Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Asyiknya belajar perpustakaan

4,205 views

Published on

  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Asyiknya belajar perpustakaan

  1. 1. 1
  2. 2. BAB I BIBLIOGRAFIA. Pengertian Pengatalogan Dalam buku ini akan di jelaskan peraturandan tahap-tahap dalam kegiatan pengatalogan deskriptif buku. Penggunaan pedoman yang standar sangat di butuhkan untuk menjaga keseragaman dan ketaatazasan dalam kegiatan ini. Untuk itu dalam pembahasan meteri ini akan menggunakan The Anglo American Catalouging Rules ed. 2, yang di kenal dengan sebutan AACR 2. Pengatalogan deskriptif di kenal dengan istilah pengatalogan, untuk itu dalam buku materi pokok ini juga selanjutnya akan menggunakan istilah pengatalogan. Kegiatan pengatalogan adalah proses pembuatan katalog, yang merupakan kegiatan perekam data bibliografi, seperti pengarang, judul, tempat terbit, nama pnerbit, jumlah halaman, dan lain sebagainya. Hasilnya adalah lazim di sebut dengan istilah deskripsi bibliografi yang memberikan sajian ringkas untuk membedakan satu buku dari buku lain. Dalam pengatalogan juga di tentukan tajuk entri sebagai akses untuk mendekati segi bibliografis buku. Nama pengarang pada umumnya di tentukan sebagai tajuk entri utamanya, yaitu pada entri utama sebagai titik akses pengarang.untuk pembahasan materi penentuan tajuk entri akan di bahas pada modul lain dari buku Materi Pokok ini. Setelah mempelajari modul ini di harapkan Anda dapat:  Mengetahui sejarah pengatalogan  Mengetahi bagian-bagian buku sebagai sumber informasi  Memahami pengaturan pengatalogan  Menjelaskan tahap pengatalogan deskriptif  Membuat deskripsi bibliografi bukuB. Sejarah Pengatalogan Peraturan pengataloganpada awalnya di susun oleh pustakawan perorangan. Misalnya Antonio Panizzi dari British Museum menyusun Rules for Compiling of the Dictionary Catalogue (1841.). Charles Ammi Cutter dari Amerika menyusun Rules for Compiling of the Dictionary Catalogue (1903).yang mengemukakan peraturan katalog sistem 2
  3. 3. leksikal (dictionary catalogue)yaitu katalog 3matra artinya katalog pengarang,judul dan subjek buku di satukan dalamsatu jajaran. Mulai permulaan abad XX, peraturan pengatalogan selalu di buat oleh sebuah komisi atau panitia khusus. Misalnya Library of Congressdari Amerika Serikat menerbitkan Rules of Printed Cards (1903 hingga 1930- an) dan Rules of Descriptive Cataloguing (1949). Amerika Library Assosciation mengeluarkan Rules (1908, 1941, 1949) Amerika Library Assosciation bekerja sama dengan Library Association (Inggris) membentuk "Catalog Revision Comittee" sebagai usaha bersama menyusun peraturan katalog. Pada tahun 1976 terbit sebuah pedoman yang berjudul Anglo American Catologuing Rules yang di kenal dengan sebutan AACR1. Prinsip umum pada peraturan tersebut didasarkan atas "Statement of principles"yang di setujui oleh 53 negara pada International Conference on Cataloguing Principles di paris 1961. Pertemuan ini merupakan langkah penting ke arah standarisasi data bibliografis internasional. Sebagai tindak lanjut ke arah penyeragaman peraturan pengatalogan, pada tahun 1988 terbitlah Anglo American Catologuing Rules edisi 2 yang merupakan revesi dari AACR 1 sebagai hasil kerja sama antara American Library Association, Library Association (Inggris), Library of Conggres, dan Canadian Library Association.C. Bagian-Bagian Buku Kegiatan pengatalogan adalah proses pembuatan katalog, yang merupakan kegiatan merekam data bibliografi, seperti pengarang, judul, tempat terbit, nama penerbit, jumlah halaman, dan lain sebagainya. Untuk mengetahui data bibliografi tersebut, di perlukan keterangan fisik dari bahan pustaka yangakan di katalog. Untuk itu pengataloga perlu mengenali dengan baik bagian-bagian sebuah buku.dengan mengenali bagian-bagian buku, mengatalog akan lebih mudah mengumpulkan keterangan yangdi perlukan dalam pembuatan katalog. Sumber informasi dalam pengatalogan adalah ciri-ciri fisik dari buku yangdi olah. Bagian-bagian buku tidak selalu sama antara buku satu dengan buku lainnya, tetapi pada dasarnya berkisar pada unsur-unsur berikut. 3
  4. 4. 1. Kulit Buku Kulit buku di ambil dari istilah cover, biasannya terdapat judul buku. Judul pada kulit buku dalam pengatalogan tidak penting, kecuali kalau judul tersebut berbeda dengan judul yangtercantum pada halaman judul. Dalam hal ini judul tersebut perlu di catat dalam katalog, sebab sebagian pembaca kemungkinan akan menelusuri judul buku melalui judul di kulit bukutersebut2. Punggung Buku Pada punggung buku biasannya terdapat judul buku.seperti halnya judul yangterdapatpada kulit buku, judul punggungbuku kemungkinan tidak sama dengan apa yang terdapat pada halaman judul.3. Halaman Kosong Halaman kosong adalah halaman tanpa teks yang terletak setelah kulit buku di bagian depan dan di bagian belakang. Halaman ini berfungsi sebagai penguat jilidan buku. Oleh karana itu, biasanya halaman kosong adalah kertas yang lebih kuat (tidak mungkin sobek).4. Halaman judul Singkat (Half Title) Halaman judul singkat terletak setelah halaman kosong dan berisi judul singkat dari buku. Jadi kalau sebuah buku mempunyai judul pokok dan judul tambahan, maka yangtercantum pada halaman ini adalah judul pokok saja.5. Judul Seri a. Seri penerbit Sejumlah karya berjilid yang saling berkaitan dalam subjek atau bentuk, di terbitkan oleh penerbit dengan satu judul yang merangkum, di kenal dengan istilah judul kolektif. b. Seri Monografi Sejumlah karya monograf yang di keluarkan oleh suatu badan dalam penampilan yang seragam. c. Halaman Judul Halaman judul buku merupakan halaman yangberisi keterangan yangdi berikan penerbit, antara lain judul buku, nama pengarang, dan pihak-pihak lain yangterlibat dalam kepengarangan seperti penerjemah, editor, dan ilustrator. Di samping itu juga berisi informasi tentang kota tempatterbit, 4
  5. 5. penerbit, dan tahun terbit. Oleh karena itu, halaman judul buku merupakan halaman yang sangat penting untuk di perhatikan dalam proses pengatalogan. Halaman judul merupakan sumber informasi utama dalam mengumpulkan keterangan yang di perlukan dalam pengatalogan.d. Halaman Balik Judul (Verso-Recto) Pada halaman balik judul sering kali terdapat informasi penting antara lain: keterangan kepengarangan; (2) judul asli dari karya terjemahan; (3) kota tempatterbit dan penerbit; (4) tahun terbit dan tahun copyright; (5) keterangan edisi.e. Halaman Persenbahan (Dedication) Halaman persembahan biasanya terletak sebelum halaman prakata. Halaman ini tidak perlu di perhatikan dalam proses pengatalogan.f. Kata Pengantar Kata pengantar merupakan catatan singkat yang mendahului teks, berisi penjelasan yang di berikan si pengarang kepada para pembaca. Penjelasan ini dapat berupa tujuan dan alasan penulisan buku, ruang lingkup, dan keterangan subjek yang di bahas. Sering kali kata pengantar berisi ucapan terimakasih kepada berbagai pihak yang telah membantu dalam penulisan buku tersebut serta penjelasan tentang cetakan.g. Daftar Isi Daftar isi biasanya terletak sesudah kata pengantar tetapi dapat juga terletak di bagian akhir dari buku. Daftar isi memuat judul-judul bab dan rincian berupa subbab. Dari daftar isi kita dapat melihat sekilas ruang lingkup subjek yang di bahas pengarang.h. Pendahuluan Pendahuluan biasanya mengikuti daftar isi dan merupakan bab pertama dari buku. Pendahuluan memberi wawasan tentang subjek yang di bahas.i. Naskah (Teks) Naskah atau teks merupakan isi buku yang di sajikan dalam bab-bab secara sistematik. 5
  6. 6. j. Indeks Indeks buku merupakan daftar nama dan subjek secara terinci yang menujuk kepada halaman buku tempat kata subjek atau istilah itu tercantum. Indeks biasanya terletak di bagian akhir dari sebuah buku. Indeks buku sangat bermanfaat, untuk itu perlu di catat keberadaanya di katalog. k. Bibliografi Bibliografi merupakan daftar kepustakaan yangdi gunakan si pengarang dalam menulis buku. Bagi pembaca, bibliografi ini penting untuk lebih mendalami isi buku tersebut. Bibliografi biasanya terletak di bagian akhir dari buku atau pada catatan kaki. l. Glossary Glossary merupakan daftar kata-kata atau istilah yang di anggapmasih asing bagi pembaca pada umumnya atau masih penjelasan. Glossary biasanya terletak pada akhir buku. m. Kolofon Kolofon adalah keterangan yang terdapat pada bagian akhir dokumen yang memberikan informasi tentang salah satu keterangan berikut yaitu judul, pengarang, penerbit, pencetak, tahun penerbitan atau pencetakan,dan informasi lainnya. n. Nomor Pagina Nomor pagina dari sebuah buku biasanya terdiri dari angka Romawi kecil dan angka Arab. Angka Romawai kecil di gunakan pada penomoran halaman kata pengantar sampai dengan daftar isi, sedangkan untuk bab-bab pendahuluan sempai akhir biasanya di gunakan angka Arab.D. Peraturan Pengatalogan 1. Mengenal AACR2 Anglo-American Cataloguing Rules edisi 2 di kenal sebutan AACR2 yang di gunakan sebagai pedoman dalam pembuatan katalog dan bisa di gunakan untuk semua jenis bahan pustaka. AACR2 merupaka perangkat peraturan yang Flexible, karena dalam AACR2 tersedia aturan yang bersifatalternatif dan pilihan. Artinya beberapa aturan 6
  7. 7. boleh di gunakan atau tidak. Dengan demikian pustakawan dapatmenentukan kebijakan yang akan di gunakan oleh perpustakaannya.Data bibliografi yang di cantumkan dalam katalog dapat di sesuaikandengan situasi dan kondisi perpustakaan. Tentunya kebijakan iniharus di buatkan pedoman kerjanya sehingga pustakawan yangmelaksanakan kegiatan ini akan taat asas dan konsisten. Tahap-tahap dalam pengatalogan di lakukan dua tahap, yaitupertama mencatat terlebih dahulu data bibliografi bahan pustaka, danyang kedua menentukan titik akses yang meliputi penentuan tajukentri utama, tajuk entri tambahan dan bentuk tajuknya. Demikianhalnya struktur peraturan dalam AACR2 di bagi atas dua bagian (part).Bagian pertama (part 1) peraturan aturan untuk membuat deskripsibibliografi (description), dan bagian kedua (part II) peraturan untukmenentukan titik akses (Heading, Uniform Titles, and Reference). Peraturan untuk deskripsi bibliografi terdiri 13 bab. Bab1 besrisiperaturan umum yang berlaku untuk semua jenis bahan pustaka,sedangkan dalam bab2 sampai Bab 10 berisi peraturan bagi satu jenisbahan pustaka tertentu. Bab 11 sampai Bab 13 memuat peraturanyang bersifat parsial, sebagian dapat mengikuti peraturan umumsebagian merupakan peraturan khusus, misalnya peraturan untukpengatalogan bentuk mikro, terbitan berseri dan analisis. Peraturan pada bab 1 untuk daerah deskripsi di dasarkan padaGeneral International Standart Bibliographic Description (ISBD (G)).ISBD (G) di serap dalam AACR2 sebagai kerangka kerja umumdeskripsi bibliografis. Dari hasil tersebut kemudian di kembangkan berbagai ISBD untukberbagai jenis bahan pustaka seperti ISBD (M) untuk monograf. Ada 8daerah deskripsi yaitu:  Daerah judul dan keterangan penanggung jawab.  Daerah edisi  Daerah data khusus  Daerah penerbitan dan distribusi  Daerah deskripsi fisik  Daerah seri  Daerah catatan  Daerah nomor standar (ISBN) 7
