Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Musik dan dunia manusia

1,459 views

Published on

Penjelasan tentang hubungan musik dan dunia manusia ditinjau dari sudut pandang filsafat. Makalah ini merupakan paparan dari Diskusi Orasi Ilmiah Guru Besar ITB Yasraf Amir Piliang.

Published in: Art & Photos
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Musik dan dunia manusia

  1. 1. Oleh Idhar Resmadi Diskusi Orasi Ilmiah Yasraf A. Piliang
  2. 2.   Zaman Yunani Kuno, misalnya, musik sama pentingnya dengan sains (matematika). Musik serta teorinya merupakan salah satu dari empat kategori dalam sains: aritmetika, geometri, musik, dan astronomi.  Aristoteles (384-322 SM), Phytagoras mempercayai bahwa alam semesta ini dipenuhi oleh interval musik dan sehubungan dengan itu mereka juga mempercayai bahwa “all is number”.  Pada masa Yunani Kuno, matematika dan musik tidak hanya menjadi kriteria bagi orang cerdas tetapi juga bagi orang terdidik Musik pada Masa Yunani Kuno
  3. 3.   Aristoteles membagi musik ke dalam tiga fungsi: “ethical” (kegunaannya untuk edukasi/pendidikan), “of action” (dapat menjadi pengaruh bahkan untuk orang yang tak mampu memainkan musik), dan “cathartic” (memiliki tujuan sebagai pelepas kecemasan/kemarahan dan membuat tenang)  Menurut Aristoteles, musik menirukan dan menggambarkan emosi serta keadaan jiwa manusia. Jadi, kalau seseorang mendengarkan musik, emosinya sendiri akan dipengaruhi menjadi serupa dengan sifat musik tersebut. Definisi Musik
  4. 4.   Jacques Attali membagi periodisasi musik berdasarkan ekonomi-politik dalam bukunya Noise: The Political Economy of Music (2009). Dia membagi ke dalam empat bagian yaitu: (1) Ritual/Sacrificing, (2) Representasi/Representing, (3) Penggandaan/Repeating, dan (4) Pencampurbauran/ Composing
  5. 5.   Pada masyarakat Barat hal itu terlihat jelas ketika musik menjadi bagian dalam ritual-ritual keagamaan. Musik yang berkembang pada gereja pada masa itu memang ditujukan untuk pemujaan terhadap ilahi  Warna musik gereja yang berkembang pada masa itu yaitu musik Gregorian yang dikembangkan oleh Paus Gregorius (540-604).  Sebelum memasuki masa renaisans, musik memang lebih banyak ditujukan untuk kepentingan ritual/spiritual  pusat alam semesta bukan lagi teosentris akan tetapi antroposentris. Akhirnya berkembanglah pula musik pada masa renaisans. Musik Abad Pertengahan
  6. 6.   Menurut Weber, berbagai penemuan teknologi (terutama instrumen organ/piano) dan munculnya rasionalisasi pada masyarakat Barat pada masa itu menggeser musik yang dulu semata ditujukan untuk urusan spiritualitas menjadi urusan teknikal semata  Secara lebih jauh, Weber mengungkapkan bahwa musik kemudian bergeser hanya menjadi persoalan “material, technical, social, dan psychological”. Musik pada Renaisans
  7. 7.   Memasuki abad ke-20, perkembangan teknologi terutama pada rekaman musik (music recording) mendorong terjadinya pergeseran fungsi musik.  Esensi musik justru berubah ketika terjadi perubahan dalam teknologi cara mengonsumsinya. Kehadiran teknologi kemudian cenderung mendorong terjadinya konsumsi massa (mass consumption). Musik Pada Masa Modern
  8. 8.   Pemikir dari Mazhab Frankfurt Theodor Adorno menyadari bahwa ternyata manusia tidak benar- benar terbebas dan tercerahkan. Hal ini didasari pada pemikirannya ketika melalui perkembangannya musik sudah menjadi bagian dari industri budaya yang justru kemudian lebih berorientasi pada ideologi kapitalisme.  Musik hanya menjadi “standardisasi “, “pseudo- individualisasi”, “pasif”
  9. 9.   Menurut Walter Benjamin, zaman modern menghasilkan identitasnya dan mereproduksi identitas itu melalui mekanika teknologi.  Benjamin juga melihat dampak negatif dari munculnya produksi mekanis tersebut. Akhirnya akan memunculkan “deaurafikasi seni” atau seni yang telah kehilangan auranya  Akhirnya akibat dari perkembangan teknologi mekanis dan reproduksi massal maka karya seni tersebut didekatkan hanya dengan menjadikannya sebuah komoditas, sedangkan esensinya sebagai karya seni itu sendiri hilang.

×