uelsts 1u>18uered nles qeles qelepe acotta1ur autqozlu uDtrl{ acolta1u1 'uelurSurrp 8ue,( n11u,r,r aury)Dy arrry epotred ue8uop lrun-lrun undnele oJeJl 'rslrusuBJl eped srratunu ueresoq-usresaq rln4r8ueu rolurado epud ueuu,(e1 uu{tJaquou In}un 'l?/(ol r.Fpns 8ue( uurse:edo8ued welsls sBle uBSuuBI rsznlu^e rpnls uueun8ol Inlun uu8uuel snle]s uedtur,(uou In]un 'ueleruered-ueleuurad uun pade>1 Inlun lrtstl€ts ulep-?]ep lenqueru uelnleltp ledup eSSurqss . . . '1nlue1 qrqel ustleu? rp€fuol 8ue( rsuredo uurpulal derles qepnses undneur unloqes IrBq BlDp uudur,{ueu o : {nlun uenlnlreq ut Sutdaatl proJay rs8ung Suldaay p.toxail rnle8ueut 1n1un Suecuelp r{Blol ?ue[, 1o..r1uoc '1r>lSuequred roletaueS-.rolelaucB rJep uerpnlol uot1onua8 )tloluoltlD uenpede>1 1n1un rpedes relndurol qelo Suns8uul uuln{epp SueX srleuolo uerlupue8usd udereqeq Inlun rl?nro) 'lenueur elu3es loturodo qelo uelnlelrp u,{ueserq selp rp rlepuel qelurred ue€ues)Bled 'ue1r[epueltp 8ue,( uelsrs eped epe 8uu,( n1>1u,u ueluqru?loI-uelequrelel uep ueuuueol 1e13ur1 uelrleq:edtueu ue8uep e,(urunleqes ueldeleyp 3ue,{ urrolu{ ueSuep renses Suecuerrp 8ue,( uelnJn-uu}nln rre8uep ue{nlelrp lech:p srgeu qe1e1 -olo uBr[Bpuo8ue6 'uelrlepuo{rp neu 8uu,( uelsrs-ruslsrs eped leduprel 8ue,( rlupue>1 qeluued -qelurrad uu8uep u,(ursrlerol uelrleq-redrueur uu8uap uBIeuBSIEItp llupuel qeluued nlens efurunuq 'u,{urunleqes uuldelayp qe1al 3ue,( uendueuel setpq-set€q ue8uep tenses snreq uelrs>lelurrp 8ue,,( repu-rupu e8Surqes 1u1o1 1u13uursd-1e13ue:ed uep rsr,uedns uulqnlnq -urou e,(ueserq rur 1e(urs-1e,(urg 'rolereue8 nlens uerenlel u?Irrnlnueu uBp uE)Ileuou Inlun undnete gtod-1as ueny.radel Inlun qelepu u,(ulesrur uernle8ued >1n1un rlepual 1e,(ur5 'ueqnlnl0se) errcas r8uue] urolsls l.lup luruJou rse.rado rqn;u8uedueu uulp lepll rpuhel urlSunr-u 8uu,{ uBq€leso{ euerurp }^r}u{ Suernl 8r:u,( uerSeq-uerSuq eped uuln{p[rp ledep SunsSuel rlepue{ qeluued Suepas 'lelp.J u€Dpeel tuelpp tuelsrs uulquqe.(ueu ludep uequlesel rpuLrsl ellq eueurp sryr>1 8uu,( 1e13ue:ed-1u>lBuurad epud uelrsuyucueldturrp u,(uuserq OBS ll?pua) qelrnled '8uns8ue1 rlepuo) quluuod uep (Og9 ato.rado arclag oalag ue8uep IEueIrp eserq 'lsnloslo qeluued unloqes nlnqsp qrqepol tlrpurau ue8uep ueleueslupp SueX qelur;ed n1e,( drsur.rd enp ue8uep ueleuesl€[rp ledep eXueserq rlepuel r-leturrad 'lolercdo npns ckt1s11.rn7s qulurlad nele e,{ep snlnrued 1e13ue.red nlens^ dntn}-e1ng qeluued qul€pu rlepual qulur"rcd qotuo:) 'srleuolo llepua{ etuels uep rlupuo) ue}nJn uueIs 'uelnle8uad 1n1un rlupua{ 1u(urs 'dn1n1-e{nq rlepuol qelurlad :n1r,{ -uol tuolsts re,tundueu e,{ueserq ralnduol loduole) qns y selu r8uqrp lrzdep 8ue,{ rlep srseqJeq ryr1sr1 e8euel uerlupue8ued uelsrs ntens . alotuag uoryopuaSua4 ls8ung 'neluedrel ledep Suns8uel uele e,(uuserq e8eucl snlntued lele nlens eKu-Burddttl uucJpl uu]uods lnqurrl 8ue,( Juata-luata qtedes Tuata qeqe,(ue6 6I )IUISI'I o VDVN3.I- NVIIVCN3DNSd I^]EJSIS UVSYC ISDNNJ-ISDNNJ :Z BVB
