SlideShare a Scribd company logo
1 of 21
Nama Kelompok :
1. Ida Silviani (11)
2. Ita Alfita (13)
3. Solikhatin (23)
 Piutang adalah Tagihan kepada pihak lain dengan jangka
waktu yg telah ditentukan sebagai akibat adanya penjualan
kredit.
 Tujuan Penjualan Kredit:
1. Menaikkan volume penjualan dalam suatu periode tertentu
2. Strategi persaingan : memperbesar market share
 Resiko Penjualan Kredit:
1. Tidak terbayarnya piutang
2. Keterlambatan Waktu pembayaran piutang
.
 Klasifikasi Piutang
Menurut Michell Suherli (2006:202), piutang dapat
diklasifikasikan sebagai berikut:
1. Piutang dagang adalah jumlah piutang dari pelanggan yang
terjadi karena penjualan barang atau jasa. Umumnya
piutang dagang memiliki jangka waktu pelunasan 30-60
hari
2. Piutang wesel merupakan surat pernyataan yang berhutang
atau janji pelunasan secara tertulis. Wesel tagih biasanya
memberi jangka waktu 60 hari samapi 90 hari
3. Piutang lainnya meliputi piutang yang berasal dari bukan
pelanggan, contohnya piutang bunga , piutang karyawan,
piutang deviden dan piutang pemegang saham.
 Faktor-faktor yang mempengaruhi besar kecilnya investasi
dalam piutang menurut Bambang Riyanto (2001 :85) yaitu
:
1.Volume Penjualan Kredit
Makin besar proporsi penjualan kredit dari keseluruhan
penjualan memperbesar investasi dalam piutang. Makin
besar jumlah piutang berarti makin besar risiko, tetapi
bersamaan dengan itu juga memperbesar
“profitability”nya.
2. Syarat Pembayaran Penjualan Kredit
Syarat pembayaran penjualan kredit dapat bersifat ketat
maupun lunak. Apabila perusahaan menetapkan syarat
pembayaran yang ketat berarti bahwa perusahaan lebih
mengutamakan keselamatan kredit daripada pertimbangan
profitabilitas.
3. Ketentuan Tentang Pembatasan Kredit
Dalam penjualan kredit perusahaan dapat menetapkan batas maksimal
atas kredit yang diberikan kepada para langganannya. Makin tinggi batas
maksimal yang ditetapkan oleh perusahaan berarti maka semakin besar
pula dana yang diinvestasikan dalam piutang.
4. Kebijakan Dalam Pengumpulan Piutang
Perusahaan yang menjalankan kebijakan secara aktif dalam pengumpulan
piutang akan mempunyai pengeluaran uang yang lebih besar untuk
membiayai aktivitas pengumpulan piutang tersebut dibandingkan dengan
perusahaan yang melakukan kebijakan pengumpulan secara pasif.
Perusahaan yang melakukan pengumpulan piutang secara aktif akan
memiliki investasi dalam piutang yang lebih kecil dibandingkan dengan
perusahaan yang melakukan pengumpulan piutang secara pasif
5. Kebiasaan Membayar Dari Para Langganan
Ada sebagian langganan yang mempunyai kebiasaan untuk menggunakan
kesempatan mendapat cash discount, dan ada sebagian lain yang tidak
menggunakan kesempatan tersebut. Kebiasaan para pelanggan untuk
membayar dalam cash discount period atau sesudah mempunyai efek
terhadap besarnya investasi dalam piutang.
 “Kebijakan penjualan kredit adalah merupakan pedoman
yang ditempuh oleh perusahaan dalam menentukan, apakah
kepada seorang langganan atau konsumen akan diberikan
kredit dan kalau diberikan berapa standar yang harus
diberikan.”
 Hal-hal yg terkait dalam kebijakan kredit adalah:
1. Standar Kredit
Standar kredit adalah salah satu kriteria yang dipakai
perusahaan untuk menyeleksi para langganan yang akan
diberi kredit dan berapa jumlah yang akan diberikan.
Variabel yg hrs dipertimbangkan dlm pemberian kredit :
a. kualitas piutang dagang yg dpt diterima
b. jangka waktu periode kredit
c. potongan tunai untuk pembayaran lebih awal
d. program pengumpulan piutang
2. Termin Kredit
Jangka waktu periode kredit dan potongan tunai yg
diberikan jika dilakukan pembayaran lebih awal
3. Potongan Tunai
Prosentase pengurangan pembayaran dr jumlah bruto
penjualan, karena pembayaran dilakukan dalam periode
potongan tunai.
4. Default risk
Kerugian dari piutang dagang tidak tertagih yang mungkin
terjadi, karena pelonggaran standar kredit dan pelambatan
waktu pengumpulan piutang.
5. Kebiasaan Membayar para langganan
Kebiasaan untuk membayar dg menggunakan kesempatan
mendapatkan cash discount atau tdk menggunakan
kesempatan tersebut.
 Syarat Kredit
Syarat Kredit (Credit Term) mencakup dua hal, yakni:
1. Periode kredit (kapan penagihan dimulai serta
berapa lama batas waktu penagihan),
2. Berapa besar diskon yang akan diberikan kepada
pelanggan yang membayar pada periode diskon.
 Faktor yang mempengaruhi syarat kredit adalah:
a. Sifat ekonomik produk,
b. Kondisi penjual,
c. Kondisi pembeli,
d. Periode kredit,
e. Potongan tunai dan
f. Tingkat bunga bebas risiko (tingkat bunga bank).
 Resiko kredit adalah resiko tidak terbayarnya kredit yang telah
diberikan kepada para langganan. Oleh karena itu banyak
perusahaan yang berusaha mengurangi resiko kredit dengan
memperhatikan lima “C” sebelum memberikan persetujuan
kredit.
1. Character, kemungkinan dari para pelanggan secara jujur
berusaha memenuhi kewajibannya.
2. Capacity, pendapat subjektif mengenai kemampuan pelanggan.
Ini diukur dari record tahun sebelumnya, atau dengan
observasi fisik pada pabrik dan toko pelanggan.
3. Capital, diukur oleh posisi finansial perusahaan secara umum,
dimana hal ini ditunjukkan dengan analisis ratio finansiil,
khususnya ditekankan pada “tangible networth” perusahaan.
