Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Rmk 4 ima

tentang Analisis Laporan Arus khusunya analisis aktivitas bisnis

  • Login to see the comments

  • Be the first to like this

Rmk 4 ima

  1. 1. Analisis Aktivitas Bisnis 1.Kerangka Analisis Bisnis Kerangka Dasar Analisis Bisnis dengan Menggunakan Laporan Keuangan A. Pihak yang mengatasi masalah di pasar modal 1. Pihak Perantara keuangan: bank, reksadana, perusahaan asuransi, perusahaan modal ventura. 2. Pihak perantara informasi: auditor, analis keuangan, pirating obligasi, wartawan keuangan. B. Fungsi perantara informasi 1. Pengumpul informasi à penelitian dan pengumpulan informasi mengenai perusahaan yang tidak langsung tersedia. 2. Interpretasi informasi à menginterpretasi informasi dengan cara yang berarti dan ekonomis. 3. Analisis prospektif à melakukan analisis usaha dan analisis laporan keuangan. 4. Rekomendasi à rekomendasi untuk membeli/menahan/menjual suatu saham dan obligasi C. Aktivitas bisnis dan laporan keuangan 1. Aktivitas bisnis perusahaan dipengaruhi oleh lingkungan ekonomi dan strategi usaha. 2. Lingkungan ekonomi perusahaan à pasar input dan output, dan undang- undang yang mengatur aktivitas perusahaan. 3. Strategi usaha perusahaan à bagaimana perusahaan menempatkan posisinya dalam lingkungannya untuk memperoleh keuntungan kompetitif. D. Fitur sistem akuntansi mempengaruhi kualitas data laporan keuangan 1. Akuntansi Akrual 2. Standar Akuntansi dan Auditing 3. Strategi Pelaporan Manajer E. Laporan Keuangan untuk Analisis Bisnis
  2. 2. 2.Hubungan Antara Aktivitas Bisnis vs Laporan keuwangan Setiap akhir periode (kuartal/bulanan atau tahunan) laporan keuangan disiapkan untuk melaporkan aktivitas pendanaan dan investasi pada saat tersebut, dan untuk meringkas aktivitas operasi selama periode sebelumnya Laporan keuangan pada umumnya terdiri dari beberapa laporan berikut ini. 1. Neraca (Balance Sheet) Persamaan akuntansi (disebut juga dengan identitas neraca) merupakan dasar sistem akuntansi : Aktiva = Kewajiban + Ekuitas. Sisi kiri persamaan ini terkait dengan sumber daya yang dikendalikan perusahaan, atau aktiva. Aktiva merupakan investasi yang diharapkan untuk menghasilkan laba di masa depan melaluiaktivitas operasi. Untuk menjalankan operasi, perusahaan membutuhkan pendanaan untuk membiayainya. Sisi kanan persamaan ini mengidentifikasi sumber pendanaan. Kewajiban (liability) merupakan pendanaan dari kreditor dan mewakili kewajiban perusahaan, atau klaim kreditor atas aktiva. Ekuitas atau ekuitas pemegang saham (shareholder’s equity) merupakan total dari : 1. Pendanaan yang diinvestasikan atau dikontribusikan oleh pemilik (modal kontribusi). 2. Akumulasi laba yang tidak dibagikan kepada pemilik (laba ditahan) sejak berdirinya perusahaan. Dari sudut pandang pemilik atau pemegang saham, ekuitas mencerminkan klaim mereka atas aktiva perusahaan. Sebuah cara yang sedikit berbeda untuk mendeskripsikan persamaan akuntansi dalam kaitannya dengan sumber dan penggunaan dana. Sisi kanan merupakan sumber dana (baik dari kreditor atau pemegang saham, maupun dihasilkan dari dalam perusahaan) dan sisi kiri merupakan penggunaan dana. Aktiva dan kewajiban dipisahkan antara lancar dan tidak lancar. Aktiva lancar (current asset) diharapkan untuk terkonversi menjadi kas atau digunakan pada operasi dalam waktu satu tahun atau dalam siklus operasi, yang mana yang lebih panjang.