  8. 8. Tabel 1.1 Sumber Informasi Daerah Deskripsi BukuNo Daerah Sumber informasi1 Judul dan Pernyataan tanggung Halaman Judul jawab2 Edisi Halaman judul,Halaman lain,kolofon3 Data khusus(tidak dipakai) -4 Terbitan dan publikasi lainnya Halaman judul,halman lain ,kolofon5 Deskripsi Fisik Terbitan yang bersangkutan6 Seri Halaman judul seri ,halaman judul monograf,kulit buku ,bagian lain dari publikasi7 Catatan Sumber apa saja8 Nomor standard an keterangan Sumber apa saja harga 8
  9. 9. Tabel 1.2 Garis Besar Susunan Deskripsi TandaNo Daerah Unsur baca1 Judul dan 1.1 Judul sebenarnya pernyataan tanggung [](kurung 1.2 Pernyataan jenis bahan umum jawab siku) =(sama 1.3 Judul parallel dengan) :(titik dua) 1.4 Judul lain /anak judul / (garis 1.5 Pernyataan tanggung jawab miring) ; (titik Pernyataan tanggung jawab yang koma) kedua dan seterusnya2 Edisi .-- 2.1 Pernyataan edisi / (garis 2.2 Pernyataan taggung jawab miring) ; (titik 2.3 Pernyataan tanggung jawab koma) yang kedua dan seterusnya,berhubungan dengan edisi ,ybs.3 Data khusus Digunakan untuk terbitan berseri,kartografi,sumber daya elektronik4 Penerbitan .-- 4.1 Tempat terbit : (titik dua) 4.2 Nama Penerbit , (tanda 4.3 Tahun terbit koma)5 Deskripsi fisik(Jika .-- 5.1 Jumlah halaman dan jumlah tidak berparagraf) jilid : (titilk dua) 5.2 Pernyataan ilustrasi ; (titik 5.3 Ukuran koma) +(tanda 5.4 Lampiran tambah) 9
  10. 10. 6 Seri (Ditulis dalam .-- 6.1 Judul seri tanda kurung) : (titik 6.2 Keterangan seri lainnya dua) ;(titik 6.3 ISSN koma) ; (titik 6.4 Nomor seri koma) 7 Catatan(Jika tidak .-- berparagraf) 8 Nomor standard .-- ISBN dan harga (Jika : 8.1 Harga dan sebagainya tidak berparagraf)E. BIBLIOGRAFI Berasal dari bahasa latin yaitu Biblio (buku) dan Graphein(menulis).(V.W. Clapp, 1985)Secara etimologisBibliografi adalah adalah nama yang diterapkan untuk ilmu, senidan produk senidalam merekam bahan-bahan yangditerbitkan.· Sebagai ilmu = pengetahuan tentang buku dilihat dari berbagai aspeknya (fisik atau ide).Pengetahuan tersebut dimaksudkan untuk memperoleh pemahaman tentang sejarah buku, status karya individu, hubunganya dengan karya lain. Maka pengetahuan tentang p archment(kertas), penjilidan, percetakan( xylography/seni cetak di ukiran kayu dan typography/tata huruf), ilustrasi buku, penyusunan bagian-bagian menjadi volume, kepengarangan, penerbit, dll semua itu tercakup dalam bibliographi.Sebagai seni = proses dalam membuat bibliografi itu sendiri ( teknik,penyajian, dll).Sebagai produk seni= daftar sistematis buku atau lainya yang disusun untuk maksud dan tujuan tertentu. (Prytherch, 1990)Bibliografi adalah seni dalam mendeskripsikan buku dari segi fisik atau gagasan, buku sebagai objek fisik dan sejarah produksi buku. Kadang digunakan istilah critical, analitical,historycal or physical bibliography. 10
  11. 11. (Downs, 1967)Bibliografi sebagai objek fisik (analitical bibliografi) Bibliografi sebagai ide(systematic bibliografi), fungsi utama pembuatan daftar buku, mengenali buku apa yang ada, menjemin pelestarian, pelengkap bagi pekerja informasi . (World Book Encyclopedia, 1992)adalah daftar buku atau artikel tentang sebuah subjek. Biasanya bibliografi diakhir halaman disertai dengan teks atau artikel yang panjang untuk rujuakan para pembaca atau penulis dan untuk memberikan informasi tambahan dalam subjek. (John Feather & Paul Sturges, 1997)adalah daftar sistematikatau studi analytic tentang buku, manuskrip dan dokumen lain. Bibliografi bermaksud menyediakan ulasanyang luas tentang pilihan berbagai area yang mungkin berdasarkan kronologis, geografi, subjek, pengarang, bentuk publikasi atau kumpulan lain. Enumerative bibliographi adalah sebuah istilah yang lebih banyak mencakup bibliografi. .1. Tujuan Bibbliografi a. Mendaftar/menyusun informasi mengenai buku serta bahan pustaka yang terkait dalam susunan logis dan bermanfaat. b. Untuk membantu pemakai dalam menentukan keberadaan sebuah bahan pustaka atau mengenali sebuah buku yang populer. c. Bagi peneliti , mengetahui subjek apa saja yang telah ditulis, memperoleh informasi yang actual , menghindarkan duplikasi penelitian. d. Sebagai sarana pemilihan buku (identifikasi, rincian bibliografis, dll) e. Sarana untuk mengetahui perkembangan buku. f. Untuk memudahkan pengguna maka dibuatlah indeks pengarag, subjek, tempat.2. Fungsi Dan Kegunaan Bibliografi a. Mencatat buku atau bahan pustaka yang ada. b. Mempromosikan pendayagunaan buku dan bahan pustaka lainya. 11
  12. 12. c. Salah satu alat untuk mengembangkan ilmu karena bibliografi merupakan kumulasi pengetahuan.3. Unsur-unsur Bibliografi dan Contoh Penulisannya. a. Nama Pengarang, yang dikutip secara lengkap. b. Judul Buku, termasuk judul tambahannya. c. Data Publikasi: penerbit, tempat terbit, tahun terbit, cetakan ke berapa, nomor jilid buku dan tebal (jumlah halaman) buku tersebut. d. Untuk sebuah artikel diperlukan pula judul artikel yang bersangkutan, nama majalah atau surat kabar, tanggal dan tahun.4. Penyusunan Bibliografi a. Nama pengarang diurutkan berdasarkan urutan abjad. b. Jika tidak ada nama pengarang, judul buku atau artikel yang dimasukkan dalam urutan abjad. c. Jika untuk seorang pengarang terdapat lebih dari satu bahan referensi, untuk refrensi kedua dan seterusnya, nama pengarang tidak diikutsertakan, tetapi diganti dengan garis sepanjang 5 atau 7 ketikan. d. Jarak antara baris dengan baris untuk satu refrensi adalah satu spasi. Namun, jarak antara pokok dengan pokok lain adalah dua spasi. e. Baris pertama dimulai dari margin kiri. Baris kedua dan seterusnya dari tiap pokok harus dimasukkan ke dalam sebanyak tiga atau empat ketikan.5. Jenis-Jenis Bibliografi Jenis bibliografi yang dihasilkan dalam pembuatan publikasi sekunder akan tergantung pada jenis pustaka yang akan didaftar. Misalnya akan dibuat daftar yang berasal dari deskripsi katalog buku yang dimiliki perpustakaan, maka daftar tersebut dapat dinamakan daftar katalog. Sementara jika daftar yang disusun berdasarkan judul artikel suatu majalah, maka daftar tersebut dapat disebut daftar isi. Dari segi cara penyajian dan uraian deskripsinya, bibliografi dibagi menjadi:a. Bibliogrfi Deskriptif 12
  13. 13. Bibliografi yang dilengkapi deskripsi singkat yang didapat dari gambaran fisik yang tertera atau tertulis dalam bahan pustaka. Seperti judul buku atau majalah, judul artikel, nama pengarang, data terbitan (impresium), kolasi serta kata kunci dan abstrak yang tertulis.b. Bibliografi evaluative Bibliografi yang dilengkapi dengan evaluasi tentang suatu bahan pustaka. Evaluasi ini biasanya mencakup penilaian terhadap isi suatu bahan pustaka atau artikel.6. Manfaat Bibliografi Pencatatan informasi mengenai koleksi perpustakaan dalam bentuk bibliografi dilakukan dengan alasan antara lain:  Jumlah koleksi perpustakaan yang semakin meningkat bentuk dan bidang kajiannya.  Kebutuhan informasi para pengguna yang semakin beragam dan meningkat jumlahnya  Upaya untuk meningkatkan kualitas layanan penelusuran informasi yang cepat dan tepat. Oleh karena itu penyusunan suatu daftar bibliografi mempunyai fungsi utama untuk membantu pemakai mencari dan menelusuri informasi tertentu.Fungsi lain dari bibliografi adalah sebagai bagian dari jasa pelayanan perpustakaan kepada pemakai tanpa harus mengeluarkan seluruh koleksi yang dimilikinya, serta dapat menjangkau pengguna yang tinggal jauh dari perpustakaan. Dengan demikian maka bibliografi dapat digunakan sebagai:  Bahan rujukan terhadap koleksi perpustakaan.  Daftar koleksi yang dimiliki perpustakaan.  Daftar informasi bahan pustaka mengenai suatu bidang kajian tertentu, dan sebagainya.7. Cakupan Bibliografi Dari segi cakupanya, bibliografi dapat dibagi menjadi: 1. Bibliografi Retrospektif Jenis bibliografi yang mencatat bahan pustaka yang telah diterbitkan pada jaman yang lampau. Misalnya : “Bibliografi sejarah perang Dipenogoro” 13
  14. 14. 2. Bibbliografi Terkini/current Jenis bibliografi yang mencatat terbitan yang sedang atau masih terbit saat ini. Contohnya Ulrich’s International Periodicals Directory 3. Bibliografi selektif Jenis bibliografi yang mencatat terbitan tertentu dengan tujuan tertentu. Misalnya : “Buku bacaan terpilih untuk anak usia prasekolah”. 4. Bibliografi subjek Jenis bibliografi yang mencatat bahan pustaka atau artikel pada bidang ilmu dan subjek tertentu. Misalnya : “Bibliografi khusus ternak kelinci” 5. Bibliografi nasional Jenis bibbliografi yang mencatat terbitan suatu negara atau daerah regional tertentu. Misalnya : “Bibbliografi Nasional Indonesia” Penentuan cakupan /topik suatu bibbliografi ditentukan berdasarkan berbagai pertimbangan antara lain:  Permintaan pengguna  Topic yang sedang berkembang atau yang banyak diperlukan saat itu.  Dokumentasi koleksi yang dimiliki.  Mandate instansi.8. CONTOH BIBLIOGRAFI SARWONO JUDUL EDISI Teori Psikologi/Sarwono,Sarlito,heSndrawan. -Ed.1.Cet.3 -Jakarta;Diva Press.1995 PENERBIT Ix:29 hal.;20 cm DESKRIPSI FISIK ISBN: 979-421-094-3 ISBN(International Standar Book Number) 14
