Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Laporan SM3T Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur

6,122 views

Published on

Laporan SM3T Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur

Published in: Education
  • Be the first to comment

Laporan SM3T Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur

  1. 1. PROGRAM SARJANA MENDIDIK DI DAERAH TERDEPAN, TERLUAR, DAN TERTINGGAL (SM-3T) Laporan Akhir Tahun Oleh : VARIZAL AMIR, S.Pd KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS NEGERI MALANG (UM) 2012
  2. 2. PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN LAPORAN Saya yang bertanda tangan di bawah ini: Nama Peserta : Varizal Amir, S.Pd Bidang Ilmu : Bimbingan dan Konseling LPTK Penyelenggara : UM (Universitas Negeri Malang) Daerah Sasaran : Satarmese Barat, Manggarai Menyatakan dengan sebenarnya bahwa laporan tengah tahun ”Program Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (SM-3T)”, yang saya tulis ini benar-benar merupakan hasil karya saya sendiri, bukan merupakan pengambilalihan tulisan atau pikiran orang lain yang saya aku sebagai hasil tulisan atau pikiran saya sendiri. Apabila di kemudian hari terbukti atau dapat dibuktikan laporan ini hasil jiplakan, maka saya bersedia menerima sanksi atas perbuatan tersebut. Narang, 07 Oktober 2012 Yang membuat pernyataan, Varizal Amir, S.Pd
  3. 3. i Halaman Pengesahan Laporan kegiatan “Maju Bersama Mencerdasakan Indonesia” melalui program Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (SM-3T) disahkan pada: Hari : ............................................. Tanggal : .............................................. Tempat : 1. SMP Negeri 7 Satarmese 2. Kecamatan Satarmese Barat Peserta SM-3T Varizal Amir, S. Pd Mengetahui, ……………, …………………… ………….., ………………. Camat Satarmese Barat Kepala SMPN 7 Satarmese, Drs. Karolus Jun Aleksius S. Ombol, S.Pd NIP.19650216 199303 1 008 NIP. 19650413 200501 1 008
  4. 4. ii KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena hanya dengan rahmat dan hidayah-Nya semata penulis dapat menyelesaikan laporan kegiatan yang berjudul “Program Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, Dan Tertinggal (SM-3T)”. Laporan ini disusun sebagai salah satu syarat untuk memenuhi tugas dari Program “Program Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, Dan Tertinggal (SM-3T)”. Namun, tanpa adanya bantuan serta motivasi dari berbagai pihak, laporan ini tidak akan bisa terselesaikan. Sehingga, pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan rasa hormat dan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: 1. Dr. Edy Sutadji, M.Pd, selaku ketua pelaksana SM-3T LPTK Universitas Negeri Malang yang telah memberikan bimbingan dan arahan dalam pelaksanaan program ini 2. Panitia-panitia penyelenggara SM-3T LPTK Universitas Negeri Malang yang tidak saya sebutkan satu persatu, terimakaih atas pantauan dan monitoring selama saya ada di Manggarai 3. Bpk/ Ibu dosen BK Universitas Negeri Malang dan teman-teman pendidikan BK offering C yang telah memberikan dukungan dan motivasi, semoga kalian mengikuti jejak saya 4. Bapak dan Ibuku , serta kakakku, dan adikku yang dengan tulus ikhlas memberikan do’a dan motivasi terus menerus dalam pelaksanaan program SM-3T ini 5. Dini Prihartini, terimakasih atas motivasi dan bantuannya sehingga saya merasa betah mengikuti program ini 6. Bayu, Hendra, Riska, Irsyad, Elvis, Virgin, Nurkamin, Niken, Iyan, Cahyo, Imam, dan yang tak bisa aku sebutkan satu persatu, kalian adalah teman terbaikku.
  5. 5. iii Penulis menyadari bahwa laporan yang tersusun ini masih jauh dari sempurna dan masih banyak terdapat kekurangan-kekurangan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penulis harapkan. Akhirnya, penulis berharap semoga laporan ini dapat memberikan manfaat bagi seluruh pembaca pada umumnya, dan semoga segala bantuan dan bimbingan yang telah diberikan mendapat imbalan dari Tuhan Yang Maha Esa. Amin. Penulis
  6. 6. iv Motto ”HIDUP ADALAH PERJUANGAN”
  7. 7. v Daftar Isi Halaman Pengesahan ....................................................................................i Kata Pengantar ..............................................................................................ii Motto .............................................................................................................iv Daftar Isi.........................................................................................................v Daftar Tabel ..................................................................................................vii Daftar Gambar................................................................................................viii Daftar Lampiran........................................................................................... ix Bab I Pendahuluan A. Latar Belakang ...................................................................................1 B. Pengertian ...........................................................................................2 C. Tujuan… .............................................................................................2 D. Ruang Lingkup SM-3T ......................................................................2 E. Landasan Yuridis ...............................................................................3 F. Waktu Pelaksanaan .............................................................................4 Bab II Kondisi Objejktif Daerah Sasaran A. Kondisi Geografis ..............................................................................8 B. Kondisi Demografis ...........................................................................18 C. Kondisi Sosial, Ekonomi dan Budaya ................................................19 D. Kondisi Pendidikan ............................................................................21 Bab III Program Kerja A. Bidang Kependidikan ..........................................................................30 B. Bidang Kemasyarakatan ......................................................................34 Bab IV Pelaksanaan A. Bidang Kependidikan ..........................................................................37 B. Bidang Kemasyarakatan ......................................................................40 C. Faktor Pendukung ................................................................................43
  8. 8. vi D. Kendala Yang Dihadapi ......................................................................43 E. Solusi Yang Ditempuh .........................................................................44 F. Nilai-Nilai Positif yang dapat dipetik (Lesson Learn) .........................45 Bab V Penutup A. Kesimpulan .........................................................................................47 B. Saran/Rekomendasi .............................................................................47
  9. 9. vii DAFTAR TABEL Tabel Halaman Tabel 1.1 Jadwal Pelaksanaan Program SM-3T tahun 2011-2012……………………………….…. 4 Tabel 2.1 Luas Daerah Nusa Tenggara Timur Menurut Kabupaten Tahun 2006…………………………… 10 Tabel 2.2 Luas Wilayah NTT berdasarkan kemiringan Lahan…………………………………………….... 10 Tabel 2.3 Keadaan Iklim di NTT (Nusa Tenggara Timur)…... 12 Tabel 2.4 Jumlah Penduduk, Luas Wilayah dan Kepadatan Penduduk di Provinsi NTT Tahun 2006…………. 18 Tabel 2.5 Jumlah Guru Bidang Studi dan Jumlah Jam Ajar Semester II Tahun Ajaran 201-2012 ....................... 22 Tabel 2.6 Jumlah Guru Bidang Studi dan Jumlah Jam Ajar Semester I Tahun Ajaran 2012-2013...................... 24 Tabel 2.7 Jumlah Siswa Perkelas SMP Negeri 7 Satarmese Tahun Ajaran 2011-2012........................................ 26 Tabel 2.8 Jumlah Siswa Perkelas SMP Negeri 7 Satarmese Tahun Ajaran 2012-2013........................................ 27 Tabel 2.9 Data penerimaan siswa baru (PSB)......................... 28 Tabel 2.10 Statistik kelulusan SMP Negeri 7 Satarmese........... 28 Tabel 3.1 Program Kegiatan Bidang Kependidikan Semester II Tahun Ajaran 2011-2012 .........……… 31 Tabel 3.2 Program Kegiatan Bidang Kependidikan Semester I Tahun Ajaran 2012-2013....................... 33 Tabel 3.3 Program Kemasyarakatan Semester II Tahun Ajaran 2011-2013…………………………. 35 Tabel 3.4 Program Kemasyarakatan Semester I Tahun Ajaran 2012-2013......................................... 35
  10. 10. viii DAFTAR GAMBAR Gamabar Halaman Gambar 2.1 Peta NTT (Nusa Tenggara Timur)………………… 8 Gambar 2.2 Peta Kabupaten Manggarai………………………… 13 Gambar 2.3 Perjalanan Siswa Menju Sekolah………………….. 17 Gambar 2.4 Perjalanan Siswa Menju Sekolah………………….. 17 Gambar 2.5 Keadaan SMPN 7 Satarmese……………………… 17 Gambar 2.5 Rumah Adat Desa Hilihintir……………………….. 21
  11. 11. ix DAFTAR LAMPIRAN Lampiran I (Semester II Tahun Ajaran 2011/ 2012 Rincian minnggu efektif dan jam tatap muka Kalender pendidikan tahun ajaran 2011/ 2012 Program kerja bimbingan dan konseling semester II tahun ajaran 2011/ 2012 RPBK Kls VII, VIII, dan IX Daftar Konseli Lampiran II (Semester I Tahun Ajaran 2012/ 2013 Rencana pekan efektif dan jam tatap muka Program pendidikan tahun ajaran 2012/ 2013 Silabus dan RPBK Kls VII, VIII, dan Kls IX Laporan tes kebiasaan belajar Daftar konseli Lampiran III Proposal Kegiatan Lampiran IV Surat Menyurat
  12. 12. 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan wilayah yang luas dan secara geografis maupun sosiokultural sangat heterogen, pada beberapa wilayah peyelenggaraan pendidikan masih terdapat berbagai permasalahan, terutama pada daerah yang tergolong terdepan, terluar, dan tertinggal (daerah 3T). Beberapa permasalahan penyelenggaraan pendidikan, utamanya di daerah 3T antara lain adalah permasalahan pendidik, seperti kekurangan jumlah (Shortage), distribusi tidak seimbang (unbalanced distribution), kualifikasi di bawah standar (under qualification), kurang kompeten (low competencies), serta ketidaksesuaian antara kualifikasi pendidikan dengan bidang yang diampu (mismatched). Permasalahan lain dalam penyelenggaraan pendidikan adalah angka putus sekolah juga masih relatif tinggi, sementara angka partisipasi sekolah masih rendah. Sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia peningkatan mutu pendidikan di daerah 3T perlu dikelola secara khusus dan sungguh-sungguh, utamanya dalam mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut, agar daerah 3T dapat segera maju bersama sejajar dengan daerah lain. Hal ini menjadi perhatian khusus Kementerian Pendidikan Nasional, mengingat daerah 3T memiliki peran strategis dalam memperkokoh ketahanan nasional dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kebijakan Kementerian Pendidikan Nasional dalam rangka percepatan pembangunan pendidikan di daerah 3T, adalah Program Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia. Program ini meliputi (1) Program Pendidikan Profesi Guru Terintegrasi dengan Kewenangan Tambahan (PPGT), (2) Program Sarjana Mendidik di Daerah 3T (SM-3T), (3) Program Kuliah Kerja Nyata di Daerah 3T- dan PPGT (KKN-3T PPGT), (4) Program Program Pendidikan Profesi Guru Terintegrasi Kolaboratif (PPGT Kolaboratif), (5) Program S-1 Kependidikan dengan Kewenangan Tambahan (S-1 KKT). Program-program tersebut merupakan jawaban untuk mengatasi berbagai permasalahan pendidikan di daerah
  13. 13. 2 3T. Program SM-3T sebagai salah satu Program Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia ditujukan kepada para Sarjana Pendidikan yang belum bertugas sebagai guru, untuk ditugaskan selama satu tahun pada daerah 3T. Program SM-3T dimaksudkan untuk membantu mengatasi kekurangan guru, sekaligus mempersiapkan calon guru profesional yang tangguh, mandiri, dan memiliki sikap peduli terhadap sesama, serta memiliki jiwa untuk mencerdaskan anak bangsa, agar dapat maju bersama mencapai cita-cita luhur seperti yang diamanahkan oleh para pendiri bangsa Indonesia. B. Pengertian Program SM-3T adalah Program Pengabdian Sarjana Pendidikan untuk berpartisipasi dalam percepatan pembangunan pendidikan di daerah 3T selama satu tahun sebagai penyiapan pendidik profesional yang akan dilanjutkan dengan Program Pendidikan Profesi Guru. C. Tujuan 1. Membantu daerah 3T dalam mengatasi permasalahan pendidikan terutama kekurangan tenaga pendidik. 2. Memberikan pengalaman pengabdian kepada sarjana pendidikan sehingga terbentuk sikap profesional, cinta tanah air, bela negara, peduli, empati, terampil memecahkan masalah kependidikan, dan bertanggung jawab terhadap kemajuan bangsa, serta memiliki jiwa ketahanmalangan dalam mengembangkan pendidikan pada daerah-daerah tergolong 3T. 3. Menyiapkan calon pendidik yang memiliki jiwa keterpanggilan untuk mengabdikan dirinya sebagai pendidik profesional pada daerah 3T. 4. Mempersiapkan calon pendidik profesional sebelum mengikuti Program Pendidikan Profesi Guru (PPG). D. Ruang Lingkup SM- 3T 1. Melaksanakan tugas pembelajaran pada satuan pendidikan sesuai dengan bidang keahlian dan tuntutan kondisi setempat. 2. Mendorong kegiatan inovasi pembelajaran di sekolah.