  32. 32. I 20 TErNor-oct Srsrrpr PENcpNper-taN TeNlce Ltsrnx Bensesrs Scnoe StaffoPerasi "::l,X';i'' Pemeliharaan unit-unitlain 2.2. Aktivitas Operator, Conceptual Plan' (Huntan Factor Review of Elecn'ic Power Reseurch Dispatch Control Center), EPRI, 1983, EPRI-EL-1960, Research Project 1354-l Ganrbar Dari gambar skematik di atas dapat kita lihat peranan yang sangat penting dari man machine intetfoce. Mengingat urgensinya maka pemilihan Man Machine Interface di atas perlu mendapat pertinrbangan yang hati-hati dan seksama terhadap kualitas, fungsionalitas serta fleksibelitas dan tingkat kemudahan dan kesesuaiannya terhadap pemakai. Laporan (Reporting) Reporting atau laporan yaitu sarana untuk mencetak laporan-laporan tentang operasi sistem tenaga termasuk laporan tiap jam, harian, mingguan, bulanan ataupun untuk laporan tahunan. Loggittg (Data-data Historis) Logging data-data adalah untuk dapat membuat Historical Data Files untuk setiap kejadian yang terjadi pada sistem, yang berguna untuk keperluan pemeliharaan ataupun review datadata sebelum dan sesudah kejadian. Suatu sistem pengendalian dirancang dengan fasilitas untuk keperluan data logging dan untuk keperluan penyimpanan data-data historis maupun untuk penyimpanan data-data perencanaan pengoperasian sistem. Saat ini periode waktu penyimpanan data-data harus mampu dilakukan selama berbulan-bulan atau dalam orde tahunan. Untuk sistem yang besar kemampuan sistem storage saat ini dapat mencapai ratusan giga byte. Jenis data-data yang perlu disimpan antara lain adalah data-data pemantauan dan data-data hasil perhitungan-perhitungan, serta biasanya data-data tersebut diiringi dengan informasi waktu kejadian data-data tersebut. Sistem-sistem pengendalian modern untuk menyimpan data-data tersebut dilengkapi dengan kemudahan-kemudahan untuk membuat data-data historis untuk keperluan perhitungan-perhitungan spesifik seperti pembuatan statistik mengenai operasi sistem tenaga untuk periode tertentu. Untuk mendukung fungsi-fungsi di atas terdapat suatu contmon access totttine yang berfungsi untuk menerjemahkan identitas dari besaran-besaran yang diminta, pengaturan waktu yang digunakan untuk mengamati data-data dan mentransfer data diantara storcrye dan I
  33. 33. r I 'elep-Blep usSunlrqlod lrseq uup urBl roquns-reqr.uns 'e,(uulnloqes ue{delelrp 8ue,( elep-e1ep Eoyelu; 'e,(uurnleqes ueq eped elep-e1ep drsry :lnIrroq re8eqes e:ec rt8uqleq uuleunSSueru ue8uep uulpduelrp ledep lnqasrel ueresoq-ueleseq unclneur Elep-e]€cl 'role;edo ueuluruued eped ue>FesepJeq lenuEru undnuur sueluo]o steces {req u€{ -n{ellp ledup rur [eH 'rsBIUtpoutp {nlun elnqrol snreq ElBp pa33o1 awtl e1aw,eXulnlueq luel uellnserurp nutu ueeuBcue;ed ulep-u1ep elrg tZ nlle, 1n1un e,(ulesru eporred nlens eped ' ueereqr lcrusd uule,trpe lued 1n1un ue8ueqru rlred ueqeq