Successfully reported this slideshow.
Your SlideShare is downloading. ×

SB-1 circle of concern vs circle of control

Ad
Ad
Ad
Ad
Ad
Ad
Ad
Ad
Ad
Ad
Ad
Upcoming SlideShare
Informasi pada sosial media
Informasi pada sosial media
Loading in …3
×

Check these out next

1 of 17 Ad

More Related Content

Similar to SB-1 circle of concern vs circle of control (20)

More from Dialog Nasional ID-IGF 2017 (19)

Advertisement

Recently uploaded (20)

SB-1 circle of concern vs circle of control

  1. 1. Circle of Concern vs Circle of Control IDA FAJAR PRIYANTO UNIVERSITAS GADJAH MADA
  2. 2. Kepemilikan “ponsel” sudah 142% dari jumlah penduduk
  3. 3. Pengguna e-reader hanya 1%
  4. 4. Tingginya waktu akses ke Internet
  5. 5. Meningkatnya waktu menggunakan ponsel
  6. 6. www.briansolis.com We live in an era of Digital Darwinism Connected people are GROWING. Traditional people are fading away
  7. 7. Digital Darwinism – the shifting business landscape  Era ‘digital Darwinism’:  Teknologi bergerak terlalu cepat bagi banyak orang & lembaga sehingga sulit beradaptasi dengan perubahan.  Saat kecepatan perubahan meningkat, orang, bisnis, & seluruh negara berjuang mengikuti perkembangan teknologi— setidaknya memahaminya untuk menggunakan semaksimal mungkin – dan kecepatan perubahan tidak menurun http://www.accaglobal.com/content/dam/acca/global/PDF-technical/other-PDFs/Five-mins-on-Digital-Darwinism.pdf
  8. 8. CIRCLE OF NO CONTROL CIRCLE OF CONTROL Perilaku Cuaca Tempat & tanggal lahir Orang tua Yang dilakukan dan dikatakan orang lain Pilihan dan response Diri sendiri
  9. 9. Circle of No Control Suatu kondisi yang kadang dituangkan dalam dokumen, berupa informasi tentang siapa orang tua kita, tanggal berapa kita lahir, dimana kita lahir, atau bagaimana cuaca hari ini. Hal-hal tersebut sangat diluar kemampuan manusia dan kita tidak dapat menolaknya. Semua terjadi atas kehendakNya.
  10. 10. Circles of Control Hal-hal yg dapat mempengaruhi kehidupan sehari-hari kita. Mengikuti seminar yang diselenggarakan pada hari ini, membuat karya seni, menulis sebuah buku, berbicara hal-hal penting untuk kawan sekantor, berdiskusi bersama anak dan suami/istri, atau belajar ketrampilan baru
  11. 11. Krisis Rohingya Pra-peradilan Setnov berhasil Pengemudi mobil baku hantam Dengan Anggota TNI-AL Heboh situs Nikah siri Tommy Soeharto Mendirikan Partai baru Polisi tangkap sindikat Pencuri sepeda motor Polisi tangkap 3 kurir narkoba Di Tangerang Kebakaran di pabrik mercon
  12. 12. Circles of Concern  Circles of Concern adalah hal yg mana kita bisa buang waktu & energi untuk ikut dlm lingkaran hal yg kita tidak dapat mengontrolnya.  Berita-berita di tv ttg politik, ekonomi, dll., postingan kawan di medsos, berita dlm media networking e.g. Whatsapp — merupakan Circle of Concern.  Marah-marah di medsos karena postingan kawan di fb, khawatir apa yg dipikirkan kawan ttg kita, dll. dapat memicu adrenalin, tetapi semua timbul dari luar control kita.
  13. 13. Orang Reactive vs. Orang Proaktif https://www.linkedin.com/pulse/stop-overdosing-celebrity-gossip-news-low-quality-james-clear
  14. 14. Conclusion  Seberapa besar kita merespon Circle of Concern, Circle of Influences, dan Circle of Control menunjukkan seberapa “digital literate” diri kita dilihat dari sisi penerimaan informasi.  Orang reaktif banyak memikirkan informasi yang berasal dari Circle of Concern (orang lain), tetapi tidak banyak memikirkan sisi Circle of Influences maupun Circle of Control.  Seorang yang secara digital “literate” dari sisi kacamata penerimaan informasi dapat dilihat apakah seseorang itu reaktif terhadap informasi yang beredar, atau di luar kepentingan kita atau lebih fokus pada informasi yang mempengaruhi kita.
  15. 15. Conclusion  Membangun masyarakat digitally literate berarti membangun masyarakat yang lebih fokus pada Circle of Control—lebih memperhatikan kebutuhan dan kepentingan diri tanpa membuang waktu dalam Circle of Concern.  Membangun masyarakat digitally literate harus dimulai dari masa kanak-kanak digital, tentu dengan pendekatan baru yang relevan  Etika dan moral digital harus ditumbuhkan sejak usia dini
  16. 16. Terima kasih

×