  15. 15. F. Daerah dan unsur unsur Deskripsi Seperti telah dijelaskan sebelumnya,langkah pertama dalam pengatalogan adalah menentukan deskripsi bibliografi. Ada 8 daerah deskripsi yaitu:  Daerah judul dan keterangan penanggung jawab.  Daerah edisi  Daerah data khusus  Daerah penerbitan dan distribusi  Daerah deskripsi fisik  Daerah seri  Daerah catatan  Daerah nomor standar (ISBN) 1. Daerah judul dan keterangan tanggung jawab Terdiri atas judul sebenarnya,judul lain (termasuk judul peralel,anak judul) dan pernyataan tanggung jawab. a. Judul sebenarnya Judul sebenarnya di nyatakan sesuaidengan kata,susunan dan ejaan yang digunakan dalam sumber infomasi utama, sedangkan penggunaan huruf kapital dan tanda bacanya disesuaikan dengan peraturan yang berlaku. b. Pernyataan tanggung jawab Pernyataan tanggung jawab tidak terbatas pada pernyataan pengarang, tetapi dapat pula meliputi editor,penghimpun, penggambar, penerjemah, dan lainnya yang terdapat pada halaman judul. 2. Dearah edisi Terdiri atas unsur-unsur edisi dan pernyataan pengarang yang khusus terkait pada edisi tersebut. 3. Daerah data khusus Daerah ini tidak di gunakan untuk monograf/buku tercetak, tetapi di gunakan untuk penomoran dalam terbitan berseri dan bahan nonbuku lainnya. 15
  16. 16. 4. Daerah penerbitan Daerah penerbitan terdiri atas unsur-unsur tempat terbit,nama penerbit dan tahun terbit. Peraturan umum untuk daerah ini adalah sebagai berikut. a. Bila terdapat lebih dari satu tempat,nama atau tahun yang di masukkan di daerah ini. Maka nyatakan tempat, b. nama atau tahun tersebut dalam urutan yang sesuai dengan karya yang dideskripsikan. c. Masukkan nama dan tempat, orang atau badan. Sebagaimana adanya dalam sumber informasi. Hilangkan kata depan yang menyertainya,kecuali bila hal itu akan mempengaruhi pemahaman deskripsi d. Bila rincian informasi mengenal karya asli tercakup bersamaan dengan keterangan mengenai reproduksi, cetak ulang, dan sebagainya, maka nyatakan informasi mengenai terbitan yang terkhir dalam daerah ini. Informasi mengenai terbitan mengenai yang asli di masukkan dalam catatan5. Daerah deskripsi fisik Terdiri dari unsur-unsur jumlah satuan fisik,pernyataan ilustrasi, ukuran, dan pernyataan bahan tambahan6. Daerah seri Daerah seri terdiri dari unsur-unsur judul seri, keterangan seri lainnya, international Standard Serial Number (ISSN), nomor seri. Setiap seri di salin dalam tanda kurung biasa.7. Daerah catatan Meliputi hal-hal yang penting tetapi tidak dapat di nyatakan dalam daerah deskripsi sebelumnya. Pencatatannya di mulai pada paragraf baru dalam deskripsi bibliografi. Pengatalog bebas dalam menentukan mengenai apa yang di masukkan dalam daerah catatan. 16
  17. 17. 8. Nomor standar dan keterangan pengadaan Nyatakan nomor standar seperti contoh berikut ini : Contoh : ISBN 978-602-978-337-7 Nyatakan harga atau keterangan lain yang berhubungan dengan pengadaan dokumen. Nyatakan harga simbol dan angka, dan istilah lain sesingkat mungkin. 17
  18. 18. BAB II KLASIFIKASI Sebelum suatu bahan pustaka yang relevan dapat ditemukan kembaliharus diadakan penelusuran (search) terlebih dahulu didalam “gudanginformasi” yang disebut perpustakaan. Tentunya tidak praktis jika seluruhkoleksi perpustakaan ditelusuri satu persatu. Prinsip dasar dalam temukembali informasi adalah bahwa penelusuran untuk suatu bahan pustakadilakukan pada sebagian koleksi itu, yakni pada bagian yang secara potensialpaling relevan untuk memenuhi suatu permintaan. Bagian dari koleksi bahanpustaka itu disebut kelas. Kelas dalam batasan umum adalah suatu kelompokbenda yang memiliki beberapa ciri yang sama. Kegiatan pengelompokan ataupembentukan kelas disebut klasifikasi.A. Pengertian Klasifikasi 1. Klasifiksi Secara Umum Dalam Kehidupan sehari-hari tanpa disadari kita sering melakukan dan melihat kegiatan klasifikasi. Pekerjaan tersebut adalah mengelompokkan sejumlah barang, tanaman, uang, gagasan, objek, manusia dan sebagainya, kedalm kelompok tertentu berdasarkan ciri- ciri yang sama dan atau yang hampir sama. Pasar yang merupakan tempat jual beli, tanpa disadari para pemilik lapak atau toko telah melakukan kegiatan pengklasifikasian. Barang-barang yang mereka jual biasanya dikelompokkan menurut jenis barang, seperti buah-buahan, sayur mayur pakaia, alat tulis, perkakas, mainan anak-anak. Apabila diperhatikan lebih lanjut dan mendalam seperti pedagang buah maka akan terlihat buah-buahan itu dikelompokkan sesuai jenis buahnya, misal jeruk dengan jeruk, pisang dengan pisang, mangga dengan mangga, bahkan jika lebih diteliti kembali pedagangpun mengelompokkan lebih spesifik lagi, misalnya buah mangga tu di kelompokkn lagi menjadi mangga arumanis, mangga golek, mangga manalagi, mangga lalujiwoj dan berbagai jeis mangga lainya. Pada setiap mangga itu juga di klasifikasikan berdasarkan besar kecilnya atau menurut tingkat kematanganya. 18
  19. 19. Kegiatan pengelompokkan diatas untuk menyesuaikan kebutuhan pembeli dan pedagangpun dengan mudah memberikan pelayanan kepada pembeli. Dari penjelasan singkat diatas dapat ditarik pengertian bahwa klasifikasi secara umum adalah mengelompokkan sesuatu berdasarkan ciri yang sama dan atau hampir sama pada tempat yang sama atau berdekatan dan sekaligus memisahkan dari jenis lainya dengan tujuan untuk memudahkan identifikasi.2. Klasifikasi di Perpustakaan Klasifikasi perpustakan adalah pengelompokkan bahan pustaka yang sistematis ke dalam kelas atau golongan tertentu berdasarkan ciri-ciri yang sama atau hampir sama dan sekaligus memisahkannya dari bahan pustaka lain berdasarkan tingkat perbedaanya. Perpustakaan pada hakekatnya mengumpulkan bahan pustaka karena informasinya (subyeknya). Satu bahan pustaka dapat memiliki beberapa ciri, misalnya ciri kepengarangan, ciri subyek, ciri fisik dan ciri-ciri lainnya. Pengelompokan bedasarkan subyek ini disebut klasifikasi fundamental, sedangkan pengelompokan menurut ciri lainnya disebut klasifikasi artifisial. Menurut Suwarno, pengertian klasifikasi fundamental dan klasifikasi artificial secara umum, yaitu: 1. Klasifikasi artifisial (artificial classification), yaitu klasifikasi bahan pustaka berdasarkan sifat-sifat yang secara kebetulan ada pada bahan pustaka tersebut. Misalnya berdasarkan warna buku atau tinggi buku. 2. Klasifikasi fundamental (fundamental classification), yaitu klasifikasi bahan pustaka berdasarkan isi atau subjek buku, yaitu sifat yang tetap pada bahan pustaka meskipun kulitnya berganti- ganti atau formatnya diubah. Klasifikasi fundamental sering digunakan perpustakaan saat ini. 19
  20. 20. B. Kuntungan, Fungsi, dan Tujuan Klasifikasi 1. Keuntungan Klasifikasi a. membantu pemakai jasa perpustakaan mengidentifikasi dan melokalisasi bahan pustaka berdasarkan nomor panggil dokumen. b. mengelompokkan bahan pustaka sejenis menjadi satu jajaran atau berdekatan. Dua keuntungan tersebut sangat dimungkinkan karena dalam penentuan kelas,pendekatan yang digunakan adalah pendekatan subyek atau cakupan bidang ilmu dari suatu bahan pustaka. 2. Fugsi Klasifikasi Klasifikasi berfungsi ganda yaitu: 1. Sebagai sarana penyusunan bahan pustaka di rak, 2. Sebagai sarana penyusunan entri bibliografi dalam catalog tercetak, dan indeks dalam tata susunan sistematis. 3. Tujuan Klasifikasi a. Menghasilkan urutan yang berguna Tujuan utama klasifikasi adalah menghasilkan urutan atau susunan bahan pustaka yang berguna bagi staf perpustakaan maupun bagi pemakai perpustakaan. b. Penempatan yang tepat Bila bahan pustaka diperlukan pemakai, pustaka yang diinginkan mudah diketemukanserta mudah dikembalikan oleh petugas ke tempat, yang pasti sesuai dengan sistem klasifikasi yang digunakan. c. Penyusunan mekanis Bahan pustaka baru mudah disisipkan di antara bahan pustaka yang sudah dimiliki. Demikian pula penarikan bahan pustaka (karena dipinjam) tidak akan mengganggu susunan bahan pustaka di jajaran.C. Sistem Klasifikasi 1. Klasifikasi Artifisial 20
  21. 21. Sistem ini adalah mengelompokkan bahan pustaka berdasarkan ciri atau sifat-sifat lainnya, misalnya pengelompokan menurut pengarang, atau berdasarkan ciri fisiknya, misalnya ukuran, warna sampul, dan sebagainya 2. Klasifikasi Utilitas Pengelompokan bahan pustaka dibedakan berdasarkan kegunaan dan jenisnya. Misal, buku bacaan anak dibedakan dengan bacaan dewasa. Buku pegangan siswa di sekolah dibedakan dengan buku pegangan guru. Buku koleksi referensi dibedakan dengan koleksi sirkulasi (berdasar kegunaannya). 3. Klasifikasi Fundamental Pengelompokan bahan pustaka berdasarkan ciri subyek atau isi pokok persoalan yang dibahas dalam suatu buku. Pengelompokkan bahan pustaka berdasarkan sistem ini mempunyai beberapa keuntungan, diantaranya: • bahan pustaka yang subyeknya sama atau hampir sama, letaknya berdekatan. • Dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam menilai koleksi yang dimiliki dengan melihat subyek mana yang lemah dan mana yang kuat. • Menudahkan pemakai dalam menelusur informasi menurut subyeknya. • Memudahkan pembuatan bibliografi menurut pokok masalah. • Untuk membantu penyiangan atau weeding koleksi. Klasifikasi fundamental banyak digunakan oleh perpustakaan besar maupun kecil. Dalam sistem tersebut buku dikelompokkan berdasarkan subyek, sehingga memudahkan pemakai dalam menelusur suatu informasi.D. Pekerjaan Klasifikasi Dalam melakukan kegiatan mengkalasifikasikan sebuah buku, perlu diperhatikan hal-hal berikut 1. Menentukan Subjek Buku a) Dari judul buku Judul suatu buku adakalanya sudah menunjukan tema atau subjek yang dibahas. Misalnya Pengantar Aljabar untuk Perguruan Tinggi 21
  22. 22. maka subjeknya adalah “Aljabar”, Pengantar Teknologi Informatika maka subjeknya “Informatika”, dan seterusnya. b) Dari ringkasan atau resume buku Apabila dari suatu judul buku tidak dapat diketahui secara pasti tema atau subjeknya, maka ringkasan isi buku yang umumnya tertera pada cover belakang dapat dijadikan pedoman. Dari ringkasan itu akan diketahui subjek yang terkandung pada buku tersebut. Misalnya Laskar Pelangi, judul tersebut tidak langsung menunjukan subjek yang dimaksud tapi harus terlebih dahulu dibaca ringkasannya agar diketahui subjek apa yang dikandungnya. c) Dari daftar isi, kata pengantar atau pendahuluan buku Apabila dari suatu judul buku tidak dapat diketahui, maka subjek yang dibahas dalam buku tersebut dapat ditemukan dengan cara menganalisa daftar isi atau kata pengantar atau pendahuluan buku tersebut. d) Isi Buku Apabila dalam pencarian subjek buku belum diketahui dari kegiatan diatas maka membaca sebagian atau keseluruhan isi dari buku tersebut. e) Ahli Bidang Tetentu Langkah terakhir untuk menentukan subjek buku adalah menanyakan kepada orang yang ahli dalam bidang tersebut.2. Menentukan Nomor Kelas a) Tentukan nomor kelas bedasarkan subjek tau pokok masalh yag dibahas buku. Misalnya pendidikan adalah kelas 370. b) Tentukan nomor kelas berdasarkan subjek yang lebih spesifik. Misalnya Kuda Ras adalah kelas 636.12 c) Buku yang terdiri dari dua subjek, mak kelasnya mengambil dari subjek yang menonjol. Apabila subjek dari keduaya setaraf maka subjek yang dipilih adalah yang lebih awal disebutkan dalam halaman judul. Misalnya Ekononi dan Kehutanan. Maka kelasnya adalah 330. d) Apabila sebuah buku membahas lebih dari dua subjek yang saling berkaitan maka masukkan karya tersebut ke dalam subjek yang lebih luas cakupanya dan mencakup seluruh subjeknya. 22
