SlideShare a Scribd company logo
1 of 46
Download to read offline
CRS:
MENINGIOMA
Fathia Rachmatina
030.08.099
KEPANITERAAN KLINIK ILMU PENYAKIT SARAF
RUMAH SAKIT MARZOEKI MAHDI BOGOR
ANAMNESA
Autoanamnesa :tanggal 26 Februari 2013
Identitas Pasien
• Ny. N
Nama
• 54 tahun
Umur
• KP Jawa, Ciomas, Jawa Barat
Alamat
• Ibu Rumah Tangga
Pekerjaan
• SMA
Pendidikan
• Menikah
Status Pernikahan
• Islam
Agama
• Sunda
Suku
• Lemas pada kedua
tungkai sejak 1
minggu SMRS
Keluhan
Utama
• Nyeri Kepala
Keluhan
Tambahan
Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien datang ke IGD RSMM Bogor
dengan keluhan lemas pada kedua
tungkai sejak 1 minggu SMRS.
Kelemahan terjadi perlahan, semakin lama
semakin memberat, sehingga pasien tidak
bisa bangun dari tempat tidurnya.
Selain itu, ± 2 tahun belakangan ini Os
sering merasakan nyeri kepala, dirasakan
berdenyut di seluruh bagian kepala, nyeri
dirasakan semakin hari semakin hebat, Os
sering terbangun pada malam hari karena
nyeri kepala, dan nyeri tidak sembuh
dengan mengkonsumsi obat sakit kepala.
Pasien juga mengaku tidak ada mual
maupun muntah, pingsan, demam, sulit
menelan, tersedak saat makan ataupun
minum, riwayat terjatuh, penurunan berat
badan, ataupun gangguan buang air besar
dan air kecil. Adanya rasa baal dan
kesemutan disangkal, bicara pelo, mulut
mencong disangkal
Penyakit
yang sama
(-)
Kejang (+)
Hipertensi
(-)
Alergi (-)
Penyakit
hati (-)
Penyakit
Ginjal (-)
Penyakit
Jantung(-)
Diabetes
mellitus (-)
5
• Penyakit yang sama (-)
• Penyakit Jantung (-)
• Penyakit Ginjal (-)
• Hipertrnsi (+)
• DM (-)
• Alergi (-)
• Konsumsi Alkohol (-)
• Rokok (-)
• Makanan asin,bersantan, jeroan (-)
Pemeriksaan Fisik
(Selasa, 26 Februari 2013)
STATUS G ENERALIS
Keadaan Umum tampak sakit sedang
Kesadaran compos mentis
Sikap berbaring
Keadaan Gizi cukup
Tekanan Darah 100/70 mmHg
Nadi 84x/mnt
Suhu 36,7 0C
Pernafasan 20x/menit
KEADAAN LOKAL
Trauma Stigmata (-)
Pulsasi A.Carotis teraba, kanan = kiri, reguler
Perdarahan Perifer capilary refil < 2 detik
KGB tidak teraba membesar
Columna Vertebralis letak ditengah, skoliosis (-), lordosis (-)
PEMERIKSAAN FISIK (1)
INSPEKSI
• Ictus cordis tidak terlihat
PALPASI
• Ictus cordis tidak terraba
PERKUSI
• Batas jantung kanan: ICS III-V LSD
• Batas jantung kiri: ICS V 1cm medial LMCS
• Batas atas jantung: ICS III LPSS
AUSKULTASI
• SI SII regular, murmur (-), Gallop (-)
Toraks Pemeriksaan fisik (2)
INSPEKSI
•Simetris
•Retraksi (-)
PALPASI
• Vokal fremitus simetris
PERKUSI
• Sonor di kedua lapang paru
• Batas paru hepar di ICS V LMSD dengan
peranjakan (+) 1 jari pemeriksa
• Batas paru-hepar setinggi ICS V LMCD
AUSKULTASI
• Suara Nafas Vesikular melemah pada basal paru
kanan
• Ronki (-/-)
• Wheezing (-/-)
TORAKS Pemeriksaan fisik (2)
PEMERIKSAAN ABDOMEN
Inspeksi datar
Palpasi supel, nyeri tekan (-)
hepatosplenomegali (-)
Perkusi timpani di seluruh lapangan abdomen
Auskultasi bising Usus (+) normal
PEMERIKSAAN EKSTREMITAS
Atas akral hangat, edema (-)
Bawah akral hangat, edema (-)
Pemeriksaan fisik (3)
PEMERIKSAAN NEUROLOGIS
GCS: E4M6V5= 15
A. RANGSANG SELAPUT OTAK
KANAN KIRI
Kaku Kuduk (-) (-)
Laseque > 700 > 700
Laseque Menyilang (-) (-)
Kernig > 1350 > 1350
Brudzinski I (-) (-)
Brudzinski II (-) (-)
Pemeriksaan fisik (4)