4. Collateral, dicerminan dari aktiva yang dijaminkan bagi
keamanan kredit.
5. Conditions, menunjukkan pengaruh langsung dari trend
ekonomi pada umumnya terhadap perusahaan atau
perkembangan khusus dalam bidang ekonomi yang
mempengaruhi efek terhadap kemampuan pelanggan untuk
memenuhi kewajibannya.
 Langkah-langkah Pencegahan Resiko Tidak Tertagihnya
Piutang:
1. Penentuan besarnya resiko yang akan ditanggung
perusahaan, hal ini ditentukan atas dasar pengalaman-
pengalaman tahun-tahun sebelumnya. Misalnya resiko
ditetapkan 10% dari piutang, jika perusahaan berencana
meningkatkan penjualan dengan Rp100.000 dan akan
menyebabkan tambahan biaya Rp50.000, maka
tambahan keuntungannya adalah sebesar Rp 40.000
(100.000-50.000-(10%x100.000))
2. Kemampuan debitur memenuhi kewajibannya, hal ini
dapat diukur dengan likuiditas dan rentabilitas. Selain
itu perlu dipertimbangkan “soliditas”:
a. Soliditas komersiil, kejujuran debitur/direkturnya dalam
memenuhi kewajibannya tepat pada waktunya.
b. Soliditas finansiil, memiliki modal kerja yang cukup
dalam memenuhi kewajibannya tepat pada waktunya
c. Soliditas moril, sifat-sifat dan moril yang baik dari
debitur/direkturnya.
3. Membuat klasifikasi kredit tiap pelanggan,
hal ini dapat digunakan daftar analisis umur
piutang (aging schedule) sehingga diketahui
sejarah kredit tiap-tiap pelanggan.
4. Mengadakan seleksi calon pelanggan,
berdasar sejarah kredit dapat ditentukan
pelanggan mana yang dapat ditambah plafon
kredit, diturunkan, atau tetap.
 Menghitung Rata-Rata Piutang
Rata-rata piutang = (piutang awal tahun +
piutang akhir tahun)/2
 Menghitung Perputaran Piutang
Perputaran piutang = penjualan bersih /
rata-rata piutang
 Menghitung Rata-Rata Pengumpulan Piutang
Rata-Rata pengumpulan Piutang = 360 hari /
perputaran piutang
 Misalnya PT. ABC memiliki informasi
mengenai penjualan tahun 2002 sebesar
Rp 200 dan tahun 2003 Rp 180, piutang
awal tahun 2002 Rp 40 dan akhir tahun
Rp 60, sedangkan piutang awal tahun
2003 Rp 50 dan akhir tahun Rp 30.
Perputaran piutang dan rata-rata
pengumpulan piutang dapat disajikan
dalam tabel :
Keterangan 2002 2003
Penjualan Bersih (Net Credit Sales) Rp 200 Rp 180
Piutang Awal Tahun Rp 40 Rp 50
Piutang Akhir Tahun Rp 60 Rp 30
Rata-Rata Piutang ( Average Receivable) Rp 50 Rp 40
Perputaran Piutang (Receivable Turnover) 4 kali 4.5 kali
Rata-Rata Pengumpulan Piutang (Average
Collection Periode)
90 hari 80 hari
Hari rata-rata pengumpulan piutang adalah sangat penting, makin lama
makin buruk bagi kas perusahaan, dan sebaliknya. Perputaran piutang
yang tinggi sangat baik bagi perusahaan, karena investasi dalam
piutang rendah, dan sebaliknya.
 Perputaran piutang harus dikendalikan
dengan menyusun tabel umur piutang (aging
schedule of receivables), di mana dalam tabel
tersebut dapat diketahui jumlah piutang yang
segera dapat ditagih dan yang lambat ditagih,
dan dapat diketahui penghutang atau debitur
yang baik dan yang buruk.
 Untuk mengelola keuangan perusahaan yang
baik, manajer keuangan harus menyusun
anggaran pengumpulan piutang yang akan
digunakan untuk mengendalikan piutang.
Makin panjang umur piutangnya, makin
buruk kondisi perusahaan karena makin lama
piutang tersebut menjadi uang tunai (kas).
Contoh skedul umur piutang dapat disajikan
dalam Tabel, yang terdiri PT ABC dan PT ABK.
Syarat kredit kedua perusahaan tersebut
adalah 2/10, net 30.
 Tabel Skedul umur piutang (Anging Schedule of
Receivable)
Umur
Piutang
PT ABC PT ABK
Nilai Piutang % dari Total
Nilai Piutang
Nilai Piutang % dari Total
Nilai Piutang
0-10 640 80 % 400 50 %
11-30 160 20 % 160 20 %
31-45 0 120 15 %
46-60 0 80 10 %
Di atas 60 0 40 5 %
Total 800 100 % 800 100 %
 PT ABC lebih baik dari pada PT ABK, karena
semua pelanggan membayar tepat waktu 80%
pada hari ke 10, dan sisanya 20% membayar
pada hari ke 30. Sedangkan PT ABK tidak
tepat membayar sesuai dengan perjanjian
kredit, 30% yaitu (15% + 10% + 5%)
pelanggannya membayar lewat 30 hari dari
jatuh tempo. Perusahaan yang baik
seyogyanya mengikuti manajemen piutang PT
ABC seperti ilustrasi di atas.
 Manajer keuangan harus kontrol ketat jangka
waktu penagihan dan skedul umur piutang.
Kedua unsur itu harus dihubungkan dengan
syarat kredit dan kedua unsur itu untuk
mengetahui efektivitas bagian penagihan
menjalankan tugasnya. Jika jangka waktu
penagihan makin panjang dan rasio umur
piutang yang melewati jatuh tempo makin
besar, maka harus diadakan peninjauan
kembali kebijakan penjualan kredit.
 Selama ini perusahaan menjual secara tunai, omset penjualannya
sebesar Rp 800 juta, keuntungan 15% dari penjualan. Jika
perusahaan berencana untuk menjual secara kredit dengan
syarat pembayaran n/60. hal ini ditaksir akan meningkatkan
omset penjualan menjadi 1.050 juta pertahun. Dana yang
dibutuhkan untuk membiayai piutang tersebut ditaksir sebesar
Rp148,75 juta pertahun.
Apakah manejemen menerima alternatif penjualan kredit tersebut?
· Manfaat :
tambahan keuntungan = (1.050 jt – 800 jt) x 15% = Rp 37,5 jt
· pengorbanan :
perputaran piutang = 360/60 = 6 kali
rata-rata piutang = 1.050/6 = 175 jt
dana untuk membiayai piutang = 148,75jt
biaya dana yang ditanggung 148,75 x 15% = 22,31 jt
manfaat bersih = Rp 15,19 jt
Benefit > cost, layak untuk diterapkan
TERIMA KASIH

