SlideShare a Scribd company logo

Laporan Identifikasi dan Klasifikasi Kelompok Tani Tahun 2015

Laporan ini kami susun sebagai bentuk pertanggungjawaban kami dalam melaksanakan Subkegiatan Identifikasi dan Penilaian Kemampuan/Klasifikasi Kelompok Tani, Kegiatan Penyuluhan dan Pendampingan Petani dan Pelaku Agribisnis, Program Peningkatan Kesejahteraan Petani Tahun Anggaran 2015, dengan sumber dana APBD Kota Semarang. Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak atas kerja sama dan bantuannya, sehingga kami dapat melaksanakan kegiatan dan menyusun laporan ini. Kami menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna, untuk itu kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan guna perbaikan di masa mendatang dan semoga laporan ini bisa memberikan manfaat.

1 of 38
Download to read offline
LAPORAN IDENTIFIKASI DAN PENILAIAN
KEMAMPUAN /KLASIFIKASI KELOMPOK TANI
KEGIATAN PENYULUHAN DAN PENDAMPINGAN PETANI
DAN PELAKU AGRIBISNIS
DINAS PERTANIAN KOTA SEMARANG
TAHUN ANGGARAN 2015
DINAS PERTANIAN KOTA SEMARANG
Jl. Kompak No. 2 - 3 Semarang
Telp. (024) 6705001. Fax. (024) 672033
KATA PENGANTAR
Puji syukur ke hadirat ALLAH SWT atas segala nikmat, rahmat, dan hidayah-
Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan Laporan Identifikasi dan Penilaian
Kemampuan/Klasifikasi Kelompok Tani Tahun 2015 ini.
Laporan ini kami susun sebagai bentuk pertanggungjawaban kami dalam
melaksanakan Subkegiatan Identifikasi dan Penilaian Kemampuan/Klasifikasi
Kelompok Tani, Kegiatan Penyuluhan dan Pendampingan Petani dan Pelaku Agribisnis,
Program Peningkatan Kesejahteraan Petani Tahun Anggaran 2015, dengan sumber dana
APBD Kota Semarang.
Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak atas kerja sama
dan bantuannya, sehingga kami dapat melaksanakan kegiatan dan menyusun laporan ini.
Kami menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna, untuk itu kritik
dan saran yang membangun sangat kami harapkan guna perbaikan di masa mendatang
dan semoga laporan ini bisa memberikan manfaat. Amin.
Semarang, 30 Oktober 2015
Kepala Bidang Penyuluhan
dan Pengembangan Sumber Daya
selaku Ketua Tim,
ARI PATRIA WIJANARKO, SH.MM.
Pembina
NIP. 19561002 199303 2 001
Mengetahui,
Kepala Dinas Pertanian
Kota Semarang
Ir. W.P. RUSDIANA, MP.
Pembina Utama Muda
NIP. 19590413 198303 2 004
i
DAFTAR ISI
halaman
KATA PENGANTAR ................................................................................................ i
DAFTAR ISI............................................................................................................... ii
DAFTAR FOTO ........................................................................................................ iii
BAB I. PENDAHULUAN .................................................................................... 1
A. LATAR BELAKANG ........................................................................ 1
B. DASAR PELAKSANAAN................................................................. 3
C. TUJUAN.............................................................................................. 4
D. KELUARAN ...................................................................................... 5
E. WAKTU PELAKSANAAN ............................................................... 5
F. PELAKSANA .................................................................................... 6
G. PEMBIAYAAN ................................................................................. 6
BAB II. PENINGKATAN KEMAMPUAN/KLASIFIKASI
KELOMPOK TANI ................................................................................. 7
BAB III HASIL KEGIATAN ............................................................................... 10
BAB IV PEMBAHASAN ...................................................................................... 12
BAB V TINDAK LANJUT ................................................................................... 34
BAB VI PENUTUP ................................................................................................ 37
LAMPIRAN ............................................................................................................. 38
ii
DAFTAR FOTO
halaman
Foto 1. Rapat bersama PPL dan THL-TBPP untuk persiapan Identifikasi
Penilaian Kemampuan/Klasifikasi Kelompok Tani Tahun 2015 .............. 39
Foto 2. Rapat bersama PPL dan THL-TBPP untuk persiapan Identifikasi
Penilaian Kemampuan/Klasifikasi Kelompok Tani Tahun 2015 .............. 39
Foto 3. Identifikasi dan Penilaian Kemampuan/Klasifikasi Kelompok Tani
di Perkumpulan Kelompok Tani Kuncen Farm, Kelurahan Bubakan,
Kecamatan Mijen ....................................................................................... 40
Foto 4. Identifikasi dan Penilaian Kemampuan/Klasifikasi Kelompok Tani
di Kelompok Tani Rukun Makmur, Kelurahan Cepoko,
Kecamatan Gunungpati .............................................................................. 40
Foto 5. Identifikasi dan Penilaian Kemampuan/Klasifikasi Kelompok Tani
di Gapoktan Lestari, Kelurahan Polaman, Kecamatan Mijen .................... 41
Foto 6. Identifikasi dan Penilaian Kemampuan/Klasifikasi Kelompok Tani
di Perkumpulan Kelompok Tani Sumber Rejeki, Kelurahan Purwosari,
Kecamatan Mijen ....................................................................................... 41
iii
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Meskipun peran sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan dalam memacu
pertumbuhan ekonomi nasional tidak sebesar sektor industri, namun peran sektor-sektor
ini lebih luas terutama dalam konteks mendistribusikan hasil-hasil pembangunan
utamanya kepada masyarakat miskin di wilayah pedesaan, sehingga sektor pertanian,
perikanan, dan kehutanan tetap dipandang strategis dalam pembangunan nasional,
dimana ketiga sektor tersebut memiliki peranan strategis sebagai penyedia pangan
nasional, penyediaan bahan baku industri, penyedia bioenergi, dan penyerapan tenaga
kerja. Sektor-sektor tersebut berdampak sangat positif pada penurunan tingkat
kemiskinan dan menjaga pelestarian lingkungan. Sejalan dengan hal tersebut,
Kementerian Pertanian Tahun 2005 – 2025 telah menetapkan tujuan akhir pembangunan
pertanian yaitu mewujudkan kesejahteraan masyarakat pertanian melalui sistem
pertanian industrial, berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat pertanian,
dengan sasaran jangka panjang pembangunan pertanian sebagai berikut :
1. Mewujudkan sistem pertanian industrial yang berdaya saing.
2. Memantapkan ketahanan pangan secara mandiri.
3. Menciptakan kesempatan kerja penuh bagi masyarakat pertanian.
4. Menghapus kemiskinan dari masyarakat pertanian dan meningkatkan pendapatan
petani sebesar US$ 2.500 per kapita per tahun.
Mengacu pada sasaran-sasaran tersebut, maka visi pembangunan pertanian tahun 2025
dirumuskan sebagai berikut :
Terwujudnya Sistem Pertanian Industrial yang Berdaya Saing, Berkeadilan, dan
Berkelanjutan, guna Menjamin Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Masyarakat
Pertanian.
Pembangunan sektor pertanian di masa mendatang diharapkan dapat memberikan
kontribusi yang lebih besar dalam rangka mengurangi kesenjangan sosial dan
memperluas kesempatan kerja dan mampu memanfaatkan segala peluang ekonomi di
dalam era globalisasi daan liberalisasi perdagangan dunia. Untuk mewujudkan harapan
tersebut, diperlukan sumber daya manusia pertanian yang berkualitas dan handal,
profesional, mandiri, berdedikasi tinggi, memiliki etos kerja, moral yangbaik,dan
berwawasan global, sehingga petani mampu mengembangkan usaha tani yang berdaya
saing tinggi dan berkelanjutan.
1
Pemberdayaan petani adalah suatu kondisi yang dapat menumbuhkan
kemandirian petani melalui pemberian kekuatan atau daya.Dengan memberi
kesempatan kepada masyarakat tani untuk secara bebas memilih berbagai alternatif dan
mengambil keputusan sesuai dengan tingkat kesadaran, kemampuan dan
keinginannya.Masyarakat tani juga diberi kesempatan untuk belajar dari keberhasilan
dan kegagalan dalam memberikan respon terhadap perubahan sehingga mampu
mengendalikan masa depannya.
Pemberdayaan petani sebagai upaya : (a) meningkatkan kemampuan, (b)
mendorong tumbuhnya kebersamaan, (c) kebebasan memilih dan memutuskan, (d)
membangkitkan kemandirian dan (e) mengurangi ketergantungan serta menciptakan
hubungan yang saling menguntungkan.
Karakteristis manusia yang berkualitas kepribadian mandiri adalah individu
yang memiliki sifat rajin, senang bekerja, sanggup bekerja keras, tekun , gigih,
berdisiplin, berani merebut kesempatan, jujur, mampu bersaing dan mampu pula
bekerjasama , dapat dipercaya dan mempercayai orang lain, mempunyai cita-cita dan
tahu apa yang harus diperbuat untuk mewujudkannya, terbuka pada kritik dan saran-
saran , tidak mudah putus asa.
Pemberdayaan petani dan keluarganya melalui penyelengaraan penyuluhan
pertanian tidak mungkin dilaksanakan dengan pendekatan individual , karena jumlah
dan sebaran petani sangat besar dan luas serta terbatasnya sumberdaya penyuluhan.
Dengan kondisi demikian, penyuluhan pertanian harus dilakukan melalui pendekatan
kelompok. Pendekatan ini akan mendorong petani membentuk kelembagaan tani yang
kuat agar dapat membangun sinergi antar petani, baik dalan proses belajar dan
kerjasama maupun sebagai unit produksi yang merupakan bagian dari usaha taninya.
Penumbuhan dan pembinaan kelompok tani yang dilaksanakan secara
berkesinambungan diarahkan pada upaya peningkatan kemampuan kelompok tani
dalam melaksanakan fungsinya sebagai kelas belajar, wahana kerjasama dan unit
produksi sehingga mampu mengembangkan usaha agribisnis dan menjadi organisasi
petani yang kuat dan mandiri. Salah satu upaya untuk mengetahui sejauh mana
perkembangan kemajuan kelompok tani dalam melaksanakan fungsinya adalah
melakukan identifikasi dan penilaian kemampuan/klasifikasi kelompok tani.
Identifikasi dan Penilaian Kemampuan/Klasifikasi Kelompok Tani merupakan
suatu upaya pendekatan kelompok dalam penyuluhan untuk meningkatkan efektifitas
dan efisiensi penyelenggaraan penyuluhan, dimana pendekatan kelompok dimaksudkan
untuk mendorong penumbuhan kelembagaan petani (baik kelompok tani maupun
gabungan kelompok tani) dan penumbuhan kelembagaan tersebut diarahkan pada upaya
peningkatan kemampuan belajar, wahana kerja sama, dan unit produksi, sehingga
2
Ad

Recommended

Petunjuk Pelaksanaan Penilaian Kemampuan Kelompok Tani
Petunjuk Pelaksanaan Penilaian Kemampuan Kelompok TaniPetunjuk Pelaksanaan Penilaian Kemampuan Kelompok Tani
Petunjuk Pelaksanaan Penilaian Kemampuan Kelompok TaniMuliadin Forester
 
Laporan Pembinaan Kelembagaan Petani Tahun 2015
Laporan Pembinaan Kelembagaan Petani Tahun 2015Laporan Pembinaan Kelembagaan Petani Tahun 2015
Laporan Pembinaan Kelembagaan Petani Tahun 2015ignasius dh purba
 
Menyusun materi penyuluhan
Menyusun materi penyuluhanMenyusun materi penyuluhan
Menyusun materi penyuluhanwika_wibowo
 
Optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan
Optimalisasi pemanfaatan lahan pekaranganOptimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan
Optimalisasi pemanfaatan lahan pekaranganAlfina Nugraheni
 
PPT Materi Penyuluhan Pertanian
PPT Materi Penyuluhan PertanianPPT Materi Penyuluhan Pertanian
PPT Materi Penyuluhan PertanianNestri Yuniardi
 
