Successfully reported this slideshow.
Your SlideShare is downloading. ×

EK-2 Ekonomi digital

Ad
Ad
Ad
Ad
Ad
Ad
Ad
Ad
Ad
Ad
Ad
Upcoming SlideShare
Evaluasi kinerja (18 1-07)
Evaluasi kinerja (18 1-07)
Loading in …3
×

Check these out next

1 of 21 Ad

More Related Content

Slideshows for you (20)

Similar to EK-2 Ekonomi digital (20)

Advertisement

More from Dialog Nasional ID-IGF 2017 (18)

Recently uploaded (20)

Advertisement

EK-2 Ekonomi digital

  1. 1. KESIAPAN TRANSFORMASI EKONOMI DIGITAL INDEF Bhima Yudhistira Adhinegara 081318168622
  2. 2. OUTLINE  Kondisi Ekonomi Digital  Kesiapan Indonesia dalam Transisi Ekonomi Digital  Dampak Revolusi Digital Terhadap Perekonomian  Munculnya Oligarki Digital  Rekomendasi
  3. 3. PERGESERAN NILAI PERUSAHAAN Sumber: Statista, 2016 Rp39 Triliun Rp12,3 Triliun Rp9,8 Triliun Company Valuation
  4. 4. KESIAPAN INDONESIA MENYAMBUT EKONOMI DIGITAL 2013 2014 2015 2016 2017 Overall 58 57 60 60 59 Knowledge 58 57 60 60 58 Technology 55 53 57 58 56 Future readiness 54 53 58 60 62 Knowledge 58 Talent 48 Training & education 59 Scientific concentration 54 Technology 56 Regulatory framework 61 Capital 37 Technological framework 58 Future readiness 62 Adaptive attitudes 63 Business agility 35 IT integration 61 Skor Keseluruhan Sub Faktor Sumber: IMD World Digital Competitiveness Ranking, 2017
  5. 5. RANKING INDONESIA DALAM TRANSFORMASI DIGITAL Source: The Economist Intelligence Unit, Connecting Capabilities: The Asian Digital Transformation Index, 2016. http://connectedfuture.economist.com/article/connecting-capabilities/ 8.84 8.83 8.74 8.68 8.57 8.46 8.37 8.17 7.95 6.22 5.99 5.33 5.19 5.18 5.03 4.29 4.28 3.86 3.12 3.05 2.69 2.54 2.45 1.07 1. Korea, Rep. 2. Iceland 3. Denmark 4. Switzerland 5. United Kingdom 6. Hong Kong 10. Japan 15. United States 20. Singapore 61. Malaysia 63. Brazil 77. Brunei Darussalam 81. China 82. Thailand 88. South Africa 105. Vietnam 107. Philippines 115. Indonesia 125. Cambodia 128. Timor-Leste 138. India 140. Myanmar 144. Lao, PDR 175. Niger ICT Development Index 2016
  6. 6. RANKING INOVASI INDONESIA Sumber: Global Innovation Index, INSEAD 2017 Global Innovation Index 2017 Negara Ranking Swiss 1 Swedia 2 Belanda 3 AS 4 Malaysia 37 Vietnam 47 Indonesia 87 Sumber: World Bank 2015 Belanja Riset di Indonesia rendah dibanding Negara lain
  7. 7. JUMLAH WIRAUSAHA MASIH RENDAH Negara Rasio Wirausahawan terhadap Total Penduduk AS 12% Jepang 11% China 10% Singapura 7% Malaysia 5% Indonesia 3,1% Sumber: BPS, 2016 Sumber: ASEAN Regional Entrepreneurship Report, 2015
  8. 8. JUMLAH TRANSAKSI NON-TUNAI MASIH KECIL Total transaksi non-tunai masih dibawah 2% 99.6% 99.4% 98.1% 97.2% 92.4% 92.3% 85.0% 58.9% 55.5% 53.7% 53.2% 46.9% 45.3% 0% 20% 40% 60% 80% 100% 120% India Kenya Afrika Selatan Brazil Singapura Inggris Kanada Sumber: McKinsey