More Related Content

What's hot

Tabel nilai uang (FVIF,FVIFA, PVIF, PVIFA)
Tabel nilai uang (FVIF,FVIFA, PVIF, PVIFA)Tabel nilai uang (FVIF,FVIFA, PVIF, PVIFA)
Tabel nilai uang (FVIF,FVIFA, PVIF, PVIFA)Dayana Florencia
 
Contoh obligasi amortisasi
Contoh obligasi amortisasiContoh obligasi amortisasi
Contoh obligasi amortisasiFransisco Laben
 
Manajemen keuangan part 3 of 5
Manajemen keuangan part 3 of 5Manajemen keuangan part 3 of 5
Manajemen keuangan part 3 of 5Judianto Nugroho
 
Materi AKM 2 Utang Jangka Panjang
Materi AKM 2 Utang Jangka PanjangMateri AKM 2 Utang Jangka Panjang
Materi AKM 2 Utang Jangka PanjangRyan Gamof
 
Akuntansi aset-tetap PEMDA - Akrual Penuh
Akuntansi aset-tetap PEMDA - Akrual PenuhAkuntansi aset-tetap PEMDA - Akrual Penuh
Akuntansi aset-tetap PEMDA - Akrual PenuhMahyuni Bjm
 
Anggaran sebagai alat perencanaan dan pengendalian (indonesia title)
Anggaran sebagai alat perencanaan dan pengendalian (indonesia title)Anggaran sebagai alat perencanaan dan pengendalian (indonesia title)
Anggaran sebagai alat perencanaan dan pengendalian (indonesia title)Eka Wahyuliana
 
UTANG WESEL JANGKA PANJANG. akuntansi keuangan menengah 2
UTANG WESEL JANGKA PANJANG. akuntansi keuangan menengah 2UTANG WESEL JANGKA PANJANG. akuntansi keuangan menengah 2
UTANG WESEL JANGKA PANJANG. akuntansi keuangan menengah 2DIANA LESTARI
 
Anggaranperusahaan 101214094831-phpapp01
Anggaranperusahaan 101214094831-phpapp01Anggaranperusahaan 101214094831-phpapp01
Anggaranperusahaan 101214094831-phpapp01arwianthy
 
Manajemen persediaan
Manajemen persediaanManajemen persediaan
Manajemen persediaanIsmha Mhanyun
 
Jawaban uts m. keuangan i
Jawaban uts m. keuangan iJawaban uts m. keuangan i
Jawaban uts m. keuangan iyalifadli98
 
5.akuntansi perusahaan dagang (bag2)
5.akuntansi perusahaan dagang (bag2)5.akuntansi perusahaan dagang (bag2)
5.akuntansi perusahaan dagang (bag2)Ayi Suwandi
 
Analisis leverage
Analisis leverageAnalisis leverage
Analisis leveragetitikefnita
 
Anjak piutang (factoring) mengenal, mencatat, dan menghitung.
Anjak piutang (factoring)  mengenal, mencatat, dan menghitung.Anjak piutang (factoring)  mengenal, mencatat, dan menghitung.
Anjak piutang (factoring) mengenal, mencatat, dan menghitung.Futurum2
 
Ch10 11.ppt revisi_IND_accounting Intermediate
Ch10 11.ppt revisi_IND_accounting IntermediateCh10 11.ppt revisi_IND_accounting Intermediate
Ch10 11.ppt revisi_IND_accounting IntermediateMaiya Maiya
 
KLASIFIKASI BIAYA
KLASIFIKASI BIAYAKLASIFIKASI BIAYA
KLASIFIKASI BIAYAAry Efendi
 
Anggaran penjualan-pert-2-4-mhs
Anggaran penjualan-pert-2-4-mhsAnggaran penjualan-pert-2-4-mhs
Anggaran penjualan-pert-2-4-mhsMaun Saifullah
 
PERLAKUAN AKUNTANSI DALAM PEMBIAYAAN MURABAHAH DI BANK MUAMALAT
PERLAKUAN AKUNTANSI DALAM PEMBIAYAAN MURABAHAH DI BANK MUAMALATPERLAKUAN AKUNTANSI DALAM PEMBIAYAAN MURABAHAH DI BANK MUAMALAT
PERLAKUAN AKUNTANSI DALAM PEMBIAYAAN MURABAHAH DI BANK MUAMALATUofa_Unsada
 
Chapter 08 piutang-pertemuan ke-2
Chapter 08 piutang-pertemuan ke-2Chapter 08 piutang-pertemuan ke-2
Chapter 08 piutang-pertemuan ke-2Majid
 

What's hot (20)

Tabel nilai uang (FVIF,FVIFA, PVIF, PVIFA)
Tabel nilai uang (FVIF,FVIFA, PVIF, PVIFA)Tabel nilai uang (FVIF,FVIFA, PVIF, PVIFA)
Tabel nilai uang (FVIF,FVIFA, PVIF, PVIFA)
 
Contoh obligasi amortisasi
Contoh obligasi amortisasiContoh obligasi amortisasi
Contoh obligasi amortisasi
 
Materi kuliah Saham
Materi kuliah SahamMateri kuliah Saham
Materi kuliah Saham
 
Manajemen keuangan part 3 of 5
Manajemen keuangan part 3 of 5Manajemen keuangan part 3 of 5
Manajemen keuangan part 3 of 5
 
Materi AKM 2 Utang Jangka Panjang
Materi AKM 2 Utang Jangka PanjangMateri AKM 2 Utang Jangka Panjang
Materi AKM 2 Utang Jangka Panjang
 
Akuntansi aset-tetap PEMDA - Akrual Penuh
Akuntansi aset-tetap PEMDA - Akrual PenuhAkuntansi aset-tetap PEMDA - Akrual Penuh
Akuntansi aset-tetap PEMDA - Akrual Penuh
 
Anggaran sebagai alat perencanaan dan pengendalian (indonesia title)
Anggaran sebagai alat perencanaan dan pengendalian (indonesia title)Anggaran sebagai alat perencanaan dan pengendalian (indonesia title)
Anggaran sebagai alat perencanaan dan pengendalian (indonesia title)
 
UTANG WESEL JANGKA PANJANG. akuntansi keuangan menengah 2
UTANG WESEL JANGKA PANJANG. akuntansi keuangan menengah 2UTANG WESEL JANGKA PANJANG. akuntansi keuangan menengah 2
UTANG WESEL JANGKA PANJANG. akuntansi keuangan menengah 2
 
Anggaranperusahaan 101214094831-phpapp01
Anggaranperusahaan 101214094831-phpapp01Anggaranperusahaan 101214094831-phpapp01
Anggaranperusahaan 101214094831-phpapp01
 
Manajemen persediaan
Manajemen persediaanManajemen persediaan
Manajemen persediaan
 
Jawaban uts m. keuangan i
Jawaban uts m. keuangan iJawaban uts m. keuangan i
Jawaban uts m. keuangan i
 
5.akuntansi perusahaan dagang (bag2)
5.akuntansi perusahaan dagang (bag2)5.akuntansi perusahaan dagang (bag2)
5.akuntansi perusahaan dagang (bag2)
 
Analisis leverage
Analisis leverageAnalisis leverage
Analisis leverage
 
Anjak piutang (factoring) mengenal, mencatat, dan menghitung.
Anjak piutang (factoring)  mengenal, mencatat, dan menghitung.Anjak piutang (factoring)  mengenal, mencatat, dan menghitung.
Anjak piutang (factoring) mengenal, mencatat, dan menghitung.
 
