Struktur dan Pelaku Pasar Modal - Manajemen Keuangan - i gede auditta

8,515 views

Published on

Struktur dan pelaku pasar modal membantu memahami elemen atau pihak-pihak yang ada di dalam pasar modal- by igedeauditta@gmail.com

Published in: Education
1 Comment
11 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
8,515
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
22
Actions
Shares
0
Downloads
101
Comments
1
Likes
11
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Struktur dan Pelaku Pasar Modal - Manajemen Keuangan - i gede auditta

  1. 1. STRUKTUR DAN PELAKU PASAR MODAL DI INDONESIA Oleh: I Gede Auditta
  2. 2. PASAR MODAL - - Pengertian Pasar Modal : Kegiatan yang berhubungan dengan penawaran umum dan perdagangan efek Antara perusahaan publik berkaitan efek yang diterbitkannya dengan lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek. Pasar Modal bertindak sebagai : Penghubung antara para investor dengan perusahaan ataupun institusi pemerintah Melalui perdagangan instrumen keuangan jangka panjang seperti Obligasi, Saham dan lainnya.
  3. 3. Pengertian Pasar Modal Menurut Undang-Undang Pasar Modal adalah kegiatan yang bersangkutan dengan: Penawaran umum dan perdagangan efek, Perusahaan publik yang berkaitan dengan efek yang diterbitkannya, Lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek Source> (UU No.8 Th. 1995 Bab 1 pasal 1ayat 13)
  4. 4. Fungsi Pasar Modal  Sumber dana jangka panjang  Alternatif investasi  Alat restrukturisasi modal perusahaan  Alat untuk melakukan divestasi
  5. 5. Apakah Penawaran Umum? Adalah kegiatan penawaran efek yang dilakukan oleh emiten (perusahaan) untuk menjual efek tersebut kepada masyarakat
  6. 6. Proses Penawaran Umum 1. - - Persiapan Melakukan pendaftaran di Bapepam Melakukan pendaftaran di Bursa Efek Menghubungi Lembaga & Profesi Penunjang (Akuntan, Notaris, Konsultan Hukum, Appraisal, Wali Amanat & Underwriter) Public Expose (Upaya pemasaran bersama Underwriter)
  7. 7. Proses Penawaran Umum 2. Pasar Perdana - Memperoleh ijin Bapepam - Membuat Prospektus (Jumlah saham, harga saham, jadwal IPO, analisis resiko, prospek, management, penggunaan dana dsb) - Pemesanan dan Penjatahan - Penyerahan efek
  8. 8. Proses Penawaran Umum 3. Pasar Sekunder - Pendaftaran Listing di Bursa Efek - Review disclosure, kinerja perusahaan & Likuiditas Sekuritas - Persetujuan dari Bursa Efek - Membayar Fee - Terdaftar di Pasar Sekunder
  9. 9. Struktur Pasar Modal di Indonesia Struktur Pasar Modal Indonesia telah diatur oleh UU No.8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal. Berdasarkan hal tersebut, kebijakan di bidang Pasar Modal ditetapkan oleh Menteri Keuangan. Pembinaan, pengaturan dan pengawasan sehari-hari Pasar Modal dilakukan oleh Bapepam sebagai salah satu unit di lingkungan Departemen Keuangan.
  10. 10. Struktur Pasar Modal di Indonesia
  11. 11. Otoritas Pasar Modal (BAPEPAMLK) Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM) 1. Tugas : Melakukan pembinaan, pengaturan, dan pengawasan sehari-hari kegiatan pasar modal 2. Tujuan: Mewujudkan terciptanya kegiatan pasar modal yang teratur, wajar, dan efisien serta melindungi kepentingan pemodal dan masyarakat.
