Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Jurnalisme musik di indonesia

5,647 views

Published on

Seminar tentang perkembangan jurnalisme musik di Indonesia yang diselenggarakan oleh FIKOM Unpad dalam acara Parade Jurnalistik

Published in: Education
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Jurnalisme musik di indonesia

  1. 1. OLEH IDHAR RESMADI Disampaikan dalam Parade Jurnalistik FIKOM Unpad, Aula Pascasarjana FIKOM Unpad Jatinangor, Sabtu 17 Oktober 2015
  2. 2. Perihal Bahasan  Periodisasi jurnalisme musik  Lanskap manajemen jurnalisme musik sebagai profesi  Lanskap jurnalisme musik sebagai pengetahuan  Objek-objek jurnalisme musik  Etika jurnalisme musik
  3. 3. Periode 1970-an  Periode politik kebudayaan “Barat” yang mulai muncul di Indonesia, terlihat antara lain melalui pembangunan yang berorientasi “Barat”  Kelahiran Aktuil di Bandung oleh Deni Sabri, kelahiran majalah Aktuil seiring dengan perkembangan kebudayaan “Barat” yang mulai merasuk di Indonesia. Salah satu wacana yang terkenal, “rock vs dangdut”.  Selain Aktuil, beberapa majalah yang sering menulis musik di Indonesia pada periode 1950-1980 adalah Selecta, Monalisa, Diskorina, Variasi, Top, Junior, Violetta, dan Soneta. Tahun 1970- an dan 1980-an muncul majalah hiburan yang menuliskan musik secara rutin misalnya majalah HAI, Gadis, Mode, Vista, FMTV, kemudian tabloid Monitor, Citra, dan Bintang (Mulyadi, 2009)  Jurnalisme musik pada waktu itu lebih tepat dikatakan sebagai agenda kebudayaan, terlepas dari tetek-bengek industri hiburan
  4. 4. Periode 1990-an  Pada masa ini perkembangan industri musik mengalami “internasionalisasi” melalui mayor label dan masuknya MTV.  Mulai munculnya juga media-media musik seiring dengan pesatnya perkembangan industri musik seperti majalah Mumu, Hai,  Munculnya kolom-kolom “hiburan” di media massa yang biasanya muncul setiap hari Minggu  Kemunculan media-media musik alternatif dalam bentuk zines yang beriringan dengan fenomena gelombang independen semisal Zines, Ripple Magazine, Trolley Magazine, dsb.
  5. 5. Periode 2000-an  Memasuki era kebebasan pers, kehadiran media- media franchise seperti Trax Magazine dan Rolling Stone Magazine  Perkembangan teknologi media dalam bidang jurnalisme musik sehingga memunculkan webzines seperti Deathrockstar, Jakartabeat, Gigsplay, dll.  Perubahan lanskap pemberitaan musik dan memasuki era konvergensi media (MTV.com, rollingstone.com, traxmagz.com)
  6. 6. Jurnalis Musik sebagai Profesi  Pertumbuhan lanskap media massa yang berubah pasca-orde baru, di mana bertumbuhan media-media dengan beragam jenis pemberitaan  Saat ini merupakan era jurnalisme spesialisasi, kebutuhan terhadap pengetahuan yang spesifik dalam jurnalistik  Kebutuhan ruang-ruang “hiburan” (atau seni budaya) di media massa merupakan salah satu desk umum di setiap media massa  Kehadiran teknologi media menciptakan industri baru di bidang jurnalisme musik yaitu entrepreneurship di bidang jurnalisme musik  Sebagai profesi, jurnalis musik (atau penulis musik) bahkan bisa jadi sebagai blogger musik, tanpa terikat pada satu media massa tertentu
  7. 7. Jurnalisme Musik sebagai Pengetahuan  Kemampuan penginderaan untuk mendengar dan menerangkan secara objektif  Pengetahuan musik ditinjau dalam dua aspek: 1) estetis, karena melibatkan unsur rasa dan teknik dalam musik 2) sosial, karena musik bukanlah creatio-ex-nihilo, mau bagaimanapun musik merupakan salah satu proses sosial budaya yang melibatkan unsur antropomorfisme  Seorang jurnalis musik, dengan sendirinya, harus mengerti apa yang ditulisnya. Artinya, jika tak mengerti soal teknis musik, ia bertolak dari pengetahuan musik yang diperolehnya lewat pengamatan, pergaulan, dan bacaan.
  8. 8. Obyek Penulisan  Band/ Musisi  Tokoh Pelaku Musik (pemilik label, produser, manajer, dsb.)  Konser  Album  Teknologi  Budaya Pop (Fenomenalnya musik K- pop, Digital Musik, Fans musik, dsb.)
  9. 9. Perspektif  Seni VS Hiburan  Ideologi (politik, sosial, ekonomi)  Teknikal (sound gitar, aransemen musik, dsb)  Gaya Hidup  Peristiwa sosial budaya (seperti tulisan dalam bukunya Suka Hardjana)
  10. 10. Etika Jurnalisme Musik  Jangan menjadi fans dan kehilangan kritis  Jurnalis setara dengan rock star  Rock star = obyek berita  Asumsikan anda lebih mengerti dari mereka  Lupakan mitos besar yang melingkupi mereka
  11. 11. Presentation by @idharrez

×