Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
teroris
Name group:
Reni Destira
Widia Istiani
Muhammad Ivanaldi
TERORIS
pengertian
Pandangan ilmua
Ciri – ciri teroris
Bentuk teroriss
Penyebaran teroris
Pengertian Teroris
• Kata Terorisme sendiri berasal dari Bahasa
Prancis le terreur yang semula dipergunakan
untuk menyebut...
Pandangan Ilmuan1) T.P.Thornton dalam Terror as a Weapon of Political Agitation (1964)
mendefinisikan terorisme sebagai pe...
Ciri – Ciri Terorisme
1. Organisasi yang baik, berdisiplin tinggi & militant.
2.Mempunyai tujuan politik, ideologi tetapi
...
Bentuk - Bentuk Terorisme
1. Teror Fisik yaitu teror untuk menimbulkan ketakutan,
kegelisahan melalui sasaran fisik jasman...
Dilihat dari Skala sasaran teror :
1. Teror Nasinal, yaitu teror yang ditujukan kepada pihak-
pihak yang ada pada suatu wi...
Penyebarluasan Terorisme melalui
Media
Media cukup efektif dalam membangun kesadaran
warga mengenai suatu masalah. Lindsey...
• Usaha Teroris Dalam Merekrut Anggota
Menurut Margaretha seorang Psikolog Universitas Airlangga
(Unair), konsep pencucian...
Tujuan Teroris
Tujuan Jangka Pendek meliputi :
a. Memperoleh pengakuan dari masyarakat lokal,
nasional, regional maupundun...
f. Mengganggu dan atau menghancurkan sarana
komunikasi, informasi maupun transportasi.
g.Mencegah atau menghambat keputusa...
Tujuan Jangka Panjang meliputi :
a. Menimbulkan perubahan dramatis dalam
pemerintahan, seperti revolusi, perang saudara
at...
Terorisme adalah sebuah fenomena yang
mengganggu. Aksi terorisme seringkali
melibatkan beberapa negara. Sponsor
internasio...
Taktik yang sering dilakukan oleh para
teroris adalah:
1. Bom. Taktik yang sering digunakan adalah pengeboman. Dalam dekad...
4. Penculikan. Tidak semua penghadangan ditujukan untuk
membunuh. Dalam kasus kelompok gerilya Abu Sayaf di Filipina,
peng...
Cara Agar Kita Terhindar dari
Pengaruh Terorisme
Dalam rangka memerangi aksi terorisme, secara umum diperlukan
persyaratan...
Masyarakat harus lebih menyadari tentang keadaan dirinya,
menyadari
proses yang dirinya sedang terlibat saat itu. Untuk te...
Thanks for attention
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Pengertian Teroris