Penyuluhan Pertanian
Penyuluhan Pertanian Penyuluhan Pertanian
Penyuluhan Pertanian Sri Wahyuni
 

More Related Content

What's hot

Sistem Pertanian Terpadu (Integrasi Tanaman - Ternak)
Sistem Pertanian Terpadu (Integrasi Tanaman - Ternak)Sistem Pertanian Terpadu (Integrasi Tanaman - Ternak)
Sistem Pertanian Terpadu (Integrasi Tanaman - Ternak)Emma Femi
 
Juklak Penilaian Kemampuan Poktan
Juklak Penilaian Kemampuan PoktanJuklak Penilaian Kemampuan Poktan
Juklak Penilaian Kemampuan PoktanMuliadin Forester
 
TRANSFORMASI KELEMBAGAAN PETANI MENUJU KORPORASI PETANI
TRANSFORMASI KELEMBAGAAN PETANI MENUJU KORPORASI PETANITRANSFORMASI KELEMBAGAAN PETANI MENUJU KORPORASI PETANI
TRANSFORMASI KELEMBAGAAN PETANI MENUJU KORPORASI PETANINazaruddin Margolang
 
Laporan kegitan penyuluhan pertanian 14
Laporan kegitan penyuluhan pertanian 14Laporan kegitan penyuluhan pertanian 14
Laporan kegitan penyuluhan pertanian 14Begawan Lereng Muria
 
Pertanian berkelanjutan di era society 5.0
Pertanian berkelanjutan di era society 5.0Pertanian berkelanjutan di era society 5.0
Pertanian berkelanjutan di era society 5.0Sugeng Budiharsono
 
Pertanian berkelanjutan (sustainable agriculture)
Pertanian berkelanjutan (sustainable agriculture)Pertanian berkelanjutan (sustainable agriculture)
Pertanian berkelanjutan (sustainable agriculture)Novia Tri Handayani S
 
Materi penyuluhan pertanian
Materi penyuluhan pertanianMateri penyuluhan pertanian
Materi penyuluhan pertanianHerry Mulyadie
 
Proposal bantuan pengerasan jalan kelompok tani
Proposal bantuan pengerasan jalan kelompok taniProposal bantuan pengerasan jalan kelompok tani
Proposal bantuan pengerasan jalan kelompok taniBandi Siswoyo
 
Sistem pertanian terpadu
Sistem pertanian terpaduSistem pertanian terpadu
Sistem pertanian terpaduIeke Ayu
 
Pemasaran hasil pertanian
Pemasaran hasil pertanianPemasaran hasil pertanian
Pemasaran hasil pertanianGuntur Raharjo
 
Penyusunan programa pp
Penyusunan programa ppPenyusunan programa pp
Penyusunan programa ppwika_wibowo
 
PPT SEMINAR PROPOSAL DZUHRI
PPT SEMINAR PROPOSAL DZUHRIPPT SEMINAR PROPOSAL DZUHRI
PPT SEMINAR PROPOSAL DZUHRIDzuhri06
 
Pertanian Organik (Organic Agriculture)
Pertanian Organik (Organic Agriculture)Pertanian Organik (Organic Agriculture)
Pertanian Organik (Organic Agriculture)Nestri Yuniardi
 
Brosur Penyuluhan Pestisida Nabati
Brosur Penyuluhan Pestisida NabatiBrosur Penyuluhan Pestisida Nabati
Brosur Penyuluhan Pestisida Nabatigalang7813
 
Brosur Penyuluhan Pestisida Nabati
Brosur Penyuluhan Pestisida NabatiBrosur Penyuluhan Pestisida Nabati
Brosur Penyuluhan Pestisida NabatiBobby Denil Lesmana
 

What's hot (20)

Sistem Pertanian Terpadu (Integrasi Tanaman - Ternak)
Sistem Pertanian Terpadu (Integrasi Tanaman - Ternak)Sistem Pertanian Terpadu (Integrasi Tanaman - Ternak)
Sistem Pertanian Terpadu (Integrasi Tanaman - Ternak)
 
Juklak Penilaian Kemampuan Poktan
Juklak Penilaian Kemampuan PoktanJuklak Penilaian Kemampuan Poktan
Juklak Penilaian Kemampuan Poktan
 
TRANSFORMASI KELEMBAGAAN PETANI MENUJU KORPORASI PETANI
TRANSFORMASI KELEMBAGAAN PETANI MENUJU KORPORASI PETANITRANSFORMASI KELEMBAGAAN PETANI MENUJU KORPORASI PETANI
TRANSFORMASI KELEMBAGAAN PETANI MENUJU KORPORASI PETANI
 
Laporan kegitan penyuluhan pertanian 14
Laporan kegitan penyuluhan pertanian 14Laporan kegitan penyuluhan pertanian 14
Laporan kegitan penyuluhan pertanian 14
 
Manajemen perkebunan
Manajemen perkebunanManajemen perkebunan
Manajemen perkebunan
 
Pertanian berkelanjutan di era society 5.0
Pertanian berkelanjutan di era society 5.0Pertanian berkelanjutan di era society 5.0
Pertanian berkelanjutan di era society 5.0
 
Pertanian berkelanjutan (sustainable agriculture)
Pertanian berkelanjutan (sustainable agriculture)Pertanian berkelanjutan (sustainable agriculture)
Pertanian berkelanjutan (sustainable agriculture)
 
Materi penyuluhan pertanian
Materi penyuluhan pertanianMateri penyuluhan pertanian
Materi penyuluhan pertanian
 
Manajemen dan Administrasi Kelompok Tani
Manajemen dan Administrasi Kelompok TaniManajemen dan Administrasi Kelompok Tani
Manajemen dan Administrasi Kelompok Tani
 
Proposal bantuan pengerasan jalan kelompok tani
Proposal bantuan pengerasan jalan kelompok taniProposal bantuan pengerasan jalan kelompok tani
Proposal bantuan pengerasan jalan kelompok tani
 
Sistem pertanian terpadu
Sistem pertanian terpaduSistem pertanian terpadu
Sistem pertanian terpadu
 
Pemasaran hasil pertanian
Pemasaran hasil pertanianPemasaran hasil pertanian
Pemasaran hasil pertanian
 
Studi banding tentang pertanian
Studi banding tentang pertanianStudi banding tentang pertanian
Studi banding tentang pertanian
 
Penyusunan programa pp
Penyusunan programa ppPenyusunan programa pp
Penyusunan programa pp
 
PPT SEMINAR PROPOSAL DZUHRI
PPT SEMINAR PROPOSAL DZUHRIPPT SEMINAR PROPOSAL DZUHRI
PPT SEMINAR PROPOSAL DZUHRI
 
Laporan kompos
Laporan komposLaporan kompos
Laporan kompos
 
Pertanian Organik (Organic Agriculture)
Pertanian Organik (Organic Agriculture)Pertanian Organik (Organic Agriculture)
Pertanian Organik (Organic Agriculture)
 
Brosur Penyuluhan Pestisida Nabati
Brosur Penyuluhan Pestisida NabatiBrosur Penyuluhan Pestisida Nabati
Brosur Penyuluhan Pestisida Nabati
 
Usaha pupuk organik cair
Usaha pupuk organik cairUsaha pupuk organik cair
Usaha pupuk organik cair
 
Brosur Penyuluhan Pestisida Nabati
Brosur Penyuluhan Pestisida NabatiBrosur Penyuluhan Pestisida Nabati
Brosur Penyuluhan Pestisida Nabati
 

Viewers also liked

Form penilaian poktan gapoktan-perangkatdesa
Form penilaian poktan gapoktan-perangkatdesaForm penilaian poktan gapoktan-perangkatdesa
Form penilaian poktan gapoktan-perangkatdesaBP4K
 
Permentan no.82 tahun 2013
Permentan no.82 tahun 2013Permentan no.82 tahun 2013
Permentan no.82 tahun 2013Misbahul-Munir
 
Rdkk pupuk
Rdkk pupukRdkk pupuk
Rdkk pupukakasia16
 
koperasi kelompok tani
koperasi kelompok tanikoperasi kelompok tani
koperasi kelompok taniMitha Nith
 
Manajemen keuangan agribisnis
Manajemen keuangan agribisnisManajemen keuangan agribisnis
Manajemen keuangan agribisnisahrles123
 
Workshop Agribisnis
Workshop AgribisnisWorkshop Agribisnis
Workshop AgribisnisKarier Kedua
 
MANAJEMEN PROYEK AGRIBISNIS
MANAJEMEN PROYEK AGRIBISNISMANAJEMEN PROYEK AGRIBISNIS
MANAJEMEN PROYEK AGRIBISNISsamsul alam
 
Konklusi Teknologi Komunikasi Cyberculture dan Humanities
Konklusi Teknologi Komunikasi Cyberculture dan HumanitiesKonklusi Teknologi Komunikasi Cyberculture dan Humanities
Konklusi Teknologi Komunikasi Cyberculture dan HumanitiesIrwan Dujour
 
Susunan panitia
Susunan panitiaSusunan panitia
Susunan panitialyasuyi
 
Usaha perunggasan yang terintegrasi hulu hilir
Usaha perunggasan yang terintegrasi hulu hilirUsaha perunggasan yang terintegrasi hulu hilir
Usaha perunggasan yang terintegrasi hulu hilirRyan Aprianto
 
DASAR-DASAR MANAGEMEN WAKTU, PEKERJAAN, DLL
DASAR-DASAR MANAGEMEN WAKTU, PEKERJAAN, DLLDASAR-DASAR MANAGEMEN WAKTU, PEKERJAAN, DLL
DASAR-DASAR MANAGEMEN WAKTU, PEKERJAAN, DLLMOSES HADUN
 
Penyuluhan modern slideshare (yuti)
Penyuluhan modern slideshare (yuti)Penyuluhan modern slideshare (yuti)
Penyuluhan modern slideshare (yuti)Syahyuti Si-Buyuang
 
Bab 7 -penyuluhan
Bab 7   -penyuluhanBab 7   -penyuluhan
Bab 7 -penyuluhanrahmat tj
 
Alat bantu mengampu mata kuliah : Perilaku Organisasi - 2
Alat bantu mengampu  mata kuliah : Perilaku Organisasi - 2Alat bantu mengampu  mata kuliah : Perilaku Organisasi - 2
Alat bantu mengampu mata kuliah : Perilaku Organisasi - 2Judianto Nugroho
 

Viewers also liked (20)

Strategi pengembangan kelompok tani
Strategi pengembangan kelompok taniStrategi pengembangan kelompok tani
Strategi pengembangan kelompok tani
 
Form penilaian poktan gapoktan-perangkatdesa
Form penilaian poktan gapoktan-perangkatdesaForm penilaian poktan gapoktan-perangkatdesa
Form penilaian poktan gapoktan-perangkatdesa
 
Permentan no.82 tahun 2013
Permentan no.82 tahun 2013Permentan no.82 tahun 2013
Permentan no.82 tahun 2013
 
Rdkk pupuk
Rdkk pupukRdkk pupuk
Rdkk pupuk
 
koperasi kelompok tani
koperasi kelompok tanikoperasi kelompok tani
koperasi kelompok tani
 
Manajemen keuangan agribisnis
Manajemen keuangan agribisnisManajemen keuangan agribisnis
Manajemen keuangan agribisnis
 
Workshop Agribisnis
Workshop AgribisnisWorkshop Agribisnis
Workshop Agribisnis
 
Monitoring of medical literature(MLM)
Monitoring of medical literature(MLM)Monitoring of medical literature(MLM)
Monitoring of medical literature(MLM)
 
MANAJEMEN PROYEK AGRIBISNIS
MANAJEMEN PROYEK AGRIBISNISMANAJEMEN PROYEK AGRIBISNIS
MANAJEMEN PROYEK AGRIBISNIS
 
Konklusi Teknologi Komunikasi Cyberculture dan Humanities
Konklusi Teknologi Komunikasi Cyberculture dan HumanitiesKonklusi Teknologi Komunikasi Cyberculture dan Humanities
Konklusi Teknologi Komunikasi Cyberculture dan Humanities
 