  14. 14. 3 3. Melakukan kegiatan ekstra kurikuler. 4. Membantu tugas-tugas yang terkait dengan manajemen pendidikan di sekolah. 5. Melakukan pemberdayaan masyarakat untuk mendukung program pembangunan pendidikan di daerah 3T. 6. Melaksanakan tugas sosial kemasyarakatan. E. Landasan Yuridis 1. UU Nomor 20 Tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional. 2. UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. 3. PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. 4. PP Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru. 5. Permendiknas Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru. 6. Permendiknas Nomor 27 Tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor. 7. Permendiknas Nomor 8 Tahun 2009 tentang Program Pendidikan Profesi Guru Prajabatan. 8. Permendiknas Nomor 9 Tahun 2010 tentang Program Pendidikan Profesi Guru bagi Guru Dalam Jabatan. 9. Kepmendiknas Nomor 126/P/2010 tentang Penetapan LPTK Penyelenggara PPG bagi Guru Dalam Jabatan. 10. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 64/DIKTI/Kep/2011 tentang Penetapan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) Penyelenggara Rintisan Program Pendidikan Profesi Guru Terintegrasi (Berkewenangan Ganda). 11. Keputusan Direktur Pendidik dan Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 2788/E4.6/2011 tentang Penetapan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) Penyelenggara Sarjana Mendidik di Daerah 3T (SM-3T).
  15. 15. 4 F. Waktu Pelaksanaan Program SM-3T merupakan program pengabdian sarjana pendidikan untuk melaksanakan tugas mendidik selama satu tahun di daerah 3T, dilanjutkan dengan Program PPG selama satu sampai dua semester di LPTK penyelenggara. Implementasi Program SM-3T pada tahun 2011, direncanakan dimulai Nopember 2011 sampai dengan Nopember 2012, sedangkan untuk pelaksanaan Program PPG direncanakan dimulai Januari 2013. Sebelum peserta diberangkatkan ke daerah sasaran wajib mengikuti serangkaian kegiatan prakondisi yang dilaksanakan oleh LPTK penyelenggara dengan Pola 120 JP (lebih kurang 12 hari) untuk membekali kesiapan akademik, mental, fisik, dan survival (ketahanmalangan) mereka. Tabel 1.1 Jadwal Pelaksanaan Program SM-3T tahun 2011-2012 Pendaftaran 24 Oktober s.d 5 November 2011 Seleksi 7-8 November 2011 Pengumuan dan pemanggilan 22 November 2011 Prakondisi pelaksanaan 25 November-6 Desember 2011 Pemberangkatan ke daerah tujuan 8-13 Desember 2011 Pelaksanaan di daerah sasaran Desember 2011-November 2012 Monitoring dan evaluasi 3 kali kegiatan Penarikan peserta 30 November 2012 Pelaksanaan Program PPG Januari 2013-November 2013 G. Calon Peserta, LPTK Penyelenggara, dan Daerah Sasaran 1. Calon Peserta Calon peserta Program SM-3T tahun 2011 ditetapkan dengan persyaratan sebagai berikut. 1. Lulusan S-1 Kependidikan 4 tahun terakhir (2008, 2009, 2010, 2011) dari program studi yang terakreditasi, dan memiliki bidang keahlian sesuai dengan mata pelajaran yang dibutuhkan. 2. IPK minimal 2,75. 3. Berbadan sehat yang dibuktikan dengan surat keterangan dokter. 4. Bebas narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (napza) yang dibuktikan dengan surat dari pejabat yang berwenang.
  16. 16. 5 5. Berkelakuan baik yang dibuktikan dengan surat keterangan dari kepolisian. 6. Belum menikah dan bersedia tidak akan menikah selama mengikuti Program SM-3T. 7. Memiliki motivasi dan semangat pengabdian yang tinggi. 8. Mampu menyesuaikan diri dengan kondisi masyarakat di daerah sasaran. 9. Diutamakan yang memiliki pengalaman organisasi kemahasiswaan/UKM. 2. LPTK Penyelenggara Pendaftaran calon peserta dapat dilakukan secara online melalui tautan berikut 1. Universitas Negeri Medan (Unimed) 2. Universitas Negeri Padang (UNP) 3. Universitas Negeri Jakarta (UNJ) 4. Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung 5. Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) 6. Universitas Negeri Malang (Unnes) 7. Universitas Negera Surabaya (Unesa) 8. Universitas Negeri Malang (UM) 9. Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja 10. Universitas Negeri Makassar (UNM) 11. Universitas Negeri Manado (Unima) 12. Universitas Negeri Gorontalo (UNG) 3. Daerah Sasaran Daerah Sasaran program ini adalah kabupaten yang termasuk kategori daerah 3T di empat provinsi, yaitu Provinsi Aceh, NTT, Sulawesi Utara, dan Provinsi Papua. Kabupaten yang ditetapkan sebagai sasaran Program SM-3T adalah kabupaten yang telah memberikan respon terhadap Program Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia. I. Provinsi Aceh 1. Kabupaten Simeulue 2. Kabupaten Aceh Singkil 3. Kabupaten Aceh Selatan
  17. 17. 6 4. Kabupaten Aceh Timur 5. Kabupaten Aceh Besar 6. Kabupaten Aceh Barat 7. Kabupaten Gayo Lues 8. Kabupaten Pidie Jaya II. Nusa Tenggara Timur 1. Kabupaten Sumba Timur 2. Kabupaten Kupang 3. Kabupaten Alor 4. Kabupaten Lembata 5. Kabupaten Flores Timut 6. Kabupaten Ende 7. Kabupaten Ngada 8. Kabupaten Manggarai 9. Kabupaten Rote Ndao 10. Kabupaten Manggarai Timur III. Sulawesi Utara: Kabupaten Talaud IV. Papua: 1. Kabupaten Asmat 2. Kabupaten Biak Numfor 3. Kabupaten Boven Digoel 4. Kabupaten Deiyai 5. Kabupaten Dogiyai 6. Kabupaten Intan Jaya 7. Kabupaten Jayapura 8. Kabupaten Jayawijaya 9. Kabupaten Keerom 10. Kabupaten Kepulauan Yapen 11. Kabupaten Lanny Jaya 12. Kabupaten Mamberamo Raya 13. Kabupaten Mamberamo Tengah 14. Kabupaten Mappi
  18. 18. 7 15. Kabupaten Merauke 16. Kabupaten Mimika 17. Kabupaten Nabire 18. Kabupaten Nduga 19. Kabupaten Paniai 20. Kabupaten Pegunungan Bintang 21. Kabupaten Puncak 22. Kabupaten Puncak Jaya 23. Kabupaten Sarmi 24. Kabupaten Supiori 25. Kabupaten Tolikara 26. Kabupaten Waropen 27. Kabupaten Yahukimo 28. Kabupaten Yalimo 29. Kota Jayapura V. Papua Barat: 1. Kabupaten Fakfak 2. Kabupaten Kaimana 3. Kabupaten Manokwari 4. Kabupaten Maybrat 5. Kabupaten Raja Ampat 6. Kabupaten Sorong 7. Kabupaten Sorong Selatan 8. Kabupaten Tambrauw 9. Kabupaten Teluk Bintuni 10. Kabupaten Teluk Wondama 11. Kota Sorong Di luar daerah tersebut di atas dimungkinkan untuk menjadi daerah sasaran Program ini sepanjang memenuhi persyaratan sebagai daerah 3T.
  19. 19. 8 BAB II KONDISI OBJEKTIF DAERAH SASARAN Selama bertugas peserta SM-3T tidak terlepas dari pengaruh lingkungan sekitar. Lingkungan sangat berpengaruh besar terhadap kelancaran menjalankan tugas di daerah sasaran. Berikut ini dijelaskan kondisi objektif daerah sasaran yang terbagi menjadi 2 (dua) hal yaitu 1) Kondisi Umum dan 2) Kondisi Sekolah. Daerah sasaran yang dimaksud yaitu SMPN 7 Satarmese yang terletak di Desa Hilir Hintir Kecamatan Satarmese Barat Kabupaten Manggarai Provinsi Nusa Tenggara Timur. Berikut ini dijelaskan kondisi objektif daerah sasaran: A. Kondisi Geografis 1. Kondisi Geografis Provinsi NTT (Nusa Tenggara Timur) Kondisi geografis Provinsi NTT (Nusa Tenggara Timur) terletak pada posisi 80- 120 Lintang Selatan dan 1180 -1250 Bujur Timur. Luas wilayah daratan 47.349,9 km2 dan luas wilayah perairan ± 200.000 km2 diluar perairan Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia (ZEEI). Gambar 2.1 Peta NTT (Nusa Tenggara Timur) Secara geografis, batas-batas wilayah Nusa Tenggara Timur, di sebelah utara berbatasan dengan Laut Flores, sebelah selatan dengan Samudra Indonesia, sebelah timur dengan bekas Provinsi Timor Timur dan di sebelah barat dengan Provinsi Nusa Tenggara Barat. Provinsi Nusa Tenggara Timur
  20. 20. 9 berbatasan langsung dengan 2 (dua) Negara yaitu Timor Leste dan Australia, oleh karena itu ada 4 (empat) pulau terluar yaitu Pulau Batek, Pulau Dana Sabu, Pulau Ndana Rote dan Pulau Manggudu. Provinsi Nusa Tenggara Timur merupakan wilayah kepulauan yang terdiri dari 674 pulau, 473 pulau diantaranya sudah mempunyai nama dan sisanya sampai saat ini belum mempunyai nama. Di Provinsi Nusa Tenggara Timur terdapat tiga pulau besar yaitu Flores, Sumba dan Timor, selebihnya adalah pulau-pulau kecil yang letaknya tersebar, komoditas yang dimiliki sangat terbatas dan sangat dipengaruhi oleh iklim. Sistem perhubungan yang belum memadai mengakibatkan masih adanya keterisolasian, baik fisik, ekonomi maupun sosial. Permasalahan- permasalahan yang masih sering terjadi di Provinsi Nusa Tenggara Timur antara lain masalah kemiskinan, bencana alam, kelaparan dan serangan hama. Wilayah NTT beriklim kering. Musim kemarau lebih panjang, yaitu ± 8 bulan (April sampai dengan Nopember), sedangkan musim hujan hanya 4 bulan (Desember sampai dengan Maret). Curah hujan tertinggi di wilayah Flores bagian barat, Sumba bagian barat dan Timor bagian tengah (2000-3000 mm/ thn). Suhu udara rata-rata 27,60ºC. Selain kering topografi Nusa Tenggara Timur juga terdiri dari bukit dan gunung. Namun yang membanggakan Provinsi ini memiliki hamparan perairan yang sangat luas dan juga kekayaan biota laut yang sangat menjanjikan. Kondisi geografi sebagaimana yang digambarkan di atas, ternyata menimbulkan high cost economy dan social cost dalam kegiatan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan di daerah. Karenanya setiap kebijakan publik yang diambil dibutuhkan kearifan lokal, kesepakatan etis yang disesuaikan dengan kebiasaan-kebiasaan masyarakat, tingkah laku masyarakat dan keinginan masyarakat. Berikut ini disajikan secara rinci luas wilayah menurut Kabupaten/Kota pada tabel 1 yaitu sebagai berikut:
  21. 21. 10 Tabel 2.1 Luas Daerah Nusa Tenggara Timur Menurut Kabupaten Tahun 2006 No Kabupaten Luas Daerah 1 Kupang 5.898,26 2 Timor Tengah Selatan 3.947,00 3 Timor Tengah Utara 2.669,66 4 Belu 2.445,57 5 Alor 2.864,60 6 Flores Timur 1.812,85 7 Sikka 1.731,92 8 Ende 2.046,62 9 Ngada 3.037,88 10 Manggarai 4.188,90 11 Sumba Timur 7.000,50 12 Sumba Barat 4.051,92 13 Kota Kupang 160,34 14 Lembata 1.266,38 15 Rote Ndao 1.280,00 16 Manggarai Barat 1.280,00 17 Sumba Tengah 1.868,74 18 Sumba Barat Daya 1.445,32 19 Negekeo 1.386,63 20 Manggarai Timur 2.642,93 NTT 51.759,64 (Sumber:http://nttprov.go.id/provntt/index.php?option=com_content&task=view& id=9&Itemid=5) Topografi daerah Nusa Tenggara Timur dapat digambarkan dengan melihat data sebagai berikut: Tabel 2.2 Luas Wilayah NTT berdasarkan kemiringan Lahan Kemiringan Lahan Luas (Ha) Datar (0-2%) 458.821 Bergelombang (2-15%) 748.602 Curam (15-40%) 1.724.010 Sangat Curam(>40%) 1.803.558 Sumber : Database Profil Daerah NTT Lebih dari 2/3 wilayah Nusa Tenggara Timur tergolong daerah curam dan sangat curam. Hal ini juga nampak dalam konsentrasi penduduk dan sentra ekonomi masyrakat, sehingga walaupun secara rata-rata luas wilayah terhadap jumlah penduduk sebenarnya cukup besar, namun dengan kondisi
  22. 22. 11 topografi wilayah yang ada, penduduk cenderung terkonsentrasi pada daerah- daerah tertentu dalam wilayah NTT. Ciri topografi wilayah NTT ini juga menyebabkan daerah ini rawan bencana longsoran dan banjir terutama di Flores, dan Timor. Ketika musim hujan tiba, walaupun musim hujan di NTT hanya berkisar rata-rata 4 bulan, namun yang terjadi tiap tahun adalah bencana longsoran dan berdampak pada putusnya jalur transportasi darat akibat longsoran. Bencana Banjir dan Longsoran ini yang hampir tiap tahun menjadi permasalahan yang dihadapi pemerintah Provinsi NTT, terutama ketika musim hujan tiba. Provinsi Nusa Tenggara Timur juga merupakan daerah dengan jumlah Gunung Api yang cukup banyak yakni 11 Gunung Berapi. Diantara 11 gunung berapi ini beberapanya masih tergolong gunung api aktif, seperti gunung api Lewo Tobi (Laki-laki dan perempuan), Gunung Iya, juga Gunung Egon yang beberapa waktu lalu menunjukkan aktivitasnya. Tipologi Provinsi Nusa Tenggara Timur tergolong beriklim kering, yang antara lain ditandai dengan jumlah curah hujan yang sedikit, dan tidak terbagi merata. Selain itu pada daerah dengan iklim kering ditandai dengan luasnya padang rumput. Pada Bulan Juni – September arus angin yang berasal dari Australia dan tidak banyak mengandung uap air sehingga mengakibatkan musim kemarau. Sebaliknya pada Bulan Desember–Maret arus angin banyak mengandung uap iar yang berasal dari Asia dan Samudera Pasifik sehingga terjadi musim hujan. Minimnya curah hujan di NTT dipengaruhi oleh posisi NTT yang dekat dengan Australia, dimana arus angin yang banyak mengandung uap air dari Asia dan Samudera Pasifik ketika sampai di wilayah NTT kandungan uap airnya sudah berkurang, akibatnya hari hujan di NTT berkurang. Keadaan ini menjadikan NTT sebagai wilayah kering dimana hanya 4 bulan (Januari s/d Maret dan Desember) yang keadaannya relatif basah dan 8 bulan lainnya relatif kering.
  23. 23. 12 Tabel 2.3 Keadaan Iklim di NTT (Nusa Tenggara Timur) Keadaan Iklim Rata-Rata Suhu (ºC) 26,7 Kelembaban Udara (%) 77,3 Curah hujan (mm/th) 265,9 Kecepatan Angin (Knot) 3,6 Sumber : Data Base Profil NTT Di Provinsi Nusa Tenggara Timur hanya sedikit lahan dimanfaatkan untuk hutan maupun persawahan. Lahan yang rusak (tanah tandus dan yang ditelantarkan) serta padang rumput mencapai 2.391.688 Ha, melebihi lahan persawahan atau hutan. Hal ini disebabkan oleh keadaan iklim dan kemiringan lahan yang ada di NTT seperti yang telah digambarkan di atas. Sebenarnya keadaan tanah pada daerah yang banyak ditumbuhi rumput seperti di NTT mempunyai humus tanah yang cukup tinggi, namun karena iklimnya yang kering dan curah hujan yang kecil menyebabkan proses pelapukan batuan berjalan lambat, dan akibatnya lapisan regolitnya tipis. Keadaan ini ditambah lagi dengan keadaan kemiringan lahannya yang curam menyebabkan mudahnya terjadi longsoran atau erosi, yang mengikis lapisan tanah subur karena kaya akan humus tanah. Untuk itu di wilayah NTT hanya sebagian kecil lahan yang dapat dimanfaatkan untuk persawahan. Keadaan topografi daerah NTT (Nusa Tenggara Timur) dapat dibagi atas 5 bagian besar, yaitu : 1. Agak berombak dengan kemiringan 3-16% 2. Agak bergelombang dengan kemiringan 17-26% 3. Bergelombang dengan kemiringan 27-50% 4. Berbukuti-bukit bergunung dengan kemiringan lebih besar dari 50% 5. Dataran banjir dengan kemiringan 0-30%. Keadaan topografi demikian mempunyai pengaruh pula terhadap pola kehidupan penduduk, antara lain pola pemukiman digunung-gunung, sehingga terdapat variasi adat dan tipologi kehidupan yang sangat besar antara daerah satu dengan daerah yang lain.
  24. 24. 13 2. Kondisi Geografis Kabupaten Manggarai Kabupaten Manggarai merupakan salah satu dari 16 Kabupaten/Kota yang terdapat di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Secara geografis wilayah Kabupaten Manggarai terletak diantara 80 LU-80 .30 LS dan 119, 300 -12, 300 BT. Terletak di bagian barat pulau Flores, dengan batas-batas wilayah sebagai berikut: 1. Sebelah Barat dengan Kabupaten Manggarai Barat, 2. Sebelah Utara dengan Laut Flores, 3. Sebelah Timur dengan Kabupaten Ngada, dan 4. Sebelah Selatan dengan Laut Sawu. Luas wilayah Kabupaten Manggarai ialah 4.188,9 Km2 . Secara administratif, Kabupaten Manggarai terbagi menjadi 12 Kecamatan, 227 Desa dan 27 Kelurahan. Pusat pemerintahan kabupaten di Kota Ruteng- Kecamatan Langke Rembong. Tahun 2004 jumlah penduduk mencapai sebanyak 484.015 jiwa dan 103.861 KK, dan Tingkat Kepadatan penduduk sebesar 115,55 jiwa/Km2 . Gambar 2.2 Peta Kabupaten Manggarai (Sumber:http://www.manggarai.go.id/index.php?option=content&task=view&id=2 1&Itemid=39)
  25. 25. 14 3. Kondisi Geografis Desa Hilirhintir Kondisi desa tempat bertugas yaitu di Desa Hilirhintir Kecamatan Satarmese Barat. Desa Hilirhintir merupakan gabungan atau peleburan dari tiga desa gaya lama, dimana ketiga desa itu adalah desa Mukute’e, desa Narang dan desa Nio. Setiap desa atau kampung kecil yaitu memiliki pemimpin masing-masing. a. Desa Mukute’e mencakup: kampung Lelit, Pulang, dan kampung Mukute’e yang dipimpin oleh Alex Gabuk. Beliau memimpin desa kecil ini hingga tahun 1956, kemudian dilanjutkan oleh Laurensius Tamat, serta yang menjabat sebagai sekretaris umum yakni Dominikus Hel. Yang menjabat sebagai wakil dari desa/kampung Lelit adalah Atung, sedangkan desa Mukute’e mencakup Pulang diwakili oleh Geno b. Desa Narang: meliputi kampung Narang dan Reda dengan kepala desanya Katut, wakil kepala desa yaitu Mbi dan sekretaris desanya Mateus Dola c. Desa Nio: mencakup Kampung Nio dengan kepala desanya adalah Dorteus Hoal, wakilnya Toa dan sekretaris tidak ada. Melalui Musyawarah Besar (MUBES) Desa pada tahun 1969, yang mengacu pada permintaan pemerintah daerah tingkat II Kabupaten Manggarai agar membentuk pemerintah gaya baru, maka MUBES yang dipimpin oleh Lorens Tamat menghasilkan kesepakatan bahwa ketiga desa/kampung kecil itu melebur menjadi satu desa saja, yakni desa Hilirhintir yang sekarang ini. Melalui demokrasi langsung, maka terpilihlah kepala desa yang pertama memimpin desa Hilirhintir yaitu bapak Mikael Kampung dengan Wakil terpilih Lorens Tamat dan Sekretaris Frans Kema’u. Seiring waktu berjalan, pada penghujung tahun 1969 terjadi skorsing atas Mikael Kampung oleh Kepala Daerah dan ditunjuk Lorens Tamat untuk menjadi Kepala Desa sampai tahun 1973. Melalui pemilihan langsungpada tahun 1973, maka terpilihlah Lorens Tamat sebagai kepala desa Hilirhintir Kedua dan wakil kepala desanya Rafael Darus serta sekretaris desanya Maksi Rasung. Lorens Tamat memimpin desa Hilirhintir hingga tahun 1978. Kemudian pada akhir tahun 1978 diadakan pemilihan langsung dan terpilihlah kepala desa yang ketiga yaitu Philipus Ndarut dan wakil kepala desanya Daniel Maju serta
