Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

laporan Anfisman penentuan golongan darah

2,611 views

Published on

Published in: Entertainment & Humor
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

laporan Anfisman penentuan golongan darah

  1. 1. Penentuan Golongan DarahI. TUJUAN Adapun tujuan dari praktikum kali ini, yaitu : Menentukan golongan darah bagi setiap praktikanII. PENDAHULUAN Darah adalah cairan jaringan yang dialirkan mellaui pembuluh darah. Darah terdiri atas sel-sel merah (sel darah putih dan sel darah putih dan sel darah merah), trombosit (keeping darah), dna plasma darah. Golongan darah adalah cirri khusus darah dari suatu individu karena adanya perbedaan jenis karboohidrat dan protein pada permukaan membran sel darah merah. Pada referensi lainnya dijelaskan darah adalah cairan yang terdapat pada semua mahluk hidup (kecuali tumbuhan) tingkat tinggi yang berfungsi mengirimkan zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan olleh jaringan tubuhm mengangkut bahan-bahan kimis hasil metabolism, dan juga sebagai pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri. Golongan dalah adalah cirri khusus dari suatu individu karena adanya perbedaan jenis karbohidrat dan jenis protein pada permukaan membrane sel darah merah. Dr. Karl Landssteiner, seorang ilmuwan asal Austria yang menenmukan 3 dari 4 golongan darah dalam system ABO pada tahun 1900 dengan cara memeriksa golongan darah beberapa teman sekerjanya percobaan sederhana ini pun dilakukan dengan mereaksikan sel darah merah dengan serum dari para donor. Hasilnya adalah dua macam reaksi (menjadi dasar antigen A dan B, dikenal dengan golongan A dan B) dan satu macam tanpa reaksi (tidak memiliki antigen, dikenal dengan golongan darah O). kesimpulannya ada dua macam antigen A dan B di sel darah merah yang disebut golongan A dan B,
  2. 2. atau sama sekali tidak ada reaksi yang disebut golongan O. Kemudian, AlfredVan Decastello dan Adriano Sturli yang masih kolega dari Landsteinermenemukan golongan darah AB pada tahun 1991. Pada golongan darah AB,kedua antigen A dan B ditemukan secara bersamaan pada sel darah merahsedangkan pada serum tidak ditemukan antibody. Tinjauan genetika menurut Bernstein (Jerman) dan Furuhata (Jepang)1925 adalah bahwa golongan darah merupakan sifat-sifat yang diwariskandari induk kepada keturunannya yang ditentukan oleh 3 mcam alelnya, yaitu :IA, IB, dan Io (I = isoaglutinogen). Penggolongannya dapat dilihat pada tableberikut : Table fenotipe dan genotype pada penggolongan darah Fenotipe Genotype Homozigot Genotipe Heterozigot AB - IA IB A IAIB IAIO B IBIB IBIO O IOIO -Contoh, perkawinan antara suami istri yang bergolongan darah AB denganistri yang bergolongan darah O, kemungkinan golongan darah anak-anaknyaadalah sebagai berikut :P = golongan darah AB x golongan darah OGenotype = IAIB X IOIOGamet = IA IO IBF1 = IAIO = golongan darah A = 50 % IBIO = golongan darah B = 50 %
  3. 3. Jadi, anak-anaknya memiliki kemungkinan bergolongan darah A 50% danbergolongan darah B 50%, jadi persentasenya sama. Dua jenis penggolongan darah yang paling penting adalah penggolonganABO dan Rhesus (faktor Rh). Golongan darah manusia ditentukanberdasarkan jenis antigen dan antibody yang terkandung dalam darahnya,sebagai berikut : Individu dengan golongan darha A memiliki sel darah dengan antigen A dipermukaan membrane selnya dan menghasilkan antibody terhadap antigen B dalam serum darahnya. Sehinggam orang dengan golongan darah A negative hanya dapat menerima darah dari orang dengan golongan darah A negative dan O negative. Individu dengan golongan darah B memiliki antigen B pada permukaan sel darah merahnya dan menghasilkan antibody terhadap annntigen A dalam serum darahnya. Sehingga, orang dengan golongan darah B negative yang dapat menerima darah dari orang dengan golongan darah B negatife atau o negative. Individu dengan golongan darah AB memiliki sel darah merah dengan antigen A dan B serta tidak menghasilkan antibody terhadap antigen A maupun B. sehingga, orang dengan goongan darah AB positive dapat menerima darah dari orang dengan golongan darah ABO apapun yang disebut sebagai resipien universal. Namun, orang dengan golongan darah AB positif tidak dapat mendonorkan darah kecuali pada sesame AB positif. Individu dengan golongan darah O memiliki sel darah tanpa antigen, tapi memproduksi antibody terhadapa antigen A dan B. sehingga, orang dengan golongan darah O negative dapat mendonorkan darahnya kepada orang dengan golongan darah ABO apapun dan disebut dengan donor universal. Namun, orang dengan golongandarah O negative hanya dapat menerima donor dari sesama O negative.