  23. 23. Misalnya, Masalah psikologi sosial, kebudayaan, dan ekologi. Psikologi Sosial 301.1 (aspek sosiologi) Kebudayaan 301.2 (aspek sosiologi) Ekologi 301.3 (aspek sosiologi) Untuk karya ini masuk kedalam kelas 301 e) Apabila sebuah buku membahas lebih dari dua subjek yang tidak saling berkaitan, maka dlam menentukan nomor kelas berdasarkan bidang yang aspeknya diutamakan dalam pembahasan atau yang paling luas kajianya.E. Jenis-jenis Klasifikasi Ada beberapa jenis klasifikasi perpustakaan yang digunakan, diantaranya: 1. Dewey Decimal Classification (DDC) 2. Universal Decimal Classification (UDC) 3. Library of Congress Classification Dari ketiga sistem klasifikasi di atas, yang paling banyak digunakan di perpustakaan adalah Dewey Decimal Classification. Pada kesempatan ini hanya akan diuraikan Dewey Decimal Classification a. Dewey Decimal Classification (DDC) 1) Sejarah Dewey Decimal Classification Klasifikasi Persepuluhan Dewey Decimal Classification karya Melvil Dewey. Nama lengkapnya Melville Louis Kassuth Dewey (1851-1931). Berlatar belakang dari pemikiran bagaimana untuk membuat sebuah system penggolongan koleksi di perpustakaan yang mudah di mengerti dan diterima secara universal di perpustakaan-perpustakaan lainnya. Hingga pada akhirnya system klasifikasi DDC digunakan secara luas diseluruh dunia karena mudah disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pada 1874 Dewey sebagai pustakawan di AmhersCollege, Massachuseetts, Tahun 1876 ia menerbitkan DDC edisi pertama dengan judul “A classification and subject indexfor a library”. Terbit pertama kali hanya sebanyak 42 halaman yang berisi 12 halaman pendahuluan, 12 halaman bagan dan 18 halaman indeks. Sejak edisi pertama diterbitkan, DDC terus menerus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan. Banyak subyek-subyek baru yang ditambahkan. 23
  24. 24. Adakalanya notasi mengalami perluasan dan perubahan lokasikarena perkembangan subyek tersebut. Kelestarian DDC sampaidapat mencapai umur lebih seabad dan banyak pemakainya didunia, disebabkan karena DDC secara berkala ditinjau kembalidan diterbitkan edisi barunya. Lembaga yang mengawasi danmendukung penerbitan DDC ialah “The LakePlaced EducationFoundation” dan “The Library of Congress” di Amerika Serikatsarana komunikasi diterbitkan “DecimalClassification, adition,notes, decisions” (DC). DDC terbit dalam 2 edisi/versi yaitu edisi lengkap dan ringkas.Edisi ringkas dimaksudkan untuk digunakan di perpustakaanyang memiliki koleksi di bawah 20.000 judul. Edisi ringkas iniyang paling banyak digunakan oleh Perpustakaan Sekolah danUmum yang koleksinya masih terbatas. DDC telah digunakan olehsekitar 135 negara dan diterjemahkan lebih dari 30 bahasa,termasuk dalam Bahasa Indonesia dengan judul “TerjemahanRingkasan Klasifikasi Desimal Dewey dan Indeks Relatif”. Dewey Decimal Classification, juga disebutSistemDesimalDewey adalah sebuah system klasifikasi. Kemudianbeliau menciptakan system penggolongan koleksi berdasarkanpembagian angka decimal dimana dari setiap angka tersebutmewakili subjek/tema pengetahuan tertentu, dan sejak saat itutelah banyak dimodifikasi dan dikembangankan dalam dua puluhdua kali revisi yang telah terjadi hingga tahun 2004.2) Unsur-Unsur Pokok Dewey Decimal Classification Menurut Hamakonda dan Tairas, system ini memiliki unsur-unsur pokok antara lain:a) Sistematika pembagian ilmu pengetahuan yang dituangkan kedalam suatu bagan yang lengkap dan dilandaskan pada beberapa prinsip dasar tertentu.b) Notasi, yang terdiri dari serangkaian simbol berupa angka, yang mewakili serangkaian istilah(yang mencerminkan subjek tertentu) yang terdapat pada bagan. 24
  25. 25. c) Indeks relatif, yang terdiri dari sejumlah tajuk dengan perincian aspek-aspeknya yang disusun secara alfabetis, dan memberikan petunjuk berupa nomor kelas, yang memungkinkan orang mencari tajuk yang tercantum dalam indeks bagan. d) Tabel pembantu, yang berbentuk serangkaian notasi khusus, yang dipakai untuk menyatakan aspek-aspek tertentu yang selalu terdapat dalam beberapa subjek yang berbeda. Terdapat 7 tabel pembantu, yaitu: ● Tabel 1 Subdivisi Standar ● Tabel 2 Wilayah ● Tabel 3 Subdivisi Kesusastraan ● Tabel 4 Subdivisi Bahasa ● Tabel 5 Ras, Bangsa, Kelompok Etnis ● Tabel 6 Bahasa ● Tabel 7 tentang Orang/Pribadi e) Di samping itu, sistem klasifikasi harus menyediakan kelas untuk Karya Umum, untuk menempatkan karya- karya yang begitu luas cakupannya, sehingga tidak dapat dimasukkan ke dalam salah satu kelas utama manapun3) Komponen-komponen Dewey Decimal Classification Dalam klasifikasi Persepuluhan Dewey ini terdapat 3 komponen, yaitu Bagan, indeks Relatif, dan Tabel-tabel. Untuk lebih jelasnya dapat diperhatikan pada uraian berikut ini :  Bagan (Schedules) Klasifikasi Dewey adalah bagan klasifikasi sistem hirarki yang menganut prinsip “desimal” untuk membagi semua bidang ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan dibagi ke dalam 10 kelas utama, yang diberi kode/lambang angka (selanjutnya disebut notasi). Dalam DDC ini semakin khusus suatu subyek, semakin panjang notasinya. Karena banyak angka yang ditambahkan pada notasi dasarnya. Pembagiannya dari umum ke khusus.  Indeks Relatif (RelativeIndex) Untuk membantu mencari notasi suatu subyek dalam DDC terdapat ‘Indeks Relatif’. Pada indeks relatif ini terdaftar sejumlah istilah yang disusun berabjad. Istilah-istilah 25
  26. 26. tersebut mengacu kenotasi yang terdapat dalam bagan. Dalam indeks ini didaftar sinonim untuk suatu istilah, hubungan-hubungan dengan subyek lainnya. Bila suatu subyek telah ditemukan dalam indeks relatif, hendaklah ditentukan lebih lanjut aspek dari subyek yang bersangkutan. Cara yang paling cepat untuk menentukan notasi suatu subyek adalah melalui indeks relatif. Tetapi menentukan notasi hanya melalui dan berdasarkan indeks relatif saja tidak dapat dibenarkan. Setelah suatu subyek diperoleh notasinya dalam indeks relatif, harus diadakan pengecekan dengan notasi yang terdapat dalam bagan. Dengan demikian dapat diketahui apakah notasi tersebut betul-betul sesuai dengan karya yang sedang diklasifikasikan.  Tabel-Tabel Kecuali pembagian kelas secara desimal dengan notasi yang terdaftar dalam bagan, DDC juga mempunyai sarana lain. Untuk membagi/memperluas subyek lebih lanjut, yaitu dengan menyediakan sejumlah tabel pembantu atau auxiliarytables. Notasi pada tabel-tabel tersebut hanya dapat digunakan dalam rangkaian dengan notasi yang terdapat dalam bagan. Dengan kata lain, notasi yang terdapat dalam tabel tidak pernah berdiri sendiri, selalu dirangkaikan dengan notasi dalam bagan. Dalam klasifikasi DDC edisi 22 terdapat 7 tabel pembantu/pelengkap.Perluasan dari Tabel Wilayah DDC, terdapat perluasan khususyang berhubungan dengan wilayah Indonesia (tabel 2). Buku-buku tentang Indonesia makin hari makin besar jumlahnya.Kebutuhan untuk perluasan/penyesuaian notasi DDC untuksubyek Indonesia sangat diperlukan, karena untukmembedakan daerah yang dibahas dalam subyek buku.Mengenai ikhtisar pembagian daerah-daerah Indonesia kitamenggunakan pedoman yang diterbitkan oleh PusatPembinaan Perpustakaan, yang disusun oleh Sub PanitiaStandarisasi Perpustakaan, Panitia Teknis Perpustakaan padaTahun Buku Internasional 1972, dengan judul “Perluasan dan 26
  27. 27. Penyesuaian Notasi untuk Beberapa Seksi dalam DDC khusus yang berhubungan dengan Indonesia”. Kuda636.12 Kelas Sub-subseksi 600 600 Kuda Ras 4) Prinsip Dasar Dewey Decimal Classification Dewey Decimal Classification (DDC) membagi ilmu-ilmuDan Seterusnya sehingga membentuk bagan klasifikasi dewey Masing-masing kelas pengetahuan ke dalam 10 kelas utama. yang lengkap utama dibagi lagi menjadi10 divisi. Masing-masing divisi dibagi lagi menjadi 10 seksi. Sehingga terdapat 10 kelas utama, 100 divisi, dan1000 seksi.600 Kelas Utama 600 0 Ilmu Terapan630 Kelas Divisi Pertanian 636 Kelas Seksi Peternakan 636.1 Kelas Subseksi 27
  28. 28. Tabel 10 kelas utama 000 Generalities (Karya Umum) 100 Philosopy and Psychology (Filsafat dan Psikologi) 200 Religion (Agama) 300 Science (Ilmu-ilmu Sosial) 400 Language (Bahasa) 500 Natural Science and Mathematics (Ilmu-ilmu Alam dan Matematika) 600 Technology and Applied Science (Teknologi dan Ilmu-ilmu Terapan) 700 The Art, Fine and Sport (Kesenian, Hiburan dan Olahraga) 800 Literature and Rhetoric (Kesusastraan) 900 Geography and History (Geografi dan Sejarah) Tabel 10 kelas Divisi000 Generalities(Karya Umum) 000 - 009 Knowledge - Special Computer Methods (Ilmu Umum dan Komputer) 010 - 019 Bibliography (Bibliografi) 020 - 029 Library and Information Science (Perpustakaan dan Ilmu Informasi) 030 - 039 General Encyclopedic Works (Ensiklopedia Umum) 28