  3. 3. Kewajiban lancar (current liabilities) merupakan kewajiban perusahaan yang diharapkan terselesaikan dalam waktu satu tahun atau satu siklus operasi, yang mana yang lebih panjang. Selisih antara aktiva lancar dan kewajiban lancar disebut modal kerja (working capital). Sehingga dalam kaitannya dengan aktivitas bisnis persamaan akuntansi yang ditulis ulang, yaitu aktivitas investasi dan pendanaan : Total investasi = Total pendanaan; atau Total investasi = Pendanaan kreditor + Pendanaan pemilik. 2. Laporan Laba Rugi Laporan laba rugi mengukur kinerja keuangan perusahaan antara tanggal neraca laporan ini mencerminkan aktivitas operasi perusahaan. Laporan laba rugi menyediakan rincian pendapatan, beban, untung, dan rugi perusahaan untuk satu periode waktu. Di bagian bawah, laba (earnings) atau laba bersih (net income) mengindikasikan profitabilitas perusahaan. Laba mencerminkan pengembalian kepada pemegang ekuitas untuk periode yang bersangkutan, sementara pos-pos dalam laporan merinci bagaimana laba didapat. Laba merupakan perkiraan atas kenaikan (atau penurunan) ekuitas sebelum distribusi dari pemegang ekuitas. Agar dapat mengukur perubahan ekuitas dengan tepat, diperlukan definisi laba yang sedikit berbeda yang disebut pendapatan komprehensif (comprehensive income). Laporan laba rugi memuat beberapa indikator profitabilitas lainnya. Laba kotor (gross profit) yang disebut margin kotor (gross margin) merupakan selisih antara penjualan dan harga pokok penjualan. Laba kotor mengindikasikan seberapa jauh perusahaan mampu menutup biaya produknya. Indikator ini tidak relevan khususnya untuk perusahaan jasa dan teknologi, dimana biaya produksi hanyalah bagian kecil dari total biaya. 3. Laporan Ekuitas Pemegang Saham Laporan perubahan ekuitas (statement of shareholders equity) menyajikan perubahan-perubahan pada pos-pos ekuitas. Laporan ini bermanfaat untuk mengidentifikasi alasan perubahan klaim pemegang ekuitas atas aktiva perusahaan. 4. Laporan Arus Kas Laba biasanya tidak sama dengan arus kas bersih, kecuali sepanjang hidup perusahaan. Karena akuntansi akrual menghasilkan angka yang berbeda dari
  4. 4. akuntansi arus kas; dan kita mengetahui bahwa arus kas penting dalam pengambilan keputusan, diperlukan pelaporan atas kas masuk dan kas keluar. Laporan arus kas melaporkan arus kas masuk dan keluar bagi aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan perusahaan secara terpisah selama periode tertentu. Informasi arus kas operasi, yang termuat dalam laporan arus kas mencakup konsep yang lebih luas. Laporan arus kas tidak hanya memfokuskan diri pada biaya dan penghasilan, melainkan juga berfokus pada kebutuhan kas pada aktivitas yang dilakukan perusahaan, seperti investasi pada piutang pelanggan dan persediaan. Laporan arus kas memfokuskan pada aspek likuiditas dan tidak mengukur profitabilitas, karena tidak mencakup pos-pos biaya dan penghasilan. Sebagai pengukur kinerja, arus kas tidak mengalami distorsi dibandingkan dengan angka laba bersih. Hal ini terjadi karena sistem akrual yang menghasilkan angka laba bergantung pada akrual, defferal, alokasi dan penilaian, yang semuanya ini melibatkan subyektifitas yang lebih tinggi. Laporan arus kas disusun dengan tujuan untuk memberikan informasi historis mengenai perubahan kas dan setara kas dari suatu perusahaan, dengan mengklasifikasikan arus kas berdasarkan aktivitas operasi, investasi dan pendanaan selama periode akuntansi tertentu. 