B. SARAF-SARAF KRANIALIS
N. I Normosmia kanan dan kiri
N. II KANAN KIRI
Acies Visus baik baik
Visus Campus baik baik
Melihat Warna baik baik
Funduskopi Tidak dilakukan
Pemeriksaan fisik (5)
N. III, N. IV, N.VI
Kedudukan Bola Mata Ortoposisi Ortoposisi
Pergerakan Bola Mata
ke nasal atas
nasal bawah
ke temporal atas
temporal bawah
baik
baik
baik
baik
baik
baik
baik
baik
Eksophalmus (-) (-)
Nistagmus (-) (-)
Pupil isokor isokor
Bentuk bulat, Ø 3mm bulat, Ø 3mm
Refleks Cahaya
Langsung
(+) (+)
RCTL baik baik
Akomodasi (+) (+)
Konvergensi (+) (+)
Pemeriksaan fisik (6)
N. V KANAN KIRI
Cabang Motorik
Cabang Sensorik
Optahalmik
Maxilla
Mandibularis
baik
baik
baik
baik
baik
baik
baik
baik
baik
baik
N. VII KANAN KIRI
Motorik Orbitofrontal
Motorik Orbicularis
Pengecap Lidah
baik
baik
baik
baik
Sulcus nasolabial datar
baik
Pemariksaan fisik (7)
N. VIII
Vestibular
Vertigo
Nistagmus
(-)
(-)
Cochlear Tidak dilakukan pemeriksaan
N. IX, X KANAN KIRI
Motorik
Sensorik
baik
baik
baik
baik
N. XI KANAN KIRI
Mengangkat bahu
Menoleh
baik
baik
baik
baik
N. XII
Pergerakan Lidah
Atropi
Fasikulasi
Tremor
Deviasi ke kiri
(-)
(-)
(-)
Pemeriksaan fisik (8)
D. Sistem Motorik
Ekstremitas atas
Ekstremitas
5 5 5 5 5 5 5 5
2 2 2 2 2 2 2 2
E. Gerakan Involunter
Tremor
Chorea
Atetose
Mioklonik
Tics
(-)
(-)
(-)
(-)
(-)
F. Trofik Normotrofik
G. Tonus Normotonus
H. Sistem Sensorik
Proprioseptif
Eksteroseptif
baik
baik
Pemeriksaan fisik (9)
I. Fungsi Cerebellar dan
Koordinasi
Ataxia
Tes Rhomberg
Disdiadokinesia
Jari-Jari
Jari-Hidung
Tumit-Lutut
(-)
(-)
Tidak dilakukan pemeriksaan
(-)
(-)
(-)
(-)
J. Fungsi Luhur
Astereognosia
Apraksia
Afasia
(-)
(-)
(-)
K. Fungsi Otonom
Miksi
Defekasi
Sekresi Keringat
baik
baik
baik
Pemeriksaan fisik (10)
Refleks-refleks Fisiologis KANAN KIRI
Kornea
Berbangkis
Faring
Bisep
Trisep
Radius
Lutut
Cremaster
Sfimgter Ani
(+)
(+)
(+)
(+2)
(+2)
(+2)
(+1)
tidak diperiksa
tidak diperiksa
(+)
(+)
(+)
(+2)
(+2)
(+2)
(+1)
Refleks-refleks Patologiks KANAN KIRI
Hoffman Tromner
Chaddock
Gordon
Gonda
Schaeffer
Klonus Lutut
Klonus Tumit
(-)
(-)
(-)
(-)
(-)
(-)
(-)
(-)
(-)
(-)
(-)
(-)
(-)
(-)
Pemeriksaan fisik (11)
Keadaan Psikis
Intelegensia
Tanda regresi
Demensia
Baik
(-)
(-)
Pemeriksaan fisik (12)
Pemeriksaan Hasil Nilai Rujukan
Hemoglobin 13,4 g/dl 13 – 18
Leukosit 9.400 /mm3 4000 – 10000
Trombosit 188.000 mm3 150000 – 400000
Hematokrit 43 U/l 40 – 54
SGOT 33 U/l < 42
SGPT 15 mg/dl <47
Ureum 35,2 mg/dl 10 – 50
Kreatinin 0,57 mg/dl 0,67 – 1,36
Glukosa Sewaktu 101 mg/dl < 140
Pemeriksaan Penunjang (1)
Pemeriksaan Penunjang (2)
PEMERIKSAAN RADIOLOGI
CT Scan (27 Februari 2013)
Kesan:
Masa dengan penyangatan homogen di parafalx
anterior terutama sinistra dan temporal dextra tampak
lebih membesar dan menyebabkan mid line shift ke
kanan +/- 2cm, curiga meningioma
Resume
Anamnesa
• Lemas pada kedua
tungkai sejak 1
minggu SMRS.
• ± 2 tahun nyeri
kepala
• Sejak 2 tahun Os
memiliki riwayat
kejang
Pemeriksaan
Fisik
• penurunan sistem
mororik pada kedua
ekstremitas inferior
proksimal distal
• pada pemeriksaan
refeleks fisiologis
lutut didapatkan
penurunan refleks
(+1/+1)
Pemeriksaan
Penunjang
CT Scan :
• Kesan: terdapat
massa dan curiga
meningioma.
DIAGNOSIS KERJA
Diagnosis klinis : Para Parese, Cephalgia
Diagnosis etiologi : Suspek Meningioma