re8eqes ueleunErp ledep e8niuueuecue;ed €lBp-plec 'ue>pse;edorp 8uu,{ e3eue1 uelsrs eped ueyl8ueq -ued uule,ttpelued uuels eped nele e,(ep ue.ru>1n1.red uedereued n11e,tr eunS;eq rur s€lrlrsel '3ue1ep uele 3ue,,{ n11e,tr ue8uep repuglrp u}up-ulep rursrq 'rseredo uueueJuorod 1n1un ue>1 -eunirp e8ni ludep uedrurs:el 8ue,{ elep-e1up leSurBueu suolsrq Blep-elep ueuele-red r-ue1ep rlredes eues 8ue,( erec ue8uep ueln{elrp ledep ueuuecuored 1n1un e}up-e}ep upruularcd uDnuD)ua,rad Dnp_DlnQ '>lleu8eur elrd eped ]nqestet uer.u€Ier e]ep-etep ue)q€puruoru 1n1un ;o1e;edo eped uellncunurrp snl?r.{ r.uJele e>1eru qnued qelol }nqosJol }olsrp euq elput stlsruolo elBces i[e{eJel uele nleq o[rJ derle s eue;e;1 'ue1e.red 1e18uured ue1>1e:e33ueu 3uu,{ eSreq ueqeqn.red €nuos sr-rotsul e}ep-Etep uep [e,re uplesoq entues rsueq eFJ Surseu-Sursululeulou ]olsrp e[.} eped u€ii]e)ol €]ep-e]pp Eleco:^ ueInlulrp sn]€q elep-e]up ueuelcred uelledueueru ueSuep tle,{erp u€ueleled Jpletos Eluru ndl uendureurel uu8uequupod €uolel unueu'seteqjel lepU 8ue,{ qepunleped u€Inlelrp tudep urela"rrp ledep 3ue,( ueleseq-uetps-eq nete sntets qelunle,{udrsur.rd ep€d .vCVlS a:^DqDtDp un8uequreu n11e,tr eped ue{n)elrp uelolp uele 3ue,{ u}ep-ei€p 1odLuo1e1 nete iuell-ue}r lrsuq e]ep-elep nete V(VJS e]ep-e]ep uep qrldrp Bue,{ sn1e1s usp up-rnl enues depuq.ro] srleruolo e;eces SunsEu€lloq uele elep u€usrc;ed ueqrliuod ue8un1rq;ed 3 -nEue d ueJeseq lodr-uo1e1 rn{nrp 3ue,,{ 1r1q eped lle8ueu 3ue,{ r8reue Jeseq ue{nluouoru Inlun lenqrp luclep elur -e1er e8req eluur tlel detles ltueru detles nele ueldertes r1e>1 qnlnd ueue 1u,(ueqes u,{ep r-rurrle ue)iororu utl{ eUq e,{ueruedul 'ntueuoJ n11e,tr epor.red {n1un e}Bl-ele.r uSreq ruele.rcu ludep 3ue,( selrlrseg uaqrp ruolsrs nlens Suepe>1-3uepe;1 lnqoslel ptep-elep eXurputle1 nuu,{ uulnln ue8uop rensos unsnsrp uup srporJod ue8uep ueln{epp e,(ueserq elep-ulup ueuu{oJed 'lngesre] elup se1lenl ue8uep tenses lrelro] 3ue,{ 1ngu1e -lnqrrle u€p lenlle ulep-Blep uelednleu-r uedrursrel 8uu,( ueJeseq-ueresog 'tenses Bue,,( n11er* epoued Sueluel rsdulsrp ue8uep ruuasrp 3ue,{ elep-e1ep u€resoq >1odtuo1e1 udereqaq qelo uelntuolrp ledep 8ue,{ elep 1odtuo1e1 uelednrer-u ueue>1ered Surseu-Surseru e,{urunul ']nqeslel uerlepue8ued tuolsls trep epoqroq 3ue,{ relnduo>1 eped rser8eluuel 8ue,{ Irlsr}€}s piep-elep uesesotrued reSuqreq uenl"redol lntun ue{eunSrp ledep 8ue,( lull8rp orpne eild ueleu -n88ueu-r ue8uop tgedes ueleun8rp ledup utul ereluu .reseq qelunI uu8uep elep-s]lrp uecl-ur,{ued erporu-Blpol4l 'ue;odu1-ue.rodel Inlun uuluun8rp suolsrq Blup-elep e,(uunun sped 'elep pa1lol arzr4 ru8eqes asDqDrup LuBlepe{ }nqesJo} e}up-u}Bp uedul(ueur uep aluu loat uelunltqred [suq utep-plep uup elup tsrstnT? lrseq Btep-elep tuele]otu rgereq suo]srq u]ep-B]ep ue11ndun3ue61 s!.tolslH r1rrlQ uDutnlalad 'rsn)es{orp n1"red >pp11 redunhp 3ue,,( ueqelesc)-ue{e[s;-o>[ eSSurqes rlrrnlos lu18u11 uelec -a8ued-uelece8ued eSnl lsueq tnqesrol urlnr-urln5 '1eun1 1e18uered u33ue,{ued-e33uu,{uacl 17. )rrrJ.srl vDVN:rJ Nv[vcNsDNEd r.^{3J_srs dvsvc rsDNnJ-rscNnc :z BVB i I