1,773 views

Published on

Menjelaskan tentang teroris

Published in: Education
  • Be the first to comment

Pengertian Teroris

  1. 1. teroris Name group: Reni Destira Widia Istiani Muhammad Ivanaldi
  2. 2. TERORIS pengertian Pandangan ilmua Ciri – ciri teroris Bentuk teroriss Penyebaran teroris
  3. 3. Pengertian Teroris • Kata Terorisme sendiri berasal dari Bahasa Prancis le terreur yang semula dipergunakan untuk menyebut tindakan pemerintah hasil Revolusi Perancis yang mempergunakan kekerasan secara brutal dan berlebihan dengan cara memenggal 40.000 orang yang dituduh melakukan kegiatan anti pemerintah. Selanjutnya kata terorisme dipergunakan untuk menyebut gerakan kekerasan anti pemerintah di Rusia. Dengan demikian kata terorisme sejak awal dipergunakan untuk menyebut tindakan kekerasan oleh pemerintah maupun kegiatan yang anti pemerintah.
  4. 4. Pandangan Ilmuan1) T.P.Thornton dalam Terror as a Weapon of Political Agitation (1964) mendefinisikan terorisme sebagai penggunaan teror sebagai tindakan simbolis yang dirancang untuk mempengaruhi kebijakan dan tingkah laku politik dengan cara-cara ekstra normal, khususnya dengan penggunaan kekerasan dan ancaman kekerasan. 2) Menurut konvensi PBB tahun 1939, terorisme adalah segala bentuk tindak kejahatan yang ditujukan langsung kepada negara dengan maksud menciptakan bentuk teror terhadap orang-orang tertentu atau kelompok orang atau masyarakat luas. 3) Menurut ensiklopeddia Indonesia tahun 2000, terorisme adalah kekerasan atau ancaman kekerasan yang diperhitungkan sedemikian rupa untuk menciptakan suasana ketakutan dan bahaya dengan maksud menarik perhatian nasional atau internasional terhadap suatu aksi maupun tuntutan. RAND Corporation, sebuah lembaga penelitian dan pengembangan swasta terkemuka di AS, melalui sejumlah penelitian dan pengkajian menyimpulkan bahwa setiap tindakan kaum teroris adalah tindakan kriminal.
  5. 5. Ciri – Ciri Terorisme 1. Organisasi yang baik, berdisiplin tinggi & militant. 2.Mempunyai tujuan politik, ideologi tetapi melakukan kejahatan kriminal untuk mencapai tujuan. 3.Tidak mengindahkan norma-norma universal yang berlaku, seperti agama, hukum dan HAM. 4.Memilih sasaran yang menimbulkan efek psikologis yang tinggi untuk menimbulkan rasa takut dan mendapatkan publikasi yang luas. 5.Menggunakan cara-cara antara lain seperti : pengeboman, penculikan, penyanderaan, pembajakan dan sebagainya yang dapat menarik perhatian massa/publik.
  6. 6. Bentuk - Bentuk Terorisme 1. Teror Fisik yaitu teror untuk menimbulkan ketakutan, kegelisahan melalui sasaran fisik jasmani dalam bentuk pembunuhan, penganiayaan, pemerkosaan, penyanderaan penyiksaan, dsb, sehingga dapat dilihat secara fisik akibat tindakan teror. 2. Teror Mental, yaitu teror dengan menggunakan segala macam cara yang bisa menimbulkan ketakutan dan kegelisahan tanpa harus menyakiti jasmani korban (psikologi korban sebagai sasaran) yang pada tingkat tertentu dapat menimbulkan tekanan batin yang luar biasa akibatnya bisa gila, bunuh diri, putus asa dsb.
  7. 7. Dilihat dari Skala sasaran teror : 1. Teror Nasinal, yaitu teror yang ditujukan kepada pihak- pihak yang ada pada suatu wilayah dan kekuasaan negara tertentu, yang dapat berupa : pemberontakan bersenjata, pengacauan stabilitas nasional, dan gangguan keamanan nasional. 2. Teror Internasional. Tindakan teror yang diktujukan kepada bangsa atau negara lain diluar kawasan negara yang didiami oleh teroris, dengan bentuk : a. Dari Pihak yang kuat kepada pihak yang lemah Dalam bentuk penjajahan, invansi, intervensi, agresi dan perang terbuka. b. Dari Pihak yang Lemah kepada Pihak yang kuat. Dalam bentuk pembajakan, gangguan keamanan internasional, sabotase, tindakan nekat dan berani mati, pasukan bunuh diri, dsb.