Susunan panitia
Susunan panitiaSusunan panitia
Susunan panitia
 
Dawah in American Context
Dawah in American ContextDawah in American Context
Dawah in American Context
 
Usaha perunggasan yang terintegrasi hulu hilir
Usaha perunggasan yang terintegrasi hulu hilirUsaha perunggasan yang terintegrasi hulu hilir
Usaha perunggasan yang terintegrasi hulu hilir
 
DASAR-DASAR MANAGEMEN WAKTU, PEKERJAAN, DLL
DASAR-DASAR MANAGEMEN WAKTU, PEKERJAAN, DLLDASAR-DASAR MANAGEMEN WAKTU, PEKERJAAN, DLL
DASAR-DASAR MANAGEMEN WAKTU, PEKERJAAN, DLL
 
Penyuluhan modern slideshare (yuti)
Penyuluhan modern slideshare (yuti)Penyuluhan modern slideshare (yuti)
Penyuluhan modern slideshare (yuti)
 
Adminitrasi klp
Adminitrasi klpAdminitrasi klp
Adminitrasi klp
 
Anticoagulants
Anticoagulants Anticoagulants
Anticoagulants
 
Bab 7 -penyuluhan
Bab 7   -penyuluhanBab 7   -penyuluhan
Bab 7 -penyuluhan
 
Alat bantu mengampu mata kuliah : Perilaku Organisasi - 2
Alat bantu mengampu  mata kuliah : Perilaku Organisasi - 2Alat bantu mengampu  mata kuliah : Perilaku Organisasi - 2
Alat bantu mengampu mata kuliah : Perilaku Organisasi - 2
 
Ma pendahuluan
Ma pendahuluanMa pendahuluan
Ma pendahuluan
 

Similar to Laporan Identifikasi dan Klasifikasi Kelompok Tani Tahun 2015

Proposal bantuan ternak timbul mukti
Proposal bantuan ternak timbul muktiProposal bantuan ternak timbul mukti
Proposal bantuan ternak timbul muktiamat dewa
 
Strategi Pengembangan Gapoktan
Strategi Pengembangan GapoktanStrategi Pengembangan Gapoktan
Strategi Pengembangan GapoktanBBPP_Batu
 
LAPORAN Lomba kelompok tani padi sawah pengguna pupuk organik tahun 2017
LAPORAN Lomba kelompok tani padi sawah pengguna pupuk organik tahun 2017LAPORAN Lomba kelompok tani padi sawah pengguna pupuk organik tahun 2017
LAPORAN Lomba kelompok tani padi sawah pengguna pupuk organik tahun 2017ignasius dh purba
 
Pedoman pendamping tanaman tahunan
Pedoman pendamping tanaman tahunanPedoman pendamping tanaman tahunan
Pedoman pendamping tanaman tahunanWarnet Raha
 
Laporan diklat pasca panen dan pengolahan susu tahun 2015
Laporan diklat pasca panen dan pengolahan susu tahun 2015Laporan diklat pasca panen dan pengolahan susu tahun 2015
Laporan diklat pasca panen dan pengolahan susu tahun 2015BBPP_Batu
 
Muhamad ilfan 12402183132-_laporan_ppl_gel._1
Muhamad ilfan 12402183132-_laporan_ppl_gel._1Muhamad ilfan 12402183132-_laporan_ppl_gel._1
Muhamad ilfan 12402183132-_laporan_ppl_gel._1radenilfan1
 
1.4. pedoman budidaya pel peng kws agri unggas lokal
1.4. pedoman budidaya pel peng kws agri unggas lokal1.4. pedoman budidaya pel peng kws agri unggas lokal
1.4. pedoman budidaya pel peng kws agri unggas lokalVonny Soru
 
Implementasi pemberdayaan masyarakat
Implementasi pemberdayaan masyarakatImplementasi pemberdayaan masyarakat
Implementasi pemberdayaan masyarakatJacob Breemer
 
Muhamad ilfan 12402183132-_laporan_ppl_gel._1
Muhamad ilfan 12402183132-_laporan_ppl_gel._1Muhamad ilfan 12402183132-_laporan_ppl_gel._1
Muhamad ilfan 12402183132-_laporan_ppl_gel._1NendenNurhayati1
 
Corporate Social Responsibility (CSR) report-2018
Corporate Social Responsibility (CSR) report-2018Corporate Social Responsibility (CSR) report-2018
Corporate Social Responsibility (CSR) report-2018AbiandaniPranadiaput
 
Metoda Penumbuhan Kelompok.pptx
Metoda Penumbuhan Kelompok.pptxMetoda Penumbuhan Kelompok.pptx
Metoda Penumbuhan Kelompok.pptxRahmad692090
 
kelembagaan dan pelaporan.pptx
kelembagaan  dan pelaporan.pptxkelembagaan  dan pelaporan.pptx
kelembagaan dan pelaporan.pptxBadru10
 

Similar to Laporan Identifikasi dan Klasifikasi Kelompok Tani Tahun 2015 (20)

Laporan Pelatihan Manajemen Kelompok dan Observasi Lapang ke Kabupaten Sragen
Laporan Pelatihan Manajemen Kelompok dan Observasi Lapang ke Kabupaten SragenLaporan Pelatihan Manajemen Kelompok dan Observasi Lapang ke Kabupaten Sragen
Laporan Pelatihan Manajemen Kelompok dan Observasi Lapang ke Kabupaten Sragen
 
Laporan Observasi Lapang ke Kabupaten Sukabumi
Laporan Observasi Lapang ke Kabupaten SukabumiLaporan Observasi Lapang ke Kabupaten Sukabumi
Laporan Observasi Lapang ke Kabupaten Sukabumi
 
KTNA Provinsi Riau
KTNA Provinsi RiauKTNA Provinsi Riau
KTNA Provinsi Riau
 
Juklak KEP.PDF
Juklak KEP.PDFJuklak KEP.PDF
Juklak KEP.PDF
 
Proposal bantuan ternak timbul mukti
Proposal bantuan ternak timbul muktiProposal bantuan ternak timbul mukti
Proposal bantuan ternak timbul mukti
 
Strategi Pengembangan Gapoktan
Strategi Pengembangan GapoktanStrategi Pengembangan Gapoktan
Strategi Pengembangan Gapoktan
 
LAPORAN Lomba kelompok tani padi sawah pengguna pupuk organik tahun 2017
LAPORAN Lomba kelompok tani padi sawah pengguna pupuk organik tahun 2017LAPORAN Lomba kelompok tani padi sawah pengguna pupuk organik tahun 2017
LAPORAN Lomba kelompok tani padi sawah pengguna pupuk organik tahun 2017
 
Pedoman pendamping tanaman tahunan
Pedoman pendamping tanaman tahunanPedoman pendamping tanaman tahunan
Pedoman pendamping tanaman tahunan
 
Laporan diklat pasca panen dan pengolahan susu tahun 2015
Laporan diklat pasca panen dan pengolahan susu tahun 2015Laporan diklat pasca panen dan pengolahan susu tahun 2015
Laporan diklat pasca panen dan pengolahan susu tahun 2015
 
Muhamad ilfan 12402183132-_laporan_ppl_gel._1
Muhamad ilfan 12402183132-_laporan_ppl_gel._1Muhamad ilfan 12402183132-_laporan_ppl_gel._1
Muhamad ilfan 12402183132-_laporan_ppl_gel._1
 
1.4. pedoman budidaya pel peng kws agri unggas lokal
1.4. pedoman budidaya pel peng kws agri unggas lokal1.4. pedoman budidaya pel peng kws agri unggas lokal
1.4. pedoman budidaya pel peng kws agri unggas lokal
 
Implementasi pemberdayaan masyarakat
Implementasi pemberdayaan masyarakatImplementasi pemberdayaan masyarakat
Implementasi pemberdayaan masyarakat
 
Muhamad ilfan 12402183132-_laporan_ppl_gel._1
Muhamad ilfan 12402183132-_laporan_ppl_gel._1Muhamad ilfan 12402183132-_laporan_ppl_gel._1
Muhamad ilfan 12402183132-_laporan_ppl_gel._1
 
Pengembangan usaha tani
Pengembangan usaha taniPengembangan usaha tani
Pengembangan usaha tani
 
USULAN PENELITIAN
USULAN PENELITIANUSULAN PENELITIAN
USULAN PENELITIAN
 
Corporate Social Responsibility (CSR) report-2018
Corporate Social Responsibility (CSR) report-2018Corporate Social Responsibility (CSR) report-2018
Corporate Social Responsibility (CSR) report-2018
 
Laporan Pelatihan Manajemen Kelompok dan Observasi Lapang ke Kabupaten Banyumas
Laporan Pelatihan Manajemen Kelompok dan Observasi Lapang ke Kabupaten BanyumasLaporan Pelatihan Manajemen Kelompok dan Observasi Lapang ke Kabupaten Banyumas
Laporan Pelatihan Manajemen Kelompok dan Observasi Lapang ke Kabupaten Banyumas
 
Metoda Penumbuhan Kelompok.pptx
Metoda Penumbuhan Kelompok.pptxMetoda Penumbuhan Kelompok.pptx
Metoda Penumbuhan Kelompok.pptx
 
kelembagaan dan pelaporan.pptx
kelembagaan  dan pelaporan.pptxkelembagaan  dan pelaporan.pptx
kelembagaan dan pelaporan.pptx
 