  4. 4. Tabel hubungan anatar fenotipe, gologan darah ornag tua, kemungkinan golongan darah anaknya dan golongan drah yang tidak mungkin dimiliki anaknya.Fenotipe golongan Kemungkinan golongan Golongan darah yangdarah orang tua darha anaknya tidak mungkin dimiliki anaknyaOxO O A,B dan ABOxA A dan O B dan ABOxB B dan O A dan ABO x AB A dan B AB dan OAxA A dan O B dan ABAxB AB, A, B dan O -Secara Umum, golongan darah O adalah yang palinng umum dijumpaindidunia, meskipun di beberapa Negara seperti Swedia dan Norwegia,golongan darah A lebih dominan. Antigen A lebih umum dijunpaidibandingkan Antigen B. Karena golongandarah AB memerlukan keberadaandua antigen, A dan B, golongan darah ini adalah jenis yang paling dijumpaidi dunia.GOLONGAN DARAH SISTEM RHESUS Landsteiner dan Weiner pada tahun 1940 menemukan cara oenggolongandarah yang disebut rhesus (Rh). Kedua ahli ini telah menyuntikan sel arahkera “macacus rhesus” kedalam tubuh kelinci dan marmot. Kelinci danmarmut kemudian membentuk zat antibody terhadap antigen rhesus dalamserum darahnya. Antiserum dari kelinci ini menyebabkna penggumpalanpada eritrosit kera rhesus. Jika disuntikan kedalam tubuhnya, anti serum dari
  5. 5. kelinci itu kemudian digunakan untuk menguji darah manusia dengan hasilsebagai berikut : a. Seorang disebut Rh + apabila mmepunyai antigen Rh (faktor rhesus) dalam eritrositnya. Sehingga darah menggumpal jika diuji dengan anti serum anti Rh. b. Seorang disebut Rh- apabila didalam eritrositnya tidak terdapat antigen Rh sehingga darah tidak menggumpal jika diuji dengan antiserum Rh Adanya antigen rhesus di dalam sel arah merah dikendalikan oleh adanyagen IRh yang dominan terhadap Irh sehingga genotype manusia menurutsystem rhesus adalah sebagai berikut : Tabel hubungan antara fenotipe, genotype dan kemungkinan macam gamet pada golongan darah system rhesus Fenotipe Genotipe Kemungkinan macam gamet Rhesus positive IRH IRH dan IRH Irh IRH dan Irh Rhesus negative Irh Irh Irh Seperti halnya golongan darah ABO, golongan system rhesus memilikiarti penting dalam transufi darah kerna adanya perusakan eritrosit jikaantigen Rh bertemu dengan anti Rh. Di dalam plasma darah seseorangbiasanya tidka terdapat zat antibody atau anti Rh. Zat anti Rh akan dibentukjika tubuh seseorang mendaparkan daeah dengan Rh yag berbada, misalnyamelalui transfuusi darah atau perkawinan. Orang yang meiliki Rh – jikamendapatkan transfuse darah dari Rh +, di dalam serum drahnya akan segeradibentuk zat anti Rh, ini akan merusak atau menggumpalkakn eritrositresipien. Dengan demikian, orang berdarah Rh- seharusnya mendapatkandonor darah dari orang berdarah Rh- juga.
  6. 6. Golongan darah dikelompokan menjadi 4, yaitu : A,B,O dan AB.Penetapan penggolongand arah didasarkan pada ada tidaknya antigen sel arahmerah A dan B. individu dengan golongan darah A mempunyai antigen Ayang terdaat pada sel darah merah, individu dengan golongan darah Bmempunyai antigen B, dan individu dengan golongan daeah O tidakmempunyai kedia antigen tersebut. Berikut initabel hibungan golongandarah dan antigennya. Serum Golongan darah Anti A Anti B Anti AB O - - - A  -  B -   AB   GOLONGAN DARAH SISTEM MN Pada tahun 1927, K. Landsteiner dan P. Leuvin menemukan antigen baruyang bideri nama antigen M dan antigen N. Dikatakan bahwa sel darahmerah seorang dapat mengandung salah satu atau kedua antigen tersebut.Pengelompokannya ada 3 macam, yaitu golongan darah M, N dan MN.Golongan darah Jika didalam eritrosit genetik mengandung antigenM M LMLNN N LNLNMN MN LMLN Jika terjadi persilangan antara golongan darah M dan golongan darah MNmaka keturunannya bergolongan darah M dan n. dalam boding hukum