Diagnosis topik : Parafalx anterior
PENATALAKSANAAN
Non medikamentosa
1. Tirah baring
2. Mengedukasikan pasien tentang penyakitnya
Medikamentosa
1. IVFD Asering 20 tpm (selanjutnya IVFD tutofusin 16 tpm)
2. Ranitidin 2 x 15 mg IV
3. Phenitoin syr 3 x C
4. Meloxicam 1 x 15 mg
5. Vitamin B6 2 x 1
PROGNOSIS
Ad vitam
Ad fungsionam
Ad sanationam
:
:
:
ad bonam
Dubia ad malam
Dubia ad malam
DEFINISI
• Meningioma adalah tumor pada meningen
yang merupakan selaput pelindung yang
melindungi otak dan medulla spinalis.
• Timbul pada tempat manapun di bagian
otak maupun medulla spinalis, umumnya
terjadi di hemisphere otak di semua
lobusnya.
• Meningioma berasal dari leptomening
yang biasanya berkembang jinak.
Etiologi
• Para ahli tidak memastikan apa penyebab
tumor meningioma, namun beberapa teori
telah diteliti dan sebagian besar
menyetujui bahwa kromoson yang jelek
yang meyebabkan timbulnya meningioma.
• Di antara 40% dan 80% dari meningiomas
berisi kromosom 22 yang abnormal
Anatomi Selaput Otak
GEJALA
Gejala umumnya seperti.;
- Sakit kepala, dapat berat atau bertambah
buruk saat beraktifitas atau pada pagi hari.
- Perubahan mental
- Kejang
- Mual muntah
- Perubahan visus, misalnya pandangan
kabur.
Gejala dan Tanda
KLASIFIKASI MENINGIOMA
WHO
Diagnosis
• Pemeriksaan lab : -
• Imaging : Foto polos, CT scan dan
MRI,angiografi
• Gambaran Histopatologi
Foto polos
• Hiperostosis adalah salah satu gambaran mayor
dari meningioma pada foto polos. Dinidikasikan
untuk tumor pada meninngen.
• Tampak erosi tulang dan dekstruksi sinus
sphenoidales,
• kalsifikasi dan lesi litik pada tulang tengkorak.
• Pembesaran pembuluh darah meningen
menggambarkan dilatasi arteri meningen yang
mensuplai darah ke tumor.
• Kalsifikasi terdapat pada 20-25% kasus dapat
bersifat fokal maupun difus.
CT-scan kontras dan CT-scan
tanpa kontras
• Memperlihatkan paling banyak meningioma.
• Tampak gambran isodense hingga hiperdense pada foto
tanpa kontras
• Gambaran peningkatan densitas yang homogeny pada
foto dengan kontras.
• Tumor juga memberikan gambaran komponen cystic
dan kalsifikasi pada beberapa kasus. Udem peritumoral
dapat terlihat dengan jelas.
MRI
• Merupakan pencitraan yang sangat baik
digunakan untuk mengevaluasi
meningioma. MRI memperlihatkan lesi
berupa massa, dengan gejala tergantung
pada lokasi tumor berada, gambaran
meningioma 62-70% terdapat dural tail
Foto MRI
TATALAKSANA
• Pembedahan / operasi
• Radioterapi
• Kemoterapi
• Craniotomy dengan bantuan miksroskop
bedah.
Daftar Pustaka
• Rowland, Lewis P, ed. 2005. Merritt’s Neurology. 11th ed. New York :
Lippincott Williams & Wilkins.
• Black, Peter, et al. 2007. Meningiomas : Science and Surgery. Clinical
Neurosurgery. vol 54 chapter 16 p. 91-99.
• Riemenschneider, Markus J, et al. 2006. Histological Classification and
Molecular Genetics of Meningiomas. The Lancet Neurology. December vol
5 p. 1045-1054.
• Mardjono, Mahar, Priguna Sidharta. 2008. Neurologi Klinis Dasar. Cetakan
13. Jakarta : Dian Rakyat.
• 2011. Meningioma [Internet]. Available from www.cancer.net [accesed
Maret 2013]
• Rohkamm, Reinhard. 2004. Color Atlas of Neurology. Stuttgart : Thieme.
• 2012. Meningioma [Internet]. Available from www.abta.org [accesed Maret
2013]
•
dokumen.tips_ppt-crs-meningioma.pptx