Ch10 11.ppt revisi_IND_accounting Intermediate
Ch10 11.ppt revisi_IND_accounting IntermediateCh10 11.ppt revisi_IND_accounting Intermediate
Ch10 11.ppt revisi_IND_accounting Intermediate
 
KLASIFIKASI BIAYA
KLASIFIKASI BIAYAKLASIFIKASI BIAYA
KLASIFIKASI BIAYA
 
Anggaran penjualan-pert-2-4-mhs
Anggaran penjualan-pert-2-4-mhsAnggaran penjualan-pert-2-4-mhs
Anggaran penjualan-pert-2-4-mhs
 
PERLAKUAN AKUNTANSI DALAM PEMBIAYAAN MURABAHAH DI BANK MUAMALAT
PERLAKUAN AKUNTANSI DALAM PEMBIAYAAN MURABAHAH DI BANK MUAMALATPERLAKUAN AKUNTANSI DALAM PEMBIAYAAN MURABAHAH DI BANK MUAMALAT
PERLAKUAN AKUNTANSI DALAM PEMBIAYAAN MURABAHAH DI BANK MUAMALAT
 
Chapter 08 piutang-pertemuan ke-2
Chapter 08 piutang-pertemuan ke-2Chapter 08 piutang-pertemuan ke-2
Chapter 08 piutang-pertemuan ke-2
 
Akuntansi Biaya 5#5
Akuntansi Biaya 5#5Akuntansi Biaya 5#5
Akuntansi Biaya 5#5
 

Viewers also liked

Manajemen piutang
Manajemen piutangManajemen piutang
Manajemen piutangAgus Candra
 
Manajemen piutang
Manajemen piutangManajemen piutang
Manajemen piutangnonarunny
 
Tugas presentasi (fm)
Tugas presentasi (fm)Tugas presentasi (fm)
Tugas presentasi (fm)hogiwiyana
 
Pengertian piutang
Pengertian piutangPengertian piutang
Pengertian piutangguruharung
 
Marketing Chapter 20
Marketing Chapter 20Marketing Chapter 20
Marketing Chapter 20WanBK Leo
 
penyusunan anggaran piutang
penyusunan anggaran piutang penyusunan anggaran piutang
penyusunan anggaran piutang 9elevenStarUnila
 
Geografi : Kesimpulan Data Kependudukan Suatu Negara
Geografi : Kesimpulan Data Kependudukan Suatu NegaraGeografi : Kesimpulan Data Kependudukan Suatu Negara
Geografi : Kesimpulan Data Kependudukan Suatu NegaraDian Kirtley Kristi
 
Contoh Karya Ilmiah Masalah beasiswa
Contoh Karya Ilmiah Masalah beasiswaContoh Karya Ilmiah Masalah beasiswa
Contoh Karya Ilmiah Masalah beasiswaDian Kirtley Kristi
 
Geografi faktor faktor pembentuk tanah
Geografi faktor faktor pembentuk tanahGeografi faktor faktor pembentuk tanah
Geografi faktor faktor pembentuk tanahDian Kirtley Kristi
 
Mene keuangan bab 20 pendanaan jangka panjang
Mene keuangan bab 20 pendanaan jangka panjangMene keuangan bab 20 pendanaan jangka panjang
Mene keuangan bab 20 pendanaan jangka panjangDevy Sylvia Silaban
 
sumber sumber keuangan perusahaan
sumber sumber keuangan perusahaansumber sumber keuangan perusahaan
sumber sumber keuangan perusahaanayudya fitri
 
Kashmir Policy Briefing
Kashmir Policy BriefingKashmir Policy Briefing
Kashmir Policy BriefingMark Peterson
 
FUNGSI SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL PIUTANG TERHADAP CASH FLOW PERUSAHAAN MAN...
FUNGSI SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL PIUTANG TERHADAP CASH FLOW PERUSAHAAN MAN...FUNGSI SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL PIUTANG TERHADAP CASH FLOW PERUSAHAAN MAN...
FUNGSI SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL PIUTANG TERHADAP CASH FLOW PERUSAHAAN MAN...Uofa_Unsada
 
Persentasi akuntansi (sumber keuangan perusahaan)
Persentasi akuntansi (sumber keuangan perusahaan)Persentasi akuntansi (sumber keuangan perusahaan)
Persentasi akuntansi (sumber keuangan perusahaan)Ronaldo Roberto
 
Bahasa Indonesia : Dampak Negatif Penggunaan Ponsel ( Diskusi )
Bahasa Indonesia : Dampak Negatif Penggunaan Ponsel ( Diskusi )Bahasa Indonesia : Dampak Negatif Penggunaan Ponsel ( Diskusi )
Bahasa Indonesia : Dampak Negatif Penggunaan Ponsel ( Diskusi )Dian Kirtley Kristi
 

Viewers also liked (20)

Manajemen piutang
Manajemen piutangManajemen piutang
Manajemen piutang
 
Manajemen Piutang
Manajemen PiutangManajemen Piutang
Manajemen Piutang
 
manajemen keuangan pengelolaan piutang
manajemen keuangan pengelolaan piutang manajemen keuangan pengelolaan piutang
manajemen keuangan pengelolaan piutang
 
Manajemen piutang
Manajemen piutangManajemen piutang
Manajemen piutang
 
Tugas presentasi (fm)
Tugas presentasi (fm)Tugas presentasi (fm)
Tugas presentasi (fm)
 
Pengertian piutang
Pengertian piutangPengertian piutang
Pengertian piutang
 
Marketing Chapter 20
Marketing Chapter 20Marketing Chapter 20
Marketing Chapter 20
 
Financial Statements, Chapter 20
Financial Statements, Chapter 20Financial Statements, Chapter 20
Financial Statements, Chapter 20
 
penyusunan anggaran piutang
penyusunan anggaran piutang penyusunan anggaran piutang
penyusunan anggaran piutang
 
Geografi : Kesimpulan Data Kependudukan Suatu Negara
Geografi : Kesimpulan Data Kependudukan Suatu NegaraGeografi : Kesimpulan Data Kependudukan Suatu Negara
Geografi : Kesimpulan Data Kependudukan Suatu Negara
 
Contoh Karya Ilmiah Masalah beasiswa
Contoh Karya Ilmiah Masalah beasiswaContoh Karya Ilmiah Masalah beasiswa
Contoh Karya Ilmiah Masalah beasiswa
 
Geografi faktor faktor pembentuk tanah
Geografi faktor faktor pembentuk tanahGeografi faktor faktor pembentuk tanah
Geografi faktor faktor pembentuk tanah
 
Mene keuangan bab 20 pendanaan jangka panjang
Mene keuangan bab 20 pendanaan jangka panjangMene keuangan bab 20 pendanaan jangka panjang
Mene keuangan bab 20 pendanaan jangka panjang
 
sumber sumber keuangan perusahaan
sumber sumber keuangan perusahaansumber sumber keuangan perusahaan
sumber sumber keuangan perusahaan
 
Kashmir Policy Briefing
Kashmir Policy BriefingKashmir Policy Briefing
Kashmir Policy Briefing
 
Contoh Drama Bahasa Indonesia
Contoh Drama Bahasa IndonesiaContoh Drama Bahasa Indonesia
Contoh Drama Bahasa Indonesia
 
Piutang
PiutangPiutang
Piutang
 
FUNGSI SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL PIUTANG TERHADAP CASH FLOW PERUSAHAAN MAN...
FUNGSI SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL PIUTANG TERHADAP CASH FLOW PERUSAHAAN MAN...FUNGSI SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL PIUTANG TERHADAP CASH FLOW PERUSAHAAN MAN...
FUNGSI SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL PIUTANG TERHADAP CASH FLOW PERUSAHAAN MAN...
 