Proposal sapi
Proposal sapiProposal sapi
Proposal sapi
 

Laporan Identifikasi dan Klasifikasi Kelompok Tani Tahun 2015

  • 1. LAPORAN IDENTIFIKASI DAN PENILAIAN KEMAMPUAN /KLASIFIKASI KELOMPOK TANI KEGIATAN PENYULUHAN DAN PENDAMPINGAN PETANI DAN PELAKU AGRIBISNIS DINAS PERTANIAN KOTA SEMARANG TAHUN ANGGARAN 2015 DINAS PERTANIAN KOTA SEMARANG Jl. Kompak No. 2 - 3 Semarang Telp. (024) 6705001. Fax. (024) 672033
  • 2. KATA PENGANTAR Puji syukur ke hadirat ALLAH SWT atas segala nikmat, rahmat, dan hidayah- Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan Laporan Identifikasi dan Penilaian Kemampuan/Klasifikasi Kelompok Tani Tahun 2015 ini. Laporan ini kami susun sebagai bentuk pertanggungjawaban kami dalam melaksanakan Subkegiatan Identifikasi dan Penilaian Kemampuan/Klasifikasi Kelompok Tani, Kegiatan Penyuluhan dan Pendampingan Petani dan Pelaku Agribisnis, Program Peningkatan Kesejahteraan Petani Tahun Anggaran 2015, dengan sumber dana APBD Kota Semarang. Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak atas kerja sama dan bantuannya, sehingga kami dapat melaksanakan kegiatan dan menyusun laporan ini. Kami menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna, untuk itu kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan guna perbaikan di masa mendatang dan semoga laporan ini bisa memberikan manfaat. Amin. Semarang, 30 Oktober 2015 Kepala Bidang Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya selaku Ketua Tim, ARI PATRIA WIJANARKO, SH.MM. Pembina NIP. 19561002 199303 2 001 Mengetahui, Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang Ir. W.P. RUSDIANA, MP. Pembina Utama Muda NIP. 19590413 198303 2 004 i
  • 3. DAFTAR ISI halaman KATA PENGANTAR ................................................................................................ i DAFTAR ISI............................................................................................................... ii DAFTAR FOTO ........................................................................................................ iii BAB I. PENDAHULUAN .................................................................................... 1 A. LATAR BELAKANG ........................................................................ 1 B. DASAR PELAKSANAAN................................................................. 3 C. TUJUAN.............................................................................................. 4 D. KELUARAN ...................................................................................... 5 E. WAKTU PELAKSANAAN ............................................................... 5 F. PELAKSANA .................................................................................... 6 G. PEMBIAYAAN ................................................................................. 6 BAB II. PENINGKATAN KEMAMPUAN/KLASIFIKASI KELOMPOK TANI ................................................................................. 7 BAB III HASIL KEGIATAN ............................................................................... 10 BAB IV PEMBAHASAN ...................................................................................... 12 BAB V TINDAK LANJUT ................................................................................... 34 BAB VI PENUTUP ................................................................................................ 37 LAMPIRAN ............................................................................................................. 38 ii
  • 4. DAFTAR FOTO halaman Foto 1. Rapat bersama PPL dan THL-TBPP untuk persiapan Identifikasi Penilaian Kemampuan/Klasifikasi Kelompok Tani Tahun 2015 .............. 39 Foto 2. Rapat bersama PPL dan THL-TBPP untuk persiapan Identifikasi Penilaian Kemampuan/Klasifikasi Kelompok Tani Tahun 2015 .............. 39 Foto 3. Identifikasi dan Penilaian Kemampuan/Klasifikasi Kelompok Tani di Perkumpulan Kelompok Tani Kuncen Farm, Kelurahan Bubakan, Kecamatan Mijen ....................................................................................... 40 Foto 4. Identifikasi dan Penilaian Kemampuan/Klasifikasi Kelompok Tani di Kelompok Tani Rukun Makmur, Kelurahan Cepoko, Kecamatan Gunungpati .............................................................................. 40 Foto 5. Identifikasi dan Penilaian Kemampuan/Klasifikasi Kelompok Tani di Gapoktan Lestari, Kelurahan Polaman, Kecamatan Mijen .................... 41 Foto 6. Identifikasi dan Penilaian Kemampuan/Klasifikasi Kelompok Tani di Perkumpulan Kelompok Tani Sumber Rejeki, Kelurahan Purwosari, Kecamatan Mijen ....................................................................................... 41 iii
  • 5. BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Meskipun peran sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan dalam memacu pertumbuhan ekonomi nasional tidak sebesar sektor industri, namun peran sektor-sektor ini lebih luas terutama dalam konteks mendistribusikan hasil-hasil pembangunan utamanya kepada masyarakat miskin di wilayah pedesaan, sehingga sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan tetap dipandang strategis dalam pembangunan nasional, dimana ketiga sektor tersebut memiliki peranan strategis sebagai penyedia pangan nasional, penyediaan bahan baku industri, penyedia bioenergi, dan penyerapan tenaga kerja. Sektor-sektor tersebut berdampak sangat positif pada penurunan tingkat kemiskinan dan menjaga pelestarian lingkungan. Sejalan dengan hal tersebut, Kementerian Pertanian Tahun 2005 – 2025 telah menetapkan tujuan akhir pembangunan pertanian yaitu mewujudkan kesejahteraan masyarakat pertanian melalui sistem pertanian industrial, berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat pertanian, dengan sasaran jangka panjang pembangunan pertanian sebagai berikut : 1. Mewujudkan sistem pertanian industrial yang berdaya saing. 2. Memantapkan ketahanan pangan secara mandiri. 3. Menciptakan kesempatan kerja penuh bagi masyarakat pertanian. 4. Menghapus kemiskinan dari masyarakat pertanian dan meningkatkan pendapatan petani sebesar US$ 2.500 per kapita per tahun. Mengacu pada sasaran-sasaran tersebut, maka visi pembangunan pertanian tahun 2025 dirumuskan sebagai berikut : Terwujudnya Sistem Pertanian Industrial yang Berdaya Saing, Berkeadilan, dan Berkelanjutan, guna Menjamin Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Masyarakat Pertanian. Pembangunan sektor pertanian di masa mendatang diharapkan dapat memberikan kontribusi yang lebih besar dalam rangka mengurangi kesenjangan sosial dan memperluas kesempatan kerja dan mampu memanfaatkan segala peluang ekonomi di dalam era globalisasi daan liberalisasi perdagangan dunia. Untuk mewujudkan harapan tersebut, diperlukan sumber daya manusia pertanian yang berkualitas dan handal, profesional, mandiri, berdedikasi tinggi, memiliki etos kerja, moral yangbaik,dan berwawasan global, sehingga petani mampu mengembangkan usaha tani yang berdaya saing tinggi dan berkelanjutan. 1
  • 6. Pemberdayaan petani adalah suatu kondisi yang dapat menumbuhkan kemandirian petani melalui pemberian kekuatan atau daya.Dengan memberi kesempatan kepada masyarakat tani untuk secara bebas memilih berbagai alternatif dan mengambil keputusan sesuai dengan tingkat kesadaran, kemampuan dan keinginannya.Masyarakat tani juga diberi kesempatan untuk belajar dari keberhasilan dan kegagalan dalam memberikan respon terhadap perubahan sehingga mampu mengendalikan masa depannya. Pemberdayaan petani sebagai upaya : (a) meningkatkan kemampuan, (b) mendorong tumbuhnya kebersamaan, (c) kebebasan memilih dan memutuskan, (d) membangkitkan kemandirian dan (e) mengurangi ketergantungan serta menciptakan hubungan yang saling menguntungkan. Karakteristis manusia yang berkualitas kepribadian mandiri adalah individu yang memiliki sifat rajin, senang bekerja, sanggup bekerja keras, tekun , gigih, berdisiplin, berani merebut kesempatan, jujur, mampu bersaing dan mampu pula bekerjasama , dapat dipercaya dan mempercayai orang lain, mempunyai cita-cita dan tahu apa yang harus diperbuat untuk mewujudkannya, terbuka pada kritik dan saran- saran , tidak mudah putus asa. Pemberdayaan petani dan keluarganya melalui penyelengaraan penyuluhan pertanian tidak mungkin dilaksanakan dengan pendekatan individual , karena jumlah dan sebaran petani sangat besar dan luas serta terbatasnya sumberdaya penyuluhan. Dengan kondisi demikian, penyuluhan pertanian harus dilakukan melalui pendekatan kelompok. Pendekatan ini akan mendorong petani membentuk kelembagaan tani yang kuat agar dapat membangun sinergi antar petani, baik dalan proses belajar dan kerjasama maupun sebagai unit produksi yang merupakan bagian dari usaha taninya. Penumbuhan dan pembinaan kelompok tani yang dilaksanakan secara berkesinambungan diarahkan pada upaya peningkatan kemampuan kelompok tani dalam melaksanakan fungsinya sebagai kelas belajar, wahana kerjasama dan unit produksi sehingga mampu mengembangkan usaha agribisnis dan menjadi organisasi petani yang kuat dan mandiri. Salah satu upaya untuk mengetahui sejauh mana perkembangan kemajuan kelompok tani dalam melaksanakan fungsinya adalah melakukan identifikasi dan penilaian kemampuan/klasifikasi kelompok tani. Identifikasi dan Penilaian Kemampuan/Klasifikasi Kelompok Tani merupakan suatu upaya pendekatan kelompok dalam penyuluhan untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi penyelenggaraan penyuluhan, dimana pendekatan kelompok dimaksudkan untuk mendorong penumbuhan kelembagaan petani (baik kelompok tani maupun gabungan kelompok tani) dan penumbuhan kelembagaan tersebut diarahkan pada upaya peningkatan kemampuan belajar, wahana kerja sama, dan unit produksi, sehingga 2