  8. 8. Penyebarluasan Terorisme melalui Media Media cukup efektif dalam membangun kesadaran warga mengenai suatu masalah. Lindsey (1994) berpendapat, “Media memiliki peran sentral dalam menyaring informasi dan membentuk opini masyarakat.” Sedangkan para pemikir sosial seperti Louis Wirth dan Talcott Parsons menekankan pentingnya media massa sebagai alat kontrol sosial. Sedangkan menurut Timbul Siahaan, salah satu sasaran strategis teroris antara lain : • Menggunakan media masa sebagai alat penyebarluasan propaganda dan tujuan politik teroris. Sasaran fisik bangunan antara lain : Instalasi Militer, bangunan obyek vital seperti pembangkit energi, instalasi komunikasi, kawasan industri, pariwisata dan sarana.
  9. 9. • Usaha Teroris Dalam Merekrut Anggota Menurut Margaretha seorang Psikolog Universitas Airlangga (Unair), konsep pencucian otak merupakan terminologi yang sangat umum. Dari perspektif komunikasi, pelaku kejahatan ini mendekati calon korban dengan proses persuasif. Proses yang secara sadar bertujuan untuk mempengaruhi orang berperilaku sesuatu. • Pencucian otak sangat bisa berhasil dengan proses persuasi yang sangat profesional. Bisa dengan teknik lowball atau juga sugesti. Teknik lowball, biasanya diawali dengan sebuah permintaan halus. Permintaan ringan yang disodorkan berlangung terus menerus. Misalnya, seseorang meminta pertolongan secara materil. • Kejahatan dengan teknik lowball ini dilakukan dengan jangka waktu lama dan dilakukan secara berulang-ulang pada korban yang sama. Semakin lama, si pelaku semakin memberikan permintaan yang semakin berat. Teknik pencucian otak ini dilancarkan kepada calon korban secara sadar. Sedangkan, teknik sugesti digunakan si pelaku dengan menyerang alam tak sadar calon korban. Biasanya masyarakat lebih akrab dengan teknik gendam. Calon korban diserang dalam posisi tenang yakni pada saat istirahat atau tahap gelombang otak mengarah tenang.
  10. 10. Tujuan Teroris Tujuan Jangka Pendek meliputi : a. Memperoleh pengakuan dari masyarakat lokal, nasional, regional maupundunia internasional atas perjuangannya. b. Memicu reaksi pemerintah, over reaksi dan tindakan represif yang dapat mengakibatkan keresahan di masyarakat. c. Mengganggu, melemahkan dan mempermalukan pemerintah, militer atau aparat keamanan lainnya. d. Menunjukkan ketidakmampuan pemerintah dalam melindungi dan mengamankan rakyatnya. e. Memperoleh uang atau perlengkapan.
  11. 11. f. Mengganggu dan atau menghancurkan sarana komunikasi, informasi maupun transportasi. g.Mencegah atau menghambat keputusan dari badan eksekutif atau legislatif. h.Menimbulkan mogok kerja. i. Mencegah mengalirnya investasi dari pihak asing atau program bantuan dari luar negeri. j. Mempengaruhi jalannya pemilihan umum. k. Membebaskan tawanan yang menjadi kelompok mereka. l. Membalas dendam.
  12. 12. Tujuan Jangka Panjang meliputi : a. Menimbulkan perubahan dramatis dalam pemerintahan, seperti revolusi, perang saudara atau perang antarnegara. b. Mengganti ideologi suatu negara dengan ideologi kelompoknya. c. Menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi pihak teroris selama perang gerilya. d. Mempengaruhi kebijakan pembuat keputusan baik dalam lingkup lokal, nasional, regional atau internasional. e. Memperoleh pengakuan politis sebagai badan hukum untuk mewakili suatu suku bangsa atau kelompok nasional, misalnya PLO.
  13. 13. Terorisme adalah sebuah fenomena yang mengganggu. Aksi terorisme seringkali melibatkan beberapa negara. Sponsor internasional yang sesungguhnya adalah negara besar. Harus dipahami bahwa terorisme sekarang telah mendunia dan tidak memandang garis perbatasan internasional.