Persentasi akuntansi (sumber keuangan perusahaan)
Persentasi akuntansi (sumber keuangan perusahaan)Persentasi akuntansi (sumber keuangan perusahaan)
Persentasi akuntansi (sumber keuangan perusahaan)
 
Bahasa Indonesia : Dampak Negatif Penggunaan Ponsel ( Diskusi )
Bahasa Indonesia : Dampak Negatif Penggunaan Ponsel ( Diskusi )Bahasa Indonesia : Dampak Negatif Penggunaan Ponsel ( Diskusi )
Bahasa Indonesia : Dampak Negatif Penggunaan Ponsel ( Diskusi )
 

Similar to PIUTANG KREDIT

Bab 7 manajemen_piutang
Bab 7 manajemen_piutangBab 7 manajemen_piutang
Bab 7 manajemen_piutangInal Ypyn
 
5 manajemen piutang
5 manajemen piutang5 manajemen piutang
5 manajemen piutangAbdul Razak
 
Manajemen keuangan
Manajemen keuanganManajemen keuangan
Manajemen keuanganlyanez123
 
Ppt manajemen piutang (Account Receivable Management)
Ppt manajemen piutang (Account Receivable Management)Ppt manajemen piutang (Account Receivable Management)
Ppt manajemen piutang (Account Receivable Management)Amanda Jonatan Puteri
 
Anggaran Piutang
Anggaran PiutangAnggaran Piutang
Anggaran Piutangmariawira
 
Manajemen keuangan bab 23
Manajemen keuangan bab 23Manajemen keuangan bab 23
Manajemen keuangan bab 23Lia Ivvana
 
Persentasi Manajemen Piutang.pptx
Persentasi Manajemen Piutang.pptxPersentasi Manajemen Piutang.pptx
Persentasi Manajemen Piutang.pptxAbdul Nasir
 
Artikel pengelolaan piutang perusahaan
Artikel pengelolaan piutang perusahaanArtikel pengelolaan piutang perusahaan
Artikel pengelolaan piutang perusahaanwardahmega
 
Pembiayaan agribisnis
Pembiayaan agribisnis Pembiayaan agribisnis
Pembiayaan agribisnis Salamah8
 
IX. PPT MANAJEMEN PIUTANG-D4 Destinasi.pptx
IX. PPT MANAJEMEN PIUTANG-D4 Destinasi.pptxIX. PPT MANAJEMEN PIUTANG-D4 Destinasi.pptx
IX. PPT MANAJEMEN PIUTANG-D4 Destinasi.pptxESTIKOWATIE
 
Bab 1 Kas_Dan_Piutang Akuntansi Keuangan Menengah
Bab 1 Kas_Dan_Piutang Akuntansi Keuangan MenengahBab 1 Kas_Dan_Piutang Akuntansi Keuangan Menengah
Bab 1 Kas_Dan_Piutang Akuntansi Keuangan MenengahKaniaPutri34
 
manajemen bisnis
manajemen bisnismanajemen bisnis
manajemen bisnisDea Daulika
 
KELOMPOK 7_PERTEMUAN 10.pptx
KELOMPOK 7_PERTEMUAN 10.pptxKELOMPOK 7_PERTEMUAN 10.pptx
KELOMPOK 7_PERTEMUAN 10.pptxTata172559
 
23. Muhammad fadhillah (Ujian BLKL)
23. Muhammad fadhillah (Ujian BLKL) 23. Muhammad fadhillah (Ujian BLKL)
23. Muhammad fadhillah (Ujian BLKL) nadya faradini
 
Jawaban UTS Take Home Hukum Perjanjian Kredit
Jawaban UTS Take Home Hukum Perjanjian KreditJawaban UTS Take Home Hukum Perjanjian Kredit
Jawaban UTS Take Home Hukum Perjanjian KreditRachardy Andriyanto
 

Similar to PIUTANG KREDIT (20)

Bab 7 manajemen_piutang
Bab 7 manajemen_piutangBab 7 manajemen_piutang
Bab 7 manajemen_piutang
 
Minggu 4_manajemen_piutang.ppt
Minggu 4_manajemen_piutang.pptMinggu 4_manajemen_piutang.ppt
Minggu 4_manajemen_piutang.ppt
 
5 manajemen piutang
5 manajemen piutang5 manajemen piutang
5 manajemen piutang
 
Manajemen keuangan
Manajemen keuanganManajemen keuangan
Manajemen keuangan
 
Bab 11 - Manajemen Piutang Dagang
Bab 11 - Manajemen Piutang DagangBab 11 - Manajemen Piutang Dagang
Bab 11 - Manajemen Piutang Dagang
 
Ppt manajemen piutang (Account Receivable Management)
Ppt manajemen piutang (Account Receivable Management)Ppt manajemen piutang (Account Receivable Management)
Ppt manajemen piutang (Account Receivable Management)
 
Anggaran Piutang
Anggaran PiutangAnggaran Piutang
Anggaran Piutang
 
RESIKO KREDIT MACET
RESIKO KREDIT MACETRESIKO KREDIT MACET
RESIKO KREDIT MACET
 
Manajemen keuangan bab 23
Manajemen keuangan bab 23Manajemen keuangan bab 23
Manajemen keuangan bab 23
 
Persentasi Manajemen Piutang.pptx
Persentasi Manajemen Piutang.pptxPersentasi Manajemen Piutang.pptx
Persentasi Manajemen Piutang.pptx
 
Artikel pengelolaan piutang perusahaan
Artikel pengelolaan piutang perusahaanArtikel pengelolaan piutang perusahaan
Artikel pengelolaan piutang perusahaan
 
Pembiayaan agribisnis
Pembiayaan agribisnis Pembiayaan agribisnis
Pembiayaan agribisnis
 
IX. PPT MANAJEMEN PIUTANG-D4 Destinasi.pptx
IX. PPT MANAJEMEN PIUTANG-D4 Destinasi.pptxIX. PPT MANAJEMEN PIUTANG-D4 Destinasi.pptx
IX. PPT MANAJEMEN PIUTANG-D4 Destinasi.pptx
 
Bab 1 Kas_Dan_Piutang Akuntansi Keuangan Menengah
Bab 1 Kas_Dan_Piutang Akuntansi Keuangan MenengahBab 1 Kas_Dan_Piutang Akuntansi Keuangan Menengah
Bab 1 Kas_Dan_Piutang Akuntansi Keuangan Menengah
 
manajemen bisnis
manajemen bisnismanajemen bisnis
manajemen bisnis
 
KELOMPOK 7_PERTEMUAN 10.pptx
KELOMPOK 7_PERTEMUAN 10.pptxKELOMPOK 7_PERTEMUAN 10.pptx
KELOMPOK 7_PERTEMUAN 10.pptx
 
23. Muhammad fadhillah (Ujian BLKL)
23. Muhammad fadhillah (Ujian BLKL) 23. Muhammad fadhillah (Ujian BLKL)
23. Muhammad fadhillah (Ujian BLKL)
 