  34. 34. 1) TErNolocl Srsrgv PENcpNnelreN TeNaca Lrsrnx Bsnsesrs Sc,qn,q Anulisa Keadaun Sebelum Gangguan (Post Mortem Review) Post mortent ret,iewberguna untuk menyimpan data-data sebelum dan sesudah gangguan yang dibangun dari data-data historis. Hal ini sangat perlu untuk memeriksa beker.lanya peralatanperalatan pengaman dan untuk menganalisa secara mendalam tindakan yang seharusnya I diarnbil untuk mengurangi rugi-rugi akibat gangguan. Pusat pengendalian biasanya mempunyai fasilitas untuk melakukan analisis-analisis setelah gangguan. Fungsi ini adalah untuk merekam besaran-besaran analog sebelum terjadinya gangguan pada sistem tenaga. Kadang-kadang bukan hanya besaran analog yang direkam, tetapi status indikasi sering juga direkam yang berguna untuk rnelakukan analisis gangguan-gang- guan. Kedrra et,ent tersebut urenyebabkan perekaman dimana data-data yang telkait disimpan unttrk kepcrluan studi mengenai gangguan melalui man machine interface pada saat yang tepat. Data-data untuk keperluan analisa sesudah gangguan dikumpulkan dengan perekaman secara periodis terhadap sekelornpok besaran-besaran yang dipilih atau kadang-kadang dapat juga dilakukan dengan merekam senrua data-data. Perekanran biasanya dilakukan secara sen- tral pada komputer utama. Periode scotl untuk setiap kelompok data dapat berbeda-beda dengan basis orde menit. Dalam hal diperlukan scan time berbasis detik terdapat juga konsep rancangan perekaman data secara lokal. Bila event yang telah ditentukan sebelumnya telah terladi, maka perekaman data terutama akan diset pada memori tertentu dimana perekaman terus dilakukan sampai gangguan berlalu. Hal ini dimaksudkan agar setiap perubahan status dan harga batas yang dilewati dapat dikompres sebagai data-data post mortem rcvlew (PMR). Dengan prinsip ini dapat dirancang untuk menyirnpan sejumlah data gangguan dalam daerah data-data PMR yang berbeda-beda. Bila daerah PMR sudah ternrutakhirkan maka perekanran file-file lainnya akan terus berlangsung sampai dihentikan oleh operator. Supaya operator mengetahui terjadinya proses tersebut maka pesan-pesan mengenai kesiapan sistem untuk mempresentasikan data-data akan dimunculkan. Kadang-kadang terdapat juga sejumlah unit tampilan yang dapat mernberikan informasi tetap data-data PMR. Data-data PMR biasanya ditampilkan pada tampilan laporan dimana terlihat informasi mengenahi eveilt yang menyebabkan proses perekaman, waktu terjadinya dan infornrasi-informasi lainnya bersama-sama nilai aktual dan waktu perekaman. Pada waktu sejumlah bcsar data untuk waktu yang lama telah terekam, maka sistem perekaman diberi fasilitas halaman. Untuk keperluan analisa lebih lanjut transfer data-data PMR dapat juga dilakukan ke memori lainnya. Dalam hal perekaman status indikasi termasuk pada konsep perekaman maka data-data PMR dapat dilihat pada single line diagram yang sama seperti pada presentasi datadata real time. Sistem Modification r/an Ekstension Sistenr ini adalah perangkat yang rnemungkinkan dispatcher dengan mudah (user friendly) merubah database SCADA/EMS dengan konsisten. 