  26. 26. 15 sekretatris desanya Tomas Kuru. Mereka memimpin desa Hilirhintir hingga tahun 1987. Pada pemilihan langsung akhir tahun 1987 terpilih kepala desa keempat Daniel Maju dan yang menjabat sebagai sekretaris desa yaitu Thomas Kuru. Mereka menjabat hingga tahun 1997. Kemudian pemilihan langsung tahun 1997, terpilih kepala desa kelima Wilhemus Durman dan sekretaris desanya Marselus Hadin hingga tahun 2007 dan pada periode 2008- 2013 yang menjabat sebagai kepala desa hilirhintir yaitu Anastasius Dato, A.Md dengan Sekretaris desanya Marselus Hadin. Batas Wilayah Desa Hilirhintir meliputi: sebelah timur berbatasan dengan Desa Golo Ropong dan Desa TaI yang dipisahkan oleh kali Wae Mau dan Kali Wae Mese, sebelah barat berbatasan langsung dengan Desa Terong yang dipisahkan oleh Kali Wae Maras, sebelah utara berbatasan langsung dengan Manggarai Barat yang dipisahkan oleh Hutan Negara, dan sebelah selatan berbatasan dengan Laut Sawu. Untuk luas wilayah administrasi desa Hilirhintir terdiri dari Dusun Nio, Dusun Mukute’e, Dusun Rotok, Dusun Narang, Dusun Narang, Dusun Lelit, Dusun Reda, dan Dusun Golo Jambu dengan jumlah RT ada 29 RT dan 10 RW. Keadaan topografi desa Hilirhintir secara umum adalah merupakan daerah rata dan sedikit berbukit. Dalam hal ini banyak tetangga kampung yang sampai sekarang terisolasi/belum bisa dimasuki kendaraan baik roda dua maupun roda empat misalnya kampung lelit dan kampung pulang serta kampung ganggu yang sementara kampung tersebut di atas merupakan wilayah kantong ekonomi dengan komoditi di dalamnya adalah kopi,vanili, cengkeh maupun sumber sayuran bergizi dan lebih penting dari semua itu adalah sumber mata air minum bersih maupun sumber air irigasi, tetapi sayangnya belum dimaksimalkan penggunaannya karena masih terisolir. Desa Hilirhintir memiliki hampir 20 anak kampung dengan variasi jumlah penduduk maupun komoditi andalan yang bervariasi manakala masih belum maksimal karena belum dibuka jalan antara dusun atau kampung yaitu diantaranya adalah sebagai berikut:
  27. 27. 16 a) Jalan antara kampung pongpahar menuju kampung nela serta jalan tani ke lempa lajang maupun ke kembok b) Jalan antara kampung redang menuju keli lintas luar belum dibuka. c) Jalan gang nio menuju tuang dan keli d) Jalan lintas luar kampung rotok dari perkuburan menuju bendung wae mau II e) Jalan reda menuju ganggu belum dibuka, dari ganggu menuju kampung pulang terus menuju bendung ke wae mau I f) Jalan dari wata menuju lelit lintas luar, dari liu lintas wae reko menuju cangkar g) Jalan pintas dari SMP N 7 Satarmese menuju soso terus ke SMA N 1 Satarmese belum dibuka h) Dari mboung ke daleng belum dibuka i) Jalan lintas luar jalan tani dari ikong golodopo menuju Liang Woang. Desa Hilirhintir sebagai ibukota Satarmese Barat tentu merupakan wilayah yang sangat strategis sebagai barometer pembangunan baik sumber daya manusia maupun sumber daya alam dituntut maksimal, dimana untuk mencapai semua itu desa Hilithintir harus dimekarkan menjadi 4 wilayah namun keterbatasan dana daerah membuat desa Hilirhintir terpaksa mengajukan mekar satu, itu berarti tidak menolong banyak dari aspek efisiensi pembangunan di segala bidang. Dengan demikian, desa Hilirhintir ke depan tetap mengajukan mekar sebagai program yang sangat mendesak. d. Kondisi Geografis SMP Negeri 7 Satarmese Sedangkan keadaan topografi di sekolah tempat bertugas yaitu SMP Negeri 7 Satarmese merupakan daerah yang rata dan sedikit berbukit juga karena terletak di atas hutan. Rute perjalanan menuju SMP Negeri 7 Satarmese yang terletak di desa Hilirhintir Kecamatan Satarmese Barat dari Kabupaten Manggarai (Ruteng) yaitu dari Ruteng menggunakan kendaraan Bis Kayu (OTO) jurusan Narang kemudian turun di Kelli (di kontrakan). Untuk menuju sekolah dari
  28. 28. 17 Kelli kemudian harus berjalan melewati sungai, bukit dan hutan dimana dapat ditempuh kira-kira 45menit. Gambar 2.3 Perjalanan Siswa Menju Sekolah Gambar 2.4 Perjalanan Siswa Menju Sekolah Gambar 2.5 Keadaan SMPN 7 Satarmese
  29. 29. 18 B. Kondisi Demografis Demografis dapat diartikan dan proses penduduk di suatu wilayah. Struktur penduduk meliputi jumlah persebaran dan komposisi penduduk. Struktur penduduk ini selalu berubah-ubah karena disebabkan oleh proses demografi yakni kelahiran, kematian dan juga adanya migrasi penduduk. 1. Kondisi Demografis NTT (termasuk Manggarai) Jumlah penduduk Nusa Tenggara Timur pada tahun 2007 4.448.873 jiwa, terdiri dari laki-laki 2.234.452 jiwa dan perempuan 2.214.421 jiwa. Laju pertumbuhan penduduk 1,79 % pertahun dan tingkat kepadatan 91,98 jiwa per km2. Kabupaten yang paling banyak penduduknya adalah Kabupaten Manggarai dengan jumlah penduduk 504.163 jiwa, disusul Kabupaten Sumba Barat dengan jumlah penduduk 419.308 jiwa, sedangkan Kabupaten yang paling sedikit penduduknya adalah Kabupaten Lembata dengan jumlah penduduk 104.440 jiwa. Perkembangan Jumlah Penduduk, Luas Wilayah dan Kepadatan Penduduk di Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2006 dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Tabel 2.4 Jumlah Penduduk, Luas Wilayah dan Kepadatan Penduduk di Provinsi NTT Tahun 2006 No Kab / Kota Jumlah Penduduk Luas Wilayah (Km2) Kepadatan Penduduk 1. Sumba Barat 409.851 4.051,92 101,15 2. Sumba Timur 217.454 7.000,50 31,06 3. Kupang 362.790 5.898,26 61,51 4. Timor Tengah Selatan 412.353 3.947,00 104,47 5. Timor Tengah Utara 209.037 2.669,66 78,30 6. Belu 394.810 2.445,57 161,44 7. Alor 177.009 2.864,60 61,79 8. Flores Timur 225.268 1.812,85 124,26 9. Sikka 275.936 1.731,92 159,32 10. Ende 237.555 2.046,62 116,07
  30. 30. 19 11. Ngada 250.305 3.037,88 82,39 12. Manggarai 495.136 4.188,90 118,20 13. Lembata 102.344 1.266,38 80,82 14. Rote Ndao 110.617 1.280,00 86,42 15. Manggarai Barat 195.532 2.947,50 66,34 16. Kota Kupang 279.124 160,34 1.740,83 J u m l a h 4.355.121 47.349,90 91,98 Sumber : BPS Provinsi NTT Tahun 2007 2. Kondisi Demografis Desa Hilirhintir a. Jumlah Penduduk Jumlah Penduduk desa Hilirhintir keadaan sampai dengan tahun 2010 sebanyak 1012 KK atau dengan jumlah jiwa sebanyak 5351 jiwa. b. Komposisi Penduduk Komposisi penduduk desa hilirhintir keadaan sampai dengan 2010 adalah laki-laki sebanyak 2714 jiwa dan perempuan sebanyak 2637 jiwa. c. Sebaran Penduduk Sebaran penduduk perdusun sampai tahun 2010 adalah Dusun Nio sebanyak 728 jiwa, Dusun Mukute’e sebanyak 1592 jiwa, Dusun Rotok sebanyak 764 jiwa, Dusun Narang sebanyak 961 jiwa, Dusun Lelit sebanyak 584 jiwa, Dusun Reda sebanyak 257 jiwa dan Dusun Golo Jambu sebanyak 465 jiwa. C. Kondisi Sosial, Ekonomi dan Budaya Desa Hilirhintir 1. Keadaan sosial Tingkat kesejahteraan masyarakat Desa Hilirhintir secara sepintas tergambar dari keadaan keseharian mereka dalam memenuhi kebutuhan hidup layak yang tergambar sesuai dengan 14 variabel kemiskinan yakni dari aspek perumahan, pekerjaan maka kami golongkan dalam tiga kategori yaitu: a) Kategori ekonomi keluarga mampu, artinya bisa memenuhi kebutuhan hidup layak yang baik di tingkat desa, mempunyai mata
  31. 31. 20 pencaharian tetap, rumah permanen, sebagai petani yang mempunyai lahan luas dan hasil yang produktif b) Kategori ekonomi keluarga sedang, artinya bisa memenuhi kebutuhan hidup layak yang cukup di tingkat desa, mempunyai rumah semi permanen, sebagai petani yang punya lahan pertanian cukup dengan hasil bisa mencukupi kebutuhan keluarga c) Kategori ekonomi keluarga miskin, kelompok ini tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup layak, mempunyai rumah darurat (Atap seng, lantai tanah) d) Tidak mempunyai lahan pertanian yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup layak. 2. Keadaan ekonomi Mata pencaharian masyarakat desa hilirhintir adalah mayoritas bertani sawah. Hal ini dapat dilihat dari kegiatan keseharian para kepala keluarga (KK) dalam mencari nafkah, dimana kelompok terbesar adalah petani sawah = 656 KK, nelayan = 63 KK, PNS = 226 KK, Pengusaha = 67 KK, sementara beternak dan tanaman perdagangan hanya berupa usaha sampingan. Potensi Unggulan Desa a) Pertanian Pangan Jenis tanaman pangan yang dapat dikembangkan di desa Hilihintir adalah tanaman padi untuk perswahan dan kacang-kacangan, jagung serta umbi-umbian. b) Perkebunan Luas areal beberapa komoditi sekitar 211 ha dengan hasil komoditi yang terbesar adalah kemiri, coklat dam mente. c) Peternakan Jumlah kepemilikan hewan ternak oleh penduduk desa Hilihintir adalah 480 KK dengan jenis hewan ternak sebagai berikut: babi 3.017 ekor, sapi 467 ekor, kambing 311 ekor dan kerbau 269 ekor.
  32. 32. 21 3. Keadaan budaya Kehidupan adat istiadat masyarakat desa Hilirhintir terpelihara dengan sangat bagus yang terlihat dari rutinitas ritual adat tahunan yang merupakan potensi yang belum maksimal karena rumah adat dan pembinaan belum memadai. Gambar 2.6 Rumah Adat Desa Hilihintir D. Kondisi Pendidikan 1. Pendidikan Desa Hilirhintir Desa Hilirhintir mempunyai banyak sarana pendidikan sebagai potensi yang sangat strategis yaitu: memiliki 5 Sekolah Dasar, PAUD, satu sekolah menengah pertama dan satu sekolah menengah atas, namun kapasitas gedung tidak memadai diantaranya tidak memiliki ruang guru, ruang rapat, perpustakaan aupun kekurangan tenaga pengajar. Rendahnya tingkat pendidikan terlihat dari latar belakang pendidikan masyarakatnya dijelaskan sebagai berikut: a. Tidak tamat SD sebanyak 1735 orang (termasuk yang belum/ tidak sekolah) b. Pendidikan PAUD sebanyak 33 orang c. Tamat SD sebanyak 1658 orang d. Tamat SMP sebanyak 962 orang e. Tamat SMA sebanyak 749 orang f. Tamat Perguruan Tinggi sebanyak 214 orang.