Kredit Macet
Kredit MacetKredit Macet
Kredit Macet
 
5manajemen piutang
5manajemen piutang5manajemen piutang
5manajemen piutang
 
Jawaban UTS Take Home Hukum Perjanjian Kredit
Jawaban UTS Take Home Hukum Perjanjian KreditJawaban UTS Take Home Hukum Perjanjian Kredit
Jawaban UTS Take Home Hukum Perjanjian Kredit
 

Recently uploaded

mengidentifikasi risiko xxxxxxxxxxxx.ppt
mengidentifikasi risiko xxxxxxxxxxxx.pptmengidentifikasi risiko xxxxxxxxxxxx.ppt
mengidentifikasi risiko xxxxxxxxxxxx.pptharis916240
 
Konsep Dasar Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya.ppt
Konsep Dasar Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya.pptKonsep Dasar Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya.ppt
Konsep Dasar Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya.pptAchmadHasanHafidzi
 
Pengenalan Quotex Trading untuk Pemula - dan panduan login ke quotex
Pengenalan Quotex Trading untuk Pemula - dan panduan login ke quotexPengenalan Quotex Trading untuk Pemula - dan panduan login ke quotex
Pengenalan Quotex Trading untuk Pemula - dan panduan login ke quotexquotex
 
SIKLUS Akuntansi Perusahaan Dagang (1).ppt
SIKLUS Akuntansi Perusahaan Dagang (1).pptSIKLUS Akuntansi Perusahaan Dagang (1).ppt
SIKLUS Akuntansi Perusahaan Dagang (1).pptDenzbaguseNugroho
 
BAB 1 Pengantar_e-commerce dalam peekonomian indonesia
BAB 1 Pengantar_e-commerce dalam peekonomian indonesiaBAB 1 Pengantar_e-commerce dalam peekonomian indonesia
BAB 1 Pengantar_e-commerce dalam peekonomian indonesiaTriskaDP
 
Menganalisis Pasar Konsumen dan Pasar Bisnis
Menganalisis Pasar Konsumen dan Pasar BisnisMenganalisis Pasar Konsumen dan Pasar Bisnis
Menganalisis Pasar Konsumen dan Pasar BisnisGallynDityaManggala
 
V5_Petunjuk teknis Pengisian Usulan Alat Kesehatan melalui aplikasi.pptx
V5_Petunjuk teknis Pengisian Usulan Alat Kesehatan melalui aplikasi.pptxV5_Petunjuk teknis Pengisian Usulan Alat Kesehatan melalui aplikasi.pptx
V5_Petunjuk teknis Pengisian Usulan Alat Kesehatan melalui aplikasi.pptxBayuUtaminingtyas
 
manajemen_keuangan_&_investasi_06.15pptx
manajemen_keuangan_&_investasi_06.15pptxmanajemen_keuangan_&_investasi_06.15pptx
manajemen_keuangan_&_investasi_06.15pptxMyusuf852079
 
power point tentang koperasi simpan pinjam di indonesia
power point tentang koperasi simpan pinjam di indonesiapower point tentang koperasi simpan pinjam di indonesia
power point tentang koperasi simpan pinjam di indonesiaMukhamadMuslim
 
MENCIPTAKAN HUBUNGAN DAN NILAI PELANGGAN
MENCIPTAKAN HUBUNGAN DAN NILAI PELANGGANMENCIPTAKAN HUBUNGAN DAN NILAI PELANGGAN
MENCIPTAKAN HUBUNGAN DAN NILAI PELANGGANGallynDityaManggala
 
BAB 4 C IPS KLS 9 TENTANG MASA DEMOKRASI TERPIMPIN.pptx
BAB 4 C IPS KLS 9 TENTANG MASA DEMOKRASI TERPIMPIN.pptxBAB 4 C IPS KLS 9 TENTANG MASA DEMOKRASI TERPIMPIN.pptx
BAB 4 C IPS KLS 9 TENTANG MASA DEMOKRASI TERPIMPIN.pptxTheresiaSimamora1
 
MATERI PENGUNGKAPAN LAPORAN KEUANGAN.pptx
MATERI PENGUNGKAPAN LAPORAN KEUANGAN.pptxMATERI PENGUNGKAPAN LAPORAN KEUANGAN.pptx
MATERI PENGUNGKAPAN LAPORAN KEUANGAN.pptxDenzbaguseNugroho
 

Recently uploaded (13)

mengidentifikasi risiko xxxxxxxxxxxx.ppt
mengidentifikasi risiko xxxxxxxxxxxx.pptmengidentifikasi risiko xxxxxxxxxxxx.ppt
mengidentifikasi risiko xxxxxxxxxxxx.ppt
 
Konsep Dasar Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya.ppt
Konsep Dasar Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya.pptKonsep Dasar Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya.ppt
Konsep Dasar Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya.ppt
 
Pengenalan Quotex Trading untuk Pemula - dan panduan login ke quotex
Pengenalan Quotex Trading untuk Pemula - dan panduan login ke quotexPengenalan Quotex Trading untuk Pemula - dan panduan login ke quotex
Pengenalan Quotex Trading untuk Pemula - dan panduan login ke quotex
 
SIKLUS Akuntansi Perusahaan Dagang (1).ppt
SIKLUS Akuntansi Perusahaan Dagang (1).pptSIKLUS Akuntansi Perusahaan Dagang (1).ppt
SIKLUS Akuntansi Perusahaan Dagang (1).ppt
 
BAB 1 Pengantar_e-commerce dalam peekonomian indonesia
BAB 1 Pengantar_e-commerce dalam peekonomian indonesiaBAB 1 Pengantar_e-commerce dalam peekonomian indonesia
BAB 1 Pengantar_e-commerce dalam peekonomian indonesia
 
ANALISIS SENSITIVITAS METODE GRAFIK.pptx
ANALISIS SENSITIVITAS METODE GRAFIK.pptxANALISIS SENSITIVITAS METODE GRAFIK.pptx
ANALISIS SENSITIVITAS METODE GRAFIK.pptx
 
Menganalisis Pasar Konsumen dan Pasar Bisnis
Menganalisis Pasar Konsumen dan Pasar BisnisMenganalisis Pasar Konsumen dan Pasar Bisnis
Menganalisis Pasar Konsumen dan Pasar Bisnis
 
V5_Petunjuk teknis Pengisian Usulan Alat Kesehatan melalui aplikasi.pptx
V5_Petunjuk teknis Pengisian Usulan Alat Kesehatan melalui aplikasi.pptxV5_Petunjuk teknis Pengisian Usulan Alat Kesehatan melalui aplikasi.pptx
V5_Petunjuk teknis Pengisian Usulan Alat Kesehatan melalui aplikasi.pptx
 
manajemen_keuangan_&_investasi_06.15pptx
manajemen_keuangan_&_investasi_06.15pptxmanajemen_keuangan_&_investasi_06.15pptx
manajemen_keuangan_&_investasi_06.15pptx
 
power point tentang koperasi simpan pinjam di indonesia
power point tentang koperasi simpan pinjam di indonesiapower point tentang koperasi simpan pinjam di indonesia
power point tentang koperasi simpan pinjam di indonesia
 