  12. 12. Wewenang Bapepam a. Memberikan izin usaha kepada : Bursa Efek, Lembaga kliring dan penjaminan, Lembaga penyimpanan dan penyelesaian, Reksa Dana, Perusahaan efek, Penasehat investasi, Biro administrasi efek. b. Memberikan izin orang perseorangan bagi : Wakil penjamin emisi efek, Wakil perantara perdagangan efek, Wakil menejer investasi, Wakil agen penjualan efek reksa dana c. Memberikan persetujuan bagi Bank Kustodian d. Melakukan pemeriksaan dan penyidikan e. Menetapkan persyaratan dan tata cara pendaftaran f. Mewajibkan pendaftaran kepada profesi penunjang pasar moda yaitu: Notaris, Konsultan Hukum, Penilai, Akuntan dan Wali Amanat
  13. 13. Fungsi Bapepam 1. Menyusun peraturan di bidang pasar modal. 2. Menegakkan peraturan di bidang pasar modal. 3. Pembinaan dan pengawasan terhadap pihak yang memperoleh izin usaha dari BAPEPAM dan Pihak lainnya yang bergerak di pasar modal. 4. Menetapkan prinsip keterbukaan. 5. Penyelesaian keberatan yang diajukan oleh pihak yang dikenakan sanksi oleh Bursa Efek, LKP, dan LPP. 6. Penetapan ketentuan akuntansi di bidang pasar modal. 7. Pengamanan teknis pelaksanaan tugas pokok BAPEPAM sesuai dengan kebijaksanaan Menteri Keuangan.
  14. 14. Fasilitator a. Bursa Efek b. Lembaga Kliring dan Penyelesaian “KPEI” c. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian “KSEI”
  15. 15. Bursa Efek Lembaga yang menyelenggarakan Perdagangan Efek Menyediakan sistem atau sarana untuk perdagangan efek (surat berharga). Berbentuk PT, Pemegang Sahamnya Pengusaha Efek yang mendapatan ijin sbg Perantara Pedagang Efek Anggota Bursa Efek adalah Perusahan Efek yang mendapat ijin dari Bapepam. Source> UU No 8 th.1995 BAB I ps.1
  16. 16. Peran Bursa 1. Menyediakan semua sarana perdagangan efek (fasilitator) 2. Membuat peraturan yang berkaitan dengan kegiatan bursa 3. Mengupayakan likuiditas instrumen 4. Mencegah praktek-praktek yang dilarang bursa (kolusi, pembentukan harga yang tidak wajar, insider trading, dsb) 5. Menyebarluaskan informasi bursa (transparansi) 6. Menciptakan instrumen dan jasa baru
  17. 17. Kewajiban Bursa Efek • Menyerahkan laporan kegiatan kepada BAPEPAM • Menetapkan peraturan mengenai keanggotaan, pencatatan, perdagangan, kesepadanan efek, kliring dan penyelesaian transaksi bursa, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan kegiatan bursa • Memiliki satuan pemeriksanaan
  18. 18. Lembaga Kliring dan Penjaminan (LKP) • Lembaga yang menyelenggarakan jasa kliring dan penjaminan transaksi bursa • Berbentuk Persero (PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia), Pemegang Saham BE, PE, BAE, BK & Pihak Lain atas ijin Bapepam
  19. 19. Lembaga Kliring dan Penjaminan (LKP)  Menyediakan jasa kliring dan penjaminan  Menjamin penyerahan”C”fisik baik saham maupun uang  Fiungsinya dilakukan oleh KPEI (Kliring Penjamin Efek Indonesia)  Didukung sistem e CLEAR ( elektronik Clearing and Guaranty System)
  20. 20. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian (LPP) · Adalah lembaga yang menyelenggarakan kegiatan kustodian sentral di Bank Kustodian, perusahaan efek dan pihak lain. · Saat ini diselenggarakan oleh PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI)
  21. 21. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian (LPP)  Menyelenggarakan jasa kustodian sentral bagi bank kustodian, perusahaan efek dan pihak lain  Mengamankan pemindahtanganan efek dan menyelesaikan settlement  Dilakukan oleh KSEI (Kustodian Sentral Efek Indonesia)  Didukung sistem CBEST (Custodian and Book Entry Settlement Systems)
  22. 22. Pelaku Pasar Modal  Emiten dan Perusahaan Publik  Investor atau Pemodal  Perusahaan Efek  Manajer Investasi