More Related Content

Similar to dokumen.tips_ppt-crs-meningioma.pptx

Presentasi1.pptx
Presentasi1.pptxPresentasi1.pptx
Presentasi1.pptxKahyaChann
 
kasus-kolelitiasis_compress.pdf
kasus-kolelitiasis_compress.pdfkasus-kolelitiasis_compress.pdf
kasus-kolelitiasis_compress.pdfAsri83231
 
PPT Ujian Isna Zahra.pptx
PPT Ujian Isna Zahra.pptxPPT Ujian Isna Zahra.pptx
PPT Ujian Isna Zahra.pptxIsnaZahra4
 
Dokumen tips laporan_kasus_ckd_562babf2d
Dokumen tips laporan_kasus_ckd_562babf2dDokumen tips laporan_kasus_ckd_562babf2d
Dokumen tips laporan_kasus_ckd_562babf2dnajmiatulislami
 
PPT CASE 2 IVAN.pptx
PPT CASE 2 IVAN.pptxPPT CASE 2 IVAN.pptx
PPT CASE 2 IVAN.pptxivand15
 
Nurtika CBD Diare Kronis.pptx
Nurtika CBD Diare Kronis.pptxNurtika CBD Diare Kronis.pptx
Nurtika CBD Diare Kronis.pptxNurtika2
 
POMR Diare akut 30-3-2022.pptx
POMR Diare akut 30-3-2022.pptxPOMR Diare akut 30-3-2022.pptx
POMR Diare akut 30-3-2022.pptxSyahrulAdzim
 
Acute Coronary Syndrome.pptx
Acute Coronary Syndrome.pptxAcute Coronary Syndrome.pptx
Acute Coronary Syndrome.pptxICPtvchannel1
 
CHOLELITIASIS 3.pptx
CHOLELITIASIS 3.pptxCHOLELITIASIS 3.pptx
CHOLELITIASIS 3.pptxssuserb27576
 
PPT CRS Fikri Arfu Riza.pptx
PPT CRS Fikri Arfu Riza.pptxPPT CRS Fikri Arfu Riza.pptx
PPT CRS Fikri Arfu Riza.pptxAlisiaNurjannah
 
Weekly Report Urologi 13 Januari 2023.pptx
Weekly Report Urologi 13 Januari 2023.pptxWeekly Report Urologi 13 Januari 2023.pptx
Weekly Report Urologi 13 Januari 2023.pptxNizarAgustian1
 
91722104 case-dr-andi-fajar
91722104 case-dr-andi-fajar91722104 case-dr-andi-fajar
91722104 case-dr-andi-fajarhomeworkping4
 
Co Infection Dengue and HIV/AIDS
Co Infection Dengue and HIV/AIDSCo Infection Dengue and HIV/AIDS
Co Infection Dengue and HIV/AIDSSoroy Lardo
 
LAPKAS CHF.pptx
LAPKAS CHF.pptxLAPKAS CHF.pptx
LAPKAS CHF.pptxIvanOnggo1
 

Similar to dokumen.tips_ppt-crs-meningioma.pptx (20)

Presentasi1.pptx
Presentasi1.pptxPresentasi1.pptx
Presentasi1.pptx
 
kasus-kolelitiasis_compress.pdf
kasus-kolelitiasis_compress.pdfkasus-kolelitiasis_compress.pdf
kasus-kolelitiasis_compress.pdf
 
PPT Ujian Isna Zahra.pptx
PPT Ujian Isna Zahra.pptxPPT Ujian Isna Zahra.pptx
PPT Ujian Isna Zahra.pptx
 
PKD Safitri.pptx
PKD Safitri.pptxPKD Safitri.pptx
PKD Safitri.pptx
 
Dokumen tips laporan_kasus_ckd_562babf2d
Dokumen tips laporan_kasus_ckd_562babf2dDokumen tips laporan_kasus_ckd_562babf2d
Dokumen tips laporan_kasus_ckd_562babf2d
 
PPT CASE 2 IVAN.pptx
PPT CASE 2 IVAN.pptxPPT CASE 2 IVAN.pptx
PPT CASE 2 IVAN.pptx
 
Nurtika CBD Diare Kronis.pptx
Nurtika CBD Diare Kronis.pptxNurtika CBD Diare Kronis.pptx
Nurtika CBD Diare Kronis.pptx
 
POMR Diare akut 30-3-2022.pptx
POMR Diare akut 30-3-2022.pptxPOMR Diare akut 30-3-2022.pptx
POMR Diare akut 30-3-2022.pptx
 
