Successfully reported this slideshow.

K6576ro

561 views

Published on

  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

K6576ro

  1. 1. SEKULARISASI DAN MASA DEPAN AGAMAA. Pengertian SekularisasiSekularisasi diartikan sebagai pemisah antara urusan negara (politik) dan urusan agama, atau pemisahantara urusan duniawi dan ukhrawi.Jadi sekularisasi adalah pembebas manusia dari agama dan metafisik artinya bahwa terlepasnya duniadari pengertian-pengertian religius yang suci, dari pandangan dunia semu, atau dari semua mitos supra-natural.Sekularisasi tidak hanya melingkupi aspek-aspek kehidupan sosial dan politik saja, tetapi juga telahmerambah ke aspek kultur, karena proses tersebut menunjukkan lenyapnya penentuan simbol-simbolintegrasi kultural.B. Latar Belakang Timbulnya SekularisasiSuatu masyarakat adalah produk aktivitas manusia secara kolektif, dan merupakan realitas yang tidakstatis, selalu berubah selaras dengan alam pikiran. Begitu pula aktivitas manusia secara individumerupakan fenomena yang dapat berpengaruh pada kolektivitasnya, bahkan secara realitas dapatmemainkan peranan mengubah dunia. Artinya dalam hal ini manusia selalu dihadapkan padakonfrontasi terhadap realitas dan ia ingin selalu memperbiaki diri dan lingkungannya. Apalagi jikamanusia telah dihadapkan pada kondisi yang membatasi ruang gerak aktivitas maupun kebebasanberpikirnya, maka akan muncul reaksi yang merupakan manifestasi dari akumulasi potensi untukkemudian mendobrak apa yang telah mengekangnya.Tak ubahnya dengan apa yang telah terjadi pada masyarakat Kristen Barat. Munculnya gerakanProtestantisme tidak lain merupakan reaksi terhadap kendali religius saat itu, yakni Dominasi GerejaKatolik yang telah mengekangnya. Perspektif semacam ini dimaksudkan untuk menyentuh sebuahpotret pada masyarakat Kristen Barat, karena gambaran situasi religius itulah yang merupakan latarbelakang yang telah meletakkan dasar bagi timbulnya sekularisasi.Salah seorang filsuf Kristen, Jogues Maritain telah menguraikan tentang bagaimana dunia Kristen dandunia Barat melewati krisis gawat sebagai akibat peristiwa masa kini, yang diiringi oleh kebangkitannalar dan empirisme serta kemajuan ilmu dan teknologi. Krisis semacam itulah yang dikatakan sebagaisekularisasi.C. Masa Depan AgamaSebelum penjelasan masa depan agama ke hal yang lebih jauh kita jelaskan terlebih dahulu periodesasisekuler. Periode sekulasisasi terbagi ke dalam 2 macam yaitu:1. Periode pertama
  2. 2. Peride sekularisasi moderat, yaitu antara abad ke-17 dan ke-18. Pada periode sekularisme moderat,agama dianggap sebagai masalah individu yang tidak ada hubunganya dengan negara, tetapi meskipundemikian negara masih berkewajiban memelihara gereja, khususnya bidang upeti atau pajak. Dalampengertian ini, dalam pemisahan antara negara dan gereja, tidak dirampas agama Masehi sebagaiagama sekaligus dengan nilai-nilai yang dimilikinya, meskipun ada sebagian ajarannya ada yangdiingkari, dan menuntut menundukkan ajaran-ajaran Masehi kepada akal, prinsip-prinsip alam, danperkembanganya.2. Periode keduaPeriode sekularisme ektrem berkembang abad 19 jika pada periode sekularisme moderat, agama masihdiberi tempat dalam suatu negara, maka pada periode ekstrem, agama tidak hanya menjadi urusanpribadi, akan tetapi negara justru memusuhi agama. Begitu pula negara memusuhi orang-orang yangberagama. Peiode kedua ini, atau periode sekularisme ekstrem pada abad 19 dan 20 merupakan periodematerialisme atau disebut sebagai revolusi sekuler.Dari dua periode tersebut agama bukan lagi hal yang sangat penting dan sedikit diabaikan oleh mereka.D. Hubungan Sekularisme Masa Depan AgamaSekularisasi dalam hal ini mendudukkan agama sebagai aspek sentral dalam membicarakan danmemerikan penilaian terhadap konsep-konsep tentang sekularisasi, serta agama sebagai kacamata untukmelihat proses atau fenomena sekularisasi tersebut.KESIMPULANBahwa sekuler bagi masa depan agama sebagai motivasi bagi asas dasar pemikiran alasannya bahwa:1. Seperangkat alasan-alasan yang menjelaskan tingkah laku manusia.2. Seseorang akan melakukan sesuatu apabila ada persamaan dengan yang lain, dan alasan-alasan yanglain telah dibatasi.
  3. 3. DAFTAR PUSTAKA
  4. 4. Pardoyo, Sekularisasi Dalam Polemik, Penerbit, PT. Pustaka Utama Grafiti, 1993.Robert Audi, Agama dan Nalar Sekuler, Penerbit: PT. UII Press Yogyakarta, 2002.Andrew M. Greeley, Agama suatu Teori Sekuler, Penerbit: PT. Erlangga, 1988.Diposkan oleh Education di 18:49

×