  23. 23. Lembaga Penunjang Pasar Modal 1. Biro Administrasi Efek 2. Kustodian 3. Wali Amanat (Trustee) 4. Pemeringkat Efek
  24. 24. Biro Administrasi Efek (BAE) Adalah lembaga penunjang Pasar Modal yang berperan dalam administrasi Efek, baik pada Pasar Perdana maupun pada Pasar Sekunder, dengan tugas: Mengadministrasikan seluruh kegiatan yang berkaitan dengan Efek-Efek yang ditawarkan oleh Emiten dengan biaya yang lebih ekonomis dibanding administrasi tersebut dilakukan sendiri oleh emiten Menyediakan jasa untuk emiten dalam bentuk pencatatan dan pemindahan kepemilikan Efek-Efek emiten Aktivitas hariannya adalah penyerahan efek kepada yang berhak dan menerima efek untuk disimpan Menyampaikan laporan tahunan kepada emiten tentang posisi efek-efek yang ditanganinya Dalam persiapan penawaran umum di Pasar Perdana, membantu emiten dalam pencatatan efek
  25. 25. Bank Kustodian Penyelenggara kegiatan usaha Kostudian adalah : Lembaga Penyimpanan & Penyellesaian (LPP) Perusahaan Efek Bank Umum yang telah mendapat persetujuan Bapepam Jasa yang diberikan : Menyediakan tempat penitipan harta yang aman bagi suratsurat berharga (Efek) Mencatat/membukukan semua titipan pihak lain secara cermat Mengamankan semua penerimaan dan penyerahan Efek untuk kepentingan pihak yang diwakilinya Mengamankan pemindah-tanganan Efek Menagih dividen saham, bunga obligasi dan hak-hak lain yag berkaitan dengan Efek yang dititipkan tersebut
  26. 26. Wali Amanat Merupakan pihak yang dipercaya untuk mewakili kepentingan seluruh pemegang obligasi atau sekuritas utang. Perananannya diperlukan dalam emisi obligasi Sebagai pemimpin dalam Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) Kewajiban utamanya mewakii para pemegang oblligasi dan surat-surat utang baik didalam maupun diluar pengadilan mengenai pelaksanaan hak-hak pemegang obligasi atau sekuritas utang sesuai syarat-2 emisi, kontrak perwaliamanatan atau berdasarkan U.U yang berlaku Kegiatan sebagai wali amanat dilakukan oleh Bank Umum setelah terdaftar sebagai wali amanat di Bapepam
  27. 27. Pemeringkat Efek Adalah perusahaan swasta yang melakukan peringkat/ranking atas Efek yang bersifat utang (seperti obligasi), tujuannya memberikan pendapat (independen, obyekif, jujur) mengenai risiko suatu Efek Utang. Di Indonesia pemeringkat Efek adalah PT. Pefindo dan PT. Kasnic Duff & Phelps Credit Rating Indonesia (DCR) Manfaat pemeringkatan efek bagi investor : Memberi informasi atas risiko suatu investasi yang dilakukan investor khususnya atas sekuritas hutang Sebagai referensi dlm menentukan tingkat kembalian yang wajar Penghematan biaya dalam mendapatkan informasi risiko suatu investasi Perspektif pilihan investasi yang beragam sesuai risiko yang melekat Meningkatkan likuiditas portofolio investasi
  28. 28. Badan Arbitrase Pasar Modal Indonesia (BAPMI) Badan Arbitrase Pasar Modal Indonesia (BAPMI) didirikan oleh SROs (BEI, BES, KPEI, dan KSEI) serta asosiasi-asosiasi di lingkungan pasar modal Indonesia untuk menjadi tempat menyelesaikan persengketaan perdata di bidang pasar modal melalui mekanisme penyelesaian di luar pengadilan. Di dalam BAPMI, para pihak yang bersengketa dapat memilih 3 alternatif cara penyelesaian sengketa, yakni melalui Pendapat Mengikat, Mediasi, dan Arbitrase.
  29. 29. Profesi Penunjang Pasar Modal Terdiri dari: Akuntan, Konsultan Hukum, Penilai, Notaris dan profesi lain yang ditetapkan dengan peraturan pemerintah. Untuk dapat melakukan kegiatan di bidang pasar modal, wajib terlebih dahulu terdaftar di BAPEPAM. Persyaratan pendaftaran profesi penunjang pasar modal diatur dalam peraturan BAPEPAM.