2. 1.2 Fuwcst-FUNGST ENEncv M,rN,qcnN{oNr SysrEM Fungsi-fungsi EMS dapat diterrtukan dengan berbagai pilihan secara mendalam sesuai dengan kriteria sekuriti. ekonomi dan kualitas berdasarkan atas karakteristik dan keadaan sistem . il
  35. 35. erecos uernln8ued pseq sele uelreseploq lepue uep uolsrsuo{ 'de13ue1 ?uef, no1/ pool uu8unlrq-red-ueSunlqred Inlun elep-Blep uelerpe,(uoru Inlun eun8req rotDlutts1 ar4r ':oleredo uenelrruruod qureep {nsutu:e1 1ep11 3ue{ ue8ur"rel-ue8uuelrsesrleporuoru Inlun {BunI lelSueted ntre,{ l"toM]au yalottnba paaryay 'uelulerad enues rsrsod rse4pul aloluar Blep-ulep Bntuos uelJesepJeq ueqnlnlese{ eJecos uu8ur-rel lopour uulnlueqrued urseu ue>iednreu 8ue,{ rse>p1du 1eun1 lelSuered nye,{ 73o1odo1 lrowpN e,(u;esep eped lnqes:e1 1eun1 te13ue:ed-1e>13ue,re4 'e,(ulnluules g619 :spte uprol rselrlde 1eun1 1e13uered uelep asDqDDp re8eqes uelsrsuol uup uoroqo) 3ue,{ ese,,{e>1c.r elep -e1ep rpelueu aatt par elep-elep uelnlueqrued seso:d ruelep VCVf,S tuelsts {eunl 1e13ue.red ue8uep e,(uueye>1 lure le8ues SueX rsulqde 1eun1 1e13uered ue>lednreru qelepe etuuued deqel LtZ regute1 eped r,uu.r8erp rsern8rguol 1eun1 1e13uered e,ttqeq 1eq1pp ludep {olq rreq 'wals{s ytatuaSountu ,(8.taua rse>1r1de rei-ep dosuol-dosuol ue>llnlunueu sele rua1s[g luauaSounly rp ruur8erg >1rr1sr1 e8euel ,{8nug rse4ldy reseg desuol-desuo;1 't'Z rDqMDg urnu4dogrqraS e,(ep uerly it, { {nlm slsC pnmxrl [lep-Eluc puels{e u€iuuPl r;r-o1odo1 rsla lur alrg u€turft[ rtolodoJ IenuPru elup-1?13c e8euel uelsrs t7. )lxl-Sll VDVNEI NVIIVCNSDNIId I^I3JSIS UVSVC ISDNn.l-lSDNnC :Z BVB
  36. 36. r TErNorocr Slsrev PENceNoalraN TeNeca Lrsrntr Bensesrs Scaoe 24 redttnclant, injeksi harga-harga yang diperkirakan dan keadaan topologi jaringan secara real time. Mesin topologijaringan harus mempunyai deskripsi yang lengkap setiap gardu induk (bus section, coupling, tipe busbar, .....) dan konfigurasi jaringan transmisi dan unit-unit pembangkit yang tersambung dengan sistem. Hasil pengukuran dengan perkiraan Qtseudo measurement) diperoleh dari algoritma observabilit.y untuk menentukan apakah sebagian dari subjaringan dapat diobservasi atau tidak. Pacla akhir proses perangkat lunak tahap satu tersebut diperoleh data-data yang lengkap, koheren dan konsisten yang kemudian dapat dikilas (snapshot) sebagai titik awal untuk melaksanakan studi EMS lebih lanjut, seperti untuk keperluan studi economic dispatch, contingenc.t, analysis dan lain sebagainya. Seperti terlihat pada blok diagram Gambar 2,3 model jaringan