  33. 33. 22 2. Kondisi Pendidikan SMP Negeri 7 Satarmese a. Profil Sekolah Nama Sekolah : SMP Negeri 7 Satarmese No Statistik : 201241117088 Tahun Berdiri : 2008 Propinsi : Nusa Tenggara Timur Pemeritah Kota/ Kabupaten : Manggarai Kecamatan : Satarmese Barat Desa/ Kelurahan : Hilihintir Jalan dan Nomor : Status Sekolah : Negeri Bangunan Sekolah : Milik sendiri Kegiatan Belajar Mengajar : Pagi dan siang b. Jumlah tenaga guru: SMP Negeri 7 Starmese bediri tahun 2008, dengan rincian tenaga guru sebagai berikut: Lampiran : SK Pembagian Tugas Mengajar dan Tugas Tambahan Nomor : 148/I.24.29/SMPN.7/VIII/2011 Tanggal : 20 Juli 2011 Berikut ini adalah tabel jumlah guru bidang studi dan jumlah jam ajar di SMP Negeri 7 Satarmese. Tabel 2.5 Jumlah Guru Bidang Studi dan Jumlah Jam Ajar di SMP Negeri 7 Satarmese Semester II Tahun Ajaran 2011-1012 No Nama Guru Tugas Tambahan Mengajar Kelas Jam Total Jam 01 Aleksius, S. Ombol, S.Pd NIP 19670415200312 1 007 Kepala Sekolah PPKN Sejarah IX A,B,C IX A,B,C 6 6 12 02 Marselina M. Tulus, S. Sos NIP 198005 26003 2 007 Bendahara Komite PPKN PPKN SBD VIII A,B,C,D VII A,B,C,D IX A,B,C 8 8 6 22
  34. 34. 23 03 Merlinda Bian, S.Pd NIP 198601092010012037 Wali Kelas IX A Agama SBD TIK IX A,B,C VIII A,B,C,D VIII A,B,C,D 6 8 8 22 04 Herman Habu, S.Fil Koordinator Guru BK Wali Kelas VIIA Agama Agama VII A,B,C,D,E VIII A,B,C,D 10 8 18 05 Adrianus N.Lirik, S.Fil NIP 1982052920093 1 005 Wakil Kepala Sekolah B. Indonesia IX A,B,C 15 15 06 Yohanes Satem, S.PD Wali Kelas VIII C B. Indonesia Sosiologi VIII A,B,C,D IX A,B,C 20 6 26 07 Skolastika A. Daulus, S.Pd NIP 1986 Kepala Perpustakaa n B.Indonesia VII A,B,C,D,E 25 25 08 Sebastianus Lampur, S.Pd NIP 1986 Wali Kelas IX B B.Inggris IX A,B,C VIII D, 15 5 20 09 Perimus Jehaur, S.s KAUR Kurikulum B. Inggris VII A, B, C, D 20 20 10 Gregorius Ngganggung, S.Pd Wali Kelas VIII A B. Inggris B. Inggris VIII A, B, C , VII E 15 5 20 11 Maria D. Maila, S.Pd NIP 19791209 201001 2 023 KAUR Sarana Prasarana Fisika Fisika Kimia VII A, B ,C, D VIII A, B, C, D VII A, B 8 8 4 20 12 Skolastika Irma, S.Pd NIP 19800528 200903 2 007 Bendahara BOS Fisika VII A, B, C, D, E 10 10 13 Veronicus C.A Littik, S.Pd NIP 1986 Wali Kelas VIII D Biologi Biologi TIK IX A, B, C VIII A, B, C, D IX A, B, C 6 8 6 20 14 Niken Eka Priyani, S.Pd Kimia TIK VII A, B, C, D, E VII A, B, C, D, E 10 10 20 15 Dorothea Lija, S.Pd Wali Kelas VII C Ekonomi SBD VII A, B, C, D, E VII A, B, C, D, E 10 10 20 16 Fransiskus Jumiadin, S.E KAUR Kesiswaan Ekonomi Ekonomi Geografi VII A, B, C VIII A, B, C, D IX A, B, C 6 8 6 20 17 Bonifasius Herman, S.Fil Wali Kelas VII E Sosiologi Sosiologi VIII A, B, C, D VII A, B, C, D, E 8 10 18 18 Felisita Tutu, S.Pd NIP 19830104 201001 2 026 Wali Kelas IX C Matematika Kimia IX A, B, C VIII C, D 15 4 19 19 Yuliana S. Taliana, S.Pd Matematika VII A, B, C 15 15 20 Aloysius Banggur, S.Pd Wali Kelas VII D Matematika VII D, E 10 10
  35. 35. 24 21 Silvester Sutardi, S.Tp KAUR Humas M. Pertanian M. Pertanian M. Pertanian VII A, B, C, D, E VIII A, B, C, D IX A, B, C 10 8 6 24 22 Arkadius Bampur, S.E Wali Kelas VII B PENJASKES PENJASKES PENJASKES VII A, B, C, D, E VIII A, B, C, D IX A, B,C 10 8 6 24 23 Dini Prihartini, S.Pd Sejarah Sejarah VII A, B, C, D, E VIII A, B, C, D 10 8 18 24 M. Irsyadul I.N, S.Pd Geografi Geografi VII A, B, C, D, E VIII A, B, C, D 10 8 18 25 Varizal Amir, S.Pd BK BK BK VII A, B, C, D, E VIII A, B, C, D IX A, B, C 5 4 3 12 26 Yosef K. Rahman, S.Pd Wali Kelas VIIIB Matematika VIII A, B, C, D 20 20 27 Marieta Oliva Lestari, S.Pd Biologi VII A, B, C, D, E 10 10 Berdasarkan tabel di atas bisa dilihat bahwa jumlah guru PNS sebanyak 9 orang, guru komite sebanyak 14 orang, dan guru SM-3T sebanyak 4 orang. Dengan jumlah guru sebanyak 27, masih sangat kurang bila dilihat dari jumlah siswa dan ada beberapa matapelajaran yang belum diajarkan di SMP Negeri 7, sehingga guru bidang studi merangkap untuk mengajar bidang studi lain. Tabel 2.6 Jumlah Guru Bidang Studi dan Jumlah Jam Ajar di SMP Negeri 7 Satarmese Semester I Tahun Ajaran 2012-2013 No Nama Guru Tugas Tambahan Mengajar Kelas Jam Total Jam 01 Aleksius, S. Ombol, S.Pd NIP 19670415200312 1 007 Kepala Sekolah PPKN Sejarah IX A,B,C IX A,B,C 6 6 12 02 Marselina M. Tulus, S. Sos NIP 198005 26003 2 007 Bendahara Komite PPKN PPKN SBD VIII A,B,C,D VII A,B,C,D IX A,B,C 8 8 6 22 03 Merlinda Bian, S.Pd NIP 198601092010012037 Wali Kelas IX A Agama SBD TIK IX A,B,C VIII A,B,C,D VIII A,B,C,D 6 8 8 22 04 Herman Habu, S.Fil Koordinator Guru BK Wali Kelas VIIA Agama Agama VII A,B,C,D,E VIII A,B,C,D 10 8 18
  36. 36. 25 05 Adrianus N.Lirik, S.Fil NIP 1982052920093 1 005 Wakil Kepala Sekolah B. Indonesia IX A,B,C 15 15 06 Yohanes Satem, S.PD Wali Kelas VIII C B. Indonesia Sosiologi VIII A,B,C,D IX A,B,C 20 6 26 07 Skolastika A. Daulus, S.Pd NIP 1986 Kepala Perpustakaa n B.Indonesia VII A,B,C,D,E 25 25 08 Sebastianus Lampur, S.Pd NIP 1986 Wali Kelas IX B B.Inggris IX A,B,C VIII D, 15 5 20 09 Perimus Jehaur, S.s KAUR Kurikulum B. Inggris VII A, B, C, D 20 20 10 Gregorius Ngganggung, S.Pd Wali Kelas VIII A B. Inggris B. Inggris VIII A, B, C , VII E 15 5 20 11 Maria D. Maila, S.Pd NIP 19791209 201001 2 023 KAUR Sarana Prasarana Fisika Fisika Kimia VII A, B ,C, D VIII A, B, C, D VII A, B 8 8 4 20 12 Skolastika Irma, S.Pd NIP 19800528 200903 2 007 Bendahara BOS Fisika VII A, B, C, D, E 10 10 13 Veronicus C.A Littik, S.Pd NIP 1986 Wali Kelas VIII D Biologi Biologi TIK IX A, B, C VIII A, B, C, D IX A, B, C 6 8 6 20 14 Niken Eka Priyani, S.Pd Kimia TIK VII A, B, C, D, E VII A, B, C, D, E 10 10 20 15 Dorothea Lija, S.Pd Wali Kelas VII C Ekonomi SBD VII A, B, C, D, E VII A, B, C, D, E 10 10 20 16 Fransiskus Jumiadin, S.E KAUR Kesiswaan Ekonomi Ekonomi Geografi VII A, B, C VIII A, B, C, D IX A, B, C 6 8 6 20 17 Bonifasius Herman, S.Fil Wali Kelas VII E Sosiologi Sosiologi VIII A, B, C, D VII A, B, C, D, E 8 10 18 18 Felisita Tutu, S.Pd NIP 19830104 201001 2 026 Wali Kelas IX C Matematika Kimia IX A, B, C VIII C, D 15 4 19 19 Yuliana S. Taliana, S.Pd Matematika VII A, B, C 15 15 20 Aloysius Banggur, S.Pd Wali Kelas VII D Matematika VII D, E 10 10 21 Silvester Sutardi, S.Tp KAUR Humas M. Pertanian M. Pertanian M. Pertanian VII A, B, C, D, E VIII A, B, C, D IX A, B, C 10 8 6 24 22 Arkadius Bampur, S.E Wali Kelas VII B PENJASKES PENJASKES PENJASKES VII A, B, C, D, E VIII A, B, C, D IX A, B,C 10 8 6 24
  37. 37. 26 23 Dini Prihartini, S.Pd Sejarah Sejarah VII A, B, C, D, E VIII A, B, C, D 10 8 18 24 M. Irsyadul I.N, S.Pd Geografi Geografi VII A, B, C, D, E VIII A, B, C, D 10 8 18 25 Varizal Amir, S.Pd BK BK BK VII A, B, C, D, E VIII A, B, C, D IX A, B, C 5 4 3 12 26 Yosef K. Rahman, S.Pd Wali Kelas VIIIB Matematika VIII A, B, C, D 20 20 27 Marieta Oliva Lestari, S.Pd Biologi VII A, B, C, D, E 10 10 28 Maria Florin, S.Pd Wali Kelas VII E H. Indonesia 29 Helena Kurniawati, S.Pd Agama 30 Yohana Namur Agama 31 Siska Jehira PKN Berdasarkan tabel di atas bila dibandingkan dengan semester II tahun ajaran 2012, dan semester I tahun ajaran 2012-1013 ini ada penambahan 4 guru bidang study, yaitu: (1) Maria Florin, S.Pd, (2) Helena Kurniawati S.Pd, (3) Yohana Namur, dan (4) Sisaka Jehira. Kedua guru baru yang belum ada gelarnya adalah guru PPL dari kampus STIPAS Ruteng, Kabupaten Manggarai. a. Jumlah Siswa/i SMP Negeri 7 Satamese 1. Jumlah Siswa Perkelas SMP Negeri 7 Satarmese Tahun Ajaran 2011/ 2012 Pada tahun ajaran 2011/ 2012 jumlah siswa di SMP Negeri 7 Starmese berjumlah 440 siswa, dengan rincian sebagai berikut (untuk lebih detailnya bisa dilihat pada lampiran daftar konseli SMP Negeri 7 Satarmese kls VII, VIII, IX : Tabel 2.7 Jumlah Siswa Perkelas SMP Negeri 7 Satarmese Tahun Ajaran 2011/ 2012 NO KELAS JUMLAH SISWA 1 VII A 33 2 VII B 33 3 VII C 34
  38. 38. 27 4 VII D 32 5 VII E 32 6 VIII A 35 7 VIII B 34 8 VIII C 34 9 VIII D 35 10 IX A 47 11 IX B 45 12 IX C 46 jumlah 440 Tabel 2.8 Jumlah Siswa Perkelas SMP Negeri 7 Satarmese Tahun Ajaran 2012/ 2013 NO KELAS JUMLAH SISWA 1 VII A 29 2 VII B 29 3 VII C 28 4 VII D 28 5 VII E 26 6 VIII A 35 7 VIII B 38 8 VIII C 38 9 VIII D 38 10 IX A 42 11 IX B 39 12 IX C 43 jumlah 413 b. Data penerimaan siswa baru (PSB) mulai tahun 2008-211 Meskipun lokasi sekolah berada di atas bukit dan jauh dari kampung halaman warga, murit di sekolah ini tergolong banyak. Banyaknya SD pendukung disekitar SMP, para oarang tua banyak yang menyekolahkan anaknya disini. Dari tahun 2008-210 jumlah pendaftar di SMPNegeri 7 Starmese selalu mengalamai peningkatan, tetapi untuk
  39. 39. 28 tahun 2011 mengalami sedikit penurunan. Untuk lebih jelsanya bisa dilihat tabek di bawah ini Tabel 2.9 Data Penerimaan Siswa Baru (PSB) Tahun Jumlah pendaftar Diterima Jumlah siswa diterimaL P 2008/ 2009 123 63 60 123 2009/ 2010 137 66 71 137 2010/ 2011 186 79 57 186 2011/ 2012 165 81 84 165 2012/ 2013 140 47 93 140 c. Statistik kelulusan SMP Negeri 7 Satarmese Meskipun sekolah ini baru berdiri tahun 2008, tetapi lulusan pertama mendapatkan rangking tertinggi se-kabupaten Manggarai untuk IPA dengan nilai 9,00. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada tabel di bawah ini Tabel 2.10 Statistik kelulusan SMP Negeri 7 Satarmese Tahun Lulus Jumlah total Tidak lulus Jumlah Presentase Kelulusan Rangking Ujian Nasional Jumlah nilai tertinggi L P L P 2008/ 2009 2009/ 2010 2010/ 2011 63 59 122 - - - 100% IPA 9,00 2011/ 2012 - - - 100% Bahasa Indonesia 9,20 d. Sarana dan prasarana Sarana dan prasarana yang ada di SMP Negeri 7 Satarmese, adalah sebagai berikut: 1. 1 Ruang perpustakaan 2. 2 Komputer dekstop 3. 4 Kamar mandi 4. 1 Ruang ganti baju 5. Lapangan voli sekaligus sebagai lapangan basket 6. 1 Meja tenis 7. Kantin. Dilihat dari uraian di atas masih terasa sangat kurang untuk menunjang kegiatan belajar mengajar, seperti belum adanya tempat ibadah, laboratorium komputer, laboratorium biologi, kimia, dan fisika.