  14. 14. Taktik yang sering dilakukan oleh para teroris adalah: 1. Bom. Taktik yang sering digunakan adalah pengeboman. Dalam dekade terakhir ini sering terjadi aksi teror yang dilaksanakan dengan menggunakan bom, baik di Indonesia maupun di luar negeri, dan hal ini ke depan masih mungkin terjadi. 2. Pembajakan. Pembajakan sangat populer dilancarkan oleh kelompok teroris. Pembajakan terhadap pesawat terbang komersial pernah terjadi di beberapa negara, termasuk terhadap pesawat Garuda Indonesia di Don Muang Bangkok pada tahun 1981. Tidak menutup kemungkinan pembajakan pesawat terbang komersial masih akaan terjadi saat ini dan massa yang akan datang, baik di Indonesia maupun di luar negeri. 3. Pembunuhan. Pembunuhan adalah bentuk aksi teroris yang tertua dan masih digunakan hingga saat in. Sasaran dari pembunuhan ini seringkali telah diramalkan, teroris akan mengklaim bertanggungjawab atas pembunuhan yang dilaksanakan. Sasaran dari pembunuhan ini biasanya adalah pejabat pemerintah, penguasa, politisi dan aparat keamanan. Dlam sepuluh tahun terakhir tercatat 246 kasus pembunuhan oleh teroris
  15. 15. 4. Penculikan. Tidak semua penghadangan ditujukan untuk membunuh. Dalam kasus kelompok gerilya Abu Sayaf di Filipina, penghadangan lebih ditujukan untuk menculik personel, seperti yang dilakukan oleh kelompok GAM terhadap kameraman RCTI Ersa Siregar dan Fery Santoro di Aceh. Penculikan biasanya akan diikuti dengan tuntutan imbalan berupa uang atau tuntutan politik lainnya. 5. Penyanderaan. Perbedaan antara penculikan dan penyanderaan dalam dunia terorisme sangat tipis. Kedua bentuk operasi ini seringkali memiliki pengertian yang sama. Penculik biasanya menahan korbannya di tempat tersembunyi dan tuntutannya adalah berupa materi dan uang, sedangkan penyanderaan biasanya menahan sandera di tempat umum ataupun di dalam hutan seperti yang dilakukan oleh kelompok Kelly Kwalik di Papua yang menyandera tim peneliti Lorenz pada tahun 1996. Tuntutan penyanderaan lebih dari sekedar materi. Biasanya tuntutan politik lebih sering dilemparkan pada kasus penyanderaan ini.
  16. 16. Cara Agar Kita Terhindar dari Pengaruh Terorisme Dalam rangka memerangi aksi terorisme, secara umum diperlukan persyaratan kesiapan yang meliputi : 1. kesiapan dibidang politik, yakni perlunya dukungan masyarakat secara penuh bahwa terorisme adalah musuh bangsa dan negara yang harus dihadapi oleh segenap bangsa. 2. kesiapan dibidang hukum, peraturan perudangan di bidang pemberantasan terorisme merupakan agenda mutlak, karena hukum ini akan memberikan kekuatan kepada semua pihak untuk menjerat pelaku terorisme, disadari bahwa hukum untuk menghadapi aksi teror kurang sejalan dengan semangat demokrasi dan HAM. 3. kesiapan bidang operasional, yakni menuntut kesiapan adanya satuan antiteror dan Litbang teror, bekerja sama dengan semua pihak, permasalahannya adalah belum adanya aturan baku atau prosedur tetap yang baku dan mengikat semua pihak.
  17. 17. Masyarakat harus lebih menyadari tentang keadaan dirinya, menyadari proses yang dirinya sedang terlibat saat itu. Untuk teknik lowball biasanya yang diserang adalah orang bertipe mudah merasa bersalah Jadi saat diminta untuk berbuat sesuatu, tidak bisa menolak. Tak jauh beda dengan teknik lowball, teknik sugesti juga harus diwaspadai. Kuncinya, masyarakat memang harus meningkatkan kesadaran diri. “Bila ada orang asing yang memberikan perhatian berlebihan, jangan ragu-ragu menolak. Biasanya pelaku-pelaku kejahatan tersebut mensugesti kita menuju ketenangan, bisa dengan memberikan kue atau bahkan mengajak ke suatu tempat.
  18. 18. Thanks for attention

×