sistem tenaga dikirim ke perangkat lunak state estimator bersama-sama dengan besaran-besaran pengukuran hasil akuisisi data. Data-data tersebut kemudian diolah estimalor untuk mendapatkan besaranbesaran yang konsisten dan koheren sebelum dapat digunakan sebagai data awal untuk aplikasi lainnya. Sedang bagian-bagian jaringan yang tidak termasuk dalam sistenr pemantauan harus dapat pula dimodelkan dengan data-data yang akan diinjeksikan secara manual sebagai data-data pelengkap yang diperlukan untuk menjalankan state estimator. Mengingat pentingnya fungsi estimator dalam sistem pengendalian real time yang akan merupakan suatu kesatuan dengan sistem SCADA maka perlu untuk menguraikan prinsipprinsip dan konsep-konsep dasar tentang algoritma-algoritma yang digunakan dalam perhitungan-perhitungan state estimatio,4 sebagaimana dapat dilihat pada Lampiran B mengenai State Estimation pada Sistem Tenaga Listrik. Sebagaimana telah diurarkan pada perangkat lunak konfigurasi tahap kedua, rnodelmodel yang diperoleh dari hasil proses tahap pertama dapat digunakan untuk keperluan berba-eai studi yang diperlukan untuk mengoperasikan sistem tenaga listrik, seperti pada uraianuraian ringkas perangkat lunak aplikasi berikut ini: Load flow ini mernungkinkan para operator untuk melakukan studi tentang kondisr yang mungkin terladi yang dapat digunakan untuk mengantisipasi tindakan-tindakan yang harus diambil untuk menganiankan operasi jaringan. Secara khusus operator dapat melihat semua distribusi tegangan baik besaran maupun sudut fasanya sehingga diperoleh gambaran-gambaran tentang aliran daya, injeksi daya, arus-arus maupun rugi-rugi untuk setiap kondisi operasi. Salah satu besaran yang sangat penting dalam pertimbangan ekonomis alokasi pernbangkitan adalah besaran rugi-rugi sebagai fungsi dan keluaran daya unit-unit Perangkat lunak pembangkit. Disamping untuk keperluan operasi sehari-hari analisa load flow adalah perangkat yang sangat diperlukan dalam perancangan p6rrgembangan sistem baik untuk pengembangan suatu sistem yang baru maupun untuk pengembangan sistem-sistem yang sudah beroperasi. Contingency Analysis Perangkat lunak ini adalah untuk menirukan kondisi-kondisi steady state sehingga operator dapat mengevaluasi aman tidaknya jaringan dari setiap kontingensi yang mungkin terladi.
  37. 37. I 'nluolJol nile,r epEd snsnql rpnls-rpnls 11nlun roruruusa atDls uelusleluetu {nlun uelnlledrp 8ue,( snq deq ueqeq ueller.tr8relrJ Inlun uBleunS;edrp ueSunilqred Iseg 'pa.t vBuegequred tenses snq derl-der1 eped (6yn61) Jlqeer e,{ep undneu (,tlt^U) -lpIe u,{ep e8req-u8req Sunuq8uotu tut uerSor6 lsDJarol pDoT stlg :rlulepu urel ere]ue 4r1s11 e8eua1 uufiur:eI Suelue] rpnls Intun elposro] SueX e,{uure1 1eun1 lulSuered-1u13uere6 'loteutroJsuell -roleuuoJsuurl uep do1 uup tstsod uurnle8ued-ue.rnle8ued undnulu .torypa.t gnqs'y>lflueqtuad 'lelu.Iou ue8uefie} lrun-]run rrgp