  30. 30. Akuntan Publik Tugas: · Melakukan pemeriksaan atas laporan keuangan perusahaan dan memberikan pendapatnya. · Memeriksa pembukuan apakah sudah sesuai dengan Prinsip Akuntansi Indonesia dan ketentuan BAPEPAM · Memberikan petunjuk peaksanaan cara-cara pembukuan yang baik (apabila diperlukan).
  31. 31. Konsultan Hukum · Melakuan pemeriksaan secara menyeluruh dari segi hukum (Legal Audit) · Memberikan pendapat dari segi hukum (Legal Opinion) terhadap emiten dan perusahaan publik.
  32. 32. Legal Audit · Akte pendirian berikut perubahannya · Permodalan · Perizinan · Kepemilikan aset harus atas nama perusahaan · Perjanjian dengan pihak ketiga baik dalam negeri maupun luar negeri · Perkara baik perdata maupun pidana yang menyangkut perusahaan maupu pribadi direksi · UMR · AMDAL
  33. 33. Notaris Tugas: · Membuat Berita Acara RUPS · Membuat Akte Perubahan Anggaran Dasar · Menyiapkan perjanjian-perjanjian dalam rangka emisi efek.
  34. 34. Penilai (Appraisal) Adalah pihak yang menerbitkan dan menandatangani Leporan Penilai yaitu pendapat atas nilai wajar aktiva yang disusun berdasarkan pemeriksaan menurut keahlian para penilai.
  35. 35. Asosiasi-Asosiasi Pasar Modal Dalam rangka meningkatkan kwalitas pengetahuan serta kecakapan tehnis profesi para pelaku Pasar Modal di Indonesia, berbagai upaya telah dilakukan antara lain dalam bentuk penyelenggaraan berbagai pendidikan profesi Pasar Modal, pembentukan berbagai Asosiasi Profesi dan Panitia Standar Profesi Pasar Modal (PSP-PM).
  36. 36. Good Corporate Governance Good corporate governance dapat didefinisikan sebagai struktur, sistem, dan proses yang digunakan oleh organ-organ perusahaan sebagai upaya untuk memberikan nilai tambah perusahaan secara berkesinambungan dalam jangka panjang.
  37. 37. Kewajiban Pelaporan Berdasar Kep-36/PM/2003 Tanggal : 30 September 2003 berkaitan tentang kewajiban penyampaian laporan keuangan berkala, bahwa setiap Emiten dan Perusahaan Publik yang pernyataan pendaftarannya telah menjadi efektif wajib menyampaikan laporan keuangan berkala kepada Bapepam. Laporan keuangan yang disampaikan harus sesuai dengan KEP-06/PM/2000 tentang pedoman penyajian laporan keuangan, dan berkenaan dengan pendapat kewajaran atas laporan keuangan emiten maka diatur pula Inde[endensi akuntan yakni sesuai dengan Kep20 /PM/2002Tanggal : 12 Nopember 2002 tentang independensi akuntan yang memberikan jasa audit di pasar modal.
  38. 38. Undang-undang No.8 tahun 1995 tentang Pasar Modal GCG Peraturan Pemerintah No.45 1995 tentang Penyelenggaraan kegiatan di bidaang pasar modal PP No.46 1995 tentang tata cara pemeriksaan di bid. pasarmodal KEP- 45PM2004 IX.I.6 tentang direksi&komisaris emiten &perush publik (GCG) Kep-41/BL/2008 tentang Pendaftaran akuntan yang melakukan kegiatan di pasar modal Kep-16/PM/2004 tentang kuasi reorganisasi Kep-29/PM/2004 tentang pembentukan dan pelaksanaan kerja komite audit di tiap emiten Kep-36/PM/2003 tentang kewajiban penyampaian laporan keuangan berkala Kep-40/PM/2003 tentang tanggung jawab direksi atas laporan keuangan KEWAJIBAN PELAPORAN Kep-20/PM/2002 tentang Independensi Akuntan Yang Memberikan Jasa Audit Di Pasar Modal Kep-06/PM/2000 tentang Perubahan Peraturan Nomor Viii.G.7 Tentang Pedoman Penyajian Laporan Keuangan
  39. 39. End

×