  29. 29. 040 - 049 Unassigned (Belum Digunakan) 050 - 059 General Serial Publications (Terbitan Berseri, Berkala Umum) 060 - 069 General Organizations and Museology (Organisasi Umum dan Museum) 070 - 079 Journalism, Mass Media, Publishing (Jurnalisme, Media Massa, Penerbitan) 080 - 089 General Collection (Kumpulan Karya Umum)090 - 099 Manuscript and Rare Books (Manuskrip, Naskah-naskah dan Buku-buku Langka)100 Philosophy and Psychology(Filsafat dan Psikolog)110 – 119 Metaphysics (Metafisika)120 – 129 Epistemology, Causation, Humankind (Epistemologi, Hukum Sebab Akibat anusia)130 - 139 Paranormal Phenomena (Fenomena Paranormal)140 - 149 Specific Philosophical Schools and Viewpoints (Pandangan Filsafat Khusus dan Sistem Doktrin)150 – 159 Psychology (psikologi/Ilmu jiwa)160 – 169 Logic (Logika)170 – 179 Ethics, MoralPhilosoph (Etika dan Filsafat Moral)180 - 189 Ancient, Medieval, Oriental Philosophy (Filsafat Zaman Kuno, Abad Pertengahan dan Filsafat190 - 199 Modern Western and Other Non-Oriental Philosophy (Filsafat Barat Modern dan Selain Filsafat Timur)200 Religion(Agama)200 - 209 Religious Mythology, Social Theology (Mitos Keagamaan, Teologi Sosial)210 - 219 Philosophy and Theory of Religion (Filsafat dan Teori Agama)220 - 229 Bible (AlKitab)230 - 239 Christianity, Christian Theology (Teologi Kristen)240 - 249 Christian Moral and Devotional Theology (Moral Kristen dan Teologi Kebaktian) 29
  30. 30. 250 - 259 Christian Orders and Local Church (Orde-orde Keagamaan dan Gereja Setempat)260 - 269 Social and Ecclesiastical Theology (Teologi Sosial dan Eklesiastik Kristen)270 - 279 History of Christianity and Christian Church (Sejarah Gereja)280 - 289 Christian Denominations and Sects (Denominasi dan Sekte- sekte Kristen)290 - 299 Other Religions (Agama Selain Kristen)297 Agama Islam dengan Nomor Dasar 2972X0 Agam Islam dengan Nomor Dasar 2X0300 Social Science (Ilmu Sosial)300 - 309 Sociology and Anthropology (Sosiologi dan Antropologi)310 - 319 General Statistic (Statistik Umum)320 - 329 Political and Government Science (Ilmu Politik dan Pemerintahan)330 - 339 Economics (Ilmu Ekonomi)340 - 349 Law (Ilmu Hukum)350 - 359 Public Administration and Military Science (Administrasi Negara dan Ilmu Kemiliteran)360 - 369 Social Problems and Services (Permasalahan dan Kesejahteraan Sosial)370 - 379 Education (Pendidikan)380 - 389 Commerce, Communications, Transportation (Perdagangan, Komunikasi,Transportasi)390 - 399 Customs, Etiquette, Folklore (Adat Istiadat, Etiket, Folklor)400 Language (Bahasa)400 - 409 Terminology, Bilingualism (Terminologi, Bilingual)410 - 419 Linguistics (Linguistik, Bahasa Indonesia)420 - 429 English and Old English, Anglo-Saxon (Bahasa Inggris, Anglo- Saxon)430 - 439 Germanic, Teutonic Languages (Bahasa Jerman)440 - 449 Romance Language, French (Bahasa Perancis)450 - 459 Italian, Romanian, Rhaeto-Romanic Language (Bahasa Italia) 30
  31. 31. 460 - 469 Spanish and Portuguese Language (Bahasa Spanyol dan Portugis)470 - 479 Latin Language (Bahasa Latin)480 - 489 Hellenic Language, Classical Greek (Bahasa Yunani Kuno)490 - 499 Other Languages (Bahasa-bahasa Lain)500 Natural Science and Mathematics (Ilmu-ilmu Alam danMatematika)500 - 509 Miscellany of Nature Sciences (Aneka Ragam tentang Ilmu Pengetahuan Alam)510 - 519 Mathematics (Matematika)520 - 529 Astronomy (Astronomi)530 - 539 Physics (Fisika)540 - 549 Chemistry (Kimia)550 - 559 Earth Sciences (Ilmu Bumi)560 - 569 Paleontology, Paleozoology (Paleontologi, Paleozoologi)570 - 579 Biology (Biologi, Ilmu Hayat)580 - 589 Plants (Ilmu Tumbuhan, Ilmu Tanaman)590 - 599 Animals (Ilmu Hewan, Ilmu Binatang)600 Technology and Applied Sciences (Teknologi dan Ilmu-ilmuTerapan)600 - 609 Miscellany of Technology and Applied Sciences (Aneka Ragam Teknologi dan Ilmu Terapan)610 - 619 Medical and Medicine Science (Ilmu Kedokteran dan Ilmu Pengobatan)620 - 629 Engineering and Allied Operations (Ilmu Teknik dan Ilmu yang Berkaitan)630 - 639 Agriculture and Related Technologies (Pertanian dan Teknologi yang Berkaitan)640 - 649 Home Economic and Family Living (Kesejahteraan Rumah Tangga dan Kehidupan Keluarga)650 - 659 Management and Auxiliary Service (Manajemen dan Ilmu yang Berkaitan)660 - 669 Chemical Engineering and Related Technologies (Teknologi 31
  32. 32. Kimia dan Ilmu yang Berkaitan)670 - 679 Manufacturing (Pabrik-pabrik, Manufaktur)680 - 689 Manufacture of Products for Specific Uses (Produksi untuk Keperluan Khusus)690 - 699 Buildings (Teknik Bangunan)700 The Art, Fine and Sport (Kesenian, Hiburan dan Olahraga)700 - 709 The Art (Teori Kesenian)710 - 719 Civic and Lanscape Art (Seni Perkotaan dan Pertamanan)720 - 729 Architecture (Arsitektur)730 - 739 Plastic Arts and Sclupture (Seni Plastik dan Seni Patung)740 - 749 Drawing and Decorative Art (Menggambar dan Seni Dekorasi)750 - 759 Painting and Paintings (Seni Lukis dan Lukisan)760 - 769 Graphic Arts (Seni Grafika)770 - 779 Photography and Photographs (Seni Fotografi dan Foto)780 - 789 Music (Seni Musik)790 - 799 Recreational and Performing Arts (Olah Raga dan Seni Pertunjukan)800 Literature (Kesusastraan)800 - 809 Literature Theory and Rhetoric (Teori Kesusastraan dan Retorika)810 - 819 Indonesian Literatures (Kesusastraan Indonesia)820 - 829 English and Anglo-Saxon Literatures (Kesusastraan Inggris)830 - 839 Germanic, Teutonic Literatures (Kesusastraan Jerman)840 - 849 Romance, French Literatures (Kesusastraan Perancis)850 - 859 Italian, Romanian, Rhaeto-Romanic Literatures (Kesusastraan Italia)860 - 869 Spanish and Portuguese Literatures (Kesusastraan Spanyol dan Portugis)870 - 879 Latin Literatures (Kesusastraan Latin)880 - 889 Helenic, Classical Greek Literatures (Kesusastraan Yunani Kuno)890 - 899 Other Literatures (Kesusastraan Lain-lain) 32
  33. 33. 900 Geography and History (Sejarah, Geografi &Disiplin Ilmu yang Berkaitan) 900 - 909 Theory of History (Teori Ilmu Sejarah) 910 - 919 Geography and Travel (Geografi dan Perjalanan) 920 - 929 Biography and Genealogy (Biografi dan Silsilah) 930 - 939 History of Ancient World to 499 (Sejarah Dunia Kuno sampai dengan Tahun 499) 940 - 949 General History of Europe (Sejarah Umum Eropa) 950 - 959 General History of Asia (Sejarah Umum Asia) 960 - 969 General History of Africa (Sejarah Umum Afrika) 970 - 979 General History of North America (Sejarah Umum Amerika Utara) 980 - 989 General History of South America (Sejarah Umum Amerika Selatan/Amerika Latin) 990 - 999 General History of Other Parts of World (Sejarah Umum Bagian Dunia Lainnya) Sedangkan untuk koleksi pustaka islam menggunakan notasi 2x yang merupakan penjabaran dari notasi 297 pada notasi Dewey Decimal Classification (DDC). Berikut ada 10 kelas utamanya :  2x0 Islam (Umum)  2x1 Al-Quran dan Ilmu Terkait  2x2 Hadis dan Ilmu Terkait  2x3 Aqaid dan Ilmu Kalam  2x4 Fiqih  2x5 Akhlak dan Tasawuf  2x6 Sosial dan Budaya  2x7 Filsafat dan Perkembangannya  2x8 Aliran dan Sekte  2x9 Sejarah, Islam dan Modernisasi.F. Beberapa Istilah dalam Klasifikasi dan Katalogisasi, 1. Bahan pustaka dokumenadalah segala sesuatu yang menyimpan dan membawa informasi, paket informasi yang diadakan dan disimpan di 33
  34. 34. perpustakaan. Bahan pustaka tidak hanya berupa teks atau bahan tercetak, seperti buku, jurnal, tetapi meliputi bahan non-cetak, seperti gambar, peta, CD-ROM, VCD, berkas computer dan sebagainya.2. Katalogisasi (cataloging)adalah kegiatan atau proses pembuatan dari bahan pustaka atau dokumen (buku, majalah, CD- ROM, microfilm, dll). Istilah ini kadang- kadang juga meliputi klasifikasi bahan pustaka dan secara umum menyiapan bahan pustaka untuk digunakan pemakai atau disebut juga denga istilah pengindeksan (indexing).3. Katalog (catalog)adalah presentasiciri-ciri dari sebuah bahan pustaka atau dokumen misalnya judul, pengarang, deskripsi fisik, subyek, dll.4. Klasifikasi (classification)adalah penyusunan sesuatu dalam susunan yang logis sesuai dengan tingkat kemiripan atau kesamaannya.5. Tajug (heading) adalah urutan karakter (huruf, angka, dll) pada permulaan katalog, karakter ini menentukan letak atau urutan catalog dalam berkas. Tajug biasanya berupa nama pengarang, istilah subjek, judul atau notasi atau nomor klasifikasi yang diambil dari sebuah bagan klasifikasi.6. Entri (entry)adalah cantuman bahan pustaka atau dokumen dalam sebuah katalog.7. Entri utama (main entry)adalah cantuman katalog lengkap dari sebuah bahan pustaka yang berisi deskripsi lengkap dan disertai dengan jejakan atau indikasi tajug untuk entri lainnya.8. Entri tambahan (added entry) adalah entry katalog sekunder cantumannya lebih ringkas dari entri utama (tidak disertai dengan jejakan) 34
  35. 35. BAB III IT DASARA. Pengertian IT Dasar IT adalah Informasi Teknologi.Dasar adalah awal atau bawah.Jadi IT Dasar adalah langkah awal untuk mengetahui informasi computer atau langkah awal untuk memulai suatu kerja computer. Modal utama atau yang paling dasar untuk kita bisa menguasai program yang ada di computer adalah kita harus menguasai Microsoft office, yaitu : a. Microsoft Word b. Microsoft Excel c. Microsoft Power PointPenjelasan : a. Microsoft Word adalah suatu program Microsoft office yang di gunakan untuk membuat surat / mengolah data. Adapun langkah menjalankannya adalah : Dengan cara membuka melalui tombol start yang ada di TaskBar, pilih menu program, lalu click program Microsoft Office - Microsoft Ms WORD. b. Microsoft Excel adalah suatu program Microsoft office yang di gunakan untuk mengolah angka. 35
  36. 36. Adapun langkah menjalankannya adalah : Dengan cara membuka melalui tombol start yang ada di TaskBar, pilih menu program, lalu click program Microsoft Office - Microsoft Ms Excel. c. Microsoft Power Point adalah suatu program Microsoft office yang di gunakan untuk Pembutan Persentasi. Adapun langkah menjalankannya adalah : Dengan cara membuka melalui tombol start yang ada di TaskBar, pilih menu program, lalu click program Microsoft Office - Microsoft Ms Power Point. Didalam IT dasar terdapat Kata – kata yang paling dasar yang bisamembantu kita dalam menjalankan program computer, kata - katanya yaitu: 36
  37. 37. TABEL I KOSAKATA PENGUASAAN IT DASAR Kata- Kata Dasar Ket Fungsi ShortkeyNew Membuat Kertas Baru Ctrl + NOpen Membuka File Ctrl + OSave Menyimpan Ctrl + SSave As Menyimpan File Baru Ctrl + F12Page setup Tempat Mengatur Ukuran Kertas Alt + F + UPrint Mencetak Ctrl + PPrint preview Melihat hasil sebelum di cetak Ctrl + F2Undo Kembali kebelakang Ctrl + ZRedo Kembali ke depan Ctrl + YCut Memotong untuk pindah Ctrl + XCopy Menggandakan Ctrl + CPaste Mengadakan copian Ctrl + VSelect All Memblok semua Ctrl + APrint layout Melihat ukuran sebenarnya Alt + V + PRuler Penggaris Alt + V + LTool bars Papan kemudahan Alt + V + TPage number Memberi Nomer Alt + I + USymbol Memberi symbol Alt + I + SPicture Memberi gambar Alt + I + PFont Merubah jenis huruf Alt + O + FParagraph Merubah spasi Alt + O + PBullet & Numbering Memberi symbol dan nomer Alt + O + NBorders and Shading Memberi bingkai dan efek Alt + O + BColumn Memberi kolom Alt + O + CDrop cap Memberi huruf besar pada awal Alt + O + D paragraphCange case Merubah teks Alt + O + EMerge cell Menghapus garis antara baris dan Alt + A + M kolomSplit cell Menyisipkan baris dan kolom pada Alt + A + P tableDelete Menghapus Alt + A + DInsert Memasukan Alt + A + IClose Menutup Ctrl + W 37