MENCIPTAKAN HUBUNGAN DAN NILAI PELANGGAN
MENCIPTAKAN HUBUNGAN DAN NILAI PELANGGANMENCIPTAKAN HUBUNGAN DAN NILAI PELANGGAN
MENCIPTAKAN HUBUNGAN DAN NILAI PELANGGAN
 
BAB 4 C IPS KLS 9 TENTANG MASA DEMOKRASI TERPIMPIN.pptx
BAB 4 C IPS KLS 9 TENTANG MASA DEMOKRASI TERPIMPIN.pptxBAB 4 C IPS KLS 9 TENTANG MASA DEMOKRASI TERPIMPIN.pptx
BAB 4 C IPS KLS 9 TENTANG MASA DEMOKRASI TERPIMPIN.pptx
 
MATERI PENGUNGKAPAN LAPORAN KEUANGAN.pptx
MATERI PENGUNGKAPAN LAPORAN KEUANGAN.pptxMATERI PENGUNGKAPAN LAPORAN KEUANGAN.pptx
MATERI PENGUNGKAPAN LAPORAN KEUANGAN.pptx
 

PIUTANG KREDIT

  • 1. Nama Kelompok : 1. Ida Silviani (11) 2. Ita Alfita (13) 3. Solikhatin (23)
  • 2.  Piutang adalah Tagihan kepada pihak lain dengan jangka waktu yg telah ditentukan sebagai akibat adanya penjualan kredit.  Tujuan Penjualan Kredit: 1. Menaikkan volume penjualan dalam suatu periode tertentu 2. Strategi persaingan : memperbesar market share  Resiko Penjualan Kredit: 1. Tidak terbayarnya piutang 2. Keterlambatan Waktu pembayaran piutang .
  • 3.  Klasifikasi Piutang Menurut Michell Suherli (2006:202), piutang dapat diklasifikasikan sebagai berikut: 1. Piutang dagang adalah jumlah piutang dari pelanggan yang terjadi karena penjualan barang atau jasa. Umumnya piutang dagang memiliki jangka waktu pelunasan 30-60 hari 2. Piutang wesel merupakan surat pernyataan yang berhutang atau janji pelunasan secara tertulis. Wesel tagih biasanya memberi jangka waktu 60 hari samapi 90 hari 3. Piutang lainnya meliputi piutang yang berasal dari bukan pelanggan, contohnya piutang bunga , piutang karyawan, piutang deviden dan piutang pemegang saham.
  • 4.  Faktor-faktor yang mempengaruhi besar kecilnya investasi dalam piutang menurut Bambang Riyanto (2001 :85) yaitu : 1.Volume Penjualan Kredit Makin besar proporsi penjualan kredit dari keseluruhan penjualan memperbesar investasi dalam piutang. Makin besar jumlah piutang berarti makin besar risiko, tetapi bersamaan dengan itu juga memperbesar “profitability”nya. 2. Syarat Pembayaran Penjualan Kredit Syarat pembayaran penjualan kredit dapat bersifat ketat maupun lunak. Apabila perusahaan menetapkan syarat pembayaran yang ketat berarti bahwa perusahaan lebih mengutamakan keselamatan kredit daripada pertimbangan profitabilitas.
  • 5. 3. Ketentuan Tentang Pembatasan Kredit Dalam penjualan kredit perusahaan dapat menetapkan batas maksimal atas kredit yang diberikan kepada para langganannya. Makin tinggi batas maksimal yang ditetapkan oleh perusahaan berarti maka semakin besar pula dana yang diinvestasikan dalam piutang. 4. Kebijakan Dalam Pengumpulan Piutang Perusahaan yang menjalankan kebijakan secara aktif dalam pengumpulan piutang akan mempunyai pengeluaran uang yang lebih besar untuk membiayai aktivitas pengumpulan piutang tersebut dibandingkan dengan perusahaan yang melakukan kebijakan pengumpulan secara pasif. Perusahaan yang melakukan pengumpulan piutang secara aktif akan memiliki investasi dalam piutang yang lebih kecil dibandingkan dengan perusahaan yang melakukan pengumpulan piutang secara pasif 5. Kebiasaan Membayar Dari Para Langganan Ada sebagian langganan yang mempunyai kebiasaan untuk menggunakan kesempatan mendapat cash discount, dan ada sebagian lain yang tidak menggunakan kesempatan tersebut. Kebiasaan para pelanggan untuk membayar dalam cash discount period atau sesudah mempunyai efek terhadap besarnya investasi dalam piutang.
  • 6.  “Kebijakan penjualan kredit adalah merupakan pedoman yang ditempuh oleh perusahaan dalam menentukan, apakah kepada seorang langganan atau konsumen akan diberikan kredit dan kalau diberikan berapa standar yang harus diberikan.”  Hal-hal yg terkait dalam kebijakan kredit adalah: 1. Standar Kredit Standar kredit adalah salah satu kriteria yang dipakai perusahaan untuk menyeleksi para langganan yang akan diberi kredit dan berapa jumlah yang akan diberikan. Variabel yg hrs dipertimbangkan dlm pemberian kredit : a. kualitas piutang dagang yg dpt diterima b. jangka waktu periode kredit c. potongan tunai untuk pembayaran lebih awal d. program pengumpulan piutang
  • 7. 2. Termin Kredit Jangka waktu periode kredit dan potongan tunai yg diberikan jika dilakukan pembayaran lebih awal 3. Potongan Tunai Prosentase pengurangan pembayaran dr jumlah bruto penjualan, karena pembayaran dilakukan dalam periode potongan tunai. 4. Default risk Kerugian dari piutang dagang tidak tertagih yang mungkin terjadi, karena pelonggaran standar kredit dan pelambatan waktu pengumpulan piutang. 5. Kebiasaan Membayar para langganan Kebiasaan untuk membayar dg menggunakan kesempatan mendapatkan cash discount atau tdk menggunakan kesempatan tersebut.
  • 8.  Syarat Kredit Syarat Kredit (Credit Term) mencakup dua hal, yakni: 1. Periode kredit (kapan penagihan dimulai serta berapa lama batas waktu penagihan), 2. Berapa besar diskon yang akan diberikan kepada pelanggan yang membayar pada periode diskon.  Faktor yang mempengaruhi syarat kredit adalah: a. Sifat ekonomik produk, b. Kondisi penjual, c. Kondisi pembeli, d. Periode kredit, e. Potongan tunai dan f. Tingkat bunga bebas risiko (tingkat bunga bank).