  • 7. mampu mengembangkan usaha agribisnis dan mampu mengembangkan kelompok tani menjadi organisasi yang kuat dan mandiri. B. DASAR PELAKSANAAN Adapun dasar pelaksanaan Kegiatan Identifikasi dan Penilaian Kemampuan/Klasifikasi Kelompok Tani Tahun 2015 adalah : 1. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4437) juncto Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844); 2. Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2009 tentang Pembiayaan, Pembinaan, dan Pengawasan Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 87, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5018); 3. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 82/Permentan/OT.140/8/2013Tahun 2013 tentang Pedoman Pembinaan Kelompok Tani dan Gabungan Kelompok Tani; 4. Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 12/2008 Tahun 2008 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Kota Semarang; 5. Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 11 Tahun 2014tentang Anggaran pendapatan dan Belanja Daerah Kota Semarang Tahun Anggaran 2015 (Lembaran Daerah Kota Semarang Tahun 2014 Nomor 11); 6. Peraturan Walikota Semarang Nomor 36 Tahun 2008 tentang Penjabaran Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Pertanian Kota Semarang; 7. Peraturan Walikota Semarang Nomor 40 Tahun 2014tentang Penjabaran Anggaran Pendapatan dan belanja Daerah Kota Semarang Tahun Anggaran 2015 (Berita Daerah Kota Semarang Tahun 2014 Nomor 40); 8. Keputusan Walikota Semarang Nomor 910/756/2014 Tahun 2014tentang Penunjukan Pengguna Anggaran (PA) pada SKPD di Lingkungan Pemerintah Kota Semarang Tahun Anggaran 2015; 9. Keputusan Walikota Semarang Nomor 910/802/2014 Tahun 2014tentang Penunjukan Kuasa pengguna Anggaran (KPA), Bendahara Penerimaan Pembantu, dan Bendahara Pengeluaran Pembantu pada SKPD di Lingkungan Pemerintah Kota Semarang Tahun Anggaran 2015; 10. Keputusan Walikota Semarang Nomor 910/6/2015 Tahun 2015 tentang Pelimpahan Kekuasaan kepada Satuan Kerja Pengelolaan Keuangan Daerah (SKPKD) sebagai Pejabat Pengelolaan Keuangan Daerah (PPKD) Tahun Anggaran 2015; 3
  • 8. 11. Keputusan Walikota Semarang Nomor 910/9/2015 Tahun 2015 Penunjukan Kepala SKPD selaku Pengguna Anggaran sebagai Pejabat yang diberi Wewenang Mengesahkan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Semarang Tahun Anggaran 2015; 12. Keputusan Walikota Semarang Nomor 910/11/2015 Tahun 2015 tentang Penunjukan Bendahara Pengeluaran dan Bendahara Penerimaan di Lingkungan Pemerintah Kota Semarang Tahun Anggaran 2015; 13. Keputusan Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang Nomor 910/043 Tahun 2015 tentang Penetapan Personil Pengelola Keuangan Dinas Pertanian Kota Semarang Tahun Anggaran 2015; 14. Petunjuk Pelaksanaan Penilaian Kemampuan Kelompok Tani. Pusat Penyuluhan Pertanian. Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. Kementerian Pertanian. 2011. C. TUJUAN Tujuan diselenggarakannya Kegiatan Identifikasi dan Penilaian Kemampuan/Klasifikasi Kelompok Tanidi Kota Semarang Tahun 2015adalah : 1. Menggali informasi tentang kondisi kemampuan masing-masing kelompok tani sebagai dasar untuk penentuan kelas, dalam rangka pengembangan, penumbuhan, dan pembinaan kelembagaan petani secara berkesinambungan. 2. Mengarahkan pengembangan, penumbuhan, dan pembinaan kelembagaan petani tersebut ke arah upaya-upaya peningkatan kemampuan kelompok tani, sehingga kelompok tani mampu menjalankan fungsinya sebagai kelas belajar, wahana kerjasama, unit produksi, unit usaha agribisnis, dan organisasi yang kuat dan mandiri. D. KELUARAN Keluaran yang diharapkan dari Kegiatan Identifikasi dan Penilaian Kemampuan/Klasifikasi Kelompok Tani Tahun 2015 adalah sebagai berikut : 1. Tersedianya data jumlah kelompok tani di Kota Semarang. 2. Tersedianya acuan bagi petugas untuk mempersiapkan bahan penyusunan materi dan metode penyuluhan pertanian, yang disesuaikan dengan klasifikasi kelompok tani. 3. Diketahuinya tingkat kemampuan kelompok tani, sehingga dapat ditetapkan klasifikasi kelompok tani. 4
  • 9. 4. Tersedianya bahan pertimbangan bagi penyelenggaraan penyuluhan untuk merumuskan, menyusun, dan mengalokasikan program/kegiatan pembanguan sektor pertanian. 5. Tersedianya bahan pertimbangan bagi pemangku kepentingan dalam peningkatan jejaring kerjasama/kemitraan, dalam rangka penguatan dan pemberdayaan kelembagaan petani. 6. Tersedianya bahan pertimbangan untuk menetapkan pemberian perhargaan kepada kelompok tani yang berprestasi. E. WAKTU PELAKSANAAN Kegiatan Identifikasi dan Penilaian Kemampuan/Klasifikasi Kelompok Tani Tahun 2015 dilaksanakan pada bulan September – Oktober 2015 di lokasi-lokasi kelompok tani dan di Dinas Pertanian Kota Semarang. F. PELAKSANA Pelaksana Kegiatan Identifikasi dan Penilaian Kemampuan/Klasifikasi Kelompok Tani Tahun 2015 adalah Petugas Lapangan, Koordinator Jabatan Fungsional, dan Seksi Kelembagaan Bidang Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya dari Dinas Pertanian Kota Semarang. 5
  • 10. BAB II PENINGKATAN KEMAMPUAN/KLASIFIKASI KELOMPOK TANI Klasifikasi kemampuan kelompok tani merupakan pemeringkatan kemampuan kelompok tani yang terbagi menjadi 4 (empat) kategori : 1. Kelas Pemula (0 – 250). 2. Kelas Lanjut (251 – 500). 3. Kelas Madya (501 – 750). 4. Kelas Utama (751 – 1.000). Klasifikasi tersebut berdasarkan hasil penilaian menggunakan instrumen sesuai Petunjuk Pelaksanaan Penilaian Kemampuan Kelompok Tani Nomor 168/Per/SM.170/J/11/2011. Penilaian kemampuan kelompok tani dirumuskan dan disusun melalui pendekatan aspek manajemen dan aspek kepemimpinan yaitu : 1. Kemampuan merencanakan, dengan nilai maksimal 200. 2. Kemampuan mengorganisasikan, dengan nilai maksimal 100. 3. Kemampuan melaksanakan, dengan nilai maksimal 400. 4. Kemampuan melakukan pengendalian dan pelaporan, dengan nilai maksimal 150. 5. Kemampuan mengembangkan kepemimpinan, dengan nilai maksimal 150. Aspek-aspek manajemen dan kepemimpinan tersebut dijabarkan melalui indikator-indikator sebagai berikut : 1. Kemampuan merencanakan, yang terdiri dari : a. Kelas Belajar : 1) Merencanakan kebutuhan belajar. 2) Merencanakan pertemuan/musyawarah. b. Wahana Kerjasama : 1) Merencanakan pemanfaatan sumber daya (pelaksanaan rekomendasi teknologi). 2) Merencanakan kegiatan pelestarian lingkungan. c. Unit Produksi : 1) Merencanakan definitif kelompok melalui Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) dan rencana kegiatan lainnya. 2) Merencanakan kegiatan usaha tani, berdasarkan analisis usaha, peningkatan usaha kelompok, dan produk, sesuai permintaan pasar, pengolahan, dan pemasaran hasil serta penyediaan jasa. 2. Kemampuan mengorganisasikan, yang terdiri dari : 6
  • 11. a. Kelas Belajar : 1) Menumbuhkembangkan kedisiplinan kelompok. 2) Menumbuhkembangkan kemauan/motivasi belajar anggota. b. Wahana Kerjasama, yaitu : Mengembangkan aturan organisasi kelompok. c. Unit Produksi, yaitu : Mengorganisasikan pembagian tugas anggota dan pengurus kelompok tani. 3. Kemampuan melaksanakan, yang terdiri dari : a. Kelas Belajar : 1) Melaksanakan proses pembelajaran secara kondusif. 2) Melaksanakan pertemuan dengan tertib. b. Wahana Kerjasama : 1) Melaksanakan kerjasama penyediaan jasa pertanian; 2) Melaksanakan kegiatan pelestarian lingkungan; 3) Melaksanakan pembagian tugas; 4) Menerapkan kedisiplinan kelompok secara taat azas; 5) Melaksanakan dan mentaati kesepakatan anggota; 6) Melaksanakan dan mentaati peraturan/perundangan yang berlaku; 7) Melaksanakan pengadministrasian/pencatatan kegiatan kelompok. c. Unit Produksi : 1) Melaksanakan pemanfaatan sumberdaya secara optimal; 2) Melaksanakan RDK dan RDKK; 3) Melaksanakan kegiatan usaha tani bersama; 4) Melaksanakan penerapan tekonologi; 5) Melaksanakan pemupukan dan penguatan modal usaha tani; 6) Melasanakan pengembangan fasilitas dan saran kerja; 7) Melaksanakan dan mempertahankan kesinambungan produktivitas. 4. Kemampuan melakukan pengendalian dan pelaporan, yang terdiri dari : a. Mengevaluasi kegiatan perencanaan. b. Mengevaluasi kinerja organisasi/kelembagaan. c. Mengevaluasi pelaksanaan kegiatan kelompok tani. d. Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan. 5. Kemampuan mengembangkan kepemimpinan kelompok tani, yang terdiri dari : a. Kelas Belajar : 1) Mengembangkan ketrampilan dan keahlian anggota dan pengurus kelompok tani. 2) Mengembangkan kader-kader pemimpin. 7
  • 12. 3) Meningkatkan kemampuan anggota untuk melaksanakan hak dan kewajiban. b. Wahana Kerjasama : 1) Meningkatkan hubungan kerjasama dalam pengembangan organisasi. 2) Meningkatkan hubungan kerjasama dalam pengembangan usaha tani. c. Unit Produksi : 1) Mengembangkan usaha kelompok. 2) Meningkatkan hubungan kerjasama dengan mitra usaha. Dari hasil penilaian kemampuan dan penetapan klasifikasi kelompok tani pada tahu 2015, jumlah kelompok tani di Kota Semarang adalah 363 kelompok tani dengan beragam usaha yaitu peternakan, tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, dan kehutanan. Kelompok tani tersebut tersebar di 15 kecamatan yaitu Kecamatan Gunungpati, Tembalang, Mijen, Ngaliyan, Banyumanik, Pedurungan, Genuk, Tugu, Semarang Barat, Gajahmungkur, Semarang Selatan, Gayamsari, Semarang Tengah, Semarang Utara, dan Candisari. Di bawah ini adalah hasil penilaian kemapuan kelompok tani tahun 2015, yang selanjutnya dikelompokkan di dalam kelas- kelas,yangdiperbandingkan dengan tahun 2014 : 8
