Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Bab i

654 views

Published on

  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Bab i

  1. 1. BAB I PENDAHULUANA. Latar Belakang Masalah Pembangunan dunia pendidikan tidak dapat terlepas dari peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Sedikitnya ada tiga syarat utama yang harus diperhatikan dalam pembangunan pendidikan agar dapat berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), yaitu : (1) sarana gedung, (2) buku yang berkualitas, (3) guru dan tenaga kependidikan yang profesional. Selama ini dirasakan masih minim sekali ditemukan guru yang memenuhi syarat atau tidak kompeten dan tidak profesional. Pantas jika selama ini kualitas pendidikan kita jauh dari harapan dan kebutuhan. Padahal dalam kapasitasnya yang sangat luas, pendidikan memiliki peran dan pengaruh positif terhadap segala bidang kehidupan dan perkembangan kehidupan manusia dengan berbagai aspek kepribadiannya. Pengaruh pendidikan dapat dilihat dan dirasakan secara langsung dalam perkembangan serta kehidupan masyarakat, kehidupan kelompok dan kehidupan setiap individu.Pendidikan menentukan model manusia yang akan dihasilkannya. Pendidikan juga memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap kemajuan suatu bangsa, dan merupakan wahana dalam menterjemahkan pesan-pesan konstitusi , serta sarana dalam membangun watak bangsa. Masyarakat yang cerdas akan memberi nuansa kehidupan yang serdas pula, dan secara progresif akan membentuk kemandirian dan kreatifitas. Berbagai inovasi dan program pendidikan juga telah dilaksanakan antara lain penyempurnaan kurikulum, pencanangan program wajib belajar, pengadaan buku ajar
  2. 2. dan buku referensi lainnya, peningkatan mutu guru dan kepala sekolah serta tenagakependidikan lainnya melalui pelatihan dan peningkatan kualifikasi pendidikan merekadan program sertifikasi yang sedang akan dilakukan, manajemen pendidikan sertapengadaan fasilitas lainnya.Sementara itu berbagai indikator menunjukkan bahwa mutu pendidikan masih belummeningkat secara signifikan. Hal ini terlihat dari masih minimnya tingkat kelulusansiswa, dari masyarakat adanya keluhan terjadinya perubahan pola tingkah laku siswayang mulai meninggalkan nilai-nilai etika dan moral atau akhlakul karimah, dalampergaulan sehari-hari. Hal ini menunjukkan bahwa upaya peningkatan mutu yang selamaini dilakukan belum mampu memecahkan masalah dasar pendidikan di Indonesia. Olehkarena itu perlu langkah- langkah mendasar, konsisten dan sistematis serta kerja samadan kepedulian semua pihak.Di samping itu perlu kesadaran bersama bahwa, peningkatan mutu pendidikanmerupakan komitmen bersama bagi pengelola pendidikan mulai dari atas sampaiketingkat guru sebagai tenaga pengajar dan seluruh lapisan masyarakat. Untukmeningkatkan mutu sumber daya manusia (SDM) baik sebagai pribadi-pribadi maupunsebagai modal dasar pembangunan bangsa.Pemerataan daya tampung pendidikan harus disertai pemerataan mutu pendidikan,sehingga mampu menunjang seluruh masyarakat. Untuk itu pendidikan perludikembalikan pada prinsip dasarnya, yaitu sebagai upaya untuk memanusiakan manusia(Humanisasi), dan sebagai suatu proses pembentukan pola nilai etika dan moral anakbangsa. Pendidikan juga harus dapat mengembangkan potensi dasar peserta didik agar
  3. 3. berani menghadapi problema hidup yang dialami tanpa ada rasa tertekan, mau, mampu,dan senang meningkatkan fitrahnya sebagai khalifah dimuka bumi ini. Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UUSisdiknas) memberikan dasar yang dapat digunakan sebagai landasan dalam prosesperencanaan, penyelenggaraan, dan evaluasi program pendidika seperti dinyatakan dalampasal 3 sebagai berikut : Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan serta membentuk watakdan peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa,bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yangberiman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu,cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggungjawab. Pendukung utama bagi tercapainya sasaran pembangunan manusia Indonesia adalahpendidikan yang bermutu yang dalam penyelenggaraannya tidak cukup hanya dilakukanmelalui transformasi ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi harus didukung olehpeningkatan profesionalisasi dan sistem manajemen tenaga kependidikan sertapengembangan kemampuan peserta didik untuk menolong diri sendiri dalam memilih danmengambil keputusan demi pencapaian cita-citanya.Kemampuan seperti itu tidak hanya menyangkut aspek akademis, tetapi juga menyangkutaspek perkembangan pribadi, sosial, kematangan intelektual, dan sistem nilai pesertadidik. Berkaitan dengan pemikiran tersebut tampak bahwa pendidikan yang bermutudisekolah adalah pendidikan yang menghantarkan peserta didik pada pencapaian standarakademis yang diharapkan dalam kondisi perkembangan diri yang sehat dan optimal.