  40. 40. 29 e. Kegiatan ekstrakulikuler Kegiatan ekstrakulikuler yang ada di SMP Negeri 7 adalah kegiatan pramuka dan pelatihan koor (menyanyi). Kegiatan pramuka dibina oleh guru-guru yang ada di SMP Negeri 7, prestasi yang didapat dari kegiatan ini boleh dibilang cukup membanggakan, dari bererapa keikutsertaan program pramuka, seperti persami, jambore dalam kurun waktu 4 tahun ini selalu mendapatakan juara tingkat kabupaten. Sedangkan kegiatan koor dilatih dan diaplikasikan dalam acara keagamaan, yaitu di gereja.
  41. 41. 30 BAB III PROGRAM KERJA Pada bab III dijelaskan program-program yang telah dilaksanakan, program ini akan dijelaskan secara rinci perbidang kegiatan. Pada bab ini juga dijelaskan hambatan-hambatan yang ditemui di dalam kegiatan tersebut, bagaimana cara mengatasi hambatan tersebut, dan hasil yang dapat dicapai dari program tersebut. Pemaparan hasil program dikelompokkan per bidang masing- masing, mulai dari bidang pendidikan dan bidang kemasyarakatan, pemaparan tersebut sebagai berikut: A. Program Bidang Pendidikan Program kerja SM-3T di bidang kependidikan meliputi program intra dan ekstra kurikuler. Program intra kurikuler meliputi kegiatan administratif sekolah dan pembelajaran. Program ekstra kurikuler meliputi program aktivitas non akademik sebagai sarana penunjang kompetensi siswa dalam pendidikan. Perencanaan program merupakan kegiatan yang dilaksanakan peserta SM-3T mulai dari persiapan dan rancangan dengan bimbingan kepala sekolah mata pelajaran terkait di sekolah. Perencanaan terdiri dari administrasi sekolah, upacara bendera rutin setiap hari senin dan hari besar, kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler sebagai penambah wawasan bagi guru. Kegiatan peserta SM-3T sebelum memulai program pembelajaran yang direncanakan yaitu dengan terlebih dahulu mengadakan pengamatan langsung (observasi) di kelas dan dilanjutkan dengan membuat persiapan pelaksanaan belajar mengajar. Persiapan tersebut meliputi materi ajar, satuan pelajaran, rencana pengajaran, media dan hal-hal lain yang dibutuhkan dalam mengajar. Program SM-3T dimulai bulan Desember 2011 dan mulai aktif bulan Januari 2012 (semester II) sampai bulan Oktober 2012 (semester I), maka dari itu program kerja bidang pendidikan, dikelompokkan menjadi 2 macam, yaitu: 1 (program kerja smester II tahun ajaran 2011/ 2012, dan (2) program kerja
  42. 42. 31 semester I tahun ajaran 2012/ 2013. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada lampiran dan table dibawah ini: Tabel 3.1 Porogram Kegiaatan Bidang Kependidikan Semester II Tahun Ajaran 2011/ 2012 No Kegiatan Hasil 1 Ananlisis kebutuhan Dihasilkannya beberapa kebutuhan utama dalam pemberian layanan BK 2 Menyusun program kegiatan Layanan BK Perkembangan Program kerja BK Perkembangan Semester II Tahun Ajaran 2011/ 2012 3 Menyusun RPBK (Rencana pelayanan Bimbingan dan Konseling) RPBK KLS VII, VIII, IX 4 Menyususn daftar nama konseli/ siswa kls VII, VIII, IX Daftar nama konseli KLS VII, VIII, IX SMP 6 Menyusun kalender akademik semester genap Kalender Akademik Semester Genap SMPN 7 Satarmese Tahun Ajaran 2011/ 2012 7 Menyusun kalender pendidikan selama 1 tahun 2011/ 2012 Kalender pendidikan 2012 8 Menyusun rincian minggu efektif Rincian Minggu Efektif (RPE) BK kls VII, VIII, IX Semester Genap 2011/ 2012 9 Menyususn modul pemahaman materi BK (untuk konselor) Modul pemahaman materi BK (bimbingan dan konseling 10 Menyusun lembar keaktifan konseli Lembar keaktifan konseli KLS VII, VIII, IX 11 Menyusun lembar tugas nilai konseli Lembar tugas nilai konseli KLS VII, VIII, IX SMP 12 Melaksanakan layanan BK (Bimbingan dan Konseling) Melaksanakan tugas layanan selama 40 menit tiap pertemuan dengan jumlah konseli kls VII, VIII, IX sebanyak 440 konseli 13 Melaksanakan layanan bimbingan bagi siswa yang membutuhkan Telah dilaksanakan bagi siswa yang memerlukan bimbingan (misalnya bagi siswa
  43. 43. 32 yang masih kesulitan berbahasa Indonesia yang baik dan benar, kesulitan menulis, berhitung maupun dalam hal pelajaran) 14 Membantu administrasi pendidikan di sekolah Telah dilaksanakan misalnya membantu pelaksanaan try out kelas IX mulai dari penataan soal try out, pengawasan ujian maupun analisis hasil try out, penataan buku- buku di perpustakaan berdasarkan mapel masing-masing, mengadakan papanisasi (misal papan pengumuman, papan nama kelas masing-masing dll) 15 Melaksanakan kegiatan ekstra kurikuler Kegiatan ekstra kurikuler yang ada di SMP N 7 Satarmese antara lain: pramuka, koor 16 Membantu kepanitiaan pelaksanaan try out kelas IX SMP Negeri 7 Satarmese Telah dilaksanakan dalam hal penataan soal, pengawasan try out serta analisis butir soal try out 17 Membuat rencana kegiatan alokasi dana BOS untuk kegiatan BK, Layanan Instrumen (Inventory study habit) Anggaran kegiatan Bimbingan dan Konseling Tahun ajaran 2011/ 2012 18 Team analisis hasil UTS dan try out Diketahuinya hasil nilai ujian siswa 19 Mendampingi siswa dalam keikutsertaan olimpiade IPA dan IPS Siswa semangat mengikuti olimpiade 20 Membina dan mendampingi siswa dalam keikutsertaan persami di Wae Rebo Mendapatakan pengalaman kepramukaan
  44. 44. 33 Tabel 3.2 Porogram Kegiaatan Bidang Kependidikan Semester I Tahun Ajaran 2012/ 2013 No Kegiatan Hasil 1 Membantu kepanitiaan penerimaan siswa baru (PSB) tahun ajaran 2012/ 2013 Terlaksananya penerimaan siswa baru dengan lancar 2 Memberikan materi MOS, cara- cara belajar efefktih Siswa mengetahui bagaimana cara membagi waktu untuk belajar, metode belajar yang menyenangkan, dan belajar menurut kemampuannya 3 Ananlisis kebutuhan Dihasilkannya beberapa kebutuhan utama dalam pemberian layanan BK 4 Menyusun program kegiatan Layanan BK Perkembangan Program kerja BK Perkembangan Semester I Tahun Ajaran 2013/ 2013 5 Menyusun RPBK (Rencana pelayanan Bimbingan dan Konseling) RPBK KLS VII, VIII, IX 6 Menyususn daftar nama konseli/ siswa kls VII, VIII, IX Daftar nama konseli KLS VII, VIII, IX SMP 7 Menyusun kalender akademik semester genap Kalender Akademik Semester Ganjil SMPN 7 Satarmese Tahun Ajaran 2012/ 2013 8 Menyusun kalender pendidikan selama 1 tahun 2012/ 2013 Kalender pendidikan 2013 9 Menyusun rincian minggu efektif Rincian Minggu Efektif (RPE) BK kls VII, VIII, IX Semester Genap 2012/ 2013 10 Menyusun lembar tugas nilai konseli Lembar tugas nilai konseli KLS VII, VIII, IX SMP 11 Melaksanakan layanan BK (Bimbingan dan Konseling) Melaksanakan tugas layanan selama 40 menit tiap pertemuan dengan jumlah konseli kls VII, VIII, IX sebanyak 413 siswa/ konseli 12 Melaksanakan layanan bimbingan bagi siswa yang membutuhkan Telah dilaksanakan bagi siswa yang memerlukan bimbingan (misalnya bagi siswa
  45. 45. 34 13yang masih kesulitan berbahasa Indonesia yang baik dan benar, kesulitan menulis, berhitung maupun dalam hal pelajaran) 13 Membantu administrasi untuk akreditasi sekolah Persiapan pelaksanaan akreditasi di SMPN 7 Satarmese, membuat tatatertib sekolah baru, menyusun 6K, 5T, dsb 14 Melaksanakan kegiatan ekstra kurikuler Kegiatan ekstra kurikuler yang ada di SMPN 7 Satarmese antara lain: pramuka, koor 15 Melancarkan tes inventory study habit atau kebiasaan belajar Diketahuinya kebiasaan belajar siswa, apakah kebiasaan belajarnya sudah sesuai dengan hasil yang diharapkan atau tidak 16 Memberikan pelatihan siswa untuk mengikuti lomba kreasi majalah dinding Siswa bisa menentukan judul dan tema lomba kreasi majalah dinding, dan tahu bagaimana cara menyusun artikel 17 Mengadakan lomba Tenis Meja dengan perserta Siswa melawan Guru-guru sekolah Terciptanya sportifitas antara siswa dan guru 18 Membantu administrasi sekolah memasukkan data formulir sekolah, peserta didik, dan PTK ke dalam software pendataan secara terpusat Semua data ter-input ke dalam applikasi pendataan 19 Membantu pengetikan soal soal MID Semester, dan pengepakan Semua soal siap digunakan untuk ujian MID Semester 20 Menjadi pengawas ujian MID SEMESTER Ujian MID Semester terlaksana dengan lancar B. Program Bidang Kemasyarakatan Berikut ini dijabarkan program kemasyarakatan dalam bentuk tabel, sama seperti program kerja bidang kependidikan dibagi dua kelompok, program kerja
  46. 46. 35 bidang kemasyarakatan ini juga dikelompokan menjadi dua. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 3.3 Program Kemasyarakatan Semester II Tahun Ajaran 2011/ 2012 No Materi Kegiatan Hasil 1 Pemberdayaan masyarakat dan keluarga yang diintegrasikan dengan program POSDAYA Pelaksanaannya dalam bentuk melatih ibu-ibu PKK dalam pembuatan makanan dengan memanfaatkan bahan-bahan yang ada di sekitar (misalnya pembuatan rolade, tape singkong, utri, pembuatan serbuk jahe wangi, permen jahe, lepet jagung dll), pelatihan pemberian informasi obat-obatan herbal yang berguna yaitu dari tumbuh-tumbuhan yang ada di sekitar/ lingkungan dll 3 Pembinaan kepemudaan (olahraga, kesenian) Pelaksanaannya dalam bentuk kegiatan olahraga dengan pemuda setempat misalnya sepakbola, bola voli, bulutangkis dll serta bisa dengan mengadakan lomba keolahragaan antar dukuh 4 Peningkatan kesadaran kebersihan dan pengelolaan lingkungan Pelaksanaannya dengan melakukan bersih lingkungan di Dukuh Narang dan sekitarnya 6 Pengadaan tamanisasi (konservasi) di lingkungan sekolah Pelaksanaannya di SMP N 7 Satarmese dengan mengadakan tamanisasi Tabel 3.4 Program Kemasyarakatan Semester I Tahun Ajaran 2012/ 2013 No Materi Kegiatan Hasil 1 Lomba kreasi majalah dinding dengan tema kebudayaan Pelaksanaanya tgl 17 Agustus 2012 di SD Bangka Kelli, Dukuh Narang, desa Hilir Hintir, dan diadakan pameran Majalah dinding untuk kalangan umum. Lomba ini diikuti para peserta dari tingkat pendidikan Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Lanjutan Menengah Pertama (SLTP) 2 Pelatihan mengolah bahan tanam pangan menjadi makanan alternatif Bekerjasama dengan para ibu-ibu PKK, untuk mengolah jahe menjadi minuman serbuk jahe, daun
  47. 47. 36 sembuk’an menjadi botok sembuk;an, dan ketela pohon diolah menjadi kue donut
  48. 48. 37 BAB IV PELAKSANAAN PROGRAM Pada bab III dijelaskan program-program yang telah dilaksanakan, program ini akan dijelaskan secara rinci perbidang kegiatan. Pada bab ini juga dijelaskan hambatan-hambatan yang ditemui di dalam kegiatan tersebut, bagaimana cara mengatasi hambatan tersebut, dan hasil yang dapat dicapai dari program tersebut. Pemaparan hasil program dikelompokkan per bidang masing-masing, mulai dari bidang pendidikan dan bidang kemasyarakatan, pemaparan tersebut sebagai berikut : A. Bidang Kependidikan Kegiatan Sarjana Mendidik di daerah terdepan, terluar dan tertinggal (SM-3T) untuk bidang kependidikan mulai dilaksanakan pada bulan Desember 2011. Program kegiatan kependidikan ini dikelompokkan menjadi 2 macam, yaitu program kependidikan Bimbingan Konseling, dan program kependidikan sekolah secara umum. Berikut ini dijelaskan secara rinci program kegiatan di SMP Negeri 7 Satarmese: f. Program Kependidikan Bimbingan Konseling 1. Analis kebutuhan/ need asessment Sebelum membuat program Bimbingan Konseling Perkembangan, maka terlebih dahulu perlu dianalisis kebutuhan- kebutuhan apa yang kurang dan bahkan belum ada di SMP Negeri 7 Satarmese, setelah hasil analisis kebutuhan diketahui barulah menyusun program Bimbingan Konseling Perkembangan. Pelaksanaan analisis kebutuhan ini tidak menggunakan anket, karena siswa sendiri masih belum paham apa itu BK, fungsi BK, dan kedudukan BK di sekolah, jadi ini merupakan tahun pertama BK masuk di SMP Negeri 7 Satarmese.