  38. 38. Contoh Menggunakan kata – kata dasar di atas : a. Menggandakan tulisan. ( Ctrl + C ) / Copy Langkah – langkahnya: Contoh Tulisan yang mau di perbanyak / di gandakan : “Mamah Pergi Kepasar membeli cabe merah dan Kol”.  Blok tulisan yang akan di gandakan / di perbanyak.  Lalu tekan Ctrl + C  Atau Blok tulisan yang akan di gandakan / di perbanyak.  Lalu klik kanan di mouse pilih copy. Selamat mencoba dan buktikan ok teman – teman !!! Adapun di dalam IT Dasar terdapat pengetikan 10 jaridengan cepat, yaitu dengan menggunakan softwere typing master. Perhatikan gambar di bawah ini:Cara Mengetik 10 Jari Dengan Cepat Mungkin masih banyak yang kesulitan mengetik cepatdengan 10 jari,Tidak perlu cemas, hal ini disebabkan karena belum terbiasa saja. Semuanyajika sudah terbiasa akan berjalan dengan cepat. Banyak sekali yang menjualbuku buku tentang cara mengetik 10 jari dengan benar. Tetapi sekali lagitidak perlu teori yang terpenting teman teman hafal dimana letak pasanganjari dan keyboard dengan benar. Mengetik dengan cepat tentunya akanmempersingkat waktu kita berkerja dan lebih efisien tentunya. Yuk, kita bahassedikit tentang letak letak jari dan keyboard yang benar. Banyakpilihan sebenarnya untuk dapat belajar mengetik cepat adayang dari software, buku panduan dan yang alami yakni otodidak karenaterbiasa mengetik dengan menggunakan 10 jari nya tersebut.bagi yang inginmencoba pake software bisa gunakan Software TypingMaster.TypingMaster 38
  39. 39. ini dapat membantu Anda yang ingin belajar mengetik sepuluh jari tanpamelihat tombol keyboard. Selain itu, aplikasi ini juga dilengkapi denganberbagai permainan untuk meningkatkan kecepatan mengetik Anda di setiapsesi pelajaran. Selain itu kita dapat melatih kemampuan mengetik kita denganteks yang telah disediakan serta dapat melihat hasil kemampuan mengetikkita kemudian mencetaknya, sehingga Anda memiliki Ijazah mengetik sendiriyang terdiri dari: kecepatan, keakuratan, dan durasi waktu yang digunakan. Hal — hal yang perlu diperhatikan dalam mengetik 10 jari seperti : 1. Konsentrasi. 2. Kuasai bahasa inggris. 3. Santai jangan terburu –buru. 4. Pelajari setiap hari. 5. Jangan mudah putus asa / menyerah dan teruslah berusaha. Kemudian anda perlu juga memahami posisi dimana letak yang palingbagus diantara keyboard tersebut.nah untuk itu bisa lihat ilustrasi penerapanletak 10 jari untuk mengetik yang sempurna. Posisi kedua tangan yang benar di tombol keyboard : 1. Tangan Kiri Tangan kiri Nama jari Posisi baris Posisi huruf yang di tekan Baris kesatu 1 Baris kedua Tab dan Q Jari kelingking Baris ketiga Capslock dan A Baris keempat Shift kiri dan Z Baris kelima Ctrl dan Windows Tangan kiri Nama jari Posisi baris Posisi huruf yang di tekan Baris kesatu 2 Jari Manis Baris kedua W Baris ketiga S 39
  40. 40. Baris keempat XTangan kiriNama jari Posisi baris Posisi huruf yang di tekan Baris pertama 3 Baris kedua EJari Tengah Baris ketiga D Baris keempat CTangan kiriNama jari Posisi baris Posisi huruf yang di tekan Baris pertama 4 dan 5 Baris kedua R dan TJari Telunjuk Baris ketiga F dan G Baris keempat V dan BTangan kiriNama jari Posisi baris Posisi huruf yang di tekanIbu Jari Baris kelima Alt Kiri dan Spasi2. Tangan kanan Tangan Kanan Nama jari Posisi baris Posisi huruf yang di tekan Baris pertama 0, -, = dan BackSpace Jari Baris kedua P dan [ dan ] kelingking Baris ketiga Enter Baris keempat / dan shiff kanan 40
  41. 41. Baris kelimaTangan KananNama jari Posisi baris Posisi huruf yang di tekan Baris pertama 9 Baris kedua OJari Manis Baris ketiga L Baris keempat .> ( Titik )Tangan KananNama jari Posisi baris Posisi huruf yang di tekan Baris pertama 8 Baris kedua IJari Tengah Baris ketiga K Baris keempat ,< ( koma )Tangan KananNama jari Posisi baris Posisi huruf yang di tekan Baris pertama 6 dan 7 Baris kedua Y dan UJari Telunjuk Baris ketiga H dan J Baris keempat N dan MTangan KananNama jari Posisi baris Posisi huruf yang di tekan 41
  42. 42. Ibu Jari Baris kelima Alt Kanan dan SpasiSelain itu perlu juga latihan dasar mengetik 10 jari yang perlu anda ketahui seperti : a. Latihan penguasaan tombol pangkal :pada keyboard. Gerakan — gerakan jari harus segera kembali pada posisi garis pangkal. b. Latihan penguasaan angka — angka : Pengetikan angka — angka ini perlu mendapat perhatian yang serius karena tata letak tombol yang agak sukar Angka 1 : dengan jari kelingking kiri ke atas Angka 2 : dengan jari manis kiri ke atas Angka 3 : dengan jari tengah kiri ke atas Angka 4 : dengan jari telunjuk kiri ke atas Angka 5 : dengan jari telunjuk kiri ke atas Angka 6 : dengan jari telunjuk kanan ke atas Angka 7 : dengan jari telunjuk kanan ke atas Angka 8 : dengan jari tengah kanan ke atas Angka 9 : dengan jari manis kanan ke atas Angka 0 : dengan jari kelingking kanan ke atasB. Konsep Dasar ITmeliputi : 1. Komputer & Sistem Komputer 2. Jenis - Jenis Komputer 3. Unit Pemrosesan 4. Prosessor 5. Memory 6. Media Penyimpanan 7. Perangkat Masukan 8. Mouse 9. Keyboard 10. Perangkat Keluaran 42
  43. 43. A. Apa itu Komputer? Komputer adalah alat elektronik yang menerima masukan (input),mengelolanya berdasarkan urutan instruksi-instruksiyang diberikan, danmenghasilkan keluaran (output) yangdiharapkan. Perangkat – perangkat computer  Sistem Komputer yang lengkap terdiri dari 3 bagian: 1. Hardware ( PerangkatKeras ) 2. Software ( PerangkatLunak ) 3. Data A. Jenis - Jenis Komputer Sistem computer digolongkan berdasarkan jenis dan kemampuannya. a. Super computer b. Main frame computer 43
  44. 44. c. Mini computer d. Work station e. Personal computer f. Desktop computer g. Leptop, Notebook, Netbook h. Handheld computer i. Tablet Pc Perangkat Keras Perangkat Keras adalah alat-alat elektronik yang salingterhubung guna mewujudkan suatu komputer. Unit PemrosesanA. ProsessorB. MemoryC. Media PenyimpananD. Perangkat MasukanE. MouseF. KeyboardG. Perangkat Keluaran 44
  45. 45. BAB IV IT MAHIR1. ABSTRAK etersediaan perangkat lunak menjadi salah K satu kunci keberhasilan dari implementasi TIK atau rencana pengembangan perpustakaan digital. Banyak perpustakaan yang belum melaksanakan otomasi, mengimplementasikan TIK atau mengembangkan konsep perpustakaan digital karena beranggapan bahwa pengadaan perangkat lunak aplikasi perpustakaan memerlukan anggaran/dana yang besar. Dengan kata lain harga perangkat lunak tersebut mahal dan sulit untuk dijangkau oleh perpustakaan. Melalui artikel ini penulis memberikan alternatif metode pengadaan perangkat lunak aplikasi perpustakaan atau perangkat lunak perpustakaan digital, khususnya untuk perpustakaan digital. Pengadaan perangkat lunak untuk perpustakaan digital dapat menggunakan perangkat lunak open source yang dapat diperoleh, digunakan dan didistribusikan ulang secara gratis. Perpustakaan digital yang memiliki koleksi unik dibandingkan perpustakaan lainya dapat menggunakan perangkat lunak open source yang kinerjanya tidak kalah dengan perangkat lunak komersil, sehingga tidak perlu merogoh kocek perpustakaan. Di antara perangkat lunak yang dapat digunakan tersebut adalah Senayan atau SLIMS. Kata Kunci: Perangkat lunak aplikasi, Perangkat Lunak Perpustakaan Digital, Senayan, SLIMS.2. Pendahuluan Saat ini, manusia semakin sulit melepaskan diri dari ketergantungan terhadap perangkat berbasis teknologi informasi. Pernyataan ini terbukti dari dimanfaatkannya 45
  46. 46. produk-produk berbasis teknologi informasi di semua sektor.Mulai dari sektor industri, bisnis, pemerintahan, pendidikanbahkan juga sektor keagamaan memanfaatkan teknologiinformasi guna mendukung aktivitasnya, tidak terkecualiperpustakaan. Perpustakaan sebagai salah satu lembagapenyedia informasi sangat mengandalkan produk-produkberbasis teknologi informasi dalam memberikan layanankepada pengguna perpustakaan. Salah satu bentukpemanfaatkan teknologi informasi di perpustakaan adalahotomasi perpustakaan atau implementasi TIK di perpustakaan.Otomasi perpustakaan adalah pemanfaatan komputeruntuk pengelolaan perpustakaan yang menyangkutpengadaan bahanpustaka, pengolahan dan pelayanan. Dengan otomasi,perpustakaan berharap mampu meningkatkan kualitas layanankepada pengguna perpustakaan serta memperbaiki sistemadministrasi perpustakaan. Pemanfaatan komputer dalamkegiatan otomasi perpustakaan tidak hanya dimaknai sebagaipemanfaatan komputer secara fisik atau perangkat keras,tetapi juga meliputi pemanfaatan perangkat lunak. Dalamkegiatan otomasi salah satu kebutuhan vital adalah ketersediaanperangkat lunak aplikasi perpustakaan. Penyediaan perangkatlunak aplikasi perpustakaan dapat dilakukan dengan berbagaicara antara lain dengan membeli perangkat lunak komersil yangdisediakan berbagai perusahaan pengembang perangkat lunak,mengembangkan sendiri dengan pemanfaatkan jasa perusahaanpengembangan perangkat lunak, pengembangkan perangkatlunak dengan Sumber Daya Manusia yang dimilikiperpustakaan serta memanfaatkan berbagai perangkat lunakgratis yang digunakan perpustakaan. Salah satu perangkat lunak aplikasi perpustakaan yangdapat digunakan adalah Senayan atau yang juga dikenal dengan 46