Acute Coronary Syndrome.pptx
Acute Coronary Syndrome.pptxAcute Coronary Syndrome.pptx
Acute Coronary Syndrome.pptx
 
Laporan Jaga
Laporan JagaLaporan Jaga
Laporan Jaga
 
Laporan Kasus ACS STEMI
Laporan Kasus ACS STEMILaporan Kasus ACS STEMI
Laporan Kasus ACS STEMI
 
CHOLELITIASIS 3.pptx
CHOLELITIASIS 3.pptxCHOLELITIASIS 3.pptx
CHOLELITIASIS 3.pptx
 
PPT CRS Fikri Arfu Riza.pptx
PPT CRS Fikri Arfu Riza.pptxPPT CRS Fikri Arfu Riza.pptx
PPT CRS Fikri Arfu Riza.pptx
 
Weekly Report Urologi 13 Januari 2023.pptx
Weekly Report Urologi 13 Januari 2023.pptxWeekly Report Urologi 13 Januari 2023.pptx
Weekly Report Urologi 13 Januari 2023.pptx
 
91722104 case-dr-andi-fajar
91722104 case-dr-andi-fajar91722104 case-dr-andi-fajar
91722104 case-dr-andi-fajar
 
dokumen.tips_ppt-hhd.pptx
dokumen.tips_ppt-hhd.pptxdokumen.tips_ppt-hhd.pptx
dokumen.tips_ppt-hhd.pptx
 
Psmba.pptx
Psmba.pptxPsmba.pptx
Psmba.pptx
 
CAP (3).pptx
CAP (3).pptxCAP (3).pptx
CAP (3).pptx
 
Co Infection Dengue and HIV/AIDS
Co Infection Dengue and HIV/AIDSCo Infection Dengue and HIV/AIDS
Co Infection Dengue and HIV/AIDS
 
LAPKAS CHF.pptx
LAPKAS CHF.pptxLAPKAS CHF.pptx
LAPKAS CHF.pptx
 

More from ikhsan1611

Placentation, Placental Hormone and Amniotic Fluid-1.pptx
Placentation, Placental Hormone and Amniotic Fluid-1.pptxPlacentation, Placental Hormone and Amniotic Fluid-1.pptx
Placentation, Placental Hormone and Amniotic Fluid-1.pptxikhsan1611
 
Cara Mediagnosa HNP.pptx
Cara Mediagnosa HNP.pptxCara Mediagnosa HNP.pptx
Cara Mediagnosa HNP.pptxikhsan1611
 
PPT DD VVK.pptx
PPT DD VVK.pptxPPT DD VVK.pptx
PPT DD VVK.pptxikhsan1611
 
Education dan Pencegahan Meningitis.pptx
Education dan Pencegahan Meningitis.pptxEducation dan Pencegahan Meningitis.pptx
Education dan Pencegahan Meningitis.pptxikhsan1611
 
Education dan Pencegahan Meningitis.pptx
Education dan Pencegahan Meningitis.pptxEducation dan Pencegahan Meningitis.pptx
Education dan Pencegahan Meningitis.pptxikhsan1611
 
MANAJEMEN_RUMAH_SAKIT.ppt
MANAJEMEN_RUMAH_SAKIT.pptMANAJEMEN_RUMAH_SAKIT.ppt
MANAJEMEN_RUMAH_SAKIT.pptikhsan1611
 
doku.pub_trauma-kepala-ppt-presentasi-fixpptx.pdf
doku.pub_trauma-kepala-ppt-presentasi-fixpptx.pdfdoku.pub_trauma-kepala-ppt-presentasi-fixpptx.pdf
doku.pub_trauma-kepala-ppt-presentasi-fixpptx.pdfikhsan1611
 

More from ikhsan1611 (9)

PPT
PPT PPT
PPT
 
CMD PPP.pptx
CMD PPP.pptxCMD PPP.pptx
CMD PPP.pptx
 
Placentation, Placental Hormone and Amniotic Fluid-1.pptx
Placentation, Placental Hormone and Amniotic Fluid-1.pptxPlacentation, Placental Hormone and Amniotic Fluid-1.pptx
Placentation, Placental Hormone and Amniotic Fluid-1.pptx
 
Cara Mediagnosa HNP.pptx
Cara Mediagnosa HNP.pptxCara Mediagnosa HNP.pptx
Cara Mediagnosa HNP.pptx
 
PPT DD VVK.pptx
PPT DD VVK.pptxPPT DD VVK.pptx
PPT DD VVK.pptx
 
Education dan Pencegahan Meningitis.pptx
Education dan Pencegahan Meningitis.pptxEducation dan Pencegahan Meningitis.pptx
Education dan Pencegahan Meningitis.pptx
 