  9. 9. PORSI E-COMMERCE TERHADAP TOTAL RETAIL Indonesi a Singapura Filipina China AS Penjualan Retail (Milyar USD) 134 31 34 2.380 4.700 B2C E-Commerce Market (Milyar USD) 0.9 1,1 0,4 190 343 E-Commerce % of Retail 0,7% 3,5% 1,1% 8% 9% Sumber: UBS Research, Nielsen Porsi e-commerce masih dibawah 1% dari total penjualan retail nasional, terlalu dini menyimpulkan shifting ke e-commerce sebagai penyebab lesunya penjualan ritel nasional
  10. 10. TRANSFORMASI DIGITAL MENYEBABKAN PERUBAHAN PRILAKU KONSUMEN Sumber: Nielsen, 2017 Dual Viewer: Nonton TV dan Melihat Handphone Bersamaan
  11. 11. PERUBAHAN TENAGA KERJA Buruh Pabrik Jasa Jenis Tenaga Kerja yang akan digantikan Robot
  12. 12. ALIH PROFESI BELUM DISIAPKAN Sources: Bureau of Labor Statistics, US Pekerjaan yang Hilang digantikan oleh Robot
  13. 13. OLIGARKI KEUANGAN: SIAPA PENIKMAT EKONOMI DIGITAL? 69 Juta Unit* (Per Juli 2017-Data Bank Indonesia) Rp.1.500 per Top Up Off Us 1x Top Up Per Bulan Rp1,24 Triliun per Tahun 18 Juta Unit* (Rata-rata jumlah kartu baru per tahun) Rp20 ribu (Harga kartu perdana) Rp360 Miliar per TahunPenjualan Kartu Perdana Top Up
  14. 14. 4.68 3.6 5.46 1.9 7.87 8.57 2.63 10.36 12.78 9.32 13.59 9.04 4.18 5.73 1.47 0 5 10 15 TW I 2014 TW II 2014 TW III 2014 TW IV 2014 TW I 2015 TW II 2015 TW III 2015 TW IV 2015 TW I 2016 TW II 2016 TW III 2016 TW IV 2016 TW I 2017 Industri Pengolahan Jasa Keuangan Sektor Pertanian Sumber: BPS, 2017 Disaat sektor riil mengalami penurunan, sektor jasa keuangan justru mengalami kenaikan pertumbuhan yang cukup tinggi. Indikasi ketimpangan sektor keuangan dan riil FINTECH DAN E-COMMERCE BERPOTENSI MENINGKATKAN KETIMPANGAN Dalampersen(%) Pertumbuhan PDB Sektoral
  15. 15. KOLONIALISME DIGITAL Penandatanganan LOI (Letter of Intent) IMF 1998 Jack Ma (Pendiri Alibaba.com) resmi menjadi Penasihat Indonesia dalam membuat peta jalan e- commerce
  16. 16. PERAN PERUSAHAAN MULTINASIONAL DALAM E-COMMERCE
  17. 17. KERAHASIAAN DATA?
  18. 18. EKONOMI DIGITAL: KEBERLANJUTAN DAN PENGAWASAN Bitcoin goes bubble?
  19. 19. MASALAH KOORDINASI LINTAS SEKTORAL Sumber: OJK 2017
  20. 20. REKOMENDASI  Perlu peningkatan kapasitas baik dari sisi pengusaha lokal maupun regulator dalam menghadapi transformasi digital  Pemerintah harus waspada terhadap inflitrasi pengaruh asing yang berkedok advisor (penasihat) namun memiliki conflict of interest untuk meraup pasar di Indonesia  Pengawasan Pemerintah khususnya BI dan OJK harus diperketat terhadap spekulan berkedok angel investor yang beroperasi secara global  Koordinasi lintas sektoral harus segera difasilitasi dengan membentuk satgas e-commerce dibawah Kemenko Perekonomian sebagai Koordinator utama

Editor's Notes

  • Disaat sektor riil mengalami penurunan pertumbuhan, sektor jasa keuangan justru mengalami pertumbuhan yang cukup tinggi. Sebagai contoh pada Triwulan II 2016 industri pengolahan hanya tumbuh 4,6 persen (yoy) dan pertanian tumbuh 3,4 persen (yoy) sementara jasa keuangan justru mencatat rekor tumbuh diatas 13,5 persen (yoy). Hal ini mengindikasikan bahwa pertumbuhan jasa keuangan dan sektor riil tidak berkorelasi positif.

×