  • 13. BAB III HASIL KEGIATAN Dari hasil identifikasi, jumlah kelompok tani di Kota Semarang pada tahun 2015 adalah 363 kelompok, dengan berbagai jenis usaha yaitu tanaman pangan, hortikultura, peternakan, perkebunan, kehutanan, dan pengolahan pangan, yang tersebar di 15 kecamatan yaitu Kecamatan Gunungpati, Tembalang, Mijen, Ngaliyan, Banyumanik, Tugu, Pedurungan, Genuk, Gajahmungkur, Gayamsari, Semarang Tengah, Semarang Barat, Semarang Utara, Semarang Selatan, dan Candisari. Di bawah ini ialah hasil penilaian kemampuan kelompok tani pada tahun 2015, dikelompokkan ke dalam kelas- kelas, yang diperbandingkan dengan hasil penilaian pada tahun 2014 : Tabel 1.Klasifikasi Kelompok Tani Kota Semarang Tahun 2014 dan 2015. No. KECAMATAN TAHUN 2014 TAHUN 2015 Kelas Pemula Kelas Lanjut Kelas Madya Kelas Utama Jumlah Kelas Pemula Kelas Lanjut Kelas Madya Kelas Utama Jumlah 1. Gunungpati 69 16 - - 85 76 16 - - 92 2. Tembalang 21 27 3 - 51 19 28 5 - 52 3. Mijen 19 27 7 - 53 20 31 5 - 56 4. Ngaliyan 19 7 - - 26 22 8 - - 30 5. Banyumanik 16 13 - - 29 16 15 2 - 33 6. Pedurungan 12 3 - - 15 12 3 - - 15 7. Genuk 15 3 - - 18 16 3 - - 19 8. Tugu 12 12 1 - 25 12 15 - - 27 9. Smg Barat 5 1 - - 6 5 1 - - 6 10. Gajahmungkur 1 1 - - 2 1 1 - - 2 11. Smg Selatan 1 - - - 1 3 - - - 3 12. Gayamsari - 5 - - 5 - 6 - - 6 13. Smg Tengah 2 - - - 2 3 - - - 3 14. Smg Utara 6 1 - - 7 6 2 - - 8 15. Candisari 9 - - - 9 11 - - - 11 JUMLAH 207 116 11 - 334 222 129 12 - 363 Dari data tersebut di atas, maka terdapat kenaikan dan penurunan jumlah maupun kelas kelompok yaitu : 1. Kenaikan jumlah kelompok tani : 29 (8,68 %). 2. Kenaikan jumlah kelas pemula : 15 (7,25 %). 3. Penurunan jumlah kelas lanjut : 13 (11,21 %). 4. Penurunan jumlah kelas madya : 1 (9,09 %). 9
  • 14. BAB III PEMBAHASAN Dari hasil penilaian kemampuan dan penetapan klasifikasi kelompok tani, terdapat kenaikan dan penurunan jumlah kelas tertentu, yang disebabkan oleh : 1. Terdapat perubahan aspek dan indikator penilaian, dimana aspek dan indikator penilaian kemampuan kelompok tani tahun 2015 lebih terperinci, yang meliputi : perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengendalian dan pelaporan, dan pengembangan kepemimpinan kelompok tani (Panca Kemampuan Kelompok Tani/Pakem Poktan) dari fungsi-fungsi kelompok tani, sebagai kelas belajar, wahana kerja sama, dan unit produksi. 2. Adanya penurunan aktivitas kelompok, di antaranya disebabkan oleh a. Ketergantungan kelompok terhadap kegiatan/proyek dari pemerintah maupun dari pihak lain (kemandirian kelompok masih kurang). b. Keterbatasan kemampuan sumber daya petani, dimana secara uum petani berusia lanjut dan berpendidikan rendah. c. Partisipasi dan kekompakan anggota kelompok sebagian relatif rendah. d. Pengelolaan kegiatan produktif anggota kelompok tani sebagian masih bersifat individual. Selama tahun 2015 terjadi dinamika kelompok tani yang diwujudkan dalam 3 (tiga) hal yaitu : 1. Perubahan Nama Kelompok Tani Perubahan nama kelompok tani terjadi setelah kelompok tani terdaftar sebagai bahan hukum yang disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Republik Indonesia, melalui notaris yang telah ditunjuk. Kelompok-kelompok tani yang mengalami perubahan nama dapat dilihat pada tabel di bawah ini : 10
  • 15. Tabel 2.Perubahan Nama Kelompok Tani. No. KECAMATAN KELURAHAN NAMA LAMA NAMA BARU 1. Gunungpati Plalangan Kelompok Tani Perkumpulan Kelompok Tani Lestari Lestari Plalangan Mangunsari Kelompok Tani Perkumpulan Kelompok Tani Mekarsari II Mekarsari 02 Kandri Kelompok Tani Perkumpulan Kelompok Tani Tani Muda Tani Muda Mandiri Mandiri Pakintelan Kelompok Tani Perkumpulan Kelompok Tani Mitra Makmur I Mitra Makmur Sironjang Pakintelan Cepoko Kelompok Tani Perkumpulan Kelompok Tani Vanda Subur Vanda Subur Mundingan Cepoko Cepoko Kelompok Tani Perkumpulan Kelompok Tani Rukun Makmur Rukun Makmur Cepoko Cepoko Kelompok Tani Perkumpulan Kelompok Tani Sido Dadi Sido Dadi Jetis Trawas Cepoko Gunungpati Kelompok Tani Perkumpulan Kelompok Tani Gunungpati I Gunungpati 01 Gunungpati Kelompok Tani Perkumpulan Kelompok Tani Gunungpati III Gunungpati 03 Gunungpati Kelompok Tani Perkumpulan Kelompok Tani Subur Makmur Subur Makmur Gunungpati Gunungpati Kelompok Tani Perkumpulan Kelompok Tani Barokah Barokah Gunungpati Sumurrejo Kelompok Tani Perkumpulan Kelompok Tani Amrih Makmur Amrih Makmur Sumurrejo 2. Tembalang Rowosari Kelompok Tani Perkumpulan Kelompok Tani Karya Sejahtera Karya Sejahtera Kedungsari 11
  • 16. Tabel 2.Perubahan Nama Kelompok Tani (lanjutan). No. KECAMATAN KELURAHAN NAMA LAMA NAMA BARU 2. Tembalang Rowosari Kelompok Tani Perkumpulan Kelompok Tani Sukses Makmur Sukses Makmur Pengkol Rowosari Rowosari Kelompok Tani Perkumpulan Kelompok Tani Sukamaju Sukamaju Rowosari 3. Mijen Tambangan Kelompok Tani Perkumpulan Kelompok Tani Ayem Tenang Ayem Tenang Cangkiran Kelompok Tani Perkumpulan Kelompok Tani Sumber Rejeki Sumber Rejeki Cangkiran Ngadirgo Kelompok Tani Perkumpulan Kelompok Tani Maju Makmur Maju Makmur Ngadirgo Jatibarang Kelompok Tani Perkumpulan Kelompok Tani Sido Mulyo Sido Mulyo Jatibarang Purwosari Kelompok Tani Perkumpulan Kelompok Tani Mbangun Karso Mbangun Karso Purwosari Kelompok Tani Perkumpulan Kelompok Tani Loh Jinawi Loh Jinawi Gilisari Purwosari Kelompok Tani Perkumpulan Kelompok Tani Sumber Rejeki Sumber Rejeki Purwosari Purwosari Kelompok Tani Perkumpulan Kelompok Tani Guyub Rukun Guyub Rukun Bentur Bubakan Kelompok Tani Perkumpulan Kelompok Tani Kuncen Farm Kuncen Farm Karangmalang Kelompok Tani Perkumpulan Kelompok Tani Ngudi Rahayu Ngudi Rahayu Kedon Dalem 4. Ngaliyan Podorejo Kelompok Tani Perkumpulan Kelompok Tani Sido Makmur I Sido Makmur Pondok Podorejo Wates Kelompok Tani Perkumpulan Kelompok Tani Sumber Raharjo Sumber Raharjo 12
  • 17. Tabel 2.Perubahan Nama Kelompok Tani (lanjutan). No. KECAMATAN KELURAHAN NAMA LAMA NAMA BARU 5. Banyumanik Pudakpayung Kelompok Tani Perkumpulan Kelompok Tani Tani Makmur Tani Makmur Siroto Pudakpayung Kelompok Tani Perkumpulan Kelompok Tani Lestari Makmur Lestari Makmur Pudakpayung Pudakpayung Kelompok Tani Perkumpulan Kelompok Tani Muteran Maju Muteran Maju Makmur Makmur Tinjomoyo Kelompok Tani Perkumpulan Kelompok Tani Mbanjarsari Mbanjarsari Tinjomoyo Gedawang Kelompok Tani Perkumpulan Kelompok Tani Puspa Hati Puspa Hati Gedawang Gedawang Kelompok Tani Perkumpulan Kelompok Tani Bina Mandiri Bina Mandiri Gedawang Jabungan Kelompok Tani Perkumpulan Kelompok Tani Sidoro Sidoro Jabungan Jabungan Kelompok Tani Perkumpulan Kelompok Tani Sumber Rejeki Sumber Rejeki Jabungan 6. Pedurungan Pedurungan Kelompok Tani Perkumpulan Kelompok Tani Lor Subur Makmur Subur Makmur Pedurungan Lor 7. Genuk Kudu Kelompok Tani Perkumpulan Kelompok Tani Kudu Makmur Kudu Makmur Kudu 8. Tugu Mangkang Kelompok Tani Perkumpulan Kelompok Tani Wetan Margo Utomo Margo Utomo Mangkang Wetan Mangkang Kelompok Tani Perkumpulan Kelompok Tani Kulon Sido Makmur Sido Makmur Mangkang Kulon Mangunharjo Kelompok Tani Perkumpulan Kelompok Tani Rejo Makmur Rejo Makmur Mangunharjo 13
  • 18. 2. Perubahan Jumlah Kelompok Tani Perubahan jumlah kelompok tani terbagi menjadi 3 (tiga) yaitu : a. Penambahan Jumlah Kelompok Tani 1) Kecamatan Gunungpati a) Kelurahan Mangunsari Pada tahun 2015 terjadi penambahan sebesar 1 (satu) kelompok yaitu Kelompok Tani Sejahtera. b) Kelurahan Kalisegoro Pada tahun 2015 terjadi penambahan sebesar 1 (satu) kelompok yaitu Kelompok Tani Bringin Makmur. c) Kelurahan Nongkosawit Pada tahun 2015 terjadi penambahan sebesar 1 (satu) kelompok yaitu Kelompok Tani Mekar Sari. d) Kelurahan Gunungpati Pada tahun 2015 terjadi penambahan sebesar 2 (dua) kelompok yaitu : • Kelompok Tani Sunan Gunung Jati Ba’alawy Semarang. • Kelompok Tani Tunas Pragolapati Makmur. e) Kelurahan Cepoko Pada tahun 2015 terjadi penambahan sebesar 2 (dua) kelompok yaitu : • Kelompok Tani Jaya Makmur. • Kelompok Tani Tunas Muda. f) Kelurahan Sadeng Pada tahun 2015 terjadi penambahan sebesar 1 (satu) kelompok yaitu Kelompok Tani Sekeris. 2) Kecamatan Tembalang Kelurahan Sendangmulyo Pada tahun 2015 terjadi penambahan sebesar 2 (dua) kelompok yaitu : • Kelompok Tani Nalutuh Nagari. • Kelompok Wanita Tani (KWT) Dadapan Makmur. 3) Kecamatan Mijen a) Kelurahan Ngadirgo Pada tahun 2015 terjadi penambahan sebesar 5 (lima) kelompok yaitu: • Kelompok Tani Mugi Waras. • Kelompok Tani Dewi Sri. • Kelompok Tani Sido Mulyo. • Kelompok Tani Tani Makmur. • KWT Sri Rahayu. 14
  • 19. b) Kelurahan Bubakan Pada tahun 2015 terjadi penambahan sebesar 1 (satu) kelompok yaitu Kelompok Wanita Tani (KWT) Kuntum Mekar. 4) Kecamatan Ngaliyan a) Kelurahan Tambakaji Pada tahun 2015 terjadi penambahan sebesar 1 (satu) kelompok yaitu Perkumpulan Kelompok Tani (PKT) Bina Makmur. b) Kelurahan Podorejo Pada tahun 2015 terjadi penambahan sebesar 1 (satu) kelompok yaitu Kelompok Wanita Tani (KWT) Al Hidayah Utama. c) Kelurahan Wates Pada tahun 2015 terjadi penambahan sebesar 1 (satu) kelompok yaitu Kelompok Tani Tuk Songo. d) Kelurahan Kalipancur Pada tahun 2015 terjadi penambahan sebesar 1 (satu) kelompok yaitu Kelompok Wanita Tani (KWT) Sumber Rejeki. Pada tahun 2014 belum terdaftar adanya KWT Sumber Rejeki. 5) Kecamatan Banyumanik a) Kelurahan Ngesrep Pada tahun 2015 terjadi penambahan sebesar 1 (satu) kelompok yaitu Kelompok Tani Bukit Sari b) Kelurahan Pedalangan Pada tahun 2015 terjadi penambahan sebesar 1 (satu) kelompok yaitu Kelompok Tani Sayuk Rukun. c) Kelurahan Sumurboto Pada tahun 2015 terjadi penambahan sebesar 1 (satu) kelompok yaitu Kelompok Tani Jamur Srondol. Pada tahun 2014 kelompok ini belum tercatat dalam identifikasi dan klasifikasi kelompok tani. d) Kelurahan Padangsari Pada tahun 2015 terjadi penambahan sebesar 1 (satu) kelompok yaitu Kelompok Tani Mugi Makmur. Pada tahun 2014 kelompok ini belum tercatat dalam identifikasi dan klasifikasi kelompok tani. 6) Kecamatan Genuk Kelurahan Bangetayu Wetan Pada tahun 2015 terjadi penambahan sebesar 2 (dua) kelompok yaitu : • Kelompok Tani Sedayu Indah. • Kelompok Tani Sumber Barokah. 15