Education dan Pencegahan Meningitis.pptx
Education dan Pencegahan Meningitis.pptxEducation dan Pencegahan Meningitis.pptx
Education dan Pencegahan Meningitis.pptx
 
MANAJEMEN_RUMAH_SAKIT.ppt
MANAJEMEN_RUMAH_SAKIT.pptMANAJEMEN_RUMAH_SAKIT.ppt
MANAJEMEN_RUMAH_SAKIT.ppt
 
doku.pub_trauma-kepala-ppt-presentasi-fixpptx.pdf
doku.pub_trauma-kepala-ppt-presentasi-fixpptx.pdfdoku.pub_trauma-kepala-ppt-presentasi-fixpptx.pdf
doku.pub_trauma-kepala-ppt-presentasi-fixpptx.pdf
 

dokumen.tips_ppt-crs-meningioma.pptx

  • 1. CRS: MENINGIOMA Fathia Rachmatina 030.08.099 KEPANITERAAN KLINIK ILMU PENYAKIT SARAF RUMAH SAKIT MARZOEKI MAHDI BOGOR
  • 3. Identitas Pasien • Ny. N Nama • 54 tahun Umur • KP Jawa, Ciomas, Jawa Barat Alamat • Ibu Rumah Tangga Pekerjaan • SMA Pendidikan • Menikah Status Pernikahan • Islam Agama • Sunda Suku
  • 4. • Lemas pada kedua tungkai sejak 1 minggu SMRS Keluhan Utama • Nyeri Kepala Keluhan Tambahan
  • 5. Riwayat Penyakit Sekarang Pasien datang ke IGD RSMM Bogor dengan keluhan lemas pada kedua tungkai sejak 1 minggu SMRS. Kelemahan terjadi perlahan, semakin lama semakin memberat, sehingga pasien tidak bisa bangun dari tempat tidurnya.
  • 6. Selain itu, ± 2 tahun belakangan ini Os sering merasakan nyeri kepala, dirasakan berdenyut di seluruh bagian kepala, nyeri dirasakan semakin hari semakin hebat, Os sering terbangun pada malam hari karena nyeri kepala, dan nyeri tidak sembuh dengan mengkonsumsi obat sakit kepala.
  • 7. Pasien juga mengaku tidak ada mual maupun muntah, pingsan, demam, sulit menelan, tersedak saat makan ataupun minum, riwayat terjatuh, penurunan berat badan, ataupun gangguan buang air besar dan air kecil. Adanya rasa baal dan kesemutan disangkal, bicara pelo, mulut mencong disangkal
  • 8. Penyakit yang sama (-) Kejang (+) Hipertensi (-) Alergi (-) Penyakit hati (-) Penyakit Ginjal (-) Penyakit Jantung(-) Diabetes mellitus (-)
  • 9. 5 • Penyakit yang sama (-) • Penyakit Jantung (-) • Penyakit Ginjal (-) • Hipertrnsi (+) • DM (-) • Alergi (-) • Konsumsi Alkohol (-) • Rokok (-) • Makanan asin,bersantan, jeroan (-)
  • 11. STATUS G ENERALIS Keadaan Umum tampak sakit sedang Kesadaran compos mentis Sikap berbaring Keadaan Gizi cukup Tekanan Darah 100/70 mmHg Nadi 84x/mnt Suhu 36,7 0C Pernafasan 20x/menit KEADAAN LOKAL Trauma Stigmata (-) Pulsasi A.Carotis teraba, kanan = kiri, reguler Perdarahan Perifer capilary refil < 2 detik KGB tidak teraba membesar Columna Vertebralis letak ditengah, skoliosis (-), lordosis (-) PEMERIKSAAN FISIK (1)
  • 12. INSPEKSI • Ictus cordis tidak terlihat PALPASI • Ictus cordis tidak terraba PERKUSI • Batas jantung kanan: ICS III-V LSD • Batas jantung kiri: ICS V 1cm medial LMCS • Batas atas jantung: ICS III LPSS AUSKULTASI • SI SII regular, murmur (-), Gallop (-) Toraks Pemeriksaan fisik (2)
  • 13. INSPEKSI •Simetris •Retraksi (-) PALPASI • Vokal fremitus simetris PERKUSI • Sonor di kedua lapang paru • Batas paru hepar di ICS V LMSD dengan peranjakan (+) 1 jari pemeriksa • Batas paru-hepar setinggi ICS V LMCD AUSKULTASI • Suara Nafas Vesikular melemah pada basal paru kanan • Ronki (-/-) • Wheezing (-/-) TORAKS Pemeriksaan fisik (2)
  • 14. PEMERIKSAAN ABDOMEN Inspeksi datar Palpasi supel, nyeri tekan (-) hepatosplenomegali (-) Perkusi timpani di seluruh lapangan abdomen Auskultasi bising Usus (+) normal PEMERIKSAAN EKSTREMITAS Atas akral hangat, edema (-) Bawah akral hangat, edema (-) Pemeriksaan fisik (3)