3.Analisis Terhadap Aktivitas Pendanaan Aktivitas bisnis didanai dengan kewajiban atau ekuitas, atau keduanya. Kewajiban merupakan utang untuk mendapatkan pendanaan yang membutuhkan pembayaran di masa depan dalam bentuk uang, jasa atau asset lainnya. Kewajiban (liabilities) merupakan klaim pihak luar atas asset dan sumber daya perusahaan kini dan masa depan. Kewajiban dapat berupa pendanaan atau operasi dan biasanya didahulukan daripada pemegang ekuitas. Kewajiban pendanaan (financing liabilities) merupakan seluruh bentuk pendanaan kredit seperti wesel bayar jangka panjang dan obligasi, pinjaman jangka pendek, dan sewa. Kewajiban operasi (operating liabilities) merupkan kewajiban yang timbul dari operasi seperti kreditor perdagangan, kredit yang ditangguhkan, dan kewajiban pension. Ekuitas (equity) merupakan klaim pemilik atas asset bersih perusahaan. KEWAJIBAN Kewajiban Lancar Kewajiban Lancar (atau jangka pendek) merupakn kewajiban yang pelunasannya memerlukan penggunaan asset lancer atau munculnya kewajiban lancer lainnya. Periode yang diharapkan untuk menyelesaikan kewajiban adalah periode mana yang lebih panjang antara satu tahun dan satu siklus operasi perusahaan. Pada
  5. 5. praktiknya, kewajiban lancer dicatat pada nilai jayuh temponya, bukan pada nilai sekarangnya, karena pendeknya waktu penyelesaian utang. Terdapat duan jenis kewajiban lancer. Jenis pertama timbul dari aktivitas operasi, meliputi utang pajak, pendapatan diterima di muka (unearned revenue), uang muka, utang usaha, dan beban operasi akrual lainnya, seperti utang gaji. Jenis kedua kewajiban lancar timbul dari aktivitas pendanaan, meliputi pinjaman jangka pendek, bagian utang jangka panjang yang jatuh tempo dan utang bunga. Banyak kesepakatan pinjaman yang memuat persyaratan untuk melindungi kreditor. Apabila terjadi default (ketidaksanggupan membayar utang) misalnya, dalam menjaga rasio financial tertentu seperti rasio utang terhadap ekuitas, ketika utang terjatuh tempo dan harus segera di bayar. Bagian utang jangka panjang yang jatuh tempo tesebut harus dikategorikan sebagai utang lancar. Kewajiban Tak Lancar Kewajiban yak lancar (atau jangka panjang) merupakan kewajiban jatuh temponya tidak dalam waktu satu tahun atau satu siklus operasi, mana yang lebih panjang. Kewajiban ini meliputi pinjaman, obligasi, utang dan wesel bayar. Kewajiban tak lancar beragam bentuknya, dan penilaian serta serta pengukurannya memerlukan pengungkapan atas seluruh batasan dan ketentuan. Mengungkapan meliputi tingkat bunga, tanggal jatuh tempo, hak konversi, fitur penarikan dan provisi subordinasi. Salah satu hal masalah timbul apabila utang jangka panjang diukur dengan nilai wajar adalah bahwa nilai utang jangka panjangperusahaan yang dilaporkan akan turun ketika posisi kredit perusahaan memburuk (yaitu apabila kelayakan kredit yang buruk akan menurunkan nilai pasar obligasi). Penurunan dalam nilai obligasi yang dilaporkan akan menghasilkan laba bagi perusahaan. Insentif bagi leasee untuk menstrukturkan sewa sebagai operating lease terkait dengan dampak operating lease terhadap neraca dan laporan laba rugi. Ringkasan dampak pada laporan keuangan ini adalah : 1) Operating lease menyajikan kewajiban lebih rendah dari seharusnya dengan tidak menyajikan pendanaan sewa dalam neraca, hal tersebut juga menaikkan rasio solvabilitas yang sering digunakan dalam analisis kredit. 2) Operatig lease menyajikan aset lebih rendah dari seharusnya. Hal ini dapat meningkatkan rasio tingkat pengembalian investasi, terutama rasio perputaran aset (asset turnover ratios). 3) Operating lease menunda pengakuan beban dibandingkan dengan capital lease. Artinya, operating lease melaporkan laba lebih tinggi di awal masa sewa dan melaporkan laba lebih rendah di akhir masa sewa.