  • 9.  Resiko kredit adalah resiko tidak terbayarnya kredit yang telah diberikan kepada para langganan. Oleh karena itu banyak perusahaan yang berusaha mengurangi resiko kredit dengan memperhatikan lima “C” sebelum memberikan persetujuan kredit. 1. Character, kemungkinan dari para pelanggan secara jujur berusaha memenuhi kewajibannya. 2. Capacity, pendapat subjektif mengenai kemampuan pelanggan. Ini diukur dari record tahun sebelumnya, atau dengan observasi fisik pada pabrik dan toko pelanggan. 3. Capital, diukur oleh posisi finansial perusahaan secara umum, dimana hal ini ditunjukkan dengan analisis ratio finansiil, khususnya ditekankan pada “tangible networth” perusahaan. 4. Collateral, dicerminan dari aktiva yang dijaminkan bagi keamanan kredit. 5. Conditions, menunjukkan pengaruh langsung dari trend ekonomi pada umumnya terhadap perusahaan atau perkembangan khusus dalam bidang ekonomi yang mempengaruhi efek terhadap kemampuan pelanggan untuk memenuhi kewajibannya.
  • 10.  Langkah-langkah Pencegahan Resiko Tidak Tertagihnya Piutang: 1. Penentuan besarnya resiko yang akan ditanggung perusahaan, hal ini ditentukan atas dasar pengalaman- pengalaman tahun-tahun sebelumnya. Misalnya resiko ditetapkan 10% dari piutang, jika perusahaan berencana meningkatkan penjualan dengan Rp100.000 dan akan menyebabkan tambahan biaya Rp50.000, maka tambahan keuntungannya adalah sebesar Rp 40.000 (100.000-50.000-(10%x100.000)) 2. Kemampuan debitur memenuhi kewajibannya, hal ini dapat diukur dengan likuiditas dan rentabilitas. Selain itu perlu dipertimbangkan “soliditas”: a. Soliditas komersiil, kejujuran debitur/direkturnya dalam memenuhi kewajibannya tepat pada waktunya. b. Soliditas finansiil, memiliki modal kerja yang cukup dalam memenuhi kewajibannya tepat pada waktunya c. Soliditas moril, sifat-sifat dan moril yang baik dari debitur/direkturnya.
  • 11. 3. Membuat klasifikasi kredit tiap pelanggan, hal ini dapat digunakan daftar analisis umur piutang (aging schedule) sehingga diketahui sejarah kredit tiap-tiap pelanggan. 4. Mengadakan seleksi calon pelanggan, berdasar sejarah kredit dapat ditentukan pelanggan mana yang dapat ditambah plafon kredit, diturunkan, atau tetap.
  • 12.  Menghitung Rata-Rata Piutang Rata-rata piutang = (piutang awal tahun + piutang akhir tahun)/2  Menghitung Perputaran Piutang Perputaran piutang = penjualan bersih / rata-rata piutang  Menghitung Rata-Rata Pengumpulan Piutang Rata-Rata pengumpulan Piutang = 360 hari / perputaran piutang
  • 13.  Misalnya PT. ABC memiliki informasi mengenai penjualan tahun 2002 sebesar Rp 200 dan tahun 2003 Rp 180, piutang awal tahun 2002 Rp 40 dan akhir tahun Rp 60, sedangkan piutang awal tahun 2003 Rp 50 dan akhir tahun Rp 30. Perputaran piutang dan rata-rata pengumpulan piutang dapat disajikan dalam tabel :
  • 14. Keterangan 2002 2003 Penjualan Bersih (Net Credit Sales) Rp 200 Rp 180 Piutang Awal Tahun Rp 40 Rp 50 Piutang Akhir Tahun Rp 60 Rp 30 Rata-Rata Piutang ( Average Receivable) Rp 50 Rp 40 Perputaran Piutang (Receivable Turnover) 4 kali 4.5 kali Rata-Rata Pengumpulan Piutang (Average Collection Periode) 90 hari 80 hari Hari rata-rata pengumpulan piutang adalah sangat penting, makin lama makin buruk bagi kas perusahaan, dan sebaliknya. Perputaran piutang yang tinggi sangat baik bagi perusahaan, karena investasi dalam piutang rendah, dan sebaliknya.
  • 15.  Perputaran piutang harus dikendalikan dengan menyusun tabel umur piutang (aging schedule of receivables), di mana dalam tabel tersebut dapat diketahui jumlah piutang yang segera dapat ditagih dan yang lambat ditagih, dan dapat diketahui penghutang atau debitur yang baik dan yang buruk.
  • 16.  Untuk mengelola keuangan perusahaan yang baik, manajer keuangan harus menyusun anggaran pengumpulan piutang yang akan digunakan untuk mengendalikan piutang. Makin panjang umur piutangnya, makin buruk kondisi perusahaan karena makin lama piutang tersebut menjadi uang tunai (kas). Contoh skedul umur piutang dapat disajikan dalam Tabel, yang terdiri PT ABC dan PT ABK. Syarat kredit kedua perusahaan tersebut adalah 2/10, net 30.
  • 17.  Tabel Skedul umur piutang (Anging Schedule of Receivable) Umur Piutang PT ABC PT ABK Nilai Piutang % dari Total Nilai Piutang Nilai Piutang % dari Total Nilai Piutang 0-10 640 80 % 400 50 % 11-30 160 20 % 160 20 % 31-45 0 120 15 % 46-60 0 80 10 % Di atas 60 0 40 5 % Total 800 100 % 800 100 %
  • 18.  PT ABC lebih baik dari pada PT ABK, karena semua pelanggan membayar tepat waktu 80% pada hari ke 10, dan sisanya 20% membayar pada hari ke 30. Sedangkan PT ABK tidak tepat membayar sesuai dengan perjanjian kredit, 30% yaitu (15% + 10% + 5%) pelanggannya membayar lewat 30 hari dari jatuh tempo. Perusahaan yang baik seyogyanya mengikuti manajemen piutang PT ABC seperti ilustrasi di atas.
  • 19.  Manajer keuangan harus kontrol ketat jangka waktu penagihan dan skedul umur piutang. Kedua unsur itu harus dihubungkan dengan syarat kredit dan kedua unsur itu untuk mengetahui efektivitas bagian penagihan menjalankan tugasnya. Jika jangka waktu penagihan makin panjang dan rasio umur piutang yang melewati jatuh tempo makin besar, maka harus diadakan peninjauan kembali kebijakan penjualan kredit.
  • 20.  Selama ini perusahaan menjual secara tunai, omset penjualannya sebesar Rp 800 juta, keuntungan 15% dari penjualan. Jika perusahaan berencana untuk menjual secara kredit dengan syarat pembayaran n/60. hal ini ditaksir akan meningkatkan omset penjualan menjadi 1.050 juta pertahun. Dana yang dibutuhkan untuk membiayai piutang tersebut ditaksir sebesar Rp148,75 juta pertahun. Apakah manejemen menerima alternatif penjualan kredit tersebut? · Manfaat : tambahan keuntungan = (1.050 jt – 800 jt) x 15% = Rp 37,5 jt · pengorbanan : perputaran piutang = 360/60 = 6 kali rata-rata piutang = 1.050/6 = 175 jt dana untuk membiayai piutang = 148,75jt biaya dana yang ditanggung 148,75 x 15% = 22,31 jt manfaat bersih = Rp 15,19 jt Benefit > cost, layak untuk diterapkan