  • 20. Pada tahun 2014 kedua kelompok ini belum tercatat dalam identifikasi dan klasifikasi kelompok tani. 7) Kecamatan Tugu Kelurahan Jrakah Pada tahun 2015 terjadi penambahan sebesar 2 (dua) kelompok yaitu : • Kelompok Tani Prenjak. • Kelompok Tani Subur Makmur 2. 8) Kecamatan Semarang Selatan a) Kelurahan Randusari Pada tahun 2015 terjadi penambahan sebesar 1 (satu) kelompok yaitu Kelompok Tani Wonosari Asri. Sebelumnya, pada tahun 2014, belum ada kelompok tani di Kelurahan Randusari. b) Kelurahan Pleburan Pada tahun 2015 terjadi penambahan sebesar 1 (satu) kelompok yaitu Kelompok Tani Pleburan Indah. Sebelumnya, pada tahun 2014, belum ada kelompok tani di Kelurahan Pleburan. 9) Kecamatan Gayamsari Kelurahan Sambirejo Pada tahun 2015 terjadi penambahan sebesar 1 (satu) kelompok yaitu Kelompok Tani Mugi Mulyo. 10) Kecamatan Semarang Tengah Kelurahan Karang Kidul Pada tahun 2015 terjadi penambahan sebesar 1 (satu) kelompok yaitu Kelompok Tani Apik. Pada tahun 2014 kelompok ini belum tercatat di dalam identifikasi dan klasifikasi kelompok tani. 11) Kecamatan Semarang Utara Kelurahan Tanjung Mas Pada tahun 2015 terjadi penambahan sebesar 1 (satu) kelompok yaitu Perkumpulan Kelompok Peduli Lingkungan Camar. Pada tahun 2014 kelompok ini belum tercatat di dalam identifikasi dan klasifikasi kelompok tani. 12) Kecamatan Candisari a) Kelurahan Jatingaleh Pada tahun 2015 terjadi penambahan sebesar 1 (satu) kelompok yaitu Kelompok Tani Melati. 16
  • 21. b) Kelurahan Wonotingal Pada tahun 2015 terjadi penambahan sebesar 1 (satu) kelompok yaitu Kelompok Tani Waras. Pada tahun 2014 kelompok ini belum tercatat di dalam identifikasi dan klasifikasi kelompok tani. b. Pengurangan Jumlah Kelompok Tani 1) Kecamatan Gunungpati a) Kelurahan Pakintelan Pada tahun 2015 terjadi pengurangan sebesar 1 (satu) kelompok yaitu Kelompok Tani Mitra Makmur III. b) Kelurahan Pongangan Pada tahun 2015 terjadi pengurangan sebesar 1 (satu) kelompok yaitu Kelompok Tani Budi Makmur. c) Kelurahan Sekaran Pada tahun 2015 terjadi pengurangan sebesar 1 (satu) kelompok yaitu Kelompok Wanita Tani (KWT) Tunas Harapan. 2) Kecamatan Tembalang Kelurahan Jangli Pada tahun 2015 terjadi pengurangan sebesar 1 (satu) kelompok yaitu tidak adanya Kelompok Tani Rejo Mulyo. 3) Kecamatan Mijen a) Kelurahan Tambangan Pada tahun 2015 terjadi pengurangan sebesar 1 (satu) kelompok yaitu Kelompok Tani Tani Langgeng. b) Kelurahan Polaman Pada tahun 2015 terjadi pengurangan sebesar 1 (satu) kelompok yaitu Kelompok Tani Barokah II. Bergabung dengan Kelompok Tani Barokah I, menjadi Kelompok Tani Barokah. c) Kelurahan Jatibarang Pada tahun 2015 terjadi pengurangan sebesar 1 (satu) kelompok yaitu Kelompok Tani Tani Sido Dadi. 4) Kecamatan Genuk Kelurahan Banjardowo Pada tahun 2015 terjadi pengurangan sebesar 1 (satu) kelompok yaitu Kelompok Wanita Tani (KWT) Tlogobiru Makmur. 17
  • 22. c. Penambahan yang diikuti oleh Pengurangan Jumlah Kelompok Tani 1) Kecamatan Gunungpati a) Kelurahan Sukorejo Pada tahun 2015 terjadi penambahan sebesar 1 (satu) kelompok yaitu Kelompok Tani Suka Makmur, namun disertai pengurangan sebesar 1 (satu) kelompok yaitu Kelompok Tani Langgeng II. b) Kelurahan Sumurrejo Pada tahun 2015 terjadi penambahan sebesar 4 (empat) kelompok yaitu : • Perkumpulan Kelompok Tani (PKT) Amrih Makmur Sumurrejo. • PKT Rukun Sentosa Karangsari. • Kelompok Tani Subur Sejahtera. • KWT Guyub Rukun. namun disertai pengurangan 1 (satu) kelompok yaitu Kelompok Tani Ngudi Lestari. 2) Kecamatan Mijen Kelurahan Kedungpane Pada tahun 2015 terjadi penambahan sebesar 1 (satu) kelompok yaitu Kelompok Wanita Tani (KWT) Asri 52, namun disertai pengurangan sebesar 1 (satu) kelompok yaitu Kelompok Tani Sido Makmur. 3) Kecamatan Banyumanik Kelurahan Pudakpayung Pada tahun 2015 terjadi penambahan sebesar 1 (satu) kelompok yaitu Kelompok Tani Ngasem, namun disertai pengurangan sebesar 1 (satu) kelompok yaitu Kelompok Tani Pucung Makmur. 3. Perubahan Status Kelas Kelompok Tani Perubahan status kelas kelompok tani terbagi menjadi 5 (lima) yaitu : a. Kenaikan Status dari Kelas Pemula ke Kelas Lanjut 1) Kecamatan Gunungpati a) Kelurahan Plalangan Pada tahun 2015 terjadi kenaikan status pada Kelompok Wanita Tani (KWT) Mulya Sejahtera, dari nilai 207 (Kelas Pemula) ke nilai 256 (Kelas Lanjut). b) Kelurahan Cepoko Pada tahun 2015 terjadi kenaikan status pada Perkumpulan Kelompok Tani (PKT) Sido Dadi Jetis Trawas Cepoko, dari nilai 223 (Kelas Pemula) ke nilai 264 (Kelas Lanjut). 18
  • 23. 2) Kecamatan Tembalang a) Kelurahan Rowosari Pada tahun 2015 terjadi kenaikan status pada Perkumpulan Kelompok Tani (PKT) Suka Maju Rowosari, dari nilai 163 (Kelas Pemula) ke nilai 326 (Kelas Lanjut). b) Kelurahan Meteseh Pada tahun 2015 terjadi kenaikan status pada : • Perkumpulan Kelompok Tani (PKT) Teseh Asri, dari nilai 250 (Kelas Pemula) ke nilai 386 (Kelas Lanjut). • Kelompok Wanita Tani (KWT) Tunas Sari, dari nilai 233 (Kelas Pemula) ke nilai (Kelas Pemula) ke nilai 396 (Kelas Lanjut). c) Kelurahan Sendangguwo Pada tahun 2015 terjadi kenaikan status pada : • Kelompok Tani Sinar Harapan, dari nilai 243 (Kelas Pemula) ke nilai 356 (Kelas Lanjut). • Kelompok Tani Legoksari Makmur, dari nilai 250 (Kelas Pemula) ke nilai 366 (Kelas Lanjut). • Kelompok Tani Karanggawang Sejahtera, dari nilai 250 (Kelas Pemula) ke nilai 362 (Kelas Lanjut). 3) Kecamatan Mijen Kelurahan Purwosari Pada tahun 2015 terjadi kenaikan status pada : • Kelompok Tani Sido Makmur, dari nilai 191 (Kelas Pemula) ke nilai 288 (Kelas Lanjut). • Kelompok Tani Subur Makmur, dari nilai 126 (Kelas Pemula) ke nilai 257 (Kelas Lanjut). • Perkumpulan Kelompok Tani (PKT) Sumber Rejeki, dari nilai 204 (Kelas Pemula) ke nilai 491 (Kelas Lanjut). • Perkumpulan Kelompok Tani (PKT) Guyub Rukun Bentur, dari nilai 152 (Kelas Pemula) ke nilai 265 (Kelas Lanjut). 4) Kecamatan Ngaliyan Kelurahan Bambankerep Pada tahun 2015 terjadi kenaikan status pada Kelompok Tani Tegal Sari, dari nilai 244 (Kelas Pemula) ke nilai 323 (Kelas Lanjut). 5) Kecamatan Banyumanik a) Kelurahan Srondol Wetan 19
  • 24. Pada tahun 2015 terjadi kenaikan status pada Kelompok Tani Mekar Asri, dari nilai 200 (Kelas Pemula) ke nilai 285 (Kelas Lanjut). b) Kelurahan Gedawang Pada tahun 2015 terjadi kenaikan status pada : • Kelompok Tani Kenanga Makmur, dari nilai 235 (Kelas Pemula) ke nilai 253 (Kelas Lanjut). • Perkumpulan Kelompok Tani (PKT) Bina Mandiri Gedawang, dari nilai 244 (Kelas Pemula) ke nilai 286 (Kelas Lanjut). c) Kelurahan Jabungan Pada tahun 2015 terjadi kenaikan status pada Perkumpulan Kelompok Tani (PKT) Sidoro Jabungan, dari nilai 247 (Kelas Pemula) ke nilai 257 (Kelas Lanjut). 6) Kecamatan Tugu Kelurahan Mangunharjo Pada tahun 2015 terjadi kenaikan status pada : • Kelompok Wanita Tani (KWT) Serba Guna, dari nilai 210 (Kelas Pemula) ke nilai 305 (Kelas Lanjut). • Kelompok Tani Kuncup Mekar, dari nilai (Kelas Pemula) ke nilai 286 (Kelas Lanjut). b. Kenaikan Status dari Kelas Lanjut ke Kelas Madya 1) Kecamatan Tembalang Kelurahan Tembalang Pada tahun 2015 terjadi kenaikan status pada Kelompok Tani Cinta Bunga, dari nilai 455 (Kelas Lanjut) ke nilai 525 (Kelas Madya). 2) Kecamatan Banyumanik Kelurahan Jabungan Pada tahun 2015 terjadi kenaikan status pada Kelompok Tani Margo Utomo, dari nilai 439 (Kelas Lanjut) ke nilai 552 (Kelas Madya). c. Kenaikan Status dari Kelas Pemula ke Kelas Madya 1) Kecamatan Mijen Kelurahan Bubakan Pada tahun 2015 terjadi kenaikan status pada Perkumpulan Kelompok Tani (PKT) Kuncen Farm, dari nilai 248 (Kelas Pemula) ke nilai 512 (Kelas Madya). 20
  • 25. 2) Kecamatan Banyumanik Kelurahan Pudakpayung Pada tahun 2015 terjadi kenaikan status pada Perkumpulan Kelompok Tani (PKT) Muteran Maju Makmur, dari nilai 250 (Kelas Pemula) ke nilai 657 (Kelas Madya). d. Penurunan Status dari Kelas Lanjut ke Kelas Pemula 1) Kecamatan Gunungpati a) Kelurahan Ngijo Pada tahun 2015 terjadi penurunan status pada Kelompok Tani Mitra Makmur IV, dari nilai 257 (Kelas Lanjut) ke nilai 232 (Kelas Pemula). b) Kelurahan Plalangan Pada tahun 2015 terjadi penurunan status pada Kelompok Tani Sidosari, dari nilai 329 (Kelas Lanjut) ke nilai 152 (Kelas Pemula). 2) Kecamatan Tembalang Kelurahan Bulusan Pada tahun 2015 terjadi penurunan status pada : • Kelompok Tani Sederhana, dari nilai 323 (Kelas Lanjut) ke nilai 90 (Kelas Pemula). • Kelompok Tani Makmur, dari nilai 320 (Kelas Lanjut) ke nilai 229 (Kelas Pemula). e. Penurunan Status dari Kelas Madya ke Kelas Lanjut 1) Kecamatan Mijen a) Kelurahan Tambangan Pada tahun 2015 terjadi penurunan status pada Kelompok Tani Sidorejo, dari nilai 512 (Kelas Madya) ke nilai 370 (Kelas Lanjut). b) Kelurahan Karangmalang Pada tahun 2015 terjadi penurunan status pada Perkumpulan Kelompok Tani (PKT) Ngudi Rahayu Kebon Dalem, dari nilai 607 (Kelas Madya) ke nilai 480 (Kelas Lanjut). 2) Kecamatan Tugu Kelurahan Mangunharjo Pada tahun 2015 terjadi penurunan status pada Perkumpulan Kelompok Tani (PKT) Rejo Makmur Mangunharjo, dari nilai 506 (Kelas Madya) ke nilai 500 (Kelas Lanjut). 21
  • 26. Penambahan jumlah, pengurangan jumlah, penambahan yang diikuti oleh pengurangan jumlah, dan perubahan status kelas kelompok tani dapat dilihat pada tabel-tabel berikut ini : Tabel 3.Penambahan Jumlah Kelompok Tani. No. Kecamatan/ Kelurahan Jmlh Kelompok Tani Nama Kelompok Tani yang Tambah/Kurang Keterangan 2014 2015 1. Gunungpati 85 93 Mangunsari 9 10 KT Sejahtera tambah Kalisegoro 2 3 KT Bringin Makmur tambah Nongkosawit 7 8 KT Mekar Sari tambah Gunungpati 6 8 KT Sunan Gunung Jati tambah Ba’alawy Semarang KT Pragolapati Makmur tambah Cepoko 7 9 KT Jaya Makmur tambah KT Tunas Muda tambah Sadeng 3 4 KT Sekeris tambah 2. Mijen 53 56 Ngadirgo 3 8 KT Mugi Waras tambah KT Dewi Sri tambah KT Sido Mulyo tambah KT Tani Makmur tambah KWT Sri Rahayu tambah Bubakan 3 4 KWT Kuntum Mekar tambah 22