  • 15. PEMERIKSAAN NEUROLOGIS GCS: E4M6V5= 15 A. RANGSANG SELAPUT OTAK KANAN KIRI Kaku Kuduk (-) (-) Laseque > 700 > 700 Laseque Menyilang (-) (-) Kernig > 1350 > 1350 Brudzinski I (-) (-) Brudzinski II (-) (-) Pemeriksaan fisik (4)
  • 16. B. SARAF-SARAF KRANIALIS N. I Normosmia kanan dan kiri N. II KANAN KIRI Acies Visus baik baik Visus Campus baik baik Melihat Warna baik baik Funduskopi Tidak dilakukan Pemeriksaan fisik (5)
  • 17. N. III, N. IV, N.VI Kedudukan Bola Mata Ortoposisi Ortoposisi Pergerakan Bola Mata ke nasal atas nasal bawah ke temporal atas temporal bawah baik baik baik baik baik baik baik baik Eksophalmus (-) (-) Nistagmus (-) (-) Pupil isokor isokor Bentuk bulat, Ø 3mm bulat, Ø 3mm Refleks Cahaya Langsung (+) (+) RCTL baik baik Akomodasi (+) (+) Konvergensi (+) (+) Pemeriksaan fisik (6)
  • 18. N. V KANAN KIRI Cabang Motorik Cabang Sensorik Optahalmik Maxilla Mandibularis baik baik baik baik baik baik baik baik baik baik N. VII KANAN KIRI Motorik Orbitofrontal Motorik Orbicularis Pengecap Lidah baik baik baik baik Sulcus nasolabial datar baik Pemariksaan fisik (7)
  • 19. N. VIII Vestibular Vertigo Nistagmus (-) (-) Cochlear Tidak dilakukan pemeriksaan N. IX, X KANAN KIRI Motorik Sensorik baik baik baik baik N. XI KANAN KIRI Mengangkat bahu Menoleh baik baik baik baik N. XII Pergerakan Lidah Atropi Fasikulasi Tremor Deviasi ke kiri (-) (-) (-) Pemeriksaan fisik (8)
  • 20. D. Sistem Motorik Ekstremitas atas Ekstremitas 5 5 5 5 5 5 5 5 2 2 2 2 2 2 2 2 E. Gerakan Involunter Tremor Chorea Atetose Mioklonik Tics (-) (-) (-) (-) (-) F. Trofik Normotrofik G. Tonus Normotonus H. Sistem Sensorik Proprioseptif Eksteroseptif baik baik Pemeriksaan fisik (9)
  • 21. I. Fungsi Cerebellar dan Koordinasi Ataxia Tes Rhomberg Disdiadokinesia Jari-Jari Jari-Hidung Tumit-Lutut (-) (-) Tidak dilakukan pemeriksaan (-) (-) (-) (-) J. Fungsi Luhur Astereognosia Apraksia Afasia (-) (-) (-) K. Fungsi Otonom Miksi Defekasi Sekresi Keringat baik baik baik Pemeriksaan fisik (10)
  • 22. Refleks-refleks Fisiologis KANAN KIRI Kornea Berbangkis Faring Bisep Trisep Radius Lutut Cremaster Sfimgter Ani (+) (+) (+) (+2) (+2) (+2) (+1) tidak diperiksa tidak diperiksa (+) (+) (+) (+2) (+2) (+2) (+1) Refleks-refleks Patologiks KANAN KIRI Hoffman Tromner Chaddock Gordon Gonda Schaeffer Klonus Lutut Klonus Tumit (-) (-) (-) (-) (-) (-) (-) (-) (-) (-) (-) (-) (-) (-) Pemeriksaan fisik (11)
  • 24. Pemeriksaan Hasil Nilai Rujukan Hemoglobin 13,4 g/dl 13 – 18 Leukosit 9.400 /mm3 4000 – 10000 Trombosit 188.000 mm3 150000 – 400000 Hematokrit 43 U/l 40 – 54 SGOT 33 U/l < 42 SGPT 15 mg/dl <47 Ureum 35,2 mg/dl 10 – 50 Kreatinin 0,57 mg/dl 0,67 – 1,36 Glukosa Sewaktu 101 mg/dl < 140 Pemeriksaan Penunjang (1)
  • 25. Pemeriksaan Penunjang (2) PEMERIKSAAN RADIOLOGI CT Scan (27 Februari 2013) Kesan: Masa dengan penyangatan homogen di parafalx anterior terutama sinistra dan temporal dextra tampak lebih membesar dan menyebabkan mid line shift ke kanan +/- 2cm, curiga meningioma
  • 26.
  • 27. Resume Anamnesa • Lemas pada kedua tungkai sejak 1 minggu SMRS. • ± 2 tahun nyeri kepala • Sejak 2 tahun Os memiliki riwayat kejang Pemeriksaan Fisik • penurunan sistem mororik pada kedua ekstremitas inferior proksimal distal • pada pemeriksaan refeleks fisiologis lutut didapatkan penurunan refleks (+1/+1) Pemeriksaan Penunjang CT Scan : • Kesan: terdapat massa dan curiga meningioma.