Jtlleor u,,{ep uernle8uod ueln{elou pdep ro}Bledo ered tstpuo{ o{ Bfieuol tuolsls uu{tltlnruoru {nlun rolu:edo uu>1ur18unureu lul IEUnI 1e>13uera6 ttoll tailod 1nw17dg a^rnnay 's[uouolo elre]u) se]e ue{Jesepleq awtl lDa.r u;eces ueltlSuequed-ue1r13uequed tslpuo{ ueqeqnred-ueqeqnred ue1n1e1eu ledep ]uryUodstp uBtpnuol selu rp ue8unlqred pseq-1rseq treq '(ue8ur.rel HBp I-N tstpuo>f ueuelu -BoI elepuel 'uuSuuelel€puol'tseredo ltw'puDwap'ue8uequrrlred ue8uep efte1eq Suupes fiue,{ 1r>18uequed llun-}tun entues IJPp rs>lnpord so18uo ue{runtulultuetu lut leunl 1e13ue;e6 r1c1ods1q :lnluoq clutouo)g ailnas re8eqes qelepe uIBl eJ?1ue snsnql uJeces uetue uep urnturldo rseredo euolll ueleunSSuotu ue8uep e8euel ruelsts uu>lrseredo8ueru ledep elerotu eSSurqes .taqcpdslp nlueqtuotu sele tp tsue8urluo>1 esrleue Suel >1n1un e,{uure1 rserylde 1eun1 le>13uered 'euullJopos uep st}etuolsls eleces r33uq 8uu,( -unueu uel?pueel etJeltr)-ellellrl eped uols{S ueltseJodo8uotu uep ne}uuutetu ledep 1nlun role;edo ered epede>1 Suenled uoqtueru Inlun ue{pnsletulp slslleu€ tsue8utluo) e,(usu18urr 1n1up 'lpelol ludep 3ue,( ueur>13unua>1 enruos rseporuole8uetu 1n1un sed 3ue,( tsnlos trecuetu e,{u1r1ns ls8ur8uoru nlwi stolcol [1ttlilsuas l,tofigau ueleunSSueur ue8uop uBIn{BIlp e,(uuserq lnqesrol leq e{etu Bueqlepos usp }€dec Brecos uelepued uelnluleur ledep re8y'sen1 qrqel 3ue,{ ue1e8e8e1 ueqeSecued ueluputl uu{n{Bletu ledup roleredo eSSurqes ueqlqolloq uuueqeqrued rurele8ueur uelu 3ue,( uouodtuo{-uouodurol e,(utpuhel uuurlSunruel-ueut18unue1 depeqrel turp uele8ultod uequeur ludep 3ue,( Ieunl lq8uered ue8uep rdelSuepp nped rsue8urluol Bstleue 1eun1 1e18uered uolsts rs?urquol 1u,(ueq n1e1,re1 eryul 1fe11p n1:ed 8ue,( ue1e8e8e1 ueutlSuntuel eXurpeLlel le8ur8ue6l 'e,(uuendueuo{ se}eq lqlqoleu ueqlqelloq ueueqequed rrusle8uoru 3uu,( uer8eq-uer8uq upe eduel tnqosrel nqe,tr eped e,{ep Uel{nlnqo{ ueryn1e,(ueru estsrel 3uu,( ue8utrel 1n1un ndureru snreq de1e1 ue13un1q-redlp nlnqep qlqello] qepns snleq e>1utu 'uen88ue8 ruele8ueu €uotel ueuru8ued aP.t Wlulted r1nry8ueu sedel snreq es1ed.re1 3ue,( ue8uuel nlens leq tuelep u,(uueepee>1 Btues 'n]uo]let (8urypaqs pool) ueqeq uesedeled e,(un1;ed tnlnqepueu ledep 3ue,( tuelsts tsuon{er; eXuqepuer nlelrel e.(ueuedtun tgedes ,e,(up nlnru uelu€qlo8uotu nped eduel >peq uu8uep r8ue1n83uu1tp ludep uellSuequred Isryep ue>ldaeqrp eleu leqas 8ue,( 1>18uequ-red llun-llun eped erpesrel 3ue.( ue8uepec e,(ep uelSueq -ruruodueu qe1e1 ue8ue6 'lnqosrol l43uequed yun {toryxno tuslsrs 1e18uered uep uer8uq n1€s qeles eped uele8e8e>1 ruele8ueur euersl uelsls trup uelrcnlollp snleq es{Bdre1 1r13uuq -rued yun nlens 'qoluoc ru8eqeg 'uu1efu3e1 lrueleSuotu 8ue,,( uretsrs uep uer8eq-uerfieq upe undrlseu leturou lseJodoloq ledep de1el uelsrs re8e Bdnl uur{ttuopes Suucuertp l}tlnles uolsts 9Z )ruJSr'l VDVNSJ NVIIVCNSDNEd hlsJsIS UVSVC ISDNnd-ISDNOC :Z 8vg i I [I I

×