  • 27. Tabel 3.Penambahan Jumlah Kelompok Tani (lanjutan). No. Kecamatan/ Kelurahan Jmlh Kelompok Tani Nama Kelompok Tani yang Tambah/Kurang Keterangan 2014 2015 3. Tembalang 51 52 Sendangmulyo 4 6 KWT Dadapan Makmur tambah KT Nalutuh Nagari tambah 4. Ngaliyan 26 30 Tambakaji 2 3 PKT Bina Makmur tambah Podorejo 5 6 KWT Al Hidayah Utama tambah Wates 8 9 KT Tuk Songo tambah Kalipancur - 1 KWT Sumber Rejeki tambah 5. Banyumanik 29 33 Ngesrep 4 5 KT Bukit Sari tambah Pedalangan - 1 KT Sayuk Rukun tambah Sumurboto - 1 KT Jamur Srondol tambah Padangsari - 1 KT Mugi Makmur tambah 6. Genuk 18 19 Bangetayu Wetan - 2 KT Sedayu Indah tambah KT Sumber Barokah tambah 7. Tugu 25 27 Jrakah - 2 KT Prenjak tambah KT Subur Makmur 2 tambah 8. Semarang Selatan 1 3 Randusari - 1 KT Wonosari Asri tambah Pleburan - 1 KT Pleburan Indah tambah 9. Gayamsari 5 6 Sambirejo 1 2 KT Mugi Mulyo tambah 10. Semarang Tengah 2 3 Karang Kidul - 1 KT Apik tambah 23
  • 28. Tabel 3.Penambahan Jumlah Kelompok Tani (lanjutan). No. Kecamatan/ Kelurahan Jmlh Kelompok Tani Nama Kelompok Tani yang Tambah/Kurang Keterangan 2014 2015 11. Semarang Utara 7 8 Tanjung Mas 1 2 Perkumpulan Kelompok tambah Peduli Lingkungan Camar 12. Candisari 9 11 Jatingaleh 2 3 KT Melati tambah Wonotingal - 1 KT Waras tambah Tabel 4.Pengurangan Jumlah Kelompok Tani. No. Kecamatan/ Kelurahan Jmlh Kelompok Tani Nama Kelompok Tani yang Tambah/Kurang Keterangan 2014 2015 1. Gunungpati 85 93 Pakintelan 6 5 KT Mitra Makmur 3 kurang Pongangan 4 3 KT Budi Makmur kurang Sekaran 6 5 KWT Tunas Harapan kurang 2. Tembalang 51 52 Jangli 4 3 KT Rejo Mulyo kurang 3. Mijen 53 56 Tambangan 5 4 KT Langgeng kurang Polaman 3 2 KT Barokah 2 kurang Jatibarang 4 3 KT Sido Dadi kurang 4. Genuk 18 19 Banjardowo 4 3 KWT Tlogobiru Makmur kurang 24
  • 29. Tabel 5.Penambahan yang diikuti oleh Pengurangan Jumlah Kelompok Tani. No. Kecamatan/ Kelurahan Jmlh Kelompok Tani Nama Kelompok Tani yang Tambah/Kurang Keterangan 2014 2015 1. Gunungpati 85 93 Sukorejo 4 4 KT Suka Makmur tambah KT Langgeng 2 kurang Sumurrejo 8 11 PKT Amrih Makmur tambah Sumurrejo PKT Rukun Sentosa tambah Karangsari KT Subur Sejahtera tambah KWT Guyub Rukun tambah KT Ngudi Lestari kurang 2. Mijen 53 56 Kedungpane 3 3 KWT Asri 52 tambah KT Sido Makmur kurang 3. Banyumanik 29 33 Pudakpayung 12 12 KT Ngasem tambah KT Pucung Makmur kurang 25
  • 30. Tabel 6.Kenaikan Status dari Kelas Pemula ke Kelas Lanjut. No. Kecamatan/ Kelurahan Jmlh Kelompok Tani Nama Kelompok Tani Keterangan 2014 2015 1. Gunungpati 85 93 Plalangan 8 8 KWT Mulya Sejahtera naik status Cepoko 7 9 PKT Sido Dadi Jetis naik status Trawas 2. Tembalang 51 52 Rowosari 12 12 PKT Suka Maju Rowosari naik status Meteseh 9 9 PKT Teseh Asri naik status KWT Tunas Sari naik status Sendangguwo 5 5 KT Sinar Harapan naik status KT Legoksari Makmur naik status KT Karanggawang Sejahtera naik status 3. Mijen 53 56 Purwosari 7 7 KT Sido Makmur naik status KT Subur Makmur naik status PKT Sumber Rejeki naik status PKT Guyub Rukun naik status 4. Ngaliyan 26 30 Bambankerep 2 2 KT Tegal Sari naik status 5. Banyumanik 29 33 Srondol Wetan 2 2 KT Mekar Asri naik status Gedawang 4 4 KT Kenanga Makmur naik status PKT Bina Mandiri Gedawang naik status Jabungan 4 4 PKT Sidoro Jabungan naik status 6. Tugu 25 27 Mangunharjo 6 6 KWT Serba Guna naik status KT Kuncup Mekar naik status 26
  • 31. Tabel 7.Kenaikan Status dari Kelas Lanjut ke Kelas Madya. No. Kecamatan/ Kelurahan Jmlh Kelompok Tani Nama Kelompok Tani Keterangan 2014 2015 1. Tembalang 51 52 Tembalang 3 3 KT Cinta Bunga naik status 2. Banyumanik 29 33 Jabungan 4 4 KT Margo Utomo naik status Tabel 8.Kenaikan Status dari Kelas Pemula ke Kelas Madya. No. Kecamatan/ Kelurahan Jmlh Kelompok Tani Nama Kelompok Tani Keterangan 2014 2015 1. Mijen 53 56 Bubakan 3 4 PKT Kuncen Farm naik status 2. Banyumanik 29 33 Pudakpayung 12 12 PKT Muteran Maju Makmur naik status Tabel 9.Penurunan Status dari Kelas Lanjut ke Kelas Pemula. No. Kecamatan/ Kelurahan Jmlh Kelompok Tani Nama Kelompok Tani Keterangan 2014 2015 1. Gunungpati 85 93 Ngijo 4 4 KT Mitra Makmur 4 turun status Plalangan 8 8 KT Sidosari turun status 2. Tembalang 51 52 Bulusan 4 4 KT Sederhana turun status KT Makmur turun status 27
  • 32. Tabel 10.Penurunan Status dari Kelas Madya ke Kelas Lanjut. No. Kecamatan/ Kelurahan Jmlh Kelompok Tani Nama Kelompok Tani Keterangan 2014 2015 1. Mijen 53 56 Tambangan 4 4 KT Mitra Makmur 4 turun status Karangmalang 8 8 KT Sidosari turun status 2. Tugu 25 27 Mangunharjo 4 4 PKT Rejo Makmur turun status Mangunharjo Keterangan : KT : Kelompok Tani KWT : Kelompok Wanita Tani PKT : Perkumpulan Kelompok Tani 28
  • 33. BAB IV TINDAK LANJUT Peningkatan atau penurunan kemampuan dan kelas kelompok tani merupakan suatu indikator yang sangat menentukan tingkat kemampuan kelompok tani, dimana Petugas Pertanian, baik PPL maupun THL-TBPP, dapat melihat secara langsung hasil dari pendekatan kelompok yang telah dilaksanakan selama tahun 2015, apakah hasil pendekatan tersebut sudah meningkatkan efektifitas dan efisiensi penyelenggaraan penyuluhan atau belum. Di samping terjadi peningkatan atau penurunan kelompok tani, pendekatan kelompok ini mendorong penumbuhan kapasitas kelembagaan kelompok tani dan gabungan kelompok tani. Hendaknya Petugas Pertanian, baik PPL maupun THL-TBPP, memperhatikan kondisi-kondisi sumberdaya alam, sosial-ekonomi, dan keserasian hubungan antarpetani dalam upaya meningkatkan kemampuan kelompok tani, serta mampu menanamkan pemikiran positif bagi tiap-tiap anggota kelompok bahwa segala usaha tani yang telah dilaksanakan benar-benar dapat membuahkan hasil yang manfaatnya dapat dinikmati oleh masing-masing anggota. Identifikasi dan Klasifikasi Kemampuan/Klasifikasi Kelompok Tani merupakan suatu hal yang tidak terlepas dari pengembangan kelompok tani, yang diarahkan pada : 1. Peningkatan kemampuan anggota dalam pengembangan agribisnis Dalam hal ini, beberapa upaya yang dapat dilakukan Petugas Pertanian adalah : a. Menciptakan iklim usaha pertanian yang kondusif, sehingga setiap anggota kelompok tani dapat menumbuhkembangkan usaha tani secara partisipatif. b. Menumbuhkembangkan kreativitas dan prakarsa anggota kelompok tani, sehingga setiap peluang usaha, informasi, dan akses permodalan yang tersedia dapat benar-benar dimanfaatkan oleh anggota. c. Membantu memperlancar proses identifikasi kebutuhan tani, dimana anggota kelompok tani nantinya mampu menyusun rencana dan memecahkan permasalahan yang dihadapi secara mandiri. d. Mengembangkan kemampuan anggota kelompok tani agar masing-masing anggota mampu : 1) Menganalisis potensi wilaya dan sumberdaya yang dimiliki untuk mengembangkan komoditas usaha taninya secara optimal. 2) Menciptakan dan memanfaatkan teknologi yang spesifik lokasi. 3) Mengelola usaha tani secara komersial, berkelanjutan, dan akrab lingkungan. 29
  • 34. 2. Peningkatan kemampuan anggota dalam menjalankan fungsinya Dalam hal ini, beberapa upaya yang dilakukan oleh Petugas Pertanian adalah : a. Meningkatkan kemampuan masing-masing anggota dalam menciptakan kelompok tani menjadi kelas belajar, wahana kerjasama, unit produksi. b. Mengembangkan usaha agribisnis melalui kelompok tani secara profesional dan mandiri. Penilaian kemampuan kelompok tani seyogyanya senantiasa dilaksanakan dengan pendekatan aspek manajemen dan aspek kepemimpinan, yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengendalian, pelaporan, dan pengembangan kepemimpinan kelompok tani. Penilaian yang dilaksanakan terhadap masing-masing kelompok tani diupayakan semaksimal mungkin bersifat valid (penilaian sesuai dengan pelaksanaan fungsi kelompok), objektif (penilaian bersifat transparan dan dapat dipertanggungjawabkan), keterandalan (hasil penilaian tetap sama, baik dinilai oleh siapapun, kapanpun, dan dimanapun), relevan (penilaian terkait dengan fungsi kelompok tani), dan efisien (penilaian dilaksanakan secara tertib dan teratur serta sesuai dengan waktu yang telah dijadwalkan). Penilaian kemampuan dan kelas kelompok tani bermuara pada pengembangan kelompok tani secara makro. Hal-hal yang sangat perlu diperhatikan oleh Petugas Pertanian, baik PPL maupun THL-TBPP, dalam pengembangan kelompok tani ini adalah : 1. Keteraturan dan ketertiban pertemuan/rapat anggota dan rapat pengurus kelompok. Hendaknya dilaksanakan secara terjadwal dan berkesinambungan. 2. Ketertiban administrasi kelompok dan konsistensi rencana kerja kelompok. 3. Keserasian hubungan antar anggota kelompok, dimana terdapat jalinan kerja sama yang berkesinambungan. 4. Kontinuitas kegiatan produksi dari kelompok tani, yang didorong oleh kebutuhan setiap anggota untuk memenuhi kebutuhan ekonomi dan untuk meningkatkan pendapatan anggota. 5. Kemampuan anggota kelompok tani dalam mempertahankan seluruh kegiatan budidaya pertanian, kegiatan distribusi, dan kegiatan pemasaran produk pertaniannya. 6. Sosialisasi yang lebih intensif kepada kaum muda di pedesaan di kelurahan- kelurahan potensial pertanian, untuk menanamkan motivasi yang lebih besar dalam mengembangkan usaha tani. 30
  • 35. BAB V P E N U T U P Untuk lebih menunjang kinerja Petugas Pertanian dalam mengembangkan kemampuan kelompok tani, Dinas Pertanian Kota Semarang selaku instansi terkait yang langsung mengkoordinasi seluruh kegiatan di sektor pertanian Kota Semarang, sangat perlu memberikan sosialisai yang lebih intensif kepada para penyuluh, baik Penyuluh PNS, THL-TBPP, maupun penyuluh swadaya, sehingga kemampuan penyuluhan pertanian semakin meningkat. Pelatihan-pelatihan yang bermanfaat bagi peningkatan kemampuan penyuluhan pertanian juga terus dilanjutkan dan ditambah jumlah pelatihannya setiap tahun. Dan satu hal yang tidak boleh dilupakan adalah peningkatan jumlah petugas penyuluh pertanian, sebagai ujung tombak penyuluhan pertanian di Kota Semarang. --- 000 --- 31
  • 36. L A M P I R A N 32
  • 37. Foto 1. Rapat bersama PPL dan THL-TBPP untuk Identifikasi dan Klasifikasi Kelompok Tani Tahun 2015. Foto 2. Rapat bersama PPL dan THL-TBPP untuk Identifikasi dan Klasifikasi Kelompok Tani Tahun 2015. 33
  • 38. Foto 3. Rapat bersama PPL dan THL-TBPP untuk Identifikasi dan Klasifikasi Kelompok Tani Tahun 2015. Foto 4. Rapat bersama PPL dan THL-TBPP untuk Identifikasi dan Klasifikasi Kelompok Tani Tahun 2015. 34