  4. 4. Keberhasilan seorang siswa disekolah tidak lain merupakan karena peran besar seorang guru. Kemampuan guru dalam mempersiapkan materi pembelajaran, media pembelajaran serta sarana penunjang lain dalam kelancaran proses belajar mengajar sangat menentukan berhasil atau tidaknya penguasaan materi pembelajaran yang akan diberikan kepada siswa. Seorang guru selain terampil dalam mengajar juga dituntut harus bisa menguasai manajemen pembelajaran.Dibalik kesuksesan seorang guru terdapat tokoh lain yang tak kalah pentingnya bagi duniapendidikan yaitu kepala sekolah. Ada banyak pandangan yang mengkaji tentang peranankepala sekolah dasar. Campbell, Corbally & Nyshand (1983) mengemukakan tigaklasifikasi peranan kepala sekolah dasar, yaitu: (1) peranan yang berkaitan denganhubungan personal, mencakup kepala sekolah sebagai figurehead atau simbolorganisasi, leader atau pemimpin, dan liaison atau penghubung, (2) peranan yangberkaitan dengan informasi, mencakup kepala sekolah sebagai pemonitor,disseminator, dan spokesman yang menyebarkan informasi ke semua lingkunganorganisasi, dan (3) peranan yang berkaitan dengan pengambilan keputusan, yangmencakup kepala sekolah sebagai entrepreneur, disturbance handler, penyedia segalasumber, dan negosiator. Di sisi lain, Stoop & Johnson (1967) mengemukakan empat belas peranan kepalasekolah dasar, yaitu: (1) kepala sekolah sebagai business manager, (2) kepala sekolahsebagai pengelola kantor, (3) kepala sekolah sebagai administrator, (4) kepala sekolahsebagai pemimpin profesional, (5) kepala sekolah sebagai organisator, (6) kepalasekolah sebagai motivator atau penggerak staf, (7) kepala sekolah sebagai supervisor,(8) kepala sekolah sebagai konsultan kurikulum, (9) kepala sekolah sebagai pendidik,(10) kepala sekolah sebagai psikolog, (11) kepala sekolah sebagai penguasa sekolah,(12) kepala sekolah sebagai eksekutif yang baik, (13) kepala sekolah sebagai petugashubungan sekolah dengan masyarakat, dan (14) kepala sekolah sebagai pemimpinmasyarakat.
  5. 5. Dari keempat belas peranan tersebut, dapat diklasifikasi menjadi dua, yaitu kepalasekolah sebagai administrator pendidikan dan sebagai supervisor pendidikan. Businessmanager, pengelola kantor, penguasa sekolah, organisator, pemimpin profesional,eksekutif yang baik, penggerak staf, petugas hubungan sekolah masyarakat, danpemimpin masyarakat termasuk tugas kepala sekolah sebagai administrator sekolah.Konsultan kurikulum, pendidik, psikolog dan supervisor merupakan tugas kepalasekolah sebagai supervisor pendidikan di sekolah. Sergiovanni (1991) membedakan tugas kepala sekolah menjadi dua, yaitu tugasdari sisi administrative process atau proses administrasi, dan tugas dari sisi task areasbidang garapan pendidikan. Tugas merencanakan, mengorganisir, meng-koordinir,melakukan komunikasi, mempengaruhi, dan mengadakan evaluasi merupakankomponen-komponen tugas proses. Program sekolah, siswa, personel, dana, fasilitasfisik, dan hubungan dengan masyarakat merupakan komponen bidang garapan kepalasekolah dasar.Di sisi lain, sesuai dengan konsep dasar pengelolaan sekolah, Kimbrough & Burkett (1990)mengemukakan enam bidang tugas kepala sekolah dasar, yaitu mengelola pengajaran dankurikulum, mengelola siswa, mengelola personalia, mengelola fasilitas dan lingkungan sekolah,mengelola hubungan sekolah dan masyarakat, serta organisasi dan struktur sekolah.Dari hasil pengamatan rutin yang penulis lakukan, masih banyak kepala sekolah yang belummelaksanakan upaya pengembangan terhadap guru-guru yang terdapat dibawah pimpinannya.Hal ini terlihat dari beberapa kasus seperti rendahnya disiplin kerja guru, kurangnya kreatifitasguru dalam membuat media pembelajaran, rendahnya motivasi guru serta kurangnya tanggungjawab guru dalam menyelesaikan tugas yang telah dibebankan kepadanya.Dari fenomena diatas dapat menggambarkan bahwa gaya kepemimpinan kepala sekolahmempengaruhi kinerja para bawahannya. Berdasarkan permasalahan diatas penulis tertarikmeneliti ”hubungan gaya kepemimpinan kepala sekolah dengan kinerja guru pada sekolahdasar No 28 kecamatan lubuk alung kabupaten padang pariaman”
  6. 6. B. Rumusan Masalah Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “ bagaimana hubungan gaya kepeimpinan kepala sekolah dengan kinerja guru pada sekolah dasar no 28 kecamatan lubuk along kabupaten padang pariaman?”C. Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan gaya kepeimpinan kepala sekolah dengan kinerja guru pada sekolah dasar no 28 kecamatan lubuk along kabupaten padang pariamanD. Manfaat Penelitian Diharapkan penelitian ini member manfaat bagi: 1. Guru Setelah mengetahui hubungan antara gaya kepemimpinan kepala sekolah dengan kinerja guru, diharpkan guru dapat meningkatkan kinerja serta loyalitasnya dalam bekerja 2. Kepala Sekolah Setelah mengetahui hubungan antara gaya kepemimpinan kepala sekolah dengan kinerja guru, diharapkan kepala sekolah dapat lebih memperhatikan gaya kepemimpinan yang cocok dengan karakteristik guru-gurunya.E. Hipotesis Penelitian

×