  • 28. DIAGNOSIS KERJA Diagnosis klinis : Para Parese, Cephalgia Diagnosis etiologi : Suspek Meningioma Diagnosis topik : Parafalx anterior
  • 29. PENATALAKSANAAN Non medikamentosa 1. Tirah baring 2. Mengedukasikan pasien tentang penyakitnya Medikamentosa 1. IVFD Asering 20 tpm (selanjutnya IVFD tutofusin 16 tpm) 2. Ranitidin 2 x 15 mg IV 3. Phenitoin syr 3 x C 4. Meloxicam 1 x 15 mg 5. Vitamin B6 2 x 1
  • 30. PROGNOSIS Ad vitam Ad fungsionam Ad sanationam : : : ad bonam Dubia ad malam Dubia ad malam
  • 31.
  • 32. DEFINISI • Meningioma adalah tumor pada meningen yang merupakan selaput pelindung yang melindungi otak dan medulla spinalis. • Timbul pada tempat manapun di bagian otak maupun medulla spinalis, umumnya terjadi di hemisphere otak di semua lobusnya. • Meningioma berasal dari leptomening yang biasanya berkembang jinak.
  • 33. Etiologi • Para ahli tidak memastikan apa penyebab tumor meningioma, namun beberapa teori telah diteliti dan sebagian besar menyetujui bahwa kromoson yang jelek yang meyebabkan timbulnya meningioma. • Di antara 40% dan 80% dari meningiomas berisi kromosom 22 yang abnormal
  • 35. GEJALA Gejala umumnya seperti.; - Sakit kepala, dapat berat atau bertambah buruk saat beraktifitas atau pada pagi hari. - Perubahan mental - Kejang - Mual muntah - Perubahan visus, misalnya pandangan kabur.
  • 38. Diagnosis • Pemeriksaan lab : - • Imaging : Foto polos, CT scan dan MRI,angiografi • Gambaran Histopatologi
  • 39. Foto polos • Hiperostosis adalah salah satu gambaran mayor dari meningioma pada foto polos. Dinidikasikan untuk tumor pada meninngen. • Tampak erosi tulang dan dekstruksi sinus sphenoidales, • kalsifikasi dan lesi litik pada tulang tengkorak. • Pembesaran pembuluh darah meningen menggambarkan dilatasi arteri meningen yang mensuplai darah ke tumor. • Kalsifikasi terdapat pada 20-25% kasus dapat bersifat fokal maupun difus.
  • 40. CT-scan kontras dan CT-scan tanpa kontras • Memperlihatkan paling banyak meningioma. • Tampak gambran isodense hingga hiperdense pada foto tanpa kontras • Gambaran peningkatan densitas yang homogeny pada foto dengan kontras. • Tumor juga memberikan gambaran komponen cystic dan kalsifikasi pada beberapa kasus. Udem peritumoral dapat terlihat dengan jelas.
  • 41. MRI • Merupakan pencitraan yang sangat baik digunakan untuk mengevaluasi meningioma. MRI memperlihatkan lesi berupa massa, dengan gejala tergantung pada lokasi tumor berada, gambaran meningioma 62-70% terdapat dural tail
  • 43. TATALAKSANA • Pembedahan / operasi • Radioterapi • Kemoterapi
  • 44. • Craniotomy dengan bantuan miksroskop bedah.
  • 45. Daftar Pustaka • Rowland, Lewis P, ed. 2005. Merritt’s Neurology. 11th ed. New York : Lippincott Williams & Wilkins. • Black, Peter, et al. 2007. Meningiomas : Science and Surgery. Clinical Neurosurgery. vol 54 chapter 16 p. 91-99. • Riemenschneider, Markus J, et al. 2006. Histological Classification and Molecular Genetics of Meningiomas. The Lancet Neurology. December vol 5 p. 1045-1054. • Mardjono, Mahar, Priguna Sidharta. 2008. Neurologi Klinis Dasar. Cetakan 13. Jakarta : Dian Rakyat. • 2011. Meningioma [Internet]. Available from www.cancer.net [accesed Maret 2013] • Rohkamm, Reinhard. 2004. Color Atlas of Neurology. Stuttgart : Thieme. • 2012. Meningioma [Internet]. Available from www.abta.org [accesed Maret 2013] •