  47. 47. nama SLIMS (Senayan Library Management Systems). Senayanmerupakan free open source software yang didesain untukotomasi perpustakaan yang dapat diperoleh, digunakan dandistribusikan ulang secara gratis, artinya perpustakaan tidakperlu menyediakan anggaran untuk pengadaan danpemanfaatan perangkat lunak ini. Free Open Source Software merupakan perangkatlunak open source yang dapat digunakan secara gratis.Sedangkan open source sendiri merupakan perangkat lunakyang memiliki kode sumber terbuka sehingga dapatdimodifikasi oleh pengguna. Open Source dan Free OpenSource Software memiliki prinsip dasar yang berbeda dalamproses pengadaannya, Free Open Source Software dapatdipeoleh secara gratis sedangkan perangkat lunak open sourcetidak selama dapat diperoleh secara gratis, ada banyaperangkat lunak open source yang mengharuskan penggunamengeluarkan sejumlah uang untuk mendapatkan danmenggunakannya. Para pengembang Senayan awalnya mendedikasikanpengembangan Senayan untuk perangkat lunak aplikasiperpustakaan. Akan tetapi sejalan dengan perkembangannya,perangkat lunak ini tidak hanya dapat digunakan untukmengembangkan otomasi perpustakaan, namun juga dapatdigunakan untuk mengelola koleksi digital (membangunperpustakaan digital) dan mengelola koleksi audio serta audiovisual yang dapat dinikmati langsung melalui fasilitas webstreaming yang disediakan oleh Senayan. berrbagai fasilitas yang disediakan perangkat lunak ini,Senayan layak direkomendasikan untuk digunakan olehperpustakaan seni yang belum memiliki perangkat lunakaplikasi perpustakaan atau perpustakaan seni yang merasaperangkat lunak PHP yang digunakan kinerjanya belummaksimal. Melalui tulisan ini penulis ingin berbagi pengetahuantentang Senayan sebagai perangkat lunak aplikasi 47
  48. 48. perpustakaan dan menyampaikan berbagai argumentasi mengapa perangkat lunak ini layak digunakan.3. Profil Senayan. Senayan merupakan salah satu free open source software berbasis web yang dapat digunakan sebagai perangkat lunak untuk membangun otomasi perpustakaan. Perangkat lunak berbasis web merupakan perangkat lunak yang sedang naik daun di dunia perpustakaan saat ini. Banyak perpustakaan yang telah menggunakan perangkat lunak jenis ini untuk membangun otomasi perpustakaan atau membangun perpustakaan digital. Beberapa contoh perpustakaan yang menggunakan perangkat lunak berbasis web antara lain Perpustakaan Universitas Indonesia , Perpustakaan di lingkungan Universitas Gadjah Mada, Perpustakaan Institut Teknologi Bandung Universitas Brawijaya Malang, Perpustakaan Universitas Sumatera Utara, Perpustakaan Universitas Diponegoro dan masih banyak lagi perpustakaan di Tanah Air yang menggunakan perangkat lunak berbasis web. Motivasi penggunaan perangkat lunak berbasis web oleh perpustakaan adalah karena aplikasi jenis ini memungkinkan perpustakaan mendekatkan berbagai produk layanannya dengan pengguna perpustakaan. Jenis perangkat lunak ini memungkinkan pengguna untuk mengakses layanan perpustakaan yang disediakan perpustakaan melalui web atau portal perpustakaan. Berbagai perangkat lunak open source yang digunakan untuk mengembangkan Senayan sehingga menjadi sebuah perangkat lunak aplikasi perpustakaan dibedakan menjadi tiga jenis perangkat lunak, yaitu perangkat lunak yang berfungsi sebagai web server, bahasa pemrograman dan database. Untuk membangun Senayan digunakan Apache untuk web server, PHP sebagai bahasa pemrograman dan MySQL sebagai database yang menyimpan transaksi data yang terjadi di Senayan. Perangkat lunak ini dibangun dengan menggunakan PHP sehingga kode 48
  49. 49. sumber (source code) perangkat lunak ini bersifat terbuka.Kode sumber yang bersifat terbuka inilah yang memberikanpeluang bagi pengguna untuk mengembangkan Senayan lebihlanjut sesuai dengan kebutuhan perpustakaan. Hal inidimungkinkan karena PHP merupakan bahasa pemrogramaninterpreter. Senayan di produksi oleh Pusat Informasi dan HumasDepartemen Pendidikan Nasional. Lebih spesifik lagi kelahiranperangkat lunak aplikasi aplikasi perpustakaan ini dibidani olehHendro Wicaksono, Arie Nugraha dan Wardiyono. Gunamendukung pengembangan Senayan ke depan, saat iniperangkat lunak aplikasi aplikasi perpustakaan ini memilikikomunitas pengembang yang tergabung dalam SenayanDeveloper Community (SDC). Perangkat lunak aplikasi aplikasi perpustakaan memilikifungsi untuk mempermudah kegiatan administrasiperpustakaan. Sebagai perangkat lunak aplikasi aplikasiperpustakaan maka Senayan harus mampu mempermudahkegiatan administrasi perpustakaan. Jika melihat menu-menuyang disediakan Senayan, perangkat lunak ini mampumenjalankan fungsi administrasi yang ada di perpustakaan.Kegiatan pengolahan, peminjaman, pengembalian, pemesanankoleksi, penyiangan, manajemen anggota, fasilitas pencetakanbarcode (barcode koleksi dan anggota) serta berbagai jenislaporan. Senayan dapat membantu pihak manajemen untukmembuat kebijakan pengadaan atau sebagai bahan pertim-bangan untuk memutuskan suatu kebijakan bagi perpustakaan.Semua kegiatan ini mungkin dilakukan dengan menggunakanmenu-menu yang ada di Senayan. Berikut ini menu-menu yangdisediakan Senayan, lengkap dengan penjelasan dari fungsiyang dimiliki setiap menu:1. OPAC 49
  50. 50. Ketika membuka atau mengoperasikan perangkat lunak ini,maka pertama kali pengguna akan dibawa ke halaman depanperangkat lunak yang berfungsi sebagai OPAC (Online PublicAccess Catalog). OPAC merupakan menu atau fasilitas yangdisediakan untuk pengguna atau pengunjung perpustakaan.OPAC berfungsi sebagai alat bantu bagi pengguna perpustakaanuntuk menulusur koleksi yang dimiliki perpustakaan. OPAC samamaknanya dengan katalog online.2. BibliographyBibliografi merupakan menu yang digunakan untuk melakukankegiatan pengelolahan koleksi perpustakaan. Melalui menu ini,pustakawan dapat melakukan kegiatan memasukkan databibliografi koleksi, memasukkan nomor barcode koleksi, editingdata bibliografi koleksi, cetak label koleksi, cetak barcode koleksidan fasilitas impor dan ekspor data yang sangat bermanfaatdalam kegiatan back up dan migrasi data.3. CirculationCirculation merupakan menu yang digunakan untuk melakukanlayanan sirkulasi seperti peminjaman, pengembalian,perpanjangan dan pemesanan koleksi yang sedang dipinjamanoleh penguna lain. Selain itu melalui menu ini pustakawan jugadapat menetapkan aturan peminjaman, mencetak sejarahpeminjaman dan daftar anggota yang terlambatmengembalikan koleksi yang dipinjam.4. MembershipMembership merupakan menu yang digunakan untukmelakukan manajemen anggota perpustakaan. Melalui menuitu pustakawan dapat melakukan input data anggota,mengatur tipe anggota, cetak kartu anggota perpustakaan sertaekspor dan impor data anggota perpustakaan. 50
  51. 51. 5. Master FileMaster File merupakan menu yang digunakan untuk menajamendata master seperti data penerbit, pengarang, kota terbit dansubjek. Apabila pengguna Senayan telah mengisi datapengarang, penerbit, kota terbit dan subjek maka ketikapengguna tersebut memasukkan data bibliografi koleksi melaluibibliografi, pengguna tersebut tidak perlu mengetikan namapengarang, subjek, penerbit dan kota terbit. Pengguna tersebutcukup memilih nama pengarang, penerbit, kota terbit atausubjek.6. Stock TakeStock take merupakan menu yang digunakan untuk melakukankegiatan stock opname. Dengan menggunakan menu inipengelola perpustakaan dapat mencocokkan data koleksi yangada di dalam database Senayan dengan kondisi riil koleksi dirak.7. SystemMenu system merupakan menu yang disediakan olehpengembangan Senayan untuk melakukan kegiatanmengaturan terhadap perangkat lunak secara umum. Denganmemanfaatkan menu ini penggunakan dapat membubuhkanidentitas perpustakaan, mengatur bahasa pengantar danmelakukan backup database Senayan.8. ReportingReporting merupakan menu yang menyediakan berbagai laporanterkait dengan aktivitas perpustakaan dalam memanfaatkanSenayan sebagai perangkat lunak aplikasi perpustakaan.Berbagai laporan yang disajikan dalam menu reporting antaralain adalah laporan jumlah koleksi yang dimiliki perpustakaan,laporan transaksi peminjaman, laporan anggota perpustakaanyang terlambat mengembalikan buku dan laporan pengunjungperpustakaan. 51
  52. 52. 9. Serial Control Serial Control merupakan menu yang disediakan untuk melakukan kegiatan pengelolaan koleksi terbitan berkela. 10. Union Catalog Server Union Catalog Server merupakan fasilitas atau menu yang disediakan Senayan untuk membangun katalog induk antar pengguna Senayan. 11. Counter Visitor Counter Visitor merupakan menu atau fasilitas yang fungsinya sama dengan presensi. Dengan menu atau fasilitas ini pengelola perpustakaan dapat memantau jumlah pengunjung yang masuk ke dalam perpustakaan. Sebagai perangkat lunak yang termasuk dalam kategori free open source software, Senayan berkembang sangat cepat. Sejak dirilis akhir tahun 2007 perangkat lunak ini telah mencapai versi Senayan 3-Stable14. Senayan3-Stable14 ini merupakan penyempurnaan dari Senayan-Senayan versi sebelumnya yang dirasa masih memiliki berbagai kekurangan. Perkembangan yang cepat ini tidak lepas dari kontribusi pengguna Senayan yang dengan senang hati akan memberikan laporan terkait dengan kelemahan atau kekurangan yang ada di Senayan. Dari laporan pengguna ini pengembang Senayan kemudian melakukan penyempurnaan. Para pengguna Senayan dapat berkomunikasi, memberikan laporan terkait dengan kelemahan yang ada di Senayan serta berbagi pengalaman dalam pemanfaatan Senayan melalui milist cs-isis@yahoogroups.coim atau menu bugs and report yang tersedia di website resmi Senayan.4. Keunggulan dan Kelemahan Saat ini banyak free open source software yang dapatdigunakan untuk membangun sistem perpustakaan. Akan tetapiberbagai pengembang free open source software tidak memberikangaransi atas pemanfaatannya produk-produknya. Untuk itu sebelum 52
  53. 53. memilih salah satu free open source software yang akandigunakan untuk membangun otomasi perpustakaan, perpustakaanperlu melakukan penilaian terhadap sebuah free open source.Penilaian iniperlu dilakukan agar perpustakaan tidak salah pilih dan menyesalkemudian hari karena menggunakan free open source softwareyang memiliki banyak kelemahan atau kekurangan. Berdasarkan pengamatan penulis perangkat lunak inimemiliki banyak nilai lebih atau keunggulan dan hanya sedikitkekurangan. Berbagai keunggulan yang dimiliki perangkat lunakini adalah:1. Senayan dapat diperoleh dan digunakan secara gratis Perangkat lunak merupakan salah satu komponen penting dalam implementasi otomasi perpustakaan. Sayangnya tidak semua perpustakaan mampu menyediakan perangkat lunak untuk otomasi perpustakaan. Hal ini disebabkan karena harga perangkat lunak aplikasi aplikasi sulit dijangkau oleh banyak perpustakaan di Tanah Air. Kehadiran Senayan sebagai salah satu perangkat lunak aplikasi aplikasi berbasis free open source software menjadi solusi terkait sulitnya dengan pengadaan perangkat lunak aplikasi perpustakaan karena perangkat lunak ini dapat diperoleh secara gratis. 2. Mampu memenuhi kebutuhan otomasi perpustakaan Menurut Saffady sebuah perangkat lunak aplikasi aplikasi perpustakaan minimal memiliki fasilitas layanan sirkulasi, katalogisasi serta on-line public access catalog atau OPAC (Saffady dalam Anctil dan Bahesti, 2004: 4). Senayan tidak hanya menyediakan fasilitas layanan sirkulasi, katalogisasi dan OPAC. Senayan menyediakan fasilitas lain seperti manajemen keanggotaan, fasilitas untuk pengaturan perangkat lunak, cetak barcode (baik barcode anggota maupun barcode buku), penyiangan serta fasilitas laporan dan unggah koleksi digital. 53