  49. 49. 38 Analis kebutuhan dilaksanakan dengan wawancara kepala sekolah, dan beberapa guru mata pelajaran, selain itu dengan observasi/ pengamatan langsung. Dari hasil wawancara dan observasi di sekolah, dapat diketahui sebagai berikut: 1. Belum adanya Bimbingan dan Konseling di sekolah 2. Pihak sekolah merasa terbantu dengan adanya BK, karena banyak siswa yang bermasalah dan membutuhkan bimbingan 3. Pihak sekolah berharap dengan adanya BK, semua potensi-potensi pada diri siwa dapat berkembang secara optimal. 2. Menyusun pogram kegiatan BK Perkembangan Program BK Perkembangan di SMP Negeri 7 disusun tiap semester, program ini merupakan bagian dari program yang memuat alokasi waktu untuk setiap satuan pokok bahasan pada setiap semester. Fungsi dari program semester adalah sebagai acuan dalam pemberian layanan BK, untuk menetapkan secara hierarki setiap pokok bahasan pemberian layanan pada tiap semester beserta alokasi waktunya berdasarkan kalender pendidikan. 3. Menyusun RPBK/ Rencana Pelayanan Bimbimbingan Konseling Rencana pelayanan Bimbimbingan Konseling adalah bahan acuan yang dipergunkan oleh konselor untuk memberikan layanan bimbin pada setiap kali pertemuan. 4. Pengembangan media dan atau modul Pengembangan media atau modul, dilakukan dengan tujuan untuk mengembangkan kemampuan konselor/ atau guru BK dalam mengembangkan media pembelajaran ataupun materi. Modul yang diuat adalah pemahaman materi Bimbingan Konseling, untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada lampiran. 5. Penyelenggaraan kegiatan pendukung Penyelenggaraan kegiatan pendukung ini terdiri dari beberapa instrumen no-tes, seperti study habit, DCM, permainan Who Am I dan
  50. 50. 39 instrumen Who’s Who. Tujuan daari pelaksanaan ini dalah untuk mengumpulkan semua informasi tentang data siswa. 6. Pemberian layanan bimbingan siswa Pemberian layanan bimbingan seperti cara-cara bergaul dengan lawan jenis, cara-cara belajar efektif, informasi sekolah lanjutan, dan lain sebagaianya, sangat penting untuk membantu perkembangan siswa yang meliputi perkembangan avektif, kognitif, dan psikomotorik. 7. Pelaksanaan konseling Pelaksanaan konseling ini wajib dilakukan di sekolah, pelaksanaan konseling bukan hanya ditujukan untuk siswa-siswa yang bermasalah saja tetapi untuk semua siswa yang ingin membutuhkan bimbingan bantuan. 8. Evaluasi program Evaluasi program dilaksanakan setelah semua program terlaksana, yaitu dalam satu tahun. Dari hasil evaluasi tersebut dapat diketahui hal-hal apa saja yang tidak terlaksana, serta hambatan- hambatan dalam pelaksanaan program. Tujuan dari evalusai program adalah untuk mervisi atau memperbaiki program sebelumnya. g. Program Kependidikan Sekolah Secara Umum 1. Membantu administrasi pendidikan di sekolah Selama melaksanakan tugas di sekolah sasaran, peserta diberi beberapa tugas untuk melengkapi administrasi di sekolah. Misalnya mengelola data yang berhubungan dengan upaya menjadikan data dalam bentuk yang lebih berguna dan menggandakan data yang berhubungan dengan memperbanyak data yang diperlukan dengan berbagai cara dan alat. Tugas yang diberikan misalnya membantu mengetik jadwal pelajaran, menjadi tim analisis yang bertugas untuk menganilis hasil try out maupun hasil ujian sekolah. 2. Melaksanakan kegiatan ekstra kurikuler Sedangkan untuk menampung bakat dan minat di bidang olahraga, teknologi dan lain sebagainya diadakan kegiatan
  51. 51. 40 ekstrakulikuler yaitu kegaitan diluar pelajaran yang utamanya dilaksanakan pada waktu selesai pelajaran sekolah. Di SMP Negeri 7 Satarmese terdapat beberapa jenis ekstrakurikuler yang dilakukan oleh siswa. Sebagai guru, peserta SM-3T berperan untuk mendampingi dan mengarah siswa saat kegiatan ekstrakurikuler tersebut sedang berlangsung. Misalnya pada saat kegiatan Pramuka atau latihan koor. 2. Melakukan bimbingan siswa di luar jam belajar. Pemberian bimnbingan siswa dilakukan dalam rangka mempersiapkan siswa menjelang diadakannya Olimpiade Sains Nasional. Dimana mata pelajaran yang diujikan adalah Biologi, Fisika, Matematika dan IPS. Pemberian bimbingan ini berupa cara mengarahkan bagaimana nanti saat mengikuti olimpiade serta memberikan semangat dan motivasi kepada siswa agar mental mereka siap. 2. Pengadaan Majalah Dinding Majalah dinding atau yang biasa diakronimkan menjadi mading adalah salah satu jenis media komunikasi massa tulis yang paling sederhana. Disebut majalah dinding karena prinsip dasar majalah terasa dominan di dalamnya, sementara itu penyajiannya biasanya dipampang pada dinding atau yang sejenisnya. B. Bidang Kemasyarakatan Pelaksanaan program kerja Sarjana Mendidik di daerah terdepan, terluar dan tertinggal terdiri dari empat rangkaian program. Masyarakat dapat menerima dengan mengambil manfaat program yang disusun apabila sebelum menyusun program dan kemudian melaksanakannya dibutuhkan observasi, survei informasi, identifikasi masalah dan mengadakan pendekatan sosial kepada masyarakat. Kriteria keberhasilan dari program yang dilaksanakan pada saat penerjunanan SM-3T adalah keselarasan kebutuhan masyarakat dengan program yang ada. Sehingga dalam penyusunan program kerja bidang kemsyarakatan, peserta harus
  52. 52. 41 menyesuaikan dengan situasi, kondisi dan kebutuhan masyarakat sebagai sasaran program kerja. Untuk menjalankan program kerja yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa Hilir Hintir dibutuhkan partisipasi dari semua masyarakat desa Hilir Hintir. Maka dari itu dibutuhkan pendekatan agar masyarakat memahami dan mengerti akan program kerja bidang kemasyarakatan oleh peserta SM-3T yang akan dijalankan agar program dapat berjalan secara optimal. Program kerja ini harus dipahami dan diketahui oleh warga, karena warga merupakan komponen penting di dalam suatu program kerja SM-3T agar suatu program kerja dapat terlaksana dengan baik dan mendapatkan apresiasi dan sambutan yang baik dari masyarakat. Apabila masyarakat sudah berapresiasi maka program kerja apa saja yang akan dilakukan dan direncanakan oleh peserta SM-3T akan mendapat dukungan penuh dari masyarakat. Langkah awal yang kami lakukan untuk menunjang kegiatan dalam menyusun program kerja, kami melakukan kegiatan observasi di desa Hilir Hintir. Pertama kali kami melakukan silaturahmi ke Kepala Desa dan sekretaris desa di desa Hilir Hintir. Kami melakukan wawancara mengenai keadaan desa, setelah itu melakukan observasi secara langsung tentang keadaan sekitar. Untuk menunjang dalam penyusunan dan kelancaran program kerja yang akan kami lakukan, maka kami lakukan pendekatan sosial kepada orang-orang yang berpengaruh di masyarakat dengan harapan program kerja yang akan kami susun dapat diterima oleh masyarakat dan tentunya masyarakat dapat berpartisipasi di dalam program kerja tersebut. Selain melakukan silaturahmi di rumah kepala dusun dan tokoh agama, kami juga melakukan silaturahmi di rumah perangkat desa yang ada di desa Hilir Hintir dengan tujuan untuk memperkenalkan diri dan meminta bantuan tentang hal keadaan penduduk di desa Hilir Hintir. Selain itu, pendekatan sosial lain adalah dengan berkunjung ke rumah-rumah penduduk setempat dan mengikuti kegiatan-kegiatan sosial yang diadakan oleh masyarakat dengan harapan kami dapat mengetahui
  53. 53. 42 apa yang diinginkan dan dibutuhkan oleh masyarakat setempat, sehingga kami dapat menyusun program kerja yang lebih spesifik. Pendekatan sosial lainnya yang dilakukan selain beberapa hal tersebut, kami juga melakukan pendekatan dengan berkunjung ke Posyandu, ibu-ibu PKK, kunjungan SD, perkumpulan warga dan berbaur dengan beliau-beliau dengan harapan kami dapat memahami dan mengetahui apa yang diinginkan dan diharapkan. Selanjutnya kami tindak lanjuti di dalam susunan rancangan program kerja. Adapun materi kegiatan yang dilaksanakan adalah sebagai berikut: 1. Pemberdayaan masyarakat dan keluarga yang diintregasikan dengan Program POSDAYA Mengikuti kegiatan PKK dengan mengisi materi tentang pemanfataan bahan-bahan yang ada di lingkungan sekitar agar menjadi barang yang lebih bernilai, diantaranya: a. Pembuatan serbuk jahe b. Pembuatan sale pisang c. Pembuatan donut dari bahan dasar singkong d. Pembuatan botok dari daun sembuk’an. 2. Pembinaan kepemudaan (olah raga, kesenian) a. Kegiatan Olah Raga Pelaksanaan lomba olahraga dilakukan pada tanggal 1 April 2012 sampai 8 April 2012 di lapangan dusun Bangka Keli, desa Hilir Hintir. Lomba tersebut dilaksanakan bertepatan dengan libur Paskah. Pertandingan yang diselenggarakan adalah permainan bola voley dan juga sepak bola. b. Kegiatan Kesenian Melakukan pendampingan pada saat masyarakat desa latihan koor. 3. Pelaksanaan Lomba Majalah Dinding Pelaksanaan lomba majalah dinding dilaksanakan pada tanggal 17 Agustus 2012, bertepatan dengan HUT RI ke-67. Lomba majalah dinding diikuti oleh para siswa tingkat SD dan SLTP di Kecamatan Satarmese Barat. Pelaksanaan program ini dilakukan bersama-sama