  6. 6. 4) Operating lease menyajikan kewajiban lancar lebih rendah dari seharusnya dengan tidak menyajikan porsi pembayaran pokok yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun dalam neraca. Hal tersebut meningkatkan rasio lancar dan pengukuran likuiditas lainnya. 5) Operating lease memasukkan bunga dalam beban sewa. Dengan demikian, operating lease menyajikan lebih rendah dari yang seharusnya laba operasi dan beban bunga. Hal tersebut menaikkan coverage ratio seperti times interest earned. 4.Analisis Terhadap Aktivitas Investasi ANALISIS AKTIVITAS INVESTASI A. Aktivitas Antar Perusahaan ( Intercompany Activities ) 1. Investasi Antar Perusahaan Investasi antarperusahaan ( intercorporate investments ) merupakan investasi oleh satu perusahaan dalam efek-efek (sekuritas atau surat berharga) ekuitas perusahaan lainnya. Induk perusahaan ( parent ) merupakan pihak yang mengendalikan, umumnya melalui kepemilikan efek ekuitas. Aktivitas entitas legal terpisah lainnya disebut sebagai anak perusahaan ( subsidiary ). Hubungan induk perusahaan-anak perusahaan ( parent-subsidiary ) terjadi saat satu perusahaan memiliki seluruh atau sebagian besar efek ekuitas dengan hak suara perusahaan lain. a. Laporan Keuangan Konsolidasi Laporan keuangan konsolidasi ( consolidated financial statements ) melaporkan hasil operasi dan kondisi keuangan induk perusahaan berikut anak perusahaannya dalam satu set laporan keuangan. Akun investasi dalam laporan keuangan induk perusahaan merupakan bukti kepemilikan saham dalam anak perusahaan b. Teknik Dasar Konsolidasi Konsolidasi terdiri atas dua langkah, agregasi dan eliminasi. Pertama, laporan keuangan konsolidasi menambahkan aktiva, kewajiban, pendapatan, dan beban anak perusahaan ke akun-akun terkait dalam laporan keuangan induk perusahaan. Langkah kedua adalah mengeliminasi "transaksi antarperusahaan." 5.Analisis Terhadap Aktivitas Operasi Konsep Laba-pengulangan Laba ekonomi mengukur perubahan bersih kekayaan pemegang saham selama satu periode dan pada umumnya sama dengan arus kas bersih satu periode di tambah perubahan nilai sekarang arus kas yang diharapkan terjadi di masa datang. Laba tetap merupakan suatu estimasi dari rata – rata laba stabil yang diharapkan akan diperoleh suatu usaha sepajang usianya dengan mempertimbangkan kondisi
  7. 7. usahanya saat ini. Laba ekonomi mengukur perubahan nilai pemegang saham, laba tetap merupakan proporsi langsung dari nilai perusahaan. Laba akuntansi tidak untuk mengukur laba ekonomi dan laba tetap. Laba akuntansi terdirti dari 3 komponen : komponen yang tetap atau berulang, komponen sementara, dan komponen yang tidak relevan terhadap nilai. Tugas analisis adalah mengindentifikasi ps berulang dan tidak berulang untuk menentukan laba inti. Akuntansi mulai mengadopsi konsep penilaian wajar. Mengukur Laba Akuntasi Komponen dari laba akuntansi adalah pendapatan (keuntungan) dan beban (kerugian). Pendapatan merupakan arus kas masuk yang diperoleh atau yang akan diperoleh yang berasal dari aktivitas usaha perusahaan yang masih berlangsung. Keuntungan erupakan arus kas masuk yang diperoleh atau akan diperoleh yang berasal dari tansaksi dan peristiwa yang tidak berhubungan dengan aktivitas usaha perusahaan yang masih berlangsung. Pendapatan berdasarkan kelangsungan usaha dan keuntungan tidak berulang. Beban merupakan arus kas keluar yang terjadi, arus kas yang akan terjadi, atau lokasi arus kas keluar masa lalu yang berasal fari aktivitas usaha perusahaan yang masih berlangsung. Kerugian merupakan penurunan aset bersih perusahaan yang berasal dari aktivitas sampingan atau insidentalsuatu perusahaan

×