  54. 54. 3. Senayan dibangun dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP, yang merupakan bahasa pemrograman interpreter yang memungkinkan untuk dimodifikasi. Dengan demikian maka per pustakaan memungkinkan memodifikasi Senang yang sesuai dengan kebutuhan perpustakaan. 4. Senayan dikembangankan oleh sumber daya manusia local Senayan dikembangan oleh sumber daya manusia lokal, atau dikembangkan oleh SDM bangsa Indonesia. Kondisi ini memberikan keuntungan bagi perpustakaan dan pengguna Senayan. Keuntungan tersebut adalah Senayan sesuai dengan kebutuhan perpustakaan di Tanah Air dan pengguna Senayan dapat berkomunikasi dengan mudah dengan para pengembang Senayan jika mengalami masalah dalam pemanfaatan Senayan. 5. Instalasi mudah dilakukan Sebagai perangkat lunak yang tergolong dalam jenis perangkat lunak berbasis web instalasi Senayan mudah dilakukan, baik itu untuk system operasi windows maupun system operasi linux.6. Mampu berjalan di sistem operasi linux maupun windows. Windows ataupun linux merupakan dua sistem operasi yang familiar digunakan oleh perpustakaan di Indonesia. Senayan mampu berjalan stabil di dua sistem operasi tersebut. Dengan demikian maka perpustakaan pengguna sistem operasi windows maupun linux tidak perlu khawatir tidak dapat menggunakan Senayan karena tidak mampu berjalan disalah satu sistem operasi.7. Memiliki dokumentasi yang lengkap Dokumentasi (modul dan manual) memiliki peranan penting dalam pengembangan sebuah perangkat lunak, termasuk free open source software . Eksistensi dokumentasi akan memudahkan pengguna atau calon pengguna dalam memperlajari sebuah perangkat lunak. Dengan dokumentasi 54
  55. 55. yang lengkap pengguna atau calon pengguna Senayan dapat dengan mudah mempelajari Senayan. 8. Memiliki prospek pengembangan yang jelas Perkembangan Senayan terjadi sangat cepat dalam kurun waktu 2 tahun perangkat lunak itu terus memperbaiki diri. Perbaikan ini Senayan menggunakan icsisis@yahoogroups. com sebagai forum komunikasi antar sesama pengguna Senayan atau pengembang Senayan. Keberadaan forum pengguna ini memungkinkan pengguna saling bertukar pengalaman terkait dengan pemanfaatan Senayan atau berkomunikasi dengan pengembangan jika mengalami kesulitan dalam pemanfaatan Senayan. Dengan demikian calon pengguna tidak perlu bingung kemana mereka berkonsultasi jika mengalami masalah dalam pemanfaatan Senayan, pengguna dapat berkonsultasi melalui milist ini. Sedangkan kekurangan atau kelemahan dari Senayan sebagai perangkat lunak aplikasi perpustakaan berbasis free open source software adalah: 9. Kompatibilitas web browser Untuk mengakses Senayan diperlukan web browser. Sayangnya tidak semua web browser mampu menjalankan aplikasi ini dengan sempurna. Perangkat lunak ini merekomendasikan Mozilla Firefox sebagai web browser. Penggunaan web browser selain Mozilla Firefox menyebabkan tampilan Senayan tidak akan muncul secara sempurna, misalnya ada beberapa menu yang akan tertutupi oleh banner jika pengguna menggunakan Internet Explorer sebagai web browser. Namun jika hanya digunakan untuk mengakses OPAC (online public access catalog) semua web browser dapat digunakan.5. Fasilitas Perpustakaan Digital Paparan di atas telah menjelaskan tentang berbagai fasilitas yang disediakan Senayan serta kelebihan dan kelemahan 55
  56. 56. perangkat lunak aplikasi perpustakaan ini. Namun selain itu,menurut penulis ada berbagai fasilitas yang dapat dimanfaatkan untukperpustakaan, sehingga Senayan layak direkomendasikan sebagaiperangkat lunak aplikasi perpustakaan untuk perpustakaan Digital. Dari pengamatan dan pengalaman yang penulis selamamenggunakan perangkat lunak ini, Senayan menyediakanberbagai fasilitas yang dapat dimanfaatkan perpustakaan seniuntuk meningkatkan kualitas layanan yang diberikan kepadapengguna perpustakaan. Fasilitas-fasilitas tersebut antara lain: 1. Fasilitas pengolahan koleksi gambar Perpustakaan seni memiliki jenis koleksi yang lebih kompleks dibandingkan dengan jenis perpustakaan lain. Salah satu jenis koleksi yang dimiliki perpustakaan seni adalah koleksi gambar. Dengan Senayan, perpustakaan seni dapat mengelola koleksi gambar dua dimensi (gambar, lukisan, poster) yang dimilikinya. Koleksi gambar dua dimensi yang dimungkinkan dikelola dengan Senayan meliputi koleksi gam-bar dua dimensi dalam format tercetak dan koleksi gambar dua dimensi dalam format digital. 2. Fasilitas pengolahan koleksi audio Jenis lain koleksi yang dimiliki perpustakaan bidang seni adalah koleksi audio. Koleksi audio tersebut dapat tersimpan dalam media kaset, compact disc (CD) atau digital compact disc (DVD). Koleksi audio yang tersimpan dalam media tersebut dapat dikelola dengan menggunakan Senayan. Selain itu melului perangkat lunak ini pengelola perpustakaan dapat mengolah koleksi audio dalam format digital seperti mp3 atau mp4. Data diskripsi bibliografi koleksi kogd leksi audio dalam format digital dimasukkan ke dalam database Senayan dan disertai unggah koleksi mp3 atau mp4 tersebut, apabila ini telah dilakukan maka pengguna perpustakaan dapat menelusur koleksi audio 56
  57. 57. yang dibutuhkannya dan langsung dapat menikmati mp3 atau mp4 dari perangkat lunak ini. 3. Fasilitas pengolahan koleksi audio visual Selain koleksi gambar dan audio, perpustakaan bidang seni juga memiliki koleksi audio visual. Koleksi audio visual merupakan koleksi yang didalamnya terdapat unsure gambar bergerak dan suara. Contoh dari koleksi audio visual antara lain adalah kaset video, video compact disc (VCD) atau di (DVD). Selain memungkinkan mengelola koleksi audio visual yang tersimpan dalam kaset video, VCD dan DVD, Senayan juga memungkinkan 4. Fasilitas pengembangan katalog induk perpustakaan bidang seni Fasilitas lainnya yang layak dijadikan pertimbangan bagi perpustakaan seni untuk memilih perangkat lunak ini adalah fasilitas UCS (Union Catalog Server) atau fasilitas untuk membangun katalog induk. Dengan fasilitas UCS, berbagai perpustakaan bidang seni dapat membangun katalog bersama-sama. Keuntungan dengan membangun katalog induk ini adalah anggota dari katalog induk ini dapat saling bertukar data bibliografi serta memudahkan penggd guna perpustakaan menelusur koleksi dari banyak perpustakaan melalui satu pintu gerbang. Contoh dari implementasi katalog induk ini adalah Jaringan Perpustakaan Jogjakarta.6. Install Senayan di Local Host Windows Dalam dunia perpustakaan, ada sebuah program yang telah dikenal luas dalam membantu tugas-tugas pengelolaan perpustakaan seperti bibliography, sirkulasi, penanganan anggota, dll. Yang membanggakan program tersebut dibuat oleh anak bangsa negeri ini. Namanya adalah Senayan. Program ini 57
  58. 58. sebenarnya dapat di-install di server jaringan tetapi dapat jugadi-install pada local host di komputer Anda sendiri. Pada tulisan ini dijelaskan cara meng-install programSenayan pada local host di Sistem Operasi Windows, denganharapan agar dapat menjadi ‘mainan’ Anda untuk diopreksebelum Anda meng-installnya pada server jaringan Anda. Meskidemikian,bisa juga Anda berdayakan pada perpustakaan Anda tanpa perludi-install ke server jaringan. Perangkat yang Anda butuhkan adalah program XAMPPdan program Senayan. Keduanya dapat Anda peroleh secaragratis di Internet. XAMPP merupakan sebuah paket web serveryang bersifat open source , dan cross platform, artinya XAMPPtersedia untuk berbagai distribusi sistem operasi sepertiWindows, Linux, Mac, Solaris. Dinamakan paket web serverkarena dalam XAMPP terdapat aplikasi yang lain yaitu ApacheHTTP Server, database MySQL, dan bahasa scripting PHP danPerl. Itulah sebabnya dinamakan XAMPP yang merupakansingkatan dari X (artinya cross platform); Apache HTTP Server; MySQL; PHP; dan Perl. Itu yangkebutuhan yang pertama. Kebutuhan yang kedua adalah aplikasi Senayan.Program ini memang dibuat untuk melakukan otomatisasipengelolaan perpustakaan berbasis PHP dan MySQL.a) Inilah langkah-langkah instalasi Senayan Stable di lokal hostWindows: 1. Download aplikasi XAMPP. Anda bisa mencarinya dengan Google. Ada banyak situs yang menyediakan XAMPP, salah satunya adalah di situs http://sourceforge.net/projects/xampp/. Download- lah aplikasi XAMPP untuk Sistem Operasi Windows. Ketika dibuatnya tulisan ini telah mencapai versi 1.7.3. Klik pada 58
  59. 59. 2. tombol berwarna hijau untuk men-download file xampp-win32- 1.7.3.exe yang berukuran 53,7 MB.Gambar Men-download XAMPP untuk Windows2. Download aplikasi Senayan. Arahkan browser Anda ke alamat http://senayan.diknas.go.id/web2/?q=node/1. Klik3. pada link Senayan 3 Stable 14 (Seulanga). File yang akan Anda download akan mempunyai ekstensi .tar.gz yang merupakan ekstensi native di Linux. Tetapi tidak masalah, Anda dapat mengekstraknya dengan meng-install program Winzip. Pada saat dibuatnya tulisan ini penulis men- download file dengan nama senayan3-stable14- patch1.tar.gz yang merupakan aplikasi Senayan versi 3 stabil 14. 59
  60. 60. Gambar Mengunduh Senayan4. Install aplikasi XAMPP yang sudah Anda download tadi. Klik ganda pada file xampp-win32-1.7.3.exe. Install saja di drive C:. Ikuti saja prosesnya sampai selesai.Gambar Meng-install XAMPP 60
  61. 61. Gambar Control Panel dari XAMPP5. Ekstrak aplikasi Senayan dengan menggunakan Winzip. Ekstrak saja ke drive C:. Kemudian gantilah nama folder Senayan3-stable14 menjadi ‘senayan’ saja.6. Carilah file sysconfig.inc.php yang ada di folder senayan. Buka dengan Notepad dan lakukan modifikasi pada bagian nama database dan username-nya. 61

×