  7. 7. peradilan, “medicolegal genetic”, untuk mengidentiifikasi golongan darahseseorang sering digunakan pengaabungan cra antara penggolongan darahsystem A,B,O,AB, dan MN.
  8. 8. III. ALAT DAN BAHAN Adapun alat dan bahan yang digunakan pada praktikum kali ini adalah : 1. Preparat 2. Lidi pengaduk 3. Satu set larutan antisera 4. LansetIV. CARA KERJA 1. Tandailah pda preparat dengan pensil gelas daerah-daerah A dan B 2. Kemudian teteskan kepada masing-masing daerah tersebut 1 tetes darah naracoba. 3. Teteskan pada daerah bertanda A 1 tetes serum anti A dan pada daerah bertanda B 1 tetes serum anti B dengan pipet-pipet yang telah tersedia 4. Campurkan darah tersebut denga serum antinya denga menggunakan lidi pengaduk yang masih bersih dan jangan samai tercampur antara daerah A dan daerah B. 5. Amatilah setelah satu menit, apakah ada agregasi sampai aglutinasi. Pengamanan sebaiknya dilakukan dengan kanta atau dengan mikroskop. Aglutinasi di daerha A, berarti daerah yang diselidiki bergolongan darah B. kalau terjadi aglutinasi pda kedua daerah darah bergolongann AB dan kalau tidka terjadi aglutinasi pada keduanya maka darah yang diselidiki bergolongan O.
  9. 9. V. HASIL PENGAMATAN Golongan : 3 Nama Praktikan : Nurramadhani.A.Sida NIM : F1F1 11 114 Jenis Kelamin : perempuan Tanggal Praktikum : 29 Oktober 2011 Waktu Praktikum : 13.00 – selesai Tabel golongan darah probandus No. Nama Probandus Aglutinasi Golongan A B AB darah 1. Azan Cahyadi  -  A 2. Ahmad Alifka - - - O 3. M. Shirotal Mustakim  -  A 4. Yosia Sandi Pabia - - - O 5. Suriyati -   B 6. Firly Safitry - - - O 7. Erlina Dwi Sasmin  -  A 8. Nurramadhani.A.Sida  -  A 9. Nurul Fadillah - - - O 10. Buyun Dwi Yuniarti - - - O 11. Wd. Roh vivi 12. Feni Rizkiana Poko -   B 13. Mirna Widarsih - - - O 14. Nur Fitriyana R - - - O 15. Windy Afta  -  A 16. Tri Muna Sari - - - O
  10. 10. 17. Wd. Surahma Ningsih - - - O
  11. 11. VI. PEMBAHASAN Seperti yang kita ketahui, setiap individu memiliki golongan darah masing-masing yang merupakan penurunan dari induk atau orang tua indovidu tersebut. Apabila terjadi perkawinan antara golongan darah yang memiliki alel IBIO dengan golongan darah O yang memiliki alel IoIo, maka akan lahir individu dengan golongan darah B atau O. Umumnya penggolongan darah hanya terjadi pada manusia. Untuk kasus penggolongan darah pada hewan, belum ada referensi manapun yang menerangkan tentang penggolongan ini. Pada praktikum kali ini, yang digunakan yaitu serum A, B dan AB, wadah darah yaitu preparat, dan lanset sebagai alat melukai daerah pengambilan darah. Selain itu, alcohol 70% juga digunakan dalam percobaan ini. Fungsi alcohol 70% ini, untuk mensterilkan daerah atau kulit yang akan dilukai oleh lanset, dan tentunya untuk mempercepat proses pengeringan luka setelah pengambilan darah. Dalam pemakaian, lanset sebaiknya digunakan hanya sekali pakai, hal ini dimaksudkan untuk mencegah terkontaminasinya darah dengan darah pengguna sebelumnya dan juga untuk mencegah masuknya penyakit menular si pengguna sebelumnya dalam darah. Sedangkan untuk penggunaan preparat, dapat digunakan lebih dari sekali tetapi harus melalui tahapan dekontaminasi terlebih dahulu dalam proses sterilisasi dengan dicuci menggunakan cairan deterjen, sterilisasi, dan cuci bilas dengan air steril. Pada praktikum ini, semua naracoba di uji golongan darahnya dan diperolleh golongan darah A,B, dan O. Hal ini, sesuai dengan literature yang menjelaskan untuk golongan darah A, B dan O memiliki jumlah lebih dalam konteks individu bergolongan darah, ketimbang darah AB. Dari percobaan ini, darah naracoba ditetesi dengan anti serum A,B dan AB, dan hasil yang diperoleh adalah untuk naracoba dengan golongan darah A, akan terjadi aglutinasi pada daerah darah yang ditetesi dengan serum anti A, dan AB.
  12. 12. Untuk naracoba dengan golongan darah B, terjajdi aglutinasi pda daerahdarah yang ditetesi dengan anti serum B dan AB. Naracoba dengan golongandarah O, tidak ditemukan gumpalanpada daerah darahyang ditetesi seruamanti A,B maupun AB. Naracoba yang bergolongan darah A sebanyak 5orang, yang bergolongand arah B sebanyak 1 orang, dan yang bergolongandarah O sebanyak 9 orang. Dalam hal ini, golongan darah O mendominasijenis golongan darah para naracoba pada percobaan ini.

×