  54. 54. 43 anggota SM-3T dari LPTK Universitas Negeri Malang, dan SM-3T dari LPTK Universitas Negeri Semarang. C. Faktor Pendukung Dukungan terhadap pelaksanaan program Sarjana Mendidik di daerah 3T diantaranya adalah sebagai berikut: 1. Kepala sekolah dan kepala desa selalu siap membantu ketika peserta memerlukan arahan mengenai kondisi yang ada di lingkungan desa dan sekolah 2. Lokasi sekolah di tengah hutan sangat mendukung suasana belajar yang tenang 3. Selama kegiatan SM-3T di Desa Hilir Hintir, banyak sekali dukungan yang diberikan, baik oleh pemerintah desa maupun oleh warga. Dalam rangka menyukseskan program di bidang kemsyarakatan di Desa Hilir Hintir, pemerintah dan seluruh warga Desa Hilir Hintir memberikan dukungan sepenuhnya, mulai dari proses persiapan sampai pelaksanaan program kemsyarakatan 4. Masyarakat setempat sangat terbuka terhadap keberadaan peserta SM3T di lingkungan mereka. D. Kendala yang Dihadapi Pada pelaksanaan kegiatan SM-3T di daerah sasaran yakni di SMP Negeri 7 Satarmese yang berlokasi di desa Hilir Hintir kecamatan Satarmese Barat, peserta menemui beberapa kesulitan. Baik kendala yang ada di lingkungan sekolah atau kendala yang ditemui di desa lingkungan tempat tinggal. Beberapa kendala tersebut adalah sebagai berikut: 1. Belum adanya listrik PLN di sekolah ataupun di lingkungan desa tempat tinggal 2. Sulitnya memperoleh air bersih 3. Jalan yang harus dilalui untuk menuju sekolah masih sangat buruk dengan jarak tempuh 20 menit berjalan kaki dengan kondisi jalan setapak yang sangat memprihatinkan
  55. 55. 44 4. Jarak rumah ke sekolah cukup jauh, sehingga menyebabkan siswa dan guru sudah merasa lelah sebelum melaksanakan kegiatan belajar mengajar 5. Sarana dan prasarana di SMP Negeri 7 Satarmese masih jauh dari kata memadai. Fasilitas pembelajaran seperti papan tulis yang sudah mulai rusak, kursi dan meja banyak yang patah. Ditambah lagi dengan kurangnya ruang kelas. Di SMP Negeri 7 Satarmese Barat terdapat 12 rombongan belajar, akan tetapi ruang kelas yang ada hanya 7 ruangan. Itupun sudah ditambah dengan menggunakan ruang ibadah dan kantor guru. Sehingga yang terjadi, pelaksanaan pembelajaran dilakukan pagi dan sore. Kegiatan pagi untuk siswa kelas VIII dan IX. Sedangkan kelas sore untuk rombongan belajar kelas VII 6. Minimnya sumber belajar yang dimiliki siswa, sehingga pemahaman siswa tidak mudah untuk diperoleh. Pengetahuan siswa tentang materi pelajaran yang kurang karena sebagian besar siswa hanya menggunakan buku paket perpustakaan sebagai sumber belajar 7. Pelaksanaan program desa di bidang kemasyarakatan dilakukan bersamaan pada saat peserta melakukan kegiatan di sekolah. Dalam hal ini yang menjadi kendala utama adalah masalah waktu, karena dalam pelaksaan program bidang pendidikan di SMP Negeri 7 Satarmese dilakukan pagi dan sore 8. Koordinasi dengan perangkat desa untuk membahas program kerja cukup jarang dilakukan karena kantor desa hanya buka satu minggu sekali. E. Upaya yang Ditempuh Adapun upaya-upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan- hambatan tersebut diatas antara lain : 1. Menggunakan variasi model pembelajaran. Tidak hanya ceramah saja tapi juga diskusi, permainan, dan lain-lain 2. Guru membuat semacam pegangan materi pada siswa (hand out) dan juga media pembelajaran yang sederhana namun menarik
  56. 56. 45 3. Pembagian waktu untuk pelaksanaan program kerja 4. Mengatur jadwal kerja dibidang kemasyarakatan yang dikoordinasikan dengan rekan SM-3T lainnya 5. Melakukan pendekatan dengan warga melalui kunjungan ke rumah– rumah untuk bersilaturahmi 6. Ikut aktif dalam kegiatan masyarakat sehingga dapat lebih mengakrabkan diri pada masyarakat desa Hilir Hintir. F. Nilai-nilai positif yang dapat dipetik (Lesson Learn) Selama melaksanakan tugas sebagai peserta SM-3T di SMP Negeri 7 Satar mese dan di desa Hilir Hintir, baik saat menjalankan kegiatan di bidang kependidikan ataupun kegiatan di bidang kemasyarakatan peserta memperoleh begitu banyak nilai-nilai positif, hal-hal tersebut diantaranya sebagai berikut: 1. Memperoleh pengalaman yang luar biasa dengan bisa melihat dan merasakan hal-hal baru yang belum pernah ditemui sebelumnya 2. Peserta lebih dapat menghargai perbedaan. Selama penugasan di daerah sasaran peserta tinggal disekitar orang-orang yang berbeda agama, budaya dan juga adat istiadat. Disini bukan hanya ilmu dan pengalaman yang bertambah, namun juga kebanggan terhadap bangsa Indonesia yang memang memiliki Bhineka Tunggal Eka 3. Berkat SM-3T peserta menjadi sadar akan arti pentingnya bahasa nasional kita, bahasa pemersatu yaitu Bahasa Indonesia 4. Indonesia bukan hanya Jakarta atau Surabaya saja, Manggarai khususnya Satarmese Barat juga bagian dari Indonesia. Peserta bersyukur bisa merasakan kehidupan dengan sudut pandang yang lain. Di desa Hilir Hintir tempat peserta mengabdikan diri selama satu tahun belum terdapat aliran listrik dari PLN, sulitnya mendapat air bersih dan perjalanan panjang ke sekolah yang cukup melelahkan. Namun, saudara-saudara kita disini mampu bertahan. Anak-anak sekolah kuat melawan sulitnya jalan menuju ke sekolah. Mereka rela berpeluh untuk menuntut ilmu. Semoga kelak setelah peserta pulang dari tempat
  57. 57. 46 mengabdi peserta akan lebih menghargai segala sesuatu dan tidak mudah menyerah 5. Menjadi seorang pendidik di daerah terpencil merupakan sebuah jalan yang mengesankan. Kita bisa menularkan ilmu, pengetahuan dan wawasan yang kita miliki kepada putra-putri bangsa yang ada di wilayah terluar nusantara 6. Dapat mengetahui kekurangan dan kelebihan dalam penyelenggaraan proses pembelajaran yang dapat membantu kemajuan dan kesempurnaan Kegiatan Belajar Mengajar di sekolah sasaran.
  58. 58. 47 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Beberapa kesimpulan yang didapatkan antara lain: 1. Pelaksanaan SM-3T merupakan proses pencarian pengalaman yang mutlak diperlukan bagi setiap pendidik 2. Pelaksanaan SM-3T di SMP Negeri 7 Satarmese, Desa Hilir Hintir mendapat dukungan masyarakat secara penuh 3. Supaya mampu mengelola kelas dengan baik, seorang guru harus bisa (a) menguasai bahan atau materi, (b) mampu menyesuaikan tujuan khusus pembelajaran dengan materi yang disampaikan, (c) mampu menciptakan kondisi kelas yang kondusif, (d) terampil memanfaatkan media dan memilih sumber belajar 4. Dalam setiap pelaksanaan proses belajar mengajar guru harus senantiasa memberikan motivasi kepada siswanya 5. Dalam setiap permasalahan baik itu yang berhubungan dengan materi maupun dengan anak didik, peserta SM-3T harus berkonsultasi dengan kepala sekolah dan kepala desa 6. Hubungan yang harmonis antar warga sekolah dan warga masyarakat di sekitar sekolah merupakan dukungan moral yang positif bagi perkembangan sekolah 7. Kegiatan berorientasi pada optimalisasi potensi lokal dan bertujuan jangka panjang 8. Kegiatan yang telah dilaksanakan oleh peserta SM-3T perlu ditinjak lanjuti oleh warga masyarakat terutama yang berorientasi jangka panjang. B. Saran Untuk meningkatkan perkembangan program SM-3T ke depan, terdapat beberapa hal yang perlu direkomendasikan, diantaranya :
  59. 59. 48 a. Bagi Pihak Sekolah 1. Selalu meningkatkan kedisiplinan, sehingga siswa dapat meningkatkan prestasi belajar 2. Meningkatkan kualitas kegiatan ekstra kulikuler dan kurikulum dengan cara sering mengikuti dan mengadakan lomba di dalam maupun diluar sekolah 3. Melengkapi sarana dan prasarana seperti melengkapi dan menambah koleksi buku-buku, perlengkapan olah raga serta perlengkapan yang dibutuhkan di dalam proses pembelajaran untuk memotivasi para siswa sehingga lebih rajin belajar. b. Bagi Pihak Desa 1. Masyarakat Desa Hilir Hintir lebih meningkatkan partisipasinya dalam kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah desa, termasuk program yang berhubungan dengan pendidikan dan keterampilan 2. Lebih ditingkatkannya kerja sama antara masyarakat, dusun dan pemerintah desa dalam hal pembangunan dan kemajuan Desa Hilir Hintir. c. Bagi LPTK Universitas Megeri Malang 1. Untuk proses rekruitmen SM-3T berikutnya, sebaiknya pihak penyelenggara lebih memperhatikan identitas karena banyak dijumpai para anggota SM-3T yang sudah punya anak, meskipun mereka belum nikah secara gereja (bagi umat kristen) 2. Untuk panitia penyelenggara sebaiknya harus lebih terbuka dalam segala hal, karena saya rasa masih banyak hal-hal yang masih ditutup-tutupi oleh LPTK Universitas Negeri Malang 3. Mengenai penempatan SM-3T, untuk anggota pendaftar yang kembali ke-daerah sasaran (pulang kampung), sebaikknya aturan ini diganti dan harus ditempatkan di luar daerah asalnya. Tujuannya agar sama-sama bisa mengenal dan mempelajari budaya lain. Banyak juga dijumpai anggota yang asalnya dari Cancar, kembali ke Cancar lagi, sepertinya ada konspirasi dengan pemerintah diknas.
  60. 60. 49 DAFTAR PUSTAKA Universitas Negeri Malang. 2011. Panduan Program Sarjana Mendidik di Daerah 3T (SM-3T). Malang. Universitas Negeri Malang NTT. 2006 . Luas Daerah Nusa Tenggara Timur Menurut Kabupaten. (online), (http://nttprov.go.id/provntt/index.php?option=com_content&task=vi ew&id=9&Itemid=5), diakses tanggal 10 Maret 2012 Manggarai. 2010. Peta Kabupaten Manggarai. (online), (http://www.manggarai.go.id/index.php?option=content&task=view& id=21&Itemid=39), diakses tanggal 10 Maret 2012

×